WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Rakor Optimalisasi Peran Peran Mal Pelayanan Publik (MPP)

Yogyakarta – BAZNAS Kota Yogyakarta menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Peran Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk peningkatan daya tarik investasi yang dilaksanakan pada Kamis (12/2) di Ruang Rapat Arjuna Lantai 3.

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Substansi Penanaman Modal I tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Yogyakarta, Budi Santosa, S.STP., M.Si.

Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, lembaga vertikal, aparat penegak hukum, perbankan, hingga lembaga layanan publik lainnya. Kehadiran lintas sektor diharapkan mampu memperkuat integrasi layanan pada MPP sehingga semakin efektif, cepat, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Partisipasi BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi wujud komitmen dalam mendukung sinergi antarinstansi demi peningkatan kualitas pelayanan publik. Kolaborasi yang kuat melalui MPP diharapkan ikut menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif di Kota Yogyakarta.

Melalui forum ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap koordinasi dan komunikasi antar lembaga terus terjalin dengan baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

 

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id/

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

12/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang 1
Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta

Tarhib Ramadhan sebagai Spirit Menyambut Bulan Suci

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menghadirkan kegiatan bernuansa religius dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan melalui agenda Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Masjid Pangeran Diponegoro, Balaikota Yogyakarta. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan spiritual generasi muda Islam sebelum memasuki bulan penuh berkah. Sejak pagi hari, para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun secara khidmat dan inspiratif.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini diikuti oleh Kader Hafidz serta Kader Remaja Masjid binaan BAZNAS Kota Yogyakarta yang selama ini aktif dalam program pembinaan keagamaan. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat kolektif untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan ilmu yang cukup. BAZNAS Kota Yogyakarta memandang generasi muda sebagai aset strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam setiap program yang dijalankan.

Masjid Pangeran Diponegoro dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis dan simbolis sebagai pusat kegiatan keagamaan di lingkungan pemerintahan Kota Yogyakarta. Suasana masjid yang sejuk dan penuh ketenangan menambah kekhusyukan selama acara berlangsung. Para peserta tampak mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Nuansa kebersamaan begitu terasa, menciptakan energi positif yang menguatkan semangat menyambut Ramadhan.

Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa Tarhib Ramadhan bukan sekadar seremonial, melainkan sarana membangun kesiapan lahir dan batin. Ramadhan dipandang sebagai bulan pendidikan spiritual yang harus disambut dengan kesadaran dan pemahaman yang baik. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak mulia menjadi pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Kader Hafidz yang hadir merupakan para penghafal Al-Qur’an yang selama ini mendapatkan pendampingan dari BAZNAS Kota Yogyakarta. Keberadaan mereka diharapkan mampu menghidupkan masjid dan lingkungan sekitar dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Sementara itu, Kader Remaja Masjid menjadi motor penggerak kegiatan keislaman yang kreatif dan inklusif. Kolaborasi keduanya menciptakan sinergi yang kuat dalam dakwah berbasis generasi muda.

Rangkaian acara Tarhib Ramadhan diisi dengan tausiyah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta refleksi persiapan menyambut Ramadhan. Materi yang disampaikan mengajak peserta untuk melakukan muhasabah diri dan memperbaiki niat dalam beribadah. Para pemateri juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi amal kebaikan, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga setelahnya. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan namun penuh makna.

Selain penguatan spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antar kader dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta. Interaksi yang terjalin memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam satu visi dakwah. Para peserta saling berbagi pengalaman dan motivasi dalam menjalankan peran sebagai kader binaan BAZNAS Kota Yogyakarta. Hal ini menjadi modal sosial yang penting untuk keberlanjutan program-program keumatan.

BAZNAS Kota Yogyakarta secara konsisten menjadikan pembinaan kader sebagai bagian dari strategi pengelolaan zakat yang berdampak jangka panjang. Tidak hanya fokus pada pendistribusian dana, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak. Tarhib Ramadhan menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai lembaga yang tidak hanya amanah, tetapi juga visioner.

Semangat menyambut Ramadhan yang ditanamkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menular ke masyarakat luas. Para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai kebaikan di lingkungan masing-masing. Dengan bekal ilmu dan spiritualitas yang kuat, mereka diharapkan dapat menghidupkan suasana Ramadhan yang penuh makna. BAZNAS Kota Yogyakarta percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini juga menjadi pengingat pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung program-program pembinaan umat. Dana ZIS yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam program kaderisasi. Dukungan para muzaki menjadi kunci keberlangsungan program-program tersebut. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperluas dampak kebaikan.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum berbagi dan peduli. Tidak hanya melalui ibadah personal, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang nyata. Zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial. Dengan menunaikan ZIS melalui lembaga resmi, kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana doa bersama menjadi momen yang penuh haru dan kekhusyukan. Para peserta memanjatkan doa agar Ramadhan yang akan datang dapat dilalui dengan penuh keberkahan dan keistiqamahan. Harapan besar disematkan agar para kader mampu menjalankan perannya dengan baik di tengah masyarakat. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendampingi dan membersamai para kader dalam setiap langkah kebaikan.

Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid ini menjadi bukti nyata kepedulian BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang berdaya. Melalui sinergi antara pembinaan spiritual dan dukungan ZIS, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih religius dan sejahtera. Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan kebaikan. Bersama BAZNAS Kota Yogyakarta, mari sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan kepedulian yang nyata.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

09/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
PROGRAM RUMAH LAYAK HUNI BAZNAS KOTA YOGYAKARTA

Komitmen Nyata untuk Hunian yang Lebih Layak

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan Program Rumah Layak Huni pada Minggu, 8 Februari 2026. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa hunian yang aman, sehat, dan layak. Rumah bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga ruang tumbuh bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih bermartabat. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung dan berkelanjutan. Pelaksanaan program ini sekaligus menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif. Kepercayaan muzaki menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Program Rumah Layak Huni ini dilaksanakan melalui sinergi antara BAZNAS Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial. Kehadiran Wali Kota Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Program ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Dengan kerja sama yang solid, manfaat program dapat dirasakan secara lebih optimal.

Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pagi hari dan dilaksanakan di dua lokasi berbeda di wilayah Kota Yogyakarta. Lokasi pertama berlangsung pada pukul 06.00 WIB di wilayah Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron. Sementara itu, lokasi kedua dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB di wilayah Keparakan, Kemantren Mergangsan. Penentuan lokasi ini didasarkan pada hasil asesmen kebutuhan yang telah dilakukan secara menyeluruh. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan bantuan hunian layak. Pendekatan berbasis data ini menjadi bagian dari komitmen akuntabilitas lembaga.

Pada lokasi pertama, penerima manfaat Program Rumah Layak Huni adalah Bapak Maryadi yang beralamat di Dukuh MJ I/1342 RT 70 RW 15, Gedongkiwo, Mantrijeron. Kondisi rumah yang sebelumnya kurang layak huni menjadi perhatian bersama. Melalui program ini, rumah Bapak Maryadi mendapatkan peningkatan kualitas agar lebih aman dan nyaman untuk ditinggali. Perbaikan hunian ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bantuan yang diberikan tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memberikan ketenangan dan harapan baru. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, pada lokasi kedua, penerima manfaat adalah Bapak Budi Santoso yang tinggal di Keparakan Lor MG I/687 RT 35 RW 008, Keparakan, Mergangsan. Rumah yang sebelumnya belum memenuhi standar kelayakan menjadi sasaran perbaikan melalui program ini. BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan hunian yang lebih sehat dan manusiawi bagi keluarga penerima manfaat. Perbaikan rumah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan keluarga. Dengan hunian yang layak, keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan produktif. Program ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.

Seluruh pendanaan Program Rumah Layak Huni ini bersumber dari dana non APBD yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang telah mempercayakan pengelolaannya kepada BAZNAS Kota Yogyakarta. Penggunaan dana dilakukan secara amanah dan sesuai dengan prinsip syariah. Setiap rupiah yang disalurkan diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penerima. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam setiap pelaksanaan program. Hal ini menjadi upaya BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat pendampingan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. OPD pendamping yang terlibat antara lain Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta. Kehadiran OPD pendamping memberikan dukungan teknis sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan. Kolaborasi ini memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan dan standar yang ditetapkan. Sinergi lintas OPD menjadi contoh baik dalam pelaksanaan program sosial terpadu. Dengan kerja sama ini, pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif.

Rumah layak huni memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga. Hunian yang aman dan sehat menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan yang berkualitas. Melalui Program Rumah Layak Huni, BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun harapan dan semangat hidup penerima manfaat. Rumah yang layak akan berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan stabilitas ekonomi keluarga. Dengan demikian, program ini menjadi investasi sosial jangka panjang.

Program Rumah Layak Huni juga menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat jangka panjang. Pendekatan ini sejalan dengan visi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Dengan semakin banyaknya muzaki, manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Dukungan dari Pemerintah Kota Yogyakarta, OPD pendamping, serta para muzaki menjadi faktor utama keberhasilan program. Kolaborasi yang terjalin mencerminkan semangat gotong royong dalam membantu sesama. Program ini tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, sinergi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut. Bersama, kita dapat menghadirkan perubahan sosial yang lebih baik.

Ke depan, BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus melanjutkan Program Rumah Layak Huni. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Evaluasi dan peningkatan kualitas program akan terus dilakukan. Dengan dukungan berkelanjutan dari para muzaki, manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapannya, semakin banyak keluarga yang dapat menikmati hunian layak.

Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, dana ZIS dikelola secara profesional dan amanah. Program Rumah Layak Huni menjadi salah satu contoh nyata pemanfaatan dana tersebut. Setiap kontribusi yang diberikan memiliki arti besar bagi kehidupan orang lain. Dengan berzakat, masyarakat turut berperan aktif dalam pembangunan sosial. Kebaikan yang ditunaikan hari ini akan menjadi keberkahan di masa depan.

Program Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi wujud ikhtiar bersama dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan mendapat ridho Allah SWT. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan kebersamaan, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Semoga program ini membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

08/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” Warnai Program Ramadan BAZNAS 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama pengelolaan zakat tahun 2026, termasuk pada momentum Ramadan. Tagline tersebut menegaskan posisi zakat sebagai instrumen sosial yang memiliki kontribusi besar dalam menjawab persoalan nasional, seperti kemiskinan, bencana alam, dan kesenjangan pembangunan.

Penguatan peran zakat tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penyampaian arah kebijakan dan program BAZNAS selama bulan Ramadan tahun ini.

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa tagline yang diusung mencerminkan semangat kolektif bangsa dalam mengoptimalkan zakat sebagai pilar penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor.

Ia mencontohkan peran zakat dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

“Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya. Menurut Kiai Noor, meningkatnya kedermawanan masyarakat selama Ramadan menjadi momentum penting dalam menggerakkan zakat, infak, dan sedekah sebagai pengungkit kesejahteraan.

“Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ucap Kiai Noor.

Pada 2026, BAZNAS akan memprioritaskan penguatan respons kebencanaan, mulai dari fase darurat hingga pemulihan berbasis pemberdayaan. Program seperti Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid telah disiapkan untuk mendukung pemulihan pascabencana.

“Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” kata Kiai Noor.

Selain fokus kebencanaan, BAZNAS juga memperluas program di bidang ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan. Kiai Noor berharap tagline tersebut menjadi ajakan bersama agar zakat menjadi energi persatuan nasional.

“Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya.

Konferensi pers tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan deputi BAZNAS RI, para amil, serta pemangku kepentingan terkait.

 

Kontributor : Adam Fakhrian

Editor : PUT

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari kuatkan kepedulian sosial dengan ZIS-DSKL yang amanah

Mari jadikan fidyah sebagai jalan berbagi dan mendidik akhlak

Mari dukung program kemaslahatan umat bersama BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk kemudahan dan keberkahan ibadah Anda.

#BAZNASKotaYogyakarta #FidyahSosial #SolidaritasIslam #EdukasiSosial #ZISDSKL #FidyahRamadan #ZakatJogja #UmatPeduli

04/02/2026 | Kontributor: BAZNAS RI
RAKORDA BAZNAS Se-DIY Perkuat Sinergi ZIS-DSKL untuk Kesejahteraan Umat

Sinergi Lembaga Zakat dalam Forum Strategis

Rapat Koordinasi Daerah BAZNAS Se-DIY menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang pertemuan resmi antar BAZNAS kabupaten dan kota untuk menyelaraskan visi, misi, dan langkah strategis. BAZNAS Kabupaten Gunungkidul dipercaya sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan agenda koordinasi ini. Seluruh perwakilan BAZNAS se-DIY hadir sebagai bentuk komitmen kolektif membangun tata kelola zakat yang profesional. Acara berlangsung di Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul yang dikenal sebagai ruang diskusi yang hangat dan bersahaja. Suasana kekeluargaan mengiringi jalannya diskusi sejak awal kegiatan.

Rakorda ini menjadi sarana evaluasi atas kinerja pengelolaan zakat yang telah berjalan. Selain itu forum ini juga dimanfaatkan untuk menyusun langkah konkret menghadapi tantangan ke depan. Setiap daerah menyampaikan capaian serta hambatan yang dihadapi di lapangan. Pertemuan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga substantif. Diskusi dilakukan secara terbuka dan konstruktif. Seluruh peserta menunjukkan keseriusan dalam memperkuat peran zakat bagi kesejahteraan umat. Rakorda ini menjadi cerminan semangat kolaborasi lintas daerah. Kesamaan tujuan menjadi fondasi utama dalam setiap pembahasan. BAZNAS Kota Yogyakarta hadir aktif dalam setiap sesi diskusi. Kehadiran ini menegaskan peran strategis BAZNAS Kota Yogyakarta dalam pengelolaan ZIS-DSKL. Forum ini diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama yang aplikatif. Sinergi yang terbangun menjadi modal penting bagi keberlanjutan program zakat.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai Tuan Rumah

Penunjukan BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah Rakorda BAZNAS Se-DIY membawa makna tersendiri. Kabupaten Gunungkidul selama ini dikenal aktif dalam pengembangan program zakat berbasis pemberdayaan. Lokasi kegiatan dipilih dengan mempertimbangkan kenyamanan dan suasana yang mendukung dialog terbuka. Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul menjadi tempat yang merepresentasikan kearifan lokal. Pemilihan lokasi ini juga mencerminkan kedekatan BAZNAS dengan masyarakat. Tuan rumah menyambut seluruh peserta dengan penuh keramahan. Persiapan acara dilakukan secara matang dan terkoordinasi. Hal ini terlihat dari kelancaran acara sejak awal hingga akhir.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul menunjukkan profesionalisme sebagai penyelenggara. Setiap detail kegiatan diperhatikan dengan baik. Kehangatan suasana membuat diskusi berjalan lebih cair. Peserta merasa nyaman menyampaikan pandangan dan gagasan. Semangat kebersamaan sangat terasa sepanjang kegiatan. Tuan rumah juga memfasilitasi kebutuhan teknis peserta. Hal ini mendukung efektivitas jalannya Rakorda. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi catatan positif bagi BAZNAS Kabupaten Gunungkidul. Peran tuan rumah diapresiasi oleh seluruh peserta. Forum ini memperkuat jejaring antar BAZNAS di DIY. Sinergi yang terbangun diharapkan terus berlanjut pasca kegiatan.

Kehadiran Lengkap BAZNAS Se-DIY

Rakorda BAZNAS Se-DIY diikuti oleh seluruh BAZNAS kabupaten dan kota di wilayah DIY. Kehadiran lengkap ini menunjukkan keseriusan lembaga zakat dalam membangun koordinasi regional. Setiap perwakilan hadir dengan membawa laporan dan masukan dari daerah masing-masing. Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Tidak ada sekat antara daerah satu dengan lainnya. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat. Kehadiran BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi salah satu sorotan dalam forum ini.

BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal aktif dalam pengembangan program inovatif. Kontribusi gagasan dari BAZNAS Kota Yogyakarta memperkaya diskusi. Seluruh peserta saling belajar dari pengalaman daerah lain. Forum ini memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar BAZNAS DIY. Pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi kelembagaan. Setiap BAZNAS menyadari pentingnya keselarasan langkah. Perbedaan karakteristik daerah menjadi kekuatan jika dikelola bersama. Rakorda ini menjadi wadah pemersatu. Semangat kolaborasi terasa kuat dalam setiap sesi. Kehadiran lengkap peserta memperkuat legitimasi hasil Rakorda. Kesepakatan yang dihasilkan menjadi tanggung jawab bersama. Forum ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas wilayah.

Evaluasi Pengumpulan Zakat sebagai Agenda Utama

Salah satu agenda utama dalam Rakorda adalah evaluasi pencapaian target pengumpulan zakat. Setiap BAZNAS memaparkan capaian pengumpulan ZIS di wilayah masing-masing. Data yang disampaikan menjadi bahan analisis bersama. Diskusi difokuskan pada strategi peningkatan penghimpunan zakat. Tantangan dalam pengumpulan zakat dibahas secara terbuka. Peserta saling memberikan masukan konstruktif. Pengalaman daerah dengan capaian tinggi menjadi referensi bersama.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan capaian dan strategi yang telah diterapkan. Pemanfaatan digitalisasi menjadi salah satu poin penting dalam diskusi. Evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat kinerja ke depan. Setiap daerah didorong untuk berinovasi. Pengumpulan zakat dipandang sebagai pintu masuk pemberdayaan umat. Diskusi juga menyoroti pentingnya literasi zakat di masyarakat. Kesadaran muzaki menjadi faktor kunci keberhasilan. Forum ini menegaskan perlunya pendekatan yang adaptif. Kolaborasi antar BAZNAS menjadi solusi atas berbagai kendala. Evaluasi dilakukan secara objektif dan transparan. Data menjadi dasar pengambilan keputusan. Rakorda ini menghasilkan rekomendasi strategis. Penguatan pengumpulan zakat menjadi komitmen bersama.

Pembahasan IZN Micro dan Makro

Rakorda BAZNAS Se-DIY juga membahas pengembangan IZN Micro dan Makro. Program ini menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi umat. Setiap BAZNAS menyampaikan progres implementasi program IZN. Diskusi menyoroti keberhasilan dan tantangan di lapangan. Pendekatan Micro dinilai efektif untuk penguatan usaha kecil. Sementara pendekatan Makro diarahkan pada dampak yang lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta berbagi pengalaman dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Integrasi program menjadi salah satu fokus pembahasan.

Peserta sepakat bahwa IZN harus dikelola secara berkelanjutan. Pendampingan mustahik menjadi faktor penentu keberhasilan. Forum ini juga membahas pengukuran dampak program. Data dampak menjadi penting untuk evaluasi. Diskusi berlangsung mendalam dan aplikatif. Setiap daerah menyampaikan inovasi yang telah dilakukan. Program IZN dipandang sebagai wajah zakat produktif. Rakorda ini memperkuat komitmen pengembangan IZN. Sinergi antar daerah menjadi kunci keberhasilan. Pembahasan ini menghasilkan kesepakatan strategis. Implementasi program akan terus dimonitor bersama. IZN menjadi fokus penguatan ke depan.

Agenda Strategis FGD ZIS DSKL

Agenda terdekat yang dibahas dalam Rakorda adalah pelaksanaan FGD ZIS DSKL. Forum diskusi ini dirancang untuk memperdalam pemahaman dan strategi pengelolaan ZIS DSKL. Peserta sepakat bahwa ZIS DSKL membutuhkan pendekatan khusus. Diskusi awal dilakukan untuk menyamakan persepsi. Setiap BAZNAS menyampaikan pandangan terkait implementasi ZIS DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel. FGD dipandang sebagai ruang strategis untuk merumuskan kebijakan. Agenda ini dirancang secara terstruktur dan sistematis.

Diskusi menyoroti peran zakat dalam pembangunan berkelanjutan. ZIS DSKL menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan. Forum ini juga membahas kesiapan sumber daya. Kolaborasi lintas sektor menjadi perhatian utama. Peserta sepakat bahwa FGD harus menghasilkan rekomendasi konkret. Agenda ini menjadi prioritas bersama. Rakorda menetapkan langkah-langkah awal pelaksanaan FGD. Setiap daerah memiliki peran dalam menyukseskan agenda ini. ZIS DSKL dipandang sebagai masa depan pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung visioner dan progresif. Rakorda ini menjadi titik awal penguatan ZIS DSKL. Komitmen bersama menjadi modal utama.

Pandangan Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pandangan strategis dalam Rakorda tersebut. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar BAZNAS di DIY. Menurut beliau, koordinasi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan zakat. Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan bahwa Rakorda bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi ruang refleksi dan perencanaan bersama. Beliau menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan ZIS. Kepercayaan masyarakat harus terus dijaga. Drs. H. Syamsul Azhari juga menekankan pentingnya inovasi.

Digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis. Menurut beliau, pendekatan kreatif diperlukan untuk menjangkau muzaki. Program pemberdayaan harus berdampak nyata. IZN menjadi instrumen penting dalam hal ini. Beliau mengapresiasi peran BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah. Suasana diskusi yang hangat dinilai mendukung produktivitas forum. Drs. H. Syamsul Azhari mengajak seluruh BAZNAS untuk terus belajar. Kolaborasi lintas daerah harus diperkuat. Rakorda ini diharapkan menghasilkan langkah konkret. Pandangan beliau menjadi penguat arah kebijakan. Pesan tersebut diterima dengan antusias oleh peserta.

Kutipan Langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pernyataan secara langsung. Beliau mengatakan, “Rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pengelolaan zakat di DIY.” Pernyataan tersebut disampaikan dengan penuh keyakinan. Beliau menegaskan bahwa sinergi adalah kunci keberhasilan. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam mengelola zakat,” ujar beliau. Menurut Drs. H. Syamsul Azhari, koordinasi akan memperkuat dampak program. Beliau juga menyampaikan pentingnya menjaga kepercayaan muzaki. “Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” lanjutnya.

Beliau menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas. Program zakat harus memberikan manfaat nyata bagi mustahik. “IZN Micro dan Makro harus terus kita kembangkan,” ungkap beliau. Drs. H. Syamsul Azhari juga menyoroti pentingnya ZIS DSKL. “FGD ZIS DSKL harus menghasilkan kebijakan yang aplikatif,” katanya. Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Pesan beliau menjadi penguat semangat bersama. Kutipan ini mencerminkan arah kebijakan BAZNAS Kota Yogyakarta. Pernyataan disampaikan secara lugas dan inspiratif. Peserta mencatat poin-poin penting tersebut. Ucapan ini menjadi salah satu sorotan Rakorda. Pesan beliau diharapkan menjadi pedoman bersama.

Komitmen Bersama Membangun Zakat Berkelanjutan

Rakorda BAZNAS Se-DIY menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat. Setiap BAZNAS menyadari peran strategisnya masing-masing. Komitmen ini tidak hanya bersifat normatif. Kesepakatan dituangkan dalam langkah-langkah konkret. Sinergi menjadi kata kunci dalam setiap rencana. Pengelolaan zakat diarahkan pada keberlanjutan. Program pemberdayaan menjadi prioritas utama. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berinovasi.

Kolaborasi lintas daerah akan terus diperkuat. Rakorda ini menjadi pijakan penting ke depan. Setiap daerah memiliki tanggung jawab yang sama. Komitmen ini didukung oleh semangat kebersamaan. Tantangan ke depan dihadapi secara kolektif. Zakat dipandang sebagai solusi sosial. Pengelolaan profesional menjadi keharusan. Rakorda ini mempertegas arah kebijakan regional. Komitmen bersama ini diharapkan berdampak luas. Keberlanjutan program menjadi fokus utama. Sinergi menjadi modal sosial yang kuat.

Peran Strategis BAZNAS Kota Yogyakarta

BAZNAS Kota Yogyakarta memainkan peran strategis dalam Rakorda ini. Kehadiran aktif dalam setiap sesi menunjukkan komitmen lembaga. BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal sebagai pelopor inovasi. Program-program yang dijalankan menjadi referensi daerah lain. Kontribusi pemikiran memperkaya diskusi. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif mendorong kolaborasi. Peran ini diapresiasi oleh peserta Rakorda. Komitmen terhadap pengelolaan profesional menjadi ciri khas.

BAZNAS Kota Yogyakarta terus memperkuat tata kelola. Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama. Pendekatan berbasis data diterapkan secara konsisten. Program pemberdayaan terus dikembangkan. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif dalam literasi zakat. Edukasi kepada masyarakat menjadi prioritas. Peran strategis ini diharapkan terus berlanjut. Rakorda ini memperkuat posisi BAZNAS Kota Yogyakarta. Sinergi regional menjadi bagian dari strategi. Peran aktif ini berdampak positif bagi DIY. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berkontribusi.

Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Umat

Rakorda ini menegaskan kembali peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Zakat tidak hanya bersifat konsumtif. Pendekatan produktif menjadi fokus utama. Program IZN menjadi contoh nyata. Pemberdayaan ekonomi mustahik menjadi tujuan. Zakat diarahkan untuk meningkatkan kemandirian. Rakorda ini memperkuat paradigma tersebut. Setiap BAZNAS berkomitmen menjalankan program berdampak. Zakat dipandang sebagai solusi sosial.

Pengelolaan profesional menjadi syarat utama. Sinergi memperkuat dampak program. ZIS DSKL menjadi bagian penting dari strategi. Rakorda ini menjadi ruang penyelarasan visi. Pemberdayaan umat menjadi tujuan bersama. Zakat dikelola secara amanah. Kepercayaan masyarakat menjadi prioritas. Rakorda ini memperkuat komitmen tersebut. Program zakat diharapkan semakin tepat sasaran. Dampak jangka panjang menjadi fokus. Zakat menjadi kekuatan pembangunan sosial.

Berzakat, Infak, dan Sedekah

Rakorda ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi. Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Zakat, infak, dan sedekah memiliki dampak besar. Setiap kontribusi menjadi amal jariyah. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan yang amanah. Program disalurkan secara tepat sasaran. Masyarakat diajak menjadi bagian dari perubahan.

ZIS-DSKL menjadi instrumen keberlanjutan. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan. BAZNAS Kota Yogyakarta membuka akses seluas-luasnya. Kemudahan layanan menjadi prioritas. Masyarakat dapat menyalurkan ZIS dengan nyaman. Rakorda ini memperkuat ajakan tersebut. Zakat menjadi solusi bersama. Infak dan sedekah memperkuat solidaritas. Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama. BAZNAS Kota Yogyakarta siap melayani. Mari bersama membangun kesejahteraan umat.

Fidyah Digital

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan fidyah secara mudah dan aman. Fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sesuai ketentuan. BAZNAS Kota Yogyakarta menyediakan layanan digital untuk kemudahan. Masyarakat dapat menunaikan fidyah melalui kantor digital resmi. Layanan ini dirancang untuk kenyamanan muzaki. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama. BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyediakan layanan informasi.

Nomor layanan muzaki siap melayani masyarakat. Fidyah yang ditunaikan akan disalurkan secara tepat. Program ini menjadi bagian dari ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan sesuai syariat. Layanan digital memudahkan masyarakat. Fidyah dapat ditunaikan kapan saja. Rakorda ini memperkuat komitmen pelayanan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berinovasi. Masyarakat diajak memanfaatkan layanan resmi. Fidyah menjadi bagian dari kepedulian sosial. BAZNAS Kota Yogyakarta siap menjadi mitra umat. Mari tunaikan fidyah dengan amanah.

Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta untuk pemberdayaan umat.

Mari salurkan infak dan sedekah sebagai wujud kepedulian sosial.

Mari dukung program ZIS-DSKL demi kesejahteraan berkelanjutan.

Mari percayakan ZIS kepada BAZNAS Kota Yogyakarta yang amanah dan profesional.

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi layanan muzaki 0821-4123-2770

#BAZNASKotaYogyakarta #RakordaBAZNASDIY #ZISDSKL #ZakatUntukUmat #FidyahBAZNAS

04/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Berita Terbaru

BAZNAS Kota Yogyakarta Terima Bantuan Dari Mahasiswa HMI Komisariat Tunas Bangsa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk Korban Erupsi Gunung Lowatobi
BAZNAS Kota Yogyakarta Terima Bantuan Dari Mahasiswa HMI Komisariat Tunas Bangsa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk Korban Erupsi Gunung Lowatobi
Yogyakarta, Senin (25/11/2024)/22 Jumadil Ulla 1446H — BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam. Kamis lalu (21/11/2024), bertempat di Kantor BAZNAS Kota Yogyakarta, Mahasiswa HMI Komisariat Tunas Bangsa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 1.260.000, sembilan dus pakaian layak pakai, Al-Qur'an, dan sepatu untuk korban erupsi Gunung Lowatobi. Penyerahan ini dilakukan bertepatan dengan 9 Jumadil Awal 1446 H. Bantuan ini menjadi bukti nyata implementasi semangat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai salah satu pilar utama dalam Islam, ZIS memiliki peran besar dalam menciptakan solidaritas sosial. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, mengapresiasi inisiatif para mahasiswa HMI. “Bantuan ini adalah wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap sesama. Kami harap semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi masyarakat luas untuk semakin aktif berzakat, berinfak, dan bersedekah,” ujarnya. Erupsi Gunung Lowatobi yang terjadi beberapa waktu lalu meninggalkan dampak besar bagi masyarakat sekitar. Dalam situasi seperti ini, zakat, infak, dan sedekah menjadi solusi konkret untuk membantu mereka yang membutuhkan. Dengan menyalurkan zakat dan infak melalui lembaga seperti BAZNAS, setiap bantuan akan dikelola secara profesional dan tepat sasaran. HMI Komisariat Tunas Bangsa UMY menyampaikan bahwa penggalangan donasi ini merupakan bagian dari kepedulian sosial mereka sebagai mahasiswa. “Kami menggalang dana dari mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Gunung Lowatobi,” ujar Ketua Komisariat HMI. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berbagi melalui infak dan sedekah, yang tak hanya memberikan manfaat duniawi, tetapi juga keberkahan ukhrawi. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan bahwa seluruh bantuan akan segera disalurkan kepada korban bencana. Bantuan berupa uang tunai akan digunakan untuk kebutuhan mendesak, sedangkan barang lainnya seperti pakaian, Al-Qur'an, dan sepatu akan disalurkan kepada para korban sesuai kebutuhan mereka. “Kami selalu berkomitmen memastikan setiap infak dan sedekah yang diterima dikelola dengan amanah. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah demi membantu mereka yang sedang dalam kesulitan,” tambah Syamsul Azhari. Semangat zakat, infak, dan sedekah bukan hanya membantu yang membutuhkan, tetapi juga membersihkan harta kita dan menambah keberkahan. Sebagai umat Islam, berzakat adalah kewajiban, sedangkan infak dan sedekah adalah wujud keikhlasan dan cinta kasih kepada sesama. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat dalam gerakan ini, Indonesia bisa menjadi negara yang kuat secara sosial dan ekonomi. Untuk Anda yang ingin berkontribusi, BAZNAS Kota Yogyakarta membuka berbagai layanan zakat, infak, dan sedekah. Mari bersama-sama memperkuat solidaritas dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi musibah. Berzakatlah hari ini, karena kebaikan sekecil apa pun akan membawa keberkahan yang besar. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA25/11/2024 | Amil
BAZNAS Kota Yogyakarta Bangun Generasi Qur'ani Melalui Program Madrasah Al-Qur'an (MDA) di SD Negeri Sosrowijayan
BAZNAS Kota Yogyakarta Bangun Generasi Qur'ani Melalui Program Madrasah Al-Qur'an (MDA) di SD Negeri Sosrowijayan
Yogyakarta, 22 November 2024/ 10 Jumadil Awwal 1446H -- BAZNAS Kota Yogyakarta melalui program Madrasah Al-Qur'an (MDA) hadir di SD Negeri Sosrowijayan, Yogyakarta, sebagai wujud nyata pemberdayaan zakat, infak, dan sedekah. Program ini merupakan hasil sinergi BAZNAS Kota Yogyakarta dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) serta Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta. BAZNAS menyalurkan dana zakat untuk mendukung kegiatan ini, Dikpora menyediakan lokasi dan santri, sementara Kemenag menghadirkan ustaz yang membimbing para peserta. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menegaskan pentingnya mendidik anak-anak sebagai amanah Allah SWT. "Anak adalah anugerah sekaligus amanah yang harus kita jaga agar selamat dunia dan akhirat. Mereka tidak hanya menjadi kebanggaan di dunia, tetapi juga menjadi pelita di akhirat melalui doa mereka," ungkapnya. Dana zakat yang terkumpul dari masyarakat menjadi modal utama untuk membiayai pendidikan Al-Qur'an ini, menciptakan investasi sedekah jariyah yang pahalanya mengalir tanpa henti. Melalui MDA, para santri dibimbing untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an. Program ini bertujuan melahirkan generasi Qur'ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat dalam akhlak. Infak dari masyarakat membantu memastikan kelancaran fasilitas pembelajaran, sementara sedekah menjadi penopang kesejahteraan para ustaz yang mengabdikan waktu mereka. Sinergi ini menciptakan ekosistem pendidikan berbasis zakat yang holistik. H. Syamsul Azhari juga mengutip hadits Rasulullah saw., "Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan." Hal ini, menurut beliau, menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus mendukung pendidikan Qur'ani melalui zakat, infak, dan sedekah. Program seperti MDA adalah bukti nyata bahwa dana zakat dapat menjadi solusi strategis untuk membangun masa depan umat. Kehadiran MDA di SD Negeri Sosrowijayan mendapat sambutan hangat dari para orang tua dan guru. Mereka berharap anak-anak dapat menjadi generasi yang sholeh dan sholehah, berkontribusi bagi keluarga dan masyarakat. Setiap rupiah zakat yang disalurkan menjadi berkah berlipat ganda, mencerminkan komitmen kolektif untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara institusi pemerintah dan pengelola zakat mampu memberikan dampak signifikan. Zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan baik dapat menjadi penggerak utama dalam membangun pendidikan berbasis agama, menciptakan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai Qur'ani. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA22/11/2024 | Amil
Amirul Azzam, Penerima Beasiswa Kader Hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta, Raih Juara 1 MTQ Sleman
Amirul Azzam, Penerima Beasiswa Kader Hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta, Raih Juara 1 MTQ Sleman
Amirul Azzam, siswa kelas 8 SMPN 7 Yogyakarta, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 Cabang 1 Juz dan Tilawah pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kabupaten Sleman. Kompetisi ini berlangsung di Pendopo Pemerintah Kabupaten Sleman pada Sabtu, 14 Jumadil Awal 1446 H (16 November 2024). Prestasi ini menunjukkan bagaimana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS Kota Yogyakarta mampu mencetak generasi muda yang unggul dan berprestasi. Sebelumnya, Amirul juga berhasil meraih Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ) jenjang SMP pada MTQ Pelajar Kota Yogyakarta yang diadakan oleh Dinas Dikpora Kota Yogyakarta. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan program Beasiswa Kader Hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta, yang didanai sepenuhnya oleh zakat, infak, dan sedekah para muzaki. Program ini bertujuan mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang menjadi teladan dan penggerak dakwah di tengah masyarakat. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menjelaskan bahwa pada tahun 2024/1446, program Beasiswa Kader Hafidz diberikan kepada 50 anak, mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Salah satu penerima beasiswa adalah Amirul Azzam, yang saat ini telah menghafal enam juz Al-Qur'an. "Beasiswa ini tidak hanya membantu pendidikan anak-anak, tetapi juga membentuk karakter mereka sebagai generasi Qur'ani. Semua ini terwujud berkat dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan kepada BAZNAS," ujarnya. Beasiswa yang diberikan kepada penerima berjumlah Rp500.000 per bulan per anak. Selain mendukung pendidikan formal, dana tersebut juga digunakan untuk pembinaan hafalan Al-Qur'an di lingkungan keluarga. Salah satu syarat program ini adalah penerima beasiswa harus tinggal bersama keluarganya, guna memastikan nilai-nilai Islam ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga membangun pondasi moral yang kokoh. Amirul Azzam, yang baru berusia 14 tahun, merupakan salah satu penerima beasiswa yang paling banyak menorehkan prestasi. Ia mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diterimanya. "Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta atas beasiswa ini. Semoga saya bisa terus menghafal Al-Qur'an dan membanggakan kedua orang tua," ucapnya. Kisah Amirul menjadi bukti nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat mengubah kehidupan dan masa depan generasi muda. BAZNAS Kota Yogyakarta berharap program ini dapat menginspirasi lebih banyak muzaki untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki atas kepercayaan yang diberikan. Dengan dana ZIS, kita bisa membangun generasi Qur'ani yang membawa manfaat besar bagi masyarakat. Semoga Allah SWT memberkahi harta Anda dan menjadikan keluarga Anda sakinah mawaddah warahmah," tutup Drs. H. Syamsul Azhari. Program Beasiswa Kader Hafidz adalah bukti nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membentuk generasi yang unggul dan berakhlak mulia. Keberhasilan Amirul Azzam menjadi inspirasi bahwa pendidikan berbasis Al-Qur'an mampu melahirkan prestasi dan keberkahan yang nyata bagi umat. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA21/11/2024 | Amil
Hadirkan Kebahagiaan, BAZNAS Kota Yogyakarta Serahkan Rumah Layak Huni untuk Pak Haryadi
Hadirkan Kebahagiaan, BAZNAS Kota Yogyakarta Serahkan Rumah Layak Huni untuk Pak Haryadi
Rabu, 18 Rabiul Awal 1446 H/20 November 2024 menjadi hari istimewa bagi Pak Haryadi dan keluarganya, warga RT 38, RW 10, Sudagaran, Tegalrejo, Yogyakarta. Setelah rumahnya direnovasi selama enam pekan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta bersama BAZNAS DIY, kini rumah tersebut menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman. Proses renovasi ini merupakan bagian dari program *Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB)*, yang dibiayai dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan oleh masyarakat. Acara serah terima rumah berlangsung khidmat, dihadiri Wakil Ketua BAZNAS DIY Dr. H. Jazilus Shaqoq, Wakil Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Drs. Abdul Samik Shandi, Forkompimtren, Lurah Tegalrejo, Ketua Takmir Masjid Baabul Jannah, serta Ketua RW, RT, dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan kolaborasi yang erat dalam memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah demi kesejahteraan umat. Dalam sambutannya, Pak Haryadi mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas bantuan tersebut. "Alhamdulillah wasyukrulillah, kami panjatkan syukur ke hadirat Allah Swt dan terima kasih setulus-tulusnya kepada BAZNAS DIY, BAZNAS Kota Yogyakarta, serta semua pihak yang telah membantu memperbaiki rumah kami. Kini rumah kami sangat layak untuk ditempati bersama keluarga," ucapnya penuh haru. Ungkapan ini menjadi bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah dapat membawa kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Sebagai bagian dari program RLHB, BAZNAS Kota Yogyakarta tidak hanya berfokus pada aspek fisik bangunan. Dalam kesempatan tersebut, mereka juga menyerahkan perlengkapan salat, Al-Qur'an, dan bahan makanan untuk keluarga Pak Haryadi. Langkah ini bertujuan menghadirkan suasana sakinah dalam rumah, sesuai dengan semangat zakat, infak, dan sedekah yang tidak hanya memberikan manfaat material tetapi juga spiritual. Program RLHB ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: "Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah." (HR. Muslim). Dengan menghadirkan Al-Qur'an dan mendukung aktivitas ibadah keluarga, BAZNAS berupaya menghidupkan suasana rumah yang penuh berkah, sebagaimana tujuan utama penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah. Wakil Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta mengapresiasi para muzaki yang telah menunaikan zakat dan infaknya melalui BAZNAS. "Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki atas kepercayaannya. Dengan zakat, infak, dan sedekah yang Anda salurkan, program seperti ini dapat terwujud. Semoga Allah SWT memberkahi harta Anda dan menjadikan keluarga Anda sakinah," tuturnya. Program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen melayani umat melalui berbagai program pemberdayaan, membawa manfaat nyata, dan membangun kemaslahatan bersama. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA21/11/2024 | Amil
"Audit Syariah Terbaik Nasional", BAZNAS Kota Yogyakarta Terima Kunjungan Kerja BAZNAS Kabupaten Siak
"Audit Syariah Terbaik Nasional", BAZNAS Kota Yogyakarta Terima Kunjungan Kerja BAZNAS Kabupaten Siak
YOGYAKARTA – Rabu, 20 November 2024/18 Jumadil Awal 1446, BAZNAS Kota Yogyakarta menerima kunjungan kerja BAZNAS Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kunjungan kerja diterima di Sekretariat Bersama Lembaga Agama Kota Yogyakarta, lantai dasar Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta dihadiri Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Pelaksana. Kunjungan kerja dimaksudkan untuk mengetahui sekaligus belajar audit syari’ah, sebuah aspek penting dalam tata kelola dana zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaanlainnya(ZIS DSKL) agar tetap sesuai dengan prinsip syari’ah. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Kabupaten Siak untuk mempererat sinergi antar lembaga zakat di Indonesia. “Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, khususnya terkait audit syari’ah yang berperan besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana ZIS DSKL. Dengan transparansi dan akuntabilitas, kita dapat memaksimalkan manfaat ZIS bagi umat,” ujar Drs. H. Syamsul Azhari. Materi utama dalam diskusi adalah langkah-langkah praktis untuk memastikan proses audit syari’ah dapat dijalankan secara efektif, termasuk penerapan standar syari’ah yang sesuai dengan regulasi nasional. BAZNAS Kabupaten Siak memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali lebih dalam terkait praktik terbaik yang telah diterapkan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta sehingga meraih nilai terbaik tingkat nasional. Ketua BAZNAS Kabupaten Siak menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan tata kelola ZIS DSKL di wilayahnya. “Kami ingin memastikan bahwa dana ZIS DSKL dikelola secara profesional dan amanah. Pengalaman dari BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi pembelajaran berharga bagi kami,” ungkapnya. Selain membahas audit syari’ah, diskusi juga mencakup strategi pengelolaan infak dan sedekah agar lebih produktif dan tepat sasaran. Berbagai ide inovatif diusulkan untuk memperluas manfaat program, seperti pemberdayaan ekonomi umat melalui dana infak dan pengembangan program sedekah kreatif berbasis teknologi. Sekretaris BAZNAS Kota Yogyakarta, H.Misbahrudin, menambahkan bahwa keterbukaan dan kolaborasi antar BAZNAS akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat. “Kita harus memastikan setiap rupiah dana yang diterima dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun syari’ah, sehingga keberkahan dapat dirasakan oleh semua pihak,” ujarnya. Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi terbuka, di mana kedua pihak saling berbagi pengalaman dan ide untuk mengatasi tantangan pengelolaan ZIS DSKL. Dalam sesi ini, dihasilkan beberapa rekomendasi strategis untuk diterapkan di masing-masing wilayah. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih erat antara BAZNAS Kabupaten Siak dan BAZNAS Kota Yogyakarta. Dengan penerapan audit syari’ah yang baik, diharapkan pengelolaan ZIS DSKL dapat semakin optimal dalam memberdayakan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan umat. BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud kontribusi dalam membangun kesejahteraan bersama. "Setiap infak dan sedekah yang disalurkan adalah investasi kebaikan untuk keberlanjutan umat," tutup Drs. H. Syamsul Azhari. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA21/11/2024 | Amil
Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Zakat Forum BAZNAS RI di Jakarta
Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Zakat Forum BAZNAS RI di Jakarta
Jakarta, 19 November 2024 - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta bersama pelaksana bidang IV, Gus Munir, S.IP., M.A., menghadiri Zakat Forum yang diselenggarakan oleh BAZNAS Republik Indonesia di Jakarta. Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar lembaga pengelola zakat dan sedekah dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hanya BAZNAS Kota Yogyakarta dan BAZNAS Sleman yang hadir dalam forum penting ini. Zakat Forum yang diinisiasi oleh BAZNAS RI ini bertujuan untuk mempererat kerja sama lintas wilayah dalam optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian zakat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan pentingnya kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan sedekah guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. "Zakat dan sedekah memiliki peran strategis dalam mengentaskan kemiskinan, dan forum ini menjadi wadah diskusi untuk memperkuat program-program yang berbasis kebutuhan umat," ungkapnya. Gus Munir, pelaksana bidang IV BAZNAS Kota Yogyakarta, menambahkan bahwa kehadiran BAZNAS Kota Yogyakarta dalam forum ini menunjukkan komitmen untuk terus belajar dan berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan zakat. "Kami melihat forum ini sebagai kesempatan untuk memperdalam strategi penghimpunan zakat dan sedekah, sehingga dana yang terkumpul dapat didistribusikan secara lebih efektif dan tepat sasaran," ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam pendekatan pengelolaan zakat di tengah perkembangan teknologi. Selama acara, para peserta Zakat Forum mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang dalam pengelolaan zakat dan sedekah, mulai dari peningkatan literasi zakat di masyarakat hingga penguatan transparansi dalam distribusi. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta menyoroti perlunya memperkuat peran digitalisasi dalam sistem zakat. "Kami ingin mendorong lebih banyak masyarakat, khususnya di Yogyakarta, untuk memanfaatkan platform digital dalam berzakat dan bersedekah. Hal ini tidak hanya mempermudah proses, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas," jelasnya. Kehadiran BAZNAS Sleman dan BAZNAS Kota Yogyakarta dalam forum ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi DIY. Kedua lembaga tersebut terus berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam pengelolaan zakat yang profesional dan amanah. "Sinergi antar daerah menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat dan sedekah. Kami juga berharap program-program yang dihasilkan dari forum ini dapat diterapkan di daerah masing-masing," tutur Gus Munir. Melalui forum ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap dapat terus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran akan pentingnya zakat dan sedekah sebagai instrumen penguatan ekonomi umat. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA20/11/2024 | Amil
Madrasah Al Qur'an BAZNAS Kota Yogyakarta di TK Negeri 2 Yogyakarta: Mengajarkan Nilai Zakat, Infak, dan Sedekah pada Anak Usia Dini
Madrasah Al Qur'an BAZNAS Kota Yogyakarta di TK Negeri 2 Yogyakarta: Mengajarkan Nilai Zakat, Infak, dan Sedekah pada Anak Usia Dini
Yogyakarta,11 November 2024 - (9 Jummadil Awal 1446 H) - BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Madrasah Al Qur'an (MDA) di TK Negeri 2 Yogyakarta. Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk memberikan edukasi dini tentang pentingnya Al-Qur'an serta nilai-nilai zakat, infak, dan sedekah kepada anak-anak sejak usia dini. Acara yang diikuti oleh puluhan anak-anak ini berlangsung dengan penuh antusias dan mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah serta para orang tua. Kegiatan ini dimulai dengan pembacaan surah-surah pendek oleh para peserta. Anak-anak tampak begitu semangat menghafal dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Dalam setiap sesi pembelajaran, pendamping dari BAZNAS Kota Yogyakarta selalu menyisipkan pesan-pesan tentang pentingnya berzakat, berinfak, dan bersedekah. “Zakat, infak, dan sedekah adalah bentuk amal ibadah yang bisa kita lakukan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan,” ungkap salah satu pengajar dari MDA BAZNAS Kota Yogyakarta. Pendidikan ini diharapkan dapat membangun karakter anak-anak agar memiliki kepedulian sosial dan semangat berbagi sejak dini. Pihak sekolah, dalam sambutannya, mengapresiasi program yang digagas oleh BAZNAS Kota Yogyakarta ini. Kepala TK Negeri 2 Yogyakarta menyampaikan rasa terima kasih atas adanya program MDA yang tidak hanya mengajarkan bacaan Al-Qur'an tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah. "Kegiatan ini sangat bermanfaat, mengingat anak-anak di usia dini perlu dikenalkan dengan konsep berbagi. Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki akhlak mulia," ujar Kepala Sekolah. Dalam salah satu sesi, pengajar juga mengadakan cerita singkat tentang bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Melalui kisah yang disampaikan, anak-anak diajak untuk lebih memahami bagaimana amalan ini bisa membantu orang yang kurang mampu. "Ketika kita memberi sedekah, kita membantu orang lain yang sedang kesulitan. Seperti ketika kita berbagi makanan kepada teman yang lapar," jelas pengajar sambil mengajak anak-anak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan infak yang diadakan secara simbolis. Kegiatan Madrasah Al Qur'an ini juga dilengkapi dengan sesi praktik infak oleh anak-anak. Masing-masing anak diajak untuk membawa sedikit uang jajan mereka dan memasukkannya ke dalam kotak infak yang telah disediakan. Momen ini menjadi sangat spesial karena anak-anak tampak antusias mengikuti arahan tersebut. Melalui praktik ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap bisa menanamkan kebiasaan baik dalam diri anak-anak sehingga saat dewasa nanti, mereka terbiasa berzakat dan bersedekah. “Melatih anak-anak untuk berinfak sejak kecil adalah langkah penting dalam membentuk generasi yang dermawan. Kami ingin agar kebiasaan berzakat, infak, dan sedekah ini bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka,” ungkap Bapak Misbahrudin, Sekretaris BAZNAS Kota Yogyakarta yang turut andil dalam kegiatan tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa program Madrasah Al Qur'an ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya zakat sebagai salah satu rukun Islam, serta mengedukasi anak-anak mengenai manfaat infak dan sedekah dalam kehidupan sehari-hari. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu pengajar dari MDA BAZNAS Kota Yogyakarta. Para siswa dan guru tampak khusyuk mengikuti doa yang diiringi dengan harapan agar seluruh amal ibadah, termasuk zakat, infak, dan sedekah yang telah dilakukan, diterima oleh Allah SWT. Dalam momen ini, terlihat bahwa anak-anak mulai memahami esensi dari berbagi dan membantu sesama. Dengan adanya kegiatan seperti ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki semangat berbagi. Melalui pengenalan zakat, infak, dan sedekah sejak dini, diharapkan anak-anak di Kota Yogyakarta dapat tumbuh menjadi individu yang peduli terhadap sesama dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Kegiatan Madrasah Al Qur'an ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi tentang nilai-nilai kebaikan bisa dimulai dari usia dini, membangun fondasi karakter yang kuat untuk masa depan anak-anak. Kedepannya, BAZNAS Kota Yogyakarta berencana untuk terus melanjutkan dan memperluas program Madrasah Al Qur'an ini ke berbagai sekolah lain di wilayah Yogyakarta. Dengan harapan, semakin banyak anak-anak yang mendapatkan edukasi tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi penerus yang berintegritas, beriman, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA19/11/2024 | Amil
Madrasah Al Qur'an BAZNAS Kota Yogyakarta di TK Negeri Pembina: Edukasi Al-Qur'an dan Semangat Membaca Al-Qur'an Sejak Usia Dini
Madrasah Al Qur'an BAZNAS Kota Yogyakarta di TK Negeri Pembina: Edukasi Al-Qur'an dan Semangat Membaca Al-Qur'an Sejak Usia Dini
Yogyakarta, 11 November - (10 Jummadil Awal 1446 H) - BAZNAS Kota Yogyakarta kembali melaksanakan kegiatan Madrasah Al Qur'an (MDA) di TK Negeri Pembina Yogyakarta. Acara ini merupakan bagian dari program edukasi BAZNAS dalam memperkenalkan Al-Qur'an dan mengajarkan nilai-nilai zakat, infak, serta sedekah kepada anak-anak sejak usia dini. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 50 siswa ini disambut antusias oleh para peserta, guru, dan orang tua yang hadir. Program ini dimulai dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an yang dipandu oleh pendamping dari BAZNAS Kota Yogyakarta. Dalam setiap sesi pembelajaran, pengajar menyisipkan pesan tentang pentingnya berzakat, berinfak, dan bersedekah sebagai bentuk amal kebaikan. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam untuk membantu mereka yang kurang mampu. “Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, tetapi juga membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata salah satu pengajar MDA. Kepala TK Negeri Pembina Yogyakarta menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui pengenalan konsep zakat, infak, dan sedekah kepada anak-anak sejak dini. “Program Madrasah Al Qur'an ini sangat bermanfaat dalam membentuk karakter anak-anak agar memiliki rasa empati dan peduli terhadap sesama. Dengan mengenalkan zakat, infak, dan sedekah sejak kecil, kita berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang dermawan,” ujar Kepala Sekolah dalam sambutannya. Pada sesi berikutnya, anak-anak diajak mendengarkan cerita interaktif mengenai manfaat berzakat, berinfak, dan bersedekah. Melalui cerita yang dikemas dengan menarik, pengajar menjelaskan bagaimana zakat bisa membantu anak-anak yatim dan keluarga miskin mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Infak dan sedekah pun dijelaskan sebagai bentuk kebaikan yang bisa dilakukan kapan saja, bahkan dengan hal-hal kecil seperti berbagi makanan kepada teman yang membutuhkan. “Setiap kali kita bersedekah, kita turut meringankan beban orang lain dan mendapatkan pahala dari Allah,” jelas pengajar sambil memberikan contoh-contoh sederhana. Sebagai bagian dari praktik langsung, anak-anak diajak melakukan infak dengan memasukkan uang jajan mereka ke dalam kotak infak yang disediakan. Momen ini disambut dengan antusias oleh para siswa yang dengan gembira memberikan sebagian uang jajan mereka. Hal ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menanamkan kebiasaan berinfak dan bersedekah dalam kehidupan sehari-hari. “Kami ingin anak-anak terbiasa berbagi sejak dini, agar nilai-nilai zakat, infak, dan sedekah menjadi bagian dari karakter mereka,” ungkap Bapak Misbahrudin, Sekretaris BAZNAS Kota Yogyakarta, yang turut hadir dan memantau langsung kegiatan ini. Doa bersama mengakhiri kegiatan Madrasah Al Qur'an di TK Negeri Pembina Yogyakarta. Anak-anak, guru, dan pendamping dari BAZNAS bersama-sama memanjatkan doa agar seluruh amal kebaikan yang dilakukan, termasuk zakat, infak, dan sedekah yang telah diberikan, diterima oleh Allah SWT. Kegiatan ditutup dengan harapan bahwa anak-anak bisa terus menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari mereka. BAZNAS Kota Yogyakarta melalui program Madrasah Al Qur'an ini berupaya untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dalam pengetahuan agama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Pengenalan zakat, infak, dan sedekah sejak usia dini dianggap sebagai langkah penting dalam membangun karakter anak yang dermawan dan peduli terhadap sesama. Dengan edukasi yang konsisten dan berkelanjutan, diharapkan anak-anak ini akan tumbuh menjadi pribadi yang mengamalkan ajaran Islam dengan baik, khususnya dalam hal berbagi dan membantu sesama. Kedepannya, BAZNAS Kota Yogyakarta berencana untuk terus memperluas kegiatan Madrasah Al Qur'an ke sekolah-sekolah lain di wilayah Kota Yogyakarta, guna memastikan semakin banyak anak-anak yang mendapatkan edukasi dini tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi dalam membentuk generasi yang lebih peduli, beriman, dan memiliki akhlak mulia. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA19/11/2024 | Amil
Madrasah Al Qur'an (MDA) BAZNAS Kota Yogyakarta Gelar Kegiatan di TK Negeri 2 Yogyakarta: Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama bagi Generasi Muda
Madrasah Al Qur'an (MDA) BAZNAS Kota Yogyakarta Gelar Kegiatan di TK Negeri 2 Yogyakarta: Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama bagi Generasi Muda
Yogyakarta, 14 November 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta kembali menggelar kegiatan Madrasah Al Qur'an (MDA) di TK Negeri 2 Yogyakarta pada Kamis, 14 November 2024/12 Jumadil Awwal 1446 H. Kegiatan ini melibatkan para peserta didik, guru, dan orang tua peserta, yang hadir untuk menyaksikan perkembangan anak-anak dalam mempelajari Al Qur'an sejak usia dini. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kota Yogyakarta dalam meningkatkan pendidikan agama bagi generasi muda melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang terkumpul. Acara dimulai dengan pembacaan surah-surah pendek oleh para peserta MDA yang tampak sangat antusias. Meskipun sebagian besar adalah anak-anak usia dini, mereka mampu melafalkan ayat-ayat Al Qur'an dengan jelas dan penuh penghayatan. Pembacaan surah-surah pendek ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan agama, terutama Al Qur'an, dapat diberikan sejak usia sangat muda dan sangat berdampak pada perkembangan spiritual mereka. Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk lebih dekat dengan perkembangan pendidikan anak-anak mereka. Program MDA ini juga menunjukkan bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di bidang agama. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen untuk mengelola dana zakat dengan transparan, sehingga dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dalam pengembangan pendidikan agama. Dengan kegiatan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap dapat terus memperluas cakupan pendidikan agama di Kota Yogyakarta, melalui kontribusi zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA19/11/2024 | Amil
Madrasah Al Qur'an (MDA) BAZNAS Kota Yogyakarta Di TK Negeri 6 Yogyakarta: Pembelajaran Al Qur'an Sejak Usia Dini
Madrasah Al Qur'an (MDA) BAZNAS Kota Yogyakarta Di TK Negeri 6 Yogyakarta: Pembelajaran Al Qur'an Sejak Usia Dini
Yogyakarta, 11 November 2024 - (9 Jumadil Awwal 1446 H) – BAZNAS Kota Yogyakarta menggelar acara pembelajaran Al Qur'an yang melibatkan para peserta, guru, dan orang tua peserta di TK Negeri 6 Yogyakarta, Jumat, 11 November 2024/ 9 Jumadil Awwal 1446H. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan pendidikan berbasis agama yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pemahaman agama sejak usia dini. Acara dimulai dengan pembacaan surah-surah pendek oleh peserta didik, yang tampak penuh semangat dan antusias. Para peserta, yang sebagian besar adalah anak-anak usia dini, menunjukkan kemampuan mereka dalam melafalkan ayat-ayat Al Qur'an dengan lancar dan penuh penghayatan. Pembacaan surah-surah pendek ini menjadi momen yang menggugah hati, memperlihatkan potensi luar biasa anak-anak Yogyakarta dalam mempelajari kitab suci sejak dini. Dalam acara ini, BAZNAS juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam program zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi dari zakat, infak, dan sedekah yang diterima oleh BAZNAS akan digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan agama, termasuk program MDA yang saat ini sedang berjalan. Dengan zakat, infak, dan sedekah yang diberikan oleh masyarakat, kami dapat terus memperluas jangkauan program MDA ini, sehingga lebih banyak anak-anak yang mendapatkan kesempatan untuk belajar Al Qur'an. Hadir dalam acara tersebut juga sejumlah orang tua peserta yang sangat mendukung kegiatan ini. Mereka berharap bahwa melalui kegiatan MDA ini, anak-anak mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam pegangan agama. Kegiatan ini juga menjadi bukti konkret bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Melalui pengelolaan yang profesional dan transparan oleh BAZNAS, kontribusi masyarakat tidak hanya sekadar menjadi amal ibadah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan agama di Kota Yogyakarta. Dengan kegiatan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan spiritual dan intelektual anak-anak di Yogyakarta, melalui dukungan zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA19/11/2024 | Amil
Pertemuan Perdana dan Pembinaan Bulanan Program BAZNAS Microfinance Masjid Al Ikhlas Mrican Giwangan Yogyakarta
Pertemuan Perdana dan Pembinaan Bulanan Program BAZNAS Microfinance Masjid Al Ikhlas Mrican Giwangan Yogyakarta
Yogyakarta, 15 November 2024* / *12 Rabiul Akhir 1446 H — BAZNAS Kota Yogyakarta menggelar pertemuan perdana dan pembinaan bulanan untuk Program BAZNAS Microfinance di Masjid Al Ikhlas, Mrican, Giwangan, Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh para penerima manfaat, pengurus masjid, dan tim BAZNAS yang siap memberikan pembinaan terkait pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menekankan pentingnya kolaborasi antara BAZNAS dan masjid dalam pengelolaan dana ZIS. “Kami berharap melalui program Microfinance ini, masyarakat dapat memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Ini adalah upaya bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar beliau. Program BAZNAS Microfinance di Masjid Al Ikhlas merupakan inisiatif baru yang dirancang untuk memberikan pembiayaan mikro bagi pelaku usaha kecil di wilayah Mrican, Giwangan. Melalui program ini, dana zakat yang dihimpun dari para muzaki dikelola secara produktif untuk pemberdayaan ekonomi. Selain itu, dana infak dan sedekah yang terkumpul dari para donatur juga disalurkan untuk mendukung kegiatan usaha mikro yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat. Pembinaan bulanan ini melibatkan para penerima manfaat yang mayoritas merupakan pelaku usaha mikro, seperti pedagang kecil, UMKM, dan pengusaha rumahan. Mereka mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, serta pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud rasa syukur. Salah satu penerima manfaat, Ibu Nurhayati, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan. "Program ini sangat membantu kami dalam mengembangkan usaha. Kami juga belajar bagaimana mengelola keuangan dengan baik, serta menyisihkan sebagian keuntungan untuk zakat dan sedekah," katanya. Sekretaris BAZNAS Kota Yogyakarta, Bapak Misbahrudin, menambahkan bahwa program ini tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pembinaan secara berkelanjutan. "Kami ingin memastikan dana zakat yang disalurkan benar-benar produktif dan dapat meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat. Oleh karena itu, pembinaan ini menjadi salah satu fokus utama kami," jelas Misbahrudin. Selain itu, ia mengajak para penerima manfaat untuk terus menanamkan semangat berbagi melalui infak dan sedekah, meskipun dalam kapasitas yang kecil. Pertemuan kali ini juga menjadi ajang sosialisasi pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Dalam paparannya, tim BAZNAS menjelaskan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga sebagai solusi konkret dalam mengurangi ketimpangan sosial. Melalui dana zakat yang dikelola dengan baik, penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan finansial, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan agar mereka dapat mandiri secara ekonomi. Sedangkan dana infak dan sedekah digunakan untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di masyarakat. Program ini disambut baik oleh masyarakat setempat, terutama para pengurus Masjid Al Ikhlas yang berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Ketua Takmir Masjid Al Ikhlas, H. Ahmad Ridwan, mengapresiasi inisiatif BAZNAS Kota Yogyakarta dalam mengembangkan program microfinance berbasis masjid. "Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Selain mendukung usaha kecil, dana infak dan sedekah yang kami himpun juga dikelola dengan lebih baik untuk kemaslahatan umat," ujarnya. Sebagai penutup, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah. "Dengan menyalurkan zakat dan sedekah melalui BAZNAS, kita dapat memastikan bahwa dana tersebut tepat sasaran dan benar-benar membantu mereka yang membutuhkan," tutupnya. Pertemuan perdana dan pembinaan bulanan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi Program BAZNAS Microfinance di Masjid Al Ikhlas. Diharapkan melalui program ini, dana zakat, infak, dan sedekah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam memberdayakan ekonomi umat dan mengurangi kesenjangan sosial di wilayah Mrican, Giwangan, Yogyakarta. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA18/11/2024 | Amil
Lindungi Kecelakaan Kerja,  BAZNAS Kota Yogyakarta Bantu Iuran BPJS Ketenagakerjaan Bagi 500 Marbot Masjid
Lindungi Kecelakaan Kerja, BAZNAS Kota Yogyakarta Bantu Iuran BPJS Ketenagakerjaan Bagi 500 Marbot Masjid
Kegiatan penyerahan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 500 marbot masjid se-Kota Yogyakarta ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada para penjaga masjid. Mereka memiliki peran sangat mulia dalam menjaga kesucian dan kenyamanan rumah ibadah. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, dalam sambutannya mengingatkan bahwa memuliakan marbot masjid merupakan sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Beliau mengisahkan tentang seorang wanita yang biasa menyapu masjid, dan bagaimana Rasulullah Saw. tetap menghargainya bahkan setelah wafatnya, dengan mendatangi kuburannya dan menshalatinya (HR. Al-Bukhari, no. 460). Hal ini menunjukkan betapa besarnya penghargaan Islam terhadap orang yang mengabdikan diri untuk menjaga kebersihan masjid, dan zakat, infak, serta sedekah yang diberikan diharapkan dapat menjadi bukti nyata kepedulian terhadap mereka. Pada kesempatan tersebut, bantuan yang diberikan berupa pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp50.400.000,- untuk periode Oktober 2024 hingga Maret 2025, yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah karyawan/karyawati Bank BPD DIY Syariah. Sebelumnya, premi iuran untuk periode enam bulan sebelumnya (April hingga September 2024) telah dibayarkan melalui infak dari PT. Natasha Yogyakarta. Selain iuran BPJS, marbot masjid juga mendapatkan voucher belanja gratis obat di Apotek Unisia 24 BAZNAS Kota Yogyakarta, sebagai bagian dari program sedekah untuk kesehatan para marbot. Penyerahan zakat dilakukan oleh Pimpinan Bank BPD DIY Syariah, Arif Wijayanto, SE, yang menyampaikan harapannya agar zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan membawa keberkahan bagi seluruh karyawan dan keluarga. "Zakat yang kami tunaikan semoga menjadikan harta berkah, keluarga sakinah," ujarnya dalam sambutannya. Hal ini menjadi bukti konkret bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat digunakan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan biaya Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebesar Rp205.000.000,- yang merupakan hasil dari zakat, infak, dan sedekah untuk 41 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) non-PNS yang bertugas di sekolah swasta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Sigit Purnama, Kepala Bidang Penais Zawa, H. Nurhuda, S.Ag, M.Si, serta jajaran pimpinan Bank BPD DIY Syariah. Acara yang berlangsung di ruang pertemuan FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Jumat, 13 Jumadil Awal 1446 H (15 November 2024) ini diharapkan dapat memberikan manfaat melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan. Ini merupakan dukungan nyata bagi para marbot masjid serta para guru PAI non-PNS dalam menjalankan tugas mulia mereka dan meneguhkan keberkahan dari amal kebaikan yang disalurkan. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA18/11/2024 | Amil
Chamila Syaqif Nurkirana, Penerima Beasiswa Kader Hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta, Raih Juara 2 Tahfidz 1 Juz dan Tilawah
Chamila Syaqif Nurkirana, Penerima Beasiswa Kader Hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta, Raih Juara 2 Tahfidz 1 Juz dan Tilawah
Chamila Syaqif Nurkirana, penerima Beasiswa Kader Hafidz dari BAZNAS Kota Yogyakarta, berhasil meraih prestasi gemilang sebagai Juara 2 dalam kategori Tahfidz 1 Juz dan Tilawah pada sebuah kompetisi tahfidz di Yogyakarta. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Chamila dan keluarganya, tetapi juga bagi BAZNAS Kota Yogyakarta yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki untuk mendukung pendidikan generasi muda penghafal Al-Qur'an. Beasiswa Kader Hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta merupakan program yang didanai dari zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur'an. Melalui program ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya memberikan kesempatan bagi para pelajar yang memiliki potensi dalam bidang tahfidz untuk mengembangkan bakat dan keterampilannya. Chamila adalah salah satu dari penerima beasiswa tersebut yang telah menunjukkan dedikasi dan semangat luar biasa dalam menghafal Al-Qur'an. Prestasi yang diraih Chamila membuktikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan oleh masyarakat dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda. Dalam kompetisi tahfidz ini, Chamila menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menghafal satu juz Al-Qur'an dan membacakan ayat-ayat suci dengan tilawah yang merdu. Pencapaiannya sebagai Juara 2 merupakan hasil dari kerja keras dan ketekunan yang ia lakukan selama ini. Chamila mengakui bahwa bantuan berupa beasiswa dari BAZNAS Kota Yogyakarta sangat membantu dalam perjalanan belajarnya, baik dari segi biaya pendidikan maupun motivasi untuk terus meningkatkan hafalan. Program beasiswa ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung para santri dalam mengejar cita-citanya sebagai penghafal Al-Qur'an. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang diraih oleh Chamila. "Program Beasiswa Kader Hafidz ini adalah salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang kami himpun untuk mendukung pendidikan agama. Kami berharap Chamila dan para penerima beasiswa lainnya dapat terus berprestasi dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya," ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa dukungan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah sangat penting dalam menyukseskan program-program pendidikan yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Chamila yang masih duduk di bangku sekolah menengah mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan melalui beasiswa ini. "Alhamdulillah, saya bisa fokus belajar dan menghafal Al-Qur'an tanpa khawatir dengan biaya pendidikan, berkat zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta," tuturnya. Chamila juga bertekad untuk terus mengembangkan hafalannya dan berharap dapat menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu dekat. Ia berterima kasih kepada BAZNAS dan para muzakki yang telah mendukung melalui zakat, infak, dan sedekah sehingga banyak santri sepertinya yang bisa merasakan manfaatnya. Prestasi yang diraih Chamila menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta mampu memberikan kontribusi signifikan dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan berkompeten dalam bidang agama. Program Beasiswa Kader Hafidz ini merupakan salah satu upaya BAZNAS dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang dapat menjadi teladan di masyarakat. Keberhasilan Chamila diharapkan dapat memotivasi lebih banyak anak muda untuk menghafal Al-Qur'an dan memanfaatkan zakat, infak, dan sedekah untuk pendidikan yang lebih baik. Dengan semakin banyaknya dukungan dari masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Yogyakarta optimis dapat terus melanjutkan dan memperluas program-program pendidikan serta pemberdayaan yang bermanfaat bagi umat. Chamila Syaqif Nurkirana adalah salah satu bukti nyata dari hasil penyaluran dana zakat yang efektif dan tepat sasaran, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi penerima dan masyarakat luas. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA18/11/2024 | Amil
Penandatanganan Kerjasama Pembiayaan PPG Guru PAI Non PNS dan Penyerahan Bantuan Iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi Marbot Masjid di Yogyakarta
Penandatanganan Kerjasama Pembiayaan PPG Guru PAI Non PNS dan Penyerahan Bantuan Iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi Marbot Masjid di Yogyakarta
Yogyakarta, 15 November 2024 – Dalam rangka mendukung kesejahteraan sosial dan pendidikan agama, pada Jumat pagi, 15 November 2024 atau 13 Jumadil Awal 1446H, bertempat di Gedung Serbaguna Kantor BAZNAS Kota Yogyakarta, telah dilaksanakan acara penting yang melibatkan penandatanganan kerjasama pembiayaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) non-PNS dan penyerahan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi marbot masjid di wilayah Yogyakarta. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang mendukung kegiatan ini, seperti Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Kepala Bidang Pengembangan Kemenag DIY yang mewakili, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta Kepala BANK BPD DIY Syariah. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama antara berbagai pihak yang terjalin dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan agama dan kesejahteraan marbot masjid. "Kerjasama ini merupakan wujud nyata dari kontribusi umat dalam mendukung kesejahteraan melalui infak, zakat, dan sedekah yang kita kumpulkan bersama," ujarnya. BAZNAS Kota Yogyakarta telah berkomitmen untuk menyalurkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, sebagai bagian dari amanah umat. Program pembiayaan PPG untuk Guru PAI non-PNS menjadi salah satu sorotan dalam acara ini. Melalui kerjasama ini, para guru PAI yang sebelumnya tidak memiliki status pegawai negeri, kini dapat memperoleh pembiayaan untuk melanjutkan pendidikan mereka agar menjadi guru profesional. Pembiayaan ini tidak terlepas dari dukungan infak dan zakat yang dihimpun oleh BAZNAS dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. "Kami sangat bersyukur atas adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS dan BANK BPD DIY Syariah, yang turut memberikan kontribusi dalam memajukan pendidikan PAI," kata Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga, yang mewakili pihak akademik. Menurutnya, pendidikan agama memegang peranan penting dalam pembentukan karakter bangsa, dan para guru PAI yang kompeten adalah kunci utama untuk itu. Selain itu, acara ini juga mencakup penyerahan bantuan kepada marbot masjid yang telah lama memberikan kontribusi dalam menjaga kebersihan dan kelancaran operasional masjid. Bantuan yang diberikan berupa iuran BPJS Ketenagakerjaan akan membantu memberikan perlindungan sosial kepada marbot yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dalam hal jaminan sosial. Kepala BANK BPD DIY Syariah, dalam kesempatan ini, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam program sosial ini, yang sesuai dengan prinsip syariah dan kepedulian sosial yang tinggi. Salah satu bagian yang sangat diapresiasi dalam acara ini adalah pentingnya peran infak, zakat, dan sedekah dalam memperkuat program sosial. "Bantuan ini adalah bagian dari keberkahan yang kita dapatkan dari zakat dan infak umat, yang diberikan kepada mereka yang berhak," tambah Kepala Bidang Pengembangan Kemenag DIY. Acara ini diakhiri dengan doa bersama, berharap agar kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi umat, serta memperkuat tali silaturahmi antar lembaga dan masyarakat. Semoga dengan adanya program ini, pendidikan agama Islam dapat berkembang dengan baik, dan kesejahteraan sosial bagi marbot masjid semakin meningkat. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA15/11/2024 | Amil
Pendampingan ISO Tahap II oleh PT. YOSENKO di BAZNAS Kota Yogyakarta Fokus pada Transparansi Zakat, Infak, dan Sedekah
Pendampingan ISO Tahap II oleh PT. YOSENKO di BAZNAS Kota Yogyakarta Fokus pada Transparansi Zakat, Infak, dan Sedekah
Yogyakarta, 13 November 2024 — BAZNAS Kota Yogyakarta kembali melaksanakan pendampingan ISO tahap II sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas manajemen serta transparansi dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Kegiatan ini diadakan di Kantor BAZNAS Kota Yogyakarta dengan menghadirkan auditor dari PT. YOSENKO, Eko Sudamar Widodo, S.Sos, didampingi oleh asisten auditor Bapak Hengky. Pendampingan ISO tahap II ini merupakan lanjutan dari proses sebelumnya yang telah dilakukan untuk memastikan implementasi standar ISO pada setiap aspek operasional di BAZNAS Kota Yogyakarta. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 13 November 2024 atau 11 Jumadil Awal 1446 H, Eko Sudamar Widodo bersama timnya melakukan pengecekan mendetail di setiap bidang serta manajemen, termasuk verifikasi atas pengelolaan dana zakat, infak, dan shodaqoh yang dilakukan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Proses pendampingan diawali dengan penyampaian arahan dari auditor utama, Eko Sudamar Widodo, yang menekankan pentingnya menjaga kualitas dan transparansi dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. "Tujuan utama dari pendampingan ini adalah untuk memastikan bahwa BAZNAS Kota Yogyakarta telah menerapkan sistem manajemen yang sesuai dengan standar ISO, sehingga pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah dapat dilakukan dengan lebih efektif, efisien, serta akuntabel," ujar Eko Sudamar. Eko Sudamar, bersama asisten auditor Bapak Hengky, kemudian melakukan inspeksi langsung ke setiap bidang di BAZNAS Kota Yogyakarta, termasuk bidang Pengumpulan, Pendistribusian, Pendayagunaan, dan bidang Pelaporan. Dalam setiap sesi pengecekan, tim auditor melakukan identifikasi potensi risiko serta memastikan bahwa setiap prosedur operasional telah sesuai dengan standar ISO yang berlaku, terutama dalam hal pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Di bidang Pengumpulan, auditor memeriksa mekanisme penerimaan zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki. Sistem pencatatan yang transparan dan akurat menjadi salah satu fokus utama pengecekan, guna memastikan bahwa seluruh dana yang diterima tercatat dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Auditor juga memberikan rekomendasi terkait optimalisasi penggunaan teknologi dalam proses pengumpulan dana agar lebih efektif dan akuntabel. Pada tahap pengecekan bidang Pendistribusian, Eko Sudamar dan tim menilai bagaimana proses penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah kepada mustahik dilakukan. Tim auditor menyoroti pentingnya verifikasi data mustahik untuk memastikan bahwa dana disalurkan secara tepat sasaran. Selain itu, auditor memberikan masukan mengenai pentingnya melakukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan terhadap dampak distribusi dana bagi penerima manfaat. Sementara itu, di bidang Pendayagunaan, tim auditor memfokuskan pengecekan pada program-program pemberdayaan yang didanai dari zakat, infak, dan sedekah. Auditor memuji beberapa program yang dinilai inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat, namun juga memberikan catatan perbaikan agar program dapat dijalankan lebih terstruktur sesuai dengan standar ISO. Di akhir sesi pendampingan, Eko Sudamar memberikan umpan balik secara menyeluruh terkait hasil pengecekan dan identifikasi yang telah dilakukan. "Secara umum, BAZNAS Kota Yogyakarta sudah menjalankan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dengan cukup baik. Namun, ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan, terutama terkait dokumentasi serta penggunaan sistem teknologi yang lebih terintegrasi," jelas Eko Sudamar. Sekretaris BAZNAS Kota Yogyakarta, Bapak Misbahrudin, menyambut baik hasil pendampingan tersebut dan menyampaikan komitmen BAZNAS Kota Yogyakarta untuk terus berbenah dalam meningkatkan mutu manajemen. "Kami berterima kasih atas pendampingan dan masukan dari tim auditor PT. YOSENKO. Pendampingan ISO ini sangat membantu kami dalam mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, terutama dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Kami akan segera menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan," ujar Misbahrudin. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan BAZNAS Kota Yogyakarta semakin mampu mengelola dana zakat, infak, dan sedekah dengan lebih transparan dan akuntabel, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Pendampingan ISO tahap II ini menjadi langkah penting bagi BAZNAS Kota Yogyakarta dalam mewujudkan tata kelola yang lebih profesional dan berstandar internasional. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA14/11/2024 | Amil
BAZNAS Kota Yogyakarta Menerima Studi Akademik Fakultas Syari'ah Gontor Putri
BAZNAS Kota Yogyakarta Menerima Studi Akademik Fakultas Syari'ah Gontor Putri
Yogyakarta, 12 November 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta kembali menggelar acara yang penuh makna dengan menerima kunjungan studi akademik dari Fakultas Syari'ah Gontor Putri. Kegiatan ini diselenggarakan di Lantai Dasar Masjid Pangeran Diponegoro (MPD) pada hari Selasa, 12 November 2024, bertepatan dengan tanggal 9 Jumadil Awal 1446 H. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tamu kehormatan, di antaranya Al-Ustadzah Khurun'in Zahro, S.H., M.H., dan Al-Ustadzah Ainun Amalia Zuhroh, S.H., M.H., yang merupakan dosen Fakultas Syari'ah Gontor Putri. Acara ini juga dipandu oleh MC, Salsa Rizkika Fateha, yang merupakan perwakilan dari Tim Pelaksana Bidang IV BAZNAS Kota Yogyakarta. Sambutan dan Pembukaan Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Muhammad Iqbal, S.E., selaku Wakil III BAZNAS Kota Yogyakarta. Dalam sambutannya, Bapak Iqbal menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Syari'ah Gontor Putri atas kesediaannya untuk menjalin kerja sama dan belajar langsung tentang pengelolaan zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS). Beliau juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mengedukasi masyarakat dan dunia pendidikan tentang pentingnya pengelolaan dana sosial secara amanah dan transparan. Selain itu, Ustadzah Khurun'in Zahro, S.H., M.H., juga memberikan sambutan dari pihak Dosen Fakultas Syari'ah Gontor Putri. Beliau menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang zakat dan pengelolaan dana sosial dalam konteks syariah. Ustadzah Khurun'in berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai teori dan praktik zakat serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Materi tentang Zakat dan Pengelolaan ZIS Salah satu agenda utama dalam acara ini adalah penyampaian materi tentang penyaluran zakat, infaq, dan shodaqoh yang disampaikan oleh Bapak H. Misbahrudin, S.Ag., M.M. yang merupakan praktisi dan ahli dalam bidang manajemen zakat. Dalam pemaparan materi, Bapak Misbahrudin menjelaskan secara rinci mengenai prinsip-prinsip dasar dalam pengelolaan ZIS, mulai dari pengumpulan hingga penyaluran dana kepada mustahik (penerima zakat). Menurut beliau, pengelolaan zakat yang baik tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kewajiban agama, tetapi juga untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial. Bapak Misbahrudin juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola dana zakat agar distribusinya tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi umat. Tujuan dan Harapan Acara ini bertujuan untuk memberi wawasan kepada mahasiswa Fakultas Syari'ah Gontor Putri mengenai pengelolaan zakat yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, serta memberikan mereka kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan praktisi zakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara BAZNAS Kota Yogyakarta dan dunia akademik, serta mendorong lebih banyak kolaborasi dalam pengelolaan dana sosial berbasis syariah. Di akhir acara, para peserta tampak antusias berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan, menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka. Diharapkan, kolaborasi seperti ini dapat berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Yogyakarta, terutama dalam hal pemberdayaan umat melalui zakat, infaq, dan shodaqoh. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA13/11/2024 | Amil
BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Pengajian Rutin FORKOPIMDA, Bahas Pentingnya Shalat dalam Membangun Karakter Mulia
BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Pengajian Rutin FORKOPIMDA, Bahas Pentingnya Shalat dalam Membangun Karakter Mulia
Yogyakarta, 12 November 2024 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta menghadiri kegiatan pengajian rutin Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Tingkat Kota Yogyakarta yang digelar pada hari Selasa, 12 November 2024 atau bertepatan dengan 10 Jumadil Awal 1446 H. Pengajian berlangsung khidmat di Masjid Agung Syuhada, salah satu masjid bersejarah di Kota Yogyakarta, yang menjadi tempat pertemuan tokoh-tokoh penting dan masyarakat dalam menimba ilmu keagamaan. Dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, turut hadir bersama pimpinan daerah lainnya. Kehadirannya mewakili semangat BAZNAS Kota Yogyakarta untuk selalu bersinergi dengan pemerintah daerah serta mendukung kegiatan keagamaan yang dapat membina masyarakat agar lebih dekat dengan nilai-nilai Islam. Pengajian rutin ini diisi oleh ulama terkemuka, KH. Edy Musoffa, S.Ag., MHI., yang menyampaikan ceramah dengan tema “Shalat Membangun Karakter Mulia.” Dalam ceramahnya, KH. Edy Musoffa menekankan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi juga merupakan sarana utama dalam membentuk karakter dan kepribadian seorang Muslim. Shalat yang dilaksanakan dengan khusyuk dapat menanamkan nilai-nilai positif dalam diri, seperti kedisiplinan, kesabaran, serta rasa tanggung jawab yang tinggi. “Shalat bukan hanya perintah yang harus kita laksanakan lima kali sehari, tetapi shalat adalah sarana untuk kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui shalat, kita belajar disiplin, menepati waktu, serta meningkatkan kesabaran dalam menghadapi setiap ujian kehidupan,” ujar KH. Edy Musoffa dalam tausiyahnya. Menurutnya, shalat juga menjadi tameng bagi setiap Muslim dalam menghindari perbuatan yang tidak terpuji. Ia mengingatkan pentingnya kesadaran setiap individu untuk menjadikan shalat sebagai pilar utama dalam kehidupan sehari-hari. “Ketika seseorang mendirikan shalat dengan baik dan benar, ia akan memiliki hati yang lebih bersih dan mental yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai cobaan hidup,” tambahnya. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan pengajian ini. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung secara konsisten karena memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. BAZNAS Kota Yogyakarta juga siap mendukung berbagai program keagamaan lainnya demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera secara lahir dan batin. “Kami sangat mengapresiasi tema yang diangkat dalam pengajian kali ini. Shalat memang harus kita jadikan sebagai sarana pembentukan karakter, agar kita dapat menghadapi tantangan hidup dengan lebih bijaksana dan tetap berada di jalan yang benar,” ujar Drs. H. Syamsul Azhari. Selain menjadi ajang silaturahmi, pengajian rutin FORKOPIMDA ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BAZNAS dan pemerintah kota dalam upaya pembinaan mental spiritual masyarakat. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang memiliki dampak positif bagi masyarakat luas. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar Kota Yogyakarta senantiasa diberkahi kedamaian, kemakmuran, serta dijauhkan dari segala bentuk bencana. Pengajian rutin FORKOPIMDA ini menjadi momen yang berharga bagi para pimpinan daerah dan masyarakat Yogyakarta untuk memperkuat iman dan mengingatkan akan pentingnya menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai agama. Pengajian ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah daerah tidak hanya terbatas pada program sosial, tetapi juga dalam pembinaan spiritual yang memberikan dampak jangka panjang bagi karakter dan mentalitas masyarakat Kota Yogyakarta. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA12/11/2024 | Amil
BAZNAS Kota Yogyakarta Gelar Khotmil Quran dan Murojaah Kader Tahfidz, Serahkan Bantuan RLHB Kepada Ibu Sulistyowati
BAZNAS Kota Yogyakarta Gelar Khotmil Quran dan Murojaah Kader Tahfidz, Serahkan Bantuan RLHB Kepada Ibu Sulistyowati
Yogyakarta, 10 November 2024 — BAZNAS Kota Yogyakarta kembali mengadakan kegiatan rutin tahunan berupa Khotmil Quran dan Murojaah yang melibatkan para kader tahfidz binaan BAZNAS. Acara ini dilaksanakan pada hari Ahad, 10 November 2024, pukul 10.00 WIB bertempat di Mushola Baiturahim, RW 01 Kampung Jlagran, Kelurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk Mantri Pamong Praja Kemantren Gedongtengen, Bapak Drs. Ananto Wibowo, M.I.P, serta jajaran Forkopimtren Gedongtengen. Acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, yang menyampaikan pentingnya sinergi antara masyarakat dan BAZNAS dalam mengoptimalkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). "Dengan adanya program seperti Khotmil Quran dan Murojaah ini, kami berharap dapat memperkuat jiwa spiritual masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya berzakat dan bersedekah. Melalui ZIS, kita dapat membantu lebih banyak saudara-saudara yang membutuhkan," ujarnya. Kegiatan Khotmil Quran yang dilakukan oleh para kader tahfidz ini merupakan bagian dari pembinaan rutin yang difasilitasi oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Murojaah atau pengulangan hafalan dilakukan dengan penuh kekhusyukan, diikuti oleh para peserta yang terdiri dari anak-anak hingga dewasa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan hafalan Al-Quran tetapi juga untuk menumbuhkan semangat berbagi dan berinfak di kalangan peserta dan masyarakat setempat. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Yogyakarta juga melakukan simbolis penyerahan bantuan Rumah Layak Huni kepada Ibu Sulistyowati, seorang warga RW 01 Kampung Jlagran yang selama ini membutuhkan tempat tinggal yang lebih baik. Bantuan ini merupakan salah satu program unggulan BAZNAS dalam memanfaatkan dana zakat dan infak yang telah dihimpun dari para donatur. Rumah Layak Huni ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan serta meningkatkan kualitas hidup bagi keluarga penerima manfaat. Tidak hanya itu, BAZNAS juga memberikan bantuan berupa perlengkapan rumah tangga untuk Ibu Sulistyowati. Bantuan tersebut terdiri dari satu buah kasur, dua buah almari, dan jemuran pakaian dengan total nilai bantuan mencapai Rp 3.250.000. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta dan diterima dengan haru oleh keluarga penerima manfaat. Dalam sambutannya, Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari zakat, infak, dan sedekah yang diberikan oleh para muzaki, dan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang membutuhkan. Mantri Pamong Praja Kemantren Gedongtengen, Bapak Drs. Ananto Wibowo, M.I.P., yang hadir dalam acara ini juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh BAZNAS. "Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta atas inisiatif dan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan. Program-program seperti ini sangat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan serta mendorong peningkatan kesejahteraan melalui optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah," ujar Ananto. Forkopimtren Gedongtengen yang turut hadir dalam acara ini juga menyampaikan apresiasi atas peran BAZNAS dalam membantu masyarakat. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk lebih aktif dalam berzakat, berinfak, dan bersedekah. Kegiatan Khotmil Quran dan Murojaah yang dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Rumah Layak Huni ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen BAZNAS Kota Yogyakarta dalam memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah secara optimal. Program ini juga menunjukkan bahwa ZIS bukan hanya sekadar ibadah finansial, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Sebagai penutup, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk lebih aktif dalam berzakat, berinfak, dan bersedekah. "Zakat, infak, dan sedekah yang kita keluarkan adalah bentuk investasi akhirat. Dengan berpartisipasi dalam program-program BAZNAS, kita bisa bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," tutup Drs. H. Syamsul Azhari. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap dapat terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya ZIS serta mendorong peningkatan penghimpunan dan pendistribusian dana zakat yang lebih merata. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara transparan dan profesional. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA11/11/2024 | Amil
BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Ananda Muhammad Haidar Al Faruq
BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Ananda Muhammad Haidar Al Faruq
Yogyakarta, 11 November 2024 — BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu melalui program pentasyarufan bantuan biaya pendidikan. Kali ini, bantuan diberikan kepada ananda Muhammad Haidar Al Faruq pada hari Kamis, tanggal 7 November lalu, seorang siswa berprestasi yang tengah menempuh pendidikan di MTS Ma'had Islamy Yogyakarta. Bantuan sebesar Rp 750.000 diserahkan langsung oleh Pelaksana Bidang II BAZNAS Kota Yogyakarta, Triyono. Dalam penyerahan bantuan tersebut, Triyono menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS dari para muzakki. "Kami berharap dengan bantuan ini, ananda Haidar dapat melanjutkan pendidikannya tanpa terbebani oleh masalah biaya. Dana yang kami salurkan merupakan amanah dari para muzakki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekah mereka kepada BAZNAS," ujarnya. Triyono juga menambahkan bahwa setiap zakat yang dikeluarkan oleh para muzakki akan menjadi berkah bagi mustahik, dan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Program bantuan biaya pendidikan ini merupakan salah satu upaya BAZNAS Kota Yogyakarta dalam meringankan beban keluarga kurang mampu, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan. Melalui dana zakat dan infak yang dihimpun, BAZNAS berupaya memastikan bahwa anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap dapat bersekolah dan menggapai cita-citanya. "Kami senantiasa berdoa agar para muzakki yang telah berinfak dan bersedekah selalu diberikan rezeki yang berlimpah dan keberkahan dalam hidupnya. Semoga mereka mendapatkan pahala yang terus mengalir dari kebaikan yang telah mereka lakukan," tambah Triyono. Ananda Muhammad Haidar Al Faruq yang menerima bantuan pendidikan ini mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta serta para muzakki yang telah memberikan donasi. "Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Saya akan memanfaatkan dana ini sebaik-baiknya untuk kebutuhan sekolah," ungkap Haidar. Dengan bantuan ini, Haidar berharap dapat terus belajar dengan tekun dan berprestasi di sekolahnya. Pelaksanaan penyaluran bantuan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk semakin meningkatkan partisipasi dalam berzakat, berinfak, dan bersedekah. Setiap dana yang dihimpun melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan, termasuk di bidang pendidikan. Pendidikan adalah salah satu pilar penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan akses pendidikan melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola. Selain itu, BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program yang dijalankan melalui kontribusi zakat, infak, dan sedekah. "Setiap rupiah yang kita keluarkan untuk zakat dan sedekah akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi mustahik. Kami berdoa agar seluruh muzakki, mustahik, dan amil BAZNAS selalu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT atas setiap amal kebaikan yang dilakukan," ujar Triyono dalam penutup sambutannya. Doa juga dipanjatkan oleh amil BAZNAS Kota Yogyakarta yang hadir dalam kegiatan tersebut. "Semoga para muzakki diberikan kemudahan dalam segala urusan, dilimpahkan rezekinya, serta selalu dalam lindungan Allah SWT. Kami juga mendoakan agar para mustahik, termasuk ananda Haidar, mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk meraih cita-citanya. Semoga setiap bantuan yang diberikan bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya bagi para donatur," ucap salah satu amil. Dengan adanya bantuan pendidikan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap dapat terus memperluas jangkauan program bantuan, sehingga lebih banyak anak-anak yang terbantu dalam mencapai pendidikan yang layak. Bantuan ini tidak hanya memberikan keringanan biaya, tetapi juga menjadi motivasi bagi para siswa untuk lebih giat belajar dan meraih prestasi. BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung upaya pemberdayaan pendidikan melalui zakat, infak, dan sedekah, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial. Semoga dengan dukungan semua pihak, termasuk para muzakki yang terus menyisihkan sebagian rezekinya, BAZNAS Kota Yogyakarta dapat terus melanjutkan misi mulianya dalam menyejahterakan umat melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang amanah dan transparan. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA11/11/2024 | Amil
Madrasah Al-Qur'an BAZNAS Kota Yogyakarta Beri Pelatihan Baca Al-Qur'an di TK Negeri 2 Yogyakarta
Madrasah Al-Qur'an BAZNAS Kota Yogyakarta Beri Pelatihan Baca Al-Qur'an di TK Negeri 2 Yogyakarta
Yogyakarta, 7 November 2024 — Sebanyak puluhan anak sholeh dan sholehah dari TK Negeri 2 Yogyakarta dengan khusyuk mengikuti pelatihan membaca Al-Qur'an menggunakan metode Iqra. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Madrasah Al-Qur'an (MDA) yang digagas oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak usia dini serta memfasilitasi anak-anak belajar membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, yang memberikan apresiasi atas antusiasme para peserta dan dukungan dari pihak sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan bahwa program MDA tidak hanya diselenggarakan di TK Negeri, tetapi juga di RA, SD, MI, dan SMP yang tersebar di berbagai wilayah Kota Yogyakarta. “Program ini dilaksanakan rutin dua kali dalam sepekan dengan dukungan penuh dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Melalui program ini, kami berharap dapat mencetak generasi yang sholeh dan sholehah serta memiliki pemahaman agama yang kuat,” ujarnya. Dana zakat yang diberikan para muzakki menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung berbagai kegiatan pendidikan dan dakwah yang dilaksanakan BAZNAS. Kegiatan belajar membaca Al-Qur'an metode Iqra ini dipandu oleh para ustadz dan ustadzah yang berpengalaman. Mereka dengan sabar membimbing anak-anak dalam mengenal huruf hijaiyah dan mengajarkan cara membaca dengan tartil. Kehadiran para ustadz dan ustadzah ini juga menjadi bukti nyata pemanfaatan dana infak yang dikelola BAZNAS. Selain memberikan manfaat langsung bagi para peserta didik, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para pengajar untuk mengamalkan ilmu yang mereka miliki. “Kami sangat bersyukur atas dukungan para donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka melalui BAZNAS Kota Yogyakarta. Semoga amal kebaikan tersebut menjadi jariyah yang pahalanya terus mengalir,” kata Syamsul Azhari. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran. Salah satu siswa, Fatimah, mengungkapkan kegembiraannya bisa belajar membaca Al-Qur'an bersama teman-teman sekelasnya. "Aku senang belajar Al-Qur'an dengan ustadzah. Sekarang sudah bisa membaca beberapa huruf hijaiyah," ucap Fatimah dengan senyum bangga. Pendanaan dari zakat dan sedekah ini memungkinkan BAZNAS menyediakan materi ajar yang berkualitas serta memberikan insentif kepada para pengajar, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, program MDA ini juga bertujuan membentuk karakter anak yang cinta terhadap Al-Qur'an dan ajaran Islam. Para orang tua sangat mendukung program ini karena merasa terbantu dalam memberikan pendidikan agama yang lebih intensif kepada anak-anak mereka. "Kami merasa bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta yang telah menyelenggarakan program ini. Dengan adanya dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional, anak-anak kami bisa mendapatkan pembelajaran agama yang lebih baik," ungkap seorang wali murid. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para muzakki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka melalui BAZNAS. "Kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzakki yang telah berkontribusi dalam program ini. Dengan adanya zakat dan infak yang disalurkan, kami dapat menjalankan berbagai program pendidikan seperti MDA ini. Kami mendoakan agar harta para muzakki selalu dilimpahkan keberkahan dan keluarga mereka senantiasa dalam keadaan sakinah dan penuh rahmat Allah SWT. Aamiin," tutup Syamsul Azhari. Program Madrasah Al-Qur'an yang digagas BAZNAS ini menjadi salah satu bentuk nyata dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran. Melalui program ini, BAZNAS tidak hanya mendukung pendidikan agama anak-anak sejak dini, tetapi juga menguatkan peran serta masyarakat dalam berzakat dan bersedekah sebagai bentuk kepedulian sosial. Dengan sinergi yang terjalin antara BAZNAS, para muzakki, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak anak-anak yang dapat menikmati pendidikan agama yang layak dan berkualitas. Ke depan, BAZNAS Kota Yogyakarta berencana untuk memperluas cakupan program MDA ke lebih banyak sekolah dan madrasah. "Kami berharap dapat menjangkau lebih banyak anak-anak dan memberikan pembelajaran Al-Qur'an yang lebih intensif. Dukungan dari para muzakki melalui zakat dan infak sangat penting untuk mewujudkan tujuan mulia ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan bagi para muzakki, mustahik, dan amil BAZNAS dalam setiap langkah kebaikan yang dilakukan," tutup Syamsul Azhari. *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA11/11/2024 | Amil
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat