WhatsApp Icon

Keistimewaan Ramadan: Pahala Berlipat Ganda

26/02/2026  |  Penulis: Kifti

Bagikan:URL telah tercopy
Keistimewaan Ramadan: Pahala Berlipat Ganda

Keistimewaan Ramadan: Pahala Berlipat Ganda

Bulan Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Bagi umat Islam, bulan ini adalah "madrasah" spiritual dan musim panen pahala yang tidak ditemukan di bulan-bulan lainnya. Ramadan adalah waktu di mana Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya selebar-mungkin.

Salah satu keistimewaan yang paling mencolok dari bulan Ramadan adalah lipat ganda pahala. Jika di bulan biasa satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan, maka di bulan Ramadan, timbangan pahala tersebut melonjak drastis. Amalan sunnah dinilai setara dengan amalan wajib, dan amalan wajib dilipatgandakan hingga tujuh puluh kali lipat.

Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah SAW:

"Setiap amal anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Allah SWT berfirman: 'Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya...'" (HR. Muslim).

Ramadan hadir sebagai pembersih jiwa. Kesempatan untuk mendapatkan maghfirah (ampunan) terbuka luas bagi siapa saja yang menjalankan ibadah dengan penuh keimanan dan ketulusan. Puasa berfungsi sebagai junnah atau perisai—baik perisai dari syahwat di dunia maupun perisai dari api neraka di akhirat.

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Setiap elemen dalam bulan Ramadan mengandung keberkahan. Mulai dari waktu sahur yang disunnahkan, hingga momen berbuka yang penuh kegembiraan. Tidurnya orang yang berpuasa pun dinilai sebagai ibadah karena ia sedang dalam kondisi menjauhi maksiat, meski tentu saja, menghabiskan waktu dengan tadarus Al-Qur'an dan dzikir jauh lebih utama.

Keberkahan ini juga terletak pada adanya Lailatul Qadar, satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Umat Islam didorong untuk memperbanyak iktikaf dan doa, terutama di sepuluh malam terakhir.

Ramadan juga mengasah empati. Dengan merasakan lapar, seorang mukmin diajak untuk peduli pada nasib kaum dhuafa. Inilah mengapa bersedekah dan memberi makan orang yang berbuka (ifthar) menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau memuncak saat bulan Ramadan.

Sangat disayangkan jika bulan yang penuh kemuliaan ini berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas pada kualitas ketakwaan kita. Nabi SAW pernah bersabda bahwa celakalah orang yang menjumpai Ramadan, namun hingga bulan itu berakhir, ia belum juga mendapatkan ampunan dari Allah.

Mari jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum transformasi diri. Bukan hanya menahan lapar secara fisik, tapi juga "memuasakan" lisan dari ghibah dan hati dari sifat iri dengki.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:

https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#RamadanPenuhBerkah

#PahalaRamadan

#AmalanUtamaRamadan

#KeutamaanRamadan

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat