WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Amalan Rasulullah SAW di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Amalan Rasulullah SAW di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, suasana batin umat Islam biasanya mulai terbagi. Di satu sisi, ada kegembiraan menyambut hari kemenangan (Idul Fitri), namun di sisi lain, ada rasa sedih karena bulan suci akan segera berlalu. Bagi Rasulullah SAW, fase akhir Ramadan bukanlah waktu untuk bersantai, melainkan momentum untuk melakukan "akselerasi" ibadah yang lebih kencang dari hari-hari sebelumnya. Rasulullah SAW memberikan contoh nyata tentang bagaimana seorang hamba seharusnya menghargai waktu-waktu emas ini. Beliau tidak hanya sekadar berpuasa, tetapi mengubah total ritme hidupnya demi mengejar rida Allah SWT. Berikut adalah amalan-amalan utama Rasulullah SAW yang patut kita teladani. 1. Menghidupkan Malam dengan Ibadah (Qiyamul Lail)Dalam sebuah riwayat dari Sayyidah Aisyah RA, diceritakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah sesungguh-sungguh dalam beribadah di waktu lain melebihi kesungguhannya di sepuluh hari terakhir Ramadan. Beliau "menghidupkan malamnya", yang artinya beliau meminimalkan waktu tidur untuk diisi dengan shalat malam, zikir, dan doa. Bagi kita, menghidupkan malam bisa dimulai dengan konsistensi shalat Tarawih, yang kemudian disambung dengan shalat Tahajud, Witir, dan membaca Al-Qur'an hingga waktu sahur tiba. Tujuannya adalah memastikan bahwa tidak ada satu detik pun di malam-malam mulia tersebut yang terlewat tanpa nilai ibadah. 2. Membangunkan Keluarga untuk BeribadahRasulullah SAW adalah sosok pemimpin keluarga yang sangat perhatian pada keselamatan spiritual anggota keluarganya. Beliau tidak ingin beribadah sendirian. Di sepuluh malam terakhir, beliau membangunkan istri-istri dan keluarga untuk ikut serta dalam kebaikan malam tersebut. Hal ini memberikan pelajaran bahwa kesalehan tidak boleh bersifat individual. Sebagai kepala keluarga atau anggota keluarga, kita diajak untuk saling menyemangati, mengajak anak, istri, atau saudara untuk bangun di sepertiga malam terakhir guna memanjatkan doa bersama. 3. Ber-Itikaf di MasjidItikaf adalah amalan yang hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi SAW selama sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat. Beliau mengisolasi diri dari kesibukan duniawi dan menetap di masjid. Itikaf merupakan cara terbaik untuk melakukan "detoksifikasi hati" dari pengaruh dunia. Dengan berdiam diri di rumah Allah, fokus kita hanya tertuju pada satu titik: hubungan antara hamba dengan Sang Pencipta. Di tengah hiruk-pikuk persiapan Lebaran yang sering menguras energi dan pikiran, itikaf menjadi pelindung agar hati tetap terjaga dalam kekhusyukan. 4. Memperbanyak Sedekah dan KebaikanMeskipun Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan, kedermawanan beliau di bulan Ramadan, terutama di penghujungnya, digambarkan seperti "angin yang berembus kencang"—sangat cepat dan sangat luas manfaatnya. Sepuluh hari terakhir adalah waktu terbaik untuk menunaikan zakat mal, zakat fitrah, maupun sedekah sunnah. Menolong sesama, memberi makan orang miskin, atau membantu fasilitas masjid adalah amalan yang sangat disukai Nabi SAW di fase ini. 5. Mencari Lailatul Qadar dengan Doa KhususMotivasi terbesar di balik semua amalan tersebut adalah harapan untuk bertemu dengan Lailatul Qadar. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk "berburu" malam kemuliaan tersebut di malam-malam ganjil. Beliau juga mengajarkan satu doa padat makna untuk dibaca berulang-ulang:“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku). Doa ini menitikberatkan pada permohonan maaf ('afwu), yang maknanya lebih dalam daripada sekadar ampunan (maghfirah), karena 'afwu berarti menghapus dosa hingga tak berbekas sedikit pun. Mungkin sulit bagi sebagian kita untuk beritikaf penuh selama sepuluh hari karena tuntutan pekerjaan. Namun, kita bisa memodifikasinya dengan cara: Itikaf Parsial: Berniat itikaf setiap kali memasuki masjid untuk shalat berjamaah atau menghadiri kajian malam. Manajemen Tidur: Tidur lebih awal agar bisa bangun lebih segar di sepertiga malam terakhir. Digital Detox: Mengurangi penggunaan media sosial yang tidak perlu agar waktu luang bisa digunakan untuk membaca Al-Qur'an. Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah fase penentuan. Rasulullah SAW telah menunjukkan bahwa akhir Ramadan adalah puncak perjuangan spiritual, bukan titik jenuh. Dengan menghidupkan malam, mengajak keluarga beribadah, dan memperbanyak sedekah, kita sedang berupaya mengakhiri Ramadan sebagai pemenang yang mendapatkan ampunan total. Semoga kita diberikan kekuatan untuk meneladani spirit ibadah Rasulullah SAW hingga fajar Idul Fitri menyingsing. Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari bayar fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara online dengan penyaluran amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #RamadanPenuhBerkah#AmalanRasulullahRamadan#PuasaRamadan2026#BayarZakatJogja#AmalanUtamaRamadan editor: Banyu Bening
17/03/2026 | Kifti
BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan pada Safari Shubuh Pemerintah Kota Yogyakarta di Masjid Baiturrahman
BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan pada Safari Shubuh Pemerintah Kota Yogyakarta di Masjid Baiturrahman
Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Safari Subuh yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta di Masjid Baiturrahman, Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Safari Ramadan Pemerintah Kota Yogyakarta yang bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, lembaga, dan masyarakat. Safari Subuh tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Yogyakarta bersama para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan jamaah Masjid Baiturrahman yang mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat sejak pelaksanaan salat Subuh berjamaah hingga rangkaian acara selesai. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, hadir mewakili BAZNAS Kota Yogyakarta dan menyalurkan bantuan kepada Masjid Baiturrahman. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp2.000.000 serta satu kotak perlengkapan P3K. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kemasjidan serta pelayanan bagi jamaah yang beribadah di masjid. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendukung kegiatan keagamaan, khususnya di masjid. Menurutnya, masjid memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat. “Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengurus masjid untuk mendukung kegiatan ibadah serta pelayanan kepada jamaah, khususnya selama bulan suci Ramadan,” ujarnya. Sementara itu, Takmir Masjid Baiturrahman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta serta Pemerintah Kota Yogyakarta atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masjid. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam menunjang berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di lingkungan masjid. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta atas bantuan yang diberikan kepada Masjid Baiturrahman. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk mendukung kegiatan ibadah serta pelayanan kepada jamaah,” ungkap perwakilan takmir masjid. Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga kegiatan keagamaan dan sosial di masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Kegiatan Safari Subuh ini tidak hanya menjadi sarana ibadah bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, berbagai program sosial dan keagamaan dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat sehingga terbangun komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Ramadan merupakan waktu yang penuh keberkahan dan menjadi kesempatan terbaik bagi umat Islam untuk berbagi kepada sesama. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang amanah dan terpercaya. Dana yang dihimpun nantinya akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Melalui semangat berbagi di bulan suci Ramadan, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menunaikan zakat dan sedekah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat kesejahteraan umat di Kota Yogyakarta. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya#AmanahProfesionalTransparan#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
16/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Safari Subuh Terakhir Ramadhan 1447 H di Masjid Baitul Hamdi
BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Safari Subuh Terakhir Ramadhan 1447 H di Masjid Baitul Hamdi
Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Safari Subuh Pemerintah Kota Yogyakarta yang diselenggarakan di Masjid Baitul Hamdi, Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini menjadi Safari Subuh terakhir yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta selama bulan suci Ramadhan 1447 H. Safari Subuh tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Yogyakarta bersama jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta jamaah Masjid Baitul Hamdi. Sejak pelaksanaan salat Subuh berjamaah hingga rangkaian acara selesai, kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Kehadiran rombongan pemerintah dalam Safari Subuh ini merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah selama bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat secara langsung. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, turut hadir bersama rombongan Pemerintah Kota Yogyakarta. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyalurkan bantuan kepada takmir Masjid Baitul Hamdi berupa uang tunai sebesar Rp2.000.000 serta satu box perlengkapan P3K. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan BAZNAS Kota Yogyakarta terhadap kegiatan kemasjidan serta pelayanan bagi jamaah yang beribadah di masjid. Diharapkan bantuan tersebut dapat membantu pengurus masjid dalam menunjang berbagai kegiatan ibadah dan sosial di lingkungan Masjid Baitul Hamdi. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa masjid memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat. Oleh karena itu, BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kemasjidan di Kota Yogyakarta. “Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengurus masjid untuk mendukung kegiatan ibadah dan pelayanan kepada jamaah. Semoga Masjid Baitul Hamdi semakin aktif dalam menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat sekitar,” ujarnya. Sementara itu, Takmir Masjid Baitul Hamdi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta kepada masjid. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu pengurus masjid dalam mendukung berbagai kegiatan yang dilaksanakan di masjid. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta atas bantuan yang diberikan kepada Masjid Baitul Hamdi. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk menunjang kegiatan kemasjidan dan pelayanan kepada jamaah,” ungkap perwakilan takmir masjid. Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai kegiatan sosial dan keagamaan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan dengan meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Ramadan merupakan waktu yang penuh keberkahan dan menjadi kesempatan terbaik bagi umat Islam untuk berbagi kepada sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang amanah dan terpercaya. Dana zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi. Melalui semangat berbagi di bulan Ramadhan, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menunaikan zakat dan sedekah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang serta turut meningkatkan kesejahteraan umat di Kota Yogyakarta. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya#AmanahProfesionalTransparan#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
16/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Yogyakarta

Agenda Pimpinan

BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan dalam Safari Tarawih Pemerintah Kota Yogyakarta di Masjid Ummi Salamah
BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan dalam Safari Tarawih Pemerintah Kota Yogyakarta di Masjid Ummi Salamah
Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Safari Tarawih yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta di Masjid Ummi Salamah, Kelurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kamis (5/3/2026) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Safari Tarawih tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Yogyakarta beserta jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta. Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kemantren (Forkopimka) Umbulharjo, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta jamaah Masjid Ummi Salamah yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Yogyakarta diwakili langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari. Kehadiran BAZNAS dalam kegiatan Safari Tarawih ini merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga zakat dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Sebagai wujud kepedulian terhadap sarana ibadah dan pelayanan kepada jamaah, BAZNAS Kota Yogyakarta menyerahkan bantuan kepada Masjid Ummi Salamah berupa uang tunai sebesar Rp2.000.000 serta satu box peralatan P3K. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional masjid serta menunjang fasilitas pelayanan bagi jamaah yang melaksanakan ibadah. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan umat yang memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi pengurus dan jamaah Masjid Ummi Salamah. Semoga fasilitas yang diberikan dapat mendukung kenyamanan jamaah dalam melaksanakan ibadah, terutama selama bulan Ramadan,” ujarnya. Selain itu, BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat. Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan berbagi kepada sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan. “Melalui Ramadan ini kami mengajak masyarakat Kota Yogyakarta untuk menunaikan zakat serta memperbanyak sedekah dan infak melalui BAZNAS. InsyaAllah dana yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik secara amanah dan tepat sasaran,” tambahnya. Sementara itu, Takmir Masjid Ummi Salamah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta serta Pemerintah Kota Yogyakarta atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masjid. Bantuan tersebut dinilai sangat bermanfaat untuk menunjang berbagai kegiatan ibadah dan pelayanan kepada jamaah. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Bantuan ini tentu sangat membantu kami dalam meningkatkan fasilitas masjid, terutama untuk kenyamanan jamaah yang beribadah di Masjid Ummi Salamah,” ungkap perwakilan takmir masjid. Ia juga berharap sinergi antara BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai program keagamaan dan sosial dapat berjalan lebih optimal. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Masjid Ummi Salamah dapat terus menjadi pusat kegiatan keagamaan yang aktif serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. Selain itu, melalui momentum Ramadan ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah guna membantu sesama dan memperkuat kesejahteraan umat. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq

06-03-2026 | Humas BAZNAS Kota Yogyakarta

BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan dalam Safari Tarawih Pemerintah Kota Yogyakarta di Gondomanan
BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan dalam Safari Tarawih Pemerintah Kota Yogyakarta di Gondomanan
KOTA YOGYAKARTA – Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menghadiri kegiatan Safari Tarawih yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta pada Selasa (3/3/2026) di Masjid Nurusy-Syubban, Gondomanan. Kehadiran BAZNAS dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen memperkuat sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadan. Kegiatan Safari Tarawih yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemerintah Kota Yogyakarta, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Nurusy-Syubban. Sejak waktu salat Isya, jamaah telah memadati masjid untuk melaksanakan ibadah secara berjamaah dan mengikuti rangkaian kegiatan Safari Ramadan yang menjadi agenda rutin tahunan pemerintah kota. Safari Tarawih tidak hanya menjadi sarana ibadah bersama, tetapi juga wadah mempererat komunikasi antara pimpinan daerah dan masyarakat. Dalam suasana penuh kekhusyukan, kegiatan ini menjadi momentum menyampaikan pesan-pesan pembangunan, penguatan nilai keagamaan, serta ajakan untuk meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Yogyakarta menyalurkan bantuan kepada pengurus Masjid Nurusy-Syubban berupa uang tunai sebesar Rp2.000.000,- serta satu kotak perlengkapan P3K. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan operasional masjid sekaligus untuk menunjang kebutuhan jamaah dalam menjalankan ibadah selama Ramadan. Dana bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu pengurus masjid dalam mendukung berbagai kegiatan keagamaan, seperti pelaksanaan salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, hingga kegiatan sosial bagi masyarakat sekitar. Sementara itu, perlengkapan P3K diberikan sebagai langkah antisipatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat yang mungkin terjadi di lingkungan masjid, sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih aman dan nyaman. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa partisipasi dalam Safari Tarawih merupakan wujud nyata peran aktif BAZNAS dalam mendukung kegiatan keagamaan di Kota Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama. Menurutnya, dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzaki harus dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Dukungan terhadap masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan menjadi salah satu prioritas, mengingat peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan pemberdayaan umat. Kegiatan Safari Tarawih ini juga mencerminkan sinergi yang solid antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Kota Yogyakarta dalam membangun masyarakat yang religius dan peduli sosial. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan kepedulian serta memperluas dampak program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Momentum kebersamaan dalam Safari Ramadan menjadi simbol bahwa pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan spiritualitas dan solidaritas sosial. Kehadiran pimpinan daerah bersama jajaran di tengah masyarakat memberikan pesan bahwa pemerintah terus membuka ruang dialog dan kebersamaan dengan warga. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kemajuan bagi Kota Yogyakarta serta kesejahteraan seluruh warganya. Semangat kebersamaan yang terjalin di Masjid Nurusy-Syubban malam itu diharapkan menjadi energi positif dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, mandiri, dan berdaya. Melalui partisipasi aktif dalam Safari Tarawih ini, BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menebarkan manfaat serta menghadirkan keberkahan di bulan suci Ramadan. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran. Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq

06-03-2026 | Humas BAZNAS Kota Yogyakarta

Perkuat Tali Silaturahmi, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Safari Shubuh di Masjid Budi Prayogo
Perkuat Tali Silaturahmi, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Safari Shubuh di Masjid Budi Prayogo
KOTA YOGYAKARTA – Upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Safari Shubuh Pemerintah Kota Yogyakarta. Pada Minggu (1/3/2026) pukul 04.30 WIB, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, turut menghadiri kegiatan yang digelar di Masjid Budi Prayogo, Pakualaman, Kota Yogyakarta. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemerintah Kota Yogyakarta, tokoh masyarakat, serta jamaah masjid. Sejak sebelum azan Subuh berkumandang, jamaah telah memadati masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah sekaligus mengikuti rangkaian Safari Shubuh yang menjadi agenda rutin pemerintah daerah. Safari Shubuh bukan sekadar kegiatan ibadah bersama, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan membangun kedekatan antara pimpinan daerah dengan warga. Dalam suasana yang khusyuk dan penuh kebersamaan, kegiatan ini menjadi momentum untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan, penguatan nilai keagamaan, serta ajakan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat Kota Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Yogyakarta turut memberikan kontribusi nyata dengan menyerahkan bantuan stimulan kepada Masjid Budi Prayogo. Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai sebesar Rp2.000.000,- serta satu kotak peralatan P3K (obat-obatan). Bantuan ini ditujukan untuk mendukung operasional masjid sekaligus menunjang fasilitas kesehatan bagi seluruh jamaah. Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kota Yogyakarta terhadap peran strategis masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan aktivitas sosial kemasyarakatan. Dukungan operasional diharapkan dapat membantu pengurus masjid dalam mengembangkan berbagai kegiatan keagamaan, khususnya selama bulan suci Ramadhan yang sarat dengan aktivitas ibadah. Sementara itu, pemberian perlengkapan P3K menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan jamaah dalam beribadah. Dengan adanya fasilitas kesehatan dasar di lingkungan masjid, potensi penanganan cepat terhadap kondisi darurat dapat lebih optimal, sehingga jamaah merasa lebih aman saat mengikuti kegiatan ibadah. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa partisipasi BAZNAS dalam kegiatan Safari Shubuh ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk terus hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan memperluas manfaat dana zakat, infak, serta sedekah yang telah dipercayakan oleh para muzaki. Ia menegaskan bahwa pengelolaan dana ZIS harus mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dukungan terhadap sarana ibadah dan fasilitas publik yang menunjang kesejahteraan umat. Melalui sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan BAZNAS, diharapkan berbagai program sosial dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi dalam semangat Segoro Amarto, yang mengedepankan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Sinergi antara pemerintah dan lembaga zakat menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian umat di Kota Yogyakarta. Melalui Safari Ramadhan ini, diharapkan silaturahmi antara pimpinan daerah dan warga semakin kuat. Kehadiran langsung para pemimpin di tengah masyarakat menjadi simbol keterbukaan dan komitmen untuk mendengarkan aspirasi warga secara langsung. Dengan komunikasi yang baik, pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dapat lebih optimal. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi Kota Yogyakarta. Semangat kebersamaan yang terbangun di Masjid Budi Prayogo pagi itu diharapkan menjadi energi positif dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan mandiri. Melalui partisipasi aktif dalam Safari Shubuh, BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, profesional, dan transparan, serta siap bersinergi untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran. Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq

06-03-2026 | Humas BAZNAS Kota Yogyakarta

Berita Pendistribusian

Kader Binaan BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Juara 1 Lomba Adzan Nasional
Kader Binaan BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Juara 1 Lomba Adzan Nasional
Yogyakarta — Kabar membanggakan kembali datang dari BAZNAS Kota Yogyakarta. Salah satu kader binaannya, Abdurrahman Rafa Bilfaqih, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Adzan kelas (123) pada ajang Kejuaraan “Miftahunnajah Berkisah #5” yang diselenggarakan secara online pada 10 Januari 2026. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan yang dilakukan BAZNAS Kota Yogyakarta tidak hanya berfokus pada aspek kesejahteraan, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai keislaman dan pengembangan potensi generasi muda. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kader-kader BAZNAS didorong untuk tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, berakhlak, dan membawa manfaat bagi umat. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Abdurrahman Rafa Bilfaqih merupakan hasil dari ketekunan, disiplin, serta dukungan berbagai pihak yang selama ini turut membersamai proses pembinaan. “Prestasi ini adalah kebanggaan bersama. Semoga menjadi motivasi bagi kader-kader BAZNAS lainnya untuk terus mengasah potensi, berani berprestasi, dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam setiap langkah kehidupan,” ujar Drs. H. Syamsul Azhari. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen mendukung lahirnya generasi unggul melalui program-program pembinaan yang terintegrasi, baik di bidang pendidikan, dakwah, maupun pengembangan karakter. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat mampu melahirkan dampak nyata dan berkelanjutan. Mari Dukung Program Kebaikan BAZNAS Kota Yogyakarta Mari tunaikan zakat untuk mendukung pembinaan generasi berprestasi Mari berinfak guna memperluas manfaat program sosial dan pendidikan Mari bersedekah sebagai bentuk kepedulian dan investasi akhirat Mari salurkan ZIS-DSKL melalui BAZNAS Kota Yogyakarta agar tepat sasaran Sebagai penyempurna ibadah, mari tunaikan pembayaran fidyah melalui link Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta : https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi Layanan Muzaki: 0821-4123-2770. Bersama, kita wujudkan kebaikan yang terus mengalir dan memberi keberkahan bagi sesama. #BAZNASKotaYogyakarta#ZakatBerprestasi#KaderBAZNAS#AdzanBerprestasi#ZISDSKL#AyoBerzakat#InfakSedekah#GenerasiQurani ShareFacebookXWha
26/02/2026 | Kengy Gilang Ramadhan
Kader Tahfidz BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Juara di Lomba MHQ Juz 30
Kader Tahfidz BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Juara di Lomba MHQ Juz 30
Alhamdulillah, kabar membanggakan kembali datang dari program pembinaan BAZNAS Kota Yogyakarta. Pada Ahad, 20 Desember 2025, salah satu kader tahfidz binaan BAZNAS Kota Yogyakarta, Ananda Nabila Rafa Putri Ferdian, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 2 cabang lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Juz 30 jenjang SD yang diselenggarakan di Sekolah Teladan. Ananda Nabila merupakan kader tahfidz angkatan ke-3 yang selama ini aktif mengikuti program pembinaan dan pendampingan hafalan Al-Qur’an. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan yang berkelanjutan, penuh kesabaran, serta dukungan dari berbagai pihak mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi dan berakhlak mulia. Keberhasilan Ananda Nabila tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga bagi BAZNAS Kota Yogyakarta serta para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan dana ZIS-DSKL untuk mendukung program pendidikan dan tahfidz Al-Qur’an. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program-program pemberdayaan yang berdampak nyata, khususnya dalam mencetak generasi penerus yang cinta Al-Qur’an sejak usia dini. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas kerja keras Ananda Nabila serta peran para pembina dan orang tua yang senantiasa mendampingi proses belajar dan menghafal Al-Qur’an. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk terus bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an dan mengembangkan potensi diri. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus memperkuat program tahfidz sebagai bagian dari ikhtiar membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Qur’ani. Dukungan masyarakat melalui ZIS-DSKL menjadi kunci keberlangsungan program ini agar semakin banyak anak-anak berprestasi yang lahir dari keluarga mustahik dan lingkungan sekitar. Sebagai wujud kepedulian bersama, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk terus menebar kebaikan melalui: Mari tunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian dan pembersih harta Mari salurkan infak dan sedekah untuk mendukung pendidikan generasi Qur’ani Mari perkuat program sosial dan kemanusiaan melalui ZIS-DSKL Mari bersama BAZNAS Kota Yogyakarta mencetak generasi berakhlak dan berprestasi Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menunaikan kewajiban fidyah melalui link Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau menghubungi Layanan Muzaki di nomor 0821-4123-2770. Setiap kontribusi yang ditunaikan akan menjadi bagian dari ikhtiar besar dalam menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi sesama. #BAZNASKotaYogyakarta#TahfidzQuran#PrestasiAnak#GenerasiQurani#ZakatInfakSedekah#ZISDSKL#BerbagiKebaikan S
26/02/2026 | Kengy Gilang Ramadhan
Prestasi yang Bersemi dari Zakat, Kader Tahfidz BAZNAS Raih Juara MTtQ Nasional
Prestasi yang Bersemi dari Zakat, Kader Tahfidz BAZNAS Raih Juara MTtQ Nasional
Alhamdulillah, kabar membanggakan datang dari program pembinaan tahfidz Al-Qur’an BAZNAS Kota Yogyakarta. Pada Ahad, 11 Januari 2026, ananda Nabila Rafa Putri Ferdian, kader Tahfidz Angkatan 3 binaan BAZNAS Kota Yogyakarta, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 2 cabang lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTtQ) tingkat Nasional jenjang Sekolah Dasar. Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta, dan diikuti oleh peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan Al-Qur’an yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang unggul dan berdaya saing nasional. Keberhasilan ananda Nabila tidak diraih dalam waktu singkat. Proses panjang berupa disiplin menghafal, memperbaiki bacaan, serta pembinaan akhlak menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasi tersebut. Dukungan orang tua, pembimbing tahfidz, serta lingkungan belajar yang kondusif turut menjadi faktor penentu keberhasilan. Program Kader Tahfidz BAZNAS Kota Yogyakarta merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) yang difokuskan pada penguatan pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini. Melalui program ini, anak-anak berprestasi mendapatkan pendampingan intensif agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal. Pimpinan BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga besar BAZNAS, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa dana zakat yang dikelola secara amanah mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi umat. “Prestasi ini adalah buah dari kepercayaan para muzaki yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta. Dari dana yang dititipkan, lahir generasi Qur’ani yang berprestasi dan membanggakan,” ungkapnya. Lebih dari sekadar capaian lomba, prestasi ananda Nabila diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk mencintai Al-Qur’an, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikannya pedoman dalam meraih masa depan yang lebih baik. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus memperluas program pembinaan tahfidz agar semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan nilai-nilai Qur’ani. Melalui momentum ini, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam gerakan kebaikan melalui ZIS-DSKL. Dukungan masyarakat adalah kunci utama keberlanjutan program pendidikan, dakwah, dan sosial kemanusiaan. Mari bersama BAZNAS Kota Yogyakarta: Mari tunaikan zakat sebagai wujud kepedulian dan ketaatan Mari salurkan infak dan sedekah untuk mendukung pendidikan Qur’ani Mari dukung lahirnya generasi berakhlak dan berprestasi Mari kuatkan solidaritas umat melalui ZIS-DSKL yang amanah Sebagai penutup, bagi masyarakat yang memiliki kewajiban fidyah, mari tunaikan pembayaran fidyah melalui link Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau dapat menghubungi Layanan Muzaki di nomor 0821-4123-2770, agar ibadah fidyah tersalurkan secara tepat dan memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan. #BAZNASJogja#PrestasiDariZakat#KaderTahfidz#GenerasiQurani#MTtQNasional#ZakatBerdampak#ZISDSKL
26/02/2026 | Kengy Gilang Ramadhan

Artikel Terbaru

Doa Agar Konsisten Dalam Beribadah
Doa Agar Konsisten Dalam Beribadah
Dalam perjalanan spiritual seorang Muslim, fluktuasi iman adalah hal yang manusiawi. Ada kalanya kita merasakan manisnya iman hingga begitu ringan dalam melangkahkan kaki ke masjid atau terbangun di sepertiga malam. Namun, tak jarang pula kita dihinggapi rasa malas, berat hati, dan jenuh yang dalam terminologi Islam disebut sebagai futur. Jika dibiarkan, rasa enggan ini dapat menjauhkan kita dari rahmat Allah SWT. Lantas, bagaimana cara menjaga agar api semangat ibadah tetap menyala? salah satu kunci utamanya adalah memadukan antara ikhtiar batiniah melalui doa dan ikhtiar lahiriah melalui pembiasaan amal. Sebelum membahas solusinya, kita perlu memahami bahwa hati manusia bersifat bolak-balik (muqallibal qulub). Rasulullah SAW bersabda bahwa iman itu bisa aus sebagaimana pakaian yang aus, maka mintalah kepada Allah untuk memperbaharui iman di dalam hati. Beberapa faktor penyebab turunnya semangat ibadah antara lain adalah terlalu banyak melakukan hal mubah yang sia-sia, terjerumus dalam kemaksiatan yang membuat hati menjadi keras, hingga kurangnya lingkungan (bi’ah) yang mendukung ketaatan. Dalam kondisi seperti ini, seseorang membutuhkan "pendorong" agar hatinya kembali tergerak. Amalan Doa Agar Hati Mudah Tergerak untuk Ibadah Salah satu referensi kuat yang sering dibagikan, termasuk dalam literatur Perukunan Melayu, adalah sebuah doa khusus yang dipanjatkan agar Allah membimbing kita pada jalan ketaatan. Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca setiap selesai shalat lima waktu. Berikut adalah lafal doanya: “Allahummahdi thariqana ila tha’atika, wa tammim taqshirana, wa taqabbal minna ibadatana, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.” Artinya: "Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Semoga Allah melimpahkan rahmat bagi junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." Doa ini mengandung tiga permohonan esensial: Bimbingan (Hidayah): Meminta agar Allah selalu mengarahkan hati kita pada perbuatan taat. Penyempurnaan (I’timam): Menyadari bahwa ibadah kita seringkali jauh dari sempurna, maka kita memohon agar kekurangan tersebut ditutupi oleh Allah. Penerimaan (Qabul): Ibadah sebanyak apa pun tidak akan berarti jika tidak diterima oleh-Nya. Selain rutin mengamalkan doa di atas, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan agar semangat ibadah tetap stabil: 1. Mulailah dari yang Ringan namun Konsisten Rasulullah SAW sangat menyukai amalan yang dilakukan secara konsisten (dawam), meskipun jumlahnya sedikit. Jangan memaksakan diri melakukan ibadah sunnah yang sangat banyak dalam satu waktu jika itu justru membuat Anda bosan. Mulailah dengan shalat sunnah rawatib dua rakaat atau membaca Al-Qur'an satu halaman sehari secara rutin. 2. Memilih Lingkungan yang Shalih Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap mentalitas seseorang. Jika kita berkumpul dengan orang-orang yang rajin beribadah, secara psikologis kita akan merasa tertinggal jika tidak ikut beribadah. Sebaliknya, teman yang lalai akan menyeret kita pada kelalaian yang sama. 3. Mengingat Kematian dan Keutamaan Ibadah Mengingat bahwa usia manusia terbatas dapat menjadi cambuk bagi jiwa yang malas. Bayangkan jika waktu kita habis saat kita sedang dalam kondisi lalai. Selain itu, mempelajari hikmah dan pahala di balik sebuah ibadah akan memberikan motivasi tambahan (stimulus) bagi akal dan hati untuk bergerak. 4. Hindari Penyakit "Nanti Saja" (Taswif) Menunda-nunda amal adalah salah satu tentara iblis yang paling kuat. Jika terbetik niat baik di dalam hati, segera laksanakan saat itu juga. Semakin lama kita menunda, semakin berat beban mental untuk memulainya. Istiqamah dalam ketaatan adalah karunia yang harus dijemput. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri karena hati ini berada dalam genggaman Sang Maha Pencipta. Oleh karena itu, mengamalkan doa agar diberikan semangat ibadah merupakan wujud kerendahan hati seorang hamba yang mengakui keterbatasannya. Mari jadikan doa di atas sebagai wirid rutin setelah shalat. Dengan memohon bimbingan Allah, semoga setiap langkah kita, baik yang wajib maupun yang sunnah, terasa ringan dan membawa ketenangan batin. Semangat ibadah yang terjaga bukan hanya akan memperbaiki kualitas hubungan kita dengan Tuhan (hablum minallah), tetapi juga akan terpancar dalam akhlak yang baik kepada sesama manusia (hablum minannas). Semoga Allah SWT senantiasa menetapkan hati kita di atas agama-Nya dan memberikan kekuatan untuk terus istiqamah hingga akhir hayat. Wallahu a’lam bisshawab. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
17/03/2026 | Kifti
Tips agar Konsisten Beribadah Selama Ramadhan
Tips agar Konsisten Beribadah Selama Ramadhan
Bulan Ramadhan sering kali diibaratkan sebagai sebuah ladang yang sangat subur. Di dalamnya, Allah SWT menanam berbagai macam pohon yang berbuah lebat berupa pahala, ampunan, dan keberkahan. Sebagai umat Muslim, kita memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk memanen "buah" tersebut sebanyak mungkin. Namun, realita di lapangan sering kali menunjukkan pola yang serupa setiap tahunnya: semangat yang meluap-luap di awal bulan, namun perlahan meredup saat memasuki pertengahan hingga akhir Ramadhan. Fenomena "masjid yang safnya semakin maju" atau berkurangnya intensitas tadarus Al-Qur'an adalah tantangan spiritual yang nyata. Ibadah memang sangat berkaitan erat dengan fluktuasi iman—yang kadang naik dan kadang turun. Agar kita tidak terjebak dalam euforia sesaat, diperlukan strategi yang tepat untuk menjaga konsistensi atau istiqamah hingga garis finis. Berikut adalah tiga tips utama agar semangat ibadah Anda tetap terawat dan stabil selama bulan suci Ramadhan. 1. Mengendalikan Porsi Makan dan Menghindari Kenyang Berlebihan Ramadhan adalah bulan puasa, yang secara harfiah berarti menahan diri. Namun, ironisnya, momen berbuka puasa sering kali dijadikan ajang "balas dendam" kuliner. Meja makan dipenuhi dengan berbagai macam hidangan, mulai dari takjil yang manis hingga makanan berat yang berlemak. Akibatnya, kita makan melampaui batas kebutuhan tubuh. Makan terlalu kenyang bukan sekadar masalah kesehatan fisik, tetapi juga hambatan besar bagi spiritualitas. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berpesan: “Makan dan minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A’raf: 31). Secara fisiologis, perut yang terlalu penuh akan menarik aliran darah ke sistem pencernaan, yang mengakibatkan otak kekurangan suplai oksigen secara optimal sehingga timbul rasa kantuk yang luar biasa. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa malas untuk berangkat shalat Tarawih atau lemas saat hendak tadarus setelah berbuka. Imam As-Syafi’i pernah memperingatkan bahwa kekenyangan dapat memberatkan badan, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, dan yang paling krusial, melemahkan seseorang untuk beribadah. Rasulullah SAW memberikan panduan ideal: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernapas. Dengan menjaga perut tetap ringan, jiwa akan terasa lebih tangkas untuk menjalankan rangkaian ibadah malam. 2. Menjaga Diri dari Perbuatan Maksiat Sering kali kita lupa bahwa kualitas ibadah sangat dipengaruhi oleh apa yang kita lakukan di luar jam ibadah tersebut. Maksiat—baik itu lisan seperti ghibah, maupun maksiat mata dan hati—memiliki efek "pengerem" bagi keinginan berbuat baik. Ibnu Abbas RA pernah menjelaskan bahwa kebaikan itu memberikan sinar pada wajah dan cahaya dalam hati. Sebaliknya, kemaksiatan membawa kegelapan pada hati dan kelemahan pada badan. Ketika seseorang merasa sangat berat untuk melangkahkan kaki ke masjid atau merasa jenuh membaca Al-Qur'an, bisa jadi itu adalah dampak dari dosa-dosa yang dilakukan, yang secara spiritual "membelenggu" tubuh untuk melakukan ketaatan. Menghindari maksiat di bulan Ramadhan berarti melakukan puasa secara utuh (puasa khawas), bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Dengan menjaga kesucian diri, hati akan menjadi lebih sensitif terhadap kebaikan, sehingga melakukan ibadah terasa lebih ringan dan menyenangkan, bukan sebagai beban. 3. Menerapkan Prinsip Ibadah yang Proporsional dan Berkelanjutan Salah satu penyebab utama seseorang berhenti di tengah jalan adalah karena memaksakan porsi ibadah yang terlalu besar di awal tanpa mengukur kemampuan diri. Misalnya, di malam pertama langsung menargetkan membaca 5 juz Al-Qur'an, namun di malam ketiga sudah merasa kelelahan dan akhirnya berhenti total. Islam sangat mencintai amalan yang konsisten meskipun jumlahnya sedikit. Rasulullah SAW bersabda, "Lakukanlah amal-amal yang kalian sanggup melaksanakannya, karena Allah tidak akan bosan sampai kalian sendiri yang bosan" (HR. Al-Bukhari). Kunci dari istiqamah adalah ritme. Lebih baik membaca satu atau dua lembar Al-Qur'an setiap selesai shalat fardhu secara konsisten, daripada membaca satu juz namun hanya dilakukan satu kali selama sebulan. Ibadah yang dipaksakan di luar batas kemampuan sering kali berujung pada rasa jenuh (fatigue) spiritual. Rasulullah bahkan pernah menegur sahabat yang ingin beribadah sepanjang malam tanpa tidur, karena tubuh dan keluarga juga memiliki hak yang harus ditunaikan. Ramadhan adalah maraton, bukan sprint. Kita tidak perlu menghabiskan seluruh energi di beberapa meter pertama, melainkan harus mengatur napas agar bisa mencapai garis akhir dengan kualitas iman yang lebih baik. Dengan menjaga pola makan yang tidak berlebihan, menjauhi maksiat yang mengotori hati, serta melakukan ibadah secara proporsional namun berkelanjutan, insya Allah kita bisa meraih predikat takwa yang sesungguhnya. Mari kita jadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum untuk membangun kebiasaan ibadah yang tidak hanya bertahan selama 30 hari, tetapi terus membekas sepanjang tahun. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan keistiqamahan untuk terus bersujud dan mendekat kepada-Nya hingga fajar hari kemenangan tiba. Amin. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
17/03/2026 | Kifti
5 Cara Efektif Mengatasi Lemas Saat Berpuasa
5 Cara Efektif Mengatasi Lemas Saat Berpuasa
Memasuki minggu-minggu akhir bulan Ramadan, keluhan yang paling sering muncul bukanlah rasa lapar yang melilit, melainkan rasa lemas yang luar biasa. Banyak dari kita merasa sulit berkonsentrasi di kantor atau merasa tidak bertenaga untuk menjalankan aktivitas harian. Rasa lemas saat puasa sebenarnya adalah hal yang wajar karena tubuh mengalami perubahan metabolisme. Namun, lemas yang berlebihan bisa menjadi penghambat produktivitas dan kualitas ibadah. Berikut adalah cara efektif agar tubuh tetap bugar dan jauh dari rasa lunglai selama berpuasa. Jangan Pernah Melewatkan Sahur Sahur adalah fondasi energi Anda selama 13–14 jam ke depan. Melewatkan sahur sama saja dengan membiarkan tubuh bekerja tanpa "bahan bakar". Namun, jangan asal kenyang. Pastikan menu sahur Anda mengandung karbohidrat kompleks (seperti nasi merah, gandum, atau ubi) dan protein tinggi. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga pelepasan energi terjadi secara bertahap dan Anda tidak akan cepat merasa lemas di siang hari. Penuhi Kebutuhan Cairan Dehidrasi adalah penyebab utama rasa lemas, pusing, dan mengantuk saat puasa. Mengingat cuaca Ramadan 2026 yang mungkin cukup terik, menjaga hidrasi sangatlah krusial. Gunakan rumus 2-4-2 untuk memastikan kebutuhan 8 gelas air sehari terpenuhi: 2 Gelas saat Berbuka: Segera setelah azan magrib. 4 Gelas di Malam Hari: Diminum secara bertahap setelah salat Magrib hingga sebelum tidur. 2 Gelas saat Sahur: Untuk cadangan cairan selama beraktivitas. Batasi Konsumsi Kafein dan Makanan Manis Berlebih Mungkin Anda tergoda untuk meminum kopi saat sahur agar tidak mengantuk, atau makan gorengan manis saat berbuka. Namun, waspadalah kafein bersifat diuretik, yang artinya akan memicu Anda lebih sering buang air kecil dan mempercepat dehidrasi. Sementara itu, makanan yang terlalu manis menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis yang diikuti dengan penurunan yang cepat (sugar crash), yang justru membuat tubuh terasa sangat lemas tak lama kemudian. Tetap Lakukan Aktivitas Fisik Ringan Banyak orang salah kaprah dengan memilih untuk terus berbaring atau tidur sepanjang hari saat berpuasa. Faktanya, kurang bergerak justru membuat aliran darah tidak lancar dan memicu rasa malas serta lemas yang lebih parah. Lakukan olahraga ringan seperti jalan santai atau peregangan di sore hari menjelang berbuka (ngabuburit). Aktivitas fisik ringan membantu melancarkan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh, sehingga otak terasa lebih segar. Atur Waktu Istirahat dengan Bijak Perubahan pola tidur karena harus bangun sahur sering kali membuat kita kurang istirahat. Kurang tidur akan memengaruhi metabolisme dan membuat tubuh terasa berat. Strateginya sederhana: Tidurlah lebih awal setelah salat Tarawih dan manfaatkan waktu istirahat siang di kantor selama 20 menit untuk tidur sejenak. Tidur singkat atau power nap terbukti ampuh mengembalikan energi yang hilang secara instan. Berpuasa bukan berarti produktivitas harus terhenti. Dengan tubuh yang bugar, Anda tidak hanya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tetapi juga memiliki energi sisa untuk menjalankan ibadah sunnah di malam hari seperti Tarawih dan Tadarus tanpa rasa kantuk yang berat. Rasa lemas saat berpuasa bukanlah alasan untuk tidak berdaya. Dengan pola makan sahur yang tepat, hidrasi yang terjaga, dan manajemen waktu istirahat yang baik, Anda bisa menjalani Ramadan 2026 dengan penuh semangat. Ingat, tubuh yang sehat adalah modal utama untuk meraih keberkahan di bulan suci. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
17/03/2026 | Kifti

BAZNAS TV