WhatsApp Icon

Harta yang Disimpan Menjadi Beban, Dan yang Dizakatkan Menjadi Penolong

17/03/2026  |  Penulis: Saffa

Bagikan:URL telah tercopy
Harta yang Disimpan Menjadi Beban, Dan yang Dizakatkan Menjadi Penolong

Harta yang Disimpan Menjadi Beban, Dan yang Dizakatkan Menjadi Penolong

Banyak orang bekerja keras sepanjang hidupnya untuk mengumpulkan harta. Setiap hari dihabiskan untuk mencari penghasilan, menabung, berinvestasi, dan memastikan kondisi keuangan tetap stabil. Tidak ada yang salah dengan usaha tersebut, karena Islam juga mendorong umatnya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan mencari rezeki yang halal. Namun, dalam pandangan Islam, harta bukanlah tujuan akhir kehidupan, melainkan amanah yang harus dikelola dengan bijak.

Sering kali manusia merasa bahwa semakin banyak harta yang disimpan, semakin aman kehidupannya. Padahal, dalam perspektif Islam, harta yang hanya ditimbun tanpa memperhatikan hak orang lain justru dapat menjadi beban bagi pemiliknya. Harta tersebut bukan hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tetapi juga akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT di akhirat.

Allah SWT mengingatkan manusia tentang bahaya menimbun harta dalam Al-Qur’an. Dalam Surah At-Taubah ayat 34–35 dijelaskan bahwa orang-orang yang menyimpan emas dan perak tanpa menafkahkannya di jalan Allah akan mendapatkan peringatan yang sangat keras. Ayat ini menunjukkan bahwa harta yang tidak dimanfaatkan untuk kebaikan dapat menjadi sumber kesulitan bagi pemiliknya di akhirat.

Sebaliknya, harta yang dikeluarkan untuk zakat dan kebaikan justru akan menjadi penolong bagi seseorang. Ketika seseorang menunaikan zakat, ia tidak hanya membantu orang lain yang membutuhkan, tetapi juga menyelamatkan dirinya dari beban tanggung jawab terhadap harta yang dimilikinya.

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam kehidupan umat Muslim. Melalui zakat, sebagian harta yang dimiliki oleh orang yang mampu dialirkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan cara ini, zakat membantu menciptakan keseimbangan sosial sekaligus memperkuat solidaritas dalam masyarakat.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 103 bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan dan menyucikan harta. Ayat ini menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi juga sarana penyucian jiwa. Ketika seseorang menunaikan zakat dengan penuh keikhlasan, ia sedang membersihkan hartanya sekaligus mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.

Harta yang dizakatkan juga memiliki dampak sosial yang sangat besar. Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, zakat dapat menjadi sumber bantuan yang membantu mereka memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan dalam banyak kasus, zakat juga digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi sehingga penerima zakat dapat meningkatkan taraf hidupnya.

Di Indonesia, pengelolaan zakat dilakukan secara profesional oleh Badan Amil Zakat Nasional bersama lembaga daerah seperti BAZNAS Kota Yogyakarta. Melalui lembaga-lembaga ini, zakat yang dihimpun dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Program-program yang dijalankan dari dana zakat sangat beragam, mulai dari bantuan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, bantuan pangan bagi keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, hingga program pemberdayaan usaha kecil. Dengan demikian, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membantu masyarakat membangun masa depan yang lebih baik.

Selain memberikan manfaat bagi penerima zakat, ibadah ini juga memberikan ketenangan bagi pemberinya. Ketika seseorang menunaikan zakat, ia menyadari bahwa harta yang dimilikinya tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk membantu orang lain.

Kesadaran ini menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian sosial yang lebih kuat. Seseorang yang terbiasa berzakat biasanya akan lebih bijak dalam mengelola hartanya dan tidak mudah terjebak dalam sikap tamak terhadap kekayaan.

Pada akhirnya, harta yang hanya disimpan tanpa memperhatikan hak orang lain dapat menjadi beban yang berat, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, harta yang dizakatkan dengan penuh keikhlasan akan menjadi penolong yang membawa keberkahan dalam kehidupan.

Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memandang harta dengan cara yang benar. Harta bukan hanya untuk dikumpulkan, tetapi juga untuk dimanfaatkan bagi kebaikan. Dengan menunaikan zakat, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menyiapkan bekal yang akan menjadi penolong kita kelak di hadapan Allah SWT.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#BAZNASKotaYogyakarta
#PerbedaanInfakDanShodaqoh
#Infak
#Shodaqoh
#Sedekah
#AmalKebaikan
#BerbagiKebaikan
#YukInfakDanSedekah

editor: Banyu Bening

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →