Sahur : Keberkahan dan Manfaatnya
16/03/2026 | Penulis: Kifti
Sahur : Keberkahan dan Manfaatnya
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan, di mana setiap detik waktunya mengandung nilai ibadah. Salah satu momen yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW namun sering kali dianggap remeh oleh sebagian orang adalah waktu sahur. Banyak yang menganggap sahur hanyalah aktivitas makan dan minum di dini hari agar kuat menahan lapar di siang hari. Padahal, jika kita merujuk pada tuntunan syariat, sahur menyimpan rahasia keberkahan yang luar biasa, baik secara spiritual maupun jasmani.
Secara etimologi, sahur berasal dari kata suhur yang merujuk pada aktivitas makan di waktu sahar (akhir malam sebelum fajar). Rasulullah SAW dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim secara tegas memerintahkan umatnya:
“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.”
Penggunaan kata "keberkahan" (barakah) dalam hadits ini menunjukkan bahwa sahur bukan sekadar rutinitas biologis. Keberkahan adalah bertambahnya kebaikan (ziyadatul khair). Artinya, dengan melakukan sahur, seorang mukmin tidak hanya mendapatkan energi fisik, tetapi juga tambahan kebaikan dalam ibadah puasanya, ketenangan batin, serta pahala yang melimpah karena mengikuti sunnah Nabi.
Salah satu alasan mengapa sahur sangat ditekankan dalam Islam adalah sebagai identitas. Rasulullah SAW bersabda,
"Pembeda antara puasa kita dengan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur." (HR. Muslim).
Umat terdahulu, seperti kaum Yahudi dan Nasrani, juga mengenal ibadah puasa, namun mereka tidak memiliki syariat sahur seperti yang diajarkan dalam Islam. Dengan menjalankan sahur, kita sedang menegaskan identitas kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW yang taat pada syariat yang telah disempurnakan. Ini adalah bentuk rasa syukur atas keringanan yang diberikan Allah kepada umat Islam.
Keberkahan dalam sahur dapat dibagi menjadi dua dimensi utama: keberkahan ukhrawi (akhirat) dan keberkahan duniawi (fisik/medis).
Sahur adalah sarana untuk mendapatkan rahmat Allah. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad, disebutkan bahwa Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur. Shalawat Allah berarti rahmat, sementara shalawat malaikat berarti permohonan ampunan. Bayangkan, hanya dengan menyantap makanan di waktu fajar, seorang hamba sudah mendapatkan perhatian khusus dari penduduk langit.
Selain itu, waktu sahur adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Saat seseorang bangun untuk sahur, ia secara otomatis berada di sepertiga malam terakhir. Ini adalah waktu di mana Allah turun ke langit dunia dan berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya. Sahur memotivasi seseorang untuk beristighfar dan melaksanakan shalat malam, yang mungkin sulit dilakukan di luar bulan Ramadan.
Secara medis, sahur berfungsi sebagai "bahan bakar" utama bagi tubuh untuk menjalani puasa selama belasan jam. Nutrisi yang masuk saat sahur membantu menjaga kestabilan kadar gula darah dan mencegah dehidrasi. Tanpa sahur, tubuh akan lebih cepat merasa lemas, yang berpotensi mengganggu produktivitas kerja atau kualitas ibadah lainnya seperti tadarus Al-Qur'an dan shalat wajib. Inilah makna keberkahan secara fisik: tubuh tetap sehat sehingga ketaatan kepada Allah tetap terjaga.
Islam tidak hanya memerintahkan sahur, tetapi juga mengatur adabnya. Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan adalah mengakhirkan sahur (takhirus suhur). Rasulullah SAW biasanya menyantap sahur hingga mendekati waktu subuh, dengan jarak waktu kira-kira setara dengan membaca 50 ayat Al-Qur'an sebelum azan berkumandang.
Mengakhirkan sahur memiliki hikmah agar jarak antara makan terakhir dengan waktu berbuka tidak terlalu jauh, sehingga kondisi fisik tetap prima. Selain itu, dengan sahur di akhir waktu, kemungkinan seseorang melewatkan shalat subuh berjamaah menjadi lebih kecil karena ia sudah dalam posisi terjaga.
Keberkahan sahur tidak bergantung pada mewah atau banyaknya menu yang dihidangkan. Rasulullah SAW bersabda,
"Sahur itu barakah, maka janganlah kalian meninggalkannya meski hanya dengan meminum seteguk air." (HR. Ahmad).
Bahkan, beliau memuji kurma sebagai sebaik-baik makanan sahur bagi orang mukmin. Hal ini mengajarkan kita tentang kesederhanaan. Yang terpenting bukanlah jenis makanannya, melainkan niat untuk menjalankan sunnah dan mencari ridha Allah SWT.
Sebagai kesimpulan, sahur adalah bingkisan kasih sayang dari Allah untuk umat Islam. Di dalamnya terdapat kekuatan fisik, ampunan dari malaikat, dan kesempatan untuk berkomunikasi intim dengan Sang Pencipta di waktu paling sunyi.
Mari kita jadikan momentum sahur di bulan Ramadan ini bukan sekadar aktivitas mengisi perut, melainkan kesempatan emas untuk meraih keberkahan yang sempurna. Dengan sahur yang berkualitas sesuai sunnah, semoga ibadah puasa kita menjadi lebih bermakna, lebih kuat, dan lebih diterima di sisi Allah SWT. Jangan biarkan kantuk mengalahkan kesempatan kita untuk mendapatkan shalawat dari Allah dan para malaikat-Nya.
Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah
atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
#RamadanPenuhBerkah
#KeutamaanSahur
#AmalanUtamaRamadan
#BerkahSahur
Artikel Lainnya
Tips Mengatur Gaji UMR Tetap Bisa Nabung dan Zakat Mal
Zakat Mal di Bulan Ramadan, Mengapa Pahalanya Berlipat Ganda?
Rezeki Seret? Bisa Jadi Akibat Kurang Zakat
Hanya 2,5%, Tapi Bagi Mereka Itu Adalah Nafas untuk Bertahan Hidup
Jangan Menunggu Kaya untuk Berzakat, Berzakatlah agar Kamu “Kaya”
5 Cara Efektif Mengatasi Lemas Saat Berpuasa
Kisah Haru Seorang Nenek yang Bertahan Hidup dari Fidyah Ramadhan
Cara Hitung Zakat Profesi Cuma Pakai Kalkulator HP
Mengapa Marah Bisa Menghapus Pahala Puasa?
Self-Reward Boleh, Tapi Jangan Lupa Sisihkan Buat Zakat Ya!
Mengapa Zakat Mal Lebih Penting daripada Sedekah Biasa?
Tips agar Konsisten Beribadah Selama Ramadhan
Cerita Zakat dan Fidyah: Bagaimana Bantuan Umat Mengubah Kehidupan Keluarga Miskin
Harta yang Disimpan Menjadi Beban, Dan yang Dizakatkan Menjadi Penolong
Dari Kelaparan Menuju Kemandirian: Kisah Mustahik Fidyah yang Bangkit

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.
Lihat Daftar Rekening →
