Keutamaan Bulan Ramadan: Menghapus Penyakit Hati
17/02/2026 | Penulis: Ummi Kiftiyah
Keutamaan Bulan Ramadan: Menghapus Penyakit Hati
Bulan ramadan merupakan bulan suci yang mulia dan berlimpah berkah. Sebab pada bulan ini ampunan dan rahmat Allah SWT sangat mudah didapatkan, yang mana kelak kita bisa masuk surga hanya melalui rahmat-Nya. Adanya bulan Ramadhan membuat seluruh umat Islam diwajibkan berpuasa dengan tujuan menjadi pribadi yang bertakwa. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam ayat yang artinya:
“Wahai orang-orang beriman telah diwajibkan puasa atas kalian sebagaimana telah diwajibkan (juga) atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 183)
Ibadah puasa disyariatkan sebagai cara Allah mengajak kita untuk meningkatkan kualitas ketakwaan. Ibadah sehari-hari seperti shalat lima waktu, sedekah, berbuat baik kepada sesama, dan lain sebagainya dirasa belum cukup untuk meningkatkan ketakwaan kita. Oleh karenanya Allah menambahkan jalan lain untuk mencapai hal tersebut, yaitu dengan ibadah puasa.
Ibadah puasa tidak hanya bisa dilaksanakan pada bulan Ramadhan saja. Namun puasa yang dilakukan pada bulan ini mempunyai fadhilah atau keutamaan yang lebih dibandingkan puasa pada bulan-bulan lainnya. Keutamaan ini disebabkan puasa tersebut dilakukan pada bulan Ramadhan.
Dapat dikatakan, ibadah puasa mempunyai banyak sekali keutamaan tergantung pada bulan kapan dilaksanakan. Lalu, mengapa saat puasa dilakukan di bulan Ramadhan mempunyai bobot lebih mulia dan istimewa di hadapan Allah daripada puasa pada bulan-bulan lainnya?
Di dalam kamus al-Mu’jam al-Wasith, Ramadhan berakar dari Ramadha yang mengandung arti ‘membakar.’ Makna tersebut selaras hakikatnya dengan istilah lain seperti menghapuskan, menghanguskan, bahkan menghancurkan.
Dalam konteks Ramadhan, sesuatu yang dihanguskan merupakan penyakit hati yang terdapat dalam diri kita masing-masing. Imam al-Ghazali secara mendalam memaparkan apa saja bentuk-bentuk penyakit kalbu di dalam karya fenomenalnya, Ihya Ulumuddin. Di antaranya yakni egoisme, dengki, takabur, ujub, serta nafsu hewani.
Penyakit-penyakit tersebutlah yang harus dikendalikan bahkan dimusnahkan selama bulan Ramadhan. Ibadah Ramadan seperti puasa, tarawih, tadarus al-Quran, serta bermacam-macam dzikir mempunyai target untuk menghapuskan aneka penyakit hati. Seakan-akan Allah ingin menekankan bahwa penyakit hati itu dapat dilatih, dijinakkan, serta disembuhkan melalui ibadah pada bulan Ramadhan.
Oleh sebab itu, dengan berbagai ibadah dan pahala Ramadan diharapkan mampu menghapus dosa dan penyakit hati yang ada di dalam diri kita.
Namun perlu digaris bawahi bahwa dosa yang dimaksud di sini hanyalah dosa antara hamba dengan Penciptanya. Maksudnya, dosa yang dapat dibakar lewat ibadah-ibadah yang dilaksanakan selama Ramadhan cuma terbatas pada dosa kepada Tuhan. Sedangkan dosa kepada sesama manusia maka wajib memohon maaf kepada pribadi yang bersangkutan.
Dalam sebuah hadist, Nabi SAW menyebutkan sebuah ibadah secara spesifik yang dapat menghanguskan dosa-dosa tersebut, yaitu berpuasa. Di dalam riwayat Bukhari – Muslim disebutkan: Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan atas dasar beriman dan mengharapkan pahala maka dosa-dosanya di masa lalu akan diampuni.”
Merujuk pada hadits tersebut, sudah jelas bahwa puasa di bulan Ramadhan mampu melebur kekhilafan masa lalu seorang mukmin. Syaratnya, ibadah itu dijalankan atas dasar iman serta ketulusan mengharap ridha-Nya. Bukan karena tuntutan sosial atau sekadar formalitas saja.
Mari kita optimalkan ibadah ramadan dengan penuh semangat mengejar ridlo ilahi. Semoga kita memperoleh berkah dari keistimewaan ramadan ini, agar pasca-Ramadhan nanti kita bisa menjadi sosok yang bertakwa.
Artikel Lainnya
Hanya 2,5%, Tapi Bagi Mereka Itu Adalah Nafas untuk Bertahan Hidup
Mengapa Marah Bisa Menghapus Pahala Puasa?
Self-Reward Boleh, Tapi Jangan Lupa Sisihkan Buat Zakat Ya!
Tips agar Konsisten Beribadah Selama Ramadhan
Tips Mengatur Gaji UMR Tetap Bisa Nabung dan Zakat Mal
Rezeki Seret? Bisa Jadi Akibat Kurang Zakat
Cara Hitung Zakat Profesi Cuma Pakai Kalkulator HP
Hati-hati! Membayar Zakat ke Sembarang Orang Bisa Membuat Ibadahmu Tidak Sah
5 Cara Efektif Mengatasi Lemas Saat Berpuasa
Doa Agar Konsisten Dalam Beribadah
Mengapa Zakat Mal Lebih Penting daripada Sedekah Biasa?
Jangan Menunggu Kaya untuk Berzakat, Berzakatlah agar Kamu “Kaya”
Panduan Perhitungan Kafarat: Memberi Makan 60 Orang Miskin (Edisi Kota Yogyakarta)
5 Tips Kelola Emosi Saat Puasa
Cerita Zakat dan Fidyah: Bagaimana Bantuan Umat Mengubah Kehidupan Keluarga Miskin

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.
Lihat Daftar Rekening →