Berita Terbaru
Cara Membayar Fidyah Untuk Yang berhutang Puasa
Saat seseorang tidak dapat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, maka dapat menggantinya di lain waktu. Membayar hutang puasa bisa dengan qadha puasa atau dengan cara bayar fidyah.
Dengan membayar fidyah merupakan bentuk keringanan yang diberikan oleh Allah SWT. Terlebih bagi umat Islam yang tidak sanggup menggantinya di lain waktu, seperti karena lanjut usia atau wanita dalam kondisi hamil dan menyusui.
Bentuk fidyah berupa bahan makanan pokok dalam ukuran tertentu.
Lalu, bagaimana tata cara membayar fidyah yang benar menurut Islam? Yuk, simak serba-serbinya berikut ini!
Perhitungan Fidyah
Fidyah adalah denda yang harus dibayar oleh seseorang karena meninggalkan ibadah tertentu, seperti puasa, yang disebabkan oleh penyakit menahun, penyakit tua, dan sebagainya.
Anda dapat membayar fidyah dalam bentuk bahan makanan pokok dalam ukuran tertentu. Perhitungan dalam porsi ‘makan sempurna’ yang biasa digunakan untuk mengganti satu hari puasa yang ditinggalkan.
Sama seperti zakat fitrah, Anda dapat membayar fidyah dengan besaran tertentu.Berfidyah dapat dilakukan dengan memberikan bahan pokok sebanyak 1 mud atau setara 675 gram (0,75 kg).
Anda dapat menghitung berapa fidyah puasa yang harus dibayarkan dengan mengkalikannya dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan.
Jadi, rumus fidyah adalah 675 gram beras x jumlah hari puasa yang ditinggalkan.
Cara Membayar Fidyah dengan Uang yang Benar
Membayar fidyah juga bisa dalam bentuk uang sesuai takaran yang berlaku lalu dikonversi menjadi rupiah. Nominal fidyah dapat mengikuti ketentuan Baznas setempat.
Misalnya, berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 07 Tahun 2023 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, ditetapkan bahwa nilai fidyah dalam bentuk uang sebesar Rp60.000 per hari per jiwa.
Berikut ini tata cara bayar fidyah yang lengkap:
1. Hitung Puasa yang Ditinggalkan
Sebelum membayarnya, Anda harus hitung jumlah puasa yang ditinggalkan selama bulan Ramadan. Jadi, Anda bisa dengan mudah mengakumulasikan jumlah yang harus dibayarkan untuk berapa hari.
Selanjutnya bisa mengkonversikannya ke dalam uang.
2. Siapkan Dana dan Bayar Fidyah
Lalu, setelah tahu berapa nominal uang yang untuk berfidyah, maka siapkan dananya. Nilai fidyah disesuaikan dengan jumlah biasa Anda makan.
Jika ingin lebih mudah, Anda bisa berpatokan pada peraturan Baznas setempat. Misalnya untuk wilayah DKI Jakarta, nilai fidyah tahun 2023, nilai fidyah sebesar Rp60.000 / hari / jiwa.
Jadi, jika Anda memiliki hutang puasa 7 hari, maka fidyah yang harus dibayar adalah Rp420.000. Anda dapat membayar fidyah secara langsung kepada fakir miskin, melalui amil di masjid setempat, atau melalui lembaga amil zakat yang ada di Indonesia.
3. Tunaikan Fidyah untuk yang Membutuhkan
Anda dapat memberikan fidyah untuk fakir miskin sesuai hari yang ditinggalkan. Cara membayarnya bisa dengan fidyah 1 hari untuk 1 fakir miskin atau bisa juga berfidyah sekaligus untuk satu orang miskin.
Sebagai contoh, Anda meninggalkan puasa Ramadan sebanyak 10 hari. Fidyah yang harus Anda bayar adalah 10 porsi untuk 10 orang fakir miskin. Tetapi bisa juga memberikan hanya untuk 1 fakir miskin selama 10 hari.
4. Baca Niat Fidyah
Cara bayar fidyah selanjutnya adalah dengan membaca niat. Pastikan berniat dalam hati dengan tulus karena Allah SWT. Niat dapat disesuaikan dengan penyebab kenapa tidak berpuasa.
Berikut ini niatnya:
Niat fidyah jika sakit atau tua renta
Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata liifthari shaumi ramadhana fardhan lillahi ta'ala
Artinya: "Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa di bulan Ramadan, fardhu karena Allah SWT."
Niat fidyah untuk ibu hamil dan menyusui
Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata an ifthari shaumi ramadhana lilkhaufi ala waladii fadrhan lillahi ta'ala.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadan karena khawatir keselamatan anakku, fardhu karena Allah.”
Niat fidyah puasa sebagai wal /ahli waris yang sudah meninggal
Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyatal ‘anshaumi ramadhani fulaanibni fulaaninfardha lillahi ta’aala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan puasa Ramadan untuk Fulan bin Fulan (disebutkan nama orang yang hendak difidyahi), fardhu karena Allah”.
Niat fidyah jika terlambat mengqadha puasa Ramadan
Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata an takhiri qadhai shaumi ramadhana fardhan lillahi ta'ala
Artinya: "Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan keterlambatan mengqadha puasa Ramadan, fardhu karena Allah SWT".
Apabula fidyah telah dibayarkan, Anda dapat menerima bukti tanda pelunasan. Penerima akan membacakan doa agar fidyah yang dibayarkan diterima Allah SWT sehingga dapat menjadi berkah.
Kapan Waktu Membayar Fidyah?
Mengenai waktu membayar fidyah sebenarnya boleh dilakukan kapan pun, selama belum memasuki bulan Ramadan berikutnya.
Syaratnya, Anda harus tidak berpuasa dulu baru bisa membayar fidyah. Berikut ini penjelasan lengkap panduan waktu membayar fidyah:
Berfidyah Satu Kali Sekaligus
Untuk waktu ini maksudnya Anda membayar fidyah sekaligus sesuai jumlah waktu yang ditinggalkan.
Misalnya, seorang yang sudah memasuki usia lanjut dan tidak mungkin lagi berpuasa, maka dapat berfidyah selama 30 porsi sekaligus.
30 porsi tersebut harus dibagikan untuk 30 orang fakir dan miskin demi memenuhi kebutuhan makan dalam satu hari. Jika memilih cara ini, Anda dapat melakukan di waktu akhir Ramadan.
Setiap Hari Sepanjang Ramadan
Jika 30 porsi sekaligus terasa berat, Anda juga dapat membayarnya setiap hari selama puasa Ramadan. Kondisi ini berlaku jika memang seseorang tidak mampu berpuasa dan sulit untuk menggantinya di hari lain.
Untuk cara ini, bayarlah fidyah pada satu orang fakir miskin, bisa untuk berbuka puasa atau juga untuk sahur keesokan harinya. Anda dapat melakukannya terus-menerus sebanyak jumlah hari tidak berpuasa.
Bayar Fidyah Saat Ramadan Berakhir
Sebenarnya fidyah tidak harus selalu ditunaikan saat bulan Ramadan saja. Anda dapat membayar fidyah kapan pun sebelum Ramadan berikutnya tiba.
Hal ini sesuai dengan firman Allah yang menjelaskan perihal fidyah, yaitu dalam Q.S Al-Baqarah ayat 184, yang artinya:
“Tidaklah menetapkan waktu tertentu sebagai batasan. Fidyah ditunaikan sesuai kelapangan.”
Demikian informasi mengenai cara membayar fidyah yang dapat disampaikan. Selain fidyah, sebagai umat Islam ada ibadah dalam bentuk harta yang harus ditunaikan, seperti zakat, infaq, sedekah, dan wakaf.
Kini Anda dapat menunaikan ibadah dalam bentuk harta secara aman, nyaman, dan amanah melalui online di web Baznas Kota Yogyakarta.
Tunaikan ibadahmu sekarang mulai hari ini.
Penulis: Yoga Pratama
================
#HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ Mari tunaikan zakat, infaq, sedekah, fidyah, kafarat dan qurban transfer ke rekening: BSI : 4441111121 BRI : 153101000005307 an. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta Atau melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
?
BERITA09/04/2024 | Yoga Pratama
Pentingnya Memahami Makna Infak dalam Kehidupan
Infak, sebagai salah satu konsep penting dalam agama dan juga kehidupan sosial, memiliki makna yang dalam dan penting bagi individu maupun masyarakat. Dalam konteks agama Islam, infak memiliki arti memberikan sebagian dari harta atau rezeki yang dimiliki kepada yang membutuhkan, sebagai bentuk ibadah dan kepedulian terhadap sesama. Namun, makna infak tidak hanya terbatas pada aspek agama, melainkan juga memiliki implikasi yang luas dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama-tama, infak mengajarkan nilai kepedulian dan empati terhadap sesama. Dengan memberikan sebagian dari harta yang dimiliki kepada yang membutuhkan, seseorang dapat merasakan kebahagiaan dan kepuasan batin yang mendalam karena telah membantu orang lain yang kurang beruntung. Hal ini juga menciptakan ikatan sosial yang lebih kuat di dalam masyarakat, karena orang-orang saling membantu dan mendukung satu sama lain.
Selain itu, infak juga merupakan bentuk investasi spiritual. Dalam agama Islam, infak dipandang sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan melakukan infak secara ikhlas, seseorang tidak hanya mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, tetapi juga memperoleh pahala yang besar di sisi Allah.
Namun, makna infak tidak hanya terbatas pada dimensi spiritual, melainkan juga memiliki dampak positif dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Praktik infak dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan kemiskinan, karena harta yang diberikan kepada yang membutuhkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan pendidikan. Selain itu, infak juga dapat menjadi modal bagi pengembangan berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kurang mampu.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa infak memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan individu maupun masyarakat. Praktik infak bukan hanya merupakan kewajiban agama, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan investasi untuk masa depan yang lebih baik. Dengan memahami dan mengamalkan makna infak secara mendalam, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih berkeadilan, berempati, dan sejahtera bagi semua.
BERITA09/04/2024 | Ilmi
keutamaan infak di hari terakhir puasa
Infak di hari terakhir puasa merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama di bulan Ramadan. Kegiatan ini memiliki beberapa keutamaan yang sangat luar biasa, baik dari segi spiritual maupun sosial. Berikut adalah beberapa keutamaan dari melakukan infak di hari terakhir puasa:
1. Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial:Melakukan infak di hari terakhir puasa merupakan wujud dari kepedulian sosial terhadap mereka yang membutuhkan. Dengan memberikan sebagian dari harta yang kita miliki, kita bisa membantu meringankan beban mereka, terutama menjelang hari raya Idul Fitri.
2. Membersihkan Diri dari Kesalahan:Infak juga dianggap sebagai salah satu cara untuk membersihkan diri dari kesalahan-kesalahan yang mungkin telah dilakukan selama bulan puasa. Dengan bersedekah, seorang Muslim menyucikan hartanya dan, secara spiritual, juga membersihkan dirinya dari dosa.
3. Meningkatkan Ketakwaan:Melakukan infak juga dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan mengeluarkan harta di jalan Allah, ini merupakan bentuk ketaatan dan penghambaan yang lebih dalam kepada Allah.
4. Mendapatkan Pahala yang Berlipat:Dalam banyak hadis dinyatakan bahwa pahala amalan baik di bulan Ramadan akan dilipatgandakan. Infak di hari terakhir puasa, yang merupakan momen penting menjelang Idul Fitri, dipercaya memiliki nilai pahala yang sangat besar.
5. Mendapatkan Perlindungan dari Allah:Disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa dengan bersedekah, seorang Muslim akan mendapatkan perlindungan dari Allah pada hari kiamat nanti. Bersedekah menjadi salah satu amalan yang bisa melindungi dan menolong di akhirat.
6. Menjaga Persaudaraan:Melalui infak, tercipta rasa persaudaraan yang lebih kuat antara sesama Muslim. Dengan saling membantu, tercipta kesadaran bahwa umat Islam adalah satu tubuh yang jika salah satunya merasa sakit, bagian lainnya ikut merasakan.
7. Meraih Kebahagiaan dan Kepuasan Hati:Tidak hanya memberi manfaat bagi penerima, melainkan juga bagi yang memberi. Kebahagiaan dan kepuasan batin adalah salah satu hal yang dirasakan oleh mereka yang bersedekah dengan ikhlas.
8. Memperoleh Syafaat di Hari Akhir:Sedekah, termasuk infak, dapat menjadi sebab seseorang mendapat syafaat di hari akhir. Allah SWT memberikan keistimewaan pada harta yang diinfakkan di jalan-Nya untuk menjadi bukti kebaikan di dunia yang akan membantu pemiliknya di akhirat.
Melakukan infak di hari terakhir puasa mengajarkan kita tentang pentingnya berbagi kebahagian dengan yang lain, khususnya menjelang hari kemenangan. Amalan ini mendidik jiwa untuk selalu ingat kepada Allah dan bersyukur atas segala nikmat-Nya, serta menyadarkan kita tentang arti kebersamaan dan persaudaraan dalam Islam.
BERITA09/04/2024 | Ady
Infaq: Wujud Kebaikan dalam Berbagi
Infaq, sebuah istilah yang merujuk pada praktik memberikan sebagian dari harta atau rezeki kepada mereka yang membutuhkan, memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam. Secara harfiah, infaq berasal dari kata Arab yang berarti memberikan atau menafkahkan harta kepada orang lain. Praktik ini tidak hanya merupakan kewajiban agama, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari kedermawanan dan kepedulian sosial.
Infaq mencerminkan nilai-nilai yang mendasari ajaran Islam, seperti kasih sayang, kedermawanan, dan solidaritas. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT secara jelas memerintahkan umat-Nya untuk memberikan sebagian dari harta mereka kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini menegaskan pentingnya berbagi rezeki dengan sesama manusia sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
Selain sebagai kewajiban agama, infaq juga memiliki dampak yang sangat positif dalam memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat. Dengan memberikan infaq, seseorang tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan secara materi, tetapi juga menciptakan ikatan emosional yang kuat antara pemberi dan penerima. Hal ini menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif dan berempati di mana setiap individu merasa dihargai dan didukung.
Salah satu aspek penting dari infaq adalah bahwa itu tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima, tetapi juga membawa berkah bagi pemberi. Dalam Islam, memberikan infaq dianggap sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan ketaatan kepada-Nya. Dengan memberikan infaq dengan ikhlas dan penuh kecintaan kepada sesama, seseorang tidak hanya memperoleh pahala dari Allah SWT, tetapi juga membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam hidupnya sendiri.
Dengan demikian, infaq bukan hanya sekadar tindakan memberi, tetapi juga merupakan bentuk ibadah, kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta sarana untuk memperkuat hubungan sosial dan membawa berkah bagi semua pihak yang terlibat. Oleh karena itu, infaq harus menjadi bagian integral dari kehidupan setiap muslim, karena di dalamnya terkandung potensi besar untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih berkeadilan untuk semua.
BERITA09/04/2024 | Anisa
Sedekah Secara Online vs Sedekah Secara Langsung
Dalam era digital seperti sekarang ini, sedekah tidak lagi terbatas pada cara konvensional yang dilakukan secara langsung. Kemajuan teknologi telah membuka peluang bagi orang untuk melakukan sedekah secara online, di mana seseorang dapat memberikan sumbangan atau bantuan kepada yang membutuhkan melalui platform digital. Namun, masih ada perdebatan mengenai mana yang lebih baik: sedekah secara online atau secara langsung. Mari kita bahas lebih lanjut.
Sedekah secara online telah menjadi populer karena kemudahannya. Melalui platform online, seseorang dapat melakukan sedekah hanya dengan beberapa klik di perangkatnya. Beberapa kelebihan sedekah secara online antara lain:
Kemudahan Akses: Dengan sedekah online, siapa pun dapat berpartisipasi tanpa harus secara fisik mendatangi tempat-tempat tertentu. Hal ini memungkinkan lebih banyak orang untuk berdonasi, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Transparansi: Banyak platform sedekah online yang menyediakan laporan transparan mengenai penggunaan dana sedekah. Ini memungkinkan para donatur untuk melihat bagaimana sumbangan mereka digunakan dan memastikan bahwa dana mereka digunakan dengan efisien.
Keamanan: Transaksi online umumnya dilindungi dengan teknologi keamanan yang canggih, sehingga donatur tidak perlu khawatir akan kehilangan dana mereka akibat pencurian atau penipuan.
Sedekah secara langsung, di sisi lain, masih dianggap oleh beberapa orang sebagai cara yang lebih baik untuk memberikan bantuan kepada sesama. Beberapa kelebihan sedekah secara langsung antara lain:
Koneksi Emosional: Ketika seseorang memberikan bantuan secara langsung, ia dapat merasakan langsung dampak yang dihasilkan oleh sedekahnya. Hal ini dapat memperkuat ikatan emosional antara pemberi sedekah dan penerima manfaat.
Kepuasan Langsung: Memberikan bantuan secara langsung dapat memberikan kepuasan yang lebih besar karena kita dapat melihat langsung senyum dan rasa terima kasih dari orang yang menerima bantuan.
Penghematan Biaya: Sedekah secara langsung dapat mengurangi biaya administrasi yang biasanya dikenakan oleh platform sedekah online. Dengan memberikan bantuan secara langsung, seluruh jumlah donasi akan langsung diterima oleh penerima manfaat.
Manakah yang Lebih Baik?
Tidak ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan ini, karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang terbaik adalah mempertimbangkan situasi dan preferensi pribadi. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih antara sedekah secara online dan secara langsung antara lain:
Kemudahan Akses: Jika seseorang memiliki keterbatasan mobilitas atau tinggal di daerah terpencil, sedekah secara online mungkin menjadi pilihan yang lebih praktis.
Koneksi Emosional: Bagi yang mengutamakan koneksi emosional dan ingin merasakan dampak langsung dari sedekah mereka, memberikan bantuan secara langsung mungkin lebih diinginkan.
Keamanan dan Transparansi: Jika keamanan dan transparansi penggunaan dana menjadi perhatian utama, maka memilih platform sedekah online yang terpercaya adalah pilihan yang tepat.
Dalam kesimpulan, baik sedekah secara online maupun secara langsung memiliki peran penting dalam membantu sesama. Yang terbaik adalah memilih cara yang sesuai dengan preferensi dan situasi masing-masing, asalkan dilakukan dengan niat tulus dan untuk kebaikan bersama.
Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Berbagi Sedekah Lewat Ramadhan Takjil untuk Menebarkan Kebaikan di Bulan Suci
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjalankan ibadah puasa, Ramadhan juga merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan amal kebaikan, termasuk bersedekah. Salah satu cara yang populer dalam berbagi sedekah di bulan Ramadhan adalah melalui program Ramadhan Takjil. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pentingnya berbagi sedekah lewat Ramadhan Takjil serta dampak positifnya bagi masyarakat.
Apa Itu Ramadhan Takjil?
Ramadhan Takjil adalah program sosial yang umumnya dilakukan di bulan Ramadhan. Dalam program ini, masyarakat umum, organisasi, atau individu berinisiatif untuk menyediakan makanan ringan (takjil) secara gratis bagi para pemudik yang berbuka puasa di jalan atau bagi masyarakat yang kurang mampu. Tujuan utama dari Ramadhan Takjil adalah untuk meringankan beban sesama yang sedang berpuasa dan menjalin rasa kebersamaan dalam berbagi rezeki.
Berbagi sedekah lewat Ramadhan Takjil memiliki banyak manfaat, baik bagi yang memberi maupun yang menerima. Pertama, bagi yang memberi, Ramadhan Takjil merupakan sarana untuk memperbanyak amal kebaikan dan mendapatkan pahala yang besar di bulan yang penuh berkah ini. Kedua, bagi yang menerima, Ramadhan Takjil menjadi sumber kebahagiaan dan kenyamanan di saat-saat berbuka puasa, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan atau kurang mampu.
Program Ramadhan Takjil juga memiliki dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat secara luas. Pertama, Ramadhan Takjil memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan di antara sesama umat Islam. Melalui kegiatan berbagi ini, masyarakat diajarkan untuk peduli dan membantu sesama, tanpa memandang perbedaan status sosial atau latar belakang. Kedua, Ramadhan Takjil membantu mengurangi angka pemborosan makanan dengan memanfaatkan makanan berlebih untuk dibagikan kepada yang membutuhkan.
Untuk berpartisipasi dalam program Ramadhan Takjil, kita bisa melakukannya dengan berbagai cara. Pertama, kita bisa bergabung dengan organisasi atau lembaga yang menyelenggarakan program Ramadhan Takjil di daerah kita. Kedua, kita juga bisa menyediakan takjil sendiri di rumah dan membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitar kita. Selain itu, kita juga bisa memberikan sumbangan secara finansial atau menyumbangkan makanan kepada lembaga atau masjid yang menyelenggarakan program Ramadhan Takjil.
Ramadhan Takjil adalah salah satu cara yang efektif untuk berbagi sedekah dan menebarkan kebaikan di bulan suci Ramadhan. Melalui program ini, kita dapat merasakan manfaat besar secara spiritual dan sosial, serta membantu meringankan beban sesama yang sedang berpuasa. Oleh karena itu, mari kita aktif berpartisipasi dalam program Ramadhan Takjil dan menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang menjalin persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Credit photo : Pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Sedekah: Salah Satu Kunci Sukses Masuk Surga
Surga adalah impian bagi setiap insan yang beriman. Keberadaannya menjadi tujuan akhir yang diidamkan, tempat di mana kebahagiaan abadi tercipta. Namun, bagaimana kita bisa mencapai surga? Apakah hanya dengan amal ibadah semata, apakah ada kunci lain yang dapat membuka pintu surga bagi kita? Salah satu kunci yang sering disebut dalam ajaran agama adalah sedekah.
Sedekah, atau bersedekah, merupakan tindakan memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada orang lain yang membutuhkan. Tindakan ini bukan hanya tentang memberi secara materi, tetapi juga melibatkan rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama. Dalam agama Islam, sedekah dianggap sebagai salah satu amal yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan.
Pertama-tama, sedekah merupakan manifestasi dari rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan memberikan sebagian dari apa yang kita miliki kepada orang lain, kita menyadari bahwa segala harta dan rezeki yang kita peroleh sebenarnya adalah titipan dari-Nya. Dengan demikian, sedekah menjadi bukti pengakuan atas karunia yang diberikan Allah kepada kita, dan hal ini dapat membuka pintu-pintu surga bagi kita.
Kedua, sedekah merupakan bentuk pengorbanan dan penghapus dosa. Dalam agama Islam, setiap manusia pasti memiliki dosa dan kesalahan. Namun, dengan bersedekah, dosa-dosa tersebut dapat dihapuskan. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api” (HR. Tirmidzi). Oleh karena itu, dengan rajin bersedekah, kita dapat membersihkan diri dari dosa-dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ketiga, sedekah merupakan bentuk investasi untuk kehidupan akhirat. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, “Barang siapa yang memberikan pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik (sedekah), niscaya akan dilipatgandakan (balasan) untuknya” (QS. At-Taghabun: 17). Artinya, setiap sedekah yang kita berikan akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda di akhirat nanti. Ini menunjukkan bahwa sedekah bukanlah kehilangan, melainkan investasi yang sangat menguntungkan di mata Allah SWT.
Keempat, sedekah mempererat tali persaudaraan dan memperkuat hubungan sosial antar sesama manusia. Dengan memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan, kita tidak hanya membantu mereka secara materi, tetapi juga memberikan mereka harapan dan kebahagiaan. Hal ini dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat antara kita dengan sesama manusia, sehingga tercipta kehidupan sosial yang harmonis dan berdampingan dalam masyarakat.
Kelima, sedekah membawa berkah dalam kehidupan dunia. Meskipun tujuan utama sedekah adalah untuk mencapai surga, namun Allah SWT juga menjanjikan berkah dan kemudahan dalam kehidupan dunia bagi orang yang gemar bersedekah. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan menyusut harta karena sedekah” (HR. Muslim). Artinya, Allah akan mengganti setiap harta yang kita keluarkan untuk sedekah dengan rezeki yang lebih melimpah.
Dengan demikian, sedekah merupakan salah satu kunci sukses masuk surga. Selain memberikan manfaat besar bagi kehidupan akhirat, sedekah juga membawa berkah dan kemudahan dalam kehidupan dunia. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kebiasaan bersedekah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapat meraih kebahagiaan abadi di surga kelak.
Credit photo : pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Hukum Sedekah kepada Sesama
Sedekah merupakan salah satu amalan mulia dalam agama yang memiliki banyak keutamaan. Dalam Islam, sedekah tidak hanya diwajibkan sebagai kewajiban sosial, tetapi juga dianjurkan sebagai amalan yang dapat menghapus dosa-dosa. Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi hukum sedekah kepada sesama sebagai amalan untuk menghapus dosa menurut ajaran Islam.
Hukum Sedekah dalam Islam
Dalam agama Islam, sedekah termasuk dalam kategori amal shalih yang dianjurkan. Sedekah memiliki beberapa hukum yang berkaitan dengan pelaksanaannya. Pertama, sedekah merupakan salah satu rukun Islam yang keempat setelah syahadat, shalat, dan puasa. Kedua, sedekah termasuk dalam kategori amal ibadah yang dianjurkan, tetapi bukan kewajiban bagi setiap individu. Artinya, sedekah tidak diwajibkan seperti zakat, tetapi sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap muslim.
Keutamaan Sedekah dalam Islam
Sedekah memiliki banyak keutamaan dalam agama Islam. Salah satunya adalah sebagai sarana untuk menghapus dosa-dosa. Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api” (HR. Tirmidzi). Hal ini menunjukkan bahwa sedekah memiliki kekuatan yang besar untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukan.
Selain itu, sedekah juga merupakan bentuk pengorbanan yang diperhitungkan di sisi Allah SWT. Ketika seseorang memberikan sebagian harta yang dimilikinya kepada orang yang membutuhkan, Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi orang tersebut. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, “Barang siapa yang memberikan pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik (sedekah), niscaya akan dilipat gandakan (balasan) untuknya” (QS. At-Taghabun: 17).
Selain sebagai amalan untuk menghapus dosa, sedekah juga merupakan bentuk nyata dari kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama. Dalam Islam, setiap muslim diajarkan untuk saling membantu dan peduli terhadap kebutuhan sesama. Dengan memberikan sedekah kepada yang membutuhkan, kita tidak hanya membantu mereka secara materi, tetapi juga memberikan mereka harapan dan kebahagiaan.
Berbagai Bentuk Sedekah
Sedekah tidak selalu harus berupa uang. Ada banyak bentuk sedekah yang bisa dilakukan, seperti memberikan makanan kepada yang lapar, memberikan pakaian kepada yang membutuhkan, atau memberikan ilmu pengetahuan kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu tidaklah berkurang harta” (HR. Muslim). Hal ini menunjukkan bahwa setiap bentuk kebaikan yang kita lakukan kepada sesama akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT.
Dalam Islam, sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan. Salah satu keutamaan besar dari sedekah adalah sebagai amalan untuk menghapus dosa-dosa. Dengan memberikan sebagian harta yang kita miliki kepada orang yang membutuhkan, kita dapat membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukan. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kebiasaan sedekah dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan kasih sayang terhadap sesama.
Credit photo : pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Keutamaan Sedekah di Bulan Suci Ramadhan
Secara bahasa sedekah diambil dari kata “Shodaqoh”, yang berasal dari kata sidq (Sidiq) yang artinya “kebenaran.” Sedangkan dalam Peraturan BAZNAS Nomor 2 tahun 2016, sedekah disebutkan sebagai arti pengeluaran harta atau non harta bagi seseorang atau badan usaha di luar zakat dengan tujuan untuk keselamatan umat atau masyarakat umum.
Perintah sedekah ini, seringkali kita temui dalam ayat-ayat Al-Quran, salah satunya dalam QS. Al-Baqarah ayat 271 yang artinya:
“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 271).
Sedekah dalam Islam memiliki keutamaan yang sangat penting, apalagi jika sedekah tersebut dilaksanakan di Bulan suci Ramadhan. Berikut beberapa keutamaan sedekah di bulan suci Ramadhan yang dapat kita renungkan:
1. Meningkatkan Pahala
Memberikan sedekah di bulan suci Ramadhan dianggap lebih mulia dan bernilai pahala yang sangat besar. Seperti yang sudah sering kita dengar, bahwa segala amal yang kita kerjakan di bulan suci Ramadhan maka akan diberi pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Maka sedekah di bulan Ramadhan memiliki bobot dan nilai yang lebih tinggi daripada bulan-bulan lainnya.
2. Menghapus Dosa
Rasulullah SAW menyampaikan bahwa sedekah itu memiliki kekuatan dalam menghapus dosa-dosa orang yang memberikan sedekah. Apalagi sedekah yang dilakukan di bulan suci Ramadhan, maka orang tersebut akan mendapatkan pengampunan dari Allah SWT dan membersihkan dirinya dari segala dosa-dosanya.
3. Memberikan Kebahagiaan
Memberikan sedekah di bulan suci Ramadhan dapat memberikan kebahagiaan dan keberkahan bagi kehidupan seseorang. Di sisi lain, orang yang menerima sedekah juga bahagia atas rezeki yang diberikan dari Allah lewat seseorang. Di sisi lain juga, bagi si pemberi sedekah akan diberi pahala yang berlipat ganda, dengan syarat memberikan sedekah tersebut dengan rasa ikhlas dan tulus di bulan Ramadhan.
4. Membantu Kaum Miskin dan Mereka yang Membutuhkan
Bulan Ramadhan menjadi bulan dimana kebutuhan seseorang yang kurang beruntung menjadi lebih terasa. Dengan memberikan sedekah di bulan ini, seperti halnya memberi makanan untuk berbuka atau sahur menjadi ladang amal kita kepada mereka yang membutuhkan.
5. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Terdapat banyak sekali amalan-amalan yang dianjurkan di bulan suci Ramadhan ini, salah satunya sedekah. Hal ini menjadi amal ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedekah merupakan wujud dari rasa syukur seseorang atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.
6. Meraih Keberkahan dalam Rezeki
Rasulullah SAW menyampaikan bahwasannya, sedekah tidak akan mengurangi rezeki seseorang, melainkan akan menjadi keberkahan bagi kehidupan dan rezeki orang tersebut.
Itulah beberapa keutamaan sedekah di bulan suci Ramadhan. Maka dari itu, yuk sisihkan sebagian harta kita untuk berbagi sesama umat. Dengan janji Allah berupa pahala berlipat ganda, maka sepantasnya kita berlomba-lomba untuk beramal sesuai kemampuan yang kita miliki.
Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Nur Fatih Khanifah
Keutamaan dan Manfaat Sedekah Subuh dalam Kehidupan Sehari-hari
Sedekah adalah salah satu bentuk ibadah yang memiliki banyak keutamaan dalam agama Islam. Sedekah bukan hanya berupa pemberian harta, tetapi juga bisa berupa upaya membantu sesama dengan segala bentuk kemampuan yang dimiliki. Salah satu bentuk sedekah yang memiliki keutamaan istimewa adalah sedekah subuh.
Sedekah subuh merupakan amalan mulia yang dilakukan di waktu Subuh, yaitu saat matahari masih belum terbit. Keutamaan sedekah subuh ini sangatlah besar, dan beberapa di antaranya dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, sedekah subuh meningkatkan keberkahan rezeki. Ketika seseorang bersedia memberikan sebagian rezekinya di waktu yang sangat dini seperti Subuh, hal tersebut menunjukkan keikhlasan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 261, "Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
Kedua, sedekah subuh membantu membersihkan hati. Dengan memberikan sebagian rezeki di waktu yang paling berkah, seseorang juga membersihkan hatinya dari sifat serakah dan keduniaan. Hal ini menjadikan hati lebih lapang dan bersih dari segala kotoran yang dapat menghalangi kedekatan dengan Allah SWT.
Ketiga, sedekah subuh memperkuat rasa empati dan kepedulian sosial. Melalui sedekah subuh, seseorang menyadari betapa pentingnya membantu sesama, terutama pada saat yang paling sulit seperti waktu Subuh. Hal ini memperkuat jaringan kepedulian sosial dalam masyarakat dan memperkuat tali persaudaraan antar sesama umat Islam.
Keempat, sedekah subuh merupakan investasi untuk akhirat. Setiap sedekah yang diberikan di waktu Subuh merupakan investasi yang besar untuk kehidupan di akhirat nanti. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang menyedekahkan sesuatu di waktu Subuh, maka dia akan mendapat pahala sebagaimana gunung Uhud dari Allah." (HR. Bukhari)
Oleh karena itu, mari jadikan sedekah subuh sebagai bagian penting dari rutinitas ibadah kita. Dengan melakukan sedekah subuh secara konsisten, kita akan merasakan berkah dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi investasi besar untuk kehidupan di akhirat nanti. Semoga kita semua menjadi hamba Allah yang bermurah hati dan selalu siap membantu sesama, terutama di waktu-waktu yang penuh keberkahan seperti Subuh. Aamiin.
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Sedekah Jariyah: Investasi Kebaikan yang Abadi
Dalam ajaran agama dan kebijaksanaan budaya, sedekah dikenal sebagai salah satu amal yang paling mulia. Namun, ada satu konsep sedekah yang memiliki dampak yang lebih jauh dan berkelanjutan: sedekah jariyah. Sedekah jariyah merupakan konsep di mana tindakan kebaikan yang dilakukan terus memberikan manfaat dan berlanjut setelah kita meninggalkan dunia ini. Dengan memahami konsep sedekah jariyah, kita dapat memperluas cakrawala kebaikan kita dan membangun investasi yang abadi dalam akhirat.
Salah satu contoh paling jelas dari sedekah jariyah adalah pembangunan fasilitas umum yang memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas. Misalnya, mendirikan masjid, sekolah, atau sumur air bersih. Tindakan ini tidak hanya memberikan manfaat kepada generasi saat ini, tetapi juga akan terus memberikan manfaat kepada generasi yang akan datang. Setiap kali seseorang menggunakan fasilitas tersebut, pahala dari tindakan tersebut akan terus mengalir kepada mereka yang telah menyumbangkan untuk pembangunannya.
Selain itu, pendidikan juga merupakan bentuk sedekah jariyah yang sangat kuat. Mendukung pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu atau memberikan beasiswa kepada siswa yang berbakat adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya membebaskan mereka dari kemiskinan, tetapi juga memberikan mereka keterampilan dan pengetahuan untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Setiap kali mereka menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh, pahala dari investasi pendidikan tersebut akan terus mengalir kepada mereka yang telah memberikan dukungan.
Selain proyek besar seperti pembangunan fasilitas umum dan pendidikan, sedekah jariyah juga dapat dilakukan melalui tindakan sehari-hari yang sederhana. Misalnya, menanam pohon atau memberikan buku-buku bekas kepada mereka yang membutuhkan. Meskipun tindakan-tindakan ini mungkin tampak kecil, tetapi dampaknya bisa sangat besar dan berkelanjutan. Setiap kali pohon yang ditanam menghasilkan buah atau setiap kali seseorang membaca buku yang telah disumbangkan, pahala dari tindakan tersebut akan terus mengalir kepada orang yang telah berbuat kebaikan.
Dengan memahami konsep sedekah jariyah, kita dapat mengubah cara kita memandang sedekah dan memperluas pengertian kita tentang investasi dalam kebaikan. Sedekah jariyah mengajarkan kita untuk melihat jauh ke depan dan memikirkan dampak jangka panjang dari tindakan kita. Dengan melakukan sedekah jariyah, kita tidak hanya memberikan manfaat kepada orang lain dalam kehidupan ini, tetapi juga membangun investasi yang abadi dalam akhirat. Mari kita terus berinvestasi dalam kebaikan dengan tulus dan penuh kasih, karena sedekah jariyah adalah investasi yang tidak pernah rugi dan akan terus memberikan manfaat bagi banyak orang selamanya.
Artikel ini menggambarkan konsep sedekah jariyah dan memberikan beberapa contoh tentang bagaimana konsep ini dapat diwujudkan dalam tindakan nyata untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Menyalurkan harta untuk sedekah juga dapat dilakukan melalui Lembaga Amil zakat seperti BAZNAS kota Yogyakarta memberi layanan penyaluran dana Sedekah.
Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Niat Sedekah: Mengapa Penting dan Bagaimana Melakukannya dengan Benar
Sedekah adalah amal yang sangat dianjurkan dalam agama Islam dan diakui sebagai tindakan kebaikan di banyak budaya dan agama lainnya. Namun, pentingnya tidak hanya terletak pada tindakan memberi itu sendiri, tetapi juga pada niat yang tulus di baliknya. Niat sedekah mencerminkan kesadaran kita akan kebutuhan orang lain serta niat baik kita untuk membantu sesama. Artikel ini akan menjelaskan mengapa niat sedekah penting dan bagaimana melakukannya dengan benar.
Pentingnya Niat Sedekah.
1. Mensucikan Niat: Niat sedekah mensucikan hati dan memperkuat hubungan spiritual kita dengan Tuhan. Ketika kita memberi dengan niat yang tulus, itu menjadi bentuk ibadah yang mendekatkan kita kepada-Nya.
2. Meningkatkan Kualitas Amal: Niat yang baik membawa dampak langsung pada kualitas amal kita. Meskipun tindakan memberi secara fisik dapat membantu orang yang membutuhkan, niat yang ikhlas akan meningkatkan nilai spiritual dari amal tersebut.
3. Memahami Kebutuhan Orang Lain: Niat sedekah memperlihatkan kepekaan kita terhadap kebutuhan orang lain. Ini membantu kita untuk menjadi lebih empati dan peduli terhadap situasi orang lain.
4. Menciptakan Keseimbangan Sosial: Dengan memberikan sedekah, kita membantu menciptakan keseimbangan sosial dengan mengurangi kesenjangan antara orang kaya dan miskin. Hal ini menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan.
Bagaimana Melakukan Niat Sedekah dengan Benar.
1. Niat yang Ikhlas: Ketika memberi sedekah, pastikan niat Anda ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Ingatlah bahwa tujuan utama Anda adalah untuk mencari ridha-Nya dan membantu sesama.
2. Berdoa Sebelum dan Sesudah Memberi: Sebelum dan sesudah memberi sedekah, luangkan waktu untuk berdoa. Mohonlah agar sedekah Anda diterima oleh Allah SWT dan berharap agar mendatangkan manfaat yang besar bagi penerima.
3. Rahasia dalam Memberi: Ketika memberikan sedekah, usahakan untuk menjaga kerahasiaan amal Anda. Ini adalah bagian dari kesopanan dalam memberi dan juga membantu mencegah kesombongan atau riya’.
4. Berkomunikasi dengan Penerima: Jika memungkinkan, berkomunikasilah dengan penerima sedekah Anda. Dengarkan cerita mereka, pahami kebutuhan mereka, dan berikan dukungan moral serta emosional selain dari dukungan finansial.
5. Berterima Kasih atas Kesempatan untuk Memberi: Lihatlah memberi sedekah sebagai kesempatan dan anugerah. Bersyukurlah atas kemampuan Anda untuk memberi dan berusaha untuk melakukan lebih banyak lagi.
Niat sedekah adalah elemen penting dari amal yang tulus dan bermakna. Dengan memiliki niat yang baik saat memberi, kita tidak hanya memperoleh pahala dari Allah SWT, tetapi juga membawa manfaat besar bagi orang yang menerima sedekah kita. Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk selalu melakukan sedekah dengan niat yang ikhlas dan tulus, agar amal kita menjadi lebih bermakna dan bernilai di mata-Nya.
Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Manfaat Sedekah: Membangun Kebaikan di Masyarakat
Sedekah, praktik memberikan sumbangan kepada mereka yang membutuhkan, memiliki peran yang penting dalam masyarakat. Di seluruh dunia, sedekah telah menjadi bagian dari banyak budaya dan agama. Namun, manfaat sedekah tidak hanya terbatas pada penerimaan materi, tetapi juga membawa dampak positif yang mendalam bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan.
Berikut adalah beberapa manfaat dari praktik sedekah:
1. Meringankan Beban Masyarakat yang Membutuhkan: Salah satu manfaat yang paling nyata dari sedekah adalah meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Dengan memberikan sumbangan dalam bentuk uang, makanan, atau pakaian kepada yang membutuhkan, kita dapat membantu mereka yang kurang beruntung untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
2. Membangun Rasa Kemanusiaan: Praktik sedekah membantu memperkuat rasa kemanusiaan dalam masyarakat. Ini mengajarkan kepada kita untuk peduli dan membantu sesama manusia yang membutuhkan, tanpa memandang perbedaan agama, etnis, atau latar belakang sosial.
3. Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis: Memberikan sedekah juga memberikan kepuasan psikologis bagi pemberi. Studi telah menunjukkan bahwa melakukan perbuatan baik seperti sedekah dapat meningkatkan perasaan bahagia dan memperkuat kesejahteraan psikologis seseorang.
4. Membangun Solidaritas Sosial: Praktik sedekah memperkuat ikatan sosial di dalam masyarakat. Ini menciptakan solidaritas antarindividu dan kelompok, yang pada gilirannya dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih kuat dan lebih inklusif.
5. Merangsang Pertumbuhan Ekonomi: Sedekah juga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di tingkat masyarakat. Ketika kita memberikan sumbangan kepada mereka yang membutuhkan, kita tidak hanya membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar mereka, tetapi juga memberikan mereka kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
6. Menginspirasi Orang Lain untuk Berbuat Baik: Ketika seseorang melakukan sedekah, itu bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk mengikuti jejaknya. Tindakan baik satu orang dapat memicu efek domino di mana lebih banyak orang terdorong untuk berbagi kebaikan mereka dengan yang lain.
7. Meraih Pahala dan Berkah: Dalam banyak agama, sedekah dianggap sebagai tindakan yang sangat diberkahi dan memberikan pahala besar. Keyakinan ini mendorong orang untuk terus memberikan sumbangan, karena diyakini bahwa sedekah akan membawa berkah dan kebaikan bagi pemberi maupun penerima.
Dengan demikian, sedekah tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima, tetapi juga memiliki dampak yang mendalam pada individu dan masyarakat secara keseluruhan. Praktik sedekah adalah salah satu cara terbaik untuk membangun kebaikan, solidaritas, dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.
Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Sedekah: Memberi dengan Hati yang Tulus
Sedekah merupakan salah satu ajaran utama dalam agama Islam, namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya memiliki relevansi universal yang dapat diterapkan oleh siapapun, terlepas dari latar belakang keagamaan. Sedekah bukan sekadar tentang memberi harta atau materi, tetapi juga tentang memberi dari hati yang tulus dengan tujuan membantu sesama dan memperbaiki keadaan sosial. Dalam tulisan ini, kita akan mengeksplorasi beberapa kebaikan yang terkandung dalam perbuatan sedekah.
1. Memperkuat Hubungan Sosial
Sedekah memiliki kekuatan untuk memperkuat hubungan sosial antara individu dan masyarakat. Ketika seseorang memberikan sedekah, mereka tidak hanya memberi bantuan materi, tetapi juga menunjukkan perhatian, empati, dan rasa solidaritas terhadap sesama. Hal ini dapat memperkuat ikatan antaranggota masyarakat dan menciptakan atmosfer saling peduli dan membantu di dalamnya.
2. Mengurangi Kesenjangan Sosial
Sedekah juga memiliki peran penting dalam mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang memiliki kelebihan harta dan mereka yang kurang beruntung. Dengan memberikan sebagian dari harta mereka kepada yang membutuhkan, orang-orang yang mampu memberikan sedekah dapat membantu mengurangi penderitaan yang dialami oleh orang-orang yang kurang beruntung secara ekonomi. Hal ini menciptakan kesetaraan dan keadilan dalam masyarakat.
3. Meningkatkan Kesejahteraan Mental
Tidak hanya membawa manfaat bagi penerima sedekah, tetapi juga bagi pemberinya. Memberikan sedekah dapat meningkatkan kesejahteraan mental seseorang dengan memberikan rasa kepuasan dan kebahagiaan yang mendalam. Ketika seseorang memberikan dengan tulus dan ikhlas, mereka merasakan kehangatan dalam hati yang tidak dapat diperoleh dari hal-hal materi.
4. Mendekatkan Diri kepada Tuhan
Dalam konteks agama, sedekah juga dianggap sebagai salah satu bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan memberikan sedekah, seseorang menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kepada perintah agama serta meneguhkan ikatan spiritualnya dengan Sang Pencipta. Hal ini membawa kebahagiaan spiritual yang mendalam bagi pemberi sedekah.
Sedekah bukan hanya sekedar memberikan bantuan materi, tetapi juga membawa berbagai kebaikan yang mendalam bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Melalui perbuatan sedekah, kita dapat memperkuat hubungan sosial, mengurangi kesenjangan sosial, meningkatkan kesejahteraan mental, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Oleh karena itu, marilah kita berkomitmen untuk terus melakukan perbuatan baik ini, karena dengan sedekah, kita tidak hanya memberi, tetapi juga menerima berbagai kebaikan yang tidak ternilai harganya.
Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Pentingnya Memahami Aspek Hukum dalam Praktik Sedekah
Sedekah, dalam Islam, adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Selain membantu mereka yang membutuhkan, sedekah juga memiliki implikasi hukum yang penting dalam konteks kehidupan sehari-hari umat Islam. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa aspek hukum yang terkait dengan praktik sedekah.
1. Kewajiban Sedekah: Salah satu aspek hukum yang paling mendasar dalam sedekah adalah kewajibannya. Dalam Islam, sedekah merupakan salah satu dari lima pilar utama dan merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang mampu. Ayat-ayat dalam Al-Quran serta hadis Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam secara tegas menggariskan pentingnya memberikan sedekah sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah SWT.
2. Objek Sedekah: Objek sedekah dapat berupa harta, waktu, tenaga, atau keahlian. Dalam hukum Islam, harta yang bisa disedekahkan mencakup segala sesuatu yang bernilai dan dapat dimiliki, seperti uang, perhiasan, barang-barang, dan sebagainya. Namun, penting untuk diingat bahwa sedekah tidak hanya terbatas pada harta materi, tetapi juga bisa berupa bantuan dalam bentuk lain yang diperlukan oleh sesama.
3. Jumlah Sedekah: Ada berbagai pandangan dari para ulama tentang jumlah yang harus disedekahkan. Ada yang berpendapat bahwa jumlahnya harus sesuai dengan kemampuan individu, sementara yang lain menetapkan persentase tertentu dari harta yang dimiliki. Namun, yang jelas, semakin besar jumlah sedekah yang diberikan, semakin besar pula pahalanya di sisi Allah.
4. Tujuan Sedekah: Salah satu tujuan utama dari sedekah adalah untuk membantu mereka yang membutuhkan dan untuk membersihkan harta dari sifat-sifat kekikiran dan keangkuhan. Dalam Al-Quran, Allah SWT berjanji untuk melipatgandakan pahala bagi orang yang bersedekah dengan tulus dan ikhlas.
5. Penerima Sedekah: Ada beberapa kategori orang yang berhak menerima sedekah, seperti fakir miskin, orang-orang yang berhutang, pejuang dalam jalan Allah, dan lain-lain. Penting untuk memastikan bahwa sedekah kita sampai kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan dan dalam keadaan yang layak menerima sedekah.
6. Bentuk-bentuk Sedekah: Sedekah tidak selalu harus dalam bentuk uang tunai. Ada banyak bentuk sedekah lain yang bisa dilakukan, seperti memberikan makanan kepada orang yang lapar, memberikan bantuan dalam bentuk pendidikan atau keterampilan, atau bahkan sekadar memberikan senyuman dan semangat kepada sesama.
Dalam praktiknya, sedekah bukan hanya tentang memberikan sebagian dari harta kita kepada orang lain, tetapi juga tentang sikap dan niat kita dalam berbagi. Dengan memahami aspek hukum yang terkait dengan sedekah, kita dapat melaksanakannya dengan lebih baik dan mendapatkan manfaat spiritual yang lebih besar. Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya sedekah dalam Islam dan bagaimana melaksanakannya sesuai dengan ajaran agama.
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Menunaikan Sedekah di Bulan Ramadhan: Amalan Mulia yang Mencerahkan Hati
Bulan Ramadhan telah tiba, sebuah momen yang dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan amalan ibadah, termasuk sedekah. Sedekah, atau memberi bagi umat yang membutuhkan, merupakan salah satu pilar penting dalam ajaran Islam. Di bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih bermakna dan bernilai.
Sedekah tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang menerimanya, tetapi juga bagi orang yang memberinya. Memberi sedekah dapat membersihkan hati dan menjaga sikap rendah hati serta rasa empati terhadap sesama. Di bawah ini, kita akan membahas beberapa alasan mengapa menunaikan sedekah di bulan Ramadhan sangatlah penting, serta beberapa contoh nyata bagaimana sedekah dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan kita dan masyarakat.
1. Mendekatkan Diri kepada Allah
Menunaikan sedekah di bulan Ramadhan adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, Allah memerintahkan umat-Nya untuk bersedekah dan berbuat baik kepada sesama. Dengan melakukan sedekah, kita menaati perintah-Nya dan meningkatkan kecintaan serta ketaatan kepada-Nya.
2. Membersihkan Hati dari Sifat Keangkuhan dan Kikir
Salah satu manfaat besar dari sedekah adalah membersihkan hati dari sifat-sifat buruk seperti keangkuhan dan kikir. Dengan memberikan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan, kita mengingatkan diri sendiri bahwa segala yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah, dan kita harus bersedia berbagi dengan orang lain.
3. Menolong Sesama yang Membutuhkan
Di bulan Ramadhan, di mana kebutuhan masyarakat yang kurang mampu seringkali semakin meningkat, memberikan sedekah dapat memberikan bantuan yang sangat berarti bagi mereka yang membutuhkannya. Sedekah dapat berupa sumbangan makanan, pakaian, atau uang tunai untuk membantu mereka melewati bulan Ramadhan dengan lebih layak.
4. Memperoleh Pahala yang Besar
Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah itu akan memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." Dengan memberikan sedekah di bulan Ramadhan, kita berpeluang untuk mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Pahala ini tidak hanya akan dirasakan di dunia, tetapi juga di akhirat kelak.
Beberapa bentuk contoh nyata disekitar kita mengenai bersedekah di bulan Ramadhan diantaranya dapat dilihat sebagai berikut.
- Seorang pedagang buah yang setiap hari berjualan di tepi jalan, di bulan Ramadhan memberikan sebagian dari hasil penjualannya kepada para pengemis dan fakir miskin yang sering melewati jalanan tersebut. Tindakan sederhana ini tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang serupa.
- Sebuah masjid yang mengadakan program sedekah makanan setiap hari untuk kaum miskin di sekitar daerah tersebut. Dengan dukungan dari jamaah masjid dan masyarakat lokal, program ini berhasil memberikan makanan kepada ratusan orang setiap hari selama bulan Ramadhan.
- Seorang karyawan yang mengalokasikan sebagian dari gajinya setiap bulan untuk disedekahkan kepada yayasan amal yang bekerja untuk membantu anak-anak yatim dan kaum miskin. Tindakan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga memberikan rasa syukur dan kebahagiaan bagi si pemberi.
Dalam kesimpulan, menunaikan sedekah di bulan Ramadhan adalah amalan mulia yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi penerima sedekah, tetapi juga bagi si pemberi. Dengan memberikan sebagian dari rezeki yang telah diberikan Allah kepada kita kepada mereka yang membutuhkan, kita memperoleh keberkahan dan pahala yang besar, serta menjaga hati yang selalu bersih dan terbuka untuk kebaikan. Semoga kita semua dapat menjadi lebih dermawan dan bermurah hati di bulan Ramadhan ini.
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Bersedekah: Memberi dengan Cinta dan Kebaikan
Setiap orang memiliki kesempatan untuk memberi dalam hidup ini. Namun, terkadang kita terlalu sibuk dengan kesibukan sehari-hari dan lupa akan kebutuhan orang lain di sekitar kita. Salah satu cara terbaik untuk meluangkan waktu dan memberikan yang terbaik kepada orang lain adalah melalui sedekah. Sedekah bukan hanya tentang memberi materi, tetapi juga tentang memberi cinta, kepedulian, dan kebaikan.
Menjadi Agen Perubahan
Bersedekah bukan hanya tentang memberikan uang atau barang, tetapi juga tentang memberikan harapan dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. Ketika kita memberikan dengan ikhlas, kita menjadi agen perubahan dalam kehidupan orang lain. Sebuah senyum dari seseorang yang menerima sedekah kita bisa menjadi berkah bagi kita yang memberikan.
Membangun Keterhubungan Sosial
Melalui sedekah, kita membangun keterhubungan sosial yang kuat dengan masyarakat di sekitar kita. Kita menjadi lebih peka terhadap kebutuhan orang lain dan memperluas jaringan kebaikan. Keterhubungan ini menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan mendukung pertumbuhan bersama.
Membangun Karakter Kebaikan
Bersedekah juga membantu kita membangun karakter kebaikan dalam diri kita sendiri. Ketika kita meluangkan waktu, tenaga, atau sumber daya kita untuk membantu orang lain, kita melatih diri untuk menjadi lebih empati, penuh kasih, dan peduli terhadap sesama. Ini adalah langkah awal dalam membangun masyarakat yang lebih baik dan lebih manusiawi.
Memberikan yang Terbaik
Sedekah bukanlah tentang seberapa besar jumlah yang kita berikan, tetapi tentang kesediaan kita untuk memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki. Bahkan dengan sedikit yang kita miliki, kita masih bisa memberikan sumbangan yang berarti bagi mereka yang membutuhkan. Yang terpenting adalah niat tulus kita dan keinginan untuk berbagi kebaikan.
Bersedekah adalah salah satu cara terbaik untuk memperluas cinta dan kebaikan di dunia ini. Ketika kita memberikan dengan ikhlas, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membantu diri kita sendiri untuk tumbuh sebagai individu yang lebih baik. Mari kita terus menebarkan kebaikan dan menjadi cahaya bagi orang lain dalam kehidupan ini. Sebab, sesungguhnya, kebahagiaan sejati terletak dalam memberi, bukan menerima.
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Keutamaan Sedekah Sebagai Amalan yang Mulia di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan telah tiba, bulan penuh berkah dan ampunan. Selain dari kewajiban berpuasa, Ramadhan juga merupakan waktu yang sangat istimewa untuk melakukan sedekah. Sedekah di bulan ini memiliki keutamaan yang luar biasa, dan amalan ini sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Mari kita jelajahi beberapa keutamaan sedekah yang menjadi amalan mulia di bulan Ramadhan.
Mendapatkan Pahala yang Berlipat Ganda
Rasulullah SAW bersabda, "Pahala sedekah di bulan Ramadhan lebih besar daripada di bulan-bulan lainnya." (HR. At-Tirmidzi) Sedekah yang diberikan di bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat, bahkan lebih dari yang kita bayangkan. Setiap rupiah yang kita sedekahkan akan menjadi investasi besar di akhirat.
Menghapus Dosa-dosa
Sedekah adalah salah satu cara terbaik untuk menghapus dosa-dosa kita. Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. At-Tirmidzi) Di bulan Ramadhan, kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa masa lalu sangat terbuka lebar. Melalui sedekah, kita dapat meraih ampunan Allah SWT dan memulai lembaran baru dengan hati yang bersih.
Meringankan Beban Orang Lain
Di bulan Ramadhan, kita juga lebih peka terhadap kebutuhan orang-orang di sekitar kita. Sedekah bukan hanya tentang memberi materi, tetapi juga tentang memberikan harapan dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan memberikan sedekah, kita dapat meringankan beban hidup saudara-saudara kita yang kurang beruntung.
Menyempurnakan Ibadah Puasa
Puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kita untuk menjadi lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Salah satu cara untuk menyempurnakan ibadah puasa adalah dengan melakukan sedekah. Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah menyempurnakan ibadah." (HR. At-Tirmidzi) Dengan memberikan sedekah, kita menunjukkan ketaatan kita kepada Allah SWT dan memperkuat hubungan kita dengan-Nya.
Membangun Keterhubungan Sosial
Sedekah juga membantu memperkuat keterhubungan sosial dalam masyarakat. Ketika kita memberikan sedekah, kita tidak hanya membantu orang lain secara materi, tetapi juga mempererat ikatan antara sesama manusia. Ini membantu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan mendukung pertumbuhan bersama.
Bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa untuk melakukan sedekah. Dengan melakukan sedekah di bulan ini, kita dapat meraih pahala yang berlipat-lipat, menghapus dosa-dosa kita, meringankan beban orang lain, menyempurnakan ibadah puasa, dan memperkuat keterhubungan sosial dalam masyarakat. Mari manfaatkan kesempatan berharga ini untuk melakukan amalan-amalan yang mulia dan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima sedekah kita dengan ridha-Nya dan memberkahi setiap langkah kita di bulan Ramadhan ini. Aamiin.
BERITA09/04/2024 | Sindu Retno Sih Nugraheni
Nana dan Fidyahnya: Kisah Inspiratif
Di sebuah desa kecil yang terletak di daerah pedesaan, hiduplah seorang lansia bernama Nana. Nana adalah seorang wanita yang berusia 60 tahun, lemah tubuhnya tak lagi mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan. Meskipun begitu, semangatnya dalam menjalankan agama tetap membara.
Setiap tahun, saat Ramadan tiba, Nana merasa sedih bahwa ia tidak dapat berpuasa seperti yang ia lakukan di masa muda. Namun, Nana tidak ingin kehilangan ikatan spiritualnya dengan bulan suci ini. Ia mulai mencari cara untuk tetap memberikan kontribusi dan merasakan keberkahan Ramadan.
Setelah berdiskusi dengan seorang tokoh agama di desanya, Nana mengetahui tentang fidyah. Fidyah adalah bentuk penggantian bagi mereka yang tidak bisa berpuasa Ramadan karena alasan kesehatan atau kondisi lainnya. Ia merasa senang mengetahui bahwa masih ada cara bagi dirinya untuk berpartisipasi dalam ibadah Ramadan.
Nana memutuskan untuk membayar fidyah sebagai bentuk pengganti ibadah puasa yang tidak dapat ia laksanakan. Ia menyadari bahwa fidyah adalah sarana untuk membantu mereka yang membutuhkan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
Meskipun Nana hidup dengan keterbatasan, ia tidak membiarkan itu menghalangi niatnya untuk berbuat baik. Ia mulai mengumpulkan sedikit uang yang ia miliki, meskipun jumlahnya tidak banyak. Setiap hari, Nana menabung sejumlah uang kecil untuk digunakan sebagai fidyah.
Ketika Idul Fitri tiba, Nana datang ke masjid desanya dengan hati yang penuh sukacita. Ia membawa fidyah yang telah ia kumpulkan dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan. Di sana, ia menyerahkan fidyahnya kepada panitia masjid yang bertanggung jawab untuk mendistribusikannya kepada mereka yang membutuhkan.
Setelah menyerahkan fidyahnya, Nana merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Ia merasa bahwa ia telah melakukan sesuatu yang bermanfaat dalam hidupnya, meskipun tidak bisa berpuasa. Ia merasa indahnya memberikan fidyah dengan tulus dan ikhlas, dan merasa terhubung dengan nilai-nilai kebaikan dan kasih sayang yang diajarkan oleh agama.
Ternyata, cerita tentang Nana dan kebaikan hatinya menyebar di desa tersebut. Banyak orang yang terinspirasi oleh dedikasinya dan mengikuti jejaknya dengan membayar fidyah mereka sendiri. Desa itu menjadi terkenal karena semangat berbagi dan kepedulian sosial yang tinggi, terutama selama bulan Ramadan.
Kisah Nana mengajarkan kepada kita semua tentang pentingnya berbuat baik dan memberikan kontribusi dalam kapasitas kita masing-masing. Meskipun mungkin ada keterbatasan fisik atau situasi yang menghalangi kita dalam menjalankan ibadah secara penuh, kita masih dapat menemukan cara untuk berbuat kebaikan dan merasakan keberkahan dalam tindakan kita.
Membayar fidyah Ramadan bukan hanya tentang memberikan kontribusi finansial, tetapi juga tentang memberikan cinta, kebaikan, dan kasih sayang kepada sesama. Setiap tindakan kebaikan memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan mengubah dunia di sekitar kita. Seperti Nana, mari kita tetap terhubung dengan nilai-nilai agama kita dan menemukan cara untuk memberikan kontribusi positif dalam hidup kita, terlebih saat bulan Ramadan yang indah ini.
Penulis: Yoga Pratama
================
#HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ Mari tunaikan zakat, infaq, sedekah, fidyah, kafarat dan qurban transfer ke rekening: BSI : 4441111121 BRI : 153101000005307 an. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta Atau melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
?
BERITA09/04/2024 | Yoga Pratama
ORANG YANG BERHAK MENERIMA SEDEKAH
Sedekah adalah salah satu amalan mulia yang diajarkan dalam agama Islam. Amalan ini memiliki banyak manfaat baik secara spiritual maupun sosial. Sedekah tidak hanya bermanfaat bagi penerima saja tetapi juga yang memberi sedekah. Dalam ajaran Islam, sedekah tidak hanya ditujukan kepada orang-orang yang kurang mampu secara materi, tetapi juga kepada berbagai jenis penerima yang membutuhkan bantuan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi pentingnya memberi sedekah kepada berbagai kelompok penerima yang layak mendapatkannya.
Sedekah kepada fakir miskin adalah salah satu bentuk sedekah yang paling dianjurkan dalam Islam. Fakir miskin adalah mereka yang tidak memiliki cukup sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Memberikan sedekah kepada fakir miskin dapat membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Dengan memberikan sedekah kepada fakir miskin, kita tidak hanya membantu mereka untuk mencapai kesejahteraan materi, tetapi juga memberikan rasa harapan dan dukungan moral kepada mereka.
Yatim dan dhuafa adalah dua kelompok penerima sedekah yang juga mendapat perhatian khusus dalam ajaran Islam. Yatim adalah anak-anak yang telah kehilangan satu atau kedua orang tua mereka, sedangkan dhuafa adalah mereka yang hidup dalam kondisi kekurangan dan kesulitan. Memberikan sedekah kepada yatim dan dhuafa merupakan salah bentuk untuk memberikan perlindungan, perhatian, dan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkannya. Dengan memberikan sedekah kepada yatim dan dhuafa, kita membantu mereka untuk merasa dicintai dan dihargai dalam masyarakat.
Selain kepada fakir miskin, yatim, dan dhuafa, sedekah juga dapat ditujukan kepada orang-orang yang berjuang dalam perjuangan Allah. Ini termasuk para pejuang kemerdekaan, para ulama yang memperjuangkan agama, dan orang-orang yang berusaha untuk menyebarkan kebaikan dan keadilan. Memberikan sedekah kepada orang-orang yang berjuang dalam perjuangan Allah adalah cara untuk mendukung dan memperkuat upaya mereka dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
Selain memberikan sedekah kepada individu yang membutuhkan, memberikan sedekah kepada lembaga sosial dan pendidikan juga memiliki nilai yang sangat penting dalam Islam. Lembaga sosial seperti rumah sakit, panti asuhan, dan lembaga amal lainnya memberikan peran yang sangat penting dalam membantu orang-orang yang membutuhkan. Begitu juga dengan lembaga pendidikan, yang memiliki peran penting dalam membantu generasi muda untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menjadi produktif dalam masyarakat.
Sumber foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Dewi Fatmawati

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat


