Ketika Zakat dari Inggris Menemukan Jalannya di Yogyakarta
07/11/2026 | Penulis: Mambaul Bahri,S.Th.I M.B.A
ZAKAT MELINTAS BATAS DUNIA
Oleh: Mambaul Bahri
YOGYAKARTA – Ada orang yang membayar zakat karena kewajiban. Ada pula yang ingin memastikan sendiri ke mana zakat itu sampai. Alia dan Amran termasuk golongan kedua.
Dua warga negara Inggris itu datang ke Yogyakarta dengan membawa niat yang sederhana, tetapi bermakna besar: menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara langsung kepada mereka yang membutuhkan. Bukan sekadar mentransfer uang, bukan pula hanya menitipkan amanah melalui lembaga. Mereka ingin bertemu, melihat, dan menyerahkan sendiri bantuan kepada penerimanya.
Keinginan tersebut akhirnya menemukan jalannya melalui BAZNAS Kota Yogyakarta. Pada 4–5 November 2026, Alia dan Amran menyalurkan donasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp20 juta melalui BAZNAS Kota Yogyakarta. Dana tersebut diperuntukkan bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta dan diserahkan secara langsung kepada lima orang penerima manfaat.
Bagi Alia dan Amran, pengalaman tersebut rupanya bukan kunjungan biasa. Ada sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar kegiatan sosial. Ada pengalaman batin yang mereka bawa pulang ke Inggris.
Setelah kembali ke negaranya, keduanya mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada admin BAZNAS Kota Yogyakarta. Pesannya panjang, tetapi inti perasaannya sangat jelas. Mereka mengaku bersyukur karena sebuah impian lama akhirnya menjadi kenyataan.
"It has always been our dream to personally give our zakat to those in need, with our own hands, and you helped turn that dream into reality."
Sudah lama menjadi impian mereka untuk menyerahkan zakat sendiri kepada orang-orang yang membutuhkan, dengan tangan mereka sendiri. Dan BAZNAS Kota Yogyakarta membantu mewujudkan impian tersebut.
Mereka menyebut pengalaman itu sebagai sesuatu yang humbling, emotional and truly inspiring. Pengalaman yang membuat mereka rendah hati, menyentuh perasaan, sekaligus memberikan inspirasi. Sebuah pengalaman yang, menurut mereka, tidak akan pernah dilupakan.
Di sinilah menariknya cerita ini. Zakat tidak hanya berbicara tentang angka yang berpindah dari satu rekening ke rekening lain. Ia juga berbicara tentang perjumpaan manusia. Tentang seorang pemberi yang ingin melihat langsung kehidupan penerima. Tentang bantuan yang tidak berhenti sebagai transaksi, tetapi menjadi pengalaman kemanusiaan.
Bagi BAZNAS Kota Yogyakarta, kepercayaan Alia dan Amran merupakan amanah sekaligus pengingat bahwa pengelolaan zakat harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata. Terlebih, bantuan yang diberikan diarahkan untuk memperkuat UMKM. Sebab, membantu usaha kecil bukan semata-mata memberikan tambahan modal. Ada harapan agar keluarga penerima manfaat memiliki penghidupan yang lebih baik, usaha yang berkembang, dan pada akhirnya mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Harapan itu pula yang disampaikan Alia dan Amran dalam pesan penutupnya. Mereka mendoakan agar setiap keluarga yang mereka temui mendapatkan keberkahan dalam penghidupan, kesuksesan yang berkelanjutan, dan kemandirian.
"May Allah also place barakah in the livelihoods of every family we met and grant them lasting success and independence."
Mereka tidak hanya mendoakan lembaga yang membantu menyalurkan zakatnya. Mereka juga mengingat keluarga-keluarga penerima manfaat. Sebuah pesan yang memperlihatkan bahwa perjumpaan singkat ternyata dapat meninggalkan ikatan kemanusiaan yang panjang.
Alia dan Amran juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses tersebut. Mereka mengaku menghargai waktu, tenaga, dan perhatian yang diberikan untuk membuat pengalaman itu berjalan dengan baik. Bahkan, dokumentasi kegiatan yang dibagikan BAZNAS akan mereka buka kembali setelah tiba di Inggris, untuk mengenang pengalaman yang mereka sebut sebagai kenangan indah.
Ada pelajaran penting dari kisah ini. Lembaga zakat tidak cukup hanya mampu menghimpun dana. Ia juga harus mampu membangun kepercayaan, menghadirkan pelayanan, dan memastikan setiap rupiah yang dititipkan sampai kepada orang yang tepat. Lebih dari itu, lembaga zakat perlu menjadi jembatan yang mempertemukan kepedulian dengan kebutuhan.
Jarak Inggris dan Yogyakarta memang ribuan kilometer. Namun, kepedulian ternyata tidak mengenal batas negara. Dua orang dari Inggris datang membawa zakat, lalu pulang dengan kenangan tentang lima pelaku UMKM di Yogyakarta yang mereka temui.
Mungkin, bagi Alia dan Amran, Rp20 juta itu adalah bagian dari kewajiban sekaligus wujud kepedulian. Namun, bagi lima penerima manfaat, dana tersebut diharapkan menjadi pintu untuk mengembangkan usaha dan memperbaiki kehidupan.
Pada akhirnya, keberhasilan zakat bukan hanya diukur dari berapa banyak dana yang terkumpul. Ukuran yang lebih penting adalah berapa banyak kehidupan yang berubah menjadi lebih baik.
Dan bagi Alia serta Amran, ada satu kebahagiaan yang tampaknya lebih berharga daripada sekadar menyerahkan uang: mereka pulang dengan perasaan bahwa zakat yang mereka tunaikan benar-benar menemukan orang-orang yang dituju.
Berita Lainnya
Setetes Air, Sejuta Kepedulian: IPHI dan BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan Air Bersih di Bantul
BAZNAS Kota Yogyakarta Bersama SILOL Coffee and Eatery Salurkan Kepedulian untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS RI Dorong Target Zakat Rp70 Triliun, BAZNAS Kota Yogyakarta ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan
BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri RAKORNAS BAZNAS 2026 di Jakarta
BAZNAS Kota Yogyakarta dan Kodim 0734 Yogyakarta Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
PEMKOT, BAZNAS, DAN KEMENAG SERAHKAN BANTUAN KAFALAH GURU MENGAJI BADKO KOTA YOGYAKARTA
BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Sembako dan Sedekah Abon untuk Warga Gowongan
BAZNAS Kota Yogyakarta Perkuat Peran UPZ Masjid melalui Program Sahabat Zakat
TAAWUN JAMAAH HAJI KOTA YOGYAKARTA DUKUNG PROGRAM BEDAH RUMAH UNTUK DUA WARGA PRAWIRODIRJAN
BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan Bahan Makanan untuk Warga Korban Luka Bakar di Baciro
BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan Kesehatan dan Bahan Makanan untuk Dua Warga
Gotong Royong Wujudkan Rumah Layak Huni, Pamella Swalayan Bersinergi dengan BAZNAS Kota Yogyakarta
KustomFest 2026 dan Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp1,029 Miliar untuk Warga Kota Yogyakarta
BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan pada Safari Subuh di Masjid Al Hikmah, Karangwaru
BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Grand BAZNAS Award 2026 sebagai BAZNAS Kota Terbaik

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.
Lihat Daftar Rekening →