Ragam Amalan Sunnah di Bulan Ramadan
18/02/2026 | Penulis: Admin Bidang 1
Ragam Amalan Sunnah di Bulan Ramadan
Bulan Ramadan bukan sekadar momentum untuk menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ramadan adalah madrasah spiritual bagi umat Islam untuk memperkaya tabungan pahala dan mempererat kedekatan dengan Allah Swt. Selain ibadah wajib dan salat tarawih yang sudah menjadi rutinitas khas, terdapat berbagai amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan demi meraih kesempurnaan ibadah.
Menyegerakan Berbuka
Salah satu bentuk kasih sayang Allah dalam syariat puasa adalah anjuran untuk tidak menunda-nunda waktu berbuka. Begitu kumandang azan Magrib terdengar, seorang mukmin disunahkan untuk segera membatalkan puasanya. Hal ini mencerminkan ketaatan terhadap waktu yang telah ditetapkan.
Rasulullah saw. juga memberikan teladan spesifik mengenai menu berbuka: mendahulukan buah kurma dalam jumlah ganjil. Kurma memiliki kandungan nutrisi yang mampu mengembalikan energi tubuh dengan cepat. Namun, jika kurma sulit ditemukan, membatalkan puasa dengan air putih atau hidangan manis lainnya sudah cukup untuk menjalankan sunah ini. Prinsip utamanya adalah kesegeraan dan kesederhanaan, agar tubuh kembali bugar untuk melaksanakan ibadah berikutnya.
Menjaga Lisan Dalam Berbicara
Puasa tidak hanya melibatkan pengendalian perut, tetapi juga pengendalian lidah. Menjaga ucapan merupakan amalan sunah yang krusial namun sering kali dianggap remeh. Di bulan yang suci ini, umat Islam diingatkan untuk menjauhi perkataan yang tidak bermanfaat (laghu), apalagi yang menjurus pada dosa seperti ghibah (menggunjing), fitnah, atau berbohong.
Seringkali, pahala puasa seseorang bisa berkurang atau bahkan hilang—hanya menyisakan lapar dan haus—akibat lisan yang tidak terjaga. Dengan menjaga lisan, hanya berbicara hal-hal yang baik, seorang muslim dapat menjaga kualitas spiritual puasanya agar tetap murni di mata Allah Swt.
Memperbanyak Sedekah
Pada bulan ramadan iumat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah kepada sesama, melampaui kebiasaan di bulan-bulan lainnya. Salah satu amalan yang paling istimewa adalah menyediakan makanan atau minuman bagi orang yang berpuasa (ifthar).
Orang yang memberi makan orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala si penerima sedikit pun. Amalan ini memupuk rasa empati dan solidaritas sosial, mengingatkan kita bahwa keberkahan rezeki yang kita miliki akan bertambah saat dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.
I’tikaf
I’tikaf adalah kegiatan berdiam diri di masjid dengan niat murni untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Selama ber-I’tikaf, seorang hamba menjauhkan diri dari hiruk-pikuk duniawi untuk fokus pada zikir, muhasabah (introspeksi diri), salat malam, dan doa.
Meskipun idealnya dilakukan selama sebulan penuh saat ramadan, prioritas utama I’tikaf terletak pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Periode ini merupakan waktu yang sangat dinantikan karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar—malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dengan ber-I’tikaf, peluang seseorang untuk mendapatkan kemuliaan malam tersebut menjadi jauh lebih besar.
Membaca Al-Qur'an
Ramadan adalah Syahrul Qur'an atau bulannya Al-Qur'an. Oleh karena itu, berinteraksi dengan kitab suci melalui bacaan, tadarus, hingga pengkajian maknanya menjadi amalan yang sangat ditekankan. Mengkhatamkan Al-Qur'an minimal sekali selama bulan Ramadan adalah target yang sangat baik bagi setiap muslim.
Setiap huruf yang dibaca dijanjikan pahala yang berlipat ganda. Semakin sering seseorang mengulang bacaannya atau semakin banyak ia mengkhatamkannya, semakin besar pula ketenangan jiwa dan keberkahan yang ia peroleh. Al-Qur'an akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat kelak.
Seluruh amalan sunah ini—mulai dari menyegerakan berbuka hingga memperbanyak tadarus—bukanlah sekadar beban tambahan, melainkan sarana untuk meraih derajat takwa. Mari kita optimalkan ibadah ramadan dengan menjalankan sunah-sunah ini secara konsisten, sehingga kita tidak hanya mendapatkan pahala secara kuantitas, tetapi juga mengalami peningkatan kualitas batin yang lebih bersih dan dekat dengan Sang Pencipta.
Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id/
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
Artikel Lainnya
FIDYAH: Pengertian, Dasar Hukum, dan Cara Menunaikannya
Keutamaan Menunaikan Zakat Fitrah di Hari Jumat: Menggabungkan Dua Kemuliaan dalam Satu Ibadah
Lupa Niat Puasa Ramadan, Bagaimana Hukumnya?
Tips Sehat Berbuka Puasa
Zakat E-Wallet: Cara Mudah Menunaikan Zakat Fitrah dengan Dompet Digital
Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Istri, dan Anak

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS

