WhatsApp Icon

Berkah Zakat di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

16/03/2026  |  Penulis: Saffa

Bagikan:URL telah tercopy
Berkah Zakat di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Berkah Zakat di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama manusia. Ramadhan juga menjadi momentum bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal kebaikan, karena pahala yang diberikan Allah pada bulan ini dilipatgandakan. Salah satu amalan yang memiliki nilai keutamaan besar di bulan Ramadhan adalah menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah.

Di antara seluruh hari dalam bulan Ramadhan, sepuluh hari terakhir memiliki keistimewaan yang sangat besar. Rasulullah SAW mencontohkan kepada umatnya untuk meningkatkan kualitas ibadah pada periode ini. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW memperbanyak shalat malam, memperbanyak doa, serta meningkatkan amal kebaikan. Bahkan beliau juga membangunkan keluarganya untuk bersama-sama menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah.

Salah satu keutamaan utama dari sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar. Allah SWT menjelaskan dalam Surah Al-Qadr bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar. Keutamaan ini membuat umat Islam berlomba-lomba melakukan berbagai amal kebaikan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, termasuk menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah.

Zakat yang ditunaikan pada bulan Ramadhan, khususnya pada sepuluh hari terakhir, memiliki nilai spiritual yang sangat besar. Selain sebagai kewajiban bagi mereka yang telah memenuhi syarat nisab dan haul, zakat juga menjadi sarana untuk membersihkan harta dan jiwa sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 103. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan dan menyucikan harta sekaligus mendekatkan seseorang kepada Allah SWT.

Memberikan zakat pada waktu yang penuh keberkahan dapat memperkuat makna ibadah tersebut. Harta yang dikeluarkan tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Dengan berbagi kepada sesama, seseorang belajar bahwa rezeki yang dimiliki tidak sepenuhnya milik pribadi, melainkan terdapat hak orang lain di dalamnya.

Selain itu, sepuluh hari terakhir Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah. Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat ketika memasuki bulan Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa berbagi kepada sesama merupakan bagian penting dari ibadah di bulan yang penuh berkah ini.

Di Indonesia, masyarakat dapat menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional serta lembaga daerah seperti BAZNAS Kota Yogyakarta. Melalui lembaga-lembaga ini, zakat yang dihimpun dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Program yang dijalankan dari dana zakat sangat beragam, mulai dari bantuan pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu, layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, bantuan pangan bagi keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, hingga program pemberdayaan ekonomi yang membantu masyarakat membangun usaha kecil. Dengan demikian, zakat tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Sepuluh hari terakhir Ramadhan juga menjadi momen refleksi bagi umat Islam untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperkuat hubungan dengan sesama manusia. Melalui zakat dan sedekah, seseorang dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap kondisi orang lain. Hal ini membantu membangun masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, dan memiliki solidaritas yang kuat.

Selain itu, zakat juga menjadi pengingat bahwa harta yang dimiliki bukanlah milik pribadi sepenuhnya. Dalam setiap harta terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan. Ketika zakat diberikan dengan penuh keikhlasan, hati menjadi lebih tenang dan kehidupan terasa lebih bermakna.

Oleh karena itu, sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan amal kebaikan, termasuk menunaikan zakat. Melalui zakat, umat Islam tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial serta memperbanyak amal yang bernilai di sisi Allah SWT. Dengan memanfaatkan momen penuh berkah ini, setiap Muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#BAZNASKotaYogyakarta
#PerbedaanInfakDanShodaqoh
#Infak
#Shodaqoh
#Sedekah
#AmalKebaikan
#BerbagiKebaikan
#YukInfakDanSedekah

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →