Amalan Utama di 10 Hari Kedua Bulan Ramadan
25/02/2026 | Penulis: Ummi Kiftiyah
Amalan Utama di 10 Hari Kedua Bulan Ramadan
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keistimewaan, yang oleh Rasulullah SAW dibagi menjadi tiga fase utama. Fase pertama adalah sepuluh hari awal yang penuh rahmat (rahmah), fase kedua adalah sepuluh hari pertengahan yang berisi ampunan (maghfirah), dan fase ketiga adalah sepuluh hari terakhir sebagai pembebasan dari api neraka (itqun minan nar).
Saat ini, kita memasuki fase kedua, yakni hari ke-11 hingga ke-20 Ramadan. Masa ini sering kali menjadi titik krusial di mana semangat beribadah mulai menurun dibandingkan pekan pertama. Padahal, pada fase inilah pintu ampunan Allah SWT dibuka selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat.
Merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda:
“Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.”
Setelah melewati sepuluh hari pertama dengan beradaptasi dan mengejar rahmat Allah, fase kedua ini menjadi kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk "mencuci dosa". Allah SWT Maha Pengampun, dan Dia sangat menyukai hamba-Nya yang mengakui kesalahan serta memohon ampunan-Nya dengan tulus.
Untuk meraih predikat hamba yang diampuni, ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk diperkuat di fase pertengahan Ramadan ini:
1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Amalan utama di fase maghfirah tentu saja adalah beristighfar. Memohon ampunan tidak hanya dilakukan setelah salat, tetapi di setiap waktu senggang. Taubat yang sungguh-sungguh (taubatan nasuha) disertai janji untuk tidak mengulangi kemaksiatan akan mengantarkan kita pada kesucian hati.
2. Menjaga Salat Berjamaah dan Salat Sunnah
Jangan biarkan saf di masjid mulai maju atau berkurang. Menjaga salat fardu berjamaah dan menambahnya dengan salat sunnah Rawatib, Duha, serta Tahajud akan mempererat hubungan kita dengan Sang Pencipta. Salat malam (Qiyamul Lail) memiliki kedudukan istimewa dalam menghapus dosa.
3. Memperbanyak Sedekah
Ramadan adalah bulan kedermawanan. Sedekah tidak hanya membantu sesama yang membutuhkan, tetapi juga berfungsi sebagai penghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Di sepuluh hari kedua ini, konsistensi dalam berbagi menjadi pembuktian iman kita.
4. Tadarus Al-Qur'an
Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadan. Membaca, mentadabburi (merenungi makna), dan mengamalkan isi Al-Qur'an adalah cahaya bagi hati. Pada fase pertengahan ini, cobalah untuk meningkatkan kualitas bacaan atau menambah target hafalan agar interaksi dengan kalamullah semakin intens.
5. Berdoa dengan Doa Maghfirah
Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dipanjatkan pada 10 hari kedua Ramadan adalah:
“Allahummaghfirli dzunubi ya robbal 'alamin.”
(Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, wahai Tuhan semesta alam).
Tantangan terbesar di 10 hari kedua adalah rasa jenuh dan kesibukan duniawi yang mulai meningkat, seperti persiapan mudik atau belanja kebutuhan Idul Fitri. Jika tidak waspada, kita bisa kehilangan momentum maghfirah ini.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 133:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak menunda-nunda dalam mencari ampunan. Jangan sampai waktu kita habis hanya untuk urusan fisik dan materi, sementara ruhani kita haus akan ampunan Allah.
Sepuluh hari kedua Ramadan adalah jembatan menuju sepuluh hari terakhir yang penuh kemuliaan (Lailatul Qadar). Tanpa ampunan di fase kedua, akan sulit bagi kita untuk meraih kemuliaan di fase penutup.
Mari kita jadikan setiap detik di hari ke-11 hingga ke-20 ini sebagai sarana untuk bersimpuh di hadapan Allah, mengakui segala khilaf, dan memohon agar nama kita tercatat sebagai golongan orang-orang yang beruntung yang mendapatkan ampunan-Nya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan mempertemukan kita dengan hari kemenangan dalam keadaan suci dari dosa. Amin ya Rabbal Alamin.
Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah
atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
#RamadanPenuhBerkah
#Amalan10HariKeduaRamadan
#AmalanUtamaRamadan
#KeutamaanRamadan
Artikel Lainnya
5 Cara Efektif Mengatasi Lemas Saat Berpuasa
Mengapa Marah Bisa Menghapus Pahala Puasa?
Jangan Menunggu Kaya untuk Berzakat, Berzakatlah agar Kamu “Kaya”
Self-Reward Boleh, Tapi Jangan Lupa Sisihkan Buat Zakat Ya!
Dari Kelaparan Menuju Kemandirian: Kisah Mustahik Fidyah yang Bangkit
Cerita Zakat dan Fidyah: Bagaimana Bantuan Umat Mengubah Kehidupan Keluarga Miskin
Panduan Perhitungan Kafarat: Memberi Makan 60 Orang Miskin (Edisi Kota Yogyakarta)
Kisah Haru Seorang Nenek yang Bertahan Hidup dari Fidyah Ramadhan
Zakat Mal di Bulan Ramadan, Mengapa Pahalanya Berlipat Ganda?
Hati-hati! Membayar Zakat ke Sembarang Orang Bisa Membuat Ibadahmu Tidak Sah
5 Tips Kelola Emosi Saat Puasa
Hanya 2,5%, Tapi Bagi Mereka Itu Adalah Nafas untuk Bertahan Hidup
Rezeki Seret? Bisa Jadi Akibat Kurang Zakat
Doa Agar Konsisten Dalam Beribadah
Tips Mengatur Gaji UMR Tetap Bisa Nabung dan Zakat Mal

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.
Lihat Daftar Rekening →
