WhatsApp Icon
Dari Kelaparan Menuju Kemandirian: Kisah Mustahik Fidyah yang Bangkit

Di sebuah kampung yang jauh dari hiruk-pikuk kota, hiduplah seorang pria sederhana yang pernah berada pada titik paling sulit dalam hidupnya. Ia kehilangan pekerjaan tetap setelah tempatnya bekerja tutup secara mendadak. Tabungan yang sedikit perlahan habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hari-harinya dipenuhi kegelisahan, terlebih ketika ia harus melihat keluarganya menahan lapar. Kisah ini menjadi salah satu mustahik fidyah cerita yang menunjukkan bahwa di balik kesulitan yang dalam, selalu ada jalan menuju perubahan jika harapan tetap dijaga.

 

Pada masa itu, kehidupannya benar-benar terpuruk. Ia hanya mengandalkan pekerjaan serabutan yang tidak selalu tersedia. Kadang ia bekerja sehari, lalu menganggur beberapa hari berikutnya. Penghasilan yang didapat sering kali tidak cukup untuk membeli beras, apalagi memenuhi kebutuhan lain. Ia pernah merasakan hari-hari ketika keluarganya harus berbuka dengan makanan yang sangat sederhana, bahkan terkadang hanya air dan sisa nasi yang dihangatkan kembali. Rasa putus asa sempat menyelimuti hatinya, membuatnya merasa tidak berdaya menghadapi keadaan.

Perubahan mulai datang ketika bulan Ramadhan tiba. Di tengah keterbatasan itu, ia mendapat kabar dari pengurus masjid bahwa namanya terdaftar sebagai penerima bantuan fidyah dari para dermawan. Bantuan tersebut tidak hanya berupa makanan siap santap, tetapi juga bahan pokok yang cukup untuk beberapa waktu. Awalnya ia merasa segan menerima bantuan, namun kondisi memaksanya untuk bersyukur atas apa yang diberikan. Bantuan fidyah itu menjadi titik awal kebangkitan yang menguatkan mentalnya untuk kembali bangkit.

Dengan kebutuhan makan yang sedikit lebih terjamin, pikirannya menjadi lebih tenang. Ia mulai memikirkan cara agar keluarganya tidak terus bergantung pada bantuan. Dari sisa uang yang berhasil ia kumpulkan dan dukungan kecil dari tetangga, ia mencoba memulai usaha sederhana berjualan minuman dan gorengan di depan rumah. Usaha itu tidak langsung besar, tetapi cukup untuk menambah penghasilan harian. Setiap hari ia belajar melayani pembeli dengan ramah dan menjaga kualitas dagangannya. Perlahan, usahanya mulai dikenal oleh warga sekitar.

Beberapa bulan berlalu, perubahan nyata mulai terlihat. Penghasilannya memang belum besar, tetapi cukup stabil untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Ia tidak lagi merasakan kecemasan berlebihan setiap kali memikirkan makanan esok hari. Lebih dari itu, kepercayaan dirinya kembali tumbuh. Ia menyadari bahwa bantuan fidyah yang pernah ia terima bukan sekadar pertolongan sesaat, melainkan kesempatan untuk memulai kembali kehidupan dengan cara yang lebih baik. Kisah bangkit dari kemiskinan ini menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya yang menghadapi kesulitan serupa.

Seiring waktu, usahanya berkembang. Ia menambah variasi dagangan dan bahkan mampu menyewa gerobak kecil agar jualannya lebih rapi dan menarik. Anak-anaknya bisa kembali fokus bersekolah tanpa harus memikirkan kekurangan yang dulu sering mereka rasakan. Ia juga mulai menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung. Dari seseorang yang dulu merasa tidak memiliki masa depan, kini ia mampu melihat harapan yang lebih jelas di hadapan.

Yang paling mengharukan, ketika Ramadhan berikutnya datang, ia tidak lagi berada dalam daftar penerima bantuan. Sebaliknya, ia justru ikut berkontribusi dalam program sosial di masjidnya. Meski jumlahnya tidak besar, ia merasa bahagia bisa berbagi dengan orang lain yang sedang mengalami kesulitan seperti yang pernah ia rasakan. Baginya, sedekah bukan soal besar atau kecilnya nominal, tetapi tentang kepedulian dan rasa syukur atas perubahan yang telah ia alami.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa fidyah dan sedekah memiliki kekuatan transformasi yang luar biasa. Dari kondisi kelaparan dan ketidakpastian, seseorang bisa bangkit menuju kemandirian ketika bantuan disertai dengan tekad dan usaha. Inspirasi sedekah tidak hanya berdampak pada penerima, tetapi juga menciptakan lingkaran kebaikan yang terus berlanjut. Apa yang dulu menjadi pertolongan baginya, kini berubah menjadi motivasi untuk menolong orang lain. Inilah bukti bahwa kepedulian umat dapat melahirkan perubahan nyata dan harapan baru bagi masa depan.

Ayo, Berbagi Keberkahan dengan Sesama!
Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, mari kita jadikan momen berbuka puasa sebagai kesempatan untuk berbagi keberkahan dengan sesama. Yayasan Baznas Kota Yogyakarta hadir untuk membantu Anda dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan. Dengan berdonasi melalui Baznas, Anda tidak hanya membantu meringankan beban penderitaan orang lain, tetapi juga meraih pahala dan ampunan dosa dari Allah swt.

Ayo! segera berdonasi melalui Yayasan Baznas Kota Yogyakarta dan raihlah keberkahan bulan Ramadhan yang sesungguhnya!

Layanan Muzaki Baznas Kota Yogyakarta:
Alamat: Komplek Masjid Pangeran Diponegoro, Balaikota Yogyakarta
WhatsApp: 0821-4123-2770
Website: kotayogya.baznas.go.id

Bersama Baznas, kita wujudkan kepedulian dan kasih sayang kepada sesama.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

editor: Banyu Bening.

17/03/2026 | Kontributor: Azka Atthaya K.H
Doa Agar Konsisten Dalam Beribadah

Dalam perjalanan spiritual seorang Muslim, fluktuasi iman adalah hal yang manusiawi. Ada kalanya kita merasakan manisnya iman hingga begitu ringan dalam melangkahkan kaki ke masjid atau terbangun di sepertiga malam. Namun, tak jarang pula kita dihinggapi rasa malas, berat hati, dan jenuh yang dalam terminologi Islam disebut sebagai futur. Jika dibiarkan, rasa enggan ini dapat menjauhkan kita dari rahmat Allah SWT.

 

Lantas, bagaimana cara menjaga agar api semangat ibadah tetap menyala? salah satu kunci utamanya adalah memadukan antara ikhtiar batiniah melalui doa dan ikhtiar lahiriah melalui pembiasaan amal.

Sebelum membahas solusinya, kita perlu memahami bahwa hati manusia bersifat bolak-balik (muqallibal qulub). Rasulullah SAW bersabda bahwa iman itu bisa aus sebagaimana pakaian yang aus, maka mintalah kepada Allah untuk memperbaharui iman di dalam hati.

Beberapa faktor penyebab turunnya semangat ibadah antara lain adalah terlalu banyak melakukan hal mubah yang sia-sia, terjerumus dalam kemaksiatan yang membuat hati menjadi keras, hingga kurangnya lingkungan (bi’ah) yang mendukung ketaatan. Dalam kondisi seperti ini, seseorang membutuhkan "pendorong" agar hatinya kembali tergerak.

Amalan Doa Agar Hati Mudah Tergerak untuk Ibadah

Salah satu referensi kuat yang sering dibagikan, termasuk dalam literatur Perukunan Melayu, adalah sebuah doa khusus yang dipanjatkan agar Allah membimbing kita pada jalan ketaatan. Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca setiap selesai shalat lima waktu.

Berikut adalah lafal doanya:

“Allahummahdi thariqana ila tha’atika, wa tammim taqshirana, wa taqabbal minna ibadatana, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.”

Artinya:

"Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Semoga Allah melimpahkan rahmat bagi junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

Doa ini mengandung tiga permohonan esensial:

  1. Bimbingan (Hidayah): Meminta agar Allah selalu mengarahkan hati kita pada perbuatan taat.

  2. Penyempurnaan (I’timam): Menyadari bahwa ibadah kita seringkali jauh dari sempurna, maka kita memohon agar kekurangan tersebut ditutupi oleh Allah.

  3. Penerimaan (Qabul): Ibadah sebanyak apa pun tidak akan berarti jika tidak diterima oleh-Nya.

Selain rutin mengamalkan doa di atas, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan agar semangat ibadah tetap stabil:

1. Mulailah dari yang Ringan namun Konsisten

Rasulullah SAW sangat menyukai amalan yang dilakukan secara konsisten (dawam), meskipun jumlahnya sedikit. Jangan memaksakan diri melakukan ibadah sunnah yang sangat banyak dalam satu waktu jika itu justru membuat Anda bosan. Mulailah dengan shalat sunnah rawatib dua rakaat atau membaca Al-Qur'an satu halaman sehari secara rutin.

2. Memilih Lingkungan yang Shalih

Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap mentalitas seseorang. Jika kita berkumpul dengan orang-orang yang rajin beribadah, secara psikologis kita akan merasa tertinggal jika tidak ikut beribadah. Sebaliknya, teman yang lalai akan menyeret kita pada kelalaian yang sama.

3. Mengingat Kematian dan Keutamaan Ibadah

Mengingat bahwa usia manusia terbatas dapat menjadi cambuk bagi jiwa yang malas. Bayangkan jika waktu kita habis saat kita sedang dalam kondisi lalai. Selain itu, mempelajari hikmah dan pahala di balik sebuah ibadah akan memberikan motivasi tambahan (stimulus) bagi akal dan hati untuk bergerak.

4. Hindari Penyakit "Nanti Saja" (Taswif)

Menunda-nunda amal adalah salah satu tentara iblis yang paling kuat. Jika terbetik niat baik di dalam hati, segera laksanakan saat itu juga. Semakin lama kita menunda, semakin berat beban mental untuk memulainya.

Istiqamah dalam ketaatan adalah karunia yang harus dijemput. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri karena hati ini berada dalam genggaman Sang Maha Pencipta. Oleh karena itu, mengamalkan doa agar diberikan semangat ibadah merupakan wujud kerendahan hati seorang hamba yang mengakui keterbatasannya.

Mari jadikan doa di atas sebagai wirid rutin setelah shalat. Dengan memohon bimbingan Allah, semoga setiap langkah kita, baik yang wajib maupun yang sunnah, terasa ringan dan membawa ketenangan batin. Semangat ibadah yang terjaga bukan hanya akan memperbaiki kualitas hubungan kita dengan Tuhan (hablum minallah), tetapi juga akan terpancar dalam akhlak yang baik kepada sesama manusia (hablum minannas).

Semoga Allah SWT senantiasa menetapkan hati kita di atas agama-Nya dan memberikan kekuatan untuk terus istiqamah hingga akhir hayat. Wallahu a’lam bisshawab.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#BAZNASKotaYogyakarta
#PerbedaanInfakDanShodaqoh
#Infak
#Shodaqoh
#Sedekah
#AmalKebaikan
#BerbagiKebaikan
#YukInfakDanSedekah

17/03/2026 | Kontributor: Kifti
Tips agar Konsisten Beribadah Selama Ramadhan

Bulan Ramadhan sering kali diibaratkan sebagai sebuah ladang yang sangat subur. Di dalamnya, Allah SWT menanam berbagai macam pohon yang berbuah lebat berupa pahala, ampunan, dan keberkahan. Sebagai umat Muslim, kita memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk memanen "buah" tersebut sebanyak mungkin. Namun, realita di lapangan sering kali menunjukkan pola yang serupa setiap tahunnya: semangat yang meluap-luap di awal bulan, namun perlahan meredup saat memasuki pertengahan hingga akhir Ramadhan.

 

Fenomena "masjid yang safnya semakin maju" atau berkurangnya intensitas tadarus Al-Qur'an adalah tantangan spiritual yang nyata. Ibadah memang sangat berkaitan erat dengan fluktuasi iman—yang kadang naik dan kadang turun. Agar kita tidak terjebak dalam euforia sesaat, diperlukan strategi yang tepat untuk menjaga konsistensi atau istiqamah hingga garis finis.

Berikut adalah tiga tips utama agar semangat ibadah Anda tetap terawat dan stabil selama bulan suci Ramadhan.

1. Mengendalikan Porsi Makan dan Menghindari Kenyang Berlebihan

Ramadhan adalah bulan puasa, yang secara harfiah berarti menahan diri. Namun, ironisnya, momen berbuka puasa sering kali dijadikan ajang "balas dendam" kuliner. Meja makan dipenuhi dengan berbagai macam hidangan, mulai dari takjil yang manis hingga makanan berat yang berlemak. Akibatnya, kita makan melampaui batas kebutuhan tubuh.

Makan terlalu kenyang bukan sekadar masalah kesehatan fisik, tetapi juga hambatan besar bagi spiritualitas. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berpesan: 

“Makan dan minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A’raf: 31).

Secara fisiologis, perut yang terlalu penuh akan menarik aliran darah ke sistem pencernaan, yang mengakibatkan otak kekurangan suplai oksigen secara optimal sehingga timbul rasa kantuk yang luar biasa. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa malas untuk berangkat shalat Tarawih atau lemas saat hendak tadarus setelah berbuka. Imam As-Syafi’i pernah memperingatkan bahwa kekenyangan dapat memberatkan badan, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, dan yang paling krusial, melemahkan seseorang untuk beribadah.

Rasulullah SAW memberikan panduan ideal: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernapas. Dengan menjaga perut tetap ringan, jiwa akan terasa lebih tangkas untuk menjalankan rangkaian ibadah malam.

2. Menjaga Diri dari Perbuatan Maksiat

Sering kali kita lupa bahwa kualitas ibadah sangat dipengaruhi oleh apa yang kita lakukan di luar jam ibadah tersebut. Maksiat—baik itu lisan seperti ghibah, maupun maksiat mata dan hati—memiliki efek "pengerem" bagi keinginan berbuat baik.

Ibnu Abbas RA pernah menjelaskan bahwa kebaikan itu memberikan sinar pada wajah dan cahaya dalam hati. Sebaliknya, kemaksiatan membawa kegelapan pada hati dan kelemahan pada badan. Ketika seseorang merasa sangat berat untuk melangkahkan kaki ke masjid atau merasa jenuh membaca Al-Qur'an, bisa jadi itu adalah dampak dari dosa-dosa yang dilakukan, yang secara spiritual "membelenggu" tubuh untuk melakukan ketaatan.

Menghindari maksiat di bulan Ramadhan berarti melakukan puasa secara utuh (puasa khawas), bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Dengan menjaga kesucian diri, hati akan menjadi lebih sensitif terhadap kebaikan, sehingga melakukan ibadah terasa lebih ringan dan menyenangkan, bukan sebagai beban.

3. Menerapkan Prinsip Ibadah yang Proporsional dan Berkelanjutan

Salah satu penyebab utama seseorang berhenti di tengah jalan adalah karena memaksakan porsi ibadah yang terlalu besar di awal tanpa mengukur kemampuan diri. Misalnya, di malam pertama langsung menargetkan membaca 5 juz Al-Qur'an, namun di malam ketiga sudah merasa kelelahan dan akhirnya berhenti total.

Islam sangat mencintai amalan yang konsisten meskipun jumlahnya sedikit. Rasulullah SAW bersabda, 

"Lakukanlah amal-amal yang kalian sanggup melaksanakannya, karena Allah tidak akan bosan sampai kalian sendiri yang bosan" (HR. Al-Bukhari).

Kunci dari istiqamah adalah ritme. Lebih baik membaca satu atau dua lembar Al-Qur'an setiap selesai shalat fardhu secara konsisten, daripada membaca satu juz namun hanya dilakukan satu kali selama sebulan. Ibadah yang dipaksakan di luar batas kemampuan sering kali berujung pada rasa jenuh (fatigue) spiritual. Rasulullah bahkan pernah menegur sahabat yang ingin beribadah sepanjang malam tanpa tidur, karena tubuh dan keluarga juga memiliki hak yang harus ditunaikan.

Ramadhan adalah maraton, bukan sprint. Kita tidak perlu menghabiskan seluruh energi di beberapa meter pertama, melainkan harus mengatur napas agar bisa mencapai garis akhir dengan kualitas iman yang lebih baik.

Dengan menjaga pola makan yang tidak berlebihan, menjauhi maksiat yang mengotori hati, serta melakukan ibadah secara proporsional namun berkelanjutan, insya Allah kita bisa meraih predikat takwa yang sesungguhnya. Mari kita jadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum untuk membangun kebiasaan ibadah yang tidak hanya bertahan selama 30 hari, tetapi terus membekas sepanjang tahun.

 

Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan keistiqamahan untuk terus bersujud dan mendekat kepada-Nya hingga fajar hari kemenangan tiba. Amin.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

 

#BAZNASKotaYogyakarta
#PerbedaanInfakDanShodaqoh
#Infak
#Shodaqoh
#Sedekah
#AmalKebaikan
#BerbagiKebaikan
#YukInfakDanSedekah

17/03/2026 | Kontributor: Kifti
5 Cara Efektif Mengatasi Lemas Saat Berpuasa

Memasuki minggu-minggu akhir bulan Ramadan, keluhan yang paling sering muncul bukanlah rasa lapar yang melilit, melainkan rasa lemas yang luar biasa. Banyak dari kita merasa sulit berkonsentrasi di kantor atau merasa tidak bertenaga untuk menjalankan aktivitas harian.

 

Rasa lemas saat puasa sebenarnya adalah hal yang wajar karena tubuh mengalami perubahan metabolisme. Namun, lemas yang berlebihan bisa menjadi penghambat produktivitas dan kualitas ibadah. Berikut adalah cara efektif agar tubuh tetap bugar dan jauh dari rasa lunglai selama berpuasa.

Jangan Pernah Melewatkan Sahur

Sahur adalah fondasi energi Anda selama 13–14 jam ke depan. Melewatkan sahur sama saja dengan membiarkan tubuh bekerja tanpa "bahan bakar". Namun, jangan asal kenyang.

Pastikan menu sahur Anda mengandung karbohidrat kompleks (seperti nasi merah, gandum, atau ubi) dan protein tinggi. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga pelepasan energi terjadi secara bertahap dan Anda tidak akan cepat merasa lemas di siang hari.

Penuhi Kebutuhan Cairan 

Dehidrasi adalah penyebab utama rasa lemas, pusing, dan mengantuk saat puasa. Mengingat cuaca Ramadan 2026 yang mungkin cukup terik, menjaga hidrasi sangatlah krusial.

Gunakan rumus 2-4-2 untuk memastikan kebutuhan 8 gelas air sehari terpenuhi:

  • 2 Gelas saat Berbuka: Segera setelah azan magrib.

  • 4 Gelas di Malam Hari: Diminum secara bertahap setelah salat Magrib hingga sebelum tidur.

  • 2 Gelas saat Sahur: Untuk cadangan cairan selama beraktivitas.

Batasi Konsumsi Kafein dan Makanan Manis Berlebih

Mungkin Anda tergoda untuk meminum kopi saat sahur agar tidak mengantuk, atau makan gorengan manis saat berbuka. Namun, waspadalah kafein bersifat diuretik, yang artinya akan memicu Anda lebih sering buang air kecil dan mempercepat dehidrasi. Sementara itu, makanan yang terlalu manis menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis yang diikuti dengan penurunan yang cepat (sugar crash), yang justru membuat tubuh terasa sangat lemas tak lama kemudian.

Tetap Lakukan Aktivitas Fisik Ringan

Banyak orang salah kaprah dengan memilih untuk terus berbaring atau tidur sepanjang hari saat berpuasa. Faktanya, kurang bergerak justru membuat aliran darah tidak lancar dan memicu rasa malas serta lemas yang lebih parah.

Lakukan olahraga ringan seperti jalan santai atau peregangan di sore hari menjelang berbuka (ngabuburit). Aktivitas fisik ringan membantu melancarkan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh, sehingga otak terasa lebih segar.

Atur Waktu Istirahat dengan Bijak

Perubahan pola tidur karena harus bangun sahur sering kali membuat kita kurang istirahat. Kurang tidur akan memengaruhi metabolisme dan membuat tubuh terasa berat.

Strateginya sederhana: Tidurlah lebih awal setelah salat Tarawih dan manfaatkan waktu istirahat siang di kantor selama 20 menit untuk tidur sejenak. Tidur singkat atau power nap terbukti ampuh mengembalikan energi yang hilang secara instan.

Berpuasa bukan berarti produktivitas harus terhenti. Dengan tubuh yang bugar, Anda tidak hanya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tetapi juga memiliki energi sisa untuk menjalankan ibadah sunnah di malam hari seperti Tarawih dan Tadarus tanpa rasa kantuk yang berat.

 

Rasa lemas saat berpuasa bukanlah alasan untuk tidak berdaya. Dengan pola makan sahur yang tepat, hidrasi yang terjaga, dan manajemen waktu istirahat yang baik, Anda bisa menjalani Ramadan 2026 dengan penuh semangat. Ingat, tubuh yang sehat adalah modal utama untuk meraih keberkahan di bulan suci.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

 

#BAZNASKotaYogyakarta
#PerbedaanInfakDanShodaqoh
#Infak
#Shodaqoh
#Sedekah
#AmalKebaikan
#BerbagiKebaikan
#YukInfakDanSedekah

17/03/2026 | Kontributor: Kifti
5 Tips Kelola Emosi Saat Puasa

Selain menahan lapar dan haus, tantangan terbesar yang sering muncul saat puasa adalah menjaga kestabilan emosi. Seringkali kita merasa lebih sensitif, mudah tersinggung, atau bahkan gampang marah (sering disebut sebagai hangry) saat perut kosong.

 

Mengapa hal ini terjadi? Secara ilmiah, penurunan kadar gula darah saat berpuasa dapat memengaruhi fungsi otak dalam mengontrol impuls emosional. Namun, jangan biarkan emosi negatif merusak pahala ibadah Anda. Berikut adalah panduan lengkap cara mengelola emosi saat puasa agar tetap tenang dan produktif.

Ketika Anda mulai merasa kesal—entah karena kemacetan saat pulang kerja atau rekan kantor yang menyebalkan—jangan langsung bereaksi. Langkah pertama yang paling efektif adalah melakukan teknik pernapasan.

Cobalah untuk menutup mata sejenak, tarik napas dalam melalui hidung selama 4 detik, tahan selama 4 detik, lalu buang perlahan melalui mulut. Oksigen yang masuk secara maksimal akan membantu menurunkan detak jantung dan memberikan sinyal "aman" ke otak, sehingga emosi Anda lebih terkendali.

Emosi negatif seringkali muncul karena kita terlalu fokus pada pemicu amarah tersebut. Untuk memutus rantai emosi ini, cobalah alihkan perhatian Anda. Anda bisa menonton video lucu, membaca artikel ringan, atau mendengarkan podcast inspiratif.

Tertawa bukan hanya menyenangkan, tetapi juga merangsang pelepasan hormon endorfin—hormon alami tubuh yang berfungsi meredakan stres dan memberikan rasa bahagia. Dengan pikiran yang teralihkan, amarah yang tadi meluap akan mereda dengan sendirinya.

Cara lain untukmenenangkan diri adalah dengan mendengarkan musik. Musik memiliki kekuatan luar biasa dalam mengatur mood seseorang. Jika Anda merasa mulai gampang marah, pasanglah earphone dan dengarkan musik instrumental yang tenang atau lantunan murottal Al-Qur'an.

Menurut riset kesehatan, frekuensi suara yang tenang dapat menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres) di dalam tubuh. Ini adalah cara instan untuk menciptakan "ruang aman" bagi mental Anda di tengah aktivitas yang padat.

Salah satu penyebab utama kita mudah marah saat puasa adalah kurangnya waktu tidur karena harus bangun sahur. Kurang tidur membuat fungsi eksekutif otak terganggu, sehingga kita menjadi lebih reaktif.

Pastikan Anda menyempatkan waktu untuk tidur siang singkat (power nap) selama 15–20 menit di sela jam istirahat kantor. Selain itu, usahakan untuk tidak begadang demi menjaga stabilitas emosi di keesokan harinya.

Secara spiritual, puasa adalah perisai. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa jika seseorang memancing amarah kita, hendaknya kita berkata, "Sesungguhnya aku sedang berpuasa."

Mengingat niat awal ibadah akan membantu Anda memiliki kontrol diri yang lebih kuat. Sadarilah bahwa menahan amarah adalah bagian dari ujian puasa itu sendiri. Ketika Anda berhasil melewatinya, ada kepuasan batin dan ketenangan mental yang tidak ternilai harganya.

Tahukah Anda bahwa mampu menahan amarah bukan hanya soal pahala? Secara medis, menjaga emosi saat berpuasa memberikan manfaat luar biasa:

  • Menurunkan Risiko Penyakit Jantung: Amarah yang meledak-ledak meningkatkan tekanan darah secara drastis.

  • Meningkatkan Fokus: Pikiran yang tenang membuat Anda lebih mudah berkonsentrasi pada pekerjaan atau studi.

  • Memperbaiki Hubungan Sosial: Dengan tetap tenang, hubungan Anda dengan keluarga dan rekan kerja tetap harmonis selama bulan suci.

 

Mengelola emosi saat puasa memang membutuhkan latihan dan kesabaran ekstra. Dengan menerapkan teknik pernapasan, mengalihkan pikiran, dan menjaga pola istirahat, Anda bisa menjalani Ramadan 2026 dengan lebih damai dan bermakna. Jangan biarkan rasa lapar mengendalikan hati Anda.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

 

#BAZNASKotaYogyakarta
#PerbedaanInfakDanShodaqoh
#Infak
#Shodaqoh
#Sedekah
#AmalKebaikan
#BerbagiKebaikan
#YukInfakDanSedekah

17/03/2026 | Kontributor: Kifti

Artikel Terbaru

Sering Disamakan, Padahal Berbeda! Ini Perbedaan Infak dan Shodaqoh
Sering Disamakan, Padahal Berbeda! Ini Perbedaan Infak dan Shodaqoh
Infak dan shodaqoh adalah dua istilah yang sangat akrab dalam kehidupan umat Islam. Keduanya sering digunakan dalam konteks berbagi dan membantu sesama. Namun, masih banyak orang yang belum benar-benar memahami perbedaan infak dan shodaqoh. Padahal, memahami maknanya bisa membuat amalan kita lebih tepat sasaran dan bernilai ibadah. Apa Itu Infak?Infak dapat diartikan sebagai pengeluaran harta yang dimiliki seseorang untuk kepentingan yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Harta yang dikeluarkan bisa berupa uang, makanan, atau aset lainnya. Infak tidak dibatasi jumlah maupun waktu, sehingga bisa dilakukan kapan saja sesuai kemampuan. Infak sering digunakan untuk kepentingan sosial dan umum. Misalnya, membantu kegiatan pendidikan, pembangunan fasilitas ibadah, atau program kemanusiaan. Jadi, infak tidak selalu harus diberikan langsung kepada fakir miskin, tetapi bisa disalurkan untuk kepentingan umat secara luas. Apa Itu Shodaqoh?Berbeda dengan infak, shodaqoh memiliki cakupan yang lebih luas. Shodaqoh tidak hanya berkaitan dengan harta, tetapi juga mencakup segala bentuk kebaikan. Memberi bantuan tenaga, menyampaikan ilmu yang bermanfaat, hingga tersenyum kepada orang lain pun termasuk shodaqoh. Dengan begitu, shodaqoh bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa melihat kondisi ekonomi. Tidak punya uang bukan alasan untuk tidak bershodaqoh. Setiap perbuatan baik yang dilakukan dengan niat tulus sudah bernilai shodaqoh di sisi Allah SWT. Infak dan Shodaqoh Beda dari Segi MaknaJika dipahami lebih mendalam, infak dan shodaqoh berbeda terutama dari segi bentuk dan ruang lingkupnya. Infak lebih fokus pada pengeluaran harta, sedangkan shodaqoh mencakup perbuatan baik secara menyeluruh, baik yang bersifat materi maupun non-materi. Namun, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Baik infak maupun shodaqoh sama-sama menjadi sarana untuk membersihkan harta dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Lebih Baik Infak atau Shodaqoh?Pertanyaan ini sering muncul, tetapi sebenarnya tidak ada jawaban yang benar-benar saling bertentangan. Infak dan shodaqoh memiliki keutamaan masing-masing. Selama dilakukan dengan niat yang ikhlas, keduanya sama-sama bernilai pahala. Yang paling utama bukanlah besar kecilnya nominal, melainkan keikhlasan dan konsistensi dalam berbagi. Bahkan amalan sederhana yang dilakukan secara rutin bisa membawa dampak besar, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Dengan memahami perbedaan infak dan shodaqoh, kita bisa lebih bijak dalam memilih bentuk amal yang sesuai dengan kondisi dan kesempatan yang ada. Infak menekankan pada harta, sedangkan shodaqoh mencakup seluruh bentuk kebaikan. Keduanya saling melengkapi dan sama-sama dianjurkan dalam Islam. Yuk infak & shodaqoh sekarang. Mulailah dari hal sederhana, lakukan dengan hati yang tulus, dan jadikan berbagi sebagai kebiasaan yang membawa keberkahan dalam hidup. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL16/03/2026 | Adira
Kapan Waktu Terbaik Sedekah di Bulan Ramadhan? Ini Penjelasannya
Kapan Waktu Terbaik Sedekah di Bulan Ramadhan? Ini Penjelasannya
Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh keistimewaan, di mana setiap amal kebaikan mendapatkan balasan berlipat. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah sedekah. Banyak orang ingin berbagi, namun belum mengetahui waktu terbaik sedekah agar manfaat dan pahalanya lebih optimal. Sedekah Ramadhan bukan sekadar memberi, tetapi juga soal memilih momen yang tepat. Sedekah di Awal RamadhanHari-hari pertama Ramadhan menjadi waktu yang baik untuk memulai kebiasaan bersedekah. Di awal bulan, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat, mulai dari kebutuhan pokok hingga persiapan ibadah. Melakukan sedekah Ramadhan sejak awal juga membantu membentuk rutinitas berbagi yang konsisten sampai akhir bulan. Semakin cepat memulai, semakin panjang pula aliran pahala yang didapat. Sedekah Saat SahurWaktu sahur sering dimanfaatkan untuk makan dan persiapan puasa, padahal ini juga termasuk waktu terbaik sedekah. Suasana yang hening dan penuh keberkahan menjadikan sedekah di waktu sahur lebih khusyuk. Sedekah bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti membantu orang terdekat, berbagi makanan, atau menyalurkan donasi secara online sebelum waktu imsak tiba. Sedekah Menjelang Waktu BerbukaMenjelang berbuka puasa adalah salah satu momen paling utama untuk bersedekah di bulan Ramadhan. Memberi makanan berbuka kepada orang lain memiliki keutamaan besar. Sedekah Ramadhan dalam bentuk takjil atau paket berbuka tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga memberikan kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Sedekah di Malam RamadhanMalam hari di bulan Ramadhan identik dengan ibadah tambahan seperti tarawih dan tadarus. Di waktu ini, hati cenderung lebih tenang dan fokus. Bersedekah di malam Ramadhan, baik berupa infak masjid maupun donasi sosial, menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan. Sedekah yang dilakukan secara rutin di malam hari juga melatih keikhlasan dalam berbagi. Sedekah di Sepuluh Hari TerakhirSepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan puncak dari seluruh rangkaian ibadah. Inilah waktu terbaik sedekah yang paling utama karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar. Sedekah Ramadhan yang dilakukan pada waktu ini memiliki nilai pahala yang sangat besar, bahkan lebih baik dari seribu bulan. Banyak orang meningkatkan jumlah dan kualitas sedekah sebagai bentuk ikhtiar meraih keberkahan maksimal. Sedekah Ramadhan dapat dilakukan kapan saja, namun memilih waktu terbaik sedekah akan membuat amal semakin bernilai dan bermakna. Mulai dari awal Ramadhan hingga sepuluh hari terakhir, setiap waktu memiliki keutamaannya masing-masing. Yang terpenting adalah niat tulus dan konsistensi dalam berbagi. Yuk infak & shodaqoh sekarang, jadikan Ramadhan sebagai momen terbaik untuk menebar kebaikan dan meraih pahala berlimpah. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#WaktuTerbaikSedekah#SedekahRamadhan#AmalanRamadhan#BulanPenuhBerkah#InfakDanSedekah#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL16/03/2026 | Adira
Infak Masjid, Ikhtiar Bersama Membangun Rumah Ibadah yang Lebih Makmur
Infak Masjid, Ikhtiar Bersama Membangun Rumah Ibadah yang Lebih Makmur
Masjid memiliki peran besar dalam kehidupan umat Islam. Selain menjadi tempat beribadah, masjid juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan. Agar peran tersebut terus berjalan dengan baik, dibutuhkan dukungan bersama dari umat Islam, salah satunya melalui infak masjid. Infak masjid berperan penting dalam mendukung pembangunan dan perawatan rumah ibadah. Dana yang terkumpul digunakan untuk renovasi bangunan, penambahan fasilitas, hingga peningkatan kenyamanan jamaah. Dengan adanya infak, masjid dapat terus menjadi tempat yang layak untuk beribadah dan berkegiatan. Sedekah Pembangunan Masjid sebagai Amal JariyahMelalui sedekah pembangunan masjid, setiap orang memiliki kesempatan untuk menanam amal jariyah. Setiap salat, pengajian, dan aktivitas kebaikan yang berlangsung di dalam masjid akan menjadi aliran pahala yang tidak terputus bagi mereka yang ikut berkontribusi dalam pembangunannya. Sedekah ini bukan hanya berdampak secara spiritual, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang luas. Masjid yang terawat dengan baik akan mendorong tumbuhnya kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi di tengah masyarakat. Menyalurkan Infak Masjid Secara Aman dan TerpercayaBagi siapa pun yang ingin berinfak masjid secara aman dan terpercaya, penyaluran melalui BAZNAS Kota Yogyakarta dapat menjadi pilihan. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS mengelola dana umat secara profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah. Program infak masjid yang dikelola BAZNAS Kota Yogyakarta ditujukan untuk mendukung pembangunan dan renovasi masjid, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh jamaah dan masyarakat luas. Dengan sistem pengelolaan yang terarah, infak yang diberikan memiliki dampak yang berkelanjutan. Saatnya Berkontribusi untuk Pembangunan MasjidMasjid yang makmur tidak lepas dari peran umatnya. Melalui infak masjid, setiap orang dapat ikut ambil bagian dalam membangun dan merawat rumah Allah. Sekecil apa pun infak yang diberikan, nilainya sangat berarti bagi keberlangsungan masjid. Tidak ada batasan tempat atau jarak untuk berbagi kebaikan. Selama niatnya ikhlas, infak masjid dapat menjadi jembatan pahala yang terus mengalir. Yuk infak & shodaqoh sekarang. Salurkan infak masjid dan sedekah pembangunan masjid melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, dan jadikan setiap kebaikan sebagai investasi akhirat yang manfaatnya terus terasa. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#RamadhanBerkah#InfakMasjid#InfakOnline#Shodaqoh#SedekahOnline#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL16/03/2026 | Adira
Shodaqoh Anak Yatim: Kepedulian Nyata untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Shodaqoh Anak Yatim: Kepedulian Nyata untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Shodaqoh anak yatim adalah bentuk kepedulian sosial yang memiliki nilai kemanusiaan dan spiritual yang sangat besar. Anak-anak yatim adalah bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama, agar mereka tetap memiliki kesempatan tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang layak. Melalui shodaqoh dan sedekah yatim, setiap orang dapat berkontribusi langsung dalam menghadirkan harapan bagi kehidupan mereka. Dalam praktiknya, shodaqoh anak yatim tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan harian seperti makanan dan pakaian. Bantuan juga sangat dibutuhkan untuk mendukung pendidikan, layanan kesehatan, serta pembinaan karakter agar anak yatim dapat tumbuh mandiri dan percaya diri. Oleh karena itu, sedekah yatim yang disalurkan secara terencana akan memberikan dampak jangka panjang, bukan sekadar bantuan sesaat. Menyalurkan Shodaqoh Anak Yatim Secara Tepat SasaranAgar manfaat shodaqoh anak yatim dapat dirasakan secara optimal, penyaluran melalui lembaga resmi dan terpercaya menjadi hal yang penting. Salah satu lembaga yang mengelola dan menyalurkan shodaqoh anak yatim secara profesional adalah BAZNAS Kota Yogyakarta. Meski berbasis di Yogyakarta, BAZNAS Kota Yogyakarta membuka kesempatan bagi siapa saja, dari mana pun berada, untuk ikut berpartisipasi dalam program kebaikan ini. Shodaqoh anak yatim yang dikelola melalui BAZNAS disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Program sedekah yatim dirancang agar bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mendukung kebutuhan pendidikan dan pengembangan anak yatim secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang transparan dan amanah, donatur dapat menunaikan shodaqoh dengan rasa tenang dan penuh kepercayaan. Keutamaan Shodaqoh Anak YatimKeutamaan shodaqoh anak yatim juga menjadi salah satu alasan utama mengapa amalan ini sangat dianjurkan. Menyantuni anak yatim merupakan wujud kasih sayang dan empati yang mampu melembutkan hati serta mendatangkan keberkahan. Banyak yang merasakan bahwa sedekah yatim membawa dampak positif, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kelapangan rezeki. Kemudahan Bersedekah di Era DigitalDi era digital seperti sekarang, menunaikan shodaqoh anak yatim menjadi semakin mudah. Tanpa dibatasi jarak dan waktu, siapa pun dapat menyalurkan sedekah yatim kapan saja. Kemudahan ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak orang untuk terlibat dalam gerakan kebaikan yang inklusif dan berkelanjutan. Shodaqoh anak yatim bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menghadirkan rasa peduli dan kebersamaan. Setiap bantuan yang disalurkan adalah bentuk dukungan moral bahwa anak yatim tidak sendirian menghadapi kehidupan. Dari tangan-tangan dermawan, tumbuh harapan baru yang kelak akan menjadi kekuatan bagi masa depan mereka. Yuk infak & shodaqoh sekarang. Karena dari kebaikan yang kita beri hari ini, ada masa depan cerah yang sedang kita bangun untuk mereka. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#ShodaqohAnakYatim#SedekahYatim#SedekahRamadhan#AmalanRamadhan#ManfaatSedekah#PeduliSesama#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL16/03/2026 | Adira
Sedekah Sekolah Dhuafa Lewat Infak Pendidikan yang Tepat Sasaran
Sedekah Sekolah Dhuafa Lewat Infak Pendidikan yang Tepat Sasaran
Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak, apa pun latar belakang keluarganya. Pendidikan bukan sekadar proses belajar di sekolah, tetapi jalan untuk membentuk masa depan yang lebih baik. Sayangnya, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama. Bagi sebagian keluarga dhuafa, biaya pendidikan masih menjadi tantangan besar yang kerap mengancam keberlanjutan sekolah anak-anak mereka. Dalam kondisi inilah infak pendidikan menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Infak Pendidikan untuk Anak DhuafaInfak pendidikan merupakan sedekah yang diarahkan untuk membantu kebutuhan belajar anak-anak kurang mampu. Dukungan ini dapat berupa bantuan biaya sekolah, perlengkapan belajar, seragam, hingga kebutuhan penunjang lainnya. Meski terlihat sederhana, infak yang disalurkan mampu memberikan dampak nyata agar anak-anak dhuafa tetap bisa mengikuti pendidikan tanpa rasa khawatir. Tidak sedikit anak yang memiliki semangat belajar tinggi, tetapi harus menghadapi kenyataan sulit karena keterbatasan ekonomi keluarga. Program sedekah sekolah dhuafa hadir sebagai solusi untuk membantu mereka tetap bertahan di bangku pendidikan. Melalui infak yang terkumpul, kebutuhan sekolah dapat terpenuhi sehingga anak-anak dapat fokus belajar dan mengembangkan potensi diri. Program Infak Pendidikan BAZNAS Kota YogyakartaSebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Yogyakarta menjalankan program infak pendidikan secara terarah dan amanah. Walaupun berpusat di Yogyakarta, program ini terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi. Kepedulian tidak mengenal batas wilayah, dan infak dari berbagai daerah menjadi kekuatan utama dalam mendukung pendidikan anak-anak dhuafa. Dampak Jangka Panjang Infak PendidikanInfak pendidikan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga berdampak dalam jangka panjang. Anak-anak yang mendapatkan akses pendidikan lebih baik memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Pendidikan yang berkelanjutan menjadi salah satu cara efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan menciptakan generasi yang mandiri serta berdaya. Kemudahan Menyalurkan Infak PendidikanDi tengah kemajuan teknologi, menyalurkan infak pendidikan kini semakin mudah. Masyarakat dapat berinfak secara praktis dan transparan, kapan pun dibutuhkan. Tidak harus menunggu memiliki kelebihan harta, karena infak dalam jumlah berapa pun tetap memiliki nilai besar ketika disatukan untuk tujuan kebaikan. Setiap kontribusi menjadi bagian dari upaya menjaga anak-anak dhuafa agar tidak kehilangan kesempatan belajar. Selain membantu sesama, infak pendidikan juga menghadirkan ketenangan bagi pemberinya. Ada kebahagiaan tersendiri ketika mengetahui bahwa sebagian rezeki yang dititipkan ikut menjaga mimpi anak-anak untuk terus bersekolah. Lebih dari itu, sedekah sekolah dhuafa menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama ilmu yang diperoleh dimanfaatkan untuk kebaikan. Karena masih banyak anak dhuafa yang membutuhkan dukungan agar pendidikan mereka tidak terhenti. Kepedulian hari ini akan menentukan masa depan mereka esok hari. Yuk infak & shodaqoh sekarang. Dan jadilah bagian dari ikhtiar menjaga pendidikan sebagai harapan bagi generasi penerus. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#SedekahPendidikan#InfakUntukPendidikan#SedekahRamadhan#AmalanRamadhan#DonasiPendidikan#PeduliSesama#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL16/03/2026 | Adira
Ingin Sedekah Online? Ini Cara Memilih Platform Sedekah Aman dan Terpercaya
Ingin Sedekah Online? Ini Cara Memilih Platform Sedekah Aman dan Terpercaya
Di era digital seperti sekarang, banyak hal bisa dilakukan secara online, termasuk bersedekah. Jika dulu orang harus datang langsung ke tempat pengumpulan donasi, sekarang sedekah bisa dilakukan hanya lewat ponsel. Karena itu, semakin banyak orang yang memilih menggunakan sedekah online terpercaya untuk menyalurkan kebaikan kepada sesama. Kemudahan ini tentu sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas padat. Dengan adanya platform sedekah aman, siapa saja bisa berbagi kapan saja dan di mana saja. Prosesnya juga cepat dan praktis karena sudah tersedia berbagai metode pembayaran seperti transfer bank, dompet digital, hingga QRIS. Namun, kemudahan tersebut tetap harus diikuti dengan kehati-hatian. Penting bagi masyarakat untuk memastikan bahwa sedekah dilakukan melalui sedekah online terpercaya agar donasi yang diberikan benar-benar sampai kepada orang yang membutuhkan. Salah satu lembaga resmi yang menyediakan layanan donasi online adalah BAZNAS Kota Yogyakarta. Melalui layanan digital yang tersedia, masyarakat dari berbagai daerah dapat ikut menyalurkan infak dan sedekah dengan mudah. Dana yang terkumpul kemudian dikelola secara profesional dan disalurkan kepada penerima manfaat melalui berbagai program sosial. Program-program tersebut antara lain bantuan pendidikan untuk pelajar kurang mampu, santunan anak yatim, bantuan bagi masyarakat dhuafa, serta berbagai program kemanusiaan lainnya. Dengan menggunakan platform sedekah aman, para donatur dapat merasa lebih tenang karena dana yang diberikan dikelola secara transparan. Selain membantu orang lain, sedekah juga memberikan banyak manfaat bagi yang memberi. Sedekah dapat menumbuhkan rasa peduli kepada sesama, membuat hati lebih tenang, dan menjadi salah satu cara untuk membuka pintu keberkahan rezeki. Saat ini, teknologi membuat kegiatan berbagi menjadi jauh lebih mudah. Hanya dengan beberapa langkah sederhana, kita sudah bisa ikut membantu orang-orang yang membutuhkan. Inilah mengapa sedekah online terpercaya menjadi pilihan banyak orang untuk menyalurkan kebaikan. Cara Bersedekah Melalui Sedekah Online Terpercaya Berikut langkah-langkah sederhana untuk bersedekah melalui layanan donasi online BAZNAS Kota Yogyakarta: Kunjungi website resmi BAZNAS Kota Yogyakarta:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah Pilih program sedekah yang tersedia. Masukkan nominal sedekah sesuai kemampuan Anda. Berapa pun jumlahnya tetap bermanfaat bagi yang membutuhkan. Isi data donatur seperti nama dan nomor kontak untuk keperluan konfirmasi donasi. Pilih metode pembayaran yang tersedia, misalnya transfer bank, dompet digital, atau QRIS. Lakukan pembayaran sesuai petunjuk hingga transaksi selesai. Sedekah akan disalurkan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial. Mari manfaatkan kemudahan teknologi untuk membantu sesama. Dengan cara yang mudah ini, siapa pun dapat ikut berbagi melalui platform sedekah aman. Tidak perlu menunggu waktu tertentu atau jumlah yang besar, karena setiap sedekah memiliki nilai kebaikan. Yuk infak & shodaqoh sekarang, karena kebaikan kecil yang kita berikan hari ini bisa menjadi harapan besar bagi orang lain. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#SedekahOnline#SedekahOnlineTerpercaya#SedekahRamadhan#AmalanRamadhan#PeduliSesama#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL16/03/2026 | Adira
FAQ Infak Shodaqoh Online: Jawaban atas Pertanyaan Sedekah Online yang Sering Ditanyakan
FAQ Infak Shodaqoh Online: Jawaban atas Pertanyaan Sedekah Online yang Sering Ditanyakan
Seiring berkembangnya teknologi digital, cara berbagi kebaikan juga semakin mudah dilakukan. Saat ini, masyarakat dapat menunaikan infak dan sedekah tanpa harus datang langsung ke tempat penyaluran. Melalui internet, kegiatan berbagi dapat dilakukan hanya dalam beberapa menit. Meski begitu, masih banyak orang yang mencari informasi seputar faq infak shodaqoh, terutama terkait keamanan, cara sedekah online, hingga manfaatnya. Berikut beberapa pertanyaan sedekah online yang paling sering dicari masyarakat beserta jawabannya. 1. Apa yang dimaksud dengan infak dan shodaqoh online?Infak dan shodaqoh online adalah kegiatan berbagi harta kepada yang membutuhkan melalui platform digital. Prosesnya biasanya dilakukan melalui website resmi lembaga zakat, aplikasi donasi, atau transfer bank. Dengan adanya sistem digital ini, masyarakat dapat bersedekah online dengan mudah, cepat, dan praktis tanpa terhalang jarak maupun waktu. 2. Apakah sedekah online aman dan terpercaya?Salah satu pertanyaan sedekah online yang paling banyak dicari adalah mengenai keamanannya. Pada dasarnya, sedekah online aman jika dilakukan melalui lembaga yang terpercaya, memiliki izin resmi, serta transparan dalam pengelolaan dana. Biasanya lembaga pengelola akan memberikan laporan program, dokumentasi penyaluran, hingga bukti transaksi donasi. Hal ini membantu masyarakat agar lebih yakin ketika ingin donasi online atau menyalurkan infak dan sedekah. 3. Apakah pahala sedekah online sama dengan sedekah langsung?Banyak orang juga mencari jawaban tentang apakah sedekah online berpahala sama dengan sedekah yang diberikan secara langsung. Dalam Islam, yang paling utama adalah niat dan keikhlasan seseorang ketika memberi. Selama harta yang diberikan benar-benar sampai kepada orang yang membutuhkan, maka kebaikan dan pahala sedekah tetap bernilai besar. Teknologi hanyalah sarana yang mempermudah umat untuk melakukan amal kebaikan. 4. Siapa saja yang bisa menerima infak dan shodaqoh?Infak dan shodaqoh dapat diberikan kepada berbagai kelompok yang membutuhkan, seperti fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, korban bencana, serta masyarakat yang membutuhkan bantuan pendidikan dan kesehatan. Melalui lembaga penyalur, dana yang terkumpul biasanya disalurkan dalam berbagai program sosial agar manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak orang. 5. Kapan waktu terbaik untuk bersedekah?Banyak orang juga mencari informasi tentang waktu terbaik sedekah. Sebenarnya, sedekah dapat dilakukan kapan saja tanpa batasan waktu. Namun, beberapa waktu yang sering dianjurkan untuk memperbanyak sedekah antara lain hari Jumat, bulan Ramadhan, atau ketika ada saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan. 6. Bagaimana cara sedekah online dengan mudah?Bagi yang baru pertama kali ingin mencoba, cara sedekah online sebenarnya sangat sederhana. Berikut langkah-langkah yang umumnya dilakukan: Mengunjungi website atau platform donasi terpercayaMemilih program infak atau sedekah yang ingin didukungMengisi nominal donasi sesuai kemampuanMelakukan pembayaran melalui transfer bank atau metode pembayaran digitalMendapatkan konfirmasi donasi Dengan langkah yang mudah ini, siapa saja bisa mulai berbagi kebaikan secara praktis dari mana saja. Memahami faq infak shodaqoh dapat membantu masyarakat agar lebih yakin dalam menyalurkan bantuan secara digital. Kehadiran teknologi justru mempermudah umat untuk berbagi, membantu sesama, dan memperluas manfaat sedekah. Sekecil apa pun yang kita berikan dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang membutuhkan. Yuk infak & shodaqoh sekarang, karena setiap kebaikan yang dilakukan hari ini bisa menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#SedekahOnline#InfakOnline#SedekahRamadhan#AmalanRamadhan#DonasiOnline#PeduliSesama#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL16/03/2026 | Adira
Checklist Penting dan Tips Infak Online Agar Sedekah Lebih Aman
Checklist Penting dan Tips Infak Online Agar Sedekah Lebih Aman
Perkembangan teknologi digital membuat aktivitas berbagi menjadi semakin mudah. Kini, infak dan sedekah tidak harus dilakukan secara langsung di tempat ibadah atau lembaga sosial. Melalui layanan digital, siapa pun dapat menyalurkan bantuan kapan saja dan dari mana saja. Meski demikian, penting bagi setiap orang untuk memahami tips infak online agar donasi yang diberikan benar-benar tersalurkan dengan baik dan aman. Kemudahan infak secara online memang membawa banyak manfaat, tetapi tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. Dengan mengetahui beberapa cara aman sedekah, Anda bisa memastikan bahwa infak yang diberikan sampai kepada pihak yang tepat. Berikut ini beberapa checklist yang dapat diperhatikan sebelum melakukan infak secara online. 1. Pilih Lembaga yang TerpercayaSalah satu tips infak online yang paling penting adalah memastikan lembaga yang menerima donasi memiliki reputasi baik. Lembaga yang terpercaya biasanya memiliki sistem pengelolaan dana yang jelas, transparan, serta aktif menyampaikan laporan kegiatan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat. 2. Periksa Informasi dan Legalitas LembagaSebelum melakukan donasi, sebaiknya cek terlebih dahulu informasi mengenai lembaga tersebut. Hal ini merupakan bagian dari cara aman sedekah agar dana yang disalurkan tidak jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab. Lembaga resmi umumnya memiliki izin operasional, alamat yang jelas, serta website atau media sosial yang aktif. 3. Gunakan Metode Pembayaran ResmiSaat melakukan infak online, pastikan Anda menggunakan metode pembayaran yang aman seperti transfer melalui rekening lembaga resmi, dompet digital terpercaya, atau layanan pembayaran digital yang memiliki sistem keamanan yang baik. Hindari mentransfer dana ke rekening pribadi yang tidak memiliki kejelasan. 4. Perhatikan Program yang DitawarkanChecklist berikutnya dalam tips infak online adalah memahami program yang sedang dijalankan. Lembaga yang profesional biasanya memberikan informasi lengkap mengenai program bantuan, tujuan kegiatan, serta siapa saja yang menjadi penerima manfaat dari dana infak tersebut. 5. Simpan Bukti DonasiSetelah melakukan infak, jangan lupa menyimpan bukti transaksi. Bukti ini penting sebagai catatan pribadi sekaligus memastikan bahwa proses donasi telah berhasil dilakukan. Selain itu, bukti tersebut juga dapat menjadi referensi jika suatu saat diperlukan. 6. Waspadai Tautan atau Informasi yang Tidak JelasDi era digital, sering kali muncul pesan berantai yang mengajak untuk berdonasi melalui tautan tertentu. Salah satu cara aman sedekah adalah dengan tidak langsung mempercayai informasi tersebut. Pastikan Anda selalu melakukan pengecekan melalui sumber resmi sebelum menyalurkan bantuan. 7. Luruskan Niat dalam BerinfakSelain memperhatikan aspek keamanan, hal yang tidak kalah penting adalah niat yang tulus. Infak dan sedekah merupakan bentuk kepedulian kepada sesama sekaligus ibadah yang memiliki nilai pahala. Dengan niat yang ikhlas, setiap kebaikan yang dilakukan akan memberikan manfaat yang lebih luas. Infak online dapat menjadi sarana yang praktis untuk menebar kebaikan di era modern. Selama dilakukan dengan bijak dan mengikuti tips infak online di atas, sedekah digital dapat menjadi cara yang aman sekaligus efektif untuk membantu mereka yang membutuhkan. Jangan menunda untuk berbuat baik. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat besar bagi orang lain. Yuk infak & shodaqoh sekarang, dan jadikan kebaikan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#TipsInfakOnline#InfakOnline#SedekahRamadhan#AmalanRamadhan#SedekahOnline#CaraAmanSedekah#PeduliSesama#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL16/03/2026 | Adira
Mengapa Infak untuk Dhuafa Sangat Penting? Ini Manfaat Sosialnya
Mengapa Infak untuk Dhuafa Sangat Penting? Ini Manfaat Sosialnya
Dalam kehidupan sehari-hari, kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang sangat penting untuk terus dijaga. Salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan adalah dengan berbagi melalui infak. Melalui infak untuk dhuafa, setiap orang memiliki kesempatan untuk membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan ekonomi sekaligus memperkuat rasa solidaritas di tengah masyarakat. Dhuafa adalah kelompok masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan membutuhkan bantuan dari orang lain. Mereka bisa berasal dari berbagai latar belakang, seperti fakir miskin, anak yatim, lansia yang tidak memiliki penopang hidup, hingga keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi seperti ini, infak memiliki peran yang sangat besar dalam membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih layak. Salah satu manfaat infak sosial yang paling dirasakan adalah membantu memenuhi kebutuhan dasar para dhuafa. Bantuan dari infak dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti penyediaan makanan, biaya pendidikan, layanan kesehatan, hingga bantuan kebutuhan sehari-hari. Bagi sebagian orang yang hidup dalam keterbatasan, bantuan tersebut dapat menjadi harapan baru untuk menjalani hidup dengan lebih baik. Selain memberikan bantuan secara materi, infak juga memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat. Ketika seseorang terbiasa berbagi, maka akan tumbuh rasa empati dan kepedulian terhadap kondisi orang lain. Kebiasaan ini dapat membangun budaya saling membantu dan mempererat hubungan sosial dalam lingkungan masyarakat. Inilah salah satu manfaat infak sosial yang sering kali tidak terlihat secara langsung, tetapi sangat berpengaruh dalam menciptakan kehidupan yang lebih harmonis. Tidak hanya itu, infak juga dapat menjadi sarana pemberdayaan bagi para dhuafa. Bantuan yang diberikan tidak selalu bersifat konsumtif, tetapi juga dapat digunakan untuk program pemberdayaan seperti bantuan modal usaha kecil, pelatihan keterampilan, hingga dukungan pendidikan. Dengan adanya program seperti ini, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan sementara, tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka di masa depan. Di sisi lain, berinfak juga memberikan manfaat bagi orang yang melakukannya. Selain mendapatkan pahala, berbagi kepada sesama dapat menumbuhkan rasa syukur dan kebahagiaan. Ketika seseorang menyadari bahwa sebagian rezekinya dapat membantu orang lain, maka akan muncul perasaan tenang dan kepuasan batin karena telah melakukan kebaikan. Saat ini, menyalurkan infak untuk dhuafa juga semakin mudah dilakukan. Banyak lembaga sosial dan lembaga pengelola zakat yang menyediakan layanan infak secara aman dan transparan. Melalui lembaga tersebut, bantuan yang diberikan dapat tersalurkan dengan baik kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Pada akhirnya, infak bukan hanya tentang memberikan sebagian harta, tetapi juga tentang membangun kepedulian dan kebersamaan dalam masyarakat. Dengan berinfak, kita turut membantu kaum dhuafa agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan penuh harapan. Sekecil apa pun infak yang kita berikan, jika dilakukan dengan niat tulus, akan memberikan manfaat besar bagi mereka yang membutuhkan. Yuk infak & shodaqoh sekarang, dan jadikan setiap rezeki yang kita miliki sebagai jalan untuk membantu sesama. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#InfakDhuafa#InfakOnline#SedekahRamadhan#AmalanRamadhan#ManfaatInfakSosial#PeduliSesama#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL16/03/2026 | Adira
Benarkah Sedekah Bisa Menghapus Dosa? Ini Penjelasan dan Keutamaannya
Benarkah Sedekah Bisa Menghapus Dosa? Ini Penjelasan dan Keutamaannya
Dalam ajaran Islam, sedekah atau shodaqoh dikenal sebagai amalan yang memiliki banyak keistimewaan. Selain membantu orang yang membutuhkan, sedekah juga diyakini mampu membersihkan diri dari dosa. Tidak sedikit ulama menjelaskan bahwa shodaqoh menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Oleh sebab itu, membiasakan diri untuk bersedekah menjadi salah satu cara memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kualitas ibadah seorang muslim. Pada dasarnya, shodaqoh tidak selalu harus berupa uang dalam jumlah besar. Islam mengajarkan bahwa segala bentuk kebaikan yang diberikan kepada orang lain dapat termasuk sedekah jika dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah. Memberikan makanan kepada yang membutuhkan, membantu orang yang sedang kesulitan, hingga menolong sesama dalam hal kecil pun dapat bernilai sedekah. Bahkan senyuman kepada orang lain juga termasuk amal kebaikan yang bernilai pahala. Keyakinan bahwa shodaqoh menghapus dosa berkaitan erat dengan dampak positif yang dihasilkan dari amalan ini. Ketika seseorang bersedekah, ia tidak hanya membantu meringankan beban orang lain, tetapi juga melatih hatinya agar lebih ikhlas dan tidak terlalu mencintai harta dunia. Sedekah membantu membersihkan hati dari sifat buruk seperti kikir, sombong, dan egois. Dengan begitu, seseorang dapat menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap sesama. Selain itu, banyak penjelasan dalam ajaran Islam yang menyebutkan berbagai keutamaan sedekah. Salah satunya adalah mendatangkan keberkahan dalam rezeki. Banyak orang merasakan bahwa ketika mereka rutin bersedekah, justru rezeki mereka terasa semakin cukup bahkan bertambah. Hal ini karena sedekah mengajarkan bahwa sebagian harta yang dimiliki sebenarnya merupakan titipan yang harus dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Keutamaan sedekah juga dapat dirasakan dalam kehidupan bermasyarakat. Kebiasaan berbagi akan menumbuhkan rasa kepedulian dan solidaritas antar sesama. Orang yang memiliki kelebihan harta dapat membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan. Dengan demikian, hubungan sosial menjadi lebih harmonis dan penuh rasa kebersamaan. Tidak hanya memberikan manfaat sosial, sedekah juga memiliki nilai spiritual yang sangat besar. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus akan dicatat sebagai pahala oleh Allah. Bahkan dalam banyak penjelasan disebutkan bahwa sedekah dapat menjadi salah satu amalan yang menolong seseorang di akhirat kelak. Oleh karena itu, membiasakan diri untuk bersedekah merupakan bentuk investasi amal yang sangat berharga bagi kehidupan dunia dan akhirat. Namun demikian, hal yang paling penting dalam bersedekah adalah niat yang ikhlas. Sedekah seharusnya dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah, bukan untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain. Ketika sedekah dilakukan dengan hati yang tulus, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga oleh pemberinya. Di era modern saat ini, menunaikan sedekah juga menjadi semakin mudah. Banyak lembaga sosial yang menyediakan layanan donasi secara online sehingga masyarakat dapat berbagi kapan saja dan dari mana saja. Kemudahan ini tentu menjadi peluang bagi setiap orang untuk lebih rutin melakukan kebaikan. Dengan memahami berbagai keutamaan sedekah, kita dapat semakin termotivasi untuk berbagi kepada sesama. Selain membantu orang lain, sedekah juga menjadi jalan untuk memperbaiki diri serta mendekatkan diri kepada Allah. Yuk infak & shodaqoh sekarang, karena setiap kebaikan yang kita lakukan hari ini dapat menjadi bekal berharga untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#SedekahOnline#SedekahRamadhan#AmalanRamadhan#KeutamaanSedekah#PeduliSesama#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL16/03/2026 | Adira
Sedekah dari Rumah Jadi Lebih Mudah: Cara Praktis Berbagi Tanpa Harus Keluar Rumah
Sedekah dari Rumah Jadi Lebih Mudah: Cara Praktis Berbagi Tanpa Harus Keluar Rumah
Perkembangan teknologi digital membuat banyak aktivitas menjadi lebih mudah, termasuk dalam hal berbagi kepada sesama. Saat ini, siapa pun dapat melakukan sedekah dari rumah tanpa perlu datang langsung ke tempat penyaluran bantuan. Melalui layanan donasi digital, proses sedekah menjadi lebih cepat, aman, dan praktis. Kemudahan ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk tetap berbagi kebaikan meskipun memiliki kesibukan yang padat atau berada jauh dari lokasi lembaga sosial. Dengan memanfaatkan layanan digital dari lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Yogyakarta, sedekah dapat dilakukan kapan saja dan dari mana saja. Sedekah Kini Bisa Dilakukan Secara Online Dalam ajaran Islam, sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak manfaat, baik bagi pemberi maupun penerima. Selain membantu mereka yang membutuhkan, sedekah juga menjadi sarana membersihkan harta dan menumbuhkan keberkahan dalam kehidupan. Seiring berkembangnya teknologi, kini hadir berbagai layanan sedekah online praktis yang memudahkan masyarakat dalam menyalurkan bantuan. Tanpa harus keluar rumah, sedekah dapat dilakukan hanya melalui ponsel atau perangkat yang terhubung dengan internet. Melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Yogyakarta, dana yang disalurkan akan dikelola secara profesional dan didistribusikan kepada para penerima manfaat seperti fakir miskin, dhuafa, anak yatim, hingga masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial lainnya. Cara Sedekah dari Rumah dengan Mudah Bagi Anda yang ingin mulai berbagi tanpa harus meninggalkan rumah, berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan: Pilih lembaga penyalur sedekah yang terpercayaPastikan Anda menyalurkan sedekah melalui lembaga resmi dan memiliki pengelolaan yang transparan, seperti BAZNAS Kota Yogyakarta yang mengelola dana umat secara amanah. Akses layanan sedekah onlineSaat ini banyak lembaga zakat menyediakan layanan donasi melalui website atau platform digital sehingga masyarakat dapat melakukan sedekah dari rumah dengan lebih mudah. Pilih program sedekah yang ingin didukungBiasanya tersedia berbagai program sosial seperti bantuan untuk dhuafa, pendidikan, kesehatan, hingga bantuan kemanusiaan. Lakukan pembayaran secara digitalProses pembayaran dapat dilakukan melalui transfer bank, mobile banking, dompet digital, atau QRIS sehingga membuat sedekah online praktis dan cepat. Simpan bukti transaksiSetelah proses selesai, simpan bukti transaksi sebagai dokumentasi sedekah yang telah dilakukan. Manfaat Sedekah yang Dilakukan Secara Online Kemudahan teknologi tidak mengurangi nilai pahala dari sedekah yang diberikan. Justru, dengan adanya layanan digital, semakin banyak orang yang dapat ikut berbagi dengan lebih mudah. Beberapa manfaat melakukan sedekah secara online antara lain: Lebih praktis karena dapat dilakukan dari rumahMenghemat waktu dan tenagaMemudahkan untuk bersedekah secara rutinMenjangkau penerima manfaat yang lebih luas Melalui lembaga seperti BAZNAS Kota Yogyakarta, sedekah yang diberikan juga dapat membantu berbagai program pemberdayaan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Berbagi Kebaikan Semakin Mudah Di era digital, berbuat baik tidak lagi terbatas oleh jarak dan waktu. Dengan layanan sedekah online praktis, siapa pun dapat berbagi kapan saja hanya melalui perangkat yang dimiliki. Melakukan sedekah dari rumah adalah langkah sederhana yang bisa memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan. Bahkan sedekah kecil yang dilakukan secara rutin dapat menjadi sumber harapan bagi banyak orang. Tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk berbagi kebaikan. Yuk infak & shodaqoh sekarang, mulai dari rumah dan salurkan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta agar kebaikan yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#SedekahOnline#SedekahDariRumah#SedekahRamadhan#AmalanRamadhan#SedekahOnlinePraktis#PeduliSesama#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL16/03/2026 | Adira
5 Perbuatan yang Menggugurkan Pahala Puasa
5 Perbuatan yang Menggugurkan Pahala Puasa
Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Secara fikih, puasa kita mungkin dianggap sah jika kita tidak makan, minum, atau berhubungan suami istri. Namun, di mata Allah SWT, puasa tersebut bisa jadi hanya menyisakan rasa lapar yang sia-sia tanpa nilai pahala sedikit pun. Rasulullah SAW pernah memperingatkan dalam sebuah hadis: "Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga."(HR. An-Nasa’i dan Ibnu Majah). Agar ibadah kita tidak berakhir sia-sia, penting bagi kita untuk mengenali "penyakit-penyakit" hati dan lisan yang mampu menghanguskan pahala puasa. Berikut adalah lima perbuatan yang wajib dihindari selama bulan suci ini: 1. Berbohong (Al-Kadzib)Berbohong adalah perilaku mencela yang dampaknya sangat fatal terhadap pahala puasa. Ketika seseorang memanipulasi kebenaran, ia sebenarnya sedang mengkhianati esensi puasa, yaitu kejujuran kepada diri sendiri dan Tuhan. Meski secara hukum syariat puasa tidak batal (tidak perlu mengganti di hari lain), namun keberkahan dan ganjaran pahalanya hilang seketika. Di era digital, berbohong juga mencakup menyebarkan berita palsu atau hoax di media sosial. 2. Ghibah (Menggunjing)Ghibah atau membicarakan keburukan orang lain adalah salah satu perusak pahala puasa yang paling sering tidak disadari. Al-Qur'an mengibaratkan pelaku ghibah seperti orang yang memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati. Saat berpuasa, lisan kita tidak hanya harus berpuasa dari makanan, tetapi juga dari menyebutkan aib orang lain. Menonton tayangan gosip atau ikut berkomentar negatif di kolom komentar akun selebritas termasuk dalam kategori yang membahayakan pahala puasa kita. 3. Namimah (Adu Domba)Namimah adalah tindakan menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan atau memicu permusuhan. Perbuatan ini sangat dibenci karena bersifat destruktif terhadap ukhuwah (persaudaraan). Ramadan seharusnya menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi, bukan justru menjadi ajang memecah belah melalui provokasi atau adu domba. 4. Sumpah Palsu (Al-Yamin al-Ghamus)Bersumpah demi nama Allah untuk menutupi kebohongan adalah dosa besar. Dalam konteks puasa, sumpah palsu menunjukkan kurangnya rasa takut dan hormat kepada Allah SWT. Seseorang yang berani melakukan sumpah palsu demi keuntungan duniawi (seperti dalam perdagangan atau persidangan) saat sedang berpuasa, maka ia telah meruntuhkan bangunan ibadahnya sendiri. 5. Memandang dengan SyahwatPuasa adalah latihan pengendalian diri, termasuk menjaga pandangan (ghadhul bashar). Memandang lawan jenis atau objek apa pun dengan dorongan syahwat dapat mengotori hati dan menggugurkan kesucian puasa. Di zaman sekarang, tantangan ini semakin berat dengan kemudahan akses konten visual di internet. Menjaga mata berarti menjaga kejernihan pikiran agar tetap fokus pada ibadah kepada Allah. Secara teknis, puasa dibagi menjadi tiga tingkatan menurut Imam Al-Ghazali: Puasa Awam: Sekadar menahan lapar dan haus.Puasa Khusus: Menahan seluruh anggota tubuh (mata, telinga, lisan, tangan, dan kaki) dari dosa.Puasa Khusus Al-Khusus: Puasanya hati dari pikiran-pikiran duniawi dan fokus total kepada Allah. Lima perbuatan di atas adalah penghalang bagi kita untuk naik kelas dari sekadar "Puasa Awam" menuju "Puasa Khusus". Jika kita masih melakukan kelima hal tersebut, kita mungkin lulus secara administratif hukum Islam, namun gagal dalam ujian spiritualitas. Ramadan adalah madrasah bagi jiwa. Keberhasilan puasa kita diukur dari sejauh mana kita mampu mengontrol lisan, hati, dan perbuatan setelah bulan ini berakhir. Dengan menjauhi bohong, ghibah, namimah, sumpah palsu, dan pandangan syahwat, kita sedang mengamankan "tabungan" pahala kita agar tidak bocor di tengah jalan. Mari kita isi hari-hari Ramadan dengan memperbanyak zikir, tilawah Al-Qur'an, dan sedekah, sehingga puasa kita menjadi puasa yang berkualitas dan diterima oleh Allah SWT. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #RamadanPenuhBerkah#WaktuMembayarZakat#PerbuatanYangMenggugurkanPahalaPuasa#AmalanUtamaRamadan
ARTIKEL16/03/2026 | Kifti
Hukum Ghibah Saat Berpuasa: Sahkah Puasanya?
Hukum Ghibah Saat Berpuasa: Sahkah Puasanya?
Bulan Ramadan adalah momentum bagi setiap Muslim untuk melakukan "diet spiritual". Namun, sering kali kita lebih fokus menjaga perut dari makanan, sementara lisan kita masih "memakan daging saudara sendiri" melalui ghibah atau menggunjing. Fenomena ini memicu pertanyaan krusial: Bagaimana hukum ghibah saat sedang berpuasa? Apakah puasa tersebut otomatis batal? Secara bahasa, ghibah berasal dari kata al-ghaib (gaib/tidak hadir). Imam Al-Ghazali mendefinisikan ghibah sebagai menyebutkan sesuatu yang ada pada diri seseorang, sementara orang tersebut tidak suka hal itu disebutkan, baik mengenai keadaan fisiknya, agamanya, dunianya, jiwanya, maupun akhlaknya. Di bulan Ramadan, tantangan menjaga lisan menjadi berlipat ganda karena ghibah sering kali terselubung dalam obrolan santai saat menunggu waktu berbuka (ngabuburit) atau melalui interaksi di media sosial. Dalam meninjau hukum ghibah saat puasa, para ulama membaginya ke dalam dua perspektif: Aspek Fikih (Hukum Formal) dan Aspek Hakikat (Pahala). 1. Secara Fikih: Puasa Tetap SahMenurut mayoritas ulama (Jumhur Ulama), ghibah tidak membatalkan puasa secara lahiriah. Artinya, seseorang yang bergosip tidak diwajibkan untuk meng-qadha (mengganti) puasanya di hari lain. Puasa dianggap tetap sah selama syarat dan rukunnya terpenuhi, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hubungan seksual sejak fajar hingga magrib. Namun, terdapat pendapat minoritas dari kalangan ulama salaf, seperti Ibnu Hazm dari mazhab Zhahiri, yang berpendapat bahwa kemaksiatan (termasuk ghibah) dapat membatalkan puasa secara total. Meski pendapat ini tidak diikuti oleh mayoritas, ia menjadi peringatan keras betapa buruknya dampak maksiat saat berpuasa. 2. Secara Hakikat: Pahala GugurInilah titik krusialnya. Meski puasanya sah secara hukum, ghibah berperan sebagai "penghapus pahala". Seseorang yang berghibah saat puasa ibarat orang yang bekerja keras seharian, namun saat waktunya gajian, upahnya hangus karena ia melakukan pelanggaran berat. Rasulullah SAW bersabda: "Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga."(HR. An-Nasa’i). Para ulama menjelaskan bahwa "tidak mendapatkan apa-apa" dalam hadis ini merujuk pada hilangnya nilai ibadah di sisi Allah akibat lisan yang tidak terjaga dari ghibah. Ada alasan mendalam mengapa ghibah menjadi musuh utama ibadah puasa: Kontradiksi PuasaEsensi puasa adalah imsak (menahan diri). Jika seseorang mampu menahan diri dari hal yang halal (makan dan minum) tetapi gagal menahan diri dari hal yang haram (ghibah), maka ia telah gagal memahami esensi ibadahnya. Dosa yang MenularGhibah jarang dilakukan sendirian. Ia melibatkan pendengar. Dalam Islam, orang yang mendengarkan ghibah tanpa menegurnya memiliki beban dosa yang sama dengan yang berucap. Merusak Kesucian HatiPuasa bertujuan membentuk ketakwaan (la’allakum tattaqun). Ghibah mengotori hati dengan penyakit kebencian dan kesombongan, sehingga tujuan takwa tersebut sulit tercapai. Jika kita terlanjur melakukan ghibah saat berpuasa, apa yang harus dilakukan? Bertaubat dan MenyesalSegera berhenti dan memohon ampun kepada Allah SWT. Mendoakan KorbanPara ulama menyarankan agar kita mendoakan kebaikan bagi orang yang kita bicarakan sebagai bentuk penebusan secara spiritual. Memperbanyak Amal KebaikanTutupi lubang pahala yang hilang dengan memperbanyak zikir, sedekah, dan membaca Al-Qur'an agar puasa kita kembali memiliki "bobot" di hadapan Allah. Ghibah saat berpuasa memang tidak membatalkan status sahnya puasa secara fikih, namun ia bersifat destruktif terhadap pahala. Jangan sampai kita menjadi golongan orang yang merugi (muflis), yang datang di hari kiamat dengan membawa pahala puasa namun pahala tersebut habis dibagikan kepada orang-orang yang pernah kita bicarakan aibnya. Menjaga lisan adalah bagian tak terpisahkan dari menjaga puasa. Mari jadikan Ramadan kali ini sebagai ajang untuk melatih lidah agar hanya berucap yang baik atau memilih untuk diam. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #RamadanPenuhBerkah#WaktuMembayarZakat#GhibahPuasa#AmalanUtamaRamadan
ARTIKEL16/03/2026 | Kifti
Hukum dan Panduan Puasa Ramadan Bagi Ibu Hamil
Hukum dan Panduan Puasa Ramadan Bagi Ibu Hamil
Bulan Ramadan adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim untuk mendulang pahala. Namun, Islam adalah agama yang memudahkan , terutama bagi mereka yang memiliki udzur syar’i atau halangan medis tertentu. Salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian khusus dalam fikih puasa adalah ibu hamil dan ibu menyusui. Pada dasarnya, puasa Ramadan adalah wajib bagi setiap Muslim yang mukalaf. Namun, ibu hamil dan menyusui diberikan rukhsah (keringanan) untuk tidak berpuasa jika mereka khawatir akan kesehatan diri sendiri maupun buah hatinya. Landasan hukum keringanan ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla melepaskan kewajiban puasa dan separuh shalat bagi musafir, serta melepaskan kewajiban puasa bagi wanita hamil dan menyusui."(HR. An-Nasa’i dan Ahmad). Para ulama kondisi ibu hamil dan menyusui menjadi tiga kategori utama untuk menentukan apakah mereka cukup mengganti dengan Qadha (mengganti hari di bulan lain) atau membayar Fidyah (memberi makan orang miskin). 1. Khawatir Hanya pada Keselamatan Dirinya Jika seorang ibu merasa lemah dan khawatir puasanya akan membahayakan kesehatannya sendiri, maka ia boleh tidak berpuasa. Kewajiban: Wajib meng-qadha (mengganti puasa) di hari lain setelah Ramadan, tanpa perlu membayar fidyah. Kondisi ini disamakan dengan orang yang sedang sakit. 2. Khawatir pada Dirinya Sekaligus Anaknya Jika ibu merasa khawatir puasa tersebut akan mengganggu kesehatan dirinya dan sekaligus mengganggu tumbuh kembang janin atau produksi ASI untuk bayinya. Kewajiban: Wajib meng-qadha saja di hari lain. 3. Khawatir Hanya pada Keselamatan Anaknya Ini adalah kondisi di mana fisik sang ibu sebenarnya kuat untuk berpuasa, namun ia khawatir jika ia berpuasa, janin dalam kandungan kekurangan nutrisi atau ASI-nya menjadi kering/berhenti sehingga anaknya kelaparan. Kewajiban: Menurut mayoritas ulama (Mazhab Syafi'i dan Hanbali), ibu dalam kondisi ini wajib melakukan Qadha sekaligus membayar Fidyah. Fidyah dan Takarannya Fidyah adalah denda yang dibayarkan sebagai pengganti ibadah puasa. Berdasarkan ketentuan syariat, besaran fidyah adalah 1 mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Ukuran 1 Mud: Kurang lebih seberat 675 gram atau 0,7 kg beras (bulatnya sering dianggap 7 ons). Cara Pembayaran: Fidyah diberikan kepada fakir atau miskin. Ibu yang meninggalkan puasa 30 hari karena khawatir pada anaknya, maka ia wajib membayar beras sebanyak $30 imes 0,7 = 21$ kg kepada orang yang membutuhkan, selain tetap harus meng-qadha puasa tersebut di kemudian hari. Keputusan untuk tidak berpuasa sebaiknya tidak diambil hanya berdasarkan asumsi pribadi, melainkan dengan berkonsultasi kepada tenaga medis (dokter atau bidan). Jika secara medis dinyatakan bahwa puasa dapat membahayakan keselamatan jiwa ibu atau bayi, maka hukum tidak berpuasa bisa menjadi wajib, karena menjaga nyawa (hifzu an-nafs) adalah salah satu tujuan utama syariat Islam. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 185: "...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu..." Tips bagi Ibu yang Ingin Tetap Berpuasa: Konsultasi Dokter: Pastikan kondisi janin dan berat badan ibu stabil.Nutrisi Saat Sahur & Buka: Konsumsi makanan tinggi serat, protein, dan karbohidrat kompleks.Hidrasi: Pastikan minum minimal 8 gelas air antara waktu buka dan sahur.Istirahat Cukup: Kurangi aktivitas fisik yang menguras energi di siang hari. Ibu hamil dan menyusui memiliki keistimewaan dalam Islam berupa keringanan untuk tidak berpuasa demi kemaslahatan ibu dan anak. Namun, keringanan ini tetap diikuti dengan tanggung jawab untuk menggantinya di kemudian hari (Qadha) dan/atau membayar Fidyah sesuai dengan kondisi kekhawatiran yang dialami. Memahami aturan ini penting agar para ibu tetap tenang dalam menjalankan kewajiban agama tanpa harus mengabaikan kesehatan diri dan masa depan generasi penerus. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #RamadanPenuhBerkah#WaktuMembayarZakat#PuasaIbuHamil#AmalanUtamaRamadan
ARTIKEL16/03/2026 | Kifti
Makna Malam Lailatul Qadar dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis
Makna Malam Lailatul Qadar dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis
Bulan Ramadan adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim untuk mendulang pahala. Namun, Islam adalah agama yang memudahkan , terutama bagi mereka yang memiliki udzur syar’i atau halangan medis tertentu. Salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian khusus dalam fikih puasa adalah ibu hamil dan ibu menyusui. Pada dasarnya, puasa Ramadan adalah wajib bagi setiap Muslim yang mukalaf. Namun, ibu hamil dan menyusui diberikan rukhsah (keringanan) untuk tidak berpuasa jika mereka khawatir akan kesehatan diri sendiri maupun buah hatinya. Landasan hukum keringanan ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla melepaskan kewajiban puasa dan separuh shalat bagi musafir, serta melepaskan kewajiban puasa bagi wanita hamil dan menyusui."(HR. An-Nasa’i dan Ahmad). Para ulama kondisi ibu hamil dan menyusui menjadi tiga kategori utama untuk menentukan apakah mereka cukup mengganti dengan Qadha (mengganti hari di bulan lain) atau membayar Fidyah (memberi makan orang miskin). 1. Khawatir Hanya pada Keselamatan Dirinya Jika seorang ibu merasa lemah dan khawatir puasanya akan membahayakan kesehatannya sendiri, maka ia boleh tidak berpuasa. Kewajiban: Wajib meng-qadha (mengganti puasa) di hari lain setelah Ramadan, tanpa perlu membayar fidyah. Kondisi ini disamakan dengan orang yang sedang sakit. 2. Khawatir pada Dirinya Sekaligus Anaknya Jika ibu merasa khawatir puasa tersebut akan mengganggu kesehatan dirinya dan sekaligus mengganggu tumbuh kembang janin atau produksi ASI untuk bayinya. Kewajiban: Wajib meng-qadha saja di hari lain. 3. Khawatir Hanya pada Keselamatan Anaknya Ini adalah kondisi di mana fisik sang ibu sebenarnya kuat untuk berpuasa, namun ia khawatir jika ia berpuasa, janin dalam kandungan kekurangan nutrisi atau ASI-nya menjadi kering/berhenti sehingga anaknya kelaparan. Kewajiban: Menurut mayoritas ulama (Mazhab Syafi'i dan Hanbali), ibu dalam kondisi ini wajib melakukan Qadha sekaligus membayar Fidyah. Fidyah dan Takarannya Fidyah adalah denda yang dibayarkan sebagai pengganti ibadah puasa. Berdasarkan ketentuan syariat, besaran fidyah adalah 1 mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Ukuran 1 Mud: Kurang lebih seberat 675 gram atau 0,7 kg beras (bulatnya sering dianggap 7 ons). Cara Pembayaran: Fidyah diberikan kepada fakir atau miskin. Ibu yang meninggalkan puasa 30 hari karena khawatir pada anaknya, maka ia wajib membayar beras sebanyak $30 imes 0,7 = 21$ kg kepada orang yang membutuhkan, selain tetap harus meng-qadha puasa tersebut di kemudian hari. Keputusan untuk tidak berpuasa sebaiknya tidak diambil hanya berdasarkan asumsi pribadi, melainkan dengan berkonsultasi kepada tenaga medis (dokter atau bidan). Jika secara medis dinyatakan bahwa puasa dapat membahayakan keselamatan jiwa ibu atau bayi, maka hukum tidak berpuasa bisa menjadi wajib, karena menjaga nyawa (hifzu an-nafs) adalah salah satu tujuan utama syariat Islam. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 185: "...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu..." Tips bagi Ibu yang Ingin Tetap Berpuasa: Konsultasi Dokter: Pastikan kondisi janin dan berat badan ibu stabil.Nutrisi Saat Sahur & Buka: Konsumsi makanan tinggi serat, protein, dan karbohidrat kompleks.Hidrasi: Pastikan minum minimal 8 gelas air antara waktu buka dan sahur.Istirahat Cukup: Kurangi aktivitas fisik yang menguras energi di siang hari. Ibu hamil dan menyusui memiliki keistimewaan dalam Islam berupa keringanan untuk tidak berpuasa demi kemaslahatan ibu dan anak. Namun, keringanan ini tetap diikuti dengan tanggung jawab untuk menggantinya di kemudian hari (Qadha) dan/atau membayar Fidyah sesuai dengan kondisi kekhawatiran yang dialami. Memahami aturan ini penting agar para ibu tetap tenang dalam menjalankan kewajiban agama tanpa harus mengabaikan kesehatan diri dan masa depan generasi penerus. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #RamadanPenuhBerkah#WaktuMembayarZakat#PuasaIbuHamil#AmalanUtamaRamadan
ARTIKEL16/03/2026 | Kifti
Tata Cara Salat Sunnah Lailatul Qadar
Tata Cara Salat Sunnah Lailatul Qadar
Ramadan akan memasuki fase puncaknya, yaitu sepuluh malam terakhir. Di fase ini, setiap Muslim berlomba-lomba meningkatkan intensitas ibadahnya demi meraih kemuliaan Lailatul Qadar—malam yang dalam Al-Qur’an disebut lebih baik dari seribu bulan. Salah satu amalan spesifik yang dianjurkan oleh para ulama untuk mengisi malam-malam penuh ampunan ini adalah dengan melaksanakan Salat Sunnah Lailatul Qadar. Meskipun Lailatul Qadar adalah rahasia Allah SWT, menghidupkan malam-malam ganjil dengan salat sunnah merupakan ikhtiar batin agar kita terpilih menjadi hamba yang mendapatkan limpahan rahmat-Nya. Berikut adalah panduan lengkap mengenai waktu, niat, dan tata cara pelaksanaannya merujuk pada tradisi keilmuan Islam. Sebelum membahas teknis pelaksanaan, penting bagi kita untuk memahami esensi di baliknya. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."(HR. Bukhari). Salat sunnah ini menjadi sarana "komunikasi" paling intim antara hamba dengan Sang Pencipta. Di saat dunia terlelap, seorang Muslim bersujud, mengakui kelemahan diri, dan memohon keberkahan umur yang setara dengan 83 tahun ibadah tanpa henti. Sesuai dengan petunjuk dalam kitab-kitab fikih, salat ini dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadan, khususnya di sepuluh malam terakhir. Waktu terbaik adalah setelah melaksanakan salat Isya dan Tarawih. Sebagian ulama menyarankan untuk melaksanakannya di sepertiga malam terakhir (sekitar pukul 02.00 dini hari) bersamaan dengan salat Tahajud, agar suasana lebih khusyuk dan sunyi. Tata Cara Salat Sunnah Lailatul Qadar Salat ini dapat dilakukan sebanyak dua rakaat (satu kali salam) atau empat rakaat (dua kali salam atau satu kali salam tanpa tasyahud awal). Berikut adalah urutan pelaksanaannya: 1. Niat Niat merupakan rukun terpenting. Niat dilakukan di dalam hati, namun sunnah dilafalkan untuk memantapkan fokus: Untuk 2 Rakaat: Ushalli sunnatal lailatil qadri rak’ataini lillahi ta’ala. Artinya: "Saya niat salat sunnah Lailatul Qadar dua rakaat karena Allah Ta'ala." Untuk 4 Rakaat: Ushalli sunnatal lailatil qadri arba’a raka’atin lillahi ta’ala. Artinya: "Saya niat salat sunnah Lailatul Qadar empat rakaat karena Allah Ta'ala." 2. Bacaan Surat pada Tiap Rakaat Berdasarkan anjuran dalam kitab Durratun Nasihin, terdapat kombinasi surat yang disunnahkan dibaca setelah Al-Fatihah agar mendapatkan fadhilah yang sempurna: Membaca Surat Al-Fatihah (1 kali).Membaca Surat Al-Ikhlas (7 kali). Kombinasi ini diulang pada setiap rakaat, baik rakaat pertama, kedua, hingga keempat. 3. Gerakan Salat Gerakan salat dilakukan seperti salat sunnah pada umumnya, mulai dari Takbiratul Ihram, Ruku, I’tidal, Sujud, hingga diakhiri dengan Salam. Jika melakukan empat rakaat sekaligus, menurut sebagian referensi, tidak perlu duduk tasyahud awal, langsung berdiri setelah sujud kedua pada rakaat kedua. Doa Setelah Salat: Memohon Ampunan yang Tak Terbatas Kekuatan salat sunnah ini terletak pada doa yang dipanjatkan setelah salam. Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang sangat singkat namun mencakup segala kebutuhan manusia di akhirat: "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni." Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku." Sangat dianjurkan pula untuk memperbanyak istighfar sebanyak 70 kali setelah salam:"Astaghfirullaha wa atubu ilaih". Konon, siapa pun yang membaca istighfar ini setelah salat Lailatul Qadar, Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta dosa kedua orang tuanya sebelum ia beranjak dari tempat duduknya. Salat Sunnah Lailatul Qadar bukanlah sebuah "ritual ajaib" yang dilakukan sekali lalu selesai. Para ulama menekankan pentingnya istiqamah. Jika kita mengerjakannya setiap malam di sepuluh hari terakhir, maka secara matematis kita dipastikan akan "bertemu" dengan malam mulia tersebut dalam keadaan sedang bersujud. Mari kita jadikan sisa Ramadan ini sebagai momentum transformasi diri. Jangan biarkan malam-malam sunyi berlalu tanpa bekas. Dengan dahi yang menempel di sajadah, mari kita ketuk pintu langit, memohon agar sisa usia kita diberkahi dan dosa-dosa kita dilebur dalam samudera ampunan-Nya. Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari bayar fidyah online dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #Ramadan2026#CaraShalatLailatulQadar#BayarFidyahJogja#BayarZakatJogja#AmalanUtamaRamadan
ARTIKEL16/03/2026 | Kifti
Waktu, Ciri-Ciri, dan Keutamaan Lailatul Qadar
Waktu, Ciri-Ciri, dan Keutamaan Lailatul Qadar
Bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan, namun di dalamnya terdapat satu permata yang paling dicari oleh setiap Muslim: Lailatul Qadar. Malam ini bukan sekadar fenomena alam atau sekadar tradisi, melainkan sebuah momentum spiritual yang nilainya setara dengan seribu bulan. Al-Qur’an dan Hadis telah memberikan banyak petunjuk mengenai malam kemuliaan ini, yang meskipun waktunya dirahasiakan, namun tanda-tandanya dapat dirasakan bagi mereka yang sungguh-sungguh mencari. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: Kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi? Merujuk pada literatur keislaman, Allah SWT sengaja merahasiakan waktu pastinya. Hikmah di balik kerahasiaan ini adalah agar umat Islam tetap menjaga konsistensi ibadahnya di sepanjang bulan Ramadan, terutama di sepuluh malam terakhir, bukan hanya terpaku pada satu malam saja. Rasulullah SAW memberikan petunjuk melalui sabdanya: "Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan."(HR. Bukhari). Meski demikian, banyak ulama berpendapat bahwa potensi terbesar jatuhnya malam mulia ini adalah pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Bahkan, Imam Syafi’i cenderung berpendapat bahwa di Indonesia, Lailatul Qadar sering kali jatuh pada malam ke-21 atau ke-23 Ramadan. Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Riwayat Meskipun tanggal pastinya adalah rahasia Ilahi, Rasulullah SAW memberikan beberapa "clue" atau ciri-ciri alam yang menyertai kehadiran Lailatul Qadar. Tanda-tanda ini berfungsi sebagai penguat hati bagi mereka yang telah beribadah dengan gigih. 1. Suasana Alam yang Tenang dan Sejuk Berdasarkan hadis riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW mendeskripsikan Lailatul Qadar sebagai malam yang penuh kemudahan, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin. Udara terasa sangat nyaman, memberikan ketenangan batin yang luar biasa bagi siapa pun yang sedang bersujud kepada-Nya. 2. Matahari di Pagi Hari yang Redup Salah satu tanda yang paling masyhur adalah penampakan matahari pada keesokan harinya. Dalam hadis riwayat Muslim, disebutkan bahwa matahari terbit dengan sinar yang putih dan tidak menyilaukan (redup). Hal ini dikarenakan banyaknya malaikat yang naik kembali ke langit setelah turun ke bumi pada malam tersebut, sehingga sayap-sayap mereka menghalangi tajamnya sinar matahari. 3. Ketentraman Hati (Sakinah) Secara spiritual, mereka yang beribadah pada malam tersebut akan merasakan kedamaian yang mendalam. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Qadr: “Salamun hiya hatta mathla’il fajr” (Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar). Rasa damai ini adalah manifestasi dari kehadiran para malaikat yang memenuhi bumi. Sepuluh malam terakhir Ramadan disebut sebagai Itqun minan-nar (pembebasan dari api neraka). Pada fase ini, Rasulullah SAW biasanya meningkatkan intensitas ibadahnya melebihi hari-hari sebelumnya. Beliau melakukan i’tikaf di masjid, menghidupkan malam dengan salat, zikir, dan tilawah Al-Qur’an. Bagi kita, sepuluh hari terakhir adalah babak final. Ibarat seorang pelari yang mendekati garis finis, ia harus mengerahkan seluruh tenaga yang tersisa. Lailatul Qadar adalah hadiah bagi mereka yang bertahan dalam keletihan ibadah dan kejujuran dalam bertaubat. Mengacu pada anjuran para ulama, ada beberapa amalan yang sangat ditekankan untuk mengisi malam-malam potensial tersebut: Salat Fardu Berjamaah: Setidaknya, jangan tinggalkan salat Isya dan Subuh berjamaah. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa siapa yang salat Isya berjamaah, ia seolah telah menghidupkan separuh malam, dan siapa yang salat Subuh berjamaah, ia seolah menghidupkan seluruh malam. Memperbanyak Doa Ampunan: Doa yang paling dianjurkan adalah:"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni"(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku). Sedekah: Sedekah pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai yang sangat fantastis karena dilipatgandakan seolah-olah kita bersedekah terus-menerus selama 83 tahun. Membaca Al-Qur’an: Mengingat Al-Qur’an diturunkan pada malam ini, berinteraksi dengan ayat-ayat suci adalah cara terbaik untuk menyambut "hari ulang tahun" turunnya wahyu tersebut. Penting untuk diingat bahwa mengetahui ciri-ciri Lailatul Qadar bukanlah tujuan utama. Tujuan utamanya adalah mendapatkan rida Allah dan pengampunan-Nya. Jangan sampai kita terlalu sibuk memperhatikan cuaca atau arah angin sehingga justru melupakan kekhusyukan dalam berdoa. Lailatul Qadar adalah rahasia keindahan antara hamba dan Pencipta-Nya. Siapa pun yang beribadah dengan tulus di malam-malam terakhir Ramadan, ia tetap akan mendapatkan pahala yang besar, terlepas dari apakah ia menyadari tanda-tanda alam tersebut atau tidak. Mari kita kencangkan ikat pinggang, perbanyak sujud, dan ketuk pintu langit dengan doa-doa terbaik kita. Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari bayar fidyah online dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #Ramadan2026#WaktuCiriCiriLailatulQadar#BayarFidyahJogja#BayarZakatJogja#AmalanUtamaRamadan
ARTIKEL16/03/2026 | Kifti
5 Kesalahan Saat Berbuka Puasa yang Sering Dilakukan
5 Kesalahan Saat Berbuka Puasa yang Sering Dilakukan
Setelah menahan lapar dan dahaga selama kurang lebih 13 jam, momen berbuka puasa sering kali menjadi ajang "pemuasan nafsu" bagi banyak orang. Namun, tanpa disadari, kebiasaan yang kita anggap lumrah saat berbuka justru bisa menjadi bumerang bagi kesehatan. Alih-alih mendapatkan tubuh yang bugar setelah detoksifikasi alami saat berpuasa, kita justru sering merasa lemas, mengantuk, atau mengalami gangguan pencernaan. Berdasarkan tinjauan kesehatan, ada beberapa kesalahan fatal yang sering dilakukan masyarakat saat berbuka puasa. Berikut adalah ulasan lengkapnya agar Anda bisa menjalankan sisa Ramadan dengan lebih sehat. Berbuka dengan Porsi yang Terlalu Besar (Balas Dendam) Kesalahan paling umum adalah makan secara berlebihan dalam satu waktu. Saat perut kosong seharian, sistem pencernaan kita berada dalam kondisi "istirahat". Memaksanya bekerja keras secara mendadak dengan porsi besar akan menyebabkan lambung terkejut. Dampaknya: Perut akan terasa begah, kembung, dan sesak. Selain itu, makan berlebihan memicu kantuk yang hebat karena aliran darah terfokus ke saluran pencernaan, sehingga Anda akan kesulitan menjalankan ibadah shalat Maghrib dan Tarawih dengan khusyuk. Mengonsumsi Minuman Es secara Berlebihan Sangat menggoda memang membayangkan segelas es teh manis atau es buah saat adzan berkumandang. Namun, meminum air es sebagai pembuka sangat tidak disarankan. Suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan kontraksi pada otot lambung dan menghambat proses pencernaan. Solusinya: Mulailah dengan air putih suhu ruang atau air hangat. Air hangat membantu melancarkan aliran darah dan menenangkan lambung yang kosong sebelum menerima makanan lain. Terlalu Banyak Makanan Manis dan Gorengan Semboyan "Berbukalah dengan yang Manis" sering kali disalahartikan dengan mengonsumsi gula berlebih. Kolak dengan santan kental, sirup, hingga aneka gorengan yang tinggi lemak jenuh adalah menu yang paling sering menghiasi meja makan. Gula berlebih menyebabkan lonjakan insulin secara mendadak yang kemudian diikuti dengan penurunan kadar gula darah yang cepat, membuat Anda merasa cepat lemas kembali. Sementara itu, gorengan mengandung lemak trans yang sulit dicerna dan dapat memicu naiknya asam lambung (GERD). Melewatkan Sahur atau Makan Terlalu Sedikit saat Sahur Banyak orang merasa bahwa jika mereka berbuka dengan banyak makanan, mereka tidak perlu sahur terlalu serius. Ini adalah kesalahan besar. Puasa yang sehat sangat bergantung pada cadangan energi yang didapat dari sahur. Tanpa sahur yang bergizi (terutama serat dan protein), tubuh akan mengalami dehidrasi dan lemas lebih cepat di siang hari. Melewatkan sahur juga memicu rasa lapar yang sangat ekstrem saat berbuka, yang akhirnya berujung pada kesalahan nomor satu: makan berlebihan secara balas dendam. Makan Terlalu Cepat Karena rasa lapar yang tak terbendung, kita sering kali mengunyah makanan dengan terburu-buru. Padahal, otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memberikan sinyal "kenyang" ke seluruh tubuh. Risikonya: Saat makan terlalu cepat, Anda cenderung mengonsumsi kalori jauh lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan tubuh karena sinyal kenyang tersebut terlambat sampai ke otak. Selain itu, makanan yang tidak dikunyah dengan sempurna akan memperberat kerja usus. Panduan Berbuka yang Sehat dan Benar Agar manfaat puasa Ramadan terasa maksimal bagi fisik dan psikis, berikut adalah tips pola berbuka yang sehat dan aman: Bertahap adalah Kunci: Awali dengan air putih dan 1-3 butir kurma. Berikan jeda sekitar 15-20 menit (setelah shalat Maghrib) sebelum beralih ke makanan berat. Perhatikan Nutrisi: Pastikan piring makan Anda mengandung karbohidrat kompleks (nasi merah/gandum), protein (ayam/ikan/tempe), dan serat yang cukup dari sayur-sayuran. Kurangi Minyak dan Gula: Hindari penggunaan santan berlebih dan gorengan setiap hari. Sesekali diperbolehkan, namun jangan dijadikan menu utama harian. Cukup Cairan: Gunakan pola minum 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur) untuk menjaga hidrasi tanpa membuat perut kembung. Puasa adalah proses penyembuhan bagi tubuh. Sangat disayangkan jika proses yang sudah berjalan baik selama belasan jam rusak hanya karena pola berbuka yang salah dalam hitungan menit. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, Anda tidak hanya mendapatkan pahala ibadah, tetapi juga tubuh yang lebih sehat dan ringan untuk beraktivitas. Selalu ingat bahwa esensi Ramadan adalah pengendalian diri, termasuk mengendalikan nafsu makan saat berbuka tiba. Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari bayar fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara online dengan penyaluran amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #RamadanPenuhBerkah#KesalahanSaatBerbukaPuasa#TipsBerbukaPuasa#BayarZakatJogja#AmalanUtamaRamadan
ARTIKEL16/03/2026 | Kifti
Benarkah Berbuka Puasa dengan yang Manis Itu Sunnah?
Benarkah Berbuka Puasa dengan yang Manis Itu Sunnah?
Setiap kali bulan Ramadhan tiba, jargon "Berbukalah dengan yang Manis" seolah menjadi pesan wajib yang menghiasi layar televisi, radio, hingga media sosial. Kalimat ini telah begitu melekat dalam benak masyarakat Indonesia, sehingga banyak yang meyakini bahwa menyantap makanan manis seperti kolak, sirup, atau es buah saat adzan Maghrib berkumandang adalah bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Namun, benarkah demikian? Apakah ada dalil yang secara spesifik memerintahkan kita untuk berbuka dengan makanan manis? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu menelusuri literatur fikih dan hadits guna mendudukkan perkara ini secara proporsional. Mengacu pada Hadits Nabi SAW Jika kita merujuk pada hadits-hadits shahih, Rasulullah SAW memberikan tuntunan yang sangat spesifik mengenai menu berbuka puasa. Dari Anas bin Malik RA, ia berkata: "Rasulullah SAW berbuka dengan kurma basah (ruthab) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma kering (tamr). Dan jika tidak ada tamr, beliau meminum beberapa teguk air." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Berdasarkan hadits di atas, urutan prioritas utama saat berbuka adalah kurma basah, kurma kering, barulah kemudian air putih. Tidak ada penyebutan eksplisit mengenai "makanan manis" secara umum dalam teks hadits tersebut. Lantas, dari mana asal-usul anjuran "berbuka dengan yang manis"? Para ulama mencoba membedah alasan atau 'illat (sebab hukum) mengapa Rasulullah SAW memilih kurma. Menurut Syekh Al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi, pemilihan kurma dikarenakan sifatnya yang manis. Makanan manis dipercaya dapat membantu memulihkan pandangan mata yang sedikit kabur atau melemah akibat rasa lapar dan haus selama berpuasa. Di sinilah para ulama, termasuk Imam Asy-Syaukani, melakukan qiyas atau analogi. Jika kurma disunnahkan karena rasa manisnya yang bermanfaat bagi tubuh setelah berpuasa, maka makanan manis lainnya—selama itu halal dan baik—bisa menempati posisi kurma jika kurma tidak ditemukan. Oleh karena itu, dalam literatur fikih seperti kitab Fathul Mu’in, disebutkan bahwa urutan kesunnahan berbuka adalah kurma, kemudian air, barulah kemudian makanan manis lainnya. Jadi, berbuka dengan yang manis tetap memiliki dasar kesunnahan melalui jalur analogi, namun derajatnya tetap berada di bawah kurma dan air putih. Antara Tradisi dan Kesehatan Di Indonesia, tradisi berbuka dengan yang manis telah menjadi budaya yang kental. Kolak, es campur, dan aneka takjil manis lainnya seolah menjadi menu wajib. Secara medis, sebagaimana dijelaskan oleh para ahli kesehatan, tubuh memang membutuhkan asupan glukosa cepat serap setelah belasan jam tidak makan. Glukosa adalah sumber energi utama yang bisa langsung mengembalikan stamina tubuh yang lemas. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah "manis" yang dimaksud sebaiknya berasal dari bahan alami, seperti halnya kurma atau buah-buahan. Rasulullah SAW menyukai makanan yang manis dan dingin (seperti madu), namun beliau tetap mencontohkan pola hidup yang tidak berlebihan. Salah Kaprah "Berbukalah dengan yang Manis" Ada hal unik yang perlu diluruskan. Slogan "Berbukalah dengan yang Manis" sebenarnya lebih populer sebagai strategi pemasaran produk sirup dan minuman di Indonesia sejak dekade 90-an. Karena seringnya iklan tersebut diputar, masyarakat perlahan-lahan menganggapnya sebagai kutipan hadits atau anjuran agama yang baku. Secara fikih, jika seseorang memiliki kurma, maka ia lebih utama berbuka dengan kurma daripada segelas sirup manis. Jika tidak ada kurma, air putih adalah pilihan terbaik berikutnya sebelum beralih ke makanan manis lainnya. Urutan ini penting agar kita tetap mendapatkan keutamaan sunnah yang paling sempurna. Berdasarkan penjelasan di atas, berikut adalah cara terbaik untuk mengamalkan sunnah berbuka: Prioritaskan Kurma: Usahakan selalu menyediakan kurma di rumah. Cukup konsumsi 3 butir sesuai sunnah. Minum Air Putih: Jika tidak ada kurma, jangan langsung menyambar gorengan atau es yang sangat manis. Awali dengan air putih untuk menghidrasi tubuh. Hindari Manis Berlebihan: Meski makanan manis diperbolehkan, hindari penggunaan gula pasir yang berlebihan pada takjil karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang tidak sehat. Jangan Berlebihan: Poin utama dari puasa adalah pengendalian diri. Makanlah secukupnya agar tidak merasa berat saat melaksanakan shalat Maghrib dan Tarawih. Berbuka puasa dengan yang manis memang memiliki landasan dalam pendapat sebagian ulama melalui analogi terhadap kurma. Namun, yang paling utama dan sesuai dengan teks hadits adalah berbuka dengan kurma atau air putih. Kita boleh menikmati sajian manis khas Nusantara sebagai pelengkap, namun alangkah baiknya jika kita tetap mendahulukan apa yang dicontohkan langsung oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu, kita tidak hanya mendapatkan kesegaran fisik, tetapi juga keberkahan dari menjalankan sunnah yang sempurna. Wallahu a’lam bish-shawab. Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari bayar fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara online dengan penyaluran amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website:https://baznas.jogjakota.go.id #RamadanPenuhBerkah#Berbukadenganyangmanis#TipsMenuBerbukaPuasa#BayarZakatJogja#AmalanUtamaRamadan
ARTIKEL16/03/2026 | Kifti
Antara Ibadah dan Hati: Menahan Diri dari Pacaran Saat Berpuasa
Antara Ibadah dan Hati: Menahan Diri dari Pacaran Saat Berpuasa
Bulan Ramadan adalah waktu di mana seorang Muslim berlatih menahan diri. Bagi sebagian orang, ujian terberat bukan hanya rasa lapar, tetapi juga menahan keinginan untuk berinteraksi dengan pasangan yang belum halal (pacar). Fenomena ‘puasa komunikasi’ atau break sementara dari aktivitas pacaran selama Ramadan menjadi tren tersendiri. Namun, bagaimana kita memandangnya secara syariat dan psikologi? Kalau dalam perspektif syariat ini lebih ke berbicara antara keabsahan dan kualitas^^. Secara fikih, puasa seseorang tetap sah jika ia tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, hubungan suami-istri). Namun, esensi puasa adalah la'allakum tattaqun (agar kamu bertaqwa). Pasti akan ada istilah pahala yang terkikis saat seseorang punya ‘pacar’ dan aktif berkomunikasi disaat masih puasa maupun setelah berbuka (misalnya), namun disisi lain ia juga adalah seorang Muslim yang menunaikan puasa Ramadhan. Rasulullah saw. sudah mengingatkan bahwa banyak orang berpuasa hanya mendapat lapar dan haus saja karena tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan sia-sia, tinggal bagaimana kita mau merespons sabda Rasul saw. tersebut. Momentum puasa Ramadhan tak luput dari bentuk upaya seseorang mengasah pertahanan diri. Jika seseorang memilih untuk tidak kontak, tidak bertemu, tidak bercanda, dan lain sebagainya dengan pacarnya selama berpuasa, ia memang terbukti sedang berupaya meminimalisir dosa, dan semoga ini dapat dihitung sebagai langkah awal yang baik untuk menjaga kualitas puasa agar tidak menjadi sia-sia. Perspektif Psikologi terhadap Fenomena ‘Puasa Komunikasi’ Bagaimana perspektif psikologi merespons terkait fenomena ini? Dan bagaimana psikologi dapat berbicara tentang mengapa hal seperti pacaran itu termasuk yang sulit untuk ditinggalkan meski tahu itu bisa merusak pahala? Attachment Theory (Teori Kelekatan): Manusia memiliki kebutuhan dasar untuk terhubung dengan orang lain. Kehadiran pacar sering kali menjadi sumber dukungan emosional (emotional support), lalu memutus hubungan secara tiba-tiba bisa menimbulkan kecemasan (separation anxiety) bagi orang tersebut. Dopamin dan Kebiasaan: Interaksi dengan orang yang dicintai itu dapat melepaskan dopamin di otak. Jika dilihat, ketika ada kasus seseorang yang menghentikan interaksi tersebut secara mendadak, maka itu akan lebih terasa seperti ‘detoks’ yang menyakitkan secara emosional, bukan sebagai solusi. Internal Conflict (Konflik Internal): Saat posisi seseorang tersebut memiliki ‘pacar’ namun ia adalah Muslim yang tetap harus menjalankan kewajiban ibadahnya, maka ia akan mengalami dilema—antara identitas agamanya yang ingin taat dengan kebutuhan afeksinya. Makanya muncul istilah ‘Puasa komunikasi’, karena ia dapat dianggap sebagai cara mereka melakukan negosiasi diri untuk tetap merasa ‘menjadi orang baik’ tanpa harus kehilangan sumber kenyamanan mereka. Ramadan sebagai Momentum Reset Ramadan memang disebut sebagai momentum ‘Reset’, psikologi pun membenarkannya dengan memandang bahwa Ramadan adalah momen emas untuk pembentukan kebiasaan baru (habit formation). Jadi, ketika selama 30 hari seseorang mampu menahan diri dari interaksi yang tidak perlu, secara mental ia sebenarnya telah membuktikan bahwa ia bisa hidup mandiri tanpa ketergantungan pada hubungan yang tidak sehat atau belum halal tersebut dengan tanpa memberikan detoks atau menimbulkan kecemasan. Ia tak bisa disalahkan seluruhnya, cukup di do’akan semoga mendapatkan hidayah istiqomah, dikuatkan kakinya untuk bisa hijrah lebih maksimal lagi kedepannya, diingatkan kewajiban ibadahnya, dibimbing agar dapat menjadi Muslim yang lebih baik, serta tetap menasehatinya perlahan dan biarkan urusan tersebut menjadi tanggung jawabnya dengan Allah kelak, tanpa mengucilkan maupun menjauhinya sebagai sesama saudara Muslim. Generasi muda memang generasi yang notabenenya sedang berupaya menjalankan ibadah secara maksimal, namun diiringi lika-liku yang membuat mereka masih terjebak dalam hubungan yang belum halal. Semoga artikel ini dapat membantu merespons dari sudut pandang syariat dengan cara yang tenang dan edukatif. Sumber Referensi Informasi ini penulis sarikan diantaranya dari: H.R. Bukhari & Muslim tentang pembatal pahala puasa. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin: Mengenai tiga tingkatan puasa (Puasa Awam, Khusus, dan Khususul Khusus). Fatwa Syekh bin Baz dan Al-Lajnah Ad-Daimah mengenai pengaruh kemaksiatan terhadap pahala ibadah puasa. Bowlby, J. (1988): A Secure Base (Mengenai Teori Kelekatan / Attachment Theory). Duhigg, C. (2012): The Power of Habit (Mengenai bagaimana lingkungan Ramadan membantu memutus siklus kebiasaan lama). Mari Sempurnakan Hijrahmu dengan Berbagi ke Sesama^^ Menahan diri dari hal yang meragukan adalah bentuk perjuangan batin, nah sembari kamu berjuang memperbaiki diri dan menjaga kualitas puasa dari godaan nafsu, mari sempurnakan juga ibadahmu dengan amal nyata yang pasti mendatangkan pahala. Baznas Kota Yogyakarta mengajak kamu untuk mengalihkan energi cinta kepada mereka yang lebih membutuhkan^^. Mari salurkan zakat, infak, dan sedekahmu melalui lembaga resmi yang amanah ya!^^ Untuk Layanan Muzakki Hubungi ???? Alamat: Komplek Balaikota Yogyakarta, Jl. Kenari No. 56, Muja Muju. ???? Layanan Digital: ???? Website: kotayogya.baznas.go.id ???? WhatsApp: 0821-4123-2770 Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut. Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id #BAZNASKotaYogyakarta#PerbedaanInfakDanShodaqoh#Infak#Shodaqoh#Sedekah#AmalKebaikan#BerbagiKebaikan#YukInfakDanSedekah
ARTIKEL16/03/2026 | Azka Atthaya K.H
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →