Dampak Minuman Keras dalam Islam: Menjaga Diri dari Bahaya Dunia dan Akhirat

Dampak Minuman Keras dalam Islam: Menjaga Diri dari Bahaya Dunia dan Akhirat

11/08/2025 | Admin bidang 1

Dalam Islam, setiap perintah dan larangan punya hikmah besar demi kebaikan umat manusia. Salah satu larangan tegas adalah menjauhi minuman keras. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelakunya di dunia, tapi juga bisa membahayakan keselamatan di akhirat. Khamr, atau minuman keras, dikenal sebagai sumber segala kejahatan karena bisa menjerumuskan seseorang ke banyak dosa lainnya.

Oleh sebab itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami konsekuensi mengonsumsi minuman keras agar terhindar dari perbuatan yang dilarang Allah SWT. Dengan pemahaman yang baik, kita jadi lebih waspada dan bisa menjaga diri serta keluarga agar masa depan dunia dan akhirat tetap terjaga.

Larangan dan Dampak Minuman Keras dalam Al-Qur’an dan Hadis

Islam melarang minuman keras secara tegas, namun larangan ini disampaikan secara bertahap dalam Al-Qur’an. Awalnya ada peringatan tentang bahayanya, lalu larangan meminumnya saat salat, hingga akhirnya larangan total.

Dalam QS. Al-Baqarah ayat 219, Allah menjelaskan bahwa meskipun ada sedikit manfaat dalam khamr, kerugiannya jauh lebih banyak. Jadi, jelas minuman keras membawa dampak buruk yang besar.

Di QS. Al-Maidah ayat 90-91, Allah memerintahkan orang beriman untuk menjauhi khamr, judi, berhala, dan undi nasib karena semua itu perbuatan setan yang menjijikkan.

Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis riwayat Muslim, “Khamr adalah ibu dari segala kejahatan,” menunjukkan betapa seriusnya pengaruh buruk minuman keras karena membuka jalan dosa lain seperti zina dan kekerasan.

Selain itu, minum khamr bisa menghapus amal baik seseorang. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, disebutkan orang yang mengonsumsi khamr shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Bahkan, Rasulullah juga memperingatkan bahwa pelaku minum khamr yang meninggal tanpa bertaubat tidak akan masuk surga (HR. Ahmad).

Dampak Minuman Keras pada Kehidupan Pribadi

Bahaya minuman keras tidak hanya pada sisi spiritual, tapi juga menghancurkan kehidupan pribadi.

Minuman keras merusak akal sehat dan membuat seseorang kehilangan kontrol, sehingga sulit membedakan benar salah dan rentan melakukan tindakan merugikan diri dan orang lain.

Dari segi kesehatan, alkohol merusak organ penting seperti hati, jantung, dan otak. Islam mengajarkan kita menjaga kesehatan, jadi jelas minuman keras bertentangan dengan syariat.

Pelaku minuman keras juga kehilangan martabat. Mereka sering diejek, dijauhi keluarga, dan dipandang rendah karena perilaku buruk saat mabuk.

Moralitas juga runtuh, pelaku mudah terjerumus dalam pergaulan buruk, kekerasan, dan tindakan kriminal.

Ketergantungan minuman keras dapat menghancurkan masa depan, menyebabkan kehilangan pekerjaan, rusaknya rumah tangga, serta risiko kecelakaan atau kematian.

Dampak Minuman Keras pada Keluarga

Bahaya minuman keras juga sangat terasa dalam keluarga.

Minuman keras sering memicu konflik rumah tangga karena pelaku lebih mudah marah, berkata kasar, atau bahkan melakukan kekerasan.

Keuangan keluarga bisa hancur karena uang yang seharusnya untuk kebutuhan malah habis untuk membeli minuman keras.

Banyak rumah tangga berantakan karena sulit melepaskan kebiasaan minum.

Anak-anak di keluarga pecandu berisiko mengalami trauma dan kehilangan kasih sayang, bahkan meniru perilaku buruk orang tua.

Keluarga ini sering kehilangan kehormatan di mata masyarakat dan mendapat stigma negatif.

Dampak Minuman Keras pada Masyarakat

Di tingkat masyarakat, dampaknya juga sangat merugikan.

Minuman keras sering memicu kerusuhan dan perkelahian karena pengaruh mabuk membuat orang bertindak kasar.

Angka kriminalitas meningkat, termasuk pencurian, penganiayaan, dan pembunuhan yang sering terjadi di bawah pengaruh alkohol.

Ketergantungan ini menciptakan keresahan dan ketidakamanan di lingkungan.

Moral masyarakat menurun jika kebiasaan ini dianggap biasa, sehingga generasi muda pun bisa meniru.

Ketika masyarakat Muslim terjerumus dalam minuman keras, citra Islam sebagai agama rahmat menjadi ternoda.

Menjaga Diri dari Bahaya Minuman Keras

Sebagai Muslim, kita harus sadar betapa berat dampak minuman keras bagi dunia dan akhirat. Minuman keras tidak hanya merusak akal dan tubuh, tapi juga menghancurkan kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

Menjauhi minuman keras artinya menjaga diri dari kerusakan moral, kerugian materi, dan dosa besar yang menghalangi kita menuju surga. Mari kita berkomitmen untuk menjauhi segala bentuk minuman keras dan menjadi contoh baik di lingkungan sekitar.

Semoga Allah SWT selalu melindungi kita dan keluarga dari segala maksiat, termasuk bahaya minuman keras, serta membimbing kita di jalan yang diridhai-Nya.

KOTA YOGYAKARTA

Copyright © 2025 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ  |   2.2.12