WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Rakor Optimalisasi Peran Peran Mal Pelayanan Publik (MPP)

Yogyakarta – BAZNAS Kota Yogyakarta menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Peran Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk peningkatan daya tarik investasi yang dilaksanakan pada Kamis (12/2) di Ruang Rapat Arjuna Lantai 3.

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Substansi Penanaman Modal I tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Yogyakarta, Budi Santosa, S.STP., M.Si.

Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, lembaga vertikal, aparat penegak hukum, perbankan, hingga lembaga layanan publik lainnya. Kehadiran lintas sektor diharapkan mampu memperkuat integrasi layanan pada MPP sehingga semakin efektif, cepat, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Partisipasi BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi wujud komitmen dalam mendukung sinergi antarinstansi demi peningkatan kualitas pelayanan publik. Kolaborasi yang kuat melalui MPP diharapkan ikut menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif di Kota Yogyakarta.

Melalui forum ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap koordinasi dan komunikasi antar lembaga terus terjalin dengan baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

 

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id/

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

12/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang 1
Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta

Tarhib Ramadhan sebagai Spirit Menyambut Bulan Suci

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menghadirkan kegiatan bernuansa religius dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan melalui agenda Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Masjid Pangeran Diponegoro, Balaikota Yogyakarta. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan spiritual generasi muda Islam sebelum memasuki bulan penuh berkah. Sejak pagi hari, para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun secara khidmat dan inspiratif.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini diikuti oleh Kader Hafidz serta Kader Remaja Masjid binaan BAZNAS Kota Yogyakarta yang selama ini aktif dalam program pembinaan keagamaan. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat kolektif untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan ilmu yang cukup. BAZNAS Kota Yogyakarta memandang generasi muda sebagai aset strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam setiap program yang dijalankan.

Masjid Pangeran Diponegoro dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis dan simbolis sebagai pusat kegiatan keagamaan di lingkungan pemerintahan Kota Yogyakarta. Suasana masjid yang sejuk dan penuh ketenangan menambah kekhusyukan selama acara berlangsung. Para peserta tampak mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Nuansa kebersamaan begitu terasa, menciptakan energi positif yang menguatkan semangat menyambut Ramadhan.

Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa Tarhib Ramadhan bukan sekadar seremonial, melainkan sarana membangun kesiapan lahir dan batin. Ramadhan dipandang sebagai bulan pendidikan spiritual yang harus disambut dengan kesadaran dan pemahaman yang baik. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak mulia menjadi pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Kader Hafidz yang hadir merupakan para penghafal Al-Qur’an yang selama ini mendapatkan pendampingan dari BAZNAS Kota Yogyakarta. Keberadaan mereka diharapkan mampu menghidupkan masjid dan lingkungan sekitar dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Sementara itu, Kader Remaja Masjid menjadi motor penggerak kegiatan keislaman yang kreatif dan inklusif. Kolaborasi keduanya menciptakan sinergi yang kuat dalam dakwah berbasis generasi muda.

Rangkaian acara Tarhib Ramadhan diisi dengan tausiyah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta refleksi persiapan menyambut Ramadhan. Materi yang disampaikan mengajak peserta untuk melakukan muhasabah diri dan memperbaiki niat dalam beribadah. Para pemateri juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi amal kebaikan, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga setelahnya. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan namun penuh makna.

Selain penguatan spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antar kader dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta. Interaksi yang terjalin memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam satu visi dakwah. Para peserta saling berbagi pengalaman dan motivasi dalam menjalankan peran sebagai kader binaan BAZNAS Kota Yogyakarta. Hal ini menjadi modal sosial yang penting untuk keberlanjutan program-program keumatan.

BAZNAS Kota Yogyakarta secara konsisten menjadikan pembinaan kader sebagai bagian dari strategi pengelolaan zakat yang berdampak jangka panjang. Tidak hanya fokus pada pendistribusian dana, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak. Tarhib Ramadhan menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai lembaga yang tidak hanya amanah, tetapi juga visioner.

Semangat menyambut Ramadhan yang ditanamkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menular ke masyarakat luas. Para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai kebaikan di lingkungan masing-masing. Dengan bekal ilmu dan spiritualitas yang kuat, mereka diharapkan dapat menghidupkan suasana Ramadhan yang penuh makna. BAZNAS Kota Yogyakarta percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini juga menjadi pengingat pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung program-program pembinaan umat. Dana ZIS yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam program kaderisasi. Dukungan para muzaki menjadi kunci keberlangsungan program-program tersebut. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperluas dampak kebaikan.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum berbagi dan peduli. Tidak hanya melalui ibadah personal, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang nyata. Zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial. Dengan menunaikan ZIS melalui lembaga resmi, kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana doa bersama menjadi momen yang penuh haru dan kekhusyukan. Para peserta memanjatkan doa agar Ramadhan yang akan datang dapat dilalui dengan penuh keberkahan dan keistiqamahan. Harapan besar disematkan agar para kader mampu menjalankan perannya dengan baik di tengah masyarakat. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendampingi dan membersamai para kader dalam setiap langkah kebaikan.

Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid ini menjadi bukti nyata kepedulian BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang berdaya. Melalui sinergi antara pembinaan spiritual dan dukungan ZIS, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih religius dan sejahtera. Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan kebaikan. Bersama BAZNAS Kota Yogyakarta, mari sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan kepedulian yang nyata.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

09/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
PROGRAM RUMAH LAYAK HUNI BAZNAS KOTA YOGYAKARTA

Komitmen Nyata untuk Hunian yang Lebih Layak

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan Program Rumah Layak Huni pada Minggu, 8 Februari 2026. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa hunian yang aman, sehat, dan layak. Rumah bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga ruang tumbuh bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih bermartabat. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung dan berkelanjutan. Pelaksanaan program ini sekaligus menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif. Kepercayaan muzaki menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Program Rumah Layak Huni ini dilaksanakan melalui sinergi antara BAZNAS Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial. Kehadiran Wali Kota Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Program ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Dengan kerja sama yang solid, manfaat program dapat dirasakan secara lebih optimal.

Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pagi hari dan dilaksanakan di dua lokasi berbeda di wilayah Kota Yogyakarta. Lokasi pertama berlangsung pada pukul 06.00 WIB di wilayah Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron. Sementara itu, lokasi kedua dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB di wilayah Keparakan, Kemantren Mergangsan. Penentuan lokasi ini didasarkan pada hasil asesmen kebutuhan yang telah dilakukan secara menyeluruh. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan bantuan hunian layak. Pendekatan berbasis data ini menjadi bagian dari komitmen akuntabilitas lembaga.

Pada lokasi pertama, penerima manfaat Program Rumah Layak Huni adalah Bapak Maryadi yang beralamat di Dukuh MJ I/1342 RT 70 RW 15, Gedongkiwo, Mantrijeron. Kondisi rumah yang sebelumnya kurang layak huni menjadi perhatian bersama. Melalui program ini, rumah Bapak Maryadi mendapatkan peningkatan kualitas agar lebih aman dan nyaman untuk ditinggali. Perbaikan hunian ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bantuan yang diberikan tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memberikan ketenangan dan harapan baru. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, pada lokasi kedua, penerima manfaat adalah Bapak Budi Santoso yang tinggal di Keparakan Lor MG I/687 RT 35 RW 008, Keparakan, Mergangsan. Rumah yang sebelumnya belum memenuhi standar kelayakan menjadi sasaran perbaikan melalui program ini. BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan hunian yang lebih sehat dan manusiawi bagi keluarga penerima manfaat. Perbaikan rumah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan keluarga. Dengan hunian yang layak, keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan produktif. Program ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.

Seluruh pendanaan Program Rumah Layak Huni ini bersumber dari dana non APBD yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang telah mempercayakan pengelolaannya kepada BAZNAS Kota Yogyakarta. Penggunaan dana dilakukan secara amanah dan sesuai dengan prinsip syariah. Setiap rupiah yang disalurkan diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penerima. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam setiap pelaksanaan program. Hal ini menjadi upaya BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat pendampingan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. OPD pendamping yang terlibat antara lain Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta. Kehadiran OPD pendamping memberikan dukungan teknis sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan. Kolaborasi ini memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan dan standar yang ditetapkan. Sinergi lintas OPD menjadi contoh baik dalam pelaksanaan program sosial terpadu. Dengan kerja sama ini, pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif.

Rumah layak huni memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga. Hunian yang aman dan sehat menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan yang berkualitas. Melalui Program Rumah Layak Huni, BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun harapan dan semangat hidup penerima manfaat. Rumah yang layak akan berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan stabilitas ekonomi keluarga. Dengan demikian, program ini menjadi investasi sosial jangka panjang.

Program Rumah Layak Huni juga menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat jangka panjang. Pendekatan ini sejalan dengan visi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Dengan semakin banyaknya muzaki, manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Dukungan dari Pemerintah Kota Yogyakarta, OPD pendamping, serta para muzaki menjadi faktor utama keberhasilan program. Kolaborasi yang terjalin mencerminkan semangat gotong royong dalam membantu sesama. Program ini tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, sinergi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut. Bersama, kita dapat menghadirkan perubahan sosial yang lebih baik.

Ke depan, BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus melanjutkan Program Rumah Layak Huni. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Evaluasi dan peningkatan kualitas program akan terus dilakukan. Dengan dukungan berkelanjutan dari para muzaki, manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapannya, semakin banyak keluarga yang dapat menikmati hunian layak.

Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, dana ZIS dikelola secara profesional dan amanah. Program Rumah Layak Huni menjadi salah satu contoh nyata pemanfaatan dana tersebut. Setiap kontribusi yang diberikan memiliki arti besar bagi kehidupan orang lain. Dengan berzakat, masyarakat turut berperan aktif dalam pembangunan sosial. Kebaikan yang ditunaikan hari ini akan menjadi keberkahan di masa depan.

Program Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi wujud ikhtiar bersama dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan mendapat ridho Allah SWT. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan kebersamaan, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Semoga program ini membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

08/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” Warnai Program Ramadan BAZNAS 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama pengelolaan zakat tahun 2026, termasuk pada momentum Ramadan. Tagline tersebut menegaskan posisi zakat sebagai instrumen sosial yang memiliki kontribusi besar dalam menjawab persoalan nasional, seperti kemiskinan, bencana alam, dan kesenjangan pembangunan.

Penguatan peran zakat tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penyampaian arah kebijakan dan program BAZNAS selama bulan Ramadan tahun ini.

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa tagline yang diusung mencerminkan semangat kolektif bangsa dalam mengoptimalkan zakat sebagai pilar penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor.

Ia mencontohkan peran zakat dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

“Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya. Menurut Kiai Noor, meningkatnya kedermawanan masyarakat selama Ramadan menjadi momentum penting dalam menggerakkan zakat, infak, dan sedekah sebagai pengungkit kesejahteraan.

“Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ucap Kiai Noor.

Pada 2026, BAZNAS akan memprioritaskan penguatan respons kebencanaan, mulai dari fase darurat hingga pemulihan berbasis pemberdayaan. Program seperti Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid telah disiapkan untuk mendukung pemulihan pascabencana.

“Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” kata Kiai Noor.

Selain fokus kebencanaan, BAZNAS juga memperluas program di bidang ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan. Kiai Noor berharap tagline tersebut menjadi ajakan bersama agar zakat menjadi energi persatuan nasional.

“Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya.

Konferensi pers tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan deputi BAZNAS RI, para amil, serta pemangku kepentingan terkait.

 

Kontributor : Adam Fakhrian

Editor : PUT

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari kuatkan kepedulian sosial dengan ZIS-DSKL yang amanah

Mari jadikan fidyah sebagai jalan berbagi dan mendidik akhlak

Mari dukung program kemaslahatan umat bersama BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk kemudahan dan keberkahan ibadah Anda.

#BAZNASKotaYogyakarta #FidyahSosial #SolidaritasIslam #EdukasiSosial #ZISDSKL #FidyahRamadan #ZakatJogja #UmatPeduli

04/02/2026 | Kontributor: BAZNAS RI
RAKORDA BAZNAS Se-DIY Perkuat Sinergi ZIS-DSKL untuk Kesejahteraan Umat

Sinergi Lembaga Zakat dalam Forum Strategis

Rapat Koordinasi Daerah BAZNAS Se-DIY menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang pertemuan resmi antar BAZNAS kabupaten dan kota untuk menyelaraskan visi, misi, dan langkah strategis. BAZNAS Kabupaten Gunungkidul dipercaya sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan agenda koordinasi ini. Seluruh perwakilan BAZNAS se-DIY hadir sebagai bentuk komitmen kolektif membangun tata kelola zakat yang profesional. Acara berlangsung di Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul yang dikenal sebagai ruang diskusi yang hangat dan bersahaja. Suasana kekeluargaan mengiringi jalannya diskusi sejak awal kegiatan.

Rakorda ini menjadi sarana evaluasi atas kinerja pengelolaan zakat yang telah berjalan. Selain itu forum ini juga dimanfaatkan untuk menyusun langkah konkret menghadapi tantangan ke depan. Setiap daerah menyampaikan capaian serta hambatan yang dihadapi di lapangan. Pertemuan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga substantif. Diskusi dilakukan secara terbuka dan konstruktif. Seluruh peserta menunjukkan keseriusan dalam memperkuat peran zakat bagi kesejahteraan umat. Rakorda ini menjadi cerminan semangat kolaborasi lintas daerah. Kesamaan tujuan menjadi fondasi utama dalam setiap pembahasan. BAZNAS Kota Yogyakarta hadir aktif dalam setiap sesi diskusi. Kehadiran ini menegaskan peran strategis BAZNAS Kota Yogyakarta dalam pengelolaan ZIS-DSKL. Forum ini diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama yang aplikatif. Sinergi yang terbangun menjadi modal penting bagi keberlanjutan program zakat.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai Tuan Rumah

Penunjukan BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah Rakorda BAZNAS Se-DIY membawa makna tersendiri. Kabupaten Gunungkidul selama ini dikenal aktif dalam pengembangan program zakat berbasis pemberdayaan. Lokasi kegiatan dipilih dengan mempertimbangkan kenyamanan dan suasana yang mendukung dialog terbuka. Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul menjadi tempat yang merepresentasikan kearifan lokal. Pemilihan lokasi ini juga mencerminkan kedekatan BAZNAS dengan masyarakat. Tuan rumah menyambut seluruh peserta dengan penuh keramahan. Persiapan acara dilakukan secara matang dan terkoordinasi. Hal ini terlihat dari kelancaran acara sejak awal hingga akhir.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul menunjukkan profesionalisme sebagai penyelenggara. Setiap detail kegiatan diperhatikan dengan baik. Kehangatan suasana membuat diskusi berjalan lebih cair. Peserta merasa nyaman menyampaikan pandangan dan gagasan. Semangat kebersamaan sangat terasa sepanjang kegiatan. Tuan rumah juga memfasilitasi kebutuhan teknis peserta. Hal ini mendukung efektivitas jalannya Rakorda. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi catatan positif bagi BAZNAS Kabupaten Gunungkidul. Peran tuan rumah diapresiasi oleh seluruh peserta. Forum ini memperkuat jejaring antar BAZNAS di DIY. Sinergi yang terbangun diharapkan terus berlanjut pasca kegiatan.

Kehadiran Lengkap BAZNAS Se-DIY

Rakorda BAZNAS Se-DIY diikuti oleh seluruh BAZNAS kabupaten dan kota di wilayah DIY. Kehadiran lengkap ini menunjukkan keseriusan lembaga zakat dalam membangun koordinasi regional. Setiap perwakilan hadir dengan membawa laporan dan masukan dari daerah masing-masing. Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Tidak ada sekat antara daerah satu dengan lainnya. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat. Kehadiran BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi salah satu sorotan dalam forum ini.

BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal aktif dalam pengembangan program inovatif. Kontribusi gagasan dari BAZNAS Kota Yogyakarta memperkaya diskusi. Seluruh peserta saling belajar dari pengalaman daerah lain. Forum ini memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar BAZNAS DIY. Pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi kelembagaan. Setiap BAZNAS menyadari pentingnya keselarasan langkah. Perbedaan karakteristik daerah menjadi kekuatan jika dikelola bersama. Rakorda ini menjadi wadah pemersatu. Semangat kolaborasi terasa kuat dalam setiap sesi. Kehadiran lengkap peserta memperkuat legitimasi hasil Rakorda. Kesepakatan yang dihasilkan menjadi tanggung jawab bersama. Forum ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas wilayah.

Evaluasi Pengumpulan Zakat sebagai Agenda Utama

Salah satu agenda utama dalam Rakorda adalah evaluasi pencapaian target pengumpulan zakat. Setiap BAZNAS memaparkan capaian pengumpulan ZIS di wilayah masing-masing. Data yang disampaikan menjadi bahan analisis bersama. Diskusi difokuskan pada strategi peningkatan penghimpunan zakat. Tantangan dalam pengumpulan zakat dibahas secara terbuka. Peserta saling memberikan masukan konstruktif. Pengalaman daerah dengan capaian tinggi menjadi referensi bersama.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan capaian dan strategi yang telah diterapkan. Pemanfaatan digitalisasi menjadi salah satu poin penting dalam diskusi. Evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat kinerja ke depan. Setiap daerah didorong untuk berinovasi. Pengumpulan zakat dipandang sebagai pintu masuk pemberdayaan umat. Diskusi juga menyoroti pentingnya literasi zakat di masyarakat. Kesadaran muzaki menjadi faktor kunci keberhasilan. Forum ini menegaskan perlunya pendekatan yang adaptif. Kolaborasi antar BAZNAS menjadi solusi atas berbagai kendala. Evaluasi dilakukan secara objektif dan transparan. Data menjadi dasar pengambilan keputusan. Rakorda ini menghasilkan rekomendasi strategis. Penguatan pengumpulan zakat menjadi komitmen bersama.

Pembahasan IZN Micro dan Makro

Rakorda BAZNAS Se-DIY juga membahas pengembangan IZN Micro dan Makro. Program ini menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi umat. Setiap BAZNAS menyampaikan progres implementasi program IZN. Diskusi menyoroti keberhasilan dan tantangan di lapangan. Pendekatan Micro dinilai efektif untuk penguatan usaha kecil. Sementara pendekatan Makro diarahkan pada dampak yang lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta berbagi pengalaman dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Integrasi program menjadi salah satu fokus pembahasan.

Peserta sepakat bahwa IZN harus dikelola secara berkelanjutan. Pendampingan mustahik menjadi faktor penentu keberhasilan. Forum ini juga membahas pengukuran dampak program. Data dampak menjadi penting untuk evaluasi. Diskusi berlangsung mendalam dan aplikatif. Setiap daerah menyampaikan inovasi yang telah dilakukan. Program IZN dipandang sebagai wajah zakat produktif. Rakorda ini memperkuat komitmen pengembangan IZN. Sinergi antar daerah menjadi kunci keberhasilan. Pembahasan ini menghasilkan kesepakatan strategis. Implementasi program akan terus dimonitor bersama. IZN menjadi fokus penguatan ke depan.

Agenda Strategis FGD ZIS DSKL

Agenda terdekat yang dibahas dalam Rakorda adalah pelaksanaan FGD ZIS DSKL. Forum diskusi ini dirancang untuk memperdalam pemahaman dan strategi pengelolaan ZIS DSKL. Peserta sepakat bahwa ZIS DSKL membutuhkan pendekatan khusus. Diskusi awal dilakukan untuk menyamakan persepsi. Setiap BAZNAS menyampaikan pandangan terkait implementasi ZIS DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel. FGD dipandang sebagai ruang strategis untuk merumuskan kebijakan. Agenda ini dirancang secara terstruktur dan sistematis.

Diskusi menyoroti peran zakat dalam pembangunan berkelanjutan. ZIS DSKL menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan. Forum ini juga membahas kesiapan sumber daya. Kolaborasi lintas sektor menjadi perhatian utama. Peserta sepakat bahwa FGD harus menghasilkan rekomendasi konkret. Agenda ini menjadi prioritas bersama. Rakorda menetapkan langkah-langkah awal pelaksanaan FGD. Setiap daerah memiliki peran dalam menyukseskan agenda ini. ZIS DSKL dipandang sebagai masa depan pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung visioner dan progresif. Rakorda ini menjadi titik awal penguatan ZIS DSKL. Komitmen bersama menjadi modal utama.

Pandangan Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pandangan strategis dalam Rakorda tersebut. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar BAZNAS di DIY. Menurut beliau, koordinasi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan zakat. Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan bahwa Rakorda bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi ruang refleksi dan perencanaan bersama. Beliau menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan ZIS. Kepercayaan masyarakat harus terus dijaga. Drs. H. Syamsul Azhari juga menekankan pentingnya inovasi.

Digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis. Menurut beliau, pendekatan kreatif diperlukan untuk menjangkau muzaki. Program pemberdayaan harus berdampak nyata. IZN menjadi instrumen penting dalam hal ini. Beliau mengapresiasi peran BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah. Suasana diskusi yang hangat dinilai mendukung produktivitas forum. Drs. H. Syamsul Azhari mengajak seluruh BAZNAS untuk terus belajar. Kolaborasi lintas daerah harus diperkuat. Rakorda ini diharapkan menghasilkan langkah konkret. Pandangan beliau menjadi penguat arah kebijakan. Pesan tersebut diterima dengan antusias oleh peserta.

Kutipan Langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pernyataan secara langsung. Beliau mengatakan, “Rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pengelolaan zakat di DIY.” Pernyataan tersebut disampaikan dengan penuh keyakinan. Beliau menegaskan bahwa sinergi adalah kunci keberhasilan. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam mengelola zakat,” ujar beliau. Menurut Drs. H. Syamsul Azhari, koordinasi akan memperkuat dampak program. Beliau juga menyampaikan pentingnya menjaga kepercayaan muzaki. “Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” lanjutnya.

Beliau menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas. Program zakat harus memberikan manfaat nyata bagi mustahik. “IZN Micro dan Makro harus terus kita kembangkan,” ungkap beliau. Drs. H. Syamsul Azhari juga menyoroti pentingnya ZIS DSKL. “FGD ZIS DSKL harus menghasilkan kebijakan yang aplikatif,” katanya. Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Pesan beliau menjadi penguat semangat bersama. Kutipan ini mencerminkan arah kebijakan BAZNAS Kota Yogyakarta. Pernyataan disampaikan secara lugas dan inspiratif. Peserta mencatat poin-poin penting tersebut. Ucapan ini menjadi salah satu sorotan Rakorda. Pesan beliau diharapkan menjadi pedoman bersama.

Komitmen Bersama Membangun Zakat Berkelanjutan

Rakorda BAZNAS Se-DIY menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat. Setiap BAZNAS menyadari peran strategisnya masing-masing. Komitmen ini tidak hanya bersifat normatif. Kesepakatan dituangkan dalam langkah-langkah konkret. Sinergi menjadi kata kunci dalam setiap rencana. Pengelolaan zakat diarahkan pada keberlanjutan. Program pemberdayaan menjadi prioritas utama. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berinovasi.

Kolaborasi lintas daerah akan terus diperkuat. Rakorda ini menjadi pijakan penting ke depan. Setiap daerah memiliki tanggung jawab yang sama. Komitmen ini didukung oleh semangat kebersamaan. Tantangan ke depan dihadapi secara kolektif. Zakat dipandang sebagai solusi sosial. Pengelolaan profesional menjadi keharusan. Rakorda ini mempertegas arah kebijakan regional. Komitmen bersama ini diharapkan berdampak luas. Keberlanjutan program menjadi fokus utama. Sinergi menjadi modal sosial yang kuat.

Peran Strategis BAZNAS Kota Yogyakarta

BAZNAS Kota Yogyakarta memainkan peran strategis dalam Rakorda ini. Kehadiran aktif dalam setiap sesi menunjukkan komitmen lembaga. BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal sebagai pelopor inovasi. Program-program yang dijalankan menjadi referensi daerah lain. Kontribusi pemikiran memperkaya diskusi. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif mendorong kolaborasi. Peran ini diapresiasi oleh peserta Rakorda. Komitmen terhadap pengelolaan profesional menjadi ciri khas.

BAZNAS Kota Yogyakarta terus memperkuat tata kelola. Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama. Pendekatan berbasis data diterapkan secara konsisten. Program pemberdayaan terus dikembangkan. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif dalam literasi zakat. Edukasi kepada masyarakat menjadi prioritas. Peran strategis ini diharapkan terus berlanjut. Rakorda ini memperkuat posisi BAZNAS Kota Yogyakarta. Sinergi regional menjadi bagian dari strategi. Peran aktif ini berdampak positif bagi DIY. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berkontribusi.

Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Umat

Rakorda ini menegaskan kembali peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Zakat tidak hanya bersifat konsumtif. Pendekatan produktif menjadi fokus utama. Program IZN menjadi contoh nyata. Pemberdayaan ekonomi mustahik menjadi tujuan. Zakat diarahkan untuk meningkatkan kemandirian. Rakorda ini memperkuat paradigma tersebut. Setiap BAZNAS berkomitmen menjalankan program berdampak. Zakat dipandang sebagai solusi sosial.

Pengelolaan profesional menjadi syarat utama. Sinergi memperkuat dampak program. ZIS DSKL menjadi bagian penting dari strategi. Rakorda ini menjadi ruang penyelarasan visi. Pemberdayaan umat menjadi tujuan bersama. Zakat dikelola secara amanah. Kepercayaan masyarakat menjadi prioritas. Rakorda ini memperkuat komitmen tersebut. Program zakat diharapkan semakin tepat sasaran. Dampak jangka panjang menjadi fokus. Zakat menjadi kekuatan pembangunan sosial.

Berzakat, Infak, dan Sedekah

Rakorda ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi. Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Zakat, infak, dan sedekah memiliki dampak besar. Setiap kontribusi menjadi amal jariyah. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan yang amanah. Program disalurkan secara tepat sasaran. Masyarakat diajak menjadi bagian dari perubahan.

ZIS-DSKL menjadi instrumen keberlanjutan. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan. BAZNAS Kota Yogyakarta membuka akses seluas-luasnya. Kemudahan layanan menjadi prioritas. Masyarakat dapat menyalurkan ZIS dengan nyaman. Rakorda ini memperkuat ajakan tersebut. Zakat menjadi solusi bersama. Infak dan sedekah memperkuat solidaritas. Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama. BAZNAS Kota Yogyakarta siap melayani. Mari bersama membangun kesejahteraan umat.

Fidyah Digital

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan fidyah secara mudah dan aman. Fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sesuai ketentuan. BAZNAS Kota Yogyakarta menyediakan layanan digital untuk kemudahan. Masyarakat dapat menunaikan fidyah melalui kantor digital resmi. Layanan ini dirancang untuk kenyamanan muzaki. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama. BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyediakan layanan informasi.

Nomor layanan muzaki siap melayani masyarakat. Fidyah yang ditunaikan akan disalurkan secara tepat. Program ini menjadi bagian dari ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan sesuai syariat. Layanan digital memudahkan masyarakat. Fidyah dapat ditunaikan kapan saja. Rakorda ini memperkuat komitmen pelayanan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berinovasi. Masyarakat diajak memanfaatkan layanan resmi. Fidyah menjadi bagian dari kepedulian sosial. BAZNAS Kota Yogyakarta siap menjadi mitra umat. Mari tunaikan fidyah dengan amanah.

Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta untuk pemberdayaan umat.

Mari salurkan infak dan sedekah sebagai wujud kepedulian sosial.

Mari dukung program ZIS-DSKL demi kesejahteraan berkelanjutan.

Mari percayakan ZIS kepada BAZNAS Kota Yogyakarta yang amanah dan profesional.

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi layanan muzaki 0821-4123-2770

#BAZNASKotaYogyakarta #RakordaBAZNASDIY #ZISDSKL #ZakatUntukUmat #FidyahBAZNAS

04/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Berita Terbaru

Cara Membayar Fidyah Untuk Yang berhutang Puasa
Cara Membayar Fidyah Untuk Yang berhutang Puasa
Saat seseorang tidak dapat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, maka dapat menggantinya di lain waktu. Membayar hutang puasa bisa dengan qadha puasa atau dengan cara bayar fidyah. Dengan membayar fidyah merupakan bentuk keringanan yang diberikan oleh Allah SWT. Terlebih bagi umat Islam yang tidak sanggup menggantinya di lain waktu, seperti karena lanjut usia atau wanita dalam kondisi hamil dan menyusui. Bentuk fidyah berupa bahan makanan pokok dalam ukuran tertentu. Lalu, bagaimana tata cara membayar fidyah yang benar menurut Islam? Yuk, simak serba-serbinya berikut ini! Perhitungan Fidyah Fidyah adalah denda yang harus dibayar oleh seseorang karena meninggalkan ibadah tertentu, seperti puasa, yang disebabkan oleh penyakit menahun, penyakit tua, dan sebagainya. Anda dapat membayar fidyah dalam bentuk bahan makanan pokok dalam ukuran tertentu. Perhitungan dalam porsi ‘makan sempurna’ yang biasa digunakan untuk mengganti satu hari puasa yang ditinggalkan. Sama seperti zakat fitrah, Anda dapat membayar fidyah dengan besaran tertentu.Berfidyah dapat dilakukan dengan memberikan bahan pokok sebanyak 1 mud atau setara 675 gram (0,75 kg). Anda dapat menghitung berapa fidyah puasa yang harus dibayarkan dengan mengkalikannya dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Jadi, rumus fidyah adalah 675 gram beras x jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Cara Membayar Fidyah dengan Uang yang Benar Membayar fidyah juga bisa dalam bentuk uang sesuai takaran yang berlaku lalu dikonversi menjadi rupiah. Nominal fidyah dapat mengikuti ketentuan Baznas setempat. Misalnya, berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 07 Tahun 2023 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, ditetapkan bahwa nilai fidyah dalam bentuk uang sebesar Rp60.000 per hari per jiwa. Berikut ini tata cara bayar fidyah yang lengkap: 1. Hitung Puasa yang Ditinggalkan Sebelum membayarnya, Anda harus hitung jumlah puasa yang ditinggalkan selama bulan Ramadan. Jadi, Anda bisa dengan mudah mengakumulasikan jumlah yang harus dibayarkan untuk berapa hari. Selanjutnya bisa mengkonversikannya ke dalam uang. 2. Siapkan Dana dan Bayar Fidyah Lalu, setelah tahu berapa nominal uang yang untuk berfidyah, maka siapkan dananya. Nilai fidyah disesuaikan dengan jumlah biasa Anda makan. Jika ingin lebih mudah, Anda bisa berpatokan pada peraturan Baznas setempat. Misalnya untuk wilayah DKI Jakarta, nilai fidyah tahun 2023, nilai fidyah sebesar Rp60.000 / hari / jiwa. Jadi, jika Anda memiliki hutang puasa 7 hari, maka fidyah yang harus dibayar adalah Rp420.000. Anda dapat membayar fidyah secara langsung kepada fakir miskin, melalui amil di masjid setempat, atau melalui lembaga amil zakat yang ada di Indonesia. 3. Tunaikan Fidyah untuk yang Membutuhkan Anda dapat memberikan fidyah untuk fakir miskin sesuai hari yang ditinggalkan. Cara membayarnya bisa dengan fidyah 1 hari untuk 1 fakir miskin atau bisa juga berfidyah sekaligus untuk satu orang miskin. Sebagai contoh, Anda meninggalkan puasa Ramadan sebanyak 10 hari. Fidyah yang harus Anda bayar adalah 10 porsi untuk 10 orang fakir miskin. Tetapi bisa juga memberikan hanya untuk 1 fakir miskin selama 10 hari. 4. Baca Niat Fidyah Cara bayar fidyah selanjutnya adalah dengan membaca niat. Pastikan berniat dalam hati dengan tulus karena Allah SWT. Niat dapat disesuaikan dengan penyebab kenapa tidak berpuasa. Berikut ini niatnya: Niat fidyah jika sakit atau tua renta Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata liifthari shaumi ramadhana fardhan lillahi ta'ala Artinya: "Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa di bulan Ramadan, fardhu karena Allah SWT." Niat fidyah untuk ibu hamil dan menyusui Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata an ifthari shaumi ramadhana lilkhaufi ala waladii fadrhan lillahi ta'ala. Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadan karena khawatir keselamatan anakku, fardhu karena Allah.” Niat fidyah puasa sebagai wal /ahli waris yang sudah meninggal Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyatal ‘anshaumi ramadhani fulaanibni fulaaninfardha lillahi ta’aala Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan puasa Ramadan untuk Fulan bin Fulan (disebutkan nama orang yang hendak difidyahi), fardhu karena Allah”. Niat fidyah jika terlambat mengqadha puasa Ramadan Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata an takhiri qadhai shaumi ramadhana fardhan lillahi ta'ala Artinya: "Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan keterlambatan mengqadha puasa Ramadan, fardhu karena Allah SWT". Apabula fidyah telah dibayarkan, Anda dapat menerima bukti tanda pelunasan. Penerima akan membacakan doa agar fidyah yang dibayarkan diterima Allah SWT sehingga dapat menjadi berkah. Kapan Waktu Membayar Fidyah? Mengenai waktu membayar fidyah sebenarnya boleh dilakukan kapan pun, selama belum memasuki bulan Ramadan berikutnya. Syaratnya, Anda harus tidak berpuasa dulu baru bisa membayar fidyah. Berikut ini penjelasan lengkap panduan waktu membayar fidyah: Berfidyah Satu Kali Sekaligus Untuk waktu ini maksudnya Anda membayar fidyah sekaligus sesuai jumlah waktu yang ditinggalkan. Misalnya, seorang yang sudah memasuki usia lanjut dan tidak mungkin lagi berpuasa, maka dapat berfidyah selama 30 porsi sekaligus. 30 porsi tersebut harus dibagikan untuk 30 orang fakir dan miskin demi memenuhi kebutuhan makan dalam satu hari. Jika memilih cara ini, Anda dapat melakukan di waktu akhir Ramadan. Setiap Hari Sepanjang Ramadan Jika 30 porsi sekaligus terasa berat, Anda juga dapat membayarnya setiap hari selama puasa Ramadan. Kondisi ini berlaku jika memang seseorang tidak mampu berpuasa dan sulit untuk menggantinya di hari lain. Untuk cara ini, bayarlah fidyah pada satu orang fakir miskin, bisa untuk berbuka puasa atau juga untuk sahur keesokan harinya. Anda dapat melakukannya terus-menerus sebanyak jumlah hari tidak berpuasa. Bayar Fidyah Saat Ramadan Berakhir Sebenarnya fidyah tidak harus selalu ditunaikan saat bulan Ramadan saja. Anda dapat membayar fidyah kapan pun sebelum Ramadan berikutnya tiba. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang menjelaskan perihal fidyah, yaitu dalam Q.S Al-Baqarah ayat 184, yang artinya: “Tidaklah menetapkan waktu tertentu sebagai batasan. Fidyah ditunaikan sesuai kelapangan.” Demikian informasi mengenai cara membayar fidyah yang dapat disampaikan. Selain fidyah, sebagai umat Islam ada ibadah dalam bentuk harta yang harus ditunaikan, seperti zakat, infaq, sedekah, dan wakaf. Kini Anda dapat menunaikan ibadah dalam bentuk harta secara aman, nyaman, dan amanah melalui online di web Baznas Kota Yogyakarta. Tunaikan ibadahmu sekarang mulai hari ini. Penulis: Yoga Pratama ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ Mari tunaikan zakat, infaq, sedekah, fidyah, kafarat dan qurban transfer ke rekening: BSI : 4441111121 BRI : 153101000005307 an. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta Atau melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id ?
BERITA09/04/2024 | Yoga Pratama
Pentingnya Memahami Makna Infak dalam Kehidupan
Pentingnya Memahami Makna Infak dalam Kehidupan
Infak, sebagai salah satu konsep penting dalam agama dan juga kehidupan sosial, memiliki makna yang dalam dan penting bagi individu maupun masyarakat. Dalam konteks agama Islam, infak memiliki arti memberikan sebagian dari harta atau rezeki yang dimiliki kepada yang membutuhkan, sebagai bentuk ibadah dan kepedulian terhadap sesama. Namun, makna infak tidak hanya terbatas pada aspek agama, melainkan juga memiliki implikasi yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Pertama-tama, infak mengajarkan nilai kepedulian dan empati terhadap sesama. Dengan memberikan sebagian dari harta yang dimiliki kepada yang membutuhkan, seseorang dapat merasakan kebahagiaan dan kepuasan batin yang mendalam karena telah membantu orang lain yang kurang beruntung. Hal ini juga menciptakan ikatan sosial yang lebih kuat di dalam masyarakat, karena orang-orang saling membantu dan mendukung satu sama lain. Selain itu, infak juga merupakan bentuk investasi spiritual. Dalam agama Islam, infak dipandang sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan melakukan infak secara ikhlas, seseorang tidak hanya mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, tetapi juga memperoleh pahala yang besar di sisi Allah. Namun, makna infak tidak hanya terbatas pada dimensi spiritual, melainkan juga memiliki dampak positif dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Praktik infak dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan kemiskinan, karena harta yang diberikan kepada yang membutuhkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan pendidikan. Selain itu, infak juga dapat menjadi modal bagi pengembangan berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kurang mampu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa infak memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan individu maupun masyarakat. Praktik infak bukan hanya merupakan kewajiban agama, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan investasi untuk masa depan yang lebih baik. Dengan memahami dan mengamalkan makna infak secara mendalam, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih berkeadilan, berempati, dan sejahtera bagi semua.
BERITA09/04/2024 | Ilmi
keutamaan infak di hari terakhir puasa
keutamaan infak di hari terakhir puasa
Infak di hari terakhir puasa merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama di bulan Ramadan. Kegiatan ini memiliki beberapa keutamaan yang sangat luar biasa, baik dari segi spiritual maupun sosial. Berikut adalah beberapa keutamaan dari melakukan infak di hari terakhir puasa: 1. Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial:Melakukan infak di hari terakhir puasa merupakan wujud dari kepedulian sosial terhadap mereka yang membutuhkan. Dengan memberikan sebagian dari harta yang kita miliki, kita bisa membantu meringankan beban mereka, terutama menjelang hari raya Idul Fitri. 2. Membersihkan Diri dari Kesalahan:Infak juga dianggap sebagai salah satu cara untuk membersihkan diri dari kesalahan-kesalahan yang mungkin telah dilakukan selama bulan puasa. Dengan bersedekah, seorang Muslim menyucikan hartanya dan, secara spiritual, juga membersihkan dirinya dari dosa. 3. Meningkatkan Ketakwaan:Melakukan infak juga dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan mengeluarkan harta di jalan Allah, ini merupakan bentuk ketaatan dan penghambaan yang lebih dalam kepada Allah. 4. Mendapatkan Pahala yang Berlipat:Dalam banyak hadis dinyatakan bahwa pahala amalan baik di bulan Ramadan akan dilipatgandakan. Infak di hari terakhir puasa, yang merupakan momen penting menjelang Idul Fitri, dipercaya memiliki nilai pahala yang sangat besar. 5. Mendapatkan Perlindungan dari Allah:Disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa dengan bersedekah, seorang Muslim akan mendapatkan perlindungan dari Allah pada hari kiamat nanti. Bersedekah menjadi salah satu amalan yang bisa melindungi dan menolong di akhirat. 6. Menjaga Persaudaraan:Melalui infak, tercipta rasa persaudaraan yang lebih kuat antara sesama Muslim. Dengan saling membantu, tercipta kesadaran bahwa umat Islam adalah satu tubuh yang jika salah satunya merasa sakit, bagian lainnya ikut merasakan. 7. Meraih Kebahagiaan dan Kepuasan Hati:Tidak hanya memberi manfaat bagi penerima, melainkan juga bagi yang memberi. Kebahagiaan dan kepuasan batin adalah salah satu hal yang dirasakan oleh mereka yang bersedekah dengan ikhlas. 8. Memperoleh Syafaat di Hari Akhir:Sedekah, termasuk infak, dapat menjadi sebab seseorang mendapat syafaat di hari akhir. Allah SWT memberikan keistimewaan pada harta yang diinfakkan di jalan-Nya untuk menjadi bukti kebaikan di dunia yang akan membantu pemiliknya di akhirat. Melakukan infak di hari terakhir puasa mengajarkan kita tentang pentingnya berbagi kebahagian dengan yang lain, khususnya menjelang hari kemenangan. Amalan ini mendidik jiwa untuk selalu ingat kepada Allah dan bersyukur atas segala nikmat-Nya, serta menyadarkan kita tentang arti kebersamaan dan persaudaraan dalam Islam.
BERITA09/04/2024 | Ady
Infaq: Wujud Kebaikan dalam Berbagi
Infaq: Wujud Kebaikan dalam Berbagi
Infaq, sebuah istilah yang merujuk pada praktik memberikan sebagian dari harta atau rezeki kepada mereka yang membutuhkan, memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam. Secara harfiah, infaq berasal dari kata Arab yang berarti memberikan atau menafkahkan harta kepada orang lain. Praktik ini tidak hanya merupakan kewajiban agama, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari kedermawanan dan kepedulian sosial. Infaq mencerminkan nilai-nilai yang mendasari ajaran Islam, seperti kasih sayang, kedermawanan, dan solidaritas. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT secara jelas memerintahkan umat-Nya untuk memberikan sebagian dari harta mereka kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini menegaskan pentingnya berbagi rezeki dengan sesama manusia sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Selain sebagai kewajiban agama, infaq juga memiliki dampak yang sangat positif dalam memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat. Dengan memberikan infaq, seseorang tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan secara materi, tetapi juga menciptakan ikatan emosional yang kuat antara pemberi dan penerima. Hal ini menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif dan berempati di mana setiap individu merasa dihargai dan didukung. Salah satu aspek penting dari infaq adalah bahwa itu tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima, tetapi juga membawa berkah bagi pemberi. Dalam Islam, memberikan infaq dianggap sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan ketaatan kepada-Nya. Dengan memberikan infaq dengan ikhlas dan penuh kecintaan kepada sesama, seseorang tidak hanya memperoleh pahala dari Allah SWT, tetapi juga membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam hidupnya sendiri. Dengan demikian, infaq bukan hanya sekadar tindakan memberi, tetapi juga merupakan bentuk ibadah, kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta sarana untuk memperkuat hubungan sosial dan membawa berkah bagi semua pihak yang terlibat. Oleh karena itu, infaq harus menjadi bagian integral dari kehidupan setiap muslim, karena di dalamnya terkandung potensi besar untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih berkeadilan untuk semua.
BERITA09/04/2024 | Anisa
Sedekah Secara Online vs Sedekah Secara Langsung
Sedekah Secara Online vs Sedekah Secara Langsung
Dalam era digital seperti sekarang ini, sedekah tidak lagi terbatas pada cara konvensional yang dilakukan secara langsung. Kemajuan teknologi telah membuka peluang bagi orang untuk melakukan sedekah secara online, di mana seseorang dapat memberikan sumbangan atau bantuan kepada yang membutuhkan melalui platform digital. Namun, masih ada perdebatan mengenai mana yang lebih baik: sedekah secara online atau secara langsung. Mari kita bahas lebih lanjut. Sedekah secara online telah menjadi populer karena kemudahannya. Melalui platform online, seseorang dapat melakukan sedekah hanya dengan beberapa klik di perangkatnya. Beberapa kelebihan sedekah secara online antara lain: Kemudahan Akses: Dengan sedekah online, siapa pun dapat berpartisipasi tanpa harus secara fisik mendatangi tempat-tempat tertentu. Hal ini memungkinkan lebih banyak orang untuk berdonasi, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas. Transparansi: Banyak platform sedekah online yang menyediakan laporan transparan mengenai penggunaan dana sedekah. Ini memungkinkan para donatur untuk melihat bagaimana sumbangan mereka digunakan dan memastikan bahwa dana mereka digunakan dengan efisien. Keamanan: Transaksi online umumnya dilindungi dengan teknologi keamanan yang canggih, sehingga donatur tidak perlu khawatir akan kehilangan dana mereka akibat pencurian atau penipuan. Sedekah secara langsung, di sisi lain, masih dianggap oleh beberapa orang sebagai cara yang lebih baik untuk memberikan bantuan kepada sesama. Beberapa kelebihan sedekah secara langsung antara lain: Koneksi Emosional: Ketika seseorang memberikan bantuan secara langsung, ia dapat merasakan langsung dampak yang dihasilkan oleh sedekahnya. Hal ini dapat memperkuat ikatan emosional antara pemberi sedekah dan penerima manfaat. Kepuasan Langsung: Memberikan bantuan secara langsung dapat memberikan kepuasan yang lebih besar karena kita dapat melihat langsung senyum dan rasa terima kasih dari orang yang menerima bantuan. Penghematan Biaya: Sedekah secara langsung dapat mengurangi biaya administrasi yang biasanya dikenakan oleh platform sedekah online. Dengan memberikan bantuan secara langsung, seluruh jumlah donasi akan langsung diterima oleh penerima manfaat. Manakah yang Lebih Baik? Tidak ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan ini, karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang terbaik adalah mempertimbangkan situasi dan preferensi pribadi. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih antara sedekah secara online dan secara langsung antara lain: Kemudahan Akses: Jika seseorang memiliki keterbatasan mobilitas atau tinggal di daerah terpencil, sedekah secara online mungkin menjadi pilihan yang lebih praktis. Koneksi Emosional: Bagi yang mengutamakan koneksi emosional dan ingin merasakan dampak langsung dari sedekah mereka, memberikan bantuan secara langsung mungkin lebih diinginkan. Keamanan dan Transparansi: Jika keamanan dan transparansi penggunaan dana menjadi perhatian utama, maka memilih platform sedekah online yang terpercaya adalah pilihan yang tepat. Dalam kesimpulan, baik sedekah secara online maupun secara langsung memiliki peran penting dalam membantu sesama. Yang terbaik adalah memilih cara yang sesuai dengan preferensi dan situasi masing-masing, asalkan dilakukan dengan niat tulus dan untuk kebaikan bersama. Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Berbagi Sedekah Lewat Ramadhan Takjil untuk Menebarkan Kebaikan di Bulan Suci
Berbagi Sedekah Lewat Ramadhan Takjil untuk Menebarkan Kebaikan di Bulan Suci
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjalankan ibadah puasa, Ramadhan juga merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan amal kebaikan, termasuk bersedekah. Salah satu cara yang populer dalam berbagi sedekah di bulan Ramadhan adalah melalui program Ramadhan Takjil. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pentingnya berbagi sedekah lewat Ramadhan Takjil serta dampak positifnya bagi masyarakat. Apa Itu Ramadhan Takjil? Ramadhan Takjil adalah program sosial yang umumnya dilakukan di bulan Ramadhan. Dalam program ini, masyarakat umum, organisasi, atau individu berinisiatif untuk menyediakan makanan ringan (takjil) secara gratis bagi para pemudik yang berbuka puasa di jalan atau bagi masyarakat yang kurang mampu. Tujuan utama dari Ramadhan Takjil adalah untuk meringankan beban sesama yang sedang berpuasa dan menjalin rasa kebersamaan dalam berbagi rezeki. Berbagi sedekah lewat Ramadhan Takjil memiliki banyak manfaat, baik bagi yang memberi maupun yang menerima. Pertama, bagi yang memberi, Ramadhan Takjil merupakan sarana untuk memperbanyak amal kebaikan dan mendapatkan pahala yang besar di bulan yang penuh berkah ini. Kedua, bagi yang menerima, Ramadhan Takjil menjadi sumber kebahagiaan dan kenyamanan di saat-saat berbuka puasa, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan atau kurang mampu. Program Ramadhan Takjil juga memiliki dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat secara luas. Pertama, Ramadhan Takjil memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan di antara sesama umat Islam. Melalui kegiatan berbagi ini, masyarakat diajarkan untuk peduli dan membantu sesama, tanpa memandang perbedaan status sosial atau latar belakang. Kedua, Ramadhan Takjil membantu mengurangi angka pemborosan makanan dengan memanfaatkan makanan berlebih untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. Untuk berpartisipasi dalam program Ramadhan Takjil, kita bisa melakukannya dengan berbagai cara. Pertama, kita bisa bergabung dengan organisasi atau lembaga yang menyelenggarakan program Ramadhan Takjil di daerah kita. Kedua, kita juga bisa menyediakan takjil sendiri di rumah dan membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitar kita. Selain itu, kita juga bisa memberikan sumbangan secara finansial atau menyumbangkan makanan kepada lembaga atau masjid yang menyelenggarakan program Ramadhan Takjil. Ramadhan Takjil adalah salah satu cara yang efektif untuk berbagi sedekah dan menebarkan kebaikan di bulan suci Ramadhan. Melalui program ini, kita dapat merasakan manfaat besar secara spiritual dan sosial, serta membantu meringankan beban sesama yang sedang berpuasa. Oleh karena itu, mari kita aktif berpartisipasi dalam program Ramadhan Takjil dan menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang menjalin persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Credit photo : Pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Sedekah: Salah Satu Kunci Sukses Masuk Surga
Sedekah: Salah Satu Kunci Sukses Masuk Surga
Surga adalah impian bagi setiap insan yang beriman. Keberadaannya menjadi tujuan akhir yang diidamkan, tempat di mana kebahagiaan abadi tercipta. Namun, bagaimana kita bisa mencapai surga? Apakah hanya dengan amal ibadah semata, apakah ada kunci lain yang dapat membuka pintu surga bagi kita? Salah satu kunci yang sering disebut dalam ajaran agama adalah sedekah. Sedekah, atau bersedekah, merupakan tindakan memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada orang lain yang membutuhkan. Tindakan ini bukan hanya tentang memberi secara materi, tetapi juga melibatkan rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama. Dalam agama Islam, sedekah dianggap sebagai salah satu amal yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan. Pertama-tama, sedekah merupakan manifestasi dari rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan memberikan sebagian dari apa yang kita miliki kepada orang lain, kita menyadari bahwa segala harta dan rezeki yang kita peroleh sebenarnya adalah titipan dari-Nya. Dengan demikian, sedekah menjadi bukti pengakuan atas karunia yang diberikan Allah kepada kita, dan hal ini dapat membuka pintu-pintu surga bagi kita. Kedua, sedekah merupakan bentuk pengorbanan dan penghapus dosa. Dalam agama Islam, setiap manusia pasti memiliki dosa dan kesalahan. Namun, dengan bersedekah, dosa-dosa tersebut dapat dihapuskan. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api” (HR. Tirmidzi). Oleh karena itu, dengan rajin bersedekah, kita dapat membersihkan diri dari dosa-dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketiga, sedekah merupakan bentuk investasi untuk kehidupan akhirat. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, “Barang siapa yang memberikan pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik (sedekah), niscaya akan dilipatgandakan (balasan) untuknya” (QS. At-Taghabun: 17). Artinya, setiap sedekah yang kita berikan akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda di akhirat nanti. Ini menunjukkan bahwa sedekah bukanlah kehilangan, melainkan investasi yang sangat menguntungkan di mata Allah SWT. Keempat, sedekah mempererat tali persaudaraan dan memperkuat hubungan sosial antar sesama manusia. Dengan memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan, kita tidak hanya membantu mereka secara materi, tetapi juga memberikan mereka harapan dan kebahagiaan. Hal ini dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat antara kita dengan sesama manusia, sehingga tercipta kehidupan sosial yang harmonis dan berdampingan dalam masyarakat. Kelima, sedekah membawa berkah dalam kehidupan dunia. Meskipun tujuan utama sedekah adalah untuk mencapai surga, namun Allah SWT juga menjanjikan berkah dan kemudahan dalam kehidupan dunia bagi orang yang gemar bersedekah. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan menyusut harta karena sedekah” (HR. Muslim). Artinya, Allah akan mengganti setiap harta yang kita keluarkan untuk sedekah dengan rezeki yang lebih melimpah. Dengan demikian, sedekah merupakan salah satu kunci sukses masuk surga. Selain memberikan manfaat besar bagi kehidupan akhirat, sedekah juga membawa berkah dan kemudahan dalam kehidupan dunia. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kebiasaan bersedekah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapat meraih kebahagiaan abadi di surga kelak. Credit photo : pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Hukum Sedekah kepada Sesama
Hukum Sedekah kepada Sesama
Sedekah merupakan salah satu amalan mulia dalam agama yang memiliki banyak keutamaan. Dalam Islam, sedekah tidak hanya diwajibkan sebagai kewajiban sosial, tetapi juga dianjurkan sebagai amalan yang dapat menghapus dosa-dosa. Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi hukum sedekah kepada sesama sebagai amalan untuk menghapus dosa menurut ajaran Islam. Hukum Sedekah dalam Islam Dalam agama Islam, sedekah termasuk dalam kategori amal shalih yang dianjurkan. Sedekah memiliki beberapa hukum yang berkaitan dengan pelaksanaannya. Pertama, sedekah merupakan salah satu rukun Islam yang keempat setelah syahadat, shalat, dan puasa. Kedua, sedekah termasuk dalam kategori amal ibadah yang dianjurkan, tetapi bukan kewajiban bagi setiap individu. Artinya, sedekah tidak diwajibkan seperti zakat, tetapi sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap muslim. Keutamaan Sedekah dalam Islam Sedekah memiliki banyak keutamaan dalam agama Islam. Salah satunya adalah sebagai sarana untuk menghapus dosa-dosa. Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api” (HR. Tirmidzi). Hal ini menunjukkan bahwa sedekah memiliki kekuatan yang besar untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukan. Selain itu, sedekah juga merupakan bentuk pengorbanan yang diperhitungkan di sisi Allah SWT. Ketika seseorang memberikan sebagian harta yang dimilikinya kepada orang yang membutuhkan, Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi orang tersebut. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, “Barang siapa yang memberikan pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik (sedekah), niscaya akan dilipat gandakan (balasan) untuknya” (QS. At-Taghabun: 17). Selain sebagai amalan untuk menghapus dosa, sedekah juga merupakan bentuk nyata dari kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama. Dalam Islam, setiap muslim diajarkan untuk saling membantu dan peduli terhadap kebutuhan sesama. Dengan memberikan sedekah kepada yang membutuhkan, kita tidak hanya membantu mereka secara materi, tetapi juga memberikan mereka harapan dan kebahagiaan. Berbagai Bentuk Sedekah Sedekah tidak selalu harus berupa uang. Ada banyak bentuk sedekah yang bisa dilakukan, seperti memberikan makanan kepada yang lapar, memberikan pakaian kepada yang membutuhkan, atau memberikan ilmu pengetahuan kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu tidaklah berkurang harta” (HR. Muslim). Hal ini menunjukkan bahwa setiap bentuk kebaikan yang kita lakukan kepada sesama akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Dalam Islam, sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan. Salah satu keutamaan besar dari sedekah adalah sebagai amalan untuk menghapus dosa-dosa. Dengan memberikan sebagian harta yang kita miliki kepada orang yang membutuhkan, kita dapat membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukan. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kebiasaan sedekah dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan kasih sayang terhadap sesama. Credit photo : pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Keutamaan Sedekah di Bulan Suci Ramadhan
Keutamaan Sedekah di Bulan Suci Ramadhan
Secara bahasa sedekah diambil dari kata “Shodaqoh”, yang berasal dari kata sidq (Sidiq) yang artinya “kebenaran.” Sedangkan dalam Peraturan BAZNAS Nomor 2 tahun 2016, sedekah disebutkan sebagai arti pengeluaran harta atau non harta bagi seseorang atau badan usaha di luar zakat dengan tujuan untuk keselamatan umat atau masyarakat umum. Perintah sedekah ini, seringkali kita temui dalam ayat-ayat Al-Quran, salah satunya dalam QS. Al-Baqarah ayat 271 yang artinya: “Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 271). Sedekah dalam Islam memiliki keutamaan yang sangat penting, apalagi jika sedekah tersebut dilaksanakan di Bulan suci Ramadhan. Berikut beberapa keutamaan sedekah di bulan suci Ramadhan yang dapat kita renungkan: 1. Meningkatkan Pahala Memberikan sedekah di bulan suci Ramadhan dianggap lebih mulia dan bernilai pahala yang sangat besar. Seperti yang sudah sering kita dengar, bahwa segala amal yang kita kerjakan di bulan suci Ramadhan maka akan diberi pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Maka sedekah di bulan Ramadhan memiliki bobot dan nilai yang lebih tinggi daripada bulan-bulan lainnya. 2. Menghapus Dosa Rasulullah SAW menyampaikan bahwa sedekah itu memiliki kekuatan dalam menghapus dosa-dosa orang yang memberikan sedekah. Apalagi sedekah yang dilakukan di bulan suci Ramadhan, maka orang tersebut akan mendapatkan pengampunan dari Allah SWT dan membersihkan dirinya dari segala dosa-dosanya. 3. Memberikan Kebahagiaan Memberikan sedekah di bulan suci Ramadhan dapat memberikan kebahagiaan dan keberkahan bagi kehidupan seseorang. Di sisi lain, orang yang menerima sedekah juga bahagia atas rezeki yang diberikan dari Allah lewat seseorang. Di sisi lain juga, bagi si pemberi sedekah akan diberi pahala yang berlipat ganda, dengan syarat memberikan sedekah tersebut dengan rasa ikhlas dan tulus di bulan Ramadhan. 4. Membantu Kaum Miskin dan Mereka yang Membutuhkan Bulan Ramadhan menjadi bulan dimana kebutuhan seseorang yang kurang beruntung menjadi lebih terasa. Dengan memberikan sedekah di bulan ini, seperti halnya memberi makanan untuk berbuka atau sahur menjadi ladang amal kita kepada mereka yang membutuhkan. 5. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT Terdapat banyak sekali amalan-amalan yang dianjurkan di bulan suci Ramadhan ini, salah satunya sedekah. Hal ini menjadi amal ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedekah merupakan wujud dari rasa syukur seseorang atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. 6. Meraih Keberkahan dalam Rezeki Rasulullah SAW menyampaikan bahwasannya, sedekah tidak akan mengurangi rezeki seseorang, melainkan akan menjadi keberkahan bagi kehidupan dan rezeki orang tersebut. Itulah beberapa keutamaan sedekah di bulan suci Ramadhan. Maka dari itu, yuk sisihkan sebagian harta kita untuk berbagi sesama umat. Dengan janji Allah berupa pahala berlipat ganda, maka sepantasnya kita berlomba-lomba untuk beramal sesuai kemampuan yang kita miliki. Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Nur Fatih Khanifah
Keutamaan dan Manfaat Sedekah Subuh dalam Kehidupan Sehari-hari
Keutamaan dan Manfaat Sedekah Subuh dalam Kehidupan Sehari-hari
Sedekah adalah salah satu bentuk ibadah yang memiliki banyak keutamaan dalam agama Islam. Sedekah bukan hanya berupa pemberian harta, tetapi juga bisa berupa upaya membantu sesama dengan segala bentuk kemampuan yang dimiliki. Salah satu bentuk sedekah yang memiliki keutamaan istimewa adalah sedekah subuh. Sedekah subuh merupakan amalan mulia yang dilakukan di waktu Subuh, yaitu saat matahari masih belum terbit. Keutamaan sedekah subuh ini sangatlah besar, dan beberapa di antaranya dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, sedekah subuh meningkatkan keberkahan rezeki. Ketika seseorang bersedia memberikan sebagian rezekinya di waktu yang sangat dini seperti Subuh, hal tersebut menunjukkan keikhlasan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 261, "Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui." Kedua, sedekah subuh membantu membersihkan hati. Dengan memberikan sebagian rezeki di waktu yang paling berkah, seseorang juga membersihkan hatinya dari sifat serakah dan keduniaan. Hal ini menjadikan hati lebih lapang dan bersih dari segala kotoran yang dapat menghalangi kedekatan dengan Allah SWT. Ketiga, sedekah subuh memperkuat rasa empati dan kepedulian sosial. Melalui sedekah subuh, seseorang menyadari betapa pentingnya membantu sesama, terutama pada saat yang paling sulit seperti waktu Subuh. Hal ini memperkuat jaringan kepedulian sosial dalam masyarakat dan memperkuat tali persaudaraan antar sesama umat Islam. Keempat, sedekah subuh merupakan investasi untuk akhirat. Setiap sedekah yang diberikan di waktu Subuh merupakan investasi yang besar untuk kehidupan di akhirat nanti. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang menyedekahkan sesuatu di waktu Subuh, maka dia akan mendapat pahala sebagaimana gunung Uhud dari Allah." (HR. Bukhari) Oleh karena itu, mari jadikan sedekah subuh sebagai bagian penting dari rutinitas ibadah kita. Dengan melakukan sedekah subuh secara konsisten, kita akan merasakan berkah dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi investasi besar untuk kehidupan di akhirat nanti. Semoga kita semua menjadi hamba Allah yang bermurah hati dan selalu siap membantu sesama, terutama di waktu-waktu yang penuh keberkahan seperti Subuh. Aamiin.
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Sedekah Jariyah: Investasi Kebaikan yang Abadi
Sedekah Jariyah: Investasi Kebaikan yang Abadi
Dalam ajaran agama dan kebijaksanaan budaya, sedekah dikenal sebagai salah satu amal yang paling mulia. Namun, ada satu konsep sedekah yang memiliki dampak yang lebih jauh dan berkelanjutan: sedekah jariyah. Sedekah jariyah merupakan konsep di mana tindakan kebaikan yang dilakukan terus memberikan manfaat dan berlanjut setelah kita meninggalkan dunia ini. Dengan memahami konsep sedekah jariyah, kita dapat memperluas cakrawala kebaikan kita dan membangun investasi yang abadi dalam akhirat. Salah satu contoh paling jelas dari sedekah jariyah adalah pembangunan fasilitas umum yang memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas. Misalnya, mendirikan masjid, sekolah, atau sumur air bersih. Tindakan ini tidak hanya memberikan manfaat kepada generasi saat ini, tetapi juga akan terus memberikan manfaat kepada generasi yang akan datang. Setiap kali seseorang menggunakan fasilitas tersebut, pahala dari tindakan tersebut akan terus mengalir kepada mereka yang telah menyumbangkan untuk pembangunannya. Selain itu, pendidikan juga merupakan bentuk sedekah jariyah yang sangat kuat. Mendukung pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu atau memberikan beasiswa kepada siswa yang berbakat adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya membebaskan mereka dari kemiskinan, tetapi juga memberikan mereka keterampilan dan pengetahuan untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Setiap kali mereka menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh, pahala dari investasi pendidikan tersebut akan terus mengalir kepada mereka yang telah memberikan dukungan. Selain proyek besar seperti pembangunan fasilitas umum dan pendidikan, sedekah jariyah juga dapat dilakukan melalui tindakan sehari-hari yang sederhana. Misalnya, menanam pohon atau memberikan buku-buku bekas kepada mereka yang membutuhkan. Meskipun tindakan-tindakan ini mungkin tampak kecil, tetapi dampaknya bisa sangat besar dan berkelanjutan. Setiap kali pohon yang ditanam menghasilkan buah atau setiap kali seseorang membaca buku yang telah disumbangkan, pahala dari tindakan tersebut akan terus mengalir kepada orang yang telah berbuat kebaikan. Dengan memahami konsep sedekah jariyah, kita dapat mengubah cara kita memandang sedekah dan memperluas pengertian kita tentang investasi dalam kebaikan. Sedekah jariyah mengajarkan kita untuk melihat jauh ke depan dan memikirkan dampak jangka panjang dari tindakan kita. Dengan melakukan sedekah jariyah, kita tidak hanya memberikan manfaat kepada orang lain dalam kehidupan ini, tetapi juga membangun investasi yang abadi dalam akhirat. Mari kita terus berinvestasi dalam kebaikan dengan tulus dan penuh kasih, karena sedekah jariyah adalah investasi yang tidak pernah rugi dan akan terus memberikan manfaat bagi banyak orang selamanya. Artikel ini menggambarkan konsep sedekah jariyah dan memberikan beberapa contoh tentang bagaimana konsep ini dapat diwujudkan dalam tindakan nyata untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Menyalurkan harta untuk sedekah juga dapat dilakukan melalui Lembaga Amil zakat seperti BAZNAS kota Yogyakarta memberi layanan penyaluran dana Sedekah. Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Niat Sedekah: Mengapa Penting dan Bagaimana Melakukannya dengan Benar
Niat Sedekah: Mengapa Penting dan Bagaimana Melakukannya dengan Benar
Sedekah adalah amal yang sangat dianjurkan dalam agama Islam dan diakui sebagai tindakan kebaikan di banyak budaya dan agama lainnya. Namun, pentingnya tidak hanya terletak pada tindakan memberi itu sendiri, tetapi juga pada niat yang tulus di baliknya. Niat sedekah mencerminkan kesadaran kita akan kebutuhan orang lain serta niat baik kita untuk membantu sesama. Artikel ini akan menjelaskan mengapa niat sedekah penting dan bagaimana melakukannya dengan benar. Pentingnya Niat Sedekah. 1. Mensucikan Niat: Niat sedekah mensucikan hati dan memperkuat hubungan spiritual kita dengan Tuhan. Ketika kita memberi dengan niat yang tulus, itu menjadi bentuk ibadah yang mendekatkan kita kepada-Nya. 2. Meningkatkan Kualitas Amal: Niat yang baik membawa dampak langsung pada kualitas amal kita. Meskipun tindakan memberi secara fisik dapat membantu orang yang membutuhkan, niat yang ikhlas akan meningkatkan nilai spiritual dari amal tersebut. 3. Memahami Kebutuhan Orang Lain: Niat sedekah memperlihatkan kepekaan kita terhadap kebutuhan orang lain. Ini membantu kita untuk menjadi lebih empati dan peduli terhadap situasi orang lain. 4. Menciptakan Keseimbangan Sosial: Dengan memberikan sedekah, kita membantu menciptakan keseimbangan sosial dengan mengurangi kesenjangan antara orang kaya dan miskin. Hal ini menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan. Bagaimana Melakukan Niat Sedekah dengan Benar. 1. Niat yang Ikhlas: Ketika memberi sedekah, pastikan niat Anda ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Ingatlah bahwa tujuan utama Anda adalah untuk mencari ridha-Nya dan membantu sesama. 2. Berdoa Sebelum dan Sesudah Memberi: Sebelum dan sesudah memberi sedekah, luangkan waktu untuk berdoa. Mohonlah agar sedekah Anda diterima oleh Allah SWT dan berharap agar mendatangkan manfaat yang besar bagi penerima. 3. Rahasia dalam Memberi: Ketika memberikan sedekah, usahakan untuk menjaga kerahasiaan amal Anda. Ini adalah bagian dari kesopanan dalam memberi dan juga membantu mencegah kesombongan atau riya’. 4. Berkomunikasi dengan Penerima: Jika memungkinkan, berkomunikasilah dengan penerima sedekah Anda. Dengarkan cerita mereka, pahami kebutuhan mereka, dan berikan dukungan moral serta emosional selain dari dukungan finansial. 5. Berterima Kasih atas Kesempatan untuk Memberi: Lihatlah memberi sedekah sebagai kesempatan dan anugerah. Bersyukurlah atas kemampuan Anda untuk memberi dan berusaha untuk melakukan lebih banyak lagi. Niat sedekah adalah elemen penting dari amal yang tulus dan bermakna. Dengan memiliki niat yang baik saat memberi, kita tidak hanya memperoleh pahala dari Allah SWT, tetapi juga membawa manfaat besar bagi orang yang menerima sedekah kita. Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk selalu melakukan sedekah dengan niat yang ikhlas dan tulus, agar amal kita menjadi lebih bermakna dan bernilai di mata-Nya. Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Manfaat Sedekah: Membangun Kebaikan di Masyarakat
Manfaat Sedekah: Membangun Kebaikan di Masyarakat
Sedekah, praktik memberikan sumbangan kepada mereka yang membutuhkan, memiliki peran yang penting dalam masyarakat. Di seluruh dunia, sedekah telah menjadi bagian dari banyak budaya dan agama. Namun, manfaat sedekah tidak hanya terbatas pada penerimaan materi, tetapi juga membawa dampak positif yang mendalam bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa manfaat dari praktik sedekah: 1. Meringankan Beban Masyarakat yang Membutuhkan: Salah satu manfaat yang paling nyata dari sedekah adalah meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Dengan memberikan sumbangan dalam bentuk uang, makanan, atau pakaian kepada yang membutuhkan, kita dapat membantu mereka yang kurang beruntung untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. 2. Membangun Rasa Kemanusiaan: Praktik sedekah membantu memperkuat rasa kemanusiaan dalam masyarakat. Ini mengajarkan kepada kita untuk peduli dan membantu sesama manusia yang membutuhkan, tanpa memandang perbedaan agama, etnis, atau latar belakang sosial. 3. Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis: Memberikan sedekah juga memberikan kepuasan psikologis bagi pemberi. Studi telah menunjukkan bahwa melakukan perbuatan baik seperti sedekah dapat meningkatkan perasaan bahagia dan memperkuat kesejahteraan psikologis seseorang. 4. Membangun Solidaritas Sosial: Praktik sedekah memperkuat ikatan sosial di dalam masyarakat. Ini menciptakan solidaritas antarindividu dan kelompok, yang pada gilirannya dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih kuat dan lebih inklusif. 5. Merangsang Pertumbuhan Ekonomi: Sedekah juga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di tingkat masyarakat. Ketika kita memberikan sumbangan kepada mereka yang membutuhkan, kita tidak hanya membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar mereka, tetapi juga memberikan mereka kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. 6. Menginspirasi Orang Lain untuk Berbuat Baik: Ketika seseorang melakukan sedekah, itu bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk mengikuti jejaknya. Tindakan baik satu orang dapat memicu efek domino di mana lebih banyak orang terdorong untuk berbagi kebaikan mereka dengan yang lain. 7. Meraih Pahala dan Berkah: Dalam banyak agama, sedekah dianggap sebagai tindakan yang sangat diberkahi dan memberikan pahala besar. Keyakinan ini mendorong orang untuk terus memberikan sumbangan, karena diyakini bahwa sedekah akan membawa berkah dan kebaikan bagi pemberi maupun penerima. Dengan demikian, sedekah tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima, tetapi juga memiliki dampak yang mendalam pada individu dan masyarakat secara keseluruhan. Praktik sedekah adalah salah satu cara terbaik untuk membangun kebaikan, solidaritas, dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat. Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Sedekah: Memberi dengan Hati yang Tulus
Sedekah: Memberi dengan Hati yang Tulus
Sedekah merupakan salah satu ajaran utama dalam agama Islam, namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya memiliki relevansi universal yang dapat diterapkan oleh siapapun, terlepas dari latar belakang keagamaan. Sedekah bukan sekadar tentang memberi harta atau materi, tetapi juga tentang memberi dari hati yang tulus dengan tujuan membantu sesama dan memperbaiki keadaan sosial. Dalam tulisan ini, kita akan mengeksplorasi beberapa kebaikan yang terkandung dalam perbuatan sedekah. 1. Memperkuat Hubungan Sosial Sedekah memiliki kekuatan untuk memperkuat hubungan sosial antara individu dan masyarakat. Ketika seseorang memberikan sedekah, mereka tidak hanya memberi bantuan materi, tetapi juga menunjukkan perhatian, empati, dan rasa solidaritas terhadap sesama. Hal ini dapat memperkuat ikatan antaranggota masyarakat dan menciptakan atmosfer saling peduli dan membantu di dalamnya. 2. Mengurangi Kesenjangan Sosial Sedekah juga memiliki peran penting dalam mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang memiliki kelebihan harta dan mereka yang kurang beruntung. Dengan memberikan sebagian dari harta mereka kepada yang membutuhkan, orang-orang yang mampu memberikan sedekah dapat membantu mengurangi penderitaan yang dialami oleh orang-orang yang kurang beruntung secara ekonomi. Hal ini menciptakan kesetaraan dan keadilan dalam masyarakat. 3. Meningkatkan Kesejahteraan Mental Tidak hanya membawa manfaat bagi penerima sedekah, tetapi juga bagi pemberinya. Memberikan sedekah dapat meningkatkan kesejahteraan mental seseorang dengan memberikan rasa kepuasan dan kebahagiaan yang mendalam. Ketika seseorang memberikan dengan tulus dan ikhlas, mereka merasakan kehangatan dalam hati yang tidak dapat diperoleh dari hal-hal materi. 4. Mendekatkan Diri kepada Tuhan Dalam konteks agama, sedekah juga dianggap sebagai salah satu bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan memberikan sedekah, seseorang menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kepada perintah agama serta meneguhkan ikatan spiritualnya dengan Sang Pencipta. Hal ini membawa kebahagiaan spiritual yang mendalam bagi pemberi sedekah. Sedekah bukan hanya sekedar memberikan bantuan materi, tetapi juga membawa berbagai kebaikan yang mendalam bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Melalui perbuatan sedekah, kita dapat memperkuat hubungan sosial, mengurangi kesenjangan sosial, meningkatkan kesejahteraan mental, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Oleh karena itu, marilah kita berkomitmen untuk terus melakukan perbuatan baik ini, karena dengan sedekah, kita tidak hanya memberi, tetapi juga menerima berbagai kebaikan yang tidak ternilai harganya. Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Pentingnya Memahami Aspek Hukum dalam Praktik Sedekah
Pentingnya Memahami Aspek Hukum dalam Praktik Sedekah
Sedekah, dalam Islam, adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Selain membantu mereka yang membutuhkan, sedekah juga memiliki implikasi hukum yang penting dalam konteks kehidupan sehari-hari umat Islam. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa aspek hukum yang terkait dengan praktik sedekah. 1. Kewajiban Sedekah: Salah satu aspek hukum yang paling mendasar dalam sedekah adalah kewajibannya. Dalam Islam, sedekah merupakan salah satu dari lima pilar utama dan merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang mampu. Ayat-ayat dalam Al-Quran serta hadis Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam secara tegas menggariskan pentingnya memberikan sedekah sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah SWT. 2. Objek Sedekah: Objek sedekah dapat berupa harta, waktu, tenaga, atau keahlian. Dalam hukum Islam, harta yang bisa disedekahkan mencakup segala sesuatu yang bernilai dan dapat dimiliki, seperti uang, perhiasan, barang-barang, dan sebagainya. Namun, penting untuk diingat bahwa sedekah tidak hanya terbatas pada harta materi, tetapi juga bisa berupa bantuan dalam bentuk lain yang diperlukan oleh sesama. 3. Jumlah Sedekah: Ada berbagai pandangan dari para ulama tentang jumlah yang harus disedekahkan. Ada yang berpendapat bahwa jumlahnya harus sesuai dengan kemampuan individu, sementara yang lain menetapkan persentase tertentu dari harta yang dimiliki. Namun, yang jelas, semakin besar jumlah sedekah yang diberikan, semakin besar pula pahalanya di sisi Allah. 4. Tujuan Sedekah: Salah satu tujuan utama dari sedekah adalah untuk membantu mereka yang membutuhkan dan untuk membersihkan harta dari sifat-sifat kekikiran dan keangkuhan. Dalam Al-Quran, Allah SWT berjanji untuk melipatgandakan pahala bagi orang yang bersedekah dengan tulus dan ikhlas. 5. Penerima Sedekah: Ada beberapa kategori orang yang berhak menerima sedekah, seperti fakir miskin, orang-orang yang berhutang, pejuang dalam jalan Allah, dan lain-lain. Penting untuk memastikan bahwa sedekah kita sampai kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan dan dalam keadaan yang layak menerima sedekah. 6. Bentuk-bentuk Sedekah: Sedekah tidak selalu harus dalam bentuk uang tunai. Ada banyak bentuk sedekah lain yang bisa dilakukan, seperti memberikan makanan kepada orang yang lapar, memberikan bantuan dalam bentuk pendidikan atau keterampilan, atau bahkan sekadar memberikan senyuman dan semangat kepada sesama. Dalam praktiknya, sedekah bukan hanya tentang memberikan sebagian dari harta kita kepada orang lain, tetapi juga tentang sikap dan niat kita dalam berbagi. Dengan memahami aspek hukum yang terkait dengan sedekah, kita dapat melaksanakannya dengan lebih baik dan mendapatkan manfaat spiritual yang lebih besar. Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya sedekah dalam Islam dan bagaimana melaksanakannya sesuai dengan ajaran agama.
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Menunaikan Sedekah di Bulan Ramadhan: Amalan Mulia yang Mencerahkan Hati
Menunaikan Sedekah di Bulan Ramadhan: Amalan Mulia yang Mencerahkan Hati
Bulan Ramadhan telah tiba, sebuah momen yang dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan amalan ibadah, termasuk sedekah. Sedekah, atau memberi bagi umat yang membutuhkan, merupakan salah satu pilar penting dalam ajaran Islam. Di bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih bermakna dan bernilai. Sedekah tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang menerimanya, tetapi juga bagi orang yang memberinya. Memberi sedekah dapat membersihkan hati dan menjaga sikap rendah hati serta rasa empati terhadap sesama. Di bawah ini, kita akan membahas beberapa alasan mengapa menunaikan sedekah di bulan Ramadhan sangatlah penting, serta beberapa contoh nyata bagaimana sedekah dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan kita dan masyarakat. 1. Mendekatkan Diri kepada Allah Menunaikan sedekah di bulan Ramadhan adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, Allah memerintahkan umat-Nya untuk bersedekah dan berbuat baik kepada sesama. Dengan melakukan sedekah, kita menaati perintah-Nya dan meningkatkan kecintaan serta ketaatan kepada-Nya. 2. Membersihkan Hati dari Sifat Keangkuhan dan Kikir Salah satu manfaat besar dari sedekah adalah membersihkan hati dari sifat-sifat buruk seperti keangkuhan dan kikir. Dengan memberikan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan, kita mengingatkan diri sendiri bahwa segala yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah, dan kita harus bersedia berbagi dengan orang lain. 3. Menolong Sesama yang Membutuhkan Di bulan Ramadhan, di mana kebutuhan masyarakat yang kurang mampu seringkali semakin meningkat, memberikan sedekah dapat memberikan bantuan yang sangat berarti bagi mereka yang membutuhkannya. Sedekah dapat berupa sumbangan makanan, pakaian, atau uang tunai untuk membantu mereka melewati bulan Ramadhan dengan lebih layak. 4. Memperoleh Pahala yang Besar Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah itu akan memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." Dengan memberikan sedekah di bulan Ramadhan, kita berpeluang untuk mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Pahala ini tidak hanya akan dirasakan di dunia, tetapi juga di akhirat kelak. Beberapa bentuk contoh nyata disekitar kita mengenai bersedekah di bulan Ramadhan diantaranya dapat dilihat sebagai berikut. - Seorang pedagang buah yang setiap hari berjualan di tepi jalan, di bulan Ramadhan memberikan sebagian dari hasil penjualannya kepada para pengemis dan fakir miskin yang sering melewati jalanan tersebut. Tindakan sederhana ini tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang serupa. - Sebuah masjid yang mengadakan program sedekah makanan setiap hari untuk kaum miskin di sekitar daerah tersebut. Dengan dukungan dari jamaah masjid dan masyarakat lokal, program ini berhasil memberikan makanan kepada ratusan orang setiap hari selama bulan Ramadhan. - Seorang karyawan yang mengalokasikan sebagian dari gajinya setiap bulan untuk disedekahkan kepada yayasan amal yang bekerja untuk membantu anak-anak yatim dan kaum miskin. Tindakan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga memberikan rasa syukur dan kebahagiaan bagi si pemberi. Dalam kesimpulan, menunaikan sedekah di bulan Ramadhan adalah amalan mulia yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi penerima sedekah, tetapi juga bagi si pemberi. Dengan memberikan sebagian dari rezeki yang telah diberikan Allah kepada kita kepada mereka yang membutuhkan, kita memperoleh keberkahan dan pahala yang besar, serta menjaga hati yang selalu bersih dan terbuka untuk kebaikan. Semoga kita semua dapat menjadi lebih dermawan dan bermurah hati di bulan Ramadhan ini.
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Bersedekah: Memberi dengan Cinta dan Kebaikan
Bersedekah: Memberi dengan Cinta dan Kebaikan
Setiap orang memiliki kesempatan untuk memberi dalam hidup ini. Namun, terkadang kita terlalu sibuk dengan kesibukan sehari-hari dan lupa akan kebutuhan orang lain di sekitar kita. Salah satu cara terbaik untuk meluangkan waktu dan memberikan yang terbaik kepada orang lain adalah melalui sedekah. Sedekah bukan hanya tentang memberi materi, tetapi juga tentang memberi cinta, kepedulian, dan kebaikan. Menjadi Agen Perubahan Bersedekah bukan hanya tentang memberikan uang atau barang, tetapi juga tentang memberikan harapan dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. Ketika kita memberikan dengan ikhlas, kita menjadi agen perubahan dalam kehidupan orang lain. Sebuah senyum dari seseorang yang menerima sedekah kita bisa menjadi berkah bagi kita yang memberikan. Membangun Keterhubungan Sosial Melalui sedekah, kita membangun keterhubungan sosial yang kuat dengan masyarakat di sekitar kita. Kita menjadi lebih peka terhadap kebutuhan orang lain dan memperluas jaringan kebaikan. Keterhubungan ini menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan mendukung pertumbuhan bersama. Membangun Karakter Kebaikan Bersedekah juga membantu kita membangun karakter kebaikan dalam diri kita sendiri. Ketika kita meluangkan waktu, tenaga, atau sumber daya kita untuk membantu orang lain, kita melatih diri untuk menjadi lebih empati, penuh kasih, dan peduli terhadap sesama. Ini adalah langkah awal dalam membangun masyarakat yang lebih baik dan lebih manusiawi. Memberikan yang Terbaik Sedekah bukanlah tentang seberapa besar jumlah yang kita berikan, tetapi tentang kesediaan kita untuk memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki. Bahkan dengan sedikit yang kita miliki, kita masih bisa memberikan sumbangan yang berarti bagi mereka yang membutuhkan. Yang terpenting adalah niat tulus kita dan keinginan untuk berbagi kebaikan. Bersedekah adalah salah satu cara terbaik untuk memperluas cinta dan kebaikan di dunia ini. Ketika kita memberikan dengan ikhlas, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membantu diri kita sendiri untuk tumbuh sebagai individu yang lebih baik. Mari kita terus menebarkan kebaikan dan menjadi cahaya bagi orang lain dalam kehidupan ini. Sebab, sesungguhnya, kebahagiaan sejati terletak dalam memberi, bukan menerima.
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Keutamaan Sedekah Sebagai Amalan yang Mulia di Bulan Ramadhan
Keutamaan Sedekah Sebagai Amalan yang Mulia di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan telah tiba, bulan penuh berkah dan ampunan. Selain dari kewajiban berpuasa, Ramadhan juga merupakan waktu yang sangat istimewa untuk melakukan sedekah. Sedekah di bulan ini memiliki keutamaan yang luar biasa, dan amalan ini sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Mari kita jelajahi beberapa keutamaan sedekah yang menjadi amalan mulia di bulan Ramadhan. Mendapatkan Pahala yang Berlipat Ganda Rasulullah SAW bersabda, "Pahala sedekah di bulan Ramadhan lebih besar daripada di bulan-bulan lainnya." (HR. At-Tirmidzi) Sedekah yang diberikan di bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat, bahkan lebih dari yang kita bayangkan. Setiap rupiah yang kita sedekahkan akan menjadi investasi besar di akhirat. Menghapus Dosa-dosa Sedekah adalah salah satu cara terbaik untuk menghapus dosa-dosa kita. Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. At-Tirmidzi) Di bulan Ramadhan, kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa masa lalu sangat terbuka lebar. Melalui sedekah, kita dapat meraih ampunan Allah SWT dan memulai lembaran baru dengan hati yang bersih. Meringankan Beban Orang Lain Di bulan Ramadhan, kita juga lebih peka terhadap kebutuhan orang-orang di sekitar kita. Sedekah bukan hanya tentang memberi materi, tetapi juga tentang memberikan harapan dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan memberikan sedekah, kita dapat meringankan beban hidup saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Menyempurnakan Ibadah Puasa Puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kita untuk menjadi lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Salah satu cara untuk menyempurnakan ibadah puasa adalah dengan melakukan sedekah. Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah menyempurnakan ibadah." (HR. At-Tirmidzi) Dengan memberikan sedekah, kita menunjukkan ketaatan kita kepada Allah SWT dan memperkuat hubungan kita dengan-Nya. Membangun Keterhubungan Sosial Sedekah juga membantu memperkuat keterhubungan sosial dalam masyarakat. Ketika kita memberikan sedekah, kita tidak hanya membantu orang lain secara materi, tetapi juga mempererat ikatan antara sesama manusia. Ini membantu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan mendukung pertumbuhan bersama. Bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa untuk melakukan sedekah. Dengan melakukan sedekah di bulan ini, kita dapat meraih pahala yang berlipat-lipat, menghapus dosa-dosa kita, meringankan beban orang lain, menyempurnakan ibadah puasa, dan memperkuat keterhubungan sosial dalam masyarakat. Mari manfaatkan kesempatan berharga ini untuk melakukan amalan-amalan yang mulia dan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima sedekah kita dengan ridha-Nya dan memberkahi setiap langkah kita di bulan Ramadhan ini. Aamiin.
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Nana dan Fidyahnya: Kisah Inspiratif
Nana dan Fidyahnya: Kisah Inspiratif
Di sebuah desa kecil yang terletak di daerah pedesaan, hiduplah seorang lansia bernama Nana. Nana adalah seorang wanita yang berusia 60 tahun, lemah tubuhnya tak lagi mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan. Meskipun begitu, semangatnya dalam menjalankan agama tetap membara. Setiap tahun, saat Ramadan tiba, Nana merasa sedih bahwa ia tidak dapat berpuasa seperti yang ia lakukan di masa muda. Namun, Nana tidak ingin kehilangan ikatan spiritualnya dengan bulan suci ini. Ia mulai mencari cara untuk tetap memberikan kontribusi dan merasakan keberkahan Ramadan. Setelah berdiskusi dengan seorang tokoh agama di desanya, Nana mengetahui tentang fidyah. Fidyah adalah bentuk penggantian bagi mereka yang tidak bisa berpuasa Ramadan karena alasan kesehatan atau kondisi lainnya. Ia merasa senang mengetahui bahwa masih ada cara bagi dirinya untuk berpartisipasi dalam ibadah Ramadan. Nana memutuskan untuk membayar fidyah sebagai bentuk pengganti ibadah puasa yang tidak dapat ia laksanakan. Ia menyadari bahwa fidyah adalah sarana untuk membantu mereka yang membutuhkan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar. Meskipun Nana hidup dengan keterbatasan, ia tidak membiarkan itu menghalangi niatnya untuk berbuat baik. Ia mulai mengumpulkan sedikit uang yang ia miliki, meskipun jumlahnya tidak banyak. Setiap hari, Nana menabung sejumlah uang kecil untuk digunakan sebagai fidyah. Ketika Idul Fitri tiba, Nana datang ke masjid desanya dengan hati yang penuh sukacita. Ia membawa fidyah yang telah ia kumpulkan dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan. Di sana, ia menyerahkan fidyahnya kepada panitia masjid yang bertanggung jawab untuk mendistribusikannya kepada mereka yang membutuhkan. Setelah menyerahkan fidyahnya, Nana merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Ia merasa bahwa ia telah melakukan sesuatu yang bermanfaat dalam hidupnya, meskipun tidak bisa berpuasa. Ia merasa indahnya memberikan fidyah dengan tulus dan ikhlas, dan merasa terhubung dengan nilai-nilai kebaikan dan kasih sayang yang diajarkan oleh agama. Ternyata, cerita tentang Nana dan kebaikan hatinya menyebar di desa tersebut. Banyak orang yang terinspirasi oleh dedikasinya dan mengikuti jejaknya dengan membayar fidyah mereka sendiri. Desa itu menjadi terkenal karena semangat berbagi dan kepedulian sosial yang tinggi, terutama selama bulan Ramadan. Kisah Nana mengajarkan kepada kita semua tentang pentingnya berbuat baik dan memberikan kontribusi dalam kapasitas kita masing-masing. Meskipun mungkin ada keterbatasan fisik atau situasi yang menghalangi kita dalam menjalankan ibadah secara penuh, kita masih dapat menemukan cara untuk berbuat kebaikan dan merasakan keberkahan dalam tindakan kita. Membayar fidyah Ramadan bukan hanya tentang memberikan kontribusi finansial, tetapi juga tentang memberikan cinta, kebaikan, dan kasih sayang kepada sesama. Setiap tindakan kebaikan memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan mengubah dunia di sekitar kita. Seperti Nana, mari kita tetap terhubung dengan nilai-nilai agama kita dan menemukan cara untuk memberikan kontribusi positif dalam hidup kita, terlebih saat bulan Ramadan yang indah ini. Penulis: Yoga Pratama ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ Mari tunaikan zakat, infaq, sedekah, fidyah, kafarat dan qurban transfer ke rekening: BSI : 4441111121 BRI : 153101000005307 an. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta Atau melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id ?
BERITA09/04/2024 | Yoga Pratama
ORANG YANG BERHAK MENERIMA SEDEKAH
ORANG YANG BERHAK MENERIMA SEDEKAH
Sedekah adalah salah satu amalan mulia yang diajarkan dalam agama Islam. Amalan ini memiliki banyak manfaat baik secara spiritual maupun sosial. Sedekah tidak hanya bermanfaat bagi penerima saja tetapi juga yang memberi sedekah. Dalam ajaran Islam, sedekah tidak hanya ditujukan kepada orang-orang yang kurang mampu secara materi, tetapi juga kepada berbagai jenis penerima yang membutuhkan bantuan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi pentingnya memberi sedekah kepada berbagai kelompok penerima yang layak mendapatkannya. Sedekah kepada fakir miskin adalah salah satu bentuk sedekah yang paling dianjurkan dalam Islam. Fakir miskin adalah mereka yang tidak memiliki cukup sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Memberikan sedekah kepada fakir miskin dapat membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Dengan memberikan sedekah kepada fakir miskin, kita tidak hanya membantu mereka untuk mencapai kesejahteraan materi, tetapi juga memberikan rasa harapan dan dukungan moral kepada mereka. Yatim dan dhuafa adalah dua kelompok penerima sedekah yang juga mendapat perhatian khusus dalam ajaran Islam. Yatim adalah anak-anak yang telah kehilangan satu atau kedua orang tua mereka, sedangkan dhuafa adalah mereka yang hidup dalam kondisi kekurangan dan kesulitan. Memberikan sedekah kepada yatim dan dhuafa merupakan salah bentuk untuk memberikan perlindungan, perhatian, dan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkannya. Dengan memberikan sedekah kepada yatim dan dhuafa, kita membantu mereka untuk merasa dicintai dan dihargai dalam masyarakat. Selain kepada fakir miskin, yatim, dan dhuafa, sedekah juga dapat ditujukan kepada orang-orang yang berjuang dalam perjuangan Allah. Ini termasuk para pejuang kemerdekaan, para ulama yang memperjuangkan agama, dan orang-orang yang berusaha untuk menyebarkan kebaikan dan keadilan. Memberikan sedekah kepada orang-orang yang berjuang dalam perjuangan Allah adalah cara untuk mendukung dan memperkuat upaya mereka dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Selain memberikan sedekah kepada individu yang membutuhkan, memberikan sedekah kepada lembaga sosial dan pendidikan juga memiliki nilai yang sangat penting dalam Islam. Lembaga sosial seperti rumah sakit, panti asuhan, dan lembaga amal lainnya memberikan peran yang sangat penting dalam membantu orang-orang yang membutuhkan. Begitu juga dengan lembaga pendidikan, yang memiliki peran penting dalam membantu generasi muda untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menjadi produktif dalam masyarakat. Sumber foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Dewi Fatmawati
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat