WhatsApp Icon

Menu Buka Puasa Pilihan Rasulullah

17/03/2026  |  Penulis: Kifti

Bagikan:URL telah tercopy
Menu Buka Puasa Pilihan Rasulullah

Menu Buka Puasa Pilihan Rasulullah

Momen berbuka puasa bukan sekadar waktu untuk melepas dahaga dan mengenyangkan perut setelah seharian menahan lapar. Dalam tradisi Islam, saat matahari terbenam dan adzan Maghrib berkumandang, ada keberkahan luar biasa yang turun bagi mereka yang berpuasa. Namun, sering kali kita terjebak dalam budaya "balas dendam" dengan mengonsumsi makanan berlebihan atau hidangan yang kurang sehat.

Merujuk pada tuntunan syariat, Rasulullah SAW telah memberikan teladan yang sangat spesifik mengenai apa yang sebaiknya masuk ke dalam perut kita pertama kali saat berbuka. Mengikuti menu anjuran Nabi bukan hanya soal menjalankan kesunahan, tetapi juga memiliki dampak medis yang luar biasa bagi tubuh.

Menu Utama Pilihan Rasulullah SAW

Berdasarkan hadits-hadits shahih, ada urutan prioritas makanan yang dikonsumsi Nabi Muhammad SAW saat berbuka:

1. Ruthab (Kurma Basah)

Menu nomor satu yang paling dianjurkan adalah ruthab atau kurma yang masih basah dan segar. Ruthab memiliki tekstur yang lembut dan kandungan air yang lebih tinggi dibandingkan kurma kering. Secara medis, gula alami dalam ruthab sangat cepat diserap oleh tubuh untuk mengembalikan energi yang hilang selama belasan jam berpuasa.

2. Tamr (Kurma Kering)

Jika tidak menemukan ruthab, maka pilihan kedua adalah tamr atau kurma kering yang biasa kita jumpai di pasar atau supermarket. Kurma kering tetap kaya akan serat dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menstabilkan kadar gula darah tanpa membebani kerja lambung secara mendadak.

3. Air Putih

Apabila tidak ada kurma sama sekali, Rasulullah SAW menganjurkan untuk berbuka dengan seteguk air putih. Beliau bersabda bahwa air putih itu bersih dan menyucikan. Ini adalah pilihan paling netral dan sehat untuk menghidrasi kembali sel-sel tubuh yang kekurangan cairan.

Mengapa Nabi SAW mendahulukan kurma dan air daripada makanan berat? Para ulama dan ahli kesehatan modern sepakat bahwa ada hikmah mendalam di balik pilihan tersebut:

  • Menghindari Shock pada Pencernaan: Setelah beristirahat selama sekitar 13-14 jam, lambung membutuhkan pemanasan. Mengonsumsi kurma yang lembut dan air putih membantu sistem pencernaan "bangun" secara perlahan sebelum menerima makanan yang lebih kompleks.
  • Energi Instan yang Stabil: Berbeda dengan sirup atau minuman berpemanis buatan yang memicu lonjakan gula darah secara drastis (dan kemudian anjlok dengan cepat), kurma memberikan pasokan energi yang stabil karena kandungan seratnya yang tinggi.
  • Mencegah Rasa Malas: Sering kali, makan besar saat berbuka langsung membuat kita merasa mengantuk dan berat untuk menjalankan ibadah shalat Maghrib maupun Tarawih. Dengan mengikuti menu ringan ala Nabi, tubuh tetap terasa ringan dan bugar.

Selain jenis makanannya, hendaknya kita juga menekankan pentingnya adab saat mengonsumsi menu tersebut agar mendapatkan kesempurnaan pahala:

Menyegerakan Berbuka (Ta’jil)

Begitu waktu Maghrib tiba, segeralah membatalkan puasa. Nabi SAW menyebutkan bahwa umatnya akan selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. Jangan menunggu hingga shalat Maghrib selesai hanya untuk membuktikan ketahanan fisik; justru membatalkannya segera adalah bentuk ketaatan.

Membaca Doa yang Tepat

Sebelum menyantap menu tersebut, jangan lupa melafalkan doa. Salah satu yang diajarkan adalah:

“Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru in sha Allah”

(Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah).

Berbuka dalam Jumlah Ganjil

Meskipun tidak wajib, mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil (seperti 1, 3, atau 5 butir) merupakan bagian dari kebiasaan Nabi yang disukai untuk diikuti (ittiba’).

Mengikuti menu buka puasa yang dianjurkan Nabi SAW adalah cara terbaik untuk meraih keberkahan ganda: keberkahan ibadah karena mengikuti sunnah, dan keberkahan kesehatan karena memberikan nutrisi yang tepat bagi tubuh. Ramadan adalah momen untuk mendisiplinkan diri, termasuk dalam urusan perut. Mari kita kembali ke pola yang sederhana, sehat, dan penuh tuntunan.

Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara online dengan penyaluran amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#RamadanPenuhBerkah

#MenuBukaPuasaRasulullah

#PuasaRamadan2026

#BayarZakatJogja

#AmalanUtamaRamadan

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#BAZNASKotaYogyakarta
#PerbedaanInfakDanShodaqoh
#Infak
#Shodaqoh
#Sedekah
#AmalKebaikan
#BerbagiKebaikan
#YukInfakDanSedekah

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →