YOGYAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (ATM) melalui partisipasinya sebagai narasumber pada Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan untuk Program Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (PP ATM) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta di de Royale Resto by de Laxton Hotel, Yogyakarta, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam mendukung target Ending AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria Tahun 2030.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. Abd. Samik, menyampaikan materi berjudul "Praktik Baik Dukungan BAZNAS Kota Yogyakarta untuk Program Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria pada Masyarakat Umum yang Terdampak ATM." Paparan tersebut mengulas berbagai program BAZNAS yang memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat melalui layanan kesehatan, bantuan sosial, edukasi, hingga pemberdayaan ekonomi bagi mustahik.

Menurut Abd. Samik, penanggulangan AIDS, TB, dan Malaria tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, BAZNAS Kota Yogyakarta terus mengembangkan Program BAZNAS Sehat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu yang membutuhkan akses layanan kesehatan.

Selain menjadi wadah berbagi praktik baik, forum tersebut juga membahas penguatan dukungan pembiayaan dari berbagai sumber, seperti pemerintah daerah, pemerintah kelurahan, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), organisasi masyarakat, dan lembaga filantropi. Melalui sinergi tersebut diharapkan program penanggulangan ATM dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Melalui kolaborasi yang kuat, zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera," ujar Abd. Samik.

Dengan keikutsertaan dalam forum ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap kerja sama lintas sektor semakin erat sehingga berbagai program kesehatan, sosial, dan pemberdayaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq