Berita Terbaru
Inklusi Keuangan Melalui Zakat
Inklusi Keuangan Melalui Zakat : Meningkatkan Akses Terhadap Layanan Keuangan
Inklusi keuangan telah menjadi fokus utama dalam pembangunan ekonomi global. Memastikan bahwa setiap individu memiliki akses yang adil dan layak terhadap layanan keuangan adalah prasyarat penting untuk mengurangi kesenjangan sosial dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dalam konteks ini, zakat salah satu pilar utama dalam Islam, telah muncul sebagai instrumen yang potensial untuk meningkatkan inklusi keuangan.
Pentingnya Inklusi Keuangan
Inklusi keuangan mencakup akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan, seperti tabungan, pinjaman, asuransi, dan investasi. Bagi banyak individu dan komunitas di seluruh dunia, akses terhadap layanan keuangan seringkali terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali. Keterbatasan ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk mengelola risiko, mengembangkan usaha kecil, atau mengakses pendidikan dan layanan kesehatan yang diperlukan.
Peran Zakat dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan
Zakat yang merupakan kewajiban bagi umat Islam, merupakan salah satu instrumen yang kuat untuk mempromosikan inklusi keuangan. Zakat adalah kewajiban memberikan sebagian dari kekayaan kepada yang membutuhkan, dan diatur secara ketat oleh prinsip-prinsip Islam. Melalui lembaga-lembaga zakat, dana zakat dikumpulkan dan didistribusikan kepada individu atau kelompok yang membutuhkan.
Salah satu cara di mana zakat dapat meningkatkan inklusi keuangan adalah dengan memberikan akses kepada individu yang kurang mampu untuk mengakses layanan keuangan konvensional. Misalnya, dana zakat dapat digunakan untuk memberikan pinjaman tanpa bunga kepada wirausaha kecil atau petani yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan konvensional. Ini membantu meningkatkan akses mereka terhadap modal yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mereka.
Selain itu, dana zakat juga dapat digunakan untuk memberikan pendidikan keuangan kepada individu yang kurang beruntung. Ini dapat membantu mereka memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang bijaksana, termasuk pentingnya menabung dan mengelola risiko melalui asuransi. Dengan demikian, zakat tidak hanya memberikan bantuan finansial langsung, tetapi juga mempromosikan pemahaman tentang manajemen keuangan yang sehat.
Tantangan dan Peluang
Meskipun potensi zakat untuk meningkatkan inklusi keuangan sangat besar, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah masalah efisiensi dalam pengumpulan dan distribusi dana zakat. Beberapa lembaga zakat mungkin mengalami masalah dalam mengelola dana dengan baik atau memastikan bahwa dana tersebut digunakan dengan efektif.
Namun demikian, dengan pengelolaan yang baik dan kerjasama antara lembaga zakat, pemerintah, dan sektor swasta, banyak peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan melalui zakat dapat diwujudkan. Misalnya, pemanfaatan teknologi keuangan (fintech) dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam pengumpulan dan distribusi dana zakat, serta memperluas jangkauan layanan keuangan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Inklusi keuangan merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, zakat dapat menjadi instrumen yang kuat untuk meningkatkan akses terhadap layanan keuangan bagi individu dan komunitas yang kurang mampu. Dengan pengelolaan yang baik dan inovasi dalam pendekatan pengumpulan dan distribusi dana zakat, kita dapat mencapai tujuan inklusi keuangan yang lebih besar, memberdayakan individu untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, dan memajukan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Tantangan Distribusi Zakat di Masjid
Tantangan Distribusi Zakat di Masjid : Meningkatkan Keadilan dan Efisiensi
Zakat merupakan kewajiban utama umat Muslim yang memiliki tujuan mendasar dalam menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi. Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial umat Islam, sering menjadi tempat di mana zakat dikumpulkan dan didistribusikan. Namun, seringkali terdapat tantangan dalam distribusi zakat di masjid yang dapat mengakibatkan ketidakadilan dan kurangnya efisiensi. Salah satu masalah utama dalam distribusi zakat di masjid adalah kurangnya transparansi dalam proses tersebut. Beberapa masjid mungkin tidak memberikan informasi yang cukup tentang bagaimana dana zakat dikumpulkan, disalurkan, dan digunakan.
Terkadang, proses pemilihan penerima zakat tidak dilakukan dengan cermat dan adil. Hal ini dapat mengakibatkan orang-orang yang sebenarnya membutuhkan tidak mendapatkan bantuan, sementara orang-orang yang kurang membutuhkan mungkin mendapatkannya. Kemudian, ada kemungkinan bahwa distribusi zakat di masjid tidak merata, di mana beberapa kelompok atau individu mendapatkan lebih banyak bantuan daripada yang lain.
Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk preferensi pribadi atau kelompok tertentu. Selain itu, kadang tidak ada sistem yang kuat untuk mengevaluasi dan memantau efektivitas distribusi zakat di masjid. Ini dapat mengakibatkan pengulangan kesalahan dan ketidaksempurnaan dalam proses distribusi.
Bagaimana strategi untuk Meningkatkan Distribusi Zakat di Masjid?
Pertama, Masjid harus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dan distribusi zakat. Pengelolaan zakat diawasi oleh badan amil zakat yang memiliki tanggung jawab mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Proses pengumpulan dapat dilakukan dengan menerima sumbangan sukarela dari muzakki. Hal ini, transparansi dan akuntabilitas sangat penting dengan menyediakan laporan reguler kepada jemaah tentang bagaimana dana zakat dikumpulkan, dikelola, dan digunakan.
Kedua, proses pemilihan penerima zakat harus dilakukan secara adil dan transparan. Hal ini dapat melibatkan pembentukan komite independen yang bertanggung jawab atas pemilihan penerima zakat berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif.
Ketiga, Masjid harus berusaha untuk mendistribusikan zakat dengan merata di antara mereka yang membutuhkan, tanpa membedakan suku, agama, atau kelompok tertentu. Hal ini akan memastikan bahwa bantuan zakat mencapai orang-orang yang benar-benar membutuhkannya.
Keempat, penting untuk memiliki mekanisme evaluasi dan pemantauan yang kuat untuk memastikan bahwa distribusi zakat berjalan dengan efisien dan efektif.
Distribusi zakat di masjid merupakan tanggung jawab dan membutuhkan pendekatan yang hati-hati, transparan, dan adil. Dengan meningkatkan transparansi, pemilihan penerima yang adil, distribusi merata, dan evaluasi berkelanjutan, masjid dapat memastikan bahwa zakat dikumpulkan dan didistribusikan dengan baik, sehingga memberikan manfaat maksimal bagi mereka yang membutuhkannya. Ini adalah langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berempati, sesuai dengan ajaran Islam tentang keadilan sosial dan solidaritas.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Menyebarkan Kebaikan dengan Hati Sederhana Lewat Sedekah
Sedekah adalah sebuah perbuatan baik yang dilakukan dengan memberikan sebagian rezeki kepada orang lain yang membutuhkan, tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Dalam Islam, sedekah memiliki keistimewaan tersendiri yang bisa membawa keberkahan dalam hidup kita. Mari kita jelajahi lebih dalam tentang keajaiban sedekah.
Apa Itu Sedekah?
Sedekah adalah tindakan memberi kepada orang lain dengan tulus dari apa yang kita miliki. Ini bisa berupa memberi makanan kepada orang lapar, memberikan uang kepada yang membutuhkan, atau bahkan memberi senyuman kepada orang yang sedang bersedih. Yang penting, sedekah dilakukan dengan ikhlas dan tanpa pamrih.
Keberkahan Sedekah
Keberkahan Finansial: Salah satu keajaiban sedekah adalah adanya keberkahan dalam rezeki kita. Ketika kita memberi dari apa yang kita miliki kepada yang membutuhkan, Allah SWT akan membalasnya dengan memberikan rezeki yang lebih melimpah kepada kita. Ini seperti siklus kebaikan yang tak pernah putus.
Kesejahteraan Spiritual: Sedekah juga memiliki dampak positif pada kesejahteraan spiritual kita. Ketika kita membantu orang lain, kita merasakan kebahagiaan dan kedamaian batin yang tak ternilai harganya. Ini karena sedekah membuka pintu hati kita untuk lebih menghargai nikmat yang telah kita terima dari Allah SWT.
Penguatan Persaudaraan: Sedekah tidak hanya membantu orang yang menerima bantuan, tetapi juga memperkuat hubungan antara sesama manusia. Ketika kita berbagi dengan orang lain, kita merasakan rasa persaudaraan dan solidaritas yang mempererat hubungan sosial dalam masyarakat.
Cara Praktis untuk Melakukan Sedekah
Berbagi Makanan: Anda bisa membagikan makanan kepada orang yang membutuhkan, seperti orang tunawisma atau keluarga yang kurang mampu. Membagikan makanan adalah salah satu bentuk sedekah yang sederhana namun sangat bermakna.
Memberikan Barang-Barang yang Tidak Digunakan: Anda juga bisa memberikan barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi kepada yang membutuhkan, seperti pakaian, buku, atau perlengkapan sekolah. Hal ini membantu mengurangi limbah dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Memberi Waktu dan Tenaga: Selain memberi harta, Anda juga bisa memberikan waktu dan tenaga untuk membantu sesama. Misalnya, menjadi relawan di lembaga amal atau membantu membersihkan lingkungan sekitar.
Sedekah adalah salah satu cara terbaik untuk menyebarkan kebaikan dalam masyarakat. Dengan memberi kepada yang membutuhkan, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga merasakan keberkahan dalam hidup kita sendiri. Oleh karena itu, mari kita terus praktikkan sedekah dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi sumber kebaikan bagi orang lain. Dengan begitu, kita akan merasakan keajaiban sedekah yang membawa berkah dalam setiap langkah kita.
Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Sedekah Subuh: Keutamaan Memberi di Waktu Pagi yang Berkah
Sedekah Subuh adalah amalan mulia yang dilakukan pada waktu pagi, khususnya setelah shalat Subuh, dengan memberikan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan. Praktik ini memiliki keutamaan dan keberkahan tersendiri dalam agama Islam. Mari kita jelajahi lebih dalam tentang arti, manfaat, dan cara melakukan sedekah Subuh
Sedekah Subuh adalah tindakan memberikan sebagian rezeki kepada orang lain pada waktu pagi, khususnya setelah melaksanakan shalat Subuh. Ini merupakan bentuk ibadah yang dianjurkan dalam Islam, dimana seseorang memberi dengan tulus dan ikhlas untuk mencari ridha Allah SWT.
Keutamaan Sedekah Subuh
Meraih Kebahagiaan: Memberikan sedekah di waktu Subuh membawa kebahagiaan tersendiri bagi jiwa kita. Ketika kita bangun di pagi hari dan memberikan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan, kita merasakan kedamaian batin dan keberkahan dalam hidup kita.
Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: Sedekah Subuh adalah cara yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memberi pada waktu yang mulia, kita menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kita kepada-Nya.
Menyucikan Rezeki: Salah satu keutamaan sedekah Subuh adalah menyucikan rezeki kita. Dengan memberi sebagian rezeki kepada orang lain, kita membersihkan harta kita dari sifat serakah dan kedengkian.
Cara Melakukan Sedekah Subuh
Persiapan Mental: Sebelum melaksanakan sedekah Subuh, persiapkan diri secara mental dengan niat yang tulus untuk mencari ridha Allah SWT. Perkuat tekad dan keikhlasan dalam hati untuk memberikan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan.
Pilih Penerima Sedekah: Pilihlah penerima sedekah yang memang benar-benar membutuhkan bantuan. Anda bisa memberikan sedekah kepada orang-orang miskin, yatim piatu, atau mereka yang sedang mengalami kesulitan.
Jumlah Sedekah: Jumlah sedekah Subuh tidak harus besar. Bahkan, memberikan sedikit pun sudah dianggap sebagai sedekah yang mulia jika dilakukan dengan tulus dan ikhlas.
Kontinuitas: Usahakan untuk melakukan sedekah Subuh secara teratur, bukan hanya sesekali. Dengan konsistensi dalam beramal, kita dapat merasakan manfaat yang lebih besar dalam hidup kita.
Sedekah Subuh adalah amalan mulia yang memiliki banyak keutamaan dan keberkahan. Dengan memberikan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan pada waktu pagi, kita tidak hanya mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian batin, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita terus berbuat baik dan memberikan sedekah dengan tulus dan ikhlas, sehingga kita dapat merasakan berkah yang melimpah dalam hidup kita.
Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Sedekah Paling Utama kepada Sesama: Membangun Kebaikan dalam Masyarakat
Sedekah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Namun, di antara berbagai bentuk sedekah yang ada, ada satu jenis sedekah yang dianggap paling utama, yaitu sedekah kepada sesama manusia. Sedekah kepada sesama manusia adalah tindakan memberikan bantuan, baik berupa harta, tenaga, maupun kebaikan lainnya kepada orang lain yang membutuhkan. Hal ini mencakup berbagai bentuk bantuan, seperti memberi makanan kepada yang lapar, memberikan pakaian kepada yang membutuhkan, atau membantu membayar biaya pendidikan bagi yang kurang mampu.
Keutamaan Sedekah kepada Sesama
Pentingnya Hubungan Sosial: Sedekah kepada sesama membantu memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat. Ketika kita membantu orang lain, kita membangun rasa persaudaraan dan solidaritas yang mempererat kebersamaan di antara kita.
Mengurangi Kesenjangan Sosial: Sedekah kepada sesama juga membantu mengurangi kesenjangan sosial yang ada dalam masyarakat. Dengan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, kita membantu menyediakan kesempatan yang lebih adil bagi semua orang untuk meraih kesejahteraan.
Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: Salah satu keutamaan sedekah kepada sesama adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam agama Islam, membantu sesama adalah salah satu bentuk ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT.
Bentuk Sedekah kepada Sesama
Zakat: Zakat adalah salah satu bentuk sedekah yang wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Zakat biasanya diberikan dalam bentuk harta tertentu, seperti uang, emas, atau hasil panen, dan diberikan kepada yang membutuhkan.
Infaq: Infaq merupakan sedekah yang diberikan secara sukarela untuk kepentingan umum, seperti membangun masjid, sekolah, atau membantu program-program sosial. Infaq bisa diberikan dalam berbagai bentuk, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Shadaqah: Shadaqah adalah bentuk sedekah yang diberikan tanpa menunggu imbalan atau balasan. Ini bisa berupa memberikan makanan kepada yang lapar, membantu membayar hutang seseorang, atau memberikan bantuan kepada orang yang sedang dalam kesulitan.
Sedekah kepada sesama manusia adalah salah satu bentuk ibadah yang paling utama dalam agama Islam. Dengan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, kita tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga membangun kebaikan dalam masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, mari kita terus berbuat baik dan melakukan sedekah kepada sesama sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan ibadah kita kepada Allah SWT. Dengan begitu, kita dapat menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan bagi semua orang di sekitar kita.
Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Sedekah Laut: Menyelamatkan Lingkungan dengan Aksi Kebaikan
Sedekah Laut merupakan istilah yang mengacu pada kegiatan memberikan sumbangan kepada laut atau ekosistem laut dengan tujuan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan laut dan menyelamatkan kehidupan di dalamnya. Ini bisa berupa berbagai macam tindakan, seperti membersihkan pantai dari sampah plastik, menanam terumbu karang, atau mendukung program konservasi laut. Kegiatan ini merupakan bentuk kebaikan yang memiliki dampak positif yang besar terhadap lingkungan.
Manfaat Sedekah Laut
Mempertahankan Keseimbangan Ekosistem: Sedekah Laut membantu dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem laut. Dengan menjaga keberlanjutan lingkungan, kita dapat mencegah kerusakan ekosistem yang bisa berdampak buruk bagi kehidupan di dalamnya.
Menyelamatkan Satwa Laut: Dengan memberikan sumbangan kepada laut, kita membantu menyelamatkan kehidupan satwa laut yang terancam punah. Hal ini termasuk penyelamatan spesies ikan, penyu, lumba-lumba, dan lainnya yang menjadi bagian penting dari ekosistem laut.
Mendukung Kesejahteraan Manusia: Ekosistem laut memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan manusia, seperti menyediakan sumber daya makanan, memperbaiki iklim global, dan memberikan pekerjaan bagi jutaan orang. Dengan menjaga lingkungan laut, kita juga turut mendukung kesejahteraan manusia secara keseluruhan.
Bentuk kepedulian terhadap laut dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya:
Membersihkan Pantai: Salah satu cara sederhana untuk melakukan sedekah laut adalah dengan membersihkan pantai dari sampah plastik dan limbah lainnya. Ini bisa dilakukan secara mandiri atau melalui partisipasi dalam kegiatan pembersihan pantai bersama kelompok atau komunitas.
Menanam Terumbu Karang: Menanam terumbu karang adalah bentuk sedekah laut yang lebih terarah. Terumbu karang memiliki peran penting dalam ekosistem laut, namun sering kali mengalami kerusakan akibat berbagai faktor. Dengan menanam kembali terumbu karang yang rusak, kita membantu memulihkan ekosistem laut yang sehat.
Mendukung Program Konservasi Laut: Anda juga dapat melakukan sedekah laut dengan mendukung program-program konservasi laut yang dilakukan oleh lembaga atau organisasi yang bergerak dalam bidang perlindungan lingkungan laut. Ini bisa berupa sumbangan dana, menjadi relawan, atau menyebarkan informasi penting tentang konservasi laut.
Meskipun sedekah laut memiliki banyak manfaat, namun terdapat beberapa tantangan yang mungkin dihadapi dalam melakukannya. Beberapa di antaranya termasuk kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan laut, keterbatasan sumber daya, dan kesulitan dalam mendapatkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat luas.
Sedekah Laut adalah tindakan mulia yang memiliki dampak positif yang besar terhadap lingkungan laut dan kehidupan di dalamnya. Dengan memberikan sumbangan kepada laut, kita dapat mempertahankan keberlanjutan ekosistem, menyelamatkan satwa laut yang terancam punah, dan mendukung kesejahteraan manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu, mari kita terus berbuat baik dan melakukan sedekah laut sebagai bentuk tanggung jawab kita untuk menjaga keberlanjutan dan kelestarian lingkungan laut bagi generasi mendatang.
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Sedekah Bumi: Menyuburkan Kesejahteraan dengan Berkah Alam
Sedekah adalah kegiatan memberikan secara sukarela kepada individu atau organisasi yang membutuhkan, tanpa mengharapkan imbalan atau pengembalian atas apa yang diberikan. Sedekah Bumi adalah sebuah konsep yang mengacu pada kegiatan memberikan sebagian hasil dari tanah atau kekayaan alam kepada yang membutuhkan sebagai bentuk kebaikan dan rasa syukur. Kegiatan ini telah dilakukan sejak zaman dahulu dan memiliki keberkahan tersendiri dalam budaya dan agama di berbagai belahan dunia. Sedekah Bumi dapat dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Ini bisa berupa berbagai jenis sumbangan, seperti hasil pertanian, hasil kebun, hasil perikanan, atau sumber daya alam lainnya.
Makna dan manfaat sedekah bumi sendiri diantaranya yaitu:
Menyuburkan Kesejahteraan: Sedekah Bumi memiliki potensi untuk menyuburkan kesejahteraan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima. Dengan memberikan sebagian hasil tanah kepada yang membutuhkan, kita membantu meningkatkan kesejahteraan mereka dan juga memperoleh keberkahan dari Allah SWT.
Menjaga Keseimbangan Alam: Dengan melakukan sedekah bumi, kita turut berperan dalam menjaga keseimbangan alam. Dengan memberikan sebagian hasil tanah kepada yang membutuhkan, kita membantu menjaga siklus alam yang berkelanjutan dan mengurangi pemborosan sumber daya alam.
Mengajarkan Rasa Syukur: Sedekah Bumi juga merupakan bentuk pengajaran rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya yang melimpah. Dengan memberikan sebagian hasil tanah kepada yang membutuhkan, kita mengingatkan diri kita sendiri tentang pentingnya bersyukur atas karunia yang telah diberikan.
Beberapa kiat yang dapat dilakukan sebagai bentuk sedekah bumi dapat dilihat sebagai berikut.
Memberikan Hasil Pertanian atau Perkebunan: Jika Anda memiliki usaha pertanian atau perkebunan, Anda bisa melakukan sedekah bumi dengan memberikan sebagian hasil panen kepada yang membutuhkan. Ini bisa berupa buah-buahan, sayuran, atau hasil pertanian lainnya.
Memberikan Hasil Perikanan: Jika Anda memiliki usaha perikanan, Anda juga bisa melakukan sedekah bumi dengan memberikan sebagian hasil tangkapan kepada yang membutuhkan. Ini bisa membantu menyediakan protein hewani bagi mereka yang kurang mampu.
Mendukung Program Konservasi Alam: Selain memberikan hasil langsung dari tanah, Anda juga dapat melakukan sedekah bumi dengan mendukung program-program konservasi alam yang berfokus pada pemeliharaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Dengan melakukan sedekah bumi, kita tidak hanya menyuburkan kesejahteraan bagi yang membutuhkan, tetapi juga menjaga keseimbangan alam dan mengajarkan rasa syukur atas karunia yang telah diberikan. Oleh karena itu, mari kita terus berbuat baik dan melakukan sedekah bumi sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan ibadah kita kepada Allah SWT, serta sebagai wujud kepedulian kita terhadap lingkungan hidup yang lebih baik.
Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Perbedaan Esensial antara Zakat dan Pajak
Perbedaan Esensial antara Zakat dan Pajak: Menggali Makna, Tujuan, dan Dampaknya dalam Masyarakat
Zakat dan pajak adalah dua bentuk kewajiban finansial yang berbeda, tetapi keduanya memiliki implikasi yang besar dalam kehidupan masyarakat. Perbedaan antara keduanya mencakup aspek-aspek penting seperti sumber, tujuan, dan implikasi ekonomi dan sosial.
Pertama-tama, zakat adalah kewajiban keagamaan dalam Islam yang ditetapkan untuk umat Muslim. Zakat dianggap sebagai salah satu dari lima rukun Islam dan diwajibkan bagi mereka yang memiliki harta di atas nisab (ambang batas tertentu). Zakat memiliki tujuan utama untuk membantu mereka yang kurang beruntung dan memperkuat solidaritas sosial dalam komunitas Muslim. Sedangkan pajak adalah kewajiban yang ditetapkan oleh pemerintah kepada individu dan perusahaan untuk membiayai pengeluaran publik, termasuk layanan dan infrastruktur.
Kedua, sumber pendanaan untuk zakat berasal dari harta pribadi individu atau perusahaan yang memiliki kelebihan kekayaan, sementara pajak berasal dari pendapatan individu, laba perusahaan, atau transaksi ekonomi tertentu. Zakat dikenakan atas harta tertentu yang telah mencapai ambang batas tertentu (nisab), sementara pajak dikenakan atas berbagai jenis penghasilan dan transaksi ekonomi sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah.
Selanjutnya, sifat kewajiban zakat dan pajak juga berbeda. Zakat dianggap sebagai kewajiban moral dan spiritual yang memperkuat hubungan individu dengan Tuhan dan masyarakat, sementara pajak diatur secara hukum dan bersifat wajib sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Dampak dari zakat dan pajak juga berbeda dalam konteks masyarakat. Zakat memiliki dampak yang lebih langsung dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan mereka yang membutuhkan. Sementara itu, pajak memiliki dampak yang lebih luas dalam membiayai berbagai program dan layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan keamanan.
Meskipun terdapat perbedaan yang signifikan antara zakat dan pajak, keduanya memiliki peran yang penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keadilan sosial dalam masyarakat. Zakat menekankan pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas sosial dalam masyarakat Muslim, sementara pajak menjadi instrumen utama dalam pengelolaan keuangan negara dan penyediaan layanan publik bagi seluruh warga negara. Dengan memahami perbedaan dan peran keduanya, masyarakat dapat lebih memahami serta memanfaatkan secara optimal kontribusi zakat dan pajak dalam membangun kehidupan yang lebih baik bagi semua.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA08/04/2024 | Asmara
Bahagiakan Masyarakat Miskin dengan Zakat Fitrah
Di tengah kehidupan yang penuh dengan kesibukan, sering kali kita lupa akan tanggung jawab sosial terhadap mereka yang kurang beruntung di sekitar kita. Zakat Fitrah adalah salah satu sarana yang diberikan oleh Islam untuk memastikan bahwa tidak ada yang terlupakan atau terpinggirkan selama perayaan Idul Fitri. Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh umat muslim kepada fakir miskin atau mustahik (orang yang berhak menerimanya) dan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan yaitu sebelum dilaksanakan shalat idul fitri.
Adapun dasar anjuran zakat fitrah sesuai dengan sabda Rasulullah Saw yang artinya: “Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah pada bulan ramadhan, sebanyak satu sha’ (3/4) liter dari makanan kurma atau gandum atas tiap-tiap orang merdeka atau hamba, laki-laki maupun perempuan muslim”. (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar r.a)
Zakat fitrah sangat penting bagi fakir miskin karena dapat membantu mempersiapkan kebutuhan mereka saat hari raya Idul Fitri. Selain itu, zakat fitrah juga berperan dalam membangun kesadaran akan kepedulian sosial di antara umat Muslim. Melalui kewajiban ini, setiap Muslim diajak untuk memperhatikan dan membantu mereka yang kurang beruntung, sehingga menguatkan ikatan sosial dan kepedulian di dalam masyarakat. Zakat Fitrah tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat miskin, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat untuk pemberdayaan ekonomi. Dana yang terkumpul dari Zakat Fitrah dapat dialokasikan untuk program-program pengembangan keterampilan, pendidikan, atau usaha mikro bagi masyarakat miskin. Sehingga membantu mereka untuk mandiri secara ekonomi.
Selain itu, zakat fitrah juga menjadi sarana untuk menyebarkan kebahagiaan dalam masyarakat. Melalui zakat fitrah, umat Muslim dapat memastikan bahwa setiap anggota masyarakat termasuk yang kurang mampu dapat merasakan kegembiraan Idul Fitri, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan berbagi kasih.Sehingga, dengan melaksanakan kewajiban Zakat Fitrah juga memiliki dampak spiritual hal dalam bentuk ibadah yang membantu umat Muslim untuk meningkatkan kesadaran mereka akan rasa syukur, kasih sayang, dan solidaritas serta memperkuat hubungan mereka dengan Allah SWT.
Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya memberikan bantuan kepada masyarakat miskin, namun juga membentuk masyarakat yang lebih berempati, berkeadilan, dan beradab. Melalui praktik ini, umat muslim dapat menjadi agen perubahan positif dalam membangun dunia yang lebih baik bagi semua.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA08/04/2024 | Asmara
Transformasi Filantropi Digital: Menguak Potensi Zakat Online
Dalam era di mana teknologi mendominasi hampir setiap aspek kehidupan, konsep zakat, yang merupakan salah satu pilar penting dalam agama Islam, tidak luput dari transformasi digital. Zakat online, yang merupakan praktik memberikan zakat melalui platform online, telah muncul sebagai alternatif yang menarik dan kontroversial. Artikel ini akan mengeksplorasi fenomena zakat online serta potensi dan tantangannya dalam dunia filantropi digital.
Zakat online menghadirkan kemudahan dan kenyamanan bagi individu yang ingin menyalurkan zakat mereka. Dengan hanya beberapa klik, seseorang dapat memberikan zakat tanpa harus pergi ke lembaga amil zakat atau mengurus proses administratif yang rumit. Ini membuka akses bagi banyak orang yang sebelumnya mungkin sulit untuk berzakat secara langsung.
Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pula beberapa tantangan. Salah satunya adalah keamanan dan keabsahan transaksi. Dalam konteks ini, penting bagi individu untuk memastikan bahwa platform zakat online yang mereka gunakan telah diverifikasi dan diawasi oleh lembaga-lembaga amil zakat yang resmi dan terpercaya, seperti BAZNAS dimana untuk memastikan bahwa zakat yang disalurkan benar-benar sampai kepada yang berhak menerima.
Selain itu, ada pula kekhawatiran akan kurangnya transparansi dalam penyaluran dana zakat online. Oleh karena itu, lembaga amil zakat yang mengelola platform zakat online diharapkan memiliki sistem pelaporan yang terbuka dan transparan, sehingga masyarakat dapat melacak dan memverifikasi penggunaan dana zakat secara jelas.
Meskipun demikian, potensi zakat online dalam mendukung pembangunan sosial dan kesejahteraan umat sangat besar. Dengan memanfaatkan teknologi, lembaga amil zakat dapat lebih efisien dalam mengidentifikasi dan membantu masyarakat yang membutuhkan, serta menggalang dukungan dari berbagai pihak untuk program-program kemanusiaan dan sosial yang mereka jalankan.
Dengan demikian, zakat online tidak hanya sekadar sebuah tren atau kontroversi, tetapi juga merupakan bagian dari transformasi filantropi digital yang akan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Namun, kesuksesan zakat online akan sangat bergantung pada keterbukaan, transparansi, dan kepercayaan dari semua pihak yang terlibat dalam ekosistem ini.
Saatnya beraksi dalam kebaikan dengan memberikan zakat online melalui Baznas, karena setiap kontribusi Anda akan memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan, memastikan bantuan tepat sasaran dan terdistribusi dengan baik. Ayo, mari berzakat secara mudah dan aman untuk mewujudkan kebahagiaan bersama-sama.!!!
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA08/04/2024 | Asmara
Mengukur Keberhasilan Program Zakat
Mengukur Keberhasilan Program Zakat : Pendekatan Evaluasi dan Indikator Kinerja
Zakat sebagai salah satu pilar utama dalam agama Islam yang memiliki peran penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program zakat, diperlukan pendekatan evaluasi yang tepat dan indikator kinerja yang jelas. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai pendekatan evaluasi yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan program zakat serta indikator kinerja yang relevan untuk mengevaluasi dampaknya.
Pendekatan Evaluasi Program Zakat
1. Pendekatan Input-Output
Pendekatan ini mengukur efisiensi penggunaan sumber daya (input) dalam menghasilkan output tertentu. Dalam konteks zakat, input dapat berupa dana zakat yang terkumpul dan sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan dan distribusi zakat. Outputnya bisa berupa jumlah dana yang didistribusikan, jumlah penerima manfaat, dan jenis bantuan yang diberikan.
2. Pendekatan Logika Program
Pendekatan ini menganalisis asumsi dasar di balik program zakat, strategi pelaksanaan, dan hubungannya dengan hasil yang diharapkan. Evaluasi dilakukan dengan memeriksa sejauh mana program tersebut berjalan sesuai dengan logika dan tujuannya. Misalnya, jika tujuan utama program adalah mengentaskan kemiskinan, evaluasi akan fokus pada dampak program terhadap kemiskinan di masyarakat.
3. Pendekatan Partisipatif
Pendekatan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan dalam proses evaluasi. Penerima manfaat, lembaga pengelola zakat, dan komunitas lokal dapat memberikan wawasan berharga tentang efektivitas program zakat. Dengan melibatkan mereka, evaluasi menjadi lebih holistik dan memperhitungkan perspektif yang beragam.
4. Pendekatan Multi-Metode
Pendekatan ini menggabungkan berbagai metode evaluasi, seperti survei, wawancara, dan analisis data, untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang keberhasilan program zakat. Dengan menggunakan pendekatan multi-metode, evaluasi dapat mengatasi kelemahan dari setiap metode secara terpisah dan menghasilkan hasil yang lebih akurat.
Indikator Kinerja Program Zakat
1. Jumlah Dana Zakat yang Terkumpul
Indikator ini mengukur seberapa efektif program zakat dalam mengumpulkan dana dari masyarakat. Peningkatan jumlah dana yang terkumpul dapat menjadi tanda kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
2. Tingkat Penerima Manfaat yang Terlayani
Indikator ini mengukur seberapa besar proporsi dari total penerima manfaat yang menerima bantuan dari program zakat. Semakin tinggi tingkat penerima manfaat yang terlayani, semakin besar dampak positif yang dihasilkan oleh program zakat.
3. Tingkat Kemiskinan di Masyarakat
Indikator ini mencerminkan sejauh mana program zakat berhasil mengurangi tingkat kemiskinan di masyarakat. Penurunan tingkat kemiskinan dapat dianggap sebagai indikasi keberhasilan program zakat dalam mencapai tujuan sosialnya.
4. Peningkatan Kesejahteraan Penerima Manfaat
Indikator ini mengukur dampak program zakat terhadap kesejahteraan penerima manfaat, seperti peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Peningkatan kesejahteraan ini menjadi cerminan dari keberhasilan program zakat dalam meningkatkan taraf hidup penerima manfaat.
5. Tingkat Partisipasi Masyarakat
Indikator ini mengukur seberapa besar partisipasi masyarakat dalam program zakat, baik sebagai penerima maupun penyumbang. Tingkat partisipasi yang tinggi menunjukkan adanya dukungan yang kuat dari masyarakat terhadap program zakat.
6. Tingkat Transparansi dan Akuntabilitas
Indikator ini mengukur sejauh mana program zakat menjalankan praktik transparan dan akuntabel dalam pengelolaan dan distribusi dana zakat. Tingkat transparansi dan akuntabilitas yang tinggi akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program zakat.
Dalam mengukur keberhasilan program zakat, penting untuk menggunakan pendekatan evaluasi yang tepat dan indikator kinerja yang relevan. Pendekatan evaluasi seperti input-output, logika program, partisipatif, dan multi-metode dapat digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang holistik tentang keberhasilan program zakat. Sementara itu, indikator kinerja seperti jumlah dana zakat yang terkumpul, tingkat penerima manfaat yang terlayani, dan tingkat kemiskinan di masyarakat dapat memberikan gambaran yang jelas tentang dampak program zakat terhadap kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan menggunakan pendekatan evaluasi dan indikator kinerja ini, diharapkan program zakat dapat terus meningkatkan efektivitasnya dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA08/04/2024 | Asmara
Menunaikan Zakat pada Bulan Ramadan
Bulan Ramadan bukan hanya ibadah puasa saja, tetapi juga merupakan waktu yang sangat tepat untuk menunaikan kewajiban zakat. Zakat adalah bentuk penting dari ibadah yang menekankan solidaritas sosial, keadilan, dan kepedulian terhadap mereka yang kurang beruntung. Zakat adalah bagian penting dalam ajaran Islam yang menekankan pentingnya berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan. Pada dasarnya zakat merupakan salah satu ibadah wajib bagi mereka yang mampu yang bertujuan untuk membantu fakir dan miskin yang kurang mampu.
Dengan berzakat salah satu cara utama untuk membersihkan harta dari sifat kikir dan mengingatkan orang-orang kaya akan tanggung jawab mereka terhadap masyarakat yang lebih luas. Bulan Ramadan dikenal sebagai bulan penuh berkah, di mana pahala amal diberikan secara berlipat ganda. Oleh karena itu, menunaikan zakat pada bulan ramadhan dianggap sebagai waktu yang tepat dan tindakan yang lebih diberkahi. Banyak orang Islam memilih untuk menunaikan zakat mereka selama bulan Ramadan untuk mendapatkan manfaat spiritual tambahan dan pahala yang lebih..
Adapun cara menunaikan zakat dengan benar, diantaranya:
Pertama, sebelum menunaikan zakat, penting untuk menghitung dengan akurat jumlah harta yang dimiliki dan menentukan jumlah zakat yang harus dibayar. Ini melibatkan perhitungan 2,5% dari total aset yang dimiliki selama satu tahun.
Kedua, penerima zakat yang sah yaitu zakat harus diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, orang yang membutuhkan, pekerja yang terlibat dalam pengumpulan dan distribusi zakat, orang yang membutuhkan pembayaran hutang, para musafir, dan lain-lain.
Ketiga, Saat menunaikan zakat, penting untuk memastikan distribusinya dilakukan dengan adil dan merata di antara penerima yang berhak. Ini membantu memastikan bahwa manfaatnya merata di seluruh masyarakat.
Keempat, Saat memberikan zakat, pastikan untuk melakukannya dengan penuh kehati-hatian dan kebaikan hati. Ini termasuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan tanpa membuat mereka merasa rendah diri atau terhina.
Menunaikan zakat selama bulan Ramadan tidak hanya sebagai kewajiban agama saja, namun juga dapat memberikan manfaat seperti memperkuat rasa kepedulian sosial dan kepedulian terhadap sesama, mempererat ikatan dalam masyarakat., sebagai pengingat yang kuat akan berkah rezeki yang diberikan Allah SWT dan tanggung jawab kita untuk berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. serta dapat membersihkan hati dan harta dari sifat kikir dan tamak, membantu seseorang mencapai kedamaian dan kedamaian batin.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA08/04/2024 | Asmara
Apakah Boleh Membayar Fidyah di Luar Bulan Ramadan?
Fidyah adalah pembayaran yang diberikan sebagai pengganti ketika seseorang tidak dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan karena alasan kesehatan atau kondisi lainnya. Namun, ada pertanyaan yang sering muncul, yaitu apakah boleh membayar fidyah di luar bulan Ramadan? Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu mempertimbangkan beberapa faktor dan pandangan yang ada dalam agama Islam.
Secara umum, pandangan mayoritas ulama menyatakan bahwa fidyah harus dibayar selama bulan Ramadan atau sebelum Idul Fitri (Hari Raya). Ini karena fidyah berkaitan langsung dengan ibadah puasa Ramadan yang berlangsung sepanjang bulan tersebut. Ada beberapa hadis yang menunjukkan bahwa fidyah harus dibayar selama Ramadan, seperti hadis yang menyatakan bahwa "Barangsiapa yang tidak puasa pada sehari di bulan Ramadan tanpa ada udzur yang halal, maka ia tidak bisa menggantinya dengan puasa di hari lain dan dia harus membayar fidyah."
Namun, terdapat juga pendapat minoritas ulama yang memperbolehkan pembayaran fidyah di luar bulan Ramadan. Mereka berargumen bahwa tujuan fidyah adalah untuk memberikan penggantian dan kontribusi kepada mereka yang membutuhkan. Oleh karena itu, jika seseorang tidak dapat berpuasa di bulan Ramadan, tetapi ingin memberikan fidyah di luar bulan tersebut untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, pendapat ini menganggapnya boleh.
Pendapat yang memperbolehkan membayar fidyah di luar bulan Ramadan sebagian besar didasarkan pada prinsip kebaikan, kasih sayang, dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Mereka berpendapat bahwa memberikan fidyah di luar bulan Ramadan tetap mencerminkan nilai-nilai kebaikan dan kepedulian sosial yang diajarkan dalam agama Islam.
Namun, penting untuk dicatat bahwa pandangan ini adalah minoritas dan mayoritas ulama berpendapat bahwa fidyah sebaiknya dibayar selama bulan Ramadan. Alasan utamanya adalah agar seseorang tetap terhubung dengan ibadah puasa Ramadan dan menjalankannya sesuai dengan ketentuan agama.
Jika seseorang memiliki alasan yang sah dan tidak dapat berpuasa selama bulan Ramadan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ulama atau ahli agama yang dapat memberikan panduan yang lebih spesifik. Mereka dapat memberikan penjelasan yang sesuai berdasarkan situasi pribadi dan kondisi kesehatan individu tersebut. Mereka juga dapat memberikan alternatif lain, seperti membayar kaffarah dalam kasus-kasus pelanggaran serius terhadap hukum-hukum puasa.
Dalam rangka menjaga keutuhan ibadah dan menghormati nilai-nilai agama, sangat dianjurkan agar fidyah dibayar selama bulan Ramadan atau sebelum Idul Fitri. Namun, jika seseorang memiliki pendapat yang berbeda atau memiliki alasan yang kuat, disarankan untuk mencari bimbingan ulama yang kompeten agar dapat mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan situasi pribadi mereka.
Dalam semua hal, penting untuk menjaga niat yang tulus dan mengutamakan nilai-nilai kebaikan, kasih sayang, dan kepedulian sosial dalam melakukan tindakan ibadah dan amal kebajikan.
Penulis: Yoga Pratama
================
#HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ Mari tunaikan zakat, infaq, sedekah, fidyah, kafarat dan qurban transfer ke rekening: BSI : 4441111121 BRI : 153101000005307 an. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta Atau melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
?
BERITA08/04/2024 | Yoga Pratama
Infaq: Menyentuh Hati, Membangun Kebaikan
Infaq, sebuah praktik yang membumi namun memiliki dampak yang besar, adalah salah satu pilar penting dalam ajaran Islam. Lebih dari sekadar memberi, infaq merupakan perwujudan dari kepedulian, kebaikan, dan kedermawanan yang menjadi ciri khas umat Muslim. Dalam sudut pandang Islam, infaq bukan hanya tentang memberikan sebagian dari harta, tetapi juga tentang memberikan sebagian dari hati.
Dalam Al-Qur’an, infaq disebutkan berulang kali sebagai tindakan yang diberkati oleh Allah SWT. Hal ini menunjukkan pentingnya amal ini dalam mencapai keberkahan spiritual dan materi. Rasulullah Muhammad SAW juga memberikan contoh nyata tentang betapa mulianya infaq dalam kehidupan sehari-hari, dengan menyebutnya sebagai “pohon di surga yang daunnya jatuh ke bumi.” Pesan ini menegaskan bahwa setiap bentuk infaq, sekecil apapun, memiliki nilai yang luar biasa di mata Allah SWT.
Namun, makna sejati dari infaq terletak bukan hanya pada tindakan itu sendiri, tetapi pada dampak yang dihasilkannya. Infaq adalah jembatan yang menghubungkan harta ke tangan-tangan yang membutuhkan, membawa harapan kepada yang putus asa, dan memberi cahaya kepada mereka yang terperangkap dalam kegelapan. Dengan memberikan infaq, seseorang tidak hanya memberikan materi, tetapi juga memberikan dukungan moral dan emosional kepada sesama manusia.
Selain itu, infaq juga merupakan katalisator untuk perubahan sosial yang lebih besar. Dalam masyarakat yang diwarnai oleh ketidaksetaraan dan ketidakadilan, infaq menjadi alat untuk mengatasi kesenjangan dan memperkuat ikatan sosial. Melalui infaq, seseorang tidak hanya membantu individu yang membutuhkan, tetapi juga membantu membangun masyarakat yang lebih berempati, adil, dan inklusif.
Dalam kesimpulannya, infaq adalah lebih dari sekadar tindakan memberi. Ia adalah simbol dari nilai-nilai yang paling mulia dalam Islam: kasih sayang, kebaikan, dan kedermawanan. Dengan memberikan infaq, seseorang tidak hanya menyentuh hati mereka yang menerima, tetapi juga membantu membangun kebaikan yang akan berlanjut dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, mari kita jadikan infaq sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, karena di dalamnya terdapat kekuatan untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua.
BERITA08/04/2024 | Anisa
Infak: Sebuah Tindakan Mulia yang Harus Dijauhkan dari Riya
Infak, dalam Islam, adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Secara harfiah, infak berarti memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada orang lain sebagai bentuk amal kebajikan. Namun, seperti halnya ibadah lainnya, niat yang tulus dan ikhlas sangatlah penting dalam melakukan infak. Sayangnya, ada fenomena yang sering terjadi dalam masyarakat, yaitu infak yang dilakukan dengan disertai riya atau kesombongan. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang infak dan bahaya riya yang terkandung di dalamnya.
Pertama-tama, penting untuk memahami konsep infak dalam Islam. Infak bukanlah sekadar memberikan sebagian harta kepada yang membutuhkan, tetapi lebih dari itu, infak merupakan pengorbanan yang dilakukan atas dasar iman dan kecintaan kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam Al-Quran, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai” (QS Ali Imran: 92). Dari ayat ini, jelas bahwa infak harus dilakukan dengan ikhlas dan tanpa pamrih.
Namun, dalam prakteknya, seringkali manusia tergoda untuk menunjukkan amal baik mereka kepada orang lain. Hal ini dapat mengarah pada riya, yaitu memperlihatkan amal kebajikan semata-mata untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari manusia, bukan karena Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang itu akan mendapatkan apa yang dia niatkan” (HR Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, riya merupakan perbuatan yang sangat tercela dalam Islam.
Bahaya riya dalam infak sangatlah besar. Pertama, riya dapat merusak ikhlasnya amal ibadah. Ketika seseorang melakukan infak dengan niat riya, maka amal tersebut tidak lagi dianggap sebagai ibadah yang diterima oleh Allah SWT, melainkan sebagai pameran kesombongan yang sia-sia. Kedua, riya dapat merusak hubungan seseorang dengan Allah SWT. Allah SWT mencintai hamba-Nya yang ikhlas dalam beribadah, sedangkan riya adalah bentuk kemunafikan yang menjauhkan manusia dari rahmat dan keberkahan-Nya.
Bagaimanakah cara menghindari riya dalam berinfak? Pertama-tama, seseorang harus selalu mengingatkan dirinya sendiri bahwa semua amal baik yang dilakukan adalah semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kedua, berinfak secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui oleh orang lain merupakan salah satu cara terbaik untuk menghindari riya. Rasulullah SAW bersabda, “Tujuh golongan manusia akan mendapatkan naungan Allah di hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya, di antaranya adalah seseorang yang bersedekah dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya tidak mengetahui” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam kesimpulannya, infak merupakan ibadah yang sangat mulia dalam Islam. Namun, infak yang dilakukan dengan riya dapat menghilangkan nilai ibadah tersebut di mata Allah SWT. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi setiap Muslim untuk menjauhkan diri dari sikap riya dalam berinfak dan selalu mengutamakan niat yang ikhlas semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.
BERITA08/04/2024 | Ilmi
Infak di saat berbuka
“Infak di saat berbuka” merujuk kepada amalan memberi sedekah atau berbagi kepada orang lain pada saat waktu berbuka puasa, khususnya dalam konteks bulan Ramadan bagi umat Islam. Amalan ini sangat dianjurkan dalam Islam karena berbagai alasan, antara lain:1. **Meningkatkan Keberkahan:** Berbagi dengan orang lain, terutama dengan mereka yang membutuhkan, di momen berbuka puasa dipercaya dapat meningkatkan keberkahan dalam hidup seseorang. Hal ini karena berbuka puasa merupakan momen yang ditunggu-tunggu sehingga menjadi peluang yang baik untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama.2. **Membangun Solidaritas:** Infak di saat berbuka juga berperan dalam membangun solidaritas antar umat Islam. Saat bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia berpuasa bersamaan, dan dengan berinfak, mereka turut merasakan dan memahami kondisi yang dialami oleh saudara-saudaranya yang kurang mampu.3. **Mendapatkan Pahala:** Sesuai dengan ajaran Islam, berinfak, khususnya dalam kondisi tertentu seperti saat berbuka, dapat meningkatkan pahala seorang muslim. Ada pernyataan Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa memberi makan kepada orang yang berpuasa dapat mendatangkan pahala tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.4. **Mengurangi Ketidaksetaraan:** Amalan ini juga turut serta dalam usaha mengurangi ketidaksetaraan sosial dan ekonomi. Dengan berinfak, orang yang lebih mampu dapat berbagi sebagian dari rezekinya kepada mereka yang membutuhkan, sehingga membantu meringankan beban hidup mereka, setidaknya dalam momen berbuka puasa.Cara berinfak bisa beragam, mulai dari menyediakan makanan untuk berbuka puasa di masjid atau tempat-tempat umum, memberikan paket makanan kepada orang-orang yang membutuhkan, sampai dengan memberikan sumbangan kepada lembaga-lembaga yang mengorganisir acara berbuka bersama untuk orang-orang yang membutuhkan.Inti dari semua itu adalah semangat untuk berbagi dan menyebarkan kebaikan, terutama di momen-momen penting seperti bulan Ramadan. Ini merupakan bagian dari praktik keimanan yang mengajarkan pentingnya mengasihi dan membantu sesama.
BERITA08/04/2024 | Ady
Mengenal Fidyah, Denda Muslim Tak Bisa Puasa, dan Cara Menghitungnya
Fidyah adalah pembayaran yang diberikan oleh seorang Muslim sebagai pengganti ketika mereka tidak dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan karena alasan kesehatan atau kondisi lainnya. Ini adalah bentuk penggantian yang diperbolehkan dalam agama Islam untuk memastikan bahwa individu yang tidak dapat berpuasa tetap memberikan kontribusi kepada mereka yang membutuhkan. Berikut ini adalah penjelasan tentang fidyah, denda Muslim tak bisa puasa, dan cara menghitungnya.
1. Pengertian Fidyah: Fidyah adalah pembayaran yang diberikan sebagai pengganti puasa yang tidak dilaksanakan. Ini berlaku untuk orang-orang yang memiliki alasan yang sah, seperti penyakit yang mencegah mereka berpuasa atau kondisi kesehatan lainnya yang memerlukan perawatan dan tidak memungkinkan untuk berpuasa. Fidyah juga berlaku bagi wanita hamil atau menyusui yang khawatir tentang pengaruh puasa terhadap kesehatan mereka atau bayi mereka.
2. Tujuan Fidyah: Tujuan utama fidyah adalah untuk memastikan bahwa individu yang tidak dapat berpuasa tetap memberikan kontribusi kepada mereka yang membutuhkan. Fidyah juga memungkinkan individu tersebut untuk tetap terhubung dengan ibadah puasa Ramadan dan merasakan bagian dari keberkahan bulan suci ini. Selain itu, fidyah juga dapat meningkatkan rasa syukur, kesadaran, dan rasa terima kasih terhadap nikmat Allah SWT.
3. Cara Menghitung Fidyah: Untuk menghitung fidyah, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Metode yang umum digunakan adalah dengan membayar fidyah sebesar satu mud (sekitar setengah liter) makanan pokok setiap hari yang tidak dijalankan puasa. Alternatifnya, sejumlah uang dapat digunakan sebagai pengganti makanan. Harga makanan yang digunakan sebagai acuan dapat disesuaikan dengan harga makanan pokok yang umum dikonsumsi di daerah setempat.
4. Contoh Perhitungan Fidyah: Sebagai contoh, jika seseorang tidak berpuasa selama 10 hari dalam bulan Ramadan, mereka perlu membayar fidyah sebesar 10 mud makanan pokok atau jumlah uang yang setara dengan 10 kali harga makanan pokok. Harga makanan pokok yang digunakan sebagai referensi harus disesuaikan dengan kondisi lokal dan biaya hidup yang berlaku.
5. Distribusi Fidyah: Fidyah biasanya diberikan kepada fakir miskin atau mereka yang membutuhkan. Dalam banyak kasus, fidyah dapat diberikan kepada lembaga amal atau organisasi yang memiliki program pemberian makanan kepada mereka yang membutuhkan. Penting untuk memastikan bahwa fidyah disalurkan dengan benar agar dapat mencapai orang-orang yang membutuhkannya.
Penting untuk dicatat bahwa fidyah harus dibayar selama bulan Ramadan atau sebelum Idul Fitri. Namun, jika seseorang tidak menyadari bahwa mereka tidak dapat berpuasa hingga setelah Lebaran, mereka harus segera meminta maaf kepada Allah SWT dan melakukan tawbah (taubat) atas ketidakmampuan mereka. Dalam situasi seperti itu, mereka tidak diwajibkan untuk membayar fidyah.
Mengenal fidyah, denda Muslim tak bisa puasa, dan cara menghitungnya penting bagi individu yang tidak dapat menjalankan puasa Ramadan karena alasan yang sah. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap berkontribusi dan merasakan bagian dari keberkahan Ramadan, sambil memenuhi kewajiban agama mereka. Konsultasikan dengan ulama atau ahli agama jika ada keraguan atau pertanyaan lebih lanjut terkait fidyah dan penggantian puasa dalam agama Islam.
Penulis: Yoga Pratama
================
#HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ Mari tunaikan zakat, infaq, sedekah, fidyah, kafarat dan qurban transfer ke rekening: BSI : 4441111121 BRI : 153101000005307 an. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta Atau melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
?
BERITA08/04/2024 | Yoga Pratama
Zakat Perdagangan Dalam Islam
Zakat Perdagangan Dalam Islam: Konsep, Kewajiban, dan Manfaatnya
Kata zakat memiliki beberapa arti yaitu al-baraktu artinya keberkahan, al-namaa artinya pertumbuhan dan perkembangan. Zakat adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim yang diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. Perdagangan atau perniagaan adalah pekerjaan membeli barang dari suatu tempat atau pada suatu waktu dan menjual barang di tempat lain dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Dalam Islam, zakat perdagangan merupakan salah satu aspek penting dari sistem ekonomi yang didasarkan pada prinsip keadilan, solidaritas sosial, dan kesejahteraan umum. Tujuan zakat perdagangan diharapkan dapat menghimpun dana sebesar-besarnya dari berbagai usaha perdagangan.
Konsep Zakat Perdagangan
Zakat perdagangan (dalam hukum Islam dinamakan zakat tijarah) adalah zakat yang dikeluarkan atas kepemilikan harta yang diperuntukkan untuk jual beli. Sebagaimana yang terdapat dalam Hadits: “Dari Abu Hurairah r.a, dia berkata, “ Nabi Saw, bersabda: “Barangsiapa bersedekah dengan ukuran seharga sebutir kurma dari hasil usahanya yang baik (halal), dan Allah tidak menerima sedekah, kecuali dari hasil usaha yang baik”.
Zakat perdagangan adalah salah satu jenis zakat dalam Islam, yang secara khusus dikenakan atas modal usaha dan keuntungan yang diperoleh dari transaksi jual beli. Konsep ini didasarkan pada prinsip bahwa kekayaan yang diperoleh harus didistribusikan secara adil dalam masyarakat, dan individu yang memiliki modal usaha memiliki kewajiban moral untuk menyumbangkan sebagian dari kekayaan mereka kepada yang membutuhkan.
Kewajiban Zakat Perdagangan
Zakat perdagangan merupakan salah satu kewajiban bagi umat muslim yang berprofesi pedagang. pada ajaran Islam yang mengharuskan umatnya untuk memberikan sebagian dari kekayaan mereka kepada mereka yang kurang beruntung sebagai bentuk solidaritas sosial dan kesejahteraan umum.
Wajib zakat yang dikenakan pada individu yang berprofesi sebagai pedagang harus memenuhi syarat kekayaan dagang wajib zakat diantaranya: niat zakat, harta yang dipperoleh dari berdagang mencapai haul, nisab setara 85 gram emas, besarnya kadar zakat 2,5% dari pendapatan bersih, dalam pembayarannya dapat berupa barang atau uang.
Adapun bentuk zakat perdagangan mencakup usaha industri, usaha perhotelan, usaha ekspor-impor, kontraktor, percetakan/penerbitan, supermarket dan swalayan. Zakat juga dikenakan pada produk lembaga keuangan syariah baik bank maupun bank yang ketentuannya disesuaikan menurut akad masing-masing produk. Kewajiban zakat perdagangan ini menjadi tujuan agamis, spiritual, finansial, ekonomi, sosial yang pada akhirnya dapat mencapai kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Disamping itu, sebagian besar masyarakat muslim wajib hukumnya untuk menunaikan perintah agama Islam yaitu dengan membayar zakat dari hasil dagangnnya setelah ia mendapatkan keuntungan.
Manfaat Zakat Perdagangan
Zakat perdagangan memiliki berbagai manfaat baik secara spiritual maupun sosial-ekonomi. Secara spiritual, membayar zakat perdagangan membantu menyucikan harta dan mengingatkan individu untuk tidak terlalu terikat pada dunia materi. Secara sosial-ekonomi, zakat perdagangan membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dalam masyarakat, meningkatkan kesejahteraan umum, dan memperkuat solidaritas sosial di antara berbagai lapisan masyarakat.
Oleh karena itu, zakat perdagangan adalah kewajiban keagamaan dalam Islam yang menekankan pentingnya berbagi kekayaan dengan mereka yang kurang beruntung. Dengan memahami konsep, kewajiban, dan manfaat zakat perdagangan. Umat muslim dapat berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadilan sosial sesuai dengan ajaran Islam.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA07/04/2024 | Asmara
Implementasi Zakat di Negara-Negara Mayoritas Muslim
Implementasi Zakat di Negara-Negara Mayoritas Muslim : Tantangan dan Peluang
Zakat sebagai salah satu pilar penting dalam Islam, memiliki peran yang signifikan dalam membentuk ekonomi dan sosial masyarakat Muslim. Dalam negara-negara mayoritas Muslim, implementasi zakat sering kali menjadi fokus utama dalam upaya menciptakan kesejahteraan yang merata. Namun, proses implementasi zakat juga menghadapi tantangan yang kompleks, sekaligus menawarkan peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut. Artikel ini akan mengeksplorasi berbagai aspek terkait implementasi zakat di negara-negara mayoritas Muslim, dengan menyoroti tantangan yang dihadapi dan peluang yang dapat dimanfaatkan.
1. Tantangan Implementasi Zakat :
a. Kurangnya Kesadaran : Salah satu tantangan utama dalam implementasi zakat adalah rendahnya kesadaran di kalangan umat Islam tentang kewajiban zakat dan potensi dampaknya terhadap kesejahteraan sosial.
b. Kekurangan Infrastruktur : Banyak negara mayoritas Muslim mengalami kekurangan infrastruktur yang memadai untuk mengelola dan mendistribusikan zakat dengan efisien. Hal ini dapat menghambat efektivitas program zakat.
c. Kebijakan dan Regulasi yang Tidak Konsisten : Adanya kebijakan dan regulasi yang tidak konsisten mengenai zakat dapat menghambat pelaksanaan yang efektif. Selain itu, kebijakan yang tidak jelas dapat menyebabkan kebingungan dan ketidakpastian di kalangan masyarakat.
d. Masalah Korupsi : Korupsi merupakan masalah serius yang dapat menghambat distribusi zakat secara adil dan merata. Kekhawatiran akan penyalahgunaan dana zakat sering kali menjadi kendala dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga yang mengelola zakat.
2. Peluang Implementasi Zakat :
a. Inovasi Teknologi : Penggunaan teknologi modern, seperti platform digital dan aplikasi mobile, dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan, pengelolaan, dan distribusi zakat. Inovasi ini dapat membantu mengatasi beberapa tantangan infrastruktur yang dihadapi.
b. Peningkatan Kesadaran dan Pendidikan : Upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang zakat melalui pendidikan dan kampanye sosial dapat membantu mengatasi kurangnya pemahaman di kalangan masyarakat Muslim.
c. Kolaborasi antara Pemerintah dan Swasta : Kerja sama antara pemerintah, lembaga amil zakat, dan sektor swasta dapat membantu memperkuat infrastruktur zakat dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat.
d. Pemberdayaan Ekonomi Lokal : Zakat dapat digunakan sebagai instrumen untuk mendorong pengembangan ekonomi lokal, dengan memberikan bantuan kepada pengusaha kecil dan menengah serta program-program yang mempromosikan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam implementasi zakat, penting bagi negara-negara mayoritas Muslim untuk melakukan langkah-langkah strategis yang menyeluruh. Ini termasuk upaya untuk meningkatkan kesadaran, memperbaiki infrastruktur, memperkuat regulasi, dan mengembangkan inovasi dalam pengelolaan zakat. Dengan demikian, zakat dapat menjadi instrumen efektif dalam menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Muslim dan memperkuat fondasi ekonomi dan sosial mereka.
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA07/04/2024 | Asmara
Keutamaan Membayar Fidyah Ramadan
Ramadan adalah bulan suci dalam agama Islam yang diisi dengan ibadah puasa. Namun, ada beberapa situasi di mana seseorang tidak dapat berpuasa karena alasan kesehatan atau kondisi lainnya. Dalam hal ini, membayar fidyah Ramadan menjadi pilihan yang diperbolehkan dan memiliki keutamaan tersendiri. Berikut ini adalah beberapa keutamaan membayar fidyah Ramadan:
Menjaga Kepenuhan Ibadah Puasa: Salah satu keutamaan membayar fidyah Ramadan adalah memastikan integritas dan keutuhan ibadah puasa. Meskipun seseorang tidak dapat menjalankan puasa secara fisik, membayar fidyah memungkinkan mereka untuk tetap merasakan bagian dari keberkahan Ramadan dan berkontribusi dalam bentuk penggantian kepada mereka yang membutuhkan. Dengan membayar fidyah, seseorang menghormati nilai-nilai puasa dan menjaga hubungannya dengan bulan yang penuh berkah ini.
Memberikan Bantuan kepada Yang Membutuhkan: Fidyah Ramadan biasanya berupa pembayaran yang diberikan kepada fakir miskin atau mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka. Dalam konteks ini, membayar fidyah Ramadan memberikan kesempatan bagi individu yang tidak dapat berpuasa untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kebaikan dan kepedulian sosial yang sangat ditekankan dalam agama Islam.
Mendapatkan Pahala dan Pengampunan: Membayar fidyah Ramadan juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan pahala dan pengampunan dari Allah SWT. Meskipun seseorang tidak dapat menjalankan puasa secara penuh, niat baik dan usaha untuk menggantinya dengan membayar fidyah diakui dan dihargai oleh Allah SWT. Hal ini mencerminkan kerendahan hati, ketulusan, dan keinginan yang kuat untuk beribadah meskipun dalam situasi yang tidak memungkinkan.
Menyeimbangkan Antara Kepatuhan dan Kesehatan: Ada situasi di mana seseorang tidak dapat berpuasa karena alasan kesehatan yang serius. Dalam kasus-kasus ini, membayar fidyah Ramadan memungkinkan seseorang untuk menjaga kesehatan mereka dengan memenuhi kewajiban agama mereka secara proporsional. Dengan memahami batasan dan mengambil langkah yang diperbolehkan untuk membayar fidyah, seseorang dapat menyeimbangkan antara ketaatan agama dan menjaga kesehatan mereka sendiri.
Meningkatkan Rasa Syukur dan Kesadaran: Membayar fidyah Ramadan mengingatkan seseorang akan berkah dan nikmat yang diberikan kepada mereka. Dalam situasi di mana mereka tidak dapat menjalankan puasa, mereka masih diberi kesempatan untuk berbuat kebaikan dengan membantu mereka yang membutuhkan melalui fidyah. Hal ini dapat meningkatkan rasa syukur, kesadaran, dan rasa terima kasih terhadap segala yang Allah SWT berikan.
Membayar fidyah Ramadan adalah bentuk pengganti yang diakui dan diperbolehkan dalam agama Islam. Dalam situasi ketika seseorang tidak dapat berpuasa, membayar fidyah Ramadan memungkinkan mereka untuk tetap terhubung dengan bulan yang penuh berkah ini dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Dengan keutamaan-keutamaan yang terkait dengannya, membayar fidyah Ramadan menjadi cara yang bermanfaat dan berarti untuk menjaga keterhubungan spiritual dan sosial selama bulan suci ini.
Penulis: Yoga Pratama
================
#HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ Mari tunaikan zakat, infaq, sedekah, fidyah, kafarat dan qurban transfer ke rekening: BSI : 4441111121 BRI : 153101000005307 an. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta Atau melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
?
BERITA07/04/2024 | Yoga Pratama

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat


