Panen Daun Bawang Mustahik Binaan BAZNAS di Rancabali, Upaya Nyata Mendorong Kemandirian Ekonomi Umat
08/05/2025 | Penulis: BAZNAS RI
Panen Daun Bawang Mustahik Binaan BAZNAS di Rancabali
Di tengah hamparan hijau Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, sekelompok petani binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menunjukkan bukti nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah dapat dioptimalkan untuk mengangkat martabat mustahik. Salah satu di antaranya adalah Pak Tatang, seorang peternak dan petani yang kini menuai hasil panen daun bawang hasil jerih payahnya bersama para petani lain dalam program pemberdayaan ekonomi mustahik. Program ini tidak hanya berfokus pada hasil pertanian, tetapi juga membangun kemandirian dan kepercayaan diri para penerima manfaat untuk menjadi produktif dan mandiri secara ekonomi.
Panen daun bawang dilakukan secara bertahap dengan proses yang tertata rapi. Dari pemotongan hingga pelabelan, semua dikerjakan secara hati-hati dan profesional. Pada panen kali ini, sebanyak 587 ikat daun bawang berhasil dikemas dan siap dikirim ke Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al Ittifaq. Kerja sama ini menjadi bukti sinergi yang kuat antara petani mustahik dan institusi pendidikan Islam berbasis pesantren. Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani, distribusi hasil panen ini juga mendukung ketahanan pangan pesantren serta memperkuat ekosistem bisnis umat berbasis syariah.
Cuaca yang bersahabat turut mendukung kelancaran proses panen. Tim kerja yang solid antara petani, pendamping lapangan, dan tim distribusi dari BAZNAS menjadi kunci sukses dari kegiatan ini. Dengan semangat kebersamaan, proses panen berlangsung tanpa hambatan, memastikan kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen. Langkah-langkah ini tidak hanya menunjukkan profesionalisme para petani binaan, tetapi juga menunjukkan bahwa mustahik, ketika diberikan akses, ilmu, dan kepercayaan, mampu bertransformasi menjadi muzakki di masa depan.
BAZNAS Provinsi Jawa Barat melalui program pemberdayaan petani ini menegaskan komitmennya dalam menyejahterakan umat Islam melalui zakat yang dikelola secara amanah dan produktif. Keberhasilan Pak Tatang dan petani lainnya menjadi bukti bahwa zakat tidak semata-mata disalurkan dalam bentuk konsumtif, melainkan menjadi sarana perubahan sosial dan ekonomi yang nyata. Di tengah tantangan kehidupan modern dan ekonomi yang kian kompleks, langkah BAZNAS ini memperlihatkan bahwa lembaga zakat memiliki peran strategis dalam menciptakan keadilan sosial, mendorong pertumbuhan ekonomi umat, serta menjembatani kesenjangan antara yang mampu dan yang membutuhkan.
Berita Lainnya
Prestasi Gemilang Kader Hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta di Ajang Pelajar Muslim
Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta
PROGRAM RUMAH LAYAK HUNI BAZNAS KOTA YOGYAKARTA
BAZNAS Kota Yogyakarta Ambil 575 Kg Sedekah Sayur dari Ngablak Magelang
Komitmen Jaga Transparansi dan Akuntabilitas, BAZNAS Kota Yogyakarta Publikasikan Pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah dan DSKL Tahun 2025 Melalui Media Cetak dan Elektronik.
Prestasi Gemilang Pelajar Yogyakarta, Chamila Syaqib Raih Juara 2 MTtQ Tingkat Nasional

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
