Tata Cara Salat Sunnah Lailatul Qadar
16/03/2026 | Penulis: Kifti
Tata Cara Salat Sunnah Lailatul Qadar
Ramadan akan memasuki fase puncaknya, yaitu sepuluh malam terakhir. Di fase ini, setiap Muslim berlomba-lomba meningkatkan intensitas ibadahnya demi meraih kemuliaan Lailatul Qadar—malam yang dalam Al-Qur’an disebut lebih baik dari seribu bulan. Salah satu amalan spesifik yang dianjurkan oleh para ulama untuk mengisi malam-malam penuh ampunan ini adalah dengan melaksanakan Salat Sunnah Lailatul Qadar.
Meskipun Lailatul Qadar adalah rahasia Allah SWT, menghidupkan malam-malam ganjil dengan salat sunnah merupakan ikhtiar batin agar kita terpilih menjadi hamba yang mendapatkan limpahan rahmat-Nya. Berikut adalah panduan lengkap mengenai waktu, niat, dan tata cara pelaksanaannya merujuk pada tradisi keilmuan Islam.
Sebelum membahas teknis pelaksanaan, penting bagi kita untuk memahami esensi di baliknya. Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."
(HR. Bukhari).
Salat sunnah ini menjadi sarana "komunikasi" paling intim antara hamba dengan Sang Pencipta. Di saat dunia terlelap, seorang Muslim bersujud, mengakui kelemahan diri, dan memohon keberkahan umur yang setara dengan 83 tahun ibadah tanpa henti.
Sesuai dengan petunjuk dalam kitab-kitab fikih, salat ini dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadan, khususnya di sepuluh malam terakhir. Waktu terbaik adalah setelah melaksanakan salat Isya dan Tarawih. Sebagian ulama menyarankan untuk melaksanakannya di sepertiga malam terakhir (sekitar pukul 02.00 dini hari) bersamaan dengan salat Tahajud, agar suasana lebih khusyuk dan sunyi.
Tata Cara Salat Sunnah Lailatul Qadar
Salat ini dapat dilakukan sebanyak dua rakaat (satu kali salam) atau empat rakaat (dua kali salam atau satu kali salam tanpa tasyahud awal). Berikut adalah urutan pelaksanaannya:
1. Niat
Niat merupakan rukun terpenting. Niat dilakukan di dalam hati, namun sunnah dilafalkan untuk memantapkan fokus:
Untuk 2 Rakaat:
Ushalli sunnatal lailatil qadri rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya: "Saya niat salat sunnah Lailatul Qadar dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Untuk 4 Rakaat:
Ushalli sunnatal lailatil qadri arba’a raka’atin lillahi ta’ala.
Artinya: "Saya niat salat sunnah Lailatul Qadar empat rakaat karena Allah Ta'ala."
2. Bacaan Surat pada Tiap Rakaat
Berdasarkan anjuran dalam kitab Durratun Nasihin, terdapat kombinasi surat yang disunnahkan dibaca setelah Al-Fatihah agar mendapatkan fadhilah yang sempurna:
Membaca Surat Al-Fatihah (1 kali).
Membaca Surat Al-Ikhlas (7 kali).
Kombinasi ini diulang pada setiap rakaat, baik rakaat pertama, kedua, hingga keempat.
3. Gerakan Salat
Gerakan salat dilakukan seperti salat sunnah pada umumnya, mulai dari Takbiratul Ihram, Ruku, I’tidal, Sujud, hingga diakhiri dengan Salam. Jika melakukan empat rakaat sekaligus, menurut sebagian referensi, tidak perlu duduk tasyahud awal, langsung berdiri setelah sujud kedua pada rakaat kedua.
Doa Setelah Salat: Memohon Ampunan yang Tak Terbatas
Kekuatan salat sunnah ini terletak pada doa yang dipanjatkan setelah salam. Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang sangat singkat namun mencakup segala kebutuhan manusia di akhirat:
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni."
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku."
Sangat dianjurkan pula untuk memperbanyak istighfar sebanyak 70 kali setelah salam:
"Astaghfirullaha wa atubu ilaih".
Konon, siapa pun yang membaca istighfar ini setelah salat Lailatul Qadar, Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta dosa kedua orang tuanya sebelum ia beranjak dari tempat duduknya.
Salat Sunnah Lailatul Qadar bukanlah sebuah "ritual ajaib" yang dilakukan sekali lalu selesai. Para ulama menekankan pentingnya istiqamah. Jika kita mengerjakannya setiap malam di sepuluh hari terakhir, maka secara matematis kita dipastikan akan "bertemu" dengan malam mulia tersebut dalam keadaan sedang bersujud.
Mari kita jadikan sisa Ramadan ini sebagai momentum transformasi diri. Jangan biarkan malam-malam sunyi berlalu tanpa bekas. Dengan dahi yang menempel di sajadah, mari kita ketuk pintu langit, memohon agar sisa usia kita diberkahi dan dosa-dosa kita dilebur dalam samudera ampunan-Nya.
Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah online dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah
atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
#Ramadan2026
#CaraShalatLailatulQadar
#BayarFidyahJogja
#BayarZakatJogja
#AmalanUtamaRamadan
Artikel Lainnya
Panduan Perhitungan Kafarat: Memberi Makan 60 Orang Miskin (Edisi Kota Yogyakarta)
Dari Kelaparan Menuju Kemandirian: Kisah Mustahik Fidyah yang Bangkit
Mengapa Zakat Mal Lebih Penting daripada Sedekah Biasa?
Harta yang Disimpan Menjadi Beban, Dan yang Dizakatkan Menjadi Penolong
Doa Agar Konsisten Dalam Beribadah
Hanya 2,5%, Tapi Bagi Mereka Itu Adalah Nafas untuk Bertahan Hidup
Tips agar Konsisten Beribadah Selama Ramadhan
Kisah Haru Seorang Nenek yang Bertahan Hidup dari Fidyah Ramadhan
Cerita Zakat dan Fidyah: Bagaimana Bantuan Umat Mengubah Kehidupan Keluarga Miskin
Hati-hati! Membayar Zakat ke Sembarang Orang Bisa Membuat Ibadahmu Tidak Sah
Jangan Menunggu Kaya untuk Berzakat, Berzakatlah agar Kamu “Kaya”
Tips Mengatur Gaji UMR Tetap Bisa Nabung dan Zakat Mal
Cara Hitung Zakat Profesi Cuma Pakai Kalkulator HP
Self-Reward Boleh, Tapi Jangan Lupa Sisihkan Buat Zakat Ya!
Rezeki Seret? Bisa Jadi Akibat Kurang Zakat

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.
Lihat Daftar Rekening →
