WhatsApp Icon

5 Kesalahan Saat Berbuka Puasa yang Sering Dilakukan

16/03/2026  |  Penulis: Kifti

Bagikan:URL telah tercopy
5 Kesalahan Saat Berbuka Puasa yang Sering Dilakukan

5 Kesalahan Saat Berbuka Puasa yang Sering Dilakukan

Setelah menahan lapar dan dahaga selama kurang lebih 13 jam, momen berbuka puasa sering kali menjadi ajang "pemuasan nafsu" bagi banyak orang. Namun, tanpa disadari, kebiasaan yang kita anggap lumrah saat berbuka justru bisa menjadi bumerang bagi kesehatan. Alih-alih mendapatkan tubuh yang bugar setelah detoksifikasi alami saat berpuasa, kita justru sering merasa lemas, mengantuk, atau mengalami gangguan pencernaan.

Berdasarkan tinjauan kesehatan, ada beberapa kesalahan fatal yang sering dilakukan masyarakat saat berbuka puasa. Berikut adalah ulasan lengkapnya agar Anda bisa menjalankan sisa Ramadan dengan lebih sehat.

Berbuka dengan Porsi yang Terlalu Besar (Balas Dendam)

Kesalahan paling umum adalah makan secara berlebihan dalam satu waktu. Saat perut kosong seharian, sistem pencernaan kita berada dalam kondisi "istirahat". Memaksanya bekerja keras secara mendadak dengan porsi besar akan menyebabkan lambung terkejut.

Dampaknya: Perut akan terasa begah, kembung, dan sesak. Selain itu, makan berlebihan memicu kantuk yang hebat karena aliran darah terfokus ke saluran pencernaan, sehingga Anda akan kesulitan menjalankan ibadah shalat Maghrib dan Tarawih dengan khusyuk.

Mengonsumsi Minuman Es secara Berlebihan

Sangat menggoda memang membayangkan segelas es teh manis atau es buah saat adzan berkumandang. Namun, meminum air es sebagai pembuka sangat tidak disarankan. Suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan kontraksi pada otot lambung dan menghambat proses pencernaan.

Solusinya: Mulailah dengan air putih suhu ruang atau air hangat. Air hangat membantu melancarkan aliran darah dan menenangkan lambung yang kosong sebelum menerima makanan lain.

Terlalu Banyak Makanan Manis dan Gorengan

Semboyan "Berbukalah dengan yang Manis" sering kali disalahartikan dengan mengonsumsi gula berlebih. Kolak dengan santan kental, sirup, hingga aneka gorengan yang tinggi lemak jenuh adalah menu yang paling sering menghiasi meja makan.

Gula berlebih menyebabkan lonjakan insulin secara mendadak yang kemudian diikuti dengan penurunan kadar gula darah yang cepat, membuat Anda merasa cepat lemas kembali. Sementara itu, gorengan mengandung lemak trans yang sulit dicerna dan dapat memicu naiknya asam lambung (GERD).

Melewatkan Sahur atau Makan Terlalu Sedikit saat Sahur

Banyak orang merasa bahwa jika mereka berbuka dengan banyak makanan, mereka tidak perlu sahur terlalu serius. Ini adalah kesalahan besar. Puasa yang sehat sangat bergantung pada cadangan energi yang didapat dari sahur.

Tanpa sahur yang bergizi (terutama serat dan protein), tubuh akan mengalami dehidrasi dan lemas lebih cepat di siang hari. Melewatkan sahur juga memicu rasa lapar yang sangat ekstrem saat berbuka, yang akhirnya berujung pada kesalahan nomor satu: makan berlebihan secara balas dendam.

Makan Terlalu Cepat

Karena rasa lapar yang tak terbendung, kita sering kali mengunyah makanan dengan terburu-buru. Padahal, otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memberikan sinyal "kenyang" ke seluruh tubuh.

Risikonya: Saat makan terlalu cepat, Anda cenderung mengonsumsi kalori jauh lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan tubuh karena sinyal kenyang tersebut terlambat sampai ke otak. Selain itu, makanan yang tidak dikunyah dengan sempurna akan memperberat kerja usus.

Panduan Berbuka yang Sehat dan Benar

Agar manfaat puasa Ramadan terasa maksimal bagi fisik dan psikis, berikut adalah tips pola berbuka yang sehat dan aman:

Bertahap adalah Kunci: Awali dengan air putih dan 1-3 butir kurma. Berikan jeda sekitar 15-20 menit (setelah shalat Maghrib) sebelum beralih ke makanan berat.

Perhatikan Nutrisi: Pastikan piring makan Anda mengandung karbohidrat kompleks (nasi merah/gandum), protein (ayam/ikan/tempe), dan serat yang cukup dari sayur-sayuran.

Kurangi Minyak dan Gula: Hindari penggunaan santan berlebih dan gorengan setiap hari. Sesekali diperbolehkan, namun jangan dijadikan menu utama harian.

Cukup Cairan: Gunakan pola minum 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur) untuk menjaga hidrasi tanpa membuat perut kembung.

Puasa adalah proses penyembuhan bagi tubuh. Sangat disayangkan jika proses yang sudah berjalan baik selama belasan jam rusak hanya karena pola berbuka yang salah dalam hitungan menit. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, Anda tidak hanya mendapatkan pahala ibadah, tetapi juga tubuh yang lebih sehat dan ringan untuk beraktivitas.

Selalu ingat bahwa esensi Ramadan adalah pengendalian diri, termasuk mengendalikan nafsu makan saat berbuka tiba.

Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara online dengan penyaluran amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#RamadanPenuhBerkah
#KesalahanSaatBerbukaPuasa
#TipsBerbukaPuasa
#BayarZakatJogja
#AmalanUtamaRamadan

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →