WhatsApp Icon

3 Waktu Mustajab Untuk Berdo’a di Bulan Ramadan

20/02/2026  |  Penulis: Ummi Kiftiyah

Bagikan:URL telah tercopy
3 Waktu Mustajab Untuk Berdo’a di Bulan Ramadan

3 Waktu Mustajab Untuk Berdo’a di Bulan Ramadan

Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Bagi umat Islam, bulan ini adalah anugerah agung, sebuah ruang waktu di mana langit seolah membuka pintunya lebar-lebar untuk menerima rintihan dan harapan hamba-Nya. Di bulan yang penuh ampunan ini, setiap detik membawa potensi pahala yang melimpah, dan setiap kata yang terucap dalam doa memiliki peluang besar untuk diijabah oleh Allah SWT.

Namun, di tengah kesibukan menjalani aktivitas harian saat berpuasa, sering kali kita melewatkan momen-momen emas yang secara khusus disebut dalam literatur Islam sebagai waktu mustajab. Sobat Wahdatuna, memahami kapan waktu terbaik untuk mengetuk "pintu langit" adalah kunci agar Ramadan kita tidak berlalu sia-sia. Mengutip panduan spiritual yang ada, berikut adalah tiga waktu utama yang harus kita manfaatkan secara maksimal sepanjang bulan Ramadan.

Sepanjang Durasi Berpuasa

Banyak yang tidak menyadari bahwa status "mustajab" doa melekat pada diri seorang mukmin selama ia masih dalam keadaan berpuasa. Secara fisik, saat perut sedang lapar-laparnya dan tenggorokan terasa kering, di situlah letak ujian keikhlasan. Justru dalam kondisi lemah secara fisik itulah, kekuatan spiritual kita berada di puncaknya.

Rasulullah SAW memberikan jaminan melalui sabdanya dalam hadis riwayat Ahmad: “Tiga orang yang doanya tidak tertolak adalah: doa orang berpuasa sampai ia berbuka; pemimpin yang adil; dan orang yang dizalimi.” Hadis ini menegaskan bahwa dari fajar hingga senja, lisan kita seharusnya tidak hanya kering karena menahan haus, tetapi basah dengan zikir dan permohonan. Setiap urusan dunia maupun akhirat yang kita minta di sela-sela aktivitas puasa memiliki jalur khusus untuk dikabulkan.

Waktu Sahur

Sahur sering kali dianggap hanya sebagai kegiatan makan dini hari agar kuat berpuasa. Padahal, waktu sahur yang merentang dari tengah malam hingga menjelang subuh adalah waktu yang sangat sakral. Di saat sebagian besar manusia terlelap dalam mimpi, Allah SWT menjanjikan pengabulan doa bagi mereka yang bangun untuk bersahur dan beribadah.

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah menjanjikan: “Siapa saja yang berdoa akan Aku kabulkan; siapa saja yang memohon ampunan niscaya akan Aku ampuni. Siapa yang meminta, maka akan Kuberi.” Kedahsyatan waktu ini diperkuat oleh Ibnu Hajar dalam kitab Fath Al-Bari yang menyatakan bahwa doa dan istighfar di waktu sahur sangat mudah dikabulkan. Oleh karena itu, jangan habiskan waktu sahur hanya untuk menyantap hidangan; luangkanlah setidaknya 5–10 menit untuk bersujud dan memohon ampunan.

Detik-Detik Menjelang Berbuka

Momen berbuka adalah saat yang paling dinantikan secara emosional. Menariknya, tepat di waktu senja sebelum suapan pertama masuk ke mulut, itulah salah satu waktu paling mustajab. Mengapa demikian? Penjelasan dalam Tuhfah Al-Ahwadzi menyebutkan bahwa doa pada waktu berbuka sangat mudah dikabulkan karena pada saat itu seorang hamba telah menyelesaikan ibadah puasa dengan penuh rasa tunduk, rendah hati, dan berserah diri kepada Allah.

Kondisi psikologis yang penuh rasa syukur dan ketundukan inilah yang menjadi "pelicin" dikabulkannya doa. Sebelum membatalkan puasa, ambillah waktu sejenak untuk berdoa dengan sungguh-sungguh, karena itu adalah momen di mana pengabdian kita selama seharian penuh baru saja tuntas.

Keberkahan Ramadan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dijemput dengan kesadaran penuh. Dengan memanfaatkan waktu berpuasa, keheningan sahur, dan syahdunya waktu berbuka, kita sedang membangun jembatan yang kuat menuju rida Allah. Semoga Ramadan kali ini menjadi momentum bagi kita semua untuk melihat doa-doa yang selama ini kita simpan, satu per satu mulai dikabulkan oleh-Nya.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#RamadanPenuhBerkah

#WaktuMustajabRamadan

#KeutamaanRamadan

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat