WhatsApp Icon
Sedekah Jumat, Mengapa Perlu Dibiasakan?

Setiap hari Jumat, umat Islam memiliki kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan melakukan kebaikan. Salah satunya melalui sedekah. Kebiasaan ini dapat dilakukan oleh siapa saja, baik anak muda, pekerja, maupun orang tua, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Sedekah Jumat bukan sekadar memberikan uang kepada orang lain. Sedekah juga menjadi bentuk kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan. Dengan membiasakan berbagi, seseorang dapat belajar untuk lebih peka terhadap keadaan di sekitarnya sekaligus memanfaatkan rezeki yang dimiliki untuk hal yang bermanfaat.

Membiasakan sedekah tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar. Seseorang dapat memulainya dari nominal yang terjangkau, tanpa mengabaikan kebutuhan diri sendiri dan keluarga. Hal yang terpenting adalah niat untuk berbagi dan kesediaan membantu sesuai kemampuan.

Bagi anak muda, sedekah dapat dimulai dengan menyisihkan sebagian uang saku. Sementara itu, bagi orang yang sudah bekerja, sedekah bisa menjadi bagian dari pengelolaan pendapatan. Berbagi juga dapat dilakukan melalui pemberian makanan, bantuan kepada tetangga yang membutuhkan, atau bentuk kebaikan lain yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Dalam Islam, sedekah merupakan salah satu amal kebaikan yang dianjurkan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 tentang perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, yang pahalanya dapat dilipatgandakan. Ayat ini mengajarkan bahwa harta yang diberikan untuk kebaikan memiliki nilai di sisi Allah SWT.

Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Karena itu, sebagian umat Muslim menjadikannya sebagai pengingat untuk memperbanyak amal saleh, termasuk bersedekah. Meski demikian, sedekah tetap dapat dilakukan kapan saja. Membantu orang lain tidak perlu menunggu hari tertentu ketika ada kesempatan dan kemampuan untuk melakukannya.

Kebiasaan bersedekah juga dapat menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian sosial. Ketika sebagian rezeki diberikan kepada orang yang membutuhkan, manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh penerima. Jika dilakukan secara berkelanjutan, kebiasaan berbagi juga dapat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan sedekah melalui lembaga resmi, BAZNAS Kota Yogyakarta dapat menjadi salah satu pilihan. Melalui lembaga ini, masyarakat memiliki pilihan untuk menyalurkan sedekah bagi mereka yang membutuhkan.

Biasakan sedekah Jumat sesuai kemampuan dan jadikan berbagi sebagai bagian dari keseharian. Salurkan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sumber Foto: muhammadsolikin

Zakat/infaq melalui Kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat 
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

 

 

 

23/10/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Yogyakarta Catat Capaian ZIS - DSKL Juli 2026

Penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Yogyakarta dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui laporan bulanan, masyarakat dapat mengetahui perkembangan penghimpunan dan penyaluran dana melalui berbagai program.

Pada Juli 2026, penghimpunan dana ZIS-DSKL mencapai Rp636.173.727. Secara kumulatif, penghimpunan sejak Januari hingga Juli 2026 tercatat sebesar Rp8.740.358.860. Capaian ini mencerminkan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Pada periode yang sama, penyaluran melalui lima program, yaitu Jogja Peduli, Jogja Cerdas, Jogja Taqwa, Jogja Sejahtera, dan Jogja Sehat, mencapai Rp471.986.804. Sementara itu, total penyaluran berdasarkan program sejak Januari hingga Juli 2026 tercatat sebesar Rp6.683.653.765.

Berdasarkan jenis dana dan asnaf, penyaluran pada Juli 2026 mencapai Rp529.870.271, dengan alokasi terbesar untuk fakir miskin sebesar Rp422.003.004 atau 79,6%. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfiq, donatur, dan mitra atas kepercayaan serta dukungan yang diberikan.

 

Mari terus tumbuhkan kepedulian dan perluas manfaat bagi sesama melalui zakat, infak, dan sedekah bersama BAZNAS Kota Yogyakarta.

Zakat/infaq melalui Kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat 
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

 

23/10/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Cara Menghitung Zakat Penghasilan/Profesi

Zakat penghasilan atau zakat profesi merupakan zakat atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau jasa yang halal, seperti gaji, honorarium, upah, dan pendapatan profesional. Untuk mengetahui jumlah zakat yang perlu dibayarkan, seseorang perlu memperhatikan nisab dan kadar zakat yang berlaku.

Berdasarkan ketetapan BAZNAS RI tahun 2026, nisab zakat pendapatan dan jasa setara dengan 85 gram emas, yaitu Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Kadar zakat penghasilan adalah 2,5 persen. Nilai nisab dalam rupiah dapat berubah mengikuti ketetapan yang berlaku.

Cara menghitung zakat penghasilan cukup sederhana. Setelah memastikan penghasilan memenuhi nisab sesuai metode yang digunakan, kalikan jumlah penghasilan yang menjadi dasar perhitungan dengan 2,5 persen.

Rumus zakat penghasilan:                                 

Zakat = Penghasilan yang menjadi dasar perhitungan × 2,5%

Sebagai contoh, seorang karyawan menerima gaji Rp9.000.000 per bulan. Karena penghasilannya melampaui nisab bulanan tahun 2026, zakatnya dihitung sebagai berikut:

Rp9.000.000 × 2,5% = Rp225.000 per bulan

Jika penghasilan tersebut tetap selama 12 bulan dan zakat dibayarkan setiap bulan dengan perhitungan yang sama, total zakat setahun mencapai Rp2.700.000.

Berbeda dengan contoh tersebut, seorang pegawai menerima gaji Rp6.500.000 per bulan tanpa penghasilan tambahan. Total penghasilannya selama setahun adalah Rp6.500.000 × 12 = Rp78.000.000. Jumlah ini masih di bawah nisab tahunan 2026 sebesar Rp91.681.728. Dengan pendekatan nisab tahunan dan asumsi tidak ada pendapatan lain yang perlu diperhitungkan, penghasilan tersebut belum mencapai nisab.

Perhitungan juga dapat diterapkan pada pekerja lepas yang pendapatannya berubah setiap bulan. Misalnya, total penghasilan seorang pekerja lepas selama setahun mencapai Rp105.000.000. Jumlah tersebut melampaui nisab tahunan. Jika seluruh penghasilan itu menjadi dasar perhitungan zakat, nominalnya adalah:

Rp105.000.000 × 2,5% = Rp2.625.000 per tahun

Ketiga contoh tersebut merupakan ilustrasi. Dalam penerapannya, dasar penghasilan yang dihitung dan waktu pembayaran perlu mengikuti ketentuan zakat yang digunakan. Jika memiliki beberapa sumber pendapatan atau belum yakin dengan metode perhitungannya, masyarakat dapat berkonsultasi dengan amil zakat.

Untuk membantu menghitung zakat sesuai kondisi penghasilan, masyarakat dapat menggunakan Kalkulator Zakat BAZNAS Kota Yogyakarta. Zakat juga dapat ditunaikan melalui layanan pembayaran zakat BAZNAS Kota Yogyakarta.

Zakat/infaq melalui Kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat 
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

14/10/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
8 Golongan Penerima Zakat (Asnaf)

Zakat merupakan salah satu kewajiban dalam Islam yang pelaksanaannya telah diatur, termasuk mengenai pihak-pihak yang berhak menerimanya. Ketentuan tersebut tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 yang menjelaskan delapan golongan penerima zakat atau asnaf. Memahami golongan tersebut penting agar penyaluran zakat dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat dan diberikan kepada pihak yang berhak.

Berikut delapan golongan penerima zakat (Asnaf) beserta penjelasannya.

1. Fakir

Fakir adalah golongan yang berada dalam kondisi kekurangan sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan pokok secara memadai. Zakat dapat diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Miskin

Miskin adalah golongan yang memiliki penghasilan atau sumber daya, tetapi belum mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. Bersama fakir, golongan miskin termasuk pihak yang berhak menerima zakat karena masih memerlukan dukungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

3. Amil

Amil adalah pihak yang mendapat tugas untuk mengelola zakat sesuai dengan ketentuan syariat dan peraturan yang berlaku. Tugas tersebut mencakup pengumpulan, pengelolaan, serta pendistribusian zakat agar pelaksanaannya berlangsung secara tertib dan tepat sasaran.

4. Mualaf

Mualaf adalah golongan yang hatinya perlu dikuatkan dalam kaitannya dengan Islam. Pemberian zakat kepada golongan ini dilakukan dengan mempertimbangkan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan dalam syariat.

5. Riqab

Riqab berkaitan dengan pembebasan hamba sahaya atau orang yang berada dalam perbudakan. Golongan ini memiliki konteks khusus dalam pembahasan zakat sehingga penerapannya pada kondisi masa kini perlu merujuk pada penjelasan syariat dan ketentuan yang relevan.

 6. Gharimin

Gharimin adalah orang yang memiliki utang dan memenuhi kriteria sebagai penerima zakat menurut syariat. Namun, tidak setiap orang yang memiliki utang dapat menerima zakat. Kondisi orang yang bersangkutan serta ketentuan mengenai utang tersebut perlu diperhatikan dalam menentukan kelayakannya sebagai penerima.

7. Fi Sabilillah

Fi sabilillah merujuk pada golongan yang berjuang di jalan Allah sesuai dengan penjelasan dan ketentuan syariat. Penentuan penerima zakat dalam kategori ini perlu mengacu pada rujukan fikih dan ketentuan pengelolaan zakat yang dapat dipertanggungjawabkan.

8. Ibnu Sabil

Ibnu sabil adalah orang yang sedang melakukan perjalanan dan mengalami kesulitan bekal sehingga membutuhkan bantuan. Apabila memenuhi kriteria yang ditetapkan, orang tersebut dapat menerima zakat untuk membantu memenuhi kebutuhannya selama perjalanan.

Kedelapan golongan tersebut menunjukkan bahwa penyaluran zakat memiliki ketentuan dan sasaran yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai asnaf menjadi bagian penting dalam menunaikan zakat agar dana yang disalurkan sesuai dengan peruntukannya.

Masyarakat dapat mempelajari ketentuan zakat melalui sumber tepercaya atau berkonsultasi dengan lembaga pengelola zakat resmi, termasuk BAZNAS Kota Yogyakarta. Dengan memahami golongan penerima zakat secara tepat, diharapkan pelaksanaan zakat dapat berjalan sesuai syariat dan memberikan manfaat bagi mereka yang berhak menerimanya.

Zakat/infaq melalui Kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat 
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

 

 

 

14/10/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Program Bedah Rumah BAZNAS Kota Yogyakarta,  Wujud Nyata Penyaluran Dana ZIS

Rumah merupakan salah satu kebutuhan penting bagi setiap keluarga. Ketika kondisi tempat tinggal membutuhkan perbaikan, dukungan yang tepat diperlukan agar kebutuhan tersebut dapat ditangani. Salah satu bentuk dukungan tersebut hadir melalui Program Bedah Rumah BAZNAS Kota Yogyakarta.

Program ini merupakan bagian dari Program Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Yogyakarta yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pelaksanaannya menjadi salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan masyarakat kepada BAZNAS Kota Yogyakarta.

ZIS Menjadi Dukungan bagi Program BAZNAS Kota Yogyakarta

Masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai bentuk kepedulian dan kepercayaan agar dana tersebut dapat dikelola serta disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dana ZIS kemudian menjadi bagian dari dukungan bagi berbagai program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Salah satu pemanfaatannya dapat dilihat melalui Program Rumah Layak Huni. Dalam program tersebut, dukungan dari dana ZIS diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan perbaikan tempat tinggal.

Dengan demikian, ZIS dan Program Bedah Rumah memiliki peran yang berbeda. ZIS merupakan dana yang dipercayakan masyarakat kepada BAZNAS, sedangkan Program Bedah Rumah merupakan salah satu program yang menjadi bentuk penyaluran bantuan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan.

Program Bedah Rumah sebagai Bentuk Penyaluran Bantuan

Melalui Program Bedah Rumah BAZNAS Kota Yogyakarta, bantuan diberikan untuk membantu meningkatkan kualitas rumah yang kondisinya belum layak. Program ini menjadi salah satu cara agar dana yang dipercayakan masyarakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta dapat disalurkan dalam bentuk bantuan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan tempat tinggal.

Pelaksanaan program tetap menjadi bagian dari Program Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Yogyakarta. Bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan kondisi rumah dan kebutuhan penerima menjadi bagian dari pelaksanaan program.

Pada 2026, misalnya, BAZNAS Kota Yogyakarta menyalurkan bantuan peningkatan kualitas RTLH kepada sejumlah penerima manfaat, termasuk warga di Karangwaru dan Tegalrejo. Program tersebut menggunakan dana ZIS yang dipercayakan para muzaki kepada BAZNAS Kota Yogyakarta.

Penyaluran tersebut memperlihatkan bahwa dana ZIS yang diberikan masyarakat dapat mendukung berbagai kebutuhan melalui program BAZNAS. Dalam konteks Program Bedah Rumah, dukungan tersebut diarahkan untuk membantu peningkatan kualitas tempat tinggal masyarakat yang membutuhkan.

Bagi masyarakat, menunaikan zakat, infak, maupun sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta berarti turut memberikan dukungan terhadap berbagai program yang dijalankan untuk membantu penerima manfaat. Program Bedah Rumah menjadi salah satu bentuk nyata dari penyaluran tersebut dalam bidang kebutuhan tempat tinggal.

Masyarakat yang ingin turut mendukung program BAZNAS Kota Yogyakarta dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui  BAZNAS Kota Yogyakarta. Dukungan tersebut dapat menjadi bagian dari keberlanjutan berbagai program bantuan, termasuk Program Rumah Layak Huni dan Program Bedah Rumah.

Zakat/infaq melalui Kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat 
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

 

 

 

09/10/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Artikel Terbaru

Amalan Sedekah di Bulan Safar yang Bisa Mengubah Hidup Anda 
Amalan Sedekah di Bulan Safar yang Bisa Mengubah Hidup Anda 
Bulan Safar, sebagai bulan kedua dalam kalender Hijriah, sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Sebagian orang masih menganggap bulan ini sebagai simbol sial atau pertanda musibah. Sebenarnya, Islam mengajarkan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan, karena segala hal terjadi atas izin Allah SWT. Oleh karena itu, Bulan Safar seharusnya digunakan sebagai kesempatan untuk meningkatkan ibadah dan amal kebaikan, salah satunya adalah melalui sedekah. Dalam Islam, sedekah memiliki posisi yang istimewa. Selain merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, sedekah juga menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbagai hadis menjelaskan bahwa sedekah dapat mendatangkan berkah, melapangkan rezeki, serta menghapus dosa-dosa hamba-Nya. Oleh sebab itu, memperbanyak sedekah di Bulan Safar bisa menjadi langkah yang positif untuk meningkatkan kualitas spiritual serta memberikan manfaat bagi orang lain. Sedekah di Bulan Safar dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tidak harus dalam bentuk uang dengan jumlah besar, sedekah juga bisa berupa makanan, pakaian, bantuan kepada yang membutuhkan, bahkan senyuman dan dukungan kepada sesama. Islam mengajarkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus karena Allah SWT memiliki nilai pahala yang besar di hadapan-Nya. Dengan itu, setiap orang memiliki peluang untuk bersedekah sesuai dengan kemampuan mereka. Banyak orang merasakan perubahan dalam hidup setelah terbiasa bersedekah. Perubahan ini tidak selalu terlihat dalam bentuk penambahan harta, tetapi juga muncul sebagai ketenangan jiwa, kelancaran urusan, interaksi sosial yang lebih baik, serta meningkatnya perasaan syukur kepada Allah SWT. Sedekah membantu seseorang melawan sifat kikir dan membangkitkan rasa peduli terhadap keadaan orang lain. Ketika seseorang menjadi terbiasa memberi, ia akan lebih merasakan kebahagiaan yang datang dari berbagi dan membantu sesama. Selain memberikan manfaat bagi penerimanya, sedekah juga memiliki dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat. Sedekah bisa memperkuat ikatan persaudaraan, mengurangi kesenjangan sosial, dan menumbuhkan sikap saling membantu di antara anggota masyarakat. Oleh karena itu, menjadikan Bulan Safar sebagai momen untuk memperbanyak sedekah adalah langkah yang baik untuk membangun kehidupan yang lebih harmonis dan penuh berkah. Pada akhirnya, sedekah di Bulan Safar bukan sekadar tradisi atau kebiasaan yang dilakukan mengikuti orang lain. Sedekah adalah jenis ibadah yang mencerminkan iman, keikhlasan, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan membiasakan diri untuk bersedekah, seorang muslim tidak hanya membantu meringankan beban orang lain, tetapi juga membuka jalan bagi kehadiran keberkahan dan kebaikan dalam hidupnya. Itulah alasan mengapa sedekah di Bulan Safar dapat menjadi amalan yang berpotensi mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik, baik dari segi spiritual maupun sosial. Zakat/infaq melalui Kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya#AmanahProfesionalTransparan#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
ARTIKEL03/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Berzakat Bisa Mengurangi Pajak?
Berzakat Bisa Mengurangi Pajak?
Tahukah #SobatBAZNAS, bahwa dengan berzakat kita bisa mengurangi pajak di SPT tahunan? Sebagai umat muslim kita telah diuntungkan dengan adanya Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat. Berzakat Bisa Mengurangi Pajak?Dengan adanya undang-undang ini, kita tidak terkena beban ganda (zakat dan pajak). Bila kita membayar zakat, bukti pembayarannya bisa dipakai sebagai pengurang penghasilan kena pajak, sebagaimana dijelaskan dalam pasal 22 dan 23 sebaga berikut:Pasal 22: Zakat yang dibayarkan oleh muzaki kepada BAZNAS atau LAZ dikurangkan dari penghasilan kena pajak.Pasal 23: Baznas atau LAZ wajib memberikan bukti setoran zakat kepada setiap muzaki (pemberi zakat), dan bukti tersebut digunakan sebagai pengurang penghasilan kena pajak.Bagaimana cara hitung Zakat sebagai Pengurang Pajak?Misal besaran pph (pajak penghasilan) sesuai PKP (Penghasilan Kena Pajak)= 15%1. Penghasilan bersih / netto (A)2. Penghasilan bersih / netto (A) x 2,5% = Zakat (B)3. Penghasilan setelah zakat (C) = A - B4. Besaran Pajak yang dibayar = C x pph 15%Zakat merupakan salah satu kewajiban bagi muslim laki-laki dan perempuan. Zakat juga menjadi salah satu rukun Islam, sehingga tidak sempurna Islam seseorang bila tidak menunaikan zakat.Oleh karena itu, bila sudah memenuhi syarat dan rukun berzakat, yuk segera ditunaikan. Pembayaran zakat bisa dilakukan di BAZNAS Kota Yogyakarta. Dan jangan lupa juga, simpan bukti pembayarannya karena bisa digunakan sebagai bukti untuk mengurangi beban pajak. Mari sempurnakan ibadah dengan berzakat melalui BAZNAS Kota Yogyaakrta, cukup klik link berikut ini:
ARTIKEL28/07/2026 | Admin Penghimpunan
Bayar Zakat Maal Online di BAZNAS Kota Yogyakarta, Mudah dan Aman
Bayar Zakat Maal Online di BAZNAS Kota Yogyakarta, Mudah dan Aman
Bayar Zakat Maal Online di BAZNAS Kota Yogyakarta, Mudah dan Aman Di era digital, menunaikan zakat kini semakin praktis. Melalui layanan bayar zakat maal online, masyarakat dapat menunaikan kewajiban zakat kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang langsung ke kantor layanan. BAZNAS Kota Yogyakarta menyediakan layanan pembayaran zakat secara online yang mudah, aman, dan terpercaya sehingga memudahkan umat Islam dalam menunaikan zakat maal sesuai ketentuan syariat. Dengan membayar zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, Anda turut berkontribusi dalam mendukung berbagai program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah yang memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Mengapa Bayar Zakat Maal Online di BAZNAS Kota Yogyakarta? BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai Badan Amil Zakat Nasional yang dibentuk oleh pemerintah memiliki amanah untuk menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel. Beberapa keuntungan membayar zakat maal secara online melalui BAZNAS antara lain: * Proses pembayaran dapat dilakukan kapan saja dan dari mana saja. * Transaksi dilakukan melalui sistem pembayaran yang aman dan mudah digunakan. * Tersedia berbagai pilihan metode pembayaran sesuai kebutuhan. * Dana zakat dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui program-program pemberdayaan. * Memudahkan muzaki dalam menunaikan kewajiban zakat tanpa harus datang ke kantor layanan. Cara Bayar Zakat Maal Online Proses pembayaran zakat maal secara online di BAZNAS Kota Yogyakarta dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut: 1. Hitung terlebih dahulu besaran zakat maal yang harus ditunaikan menggunakan Kalkulator Zakat BAZNAS. 2. Pilih layanan pembayaran zakat melalui situs resmi BAZNAS Kota Yogyakarta. 3. Masukkan nominal zakat sesuai hasil perhitungan. 4. Lengkapi data yang diperlukan. 5. Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi. 6. Simpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi. Dengan langkah yang sederhana tersebut, zakat dapat ditunaikan secara cepat tanpa mengurangi nilai ibadah yang terkandung di dalamnya. Tunaikan Zakat Maal Anda Sekarang Menunda pembayaran zakat berarti menunda hak para mustahik yang berhak menerimanya. Oleh karena itu, apabila harta yang dimiliki telah memenuhi nisab dan haul, segera tunaikan zakat maal melalui BAZNAS Kota Yogyakarta. Gunakan KALKULATOR ZAKAT BAZNAS untuk menghitung kewajiban zakat Anda, kemudian lanjutkan dengan layanan bayar zakat maal online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta. Dengan zakat yang Anda tunaikan, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat melalui berbagai program pemberdayaan dan kemanusiaan.
ARTIKEL21/07/2026 | Admin BIdang Penghimpunan
Keutamaan Membayar Zakat: Membersihkan Harta, Menambah Keberkahan, dan Mewujudkan Kepedulian Sosial
Keutamaan Membayar Zakat: Membersihkan Harta, Menambah Keberkahan, dan Mewujudkan Kepedulian Sosial
Keutamaan Membayar Zakat: Membersihkan Harta, Menambah Keberkahan, dan Mewujudkan Kepedulian Sosial Keutamaan membayar zakat tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga oleh setiap Muslim yang menunaikannya dengan ikhlas. Dalam Islam, zakat merupakan rukun Islam yang keempat dan menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat nisab dan haul. Melalui zakat, seorang Muslim tidak hanya menjalankan perintah Allah SWT, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Lalu, apa saja keutamaan membayar zakat yang dijanjikan dalam ajaran Islam? Berikut ulasannya. Apa Itu Zakat? Secara bahasa, zakat berasal dari kata zaka yang berarti suci, bersih, tumbuh, dan berkah. Sementara secara istilah, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim kepada golongan yang berhak menerimanya (mustahik) sesuai ketentuan syariat. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..."(QS. At-Taubah: 103) Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi juga sarana penyucian jiwa dan harta. 1. Membersihkan Harta dan Jiwa Salah satu keutamaan membayar zakat adalah membersihkan harta dari hak orang lain sekaligus menyucikan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Seorang Muslim yang berzakat belajar untuk ikhlas berbagi serta menyadari bahwa seluruh rezeki yang dimiliki merupakan titipan Allah SWT. Dengan mengeluarkan zakat, seorang muzaki menumbuhkan rasa syukur sekaligus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. 2. Mendatangkan Keberkahan Rezeki Banyak orang mengira bahwa mengeluarkan zakat akan mengurangi harta. Padahal, Islam mengajarkan bahwa zakat justru menjadi sebab datangnya keberkahan. Keberkahan tidak selalu diukur dari bertambahnya nominal harta, tetapi juga dari ketenangan hidup, kemudahan dalam mencari rezeki, kesehatan, serta perlindungan Allah SWT atas harta yang dimiliki. Inilah makna "bertambah" dalam konsep zakat, yaitu bertambah nilai manfaat dan keberkahannya. 3. Menjalankan Salah Satu Rukun Islam Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Rasulullah SAW bersabda: "Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan berhaji bagi yang mampu."(HR. Bukhari dan Muslim) Karena itu, menunaikan zakat bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga wujud ketaatan seorang Muslim kepada Allah SWT. 4. Membantu Mengurangi Kemiskinan Keutamaan membayar zakat juga dirasakan secara luas oleh masyarakat. Dana zakat yang dikelola secara amanah dapat disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf), seperti fakir, miskin, amil, mualaf, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil, dan riqab. Melalui pengelolaan yang profesional, zakat tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, hingga program pengembangan usaha bagi masyarakat kurang mampu. Dengan demikian, zakat menjadi instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan umat. 5. Menumbuhkan Kepedulian dan Solidaritas Sosial Zakat mengajarkan bahwa di dalam setiap harta terdapat hak orang lain. Kesadaran ini membangun rasa empati terhadap sesama, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis. Ketika zakat ditunaikan secara optimal, roda perekonomian umat menjadi lebih sehat karena terjadi distribusi kekayaan yang lebih merata. Hal ini sejalan dengan tujuan syariat Islam yang mengedepankan keadilan dan kemaslahatan bersama. 6. Menjadi Investasi Amal Jangka Panjang Harta yang dizakatkan bukanlah harta yang hilang. Sebaliknya, zakat menjadi investasi amal yang akan kembali kepada pemiliknya dalam bentuk pahala di sisi Allah SWT. Selain memberikan manfaat bagi penerima zakat, amal tersebut menjadi bekal yang bernilai di akhirat. Oleh karena itu, zakat bukan sekadar transaksi materi, melainkan ibadah yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Salurkan Zakat Melalui Lembaga Resmi Agar zakat tersalurkan secara tepat sasaran, umat Islam dianjurkan menunaikannya melalui lembaga amil zakat resmi yang memiliki legalitas dan sistem pengelolaan yang transparan. Lembaga resmi akan memastikan zakat disalurkan kepada para mustahik sesuai ketentuan syariat sekaligus dikelola menjadi berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. Keutamaan membayar zakat tidak hanya terbatas pada penyucian harta, tetapi juga menghadirkan keberkahan hidup, memperkuat kepedulian sosial, dan membantu menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Sebagai salah satu rukun Islam, zakat merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Mari tunaikan zakat tepat waktu melalui BAZNAS Kota Yogyakarta agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Dengan zakat, harta menjadi lebih berkah, jiwa semakin bersih, dan kehidupan masyarakat menjadi lebih adil serta penuh kebermanfaatan.
ARTIKEL21/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah Banyak umat Islam mencari amalan pembuka rezeki bulan Safar dengan harapan memperoleh keberkahan dalam kehidupan, kelancaran usaha, serta kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal tersebut merupakan ikhtiar yang baik selama dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Dalam ajaran Islam, tidak ada amalan khusus yang hanya berlaku pada bulan Safar untuk membuka pintu rezeki. Namun, terdapat berbagai amalan yang dianjurkan Rasulullah untuk dilakukan kapan saja, termasuk ketika memasuki bulan Safar. Sebagai seorang muslim, penting untuk memahami bahwa rezeki datang dari Allah SWT. Tidak ada bulan yang secara otomatis membawa kesialan atau keberuntungan. Justru Islam mengajarkan agar setiap waktu dimanfaatkan untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia. Oleh karena itu, ketika membahas amalan pembuka rezeki bulan Safar, yang dimaksud adalah amalan-amalan yang memiliki landasan dari Al-Qur'an dan hadis sahih sehingga dapat diamalkan dengan penuh keyakinan. Benarkah Bulan Safar Membawa Kesialan? Sebelum membahas amalan, perlu dipahami bahwa sebagian masyarakat masih meyakini bulan Safar sebagai bulan yang penuh musibah atau kesialan. Padahal keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam Islam. Rasulullah bersabda: "Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan pada bulan Safar, dan tidak ada hantu." (HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220) Hadis tersebut menjelaskan bahwa anggapan bulan Safar sebagai bulan sial merupakan keyakinan masyarakat Arab pada masa jahiliah yang kemudian diluruskan oleh Rasulullah. Dengan demikian, umat Islam tidak dianjurkan mengaitkan datangnya musibah atau sempitnya rezeki dengan bulan Safar. Sebaliknya, bulan Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang dapat diisi dengan berbagai ibadah sebagaimana bulan-bulan lainnya. Rezeki Berasal dari Allah SWT Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya. Firman Allah SWT: "Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya." (QS. Hud: 6) Namun demikian, Allah juga memerintahkan manusia untuk berusaha, bekerja, berdoa, dan bertawakal. Oleh sebab itu, amalan pembuka rezeki bulan Safar bukanlah ritual tertentu yang diyakini memiliki kekuatan khusus, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah yang menjadi sebab datangnya keberkahan rezeki. Amalan Pembuka Rezeki Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah Berikut beberapa amalan yang memiliki dasar dalam Al-Qur'an maupun hadis sahih dan dapat diamalkan pada bulan Safar maupun bulan lainnya. 1. Memperbanyak Istighfar Istighfar menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah Allah SWT berfirman: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu." (QS. Nuh: 10–12) Ayat tersebut menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya menjadi sebab diampuninya dosa, tetapi juga menjadi jalan datangnya keberkahan rezeki. Rasulullah sendiri beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih. 2. Memperbanyak Doa Memohon Rezeki Doa merupakan bentuk ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah adalah: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu." (HR. Tirmidzi) Doa tersebut dapat dibaca setelah salat ataupun pada waktu-waktu mustajab. 3. Menjaga Salat Lima Waktu Salat merupakan ibadah utama dalam Islam. Allah SWT berfirman: "Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu." (QS. Taha: 132) Ayat tersebut mengajarkan bahwa rezeki berasal dari Allah SWT sehingga menjaga salat menjadi salah satu sebab memperoleh keberkahan hidup. 4. Memperbanyak Sedekah Sedekah tidak mengurangi harta. Rasulullah bersabda: "Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim No. 2588) Sedekah justru menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan, ketenangan hati, serta kemudahan dalam berbagai urusan. Pada bulan Safar, memperbanyak sedekah menjadi salah satu amalan pembuka rezeki bulan Safar yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah. 5. Menjalin Silaturahmi Hubungan baik dengan keluarga memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah bersabda: "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa silaturahmi menjadi salah satu sebab dilapangkannya rezeki oleh Allah SWT. 6. Bertakwa kepada Allah SWT Takwa merupakan kunci datangnya pertolongan Allah. Allah SWT berfirman: "Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS. At-Talaq: 2–3) Ayat ini menjadi landasan penting bahwa keberkahan rezeki berkaitan erat dengan ketakwaan seorang muslim. 7. Bertawakal Setelah Berusaha Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Rasulullah bersabda: "Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. Ahmad dan Tirmidzi) Hadis tersebut menjelaskan bahwa burung tetap keluar mencari makan. Demikian pula seorang muslim diperintahkan bekerja sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Hal yang Sebaiknya Dihindari pada Bulan Safar Dalam mengamalkan amalan pembuka rezeki bulan Safar, umat Islam juga perlu menghindari keyakinan yang tidak memiliki dasar syariat. Beberapa di antaranya adalah: Meyakini bulan Safar membawa kesialan. Menganggap ada ritual tertentu yang pasti membuka rezeki tanpa dalil. Mempercayai jimat atau benda-benda tertentu sebagai penarik rezeki. Mengikuti amalan yang bersumber dari hadis palsu atau tradisi yang bertentangan dengan akidah Islam. Islam mengajarkan agar setiap ibadah memiliki landasan yang jelas berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah. Cara Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh Selain amalan yang telah disebutkan, seorang muslim dapat mengisi bulan Safar dengan berbagai aktivitas yang mendatangkan pahala, seperti: Membaca Al-Qur'an setiap hari. Memperbanyak zikir pagi dan petang. Menunaikan salat sunnah. Membantu fakir miskin. Berbakti kepada orang tua. Menjaga kejujuran dalam bekerja. Menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat. Memperbanyak doa untuk keberkahan keluarga. Semua amal tersebut dapat menjadi sebab bertambahnya keberkahan hidup apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT. Pada hakikatnya, amalan pembuka rezeki bulan Safar bukanlah amalan khusus yang hanya berlaku pada bulan Safar, melainkan berbagai ibadah yang telah diajarkan Rasulullah dan dapat diamalkan sepanjang tahun. Islam juga menegaskan bahwa bulan Safar bukanlah bulan sial sebagaimana kepercayaan masyarakat jahiliah. Seorang muslim hendaknya mengisi bulan Safar dengan memperbanyak istighfar, menjaga salat, memperbanyak sedekah, mempererat silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, berdoa, bekerja secara halal, dan bertawakal kepada Allah SWT. Dengan menjalankan amalan-amalan tersebut, seorang muslim berharap memperoleh rezeki yang halal, berkah, dan bermanfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Pada akhirnya, amalan pembuka rezeki bulan Safar yang paling utama adalah memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, serta menjauhkan diri dari keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rezeki yang halal, luas, dan penuh keberkahan kepada seluruh umat Islam.
ARTIKEL20/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Zakat Emas 100 Gram Berapa: Ini Simulasi Perhitungannya
Zakat Emas 100 Gram Berapa: Ini Simulasi Perhitungannya
Zakat Emas 100 Gram Berapa: Ini Simulasi Perhitungannya Emas merupakan salah satu bentuk harta yang wajib dizakati apabila telah memenuhi ketentuan syariat. Banyak masyarakat yang bertanya, apabila memiliki emas sebanyak 100 gram, berapa zakat yang harus dibayarkan? Untuk menjawabnya, perlu memahami terlebih dahulu ketentuan nisab, haul, serta cara menghitung zakat emas sesuai pedoman yang digunakan oleh Badan Amil Zakat Nasional Kota Yogyakarta. Nisab Zakat Emas Zakat emas termasuk dalam kategori zakat maal, yaitu zakat atas harta yang dimiliki secara penuh. Suatu kepemilikan emas menjadi wajib dizakati apabila memenuhi dua syarat utama, yaitu mencapai nisab dan haul. Mencapai Nisab Berdasarkan ketentuan yang digunakan BAZNAS Kota Yogyakarta, nisab zakat emas adalah 85 gram emas. Artinya, apabila jumlah emas yang dimiliki telah mencapai atau melebihi 85 gram, maka telah memenuhi syarat nisab. Mencapai Haul Selain mencapai nisab, emas juga harus dimiliki selama satu tahun hijriah (haul). Jika selama periode tersebut jumlah kepemilikan tetap berada di atas nisab, maka zakat wajib ditunaikan. Besaran Zakat Apabila kedua syarat tersebut terpenuhi, zakat yang wajib dikeluarkan adalah sebesar 2,5 persen dari jumlah emas yang wajib dizakati. Rumus Zakat Emas Perhitungan zakat emas dapat dilakukan dengan rumus berikut: Zakat Emas = Jumlah Emas × 2,5 persen Apabila perhitungan dilakukan berdasarkan nilai rupiah, maka jumlah emas terlebih dahulu dikonversikan sesuai harga emas yang berlaku pada saat zakat ditunaikan. Rumusnya menjadi: Nilai Emas × 2,5 persen Perhitungan dapat menggunakan berat emas maupun nilai rupiahnya, selama mengacu pada harga emas saat itu. Simulasi Zakat Emas 100 Gram Misalkan seseorang memiliki emas batangan atau emas simpanan sebanyak 100 gram yang telah dimiliki selama satu tahun hijriah. Karena jumlah tersebut telah melebihi nisab sebesar 85 gram, maka emas tersebut wajib dizakati. Perhitungan Berdasarkan Berat Emas Jumlah emas yang dimiliki: Emas: 100 gram Zakat yang wajib dikeluarkan: 100 gram × 2,5 persen = 2,5 gram emas Artinya, pemilik dapat menunaikan zakat sebesar 2,5 gram emas atau membayarnya dalam bentuk uang senilai harga 2,5 gram emas pada saat pembayaran dilakukan. Perhitungan Berdasarkan Nilai Rupiah Sebagai ilustrasi, apabila nilai 100 gram emas pada saat perhitungan adalah Rp200.000.000, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah: Rp200.000.000 × 2,5 persen = Rp5.000.000 Nilai rupiah tersebut hanyalah contoh simulasi. Besaran zakat yang sebenarnya mengikuti harga emas pada saat zakat dibayarkan. Cara Bayar Zakat Emas Setelah mengetahui jumlah zakat yang wajib ditunaikan, muzaki dapat membayar zakat emas melalui BAZNAS Kota Yogyakarta dengan langkah-langkah berikut: Menghitung jumlah emas yang dimiliki dan memastikan telah mencapai nisab serta haul. Menentukan besaran zakat sebesar 2,5 persen. Mengakses layanan pembayaran zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, baik secara langsung maupun melalui kanal digital. Memilih jenis pembayaran zakat maal atau zakat emas. Menyelesaikan pembayaran sesuai nominal hasil perhitungan. Menyimpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi. Untuk mempermudah proses perhitungan, masyarakat juga dapat memanfaatkan kalkulator zakat yang disediakan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta sehingga hasilnya lebih praktis dan akurat. Menunaikan Zakat Emas sebagai Bentuk Syukur Emas merupakan salah satu bentuk harta yang memiliki potensi berkembang sehingga Islam menetapkan kewajiban zakat apabila telah memenuhi syarat yang ditentukan. Menunaikan zakat emas bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap syariat, tetapi juga sarana untuk menyucikan harta dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan memahami ketentuan nisab, haul, serta cara menghitung zakat emas, setiap muslim dapat menunaikan kewajibannya dengan lebih mudah, tepat, dan sesuai syariat. Dana zakat yang dihimpun kemudian dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta secara amanah untuk mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan bagi para mustahik.
ARTIKEL20/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Keutamaan Amal Jariyah di Bulan Safar yang Tak Terputus Pahalanya
Keutamaan Amal Jariyah di Bulan Safar yang Tak Terputus Pahalanya
Keutamaan Amal Jariyah di Bulan Safar yang Tak Terputus Pahalanya Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang sering kali disalahpahami oleh sebagian masyarakat. Masih ada anggapan bahwa bulan ini membawa kesialan atau musibah, padahal keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW justru menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya mengisi bulan ini dengan berbagai amal saleh, termasuk keutamaan amal jariyah bulan safar yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Memahami keutamaan amal jariyah bulan safar menjadi penting agar setiap Muslim mampu memanfaatkan waktu dengan amalan yang bernilai ibadah. Bulan Safar sama seperti bulan-bulan Hijriah lainnya yang merupakan kesempatan untuk memperbanyak kebaikan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menanam investasi akhirat melalui amal jariyah. Apa Itu Amal Jariyah? Amal jariyah adalah amal yang manfaatnya terus berlangsung sehingga pahala dari amalan tersebut tetap mengalir kepada pelakunya, bahkan setelah ia wafat. Konsep ini menjadi salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya karena memberikan kesempatan memperoleh pahala yang berkelanjutan. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim No. 1631) Hadis ini menjadi landasan utama mengenai pentingnya amal jariyah dalam kehidupan seorang Muslim. Benarkah Bulan Safar Membawa Kesialan? Sebelum membahas lebih jauh mengenai keutamaan amal jariyah bulan safar, penting untuk meluruskan pemahaman yang keliru mengenai bulan Safar. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada penyakit menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada burung hantu pembawa sial dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220) Hadis tersebut menjelaskan bahwa Islam menolak segala bentuk keyakinan tentang kesialan yang dikaitkan dengan waktu tertentu, termasuk bulan Safar. Semua bulan adalah ciptaan Allah SWT dan memiliki nilai yang sama sebagai kesempatan untuk beribadah. Dengan demikian, daripada mempercayai mitos, umat Islam sebaiknya memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, dan memperbanyak amal jariyah. Keutamaan Amal Jariyah Bulan Safar yang Perlu Diketahui Mengapa seorang Muslim dianjurkan memperbanyak amal jariyah pada bulan Safar? Berikut beberapa keutamaannya. 1. Menjadi Investasi Akhirat yang Tidak Pernah Terputus Setiap amal jariyah yang dilakukan dengan ikhlas akan terus menghasilkan pahala selama manfaatnya masih dirasakan oleh orang lain. Beberapa bentuk amal jariyah yang dapat dilakukan antara lain: Membangun masjid. Wakaf Al-Qur'an. Wakaf sumur. Menanam pohon yang menghasilkan buah. Membangun pesantren. Menyediakan fasilitas pendidikan Islam. Semua bentuk amal tersebut akan menjadi bekal yang terus mengalir hingga Hari Kiamat. 2. Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh Alih-alih mempercayai mitos, keutamaan amal jariyah bulan safar justru mengajarkan bahwa setiap hari adalah peluang memperbanyak pahala. Allah SWT berfirman: "Dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung." (QS. Al-Hajj: 77) Ayat ini menjadi motivasi bahwa seluruh waktu adalah kesempatan berbuat baik. 3. Mendatangkan Keberkahan dalam Kehidupan Orang yang gemar bersedekah akan memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim No. 2588) Amal jariyah bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. 4. Menjadi Bukti Keimanan Seorang Muslim Seorang Muslim yang memahami hakikat kehidupan dunia akan berusaha meninggalkan warisan kebaikan. Warisan tersebut tidak hanya berupa harta, tetapi juga amal yang terus memberikan manfaat kepada masyarakat. Bentuk Amal Jariyah yang Dapat Dilakukan di Bulan Safar Berikut beberapa contoh keutamaan amal jariyah bulan safar yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedekah Pembangunan Masjid Masjid merupakan pusat ibadah umat Islam. Setiap orang yang salat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, atau mengikuti kajian di dalamnya akan menjadi sumber pahala bagi orang yang ikut membangunnya. Wakaf Al-Qur'an Memberikan mushaf Al-Qur'an kepada masjid, pesantren, sekolah Islam, maupun rumah tahfiz merupakan salah satu amal jariyah terbaik. Selama mushaf tersebut dibaca, pahala akan terus mengalir kepada pewakafnya. Membantu Pendidikan Santri Memberikan bantuan biaya pendidikan kepada santri termasuk bentuk sedekah yang manfaatnya sangat besar. Ilmu yang dipelajari kemudian diamalkan dan diajarkan kembali akan menjadi pahala yang terus bertambah. Membangun Sumur Air Bersih Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Membangun sumur atau menyediakan sarana air bersih menjadi salah satu amal jariyah yang manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat. Menanam Pohon Dalam Islam, menanam pohon juga bernilai sedekah. Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang Muslim menanam pohon lalu dimakan manusia, burung atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari No. 2320 dan Muslim No. 1552) Mengapa Amal Jariyah Sebaiknya Tidak Ditunda? Salah satu pelajaran penting dari keutamaan amal jariyah bulan safar adalah bahwa kesempatan beramal belum tentu datang dua kali. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal menjemput. Allah SWT berfirman: "Dan tidak seorang pun mengetahui di bumi mana dia akan mati." (QS. Luqman: 34) Karena itu, selama Allah masih memberikan kesehatan, rezeki, dan kesempatan hidup, hendaknya seorang Muslim segera memperbanyak amal jariyah. Tips Memaksimalkan Amal Jariyah di Bulan Safar Agar amal semakin bernilai di sisi Allah SWT, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan. Niatkan Ikhlas karena Allah SWT Setiap amal bergantung kepada niatnya. Jangan sampai amal jariyah dilakukan demi pujian manusia. Pilih Amal yang Bermanfaat Jangka Panjang Utamakan amal yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat. Contohnya: Wakaf tanah. Wakaf Al-Qur'an. Membangun masjid. Membangun sumur. Mendukung pendidikan Islam. Menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Ajak Keluarga Berpartisipasi Melibatkan pasangan dan anak-anak dalam amal jariyah akan menumbuhkan budaya berbagi sejak dini sekaligus menjadi pendidikan karakter Islami di dalam keluarga. Istiqamah dalam Beramal Tidak harus bernilai besar. Amal yang dilakukan secara rutin meskipun sedikit lebih dicintai Allah SWT daripada amal yang besar tetapi hanya sesekali. Rasulullah SAW bersabda: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit." (HR. Bukhari No. 6464 dan Muslim No. 783) Hikmah Memahami Keutamaan Amal Jariyah Bulan Safar Memahami keutamaan amal jariyah bulan safar akan mengubah cara pandang seorang Muslim terhadap bulan ini. Bukan lagi dipenuhi rasa takut karena mitos yang tidak berdasar, melainkan dipenuhi semangat untuk memperbanyak amal saleh. Perlu dipahami bahwa tidak terdapat dalil yang menetapkan keutamaan khusus amal jariyah yang hanya berlaku pada bulan Safar. Keutamaan amal jariyah berlaku sepanjang waktu. Namun, menjadikan bulan Safar sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah merupakan langkah yang baik selama tidak meyakini adanya keistimewaan syariat yang tidak memiliki dasar. Setiap hari dalam bulan Safar dapat menjadi ladang pahala apabila diisi dengan sedekah, wakaf, membantu sesama, mengajarkan ilmu, membangun sarana ibadah, dan berbagai bentuk amal jariyah lainnya. Semakin banyak manfaat yang dirasakan manusia, semakin besar pula pahala yang akan terus mengalir kepada pelakunya. Keutamaan amal jariyah bulan safar terletak pada semangat seorang Muslim dalam memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik, bukan karena bulan Safar memiliki keutamaan khusus dalam syariat terkait amal jariyah. Islam mengajarkan bahwa semua waktu adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amal saleh yang ikhlas. Mari jadikan bulan Safar sebagai pengingat untuk memperbanyak sedekah, wakaf, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, membantu sesama, dan mendukung berbagai kegiatan dakwah. Semoga setiap amal jariyah yang dilakukan menjadi pemberat timbangan kebaikan, terus mengalir pahalanya hingga setelah kita meninggal dunia, serta menjadi bekal terbaik ketika menghadap Allah SWT.
ARTIKEL20/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Zakat Saham dan Investasi: Apakah Wajib Dizakati
Zakat Saham dan Investasi: Apakah Wajib Dizakati
Zakat Saham dan Investasi: Apakah Wajib Dizakati Seiring makin banyaknya muslim yang berinvestasi di pasar modal, reksa dana, hingga obligasi syariah, pertanyaan soal zakat investasi pun makin sering muncul. Apakah aset investasi termasuk harta yang wajib dizakati? Jawabannya ya, dengan ketentuan yang perlu dipahami lebih dulu sebelum menghitung kewajibannya. Jenis Investasi yang Berpotensi Wajib Zakat Tidak semua instrumen investasi diperlakukan sama. Secara umum, yang masuk kategori harta wajib zakat meliputi saham (baik untuk trading maupun disimpan jangka panjang), reksa dana dari semua jenis, obligasi dan sukuk, serta deposito. Yang dihitung adalah nilai pasar aktual dari seluruh portofolio saat haul terpenuhi, bukan nilai saat pembelian. Ketentuan Zakat Saham Ada dua syarat utama sebelum zakat investasi wajib dikeluarkan. Pertama, nilai total portofolio sudah melampaui nisab, setara 85 gram emas saat haul tiba. Kedua, investasi sudah dimiliki selama satu tahun penuh dalam kondisi melampaui nisab. Penting untuk menggabungkan seluruh aset saat menghitung saham, reksa dana, tabungan, dan emas dihitung bersama. Jika dihitung terpisah, bisa jadi masing-masing tampak di bawah nisab padahal totalnya sudah jauh melampaui kewajiban zakat. Cara Menghitung Nilai Zakat Rumusnya: total nilai investasi × 2,5 persen, dengan syarat nisab dan haul sudah terpenuhi. Contoh perhitungan: - Portofolio saham Rp180.000.000, sudah 1 tahun ? zakat: Rp180.000.000 × 2,5 persen = Rp4.500.000 - Reksa dana Rp90.000.000 + saham Rp60.000.000 = total Rp150.000.000 ? zakat: Rp3.750.000 - Portofolio Rp200.000.000 tapi baru 8 bulan ? belum wajib zakat, haul belum terpenuhi Untuk dividen atau kupon yang diterima secara rutin, bisa digabungkan ke zakat penghasilan di bulan penerimaan atau diakumulasikan dan dihitung bersama portofolio saat haul tiba. Panduan Bayar Zakat Investasi 1. Tandai tanggal haul setiap tahun, yaitu satu tahun sejak portofolio pertama kali melampaui nisab. 2. Saat haul tiba, hitung nilai pasar aktual seluruh investasi: gunakan harga penutupan saham atau NAB reksa dana di hari tersebut. 3. Setelah nominal zakat diketahui, bayarkan langsung melalui platform digital BAZNAS Kota Yogyakarta di baznas.jogjakota.go.id. 4. Bukti pembayarannya bisa digunakan sebagai pengurang pajak penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku.
ARTIKEL17/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Motivasi Sedekah di Bulan Safar agar Hidup Lebih Bermakna
Motivasi Sedekah di Bulan Safar agar Hidup Lebih Bermakna
Motivasi Sedekah di Bulan Safar agar Hidup Lebih Bermakna Sebagai seorang muslim, setiap waktu yang Allah berikan adalah kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan. Bulan Safar sering kali dipandang hanya sebagai bagian dari perjalanan waktu dalam kalender Hijriah, padahal seorang muslim dapat mengisinya dengan berbagai ibadah yang membawa keberkahan. Salah satu amalan yang memiliki nilai sosial dan spiritual tinggi adalah sedekah. motivasi sedekah bulan safar menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak terbatas pada bulan tertentu, melainkan dapat dilakukan kapan saja sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Sedekah merupakan amalan yang menunjukkan kepedulian seorang hamba terhadap sesama manusia. Ketika seorang muslim memberikan sebagian hartanya kepada orang yang membutuhkan, ia tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga mempererat hubungan sosial dalam masyarakat. motivasi sedekah bulan safar mengajarkan bahwa setiap kesempatan berbagi adalah jalan untuk mendapatkan pahala dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Dalam ajaran Islam, sedekah memiliki kedudukan yang mulia karena menjadi salah satu bentuk ibadah yang melibatkan hati, harta, dan kepedulian. Seorang muslim yang bersedekah dengan ikhlas berharap hanya kepada Allah, bukan semata-mata mencari pujian manusia. motivasi sedekah bulan safar dapat menjadi dorongan agar umat Islam menjadikan bulan Safar sebagai momen memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan. Banyak orang menganggap bahwa melakukan kebaikan harus menunggu waktu tertentu yang dianggap istimewa. Namun, Islam mengajarkan bahwa semua waktu dapat menjadi waktu terbaik untuk beramal selama dilakukan dengan niat yang benar. motivasi sedekah bulan safar memberikan pemahaman bahwa bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan, melainkan salah satu bulan dalam kalender Islam yang tetap memiliki kesempatan penuh untuk melakukan ibadah. Melalui sedekah, seorang muslim dapat belajar tentang makna kehidupan yang sebenarnya. Harta yang dimiliki bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga memiliki hak bagi orang lain yang membutuhkan. motivasi sedekah bulan safar mengajak umat Islam untuk melihat bahwa berbagi bukan mengurangi rezeki, melainkan bentuk investasi akhirat yang penuh keberkahan. Hikmah dan Keutamaan Motivasi Sedekah Bulan Safar bagi Umat Islam Sedekah mengandung banyak hikmah yang dapat dirasakan oleh pemberi maupun penerima. Ketika seorang muslim memahami keutamaan sedekah, ia akan lebih mudah terdorong untuk berbagi dengan penuh keikhlasan. motivasi sedekah bulan safar menjadi salah satu cara menumbuhkan kesadaran bahwa setiap harta yang dikeluarkan di jalan kebaikan akan mendapatkan balasan dari Allah sesuai dengan kehendak-Nya. Allah SWT menjanjikan balasan bagi orang-orang yang bersedekah dengan ikhlas. Dalam Al-Qur’an, Allah menggambarkan bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. motivasi sedekah bulan safar mengingatkan umat Islam bahwa nilai sebuah sedekah bukan hanya dilihat dari jumlahnya, tetapi dari niat dan ketulusan hati ketika melakukannya. Selain mendapatkan pahala, sedekah juga dapat menjadi sebab hadirnya ketenangan dalam hati. Banyak muslim merasakan kebahagiaan ketika mampu membantu orang lain, karena berbagi menghadirkan rasa syukur dan kepedulian. motivasi sedekah bulan safar mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya berasal dari apa yang kita miliki, tetapi juga dari manfaat yang dapat kita berikan kepada orang lain. Sedekah juga memiliki peran besar dalam membangun masyarakat yang lebih peduli. Ketika umat Islam membiasakan diri berbagi, kesenjangan sosial dapat berkurang dan hubungan antarindividu menjadi lebih kuat. motivasi sedekah bulan safar menjadi pengingat bahwa seorang muslim tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar. Bulan Safar dapat dijadikan waktu untuk memperkuat kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk bersedekah karena Islam mengajarkan bahwa setiap kebaikan memiliki nilai di sisi Allah. motivasi sedekah bulan safar mendorong umat Islam untuk memulai dari hal sederhana, seperti membantu tetangga, memberi makanan, atau memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. Cara Meningkatkan Motivasi Sedekah Bulan Safar agar Hidup Lebih Bermakna Meningkatkan semangat bersedekah membutuhkan pemahaman bahwa harta hanyalah titipan dari Allah. Ketika seorang muslim menyadari hal tersebut, ia akan lebih mudah melepaskan sebagian hartanya untuk kebaikan. motivasi sedekah bulan safar membantu menanamkan keyakinan bahwa berbagi adalah bentuk rasa syukur dan bukti kecintaan kepada Allah SWT. Salah satu cara meningkatkan semangat sedekah adalah dengan mengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Apa yang dimiliki manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah, sedangkan amal kebaikan akan menjadi bekal di akhirat. motivasi sedekah bulan safar menjadi pengingat agar umat Islam lebih memprioritaskan amal yang memberikan manfaat jangka panjang. Membiasakan sedekah secara rutin juga dapat memperkuat karakter seorang muslim. Tidak harus dalam jumlah besar, karena sedekah kecil yang dilakukan dengan ikhlas tetap memiliki nilai yang besar di sisi Allah. motivasi sedekah bulan safar mengajarkan bahwa konsistensi dalam kebaikan lebih penting daripada banyaknya pemberian yang hanya dilakukan sesekali. Selain memberikan harta, sedekah juga dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kebaikan lainnya. Senyuman, bantuan tenaga, ilmu yang bermanfaat, dan perkataan yang baik juga termasuk bentuk amal yang bernilai. motivasi sedekah bulan safar mengingatkan bahwa pintu kebaikan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin mendekatkan diri kepada Allah. Menjadikan bulan Safar sebagai momentum memperbanyak sedekah dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan seorang muslim. Dengan hati yang lebih ringan untuk berbagi, seseorang akan memiliki rasa empati yang lebih besar dan kehidupan yang lebih bermakna. motivasi sedekah bulan safar menjadi dorongan agar setiap muslim terus menebarkan manfaat kapan pun dan di mana pun berada. Menjadikan Motivasi Sedekah Bulan Safar sebagai Jalan Mendekat kepada Allah Sedekah adalah salah satu bentuk ibadah yang menunjukkan keimanan dan kepedulian seorang muslim. Bulan Safar bukanlah bulan yang harus ditakuti atau dikaitkan dengan hal-hal buruk, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh. motivasi sedekah bulan safar memberikan pelajaran bahwa setiap waktu dapat menjadi ladang pahala apabila digunakan untuk melakukan kebaikan. Seorang muslim yang membiasakan sedekah akan merasakan banyak manfaat, baik dalam kehidupan dunia maupun sebagai bekal akhirat. Sedekah mengajarkan keikhlasan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama. motivasi sedekah bulan safar menjadi nilai penting agar umat Islam terus menjaga semangat berbagi tanpa terikat oleh waktu tertentu. Keberkahan dalam hidup tidak selalu diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain. Melalui sedekah, seorang muslim dapat menghadirkan kebahagiaan bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. motivasi sedekah bulan safar menjadi pengingat bahwa kebaikan kecil yang dilakukan dengan niat ikhlas dapat bernilai besar di hadapan Allah. Pada akhirnya, bulan Safar dapat menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan memperkuat hubungan dengan sesama manusia. Setiap sedekah yang diberikan dengan tulus adalah bukti bahwa seorang hamba percaya kepada kemurahan dan janji Allah. motivasi sedekah bulan safar mengajak kita untuk menjadikan berbagi sebagai gaya hidup yang penuh keberkahan. Semoga umat Islam selalu diberikan kemampuan untuk berbuat baik dan dimudahkan dalam menjalankan berbagai amal ibadah. Dengan memahami motivasi sedekah bulan safar, kita dapat menjadikan bulan Safar sebagai bagian dari perjalanan spiritual untuk hidup lebih bermakna, penuh rasa syukur, dan semakin dekat kepada Allah SWT.
ARTIKEL17/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Amalan Penghapus Dosa di Bulan Safar yang Dianjurkan
Amalan Penghapus Dosa di Bulan Safar yang Dianjurkan
Amalan Penghapus Dosa di Bulan Safar yang Dianjurkan Bulan Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang sering dikaitkan dengan berbagai anggapan di masyarakat. Sebagai seorang muslim, kita meyakini bahwa semua bulan adalah ciptaan Allah SWT dan tidak ada satu bulan pun yang secara khusus membawa kesialan. Oleh karena itu, amalan penghapus dosa bulan Safar perlu dipahami sebagai berbagai ibadah yang dianjurkan dalam Islam secara umum, bukan karena adanya keistimewaan tertentu yang ditetapkan secara khusus untuk bulan Safar. Dalam ajaran Islam, kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka sepanjang waktu. Amalan penghapus dosa bulan Safar dapat diwujudkan melalui peningkatan ketaatan kepada Allah SWT, seperti memperbanyak istighfar, salat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebaikan. Bulan Safar dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan meninggalkan kebiasaan buruk. Sebagai umat Islam, kita percaya bahwa manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Namun, Allah SWT Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang mau bertaubat dengan sungguh-sungguh. Amalan penghapus dosa bulan Safar menjadi pengingat bahwa setiap muslim memiliki kesempatan untuk kembali mendekat kepada Allah melalui taubat dan amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas. Tidak terdapat dalil sahih yang menyebutkan bahwa bulan Safar memiliki amalan khusus tertentu untuk menghapus dosa. Akan tetapi, melakukan ibadah yang dianjurkan dalam Islam tetap memiliki nilai pahala di bulan apa pun. Dengan demikian, amalan penghapus dosa bulan Safar lebih tepat dimaknai sebagai usaha memperbanyak amal kebaikan dan memperbaiki diri selama bulan Safar. Memahami hakikat bulan Safar juga membantu umat Islam menjauhkan diri dari kepercayaan yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Amalan penghapus dosa bulan Safar seharusnya berlandaskan Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad SAW, sehingga setiap ibadah yang dilakukan memiliki dasar yang benar dan tidak bercampur dengan keyakinan yang keliru. Istighfar dan Taubat sebagai Amalan Penghapus Dosa Bulan Safar Salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah memperbanyak istighfar. Memohon ampun kepada Allah merupakan sikap seorang hamba yang menyadari kelemahannya. Amalan penghapus dosa bulan Safar melalui istighfar dapat dilakukan kapan saja, baik setelah salat maupun dalam aktivitas sehari-hari, karena manusia selalu membutuhkan ampunan Allah SWT. Taubat yang benar memiliki beberapa unsur penting, yaitu menyesali dosa, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, serta bertekad tidak mengulanginya. Amalan penghapus dosa bulan Safar melalui taubat bukan hanya sekadar mengucapkan istighfar dengan lisan, tetapi juga harus diiringi perubahan perilaku menuju kebaikan dan ketaatan kepada Allah SWT. Allah SWT memberikan kabar gembira kepada hamba yang kembali kepada-Nya. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa jangan berputus asa dari rahmat Allah karena Dia mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertaubat. Amalan penghapus dosa bulan Safar menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan membersihkan hati dari kesalahan masa lalu. Selain memohon ampun, seorang muslim juga dianjurkan memperbanyak doa agar diberikan kekuatan untuk istiqamah dalam kebaikan. Amalan penghapus dosa bulan Safar dapat dilakukan dengan memperbanyak doa-doa taubat, meminta petunjuk Allah, dan berharap agar hati selalu berada dalam jalan yang diridhai-Nya. Kebiasaan beristighfar juga memberikan dampak positif dalam kehidupan seorang muslim. Hati menjadi lebih tenang, seseorang lebih mudah menyadari kesalahan, dan lebih berhati-hati dalam bertindak. Karena itu, amalan penghapus dosa bulan Safar melalui istighfar merupakan salah satu cara mendidik diri agar selalu dekat dengan Allah SWT. Salat, Membaca Al-Qur’an, dan Sedekah sebagai Amalan Penghapus Dosa Bulan Safar Salat merupakan kewajiban utama seorang muslim yang menjadi bentuk hubungan langsung antara hamba dan Allah SWT. Menjaga salat lima waktu dengan penuh kekhusyukan termasuk bagian dari amalan penghapus dosa bulan Safar karena salat mengajarkan kedisiplinan, ketundukan, dan ketaatan kepada Allah. Selain salat wajib, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak salat sunnah sesuai kemampuan. Ibadah tambahan tersebut dapat menjadi pelengkap kekurangan dalam menjalankan kewajiban. Melalui amalan penghapus dosa bulan Safar, seorang muslim dapat menjadikan bulan Safar sebagai waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Membaca Al-Qur’an juga termasuk amal saleh yang memiliki banyak keutamaan. Al-Qur’an menjadi petunjuk hidup bagi umat Islam dan sumber ketenangan bagi hati. Amalan penghapus dosa bulan Safar dengan memperbanyak tilawah Al-Qur’an dapat membantu seorang muslim memahami ajaran Allah dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sedekah merupakan bentuk kepedulian kepada sesama yang sangat dianjurkan dalam Islam. Memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, baik berupa harta maupun kebaikan lainnya, termasuk amal yang bernilai pahala. Amalan penghapus dosa bulan Safar melalui sedekah dapat melatih keikhlasan dan membersihkan hati dari sifat kikir. Melakukan berbagai ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah hendaknya tidak hanya dilakukan pada bulan tertentu saja. Namun, amalan penghapus dosa bulan Safar dapat menjadi motivasi agar seorang muslim memanfaatkan bulan Safar sebagai waktu meningkatkan amal kebaikan dan memperbanyak bekal akhirat. Menjaga Akhlak dan Memperbanyak Kebaikan sebagai Amalan Penghapus Dosa Bulan Safar Islam tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesama. Akhlak yang baik seperti berkata jujur, menjaga lisan, dan membantu orang lain merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslim. Amalan penghapus dosa bulan Safar dapat dilakukan dengan memperbaiki perilaku dan memperbanyak kebaikan kepada sesama. Banyak dosa yang berkaitan dengan hubungan antar manusia, seperti menyakiti orang lain, berkata kasar, atau mengambil hak seseorang. Oleh sebab itu, meminta maaf dan memperbaiki hubungan sosial menjadi langkah penting. Amalan penghapus dosa bulan Safar bukan hanya berupa ibadah ritual, tetapi juga mencakup usaha memperbaiki akhlak dan hubungan dengan manusia. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang muslim yang baik adalah orang yang mampu menjaga ucapan dan perbuatannya agar tidak merugikan orang lain. Amalan penghapus dosa bulan Safar melalui menjaga akhlak dapat menjadi jalan untuk mendapatkan keberkahan hidup dan meningkatkan kualitas keimanan seorang muslim. Bulan Safar dapat dijadikan kesempatan untuk melakukan evaluasi diri. Seorang muslim dapat melihat kembali kebiasaan yang kurang baik lalu berusaha memperbaikinya. Amalan penghapus dosa bulan Safar menjadi pengingat bahwa perubahan menuju kebaikan harus dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya pada waktu tertentu. Pada akhirnya, setiap bulan dalam kalender Islam adalah kesempatan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan penghapus dosa bulan Safar bukanlah amalan khusus yang hanya berlaku pada bulan Safar, melainkan berbagai amal saleh yang dianjurkan Islam dan dapat dilakukan sepanjang kehidupan seorang muslim. Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan sebagaimana sebagian anggapan masyarakat. Seorang muslim hendaknya meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Melalui amalan penghapus dosa bulan Safar, umat Islam dapat menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketakwaan. Berbagai amalan seperti taubat, istighfar, salat, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan memperbaiki akhlak merupakan bentuk ketaatan yang dapat dilakukan kapan saja. Amalan penghapus dosa bulan Safar menjadi pengingat bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka bagi hamba yang kembali kepada-Nya dengan penuh keikhlasan. Sebagai penutup, seorang muslim hendaknya tidak hanya mengejar keberkahan pada bulan tertentu, tetapi berusaha menjaga amal kebaikan sepanjang tahun. Amalan penghapus dosa bulan Safar dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan ibadah yang lebih baik dan menjadikan kehidupan lebih dekat dengan ajaran Islam.
ARTIKEL17/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kampanye Kebaikan di Bulan Safar untuk Menebar Manfaat Luas
Kampanye Kebaikan di Bulan Safar untuk Menebar Manfaat Luas
Kampanye Kebaikan di Bulan Safar untuk Menebar Manfaat Luas Bulan Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang memiliki kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh dan memperkuat kepedulian sosial. Sebagai seorang muslim, kita memahami bahwa setiap waktu yang Allah berikan adalah peluang untuk memperbaiki diri dan memberikan manfaat kepada sesama. Melalui kampanye kebaikan bulan safar, umat Islam dapat menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk menghadirkan lebih banyak aksi positif, berbagi keberkahan, serta mempererat hubungan antarmanusia dalam semangat Islam yang penuh kasih sayang. Dalam sejarahnya, bulan Safar sering dikaitkan dengan berbagai pemahaman masyarakat yang berkembang dari masa ke masa. Namun, Islam mengajarkan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan atau keburukan secara mutlak. Setiap bulan adalah ciptaan Allah yang memiliki nilai dan kesempatan untuk beribadah. Oleh karena itu, kampanye kebaikan bulan safar menjadi cara yang tepat untuk mengubah persepsi negatif menjadi semangat melakukan amal yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Bagi umat Islam, kebaikan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah pribadi, tetapi juga melalui kepedulian terhadap orang lain. Membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, menjaga kebersihan lingkungan, dan memberikan edukasi yang bermanfaat merupakan bentuk nyata ajaran Islam. Dengan adanya kampanye kebaikan bulan safar, berbagai kegiatan sosial dapat dilakukan secara lebih terarah agar manfaatnya dirasakan oleh lebih banyak orang. Makna Kampanye Kebaikan di Bulan Safar dalam Perspektif Islam Kampanye kebaikan bulan safar memiliki makna sebagai gerakan mengajak umat Islam untuk memperbanyak perbuatan baik tanpa menganggap Safar sebagai bulan yang penuh kesulitan. Islam mengajarkan bahwa seorang muslim harus selalu optimis, bertawakal kepada Allah, dan berusaha menghadirkan kebaikan dalam kondisi apa pun. Bulan Safar dapat menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat karakter tersebut. Kampanye kebaikan bulan safar juga menjadi sarana untuk mengingatkan bahwa nilai sebuah bulan bukan berdasarkan mitos atau kepercayaan yang tidak memiliki dasar agama, tetapi berdasarkan amal yang dilakukan oleh manusia di dalamnya. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menjauhi keyakinan yang bertentangan dengan tauhid dan selalu menggantungkan harapan hanya kepada Allah SWT. Melalui kampanye kebaikan bulan safar, umat Islam dapat membangun budaya saling membantu dan memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. Banyak saudara muslim yang membutuhkan dukungan, baik dalam bentuk materi maupun perhatian. Memberikan bantuan kecil dengan niat ikhlas dapat menjadi amal yang bernilai besar di sisi Allah SWT. Kampanye kebaikan bulan safar juga mengajarkan bahwa dakwah tidak selalu dilakukan melalui ceramah, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Ketika seorang muslim menunjukkan akhlak yang baik, membantu sesama, dan memberikan solusi terhadap masalah sosial, maka hal tersebut menjadi bentuk dakwah yang mudah diterima masyarakat. Pada akhirnya, kampanye kebaikan bulan safar merupakan bentuk ikhtiar umat Islam untuk menjadikan waktu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Setiap kebaikan yang dilakukan, sekecil apa pun, memiliki nilai selama dilakukan dengan niat yang benar. Bulan Safar dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Bentuk Nyata Kampanye Kebaikan di Bulan Safar yang Bisa Dilakukan Kampanye kebaikan bulan safar dapat diwujudkan melalui kegiatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Misalnya, umat Islam dapat mengadakan program sedekah makanan, bantuan kebutuhan pokok, atau penggalangan dana sosial. Kegiatan sederhana seperti ini mampu memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama dengan niat mencari ridha Allah. Selain berbagi secara materi, kampanye kebaikan bulan safar juga dapat dilakukan melalui penyebaran ilmu yang bermanfaat. Seorang muslim dapat berbagi pengetahuan agama, mengingatkan pentingnya akhlak mulia, atau memberikan edukasi yang membantu kehidupan masyarakat. Ilmu yang diberikan dengan ikhlas dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kampanye kebaikan bulan safar dapat dimulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga, tetangga, dan komunitas. Menjaga silaturahmi, membantu orang yang mengalami kesulitan, serta menciptakan suasana saling menghargai merupakan bagian dari ajaran Islam. Kebaikan yang dimulai dari lingkup kecil dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas. Kampanye kebaikan bulan safar juga dapat dilakukan melalui kegiatan menjaga lingkungan. Islam sangat memperhatikan kebersihan dan kelestarian alam. Membersihkan tempat ibadah, melakukan penghijauan, mengurangi sampah, dan menjaga fasilitas umum adalah bentuk kepedulian yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial. Melalui kampanye kebaikan bulan safar, generasi muda muslim juga dapat dilibatkan dalam berbagai aktivitas positif. Anak muda memiliki energi dan kreativitas yang besar untuk menciptakan perubahan. Dengan diarahkan kepada kegiatan sosial dan keagamaan, mereka dapat menjadi generasi yang membawa manfaat bagi umat dan masyarakat luas. Peran Umat Islam dalam Memperluas Manfaat Kampanye Kebaikan Bulan Safar Kampanye kebaikan bulan safar membutuhkan peran aktif dari setiap individu muslim. Setiap orang memiliki kemampuan untuk berkontribusi sesuai dengan kondisi masing-masing. Tidak semua kebaikan harus berbentuk besar, karena senyuman, ucapan yang baik, dan bantuan sederhana juga termasuk amal yang bernilai. Dalam memperluas dampaknya, kampanye kebaikan bulan safar dapat dilakukan dengan membangun kerja sama antara masjid, lembaga sosial, komunitas muslim, dan masyarakat umum. Kolaborasi tersebut dapat membuat program kebaikan menjadi lebih terorganisir dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Kampanye kebaikan bulan safar juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperlihatkan keindahan ajaran Islam kepada masyarakat. Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang, keadilan, kepedulian, dan kemanfaatan. Ketika umat Islam aktif melakukan kebaikan, nilai-nilai tersebut dapat terlihat melalui tindakan nyata. Keberhasilan kampanye kebaikan bulan safar tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang diberikan, tetapi juga dari perubahan positif yang muncul setelahnya. Gerakan kebaikan yang baik dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk saling membantu secara berkelanjutan, bukan hanya pada waktu tertentu saja. Sebagai penutup dari pembahasan ini, kampanye kebaikan bulan safar adalah salah satu cara bagi umat Islam untuk mengisi bulan Safar dengan kegiatan yang penuh keberkahan. Dengan memperbanyak amal, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga akhlak mulia, seorang muslim dapat menjadikan setiap bulan sebagai kesempatan untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT. Menjadikan Bulan Safar sebagai Momentum Kebaikan Kampanye kebaikan bulan safar bukanlah tentang menganggap bulan Safar memiliki keistimewaan tertentu yang berbeda dari bulan lainnya, melainkan tentang memanfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan amal dan kepedulian. Islam mengajarkan bahwa setiap kesempatan dapat menjadi jalan menuju kebaikan apabila diisi dengan niat yang ikhlas dan tindakan yang benar. Sebagai umat Islam, kita dapat menjadikan kampanye kebaikan bulan safar sebagai pengingat bahwa keberkahan hidup hadir melalui manfaat yang kita berikan kepada orang lain. Membantu sesama, mempererat persaudaraan, dan menyebarkan nilai positif merupakan bagian dari tanggung jawab seorang muslim dalam kehidupan bermasyarakat. Kampanye kebaikan bulan safar juga mengajak kita untuk meninggalkan anggapan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan menggantinya dengan keyakinan bahwa semua ketentuan berada dalam kehendak Allah SWT. Seorang muslim harus selalu berprasangka baik kepada Allah serta berusaha melakukan amal terbaik dalam setiap keadaan. Dengan semangat kampanye kebaikan bulan safar, umat Islam dapat membangun kebiasaan baik yang tidak berhenti setelah bulan Safar berakhir. Kebaikan yang dilakukan secara konsisten akan membentuk masyarakat yang lebih peduli, kuat, dan penuh kasih sayang. Semoga kampanye kebaikan bulan safar menjadi inspirasi bagi seluruh umat Islam untuk terus menebarkan manfaat luas. Setiap langkah kecil menuju kebaikan adalah bagian dari ibadah apabila dilakukan karena Allah SWT. Mari menjadikan setiap waktu sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal, memperbaiki diri, dan memberikan kontribusi terbaik bagi sesama.
ARTIKEL17/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Cara Menghitung Zakat Penghasilan untuk Karyawan Swasta
Cara Menghitung Zakat Penghasilan untuk Karyawan Swasta
Zakat penghasilan merupakan salah satu kewajiban yang perlu ditunaikan oleh setiap muslim yang memperoleh pendapatan dan telah memenuhi syarat sesuai syariat. Bagi karyawan swasta, zakat penghasilan dapat dibayarkan secara rutin setiap menerima gaji sehingga lebih mudah dan teratur. Dengan memahami cara menghitung zakat penghasilan, setiap karyawan dapat menunaikan kewajibannya secara tepat sesuai ketentuan yang digunakan oleh Badan Amil Zakat Nasional. Ketentuan Zakat Penghasilan Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah zakat yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi yang halal, seperti gaji, honorarium, tunjangan, bonus, insentif, maupun bentuk penghasilan lainnya. Berdasarkan ketentuan yang digunakan BAZNAS, zakat penghasilan wajib ditunaikan apabila pendapatan telah mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas per tahun. Karena harga emas dapat berubah, nilai nisab dalam rupiah juga mengikuti harga emas yang berlaku pada saat perhitungan. Besaran zakat penghasilan adalah 2,5 persen dari penghasilan yang telah memenuhi nisab. Pembayaran zakat dapat dilakukan setiap menerima penghasilan (bulanan) agar lebih praktis, atau dikumpulkan terlebih dahulu selama satu tahun. Rumus Perhitungan Secara umum, zakat penghasilan dihitung dengan rumus sederhana: Zakat Penghasilan = Penghasilan × 2,5 persen Dalam praktiknya, muzaki perlu memastikan terlebih dahulu bahwa penghasilannya telah mencapai nisab yang berlaku. Jika belum mencapai nisab, maka zakat penghasilan belum diwajibkan, meskipun tetap dianjurkan untuk memperbanyak infak dan sedekah. Menggunakan kalkulator zakat yang disediakan oleh BAZNAS juga dapat membantu memastikan hasil perhitungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Contoh Perhitungan Karyawan Swasta Misalnya, seorang karyawan swasta menerima rincian pendapatan sebagai berikut: Gaji pokok: Rp9.000.000 Tunjangan: Rp1.000.000 Total penghasilan bulanan: Rp10.000.000 Apabila total penghasilan tersebut telah memenuhi nisab berdasarkan nilai 85 gram emas yang berlaku, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah: Rp10.000.000 × 2,5 persen = Rp250.000 Artinya, karyawan tersebut dapat menunaikan zakat penghasilan sebesar Rp250.000 setiap bulan. Sebagai contoh lain, apabila seorang karyawan memperoleh penghasilan sebesar Rp15.000.000 per bulan dan telah memenuhi nisab, maka zakat yang harus dibayarkan adalah: Rp15.000.000 × 2,5 persen= Rp375.000 Perhitungan tersebut dapat disesuaikan apabila terdapat perubahan jumlah penghasilan setiap bulan. Cara Bayar Zakat Penghasilan Setelah mengetahui besaran zakat yang harus ditunaikan, karyawan swasta dapat membayar zakat penghasilan melalui berbagai layanan yang disediakan oleh BAZNAS. Langkah-langkahnya meliputi: Menghitung penghasilan dan memastikan telah mencapai nisab. Menentukan besaran zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilan yang wajib dizakati. Mengakses layanan pembayaran zakat BAZNAS, baik secara langsung maupun melalui kanal digital. Memilih jenis pembayaran Zakat Penghasilan. Melakukan pembayaran melalui metode yang tersedia. Menyimpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi. Melalui layanan digital, proses pembayaran zakat dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja sehingga memudahkan karyawan dengan mobilitas yang tinggi. Menunaikan Zakat Penghasilan Secara Rutin Membayar zakat penghasilan setiap menerima gaji merupakan kebiasaan yang baik karena membantu muzaki menunaikan kewajiban secara konsisten tanpa harus menunggu hingga akhir tahun. Selain lebih praktis, cara ini juga memudahkan dalam mengelola keuangan dan memastikan hak mustahik dapat segera disalurkan. Zakat yang dihimpun oleh BAZNAS kemudian dikelola secara profesional dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, serta kemanusiaan. Zakat Penghasilan sebagai Wujud Syukur Menunaikan zakat penghasilan bukan hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga menjadi bentuk syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT. Dengan menyisihkan sebagian harta untuk mereka yang berhak menerima, setiap karyawan turut berkontribusi dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat semangat tolong-menolong. Melalui pemahaman yang benar mengenai ketentuan, cara menghitung, dan mekanisme pembayarannya, zakat penghasilan dapat ditunaikan dengan mudah, tepat, dan sesuai syariat. Mari sempurnakan ibadah dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini: Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya#AmanahProfesionalTransparan#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
ARTIKEL14/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Penghasilan YouTuber, Selebgram, dan Content Creator, Apakah Wajib Zakat?
Penghasilan YouTuber, Selebgram, dan Content Creator, Apakah Wajib Zakat?
Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai profesi baru yang kini menjadi sumber penghasilan bagi banyak orang. Mulai dari YouTuber, selebgram, influencer, kreator TikTok, hingga content creator, semuanya dapat memperoleh pendapatan dari karya dan aktivitas digital yang mereka lakukan. Seiring meningkatnya penghasilan dari sektor ekonomi kreatif digital, muncul pertanyaan yang kerap diajukan: apakah penghasilan dari profesi digital termasuk harta yang wajib dizakati? Profesi Digital dan Harta dalam Islam Islam tidak membatasi sumber penghasilan hanya pada profesi yang dikenal pada masa lalu. Selama diperoleh melalui cara yang halal, setiap penghasilan merupakan rezeki yang mengandung hak orang lain. Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik...." (QS. Al-Baqarah: 267) Ayat tersebut menunjukkan bahwa hasil usaha yang halal dan baik merupakan bagian dari harta yang harus dikelola sesuai ketentuan syariat, termasuk dengan menunaikan zakat. Dalam fikih kontemporer, penghasilan dari profesi digital termasuk dalam kategori al-mal al-mustafad, yaitu harta yang diperoleh melalui usaha yang sah. Kapan Penghasilan Kreator Digital Wajib Dizakati? Penghasilan dari profesi digital termasuk dalam kategori zakat penghasilan (zakat profesi) . Zakat menjadi wajib apabila penghasilan yang diperoleh telah mencapai nisab , yaitu senilai 85 gram emas dalam satu tahun. Sebagaimana praktik yang diterapkan BAZNAS RI, zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap kali menerima penghasilan apabila telah mencapai nisab bulanan, atau diakumulasikan hingga mencapai nisab tahunan. Besaran zakat yang dikeluarkan adalah 2,5% dari penghasilan sesuai ketentuan syariat. Dengan demikian, seorang YouTuber, selebgram, influencer, maupun content creator yang memperoleh penghasilan halal dan telah memenuhi nisab memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat sebagai bentuk penyucian harta sekaligus kepedulian kepada sesama. Kejujuran adalah Fondasi Rezeki yang Berkah Di era media sosial, kesuksesan sering diukur dari jumlah pengikut, tayangan, maupun nilai kerja sama komersial. Namun, Islam mengajarkan bahwa keberkahan rezeki tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh cara memperolehnya. Rasulullah SAW bersabda: "Hendaklah kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga." (HR. Muslim) Pesan ini menjadi pengingat bagi para pelaku ekonomi digital agar senantiasa menghadirkan konten yang jujur, bermanfaat, dan tidak menyesatkan demi mengejar popularitas maupun keuntungan. Tidak Semua Penghasilan Menjadi Objek Zakat Zakat hanya dikenakan atas harta yang diperoleh melalui cara yang halal. Penghasilan yang berasal dari penipuan, suap, pencurian, riba, maupun praktik yang diharamkan bukan merupakan harta yang sah sehingga tidak menjadi objek zakat. Rasulullah SAW bersabda: "Allah tidak menerima sedekah dari hasil penipuan." (HR. Muslim) Oleh karena itu, sebelum menghitung kewajiban zakat, seorang kreator digital perlu memastikan bahwa sumber penghasilannya berasal dari aktivitas yang halal dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Jadikan Kesuksesan Digital Lebih Bermakna Setiap rezeki yang Allah SWT titipkan mengandung tanggung jawab sosial. Melalui zakat, keberhasilan yang diraih tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi jalan membantu mereka yang membutuhkan. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka...." (QS. At-Taubah: 103) Zakat yang ditunaikan akan disalurkan kepada para penerima manfaat melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, dan sosial. Dengan demikian, penghasilan dari profesi digital tidak hanya menjadi sumber nafkah, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan keberkahan, memperkuat solidaritas sosial, dan berkontribusi dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Referensi 1. Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 267. 2. Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 103. 3. Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan. 4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. 5. Pedoman Zakat Penghasilan BAZNAS RI. 6. HR. Muslim tentang keutamaan kejujuran. 7. HR. Muslim tentang sedekah dari harta yang halal.
ARTIKEL10/07/2026 | Admin Penghimpunan
NISAB ZAKAT PENGHASILAN 2026 RESMI DITETAPKAN, APAKAH PENGHASILAN ANDA SUDAH WAJIB DIZAKATI?
NISAB ZAKAT PENGHASILAN 2026 RESMI DITETAPKAN, APAKAH PENGHASILAN ANDA SUDAH WAJIB DIZAKATI?
Menunaikan zakat penghasilan merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud syukur atas rezeki yang Allah SWT titipkan. Agar masyarakat memiliki acuan yang sama dalam menentukan kewajiban zakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menetapkan nilai nisab zakat penghasilan dan jasa untuk tahun 2026.Berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026, nilai nisab zakat penghasilan ditetapkan sebesar Rp91.681.728 per tahun atau setara Rp7.640.144 per bulan. Penetapan ini didasarkan pada nilai 85 gram emas, sesuai ketentuan syariat Islam yang menjadi acuan dalam zakat pendapatan dan jasa. Apa Itu Nisab Zakat Penghasilan?Nisab adalah batas minimal harta atau penghasilan yang menyebabkan seorang Muslim wajib menunaikan zakat. Dalam zakat penghasilan, nisab disetarakan dengan nilai 85 gram emas. Apabila penghasilan yang diterima setiap bulan telah mencapai atau melebihi batas tersebut, maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5 persen.Ketentuan ini berlaku bagi berbagai profesi yang memperoleh penghasilan secara halal, baik pegawai negeri, karyawan swasta, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, profesional, pelaku usaha, maupun pekerja ekonomi digital seperti freelancer dan content creator. Cara Menghitung Zakat PenghasilanPerhitungannya sangat sederhana, yaitu: Zakat = 2,5% × Penghasilan Sebagai contoh, seseorang yang memperoleh penghasilan sebesar Rp10.000.000 per bulan telah melampaui nisab tahun 2026. Dengan demikian, zakat yang wajib ditunaikan adalah:2,5% × Rp10.000.000 = Rp250.000Zakat tersebut dapat ditunaikan setiap bulan sehingga lebih ringan dan memudahkan pengelolaan keuangan. Mengapa Nisab Berubah Setiap Tahun?Nilai nisab zakat tidak bersifat tetap. Setiap tahun BAZNAS melakukan penyesuaian berdasarkan rata-rata harga emas, sehingga besaran nisab mengikuti perkembangan nilai emas di pasaran. Hal ini bertujuan agar ketentuan zakat tetap relevan dengan kondisi ekonomi dan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.Zakat penghasilan bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan umat. Dana zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, hingga dakwah. Dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, setiap rupiah yang ditunaikan akan dikelola secara amanah, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Mari hitung penghasilan Anda. Jika telah mencapai nisab tahun 2026, jangan tunda untuk menunaikan zakat penghasilan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus kontribusi nyata dalam mewujudkan kesejahteraan umat.
ARTIKEL03/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Peristiwa Hijrah Rasulullah dan Pelajaran Berharga bagi Umat Islam
Peristiwa Hijrah Rasulullah dan Pelajaran Berharga bagi Umat Islam
Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan tempat tinggal. Peristiwa ini menjadi titik balik penting dalam sejarah Islam, bahkan dijadikan tonggak permulaan kalender Hijriah. Di balik kisahnya, ada banyak pelajaran yang relevan untuk dipegang umat Islam hingga hari ini. Latar Belakang Peristiwa Hijrah Hijrah terjadi pada tahun 622 Masehi, setelah lebih dari satu dekade Rasulullah SAW berdakwah di Makkah menghadapi tekanan dan penganiayaan dari kaum Quraisy. Para pengikut Nabi mengalami penyiksaan, pemboikotan ekonomi, hingga ancaman pembunuhan karena menolak meninggalkan akidah mereka. Titik balik datang ketika sekelompok penduduk Madinah (saat itu bernama Yatsrib) menyatakan keimanan mereka dan mengundang Rasulullah SAW untuk berhijrah, melalui perjanjian yang dikenal sebagai Baiat Aqabah terjadi dalam dua tahap, Aqabah pertama dan kedua. Perjanjian ini menjadi dasar bagi Nabi untuk memerintahkan para sahabat berhijrah secara bertahap, sebelum akhirnya beliau sendiri menyusul bersama Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai rombongan terakhir. Perjalanan Hijrah yang Penuh Tantangan Perjalanan hijrah Rasulullah SAW bersama Abu Bakar bukan perjalanan yang mudah. Mengetahui rencana ini, kaum Quraisy bahkan menjanjikan hadiah besar bagi siapa saja yang berhasil menangkap Nabi hidup atau mati. Sebelum berangkat, Rasulullah SAW meminta Ali bin Abi Thalib untuk tetap tinggal di Makkah guna mengembalikan barang-barang titipan kepada pemiliknya yang menunjukkan bahwa di tengah ancaman besar, amanah tetap diutamakan. Salah satu momen paling dikenal dari perjalanan ini adalah persembunyian di Gua Tsur selama tiga hari, saat pasukan pengejar Quraisy hampir menemukan tempat persembunyian mereka. Dalam riwayat yang banyak dikenal, sarang laba-laba dan sarang burung yang tiba-tiba muncul di mulut gua menjadi sebab para pengejar mengurungkan niat untuk memeriksa ke dalam. Setelah situasi dianggap aman, perjalanan dilanjutkan menuju Madinah dengan rute memutar untuk menghindari kejaran, dipandu oleh Abdullah bin Uraiqith yang disewa sebagai penunjuk jalan, hingga akhirnya Rasulullah SAW tiba di Madinah dan disambut gembira oleh penduduk setempat. Madinah Setelah Hijrah Kedatangan Rasulullah SAW di Madinah menandai babak baru dakwah Islam. Beberapa langkah penting yang dilakukan setelah hijrah: - Mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar Kaum Muhajirin (yang berhijrah dari Makkah) dipersaudarakan secara resmi dengan kaum Anshar (penduduk Madinah), saling berbagi tempat tinggal dan harta - Membangun Masjid Nabawi Menjadi pusat ibadah sekaligus pusat pemerintahan dan kegiatan sosial umat - Menyusun Perjanjian Madinah Kesepakatan yang mengatur hubungan antara kaum muslimin dengan suku-suku dan komunitas lain di Madinah, termasuk komunitas Yahudi, demi menjaga stabilitas sosial Langkah-langkah ini menjadi dasar terbentuknya negara Islam pertama yang terorganisasi di Madinah. Hijrah sebagai Penanda Kalender Islam Penetapan hijrah sebagai permulaan kalender Hijriah tidak dilakukan oleh Rasulullah SAW sendiri, melainkan ditetapkan kemudian oleh Khalifah Umar bin Khattab. Pemilihan peristiwa hijrah dibandingkan kelahiran atau wafat Nabi sebagai titik awal kalender pun mengandung makna tersendiri, sebab hijrah dianggap sebagai momen kebangkitan dan dimulainya era baru dakwah Islam yang lebih terstruktur, bukan sekadar peristiwa biografis personal semata. Pelajaran Berharga dari Peristiwa Hijrah - Pentingnya kesabaran dan strategi dalam menghadapi tekanan Hijrah bukan keputusan yang diambil secara reaktif atau emosional. Rasulullah SAW menunjukkan bahwa menghadapi tekanan membutuhkan kesabaran panjang dan perencanaan matang, bukan sekadar melarikan diri dari kesulitan. - Keteguhan dalam memegang prinsip Meski menghadapi ancaman besar, Rasulullah SAW dan para sahabat tidak mengorbankan akidah mereka demi keamanan. Hijrah justru dilakukan untuk menjaga keyakinan tetap utuh, bukan untuk berkompromi dengannya. - Menjaga amanah di tengah kesulitan Permintaan Nabi kepada Ali bin Abi Thalib untuk mengembalikan barang titipan sebelum berhijrah menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap sesama tidak boleh diabaikan, sekalipun dalam situasi yang mendesak. - Nilai persaudaraan dan solidaritas Sambutan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin menjadi teladan persaudaraan lintas latar belakang. Mereka berbagi tempat tinggal, harta, dan kehidupan tanpa memandang asal usul. - Pentingnya membangun komunitas yang kuat Di Madinah, Rasulullah SAW tidak hanya membangun tempat tinggal baru, tetapi juga fondasi masyarakat: mempersatukan suku-suku yang sebelumnya berkonflik, menyusun perjanjian sosial, dan membangun masjid sebagai pusat kegiatan umat. - Hijrah sebagai simbol perubahan menuju kebaikan Secara maknawi, hijrah sering dimaknai lebih luas dari sekadar perpindahan fisik, yaitu sebagai proses meninggalkan kebiasaan buruk untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Makna ini menjadikan hijrah relevan dipraktikkan oleh siapa saja, di mana saja, tanpa harus berpindah tempat secara fisik. Peristiwa hijrah mengajarkan bahwa perjuangan menegakkan kebenaran membutuhkan kesabaran, strategi, dan keberanian mengambil keputusan besar demi menjaga prinsip yang diyakini, sekaligus membangun komunitas yang solid sebagai fondasi peradaban baru. Mari sempurnakan ibadah di bulan Muharram dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini:
ARTIKEL03/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
PENGHASILAN INFLUENCER TERUS MENINGKAT, BAGAIMANA KETENTUAN ZAKATNYA DALAM ISLAM?
PENGHASILAN INFLUENCER TERUS MENINGKAT, BAGAIMANA KETENTUAN ZAKATNYA DALAM ISLAM?
Perkembangan teknologi digital telah melahirkan profesi-profesi baru yang beberapa tahun lalu mungkin belum pernah dibayangkan. Saat ini, seseorang dapat memperoleh penghasilan dari membuat video di YouTube, mengelola akun Instagram, menjadi kreator TikTok, menjalankan program afiliasi, hingga memproduksi konten digital untuk berbagai platform. Ekonomi kreatif digital tumbuh menjadi salah satu sektor yang memberikan peluang besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Namun seiring meningkatnya pendapatan dari sektor ini, muncul pertanyaan yang semakin sering diajukan: apakah penghasilan YouTuber, selebgram, influencer, dan content creator termasuk harta yang wajib dizakati? Profesi Digital dan Konsep Harta dalam Islam Islam tidak membatasi sumber penghasilan hanya pada profesi yang dikenal pada masa lalu. Selama diperoleh melalui cara yang halal, penghasilan dari profesi modern tetap termasuk harta yang memiliki konsekuensi syariat. Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik..." (QS. Al-Baqarah: 267) Ayat tersebut menunjukkan bahwa hasil usaha yang baik dan halal merupakan bagian dari harta yang harus dikelola sesuai ketentuan agama, termasuk dalam hal zakat. Dalam perkembangan fikih kontemporer, penghasilan yang diperoleh dari profesi digital dikategorikan sebagai al-mal al-mustafad atau harta yang diperoleh melalui usaha dan aktivitas ekonomi yang sah. Kapan Penghasilan Kreator Digital Wajib Dizakati? Para ulama menjelaskan bahwa zakat atas harta penghasilan tidak serta-merta diwajibkan hanya karena seseorang menerima pendapatan. Terdapat syarat yang harus dipenuhi, yaitu: Harta mencapai nisab. Kepemilikan harta berlangsung selama satu haul. Harta tersebut merupakan milik yang sah dan halal. Dalam dokumen Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII dijelaskan bahwa zakat atas harta penghasilan berlaku apabila telah mencapai nisab dan genap satu tahun kepemilikan (haul). Para ulama juga menegaskan bahwa perhitungan haul menggunakan kalender hijriah (qamariyah), bukan kalender masehi. Dengan demikian, seorang YouTuber, selebgram, atau influencer yang penghasilannya telah mencapai batas nisab dan memenuhi syarat haul memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat sebagaimana ketentuan zakat harta pada umumnya. Bukan Hanya Soal Besarnya Penghasilan Di era media sosial, keberhasilan sering diukur dari jumlah pengikut, tayangan, dan nilai kerja sama komersial yang diperoleh. Namun Islam mengajarkan bahwa keberkahan rezeki tidak hanya ditentukan oleh jumlahnya, melainkan juga oleh cara mendapatkannya. Rasulullah SAW bersabda: “Wajin atas kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu menunjukkan kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan kepada surga.” (HR. Muslim) Pesan ini sangat relevan bagi pelaku ekonomi digital. Di tengah persaingan konten yang ketat, godaan untuk membuat informasi sensasional, menyesatkan, atau tidak terverifikasi sering kali muncul demi meningkatkan popularitas dan keuntungan. Padahal, kejujuran merupakan fondasi utama dalam setiap aktivitas ekonomi seorang muslim. Apakah Semua Penghasilan Bisa Dizakati? Salah satu prinsip penting yang ditegaskan para ulama adalah bahwa zakat hanya berlaku pada harta yang diperoleh secara halal. Dalam literatur fikih disebutkan bahwa harta yang berasal dari penipuan, suap, pencurian, riba, atau praktik-praktik yang diharamkan tidak menjadi objek zakat karena bukan merupakan kepemilikan yang sah. Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW: “Allah tidak menerima sedekah dari hasil penipuan.” (HR. Muslim) Karena itu, sebelum berbicara tentang zakat, seorang kreator digital perlu memastikan bahwa sumber pendapatannya berasal dari aktivitas yang halal, jujur, dan tidak merugikan orang lain. Menjadikan Kesuksesan Digital Lebih Bermakna Perkembangan ekonomi kreatif digital membuka peluang besar bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan. Namun Islam mengingatkan bahwa setiap rezeki juga mengandung tanggung jawab sosial. Zakat menjadi salah satu cara agar keberhasilan yang diraih tidak berhenti pada kepentingan pribadi, tetapi turut memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui zakat, penghasilan dari dunia digital dapat berkontribusi pada program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga berbagai kegiatan kemanusiaan. Dengan demikian, profesi digital tidak hanya menjadi sarana mencari nafkah, tetapi juga dapat menjadi jalan menghadirkan keberkahan dan manfaat yang lebih luas bagi umat.
ARTIKEL02/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Gen Z Wajib Tahu! Apa Itu Zakat? Pengertian, Hukum, Jenis, dan Cara Menunaikannya
Gen Z Wajib Tahu! Apa Itu Zakat? Pengertian, Hukum, Jenis, dan Cara Menunaikannya
Gen Z Sudah Tahu Belum : Apa Itu Zakat? Pengertian, Hukum, Jenis, dan Cara Menunaikannya Di era digital seperti sekarang, berbagi bisa dilakukan hanya dengan beberapa klik. Namun, sebagai seorang Muslim, ada satu bentuk berbagi yang bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban. Ibadah tersebut adalah zakat. Sayangnya, masih banyak generasi muda yang mengenal zakat hanya sebatas kewajiban saat Ramadan. Padahal, zakat memiliki peran yang jauh lebih besar dalam Islam. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga menjadi solusi untuk membantu sesama, mengurangi kesenjangan sosial, dan mewujudkan kesejahteraan umat. Lalu, sebenarnya apa itu zakat? Siapa yang wajib membayarnya? Apa saja jenis-jenis zakat? Simak penjelasannya berikut ini. Apa Itu Zakat? Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (mustahik). Secara bahasa, zakat berasal dari kata Arab zaka yang berarti suci, bersih, berkembang, dan berkah. Oleh karena itu, zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membersihkan hati dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Melalui zakat, seorang Muslim belajar bahwa dalam setiap rezeki yang diperoleh terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan. Hukum Zakat dalam Islam Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Allah SWT berfirman: "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'." (QS. Al-Baqarah: 43) Rasulullah SAW juga bersabda: "Islam dibangun atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan menunaikan haji bagi yang mampu." (HR. Bukhari dan Muslim) Dari dalil tersebut dapat dipahami bahwa zakat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Kenapa Zakat Penting untuk Generasi Muda? Mungkin ada yang bertanya, "Aku masih muda, kenapa harus belajar zakat?" Jawabannya sederhana. Saat ini banyak anak muda yang sudah memiliki penghasilan dari pekerjaan, bisnis, freelance, content creator, affiliate marketing, investasi, maupun usaha digital lainnya. Ketika penghasilan atau harta yang dimiliki telah memenuhi ketentuan syariat, maka zakat menjadi kewajiban yang harus ditunaikan. Dengan memahami zakat sejak dini, kita bisa mengelola keuangan dengan lebih baik sekaligus memastikan bahwa rezeki yang diperoleh menjadi lebih berkah. Jenis-Jenis Zakat yang Wajib Diketahui Secara umum, zakat dibagi menjadi dua jenis utama. 1. Zakat Fitrah Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Besarannya setara dengan: 2,5 kilogram beras, atau 3,5 liter makanan pokok per orang. Zakat fitrah bertujuan untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merayakan Idulfitri dengan bahagia. 2. Zakat Mal Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta yang telah mencapai nisab dan haul sesuai ketentuan syariat. Beberapa contoh zakat mal meliputi: Zakat penghasilan atau profesi Zakat tabungan Zakat emas dan perak Zakat perdagangan Zakat investasi Zakat pertanian Zakat peternakan Umumnya, zakat mal dikeluarkan sebesar 2,5% dari harta yang telah memenuhi syarat. Siapa yang Wajib Membayar Zakat? Seseorang wajib menunaikan zakat apabila memenuhi syarat berikut: Beragama Islam Memiliki harta yang halal Harta dimiliki secara penuh Harta mencapai nisab Harta mencapai haul (untuk jenis zakat tertentu) Tidak digunakan untuk melunasi kebutuhan pokok yang mendesak Jika syarat-syarat tersebut terpenuhi, maka zakat wajib ditunaikan. Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat? Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menetapkan delapan golongan penerima zakat atau yang dikenal dengan istilah asnaf. 1. Fakir Mereka yang hampir tidak memiliki harta maupun penghasilan. 2. Miskin Mereka yang memiliki penghasilan tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan dasar. 3. Amil Petugas yang mengelola zakat. 4. Muallaf Orang yang baru masuk Islam atau sedang dikuatkan hatinya dalam Islam. 5. Riqab Orang yang membutuhkan bantuan untuk memperoleh kebebasannya. 6. Gharimin Orang yang memiliki utang karena kebutuhan yang dibenarkan syariat. 7. Fisabilillah Mereka yang berjuang di jalan Allah SWT untuk kemaslahatan umat. 8. Ibnu Sabil Musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan. Manfaat Zakat bagi Kehidupan Zakat bukan hanya memberikan manfaat bagi penerimanya, tetapi juga bagi orang yang menunaikannya. Beberapa manfaat zakat antara lain: - Membersihkan harta dan jiwa - Menumbuhkan keberkahan rezeki - Mengurangi kesenjangan sosial - Membantu masyarakat yang membutuhkan - Menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian - Memperkuat solidaritas umat - Menjadi investasi pahala untuk kehidupan akhirat Cara Menunaikan Zakat dengan Mudah Saat ini, pembayaran zakat tidak harus dilakukan secara langsung. Masyarakat dapat menunaikan zakat secara online melalui lembaga resmi yang amanah dan terpercaya. BAZNAS Kota Yogyakarta hadir untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara mudah, cepat, aman, dan transparan. Dana yang dihimpun akan disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan. FAQ Seputar Zakat Apa itu zakat? Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim yang telah memenuhi syarat untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Berapa persen zakat mal? Secara umum, zakat mal sebesar 2,5% dari harta yang telah mencapai nisab dan haul. Apa perbedaan zakat fitrah dan zakat mal? Zakat fitrah ditunaikan menjelang Idulfitri, sedangkan zakat mal ditunaikan atas harta yang telah memenuhi syarat tertentu. Apakah gaji bulanan wajib dizakati? Ya, apabila penghasilan yang diterima telah mencapai nisab sesuai ketentuan zakat penghasilan. Yuk Tunaikan Zakat Sekarang! Karena sejatinya, harta terbaik bukanlah yang hanya kita simpan, melainkan yang mampu menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang. Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta dalam mewujudkan #ZakatMenguatkanIndonesia dan jadikan setiap rupiah yang dikeluarkan sebagai investasi keberkahan dunia dan akhirat.
ARTIKEL10/06/2026 | Kengy Gilang Ramadhan
Lebaran Anak Yatim di Bulan Muharram: Momentum Berbagi dan Membahagiakan Generasi Masa Depan
Lebaran Anak Yatim di Bulan Muharram: Momentum Berbagi dan Membahagiakan Generasi Masa Depan
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Selain menjadi penanda tahun baru Hijriah, Muharram juga dikenal luas di masyarakat sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yatim. Tradisi menyantuni dan membahagiakan anak yatim pada bulan ini telah menjadi bagian dari budaya kebaikan yang terus diwariskan oleh umat Islam di berbagai daerah, termasuk di Kota Yogyakarta. Anak yatim merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian bersama. Kehilangan sosok ayah sebagai tulang punggung keluarga sering kali menghadirkan berbagai tantangan dalam kehidupan mereka, mulai dari kebutuhan pendidikan, kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, kehadiran masyarakat yang peduli melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi salah satu bentuk dukungan nyata agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Momentum Muharram menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat semangat berbagi. Tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan perhatian yang dapat meningkatkan rasa percaya diri anak-anak yatim. Berbagai kegiatan seperti santunan, pemberian perlengkapan sekolah, belanja bersama, hingga acara hiburan edukatif dapat menjadi sarana untuk menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi mereka. Dalam Islam, menyayangi anak yatim memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Rasulullah SAW bahkan memberikan kabar gembira bagi mereka yang memelihara dan memperhatikan anak yatim dengan sungguh-sungguh. Nilai-nilai kepedulian inilah yang menjadi landasan penting bagi berbagai program sosial yang dilaksanakan oleh lembaga zakat, termasuk BAZNAS, dalam upaya menguatkan kesejahteraan anak-anak yatim dan keluarga yang membutuhkan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, dukungan dari para muzakki dan donatur menjadi harapan besar bagi keberlangsungan program-program pemberdayaan anak yatim. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah dan profesional, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran sehingga memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Lebaran Anak Yatim yang diperingati setiap bulan Muharram bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat bahwa masih banyak anak-anak yang membutuhkan uluran tangan dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya. Ketika masyarakat bersama-sama bergotong royong membantu anak yatim, maka akan tercipta ekosistem sosial yang lebih kuat, harmonis, dan penuh keberkahan. Oleh karena itu, mari jadikan bulan Muharram sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama. Setiap rupiah yang disisihkan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi jalan bagi anak-anak yatim untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, memenuhi kebutuhan hidup mereka, serta meraih cita-cita di masa depan. Ayo berbagi kebahagiaan di Bulan Muharram dan Lebaran Anak Yatim. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda untuk membantu anak yatim, mendukung pendidikan mereka, serta menghadirkan masa depan yang lebih cerah. Donasi untuk anak yatim, santunan Muharram, dan program Lebaran Anak Yatim menjadi langkah nyata untuk menebar keberkahan dan meraih pahala yang terus mengalir. Bersama BAZNAS, wujudkan kepedulian Anda kepada anak yatim dan dhuafa mulai hari ini.
ARTIKEL09/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Dari Kelaparan Menuju Kemandirian: Kisah Mustahik Fidyah yang Bangkit
Dari Kelaparan Menuju Kemandirian: Kisah Mustahik Fidyah yang Bangkit
Di sebuah kampung yang jauh dari hiruk-pikuk kota, hiduplah seorang pria sederhana yang pernah berada pada titik paling sulit dalam hidupnya. Ia kehilangan pekerjaan tetap setelah tempatnya bekerja tutup secara mendadak. Tabungan yang sedikit perlahan habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hari-harinya dipenuhi kegelisahan, terlebih ketika ia harus melihat keluarganya menahan lapar. Kisah ini menjadi salah satu mustahik fidyah cerita yang menunjukkan bahwa di balik kesulitan yang dalam, selalu ada jalan menuju perubahan jika harapan tetap dijaga. Pada masa itu, kehidupannya benar-benar terpuruk. Ia hanya mengandalkan pekerjaan serabutan yang tidak selalu tersedia. Kadang ia bekerja sehari, lalu menganggur beberapa hari berikutnya. Penghasilan yang didapat sering kali tidak cukup untuk membeli beras, apalagi memenuhi kebutuhan lain. Ia pernah merasakan hari-hari ketika keluarganya harus berbuka dengan makanan yang sangat sederhana, bahkan terkadang hanya air dan sisa nasi yang dihangatkan kembali. Rasa putus asa sempat menyelimuti hatinya, membuatnya merasa tidak berdaya menghadapi keadaan. Perubahan mulai datang ketika bulan Ramadhan tiba. Di tengah keterbatasan itu, ia mendapat kabar dari pengurus masjid bahwa namanya terdaftar sebagai penerima bantuan fidyah dari para dermawan. Bantuan tersebut tidak hanya berupa makanan siap santap, tetapi juga bahan pokok yang cukup untuk beberapa waktu. Awalnya ia merasa segan menerima bantuan, namun kondisi memaksanya untuk bersyukur atas apa yang diberikan. Bantuan fidyah itu menjadi titik awal kebangkitan yang menguatkan mentalnya untuk kembali bangkit. Dengan kebutuhan makan yang sedikit lebih terjamin, pikirannya menjadi lebih tenang. Ia mulai memikirkan cara agar keluarganya tidak terus bergantung pada bantuan. Dari sisa uang yang berhasil ia kumpulkan dan dukungan kecil dari tetangga, ia mencoba memulai usaha sederhana berjualan minuman dan gorengan di depan rumah. Usaha itu tidak langsung besar, tetapi cukup untuk menambah penghasilan harian. Setiap hari ia belajar melayani pembeli dengan ramah dan menjaga kualitas dagangannya. Perlahan, usahanya mulai dikenal oleh warga sekitar. Beberapa bulan berlalu, perubahan nyata mulai terlihat. Penghasilannya memang belum besar, tetapi cukup stabil untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Ia tidak lagi merasakan kecemasan berlebihan setiap kali memikirkan makanan esok hari. Lebih dari itu, kepercayaan dirinya kembali tumbuh. Ia menyadari bahwa bantuan fidyah yang pernah ia terima bukan sekadar pertolongan sesaat, melainkan kesempatan untuk memulai kembali kehidupan dengan cara yang lebih baik. Kisah bangkit dari kemiskinan ini menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya yang menghadapi kesulitan serupa. Seiring waktu, usahanya berkembang. Ia menambah variasi dagangan dan bahkan mampu menyewa gerobak kecil agar jualannya lebih rapi dan menarik. Anak-anaknya bisa kembali fokus bersekolah tanpa harus memikirkan kekurangan yang dulu sering mereka rasakan. Ia juga mulai menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung. Dari seseorang yang dulu merasa tidak memiliki masa depan, kini ia mampu melihat harapan yang lebih jelas di hadapan. Yang paling mengharukan, ketika Ramadhan berikutnya datang, ia tidak lagi berada dalam daftar penerima bantuan. Sebaliknya, ia justru ikut berkontribusi dalam program sosial di masjidnya. Meski jumlahnya tidak besar, ia merasa bahagia bisa berbagi dengan orang lain yang sedang mengalami kesulitan seperti yang pernah ia rasakan. Baginya, sedekah bukan soal besar atau kecilnya nominal, tetapi tentang kepedulian dan rasa syukur atas perubahan yang telah ia alami. Kisah ini menjadi pengingat bahwa fidyah dan sedekah memiliki kekuatan transformasi yang luar biasa. Dari kondisi kelaparan dan ketidakpastian, seseorang bisa bangkit menuju kemandirian ketika bantuan disertai dengan tekad dan usaha. Inspirasi sedekah tidak hanya berdampak pada penerima, tetapi juga menciptakan lingkaran kebaikan yang terus berlanjut. Apa yang dulu menjadi pertolongan baginya, kini berubah menjadi motivasi untuk menolong orang lain. Inilah bukti bahwa kepedulian umat dapat melahirkan perubahan nyata dan harapan baru bagi masa depan. Ayo, Berbagi Keberkahan dengan Sesama!Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, mari kita jadikan momen berbuka puasa sebagai kesempatan untuk berbagi keberkahan dengan sesama. Yayasan Baznas Kota Yogyakarta hadir untuk membantu Anda dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan. Dengan berdonasi melalui Baznas, Anda tidak hanya membantu meringankan beban penderitaan orang lain, tetapi juga meraih pahala dan ampunan dosa dari Allah swt. Ayo! segera berdonasi melalui Yayasan Baznas Kota Yogyakarta dan raihlah keberkahan bulan Ramadhan yang sesungguhnya! Layanan Muzaki Baznas Kota Yogyakarta:Alamat: Komplek Masjid Pangeran Diponegoro, Balaikota YogyakartaWhatsApp: 0821-4123-2770Website: kotayogya.baznas.go.id Bersama Baznas, kita wujudkan kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id editor: Banyu Bening.
ARTIKEL17/03/2026 | Azka Atthaya K.H
Doa Agar Konsisten Dalam Beribadah
Doa Agar Konsisten Dalam Beribadah
Dalam perjalanan spiritual seorang Muslim, fluktuasi iman adalah hal yang manusiawi. Ada kalanya kita merasakan manisnya iman hingga begitu ringan dalam melangkahkan kaki ke masjid atau terbangun di sepertiga malam. Namun, tak jarang pula kita dihinggapi rasa malas, berat hati, dan jenuh yang dalam terminologi Islam disebut sebagai futur. Jika dibiarkan, rasa enggan ini dapat menjauhkan kita dari rahmat Allah SWT. Lantas, bagaimana cara menjaga agar api semangat ibadah tetap menyala? salah satu kunci utamanya adalah memadukan antara ikhtiar batiniah melalui doa dan ikhtiar lahiriah melalui pembiasaan amal. Sebelum membahas solusinya, kita perlu memahami bahwa hati manusia bersifat bolak-balik (muqallibal qulub). Rasulullah SAW bersabda bahwa iman itu bisa aus sebagaimana pakaian yang aus, maka mintalah kepada Allah untuk memperbaharui iman di dalam hati. Beberapa faktor penyebab turunnya semangat ibadah antara lain adalah terlalu banyak melakukan hal mubah yang sia-sia, terjerumus dalam kemaksiatan yang membuat hati menjadi keras, hingga kurangnya lingkungan (bi’ah) yang mendukung ketaatan. Dalam kondisi seperti ini, seseorang membutuhkan "pendorong" agar hatinya kembali tergerak. Amalan Doa Agar Hati Mudah Tergerak untuk Ibadah Salah satu referensi kuat yang sering dibagikan, termasuk dalam literatur Perukunan Melayu, adalah sebuah doa khusus yang dipanjatkan agar Allah membimbing kita pada jalan ketaatan. Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca setiap selesai shalat lima waktu. Berikut adalah lafal doanya: “Allahummahdi thariqana ila tha’atika, wa tammim taqshirana, wa taqabbal minna ibadatana, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.” Artinya: "Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Semoga Allah melimpahkan rahmat bagi junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." Doa ini mengandung tiga permohonan esensial: Bimbingan (Hidayah): Meminta agar Allah selalu mengarahkan hati kita pada perbuatan taat. Penyempurnaan (I’timam): Menyadari bahwa ibadah kita seringkali jauh dari sempurna, maka kita memohon agar kekurangan tersebut ditutupi oleh Allah. Penerimaan (Qabul): Ibadah sebanyak apa pun tidak akan berarti jika tidak diterima oleh-Nya. Selain rutin mengamalkan doa di atas, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan agar semangat ibadah tetap stabil: 1. Mulailah dari yang Ringan namun Konsisten Rasulullah SAW sangat menyukai amalan yang dilakukan secara konsisten (dawam), meskipun jumlahnya sedikit. Jangan memaksakan diri melakukan ibadah sunnah yang sangat banyak dalam satu waktu jika itu justru membuat Anda bosan. Mulailah dengan shalat sunnah rawatib dua rakaat atau membaca Al-Qur'an satu halaman sehari secara rutin. 2. Memilih Lingkungan yang Shalih Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap mentalitas seseorang. Jika kita berkumpul dengan orang-orang yang rajin beribadah, secara psikologis kita akan merasa tertinggal jika tidak ikut beribadah. Sebaliknya, teman yang lalai akan menyeret kita pada kelalaian yang sama. 3. Mengingat Kematian dan Keutamaan Ibadah Mengingat bahwa usia manusia terbatas dapat menjadi cambuk bagi jiwa yang malas. Bayangkan jika waktu kita habis saat kita sedang dalam kondisi lalai. Selain itu, mempelajari hikmah dan pahala di balik sebuah ibadah akan memberikan motivasi tambahan (stimulus) bagi akal dan hati untuk bergerak. 4. Hindari Penyakit "Nanti Saja" (Taswif) Menunda-nunda amal adalah salah satu tentara iblis yang paling kuat. Jika terbetik niat baik di dalam hati, segera laksanakan saat itu juga. Semakin lama kita menunda, semakin berat beban mental untuk memulainya. Istiqamah dalam ketaatan adalah karunia yang harus dijemput. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri karena hati ini berada dalam genggaman Sang Maha Pencipta. Oleh karena itu, mengamalkan doa agar diberikan semangat ibadah merupakan wujud kerendahan hati seorang hamba yang mengakui keterbatasannya. Mari jadikan doa di atas sebagai wirid rutin setelah shalat. Dengan memohon bimbingan Allah, semoga setiap langkah kita, baik yang wajib maupun yang sunnah, terasa ringan dan membawa ketenangan batin. Semangat ibadah yang terjaga bukan hanya akan memperbaiki kualitas hubungan kita dengan Tuhan (hablum minallah), tetapi juga akan terpancar dalam akhlak yang baik kepada sesama manusia (hablum minannas). Semoga Allah SWT senantiasa menetapkan hati kita di atas agama-Nya dan memberikan kekuatan untuk terus istiqamah hingga akhir hayat. Wallahu a’lam bisshawab. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL17/03/2026 | Kifti
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →