WhatsApp Icon

Tips Sehat Berbuka Puasa

20/02/2026  |  Penulis: Ummi Kiftiyah

Bagikan:URL telah tercopy
Tips Sehat Berbuka Puasa

Tips Sehat Berbuka Puasa

Bulan Ramadan adalah momen yang dinanti untuk pembersihan diri, baik secara spiritual maupun fisik. Namun, seringkali kita terjebak dalam euforia "balas dendam" saat waktu berbuka tiba. Meja makan dipenuhi gorengan, minuman manis bersantan, dan porsi makan besar yang disantap sekaligus. Padahal, cara berbuka yang salah justru bisa memicu masalah kesehatan seperti gangguan pencernaan, rasa lemas, hingga kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

Mengacu pada beberapa panduan medis, berikut adalah langkah-langkah esensial dalam menerapkan pola berbuka puasa yang sehat dan benar agar tubuh tetap produktif sepanjang hari.

Keutamaan Menyegerakan Berbuka

Secara medis, tubuh yang telah berpuasa selama belasan jam mengalami penurunan kadar gula darah (glukosa) yang signifikan. Menyegerakan berbuka bukan sekadar mengikuti anjuran ibadah, tetapi juga langkah krusial untuk mencegah tubuh jatuh ke kondisi lemas yang ekstrem atau dehidrasi lebih lanjut. Begitu azan berkumandangan, segera hidrasi tubuh Anda.

Memulai dengan Manis yang Alami

Salah satu kesalahan umum adalah langsung mengonsumsi minuman dingin dengan pemanis buatan yang tinggi. Artikel kesehatan menyarankan untuk memulai dengan pemanis alami. Kurma adalah pilihan terbaik karena mengandung serat dan gula alami yang mudah diserap tubuh tanpa menyebabkan lonjakan insulin secara drastis. Jika tidak ada kurma, buah-buahan segar atau jus buah tanpa gula tambahan bisa menjadi alternatif untuk mengembalikan energi secara bertahap.

Hidrasi yang Tepat: Air Putih adalah Kunci

Meskipun takjil manis menggoda, air putih tetap menjadi sumber hidrasi utama. Hindari minuman berkafein seperti kopi atau teh yang terlalu pekat saat berbuka, karena sifat diuretiknya dapat memicu frekuensi buang air kecil lebih sering dan berisiko membuat Anda dehidrasi di malam hari. Pastikan Anda memenuhi kuota 8 gelas air per hari dengan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur).

Strategi Makan Bertahap

Lambung kita butuh waktu untuk "bangun" kembali setelah beristirahat seharian. Mengisi perut dengan porsi besar secara tiba-tiba dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung atau begah.

Berbukalah dengan takjil ringan terlebih dahulu, kemudian berikan jeda waktu (misalnya setelah menunaikan salat Magrib) sebelum masuk ke menu makan besar. Jeda ini memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk memproduksi enzim-enzim yang diperlukan.

Memilih Komposisi Nutrisi Seimbang

Saat masuk ke sesi makan besar, pastikan piring Anda mencakup nutrisi makro yang seimbang:

1. Karbohidrat Kompleks: Nasi merah, gandum, atau umbi-umbian untuk energi yang tahan lama.
2. Protein Tinggi: Dada ayam, ikan, atau protein nabati seperti tempe dan tahu.
3. Serat: Sayur-sayuran hijau yang membantu melancarkan sistem pembuangan.

Gorengan memang menjadi primadona meja buka puasa di Indonesia. Namun, secara medis, makanan berminyak tinggi lemak jenuh sulit dicerna dan dapat menghambat proses pengosongan lambung. Hal inilah yang sering membuat kita merasa cepat mengantuk dan malas melakukan aktivitas ibadah di malam hari seperti salat Tarawih.

Berpuasa seharusnya menjadi ajang detoksifikasi bagi tubuh. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas—mulai dari memilih manis yang alami, makan secara bertahap, hingga membatasi lemak jenuh—kita tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga menjaga amanah berupa kesehatan tubuh. Ingatlah prinsip "berhenti makan sebelum kenyang" agar tubuh tetap terasa ringan dan bugar.

Mari optimalkan ibadah puasa ramadan kita dengan senantiasa menjaga kesehatan tubuh, dimulai dari memperbaiki pola makan kita saat berbuka puasa. Semoga dengan upaya itu kita bisa semakin sehat dan semangat beribadah untuk meraih ridlo-Nya.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#RamadanPenuhBerkah

#TipsSehatBerbukaPuasa

#TipsKesehatanRamadan

#KeutamaanRamadan

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat