Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
17/03/2026 | Penulis: Kifti
Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Ramadan adalah bulan yang penuh dengan gradasi keberkahan. Jika awal Ramadan disebut sebagai fase rahmat dan pertengahannya adalah fase ampunan (maghfirah), maka sepuluh hari terakhir merupakan fase puncaknya. Inilah waktu-waktu yang paling krusial, di mana setiap detik menjadi sangat berharga karena di dalamnya terdapat pembebasan dari api neraka (itqun minan nar).
Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat kuat dalam menghadapi fase akhir ini. Sepuluh hari terakhir bukan saatnya untuk mengendurkan ibadah demi persiapan hari raya, melainkan waktu untuk "mengencangkan ikat pinggang" dan memaksimalkan pengabdian kepada Allah SWT.
1. Rasulullah SAW Menghidupkan Malam-malamnya
Salah satu ciri khas sepuluh hari terakhir adalah perubahan pola ibadah Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA, disebutkan bahwa:
"Apabila memasuki sepuluh malam terakhir, Nabi SAW mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh dalam beribadah), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kalimat "mengencangkan ikat pinggang" memiliki makna kiasan bahwa Rasulullah SAW menjauhi tempat tidur dan hubungan suami istri untuk fokus sepenuhnya pada ibadah. Beliau ingin mengajarkan kepada umatnya bahwa garis finis Ramadan harus dilalui dengan kecepatan penuh, bukan dengan kelesuan.
2. Hadirnya Malam Lailatul Qadar
Keutamaan paling utama dari sepuluh hari terakhir tentu saja adalah kehadiran Lailatul Qadar, sebuah malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Qadr bahwa pada malam tersebut, para malaikat termasuk Malaikat Jibril turun ke bumi untuk mengatur segala urusan dan menebar kedamaian hingga terbit fajar.
Para ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar disembunyikan tanggal pastinya agar umat Islam tetap bersemangat beribadah di setiap malam di sepuluh hari terakhir. Namun, ada kecenderungan kuat bahwa malam mulia ini jatuh pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan).
3. Momentum Melaksanakan Itikaf
Sepuluh hari terakhir adalah waktu yang paling utama untuk melaksanakan itikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. Itikaf merupakan sarana bagi seorang hamba untuk memutus hubungan sementara dengan kesibukan duniawi dan fokus pada zikir, tilawah Al-Qur'an, serta muhasabah diri.
Itikaf bukan sekadar berdiam diri atau tidur di masjid, melainkan menghadirkan hati sepenuhnya dalam penghambaan. Di tengah hiruk-pikuk persiapan Lebaran, itikaf menjadi "oase spiritual" yang menjaga hati tetap jernih dan fokus pada tujuan utama puasa, yaitu ketakwaan.
4. Waktu Mustajab untuk Memohon Ampunan
Di akhir Ramadan, pintu ampunan terbuka sangat lebar. Salah satu doa yang sangat dianjurkan oleh Nabi SAW untuk dibaca secara terus-menerus di sepuluh malam terakhir adalah:
"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni"
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku).
Doa ini mengandung pengakuan tulus atas kelemahan manusia dan permohonan agar segala noda dosa selama setahun terakhir dihapuskan sebelum Ramadan berakhir.
Agar kita tidak kehilangan momentum emas ini, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan:
-
Minimalisir Persiapan Duniawi: Jika memungkinkan, selesaikan urusan belanja pakaian atau persiapan makanan Lebaran sebelum memasuki malam ke-21. Ini agar fokus Anda tidak terbagi antara pusat perbelanjaan dan masjid.
-
Tingkatkan Kualitas Sedekah: Sedekah di malam hari pada sepuluh hari terakhir berpotensi bertepatan dengan Lailatul Qadar, yang artinya pahalanya seolah-olah bersedekah selama 83 tahun lebih.
-
Perbanyak Tilawah Al-Qur'an: Targetkan untuk menyelesaikan khatam Al-Qur'an atau setidaknya menambah intensitas membaca di waktu-waktu luang.
-
Istirahat yang Cukup di Siang Hari: Agar tetap kuat beribadah di malam hari (qiyamul lail), usahakan untuk melakukan tidur sejenak (qailulah) di siang hari.
- Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah peluang emas yang datang hanya sekali dalam setahun. Ini adalah saatnya kita menunjukkan kesungguhan di hadapan Allah SWT. Jangan biarkan malam-malam mulia ini berlalu begitu saja dengan tidur atau sekadar berselancar di media sosial.Jadikanlah sepuluh hari terakhir ini sebagai momentum transformasi diri menjadi pribadi yang lebih baik, sabar, dan lebih dekat dengan Sang Pencipta. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara online dengan penyaluran amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah- atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id#RamadanPenuhBerkah
#SepuluhHariTerakhirRamadan
#LailatulQadar
#PuasaRamadan2026
#BayarZakatJogja
#AmalanUtamaRamadaneditor: Banyu Bening
Artikel Lainnya
Harta yang Disimpan Menjadi Beban, Dan yang Dizakatkan Menjadi Penolong
Doa Agar Konsisten Dalam Beribadah
Panduan Perhitungan Kafarat: Memberi Makan 60 Orang Miskin (Edisi Kota Yogyakarta)
5 Cara Efektif Mengatasi Lemas Saat Berpuasa
Cara Hitung Zakat Profesi Cuma Pakai Kalkulator HP
Tips Mengatur Gaji UMR Tetap Bisa Nabung dan Zakat Mal
Jangan Menunggu Kaya untuk Berzakat, Berzakatlah agar Kamu “Kaya”
Rezeki Seret? Bisa Jadi Akibat Kurang Zakat
Dari Kelaparan Menuju Kemandirian: Kisah Mustahik Fidyah yang Bangkit
Hanya 2,5%, Tapi Bagi Mereka Itu Adalah Nafas untuk Bertahan Hidup
Kisah Haru Seorang Nenek yang Bertahan Hidup dari Fidyah Ramadhan
Self-Reward Boleh, Tapi Jangan Lupa Sisihkan Buat Zakat Ya!
Tips agar Konsisten Beribadah Selama Ramadhan
Beda Onani vs Hubungan Suami Istri di Siang Ramadan: Bagaimana Hukum Kafaratnya?
Cerita Zakat dan Fidyah: Bagaimana Bantuan Umat Mengubah Kehidupan Keluarga Miskin

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.
Lihat Daftar Rekening →
