WhatsApp Icon

Do’a Shalat Tarawih dan Artinya

23/02/2026  |  Penulis: Ummi Kiftiyah

Bagikan:URL telah tercopy
Do’a Shalat Tarawih dan Artinya

Do’a Shalat Tarawih dan Artinya

Bulan Ramadhan bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga di siang hari. Keindahannya justru memuncak saat matahari terbenam, ketika umat Muslim menghidupkan malam dengan shalat Tarawih. Namun, ibadah Tarawih terasa kurang lengkap jika kita melewatkan salah satu elemen spiritual terpentingnya: Doa Kamilin.

Banyak dari kita mungkin sudah akrab dengan lantunan doa ini yang dibacakan setelah salam terakhir shalat Tarawih. Namun, apakah kita sudah benar-benar memahami makna, waktu pembacaan, dan kedalaman janji Allah yang tersirat di dalamnya?

Secara harfiah, Kamilin berasal dari kata "Kamil" yang berarti sempurna. Doa ini adalah untaian permohonan yang sangat komprehensif. Merujuk pada literatur yang kerap diulas oleh para ulama , doa ini mencakup seluruh aspek kehidupan seorang mukmin—mulai dari urusan iman, ibadah harian, hingga rincian kenikmatan di akhirat kelak.

Waktu terbaik untuk melafalkan Doa Kamilin adalah setelah rangkaian shalat Tarawih selesai dan sebelum memulai shalat Witir. Secara tradisi, jeda ini digunakan untuk memberikan ruang bagi jiwa untuk beristirahat sejenak (raahah—asal kata Tarawih) sambil memanjatkan doa-doa terbaik sebelum "mengunci" ibadah malam dengan Witir.

Teks Lengkap Doa Kamilin dan Artinya

Berikut adalah teks doa yang bisa Anda baca, baik secara berjamaah di masjid maupun sendirian di rumah:

Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadha-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Doa Kamilin bukan sekadar deretan kata, melainkan visualisasi kehidupan ideal seorang Muslim. Di dalamnya kita meminta iman yang tangguh, karakter yang tidak silau akan dunia (zuhud), hingga detail kenikmatan surga yang membangkitkan kerinduan kepada-Nya.

Membaca doa ini di antara Tarawih dan Witir adalah saat di mana fisik mungkin terasa lelah, namun di situlah kesungguhan kita diuji. Harapan besar untuk menjadi golongan yang diterima amalnya (maqbûlîn) menjadi penutup yang sangat indah bagi perjuangan ibadah di malam hari.

Shalat Tarawih adalah raga dari ibadah malam Ramadhan, sedangkan Doa Kamilin adalah jiwanya. Dengan melafalkan harapan-harapan besar ini setiap malam, kita sedang menanamkan identitas Muslim yang berkualitas dalam diri kita. Semoga setiap malam Ramadhan kita menjadi saksi atas diterimanya doa-doa yang tulus ini.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:

sedekah - infak : https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah,

zakat : https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id/

#RamadanPenuhBerkah

#BacaanTarawih

#TarawihSendiri

#NiatTarawih

#KeutamaanRamadan

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat