WhatsApp Icon
Berbagi Rezeki untuk Anak Yatim melalui Infak

Berbagi merupakan salah satu cara sederhana untuk menunjukkan kepedulian kepada sesama. Dari sebagian rezeki yang dimiliki, kita dapat membantu memenuhi kebutuhan orang lain sekaligus menghadirkan manfaat yang mungkin berarti bagi kehidupan mereka. Salah satu bentuk kepedulian tersebut dapat diwujudkan dengan berbagi kepada anak yatim.

Dalam kesehariannya, anak yatim tentu memiliki berbagai kebutuhan yang perlu diperhatikan, mulai dari pendidikan, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan sehari-hari. Dukungan dari lingkungan sekitar dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk terus belajar serta tumbuh dengan baik. Karena itu, kepedulian terhadap anak yatim dapat menjadi bagian dari kebaikan yang dilakukan bersama.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kepedulian tersebut adalah melalui infak. Dengan menyisihkan sebagian rezeki sesuai kemampuan, masyarakat dapat ikut memberikan dukungan bagi anak yatim. Infak yang disalurkan dengan baik dapat menjadi bantuan yang memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan penerima.

Dari Infak Menjadi Manfaat

Manfaat dari infak dapat hadir dalam berbagai bentuk. Dukungan untuk pendidikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sekolah, sementara bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu meringankan kebutuhan yang harus dipenuhi. Penyalurannya pun dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat.

Hal ini menunjukkan bahwa infak bukan hanya tentang memberikan sebagian harta, tetapi juga tentang bagaimana pemberian tersebut dapat sampai dan memberikan manfaat kepada orang yang membutuhkan. Setiap rezeki yang disisihkan memiliki kesempatan untuk menjadi dukungan yang berarti bagi penerimanya.

Agar manfaat tersebut dapat disalurkan secara tepat, masyarakat dapat mempercayakan infaknya kepada lembaga pengelola zakat. Dengan pengelolaan dan penyaluran yang baik, infak dapat diberikan kepada penerima manfaat sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Berbagi pun tidak harus menunggu sampai memiliki rezeki yang berlebih. Kebiasaan menyisihkan sebagian rezeki sesuai kemampuan dapat menjadi langkah sederhana untuk terus menjaga kepedulian kepada sesama.

Mari mulai berbagi dari sekarang. Sisihkan sebagian rezeki untuk infak anak yatim dan salurkan melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Sumber Foto: Refimuhridha

Zakat/infaq melalui Kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat 
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

 

 

30/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Zakat Kuatkan Indonesia

Zakat tidak hanya berbicara tentang kewajiban mengeluarkan sebagian harta. Di dalamnya ada kepedulian kepada sesama dan kesempatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Ketika seorang muslim menunaikan zakat sesuai dengan ketentuan, harta tersebut dapat menjadi manfaat bagi orang lain yang berhak menerimanya.

Kepedulian seperti ini menjadi semakin berarti ketika dilakukan bersama-sama. Zakat yang dihimpun dan dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari membantu kebutuhan masyarakat hingga mendukung upaya pemberdayaan. Karena itu, zakat memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan tema “Zakat Menguatkan Indonesia” yang diangkat BAZNAS RI pada 2026. Tema ini menegaskan zakat sebagai salah satu kekuatan sosial yang dapat ikut menjawab berbagai persoalan masyarakat, termasuk kemiskinan dan kebutuhan kemanusiaan.

Zakat dan Manfaatnya bagi Masyarakat

Bagi seorang muslim yang telah memenuhi ketentuan, menunaikan zakat merupakan bentuk ketaatan. Namun, manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Zakat diberikan kepada golongan yang berhak sehingga dapat membantu mereka yang sedang menghadapi keterbatasan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan masyarakat tidak selalu sama. Ada yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok, ada yang membutuhkan dukungan pendidikan atau kesehatan, dan ada pula yang memerlukan bantuan agar dapat kembali menjalankan usaha. Kondisi tersebut membuat pengelolaan zakat perlu melihat kebutuhan penerima secara tepat.

Zakat juga tidak harus dipahami sebatas bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Ketika dikelola melalui program yang sesuai, zakat dapat digunakan untuk mendukung pemberdayaan dan membantu mustahik meningkatkan kemampuan ekonominya. Salah satu bentuk pemanfaatan zakat di BAZNAS Kota Yogyakarta dapat dilihat melalui Jogja Sejahtera. Program ini memberikan dukungan pemberdayaan ekonomi bagi mustahik, termasuk bantuan modal usaha, penguatan usaha mikro, dan peningkatan kapasitas agar penerima manfaat dapat mengembangkan usahanya secara lebih mandiri. Dari sini terlihat bahwa manfaat zakat dapat berkembang lebih jauh. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat bukan hanya tentang apa yang diterima hari ini, tetapi juga tentang kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik ke depannya.

Zakat yang Memberi Dampak

Manfaat zakat semakin terasa ketika pengelolaannya dilakukan secara terarah. Dana yang dihimpun dapat disalurkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan kondisi penerima. Pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan kemanusiaan menjadi beberapa bidang yang mendapat perhatian dalam pengelolaan ZIS di BAZNAS Kota Yogyakarta.

Dalam bidang pendidikan, misalnya, BAZNAS Kota Yogyakarta memiliki program Jogja Cerdas yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Sementara dalam bidang sosial dan kemanusiaan terdapat Jogja Peduli, yang mencakup penanganan masalah sosial, kebencanaan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat mustahik.

Berbagai bentuk pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat hadir dalam banyak sisi kehidupan masyarakat. Satu dana yang ditunaikan oleh muzaki dapat menjadi bagian dari upaya membantu anak mendapatkan pendidikan, mendukung masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, membantu keluarga menghadapi kesulitan, atau membuka kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan usaha.

Tentu, dampak tersebut tidak berdiri sendiri. Ada proses penghimpunan, pengelolaan, pendistribusian, dan pendayagunaan yang perlu dilakukan secara amanah dan sesuai ketentuan. Karena itu, kepercayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pengelolaan zakat yang memberikan manfaat.

Zakat Kuatkan Indonesia Dimulai dari Kepedulian

Indonesia yang kuat tidak hanya dibangun melalui pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik. Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan juga menjadi bagian dari kekuatan sebuah bangsa. Dalam hal ini, zakat dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi yang bisa dilakukan oleh umat Islam.

Kekuatan zakat berawal dari kepedulian setiap orang yang menunaikannya. Ketika seorang muzaki menjalankan kewajibannya, manfaat dari zakat tersebut dapat diteruskan kepada mereka yang membutuhkan. Jika kepedulian itu tumbuh di tengah masyarakat dan dikelola dengan baik, manfaatnya pun dapat menjangkau lebih banyak orang.

Itulah makna yang dapat kita lihat dari semangat zakat kuatkan Indonesia. Zakat bukan hanya tentang harta yang dikeluarkan, tetapi juga tentang manfaat yang hadir setelahnya. Ada masyarakat yang terbantu, ada kebutuhan yang diringankan, dan ada kesempatan bagi sebagian mustahik untuk tumbuh lebih mandiri.

Bagi masyarakat Kota Yogyakarta yang telah memenuhi ketentuan wajib zakat, menunaikan zakat melalui lembaga resmi dapat menjadi salah satu pilihan untuk memastikan zakat dikelola secara kelembagaan. BAZNAS Kota Yogyakarta menyediakan layanan zakat bagi masyarakat dan mengelola dana ZIS untuk berbagai kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, menguatkan Indonesia melalui zakat dapat dimulai dari langkah sederhana: menunaikan kewajiban dengan kesadaran dan kepedulian. Dari satu muzaki, lahir manfaat bagi mustahik. Dari banyak kepedulian, tumbuh kekuatan yang lebih besar bagi masyarakat.

Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta. Bersama, kita tumbuhkan kepedulian dan ikut menguatkan masyarakat melalui zakat.

Sumber Foto: Deden R

Zakat/infaq melalui Kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat 
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

 

 

11/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Sedekah untuk Bencana sebagai Bentuk Kepedulian kepada Sesama

Bencana bisa terjadi kapan saja dan memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Banyak orang yang harus kehilangan tempat tinggal, harta benda, pekerjaan, hingga kebutuhan pokok akibat bencana. Dalam kondisi tersebut, kepedulian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. Salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan adalah melalui sedekah untuk bencana.

Sedekah merupakan amalan yang dapat dilakukan sebagai bentuk berbagi dan membantu sesama. Sedekah tidak selalu harus dalam jumlah yang besar. Setiap pemberian yang diberikan dengan niat baik dan tulus bisa menjadi bentuk kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. Ketika terjadi bencana, sedekah dapat menjadi salah satu cara untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak agar dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Mengapa Sedekah Sangat Penting Bagi Korban Bencana?

Masyarakat yang terdampak bencana sering kali menghadapi kondisi yang sangat sulit. Kebutuhan seperti makanan, air bersih, pakaian, tempat tinggal sementara, hingga kebutuhan lainnya bisa meningkat dalam waktu singkat. Pada situasi seperti ini, dukungan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung  proses pemulihan.

Sedekah untuk korban bencana dapat disalurkan dalam berbagai bentuk, baik berupa uang maupun bantuan lainnya sesuai dengan kebutuhan. Namun, penyaluran bantuan perlu dilakukan secara tepat agar manfaatnya dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Menyalurkan sedekah melalui lembaga yang memiliki mekanisme pengelolaan bantuan juga dapat menjadi pilihan. Dengan pengelolaan yang terarah, bantuan yang terkumpul dapat disalurkan sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat terdampak.

Bentuk Sedekah untuk Bencana

Sedekah untuk bencana dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Salah satunya adalah memberikan sedekah berupa uang yang kemudian dikelola untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak. Selain itu, masyarakat juga dapat memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok atau bentuk bantuan lain yang memang diperlukan.

Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga niat dan cara ketika memberikan bantuan. Kepedulian terhadap korban bencana sebaiknya dilakukan dengan tetap menjaga martabat dan privasi penerima bantuan. Bantuan bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang bagaimana bantuan tersebut disalurkan dengan penuh kepedulian.

Dalam ajaran Islam, membantu orang yang sedang mengalami kesulitan merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial. Sedekah juga mengajarkan bahwa berbagi tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.

Salurkan Sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta

Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah. Tidak perlu menunggu hingga memiliki kemampuan yang besar karena setiap kontribusi yang diberikan sesuai dengan kemampuan bisa menjadi bagian dari ikhtiar membantu sesama.

Masyarakat yang ingin menyalurkan sedekah untuk bencana dapat mempercayakannya melalui BAZNAS Kota Yogyakarta. Dengan menyalurkan sedekah melalui lembaga yang terpercaya, masyarakat dapat turut mendukung dalam upaya membantu mereka yang membutuhkan secara lebih terarah.

Mari jadikan sedekah sebagai wujud kepedulian kepada sesama. Salurkan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta dan bersama-sama hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.

Zakat/infaq melalui Kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat 

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

 

 

 

 

10/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Mengenal Zakat Akhir Tahun dan Ketentuannya

Menjelang akhir tahun, masyarakat mulai melakukan berbagai evaluasi, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan kewajiban keagamaan. Salah satu hal yang penting diperhatikan oleh umat Islam adalah kewajiban zakat. Istilah zakat akhir tahun sering digunakan untuk menggambarkan momentum bagi seseorang dalam mengevaluasi harta atau penghasilan yang dimiliki dan memastikan kewajiban zakat telah ditunaikan sesuai ketentuan.

Namun, perlu dipahami juga bahwa zakat tidak semata-mata menjadi wajib karena memasuki akhir tahun kalender Masehi. Kewajiban zakat bergantung pada jenis harta, tercapainya nisab, serta ketentuan haul untuk jenis zakat tertentu. Karena itu, memahami ketentuannya menjadi langkah penting agar zakat dapat ditunaikan dengan tepat.

Apa yang Dimaksud dengan Zakat Akhir Tahun?

Zakat akhir tahun bukan merupakan jenis zakat tersendiri. Istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai momentum untuk menelaah kembali kewajiban zakat atas harta atau penghasilan yang telah dimiliki.

Bagi sebagian masyarakat, akhir tahun dapat menjadi waktu yang tepat untuk melakukan pencatatan dan evaluasi keuangan. Dari proses tersebut, seseorang dapat mengetahui apakah harta yang dimiliki telah memenuhi syarat wajib zakat sesuai jenisnya.

Dalam zakat mal, misalnya, terdapat ketentuan nisab dan haul yang perlu diperhatikan. Sementara zakat penghasilan memiliki ketentuan tersendiri terkait nisab dan waktu penunaiannya. Karena itu, tidak semua orang otomatis memiliki kewajiban zakat hanya karena telah memasuki penghujung tahun.

Ketentuan Zakat yang Perlu Diketahui

Salah satu istilah penting dalam zakat adalah nisab, yaitu batas minimum harta atau penghasilan yang menjadi salah satu syarat wajib zakat. Untuk beberapa jenis zakat mal, nisab umumnya mengacu pada nilai setara 85 gram emas. Selain nisab, terdapat pula haul, yaitu masa kepemilikan harta selama satu tahun hijriah yang berlaku pada jenis zakat tertentu.

Ketentuan zakat juga dapat berbeda berdasarkan jenis hartanya. Emas, tabungan, aset perdagangan, maupun penghasilan memiliki mekanisme perhitungan yang perlu diperhatikan sesuai ketentuan masing-masing. Pada zakat emas, misalnya, BAZNAS menggunakan nisab 85 gram emas dan kadar zakat 2,5 persen apabila telah memenuhi haul.

Sementara itu, zakat penghasilan dikenakan atas pendapatan dari pekerjaan atau profesi yang halal. BAZNAS menetapkan nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 sebesar 85 gram emas atau setara Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan, dengan kadar zakat 2,5 persen.

Nisab dan Haul dalam Zakat

Memahami nisab dan haul dapat membantu masyarakat menentukan apakah harta yang dimiliki telah memenuhi syarat wajib zakat.

Nisab menjadi batas minimal harta atau penghasilan. Sementara haul berkaitan dengan masa kepemilikan selama satu tahun hijriah dan tidak berlaku untuk seluruh jenis zakat. Oleh sebab itu, masyarakat perlu melihat ketentuan berdasarkan jenis zakat yang akan ditunaikan.

Khusus zakat penghasilan, BAZNAS menjelaskan bahwa zakat dapat ditunaikan ketika penghasilan telah mencapai nisab. Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat dibayarkan secara bulanan menggunakan nisab bulanan yang ditetapkan. Bagi masyarakat dengan pendapatan yang tidak tetap, penghasilan selama satu tahun juga dapat diperhitungkan untuk melihat ketercapaian nisab.

Kapan Zakat Akhir Tahun Ditunaikan?

Pertanyaan mengenai kapan zakat akhir tahun perlu dijawab berdasarkan jenis zakatnya. Zakat tidak memiliki satu waktu khusus yang berlaku bagi semua jenis harta hanya karena tahun kalender telah berakhir.

Untuk zakat mal tertentu, kewajiban berkaitan dengan tercapainya nisab dan haul. Sementara pada zakat penghasilan, BAZNAS menjelaskan bahwa zakat dapat ditunaikan saat penghasilan diterima setelah memenuhi ketentuan nisab. Dengan demikian, akhir tahun dapat menjadi momentum evaluasi, tetapi bukan satu-satunya waktu untuk menunaikan zakat.

Cara Menunaikan Zakat Akhir Tahun

Sebelum menunaikan zakat, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana. Pertama, masyarakat harus tahu terlebih dahulu jenis harta atau penghasilan yang akan dizakati. Kedua, hitung jumlah harta atau pendapatan yang menjadi dasar perhitungan. Ketiga, periksa apakah telah memenuhi nisab dan haul apabila ketentuan tersebut berlaku.

Setelah mengetahui jumlah kewajiban zakat, masyarakat dapat menyalurkannya melalui lembaga pengelola zakat resmi. BAZNAS juga menyediakan kalkulator zakat yang dapat membantu masyarakat memperkirakan kewajiban zakat berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Tunaikan Zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta

Menunaikan zakat melalui lembaga resmi dapat membantu memastikan pengelolaan dan penyaluran zakat dilakukan secara terarah. Masyarakat Kota Yogyakarta dapat memanfaatkan layanan BAZNAS Kota Yogyakarta untuk memperoleh informasi mengenai zakat, perhitungan, serta penyalurannya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai zakat akhir tahun, BAZNAS Kota Yogyakarta siap memberikan informasi dan layanan zakat sesuai ketentuan yang berlaku. Mari tunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya dapat dilakukan secara amanah dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak menerima.

 

Zakat/infaq melalui Kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat 

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

 

 

 

09/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Doa Menerima Zakat dan Adab Menyalurkannya

Zakat merupakan salah satu ibadah yang tidak hanya berkaitan dengan kewajiban mengeluarkan sebagian harta, tetapi juga mengandung nilai kepedulian terhadap sesama. Dalam pelaksanaannya, pemberi dan penerima zakat perlu memperhatikan sikap dan adab agar zakat dapat ditunaikan dengan baik, penuh keikhlasan, serta tetap menjaga kehormatan kedua belah pihak.

Bagi muzaki, menyalurkan zakat bukan sekadar menyerahkan harta kepada orang lain, melainkan bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Sementara bagi mustahik, menerima zakat juga sebaiknya disertai rasa syukur dan penghargaan kepada pihak yang telah menunaikannya. Karena itu, memahami doa menerima zakat dan adab dalam menyalurkan zakat menjadi hal yang penting.

 

Doa Menerima Zakat

Ketika menerima zakat, mustahik dianjurkan untuk mendoakan orang yang telah memberikan zakat. Dalam QS. At-Taubah ayat 103, Allah SWT menjelaskan perintah kepada Nabi Muhammad SAW untuk mendoakan orang-orang yang menunaikan zakat. BAZNAS juga menjelaskan zakat sebagai ibadah yang berfungsi menyucikan dan membersihkan harta serta jiwa.

Salah satu doa yang dapat dibaca saat menerima zakat adalah:

AAJAROKALLAAHU FIIMAA A’THOITA WABAAROKA FIIMAA ABQOITA WAJA’ALAHU LAKA THOHUURON

Artinya :

“Semoga Allah memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberkahimu dalam harta-harta yang masih engkau sisakan dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu”

 

Adab Menerima Zakat

Menerima zakat sebaiknya dilakukan dengan rasa syukur dan sikap yang baik dan sopan. Mustahik tidak perlu merasa rendah diri karena menerima zakat, sebab penerima zakat merupakan pihak yang memang memiliki hak untuk mendapatkannya sesuai dengan ketentuan syariat.

Ucapan terima kasih juga menjadi bentuk penghargaan kepada pemberi zakat. Penerima dapat mendoakan agar Allah SWT memberikan pahala dan keberkahan kepada muzaki. Sikap tersebut menunjukkan bahwa zakat tidak hanya dipandang sebagai bantuan materi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan ibadah.

Selain itu, zakat yang diterima hendaknya digunakan secara amanah dan bijaksana sesuai kebutuhan. Dalam prosesnya, martabat penerima juga perlu dijaga. Kondisi seseorang sebagai mustahik tidak mengurangi kehormatan dan harga dirinya sebagai manusia.

Adab Menyalurkan Zakat

Orang yang menunaikan zakat perlu memperhatikan adab sejak awal, terutama dengan meluruskan niat karena Allah SWT. Zakat hendaknya ditunaikan sebagai bentuk ketaatan, bukan untuk memperoleh pujian atau pengakuan dari orang lain.

Penyaluran zakat juga perlu dilakukan kepada pihak yang berhak sesuai ketentuan. Muzaki dapat menyalurkan secara langsung kepada mustahik yang diketahui berhak atau melalui lembaga pengelola zakat yang terpercaya. BAZNAS Kota Yogyakarta sendiri menjelaskan bahwa penyaluran melalui lembaga dapat membantu pengelolaan dan distribusi zakat menjadi lebih terarah, termasuk karena adanya data mustahik dan program pemberdayaan.

Hal yang tidak kalah penting adalah cara memberikan zakat. Bantuan sebaiknya disampaikan dengan sopan, tanpa ucapan atau tindakan yang dapat mempermalukan penerima. Muzaki juga perlu menjaga privasi mustahik dan tidak menjadikan pemberian zakat sebagai bahan untuk menunjukkan kebaikan kepada orang lain.

Dengan demikian, adab menyalurkan zakat tidak hanya berkaitan dengan kepada siapa zakat diberikan, tetapi juga bagaimana zakat tersebut diberikan. Sikap yang santun, ikhlas, dan menghormati penerima akan membantu menjaga nilai kemanusiaan dalam setiap penyaluran zakat.

Kesimpulan

Doa dan adab merupakan bagian penting dalam pelaksanaan zakat. Doa menerima zakat menjadi ungkapan terima kasih dan doa kebaikan kepada pemberi zakat, sedangkan adab menerima mengajarkan rasa syukur serta menjaga kehormatan mustahik.

Di sisi lain, muzaki perlu menyalurkan zakat dengan niat yang ikhlas, tepat sasaran, dan tetap menghormati penerima. Zakat pada akhirnya bukan hanya tentang harta yang diberikan dan diterima, tetapi juga tentang kepedulian, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.

Bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, zakat dapat disalurkan melalui BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai lembaga pengelola zakat yang membantu masyarakat dalam proses penghimpunan dan penyaluran zakat secara terarah.

 

 

Zakat/infaq melalui Kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat 

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

 

 

 

04/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Artikel Terbaru

Kampanye Kebaikan di Bulan Safar untuk Menebar Manfaat Luas
Kampanye Kebaikan di Bulan Safar untuk Menebar Manfaat Luas
Kampanye Kebaikan di Bulan Safar untuk Menebar Manfaat Luas Bulan Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang memiliki kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh dan memperkuat kepedulian sosial. Sebagai seorang muslim, kita memahami bahwa setiap waktu yang Allah berikan adalah peluang untuk memperbaiki diri dan memberikan manfaat kepada sesama. Melalui kampanye kebaikan bulan safar, umat Islam dapat menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk menghadirkan lebih banyak aksi positif, berbagi keberkahan, serta mempererat hubungan antarmanusia dalam semangat Islam yang penuh kasih sayang. Dalam sejarahnya, bulan Safar sering dikaitkan dengan berbagai pemahaman masyarakat yang berkembang dari masa ke masa. Namun, Islam mengajarkan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan atau keburukan secara mutlak. Setiap bulan adalah ciptaan Allah yang memiliki nilai dan kesempatan untuk beribadah. Oleh karena itu, kampanye kebaikan bulan safar menjadi cara yang tepat untuk mengubah persepsi negatif menjadi semangat melakukan amal yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Bagi umat Islam, kebaikan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah pribadi, tetapi juga melalui kepedulian terhadap orang lain. Membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, menjaga kebersihan lingkungan, dan memberikan edukasi yang bermanfaat merupakan bentuk nyata ajaran Islam. Dengan adanya kampanye kebaikan bulan safar, berbagai kegiatan sosial dapat dilakukan secara lebih terarah agar manfaatnya dirasakan oleh lebih banyak orang. Makna Kampanye Kebaikan di Bulan Safar dalam Perspektif Islam Kampanye kebaikan bulan safar memiliki makna sebagai gerakan mengajak umat Islam untuk memperbanyak perbuatan baik tanpa menganggap Safar sebagai bulan yang penuh kesulitan. Islam mengajarkan bahwa seorang muslim harus selalu optimis, bertawakal kepada Allah, dan berusaha menghadirkan kebaikan dalam kondisi apa pun. Bulan Safar dapat menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat karakter tersebut. Kampanye kebaikan bulan safar juga menjadi sarana untuk mengingatkan bahwa nilai sebuah bulan bukan berdasarkan mitos atau kepercayaan yang tidak memiliki dasar agama, tetapi berdasarkan amal yang dilakukan oleh manusia di dalamnya. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menjauhi keyakinan yang bertentangan dengan tauhid dan selalu menggantungkan harapan hanya kepada Allah SWT. Melalui kampanye kebaikan bulan safar, umat Islam dapat membangun budaya saling membantu dan memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. Banyak saudara muslim yang membutuhkan dukungan, baik dalam bentuk materi maupun perhatian. Memberikan bantuan kecil dengan niat ikhlas dapat menjadi amal yang bernilai besar di sisi Allah SWT. Kampanye kebaikan bulan safar juga mengajarkan bahwa dakwah tidak selalu dilakukan melalui ceramah, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Ketika seorang muslim menunjukkan akhlak yang baik, membantu sesama, dan memberikan solusi terhadap masalah sosial, maka hal tersebut menjadi bentuk dakwah yang mudah diterima masyarakat. Pada akhirnya, kampanye kebaikan bulan safar merupakan bentuk ikhtiar umat Islam untuk menjadikan waktu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Setiap kebaikan yang dilakukan, sekecil apa pun, memiliki nilai selama dilakukan dengan niat yang benar. Bulan Safar dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Bentuk Nyata Kampanye Kebaikan di Bulan Safar yang Bisa Dilakukan Kampanye kebaikan bulan safar dapat diwujudkan melalui kegiatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Misalnya, umat Islam dapat mengadakan program sedekah makanan, bantuan kebutuhan pokok, atau penggalangan dana sosial. Kegiatan sederhana seperti ini mampu memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama dengan niat mencari ridha Allah. Selain berbagi secara materi, kampanye kebaikan bulan safar juga dapat dilakukan melalui penyebaran ilmu yang bermanfaat. Seorang muslim dapat berbagi pengetahuan agama, mengingatkan pentingnya akhlak mulia, atau memberikan edukasi yang membantu kehidupan masyarakat. Ilmu yang diberikan dengan ikhlas dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kampanye kebaikan bulan safar dapat dimulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga, tetangga, dan komunitas. Menjaga silaturahmi, membantu orang yang mengalami kesulitan, serta menciptakan suasana saling menghargai merupakan bagian dari ajaran Islam. Kebaikan yang dimulai dari lingkup kecil dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas. Kampanye kebaikan bulan safar juga dapat dilakukan melalui kegiatan menjaga lingkungan. Islam sangat memperhatikan kebersihan dan kelestarian alam. Membersihkan tempat ibadah, melakukan penghijauan, mengurangi sampah, dan menjaga fasilitas umum adalah bentuk kepedulian yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial. Melalui kampanye kebaikan bulan safar, generasi muda muslim juga dapat dilibatkan dalam berbagai aktivitas positif. Anak muda memiliki energi dan kreativitas yang besar untuk menciptakan perubahan. Dengan diarahkan kepada kegiatan sosial dan keagamaan, mereka dapat menjadi generasi yang membawa manfaat bagi umat dan masyarakat luas. Peran Umat Islam dalam Memperluas Manfaat Kampanye Kebaikan Bulan Safar Kampanye kebaikan bulan safar membutuhkan peran aktif dari setiap individu muslim. Setiap orang memiliki kemampuan untuk berkontribusi sesuai dengan kondisi masing-masing. Tidak semua kebaikan harus berbentuk besar, karena senyuman, ucapan yang baik, dan bantuan sederhana juga termasuk amal yang bernilai. Dalam memperluas dampaknya, kampanye kebaikan bulan safar dapat dilakukan dengan membangun kerja sama antara masjid, lembaga sosial, komunitas muslim, dan masyarakat umum. Kolaborasi tersebut dapat membuat program kebaikan menjadi lebih terorganisir dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Kampanye kebaikan bulan safar juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperlihatkan keindahan ajaran Islam kepada masyarakat. Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang, keadilan, kepedulian, dan kemanfaatan. Ketika umat Islam aktif melakukan kebaikan, nilai-nilai tersebut dapat terlihat melalui tindakan nyata. Keberhasilan kampanye kebaikan bulan safar tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang diberikan, tetapi juga dari perubahan positif yang muncul setelahnya. Gerakan kebaikan yang baik dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk saling membantu secara berkelanjutan, bukan hanya pada waktu tertentu saja. Sebagai penutup dari pembahasan ini, kampanye kebaikan bulan safar adalah salah satu cara bagi umat Islam untuk mengisi bulan Safar dengan kegiatan yang penuh keberkahan. Dengan memperbanyak amal, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga akhlak mulia, seorang muslim dapat menjadikan setiap bulan sebagai kesempatan untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT. Menjadikan Bulan Safar sebagai Momentum Kebaikan Kampanye kebaikan bulan safar bukanlah tentang menganggap bulan Safar memiliki keistimewaan tertentu yang berbeda dari bulan lainnya, melainkan tentang memanfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan amal dan kepedulian. Islam mengajarkan bahwa setiap kesempatan dapat menjadi jalan menuju kebaikan apabila diisi dengan niat yang ikhlas dan tindakan yang benar. Sebagai umat Islam, kita dapat menjadikan kampanye kebaikan bulan safar sebagai pengingat bahwa keberkahan hidup hadir melalui manfaat yang kita berikan kepada orang lain. Membantu sesama, mempererat persaudaraan, dan menyebarkan nilai positif merupakan bagian dari tanggung jawab seorang muslim dalam kehidupan bermasyarakat. Kampanye kebaikan bulan safar juga mengajak kita untuk meninggalkan anggapan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan menggantinya dengan keyakinan bahwa semua ketentuan berada dalam kehendak Allah SWT. Seorang muslim harus selalu berprasangka baik kepada Allah serta berusaha melakukan amal terbaik dalam setiap keadaan. Dengan semangat kampanye kebaikan bulan safar, umat Islam dapat membangun kebiasaan baik yang tidak berhenti setelah bulan Safar berakhir. Kebaikan yang dilakukan secara konsisten akan membentuk masyarakat yang lebih peduli, kuat, dan penuh kasih sayang. Semoga kampanye kebaikan bulan safar menjadi inspirasi bagi seluruh umat Islam untuk terus menebarkan manfaat luas. Setiap langkah kecil menuju kebaikan adalah bagian dari ibadah apabila dilakukan karena Allah SWT. Mari menjadikan setiap waktu sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal, memperbaiki diri, dan memberikan kontribusi terbaik bagi sesama.
ARTIKEL17/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Cara Menghitung Zakat Penghasilan untuk Karyawan Swasta
Cara Menghitung Zakat Penghasilan untuk Karyawan Swasta
Zakat penghasilan merupakan salah satu kewajiban yang perlu ditunaikan oleh setiap muslim yang memperoleh pendapatan dan telah memenuhi syarat sesuai syariat. Bagi karyawan swasta, zakat penghasilan dapat dibayarkan secara rutin setiap menerima gaji sehingga lebih mudah dan teratur. Dengan memahami cara menghitung zakat penghasilan, setiap karyawan dapat menunaikan kewajibannya secara tepat sesuai ketentuan yang digunakan oleh Badan Amil Zakat Nasional. Ketentuan Zakat Penghasilan Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah zakat yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi yang halal, seperti gaji, honorarium, tunjangan, bonus, insentif, maupun bentuk penghasilan lainnya. Berdasarkan ketentuan yang digunakan BAZNAS, zakat penghasilan wajib ditunaikan apabila pendapatan telah mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas per tahun. Karena harga emas dapat berubah, nilai nisab dalam rupiah juga mengikuti harga emas yang berlaku pada saat perhitungan. Besaran zakat penghasilan adalah 2,5 persen dari penghasilan yang telah memenuhi nisab. Pembayaran zakat dapat dilakukan setiap menerima penghasilan (bulanan) agar lebih praktis, atau dikumpulkan terlebih dahulu selama satu tahun. Rumus Perhitungan Secara umum, zakat penghasilan dihitung dengan rumus sederhana: Zakat Penghasilan = Penghasilan × 2,5 persen Dalam praktiknya, muzaki perlu memastikan terlebih dahulu bahwa penghasilannya telah mencapai nisab yang berlaku. Jika belum mencapai nisab, maka zakat penghasilan belum diwajibkan, meskipun tetap dianjurkan untuk memperbanyak infak dan sedekah. Menggunakan kalkulator zakat yang disediakan oleh BAZNAS juga dapat membantu memastikan hasil perhitungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Contoh Perhitungan Karyawan Swasta Misalnya, seorang karyawan swasta menerima rincian pendapatan sebagai berikut: Gaji pokok: Rp9.000.000 Tunjangan: Rp1.000.000 Total penghasilan bulanan: Rp10.000.000 Apabila total penghasilan tersebut telah memenuhi nisab berdasarkan nilai 85 gram emas yang berlaku, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah: Rp10.000.000 × 2,5 persen = Rp250.000 Artinya, karyawan tersebut dapat menunaikan zakat penghasilan sebesar Rp250.000 setiap bulan. Sebagai contoh lain, apabila seorang karyawan memperoleh penghasilan sebesar Rp15.000.000 per bulan dan telah memenuhi nisab, maka zakat yang harus dibayarkan adalah: Rp15.000.000 × 2,5 persen= Rp375.000 Perhitungan tersebut dapat disesuaikan apabila terdapat perubahan jumlah penghasilan setiap bulan. Cara Bayar Zakat Penghasilan Setelah mengetahui besaran zakat yang harus ditunaikan, karyawan swasta dapat membayar zakat penghasilan melalui berbagai layanan yang disediakan oleh BAZNAS. Langkah-langkahnya meliputi: Menghitung penghasilan dan memastikan telah mencapai nisab. Menentukan besaran zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilan yang wajib dizakati. Mengakses layanan pembayaran zakat BAZNAS, baik secara langsung maupun melalui kanal digital. Memilih jenis pembayaran Zakat Penghasilan. Melakukan pembayaran melalui metode yang tersedia. Menyimpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi. Melalui layanan digital, proses pembayaran zakat dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja sehingga memudahkan karyawan dengan mobilitas yang tinggi. Menunaikan Zakat Penghasilan Secara Rutin Membayar zakat penghasilan setiap menerima gaji merupakan kebiasaan yang baik karena membantu muzaki menunaikan kewajiban secara konsisten tanpa harus menunggu hingga akhir tahun. Selain lebih praktis, cara ini juga memudahkan dalam mengelola keuangan dan memastikan hak mustahik dapat segera disalurkan. Zakat yang dihimpun oleh BAZNAS kemudian dikelola secara profesional dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, serta kemanusiaan. Zakat Penghasilan sebagai Wujud Syukur Menunaikan zakat penghasilan bukan hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga menjadi bentuk syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT. Dengan menyisihkan sebagian harta untuk mereka yang berhak menerima, setiap karyawan turut berkontribusi dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat semangat tolong-menolong. Melalui pemahaman yang benar mengenai ketentuan, cara menghitung, dan mekanisme pembayarannya, zakat penghasilan dapat ditunaikan dengan mudah, tepat, dan sesuai syariat. Mari sempurnakan ibadah dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini: Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya#AmanahProfesionalTransparan#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
ARTIKEL14/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Penghasilan YouTuber, Selebgram, dan Content Creator, Apakah Wajib Zakat?
Penghasilan YouTuber, Selebgram, dan Content Creator, Apakah Wajib Zakat?
Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai profesi baru yang kini menjadi sumber penghasilan bagi banyak orang. Mulai dari YouTuber, selebgram, influencer, kreator TikTok, hingga content creator, semuanya dapat memperoleh pendapatan dari karya dan aktivitas digital yang mereka lakukan. Seiring meningkatnya penghasilan dari sektor ekonomi kreatif digital, muncul pertanyaan yang kerap diajukan: apakah penghasilan dari profesi digital termasuk harta yang wajib dizakati? Profesi Digital dan Harta dalam Islam Islam tidak membatasi sumber penghasilan hanya pada profesi yang dikenal pada masa lalu. Selama diperoleh melalui cara yang halal, setiap penghasilan merupakan rezeki yang mengandung hak orang lain. Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik...." (QS. Al-Baqarah: 267) Ayat tersebut menunjukkan bahwa hasil usaha yang halal dan baik merupakan bagian dari harta yang harus dikelola sesuai ketentuan syariat, termasuk dengan menunaikan zakat. Dalam fikih kontemporer, penghasilan dari profesi digital termasuk dalam kategori al-mal al-mustafad, yaitu harta yang diperoleh melalui usaha yang sah. Kapan Penghasilan Kreator Digital Wajib Dizakati? Penghasilan dari profesi digital termasuk dalam kategori zakat penghasilan (zakat profesi) . Zakat menjadi wajib apabila penghasilan yang diperoleh telah mencapai nisab , yaitu senilai 85 gram emas dalam satu tahun. Sebagaimana praktik yang diterapkan BAZNAS RI, zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap kali menerima penghasilan apabila telah mencapai nisab bulanan, atau diakumulasikan hingga mencapai nisab tahunan. Besaran zakat yang dikeluarkan adalah 2,5% dari penghasilan sesuai ketentuan syariat. Dengan demikian, seorang YouTuber, selebgram, influencer, maupun content creator yang memperoleh penghasilan halal dan telah memenuhi nisab memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat sebagai bentuk penyucian harta sekaligus kepedulian kepada sesama. Kejujuran adalah Fondasi Rezeki yang Berkah Di era media sosial, kesuksesan sering diukur dari jumlah pengikut, tayangan, maupun nilai kerja sama komersial. Namun, Islam mengajarkan bahwa keberkahan rezeki tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh cara memperolehnya. Rasulullah SAW bersabda: "Hendaklah kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga." (HR. Muslim) Pesan ini menjadi pengingat bagi para pelaku ekonomi digital agar senantiasa menghadirkan konten yang jujur, bermanfaat, dan tidak menyesatkan demi mengejar popularitas maupun keuntungan. Tidak Semua Penghasilan Menjadi Objek Zakat Zakat hanya dikenakan atas harta yang diperoleh melalui cara yang halal. Penghasilan yang berasal dari penipuan, suap, pencurian, riba, maupun praktik yang diharamkan bukan merupakan harta yang sah sehingga tidak menjadi objek zakat. Rasulullah SAW bersabda: "Allah tidak menerima sedekah dari hasil penipuan." (HR. Muslim) Oleh karena itu, sebelum menghitung kewajiban zakat, seorang kreator digital perlu memastikan bahwa sumber penghasilannya berasal dari aktivitas yang halal dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Jadikan Kesuksesan Digital Lebih Bermakna Setiap rezeki yang Allah SWT titipkan mengandung tanggung jawab sosial. Melalui zakat, keberhasilan yang diraih tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi jalan membantu mereka yang membutuhkan. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka...." (QS. At-Taubah: 103) Zakat yang ditunaikan akan disalurkan kepada para penerima manfaat melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, dan sosial. Dengan demikian, penghasilan dari profesi digital tidak hanya menjadi sumber nafkah, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan keberkahan, memperkuat solidaritas sosial, dan berkontribusi dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Referensi 1. Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 267. 2. Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 103. 3. Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan. 4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. 5. Pedoman Zakat Penghasilan BAZNAS RI. 6. HR. Muslim tentang keutamaan kejujuran. 7. HR. Muslim tentang sedekah dari harta yang halal.
ARTIKEL10/07/2026 | Admin Penghimpunan
NISAB ZAKAT PENGHASILAN 2026 RESMI DITETAPKAN, APAKAH PENGHASILAN ANDA SUDAH WAJIB DIZAKATI?
NISAB ZAKAT PENGHASILAN 2026 RESMI DITETAPKAN, APAKAH PENGHASILAN ANDA SUDAH WAJIB DIZAKATI?
Menunaikan zakat penghasilan merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud syukur atas rezeki yang Allah SWT titipkan. Agar masyarakat memiliki acuan yang sama dalam menentukan kewajiban zakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menetapkan nilai nisab zakat penghasilan dan jasa untuk tahun 2026.Berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026, nilai nisab zakat penghasilan ditetapkan sebesar Rp91.681.728 per tahun atau setara Rp7.640.144 per bulan. Penetapan ini didasarkan pada nilai 85 gram emas, sesuai ketentuan syariat Islam yang menjadi acuan dalam zakat pendapatan dan jasa. Apa Itu Nisab Zakat Penghasilan?Nisab adalah batas minimal harta atau penghasilan yang menyebabkan seorang Muslim wajib menunaikan zakat. Dalam zakat penghasilan, nisab disetarakan dengan nilai 85 gram emas. Apabila penghasilan yang diterima setiap bulan telah mencapai atau melebihi batas tersebut, maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5 persen.Ketentuan ini berlaku bagi berbagai profesi yang memperoleh penghasilan secara halal, baik pegawai negeri, karyawan swasta, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, profesional, pelaku usaha, maupun pekerja ekonomi digital seperti freelancer dan content creator. Cara Menghitung Zakat PenghasilanPerhitungannya sangat sederhana, yaitu: Zakat = 2,5% × Penghasilan Sebagai contoh, seseorang yang memperoleh penghasilan sebesar Rp10.000.000 per bulan telah melampaui nisab tahun 2026. Dengan demikian, zakat yang wajib ditunaikan adalah:2,5% × Rp10.000.000 = Rp250.000Zakat tersebut dapat ditunaikan setiap bulan sehingga lebih ringan dan memudahkan pengelolaan keuangan. Mengapa Nisab Berubah Setiap Tahun?Nilai nisab zakat tidak bersifat tetap. Setiap tahun BAZNAS melakukan penyesuaian berdasarkan rata-rata harga emas, sehingga besaran nisab mengikuti perkembangan nilai emas di pasaran. Hal ini bertujuan agar ketentuan zakat tetap relevan dengan kondisi ekonomi dan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.Zakat penghasilan bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan umat. Dana zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, hingga dakwah. Dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, setiap rupiah yang ditunaikan akan dikelola secara amanah, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Mari hitung penghasilan Anda. Jika telah mencapai nisab tahun 2026, jangan tunda untuk menunaikan zakat penghasilan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus kontribusi nyata dalam mewujudkan kesejahteraan umat.
ARTIKEL03/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Peristiwa Hijrah Rasulullah dan Pelajaran Berharga bagi Umat Islam
Peristiwa Hijrah Rasulullah dan Pelajaran Berharga bagi Umat Islam
Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan tempat tinggal. Peristiwa ini menjadi titik balik penting dalam sejarah Islam, bahkan dijadikan tonggak permulaan kalender Hijriah. Di balik kisahnya, ada banyak pelajaran yang relevan untuk dipegang umat Islam hingga hari ini. Latar Belakang Peristiwa Hijrah Hijrah terjadi pada tahun 622 Masehi, setelah lebih dari satu dekade Rasulullah SAW berdakwah di Makkah menghadapi tekanan dan penganiayaan dari kaum Quraisy. Para pengikut Nabi mengalami penyiksaan, pemboikotan ekonomi, hingga ancaman pembunuhan karena menolak meninggalkan akidah mereka. Titik balik datang ketika sekelompok penduduk Madinah (saat itu bernama Yatsrib) menyatakan keimanan mereka dan mengundang Rasulullah SAW untuk berhijrah, melalui perjanjian yang dikenal sebagai Baiat Aqabah terjadi dalam dua tahap, Aqabah pertama dan kedua. Perjanjian ini menjadi dasar bagi Nabi untuk memerintahkan para sahabat berhijrah secara bertahap, sebelum akhirnya beliau sendiri menyusul bersama Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai rombongan terakhir. Perjalanan Hijrah yang Penuh Tantangan Perjalanan hijrah Rasulullah SAW bersama Abu Bakar bukan perjalanan yang mudah. Mengetahui rencana ini, kaum Quraisy bahkan menjanjikan hadiah besar bagi siapa saja yang berhasil menangkap Nabi hidup atau mati. Sebelum berangkat, Rasulullah SAW meminta Ali bin Abi Thalib untuk tetap tinggal di Makkah guna mengembalikan barang-barang titipan kepada pemiliknya yang menunjukkan bahwa di tengah ancaman besar, amanah tetap diutamakan. Salah satu momen paling dikenal dari perjalanan ini adalah persembunyian di Gua Tsur selama tiga hari, saat pasukan pengejar Quraisy hampir menemukan tempat persembunyian mereka. Dalam riwayat yang banyak dikenal, sarang laba-laba dan sarang burung yang tiba-tiba muncul di mulut gua menjadi sebab para pengejar mengurungkan niat untuk memeriksa ke dalam. Setelah situasi dianggap aman, perjalanan dilanjutkan menuju Madinah dengan rute memutar untuk menghindari kejaran, dipandu oleh Abdullah bin Uraiqith yang disewa sebagai penunjuk jalan, hingga akhirnya Rasulullah SAW tiba di Madinah dan disambut gembira oleh penduduk setempat. Madinah Setelah Hijrah Kedatangan Rasulullah SAW di Madinah menandai babak baru dakwah Islam. Beberapa langkah penting yang dilakukan setelah hijrah: - Mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar Kaum Muhajirin (yang berhijrah dari Makkah) dipersaudarakan secara resmi dengan kaum Anshar (penduduk Madinah), saling berbagi tempat tinggal dan harta - Membangun Masjid Nabawi Menjadi pusat ibadah sekaligus pusat pemerintahan dan kegiatan sosial umat - Menyusun Perjanjian Madinah Kesepakatan yang mengatur hubungan antara kaum muslimin dengan suku-suku dan komunitas lain di Madinah, termasuk komunitas Yahudi, demi menjaga stabilitas sosial Langkah-langkah ini menjadi dasar terbentuknya negara Islam pertama yang terorganisasi di Madinah. Hijrah sebagai Penanda Kalender Islam Penetapan hijrah sebagai permulaan kalender Hijriah tidak dilakukan oleh Rasulullah SAW sendiri, melainkan ditetapkan kemudian oleh Khalifah Umar bin Khattab. Pemilihan peristiwa hijrah dibandingkan kelahiran atau wafat Nabi sebagai titik awal kalender pun mengandung makna tersendiri, sebab hijrah dianggap sebagai momen kebangkitan dan dimulainya era baru dakwah Islam yang lebih terstruktur, bukan sekadar peristiwa biografis personal semata. Pelajaran Berharga dari Peristiwa Hijrah - Pentingnya kesabaran dan strategi dalam menghadapi tekanan Hijrah bukan keputusan yang diambil secara reaktif atau emosional. Rasulullah SAW menunjukkan bahwa menghadapi tekanan membutuhkan kesabaran panjang dan perencanaan matang, bukan sekadar melarikan diri dari kesulitan. - Keteguhan dalam memegang prinsip Meski menghadapi ancaman besar, Rasulullah SAW dan para sahabat tidak mengorbankan akidah mereka demi keamanan. Hijrah justru dilakukan untuk menjaga keyakinan tetap utuh, bukan untuk berkompromi dengannya. - Menjaga amanah di tengah kesulitan Permintaan Nabi kepada Ali bin Abi Thalib untuk mengembalikan barang titipan sebelum berhijrah menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap sesama tidak boleh diabaikan, sekalipun dalam situasi yang mendesak. - Nilai persaudaraan dan solidaritas Sambutan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin menjadi teladan persaudaraan lintas latar belakang. Mereka berbagi tempat tinggal, harta, dan kehidupan tanpa memandang asal usul. - Pentingnya membangun komunitas yang kuat Di Madinah, Rasulullah SAW tidak hanya membangun tempat tinggal baru, tetapi juga fondasi masyarakat: mempersatukan suku-suku yang sebelumnya berkonflik, menyusun perjanjian sosial, dan membangun masjid sebagai pusat kegiatan umat. - Hijrah sebagai simbol perubahan menuju kebaikan Secara maknawi, hijrah sering dimaknai lebih luas dari sekadar perpindahan fisik, yaitu sebagai proses meninggalkan kebiasaan buruk untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Makna ini menjadikan hijrah relevan dipraktikkan oleh siapa saja, di mana saja, tanpa harus berpindah tempat secara fisik. Peristiwa hijrah mengajarkan bahwa perjuangan menegakkan kebenaran membutuhkan kesabaran, strategi, dan keberanian mengambil keputusan besar demi menjaga prinsip yang diyakini, sekaligus membangun komunitas yang solid sebagai fondasi peradaban baru. Mari sempurnakan ibadah di bulan Muharram dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini:
ARTIKEL03/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
PENGHASILAN INFLUENCER TERUS MENINGKAT, BAGAIMANA KETENTUAN ZAKATNYA DALAM ISLAM?
PENGHASILAN INFLUENCER TERUS MENINGKAT, BAGAIMANA KETENTUAN ZAKATNYA DALAM ISLAM?
Perkembangan teknologi digital telah melahirkan profesi-profesi baru yang beberapa tahun lalu mungkin belum pernah dibayangkan. Saat ini, seseorang dapat memperoleh penghasilan dari membuat video di YouTube, mengelola akun Instagram, menjadi kreator TikTok, menjalankan program afiliasi, hingga memproduksi konten digital untuk berbagai platform. Ekonomi kreatif digital tumbuh menjadi salah satu sektor yang memberikan peluang besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Namun seiring meningkatnya pendapatan dari sektor ini, muncul pertanyaan yang semakin sering diajukan: apakah penghasilan YouTuber, selebgram, influencer, dan content creator termasuk harta yang wajib dizakati? Profesi Digital dan Konsep Harta dalam Islam Islam tidak membatasi sumber penghasilan hanya pada profesi yang dikenal pada masa lalu. Selama diperoleh melalui cara yang halal, penghasilan dari profesi modern tetap termasuk harta yang memiliki konsekuensi syariat. Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik..." (QS. Al-Baqarah: 267) Ayat tersebut menunjukkan bahwa hasil usaha yang baik dan halal merupakan bagian dari harta yang harus dikelola sesuai ketentuan agama, termasuk dalam hal zakat. Dalam perkembangan fikih kontemporer, penghasilan yang diperoleh dari profesi digital dikategorikan sebagai al-mal al-mustafad atau harta yang diperoleh melalui usaha dan aktivitas ekonomi yang sah. Kapan Penghasilan Kreator Digital Wajib Dizakati? Para ulama menjelaskan bahwa zakat atas harta penghasilan tidak serta-merta diwajibkan hanya karena seseorang menerima pendapatan. Terdapat syarat yang harus dipenuhi, yaitu: Harta mencapai nisab. Kepemilikan harta berlangsung selama satu haul. Harta tersebut merupakan milik yang sah dan halal. Dalam dokumen Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII dijelaskan bahwa zakat atas harta penghasilan berlaku apabila telah mencapai nisab dan genap satu tahun kepemilikan (haul). Para ulama juga menegaskan bahwa perhitungan haul menggunakan kalender hijriah (qamariyah), bukan kalender masehi. Dengan demikian, seorang YouTuber, selebgram, atau influencer yang penghasilannya telah mencapai batas nisab dan memenuhi syarat haul memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat sebagaimana ketentuan zakat harta pada umumnya. Bukan Hanya Soal Besarnya Penghasilan Di era media sosial, keberhasilan sering diukur dari jumlah pengikut, tayangan, dan nilai kerja sama komersial yang diperoleh. Namun Islam mengajarkan bahwa keberkahan rezeki tidak hanya ditentukan oleh jumlahnya, melainkan juga oleh cara mendapatkannya. Rasulullah SAW bersabda: “Wajin atas kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu menunjukkan kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan kepada surga.” (HR. Muslim) Pesan ini sangat relevan bagi pelaku ekonomi digital. Di tengah persaingan konten yang ketat, godaan untuk membuat informasi sensasional, menyesatkan, atau tidak terverifikasi sering kali muncul demi meningkatkan popularitas dan keuntungan. Padahal, kejujuran merupakan fondasi utama dalam setiap aktivitas ekonomi seorang muslim. Apakah Semua Penghasilan Bisa Dizakati? Salah satu prinsip penting yang ditegaskan para ulama adalah bahwa zakat hanya berlaku pada harta yang diperoleh secara halal. Dalam literatur fikih disebutkan bahwa harta yang berasal dari penipuan, suap, pencurian, riba, atau praktik-praktik yang diharamkan tidak menjadi objek zakat karena bukan merupakan kepemilikan yang sah. Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW: “Allah tidak menerima sedekah dari hasil penipuan.” (HR. Muslim) Karena itu, sebelum berbicara tentang zakat, seorang kreator digital perlu memastikan bahwa sumber pendapatannya berasal dari aktivitas yang halal, jujur, dan tidak merugikan orang lain. Menjadikan Kesuksesan Digital Lebih Bermakna Perkembangan ekonomi kreatif digital membuka peluang besar bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan. Namun Islam mengingatkan bahwa setiap rezeki juga mengandung tanggung jawab sosial. Zakat menjadi salah satu cara agar keberhasilan yang diraih tidak berhenti pada kepentingan pribadi, tetapi turut memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui zakat, penghasilan dari dunia digital dapat berkontribusi pada program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga berbagai kegiatan kemanusiaan. Dengan demikian, profesi digital tidak hanya menjadi sarana mencari nafkah, tetapi juga dapat menjadi jalan menghadirkan keberkahan dan manfaat yang lebih luas bagi umat.
ARTIKEL02/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Gen Z Wajib Tahu! Apa Itu Zakat? Pengertian, Hukum, Jenis, dan Cara Menunaikannya
Gen Z Wajib Tahu! Apa Itu Zakat? Pengertian, Hukum, Jenis, dan Cara Menunaikannya
Gen Z Sudah Tahu Belum : Apa Itu Zakat? Pengertian, Hukum, Jenis, dan Cara Menunaikannya Di era digital seperti sekarang, berbagi bisa dilakukan hanya dengan beberapa klik. Namun, sebagai seorang Muslim, ada satu bentuk berbagi yang bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban. Ibadah tersebut adalah zakat. Sayangnya, masih banyak generasi muda yang mengenal zakat hanya sebatas kewajiban saat Ramadan. Padahal, zakat memiliki peran yang jauh lebih besar dalam Islam. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga menjadi solusi untuk membantu sesama, mengurangi kesenjangan sosial, dan mewujudkan kesejahteraan umat. Lalu, sebenarnya apa itu zakat? Siapa yang wajib membayarnya? Apa saja jenis-jenis zakat? Simak penjelasannya berikut ini. Apa Itu Zakat? Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (mustahik). Secara bahasa, zakat berasal dari kata Arab zaka yang berarti suci, bersih, berkembang, dan berkah. Oleh karena itu, zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membersihkan hati dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Melalui zakat, seorang Muslim belajar bahwa dalam setiap rezeki yang diperoleh terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan. Hukum Zakat dalam Islam Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Allah SWT berfirman: "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'." (QS. Al-Baqarah: 43) Rasulullah SAW juga bersabda: "Islam dibangun atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan menunaikan haji bagi yang mampu." (HR. Bukhari dan Muslim) Dari dalil tersebut dapat dipahami bahwa zakat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Kenapa Zakat Penting untuk Generasi Muda? Mungkin ada yang bertanya, "Aku masih muda, kenapa harus belajar zakat?" Jawabannya sederhana. Saat ini banyak anak muda yang sudah memiliki penghasilan dari pekerjaan, bisnis, freelance, content creator, affiliate marketing, investasi, maupun usaha digital lainnya. Ketika penghasilan atau harta yang dimiliki telah memenuhi ketentuan syariat, maka zakat menjadi kewajiban yang harus ditunaikan. Dengan memahami zakat sejak dini, kita bisa mengelola keuangan dengan lebih baik sekaligus memastikan bahwa rezeki yang diperoleh menjadi lebih berkah. Jenis-Jenis Zakat yang Wajib Diketahui Secara umum, zakat dibagi menjadi dua jenis utama. 1. Zakat Fitrah Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Besarannya setara dengan: 2,5 kilogram beras, atau 3,5 liter makanan pokok per orang. Zakat fitrah bertujuan untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merayakan Idulfitri dengan bahagia. 2. Zakat Mal Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta yang telah mencapai nisab dan haul sesuai ketentuan syariat. Beberapa contoh zakat mal meliputi: Zakat penghasilan atau profesi Zakat tabungan Zakat emas dan perak Zakat perdagangan Zakat investasi Zakat pertanian Zakat peternakan Umumnya, zakat mal dikeluarkan sebesar 2,5% dari harta yang telah memenuhi syarat. Siapa yang Wajib Membayar Zakat? Seseorang wajib menunaikan zakat apabila memenuhi syarat berikut: Beragama Islam Memiliki harta yang halal Harta dimiliki secara penuh Harta mencapai nisab Harta mencapai haul (untuk jenis zakat tertentu) Tidak digunakan untuk melunasi kebutuhan pokok yang mendesak Jika syarat-syarat tersebut terpenuhi, maka zakat wajib ditunaikan. Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat? Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menetapkan delapan golongan penerima zakat atau yang dikenal dengan istilah asnaf. 1. Fakir Mereka yang hampir tidak memiliki harta maupun penghasilan. 2. Miskin Mereka yang memiliki penghasilan tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan dasar. 3. Amil Petugas yang mengelola zakat. 4. Muallaf Orang yang baru masuk Islam atau sedang dikuatkan hatinya dalam Islam. 5. Riqab Orang yang membutuhkan bantuan untuk memperoleh kebebasannya. 6. Gharimin Orang yang memiliki utang karena kebutuhan yang dibenarkan syariat. 7. Fisabilillah Mereka yang berjuang di jalan Allah SWT untuk kemaslahatan umat. 8. Ibnu Sabil Musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan. Manfaat Zakat bagi Kehidupan Zakat bukan hanya memberikan manfaat bagi penerimanya, tetapi juga bagi orang yang menunaikannya. Beberapa manfaat zakat antara lain: - Membersihkan harta dan jiwa - Menumbuhkan keberkahan rezeki - Mengurangi kesenjangan sosial - Membantu masyarakat yang membutuhkan - Menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian - Memperkuat solidaritas umat - Menjadi investasi pahala untuk kehidupan akhirat Cara Menunaikan Zakat dengan Mudah Saat ini, pembayaran zakat tidak harus dilakukan secara langsung. Masyarakat dapat menunaikan zakat secara online melalui lembaga resmi yang amanah dan terpercaya. BAZNAS Kota Yogyakarta hadir untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara mudah, cepat, aman, dan transparan. Dana yang dihimpun akan disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan. FAQ Seputar Zakat Apa itu zakat? Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim yang telah memenuhi syarat untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Berapa persen zakat mal? Secara umum, zakat mal sebesar 2,5% dari harta yang telah mencapai nisab dan haul. Apa perbedaan zakat fitrah dan zakat mal? Zakat fitrah ditunaikan menjelang Idulfitri, sedangkan zakat mal ditunaikan atas harta yang telah memenuhi syarat tertentu. Apakah gaji bulanan wajib dizakati? Ya, apabila penghasilan yang diterima telah mencapai nisab sesuai ketentuan zakat penghasilan. Yuk Tunaikan Zakat Sekarang! Karena sejatinya, harta terbaik bukanlah yang hanya kita simpan, melainkan yang mampu menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang. Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta dalam mewujudkan #ZakatMenguatkanIndonesia dan jadikan setiap rupiah yang dikeluarkan sebagai investasi keberkahan dunia dan akhirat.
ARTIKEL10/06/2026 | Kengy Gilang Ramadhan
Lebaran Anak Yatim di Bulan Muharram: Momentum Berbagi dan Membahagiakan Generasi Masa Depan
Lebaran Anak Yatim di Bulan Muharram: Momentum Berbagi dan Membahagiakan Generasi Masa Depan
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Selain menjadi penanda tahun baru Hijriah, Muharram juga dikenal luas di masyarakat sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yatim. Tradisi menyantuni dan membahagiakan anak yatim pada bulan ini telah menjadi bagian dari budaya kebaikan yang terus diwariskan oleh umat Islam di berbagai daerah, termasuk di Kota Yogyakarta. Anak yatim merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian bersama. Kehilangan sosok ayah sebagai tulang punggung keluarga sering kali menghadirkan berbagai tantangan dalam kehidupan mereka, mulai dari kebutuhan pendidikan, kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, kehadiran masyarakat yang peduli melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi salah satu bentuk dukungan nyata agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Momentum Muharram menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat semangat berbagi. Tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan perhatian yang dapat meningkatkan rasa percaya diri anak-anak yatim. Berbagai kegiatan seperti santunan, pemberian perlengkapan sekolah, belanja bersama, hingga acara hiburan edukatif dapat menjadi sarana untuk menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi mereka. Dalam Islam, menyayangi anak yatim memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Rasulullah SAW bahkan memberikan kabar gembira bagi mereka yang memelihara dan memperhatikan anak yatim dengan sungguh-sungguh. Nilai-nilai kepedulian inilah yang menjadi landasan penting bagi berbagai program sosial yang dilaksanakan oleh lembaga zakat, termasuk BAZNAS, dalam upaya menguatkan kesejahteraan anak-anak yatim dan keluarga yang membutuhkan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, dukungan dari para muzakki dan donatur menjadi harapan besar bagi keberlangsungan program-program pemberdayaan anak yatim. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah dan profesional, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran sehingga memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Lebaran Anak Yatim yang diperingati setiap bulan Muharram bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat bahwa masih banyak anak-anak yang membutuhkan uluran tangan dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya. Ketika masyarakat bersama-sama bergotong royong membantu anak yatim, maka akan tercipta ekosistem sosial yang lebih kuat, harmonis, dan penuh keberkahan. Oleh karena itu, mari jadikan bulan Muharram sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama. Setiap rupiah yang disisihkan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi jalan bagi anak-anak yatim untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, memenuhi kebutuhan hidup mereka, serta meraih cita-cita di masa depan. Ayo berbagi kebahagiaan di Bulan Muharram dan Lebaran Anak Yatim. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda untuk membantu anak yatim, mendukung pendidikan mereka, serta menghadirkan masa depan yang lebih cerah. Donasi untuk anak yatim, santunan Muharram, dan program Lebaran Anak Yatim menjadi langkah nyata untuk menebar keberkahan dan meraih pahala yang terus mengalir. Bersama BAZNAS, wujudkan kepedulian Anda kepada anak yatim dan dhuafa mulai hari ini.
ARTIKEL09/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Dari Kelaparan Menuju Kemandirian: Kisah Mustahik Fidyah yang Bangkit
Dari Kelaparan Menuju Kemandirian: Kisah Mustahik Fidyah yang Bangkit
Di sebuah kampung yang jauh dari hiruk-pikuk kota, hiduplah seorang pria sederhana yang pernah berada pada titik paling sulit dalam hidupnya. Ia kehilangan pekerjaan tetap setelah tempatnya bekerja tutup secara mendadak. Tabungan yang sedikit perlahan habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hari-harinya dipenuhi kegelisahan, terlebih ketika ia harus melihat keluarganya menahan lapar. Kisah ini menjadi salah satu mustahik fidyah cerita yang menunjukkan bahwa di balik kesulitan yang dalam, selalu ada jalan menuju perubahan jika harapan tetap dijaga. Pada masa itu, kehidupannya benar-benar terpuruk. Ia hanya mengandalkan pekerjaan serabutan yang tidak selalu tersedia. Kadang ia bekerja sehari, lalu menganggur beberapa hari berikutnya. Penghasilan yang didapat sering kali tidak cukup untuk membeli beras, apalagi memenuhi kebutuhan lain. Ia pernah merasakan hari-hari ketika keluarganya harus berbuka dengan makanan yang sangat sederhana, bahkan terkadang hanya air dan sisa nasi yang dihangatkan kembali. Rasa putus asa sempat menyelimuti hatinya, membuatnya merasa tidak berdaya menghadapi keadaan. Perubahan mulai datang ketika bulan Ramadhan tiba. Di tengah keterbatasan itu, ia mendapat kabar dari pengurus masjid bahwa namanya terdaftar sebagai penerima bantuan fidyah dari para dermawan. Bantuan tersebut tidak hanya berupa makanan siap santap, tetapi juga bahan pokok yang cukup untuk beberapa waktu. Awalnya ia merasa segan menerima bantuan, namun kondisi memaksanya untuk bersyukur atas apa yang diberikan. Bantuan fidyah itu menjadi titik awal kebangkitan yang menguatkan mentalnya untuk kembali bangkit. Dengan kebutuhan makan yang sedikit lebih terjamin, pikirannya menjadi lebih tenang. Ia mulai memikirkan cara agar keluarganya tidak terus bergantung pada bantuan. Dari sisa uang yang berhasil ia kumpulkan dan dukungan kecil dari tetangga, ia mencoba memulai usaha sederhana berjualan minuman dan gorengan di depan rumah. Usaha itu tidak langsung besar, tetapi cukup untuk menambah penghasilan harian. Setiap hari ia belajar melayani pembeli dengan ramah dan menjaga kualitas dagangannya. Perlahan, usahanya mulai dikenal oleh warga sekitar. Beberapa bulan berlalu, perubahan nyata mulai terlihat. Penghasilannya memang belum besar, tetapi cukup stabil untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Ia tidak lagi merasakan kecemasan berlebihan setiap kali memikirkan makanan esok hari. Lebih dari itu, kepercayaan dirinya kembali tumbuh. Ia menyadari bahwa bantuan fidyah yang pernah ia terima bukan sekadar pertolongan sesaat, melainkan kesempatan untuk memulai kembali kehidupan dengan cara yang lebih baik. Kisah bangkit dari kemiskinan ini menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya yang menghadapi kesulitan serupa. Seiring waktu, usahanya berkembang. Ia menambah variasi dagangan dan bahkan mampu menyewa gerobak kecil agar jualannya lebih rapi dan menarik. Anak-anaknya bisa kembali fokus bersekolah tanpa harus memikirkan kekurangan yang dulu sering mereka rasakan. Ia juga mulai menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung. Dari seseorang yang dulu merasa tidak memiliki masa depan, kini ia mampu melihat harapan yang lebih jelas di hadapan. Yang paling mengharukan, ketika Ramadhan berikutnya datang, ia tidak lagi berada dalam daftar penerima bantuan. Sebaliknya, ia justru ikut berkontribusi dalam program sosial di masjidnya. Meski jumlahnya tidak besar, ia merasa bahagia bisa berbagi dengan orang lain yang sedang mengalami kesulitan seperti yang pernah ia rasakan. Baginya, sedekah bukan soal besar atau kecilnya nominal, tetapi tentang kepedulian dan rasa syukur atas perubahan yang telah ia alami. Kisah ini menjadi pengingat bahwa fidyah dan sedekah memiliki kekuatan transformasi yang luar biasa. Dari kondisi kelaparan dan ketidakpastian, seseorang bisa bangkit menuju kemandirian ketika bantuan disertai dengan tekad dan usaha. Inspirasi sedekah tidak hanya berdampak pada penerima, tetapi juga menciptakan lingkaran kebaikan yang terus berlanjut. Apa yang dulu menjadi pertolongan baginya, kini berubah menjadi motivasi untuk menolong orang lain. Inilah bukti bahwa kepedulian umat dapat melahirkan perubahan nyata dan harapan baru bagi masa depan. Ayo, Berbagi Keberkahan dengan Sesama!Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, mari kita jadikan momen berbuka puasa sebagai kesempatan untuk berbagi keberkahan dengan sesama. Yayasan Baznas Kota Yogyakarta hadir untuk membantu Anda dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan. Dengan berdonasi melalui Baznas, Anda tidak hanya membantu meringankan beban penderitaan orang lain, tetapi juga meraih pahala dan ampunan dosa dari Allah swt. Ayo! segera berdonasi melalui Yayasan Baznas Kota Yogyakarta dan raihlah keberkahan bulan Ramadhan yang sesungguhnya! Layanan Muzaki Baznas Kota Yogyakarta:Alamat: Komplek Masjid Pangeran Diponegoro, Balaikota YogyakartaWhatsApp: 0821-4123-2770Website: kotayogya.baznas.go.id Bersama Baznas, kita wujudkan kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id editor: Banyu Bening.
ARTIKEL17/03/2026 | Azka Atthaya K.H
Doa Agar Konsisten Dalam Beribadah
Doa Agar Konsisten Dalam Beribadah
Dalam perjalanan spiritual seorang Muslim, fluktuasi iman adalah hal yang manusiawi. Ada kalanya kita merasakan manisnya iman hingga begitu ringan dalam melangkahkan kaki ke masjid atau terbangun di sepertiga malam. Namun, tak jarang pula kita dihinggapi rasa malas, berat hati, dan jenuh yang dalam terminologi Islam disebut sebagai futur. Jika dibiarkan, rasa enggan ini dapat menjauhkan kita dari rahmat Allah SWT. Lantas, bagaimana cara menjaga agar api semangat ibadah tetap menyala? salah satu kunci utamanya adalah memadukan antara ikhtiar batiniah melalui doa dan ikhtiar lahiriah melalui pembiasaan amal. Sebelum membahas solusinya, kita perlu memahami bahwa hati manusia bersifat bolak-balik (muqallibal qulub). Rasulullah SAW bersabda bahwa iman itu bisa aus sebagaimana pakaian yang aus, maka mintalah kepada Allah untuk memperbaharui iman di dalam hati. Beberapa faktor penyebab turunnya semangat ibadah antara lain adalah terlalu banyak melakukan hal mubah yang sia-sia, terjerumus dalam kemaksiatan yang membuat hati menjadi keras, hingga kurangnya lingkungan (bi’ah) yang mendukung ketaatan. Dalam kondisi seperti ini, seseorang membutuhkan "pendorong" agar hatinya kembali tergerak. Amalan Doa Agar Hati Mudah Tergerak untuk Ibadah Salah satu referensi kuat yang sering dibagikan, termasuk dalam literatur Perukunan Melayu, adalah sebuah doa khusus yang dipanjatkan agar Allah membimbing kita pada jalan ketaatan. Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca setiap selesai shalat lima waktu. Berikut adalah lafal doanya: “Allahummahdi thariqana ila tha’atika, wa tammim taqshirana, wa taqabbal minna ibadatana, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.” Artinya: "Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Semoga Allah melimpahkan rahmat bagi junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." Doa ini mengandung tiga permohonan esensial: Bimbingan (Hidayah): Meminta agar Allah selalu mengarahkan hati kita pada perbuatan taat. Penyempurnaan (I’timam): Menyadari bahwa ibadah kita seringkali jauh dari sempurna, maka kita memohon agar kekurangan tersebut ditutupi oleh Allah. Penerimaan (Qabul): Ibadah sebanyak apa pun tidak akan berarti jika tidak diterima oleh-Nya. Selain rutin mengamalkan doa di atas, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan agar semangat ibadah tetap stabil: 1. Mulailah dari yang Ringan namun Konsisten Rasulullah SAW sangat menyukai amalan yang dilakukan secara konsisten (dawam), meskipun jumlahnya sedikit. Jangan memaksakan diri melakukan ibadah sunnah yang sangat banyak dalam satu waktu jika itu justru membuat Anda bosan. Mulailah dengan shalat sunnah rawatib dua rakaat atau membaca Al-Qur'an satu halaman sehari secara rutin. 2. Memilih Lingkungan yang Shalih Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap mentalitas seseorang. Jika kita berkumpul dengan orang-orang yang rajin beribadah, secara psikologis kita akan merasa tertinggal jika tidak ikut beribadah. Sebaliknya, teman yang lalai akan menyeret kita pada kelalaian yang sama. 3. Mengingat Kematian dan Keutamaan Ibadah Mengingat bahwa usia manusia terbatas dapat menjadi cambuk bagi jiwa yang malas. Bayangkan jika waktu kita habis saat kita sedang dalam kondisi lalai. Selain itu, mempelajari hikmah dan pahala di balik sebuah ibadah akan memberikan motivasi tambahan (stimulus) bagi akal dan hati untuk bergerak. 4. Hindari Penyakit "Nanti Saja" (Taswif) Menunda-nunda amal adalah salah satu tentara iblis yang paling kuat. Jika terbetik niat baik di dalam hati, segera laksanakan saat itu juga. Semakin lama kita menunda, semakin berat beban mental untuk memulainya. Istiqamah dalam ketaatan adalah karunia yang harus dijemput. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri karena hati ini berada dalam genggaman Sang Maha Pencipta. Oleh karena itu, mengamalkan doa agar diberikan semangat ibadah merupakan wujud kerendahan hati seorang hamba yang mengakui keterbatasannya. Mari jadikan doa di atas sebagai wirid rutin setelah shalat. Dengan memohon bimbingan Allah, semoga setiap langkah kita, baik yang wajib maupun yang sunnah, terasa ringan dan membawa ketenangan batin. Semangat ibadah yang terjaga bukan hanya akan memperbaiki kualitas hubungan kita dengan Tuhan (hablum minallah), tetapi juga akan terpancar dalam akhlak yang baik kepada sesama manusia (hablum minannas). Semoga Allah SWT senantiasa menetapkan hati kita di atas agama-Nya dan memberikan kekuatan untuk terus istiqamah hingga akhir hayat. Wallahu a’lam bisshawab. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL17/03/2026 | Kifti
Tips agar Konsisten Beribadah Selama Ramadhan
Tips agar Konsisten Beribadah Selama Ramadhan
Bulan Ramadhan sering kali diibaratkan sebagai sebuah ladang yang sangat subur. Di dalamnya, Allah SWT menanam berbagai macam pohon yang berbuah lebat berupa pahala, ampunan, dan keberkahan. Sebagai umat Muslim, kita memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk memanen "buah" tersebut sebanyak mungkin. Namun, realita di lapangan sering kali menunjukkan pola yang serupa setiap tahunnya: semangat yang meluap-luap di awal bulan, namun perlahan meredup saat memasuki pertengahan hingga akhir Ramadhan. Fenomena "masjid yang safnya semakin maju" atau berkurangnya intensitas tadarus Al-Qur'an adalah tantangan spiritual yang nyata. Ibadah memang sangat berkaitan erat dengan fluktuasi iman—yang kadang naik dan kadang turun. Agar kita tidak terjebak dalam euforia sesaat, diperlukan strategi yang tepat untuk menjaga konsistensi atau istiqamah hingga garis finis. Berikut adalah tiga tips utama agar semangat ibadah Anda tetap terawat dan stabil selama bulan suci Ramadhan. 1. Mengendalikan Porsi Makan dan Menghindari Kenyang Berlebihan Ramadhan adalah bulan puasa, yang secara harfiah berarti menahan diri. Namun, ironisnya, momen berbuka puasa sering kali dijadikan ajang "balas dendam" kuliner. Meja makan dipenuhi dengan berbagai macam hidangan, mulai dari takjil yang manis hingga makanan berat yang berlemak. Akibatnya, kita makan melampaui batas kebutuhan tubuh. Makan terlalu kenyang bukan sekadar masalah kesehatan fisik, tetapi juga hambatan besar bagi spiritualitas. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berpesan: “Makan dan minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A’raf: 31). Secara fisiologis, perut yang terlalu penuh akan menarik aliran darah ke sistem pencernaan, yang mengakibatkan otak kekurangan suplai oksigen secara optimal sehingga timbul rasa kantuk yang luar biasa. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa malas untuk berangkat shalat Tarawih atau lemas saat hendak tadarus setelah berbuka. Imam As-Syafi’i pernah memperingatkan bahwa kekenyangan dapat memberatkan badan, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, dan yang paling krusial, melemahkan seseorang untuk beribadah. Rasulullah SAW memberikan panduan ideal: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernapas. Dengan menjaga perut tetap ringan, jiwa akan terasa lebih tangkas untuk menjalankan rangkaian ibadah malam. 2. Menjaga Diri dari Perbuatan Maksiat Sering kali kita lupa bahwa kualitas ibadah sangat dipengaruhi oleh apa yang kita lakukan di luar jam ibadah tersebut. Maksiat—baik itu lisan seperti ghibah, maupun maksiat mata dan hati—memiliki efek "pengerem" bagi keinginan berbuat baik. Ibnu Abbas RA pernah menjelaskan bahwa kebaikan itu memberikan sinar pada wajah dan cahaya dalam hati. Sebaliknya, kemaksiatan membawa kegelapan pada hati dan kelemahan pada badan. Ketika seseorang merasa sangat berat untuk melangkahkan kaki ke masjid atau merasa jenuh membaca Al-Qur'an, bisa jadi itu adalah dampak dari dosa-dosa yang dilakukan, yang secara spiritual "membelenggu" tubuh untuk melakukan ketaatan. Menghindari maksiat di bulan Ramadhan berarti melakukan puasa secara utuh (puasa khawas), bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Dengan menjaga kesucian diri, hati akan menjadi lebih sensitif terhadap kebaikan, sehingga melakukan ibadah terasa lebih ringan dan menyenangkan, bukan sebagai beban. 3. Menerapkan Prinsip Ibadah yang Proporsional dan Berkelanjutan Salah satu penyebab utama seseorang berhenti di tengah jalan adalah karena memaksakan porsi ibadah yang terlalu besar di awal tanpa mengukur kemampuan diri. Misalnya, di malam pertama langsung menargetkan membaca 5 juz Al-Qur'an, namun di malam ketiga sudah merasa kelelahan dan akhirnya berhenti total. Islam sangat mencintai amalan yang konsisten meskipun jumlahnya sedikit. Rasulullah SAW bersabda, "Lakukanlah amal-amal yang kalian sanggup melaksanakannya, karena Allah tidak akan bosan sampai kalian sendiri yang bosan" (HR. Al-Bukhari). Kunci dari istiqamah adalah ritme. Lebih baik membaca satu atau dua lembar Al-Qur'an setiap selesai shalat fardhu secara konsisten, daripada membaca satu juz namun hanya dilakukan satu kali selama sebulan. Ibadah yang dipaksakan di luar batas kemampuan sering kali berujung pada rasa jenuh (fatigue) spiritual. Rasulullah bahkan pernah menegur sahabat yang ingin beribadah sepanjang malam tanpa tidur, karena tubuh dan keluarga juga memiliki hak yang harus ditunaikan. Ramadhan adalah maraton, bukan sprint. Kita tidak perlu menghabiskan seluruh energi di beberapa meter pertama, melainkan harus mengatur napas agar bisa mencapai garis akhir dengan kualitas iman yang lebih baik. Dengan menjaga pola makan yang tidak berlebihan, menjauhi maksiat yang mengotori hati, serta melakukan ibadah secara proporsional namun berkelanjutan, insya Allah kita bisa meraih predikat takwa yang sesungguhnya. Mari kita jadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum untuk membangun kebiasaan ibadah yang tidak hanya bertahan selama 30 hari, tetapi terus membekas sepanjang tahun. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan keistiqamahan untuk terus bersujud dan mendekat kepada-Nya hingga fajar hari kemenangan tiba. Amin. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL17/03/2026 | Kifti
5 Cara Efektif Mengatasi Lemas Saat Berpuasa
5 Cara Efektif Mengatasi Lemas Saat Berpuasa
Memasuki minggu-minggu akhir bulan Ramadan, keluhan yang paling sering muncul bukanlah rasa lapar yang melilit, melainkan rasa lemas yang luar biasa. Banyak dari kita merasa sulit berkonsentrasi di kantor atau merasa tidak bertenaga untuk menjalankan aktivitas harian. Rasa lemas saat puasa sebenarnya adalah hal yang wajar karena tubuh mengalami perubahan metabolisme. Namun, lemas yang berlebihan bisa menjadi penghambat produktivitas dan kualitas ibadah. Berikut adalah cara efektif agar tubuh tetap bugar dan jauh dari rasa lunglai selama berpuasa. Jangan Pernah Melewatkan Sahur Sahur adalah fondasi energi Anda selama 13–14 jam ke depan. Melewatkan sahur sama saja dengan membiarkan tubuh bekerja tanpa "bahan bakar". Namun, jangan asal kenyang. Pastikan menu sahur Anda mengandung karbohidrat kompleks (seperti nasi merah, gandum, atau ubi) dan protein tinggi. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga pelepasan energi terjadi secara bertahap dan Anda tidak akan cepat merasa lemas di siang hari. Penuhi Kebutuhan Cairan Dehidrasi adalah penyebab utama rasa lemas, pusing, dan mengantuk saat puasa. Mengingat cuaca Ramadan 2026 yang mungkin cukup terik, menjaga hidrasi sangatlah krusial. Gunakan rumus 2-4-2 untuk memastikan kebutuhan 8 gelas air sehari terpenuhi: 2 Gelas saat Berbuka: Segera setelah azan magrib. 4 Gelas di Malam Hari: Diminum secara bertahap setelah salat Magrib hingga sebelum tidur. 2 Gelas saat Sahur: Untuk cadangan cairan selama beraktivitas. Batasi Konsumsi Kafein dan Makanan Manis Berlebih Mungkin Anda tergoda untuk meminum kopi saat sahur agar tidak mengantuk, atau makan gorengan manis saat berbuka. Namun, waspadalah kafein bersifat diuretik, yang artinya akan memicu Anda lebih sering buang air kecil dan mempercepat dehidrasi. Sementara itu, makanan yang terlalu manis menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis yang diikuti dengan penurunan yang cepat (sugar crash), yang justru membuat tubuh terasa sangat lemas tak lama kemudian. Tetap Lakukan Aktivitas Fisik Ringan Banyak orang salah kaprah dengan memilih untuk terus berbaring atau tidur sepanjang hari saat berpuasa. Faktanya, kurang bergerak justru membuat aliran darah tidak lancar dan memicu rasa malas serta lemas yang lebih parah. Lakukan olahraga ringan seperti jalan santai atau peregangan di sore hari menjelang berbuka (ngabuburit). Aktivitas fisik ringan membantu melancarkan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh, sehingga otak terasa lebih segar. Atur Waktu Istirahat dengan Bijak Perubahan pola tidur karena harus bangun sahur sering kali membuat kita kurang istirahat. Kurang tidur akan memengaruhi metabolisme dan membuat tubuh terasa berat. Strateginya sederhana: Tidurlah lebih awal setelah salat Tarawih dan manfaatkan waktu istirahat siang di kantor selama 20 menit untuk tidur sejenak. Tidur singkat atau power nap terbukti ampuh mengembalikan energi yang hilang secara instan. Berpuasa bukan berarti produktivitas harus terhenti. Dengan tubuh yang bugar, Anda tidak hanya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tetapi juga memiliki energi sisa untuk menjalankan ibadah sunnah di malam hari seperti Tarawih dan Tadarus tanpa rasa kantuk yang berat. Rasa lemas saat berpuasa bukanlah alasan untuk tidak berdaya. Dengan pola makan sahur yang tepat, hidrasi yang terjaga, dan manajemen waktu istirahat yang baik, Anda bisa menjalani Ramadan 2026 dengan penuh semangat. Ingat, tubuh yang sehat adalah modal utama untuk meraih keberkahan di bulan suci. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL17/03/2026 | Kifti
5 Tips Kelola Emosi Saat Puasa
5 Tips Kelola Emosi Saat Puasa
Selain menahan lapar dan haus, tantangan terbesar yang sering muncul saat puasa adalah menjaga kestabilan emosi. Seringkali kita merasa lebih sensitif, mudah tersinggung, atau bahkan gampang marah (sering disebut sebagai hangry) saat perut kosong. Mengapa hal ini terjadi? Secara ilmiah, penurunan kadar gula darah saat berpuasa dapat memengaruhi fungsi otak dalam mengontrol impuls emosional. Namun, jangan biarkan emosi negatif merusak pahala ibadah Anda. Berikut adalah panduan lengkap cara mengelola emosi saat puasa agar tetap tenang dan produktif. Ketika Anda mulai merasa kesal—entah karena kemacetan saat pulang kerja atau rekan kantor yang menyebalkan—jangan langsung bereaksi. Langkah pertama yang paling efektif adalah melakukan teknik pernapasan. Cobalah untuk menutup mata sejenak, tarik napas dalam melalui hidung selama 4 detik, tahan selama 4 detik, lalu buang perlahan melalui mulut. Oksigen yang masuk secara maksimal akan membantu menurunkan detak jantung dan memberikan sinyal "aman" ke otak, sehingga emosi Anda lebih terkendali. Emosi negatif seringkali muncul karena kita terlalu fokus pada pemicu amarah tersebut. Untuk memutus rantai emosi ini, cobalah alihkan perhatian Anda. Anda bisa menonton video lucu, membaca artikel ringan, atau mendengarkan podcast inspiratif. Tertawa bukan hanya menyenangkan, tetapi juga merangsang pelepasan hormon endorfin—hormon alami tubuh yang berfungsi meredakan stres dan memberikan rasa bahagia. Dengan pikiran yang teralihkan, amarah yang tadi meluap akan mereda dengan sendirinya. Cara lain untukmenenangkan diri adalah dengan mendengarkan musik. Musik memiliki kekuatan luar biasa dalam mengatur mood seseorang. Jika Anda merasa mulai gampang marah, pasanglah earphone dan dengarkan musik instrumental yang tenang atau lantunan murottal Al-Qur'an. Menurut riset kesehatan, frekuensi suara yang tenang dapat menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres) di dalam tubuh. Ini adalah cara instan untuk menciptakan "ruang aman" bagi mental Anda di tengah aktivitas yang padat. Salah satu penyebab utama kita mudah marah saat puasa adalah kurangnya waktu tidur karena harus bangun sahur. Kurang tidur membuat fungsi eksekutif otak terganggu, sehingga kita menjadi lebih reaktif. Pastikan Anda menyempatkan waktu untuk tidur siang singkat (power nap) selama 15–20 menit di sela jam istirahat kantor. Selain itu, usahakan untuk tidak begadang demi menjaga stabilitas emosi di keesokan harinya. Secara spiritual, puasa adalah perisai. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa jika seseorang memancing amarah kita, hendaknya kita berkata, "Sesungguhnya aku sedang berpuasa." Mengingat niat awal ibadah akan membantu Anda memiliki kontrol diri yang lebih kuat. Sadarilah bahwa menahan amarah adalah bagian dari ujian puasa itu sendiri. Ketika Anda berhasil melewatinya, ada kepuasan batin dan ketenangan mental yang tidak ternilai harganya. Tahukah Anda bahwa mampu menahan amarah bukan hanya soal pahala? Secara medis, menjaga emosi saat berpuasa memberikan manfaat luar biasa: Menurunkan Risiko Penyakit Jantung: Amarah yang meledak-ledak meningkatkan tekanan darah secara drastis. Meningkatkan Fokus: Pikiran yang tenang membuat Anda lebih mudah berkonsentrasi pada pekerjaan atau studi. Memperbaiki Hubungan Sosial: Dengan tetap tenang, hubungan Anda dengan keluarga dan rekan kerja tetap harmonis selama bulan suci. Mengelola emosi saat puasa memang membutuhkan latihan dan kesabaran ekstra. Dengan menerapkan teknik pernapasan, mengalihkan pikiran, dan menjaga pola istirahat, Anda bisa menjalani Ramadan 2026 dengan lebih damai dan bermakna. Jangan biarkan rasa lapar mengendalikan hati Anda. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL17/03/2026 | Kifti
Mengapa Marah Bisa Menghapus Pahala Puasa?
Mengapa Marah Bisa Menghapus Pahala Puasa?
Pernahkah Anda merasa sudah menahan lapar dan haus seharian, namun di sore hari justru terjebak dalam pertengkaran atau mengucapkan kata-kata kasar? Dalam ibadah puasa, menahan fisik dari pembatal puasa hanyalah "kulit" luar. "Isi" atau esensi dari puasa yang sesungguhnya adalah pengendalian diri, terutama dalam menjaga lisan. Menjaga lisan bukan sekadar soal sopan santun, melainkan penentu apakah puasa kita akan membuahkan pahala atau sekadar menjadi rasa lapar yang sia-sia. Puasa lisan berarti menahan diri dari segala ucapan yang tidak bermanfaat. Ini mencakup ghibah (menggunjing), fitnah, berkata kotor, hingga berbohong. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Allah tidak butuh pada puasa seseorang yang tidak meninggalkan perkataan dusta. Ketika kita berpuasa namun tetap membiarkan lisan tidak terjaga, kita sedang melakukan diet fisik, namun gagal dalam ujian mental dan spiritual. Lisan adalah cerminan hati; jika lisan tak terjaga, maka kualitas puasa kita sedang dipertaruhkan. Mengapa marah begitu berbahaya bagi pahala puasa? Marah sering kali menjadi gerbang bagi dosa-dosa lisan lainnya. Saat marah, kontrol diri melemah, dan kata-kata yang menyakitkan biasanya terlontar tanpa filter. Secara teologis, puasa bertujuan membentuk karakter muttaqin (orang yang bertaqwa). Salah satu ciri utama orang bertaqwa adalah mampu menahan amarah. Jika kita membiarkan amarah meledak, kita kehilangan esensi utama dari latihan kesabaran yang sedang dijalani. Di era media sosial tahun 2026 ini, menjaga lisan juga meluas ke "lisan digital" atau apa yang kita ketik di kolom komentar. Bergosip atau membicarakan keburukan orang lain saat berpuasa digambarkan seperti memakan daging saudara sendiri yang sudah mati. Meskipun ghibah tidak membatalkan puasa secara hukum (fikih), para ulama sepakat bahwa perbuatan ini dapat menghapus pahala puasa hingga bersih. Anda tetap sah berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa di sisi Tuhan. Menghadapi provokasi di tengah cuaca terik saat berpuasa memang ujian yang nyata, namun kita bisa memenangkannya dengan strategi "Diam dan Menjauh". Alih-alih meluapkan amarah yang bisa menghanguskan pahala, pilihlah untuk diam sejenak karena diam adalah bentuk kendali diri tertinggi. Segera alihkan gejolak hati dengan melantunkan zikir singkat untuk menenangkan saraf dan mendinginkan suasana hati. Jika situasi mulai memanas atau obrolan mengarah ke hal negatif, jangan ragu untuk izin menjauh dengan sopan atau mengalihkan topik pembicaraan; langkah ini bukan berarti kalah, melainkan cara cerdas menjaga kualitas ibadah dan ketenangan mental Anda hingga waktu berbuka tiba. Ramadan adalah momentum terbaik untuk melakukan "detoks lisan". Alih-alih mengeluh tentang kemacetan atau cuaca, biasakan lisan untuk mengucapkan kata-kata yang baik, pujian, atau sekadar memberikan apresiasi kepada orang di sekitar. Kalimat yang baik adalah sedekah, dan melakukannya saat berpuasa akan melipatgandakan energi positif dalam diri Anda. Perlu kita sadari, puasa yang sempurna adalah puasa yang melibatkan seluruh anggota tubuh, terutama lisan. Menjaga lisan dari amarah dan kata-kata buruk adalah investasi terbesar agar lelahnya kita berpuasa tidak berakhir sia-sia. Ingatlah, tujuan akhir Ramadan adalah menjadi pribadi yang lebih sabar dan santun. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah editor: Banyu Bening
ARTIKEL17/03/2026 | Kifti
Rezeki Seret? Bisa Jadi Akibat Kurang Zakat
Rezeki Seret? Bisa Jadi Akibat Kurang Zakat
Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang merasa bahwa rezekinya terasa seret. Penghasilan terasa tidak cukup, usaha berjalan lambat, atau berbagai kebutuhan datang silih berganti sehingga kondisi keuangan terasa berat. Ketika menghadapi situasi seperti ini, banyak orang mencari berbagai cara untuk memperbaiki keadaan, mulai dari bekerja lebih keras hingga mencari peluang baru. Namun ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu hubungan antara keberkahan rezeki dan kewajiban zakat. Dalam Islam, rezeki tidak hanya diukur dari seberapa besar jumlah yang dimiliki, tetapi juga dari keberkahan yang menyertainya. Harta yang sedikit tetapi berkah sering kali terasa cukup dan membawa ketenangan hidup. Sebaliknya, harta yang banyak tetapi tidak berkah bisa terasa kurang dan penuh dengan berbagai masalah. Salah satu cara untuk menjaga keberkahan harta adalah dengan menunaikan zakat secara konsisten. Zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang hartanya telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun atau haul. Ibadah ini bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi juga bentuk ketaatan kepada Allah SWT serta wujud kepedulian terhadap sesama manusia. Melalui zakat, sebagian harta dari orang yang memiliki kecukupan dialirkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 103 yang menjelaskan bahwa zakat diambil dari sebagian harta untuk membersihkan dan menyucikan manusia. Ayat ini menunjukkan bahwa zakat memiliki fungsi penting dalam menjaga kebersihan harta serta mendatangkan keberkahan dalam kehidupan. Ketika seseorang menunaikan zakat, ia sebenarnya sedang membersihkan hartanya dari hak orang lain yang terdapat di dalamnya. Jika hak tersebut tidak ditunaikan, maka harta yang dimiliki bisa kehilangan keberkahannya. Inilah sebabnya mengapa dalam banyak ajaran Islam disebutkan bahwa zakat memiliki peran besar dalam menjaga kelancaran rezeki. Selain membersihkan harta, zakat juga membantu membangun rasa syukur dan kepedulian sosial. Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu orang lain, ia akan lebih menghargai nikmat yang dimiliki. Rasa syukur ini dapat membuka pintu keberkahan yang lebih luas dalam kehidupan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Pesan ini memberikan keyakinan bahwa berbagi kepada sesama justru akan mendatangkan kebaikan yang lebih besar. Banyak orang yang merasakan bahwa setelah rutin berzakat dan bersedekah, kehidupan mereka menjadi lebih tenang dan urusan terasa lebih mudah. Di Indonesia, zakat dapat ditunaikan melalui lembaga resmi yang memiliki sistem pengelolaan yang profesional. Salah satu lembaga yang mengelola zakat secara nasional adalah Badan Amil Zakat Nasional bersama lembaga daerah seperti BAZNAS Kota Yogyakarta. Melalui lembaga ini, zakat yang dihimpun dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dana zakat yang dikelola biasanya digunakan untuk berbagai program sosial seperti bantuan pendidikan, layanan kesehatan, bantuan pangan, serta program pemberdayaan ekonomi. Program-program ini tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membantu mereka membangun kehidupan yang lebih mandiri. Dengan menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya, seseorang tidak hanya menjalankan kewajiban ibadah, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah salah satu hikmah besar dari zakat sebagai sistem sosial dalam Islam. Pada akhirnya, ketika rezeki terasa seret, mungkin sudah saatnya kita melakukan introspeksi diri. Apakah selama ini kita sudah menunaikan zakat dengan benar? Apakah kita sudah menyisihkan sebagian harta untuk membantu mereka yang membutuhkan? Zakat bukanlah beban yang mengurangi kekayaan. Sebaliknya, zakat adalah kunci untuk membuka keberkahan dalam rezeki. Dengan menunaikan zakat secara konsisten, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membuka pintu kelapangan dalam kehidupan. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah editor: Banyu Bening
ARTIKEL17/03/2026 | Saffa
Self-Reward Boleh, Tapi Jangan Lupa Sisihkan Buat Zakat Ya!
Self-Reward Boleh, Tapi Jangan Lupa Sisihkan Buat Zakat Ya!
Di tengah kesibukan hidup dan tekanan pekerjaan, istilah self-reward semakin populer dalam kehidupan modern. Banyak orang memberikan hadiah kepada dirinya sendiri setelah mencapai target tertentu, menyelesaikan pekerjaan berat, atau sekadar sebagai bentuk penghargaan atas usaha yang telah dilakukan. Self-reward bisa berupa membeli barang yang diinginkan, menikmati makanan favorit, atau pergi berlibur untuk menyegarkan pikiran. Pada dasarnya, Islam tidak melarang seseorang menikmati hasil kerja kerasnya. Bahkan, menghargai diri sendiri setelah berusaha dengan sungguh-sungguh merupakan hal yang wajar. Namun, di balik kebiasaan memberi penghargaan kepada diri sendiri, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh seorang Muslim, yaitu kewajiban berbagi melalui zakat. Islam mengajarkan keseimbangan dalam mengelola harta. Seseorang boleh menikmati rezeki yang dimilikinya, tetapi tetap harus mengingat bahwa dalam setiap harta terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan. Zakat menjadi salah satu bentuk nyata dari tanggung jawab sosial tersebut. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 267 agar umat Islam menafkahkan sebagian dari harta yang baik yang mereka peroleh. Ayat ini mengingatkan bahwa rezeki yang kita nikmati bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang harus diperhatikan. Dalam kehidupan modern, sering kali seseorang lebih mudah mengalokasikan uang untuk kebutuhan hiburan atau gaya hidup dibandingkan untuk kewajiban sosial. Tanpa disadari, pengeluaran untuk hal-hal yang bersifat konsumtif dapat terus bertambah, sementara kewajiban seperti zakat justru terabaikan. Padahal zakat memiliki peran yang sangat besar dalam menciptakan keseimbangan sosial. Melalui zakat, sebagian harta dari orang yang memiliki kecukupan dialirkan kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini membantu mengurangi kesenjangan ekonomi serta memberikan kesempatan bagi masyarakat yang kurang mampu untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Selain memberikan manfaat bagi penerima, zakat juga memberikan dampak positif bagi orang yang menunaikannya. Dengan berzakat, seseorang belajar untuk tidak terlalu terikat pada harta. Ia memahami bahwa kekayaan yang dimiliki hanyalah amanah dari Allah SWT yang harus dikelola dengan baik. Zakat juga membantu membangun rasa empati terhadap sesama. Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu orang lain, ia mulai menyadari bahwa masih banyak orang yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kesadaran ini dapat menumbuhkan rasa syukur atas rezeki yang dimiliki. Di Indonesia, pengelolaan zakat dilakukan secara profesional oleh Badan Amil Zakat Nasional bersama lembaga daerah seperti BAZNAS Kota Yogyakarta. Melalui berbagai program sosial, zakat yang dihimpun dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk bantuan pendidikan, layanan kesehatan, bantuan pangan, hingga program pemberdayaan ekonomi. Dengan sistem pengelolaan yang terorganisir, zakat tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga membantu masyarakat membangun masa depan yang lebih baik. Banyak penerima zakat yang kemudian mampu meningkatkan kondisi ekonominya dan menjadi lebih mandiri. Memberikan self-reward memang boleh dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri. Namun sebagai seorang Muslim, penting untuk memastikan bahwa kebahagiaan pribadi tidak membuat kita melupakan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, ketika merencanakan pengeluaran untuk self-reward, biasakan juga menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat. Dengan cara ini, kita dapat menikmati hasil kerja keras sekaligus berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Pada akhirnya, kebahagiaan yang sesungguhnya tidak hanya berasal dari apa yang kita miliki, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sesama. Self-reward boleh saja, tetapi jangan lupa sisihkan rezeki untuk zakat agar setiap nikmat yang kita rasakan membawa keberkahan dalam kehidupan. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah editor: Banyu Bening
ARTIKEL17/03/2026 | Saffa
Jangan Menunggu Kaya untuk Berzakat, Berzakatlah agar Kamu “Kaya”
Jangan Menunggu Kaya untuk Berzakat, Berzakatlah agar Kamu “Kaya”
Masih banyak orang yang berpikir bahwa zakat hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kekayaan besar. Tidak sedikit pula yang menunda menunaikan zakat dengan alasan menunggu kondisi keuangan yang benar-benar mapan. Padahal dalam ajaran Islam, zakat bukanlah ibadah yang harus menunggu seseorang menjadi sangat kaya. Justru zakat dapat menjadi salah satu jalan untuk menghadirkan keberkahan dan kelapangan rezeki dalam kehidupan. Islam mengajarkan bahwa harta yang dimiliki manusia pada hakikatnya adalah amanah dari Allah SWT. Manusia hanya diberi kesempatan untuk mengelola harta tersebut dengan baik. Di dalam setiap harta yang dimiliki terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan. Ketika seseorang menunaikan zakat, ia sedang menjalankan amanah tersebut sekaligus membersihkan hartanya dari hak yang bukan miliknya. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 103 yang menjelaskan bahwa zakat diambil dari sebagian harta untuk membersihkan dan menyucikan manusia. Ayat ini menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi juga sarana penyucian jiwa. Dengan menunaikan zakat, seseorang belajar untuk tidak terlalu terikat pada harta serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Sering kali manusia merasa takut bahwa dengan mengeluarkan sebagian hartanya, kekayaan yang dimiliki akan berkurang. Namun Rasulullah SAW menegaskan dalam hadis bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Pesan ini memberikan keyakinan bahwa berbagi kepada sesama tidak akan membuat seseorang menjadi miskin. Sebaliknya, harta yang dikeluarkan di jalan Allah justru akan diganti dengan keberkahan yang lebih besar. Makna “kaya” dalam Islam tidak selalu berkaitan dengan jumlah harta yang dimiliki. Kekayaan juga dapat berupa ketenangan hati, kesehatan, kemudahan dalam menjalani kehidupan, serta rezeki yang terus mengalir dalam berbagai bentuk. Banyak orang yang memiliki harta yang melimpah, tetapi hidupnya penuh dengan kegelisahan. Sebaliknya, ada pula orang yang hidup sederhana tetapi merasa cukup dan bahagia. Zakat membantu seseorang membangun pola pikir yang lebih sehat terhadap harta. Ketika seseorang terbiasa berbagi, ia tidak lagi melihat harta sebagai sesuatu yang harus dikumpulkan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi. Sebaliknya, ia memahami bahwa harta dapat menjadi sarana untuk membantu orang lain dan menciptakan kebaikan yang lebih luas. Selain memberikan manfaat spiritual bagi pemberi zakat, zakat juga memiliki dampak sosial yang sangat besar. Zakat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Bahkan dalam banyak kasus, zakat juga digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi agar masyarakat dapat meningkatkan taraf hidupnya. Di Indonesia, pengelolaan zakat dilakukan secara profesional oleh Badan Amil Zakat Nasional bersama lembaga daerah seperti BAZNAS Kota Yogyakarta. Melalui berbagai program sosial, zakat yang dihimpun dapat disalurkan untuk membantu masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, bantuan pangan, serta pemberdayaan usaha kecil. Melalui sistem pengelolaan yang baik, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membantu masyarakat membangun masa depan yang lebih baik. Banyak penerima zakat yang kemudian mampu meningkatkan kondisi ekonominya dan menjadi lebih mandiri. Pada akhirnya, zakat bukanlah ibadah yang harus menunggu seseorang menjadi sangat kaya. Justru dengan menunaikan zakat, seseorang dapat merasakan keberkahan dalam hidupnya. Ketika harta digunakan untuk kebaikan dan membantu orang lain, harta tersebut akan membawa ketenangan dan manfaat yang lebih luas. Oleh karena itu, jangan menunggu kaya untuk berzakat. Berzakatlah agar hidup menjadi lebih “kaya” dalam makna yang sesungguhnya: kaya akan keberkahan, ketenangan, dan manfaat bagi sesama. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah editor: Banyu Bening
ARTIKEL17/03/2026 | Saffa
Cara Hitung Zakat Profesi Cuma Pakai Kalkulator HP
Cara Hitung Zakat Profesi Cuma Pakai Kalkulator HP
Banyak orang mengira bahwa menghitung zakat profesi adalah hal yang rumit dan membutuhkan perhitungan yang sulit. Padahal sebenarnya, perhitungan zakat profesi bisa dilakukan dengan sangat sederhana, bahkan hanya dengan menggunakan kalkulator di ponsel. Yang paling penting adalah memahami dasar perhitungan zakat serta mengetahui apakah penghasilan yang dimiliki sudah memenuhi syarat wajib zakat atau belum. Zakat profesi merupakan zakat yang dikenakan pada penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi tertentu, seperti gaji pegawai, honorarium, pendapatan konsultan, atau penghasilan dari pekerjaan profesional lainnya. Tujuan dari zakat profesi adalah untuk membersihkan harta serta membantu masyarakat yang membutuhkan melalui distribusi yang adil. Dalam Islam, kewajiban zakat memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 267 agar umat Islam menafkahkan sebagian dari harta yang baik yang mereka peroleh. Ayat ini menjadi landasan bahwa setiap rezeki yang didapatkan harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, termasuk dengan menunaikan zakat ketika telah memenuhi syarat. Untuk menghitung zakat profesi secara sederhana, ada dua hal yang perlu dipahami terlebih dahulu, yaitu nisab dan persentase zakat. Nisab zakat profesi umumnya disetarakan dengan nilai 85 gram emas dalam satu tahun. Jika penghasilan seseorang telah mencapai nilai tersebut, maka ia memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilannya. Cara menghitungnya sebenarnya sangat mudah. Misalnya seseorang memiliki gaji bulanan sebesar lima juta rupiah. Untuk mengetahui zakat yang harus dibayarkan, cukup mengalikan penghasilan tersebut dengan 2,5 persen. Perhitungannya adalah sebagai berikut: 5.000.000 × 2,5% = 125.000 Artinya, zakat profesi yang dapat dikeluarkan setiap bulan adalah sebesar 125 ribu rupiah. Perhitungan ini bisa langsung dilakukan menggunakan kalkulator pada ponsel sehingga tidak memerlukan proses yang rumit. Sebagian orang juga memilih untuk menghitung zakat profesi dari penghasilan bersih setelah dikurangi kebutuhan pokok atau biaya hidup. Pendekatan ini biasanya digunakan agar kewajiban zakat tidak memberatkan kondisi ekonomi seseorang. Namun banyak pula yang memilih menunaikan zakat dari penghasilan kotor sebagai bentuk kehati-hatian dan meningkatkan nilai kebaikan. Menunaikan zakat profesi secara rutin memiliki banyak manfaat, baik bagi pemberi maupun penerima. Bagi pemberi, zakat membantu membersihkan harta serta menumbuhkan rasa syukur atas rezeki yang diperoleh. Sementara bagi penerima, zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup serta meningkatkan kesejahteraan mereka. Di Indonesia, zakat dapat disalurkan melalui lembaga resmi yang memiliki sistem pengelolaan yang terpercaya. Salah satu lembaga yang mengelola zakat secara nasional adalah Badan Amil Zakat Nasional bersama lembaga daerah seperti BAZNAS Kota Yogyakarta. Melalui lembaga ini, zakat yang dihimpun dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Program penyaluran zakat biasanya mencakup berbagai bidang, seperti bantuan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, bantuan pangan, serta program pemberdayaan ekonomi untuk membantu masyarakat membangun usaha kecil. Dengan adanya sistem pengelolaan yang terorganisir, zakat tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidup dalam jangka panjang. Pada akhirnya, menghitung zakat profesi sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Bahkan hanya dengan kalkulator di ponsel, setiap orang dapat mengetahui berapa zakat yang harus ditunaikan. Yang paling penting adalah kesadaran untuk menunaikan kewajiban tersebut dengan ikhlas. Dengan menunaikan zakat secara rutin, seseorang tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membantu menghadirkan keberkahan dalam kehidupan serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah editor: Banyu Bening
ARTIKEL17/03/2026 | Saffa
Mengapa Zakat Mal Lebih Penting daripada Sedekah Biasa?
Mengapa Zakat Mal Lebih Penting daripada Sedekah Biasa?
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak umat Islam yang gemar bersedekah. Memberikan bantuan kepada orang lain, menyumbang untuk kegiatan sosial, atau membantu tetangga yang membutuhkan merupakan bentuk kepedulian yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun sering kali muncul pertanyaan: jika seseorang sudah sering bersedekah, apakah itu sudah cukup tanpa harus menunaikan zakat mal? Pertanyaan ini penting untuk dipahami karena dalam Islam terdapat perbedaan mendasar antara zakat dan sedekah. Keduanya sama-sama merupakan amal kebaikan yang berkaitan dengan berbagi harta, tetapi zakat memiliki kedudukan yang jauh lebih mendasar karena merupakan kewajiban yang telah ditetapkan secara jelas dalam syariat. Zakat mal adalah zakat yang dikenakan pada harta kekayaan seseorang yang telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun atau haul. Besaran zakat yang harus dikeluarkan adalah sebesar 2,5 persen dari harta bersih yang dimiliki. Berbeda dengan sedekah yang bersifat sukarela, zakat merupakan kewajiban yang menjadi bagian dari rukun Islam. Allah SWT menegaskan pentingnya zakat dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Salah satunya dalam Surah At-Taubah ayat 103 yang menjelaskan bahwa zakat diambil dari sebagian harta untuk membersihkan dan menyucikan manusia. Ayat ini menunjukkan bahwa zakat memiliki fungsi spiritual yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Selain membersihkan harta, zakat juga memiliki tujuan sosial yang sangat besar. Melalui zakat, sebagian kekayaan yang dimiliki oleh orang yang mampu dialirkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, zakat berperan dalam menciptakan keseimbangan ekonomi serta mengurangi kesenjangan sosial dalam masyarakat. Sedekah memang sangat dianjurkan dalam Islam dan memiliki pahala yang besar. Namun sedekah tidak dapat menggantikan kewajiban zakat. Jika seseorang memiliki harta yang telah mencapai nisab tetapi tidak menunaikan zakat, maka kewajibannya belum terpenuhi meskipun ia sering bersedekah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa zakat memiliki posisi yang sangat penting dalam sistem ekonomi Islam. Zakat merupakan mekanisme yang dirancang untuk memastikan bahwa kekayaan tidak hanya berputar di kalangan tertentu, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Di Indonesia, pengelolaan zakat dilakukan secara profesional melalui Badan Amil Zakat Nasional serta lembaga daerah seperti BAZNAS Kota Yogyakarta. Melalui lembaga ini, zakat yang dihimpun dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Dana zakat yang terkumpul biasanya digunakan untuk berbagai program sosial seperti bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, bantuan pangan, serta program pemberdayaan ekonomi untuk membantu masyarakat membangun usaha kecil. Program-program tersebut menunjukkan bahwa zakat tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup dalam jangka panjang. Inilah salah satu keunggulan zakat dibandingkan dengan sedekah biasa yang sering kali bersifat sementara. Selain memberikan manfaat bagi penerima, zakat juga memberikan dampak spiritual bagi pemberinya. Ketika seseorang menunaikan zakat dengan penuh keikhlasan, ia belajar untuk tidak terlalu terikat pada harta serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Zakat juga membantu seseorang menyadari bahwa harta yang dimilikinya bukan semata-mata hasil usaha pribadi, tetapi juga merupakan nikmat dari Allah SWT yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, zakat mal memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Sedekah tetap merupakan amal yang sangat dianjurkan, tetapi tidak dapat menggantikan kewajiban zakat. Ketika zakat ditunaikan dengan benar dan sedekah tetap dilakukan secara sukarela, keduanya akan menjadi kombinasi ibadah yang membawa keberkahan bagi kehidupan pribadi maupun masyarakat secara luas. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah editor: Banyu Bening
ARTIKEL17/03/2026 | Saffa
Harta yang Disimpan Menjadi Beban, Dan yang Dizakatkan Menjadi Penolong
Harta yang Disimpan Menjadi Beban, Dan yang Dizakatkan Menjadi Penolong
Banyak orang bekerja keras sepanjang hidupnya untuk mengumpulkan harta. Setiap hari dihabiskan untuk mencari penghasilan, menabung, berinvestasi, dan memastikan kondisi keuangan tetap stabil. Tidak ada yang salah dengan usaha tersebut, karena Islam juga mendorong umatnya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan mencari rezeki yang halal. Namun, dalam pandangan Islam, harta bukanlah tujuan akhir kehidupan, melainkan amanah yang harus dikelola dengan bijak. Sering kali manusia merasa bahwa semakin banyak harta yang disimpan, semakin aman kehidupannya. Padahal, dalam perspektif Islam, harta yang hanya ditimbun tanpa memperhatikan hak orang lain justru dapat menjadi beban bagi pemiliknya. Harta tersebut bukan hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tetapi juga akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT di akhirat. Allah SWT mengingatkan manusia tentang bahaya menimbun harta dalam Al-Qur’an. Dalam Surah At-Taubah ayat 34–35 dijelaskan bahwa orang-orang yang menyimpan emas dan perak tanpa menafkahkannya di jalan Allah akan mendapatkan peringatan yang sangat keras. Ayat ini menunjukkan bahwa harta yang tidak dimanfaatkan untuk kebaikan dapat menjadi sumber kesulitan bagi pemiliknya di akhirat. Sebaliknya, harta yang dikeluarkan untuk zakat dan kebaikan justru akan menjadi penolong bagi seseorang. Ketika seseorang menunaikan zakat, ia tidak hanya membantu orang lain yang membutuhkan, tetapi juga menyelamatkan dirinya dari beban tanggung jawab terhadap harta yang dimilikinya. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam kehidupan umat Muslim. Melalui zakat, sebagian harta yang dimiliki oleh orang yang mampu dialirkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan cara ini, zakat membantu menciptakan keseimbangan sosial sekaligus memperkuat solidaritas dalam masyarakat. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 103 bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan dan menyucikan harta. Ayat ini menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi juga sarana penyucian jiwa. Ketika seseorang menunaikan zakat dengan penuh keikhlasan, ia sedang membersihkan hartanya sekaligus mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Harta yang dizakatkan juga memiliki dampak sosial yang sangat besar. Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, zakat dapat menjadi sumber bantuan yang membantu mereka memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan dalam banyak kasus, zakat juga digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi sehingga penerima zakat dapat meningkatkan taraf hidupnya. Di Indonesia, pengelolaan zakat dilakukan secara profesional oleh Badan Amil Zakat Nasional bersama lembaga daerah seperti BAZNAS Kota Yogyakarta. Melalui lembaga-lembaga ini, zakat yang dihimpun dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Program-program yang dijalankan dari dana zakat sangat beragam, mulai dari bantuan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, bantuan pangan bagi keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, hingga program pemberdayaan usaha kecil. Dengan demikian, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membantu masyarakat membangun masa depan yang lebih baik. Selain memberikan manfaat bagi penerima zakat, ibadah ini juga memberikan ketenangan bagi pemberinya. Ketika seseorang menunaikan zakat, ia menyadari bahwa harta yang dimilikinya tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk membantu orang lain. Kesadaran ini menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian sosial yang lebih kuat. Seseorang yang terbiasa berzakat biasanya akan lebih bijak dalam mengelola hartanya dan tidak mudah terjebak dalam sikap tamak terhadap kekayaan. Pada akhirnya, harta yang hanya disimpan tanpa memperhatikan hak orang lain dapat menjadi beban yang berat, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, harta yang dizakatkan dengan penuh keikhlasan akan menjadi penolong yang membawa keberkahan dalam kehidupan. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memandang harta dengan cara yang benar. Harta bukan hanya untuk dikumpulkan, tetapi juga untuk dimanfaatkan bagi kebaikan. Dengan menunaikan zakat, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menyiapkan bekal yang akan menjadi penolong kita kelak di hadapan Allah SWT. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah editor: Banyu Bening
ARTIKEL17/03/2026 | Saffa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →