
Berita Terkini
BAZNAS Kota Yogyakarta Bersama Kemenag Serahkan Bantuan Modal Usaha di Gedongtengen
Yogyakarta — Upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat kembali dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta. Pada Jumat, 28 November 2025 / 7 Jumadil Akhir 1447 H, BAZNAS Kota Yogyakarta bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta secara resmi menyerahkan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta kepada masing-masing dari 10 penerima manfaat di wilayah Kemantren Gedongtengen.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU-KUA), sebuah inisiatif kolaboratif antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan BAZNAS Kota Yogyakarta yang bertujuan memperkuat usaha mikro produktif masyarakat. Program ini dirancang sebagai solusi nyata untuk membantu warga meningkatkan perekonomian mereka melalui dukungan modal serta pendampingan usaha.
Acara penyerahan berlangsung khidmat, dihadiri oleh perwakilan BAZNAS Kota Yogyakarta, pejabat Kemenag Kota Yogyakarta, serta unsur pemerintah Kemantren Gedongtengen. Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar pemberian dana, tetapi bentuk komitmen untuk mendorong masyarakat agar mampu berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri. “Kami berharap bantuan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi para penerima manfaat untuk terus mengembangkan usaha mereka dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kemenag Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa program PEU-KUA merupakan bentuk nyata sinergi antara lembaga pemerintah dan pengelola zakat untuk menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi tidak hanya membutuhkan bantuan awal, tetapi juga pendampingan dan pengawasan agar dana yang disalurkan benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang diberikan menjadi amal jariyah, bukan hanya habis digunakan, tetapi mampu menumbuhkan peluang dan keberlanjutan usaha,” katanya.
Kesepuluh penerima manfaat yang hadir tampak antusias menerima bantuan modal usaha tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang usaha, mulai dari pedagang kecil, pengusaha kuliner rumahan, hingga pelaku usaha jasa. Dengan adanya tambahan modal ini, para penerima diharapkan dapat memperluas skala usaha, menambah stok, atau meningkatkan kualitas layanan.
Program PEU-KUA sendiri merupakan salah satu program unggulan yang terus digalakkan BAZNAS Kota Yogyakarta untuk menjawab tantangan ekonomi masyarakat urban. Melalui program ini, BAZNAS tidak hanya fokus pada bantuan konsumtif, tetapi lebih menitikberatkan pada penguatan sektor produktif. Hal ini sejalan dengan visi BAZNAS untuk menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor. Dengan adanya dukungan Kemenag, program ini tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi akan berlanjut melalui monitoring perkembangan usaha hingga evaluasi berkala, sehingga para penerima dapat memperoleh arahan yang tepat dalam mengembangkan bisnis mereka.
Para tokoh masyarakat Gedongtengen turut menyampaikan apresiasi terhadap program ini. Mereka berharap program serupa dapat terus diperluas agar lebih banyak warga yang merasakan manfaatnya. Dengan kondisi ekonomi yang dinamis, pemberian modal usaha seperti ini dinilai sangat relevan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pada akhir kegiatan, BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan harapan besar agar bantuan yang diberikan menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi para penerima manfaat. Semangat pemberdayaan ini diharapkan dapat berlanjut dan menular kepada masyarakat lain, sehingga tercipta lingkungan ekonomi yang lebih kuat, produktif, dan mandiri.
Program PEU-KUA di Gedongtengen menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat dapat menghadirkan solusi konkret bagi kesejahteraan umat. Dengan dukungan yang berkelanjutan, program ini diyakini dapat membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas ekonomi keluarga di kawasan Kota Yogyakarta.
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta:
https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
#MariMemberi#ZakatInfakSedekah#BAZNASYogyakarta#BahagianyaMustahiq#TentramnyaMuzaki#AmanahProfesionalTransparan
28/11/2025 | Admin Bidang 1
Membiasakan Diri Beramal dengan Ikhlas: 5 Teknik Membersihkan Niat
Dalam kehidupan seorang muslim, kemampuan beramal dengan ikhlas merupakan fondasi utama diterimanya ibadah. Banyak orang melakukan kebaikan yang tampak besar, namun nilainya kecil karena hati tidak benar-benar tertuju pada Allah. Sebaliknya, amal yang terlihat sederhana justru bisa memiliki nilai luar biasa ketika dilakukan dengan hati yang tulus. Di era media sosial, ketika hampir setiap aktivitas dapat dipublikasikan, menjaga niat agar tetap murni saat beramal dengan ikhlas menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang.
Keikhlasan bukanlah sekadar ucapan atau niat yang dilafalkan sekali. Keikhlasan adalah perjalanan batin, sesuatu yang harus dibangun dan dijaga dari waktu ke waktu. Ketika seorang muslim memahami bahwa beramal dengan ikhlas merupakan bentuk penghambaan yang sangat dicintai Allah, ia akan lebih berhati-hati dalam setiap amalnya. Itulah sebabnya ulama mengatakan bahwa keikhlasan adalah ibadah yang paling sulit, karena musuhnya adalah hati yang mudah dipengaruhi keinginan dipuji, dihargai, atau dianggap baik oleh orang lain.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lima teknik yang dapat membantu seseorang agar lebih konsisten beramal dengan ikhlas. Teknik-teknik ini bukanlah teori semata, melainkan praktik yang telah diajarkan oleh para ulama terdahulu dan relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern.
1. Meluruskan Tujuan Sebelum Memulai Amal
Melatih diri untuk beramal dengan ikhlas dimulai dari langkah paling awal, yaitu meluruskan tujuan sebelum memulai setiap amal. Banyak orang melakukan kebaikan tanpa memeriksa niat mereka terlebih dahulu. Padahal, niat dapat berubah seiring waktu, terutama ketika amal tersebut terlihat oleh orang lain atau mendapat apresiasi. Karena itu, penting untuk berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: “Untuk siapa aku melakukan ini?” Dengan melakukan evaluasi kecil ini, hati akan lebih siap untuk beramal dengan ikhlas.
Dalam proses meluruskan tujuan, seseorang akan menyadari bahwa hanya Allah yang layak menjadi tujuan utama dari segala amal. Ketika hati mulai condong kepada keinginan duniawi, ia perlu segera mengembalikannya kepada Allah agar tetap dapat beramal dengan ikhlas. Latihan ini sederhana namun sangat penting karena hati manusia mudah berubah. Dengan kesadaran penuh, seseorang bisa menjaga nilai spiritual dari setiap amalnya.
Selain itu, meluruskan tujuan akan membuat seseorang lebih tenang. Ketika ia yakin bahwa amalnya ditujukan kepada Allah semata, ia tidak lagi terikat pada penilaian manusia. Tidak peduli apakah orang lain melihatnya atau tidak, amal tersebut tetap dilakukan dengan semangat beramal dengan ikhlas. Keadaan ini memberikan kebebasan batin yang sangat berharga.
Dalam praktik sehari-hari, seseorang dapat memulai niat dengan doa sederhana, memohon agar Allah menjadikan amalnya murni. Doa semacam ini akan membantu menenangkan hati sebelum memulai amal. Dengan demikian, seluruh aktivitas, baik besar maupun kecil, dapat menjadi sarana beramal dengan ikhlas jika diawali dengan niat yang benar.
Ketika seseorang terbiasa meluruskan niat setiap kali melakukan kebaikan, ia akan terbiasa berada dalam kondisi hati yang jernih. Kebiasaan ini menjadikan setiap langkah hidupnya dipenuhi keberkahan. Konsistensi menjadi lebih mudah karena ia memahami bahwa nilai terbesar dari amal terletak pada keikhlasannya.
2. Membiasakan Menyembunyikan Amal Saleh
Salah satu teknik penting untuk menjaga hati tetap beramal dengan ikhlas adalah dengan membiasakan menyembunyikan amal saleh. Ketika seseorang melakukan amal tanpa diketahui orang lain, ia sedang melatih hatinya agar tidak bergantung pada pujian manusia. Rasulullah SAW menjelaskan tentang keutamaan amal tersembunyi, termasuk sedekah yang dilakukan dengan sangat rahasia hingga tangan kiri tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanan. Gambaran ini menunjukkan betapa tinggi nilai amal yang tersembunyi.
Menyembunyikan amal melatih seseorang untuk menikmati hubungan spiritualnya dengan Allah secara pribadi. Dalam kondisi seperti itu, seseorang dapat merasakan kelezatan beramal dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan dari makhluk. Keadaan ini membuat hatinya lebih ringan dan jauh dari perasaan ingin dipuji. Amal yang dilakukan pun terasa lebih murni.
Pada kenyataannya, tidak semua amal dapat disembunyikan. Ada amal-amal yang memang harus tampak demi memberi contoh kepada orang lain. Namun, meski tampak, tetap ada ruang di hati untuk menjaga niat. Ketika seseorang tetap memprioritaskan Allah meskipun amalnya terlihat orang lain, ia tetap dapat beramal dengan ikhlas. Hati tetap harus dipantau agar tidak terpeleset ke dalam riya.
Untuk melatih diri, seseorang dapat menetapkan beberapa amal rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya dan Allah. Misalnya, sedekah tertentu, shalat malam, atau membantu seseorang tanpa menyebutkan nama. Kebiasaan ini akan membuatnya mudah beramal dengan ikhlas karena ia terbiasa melakukan kebaikan tanpa saksi. Semakin sering ia melakukannya, semakin kuat pula karakter keikhlasan yang tertanam dalam dirinya.
Dengan membiasakan amal-amal tersembunyi, seorang muslim membangun benteng bagi hatinya. Amal tersebut akan menjadi simpanan berharga yang tidak terpengaruh penilaian manusia. Dan ketika hati terbiasa dengan amal rahasia, ia akan lebih mudah menjaga niat dalam amal-amal yang harus dilakukan secara terbuka.
3. Menjaga Hati dari Pujian yang Bisa Merusak Keikhlasan
Pujian sering kali menjadi ujian terbesar dalam beramal dengan ikhlas. Kadang seseorang memulai amal dengan niat yang benar, namun setelah dipuji, hatinya menjadi condong kepada rasa bangga atau ingin mendapat pujian lebih banyak lagi. Kondisi seperti ini dapat merusak kualitas amal dan mengurangi keikhlasan. Karena itulah para ulama mengajarkan adab dalam menerima pujian agar hati tetap terjaga.
Ketika menerima pujian, seseorang dianjurkan untuk merespons dengan doa, misalnya “Semoga Allah menjadikanmu lebih baik dari yang engkau kira.” Dengan respons seperti ini, seseorang mengingatkan dirinya bahwa segala kebaikan datang dari Allah, bukan kehebatan pribadinya. Sikap ini adalah bentuk nyata dari usaha untuk tetap beramal dengan ikhlas meskipun mendapat sanjungan.
Selain merespons secara verbal, yang lebih penting adalah menjaga hati. Seseorang harus meyakinkan dirinya bahwa pujian manusia tidak menambah atau mengurangi nilai amal di sisi Allah. Ketika hati tetap stabil, ia dapat tetap beramal dengan ikhlas tanpa terpengaruh oleh sanjungan. Latihan menjaga hati ini sangat penting karena riya dapat masuk melalui celah kecil.
Menghindari ketergantungan pada pujian juga membantu seseorang membangun mental yang kuat. Ia tidak lagi bergantung pada apresiasi eksternal. Amal dilakukan bukan karena ingin dilihat baik oleh manusia, tetapi semata-mata ingin dekat dengan Allah. Inilah inti dari beramal dengan ikhlas, yaitu menjaga fokus agar tetap pada tujuan akhirat.
Dengan melatih diri untuk tidak terpengaruh pujian, seseorang dapat mengembangkan karakter rendah hati. Ia menyadari bahwa tugasnya adalah melakukan usaha terbaik, sementara penilaian sepenuhnya milik Allah. Sikap ini membuatnya konsisten dalam beramal dengan ikhlas di setiap kesempatan.
4. Menata Hati dengan Memperbanyak Dzikir
Dzikir adalah salah satu cara paling efektif untuk menata hati agar mampu beramal dengan ikhlas. Ketika hati sering mengingat Allah, ia menjadi lembut dan mudah diarahkan kepada kebaikan. Dzikir membersihkan hati dari penyakit riya, ujub, dan takabur yang dapat merusak amal. Dengan kondisi hati yang lebih tenang, seseorang dapat mengarahkan niatnya dengan lebih mudah.
Dalam setiap hembusan dzikir, seseorang diingatkan bahwa seluruh kapasitas beramal adalah karunia Allah. Kesadaran ini membuat seseorang tidak mudah merasa hebat atas amal yang ia lakukan. Ia menyadari bahwa kemampuannya untuk beramal dengan ikhlas adalah bentuk pertolongan Allah. Sebaliknya, jika tidak mendapat taufik dari Allah, ia tidak akan mampu mengerjakan apa pun.
Dzikir pagi dan petang dapat menjadi momen khusus bagi seseorang untuk menata kembali niatnya. Ketika hati jernih, ia lebih mudah mengarahkan tujuan hidupnya. Dengan rutinitas dzikir yang kuat, seseorang dapat menjaga kestabilan spiritual sehingga lebih siap beramal dengan ikhlas dalam berbagai aktivitas sepanjang hari.
Selain itu, dzikir juga menumbuhkan rasa cinta kepada Allah. Ketika seseorang mencintai Allah, ia tidak ingin amalnya tercampur oleh motivasi selain-Nya. Cinta itu membuatnya ingin bersih, ingin lurus, ingin murni. Pada titik inilah beramal dengan ikhlas menjadi lebih mudah, karena hati sudah terikat kuat kepada Allah.
Dengan konsistensi dzikir, hati menjadi tempat yang bersih dan terang. Dan ketika hati bersih, segala amal yang dilakukan pun menjadi lebih berkualitas. Keadaan ini membantu seseorang menjaga niat agar tetap tulus dalam setiap aspek kehidupannya.
5. Mengingat Akhirat dan Sementara-nya Penilaian Manusia
Teknik terakhir untuk membiasakan diri beramal dengan ikhlas adalah dengan terus mengingat akhirat. Dunia adalah tempat ujian, sedangkan akhirat adalah tempat balasan. Penilaian manusia sifatnya sementara, namun penilaian Allah bersifat kekal. Dengan pemahaman ini, seseorang akan lebih fokus menjaga kualitas amalnya daripada mencari pujian yang cepat hilang.
Mengingat akhirat membuat seseorang sadar bahwa amal yang ia lakukan adalah bekal saat kembali kepada Allah. Kesadaran ini membuatnya lebih berhati-hati dalam menjaga niat. Ia ingin amalnya diterima, bukan sekadar terlihat baik. Dengan demikian, ia lebih mudah beramal dengan ikhlas, karena orientasinya adalah balasan yang jauh lebih besar daripada penghargaan dunia.
Selain itu, mengingat kematian juga membantu seseorang menyadari keterbatasan waktu. Jika hidup sangat singkat, maka sia-sia jika amal yang seharusnya bernilai tinggi rusak oleh riya. Dengan merenungkan hal ini, seseorang dapat menjaga fokusnya agar tetap beramal dengan ikhlas di setiap kesempatan.
Hari hisab adalah momen di mana setiap amal akan dibuka dan dinilai tanpa ada satu pun yang tersembunyi. Pemahaman ini membuat hati lebih serius dalam menjaga niat. Seseorang ingin memastikan bahwa amalnya tetap murni. Ia tidak ingin kehilangan pahala akibat keinginan dipuji oleh manusia, yang pada hakikatnya tidak bisa memberi manfaat apa pun. Karena itu, mengingat akhirat menjadi dorongan kuat untuk tetap beramal dengan ikhlas.
Dengan terus mengingat bahwa Allah Maha Mengetahui isi hati, seseorang akan merasa termotivasi untuk berbuat kebaikan tanpa pamrih. Setiap amal menjadi lebih ringan karena dilakukan dengan harapan akhirat yang besar. Dan pada akhirnya, kebiasaan beramal dengan ikhlas akan tumbuh kuat dalam diri setiap muslim yang selalu mengingat bahwa penilaian Allah adalah segalanya.
Penutup
Membiasakan diri beramal dengan ikhlas adalah perjalanan panjang yang membutuhkan latihan harian. Keikhlasan tidak datang dalam sekejap, tetapi tumbuh melalui kebiasaan menjaga niat, menyembunyikan amal, menolak pujian, memperbanyak dzikir, dan mengingat akhirat. Ketika seorang muslim mampu menguasai teknik-teknik ini, amalnya akan lebih berkualitas dan kehidupannya akan dipenuhi ketenangan.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang mampu beramal dengan ikhlas, sehingga setiap langkah hidup bernilai ibadah dan mendekatkan kita kepada-Nya.
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta:
https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
#MariMemberi#ZakatInfakSedekah#BAZNASYogyakarta#BahagianyaMustahiq#TentramnyaMuzaki#AmanahProfesionalTransparan
26/11/2025 | Admin Bidang 1
BAZNAS Kota Yogyakarta Lakukan Kunjungan Strategis ke BAZNAS Kabupaten Boyolali untuk Pelajari Pengolahan Data di Aplikasi MASBOY
Boyolali, 25 November 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Kabupaten Boyolali dalam rangka mempelajari sistem pengolahan data berbasis aplikasi yang dikenal dengan nama MASBOY. Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat digitalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus meningkatkan profesionalitas dalam tata kelola lembaga.
Rombongan BAZNAS Kota Yogyakarta disambut langsung oleh pimpinan dan jajaran struktural BAZNAS Kabupaten Boyolali di kantor mereka. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, dengan fokus utama pada pemahaman cara kerja, pemanfaatan, serta pengembangan aplikasi MASBOY yang selama ini terbukti efektif membantu manajemen data mustahik dan muzaki di Boyolali.
Aplikasi MASBOY (Manajemen Sistem Boyolali) merupakan inovasi digital yang dikembangkan BAZNAS Kabupaten Boyolali untuk meningkatkan efektivitas pendataan, pelaporan, serta pengawasan program ZIS. Sistem ini memungkinkan data tersimpan dengan rapi, mudah diakses, dan terintegrasi sehingga memudahkan proses analisis, keputusan, dan pelaksanaan program penyaluran. Keberhasilan MASBOY dalam membantu tata kelola data menjadi magnet bagi berbagai daerah yang ingin mengadopsi konsep serupa, termasuk BAZNAS Kota Yogyakarta.
Dalam sesi diskusi, pihak BAZNAS Kabupaten Boyolali menjelaskan alur penggunaan aplikasi mulai dari input data muzaki, verifikasi mustahik, pelaporan penyaluran, hingga dashboard monitoring real-time yang dapat memudahkan pimpinan dalam mengambil kebijakan. Dijelaskan pula bagaimana sistem ini mendukung efektivitas audit internal dan eksternal, sehingga menjamin akuntabilitas lembaga.
Pihak BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui pemanfaatan teknologi. Digitalisasi dianggap penting untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat resmi yang profesional.
Menurut pernyataan salah satu perwakilan BAZNAS Kota Yogyakarta yang hadir, sistem seperti MASBOY dapat menjadi solusi untuk mempercepat layanan dan meminimalkan kesalahan administrasi. Dengan basis data yang terkelola baik, program-program penyaluran diharapkan akan semakin tepat sasaran dan berdampak signifikan bagi mustahik di Kota Yogyakarta.
Selain mempelajari teknis penggunaan aplikasi, BAZNAS Kota Yogyakarta juga berdiskusi mengenai langkah-langkah implementasi, kebutuhan SDM, serta proses adaptasi yang diperlukan apabila sistem sejenis ingin diterapkan di Yogyakarta. Pihak Boyolali menjelaskan bahwa keberhasilan MASBOY tidak hanya berasal dari teknologinya, tetapi juga dari sumber daya manusia yang disiplin serta komitmen manajemen terhadap peningkatan kualitas pengelolaan zakat.
Kegiatan kunjungan ini ditutup dengan sesi tanya jawab lebih mendalam serta peninjauan langsung ke ruang operasional pengelolaan data. Dari kunjungan tersebut, BAZNAS Kota Yogyakarta mendapatkan gambaran nyata bagaimana sistem digital mampu mendorong tata kelola lembaga menjadi lebih efisien dan transparan.
Melalui kunjungan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap dapat menerapkan sistem serupa yang sesuai kebutuhan daerah serta berpotensi memperkuat pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Dengan digitalisasi yang matang, BAZNAS dapat memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan aman.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bukti bahwa sinergi dan berbagi inovasi antar-lembaga merupakan langkah penting untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan modern. Semoga hasil pembelajaran dari aplikasi MASBOY dapat menjadi inspirasi bagi terwujudnya terobosan baru dalam sistem pengelolaan zakat di Kota Yogyakarta.
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta:
https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
#MariMemberi#ZakatInfakSedekah#BAZNASYogyakarta#BahagianyaMustahiq#TentramnyaMuzaki#AmanahProfesionalTransparan
25/11/2025 | Admin Bidang 1
Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Pengajian Karyawan dan Karyawati Muslim Se-Setda Kota Yogyakarta
YOGYAKARTA — Dalam rangka meningkatkan keimanan dan semangat kerja Islami, kegiatan Pengajian Karyawan dan Karyawati Muslim Se-Setda Kota Yogyakarta digelar pada Kamis, 29 Oktober 2025 / 8 Jumadil Awal 1447 H, bertempat di Masjid Pangeran Diponegoro, Balai Kota Yogyakarta. Acara dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan menghadirkan suasana penuh hikmah dan kebersamaan.
Kegiatan pengajian ini turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Bapak H. Syamsul Azhari, didampingi Wakil Ketua III, Bapak Muhammad Iqbal, S.E., beserta pelaksana BAZNAS Kota Yogyakarta. Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS ini menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, sekaligus memperkuat silaturahmi antar lembaga.
Pengajian kali ini menghadirkan pembicara Ustadz Drs. H. Dwiyono Iriyanto, M.M., CPC, dengan tema inspiratif “Berani Bermimpi, Berani Beraksi.” Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan keberanian dalam mewujudkan mimpi yang bermanfaat, disertai dengan tindakan nyata yang dilandasi nilai-nilai keikhlasan dan tanggung jawab.
Melalui tema tersebut, Ustadz Dwiyono menekankan pentingnya keseimbangan antara visi spiritual dan aksi profesional dalam bekerja. Menurutnya, setiap ASN dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta harus mampu menjadikan niat bekerja sebagai bagian dari ibadah, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Acara pengajian diakhiri dengan doa bersama, diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat spiritual dan etos kerja Islami bagi seluruh karyawan dan karyawati Muslim di lingkungan Setda Kota Yogyakarta.
Kehadiran BAZNAS Kota Yogyakarta dalam kegiatan ini sekaligus menjadi komitmen nyata dalam mempererat sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah, menuju penguatan nilai-nilai keislaman dalam pelayanan publik.
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta:
https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
#MariMemberi#ZakatInfakSedekah#BAZNASYogyakarta#BahagianyaMustahiq#TentramnyaMuzaki#AmanahProfesionalTransparan
31-10-2025 | Admin bidang 1

BAZNAS Kota Yogyakarta Jalin Silaturahmi dan Audiensi dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika
Yogyakarta, 21 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta melakukan silaturahmi dan audiensi dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika (PT SGM) pada Senin, 21 Oktober 2025, pukul 13.30 WIB hingga selesai. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Kegiatan silaturahmi ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kemitraan antara BAZNAS Kota Yogyakarta dan PT SGM dalam bidang kemanusiaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam upaya mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah secara produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan apresiasi dan harapan agar sinergi dengan PT SGM dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas. “Kami melihat PT SGM memiliki komitmen besar terhadap tanggung jawab sosial perusahaan. Melalui sinergi ini, kita dapat bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Pertemuan juga menjadi ruang diskusi mengenai potensi kolaborasi program, seperti penanggulangan stunting, peningkatan gizi masyarakat, serta penguatan ekonomi keluarga mustahik. Hal ini sejalan dengan visi bersama dalam membangun masyarakat yang sehat, berdaya, dan sejahtera.
BAZNAS Kota Yogyakarta berharap audiensi ini menjadi langkah awal yang baik untuk menjalin kerja sama berkelanjutan antara lembaga amil zakat dan sektor industri, demi terwujudnya Yogyakarta yang lebih peduli dan berkeadilan sosial.
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta:
https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
#MariMemberi#ZakatInfakSedekah#BAZNASYogyakarta#BahagianyaMustahiq#TentramnyaMuzaki#AmanahProfesionalTransparan
21-10-2025 | Admin bidang 1

BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Pembukaan RAKORDA BAZNAS se-DIY 2025: Evaluasi dan Penguatan Tata Kelola Zakat Menuju Perencanaan 2026
Yogyakarta, 7 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta turut hadir dalam kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-DIY Tahun 2025 yang resmi dibuka pada Selasa (7/10/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Evaluasi Pengelolaan Zakat Semester I dan Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumentasi Perencanaan Tahun 2026” yang berfokus pada penguatan tata kelola zakat, infak, dan sedekah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pembukaan kegiatan dihadiri oleh jajaran pimpinan nasional dan daerah, antara lain Ketua BAZNAS Republik Indonesia, Pimpinan Bidang Pendistribusian BAZNAS RI, Ketua BAZNAS DIY, Sekretaris Daerah DIY, serta Bupati Sleman selaku tuan rumah penyelenggara. Kehadiran para tokoh ini menandai komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di seluruh kabupaten dan kota se-DIY.
Dari BAZNAS Kota Yogyakarta, turut hadir Ketua Drs. H. Syamsul Azhari, bersama Wakil Ketua II Drs. Abdul Samik, Wakil Ketua III H. Sulaiman, dan Kepala Pelaksana H. Misbahrudin, S.Ag., M.M. Kehadiran jajaran pimpinan ini mencerminkan semangat sinergi dalam memperkuat sistem penghimpunan dan pendistribusian zakat agar semakin transparan, akuntabel, dan berdaya guna bagi mustahik.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Republik Indonesia menekankan pentingnya RAKORDA sebagai wadah koordinasi dan konsolidasi untuk memperkuat kinerja kelembagaan zakat di seluruh daerah. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya diukur dari peningkatan penghimpunan, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat mustahik. Melalui kegiatan ini, BAZNAS diharapkan mampu menyusun perencanaan program yang lebih strategis, terukur, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua BAZNAS RI juga mengapresiasi upaya BAZNAS se-DIY yang terus menunjukkan inovasi dan sinergi lintas sektor, termasuk kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga sosial keagamaan. Ia berharap agar setiap BAZNAS daerah dapat memperkuat tata kelola yang berbasis data, memperluas jejaring muzaki, serta meningkatkan profesionalisme amil dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah sesuai prinsip syariah dan akuntabilitas publik.
RAKORDA ini juga menjadi ajang penting untuk mengevaluasi capaian program pengelolaan zakat, infak, dan sedekah selama semester pertama tahun 2025. Melalui forum ini, setiap BAZNAS kabupaten/kota di DIY berkesempatan menyampaikan hasil capaian, tantangan, dan inovasi yang telah dilakukan, termasuk strategi pemberdayaan ekonomi mustahik berbasis zakat produktif.
Selain sesi evaluasi, kegiatan ini juga dirangkai dengan Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumentasi Perencanaan Tahun 2026. Bimtek ini menjadi bekal penting agar setiap BAZNAS daerah dapat menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan yang selaras dengan visi nasional BAZNAS, yakni mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
Partisipasi aktif BAZNAS Kota Yogyakarta dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen lembaga dalam memperkuat tata kelola zakat berbasis data dan perencanaan yang matang. Dengan semangat kolaborasi antar-BAZNAS se-DIY, diharapkan program zakat, infak, dan sedekah tahun mendatang semakin efektif dalam menurunkan angka kemiskinan serta memperluas manfaat bagi masyarakat Kota Yogyakarta dan sekitarnya.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kota Yogyakarta terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui saluran resmi BAZNAS. Setiap rupiah yang disalurkan melalui zakat, infak, dan sedekah akan menjadi kekuatan nyata dalam membantu saudara-saudara yang membutuhkan serta memperkuat ketahanan ekonomi umat. Mari bersama wujudkan kesejahteraan dan keberkahan melalui ZIS yang dikelola secara amanah, profesional, dan berdampak.
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta:
https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
#MariMemberi#ZakatInfakSedekah#BAZNASYogyakarta#BahagianyaMustahiq#TentramnyaMuzaki#AmanahProfesionalTransparan
07-10-2025 | Admin bidang 1
Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Yogyakarta Bantu Warga Danurejan lewat Program Foodbank KORPRI
Yogyakarta, 22 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta kembali melaksanakan kegiatan Pentasyarufan Program Foodbank Lumbung Mataraman KORPRI Kota Yogyakarta, pada Rabu, 22 Oktober 2025. Pada kesempatan kali ini, bantuan disalurkan kepada warga masyarakat dan lansia di wilayah Kemantren Danurejan, meliputi RT 01 RW 02, RT 59, RT 62 RW 15 Kelurahan Tegalpanggung, serta RW 09 Kelurahan Bausasran dengan total penerima manfaat sekitar 60 orang.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara BAZNAS Kota Yogyakarta dan Tim Penggerak PKK Kemantren Danurejan, yang bersama-sama berupaya memperluas jangkauan kebermanfaatan program sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa program Foodbank Lumbung Mataraman merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta, KORPRI, dan BAZNAS dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat, khususnya bagi kelompok lansia dan warga kurang mampu.
“Kami berharap program ini terus menjadi inspirasi gerakan kepedulian sosial di Kota Yogyakarta, sekaligus memperkuat semangat berbagi dan gotong royong antarwarga,” ujarnya.
BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Walikota, Bapak Wakil Walikota, Bapak Sekretaris Daerah, serta seluruh anggota KORPRI Pemerintah Kota Yogyakarta atas dukungan dan partisipasinya dalam menyukseskan program ini.
“Semoga kebaikan dan kepedulian Bapak-Ibu semua dibalas dengan limpahan rahmat dan pahala dari Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin,” ungkap perwakilan BAZNAS dalam sambutannya.
Melalui program Foodbank Lumbung Mataraman, BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menumbuhkan solidaritas sosial di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.
> Bersama, kita wujudkan kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah untuk mustahik di Kota Yogyakarta.
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta:
https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
#MariMemberi#ZakatInfakSedekah#BAZNASYogyakarta#BahagianyaMustahiq#TentramnyaMuzaki#AmanahProfesionalTransparan
22/10/2025 | Admin bidang 1

Pentasyarufan Program Rumah Layak Huni: Wujud Gotong Royong untuk Hunian yang Le
Yogyakarta, 19 Oktober 2025 — BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menyalurkan bantuan dalam program Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kali ini, bantuan diserahkan kepada Ibu Marsih Riyanti, warga Gendingan NG II RT 017 RW 03, Kelurahan Notoprajan, Kemantren Ngampilan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Drs. Yunianto Dwisutono, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Fx Wisnu Sabdono Putro, S.H., M.H., Ketua DPRD Kota Yogyakarta, serta Drs. H. Syamsul Azhari, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta.
Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat nyata zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan. Dukungan juga datang dari BAZNAS Republik Indonesia senilai Rp25.000.000, serta kerja sama lintas instansi melalui semangat gotong royong dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta serta Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta.
Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memperbaiki fisik rumah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan martabat mustahik agar dapat hidup lebih layak. “Kami ingin memastikan zakat yang dititipkan masyarakat benar-benar memberi dampak bagi penerima dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat, program RTLH menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun kesejahteraan di Kota Yogyakarta.
Bersama, kita wujudkan kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah untuk mustahik di Kota Yogyakarta.
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta:
https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
#MariMemberi#ZakatInfakSedekah#BAZNASYogyakarta#BahagianyaMustahiq#TentramnyaMuzaki#AmanahProfesionalTransparan
#BAZNASKotaYogyakarta #RumahLayakHuni #ZakatUntukKemanusiaan #YogyakartaBerbagi #GotongRoyongJogja #BAZNASRI
20/10/2025 | Admin Bidang 1

BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Foodbank untuk Warga & Lansia Gunungketur
Yogyakarta, 7 Oktober 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta kembali menyalurkan bantuan melalui Program Foodbank Lumbung Mataraman KORPRI Kota Yogyakarta. Kegiatan pentasyarufan ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2025, dan menyasar warga masyarakat serta lansia di RW 09, Kelurahan Gunungketur, Kemantren Pakualaman, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak kurang lebih 50 orang.
Program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara BAZNAS Kota Yogyakarta dengan Tim Penggerak PKK Kemantren Pakualaman, yang bersama-sama berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi wujud perhatian terhadap kelompok rentan seperti lansia dan warga kurang mampu agar tetap terpenuhi kebutuhan pangannya di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kebahagiaan para penerima manfaat yang merasa terbantu dengan adanya penyaluran bantuan pangan ini. Melalui program tersebut, bukan hanya kebutuhan dasar yang terpenuhi, namun juga terjalin hubungan yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tumbuh menjadi nilai penting dari kegiatan ini.
BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Walikota, Bapak Wakil Walikota, Bapak Sekretaris Daerah, serta seluruh Anggota KORPRI Pemerintah Kota Yogyakarta atas dukungan dan inisiasi Program Foodbank Lumbung Mataraman. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial di lingkungan ASN dan menjadi contoh nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara profesional untuk kemaslahatan masyarakat.
Ke depan, BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan penerima manfaat melalui kerja sama dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah, lembaga sosial, maupun komunitas masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan semakin banyak warga yang merasakan keberkahan dari zakat dan sedekah yang disalurkan.
Semoga setiap kebaikan dan kepedulian yang diberikan menjadi amal jariyah yang mendatangkan keberkahan dan limpahan pahala dari Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta:
https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
#MariMemberi#ZakatInfakSedekah#BAZNASYogyakarta#BahagianyaMustahiq#TentramnyaMuzaki#AmanahProfesionalTransparan
09/10/2025 | Admin bidang 1
Artikel Terbaru
Teladan Ikhlas dalam Kehidupan Nabi: 5 Momen yang Patut Ditiru
Ikhlas merupakan dasar dari segala amal seorang muslim. Dalam Islam, keikhlasan bukan hanya konsep, tetapi hadir dalam teladan nyata melalui perjalanan hidup Rasulullah SAW. Ketika kita menelusuri teladan ikhlas dalam kehidupan nabi, kita menemukan banyak pelajaran berharga yang membentuk akhlak, memperhalus hati, dan memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah. Karena itu, meneladani keikhlasan Nabi bukan hanya kewajiban moral, tetapi kebutuhan spiritual bagi umat Islam di era modern ini.
1. Ketika Nabi SAW Mengalami Masa Berat di Thaif
Salah satu peristiwa paling menyentuh yang menggambarkan teladan ikhlas dalam kehidupan nabi adalah saat Rasulullah SAW berdakwah ke Thaif. Beliau mendapat penolakan keras, dihina, bahkan dilempari batu hingga berdarah. Meski demikian, beliau tetap bersabar dan tidak menyimpan kebencian sedikit pun.
Kedatangan malaikat penjaga gunung yang menawarkan untuk menghancurkan penduduk Thaif menjadi momen penting yang menunjukkan teladan ikhlas dalam kehidupan nabi. Beliau menolak tawaran itu dan lebih berharap munculnya generasi yang kelak beriman daripada membalas sakit hati.
Doa yang diucapkan Nabi setelah kejadian tersebut semakin menegaskan teladan ikhlas dalam kehidupan nabi. Beliau tidak meminta kebinasaan musuh, tetapi memohon kekuatan agar tetap teguh selama Allah tidak murka kepadanya.
Peristiwa Thaif juga mengajarkan bahwa penolakan manusia bukanlah alasan untuk berhenti menyampaikan kebaikan. Justru melalui teladan ikhlas dalam kehidupan nabi, kita memahami bahwa kesabaran dalam menghadapi rintangan merupakan bagian dari dakwah.
Hingga kini, episode Thaif terus menjadi inspirasi dalam menghadapi cobaan. Umat Islam belajar dari teladan ikhlas dalam kehidupan nabi bahwa kekuatan sejati terletak pada keteguhan hati, bukan pada membalas perlakuan buruk.
2. Kerendahan Hati Rasulullah SAW dalam Membangun Masjid Quba
Momen berikutnya yang penuh nilai adalah ketika Rasulullah SAW turut membangun Masjid Quba bersama para sahabat. Keikutsertaan beliau secara langsung mencerminkan teladan ikhlas dalam kehidupan nabi, karena beliau tidak menempatkan diri sebagai pemimpin yang hanya memberi perintah.
Para sahabat merasa segan melihat Rasulullah SAW mengangkat batu dan tanah, namun beliau tetap melakukannya tanpa ragu. Ini menjadi wujud teladan ikhlas dalam kehidupan nabi bahwa pemimpin sejati adalah yang bekerja bersama umatnya.
Tindakan Rasulullah SAW memperlihatkan bagaimana ia mengedepankan kebersamaan. Teladan ikhlas dalam kehidupan nabi terpancar ketika beliau memastikan bahwa setiap langkah dilakukan untuk Allah, bukan untuk dipuji manusia.
Masjid Quba kemudian dikenal sebagai masjid pertama dalam sejarah Islam, tetapi yang membuatnya istimewa adalah nilai spiritual yang mengiringinya. Keikhlasan Rasulullah menunjukkan bahwa suatu bangunan akan mempunyai keberkahan ketika didasarkan pada niat yang lurus. Inilah salah satu teladan ikhlas dalam kehidupan nabi yang perlu dihayati muslim masa kini.
Dari momen pembangunan Masjid Quba, kita belajar bahwa amal yang dilakukan secara kolektif akan memiliki nilai besar di sisi Allah jika dipenuhi ketulusan. Nilai ini tercermin jelas dalam teladan ikhlas dalam kehidupan nabi, yang mengajarkan kerja keras tanpa pamrih.
3. Pemaafan Nabi SAW pada Fathu Makkah
Saat Rasulullah SAW memasuki kota Makkah dengan kemenangan, beliau memiliki kekuasaan penuh untuk membalas dendam kepada orang-orang Quraisy yang dahulu menyakitinya. Namun, yang terjadi justru kebalikannya. Teladan ikhlas dalam kehidupan nabi terlihat jelas ketika beliau memberikan amnesti umum kepada seluruh penduduk Makkah.
Beliau tidak menunjukkan kesombongan atau rasa bangga berlebihan atas kemenangan itu. Inilah teladan ikhlas dalam kehidupan nabi sebagai pemimpin yang mengedepankan kasih sayang di atas ego dan kemenangan pribadi.
Keputusan beliau memaafkan musuh membuka pintu besar bagi penyebaran Islam. Teladan ikhlas dalam kehidupan nabi menegaskan bahwa hati yang tulus dan bersih dapat melunakkan hati yang keras sekalipun.
Sikap pemaaf Nabi SAW juga mengajarkan bahwa memaafkan adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan. Dari teladan ikhlas dalam kehidupan nabi, kita memahami bahwa balas dendam bukanlah jalan menuju keberkahan.
Kini, kisah Fathu Makkah menjadi peristiwa bersejarah yang menunjukkan bagaimana kekuatan akhlak dapat mengubah dunia. Teladan ikhlas dalam kehidupan nabi pada momen tersebut mengajarkan kita untuk merangkul kedamaian setelah mendapatkan kemenangan.
4. Kesabaran Nabi SAW saat Kehilangan Orang-Orang Tercinta
Rasulullah SAW melewati banyak masa duka sepanjang hidupnya. Namun, setiap kali musibah datang, beliau tetap menunjukkan teladan ikhlas dalam kehidupan nabi dengan menerima takdir Allah secara tulus. Beliau menangis, tetapi tidak pernah berkeluh kesah.
Saat kehilangan istri tercinta Khadijah, pamannya Abu Thalib, dan anak-anaknya, beliau menunjukkan kesabaran luar biasa. Sikap ini menjadi teladan ikhlas dalam kehidupan nabi karena mencerminkan pengendalian hati dalam menghadapi takdir.
Beliau pernah mengatakan bahwa mata memang menangis dan hati bersedih, tetapi tidak boleh mengucapkan kalimat yang membuat Allah murka. Inilah teladan ikhlas dalam kehidupan nabi yang mengajarkan keseimbangan antara perasaan manusia dan ketundukan kepada Allah.
Cobaan kehilangan membuat Rasulullah SAW semakin dekat kepada Allah. Justru melalui ujian tersebut, teladan ikhlas dalam kehidupan nabi semakin terlihat dalam cara beliau menghadapi musibah dengan penuh tawakal.
Dari momen-momen kehilangan itu, umat Islam belajar bahwa musibah bukanlah tanda Allah tidak mencintai, tetapi cara-Nya menguatkan. Teladan ikhlas dalam kehidupan nabi memperlihatkan bahwa menerima takdir adalah bentuk tertinggi keimanan.
5. Ketulusan Nabi SAW dalam Membantu Para Sahabat
Rasulullah SAW selalu membantu sahabat-sahabatnya tanpa membedakan status atau kedudukan. Beliau memberikan perhatian kepada mereka dengan penuh cinta dan ketulusan. Sikap ini menjadi teladan ikhlas dalam kehidupan nabi yang perlu ditiru oleh umat Islam.
Tidak ada satu pun yang datang meminta bantuan lalu ditolak oleh beliau selama masih mampu membantu. Teladan ikhlas dalam kehidupan nabi terlihat dalam setiap tindakan yang beliau lakukan tanpa mencari pujian atau balasan.
Bahkan ketika beliau sendiri dalam kondisi sulit, beliau tetap mendahulukan kepentingan orang lain. Inilah teladan ikhlas dalam kehidupan nabi yang menunjukkan betapa mulianya akhlak seorang Nabi.
Nabi SAW juga mengajarkan untuk memberi tanpa mengungkit-ungkit pemberian. Keteladanan ini memperjelas bagaimana teladan ikhlas dalam kehidupan nabi menjadi panduan untuk berbuat baik secara tulus.
Jika kita mengikuti teladan ikhlas dalam kehidupan nabi dalam membantu sesama, maka kita sedang menanam kebaikan yang akan kembali kepada kita. Allah menjanjikan pahala bagi hamba yang memberi dengan hati ikhlas, dan hal itu tercermin dalam setiap langkah hidup Rasulullah.
Dengan mempelajari lima momen ini, kita memahami bahwa teladan ikhlas dalam kehidupan nabi adalah cahaya yang membimbing umat menuju akhlak mulia. Keikhlasan menjadi fondasi setiap amal dan kunci untuk meraih ridha Allah dalam kehidupan modern yang penuh tantangan.
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta:
https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
#MariMemberi#ZakatInfakSedekah#BAZNASYogyakarta#BahagianyaMustahiq#TentramnyaMuzaki#AmanahProfesionalTransparan
28/11/2025 | Admin Bidang 1
Kisah Orang yang Ikhlas Beramal: Sembunyi dari Manusia, Terlihat oleh Allah
Ikhlas adalah amalan hati yang sangat tinggi nilainya dalam Islam. Banyak ulama menggambarkan bahwa amal tanpa keikhlasan seperti tubuh tanpa ruh. Dalam kehidupan umat Islam, kita temukan banyak kisah orang yang ikhlas beramal yang dilakukan secara diam-diam, tanpa ingin terlihat oleh manusia, namun justru dicatat dan dipuji oleh Allah. Kisah-kisah nyata ini mengajarkan bahwa amal yang tersembunyi dapat membawa kemuliaan besar di dunia dan akhirat.
1. Kisah Orang yang Ikhlas Beramal: Abu Bakar, Sahabat yang Tidak Pernah Absen Berbuat Baik
Salah satu kisah orang yang ikhlas beramal yang paling menginspirasi adalah kisah Abu Bakar As-Siddiq. Beliau dikenal dermawan, namun banyak amalnya dilakukan tanpa seorang pun mengetahuinya. Rasulullah SAW pernah memuji seorang hamba yang selalu membantu fakir miskin secara diam-diam, dan ternyata orang itu adalah Abu Bakar. Kisah ini menggambarkan betapa besar keikhlasan beliau dalam beramal.
Dalam kisah orang yang ikhlas beramal ini, Abu Bakar diketahui sering berjalan pada pagi hari ke sebuah rumah di pinggiran Madinah. Tidak ada sahabat yang tahu apa yang ia lakukan. Setelah ditelusuri, ternyata ia membersihkan rumah seorang perempuan tua buta dan memenuhi kebutuhannya tanpa pernah meminta imbalan atau menceritakannya kepada orang lain.
Kisah orang yang ikhlas beramal tentang Abu Bakar ini menunjukkan bahwa beliau tidak hanya memberi dengan harta, tetapi juga tenaga dan waktu. Amal itu dilakukan semata-mata karena Allah. Ketika Umar bin Khattab akhirnya mengetahui perbuatan tersebut, ia pun terharu karena Abu Bakar mampu menjaga rahasia amalnya dari mata manusia.
Pelajaran dari kisah orang yang ikhlas beramal ini adalah bahwa keikhlasan tidak diukur dari besar kecilnya pemberian, tetapi dari kebersihan hati saat melakukannya. Abu Bakar menunjukkan bahwa semakin tersembunyi sebuah amal, semakin tinggi nilainya di sisi Allah.
Kisah orang yang ikhlas beramal dari Abu Bakar layak menjadi teladan, terutama di era ketika banyak orang mempublikasikan setiap kebaikan. Dari beliau kita belajar bahwa amal yang benar adalah amal yang dilakukan hanya untuk Allah tanpa berharap balasan atau pengakuan dari manusia.
2. Kisah Orang yang Ikhlas Beramal: Tiga Pemuda Terperangkap dalam Gua
Kisah terkenal tentang tiga pemuda yang terperangkap dalam gua adalah salah satu kisah orang yang ikhlas beramal yang paling sering dikutip para ulama. Batu besar menutup pintu gua sehingga mereka tidak dapat keluar. Ketiganya kemudian berdoa kepada Allah dengan menyebut amal paling ikhlas yang pernah mereka lakukan.
Kisah orang yang ikhlas beramal dari pemuda pertama berkaitan dengan baktinya yang luar biasa kepada orang tuanya. Ia selalu mendahulukan orang tuanya sebelum istri dan anaknya. Suatu malam ia pulang terlambat, kedua orang tuanya sudah tidur, dan ia menunggu sampai mereka terbangun hanya demi memberikan susu kepada mereka terlebih dahulu. Ia melakukan itu semata-mata karena Allah.
Pemuda kedua dalam kisah orang yang ikhlas beramal ini pernah dihadapkan pada godaan besar. Ia mencintai seorang wanita hingga hampir tergoda untuk berbuat maksiat. Namun ketika wanita itu berkata agar ia takut kepada Allah, ia pun berhenti dan melepaskan kesempatan itu. Ia bahkan tetap memberikan bantuan kepada wanita tersebut tanpa syarat. Itulah bentuk keikhlasan dalam meninggalkan maksiat.
Pemuda ketiga memiliki kisah orang yang ikhlas beramal yang berkaitan dengan amanah. Seorang pekerja pergi tanpa mengambil upahnya. Pemuda itu tidak memakan sedikit pun upah tersebut, melainkan mengembangkannya hingga menjadi harta yang banyak. Ketika pekerja itu kembali, ia menyerahkan semua harta tersebut tanpa sisa, semata-mata karena Allah.
Dengan menyebut kisah orang yang ikhlas beramal masing-masing, mereka berdoa dan Allah menggeser batu besar yang menghalangi pintu gua hingga mereka dapat keluar. Inilah bukti bahwa amal ikhlas memiliki kekuatan yang dapat mendatangkan pertolongan Allah ketika manusia sudah tidak berdaya.
3. Kisah Orang yang Ikhlas Beramal: Utsman bin Affan dan Sumur Ruma
Kisah orang yang ikhlas beramal juga terlihat jelas dalam kehidupan Utsman bin Affan. Ketika kaum Muslimin kesulitan mendapatkan air bersih di Madinah, satu-satunya sumber air layak minum adalah Sumur Ruma yang dimiliki seorang Yahudi dan dijual dengan harga tinggi. Utsman kemudian membeli sumur tersebut agar umat Islam bisa mengambil air secara gratis.
Dalam kisah orang yang ikhlas beramal ini, Utsman pertama kali menawarkan harga sangat besar, namun pemiliknya menolak. Tidak putus asa, Utsman membeli separuh hak penggunaan sumur itu. Ia kemudian menggratiskan hari penggunaan untuk umat Islam. Karena masyarakat lebih memilih hari gratis, pemilik sumur akhirnya menjual seluruh sumurnya kepada Utsman.
Kisah orang yang ikhlas beramal ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Utsman terhadap kesejahteraan umat. Wakafnya ini kemudian menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga berabad-abad. Riwayat modern menyebutkan bahwa aset dari wakaf Sumur Ruma masih memberikan manfaat hingga saat ini.
Motivasi Utsman dalam kisah orang yang ikhlas beramal ini adalah semata-mata mengharap wajah Allah. Ia tidak meminta pujian, tidak mencari jabatan, dan tidak ingin dikenal sebagai dermawan. Justru karena keikhlasannya inilah namanya diabadikan dalam sejarah sebagai salah satu sahabat paling mulia.
4. Kisah Orang yang Ikhlas Beramal: Dermawan Tanpa Nama di Zaman Modern
Kisah orang yang ikhlas beramal tidak hanya terjadi pada zaman Nabi dan para sahabat, tetapi juga pada era sekarang. Di beberapa negara Timur Tengah, dikenal kisah tentang seseorang yang setiap malam mengantarkan kebutuhan pokok ke rumah fakir miskin tanpa diketahui identitasnya. Sosok itu baru diketahui setelah ia wafat.
Di Indonesia, kisah orang yang ikhlas beramal juga pernah viral pada tahun 2018. Sebuah CCTV masjid merekam sosok pria tua yang setiap malam mengisi kotak amal saat masjid sepi. Setelah ia meninggal dunia, barulah jamaah mengetahui siapa sosok dermawan tersebut.
Kisah orang yang ikhlas beramal ini memperlihatkan bahwa di tengah hiruk-pikuk dunia digital, masih banyak orang yang memilih merahasiakan amal kebaikannya. Mereka lebih memilih dinilai oleh Allah ketimbang mendapat sorotan manusia.
Indahnya kisah orang yang ikhlas beramal ini menunjukkan bahwa nilai keikhlasan tidak berubah meskipun zaman berubah. Mereka tetap menjalankan ajaran Rasulullah tentang keutamaan beramal secara sembunyi-sembunyi.
Kisah orang yang ikhlas beramal di zaman modern menjadi bukti bahwa amal yang disembunyikan lebih mampu memurnikan hati. Mereka tidak membutuhkan validasi manusia, hanya ridha Allah yang mereka cari.
Penutup
Dari berbagai kisah orang yang ikhlas beramal di atas, kita belajar bahwa keikhlasan merupakan inti dari ibadah. Orang-orang pilihan Allah selalu merahasiakan amal mereka dari manusia karena mereka tahu bahwa hanya Allah yang mampu membalasnya. Kisah-kisah nyata ini mengajarkan kita untuk terus meluruskan niat dan menjaga hati agar amal yang kita lakukan tidak ternodai oleh keinginan untuk dipuji.
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta:
https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
#MariMemberi#ZakatInfakSedekah#BAZNASYogyakarta#BahagianyaMustahiq#TentramnyaMuzaki#AmanahProfesionalTransparan
28/11/2025 | Admin Bidang 1
Pentingnya Menanamkan Sifat Ikhlas pada Setiap Amal Kebaikan
Menanamkan sifat ikhlas merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim, terutama ketika melakukan amal kebaikan. Dalam Islam, nilai sebuah amal tidak hanya dilihat dari bentuk atau banyaknya, tetapi juga dari kemurnian niat yang ada di dalam hati. Oleh karena itu, menanamkan sifat ikhlas menjadi pondasi setiap perbuatan yang ingin mendapatkan ridha Allah.
Banyak orang melakukan kebaikan, tetapi tidak semuanya mampu menanamkan sifat ikhlas dalam diri mereka. Terkadang, dorongan untuk mendapatkan pujian, penghargaan, atau perhatian manusia membuat amal tersebut kehilangan nilai di hadapan Allah. Maka dari itu, menanamkan sifat ikhlas menjadi latihan hati yang harus dilakukan terus-menerus.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada banyak kesempatan berbuat baik. Namun, tanpa menanamkan sifat ikhlas, amal kebaikan tersebut bisa berubah menjadi sekadar rutinitas tanpa makna spiritual. Inilah yang membuat pentingnya memahami bagaimana ikhlas bekerja dalam hati.
Ulama menerangkan bahwa amal yang disertai riya atau pamer tidak memiliki nilai di sisi Allah. Sebaliknya, amal yang lahir dari hati yang tulus akan menjadi penyelamat di hari akhir. Oleh sebab itu, menanamkan sifat ikhlas adalah jalan untuk menjadikan amal kita berkualitas.
Pada akhirnya, muslim yang mampu menanamkan sifat ikhlas akan merasakan ketenangan batin. Ia tidak terpengaruh oleh pujian atau celaan manusia, karena yang ia cari hanyalah keridaan Allah. Inilah tujuan tertinggi dari semua amal yang kita lakukan.
1. Makna dan Kedudukan Ikhlas dalam Islam
Ikhlas memiliki kedudukan mulia karena seluruh amal ibadah bergantung pada kualitas niat. Inilah alasan mengapa menanamkan sifat ikhlas harus dilakukan oleh setiap muslim agar ibadahnya diterima Allah. Ikhlas bukan hanya perasaan, tetapi kondisi batin yang dipenuhi kesadaran bahwa semua amal ditujukan untuk Allah semata.
Para ulama menjelaskan bahwa menanamkan sifat ikhlas berarti membersihkan hati dari segala kepentingan duniawi dalam beribadah. Ketika hati sudah fokus hanya kepada Allah, maka amal menjadi ringan dilakukan dan terasa penuh makna. Hal ini akan membawa seseorang pada kedekatan spiritual yang lebih tinggi.
Seseorang tidak bisa berharap amalnya diterima tanpa menanamkan sifat ikhlas terlebih dahulu. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa amalan manusia akan ditimbang berdasarkan niat. Maka, tanpa niat yang benar, amal sebesar apa pun bisa tidak bernilai. Inilah yang membuat ikhlas begitu penting.
Dalam kehidupan, kita sering menemui godaan untuk menampilkan kebaikan agar dilihat orang lain. Menanamkan sifat ikhlas membantu kita melawan godaan tersebut. Hati yang terlatih akan lebih mampu menjaga diri dari perasaan ingin dipuji atau disanjung.
Ikhlas juga memberikan kekuatan spiritual. Dengan menanamkan sifat ikhlas, seorang muslim mampu menghadapi berbagai tantangan dan ujian hidup dengan lapang dada. Ia tidak merasa terbebani karena tujuannya jelas: hanya berharap pahala dari Allah.
2. Cara Menanamkan Sifat Ikhlas dalam Kehidupan Sehari-hari
Melatih dan menanamkan sifat ikhlas bukanlah perkara mudah, tetapi sangat mungkin dijalani dengan langkah-langkah sederhana. Pertama, seseorang perlu menyadari bahwa Allah mengetahui segala isi hati. Kesadaran ini akan membuat kita lebih berhati-hati dalam menjaga niat setiap amal kebaikan.
Langkah kedua dalam menanamkan sifat ikhlas adalah mengawali setiap perbuatan dengan doa. Dengan memohon bimbingan Allah, hati akan lebih terarah dan terhindar dari niat yang salah. Doa menjadi pengingat bahwa kita hanya bergantung pada-Nya dalam segala hal.
Cara berikutnya adalah dengan membiasakan diri melakukan amal-amal kecil secara sembunyi-sembunyi. Ketika seseorang menanamkan sifat ikhlas dengan melakukan amal tanpa diketahui orang lain, hatinya akan lebih mudah tumbuh menjadi tulus. Amalan seperti sedekah diam-diam dapat menjadi latihan efektif.
Selain itu, seseorang harus membiasakan diri untuk tidak terlalu memikirkan tanggapan manusia. Menanamkan sifat ikhlas berarti memahami bahwa penilaian manusia tidak akan mengubah apa pun. Yang penting adalah bagaimana Allah melihat amal tersebut.
Terakhir, memperbanyak dzikir dan muhasabah diri juga sangat membantu dalam menanamkan sifat ikhlas. Dengan merenungkan perbuatan yang telah dilakukan, seseorang dapat memperbaiki niatnya dan memastikan bahwa amal selanjutnya dilakukan dengan hati yang lebih bersih.
3. Tantangan dan Godaan dalam Menanamkan Sifat Ikhlas
Setiap muslim pasti akan menghadapi godaan dalam menanamkan sifat ikhlas. Tantangan terbesar biasanya datang dari dorongan hati untuk dipuji atau dianggap baik oleh orang lain. Rasa ingin dihargai memang manusiawi, tetapi dapat merusak nilai amal ibadah bila tidak dijaga.
Godaan lainnya adalah riya, yaitu melakukan kebaikan karena ingin dilihat orang lain. Menanamkan sifat ikhlas menjadi lebih sulit ketika lingkungan sosial sangat mementingkan pengakuan. Namun, dengan melatih hati, seseorang dapat menghindari penyakit hati ini secara bertahap.
Kadang seseorang merasa kecewa ketika kebaikannya tidak dihargai. Perasaan ini muncul karena ia belum sepenuhnya menanamkan sifat ikhlas. Hati yang ikhlas tidak mengharapkan balasan dari manusia, karena ia tahu pahala Allah jauh lebih besar.
Tantangan berikutnya muncul dari setan yang selalu berusaha merusak niat tulus seorang muslim. Upaya menanamkan sifat ikhlas bisa terganggu ketika setan membisikkan rasa sombong dan merasa paling baik. Oleh karena itu, seorang muslim harus memperkuat diri dengan ilmu dan dzikir.
Meskipun tantangannya besar, menanamkan sifat ikhlas tetap harus menjadi prioritas. Setiap ujian yang muncul sebenarnya merupakan bagian dari proses penyucian hati. Semakin sering diuji, semakin kuat pula kemampuan seseorang untuk tetap tulus.
4. Keutamaan Bagi Orang yang Berhasil Menanamkan Sifat Ikhlas
Banyak sekali keutamaan bagi seorang muslim yang mampu menanamkan sifat ikhlas dalam setiap amal. Pertama, amal yang dilakukan akan diterima oleh Allah dan bernilai sebagai ibadah. Inilah tujuan utama seorang muslim dalam melakukan kebaikan.
Keutamaan lainnya adalah ketenangan batin. Seseorang yang menanamkan sifat ikhlas tidak gelisah ketika tidak dipuji, dan tidak kecewa ketika diabaikan. Hatinya stabil karena ia tahu bahwa Allah melihat dan mengetahui semua amalnya.
Menanamkan sifat ikhlas juga membuka pintu keberkahan. Allah menjanjikan keberkahan kepada hamba-Nya yang tulus. Walaupun amalnya sedikit, namun karena dilakukan dengan ikhlas, ia bisa menjadi amal besar di sisi Allah.
Keutamaan berikutnya adalah terhindar dari sifat riya dan sombong. Orang yang berhasil menanamkan sifat ikhlas tidak mudah terpengaruh oleh pendapat manusia. Hatinya kuat, dan ia lebih fokus pada nilai spiritual daripada penilaian duniawi.
Akhirnya, menanamkan sifat ikhlas akan membuat hati seseorang semakin dekat kepada Allah. Kedekatan ini membawa ketenteraman dan kebahagiaan yang tidak dapat digantikan oleh dunia. Semua ini menjadi bukti bahwa ikhlas adalah harta paling berharga dalam hidup seorang muslim.
Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta:
https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
#MariMemberi#ZakatInfakSedekah#BAZNASYogyakarta#BahagianyaMustahiq#TentramnyaMuzaki#AmanahProfesionalTransparan
28/11/2025 | Admin Bidang 1
BAZNAS TV
PROFIL BAZNAS KOTA YOGYAKARTA
Penulis: Admin bidang 1




