Fidyah dan Kearifan Lokal: Implementasi dalam Budaya dan Tradisi Indonesia
12/03/2025 | Penulis: Aulia Anastasya Putri Permana
Fidyah, Implementasi, Tradisi, Indonesia

Fidyah merupakan bentuk kompensasi yang diberikan oleh umat Islam yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa atau haji karena alasan tertentu.
Di Indonesia, implementasi fidyah tidak hanya dilihat dari segi syariat, tetapi juga dipengaruhi oleh kearifan lokal yang kaya.
Dalam banyak komunitas, fidyah sering kali diintegrasikan dengan tradisi lokal, seperti pemberian makanan kepada yang membutuhkan.
Misalnya, di beberapa daerah, fidyah dapat berupa beras atau makanan yang dibagikan kepada fakir miskin, mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang kuat dalam budaya Indonesia.
Selain itu, banyak masjid dan lembaga sosial yang mengelola fidyah dengan baik, memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran.
Kearifan lokal juga terlihat dalam cara masyarakat mengedukasi satu sama lain tentang pentingnya fidyah, menjadikannya bagian dari tradisi Ramadan yang lebih luas.
Dengan demikian, fidyah tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan budaya di masyarakat Indonesia.

Sumber:
1. Al-Qur'an dan Hadis.
2. Buku "Islam dan Kearifan Lokal" oleh Dr. Ahmad Syafii Maarif.
3. Artikel "Fidyah dalam Tradisi Masyarakat Indonesia" di Jurnal Studi Islam.
Penulis: Aulia Anastasya Putri Permana
Editor: M. Kausari Kaidani
Berita Lainnya
Prestasi Gemilang Pelajar Yogyakarta, Chamila Syaqib Raih Juara 2 MTtQ Tingkat Nasional
Jalan Sehat Funwalk Warnai Milad ke-25 BAZNAS, Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial
Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta
Dawrah Tahsin Al-Fatihah: Menguatkan Fondasi Ibadah Umat di Jantung Kota Yogyakarta
Infak Kemanusiaan SMK Koperasi Yogyakarta untuk Banjir Aceh dan Sumatera
RAKORDA BAZNAS Se-DIY Perkuat Sinergi ZIS-DSKL untuk Kesejahteraan Umat

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
