Sunnah Buka Puasa Sesuai Tuntunan Nabi
17/03/2026 | Penulis: Kifti
Sunnah Buka Puasa Sesuai Tuntunan Nabi
Momen berbuka puasa adalah salah satu waktu yang paling membahagiakan bagi setiap Muslim yang menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Secara fisik, kita melepas dahaga dan lapar, namun secara spiritual, Maghrib adalah waktu mustajab di mana doa-doa dipanjatkan dan keberkahan dicurahkan.
Agar ibadah puasa kita tidak sekadar menjadi aktivitas menahan lapar, penting bagi kita untuk menghidupkan sunnah-sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW saat berbuka. Berikut adalah panduan lengkap mengenai doa dan amalan sunnah saat berbuka puasa.
1. Menyegerakan Berbuka (Ta’jilul Fithri)
Sunnah pertama yang sering kali ditekankan adalah menyegerakan berbuka puasa begitu waktu Maghrib tiba. Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.
Menyegerakan di sini berarti tidak menunda-nunda waktu berbuka hingga bintang-bintang tampak di langit. Namun, pastikan Anda telah meyakini bahwa matahari memang sudah terbenam sepenuhnya melalui jadwal imsakiyah yang akurat atau kumandang adzan dari masjid terpercaya.
2. Berbuka dengan Kurma atau Air Putih
Rasulullah SAW memberikan teladan spesifik mengenai menu awal saat berbuka. Disunnahkan berbuka dengan ruthab (kurma basah). Jika tidak ada, maka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada pula, barulah dengan air putih.
Berbuka dengan yang manis-manis alami seperti kurma memiliki alasan medis dan spiritual. Secara medis, kurma cepat mengembalikan energi yang hilang, sementara secara spiritual, ini adalah bentuk ittiba’ atau mengikuti jejak langkah Nabi. Jika tidak ada kurma, air putih adalah pilihan terbaik karena sifatnya yang suci dan mensucikan.
3. Membaca Doa Buka Puasa yang Ma’tsur
Salah satu poin yang sering menjadi diskusi adalah teks doa buka puasa. Menurut tinjauan syariah, ada dua versi doa yang populer dan keduanya memiliki dasar yang kuat:
Versi Pertama (Riwayat Imam Bukhari & Muslim):
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu.
"Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."
Versi Kedua (Riwayat Abu Daud):
Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru in sha Allah.
"Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah."
Para ulama, termasuk dari kalangan Syafi'iyyah, menyarankan untuk menggabungkan kedua doa tersebut demi kesempurnaan pahala dan mengikuti berbagai riwayat yang ada.
4. Berdoa Sebelum Makan
Waktu berbuka adalah salah satu waktu di mana doa tidak akan ditolak (mustajab). Sebelum tangan menyentuh makanan berat, manfaatkanlah beberapa detik setelah membatalkan puasa untuk memohon apa saja kepada Allah SWT. Mintalah ampunan, kesehatan, dan kelancaran rezeki bagi keluarga.
5. Memberi Makan Orang yang Berpuasa
Amalan sunnah yang pahalanya sangat besar namun sering terlewatkan adalah memberi makanan berbuka bagi orang lain (ifthar ash-shaim). Meski hanya dengan sebutir kurma atau seteguk air, orang yang memberi makan orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang bersangkutan sedikit pun.
Selain amalan sunnah di atas, penting juga bagi kita untuk menjaga etika makan agar tidak berlebihan (israf). Berikut adalah beberapa poin tambahan:
-
Jangan Berlebihan: Perut yang kosong seharian tidak seharusnya langsung diisi secara ekstrem. Makanlah secara bertahap agar sistem pencernaan tidak kaget.
-
Membaca Basmalah: Pastikan setiap suapan dimulai dengan menyebut nama Allah.
-
Mendahulukan Shalat Maghrib: Sebagian ulama menyarankan membatalkan puasa dengan sedikit kurma dan air, kemudian melaksanakan shalat Maghrib terlebih dahulu sebelum beralih ke makan besar. Ini membantu kita menjaga kekhusyukan shalat sebelum rasa kantuk akibat kekenyangan melanda.
Menjalankan sunnah saat berbuka puasa adalah cara kita menunjukkan rasa syukur atas kekuatan yang diberikan Allah untuk menyelesaikan kewajiban puasa hari itu. Dengan menyegerakan berbuka, mengonsumsi kurma, dan membaca doa yang diajarkan Nabi, kita tidak hanya mengenyangkan fisik, tetapi juga memberi nutrisi pada ruhani kita.
Semoga Ramadan tahun ini menjadi momen bagi kita untuk lebih tertib dalam menjalankan sunnah-sunnah kecil yang membawa dampak besar bagi timbangan amal kita di akhirat kelak.
Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara online dengan penyaluran amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
#RamadanPenuhBerkah
#AmalanSunnahBukaPuasa
#PuasaRamadan2026
#BayarZakatJogja
#AmalanUtamaRamadan
Editor: Banyu Bening
Artikel Lainnya
Hati-hati! Membayar Zakat ke Sembarang Orang Bisa Membuat Ibadahmu Tidak Sah
Dari Kelaparan Menuju Kemandirian: Kisah Mustahik Fidyah yang Bangkit
Self-Reward Boleh, Tapi Jangan Lupa Sisihkan Buat Zakat Ya!
5 Tips Kelola Emosi Saat Puasa
Tips Mengatur Gaji UMR Tetap Bisa Nabung dan Zakat Mal
Mengapa Marah Bisa Menghapus Pahala Puasa?
Doa Agar Konsisten Dalam Beribadah
Tips agar Konsisten Beribadah Selama Ramadhan
Hanya 2,5%, Tapi Bagi Mereka Itu Adalah Nafas untuk Bertahan Hidup
Kisah Haru Seorang Nenek yang Bertahan Hidup dari Fidyah Ramadhan
5 Cara Efektif Mengatasi Lemas Saat Berpuasa
Cerita Zakat dan Fidyah: Bagaimana Bantuan Umat Mengubah Kehidupan Keluarga Miskin
Beda Onani vs Hubungan Suami Istri di Siang Ramadan: Bagaimana Hukum Kafaratnya?
Harta yang Disimpan Menjadi Beban, Dan yang Dizakatkan Menjadi Penolong
Cara Hitung Zakat Profesi Cuma Pakai Kalkulator HP

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.
Lihat Daftar Rekening →
