WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Rakor Optimalisasi Peran Peran Mal Pelayanan Publik (MPP)

Yogyakarta – BAZNAS Kota Yogyakarta menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Peran Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk peningkatan daya tarik investasi yang dilaksanakan pada Kamis (12/2) di Ruang Rapat Arjuna Lantai 3.

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Substansi Penanaman Modal I tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Yogyakarta, Budi Santosa, S.STP., M.Si.

Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, lembaga vertikal, aparat penegak hukum, perbankan, hingga lembaga layanan publik lainnya. Kehadiran lintas sektor diharapkan mampu memperkuat integrasi layanan pada MPP sehingga semakin efektif, cepat, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Partisipasi BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi wujud komitmen dalam mendukung sinergi antarinstansi demi peningkatan kualitas pelayanan publik. Kolaborasi yang kuat melalui MPP diharapkan ikut menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif di Kota Yogyakarta.

Melalui forum ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap koordinasi dan komunikasi antar lembaga terus terjalin dengan baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

 

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id/

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

12/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang 1
Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta

Tarhib Ramadhan sebagai Spirit Menyambut Bulan Suci

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menghadirkan kegiatan bernuansa religius dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan melalui agenda Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Masjid Pangeran Diponegoro, Balaikota Yogyakarta. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan spiritual generasi muda Islam sebelum memasuki bulan penuh berkah. Sejak pagi hari, para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun secara khidmat dan inspiratif.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini diikuti oleh Kader Hafidz serta Kader Remaja Masjid binaan BAZNAS Kota Yogyakarta yang selama ini aktif dalam program pembinaan keagamaan. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat kolektif untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan ilmu yang cukup. BAZNAS Kota Yogyakarta memandang generasi muda sebagai aset strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam setiap program yang dijalankan.

Masjid Pangeran Diponegoro dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis dan simbolis sebagai pusat kegiatan keagamaan di lingkungan pemerintahan Kota Yogyakarta. Suasana masjid yang sejuk dan penuh ketenangan menambah kekhusyukan selama acara berlangsung. Para peserta tampak mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Nuansa kebersamaan begitu terasa, menciptakan energi positif yang menguatkan semangat menyambut Ramadhan.

Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa Tarhib Ramadhan bukan sekadar seremonial, melainkan sarana membangun kesiapan lahir dan batin. Ramadhan dipandang sebagai bulan pendidikan spiritual yang harus disambut dengan kesadaran dan pemahaman yang baik. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak mulia menjadi pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Kader Hafidz yang hadir merupakan para penghafal Al-Qur’an yang selama ini mendapatkan pendampingan dari BAZNAS Kota Yogyakarta. Keberadaan mereka diharapkan mampu menghidupkan masjid dan lingkungan sekitar dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Sementara itu, Kader Remaja Masjid menjadi motor penggerak kegiatan keislaman yang kreatif dan inklusif. Kolaborasi keduanya menciptakan sinergi yang kuat dalam dakwah berbasis generasi muda.

Rangkaian acara Tarhib Ramadhan diisi dengan tausiyah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta refleksi persiapan menyambut Ramadhan. Materi yang disampaikan mengajak peserta untuk melakukan muhasabah diri dan memperbaiki niat dalam beribadah. Para pemateri juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi amal kebaikan, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga setelahnya. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan namun penuh makna.

Selain penguatan spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antar kader dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta. Interaksi yang terjalin memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam satu visi dakwah. Para peserta saling berbagi pengalaman dan motivasi dalam menjalankan peran sebagai kader binaan BAZNAS Kota Yogyakarta. Hal ini menjadi modal sosial yang penting untuk keberlanjutan program-program keumatan.

BAZNAS Kota Yogyakarta secara konsisten menjadikan pembinaan kader sebagai bagian dari strategi pengelolaan zakat yang berdampak jangka panjang. Tidak hanya fokus pada pendistribusian dana, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak. Tarhib Ramadhan menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai lembaga yang tidak hanya amanah, tetapi juga visioner.

Semangat menyambut Ramadhan yang ditanamkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menular ke masyarakat luas. Para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai kebaikan di lingkungan masing-masing. Dengan bekal ilmu dan spiritualitas yang kuat, mereka diharapkan dapat menghidupkan suasana Ramadhan yang penuh makna. BAZNAS Kota Yogyakarta percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini juga menjadi pengingat pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung program-program pembinaan umat. Dana ZIS yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam program kaderisasi. Dukungan para muzaki menjadi kunci keberlangsungan program-program tersebut. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperluas dampak kebaikan.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum berbagi dan peduli. Tidak hanya melalui ibadah personal, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang nyata. Zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial. Dengan menunaikan ZIS melalui lembaga resmi, kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana doa bersama menjadi momen yang penuh haru dan kekhusyukan. Para peserta memanjatkan doa agar Ramadhan yang akan datang dapat dilalui dengan penuh keberkahan dan keistiqamahan. Harapan besar disematkan agar para kader mampu menjalankan perannya dengan baik di tengah masyarakat. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendampingi dan membersamai para kader dalam setiap langkah kebaikan.

Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid ini menjadi bukti nyata kepedulian BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang berdaya. Melalui sinergi antara pembinaan spiritual dan dukungan ZIS, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih religius dan sejahtera. Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan kebaikan. Bersama BAZNAS Kota Yogyakarta, mari sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan kepedulian yang nyata.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

09/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
PROGRAM RUMAH LAYAK HUNI BAZNAS KOTA YOGYAKARTA

Komitmen Nyata untuk Hunian yang Lebih Layak

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan Program Rumah Layak Huni pada Minggu, 8 Februari 2026. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa hunian yang aman, sehat, dan layak. Rumah bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga ruang tumbuh bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih bermartabat. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung dan berkelanjutan. Pelaksanaan program ini sekaligus menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif. Kepercayaan muzaki menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Program Rumah Layak Huni ini dilaksanakan melalui sinergi antara BAZNAS Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial. Kehadiran Wali Kota Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Program ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Dengan kerja sama yang solid, manfaat program dapat dirasakan secara lebih optimal.

Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pagi hari dan dilaksanakan di dua lokasi berbeda di wilayah Kota Yogyakarta. Lokasi pertama berlangsung pada pukul 06.00 WIB di wilayah Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron. Sementara itu, lokasi kedua dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB di wilayah Keparakan, Kemantren Mergangsan. Penentuan lokasi ini didasarkan pada hasil asesmen kebutuhan yang telah dilakukan secara menyeluruh. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan bantuan hunian layak. Pendekatan berbasis data ini menjadi bagian dari komitmen akuntabilitas lembaga.

Pada lokasi pertama, penerima manfaat Program Rumah Layak Huni adalah Bapak Maryadi yang beralamat di Dukuh MJ I/1342 RT 70 RW 15, Gedongkiwo, Mantrijeron. Kondisi rumah yang sebelumnya kurang layak huni menjadi perhatian bersama. Melalui program ini, rumah Bapak Maryadi mendapatkan peningkatan kualitas agar lebih aman dan nyaman untuk ditinggali. Perbaikan hunian ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bantuan yang diberikan tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memberikan ketenangan dan harapan baru. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, pada lokasi kedua, penerima manfaat adalah Bapak Budi Santoso yang tinggal di Keparakan Lor MG I/687 RT 35 RW 008, Keparakan, Mergangsan. Rumah yang sebelumnya belum memenuhi standar kelayakan menjadi sasaran perbaikan melalui program ini. BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan hunian yang lebih sehat dan manusiawi bagi keluarga penerima manfaat. Perbaikan rumah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan keluarga. Dengan hunian yang layak, keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan produktif. Program ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.

Seluruh pendanaan Program Rumah Layak Huni ini bersumber dari dana non APBD yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang telah mempercayakan pengelolaannya kepada BAZNAS Kota Yogyakarta. Penggunaan dana dilakukan secara amanah dan sesuai dengan prinsip syariah. Setiap rupiah yang disalurkan diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penerima. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam setiap pelaksanaan program. Hal ini menjadi upaya BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat pendampingan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. OPD pendamping yang terlibat antara lain Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta. Kehadiran OPD pendamping memberikan dukungan teknis sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan. Kolaborasi ini memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan dan standar yang ditetapkan. Sinergi lintas OPD menjadi contoh baik dalam pelaksanaan program sosial terpadu. Dengan kerja sama ini, pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif.

Rumah layak huni memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga. Hunian yang aman dan sehat menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan yang berkualitas. Melalui Program Rumah Layak Huni, BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun harapan dan semangat hidup penerima manfaat. Rumah yang layak akan berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan stabilitas ekonomi keluarga. Dengan demikian, program ini menjadi investasi sosial jangka panjang.

Program Rumah Layak Huni juga menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat jangka panjang. Pendekatan ini sejalan dengan visi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Dengan semakin banyaknya muzaki, manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Dukungan dari Pemerintah Kota Yogyakarta, OPD pendamping, serta para muzaki menjadi faktor utama keberhasilan program. Kolaborasi yang terjalin mencerminkan semangat gotong royong dalam membantu sesama. Program ini tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, sinergi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut. Bersama, kita dapat menghadirkan perubahan sosial yang lebih baik.

Ke depan, BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus melanjutkan Program Rumah Layak Huni. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Evaluasi dan peningkatan kualitas program akan terus dilakukan. Dengan dukungan berkelanjutan dari para muzaki, manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapannya, semakin banyak keluarga yang dapat menikmati hunian layak.

Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, dana ZIS dikelola secara profesional dan amanah. Program Rumah Layak Huni menjadi salah satu contoh nyata pemanfaatan dana tersebut. Setiap kontribusi yang diberikan memiliki arti besar bagi kehidupan orang lain. Dengan berzakat, masyarakat turut berperan aktif dalam pembangunan sosial. Kebaikan yang ditunaikan hari ini akan menjadi keberkahan di masa depan.

Program Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi wujud ikhtiar bersama dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan mendapat ridho Allah SWT. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan kebersamaan, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Semoga program ini membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

08/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” Warnai Program Ramadan BAZNAS 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama pengelolaan zakat tahun 2026, termasuk pada momentum Ramadan. Tagline tersebut menegaskan posisi zakat sebagai instrumen sosial yang memiliki kontribusi besar dalam menjawab persoalan nasional, seperti kemiskinan, bencana alam, dan kesenjangan pembangunan.

Penguatan peran zakat tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penyampaian arah kebijakan dan program BAZNAS selama bulan Ramadan tahun ini.

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa tagline yang diusung mencerminkan semangat kolektif bangsa dalam mengoptimalkan zakat sebagai pilar penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor.

Ia mencontohkan peran zakat dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

“Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya. Menurut Kiai Noor, meningkatnya kedermawanan masyarakat selama Ramadan menjadi momentum penting dalam menggerakkan zakat, infak, dan sedekah sebagai pengungkit kesejahteraan.

“Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ucap Kiai Noor.

Pada 2026, BAZNAS akan memprioritaskan penguatan respons kebencanaan, mulai dari fase darurat hingga pemulihan berbasis pemberdayaan. Program seperti Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid telah disiapkan untuk mendukung pemulihan pascabencana.

“Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” kata Kiai Noor.

Selain fokus kebencanaan, BAZNAS juga memperluas program di bidang ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan. Kiai Noor berharap tagline tersebut menjadi ajakan bersama agar zakat menjadi energi persatuan nasional.

“Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya.

Konferensi pers tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan deputi BAZNAS RI, para amil, serta pemangku kepentingan terkait.

 

Kontributor : Adam Fakhrian

Editor : PUT

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari kuatkan kepedulian sosial dengan ZIS-DSKL yang amanah

Mari jadikan fidyah sebagai jalan berbagi dan mendidik akhlak

Mari dukung program kemaslahatan umat bersama BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk kemudahan dan keberkahan ibadah Anda.

#BAZNASKotaYogyakarta #FidyahSosial #SolidaritasIslam #EdukasiSosial #ZISDSKL #FidyahRamadan #ZakatJogja #UmatPeduli

04/02/2026 | Kontributor: BAZNAS RI
RAKORDA BAZNAS Se-DIY Perkuat Sinergi ZIS-DSKL untuk Kesejahteraan Umat

Sinergi Lembaga Zakat dalam Forum Strategis

Rapat Koordinasi Daerah BAZNAS Se-DIY menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang pertemuan resmi antar BAZNAS kabupaten dan kota untuk menyelaraskan visi, misi, dan langkah strategis. BAZNAS Kabupaten Gunungkidul dipercaya sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan agenda koordinasi ini. Seluruh perwakilan BAZNAS se-DIY hadir sebagai bentuk komitmen kolektif membangun tata kelola zakat yang profesional. Acara berlangsung di Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul yang dikenal sebagai ruang diskusi yang hangat dan bersahaja. Suasana kekeluargaan mengiringi jalannya diskusi sejak awal kegiatan.

Rakorda ini menjadi sarana evaluasi atas kinerja pengelolaan zakat yang telah berjalan. Selain itu forum ini juga dimanfaatkan untuk menyusun langkah konkret menghadapi tantangan ke depan. Setiap daerah menyampaikan capaian serta hambatan yang dihadapi di lapangan. Pertemuan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga substantif. Diskusi dilakukan secara terbuka dan konstruktif. Seluruh peserta menunjukkan keseriusan dalam memperkuat peran zakat bagi kesejahteraan umat. Rakorda ini menjadi cerminan semangat kolaborasi lintas daerah. Kesamaan tujuan menjadi fondasi utama dalam setiap pembahasan. BAZNAS Kota Yogyakarta hadir aktif dalam setiap sesi diskusi. Kehadiran ini menegaskan peran strategis BAZNAS Kota Yogyakarta dalam pengelolaan ZIS-DSKL. Forum ini diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama yang aplikatif. Sinergi yang terbangun menjadi modal penting bagi keberlanjutan program zakat.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai Tuan Rumah

Penunjukan BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah Rakorda BAZNAS Se-DIY membawa makna tersendiri. Kabupaten Gunungkidul selama ini dikenal aktif dalam pengembangan program zakat berbasis pemberdayaan. Lokasi kegiatan dipilih dengan mempertimbangkan kenyamanan dan suasana yang mendukung dialog terbuka. Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul menjadi tempat yang merepresentasikan kearifan lokal. Pemilihan lokasi ini juga mencerminkan kedekatan BAZNAS dengan masyarakat. Tuan rumah menyambut seluruh peserta dengan penuh keramahan. Persiapan acara dilakukan secara matang dan terkoordinasi. Hal ini terlihat dari kelancaran acara sejak awal hingga akhir.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul menunjukkan profesionalisme sebagai penyelenggara. Setiap detail kegiatan diperhatikan dengan baik. Kehangatan suasana membuat diskusi berjalan lebih cair. Peserta merasa nyaman menyampaikan pandangan dan gagasan. Semangat kebersamaan sangat terasa sepanjang kegiatan. Tuan rumah juga memfasilitasi kebutuhan teknis peserta. Hal ini mendukung efektivitas jalannya Rakorda. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi catatan positif bagi BAZNAS Kabupaten Gunungkidul. Peran tuan rumah diapresiasi oleh seluruh peserta. Forum ini memperkuat jejaring antar BAZNAS di DIY. Sinergi yang terbangun diharapkan terus berlanjut pasca kegiatan.

Kehadiran Lengkap BAZNAS Se-DIY

Rakorda BAZNAS Se-DIY diikuti oleh seluruh BAZNAS kabupaten dan kota di wilayah DIY. Kehadiran lengkap ini menunjukkan keseriusan lembaga zakat dalam membangun koordinasi regional. Setiap perwakilan hadir dengan membawa laporan dan masukan dari daerah masing-masing. Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Tidak ada sekat antara daerah satu dengan lainnya. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat. Kehadiran BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi salah satu sorotan dalam forum ini.

BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal aktif dalam pengembangan program inovatif. Kontribusi gagasan dari BAZNAS Kota Yogyakarta memperkaya diskusi. Seluruh peserta saling belajar dari pengalaman daerah lain. Forum ini memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar BAZNAS DIY. Pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi kelembagaan. Setiap BAZNAS menyadari pentingnya keselarasan langkah. Perbedaan karakteristik daerah menjadi kekuatan jika dikelola bersama. Rakorda ini menjadi wadah pemersatu. Semangat kolaborasi terasa kuat dalam setiap sesi. Kehadiran lengkap peserta memperkuat legitimasi hasil Rakorda. Kesepakatan yang dihasilkan menjadi tanggung jawab bersama. Forum ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas wilayah.

Evaluasi Pengumpulan Zakat sebagai Agenda Utama

Salah satu agenda utama dalam Rakorda adalah evaluasi pencapaian target pengumpulan zakat. Setiap BAZNAS memaparkan capaian pengumpulan ZIS di wilayah masing-masing. Data yang disampaikan menjadi bahan analisis bersama. Diskusi difokuskan pada strategi peningkatan penghimpunan zakat. Tantangan dalam pengumpulan zakat dibahas secara terbuka. Peserta saling memberikan masukan konstruktif. Pengalaman daerah dengan capaian tinggi menjadi referensi bersama.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan capaian dan strategi yang telah diterapkan. Pemanfaatan digitalisasi menjadi salah satu poin penting dalam diskusi. Evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat kinerja ke depan. Setiap daerah didorong untuk berinovasi. Pengumpulan zakat dipandang sebagai pintu masuk pemberdayaan umat. Diskusi juga menyoroti pentingnya literasi zakat di masyarakat. Kesadaran muzaki menjadi faktor kunci keberhasilan. Forum ini menegaskan perlunya pendekatan yang adaptif. Kolaborasi antar BAZNAS menjadi solusi atas berbagai kendala. Evaluasi dilakukan secara objektif dan transparan. Data menjadi dasar pengambilan keputusan. Rakorda ini menghasilkan rekomendasi strategis. Penguatan pengumpulan zakat menjadi komitmen bersama.

Pembahasan IZN Micro dan Makro

Rakorda BAZNAS Se-DIY juga membahas pengembangan IZN Micro dan Makro. Program ini menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi umat. Setiap BAZNAS menyampaikan progres implementasi program IZN. Diskusi menyoroti keberhasilan dan tantangan di lapangan. Pendekatan Micro dinilai efektif untuk penguatan usaha kecil. Sementara pendekatan Makro diarahkan pada dampak yang lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta berbagi pengalaman dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Integrasi program menjadi salah satu fokus pembahasan.

Peserta sepakat bahwa IZN harus dikelola secara berkelanjutan. Pendampingan mustahik menjadi faktor penentu keberhasilan. Forum ini juga membahas pengukuran dampak program. Data dampak menjadi penting untuk evaluasi. Diskusi berlangsung mendalam dan aplikatif. Setiap daerah menyampaikan inovasi yang telah dilakukan. Program IZN dipandang sebagai wajah zakat produktif. Rakorda ini memperkuat komitmen pengembangan IZN. Sinergi antar daerah menjadi kunci keberhasilan. Pembahasan ini menghasilkan kesepakatan strategis. Implementasi program akan terus dimonitor bersama. IZN menjadi fokus penguatan ke depan.

Agenda Strategis FGD ZIS DSKL

Agenda terdekat yang dibahas dalam Rakorda adalah pelaksanaan FGD ZIS DSKL. Forum diskusi ini dirancang untuk memperdalam pemahaman dan strategi pengelolaan ZIS DSKL. Peserta sepakat bahwa ZIS DSKL membutuhkan pendekatan khusus. Diskusi awal dilakukan untuk menyamakan persepsi. Setiap BAZNAS menyampaikan pandangan terkait implementasi ZIS DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel. FGD dipandang sebagai ruang strategis untuk merumuskan kebijakan. Agenda ini dirancang secara terstruktur dan sistematis.

Diskusi menyoroti peran zakat dalam pembangunan berkelanjutan. ZIS DSKL menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan. Forum ini juga membahas kesiapan sumber daya. Kolaborasi lintas sektor menjadi perhatian utama. Peserta sepakat bahwa FGD harus menghasilkan rekomendasi konkret. Agenda ini menjadi prioritas bersama. Rakorda menetapkan langkah-langkah awal pelaksanaan FGD. Setiap daerah memiliki peran dalam menyukseskan agenda ini. ZIS DSKL dipandang sebagai masa depan pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung visioner dan progresif. Rakorda ini menjadi titik awal penguatan ZIS DSKL. Komitmen bersama menjadi modal utama.

Pandangan Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pandangan strategis dalam Rakorda tersebut. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar BAZNAS di DIY. Menurut beliau, koordinasi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan zakat. Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan bahwa Rakorda bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi ruang refleksi dan perencanaan bersama. Beliau menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan ZIS. Kepercayaan masyarakat harus terus dijaga. Drs. H. Syamsul Azhari juga menekankan pentingnya inovasi.

Digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis. Menurut beliau, pendekatan kreatif diperlukan untuk menjangkau muzaki. Program pemberdayaan harus berdampak nyata. IZN menjadi instrumen penting dalam hal ini. Beliau mengapresiasi peran BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah. Suasana diskusi yang hangat dinilai mendukung produktivitas forum. Drs. H. Syamsul Azhari mengajak seluruh BAZNAS untuk terus belajar. Kolaborasi lintas daerah harus diperkuat. Rakorda ini diharapkan menghasilkan langkah konkret. Pandangan beliau menjadi penguat arah kebijakan. Pesan tersebut diterima dengan antusias oleh peserta.

Kutipan Langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pernyataan secara langsung. Beliau mengatakan, “Rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pengelolaan zakat di DIY.” Pernyataan tersebut disampaikan dengan penuh keyakinan. Beliau menegaskan bahwa sinergi adalah kunci keberhasilan. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam mengelola zakat,” ujar beliau. Menurut Drs. H. Syamsul Azhari, koordinasi akan memperkuat dampak program. Beliau juga menyampaikan pentingnya menjaga kepercayaan muzaki. “Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” lanjutnya.

Beliau menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas. Program zakat harus memberikan manfaat nyata bagi mustahik. “IZN Micro dan Makro harus terus kita kembangkan,” ungkap beliau. Drs. H. Syamsul Azhari juga menyoroti pentingnya ZIS DSKL. “FGD ZIS DSKL harus menghasilkan kebijakan yang aplikatif,” katanya. Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Pesan beliau menjadi penguat semangat bersama. Kutipan ini mencerminkan arah kebijakan BAZNAS Kota Yogyakarta. Pernyataan disampaikan secara lugas dan inspiratif. Peserta mencatat poin-poin penting tersebut. Ucapan ini menjadi salah satu sorotan Rakorda. Pesan beliau diharapkan menjadi pedoman bersama.

Komitmen Bersama Membangun Zakat Berkelanjutan

Rakorda BAZNAS Se-DIY menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat. Setiap BAZNAS menyadari peran strategisnya masing-masing. Komitmen ini tidak hanya bersifat normatif. Kesepakatan dituangkan dalam langkah-langkah konkret. Sinergi menjadi kata kunci dalam setiap rencana. Pengelolaan zakat diarahkan pada keberlanjutan. Program pemberdayaan menjadi prioritas utama. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berinovasi.

Kolaborasi lintas daerah akan terus diperkuat. Rakorda ini menjadi pijakan penting ke depan. Setiap daerah memiliki tanggung jawab yang sama. Komitmen ini didukung oleh semangat kebersamaan. Tantangan ke depan dihadapi secara kolektif. Zakat dipandang sebagai solusi sosial. Pengelolaan profesional menjadi keharusan. Rakorda ini mempertegas arah kebijakan regional. Komitmen bersama ini diharapkan berdampak luas. Keberlanjutan program menjadi fokus utama. Sinergi menjadi modal sosial yang kuat.

Peran Strategis BAZNAS Kota Yogyakarta

BAZNAS Kota Yogyakarta memainkan peran strategis dalam Rakorda ini. Kehadiran aktif dalam setiap sesi menunjukkan komitmen lembaga. BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal sebagai pelopor inovasi. Program-program yang dijalankan menjadi referensi daerah lain. Kontribusi pemikiran memperkaya diskusi. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif mendorong kolaborasi. Peran ini diapresiasi oleh peserta Rakorda. Komitmen terhadap pengelolaan profesional menjadi ciri khas.

BAZNAS Kota Yogyakarta terus memperkuat tata kelola. Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama. Pendekatan berbasis data diterapkan secara konsisten. Program pemberdayaan terus dikembangkan. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif dalam literasi zakat. Edukasi kepada masyarakat menjadi prioritas. Peran strategis ini diharapkan terus berlanjut. Rakorda ini memperkuat posisi BAZNAS Kota Yogyakarta. Sinergi regional menjadi bagian dari strategi. Peran aktif ini berdampak positif bagi DIY. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berkontribusi.

Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Umat

Rakorda ini menegaskan kembali peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Zakat tidak hanya bersifat konsumtif. Pendekatan produktif menjadi fokus utama. Program IZN menjadi contoh nyata. Pemberdayaan ekonomi mustahik menjadi tujuan. Zakat diarahkan untuk meningkatkan kemandirian. Rakorda ini memperkuat paradigma tersebut. Setiap BAZNAS berkomitmen menjalankan program berdampak. Zakat dipandang sebagai solusi sosial.

Pengelolaan profesional menjadi syarat utama. Sinergi memperkuat dampak program. ZIS DSKL menjadi bagian penting dari strategi. Rakorda ini menjadi ruang penyelarasan visi. Pemberdayaan umat menjadi tujuan bersama. Zakat dikelola secara amanah. Kepercayaan masyarakat menjadi prioritas. Rakorda ini memperkuat komitmen tersebut. Program zakat diharapkan semakin tepat sasaran. Dampak jangka panjang menjadi fokus. Zakat menjadi kekuatan pembangunan sosial.

Berzakat, Infak, dan Sedekah

Rakorda ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi. Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Zakat, infak, dan sedekah memiliki dampak besar. Setiap kontribusi menjadi amal jariyah. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan yang amanah. Program disalurkan secara tepat sasaran. Masyarakat diajak menjadi bagian dari perubahan.

ZIS-DSKL menjadi instrumen keberlanjutan. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan. BAZNAS Kota Yogyakarta membuka akses seluas-luasnya. Kemudahan layanan menjadi prioritas. Masyarakat dapat menyalurkan ZIS dengan nyaman. Rakorda ini memperkuat ajakan tersebut. Zakat menjadi solusi bersama. Infak dan sedekah memperkuat solidaritas. Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama. BAZNAS Kota Yogyakarta siap melayani. Mari bersama membangun kesejahteraan umat.

Fidyah Digital

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan fidyah secara mudah dan aman. Fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sesuai ketentuan. BAZNAS Kota Yogyakarta menyediakan layanan digital untuk kemudahan. Masyarakat dapat menunaikan fidyah melalui kantor digital resmi. Layanan ini dirancang untuk kenyamanan muzaki. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama. BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyediakan layanan informasi.

Nomor layanan muzaki siap melayani masyarakat. Fidyah yang ditunaikan akan disalurkan secara tepat. Program ini menjadi bagian dari ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan sesuai syariat. Layanan digital memudahkan masyarakat. Fidyah dapat ditunaikan kapan saja. Rakorda ini memperkuat komitmen pelayanan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berinovasi. Masyarakat diajak memanfaatkan layanan resmi. Fidyah menjadi bagian dari kepedulian sosial. BAZNAS Kota Yogyakarta siap menjadi mitra umat. Mari tunaikan fidyah dengan amanah.

Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta untuk pemberdayaan umat.

Mari salurkan infak dan sedekah sebagai wujud kepedulian sosial.

Mari dukung program ZIS-DSKL demi kesejahteraan berkelanjutan.

Mari percayakan ZIS kepada BAZNAS Kota Yogyakarta yang amanah dan profesional.

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi layanan muzaki 0821-4123-2770

#BAZNASKotaYogyakarta #RakordaBAZNASDIY #ZISDSKL #ZakatUntukUmat #FidyahBAZNAS

04/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Berita Terbaru

Zakat dan Pengentasan Kelaparan
Zakat dan Pengentasan Kelaparan
Zakat dan Pengentasan Kelaparan : Peran Zakat dalam Menyediakan Akses Pangan Kelaparan merupakan salah satu tantangan kemanusiaan yang mendesak di dunia saat ini. Menurut laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), lebih dari 820 juta orang di seluruh dunia menderita kelaparan kronis. Di tengah kondisi ini, zakat memiliki peran yang sangat signifikan. Zakat merupakan salah satu pilar utama dalam agama Islam yang memiliki tujuan untuk menciptakan kesejahteraan sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Salah satu aspek penting dari zakat adalah pengentasan kelaparan dan penyediaan akses pangan bagi masyarakat yang membutuhkan. Definisi Zakat Pertama-tama, penting untuk memahami konsep zakat dalam Islam. Zakat secara harfiah berarti “pembersihan” atau “pertumbuhan.” Zakat adalah kewajiban bagi umat Islam untuk menyisihkan sebagian dari harta mereka untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Zakat tidak hanya sekadar sumbangan, tetapi merupakan kewajiban yang diatur secara jelas dalam ajaran Islam. Harta yang dikenakan zakat meliputi harta yang disimpan dalam bentuk emas, perak, uang, pertanian, dan perdagangan. Zakat memiliki tujuan mulia, salah satunya adalah untuk mengurangi disparitas ekonomi antara orang kaya dan miskin serta memberdayakan mereka yang kurang mampu. Pengentasan Kelaparan melalui Zakat Salah satu fokus utama zakat adalah memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk dalam upaya mengatasi kelaparan. Zakat tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga berperan dalam memberdayakan masyarakat untuk menciptakan akses pangan yang berkelanjutan. 1. Distribusi Langsung Zakat sering kali diberikan kepada individu atau keluarga yang menderita kelaparan atau ketidakmampuan ekonomi secara langsung. Bantuan ini dapat berupa makanan, uang tunai, atau kebutuhan pokok lainnya yang membantu mereka memenuhi kebutuhan pangan mereka. Distribusi zakat secara langsung membantu mengurangi tingkat kelaparan di komunitas yang membutuhkan. 2. Investasi dalam Pertanian dan Produksi Pangan Zakat juga dapat digunakan untuk mengembangkan sektor pertanian dan produksi pangan. Dengan mengalokasikan zakat untuk program-program yang meningkatkan produktivitas pertanian, seperti penyediaan bibit unggul, alat pertanian, atau pelatihan bagi petani, masyarakat dapat memperkuat ketahanan pangan mereka sendiri. Investasi ini tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga menciptakan sumber daya yang berkelanjutan untuk mengatasi kelaparan di masa depan. 3. Pemberdayaan Ekonomi Melalui program-program pemberdayaan ekonomi, zakat dapat digunakan untuk memberikan pelatihan keterampilan, modal usaha, atau bantuan teknis kepada individu atau kelompok yang ingin memulai usaha di sektor pangan. Dengan memberdayakan masyarakat untuk menjadi produsen pangan, zakat membantu menciptakan akses yang lebih luas terhadap pangan, sambil juga meningkatkan kemandirian ekonomi mereka. 4. Pengentasan Kemiskinan Struktural Zakat juga berperan dalam pengentasan kemiskinan struktural yang menjadi salah satu penyebab utama kelaparan. Dengan mengalokasikan dana zakat untuk program-program pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, masyarakat dapat diberdayakan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan yang seringkali menjadi akar permasalahan kelaparan. Dalam konteks pengentasan kelaparan, zakat bukan hanya merupakan kewajiban agama, tetapi juga merupakan instrumen penting dalam menciptakan akses pangan yang adil dan berkelanjutan bagi semua orang. Melalui pendistribusian yang tepat dan pemanfaatan dana secara efisien, zakat memiliki potensi besar untuk mengubah realitas kelaparan menjadi masa depan yang lebih cerah bagi jutaan orang di seluruh dunia. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA24/04/2024 | Asmara
Ketentuan harta yang dizakat
Ketentuan harta yang dizakat
Harta yang wajib dizakati dalam ajaran Islam terdiri dari berbagai jenis harta, yang wajib dikeluarkan zakatnya. Dalam Islam, terdapat ketentuan-ketentuan tertentu mengenai jenis harta yang wajib dizakatkan. Pada dasarnya, harta yang wajib dizakatkan disebut sebagai harta yang produktif, yang dapat mengalir dan bertambah nilainya dari waktu ke waktu. Berikut adalah beberapa jenis harta yang wajib dizakatkan: Harta Ternak: Termasuk di dalamnya sapi, kambing, domba, dan unta. Dalam hal ini, harta ternak yang mencapai batas tertentu (nisab) dan telah mencapai satu tahun dalam kepemilikan seseorang, maka harta tersebut wajib dizakatkan sebesar 2,5% dari nilai ternak tersebut. Harta Pertanian: Ini mencakup hasil panen seperti gandum, barley, kurma, anggur, dan buah-buahan lainnya. Zakat pertanian ini berbeda dengan zakat harta ternak, jumlahnya berkisar antara 5-10% tergantung jenis tanaman dan apakah irigasi dilakukan atau tidak. Emas dan Perak: Emas dan perak yang mencapai batas tertentu (nisab) dan telah dimiliki selama satu tahun penuh juga wajib dizakatkan sebesar 2,5% dari nilai emas dan perak yang dimiliki. Uang dan Investasi: Harta berbentuk uang dan investasi seperti tabungan, deposito, saham, obligasi, dan lain sebagainya, jika mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun, juga wajib dizakatkan sebesar 2,5% dari nilai total harta tersebut. Perdagangan dan Bisnis: Keuntungan dari perdagangan dan bisnis juga wajib dizakatkan, dengan syarat keuntungan tersebut mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun. Penting untuk memahami bahwa ketentuan-ketentuan ini berdasarkan pada hukum syariat Islam dan dapat bervariasi tergantung pada jenis harta, nisab, dan syarat-syarat lainnya. Oleh karena itu, jika seseorang memiliki salah satu jenis harta tersebut dan memenuhi syarat-syarat tertentu, maka wajib baginya untuk membayar zakat atas harta tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. zakat adalah salah satu rukun Islam yang memiliki ketentuan-ketentuan tersendiri dalam pelaksanaannya. Berikut adalah beberapa ketentuan zakat yang penting untuk dipahami: Kewajiban: Zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat untuk membayarnya. Hal ini berdasarkan pada ajaran agama Islam yang diwajibkan Allah SWT kepada umat-Nya. Nisab: Nisab adalah batas minimum nilai harta yang harus dimiliki agar wajib membayar zakat. Nilai nisab berbeda untuk setiap jenis harta, seperti emas, perak, dan uang tunai. Harta yang mencapai atau melebihi nisab dalam satu tahun hijriyah (satu tahun kalender Islam) menjadi subjek untuk dizakatkan. Jenis Harta: Zakat wajib dikenakan pada jenis-jenis harta tertentu yang produktif dan memiliki nilai yang berkembang dari waktu ke waktu, seperti emas, perak, uang, hasil pertanian, ternak, dan bisnis. Jumlah Zakat: Jumlah zakat yang harus dibayarkan umumnya adalah 2,5% dari nilai total harta yang mencapai nisab. Namun, jumlah zakat dapat berbeda tergantung pada jenis harta yang dimiliki. Waktu Pembayaran: Zakat harus dibayarkan setiap tahun pada saat tertentu, yaitu setelah mencapai satu tahun kepemilikan harta tersebut. Biasanya, waktu pembayaran zakat berkaitan dengan bulan Ramadan atau pada saat Hari Raya Idul Fitri. Manfaat Zakat: Zakat memiliki tujuan untuk menyucikan harta, membantu mereka yang membutuhkan, mengurangi kesenjangan sosial, dan memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat Muslim. Penyaluran Zakat: Zakat yang telah dibayarkan harus disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, orang yang berhutang, amil zakat, dan lain sebagainya, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Penting untuk dipahami bahwa zakat adalah salah satu kewajiban utama dalam Islam dan memiliki peran yang sangat penting dalam membantu kesejahteraan umat serta menjaga keadilan sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu, setiap Muslim diharapkan untuk memahami dan melaksanakan kewajiban zakat sesuai dengan ajaran Islam. #HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya#AmanahProfesionalTransparan#TerimakasihMuzakiDanMustahiq================*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA24/04/2024 | Suryanti
Peran Masjid Dalam Distribusi Zakat Mal
Peran Masjid Dalam Distribusi Zakat Mal
Peran Masjid Dalam Distribusi Zakat Mal: Membangun Kesejahteraan Komunitas Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial dalam masyarakat Muslim, memiliki peran yang penting dalam distribusi zakat mal untuk meningkatkan kesejahteraan komunitasnya. Dengan memanfaatkan peran strateginya, masjid dapat menjadi pengelola yang efektif dalam mendistribusikan zakat mal dari para muzaki (pemberi zakat). Dengan menyediakan layanan pengumpulan yang mudah dan terpercaya, masjid dapat menghimpun dana zakat mal secara efisien untuk kemudian didistribusikan kepada yang membutuhkan. Selain itu, masjid juga dapat berperan sebagai lembaga yang memfasilitasi distribusi zakat mal kepada mustahik (penerima zakat). Melalui program-program yang terorganisir dengan baik, masjid dapat melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap penerima zakat untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan dampak yang signifikan bagi mereka yang membutuhkan. Masjid juga dapat memanfaatkan dana zakat mal untuk membantu membangun infrastruktur sosial dan ekonomi dalam komunitasnya. Misalnya, program-program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik, bantuan pendidikan, serta pembangunan sarana kesehatan dan sanitasi yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Sehingga, melalui peran aktif masjid dalam distribusi zakat mal diharapkan dapat tercipta sinergi antara kegiatan keagamaan dan upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan Muslim secara luas. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA23/04/2024 | admin asmara
Syarat-syarat harta yang wajib dizakatkan dalam Islam
Syarat-syarat harta yang wajib dizakatkan dalam Islam
Harta yang wajib dizakat adalah harta yang mencapai syarat nisab dan haul, yang merupakan harta yang berpotensi untuk pertambahan nilai atau memberi keuntungan bagi pemiliknya. Jenis harta yang wajib dizakat antara lain emas dan perak, harta dagangan, hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, pendapatan, jasa, dan zakat harta temuan (zakat rikaz). Mencapai Nisab: Nisab adalah batas minimum nilai harta yang harus dimiliki agar wajib dizakatkan. Nilai nisab berbeda untuk setiap jenis harta, seperti emas, perak, uang, dan lain sebagainya. Seseorang yang memiliki harta di atas nilai nisab tersebut dalam satu tahun hijriah (satu tahun kalender Islam) diwajibkan untuk membayar zakat. Kepemilikan: Harta yang akan dizakatkan harus dimiliki sepenuhnya oleh individu tersebut. Harta yang dipinjamkan, harta yang sedang dalam proses pelunasan utang, atau harta yang dimiliki bersama dengan orang lain (kecuali harta warisan yang sudah dibagi) tidak dihitung untuk zakat. Ketersediaan: Harta yang akan dizakatkan harus tersedia dan dapat digunakan oleh pemiliknya. Jika harta tersebut tidak dapat diakses atau digunakan karena alasan tertentu, seperti terkunci atau dalam keadaan terblokir, maka tidak wajib dizakatkan. Produktif: Harta yang wajib dizakatkan biasanya merupakan jenis harta yang produktif, artinya dapat berkembang nilainya dari waktu ke waktu. Contohnya seperti emas, perak, harta dagangan, hasil pertanian, ternak, dan lain sebagainya. Dengan memenuhi syarat-syarat di atas, seseorang baru diwajibkan untuk membayar zakat atas harta yang dimilikinya. Penting untuk memperhatikan bahwa ketentuan dan nilai nisab zakat dapat bervariasi tergantung pada jenis harta dan nilai ekonomi yang berlaku pada saat itu. Sebaiknya, seseorang berkonsultasi dengan otoritas agama atau ahli zakat untuk memastikan bahwa zakatnya dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. #HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya#AmanahProfesionalTransparan#TerimakasihMuzakiDanMustahiq================*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA23/04/2024 | suryanti
KEAJAIBAN BERSEDEKAH
KEAJAIBAN BERSEDEKAH
Sedekah merupakan sebuah amal ibadah yang memiliki banyak keajaiban dan manfaat, baik bagi orang yang memberikan maupun yang menerima sedekah. Praktik sedekah merupakan bagian penting dari ajaran agama dalam berbagai kepercayaan di dunia, seperti Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha. Dalam Islam, sedekah dianggap sebagai salah satu amal mulia yang dianjurkan dan diberkahi oleh Allah SWT. Sedekah bukan hanya sebatas memberikan sebagian harta kepada orang yang membutuhkan, tetapi juga melibatkan niat tulus serta keikhlasan dalam berbagi rezeki yang telah diberikan oleh Allah. Salah satu keajaiban sedekah adalah adanya keberkahan dalam rezeki. Ketika seseorang menyisihkan sebagian harta mereka untuk bersedekah, Allah akan membalasnya dengan melipatgandakan rezeki yang diberikan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an, "Dan apa saja yang kamu nafkahkan, niscaya Allah akan menggantinya. Dan Dia lah sebaik-baik pemberi rezeki." (QS. Saba: 39). Dengan bersedekah, seseorang juga memperoleh perlindungan dari kemiskinan dan mendapatkan kelancaran dalam segala urusannya. Keajaiban lain dari sedekah adalah penyucian harta dan jiwa. Dengan memberikan sedekah, seseorang membersihkan harta mereka dari sifat kikir dan keserakahan. Seiring waktu, kebiasaan memberikan sedekah juga membentuk kepribadian yang lebih dermawan, sabar, dan ikhlas. Seseorang yang gemar bersedekah akan merasakan kedamaian jiwa yang sulit diperoleh melalui harta duniawi semata. Sedekah juga memiliki keajaiban dalam penyembuhan penyakit. Dalam beberapa tradisi, sedekah dianggap sebagai obat yang mujarab untuk menyembuhkan penyakit, baik fisik maupun mental. Memberikan sedekah dengan niat ikhlas dan penuh keyakinan dapat membawa rahmat dan kesembuhan bagi orang yang sakit. Hal ini juga mencerminkan kekuatan doa dan kebaikan hati yang terpancar melalui sedekah. Tidak hanya itu, sedekah juga membangun solidaritas dan memperkuat tali persaudaraan di antara sesama. Ketika seseorang memberikan sedekah, mereka tidak hanya membantu orang yang membutuhkan secara materi, tetapi juga memberikan dukungan moral dan emosional. Kebersamaan dalam berbagi rezeki memperkuat rasa saling tolong menolong dalam masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis. Keajaiban selanjutnya dari sedekah adalah melawan sifat bakhil dan tamak. Kebiasaan bersedekah mengajarkan seseorang untuk mencintai harta dengan kadar yang wajar, tanpa terjerat oleh keegoisan dan keserakahan. Dengan terus berbagi rezeki kepada orang lain, seseorang belajar untuk bersyukur atas apa yang telah dimiliki dan tidak terlalu terikat pada harta duniawi. Sedekah juga memiliki keajaiban dalam memperbaiki hubungan manusia dengan alam sekitar. Praktik bersedekah yang dilakukan secara bijaksana dapat membantu dalam pelestarian lingkungan. Misalnya, dengan mendonasikan barang-barang bekas yang masih layak pakai, seseorang dapat mengurangi limbah dan mendukung pola konsumsi yang lebih berkelanjutan. Keajaiban terakhir dari sedekah adalah pahala yang berlipat ganda di akhirat. Orang yang gemar bersedekah akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat dari Allah di kehidupan akhirat, sesuai dengan niat dan keikhlasan yang mereka tanamkan saat memberikan sedekah di dunia. Pahala sedekah juga akan menjadi bentuk investasi terbaik yang akan membawa kebaikan kepada seseorang sampai kapan pun. Dengan memahami dan mengamalkan keajaiban sedekah, seseorang dapat merasakan berkah dan kebaikan yang tak terhingga dari perbuatan kecil ini. Bersedekah bukan hanya tentang memberi sebagian harta, melainkan juga tentang menyempurnakan keimanan, membersihkan jiwa, serta memperluas jaringan kasih sayang di antara sesama. Dengan menjadikan sedekah sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, seseorang akan merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang sejati, baik di dunia maupun di akhirat.
BERITA09/04/2024 | Nur Hidayat
Konsep Sedekah dalam Islam
Konsep Sedekah dalam Islam
Sedekah adalah praktik memberikan secara sukarela kepada individu atau organisasi yang membutuhkan, tanpa mengharapkan imbalan atau pengembalian atas apa yang diberikan. Dalam agama Islam, sedekah dianggap sebagai kewajiban sosial dan spiritual. Sedekah mencakup berbagai bentuk pemberian, termasuk sumbangan uang tunai, makanan, pakaian, atau bantuan dalam bentuk apapun yang dapat membantu orang yang membutuhkan. Selain aspek agama, sedekah juga dianggap sebagai tindakan baik dalam banyak budaya dan masyarakat di seluruh dunia. Hal ini ditinjau dari perspektif kemasyarakatan dan kemanusiaan, di mana memberikan kepada mereka yang kurang beruntung dianggap sebagai tindakan yang mulia dan memberi manfaat tidak hanya kepada penerima tetapi juga kepada pemberi sedekah itu sendiri, karena perasaan kedermawanannya bisa membawa rasa kedamaian dan kebahagiaan. Sedekah juga tidak selalu berupa pemberian materi. Membantu orang lain dengan memberikan dorongan moral, motivasi, atau dukungan emosional juga dianggap sebagai sedekah. Memberikan senyuman, sebuah kata-kata semangat, atau bahkan sekadar mendengarkan dengan penuh perhatian, semuanya bisa menjadi bentuk sedekah yang bermakna. Di samping manfaat spiritual dan moralnya, sedekah juga memiliki dampak positif pada tingkat sosial dan ekonomi. Dengan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, kesenjangan sosial dapat diperkecil, dan komunitas dapat berkembang menjadi lebih solidaritas. Sedekah juga dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kurang beruntung, seperti makanan, sandang, dan pelayanan kesehatan. Dalam agama Islam, sedekah memiliki posisi yang sangat penting. Selain diwajibkan sebagai amal ibadah, sedekah juga dianggap sebagai salah satu cara untuk membersihkan harta dari sifat serakah, egois, atau tamak. Selain itu, dalam Islam, sedekah juga dianggap sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena praktik memberikan secara sukarela dianggap sebagai tindakan yang memperkuat iman dan ketakwaan. Sedekah juga terkait erat dengan konsep zakat, yang merupakan salah satu dari lima pilar utama dalam agama Islam. Zakat merupakan kewajiban berbagi harta yang dimiliki kepada orang-orang yang membutuhkan dan memiliki proporsi yang ditetapkan secara spesifik dalam ajaran Islam. Zakat juga memiliki aturan dan persyaratan yang jelas dalam pengumpulan dan distribusinya, yang membuatnya berbeda dari sedekah yang lainnya.Selain sedekah dan zakat, terdapat juga konsep infaq dan shadaqah dalam Islam. Meskipun ketiganya merupakan praktik memberikan secara sukarela, ada perbedaan dalam konteks dan pelaksanaannya. Dalam Islam, sedekah juga dianjurkan untuk diberikan tanpa memandang status sosial, agama, atau suku bangsa penerima sedekah tersebut. Ini menunjukkan bahwa sedekah tidak hanya berfungsi sebagai praktik kemanusiaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat persatuan dan hubungan antaranggota masyarakat. Dengan adanya perkembangan teknologi, praktik sedekah juga semakin terfasilitasi melalui platform-platform penggalangan dana online dan sistem pembayaran digital. Hal ini memungkinkan individu yang ingin memberikan sedekah untuk melakukan hal tersebut dengan cara yang lebih efisien dan terorganisir. Dalam kesimpulan, sedekah merupakan praktik memberikan secara sukarela yang memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Selain sebagai kewajiban spiritual dan moral, sedekah juga memiliki dampak yang positif bagi keberlangsungan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Transformasi Sedekah Lebih Mudah Di Era Digital
Transformasi Sedekah Lebih Mudah Di Era Digital
Di tengah gemuruh teknologi yang semakin maju, ada satu hal yang tetap abadi: kebaikan hati manusia. Namun, apa yang membuat era digital begitu istimewa adalah kemampuannya untuk memperluas jangkauan dan mempermudah proses bersedekah. Dulu, kita mungkin harus berjalan kaki ke masjid atau lembaga amal untuk memberikan sedekah. Namun, sekarang, dengan hanya menggerakkan jari kita di atas layar ponsel pintar, kita bisa membuka pintu bagi kebaikan yang tak terbatas. Salah satu keajaiban era digital adalah kemunculan platform dan aplikasi khusus yang memfasilitasi proses bersedekah. Dengan aplikasi sedekah online, kita dapat berdonasi untuk berbagai program amal hanya dalam beberapa klik. Apakah itu untuk membantu anak-anak yang membutuhkan pendidikan, menyediakan makanan bagi mereka yang kelaparan, atau mendukung proyek kemanusiaan di berbagai belahan dunia, semua bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Tidak hanya itu, media sosial juga telah menjadi alat yang sangat efektif untuk menyebarkan pesan kebaikan dan menggalang dana. Dengan membagikan informasi tentang program sedekah atau kampanye amal melalui Facebook, Instagram, atau Twitter, kita dapat memperluas jangkauan pesan kita dan mengajak lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam aksi kebaikan tersebut. Dengan demikian, satu postingan di media sosial bisa menjadi awal dari gelombang besar kebaikan yang menyebar luas di seluruh dunia. Namun, tidak hanya dalam hal memberi, era digital juga mempermudah kita untuk mendapatkan informasi tentang program sedekah yang tersedia. Dulu, kita mungkin harus mencari-cari informasi tentang lembaga amal atau proyek sedekah yang ada di sekitar kita. Namun sekarang, dengan akses mudah ke internet, informasi tentang berbagai program sedekah bisa ditemukan dengan cepat dan akurat. Dengan semua kemudahan ini, era digital telah mengubah cara kita melakukan sedekah. Tidak lagi terbatas oleh jarak atau waktu, kita sekarang bisa berpartisipasi dalam kebaikan dengan lebih luas dan lebih mudah dari sebelumnya. Melalui BAZNAS, anda dapat dengan mudah bersedekah melalui website ataupun media sosial resmi BAZNAS Yogyakarta. Cukup dengan jari maka kebaikan kita akan dengan mudahnya tersalurkan dengan tepat. Mari kita manfaatkan teknologi ini dengan bijaksana, dan jadikan setiap detik di era digital ini sebagai kesempatan untuk membawa kebaikan bagi orang lain. Sumber Foto: Google
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Cara Bersedekah Sesuai Ajaran Rasulullah
Cara Bersedekah Sesuai Ajaran Rasulullah
Bersedekah adalah tindakan baik yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Rasulullah Muhammad SAW memberikan banyak pengajaran tentang bagaimana melaksanakan sedekah dengan benar. Berikut adalah beberapa prinsip yang diajarkan oleh Rasulullah dalam bersedekah: 1. Niat Ikhlas: Rasulullah mengajarkan bahwa niat adalah kunci dalam setiap amal kebajikan, termasuk dalam bersedekah. Penting untuk bersedekah dengan niat yang ikhlas, yaitu semata-mata karena ingin mendapatkan ridha Allah dan membantu sesama, bukan karena mencari pujian atau imbalan dari manusia. 2. Kerahasiaan: Rasulullah menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan sedekah. Beliau mengajarkan agar sedekah diberikan dengan diam-diam tanpa memperlihatkannya kepada orang lain. Hal ini membantu menjaga kemurnian niat dan menghindarkan kita dari riya' (pamer). 3. Memberi dari yang Ada: Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk bersedekah. Rasulullah mengajarkan bahwa sedekah yang diberikan meskipun hanya sedikit, tetapi dengan ikhlas, akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah. Bahkan, beliau bersabda, "Janganlah engkau meremehkan sedekah walaupun sedikit." 4. Kasih Sayang dan Perhatian: Rasulullah selalu menunjukkan kasih sayang dan perhatiannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Bersedekah tidak hanya sebatas memberikan materi, tetapi juga memberikan perhatian, waktu, dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. 5. Tidak Merendahkan Penerima: Ketika memberikan sedekah, Rasulullah mengajarkan pentingnya untuk tidak merendahkan atau mempermalukan penerima sedekah. Sebaliknya, kita harus memberikan bantuan dengan penuh penghormatan dan rasa hormat kepada mereka yang menerima sedekah. 6. Prioritas kepada yang Membutuhkan: Rasulullah mengajarkan agar memberikan prioritas kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan, seperti fakir miskin, yatim piatu, janda, dan mereka yang terpinggirkan dalam masyarakat. 7. Kontinuitas dalam Bersedekah: Rasulullah mendorong umatnya untuk terus-menerus dalam bersedekah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Beliau bersabda, "Bersegeralah dalam bersedekah, sebelum datang fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita." Dengan mengikuti ajaran Rasulullah dalam bersedekah, kita dapat memastikan bahwa praktek sedekah kita menjadi lebih bermakna dan diterima di sisi Allah SWT. Semoga kita semua dapat menjadi lebih dermawan dan peduli terhadap sesama sesuai dengan ajaran yang mulia ini. Sumber gambar: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Kepada Siapa Kita Seharusnya Bersedekah?
Kepada Siapa Kita Seharusnya Bersedekah?
Dalam ajaran Islam, sedekah merupakan salah satu amal kebajikan yang sangat dianjurkan. Memberikan sedekah adalah tindakan mulia yang dapat membawa keberkahan bagi pemberinya serta manfaat bagi penerima sedekah. Namun, terkadang kita bertanya, kepada siapa sebaiknya kita memberikan sedekah? Mari kita bahas hal ini lebih lanjut berdasarkan ajaran Islam. Memberikan Sedekah kepada Orang-orang yang Membutuhkan Salah satu prinsip utama dalam memberikan sedekah menurut Islam adalah memberikannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Ini termasuk golongan fakir miskin, yatim piatu, janda-janda yang tidak memiliki sumber penghasilan, dan orang-orang yang terjebak dalam keadaan sulit. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran: "Dan orang-orang yang di dalam harta mereka ada hak tertentu untuk orang yang meminta dan orang yang tidak memiliki harta" (Surah Adz-Dzariyat: 19). Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang meminta bantuan atau tidak memiliki harta memiliki hak atas sebagian harta kita. Memberikan kepada Keluarga yang Membutuhkan Selain itu, memberikan sedekah kepada keluarga yang membutuhkan juga sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang diberikan kepada keluarga yang paling dekat." (HR. Ahmad) Dalil ini menunjukkan bahwa memberikan sedekah kepada keluarga yang membutuhkan adalah tindakan yang sangat mulia dan diberkahi. Memberikan kepada Penuntut Ilmu Selain kepada fakir miskin dan keluarga yang membutuhkan, memberikan sedekah kepada para penuntut ilmu juga memiliki keutamaan yang besar dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik sedekah adalah memberi kepada orang yang mencari ilmu." (HR. At-Tirmidzi) Memberikan sedekah kepada para penuntut ilmu membantu mereka untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan yang bermanfaat bagi umat. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa memberikan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan adalah tindakan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ini termasuk golongan fakir miskin, yatim piatu, janda-janda yang tidak memiliki sumber penghasilan, serta para penuntut ilmu. Memberikan sedekah kepada mereka bukan hanya membantu mereka dalam kebutuhan materi, tetapi juga membawa keberkahan bagi pemberinya. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berupaya untuk memberikan sedekah kepada sesama sesuai dengan kemampuan kita, karena Allah SWT akan memberkahi setiap kebaikan yang kita lakukan. Sumber gambar: Pixabay
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Mengapa Senyum Bisa Menjadi Sedekah?
Mengapa Senyum Bisa Menjadi Sedekah?
Senyum adalah bahasa universal yang dapat dipahami oleh siapa pun, tanpa memandang agama, budaya, atau latar belakang. Senyum memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menyebarkan kebaikan dan mendatangkan kebahagiaan bagi orang lain. Ternyata, dalam ajaran Islam, senyum juga dianggap sebagai sedekah. Mari kita bahas mengapa senyum bisa menjadi sedekah, dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua orang. Senyum sebagai Bentuk Sedekah Dalam ajaran Islam, setiap bentuk kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dan penuh kasih sayang dianggap sebagai sedekah. Rasulullah Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: "Seorang dari kalian tidak boleh meremehkan segala kebaikan, biarpun hanya dengan bertemu saudaranya dengan wajah yang gembira." Dalam hadis ini, Rasulullah mengajarkan kepada umatnya bahwa senyum adalah salah satu bentuk kebaikan yang bisa menjadi sedekah. Bahkan tindakan sederhana seperti senyuman saat bertemu dengan orang lain bisa menjadi amal yang besar di mata Allah SWT. Kekuatan Senyuman dalam Islam Senyuman memiliki kekuatan untuk mencairkan hati yang keras, menghibur yang sedih, dan memberikan harapan kepada yang putus asa. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 21: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir." Dari ayat ini, kita dapat memahami bahwa Allah SWT menciptakan kasih sayang dan rasa saling peduli di antara manusia sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Salah satu cara untuk mengekspresikan kasih sayang ini adalah melalui senyuman. Manfaat Senyuman bagi Diri Sendiri dan Orang Lain Senyum tidak hanya memberikan manfaat bagi orang yang menerimanya, tetapi juga bagi orang yang memberikannya. Senyum dapat meningkatkan mood, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Ketika kita senyum, kita juga merasakan kebahagiaan dalam diri kita sendiri karena telah menyebarkan kebaikan kepada orang lain. Dalam Islam, senyum dianggap sebagai sedekah karena memiliki kekuatan untuk menyebarkan kebaikan, menghibur hati yang sedih, dan memberikan harapan kepada yang putus asa. Rasulullah Muhammad SAW telah mengajarkan kepada umatnya bahwa tindakan sederhana seperti senyum bisa menjadi amal yang besar di mata Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita senantiasa menyebarkan senyuman kepada orang-orang di sekitar kita, karena dengan begitu, kita tidak hanya memberikan kebahagiaan kepada mereka, tetapi juga mendapatkan pahala dari Allah SWT.
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Menumbuhkan Rasa Empati melalui Sedekah
Menumbuhkan Rasa Empati melalui Sedekah
Empati adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan serta pengalaman orang lain. Ini adalah kualitas penting yang membantu kita menjadi lebih peduli, memahami, dan mendukung satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang paling efektif untuk menumbuhkan rasa empati adalah melalui praktek sedekah. Mari kita jelajahi lebih dalam mengenai bagaimana sedekah dapat menjadi alat yang kuat dalam memperkuat dan mengembangkan rasa empati kita. 1. Memahami Kehidupan Orang Lain Saat kita memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan, kita secara langsung terlibat dengan realitas kehidupan mereka. Melalui proses ini, kita dapat memahami tantangan, kesulitan, dan penderitaan yang mereka hadapi. Misalnya, saat memberikan makanan kepada orang kelaparan atau bantuan keuangan kepada yang membutuhkan, kita dapat merasakan betapa berharganya bantuan tersebut bagi mereka. Hal ini membantu kita untuk lebih memahami keadaan mereka dan mengembangkan rasa empati yang lebih dalam. 2. Membangun Hubungan yang Lebih Mendalam Sedekah tidak hanya tentang memberikan bantuan materiil, tetapi juga tentang membentuk hubungan yang lebih dekat dengan sesama manusia. Saat kita memberikan sedekah, kita memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan antara kita dan penerima sedekah. Kita merasakan kebahagiaan mereka saat menerima bantuan, dan sebaliknya, mereka juga merasakan perhatian dan kasih sayang dari kita. Ini membantu memperkuat rasa persaudaraan dan empati di antara kita. 3. Mengasah Kualitas Kemanusiaan Sedekah merupakan bentuk kemanusiaan yang paling mendasar dan universal. Dengan memberikan sedekah, kita menunjukkan rasa peduli dan empati kita terhadap sesama manusia yang membutuhkan. Tindakan ini tidak hanya memberikan manfaat materiil, tetapi juga mengasah kualitas kemanusiaan kita. Kita belajar untuk melihat dunia dari sudut pandang orang lain, merasakan kesulitan mereka, dan memberikan dukungan serta bantuan sebisa mungkin. 4. Membuka Mata dan Hati Melalui praktek sedekah, kita membuka mata dan hati kita terhadap realitas kehidupan yang beragam di sekitar kita. Kita menjadi lebih peka terhadap kebutuhan dan penderitaan orang lain, dan merasa tergerak untuk melakukan sesuatu untuk membantu mereka. Proses ini membantu kita untuk melihat nilai sejati dalam berbagi dan merasakan kepuasan yang mendalam ketika mampu membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain. Dengan demikian, sedekah bukan hanya tentang memberikan bantuan materiil, tetapi juga tentang membuka pintu kebaikan dalam diri kita dan menumbuhkan rasa empati yang lebih dalam terhadap sesama manusia. Melalui praktek sedekah, kita dapat memahami kehidupan orang lain, membangun hubungan yang lebih mendalam, mengasah kualitas kemanusiaan, membuka mata dan hati, serta merasakan ketenangan batin yang mendalam. Semoga artikel ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih aktif dalam praktek sedekah dan menumbuhkan rasa empati yang lebih besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Sumber gambar: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Kuatkan Tali Persaudaraan dengan Sedekah
Kuatkan Tali Persaudaraan dengan Sedekah
Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga hubungan yang erat dengan sesama adalah kunci untuk menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan saling mendukung. Salah satu cara yang paling efektif untuk memperkuat tali persaudaraan adalah melalui praktek sedekah. Mari kita bahas mengenai bagaimana sedekah dapat menjadi alat yang kuat dalam mempererat hubungan antar sesama dengan bahasa yang mudah dipahami. Berbagi Kebaikan Sedekah adalah salah satu bentuk paling mendasar dari berbagi kebaikan dengan sesama. Ketika kita memberikan sedekah kepada orang lain, kita tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga memberikan dukungan moral dan emosional. Hal ini menciptakan ikatan yang kuat antara pemberi sedekah dan penerima sedekah, karena keduanya merasakan kebaikan yang sama. Membangun Rasa Percaya Dengan memberikan sedekah kepada orang lain, kita menunjukkan bahwa kita peduli dan memperhatikan kebutuhan mereka. Hal ini dapat memperkuat rasa percaya antara satu sama lain, karena penerima sedekah merasa didukung dan dihargai oleh komunitas mereka. Sebaliknya, pemberi sedekah juga merasakan kepuasan yang mendalam karena telah membantu sesama yang membutuhkan. Memperkuat Solidaritas Sosial Sedekah membantu memperkuat solidaritas sosial di dalam masyarakat. Ketika kita secara aktif terlibat dalam praktek sedekah, kita menciptakan lingkungan yang mendukung dan peduli terhadap kebutuhan orang lain. Ini membantu memperkuat ikatan antar sesama dan menciptakan rasa saling bergantung yang positif di dalam komunitas. Membangun Budaya Kebaikan Dengan melakukan sedekah secara teratur, kita membantu membangun budaya kebaikan di dalam masyarakat. Praktek sedekah menjadi contoh yang baik bagi orang lain untuk mengikuti, dan secara bertahap menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih baik. Ini membantu membentuk nilai-nilai yang positif dan memperkuat rasa persaudaraan di antara kita. Merasakan Kesejahteraan Bersama Sedekah tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima sedekah, tetapi juga kepada komunitas secara keseluruhan. Saat kita membantu sesama yang membutuhkan, kita menciptakan lingkungan yang lebih sejahtera dan harmonis untuk semua orang. Merasakan kesejahteraan bersama ini memperkuat rasa persatuan dan solidaritas di antara kita. Dengan demikian, sedekah bukan hanya tentang memberikan bantuan materiil kepada orang yang membutuhkan, tetapi juga tentang memperkuat tali persaudaraan di antara kita. Dengan berbagi kebaikan, membangun rasa percaya, memperkuat solidaritas sosial, membentuk budaya kebaikan, dan merasakan kesejahteraan bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih kuat untuk kita semua. Semoga artikel ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih aktif dalam praktek sedekah dan mempererat hubungan antar sesama di dalam masyarakat. Sumber gambar: Freepik
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Sedekah sebagai Penawar Hati
Sedekah sebagai Penawar Hati
Ketika hati terasa tertekan oleh kesedihan dan beban hidup, sering kali kita mencari cara untuk menenangkan diri dan mendapatkan kedamaian batin. Salah satu cara yang telah diajarkan oleh agama dan budaya di seluruh dunia adalah melalui praktek sedekah. Mari kita bahas mengapa sedekah dianggap sebagai penawar hati dan bagaimana praktek ini dapat membantu kita mengatasi kesedihan dengan bahasa yang mudah dipahami. Memberikan Arti pada Kehidupan Sedekah memberikan arti yang lebih dalam pada kehidupan kita. Ketika kita merasa sedih atau tertekan, memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan dapat memberikan rasa pencapaian dan kepuasan yang mendalam. Hal ini membantu mengalihkan perhatian dari kesedihan kita sendiri dan memberikan arti yang positif pada pengalaman hidup kita. Mengalihkan Perhatian dari Masalah Sendiri Ketika kita memberikan sedekah kepada orang lain, kita secara otomatis mengalihkan perhatian dari masalah dan kesedihan yang kita alami. Fokus kita beralih dari diri sendiri ke kebutuhan orang lain, yang seringkali memberikan perspektif yang lebih luas dan membuat kita merasa lebih berdaya dalam menghadapi tantangan hidup. Mengurangi Rasa Egois Kesedihan seringkali membuat kita terlalu terpaku pada diri sendiri dan masalah yang kita hadapi. Melalui praktek sedekah, kita belajar untuk melihat keadaan orang lain dan mengakui bahwa kita tidak sendirian dalam perjuangan hidup. Ini membantu mengurangi rasa egois dan membuat kita lebih terbuka terhadap kebutuhan dan penderitaan orang lain. Merasakan Kebahagiaan dalam Berbagi Saat kita memberikan sedekah, kita merasakan kebahagiaan yang mendalam dalam berbagi kebaikan dengan orang lain. Kebahagiaan ini bukan hanya karena memberikan bantuan materiil, tetapi juga karena kita merasa terhubung dengan orang lain dan memberikan dampak positif pada kehidupan mereka. Hal ini membantu mengangkat suasana hati dan memberikan energi positif dalam menghadapi kesedihan. Mendapatkan Pahala dan Berkat Menurut ajaran agama, praktek sedekah tidak hanya memberikan manfaat materiil dan emosional, tetapi juga mendatangkan pahala dan berkat dari Tuhan. Ketika kita memberikan sedekah dengan ikhlas dan penuh kasih, kita diyakini akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dalam bentuk keberkahan dan kemurahan dari Allah SWT. Ini memberikan harapan dan keyakinan yang kuat dalam menghadapi kesedihan dan tantangan hidup. Dengan demikian, sedekah bukan hanya sekedar memberikan bantuan materiil kepada orang yang membutuhkan, tetapi juga merupakan penawar hati yang efektif dalam mengatasi kesedihan dan beban hidup. Melalui praktek sedekah, kita dapat memberikan arti pada kehidupan, mengalihkan perhatian dari masalah sendiri, mengurangi rasa egois, merasakan kebahagiaan dalam berbagi, dan mendapatkan pahala serta berkat dari Tuhan. Semoga artikel ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih aktif dalam praktek sedekah dan menemukan kedamaian batin dalam berbagi kebaikan kepada sesama. Sumber gambar: Creative Market
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Investasi di Akhirat dengan Sedekah
Investasi di Akhirat dengan Sedekah
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering diminta untuk menabung untuk masa depan kita di dunia ini. Namun, sebagai umat Muslim, kita juga diajarkan untuk menabung untuk kehidupan di akhirat dengan melakukan sedekah. Sedekah bukan hanya memberikan manfaat di dunia ini, tetapi juga merupakan investasi terbaik untuk kehidupan abadi di akhirat. Mari kita bahas mengapa sedekah dianggap sebagai menabung di akhirat dan bagaimana praktik ini dapat memberikan manfaat yang besar dengan bahasa yang mudah dipahami. Investasi dalam Pahala dan Kebaikan Sedekah adalah bentuk investasi terbaik yang dapat kita lakukan untuk memperoleh pahala dan kebaikan di sisi Allah SWT. Setiap sedekah yang kita berikan tidak hanya membantu orang yang membutuhkan, tetapi juga membuat kita mendapatkan pahala yang besar di akhirat. Ini seperti menabung pahala dan kebaikan untuk kehidupan abadi yang akan kita jalani setelah meninggalkan dunia ini. Menghapus Dosa dan Membersihkan Jiwa Dengan melakukan sedekah secara rutin, kita juga membersihkan jiwa kita dari dosa-dosa yang telah kita lakukan. Sedekah memiliki kekuatan untuk menghapus dosa-dosa kecil dan besar, serta membersihkan hati dan jiwa kita dari kekotoran dan kesalahan. Ini seperti membersihkan tabungan kita dari hutang dan kotoran yang menumpuk, sehingga kita dapat memulai kehidupan baru dengan hati yang suci di hadapan Allah SWT. Membangun Kekayaan Spiritual Sedekah juga membantu kita membangun kekayaan spiritual yang tidak ternilai harganya. Ketika kita memberikan sedekah dengan ikhlas dan penuh kasih, kita merasakan kebahagiaan dan kedamaian dalam hati yang tidak dapat dibeli dengan materi. Ini seperti menabung kekayaan spiritual yang akan menjadi modal utama kita di akhirat nanti. Membuka Pintu Rezeki dan Keberkahan Sedekah memiliki kekuatan untuk membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam kehidupan kita. Ketika kita memberikan sebagian dari rezeki yang telah Allah berikan kepada kita kepada orang yang membutuhkan, Allah akan membalasnya dengan memberikan rezeki yang lebih besar dan keberkahan yang melimpah dalam hidup kita. Ini seperti menabung di bank keberkahan yang memberikan bunga yang terus bertambah setiap saat. Meraih Kemenangan di Akhirat Dengan melakukan sedekah secara konsisten dan ikhlas, kita juga meraih kemenangan di akhirat. Sedekah adalah investasi terbaik yang dapat kita lakukan untuk memastikan kesuksesan dan kebahagiaan kita di kehidupan setelah kematian. Ini seperti menabung untuk kemenangan yang abadi dan kebahagiaan yang tak terhingga di sisi Allah SWT. Dengan demikian, sedekah bukan hanya sekadar memberikan bantuan materiil kepada orang yang membutuhkan, tetapi juga merupakan bentuk menabung untuk kehidupan abadi di akhirat. Dengan investasi pahala, membersihkan jiwa, membangun kekayaan spiritual, membuka pintu rezeki, dan meraih kemenangan di akhirat, sedekah menjadi investasi terbaik yang dapat kita lakukan dalam rangka menabung untuk kehidupan abadi yang sejahtera dan berbahagia di sisi Allah SWT. Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya sedekah dalam menabung untuk kehidupan akhirat yang lebih baik. Sumber foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Inilah Perbedaan Antara Zakat dan Fidyah!
Inilah Perbedaan Antara Zakat dan Fidyah!
Zakat dan Fidyah merupakan kewajiban dalam Islam yang berkaitan dengan kewajiban memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Meskipun keduanya sering kali disebut sama, keduanya memiliki perbedaan yang jelas dalam hal tujuan, penerima, dan ketentuan hukumnya. Zakat adalah kewajiban yang harus dilakukan bagi setiap Muslim pada bulan ramadhan untuk memberikan sebagian dari harta mereka kepada orang yang kurang mampu seperti fakir miskin. Tujuan zakat adalah untuk membersihkan harta seseorang dan mendistribusikannya kepada yang membutuhkan guna menciptakan keseimbangan sosial dan ekonomi. Zakat harus diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya,sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah: 60 Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. Zakat dibayarkan sebesar 2,5% dari kekayaan yang dimiliki seseorang yang telah mencapai nisab (batas minimum kekayaan yang harus dipenuhi untuk wajib membayar zakat). Sedangkan Fidyah artinya tebusan. Fidyah adalah pembayaran pengganti bagi orang yang tidak dapat menjalankan kewajiban ibadah tertentu karena alasan tertentu, seperti sakit atau usia lanjut. Fidyah diperuntukkan bagi umat Muslim dengan kriteria tertentu yang tidak dapat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tujuan fidyah adalah memungkinkan individu yang tidak mampu menjalankan kewajiban ibadah untuk membayar kompensasi dan tetap memenuhi kewajiban agama mereka. Penerima fidyah biasanya diberikan kepada mereka yang membutuhkan, terutama kepada fakir miskin dan orang-orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka sendiri. Jumlah fidyah dapat bervariasi tergantung pada jenis ibadah yang tidak dapat dilakukan dan berapa lama kondisi tersebut berlangsung. Misalnya, dalam konteks puasa, fidyah biasanya setara dengan memberi makan seorang fakir miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Besaran fidyah yang harus dibayarkan oleh orang Muslim yang tidak mampu menjalankan ibadah wajib, yaitu tebusan berupa bentuk makanan pokok sebesar 0,6 kg atau ¾ kg yang disalurkan kepada fakir miskin. Jika dalam bentuk uang dibayarkan setara dengan harga bahan makanan pokok. Adapun orang yang membayar fidyah adalah: 1. Orang tua rentan yang sudah tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadhan, dan tidak diwajibkan untuk mengganti puasanya (qadha) yang ditinggalkan saat Ramadhan. 2. Ibu Hamil diwajibkan membayar puasa gantinya dengan membayar fidyah. Ibu hamil juga dapat menunda ibadah puasa di bulan Ramadhan sampai melahirkan dan masa menyusui telah selesai. 3. Orang yang sakit parah yang tidak mempunyai harapan untuk sembuh dan tidak puasa di bulan Ramadhan. Orang tersebut diharuskan membayar fidyah dan tidak wajib qadha puasanya di dalam maupun luar bulan Ramadhan. Dengan demikian, meskipun zakat dan fidyah keduanya melibatkan pemberian kepada yang membutuhkan, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal tujuan, penerima, dan ketentuan hukumnya. Zakat adalah kewajiban berkala bagi setiap Muslim yang mampu, sementara fidyah adalah pembayaran pengganti bagi mereka yang tidak dapat menjalankan kewajiban ibadah tertentu karena alasan tertentu #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Perbedaan Antara Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Perbedaan Antara Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Perbedaan Antara Zakat Fitrah dan Zakat Mal: Menjadi Sumber Kesejahteraan Umat Islam Dalam ajaran Islam, zakat adalah salah satu kewajiban yang dikenakan kepada umat Islam untuk memberikan sebagian dari harta mereka kepada yang membutuhkan. Zakat terbagi menjadi beberapa jenis, dua di antaranya adalah zakat fitrah dan zakat mal. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama dalam memperkuat kesejahteraan umat, terdapat perbedaan signifikan dalam cakupan, sumber dana, dan penerima manfaat. Berikut adalah perbedaan antara zakat fitrah dan zakat mal: 1. Zakat Fitrah: Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim pada bulan Ramadan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Zakat ini memiliki beberapa karakteristik penting: Sifat Wajib: Zakat Fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak. Besaran Standar: Besaran zakat fitrah biasanya ditetapkan berdasarkan jenis makanan pokok yang dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat setempat, seperti beras, gandum, atau kurma. Tujuan Utama: Zakat Fitrah bertujuan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa kecil yang terjadi selama Ramadan, serta memastikan bahwa semua orang memiliki kecukupan makanan pada hari raya Idul Fitri. 2. Zakat Mal: Zakat Mal adalah zakat yang dikeluarkan dari harta kekayaan atau penghasilan yang dimiliki oleh seseorang setelah memenuhi syarat-syarat tertentu. Beberapa ciri khas zakat mal adalah: Sumber Pendapatan: Zakat Mal dikeluarkan dari harta kekayaan yang dimiliki, seperti uang, emas, perak, barang dagangan, dan lain sebagainya. Nisab dan Haul: Nisab adalah batas minimum kekayaan yang harus dimiliki sebelum seseorang wajib membayar zakat mal. Haul adalah masa satu tahun atau lebih ketika harta tersebut telah mencapai nisab. Penerima Zakat: Zakat Mal dapat diberikan kepada delapan golongan penerima zakat sesuai dengan ketentuan dalam ajaran Islam, seperti fakir miskin, anak yatim, orang yang berhutang, dan lain-lain. Kedua jenis zakat, baik fitrah maupun mal, memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan kesejahteraan umat Islam. Zakat Fitrah membantu memastikan bahwa setiap Muslim merayakan Idul Fitri dengan penuh kegembiraan dan memiliki cukup makanan untuk menikmati hari tersebut. Sementara itu, zakat mal berperan dalam mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi dengan mendistribusikan kekayaan kepada yang membutuhkan, serta memastikan adanya perlindungan sosial bagi mereka yang lemah di masyarakat. Zakat fitrah dan zakat mal merupakan dua bentuk zakat yang berbeda dalam ajaran Islam, namun keduanya memiliki tujuan yang sama untuk memperkuat kesejahteraan umat Islam secara keseluruhan. Dengan membayar zakat dengan sungguh-sungguh, umat Islam dapat memenuhi kewajiban agama mereka dan pada saat yang sama berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Pendidikan Zakat
Pendidikan Zakat
Pendidikan Zakat : Membangun Kesadaran dan Keterampilan Pengelolaan Pendidikan zakat merupakan bagian penting dari praktek keagamaan dalam Islam yang melibatkan pengumpulan dan distribusi dana untuk membantu yang membutuhkan. Hal ini tidak hanya tentang memberikan, tetapi juga tentang pemahaman yang mendalam tentang tujuan, kriteria, dan pengelolaan zakat. Dalam konteks ini, pendidikan zakat menjadi krusial untuk membangun kesadaran dan keterampilan pengelolaan yang efektif. Pentingnya Pendidikan Zakat Keberkahan dalam Memberi : Pendidikan zakat memperkuat kesadaran akan pentingnya memberikan zakat sebagai kewajiban agama. Ini tidak hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memastikan bahwa zakat diberikan dengan benar dan kepada yang membutuhkan. Pemerataan Kesejahteraan : Pendidikan zakat membantu dalam memahami bahwa tujuan zakat adalah untuk memperkuat solidaritas sosial dan memastikan pemerataan kesejahteraan di dalam masyarakat. Pengentasan Kemiskinan : Dengan pemahaman yang tepat tentang zakat, masyarakat dapat lebih efektif dalam menggunakan dana zakat untuk mengentaskan kemiskinan. Komponen Pendidikan Zakat Aspek Teologis : Pendidikan zakat harus mencakup pemahaman yang mendalam tentang dasar-dasar teologis zakat dalam Islam, termasuk dalil-dalil dari Al-Quran dan Hadist. Kriteria Zakat : Pendidikan zakat harus menjelaskan siapa yang berhak menerima zakat, besaran zakat yang harus diberikan, serta jenis harta yang dikenai zakat. Kesadaran Sosial : Pendidikan zakat juga harus membantu dalam membangun kesadaran sosial tentang perlunya memberikan zakat untuk membantu mereka yang membutuhkan. Keterampilan Pengelolaan : Ini mencakup pembelajaran tentang bagaimana mengelola dan mendistribusikan zakat dengan efektif, termasuk pemilihan program-program yang paling membutuhkan dukungan. Strategi Pendidikan Zakat yang Efektif Edukasi Komunitas : Melalui ceramah, diskusi kelompok, dan seminar, pendidikan zakat dapat disebarkan secara luas di antara masyarakat. Pendidikan Formal : Sekolah dan institusi pendidikan lainnya dapat menyertakan materi tentang zakat dalam kurikulum mereka untuk memastikan bahwa pemahaman ini ditanamkan sejak dini. Media Sosial dan Teknologi : Memanfaatkan media sosial dan teknologi informasi untuk menyebarkan informasi dan pengetahuan tentang zakat dengan cepat dan luas. Studi Kasus : Melalui studi kasus, individu dapat belajar dari pengalaman orang lain tentang bagaimana pengelolaan zakat yang efektif dapat memberikan dampak positif. Tantangan dalam Pendidikan Zakat Kurangnya Kesadaran : Beberapa individu mungkin kurang menyadari pentingnya zakat atau bahkan tidak tahu bahwa mereka memiliki kewajiban untuk memberikannya. Ketidakpercayaan terhadap Pengelolaan : Beberapa orang mungkin ragu untuk memberikan zakat karena tidak yakin apakah dana tersebut akan dikelola dengan baik dan sampai di tangan yang membutuhkan. Ketidakmampuan Mengelola : Ada juga tantangan dalam hal pengelolaan dana zakat yang efektif, karena membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus dalam pengelolaan keuangan. Langkah-Langkah untuk Meningkatkan Pendidikan Zakat Kampanye Pendidikan : Masyarakat perlu dilibatkan melalui kampanye pendidikan yang intensif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya zakat. Pelatihan dan Bimbingan : Program pelatihan dan bimbingan dapat membantu individu dan lembaga dalam memahami dan mengelola zakat dengan lebih efektif. Transparansi : Penting untuk memastikan transparansi dalam pengelolaan dana zakat untuk membangun kepercayaan masyarakat. Kolaborasi : Melalui kerjasama antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan organisasi masyarakat, pendidikan zakat dapat diperkuat dan disebarkan dengan lebih efektif. Pendidikan zakat merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran dan keterampilan pengelolaan dana zakat. Dengan pemahaman yang mendalam tentang tujuan dan prinsip-prinsip zakat, serta keterampilan dalam mengelola dan mendistribusikan dana dengan efektif, masyarakat dapat memastikan bahwa zakat mereka memberikan dampak yang maksimal dalam mengentaskan kemiskinan dan memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat. Dengan strategi pendidikan yang tepat dan kerja sama antara berbagai pihak, pendidikan zakat dapat menjadi instrumen yang kuat dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Kontribusi Zakat Pertanian dalam Perekonomian Islam
Kontribusi Zakat Pertanian dalam Perekonomian Islam
Zakat pertanian merupakan salah satu instrumen ekonomi Islam yang memiliki peran penting dalam membangun sistem ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dalam konteks ekonomi Islam, zakat pertanian tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi juga menjadi instrumen yang dapat menggerakkan roda ekonomi dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Pertama-tama, zakat pertanian memainkan peran penting dalam distribusi kekayaan yang lebih merata di dalam masyarakat. Dengan memotong sebagian dari hasil panen, zakat pertanian memungkinkan redistribusi kekayaan dari pemilik lahan pertanian kepada mereka yang membutuhkan, seperti fakir miskin, kaum dhuafa, dan asnaf lainnya. Hal ini membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dan memperkuat keberdayaan ekonomi bagi mereka yang kurang mampu. Zakat pertanian memiliki dampak positif dalam menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Melalui pengumpulan dan distribusi zakat, dana yang terkumpul dapat diinvestasikan kembali ke dalam masyarakat melalui berbagai program ekonomi produktif, seperti pemberian modal usaha, pelatihan keterampilan, atau pengembangan infrastruktur lokal. Hal ini tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat potensi ekonomi lokal sebagai basis pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, zakat pertanian juga memiliki peran dalam mengembangkan sistem ekonomi yang berlandaskan keadilan dan kemanusiaan. Dalam Islam, zakat tidak hanya dianggap sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Dengan memberikan zakat, pemilik lahan pertanian tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berpartisipasi dalam membangun masyarakat yang lebih berempati dan peduli terhadap kebutuhan sesama. Meskipun demikian, untuk memaksimalkan potensi zakat pertanian dalam perekonomian Islam, perlu adanya upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga amil zakat, serta masyarakat. Hal ini mencakup peningkatan kesadaran akan kewajiban zakat pertanian, peningkatan transparansi dalam pengelolaan dana zakat, serta pengembangan program-program ekonomi produktif yang dapat memanfaatkan dana zakat secara efektif. Secara keseluruhan, zakat pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Islam. Dengan memastikan praktik zakat pertanian dilaksanakan dengan baik dan efisien, kita dapat membangun sistem ekonomi yang lebih berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Zakat dan Pengentasan Bencana
Zakat dan Pengentasan Bencana
Zakat dan Pengentasan Bencana : Peran Zakat dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi Peran Zakat dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi : Mengatasi Dampak Bencana Bencana alam merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh banyak negara di dunia. Dampaknya yang merusak tidak hanya terbatas pada kerugian materiil, tetapi juga mengakibatkan kerugian sosial dan ekonomi yang besar. Dalam situasi seperti ini, peran zakat sebagai instrumen pengentasan bencana menjadi semakin penting. Zakat sebagai pilar utama dari Islam bukan hanya sekadar kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk membantu memperbaiki keadaan masyarakat yang terkena dampak bencana. Definisi Zakat dan Signifikansinya Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu. Secara harfiah, zakat berarti “pembersihan” atau “peningkatan.” Zakat adalah kewajiban memberikan sebagian kekayaan kepada mereka yang membutuhkan, seperti fakir miskin, janda, yatim piatu, dan lain-lain. Zakat bukan hanya merupakan amal ibadah, tetapi juga merupakan instrumen redistribusi kekayaan yang secara efektif mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Dalam konteks bencana alam, zakat memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai instrumen pengentasan, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Dengan menggunakan dana zakat, masyarakat dapat memperbaiki infrastruktur yang rusak, memberikan bantuan langsung kepada korban, serta mendukung upaya pemulihan ekonomi. Peran Zakat dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bantuan Langsung kepada Korban : Dana zakat dapat digunakan untuk memberikan bantuan langsung kepada korban bencana. Bantuan ini dapat berupa makanan, pakaian, perlengkapan medis, dan barang-barang pokok lainnya yang diperlukan untuk bertahan hidup. Selain itu, zakat juga dapat digunakan untuk menyediakan tempat tinggal sementara bagi korban yang kehilangan rumah mereka akibat bencana. Pemulihan Infrastruktur : Bencana alam sering kali mengakibatkan kerusakan yang luas pada infrastruktur, seperti jembatan, jalan raya, rumah sakit, dan sekolah. Dengan menggunakan dana zakat, infrastruktur yang rusak dapat diperbaiki atau dibangun kembali. Hal ini akan membantu memulihkan kehidupan normal masyarakat dan memfasilitasi proses pemulihan ekonomi. Pemulihan Ekonomi : Salah satu dampak paling serius dari bencana alam adalah kerugian ekonomi yang dialami oleh masyarakat terkena dampak. Banyak orang kehilangan mata pencaharian mereka karena usaha mereka hancur atau terganggu akibat bencana. Zakat dapat digunakan untuk memberikan modal usaha kepada para korban agar mereka dapat memulai kembali usaha mereka dan mendapatkan penghasilan. Tantangan dan Solusi Meskipun zakat memiliki potensi besar dalam membantu rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah masalah distribusi yang efisien dan adil dari dana zakat. Penting untuk memastikan bahwa dana zakat disalurkan dengan tepat kepada mereka yang membutuhkan dan digunakan untuk tujuan yang tepat. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat dalam mengatasi dampak bencana. Pendidikan dan sosialisasi mengenai zakat perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih sadar akan peran mereka dalam membantu sesama, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam. Zakat memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai instrumen pengentasan bencana, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Dengan pengelolaan yang tepat, zakat dapat membantu mempercepat pemulihan masyarakat pasca-bencana dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang terkena dampak. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Persamaan antara Zakat, Infak, dan Sedekah
Persamaan antara Zakat, Infak, dan Sedekah
Zakat, infak, dan sedekah adalah konsep penting dalam ajaran agama Islam yang menekankan pentingnya memberikan bantuan kepada sesama serta melakukan amal kebajikan. Meskipun ketiganya memiliki perbedaan dalam konteks penggunaannya, namun terdapat persamaan dalam prinsip-prinsipnya. Ditinjau dari segi bahasa kata Zakat berasal dari kata zaka yang berarti suci,bersih, tumbuh. Dari segi istilah fiqih zakat berarti sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah di serahkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan syarat tertentu. Infaq secara bahasa berasal dari kata anfaqa berarti mengeluarkan sesuatu untuk kepentingan sesuatu. Secara istilah syariat, infaq berarti sebgaian dari harta atau pendapatan atau penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan Islam. Jadi, infaq adalah memberikan rezeki kepada orang lain semata-mata mengharap ridha Allah Swt. Sedangkan sedekah berasal dari kata shadaqah yang berati benar. Secara umum sedekah adalah pemberian dari seorang muslim secara sukarela tanpa dibatasi waktu dan jumlah sebagai kebaikan dengan mengharap ridho Allah swt. Dasar Hukum Zakat, Infaq dan Sedekah Zakat adalah suatu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah Swt.Hal ini sesuai dalam Surah At-Taubah ayat 103 yang artinya: “ Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.” Selain itu, Infaq dan Sedekah sangat dianjurkan dalam syariat Islam, sebagaimana terdapat pada Surah Al-Baqarah ayat 262 artinya:”Orang-orang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang diinfaqkan itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), maka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka dan tidak (pula) mereka sedih hati”. Adapun beberapa persamaan antara zakat, infak, dan sedekah diantaranya ialah: Zakat, infak, dan sedekah merupakan pemberian seseorang dan diberikan kepada orang yang membutuhkan. Dengan tujuan untuk membantu meringankan beban mereka serta memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum. Prinsip dasar dari ketiganya adalah niat untuk melakukan kebaikan dan menolong sesama. Dalam ajaran Islam, baik zakat, infak, maupun sedekah dianggap sebagai amal kebaikan yang mendatangkan pahala dan berkah bagi yang melakukannya. Orang yang memberikan zakat, infak, atau sedekah diyakini akan mendapatkan balasan baik dalam kehidupan dunia maupun di akhirat. Praktik zakat, infak, dan sedekah semua bertujuan untuk memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat Islam. Dengan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, orang-orang diharapkan akan saling mendukung dan membantu satu sama lain, menciptakan rasa kepedulian dan kebersamaan. Oleh karena itu, selain terdapat persamaan zakat, infak, dan sedekah, ketiganya juga berperan penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan dalam masyarakat Islam. Dengan menerapkan nilai-nilai ini, umat Muslim diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial dan menciptakan lingkungan yang lebih adil dan berkah untuk semua. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat