Dalil Anjuran Tadarus di Bulan Ramadan
23/02/2026 | Penulis: Ummi Kiftiyah
Dalil Anjuran Tadarus di Bulan Ramadan
Bulan Ramadhan bukan sekadar momentum untuk menahan lapar dan dahaga, melainkan musim semi bagi ibadah-ibadah spiritual, di mana Al-Qur’an menjadi hidangan utamanya. Di berbagai masjid, mushala, hingga rumah-rumah, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar saling bersahutan. Aktivitas yang kita kenal dengan sebutan "tadarus" ini telah menjadi tradisi turun-temurun yang memiliki landasan dalil yang sangat kuat dalam transmisi keilmuan Islam, sebagaimana dijelaskan dalam kajian-kajian para ulama.
Anjuran untuk memperbanyak tadarus Al-Qur'an di bulan Ramadhan bukanlah tanpa dasar. Praktik ini bersumber langsung dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW. Merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas RA, dijelaskan bahwa:
"Dulu Nabi SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan tiba, saat Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malam di bulan Ramadhan untuk bertadarus (mudarasah) Al-Qur'an..." (HR. Bukhari).
Istilah mudarasah dalam hadits tersebut merujuk pada aktivitas membaca, menyimak, dan mempelajari Al-Qur’an secara timbal balik. Hal ini menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu khusus di mana intensitas interaksi dengan Al-Qur'an harus ditingkatkan berkali-kali lipat dibandingkan bulan lainnya. Jika Rasulullah yang sudah dijamin surga saja tetap bertadarus bersama Malaikat Jibril, maka kita sebagai umatnya tentu jauh lebih membutuhkan keberkahan tersebut.
Keterkaitan antara Ramadhan dan Al-Qur'an sangatlah erat. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 185:
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang bathil)."
Karena Al-Qur'an diturunkan pada bulan ini, maka menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan tadarus adalah bentuk syukur sekaligus upaya meraih Lailatul Qadar. Para ulama menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Setiap huruf yang dibaca adalah sepuluh kebaikan, dan di bulan Ramadhan, jumlah tersebut bisa berkembang tak terhingga sesuai dengan keikhlasan pembacanya.
Secara teknis, tadarus sering kali dipahami sebagai target untuk mengkhatamkan 30 juz. Namun, esensi yang ditekankan oleh para ulama adalah kedekatan hati dengan kalamullah. Tadarus berfungsi sebagai syifa (obat) bagi hati yang gundah dan nur (cahaya) bagi kehidupan yang gelap.
Dengan bertadarus, seorang Muslim diajak untuk merenungi setiap pesan Ilahi. Selain itu, tadarus yang dilakukan secara berjamaah (menyimak dan dibaca secara bergantian) memiliki dimensi sosial yang tinggi. Ia mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menciptakan suasana lingkungan yang religius dan damai.
Agar tadarus yang kita lakukan mendapatkan kesempurnaan pahala, penting untuk memperhatikan adab. Di antaranya adalah menjaga wudhu, menghadap kiblat, membaca dengan tartil (tidak terburu-buru), serta berusaha memahami maknanya. Memperbanyak bacaan Al-Qur’an di bulan Ramadhan adalah cara terbaik untuk membersihkan karat-karat di dalam hati.
Tadarus Al-Qur'an di bulan Ramadhan adalah ibadah yang memiliki legitimasi syar’i yang jelas melalui hadits Nabi dan praktik para sahabat. Ia adalah sarana untuk meraih keberkahan yang melimpah dan sarana transformasi diri menjadi insan yang lebih bertaqwa. Mari kita jadikan setiap detik di bulan Ramadhan ini berharga dengan tidak membiarkan lisan kita kering dari menyebut ayat-ayat Allah. Semoga dengan rutin bertadarus, kita mendapatkan syafaat Al-Qur'an di hari kiamat kelak. Amin.
Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah
atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
#RamadanPenuhBerkah
#DalilTadarusAlQur’an
#TadarusRamadan
#KeutamaanRamadan
Artikel Lainnya
Mengapa Marah Bisa Menghapus Pahala Puasa?
Beda Onani vs Hubungan Suami Istri di Siang Ramadan: Bagaimana Hukum Kafaratnya?
Mengapa Zakat Mal Lebih Penting daripada Sedekah Biasa?
Rezeki Seret? Bisa Jadi Akibat Kurang Zakat
Tips Mengatur Gaji UMR Tetap Bisa Nabung dan Zakat Mal
Hati-hati! Membayar Zakat ke Sembarang Orang Bisa Membuat Ibadahmu Tidak Sah
Kisah Haru Seorang Nenek yang Bertahan Hidup dari Fidyah Ramadhan
Harta yang Disimpan Menjadi Beban, Dan yang Dizakatkan Menjadi Penolong
Cara Hitung Zakat Profesi Cuma Pakai Kalkulator HP
Cerita Zakat dan Fidyah: Bagaimana Bantuan Umat Mengubah Kehidupan Keluarga Miskin
Jangan Menunggu Kaya untuk Berzakat, Berzakatlah agar Kamu “Kaya”
Dari Kelaparan Menuju Kemandirian: Kisah Mustahik Fidyah yang Bangkit
Doa Agar Konsisten Dalam Beribadah
Tips agar Konsisten Beribadah Selama Ramadhan
Self-Reward Boleh, Tapi Jangan Lupa Sisihkan Buat Zakat Ya!

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.
Lihat Daftar Rekening →
