Berita Terbaru
Zakat dan Pengentasan Kelaparan
Zakat dan Pengentasan Kelaparan : Peran Zakat dalam Menyediakan Akses Pangan
Kelaparan merupakan salah satu tantangan kemanusiaan yang mendesak di dunia saat ini. Menurut laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), lebih dari 820 juta orang di seluruh dunia menderita kelaparan kronis. Di tengah kondisi ini, zakat memiliki peran yang sangat signifikan. Zakat merupakan salah satu pilar utama dalam agama Islam yang memiliki tujuan untuk menciptakan kesejahteraan sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Salah satu aspek penting dari zakat adalah pengentasan kelaparan dan penyediaan akses pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Definisi Zakat
Pertama-tama, penting untuk memahami konsep zakat dalam Islam. Zakat secara harfiah berarti “pembersihan” atau “pertumbuhan.” Zakat adalah kewajiban bagi umat Islam untuk menyisihkan sebagian dari harta mereka untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Zakat tidak hanya sekadar sumbangan, tetapi merupakan kewajiban yang diatur secara jelas dalam ajaran Islam. Harta yang dikenakan zakat meliputi harta yang disimpan dalam bentuk emas, perak, uang, pertanian, dan perdagangan. Zakat memiliki tujuan mulia, salah satunya adalah untuk mengurangi disparitas ekonomi antara orang kaya dan miskin serta memberdayakan mereka yang kurang mampu.
Pengentasan Kelaparan melalui Zakat
Salah satu fokus utama zakat adalah memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk dalam upaya mengatasi kelaparan. Zakat tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga berperan dalam memberdayakan masyarakat untuk menciptakan akses pangan yang berkelanjutan.
1. Distribusi Langsung
Zakat sering kali diberikan kepada individu atau keluarga yang menderita kelaparan atau ketidakmampuan ekonomi secara langsung. Bantuan ini dapat berupa makanan, uang tunai, atau kebutuhan pokok lainnya yang membantu mereka memenuhi kebutuhan pangan mereka. Distribusi zakat secara langsung membantu mengurangi tingkat kelaparan di komunitas yang membutuhkan.
2. Investasi dalam Pertanian dan Produksi Pangan
Zakat juga dapat digunakan untuk mengembangkan sektor pertanian dan produksi pangan. Dengan mengalokasikan zakat untuk program-program yang meningkatkan produktivitas pertanian, seperti penyediaan bibit unggul, alat pertanian, atau pelatihan bagi petani, masyarakat dapat memperkuat ketahanan pangan mereka sendiri. Investasi ini tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga menciptakan sumber daya yang berkelanjutan untuk mengatasi kelaparan di masa depan.
3. Pemberdayaan Ekonomi
Melalui program-program pemberdayaan ekonomi, zakat dapat digunakan untuk memberikan pelatihan keterampilan, modal usaha, atau bantuan teknis kepada individu atau kelompok yang ingin memulai usaha di sektor pangan. Dengan memberdayakan masyarakat untuk menjadi produsen pangan, zakat membantu menciptakan akses yang lebih luas terhadap pangan, sambil juga meningkatkan kemandirian ekonomi mereka.
4. Pengentasan Kemiskinan Struktural
Zakat juga berperan dalam pengentasan kemiskinan struktural yang menjadi salah satu penyebab utama kelaparan. Dengan mengalokasikan dana zakat untuk program-program pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, masyarakat dapat diberdayakan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan yang seringkali menjadi akar permasalahan kelaparan.
Dalam konteks pengentasan kelaparan, zakat bukan hanya merupakan kewajiban agama, tetapi juga merupakan instrumen penting dalam menciptakan akses pangan yang adil dan berkelanjutan bagi semua orang. Melalui pendistribusian yang tepat dan pemanfaatan dana secara efisien, zakat memiliki potensi besar untuk mengubah realitas kelaparan menjadi masa depan yang lebih cerah bagi jutaan orang di seluruh dunia.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA24/04/2024 | Asmara
Ketentuan harta yang dizakat
Harta yang wajib dizakati dalam ajaran Islam terdiri dari berbagai jenis harta, yang wajib dikeluarkan zakatnya. Dalam Islam, terdapat ketentuan-ketentuan tertentu mengenai jenis harta yang wajib dizakatkan. Pada dasarnya, harta yang wajib dizakatkan disebut sebagai harta yang produktif, yang dapat mengalir dan bertambah nilainya dari waktu ke waktu. Berikut adalah beberapa jenis harta yang wajib dizakatkan:
Harta Ternak: Termasuk di dalamnya sapi, kambing, domba, dan unta. Dalam hal ini, harta ternak yang mencapai batas tertentu (nisab) dan telah mencapai satu tahun dalam kepemilikan seseorang, maka harta tersebut wajib dizakatkan sebesar 2,5% dari nilai ternak tersebut.
Harta Pertanian: Ini mencakup hasil panen seperti gandum, barley, kurma, anggur, dan buah-buahan lainnya. Zakat pertanian ini berbeda dengan zakat harta ternak, jumlahnya berkisar antara 5-10% tergantung jenis tanaman dan apakah irigasi dilakukan atau tidak.
Emas dan Perak: Emas dan perak yang mencapai batas tertentu (nisab) dan telah dimiliki selama satu tahun penuh juga wajib dizakatkan sebesar 2,5% dari nilai emas dan perak yang dimiliki.
Uang dan Investasi: Harta berbentuk uang dan investasi seperti tabungan, deposito, saham, obligasi, dan lain sebagainya, jika mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun, juga wajib dizakatkan sebesar 2,5% dari nilai total harta tersebut.
Perdagangan dan Bisnis: Keuntungan dari perdagangan dan bisnis juga wajib dizakatkan, dengan syarat keuntungan tersebut mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun.
Penting untuk memahami bahwa ketentuan-ketentuan ini berdasarkan pada hukum syariat Islam dan dapat bervariasi tergantung pada jenis harta, nisab, dan syarat-syarat lainnya. Oleh karena itu, jika seseorang memiliki salah satu jenis harta tersebut dan memenuhi syarat-syarat tertentu, maka wajib baginya untuk membayar zakat atas harta tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. zakat adalah salah satu rukun Islam yang memiliki ketentuan-ketentuan tersendiri dalam pelaksanaannya. Berikut adalah beberapa ketentuan zakat yang penting untuk dipahami:
Kewajiban: Zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat untuk membayarnya. Hal ini berdasarkan pada ajaran agama Islam yang diwajibkan Allah SWT kepada umat-Nya.
Nisab: Nisab adalah batas minimum nilai harta yang harus dimiliki agar wajib membayar zakat. Nilai nisab berbeda untuk setiap jenis harta, seperti emas, perak, dan uang tunai. Harta yang mencapai atau melebihi nisab dalam satu tahun hijriyah (satu tahun kalender Islam) menjadi subjek untuk dizakatkan.
Jenis Harta: Zakat wajib dikenakan pada jenis-jenis harta tertentu yang produktif dan memiliki nilai yang berkembang dari waktu ke waktu, seperti emas, perak, uang, hasil pertanian, ternak, dan bisnis.
Jumlah Zakat: Jumlah zakat yang harus dibayarkan umumnya adalah 2,5% dari nilai total harta yang mencapai nisab. Namun, jumlah zakat dapat berbeda tergantung pada jenis harta yang dimiliki.
Waktu Pembayaran: Zakat harus dibayarkan setiap tahun pada saat tertentu, yaitu setelah mencapai satu tahun kepemilikan harta tersebut. Biasanya, waktu pembayaran zakat berkaitan dengan bulan Ramadan atau pada saat Hari Raya Idul Fitri.
Manfaat Zakat: Zakat memiliki tujuan untuk menyucikan harta, membantu mereka yang membutuhkan, mengurangi kesenjangan sosial, dan memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat Muslim.
Penyaluran Zakat: Zakat yang telah dibayarkan harus disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, orang yang berhutang, amil zakat, dan lain sebagainya, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Penting untuk dipahami bahwa zakat adalah salah satu kewajiban utama dalam Islam dan memiliki peran yang sangat penting dalam membantu kesejahteraan umat serta menjaga keadilan sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu, setiap Muslim diharapkan untuk memahami dan melaksanakan kewajiban zakat sesuai dengan ajaran Islam.
#HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya#AmanahProfesionalTransparan#TerimakasihMuzakiDanMustahiq================*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA24/04/2024 | Suryanti
Peran Masjid Dalam Distribusi Zakat Mal
Peran Masjid Dalam Distribusi Zakat Mal: Membangun Kesejahteraan Komunitas
Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial dalam masyarakat Muslim, memiliki peran yang penting dalam distribusi zakat mal untuk meningkatkan kesejahteraan komunitasnya. Dengan memanfaatkan peran strateginya, masjid dapat menjadi pengelola yang efektif dalam mendistribusikan zakat mal dari para muzaki (pemberi zakat). Dengan menyediakan layanan pengumpulan yang mudah dan terpercaya, masjid dapat menghimpun dana zakat mal secara efisien untuk kemudian didistribusikan kepada yang membutuhkan.
Selain itu, masjid juga dapat berperan sebagai lembaga yang memfasilitasi distribusi zakat mal kepada mustahik (penerima zakat). Melalui program-program yang terorganisir dengan baik, masjid dapat melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap penerima zakat untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan dampak yang signifikan bagi mereka yang membutuhkan.
Masjid juga dapat memanfaatkan dana zakat mal untuk membantu membangun infrastruktur sosial dan ekonomi dalam komunitasnya. Misalnya, program-program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik, bantuan pendidikan, serta pembangunan sarana kesehatan dan sanitasi yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Sehingga, melalui peran aktif masjid dalam distribusi zakat mal diharapkan dapat tercipta sinergi antara kegiatan keagamaan dan upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan Muslim secara luas.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA23/04/2024 | admin asmara
Syarat-syarat harta yang wajib dizakatkan dalam Islam
Harta yang wajib dizakat adalah harta yang mencapai syarat nisab dan haul, yang merupakan harta yang berpotensi untuk pertambahan nilai atau memberi keuntungan bagi pemiliknya. Jenis harta yang wajib dizakat antara lain emas dan perak, harta dagangan, hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, pendapatan, jasa, dan zakat harta temuan (zakat rikaz).
Mencapai Nisab: Nisab adalah batas minimum nilai harta yang harus dimiliki agar wajib dizakatkan. Nilai nisab berbeda untuk setiap jenis harta, seperti emas, perak, uang, dan lain sebagainya. Seseorang yang memiliki harta di atas nilai nisab tersebut dalam satu tahun hijriah (satu tahun kalender Islam) diwajibkan untuk membayar zakat.
Kepemilikan: Harta yang akan dizakatkan harus dimiliki sepenuhnya oleh individu tersebut. Harta yang dipinjamkan, harta yang sedang dalam proses pelunasan utang, atau harta yang dimiliki bersama dengan orang lain (kecuali harta warisan yang sudah dibagi) tidak dihitung untuk zakat.
Ketersediaan: Harta yang akan dizakatkan harus tersedia dan dapat digunakan oleh pemiliknya. Jika harta tersebut tidak dapat diakses atau digunakan karena alasan tertentu, seperti terkunci atau dalam keadaan terblokir, maka tidak wajib dizakatkan.
Produktif: Harta yang wajib dizakatkan biasanya merupakan jenis harta yang produktif, artinya dapat berkembang nilainya dari waktu ke waktu. Contohnya seperti emas, perak, harta dagangan, hasil pertanian, ternak, dan lain sebagainya.
Dengan memenuhi syarat-syarat di atas, seseorang baru diwajibkan untuk membayar zakat atas harta yang dimilikinya. Penting untuk memperhatikan bahwa ketentuan dan nilai nisab zakat dapat bervariasi tergantung pada jenis harta dan nilai ekonomi yang berlaku pada saat itu. Sebaiknya, seseorang berkonsultasi dengan otoritas agama atau ahli zakat untuk memastikan bahwa zakatnya dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
#HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya#AmanahProfesionalTransparan#TerimakasihMuzakiDanMustahiq================*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA23/04/2024 | suryanti
KEAJAIBAN BERSEDEKAH
Sedekah merupakan sebuah amal ibadah yang memiliki banyak keajaiban dan manfaat, baik bagi orang yang memberikan maupun yang menerima sedekah. Praktik sedekah merupakan bagian penting dari ajaran agama dalam berbagai kepercayaan di dunia, seperti Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha. Dalam Islam, sedekah dianggap sebagai salah satu amal mulia yang dianjurkan dan diberkahi oleh Allah SWT. Sedekah bukan hanya sebatas memberikan sebagian harta kepada orang yang membutuhkan, tetapi juga melibatkan niat tulus serta keikhlasan dalam berbagi rezeki yang telah diberikan oleh Allah.
Salah satu keajaiban sedekah adalah adanya keberkahan dalam rezeki. Ketika seseorang menyisihkan sebagian harta mereka untuk bersedekah, Allah akan membalasnya dengan melipatgandakan rezeki yang diberikan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an, "Dan apa saja yang kamu nafkahkan, niscaya Allah akan menggantinya. Dan Dia lah sebaik-baik pemberi rezeki." (QS. Saba: 39). Dengan bersedekah, seseorang juga memperoleh perlindungan dari kemiskinan dan mendapatkan kelancaran dalam segala urusannya.
Keajaiban lain dari sedekah adalah penyucian harta dan jiwa. Dengan memberikan sedekah, seseorang membersihkan harta mereka dari sifat kikir dan keserakahan. Seiring waktu, kebiasaan memberikan sedekah juga membentuk kepribadian yang lebih dermawan, sabar, dan ikhlas. Seseorang yang gemar bersedekah akan merasakan kedamaian jiwa yang sulit diperoleh melalui harta duniawi semata.
Sedekah juga memiliki keajaiban dalam penyembuhan penyakit. Dalam beberapa tradisi, sedekah dianggap sebagai obat yang mujarab untuk menyembuhkan penyakit, baik fisik maupun mental. Memberikan sedekah dengan niat ikhlas dan penuh keyakinan dapat membawa rahmat dan kesembuhan bagi orang yang sakit. Hal ini juga mencerminkan kekuatan doa dan kebaikan hati yang terpancar melalui sedekah.
Tidak hanya itu, sedekah juga membangun solidaritas dan memperkuat tali persaudaraan di antara sesama. Ketika seseorang memberikan sedekah, mereka tidak hanya membantu orang yang membutuhkan secara materi, tetapi juga memberikan dukungan moral dan emosional. Kebersamaan dalam berbagi rezeki memperkuat rasa saling tolong menolong dalam masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.
Keajaiban selanjutnya dari sedekah adalah melawan sifat bakhil dan tamak. Kebiasaan bersedekah mengajarkan seseorang untuk mencintai harta dengan kadar yang wajar, tanpa terjerat oleh keegoisan dan keserakahan. Dengan terus berbagi rezeki kepada orang lain, seseorang belajar untuk bersyukur atas apa yang telah dimiliki dan tidak terlalu terikat pada harta duniawi.
Sedekah juga memiliki keajaiban dalam memperbaiki hubungan manusia dengan alam sekitar. Praktik bersedekah yang dilakukan secara bijaksana dapat membantu dalam pelestarian lingkungan. Misalnya, dengan mendonasikan barang-barang bekas yang masih layak pakai, seseorang dapat mengurangi limbah dan mendukung pola konsumsi yang lebih berkelanjutan.
Keajaiban terakhir dari sedekah adalah pahala yang berlipat ganda di akhirat. Orang yang gemar bersedekah akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat dari Allah di kehidupan akhirat, sesuai dengan niat dan keikhlasan yang mereka tanamkan saat memberikan sedekah di dunia. Pahala sedekah juga akan menjadi bentuk investasi terbaik yang akan membawa kebaikan kepada seseorang sampai kapan pun.
Dengan memahami dan mengamalkan keajaiban sedekah, seseorang dapat merasakan berkah dan kebaikan yang tak terhingga dari perbuatan kecil ini. Bersedekah bukan hanya tentang memberi sebagian harta, melainkan juga tentang menyempurnakan keimanan, membersihkan jiwa, serta memperluas jaringan kasih sayang di antara sesama. Dengan menjadikan sedekah sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, seseorang akan merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang sejati, baik di dunia maupun di akhirat.
BERITA09/04/2024 | Nur Hidayat
Konsep Sedekah dalam Islam
Sedekah adalah praktik memberikan secara sukarela kepada individu atau organisasi yang membutuhkan, tanpa mengharapkan imbalan atau pengembalian atas apa yang diberikan. Dalam agama Islam, sedekah dianggap sebagai kewajiban sosial dan spiritual. Sedekah mencakup berbagai bentuk pemberian, termasuk sumbangan uang tunai, makanan, pakaian, atau bantuan dalam bentuk apapun yang dapat membantu orang yang membutuhkan.
Selain aspek agama, sedekah juga dianggap sebagai tindakan baik dalam banyak budaya dan masyarakat di seluruh dunia. Hal ini ditinjau dari perspektif kemasyarakatan dan kemanusiaan, di mana memberikan kepada mereka yang kurang beruntung dianggap sebagai tindakan yang mulia dan memberi manfaat tidak hanya kepada penerima tetapi juga kepada pemberi sedekah itu sendiri, karena perasaan kedermawanannya bisa membawa rasa kedamaian dan kebahagiaan.
Sedekah juga tidak selalu berupa pemberian materi. Membantu orang lain dengan memberikan dorongan moral, motivasi, atau dukungan emosional juga dianggap sebagai sedekah. Memberikan senyuman, sebuah kata-kata semangat, atau bahkan sekadar mendengarkan dengan penuh perhatian, semuanya bisa menjadi bentuk sedekah yang bermakna.
Di samping manfaat spiritual dan moralnya, sedekah juga memiliki dampak positif pada tingkat sosial dan ekonomi. Dengan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, kesenjangan sosial dapat diperkecil, dan komunitas dapat berkembang menjadi lebih solidaritas. Sedekah juga dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kurang beruntung, seperti makanan, sandang, dan pelayanan kesehatan.
Dalam agama Islam, sedekah memiliki posisi yang sangat penting. Selain diwajibkan sebagai amal ibadah, sedekah juga dianggap sebagai salah satu cara untuk membersihkan harta dari sifat serakah, egois, atau tamak. Selain itu, dalam Islam, sedekah juga dianggap sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena praktik memberikan secara sukarela dianggap sebagai tindakan yang memperkuat iman dan ketakwaan.
Sedekah juga terkait erat dengan konsep zakat, yang merupakan salah satu dari lima pilar utama dalam agama Islam. Zakat merupakan kewajiban berbagi harta yang dimiliki kepada orang-orang yang membutuhkan dan memiliki proporsi yang ditetapkan secara spesifik dalam ajaran Islam. Zakat juga memiliki aturan dan persyaratan yang jelas dalam pengumpulan dan distribusinya, yang membuatnya berbeda dari sedekah yang lainnya.Selain sedekah dan zakat, terdapat juga konsep infaq dan shadaqah dalam Islam. Meskipun ketiganya merupakan praktik memberikan secara sukarela, ada perbedaan dalam konteks dan pelaksanaannya.
Dalam Islam, sedekah juga dianjurkan untuk diberikan tanpa memandang status sosial, agama, atau suku bangsa penerima sedekah tersebut. Ini menunjukkan bahwa sedekah tidak hanya berfungsi sebagai praktik kemanusiaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat persatuan dan hubungan antaranggota masyarakat.
Dengan adanya perkembangan teknologi, praktik sedekah juga semakin terfasilitasi melalui platform-platform penggalangan dana online dan sistem pembayaran digital. Hal ini memungkinkan individu yang ingin memberikan sedekah untuk melakukan hal tersebut dengan cara yang lebih efisien dan terorganisir.
Dalam kesimpulan, sedekah merupakan praktik memberikan secara sukarela yang memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Selain sebagai kewajiban spiritual dan moral, sedekah juga memiliki dampak yang positif bagi keberlangsungan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Transformasi Sedekah Lebih Mudah Di Era Digital
Di tengah gemuruh teknologi yang semakin maju, ada satu hal yang tetap abadi: kebaikan hati manusia. Namun, apa yang membuat era digital begitu istimewa adalah kemampuannya untuk memperluas jangkauan dan mempermudah proses bersedekah. Dulu, kita mungkin harus berjalan kaki ke masjid atau lembaga amal untuk memberikan sedekah. Namun, sekarang, dengan hanya menggerakkan jari kita di atas layar ponsel pintar, kita bisa membuka pintu bagi kebaikan yang tak terbatas.
Salah satu keajaiban era digital adalah kemunculan platform dan aplikasi khusus yang memfasilitasi proses bersedekah. Dengan aplikasi sedekah online, kita dapat berdonasi untuk berbagai program amal hanya dalam beberapa klik. Apakah itu untuk membantu anak-anak yang membutuhkan pendidikan, menyediakan makanan bagi mereka yang kelaparan, atau mendukung proyek kemanusiaan di berbagai belahan dunia, semua bisa dilakukan dengan mudah dan cepat.
Tidak hanya itu, media sosial juga telah menjadi alat yang sangat efektif untuk menyebarkan pesan kebaikan dan menggalang dana. Dengan membagikan informasi tentang program sedekah atau kampanye amal melalui Facebook, Instagram, atau Twitter, kita dapat memperluas jangkauan pesan kita dan mengajak lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam aksi kebaikan tersebut. Dengan demikian, satu postingan di media sosial bisa menjadi awal dari gelombang besar kebaikan yang menyebar luas di seluruh dunia.
Namun, tidak hanya dalam hal memberi, era digital juga mempermudah kita untuk mendapatkan informasi tentang program sedekah yang tersedia. Dulu, kita mungkin harus mencari-cari informasi tentang lembaga amal atau proyek sedekah yang ada di sekitar kita. Namun sekarang, dengan akses mudah ke internet, informasi tentang berbagai program sedekah bisa ditemukan dengan cepat dan akurat.
Dengan semua kemudahan ini, era digital telah mengubah cara kita melakukan sedekah. Tidak lagi terbatas oleh jarak atau waktu, kita sekarang bisa berpartisipasi dalam kebaikan dengan lebih luas dan lebih mudah dari sebelumnya. Melalui BAZNAS, anda dapat dengan mudah bersedekah melalui website ataupun media sosial resmi BAZNAS Yogyakarta. Cukup dengan jari maka kebaikan kita akan dengan mudahnya tersalurkan dengan tepat. Mari kita manfaatkan teknologi ini dengan bijaksana, dan jadikan setiap detik di era digital ini sebagai kesempatan untuk membawa kebaikan bagi orang lain.
Sumber Foto: Google
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Cara Bersedekah Sesuai Ajaran Rasulullah
Bersedekah adalah tindakan baik yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Rasulullah Muhammad SAW memberikan banyak pengajaran tentang bagaimana melaksanakan sedekah dengan benar. Berikut adalah beberapa prinsip yang diajarkan oleh Rasulullah dalam bersedekah:
1. Niat Ikhlas: Rasulullah mengajarkan bahwa niat adalah kunci dalam setiap amal kebajikan, termasuk dalam bersedekah. Penting untuk bersedekah dengan niat yang ikhlas, yaitu semata-mata karena ingin mendapatkan ridha Allah dan membantu sesama, bukan karena mencari pujian atau imbalan dari manusia.
2. Kerahasiaan: Rasulullah menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan sedekah. Beliau mengajarkan agar sedekah diberikan dengan diam-diam tanpa memperlihatkannya kepada orang lain. Hal ini membantu menjaga kemurnian niat dan menghindarkan kita dari riya' (pamer).
3. Memberi dari yang Ada: Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk bersedekah. Rasulullah mengajarkan bahwa sedekah yang diberikan meskipun hanya sedikit, tetapi dengan ikhlas, akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah. Bahkan, beliau bersabda, "Janganlah engkau meremehkan sedekah walaupun sedikit."
4. Kasih Sayang dan Perhatian: Rasulullah selalu menunjukkan kasih sayang dan perhatiannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Bersedekah tidak hanya sebatas memberikan materi, tetapi juga memberikan perhatian, waktu, dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.
5. Tidak Merendahkan Penerima: Ketika memberikan sedekah, Rasulullah mengajarkan pentingnya untuk tidak merendahkan atau mempermalukan penerima sedekah. Sebaliknya, kita harus memberikan bantuan dengan penuh penghormatan dan rasa hormat kepada mereka yang menerima sedekah.
6. Prioritas kepada yang Membutuhkan: Rasulullah mengajarkan agar memberikan prioritas kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan, seperti fakir miskin, yatim piatu, janda, dan mereka yang terpinggirkan dalam masyarakat.
7. Kontinuitas dalam Bersedekah: Rasulullah mendorong umatnya untuk terus-menerus dalam bersedekah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Beliau bersabda, "Bersegeralah dalam bersedekah, sebelum datang fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita."
Dengan mengikuti ajaran Rasulullah dalam bersedekah, kita dapat memastikan bahwa praktek sedekah kita menjadi lebih bermakna dan diterima di sisi Allah SWT. Semoga kita semua dapat menjadi lebih dermawan dan peduli terhadap sesama sesuai dengan ajaran yang mulia ini.
Sumber gambar: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Kepada Siapa Kita Seharusnya Bersedekah?
Dalam ajaran Islam, sedekah merupakan salah satu amal kebajikan yang sangat dianjurkan. Memberikan sedekah adalah tindakan mulia yang dapat membawa keberkahan bagi pemberinya serta manfaat bagi penerima sedekah. Namun, terkadang kita bertanya, kepada siapa sebaiknya kita memberikan sedekah? Mari kita bahas hal ini lebih lanjut berdasarkan ajaran Islam.
Memberikan Sedekah kepada Orang-orang yang Membutuhkan
Salah satu prinsip utama dalam memberikan sedekah menurut Islam adalah memberikannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Ini termasuk golongan fakir miskin, yatim piatu, janda-janda yang tidak memiliki sumber penghasilan, dan orang-orang yang terjebak dalam keadaan sulit. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:
"Dan orang-orang yang di dalam harta mereka ada hak tertentu untuk orang yang meminta dan orang yang tidak memiliki harta" (Surah Adz-Dzariyat: 19).
Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang meminta bantuan atau tidak memiliki harta memiliki hak atas sebagian harta kita.
Memberikan kepada Keluarga yang Membutuhkan
Selain itu, memberikan sedekah kepada keluarga yang membutuhkan juga sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang diberikan kepada keluarga yang paling dekat." (HR. Ahmad)
Dalil ini menunjukkan bahwa memberikan sedekah kepada keluarga yang membutuhkan adalah tindakan yang sangat mulia dan diberkahi.
Memberikan kepada Penuntut Ilmu
Selain kepada fakir miskin dan keluarga yang membutuhkan, memberikan sedekah kepada para penuntut ilmu juga memiliki keutamaan yang besar dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik sedekah adalah memberi kepada orang yang mencari ilmu." (HR. At-Tirmidzi)
Memberikan sedekah kepada para penuntut ilmu membantu mereka untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan yang bermanfaat bagi umat.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa memberikan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan adalah tindakan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ini termasuk golongan fakir miskin, yatim piatu, janda-janda yang tidak memiliki sumber penghasilan, serta para penuntut ilmu. Memberikan sedekah kepada mereka bukan hanya membantu mereka dalam kebutuhan materi, tetapi juga membawa keberkahan bagi pemberinya. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berupaya untuk memberikan sedekah kepada sesama sesuai dengan kemampuan kita, karena Allah SWT akan memberkahi setiap kebaikan yang kita lakukan.
Sumber gambar: Pixabay
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Mengapa Senyum Bisa Menjadi Sedekah?
Senyum adalah bahasa universal yang dapat dipahami oleh siapa pun, tanpa memandang agama, budaya, atau latar belakang. Senyum memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menyebarkan kebaikan dan mendatangkan kebahagiaan bagi orang lain. Ternyata, dalam ajaran Islam, senyum juga dianggap sebagai sedekah. Mari kita bahas mengapa senyum bisa menjadi sedekah, dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua orang.
Senyum sebagai Bentuk Sedekah
Dalam ajaran Islam, setiap bentuk kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dan penuh kasih sayang dianggap sebagai sedekah. Rasulullah Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
"Seorang dari kalian tidak boleh meremehkan segala kebaikan, biarpun hanya dengan bertemu saudaranya dengan wajah yang gembira."
Dalam hadis ini, Rasulullah mengajarkan kepada umatnya bahwa senyum adalah salah satu bentuk kebaikan yang bisa menjadi sedekah. Bahkan tindakan sederhana seperti senyuman saat bertemu dengan orang lain bisa menjadi amal yang besar di mata Allah SWT.
Kekuatan Senyuman dalam Islam
Senyuman memiliki kekuatan untuk mencairkan hati yang keras, menghibur yang sedih, dan memberikan harapan kepada yang putus asa. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 21:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir."
Dari ayat ini, kita dapat memahami bahwa Allah SWT menciptakan kasih sayang dan rasa saling peduli di antara manusia sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Salah satu cara untuk mengekspresikan kasih sayang ini adalah melalui senyuman.
Manfaat Senyuman bagi Diri Sendiri dan Orang Lain
Senyum tidak hanya memberikan manfaat bagi orang yang menerimanya, tetapi juga bagi orang yang memberikannya. Senyum dapat meningkatkan mood, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Ketika kita senyum, kita juga merasakan kebahagiaan dalam diri kita sendiri karena telah menyebarkan kebaikan kepada orang lain.
Dalam Islam, senyum dianggap sebagai sedekah karena memiliki kekuatan untuk menyebarkan kebaikan, menghibur hati yang sedih, dan memberikan harapan kepada yang putus asa. Rasulullah Muhammad SAW telah mengajarkan kepada umatnya bahwa tindakan sederhana seperti senyum bisa menjadi amal yang besar di mata Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita senantiasa menyebarkan senyuman kepada orang-orang di sekitar kita, karena dengan begitu, kita tidak hanya memberikan kebahagiaan kepada mereka, tetapi juga mendapatkan pahala dari Allah SWT.
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Menumbuhkan Rasa Empati melalui Sedekah
Empati adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan serta pengalaman orang lain. Ini adalah kualitas penting yang membantu kita menjadi lebih peduli, memahami, dan mendukung satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang paling efektif untuk menumbuhkan rasa empati adalah melalui praktek sedekah. Mari kita jelajahi lebih dalam mengenai bagaimana sedekah dapat menjadi alat yang kuat dalam memperkuat dan mengembangkan rasa empati kita.
1. Memahami Kehidupan Orang Lain
Saat kita memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan, kita secara langsung terlibat dengan realitas kehidupan mereka. Melalui proses ini, kita dapat memahami tantangan, kesulitan, dan penderitaan yang mereka hadapi. Misalnya, saat memberikan makanan kepada orang kelaparan atau bantuan keuangan kepada yang membutuhkan, kita dapat merasakan betapa berharganya bantuan tersebut bagi mereka. Hal ini membantu kita untuk lebih memahami keadaan mereka dan mengembangkan rasa empati yang lebih dalam.
2. Membangun Hubungan yang Lebih Mendalam
Sedekah tidak hanya tentang memberikan bantuan materiil, tetapi juga tentang membentuk hubungan yang lebih dekat dengan sesama manusia. Saat kita memberikan sedekah, kita memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan antara kita dan penerima sedekah. Kita merasakan kebahagiaan mereka saat menerima bantuan, dan sebaliknya, mereka juga merasakan perhatian dan kasih sayang dari kita. Ini membantu memperkuat rasa persaudaraan dan empati di antara kita.
3. Mengasah Kualitas Kemanusiaan
Sedekah merupakan bentuk kemanusiaan yang paling mendasar dan universal. Dengan memberikan sedekah, kita menunjukkan rasa peduli dan empati kita terhadap sesama manusia yang membutuhkan. Tindakan ini tidak hanya memberikan manfaat materiil, tetapi juga mengasah kualitas kemanusiaan kita. Kita belajar untuk melihat dunia dari sudut pandang orang lain, merasakan kesulitan mereka, dan memberikan dukungan serta bantuan sebisa mungkin.
4. Membuka Mata dan Hati
Melalui praktek sedekah, kita membuka mata dan hati kita terhadap realitas kehidupan yang beragam di sekitar kita. Kita menjadi lebih peka terhadap kebutuhan dan penderitaan orang lain, dan merasa tergerak untuk melakukan sesuatu untuk membantu mereka. Proses ini membantu kita untuk melihat nilai sejati dalam berbagi dan merasakan kepuasan yang mendalam ketika mampu membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain.
Dengan demikian, sedekah bukan hanya tentang memberikan bantuan materiil, tetapi juga tentang membuka pintu kebaikan dalam diri kita dan menumbuhkan rasa empati yang lebih dalam terhadap sesama manusia. Melalui praktek sedekah, kita dapat memahami kehidupan orang lain, membangun hubungan yang lebih mendalam, mengasah kualitas kemanusiaan, membuka mata dan hati, serta merasakan ketenangan batin yang mendalam. Semoga artikel ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih aktif dalam praktek sedekah dan menumbuhkan rasa empati yang lebih besar dalam kehidupan kita sehari-hari.
Sumber gambar: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Kuatkan Tali Persaudaraan dengan Sedekah
Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga hubungan yang erat dengan sesama adalah kunci untuk menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan saling mendukung. Salah satu cara yang paling efektif untuk memperkuat tali persaudaraan adalah melalui praktek sedekah. Mari kita bahas mengenai bagaimana sedekah dapat menjadi alat yang kuat dalam mempererat hubungan antar sesama dengan bahasa yang mudah dipahami.
Berbagi Kebaikan
Sedekah adalah salah satu bentuk paling mendasar dari berbagi kebaikan dengan sesama. Ketika kita memberikan sedekah kepada orang lain, kita tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga memberikan dukungan moral dan emosional. Hal ini menciptakan ikatan yang kuat antara pemberi sedekah dan penerima sedekah, karena keduanya merasakan kebaikan yang sama.
Membangun Rasa Percaya
Dengan memberikan sedekah kepada orang lain, kita menunjukkan bahwa kita peduli dan memperhatikan kebutuhan mereka. Hal ini dapat memperkuat rasa percaya antara satu sama lain, karena penerima sedekah merasa didukung dan dihargai oleh komunitas mereka. Sebaliknya, pemberi sedekah juga merasakan kepuasan yang mendalam karena telah membantu sesama yang membutuhkan.
Memperkuat Solidaritas Sosial
Sedekah membantu memperkuat solidaritas sosial di dalam masyarakat. Ketika kita secara aktif terlibat dalam praktek sedekah, kita menciptakan lingkungan yang mendukung dan peduli terhadap kebutuhan orang lain. Ini membantu memperkuat ikatan antar sesama dan menciptakan rasa saling bergantung yang positif di dalam komunitas.
Membangun Budaya Kebaikan
Dengan melakukan sedekah secara teratur, kita membantu membangun budaya kebaikan di dalam masyarakat. Praktek sedekah menjadi contoh yang baik bagi orang lain untuk mengikuti, dan secara bertahap menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih baik. Ini membantu membentuk nilai-nilai yang positif dan memperkuat rasa persaudaraan di antara kita.
Merasakan Kesejahteraan Bersama
Sedekah tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima sedekah, tetapi juga kepada komunitas secara keseluruhan. Saat kita membantu sesama yang membutuhkan, kita menciptakan lingkungan yang lebih sejahtera dan harmonis untuk semua orang. Merasakan kesejahteraan bersama ini memperkuat rasa persatuan dan solidaritas di antara kita.
Dengan demikian, sedekah bukan hanya tentang memberikan bantuan materiil kepada orang yang membutuhkan, tetapi juga tentang memperkuat tali persaudaraan di antara kita. Dengan berbagi kebaikan, membangun rasa percaya, memperkuat solidaritas sosial, membentuk budaya kebaikan, dan merasakan kesejahteraan bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih kuat untuk kita semua. Semoga artikel ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih aktif dalam praktek sedekah dan mempererat hubungan antar sesama di dalam masyarakat.
Sumber gambar: Freepik
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Sedekah sebagai Penawar Hati
Ketika hati terasa tertekan oleh kesedihan dan beban hidup, sering kali kita mencari cara untuk menenangkan diri dan mendapatkan kedamaian batin. Salah satu cara yang telah diajarkan oleh agama dan budaya di seluruh dunia adalah melalui praktek sedekah. Mari kita bahas mengapa sedekah dianggap sebagai penawar hati dan bagaimana praktek ini dapat membantu kita mengatasi kesedihan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Memberikan Arti pada Kehidupan
Sedekah memberikan arti yang lebih dalam pada kehidupan kita. Ketika kita merasa sedih atau tertekan, memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan dapat memberikan rasa pencapaian dan kepuasan yang mendalam. Hal ini membantu mengalihkan perhatian dari kesedihan kita sendiri dan memberikan arti yang positif pada pengalaman hidup kita.
Mengalihkan Perhatian dari Masalah Sendiri
Ketika kita memberikan sedekah kepada orang lain, kita secara otomatis mengalihkan perhatian dari masalah dan kesedihan yang kita alami. Fokus kita beralih dari diri sendiri ke kebutuhan orang lain, yang seringkali memberikan perspektif yang lebih luas dan membuat kita merasa lebih berdaya dalam menghadapi tantangan hidup.
Mengurangi Rasa Egois
Kesedihan seringkali membuat kita terlalu terpaku pada diri sendiri dan masalah yang kita hadapi. Melalui praktek sedekah, kita belajar untuk melihat keadaan orang lain dan mengakui bahwa kita tidak sendirian dalam perjuangan hidup. Ini membantu mengurangi rasa egois dan membuat kita lebih terbuka terhadap kebutuhan dan penderitaan orang lain.
Merasakan Kebahagiaan dalam Berbagi
Saat kita memberikan sedekah, kita merasakan kebahagiaan yang mendalam dalam berbagi kebaikan dengan orang lain. Kebahagiaan ini bukan hanya karena memberikan bantuan materiil, tetapi juga karena kita merasa terhubung dengan orang lain dan memberikan dampak positif pada kehidupan mereka. Hal ini membantu mengangkat suasana hati dan memberikan energi positif dalam menghadapi kesedihan.
Mendapatkan Pahala dan Berkat
Menurut ajaran agama, praktek sedekah tidak hanya memberikan manfaat materiil dan emosional, tetapi juga mendatangkan pahala dan berkat dari Tuhan. Ketika kita memberikan sedekah dengan ikhlas dan penuh kasih, kita diyakini akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dalam bentuk keberkahan dan kemurahan dari Allah SWT. Ini memberikan harapan dan keyakinan yang kuat dalam menghadapi kesedihan dan tantangan hidup.
Dengan demikian, sedekah bukan hanya sekedar memberikan bantuan materiil kepada orang yang membutuhkan, tetapi juga merupakan penawar hati yang efektif dalam mengatasi kesedihan dan beban hidup. Melalui praktek sedekah, kita dapat memberikan arti pada kehidupan, mengalihkan perhatian dari masalah sendiri, mengurangi rasa egois, merasakan kebahagiaan dalam berbagi, dan mendapatkan pahala serta berkat dari Tuhan. Semoga artikel ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih aktif dalam praktek sedekah dan menemukan kedamaian batin dalam berbagi kebaikan kepada sesama.
Sumber gambar: Creative Market
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Investasi di Akhirat dengan Sedekah
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering diminta untuk menabung untuk masa depan kita di dunia ini. Namun, sebagai umat Muslim, kita juga diajarkan untuk menabung untuk kehidupan di akhirat dengan melakukan sedekah. Sedekah bukan hanya memberikan manfaat di dunia ini, tetapi juga merupakan investasi terbaik untuk kehidupan abadi di akhirat. Mari kita bahas mengapa sedekah dianggap sebagai menabung di akhirat dan bagaimana praktik ini dapat memberikan manfaat yang besar dengan bahasa yang mudah dipahami.
Investasi dalam Pahala dan Kebaikan
Sedekah adalah bentuk investasi terbaik yang dapat kita lakukan untuk memperoleh pahala dan kebaikan di sisi Allah SWT. Setiap sedekah yang kita berikan tidak hanya membantu orang yang membutuhkan, tetapi juga membuat kita mendapatkan pahala yang besar di akhirat. Ini seperti menabung pahala dan kebaikan untuk kehidupan abadi yang akan kita jalani setelah meninggalkan dunia ini.
Menghapus Dosa dan Membersihkan Jiwa
Dengan melakukan sedekah secara rutin, kita juga membersihkan jiwa kita dari dosa-dosa yang telah kita lakukan. Sedekah memiliki kekuatan untuk menghapus dosa-dosa kecil dan besar, serta membersihkan hati dan jiwa kita dari kekotoran dan kesalahan. Ini seperti membersihkan tabungan kita dari hutang dan kotoran yang menumpuk, sehingga kita dapat memulai kehidupan baru dengan hati yang suci di hadapan Allah SWT.
Membangun Kekayaan Spiritual
Sedekah juga membantu kita membangun kekayaan spiritual yang tidak ternilai harganya. Ketika kita memberikan sedekah dengan ikhlas dan penuh kasih, kita merasakan kebahagiaan dan kedamaian dalam hati yang tidak dapat dibeli dengan materi. Ini seperti menabung kekayaan spiritual yang akan menjadi modal utama kita di akhirat nanti.
Membuka Pintu Rezeki dan Keberkahan
Sedekah memiliki kekuatan untuk membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam kehidupan kita. Ketika kita memberikan sebagian dari rezeki yang telah Allah berikan kepada kita kepada orang yang membutuhkan, Allah akan membalasnya dengan memberikan rezeki yang lebih besar dan keberkahan yang melimpah dalam hidup kita. Ini seperti menabung di bank keberkahan yang memberikan bunga yang terus bertambah setiap saat.
Meraih Kemenangan di Akhirat
Dengan melakukan sedekah secara konsisten dan ikhlas, kita juga meraih kemenangan di akhirat. Sedekah adalah investasi terbaik yang dapat kita lakukan untuk memastikan kesuksesan dan kebahagiaan kita di kehidupan setelah kematian. Ini seperti menabung untuk kemenangan yang abadi dan kebahagiaan yang tak terhingga di sisi Allah SWT.
Dengan demikian, sedekah bukan hanya sekadar memberikan bantuan materiil kepada orang yang membutuhkan, tetapi juga merupakan bentuk menabung untuk kehidupan abadi di akhirat. Dengan investasi pahala, membersihkan jiwa, membangun kekayaan spiritual, membuka pintu rezeki, dan meraih kemenangan di akhirat, sedekah menjadi investasi terbaik yang dapat kita lakukan dalam rangka menabung untuk kehidupan abadi yang sejahtera dan berbahagia di sisi Allah SWT. Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya sedekah dalam menabung untuk kehidupan akhirat yang lebih baik.
Sumber foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Saffanatussa'idiyah
Inilah Perbedaan Antara Zakat dan Fidyah!
Zakat dan Fidyah merupakan kewajiban dalam Islam yang berkaitan dengan kewajiban memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Meskipun keduanya sering kali disebut sama, keduanya memiliki perbedaan yang jelas dalam hal tujuan, penerima, dan ketentuan hukumnya.
Zakat adalah kewajiban yang harus dilakukan bagi setiap Muslim pada bulan ramadhan untuk memberikan sebagian dari harta mereka kepada orang yang kurang mampu seperti fakir miskin. Tujuan zakat adalah untuk membersihkan harta seseorang dan mendistribusikannya kepada yang membutuhkan guna menciptakan keseimbangan sosial dan ekonomi. Zakat harus diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya,sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah: 60
Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.
Zakat dibayarkan sebesar 2,5% dari kekayaan yang dimiliki seseorang yang telah mencapai nisab (batas minimum kekayaan yang harus dipenuhi untuk wajib membayar zakat).
Sedangkan Fidyah artinya tebusan. Fidyah adalah pembayaran pengganti bagi orang yang tidak dapat menjalankan kewajiban ibadah tertentu karena alasan tertentu, seperti sakit atau usia lanjut. Fidyah diperuntukkan bagi umat Muslim dengan kriteria tertentu yang tidak dapat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tujuan fidyah adalah memungkinkan individu yang tidak mampu menjalankan kewajiban ibadah untuk membayar kompensasi dan tetap memenuhi kewajiban agama mereka.
Penerima fidyah biasanya diberikan kepada mereka yang membutuhkan, terutama kepada fakir miskin dan orang-orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka sendiri.
Jumlah fidyah dapat bervariasi tergantung pada jenis ibadah yang tidak dapat dilakukan dan berapa lama kondisi tersebut berlangsung. Misalnya, dalam konteks puasa, fidyah biasanya setara dengan memberi makan seorang fakir miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
Besaran fidyah yang harus dibayarkan oleh orang Muslim yang tidak mampu menjalankan ibadah wajib, yaitu tebusan berupa bentuk makanan pokok sebesar 0,6 kg atau ¾ kg yang disalurkan kepada fakir miskin. Jika dalam bentuk uang dibayarkan setara dengan harga bahan makanan pokok.
Adapun orang yang membayar fidyah adalah:
1. Orang tua rentan yang sudah tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadhan, dan tidak diwajibkan untuk mengganti puasanya (qadha) yang ditinggalkan saat Ramadhan.
2. Ibu Hamil diwajibkan membayar puasa gantinya dengan membayar fidyah. Ibu hamil juga dapat menunda ibadah puasa di bulan Ramadhan sampai melahirkan dan masa menyusui telah selesai.
3. Orang yang sakit parah yang tidak mempunyai harapan untuk sembuh dan tidak puasa di bulan Ramadhan. Orang tersebut diharuskan membayar fidyah dan tidak wajib qadha puasanya di dalam maupun luar bulan Ramadhan.
Dengan demikian, meskipun zakat dan fidyah keduanya melibatkan pemberian kepada yang membutuhkan, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal tujuan, penerima, dan ketentuan hukumnya. Zakat adalah kewajiban berkala bagi setiap Muslim yang mampu, sementara fidyah adalah pembayaran pengganti bagi mereka yang tidak dapat menjalankan kewajiban ibadah tertentu karena alasan tertentu
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Perbedaan Antara Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Perbedaan Antara Zakat Fitrah dan Zakat Mal: Menjadi Sumber Kesejahteraan Umat Islam
Dalam ajaran Islam, zakat adalah salah satu kewajiban yang dikenakan kepada umat Islam untuk memberikan sebagian dari harta mereka kepada yang membutuhkan. Zakat terbagi menjadi beberapa jenis, dua di antaranya adalah zakat fitrah dan zakat mal. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama dalam memperkuat kesejahteraan umat, terdapat perbedaan signifikan dalam cakupan, sumber dana, dan penerima manfaat. Berikut adalah perbedaan antara zakat fitrah dan zakat mal:
1. Zakat Fitrah:
Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim pada bulan Ramadan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Zakat ini memiliki beberapa karakteristik penting:
Sifat Wajib: Zakat Fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak.
Besaran Standar: Besaran zakat fitrah biasanya ditetapkan berdasarkan jenis makanan pokok yang dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat setempat, seperti beras, gandum, atau kurma.
Tujuan Utama: Zakat Fitrah bertujuan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa kecil yang terjadi selama Ramadan, serta memastikan bahwa semua orang memiliki kecukupan makanan pada hari raya Idul Fitri.
2. Zakat Mal:
Zakat Mal adalah zakat yang dikeluarkan dari harta kekayaan atau penghasilan yang dimiliki oleh seseorang setelah memenuhi syarat-syarat tertentu. Beberapa ciri khas zakat mal adalah:
Sumber Pendapatan: Zakat Mal dikeluarkan dari harta kekayaan yang dimiliki, seperti uang, emas, perak, barang dagangan, dan lain sebagainya.
Nisab dan Haul: Nisab adalah batas minimum kekayaan yang harus dimiliki sebelum seseorang wajib membayar zakat mal. Haul adalah masa satu tahun atau lebih ketika harta tersebut telah mencapai nisab.
Penerima Zakat: Zakat Mal dapat diberikan kepada delapan golongan penerima zakat sesuai dengan ketentuan dalam ajaran Islam, seperti fakir miskin, anak yatim, orang yang berhutang, dan lain-lain.
Kedua jenis zakat, baik fitrah maupun mal, memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan kesejahteraan umat Islam. Zakat Fitrah membantu memastikan bahwa setiap Muslim merayakan Idul Fitri dengan penuh kegembiraan dan memiliki cukup makanan untuk menikmati hari tersebut. Sementara itu, zakat mal berperan dalam mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi dengan mendistribusikan kekayaan kepada yang membutuhkan, serta memastikan adanya perlindungan sosial bagi mereka yang lemah di masyarakat.
Zakat fitrah dan zakat mal merupakan dua bentuk zakat yang berbeda dalam ajaran Islam, namun keduanya memiliki tujuan yang sama untuk memperkuat kesejahteraan umat Islam secara keseluruhan. Dengan membayar zakat dengan sungguh-sungguh, umat Islam dapat memenuhi kewajiban agama mereka dan pada saat yang sama berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Pendidikan Zakat
Pendidikan Zakat : Membangun Kesadaran dan Keterampilan Pengelolaan
Pendidikan zakat merupakan bagian penting dari praktek keagamaan dalam Islam yang melibatkan pengumpulan dan distribusi dana untuk membantu yang membutuhkan. Hal ini tidak hanya tentang memberikan, tetapi juga tentang pemahaman yang mendalam tentang tujuan, kriteria, dan pengelolaan zakat. Dalam konteks ini, pendidikan zakat menjadi krusial untuk membangun kesadaran dan keterampilan pengelolaan yang efektif.
Pentingnya Pendidikan Zakat
Keberkahan dalam Memberi : Pendidikan zakat memperkuat kesadaran akan pentingnya memberikan zakat sebagai kewajiban agama. Ini tidak hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memastikan bahwa zakat diberikan dengan benar dan kepada yang membutuhkan.
Pemerataan Kesejahteraan : Pendidikan zakat membantu dalam memahami bahwa tujuan zakat adalah untuk memperkuat solidaritas sosial dan memastikan pemerataan kesejahteraan di dalam masyarakat.
Pengentasan Kemiskinan : Dengan pemahaman yang tepat tentang zakat, masyarakat dapat lebih efektif dalam menggunakan dana zakat untuk mengentaskan kemiskinan.
Komponen Pendidikan Zakat
Aspek Teologis : Pendidikan zakat harus mencakup pemahaman yang mendalam tentang dasar-dasar teologis zakat dalam Islam, termasuk dalil-dalil dari Al-Quran dan Hadist.
Kriteria Zakat : Pendidikan zakat harus menjelaskan siapa yang berhak menerima zakat, besaran zakat yang harus diberikan, serta jenis harta yang dikenai zakat.
Kesadaran Sosial : Pendidikan zakat juga harus membantu dalam membangun kesadaran sosial tentang perlunya memberikan zakat untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Keterampilan Pengelolaan : Ini mencakup pembelajaran tentang bagaimana mengelola dan mendistribusikan zakat dengan efektif, termasuk pemilihan program-program yang paling membutuhkan dukungan.
Strategi Pendidikan Zakat yang Efektif
Edukasi Komunitas : Melalui ceramah, diskusi kelompok, dan seminar, pendidikan zakat dapat disebarkan secara luas di antara masyarakat.
Pendidikan Formal : Sekolah dan institusi pendidikan lainnya dapat menyertakan materi tentang zakat dalam kurikulum mereka untuk memastikan bahwa pemahaman ini ditanamkan sejak dini.
Media Sosial dan Teknologi : Memanfaatkan media sosial dan teknologi informasi untuk menyebarkan informasi dan pengetahuan tentang zakat dengan cepat dan luas.
Studi Kasus : Melalui studi kasus, individu dapat belajar dari pengalaman orang lain tentang bagaimana pengelolaan zakat yang efektif dapat memberikan dampak positif.
Tantangan dalam Pendidikan Zakat
Kurangnya Kesadaran : Beberapa individu mungkin kurang menyadari pentingnya zakat atau bahkan tidak tahu bahwa mereka memiliki kewajiban untuk memberikannya.
Ketidakpercayaan terhadap Pengelolaan : Beberapa orang mungkin ragu untuk memberikan zakat karena tidak yakin apakah dana tersebut akan dikelola dengan baik dan sampai di tangan yang membutuhkan.
Ketidakmampuan Mengelola : Ada juga tantangan dalam hal pengelolaan dana zakat yang efektif, karena membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus dalam pengelolaan keuangan.
Langkah-Langkah untuk Meningkatkan Pendidikan Zakat
Kampanye Pendidikan : Masyarakat perlu dilibatkan melalui kampanye pendidikan yang intensif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya zakat.
Pelatihan dan Bimbingan : Program pelatihan dan bimbingan dapat membantu individu dan lembaga dalam memahami dan mengelola zakat dengan lebih efektif.
Transparansi : Penting untuk memastikan transparansi dalam pengelolaan dana zakat untuk membangun kepercayaan masyarakat.
Kolaborasi : Melalui kerjasama antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan organisasi masyarakat, pendidikan zakat dapat diperkuat dan disebarkan dengan lebih efektif.
Pendidikan zakat merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran dan keterampilan pengelolaan dana zakat. Dengan pemahaman yang mendalam tentang tujuan dan prinsip-prinsip zakat, serta keterampilan dalam mengelola dan mendistribusikan dana dengan efektif, masyarakat dapat memastikan bahwa zakat mereka memberikan dampak yang maksimal dalam mengentaskan kemiskinan dan memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat. Dengan strategi pendidikan yang tepat dan kerja sama antara berbagai pihak, pendidikan zakat dapat menjadi instrumen yang kuat dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Kontribusi Zakat Pertanian dalam Perekonomian Islam
Zakat pertanian merupakan salah satu instrumen ekonomi Islam yang memiliki peran penting dalam membangun sistem ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dalam konteks ekonomi Islam, zakat pertanian tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi juga menjadi instrumen yang dapat menggerakkan roda ekonomi dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Pertama-tama, zakat pertanian memainkan peran penting dalam distribusi kekayaan yang lebih merata di dalam masyarakat. Dengan memotong sebagian dari hasil panen, zakat pertanian memungkinkan redistribusi kekayaan dari pemilik lahan pertanian kepada mereka yang membutuhkan, seperti fakir miskin, kaum dhuafa, dan asnaf lainnya. Hal ini membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dan memperkuat keberdayaan ekonomi bagi mereka yang kurang mampu.
Zakat pertanian memiliki dampak positif dalam menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Melalui pengumpulan dan distribusi zakat, dana yang terkumpul dapat diinvestasikan kembali ke dalam masyarakat melalui berbagai program ekonomi produktif, seperti pemberian modal usaha, pelatihan keterampilan, atau pengembangan infrastruktur lokal. Hal ini tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat potensi ekonomi lokal sebagai basis pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, zakat pertanian juga memiliki peran dalam mengembangkan sistem ekonomi yang berlandaskan keadilan dan kemanusiaan. Dalam Islam, zakat tidak hanya dianggap sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Dengan memberikan zakat, pemilik lahan pertanian tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berpartisipasi dalam membangun masyarakat yang lebih berempati dan peduli terhadap kebutuhan sesama.
Meskipun demikian, untuk memaksimalkan potensi zakat pertanian dalam perekonomian Islam, perlu adanya upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga amil zakat, serta masyarakat. Hal ini mencakup peningkatan kesadaran akan kewajiban zakat pertanian, peningkatan transparansi dalam pengelolaan dana zakat, serta pengembangan program-program ekonomi produktif yang dapat memanfaatkan dana zakat secara efektif.
Secara keseluruhan, zakat pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Islam. Dengan memastikan praktik zakat pertanian dilaksanakan dengan baik dan efisien, kita dapat membangun sistem ekonomi yang lebih berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Zakat dan Pengentasan Bencana
Zakat dan Pengentasan Bencana : Peran Zakat dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Peran Zakat dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi : Mengatasi Dampak Bencana
Bencana alam merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh banyak negara di dunia. Dampaknya yang merusak tidak hanya terbatas pada kerugian materiil, tetapi juga mengakibatkan kerugian sosial dan ekonomi yang besar. Dalam situasi seperti ini, peran zakat sebagai instrumen pengentasan bencana menjadi semakin penting. Zakat sebagai pilar utama dari Islam bukan hanya sekadar kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk membantu memperbaiki keadaan masyarakat yang terkena dampak bencana.
Definisi Zakat dan Signifikansinya
Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu. Secara harfiah, zakat berarti “pembersihan” atau “peningkatan.” Zakat adalah kewajiban memberikan sebagian kekayaan kepada mereka yang membutuhkan, seperti fakir miskin, janda, yatim piatu, dan lain-lain. Zakat bukan hanya merupakan amal ibadah, tetapi juga merupakan instrumen redistribusi kekayaan yang secara efektif mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi dalam masyarakat.
Dalam konteks bencana alam, zakat memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai instrumen pengentasan, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Dengan menggunakan dana zakat, masyarakat dapat memperbaiki infrastruktur yang rusak, memberikan bantuan langsung kepada korban, serta mendukung upaya pemulihan ekonomi.
Peran Zakat dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Bantuan Langsung kepada Korban : Dana zakat dapat digunakan untuk memberikan bantuan langsung kepada korban bencana. Bantuan ini dapat berupa makanan, pakaian, perlengkapan medis, dan barang-barang pokok lainnya yang diperlukan untuk bertahan hidup. Selain itu, zakat juga dapat digunakan untuk menyediakan tempat tinggal sementara bagi korban yang kehilangan rumah mereka akibat bencana.
Pemulihan Infrastruktur : Bencana alam sering kali mengakibatkan kerusakan yang luas pada infrastruktur, seperti jembatan, jalan raya, rumah sakit, dan sekolah. Dengan menggunakan dana zakat, infrastruktur yang rusak dapat diperbaiki atau dibangun kembali. Hal ini akan membantu memulihkan kehidupan normal masyarakat dan memfasilitasi proses pemulihan ekonomi.
Pemulihan Ekonomi : Salah satu dampak paling serius dari bencana alam adalah kerugian ekonomi yang dialami oleh masyarakat terkena dampak. Banyak orang kehilangan mata pencaharian mereka karena usaha mereka hancur atau terganggu akibat bencana. Zakat dapat digunakan untuk memberikan modal usaha kepada para korban agar mereka dapat memulai kembali usaha mereka dan mendapatkan penghasilan.
Tantangan dan Solusi
Meskipun zakat memiliki potensi besar dalam membantu rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah masalah distribusi yang efisien dan adil dari dana zakat. Penting untuk memastikan bahwa dana zakat disalurkan dengan tepat kepada mereka yang membutuhkan dan digunakan untuk tujuan yang tepat.
Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat dalam mengatasi dampak bencana. Pendidikan dan sosialisasi mengenai zakat perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih sadar akan peran mereka dalam membantu sesama, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.
Zakat memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai instrumen pengentasan bencana, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Dengan pengelolaan yang tepat, zakat dapat membantu mempercepat pemulihan masyarakat pasca-bencana dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang terkena dampak.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Persamaan antara Zakat, Infak, dan Sedekah
Zakat, infak, dan sedekah adalah konsep penting dalam ajaran agama Islam yang menekankan pentingnya memberikan bantuan kepada sesama serta melakukan amal kebajikan. Meskipun ketiganya memiliki perbedaan dalam konteks penggunaannya, namun terdapat persamaan dalam prinsip-prinsipnya. Ditinjau dari segi bahasa kata Zakat berasal dari kata zaka yang berarti suci,bersih, tumbuh. Dari segi istilah fiqih zakat berarti sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah di serahkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan syarat tertentu.
Infaq secara bahasa berasal dari kata anfaqa berarti mengeluarkan sesuatu untuk kepentingan sesuatu. Secara istilah syariat, infaq berarti sebgaian dari harta atau pendapatan atau penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan Islam. Jadi, infaq adalah memberikan rezeki kepada orang lain semata-mata mengharap ridha Allah Swt. Sedangkan sedekah berasal dari kata shadaqah yang berati benar. Secara umum sedekah adalah pemberian dari seorang muslim secara sukarela tanpa dibatasi waktu dan jumlah sebagai kebaikan dengan mengharap ridho Allah swt.
Dasar Hukum Zakat, Infaq dan Sedekah
Zakat adalah suatu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah Swt.Hal ini sesuai dalam Surah At-Taubah ayat 103 yang artinya: “ Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.” Selain itu, Infaq dan Sedekah sangat dianjurkan dalam syariat Islam, sebagaimana terdapat pada Surah Al-Baqarah ayat 262 artinya:”Orang-orang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang diinfaqkan itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), maka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka dan tidak (pula) mereka sedih hati”.
Adapun beberapa persamaan antara zakat, infak, dan sedekah diantaranya ialah:
Zakat, infak, dan sedekah merupakan pemberian seseorang dan diberikan kepada orang yang membutuhkan. Dengan tujuan untuk membantu meringankan beban mereka serta memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum. Prinsip dasar dari ketiganya adalah niat untuk melakukan kebaikan dan menolong sesama.
Dalam ajaran Islam, baik zakat, infak, maupun sedekah dianggap sebagai amal kebaikan yang mendatangkan pahala dan berkah bagi yang melakukannya. Orang yang memberikan zakat, infak, atau sedekah diyakini akan mendapatkan balasan baik dalam kehidupan dunia maupun di akhirat.
Praktik zakat, infak, dan sedekah semua bertujuan untuk memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat Islam. Dengan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, orang-orang diharapkan akan saling mendukung dan membantu satu sama lain, menciptakan rasa kepedulian dan kebersamaan.
Oleh karena itu, selain terdapat persamaan zakat, infak, dan sedekah, ketiganya juga berperan penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan dalam masyarakat Islam. Dengan menerapkan nilai-nilai ini, umat Muslim diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial dan menciptakan lingkungan yang lebih adil dan berkah untuk semua.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat


