WhatsApp Icon

Waktu, Ciri-Ciri, dan Keutamaan Lailatul Qadar

16/03/2026  |  Penulis: Kifti

Bagikan:URL telah tercopy
Waktu, Ciri-Ciri, dan Keutamaan Lailatul Qadar

Waktu, Ciri-Ciri, dan Keutamaan Lailatul Qadar

Bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan, namun di dalamnya terdapat satu permata yang paling dicari oleh setiap Muslim: Lailatul Qadar. Malam ini bukan sekadar fenomena alam atau sekadar tradisi, melainkan sebuah momentum spiritual yang nilainya setara dengan seribu bulan. Al-Qur’an dan Hadis telah memberikan banyak petunjuk mengenai malam kemuliaan ini, yang meskipun waktunya dirahasiakan, namun tanda-tandanya dapat dirasakan bagi mereka yang sungguh-sungguh mencari.

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: Kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi? Merujuk pada literatur keislaman, Allah SWT sengaja merahasiakan waktu pastinya. Hikmah di balik kerahasiaan ini adalah agar umat Islam tetap menjaga konsistensi ibadahnya di sepanjang bulan Ramadan, terutama di sepuluh malam terakhir, bukan hanya terpaku pada satu malam saja.

Rasulullah SAW memberikan petunjuk melalui sabdanya:

"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan."
(HR. Bukhari).

Meski demikian, banyak ulama berpendapat bahwa potensi terbesar jatuhnya malam mulia ini adalah pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Bahkan, Imam Syafi’i cenderung berpendapat bahwa di Indonesia, Lailatul Qadar sering kali jatuh pada malam ke-21 atau ke-23 Ramadan.

Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Riwayat

Meskipun tanggal pastinya adalah rahasia Ilahi, Rasulullah SAW memberikan beberapa "clue" atau ciri-ciri alam yang menyertai kehadiran Lailatul Qadar. Tanda-tanda ini berfungsi sebagai penguat hati bagi mereka yang telah beribadah dengan gigih.

1. Suasana Alam yang Tenang dan Sejuk

Berdasarkan hadis riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW mendeskripsikan Lailatul Qadar sebagai malam yang penuh kemudahan, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin. Udara terasa sangat nyaman, memberikan ketenangan batin yang luar biasa bagi siapa pun yang sedang bersujud kepada-Nya.

2. Matahari di Pagi Hari yang Redup

Salah satu tanda yang paling masyhur adalah penampakan matahari pada keesokan harinya. Dalam hadis riwayat Muslim, disebutkan bahwa matahari terbit dengan sinar yang putih dan tidak menyilaukan (redup). Hal ini dikarenakan banyaknya malaikat yang naik kembali ke langit setelah turun ke bumi pada malam tersebut, sehingga sayap-sayap mereka menghalangi tajamnya sinar matahari.

3. Ketentraman Hati (Sakinah)

Secara spiritual, mereka yang beribadah pada malam tersebut akan merasakan kedamaian yang mendalam. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Qadr: “Salamun hiya hatta mathla’il fajr” (Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar). Rasa damai ini adalah manifestasi dari kehadiran para malaikat yang memenuhi bumi.

Sepuluh malam terakhir Ramadan disebut sebagai Itqun minan-nar (pembebasan dari api neraka). Pada fase ini, Rasulullah SAW biasanya meningkatkan intensitas ibadahnya melebihi hari-hari sebelumnya. Beliau melakukan i’tikaf di masjid, menghidupkan malam dengan salat, zikir, dan tilawah Al-Qur’an.

Bagi kita, sepuluh hari terakhir adalah babak final. Ibarat seorang pelari yang mendekati garis finis, ia harus mengerahkan seluruh tenaga yang tersisa. Lailatul Qadar adalah hadiah bagi mereka yang bertahan dalam keletihan ibadah dan kejujuran dalam bertaubat.

Mengacu pada anjuran para ulama, ada beberapa amalan yang sangat ditekankan untuk mengisi malam-malam potensial tersebut:

Salat Fardu Berjamaah: Setidaknya, jangan tinggalkan salat Isya dan Subuh berjamaah. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa siapa yang salat Isya berjamaah, ia seolah telah menghidupkan separuh malam, dan siapa yang salat Subuh berjamaah, ia seolah menghidupkan seluruh malam.

Memperbanyak Doa Ampunan: Doa yang paling dianjurkan adalah:
"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni"
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).

Sedekah: Sedekah pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai yang sangat fantastis karena dilipatgandakan seolah-olah kita bersedekah terus-menerus selama 83 tahun.

Membaca Al-Qur’an: Mengingat Al-Qur’an diturunkan pada malam ini, berinteraksi dengan ayat-ayat suci adalah cara terbaik untuk menyambut "hari ulang tahun" turunnya wahyu tersebut.

Penting untuk diingat bahwa mengetahui ciri-ciri Lailatul Qadar bukanlah tujuan utama. Tujuan utamanya adalah mendapatkan rida Allah dan pengampunan-Nya. Jangan sampai kita terlalu sibuk memperhatikan cuaca atau arah angin sehingga justru melupakan kekhusyukan dalam berdoa.

Lailatul Qadar adalah rahasia keindahan antara hamba dan Pencipta-Nya. Siapa pun yang beribadah dengan tulus di malam-malam terakhir Ramadan, ia tetap akan mendapatkan pahala yang besar, terlepas dari apakah ia menyadari tanda-tanda alam tersebut atau tidak. Mari kita kencangkan ikat pinggang, perbanyak sujud, dan ketuk pintu langit dengan doa-doa terbaik kita.

Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah online dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#Ramadan2026
#WaktuCiriCiriLailatulQadar
#BayarFidyahJogja
#BayarZakatJogja
#AmalanUtamaRamadan

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →