WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Rakor Optimalisasi Peran Peran Mal Pelayanan Publik (MPP)

Yogyakarta – BAZNAS Kota Yogyakarta menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Peran Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk peningkatan daya tarik investasi yang dilaksanakan pada Kamis (12/2) di Ruang Rapat Arjuna Lantai 3.

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Substansi Penanaman Modal I tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Yogyakarta, Budi Santosa, S.STP., M.Si.

Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, lembaga vertikal, aparat penegak hukum, perbankan, hingga lembaga layanan publik lainnya. Kehadiran lintas sektor diharapkan mampu memperkuat integrasi layanan pada MPP sehingga semakin efektif, cepat, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Partisipasi BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi wujud komitmen dalam mendukung sinergi antarinstansi demi peningkatan kualitas pelayanan publik. Kolaborasi yang kuat melalui MPP diharapkan ikut menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif di Kota Yogyakarta.

Melalui forum ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap koordinasi dan komunikasi antar lembaga terus terjalin dengan baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

 

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id/

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

12/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang 1
Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta

Tarhib Ramadhan sebagai Spirit Menyambut Bulan Suci

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menghadirkan kegiatan bernuansa religius dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan melalui agenda Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Masjid Pangeran Diponegoro, Balaikota Yogyakarta. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan spiritual generasi muda Islam sebelum memasuki bulan penuh berkah. Sejak pagi hari, para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun secara khidmat dan inspiratif.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini diikuti oleh Kader Hafidz serta Kader Remaja Masjid binaan BAZNAS Kota Yogyakarta yang selama ini aktif dalam program pembinaan keagamaan. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat kolektif untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan ilmu yang cukup. BAZNAS Kota Yogyakarta memandang generasi muda sebagai aset strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam setiap program yang dijalankan.

Masjid Pangeran Diponegoro dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis dan simbolis sebagai pusat kegiatan keagamaan di lingkungan pemerintahan Kota Yogyakarta. Suasana masjid yang sejuk dan penuh ketenangan menambah kekhusyukan selama acara berlangsung. Para peserta tampak mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Nuansa kebersamaan begitu terasa, menciptakan energi positif yang menguatkan semangat menyambut Ramadhan.

Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa Tarhib Ramadhan bukan sekadar seremonial, melainkan sarana membangun kesiapan lahir dan batin. Ramadhan dipandang sebagai bulan pendidikan spiritual yang harus disambut dengan kesadaran dan pemahaman yang baik. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak mulia menjadi pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Kader Hafidz yang hadir merupakan para penghafal Al-Qur’an yang selama ini mendapatkan pendampingan dari BAZNAS Kota Yogyakarta. Keberadaan mereka diharapkan mampu menghidupkan masjid dan lingkungan sekitar dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Sementara itu, Kader Remaja Masjid menjadi motor penggerak kegiatan keislaman yang kreatif dan inklusif. Kolaborasi keduanya menciptakan sinergi yang kuat dalam dakwah berbasis generasi muda.

Rangkaian acara Tarhib Ramadhan diisi dengan tausiyah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta refleksi persiapan menyambut Ramadhan. Materi yang disampaikan mengajak peserta untuk melakukan muhasabah diri dan memperbaiki niat dalam beribadah. Para pemateri juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi amal kebaikan, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga setelahnya. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan namun penuh makna.

Selain penguatan spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antar kader dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta. Interaksi yang terjalin memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam satu visi dakwah. Para peserta saling berbagi pengalaman dan motivasi dalam menjalankan peran sebagai kader binaan BAZNAS Kota Yogyakarta. Hal ini menjadi modal sosial yang penting untuk keberlanjutan program-program keumatan.

BAZNAS Kota Yogyakarta secara konsisten menjadikan pembinaan kader sebagai bagian dari strategi pengelolaan zakat yang berdampak jangka panjang. Tidak hanya fokus pada pendistribusian dana, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak. Tarhib Ramadhan menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai lembaga yang tidak hanya amanah, tetapi juga visioner.

Semangat menyambut Ramadhan yang ditanamkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menular ke masyarakat luas. Para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai kebaikan di lingkungan masing-masing. Dengan bekal ilmu dan spiritualitas yang kuat, mereka diharapkan dapat menghidupkan suasana Ramadhan yang penuh makna. BAZNAS Kota Yogyakarta percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini juga menjadi pengingat pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung program-program pembinaan umat. Dana ZIS yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam program kaderisasi. Dukungan para muzaki menjadi kunci keberlangsungan program-program tersebut. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperluas dampak kebaikan.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum berbagi dan peduli. Tidak hanya melalui ibadah personal, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang nyata. Zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial. Dengan menunaikan ZIS melalui lembaga resmi, kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana doa bersama menjadi momen yang penuh haru dan kekhusyukan. Para peserta memanjatkan doa agar Ramadhan yang akan datang dapat dilalui dengan penuh keberkahan dan keistiqamahan. Harapan besar disematkan agar para kader mampu menjalankan perannya dengan baik di tengah masyarakat. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendampingi dan membersamai para kader dalam setiap langkah kebaikan.

Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid ini menjadi bukti nyata kepedulian BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang berdaya. Melalui sinergi antara pembinaan spiritual dan dukungan ZIS, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih religius dan sejahtera. Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan kebaikan. Bersama BAZNAS Kota Yogyakarta, mari sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan kepedulian yang nyata.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

09/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
PROGRAM RUMAH LAYAK HUNI BAZNAS KOTA YOGYAKARTA

Komitmen Nyata untuk Hunian yang Lebih Layak

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan Program Rumah Layak Huni pada Minggu, 8 Februari 2026. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa hunian yang aman, sehat, dan layak. Rumah bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga ruang tumbuh bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih bermartabat. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung dan berkelanjutan. Pelaksanaan program ini sekaligus menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif. Kepercayaan muzaki menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Program Rumah Layak Huni ini dilaksanakan melalui sinergi antara BAZNAS Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial. Kehadiran Wali Kota Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Program ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Dengan kerja sama yang solid, manfaat program dapat dirasakan secara lebih optimal.

Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pagi hari dan dilaksanakan di dua lokasi berbeda di wilayah Kota Yogyakarta. Lokasi pertama berlangsung pada pukul 06.00 WIB di wilayah Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron. Sementara itu, lokasi kedua dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB di wilayah Keparakan, Kemantren Mergangsan. Penentuan lokasi ini didasarkan pada hasil asesmen kebutuhan yang telah dilakukan secara menyeluruh. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan bantuan hunian layak. Pendekatan berbasis data ini menjadi bagian dari komitmen akuntabilitas lembaga.

Pada lokasi pertama, penerima manfaat Program Rumah Layak Huni adalah Bapak Maryadi yang beralamat di Dukuh MJ I/1342 RT 70 RW 15, Gedongkiwo, Mantrijeron. Kondisi rumah yang sebelumnya kurang layak huni menjadi perhatian bersama. Melalui program ini, rumah Bapak Maryadi mendapatkan peningkatan kualitas agar lebih aman dan nyaman untuk ditinggali. Perbaikan hunian ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bantuan yang diberikan tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memberikan ketenangan dan harapan baru. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, pada lokasi kedua, penerima manfaat adalah Bapak Budi Santoso yang tinggal di Keparakan Lor MG I/687 RT 35 RW 008, Keparakan, Mergangsan. Rumah yang sebelumnya belum memenuhi standar kelayakan menjadi sasaran perbaikan melalui program ini. BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan hunian yang lebih sehat dan manusiawi bagi keluarga penerima manfaat. Perbaikan rumah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan keluarga. Dengan hunian yang layak, keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan produktif. Program ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.

Seluruh pendanaan Program Rumah Layak Huni ini bersumber dari dana non APBD yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang telah mempercayakan pengelolaannya kepada BAZNAS Kota Yogyakarta. Penggunaan dana dilakukan secara amanah dan sesuai dengan prinsip syariah. Setiap rupiah yang disalurkan diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penerima. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam setiap pelaksanaan program. Hal ini menjadi upaya BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat pendampingan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. OPD pendamping yang terlibat antara lain Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta. Kehadiran OPD pendamping memberikan dukungan teknis sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan. Kolaborasi ini memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan dan standar yang ditetapkan. Sinergi lintas OPD menjadi contoh baik dalam pelaksanaan program sosial terpadu. Dengan kerja sama ini, pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif.

Rumah layak huni memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga. Hunian yang aman dan sehat menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan yang berkualitas. Melalui Program Rumah Layak Huni, BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun harapan dan semangat hidup penerima manfaat. Rumah yang layak akan berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan stabilitas ekonomi keluarga. Dengan demikian, program ini menjadi investasi sosial jangka panjang.

Program Rumah Layak Huni juga menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat jangka panjang. Pendekatan ini sejalan dengan visi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Dengan semakin banyaknya muzaki, manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Dukungan dari Pemerintah Kota Yogyakarta, OPD pendamping, serta para muzaki menjadi faktor utama keberhasilan program. Kolaborasi yang terjalin mencerminkan semangat gotong royong dalam membantu sesama. Program ini tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, sinergi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut. Bersama, kita dapat menghadirkan perubahan sosial yang lebih baik.

Ke depan, BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus melanjutkan Program Rumah Layak Huni. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Evaluasi dan peningkatan kualitas program akan terus dilakukan. Dengan dukungan berkelanjutan dari para muzaki, manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapannya, semakin banyak keluarga yang dapat menikmati hunian layak.

Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, dana ZIS dikelola secara profesional dan amanah. Program Rumah Layak Huni menjadi salah satu contoh nyata pemanfaatan dana tersebut. Setiap kontribusi yang diberikan memiliki arti besar bagi kehidupan orang lain. Dengan berzakat, masyarakat turut berperan aktif dalam pembangunan sosial. Kebaikan yang ditunaikan hari ini akan menjadi keberkahan di masa depan.

Program Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi wujud ikhtiar bersama dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan mendapat ridho Allah SWT. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan kebersamaan, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Semoga program ini membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

08/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” Warnai Program Ramadan BAZNAS 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama pengelolaan zakat tahun 2026, termasuk pada momentum Ramadan. Tagline tersebut menegaskan posisi zakat sebagai instrumen sosial yang memiliki kontribusi besar dalam menjawab persoalan nasional, seperti kemiskinan, bencana alam, dan kesenjangan pembangunan.

Penguatan peran zakat tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penyampaian arah kebijakan dan program BAZNAS selama bulan Ramadan tahun ini.

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa tagline yang diusung mencerminkan semangat kolektif bangsa dalam mengoptimalkan zakat sebagai pilar penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor.

Ia mencontohkan peran zakat dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

“Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya. Menurut Kiai Noor, meningkatnya kedermawanan masyarakat selama Ramadan menjadi momentum penting dalam menggerakkan zakat, infak, dan sedekah sebagai pengungkit kesejahteraan.

“Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ucap Kiai Noor.

Pada 2026, BAZNAS akan memprioritaskan penguatan respons kebencanaan, mulai dari fase darurat hingga pemulihan berbasis pemberdayaan. Program seperti Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid telah disiapkan untuk mendukung pemulihan pascabencana.

“Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” kata Kiai Noor.

Selain fokus kebencanaan, BAZNAS juga memperluas program di bidang ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan. Kiai Noor berharap tagline tersebut menjadi ajakan bersama agar zakat menjadi energi persatuan nasional.

“Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya.

Konferensi pers tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan deputi BAZNAS RI, para amil, serta pemangku kepentingan terkait.

 

Kontributor : Adam Fakhrian

Editor : PUT

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari kuatkan kepedulian sosial dengan ZIS-DSKL yang amanah

Mari jadikan fidyah sebagai jalan berbagi dan mendidik akhlak

Mari dukung program kemaslahatan umat bersama BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk kemudahan dan keberkahan ibadah Anda.

#BAZNASKotaYogyakarta #FidyahSosial #SolidaritasIslam #EdukasiSosial #ZISDSKL #FidyahRamadan #ZakatJogja #UmatPeduli

04/02/2026 | Kontributor: BAZNAS RI
RAKORDA BAZNAS Se-DIY Perkuat Sinergi ZIS-DSKL untuk Kesejahteraan Umat

Sinergi Lembaga Zakat dalam Forum Strategis

Rapat Koordinasi Daerah BAZNAS Se-DIY menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang pertemuan resmi antar BAZNAS kabupaten dan kota untuk menyelaraskan visi, misi, dan langkah strategis. BAZNAS Kabupaten Gunungkidul dipercaya sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan agenda koordinasi ini. Seluruh perwakilan BAZNAS se-DIY hadir sebagai bentuk komitmen kolektif membangun tata kelola zakat yang profesional. Acara berlangsung di Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul yang dikenal sebagai ruang diskusi yang hangat dan bersahaja. Suasana kekeluargaan mengiringi jalannya diskusi sejak awal kegiatan.

Rakorda ini menjadi sarana evaluasi atas kinerja pengelolaan zakat yang telah berjalan. Selain itu forum ini juga dimanfaatkan untuk menyusun langkah konkret menghadapi tantangan ke depan. Setiap daerah menyampaikan capaian serta hambatan yang dihadapi di lapangan. Pertemuan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga substantif. Diskusi dilakukan secara terbuka dan konstruktif. Seluruh peserta menunjukkan keseriusan dalam memperkuat peran zakat bagi kesejahteraan umat. Rakorda ini menjadi cerminan semangat kolaborasi lintas daerah. Kesamaan tujuan menjadi fondasi utama dalam setiap pembahasan. BAZNAS Kota Yogyakarta hadir aktif dalam setiap sesi diskusi. Kehadiran ini menegaskan peran strategis BAZNAS Kota Yogyakarta dalam pengelolaan ZIS-DSKL. Forum ini diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama yang aplikatif. Sinergi yang terbangun menjadi modal penting bagi keberlanjutan program zakat.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai Tuan Rumah

Penunjukan BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah Rakorda BAZNAS Se-DIY membawa makna tersendiri. Kabupaten Gunungkidul selama ini dikenal aktif dalam pengembangan program zakat berbasis pemberdayaan. Lokasi kegiatan dipilih dengan mempertimbangkan kenyamanan dan suasana yang mendukung dialog terbuka. Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul menjadi tempat yang merepresentasikan kearifan lokal. Pemilihan lokasi ini juga mencerminkan kedekatan BAZNAS dengan masyarakat. Tuan rumah menyambut seluruh peserta dengan penuh keramahan. Persiapan acara dilakukan secara matang dan terkoordinasi. Hal ini terlihat dari kelancaran acara sejak awal hingga akhir.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul menunjukkan profesionalisme sebagai penyelenggara. Setiap detail kegiatan diperhatikan dengan baik. Kehangatan suasana membuat diskusi berjalan lebih cair. Peserta merasa nyaman menyampaikan pandangan dan gagasan. Semangat kebersamaan sangat terasa sepanjang kegiatan. Tuan rumah juga memfasilitasi kebutuhan teknis peserta. Hal ini mendukung efektivitas jalannya Rakorda. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi catatan positif bagi BAZNAS Kabupaten Gunungkidul. Peran tuan rumah diapresiasi oleh seluruh peserta. Forum ini memperkuat jejaring antar BAZNAS di DIY. Sinergi yang terbangun diharapkan terus berlanjut pasca kegiatan.

Kehadiran Lengkap BAZNAS Se-DIY

Rakorda BAZNAS Se-DIY diikuti oleh seluruh BAZNAS kabupaten dan kota di wilayah DIY. Kehadiran lengkap ini menunjukkan keseriusan lembaga zakat dalam membangun koordinasi regional. Setiap perwakilan hadir dengan membawa laporan dan masukan dari daerah masing-masing. Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Tidak ada sekat antara daerah satu dengan lainnya. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat. Kehadiran BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi salah satu sorotan dalam forum ini.

BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal aktif dalam pengembangan program inovatif. Kontribusi gagasan dari BAZNAS Kota Yogyakarta memperkaya diskusi. Seluruh peserta saling belajar dari pengalaman daerah lain. Forum ini memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar BAZNAS DIY. Pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi kelembagaan. Setiap BAZNAS menyadari pentingnya keselarasan langkah. Perbedaan karakteristik daerah menjadi kekuatan jika dikelola bersama. Rakorda ini menjadi wadah pemersatu. Semangat kolaborasi terasa kuat dalam setiap sesi. Kehadiran lengkap peserta memperkuat legitimasi hasil Rakorda. Kesepakatan yang dihasilkan menjadi tanggung jawab bersama. Forum ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas wilayah.

Evaluasi Pengumpulan Zakat sebagai Agenda Utama

Salah satu agenda utama dalam Rakorda adalah evaluasi pencapaian target pengumpulan zakat. Setiap BAZNAS memaparkan capaian pengumpulan ZIS di wilayah masing-masing. Data yang disampaikan menjadi bahan analisis bersama. Diskusi difokuskan pada strategi peningkatan penghimpunan zakat. Tantangan dalam pengumpulan zakat dibahas secara terbuka. Peserta saling memberikan masukan konstruktif. Pengalaman daerah dengan capaian tinggi menjadi referensi bersama.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan capaian dan strategi yang telah diterapkan. Pemanfaatan digitalisasi menjadi salah satu poin penting dalam diskusi. Evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat kinerja ke depan. Setiap daerah didorong untuk berinovasi. Pengumpulan zakat dipandang sebagai pintu masuk pemberdayaan umat. Diskusi juga menyoroti pentingnya literasi zakat di masyarakat. Kesadaran muzaki menjadi faktor kunci keberhasilan. Forum ini menegaskan perlunya pendekatan yang adaptif. Kolaborasi antar BAZNAS menjadi solusi atas berbagai kendala. Evaluasi dilakukan secara objektif dan transparan. Data menjadi dasar pengambilan keputusan. Rakorda ini menghasilkan rekomendasi strategis. Penguatan pengumpulan zakat menjadi komitmen bersama.

Pembahasan IZN Micro dan Makro

Rakorda BAZNAS Se-DIY juga membahas pengembangan IZN Micro dan Makro. Program ini menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi umat. Setiap BAZNAS menyampaikan progres implementasi program IZN. Diskusi menyoroti keberhasilan dan tantangan di lapangan. Pendekatan Micro dinilai efektif untuk penguatan usaha kecil. Sementara pendekatan Makro diarahkan pada dampak yang lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta berbagi pengalaman dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Integrasi program menjadi salah satu fokus pembahasan.

Peserta sepakat bahwa IZN harus dikelola secara berkelanjutan. Pendampingan mustahik menjadi faktor penentu keberhasilan. Forum ini juga membahas pengukuran dampak program. Data dampak menjadi penting untuk evaluasi. Diskusi berlangsung mendalam dan aplikatif. Setiap daerah menyampaikan inovasi yang telah dilakukan. Program IZN dipandang sebagai wajah zakat produktif. Rakorda ini memperkuat komitmen pengembangan IZN. Sinergi antar daerah menjadi kunci keberhasilan. Pembahasan ini menghasilkan kesepakatan strategis. Implementasi program akan terus dimonitor bersama. IZN menjadi fokus penguatan ke depan.

Agenda Strategis FGD ZIS DSKL

Agenda terdekat yang dibahas dalam Rakorda adalah pelaksanaan FGD ZIS DSKL. Forum diskusi ini dirancang untuk memperdalam pemahaman dan strategi pengelolaan ZIS DSKL. Peserta sepakat bahwa ZIS DSKL membutuhkan pendekatan khusus. Diskusi awal dilakukan untuk menyamakan persepsi. Setiap BAZNAS menyampaikan pandangan terkait implementasi ZIS DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel. FGD dipandang sebagai ruang strategis untuk merumuskan kebijakan. Agenda ini dirancang secara terstruktur dan sistematis.

Diskusi menyoroti peran zakat dalam pembangunan berkelanjutan. ZIS DSKL menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan. Forum ini juga membahas kesiapan sumber daya. Kolaborasi lintas sektor menjadi perhatian utama. Peserta sepakat bahwa FGD harus menghasilkan rekomendasi konkret. Agenda ini menjadi prioritas bersama. Rakorda menetapkan langkah-langkah awal pelaksanaan FGD. Setiap daerah memiliki peran dalam menyukseskan agenda ini. ZIS DSKL dipandang sebagai masa depan pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung visioner dan progresif. Rakorda ini menjadi titik awal penguatan ZIS DSKL. Komitmen bersama menjadi modal utama.

Pandangan Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pandangan strategis dalam Rakorda tersebut. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar BAZNAS di DIY. Menurut beliau, koordinasi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan zakat. Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan bahwa Rakorda bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi ruang refleksi dan perencanaan bersama. Beliau menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan ZIS. Kepercayaan masyarakat harus terus dijaga. Drs. H. Syamsul Azhari juga menekankan pentingnya inovasi.

Digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis. Menurut beliau, pendekatan kreatif diperlukan untuk menjangkau muzaki. Program pemberdayaan harus berdampak nyata. IZN menjadi instrumen penting dalam hal ini. Beliau mengapresiasi peran BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah. Suasana diskusi yang hangat dinilai mendukung produktivitas forum. Drs. H. Syamsul Azhari mengajak seluruh BAZNAS untuk terus belajar. Kolaborasi lintas daerah harus diperkuat. Rakorda ini diharapkan menghasilkan langkah konkret. Pandangan beliau menjadi penguat arah kebijakan. Pesan tersebut diterima dengan antusias oleh peserta.

Kutipan Langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pernyataan secara langsung. Beliau mengatakan, “Rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pengelolaan zakat di DIY.” Pernyataan tersebut disampaikan dengan penuh keyakinan. Beliau menegaskan bahwa sinergi adalah kunci keberhasilan. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam mengelola zakat,” ujar beliau. Menurut Drs. H. Syamsul Azhari, koordinasi akan memperkuat dampak program. Beliau juga menyampaikan pentingnya menjaga kepercayaan muzaki. “Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” lanjutnya.

Beliau menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas. Program zakat harus memberikan manfaat nyata bagi mustahik. “IZN Micro dan Makro harus terus kita kembangkan,” ungkap beliau. Drs. H. Syamsul Azhari juga menyoroti pentingnya ZIS DSKL. “FGD ZIS DSKL harus menghasilkan kebijakan yang aplikatif,” katanya. Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Pesan beliau menjadi penguat semangat bersama. Kutipan ini mencerminkan arah kebijakan BAZNAS Kota Yogyakarta. Pernyataan disampaikan secara lugas dan inspiratif. Peserta mencatat poin-poin penting tersebut. Ucapan ini menjadi salah satu sorotan Rakorda. Pesan beliau diharapkan menjadi pedoman bersama.

Komitmen Bersama Membangun Zakat Berkelanjutan

Rakorda BAZNAS Se-DIY menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat. Setiap BAZNAS menyadari peran strategisnya masing-masing. Komitmen ini tidak hanya bersifat normatif. Kesepakatan dituangkan dalam langkah-langkah konkret. Sinergi menjadi kata kunci dalam setiap rencana. Pengelolaan zakat diarahkan pada keberlanjutan. Program pemberdayaan menjadi prioritas utama. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berinovasi.

Kolaborasi lintas daerah akan terus diperkuat. Rakorda ini menjadi pijakan penting ke depan. Setiap daerah memiliki tanggung jawab yang sama. Komitmen ini didukung oleh semangat kebersamaan. Tantangan ke depan dihadapi secara kolektif. Zakat dipandang sebagai solusi sosial. Pengelolaan profesional menjadi keharusan. Rakorda ini mempertegas arah kebijakan regional. Komitmen bersama ini diharapkan berdampak luas. Keberlanjutan program menjadi fokus utama. Sinergi menjadi modal sosial yang kuat.

Peran Strategis BAZNAS Kota Yogyakarta

BAZNAS Kota Yogyakarta memainkan peran strategis dalam Rakorda ini. Kehadiran aktif dalam setiap sesi menunjukkan komitmen lembaga. BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal sebagai pelopor inovasi. Program-program yang dijalankan menjadi referensi daerah lain. Kontribusi pemikiran memperkaya diskusi. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif mendorong kolaborasi. Peran ini diapresiasi oleh peserta Rakorda. Komitmen terhadap pengelolaan profesional menjadi ciri khas.

BAZNAS Kota Yogyakarta terus memperkuat tata kelola. Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama. Pendekatan berbasis data diterapkan secara konsisten. Program pemberdayaan terus dikembangkan. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif dalam literasi zakat. Edukasi kepada masyarakat menjadi prioritas. Peran strategis ini diharapkan terus berlanjut. Rakorda ini memperkuat posisi BAZNAS Kota Yogyakarta. Sinergi regional menjadi bagian dari strategi. Peran aktif ini berdampak positif bagi DIY. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berkontribusi.

Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Umat

Rakorda ini menegaskan kembali peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Zakat tidak hanya bersifat konsumtif. Pendekatan produktif menjadi fokus utama. Program IZN menjadi contoh nyata. Pemberdayaan ekonomi mustahik menjadi tujuan. Zakat diarahkan untuk meningkatkan kemandirian. Rakorda ini memperkuat paradigma tersebut. Setiap BAZNAS berkomitmen menjalankan program berdampak. Zakat dipandang sebagai solusi sosial.

Pengelolaan profesional menjadi syarat utama. Sinergi memperkuat dampak program. ZIS DSKL menjadi bagian penting dari strategi. Rakorda ini menjadi ruang penyelarasan visi. Pemberdayaan umat menjadi tujuan bersama. Zakat dikelola secara amanah. Kepercayaan masyarakat menjadi prioritas. Rakorda ini memperkuat komitmen tersebut. Program zakat diharapkan semakin tepat sasaran. Dampak jangka panjang menjadi fokus. Zakat menjadi kekuatan pembangunan sosial.

Berzakat, Infak, dan Sedekah

Rakorda ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi. Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Zakat, infak, dan sedekah memiliki dampak besar. Setiap kontribusi menjadi amal jariyah. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan yang amanah. Program disalurkan secara tepat sasaran. Masyarakat diajak menjadi bagian dari perubahan.

ZIS-DSKL menjadi instrumen keberlanjutan. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan. BAZNAS Kota Yogyakarta membuka akses seluas-luasnya. Kemudahan layanan menjadi prioritas. Masyarakat dapat menyalurkan ZIS dengan nyaman. Rakorda ini memperkuat ajakan tersebut. Zakat menjadi solusi bersama. Infak dan sedekah memperkuat solidaritas. Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama. BAZNAS Kota Yogyakarta siap melayani. Mari bersama membangun kesejahteraan umat.

Fidyah Digital

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan fidyah secara mudah dan aman. Fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sesuai ketentuan. BAZNAS Kota Yogyakarta menyediakan layanan digital untuk kemudahan. Masyarakat dapat menunaikan fidyah melalui kantor digital resmi. Layanan ini dirancang untuk kenyamanan muzaki. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama. BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyediakan layanan informasi.

Nomor layanan muzaki siap melayani masyarakat. Fidyah yang ditunaikan akan disalurkan secara tepat. Program ini menjadi bagian dari ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan sesuai syariat. Layanan digital memudahkan masyarakat. Fidyah dapat ditunaikan kapan saja. Rakorda ini memperkuat komitmen pelayanan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berinovasi. Masyarakat diajak memanfaatkan layanan resmi. Fidyah menjadi bagian dari kepedulian sosial. BAZNAS Kota Yogyakarta siap menjadi mitra umat. Mari tunaikan fidyah dengan amanah.

Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta untuk pemberdayaan umat.

Mari salurkan infak dan sedekah sebagai wujud kepedulian sosial.

Mari dukung program ZIS-DSKL demi kesejahteraan berkelanjutan.

Mari percayakan ZIS kepada BAZNAS Kota Yogyakarta yang amanah dan profesional.

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi layanan muzaki 0821-4123-2770

#BAZNASKotaYogyakarta #RakordaBAZNASDIY #ZISDSKL #ZakatUntukUmat #FidyahBAZNAS

04/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Berita Terbaru

Inklusi Keuangan Melalui Zakat
Inklusi Keuangan Melalui Zakat
Inklusi Keuangan Melalui Zakat : Meningkatkan Akses Terhadap Layanan Keuangan Inklusi keuangan telah menjadi fokus utama dalam pembangunan ekonomi global. Memastikan bahwa setiap individu memiliki akses yang adil dan layak terhadap layanan keuangan adalah prasyarat penting untuk mengurangi kesenjangan sosial dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dalam konteks ini, zakat salah satu pilar utama dalam Islam, telah muncul sebagai instrumen yang potensial untuk meningkatkan inklusi keuangan. Pentingnya Inklusi Keuangan Inklusi keuangan mencakup akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan, seperti tabungan, pinjaman, asuransi, dan investasi. Bagi banyak individu dan komunitas di seluruh dunia, akses terhadap layanan keuangan seringkali terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali. Keterbatasan ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk mengelola risiko, mengembangkan usaha kecil, atau mengakses pendidikan dan layanan kesehatan yang diperlukan. Peran Zakat dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan Zakat yang merupakan kewajiban bagi umat Islam, merupakan salah satu instrumen yang kuat untuk mempromosikan inklusi keuangan. Zakat adalah kewajiban memberikan sebagian dari kekayaan kepada yang membutuhkan, dan diatur secara ketat oleh prinsip-prinsip Islam. Melalui lembaga-lembaga zakat, dana zakat dikumpulkan dan didistribusikan kepada individu atau kelompok yang membutuhkan. Salah satu cara di mana zakat dapat meningkatkan inklusi keuangan adalah dengan memberikan akses kepada individu yang kurang mampu untuk mengakses layanan keuangan konvensional. Misalnya, dana zakat dapat digunakan untuk memberikan pinjaman tanpa bunga kepada wirausaha kecil atau petani yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan konvensional. Ini membantu meningkatkan akses mereka terhadap modal yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mereka. Selain itu, dana zakat juga dapat digunakan untuk memberikan pendidikan keuangan kepada individu yang kurang beruntung. Ini dapat membantu mereka memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang bijaksana, termasuk pentingnya menabung dan mengelola risiko melalui asuransi. Dengan demikian, zakat tidak hanya memberikan bantuan finansial langsung, tetapi juga mempromosikan pemahaman tentang manajemen keuangan yang sehat. Tantangan dan Peluang Meskipun potensi zakat untuk meningkatkan inklusi keuangan sangat besar, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah masalah efisiensi dalam pengumpulan dan distribusi dana zakat. Beberapa lembaga zakat mungkin mengalami masalah dalam mengelola dana dengan baik atau memastikan bahwa dana tersebut digunakan dengan efektif. Namun demikian, dengan pengelolaan yang baik dan kerjasama antara lembaga zakat, pemerintah, dan sektor swasta, banyak peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan melalui zakat dapat diwujudkan. Misalnya, pemanfaatan teknologi keuangan (fintech) dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam pengumpulan dan distribusi dana zakat, serta memperluas jangkauan layanan keuangan bagi masyarakat yang membutuhkan. Inklusi keuangan merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, zakat dapat menjadi instrumen yang kuat untuk meningkatkan akses terhadap layanan keuangan bagi individu dan komunitas yang kurang mampu. Dengan pengelolaan yang baik dan inovasi dalam pendekatan pengumpulan dan distribusi dana zakat, kita dapat mencapai tujuan inklusi keuangan yang lebih besar, memberdayakan individu untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, dan memajukan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Tantangan Distribusi Zakat di Masjid
Tantangan Distribusi Zakat di Masjid
Tantangan Distribusi Zakat di Masjid : Meningkatkan Keadilan dan Efisiensi Zakat merupakan kewajiban utama umat Muslim yang memiliki tujuan mendasar dalam menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi. Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial umat Islam, sering menjadi tempat di mana zakat dikumpulkan dan didistribusikan. Namun, seringkali terdapat tantangan dalam distribusi zakat di masjid yang dapat mengakibatkan ketidakadilan dan kurangnya efisiensi. Salah satu masalah utama dalam distribusi zakat di masjid adalah kurangnya transparansi dalam proses tersebut. Beberapa masjid mungkin tidak memberikan informasi yang cukup tentang bagaimana dana zakat dikumpulkan, disalurkan, dan digunakan. Terkadang, proses pemilihan penerima zakat tidak dilakukan dengan cermat dan adil. Hal ini dapat mengakibatkan orang-orang yang sebenarnya membutuhkan tidak mendapatkan bantuan, sementara orang-orang yang kurang membutuhkan mungkin mendapatkannya. Kemudian, ada kemungkinan bahwa distribusi zakat di masjid tidak merata, di mana beberapa kelompok atau individu mendapatkan lebih banyak bantuan daripada yang lain. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk preferensi pribadi atau kelompok tertentu. Selain itu, kadang tidak ada sistem yang kuat untuk mengevaluasi dan memantau efektivitas distribusi zakat di masjid. Ini dapat mengakibatkan pengulangan kesalahan dan ketidaksempurnaan dalam proses distribusi. Bagaimana strategi untuk Meningkatkan Distribusi Zakat di Masjid? Pertama, Masjid harus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dan distribusi zakat. Pengelolaan zakat diawasi oleh badan amil zakat yang memiliki tanggung jawab mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Proses pengumpulan dapat dilakukan dengan menerima sumbangan sukarela dari muzakki. Hal ini, transparansi dan akuntabilitas sangat penting dengan menyediakan laporan reguler kepada jemaah tentang bagaimana dana zakat dikumpulkan, dikelola, dan digunakan. Kedua, proses pemilihan penerima zakat harus dilakukan secara adil dan transparan. Hal ini dapat melibatkan pembentukan komite independen yang bertanggung jawab atas pemilihan penerima zakat berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Ketiga, Masjid harus berusaha untuk mendistribusikan zakat dengan merata di antara mereka yang membutuhkan, tanpa membedakan suku, agama, atau kelompok tertentu. Hal ini akan memastikan bahwa bantuan zakat mencapai orang-orang yang benar-benar membutuhkannya. Keempat, penting untuk memiliki mekanisme evaluasi dan pemantauan yang kuat untuk memastikan bahwa distribusi zakat berjalan dengan efisien dan efektif. Distribusi zakat di masjid merupakan tanggung jawab dan membutuhkan pendekatan yang hati-hati, transparan, dan adil. Dengan meningkatkan transparansi, pemilihan penerima yang adil, distribusi merata, dan evaluasi berkelanjutan, masjid dapat memastikan bahwa zakat dikumpulkan dan didistribusikan dengan baik, sehingga memberikan manfaat maksimal bagi mereka yang membutuhkannya. Ini adalah langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berempati, sesuai dengan ajaran Islam tentang keadilan sosial dan solidaritas. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA09/04/2024 | Asmara
Menyebarkan Kebaikan dengan Hati Sederhana Lewat Sedekah
Menyebarkan Kebaikan dengan Hati Sederhana Lewat Sedekah
Sedekah adalah sebuah perbuatan baik yang dilakukan dengan memberikan sebagian rezeki kepada orang lain yang membutuhkan, tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Dalam Islam, sedekah memiliki keistimewaan tersendiri yang bisa membawa keberkahan dalam hidup kita. Mari kita jelajahi lebih dalam tentang keajaiban sedekah. Apa Itu Sedekah? Sedekah adalah tindakan memberi kepada orang lain dengan tulus dari apa yang kita miliki. Ini bisa berupa memberi makanan kepada orang lapar, memberikan uang kepada yang membutuhkan, atau bahkan memberi senyuman kepada orang yang sedang bersedih. Yang penting, sedekah dilakukan dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Keberkahan Sedekah Keberkahan Finansial: Salah satu keajaiban sedekah adalah adanya keberkahan dalam rezeki kita. Ketika kita memberi dari apa yang kita miliki kepada yang membutuhkan, Allah SWT akan membalasnya dengan memberikan rezeki yang lebih melimpah kepada kita. Ini seperti siklus kebaikan yang tak pernah putus. Kesejahteraan Spiritual: Sedekah juga memiliki dampak positif pada kesejahteraan spiritual kita. Ketika kita membantu orang lain, kita merasakan kebahagiaan dan kedamaian batin yang tak ternilai harganya. Ini karena sedekah membuka pintu hati kita untuk lebih menghargai nikmat yang telah kita terima dari Allah SWT. Penguatan Persaudaraan: Sedekah tidak hanya membantu orang yang menerima bantuan, tetapi juga memperkuat hubungan antara sesama manusia. Ketika kita berbagi dengan orang lain, kita merasakan rasa persaudaraan dan solidaritas yang mempererat hubungan sosial dalam masyarakat. Cara Praktis untuk Melakukan Sedekah Berbagi Makanan: Anda bisa membagikan makanan kepada orang yang membutuhkan, seperti orang tunawisma atau keluarga yang kurang mampu. Membagikan makanan adalah salah satu bentuk sedekah yang sederhana namun sangat bermakna. Memberikan Barang-Barang yang Tidak Digunakan: Anda juga bisa memberikan barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi kepada yang membutuhkan, seperti pakaian, buku, atau perlengkapan sekolah. Hal ini membantu mengurangi limbah dan memberikan manfaat kepada orang lain. Memberi Waktu dan Tenaga: Selain memberi harta, Anda juga bisa memberikan waktu dan tenaga untuk membantu sesama. Misalnya, menjadi relawan di lembaga amal atau membantu membersihkan lingkungan sekitar. Sedekah adalah salah satu cara terbaik untuk menyebarkan kebaikan dalam masyarakat. Dengan memberi kepada yang membutuhkan, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga merasakan keberkahan dalam hidup kita sendiri. Oleh karena itu, mari kita terus praktikkan sedekah dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi sumber kebaikan bagi orang lain. Dengan begitu, kita akan merasakan keajaiban sedekah yang membawa berkah dalam setiap langkah kita. Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Sedekah Subuh: Keutamaan Memberi di Waktu Pagi yang Berkah
Sedekah Subuh: Keutamaan Memberi di Waktu Pagi yang Berkah
Sedekah Subuh adalah amalan mulia yang dilakukan pada waktu pagi, khususnya setelah shalat Subuh, dengan memberikan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan. Praktik ini memiliki keutamaan dan keberkahan tersendiri dalam agama Islam. Mari kita jelajahi lebih dalam tentang arti, manfaat, dan cara melakukan sedekah Subuh Sedekah Subuh adalah tindakan memberikan sebagian rezeki kepada orang lain pada waktu pagi, khususnya setelah melaksanakan shalat Subuh. Ini merupakan bentuk ibadah yang dianjurkan dalam Islam, dimana seseorang memberi dengan tulus dan ikhlas untuk mencari ridha Allah SWT. Keutamaan Sedekah Subuh Meraih Kebahagiaan: Memberikan sedekah di waktu Subuh membawa kebahagiaan tersendiri bagi jiwa kita. Ketika kita bangun di pagi hari dan memberikan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan, kita merasakan kedamaian batin dan keberkahan dalam hidup kita. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: Sedekah Subuh adalah cara yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memberi pada waktu yang mulia, kita menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kita kepada-Nya. Menyucikan Rezeki: Salah satu keutamaan sedekah Subuh adalah menyucikan rezeki kita. Dengan memberi sebagian rezeki kepada orang lain, kita membersihkan harta kita dari sifat serakah dan kedengkian. Cara Melakukan Sedekah Subuh Persiapan Mental: Sebelum melaksanakan sedekah Subuh, persiapkan diri secara mental dengan niat yang tulus untuk mencari ridha Allah SWT. Perkuat tekad dan keikhlasan dalam hati untuk memberikan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan. Pilih Penerima Sedekah: Pilihlah penerima sedekah yang memang benar-benar membutuhkan bantuan. Anda bisa memberikan sedekah kepada orang-orang miskin, yatim piatu, atau mereka yang sedang mengalami kesulitan. Jumlah Sedekah: Jumlah sedekah Subuh tidak harus besar. Bahkan, memberikan sedikit pun sudah dianggap sebagai sedekah yang mulia jika dilakukan dengan tulus dan ikhlas. Kontinuitas: Usahakan untuk melakukan sedekah Subuh secara teratur, bukan hanya sesekali. Dengan konsistensi dalam beramal, kita dapat merasakan manfaat yang lebih besar dalam hidup kita. Sedekah Subuh adalah amalan mulia yang memiliki banyak keutamaan dan keberkahan. Dengan memberikan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan pada waktu pagi, kita tidak hanya mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian batin, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita terus berbuat baik dan memberikan sedekah dengan tulus dan ikhlas, sehingga kita dapat merasakan berkah yang melimpah dalam hidup kita. Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Sedekah Paling Utama kepada Sesama: Membangun Kebaikan dalam Masyarakat
Sedekah Paling Utama kepada Sesama: Membangun Kebaikan dalam Masyarakat
Sedekah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Namun, di antara berbagai bentuk sedekah yang ada, ada satu jenis sedekah yang dianggap paling utama, yaitu sedekah kepada sesama manusia. Sedekah kepada sesama manusia adalah tindakan memberikan bantuan, baik berupa harta, tenaga, maupun kebaikan lainnya kepada orang lain yang membutuhkan. Hal ini mencakup berbagai bentuk bantuan, seperti memberi makanan kepada yang lapar, memberikan pakaian kepada yang membutuhkan, atau membantu membayar biaya pendidikan bagi yang kurang mampu. Keutamaan Sedekah kepada Sesama Pentingnya Hubungan Sosial: Sedekah kepada sesama membantu memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat. Ketika kita membantu orang lain, kita membangun rasa persaudaraan dan solidaritas yang mempererat kebersamaan di antara kita. Mengurangi Kesenjangan Sosial: Sedekah kepada sesama juga membantu mengurangi kesenjangan sosial yang ada dalam masyarakat. Dengan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, kita membantu menyediakan kesempatan yang lebih adil bagi semua orang untuk meraih kesejahteraan. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: Salah satu keutamaan sedekah kepada sesama adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam agama Islam, membantu sesama adalah salah satu bentuk ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT. Bentuk Sedekah kepada Sesama Zakat: Zakat adalah salah satu bentuk sedekah yang wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Zakat biasanya diberikan dalam bentuk harta tertentu, seperti uang, emas, atau hasil panen, dan diberikan kepada yang membutuhkan. Infaq: Infaq merupakan sedekah yang diberikan secara sukarela untuk kepentingan umum, seperti membangun masjid, sekolah, atau membantu program-program sosial. Infaq bisa diberikan dalam berbagai bentuk, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Shadaqah: Shadaqah adalah bentuk sedekah yang diberikan tanpa menunggu imbalan atau balasan. Ini bisa berupa memberikan makanan kepada yang lapar, membantu membayar hutang seseorang, atau memberikan bantuan kepada orang yang sedang dalam kesulitan. Sedekah kepada sesama manusia adalah salah satu bentuk ibadah yang paling utama dalam agama Islam. Dengan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, kita tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga membangun kebaikan dalam masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, mari kita terus berbuat baik dan melakukan sedekah kepada sesama sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan ibadah kita kepada Allah SWT. Dengan begitu, kita dapat menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan bagi semua orang di sekitar kita. Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Sedekah Laut: Menyelamatkan Lingkungan dengan Aksi Kebaikan
Sedekah Laut: Menyelamatkan Lingkungan dengan Aksi Kebaikan
Sedekah Laut merupakan istilah yang mengacu pada kegiatan memberikan sumbangan kepada laut atau ekosistem laut dengan tujuan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan laut dan menyelamatkan kehidupan di dalamnya. Ini bisa berupa berbagai macam tindakan, seperti membersihkan pantai dari sampah plastik, menanam terumbu karang, atau mendukung program konservasi laut. Kegiatan ini merupakan bentuk kebaikan yang memiliki dampak positif yang besar terhadap lingkungan. Manfaat Sedekah Laut Mempertahankan Keseimbangan Ekosistem: Sedekah Laut membantu dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem laut. Dengan menjaga keberlanjutan lingkungan, kita dapat mencegah kerusakan ekosistem yang bisa berdampak buruk bagi kehidupan di dalamnya. Menyelamatkan Satwa Laut: Dengan memberikan sumbangan kepada laut, kita membantu menyelamatkan kehidupan satwa laut yang terancam punah. Hal ini termasuk penyelamatan spesies ikan, penyu, lumba-lumba, dan lainnya yang menjadi bagian penting dari ekosistem laut. Mendukung Kesejahteraan Manusia: Ekosistem laut memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan manusia, seperti menyediakan sumber daya makanan, memperbaiki iklim global, dan memberikan pekerjaan bagi jutaan orang. Dengan menjaga lingkungan laut, kita juga turut mendukung kesejahteraan manusia secara keseluruhan. Bentuk kepedulian terhadap laut dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya: Membersihkan Pantai: Salah satu cara sederhana untuk melakukan sedekah laut adalah dengan membersihkan pantai dari sampah plastik dan limbah lainnya. Ini bisa dilakukan secara mandiri atau melalui partisipasi dalam kegiatan pembersihan pantai bersama kelompok atau komunitas. Menanam Terumbu Karang: Menanam terumbu karang adalah bentuk sedekah laut yang lebih terarah. Terumbu karang memiliki peran penting dalam ekosistem laut, namun sering kali mengalami kerusakan akibat berbagai faktor. Dengan menanam kembali terumbu karang yang rusak, kita membantu memulihkan ekosistem laut yang sehat. Mendukung Program Konservasi Laut: Anda juga dapat melakukan sedekah laut dengan mendukung program-program konservasi laut yang dilakukan oleh lembaga atau organisasi yang bergerak dalam bidang perlindungan lingkungan laut. Ini bisa berupa sumbangan dana, menjadi relawan, atau menyebarkan informasi penting tentang konservasi laut. Meskipun sedekah laut memiliki banyak manfaat, namun terdapat beberapa tantangan yang mungkin dihadapi dalam melakukannya. Beberapa di antaranya termasuk kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan laut, keterbatasan sumber daya, dan kesulitan dalam mendapatkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat luas. Sedekah Laut adalah tindakan mulia yang memiliki dampak positif yang besar terhadap lingkungan laut dan kehidupan di dalamnya. Dengan memberikan sumbangan kepada laut, kita dapat mempertahankan keberlanjutan ekosistem, menyelamatkan satwa laut yang terancam punah, dan mendukung kesejahteraan manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu, mari kita terus berbuat baik dan melakukan sedekah laut sebagai bentuk tanggung jawab kita untuk menjaga keberlanjutan dan kelestarian lingkungan laut bagi generasi mendatang.
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Sedekah Bumi: Menyuburkan Kesejahteraan dengan Berkah Alam
Sedekah Bumi: Menyuburkan Kesejahteraan dengan Berkah Alam
Sedekah adalah kegiatan memberikan secara sukarela kepada individu atau organisasi yang membutuhkan, tanpa mengharapkan imbalan atau pengembalian atas apa yang diberikan. Sedekah Bumi adalah sebuah konsep yang mengacu pada kegiatan memberikan sebagian hasil dari tanah atau kekayaan alam kepada yang membutuhkan sebagai bentuk kebaikan dan rasa syukur. Kegiatan ini telah dilakukan sejak zaman dahulu dan memiliki keberkahan tersendiri dalam budaya dan agama di berbagai belahan dunia. Sedekah Bumi dapat dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Ini bisa berupa berbagai jenis sumbangan, seperti hasil pertanian, hasil kebun, hasil perikanan, atau sumber daya alam lainnya. Makna dan manfaat sedekah bumi sendiri diantaranya yaitu: Menyuburkan Kesejahteraan: Sedekah Bumi memiliki potensi untuk menyuburkan kesejahteraan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima. Dengan memberikan sebagian hasil tanah kepada yang membutuhkan, kita membantu meningkatkan kesejahteraan mereka dan juga memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Menjaga Keseimbangan Alam: Dengan melakukan sedekah bumi, kita turut berperan dalam menjaga keseimbangan alam. Dengan memberikan sebagian hasil tanah kepada yang membutuhkan, kita membantu menjaga siklus alam yang berkelanjutan dan mengurangi pemborosan sumber daya alam. Mengajarkan Rasa Syukur: Sedekah Bumi juga merupakan bentuk pengajaran rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya yang melimpah. Dengan memberikan sebagian hasil tanah kepada yang membutuhkan, kita mengingatkan diri kita sendiri tentang pentingnya bersyukur atas karunia yang telah diberikan. Beberapa kiat yang dapat dilakukan sebagai bentuk sedekah bumi dapat dilihat sebagai berikut. Memberikan Hasil Pertanian atau Perkebunan: Jika Anda memiliki usaha pertanian atau perkebunan, Anda bisa melakukan sedekah bumi dengan memberikan sebagian hasil panen kepada yang membutuhkan. Ini bisa berupa buah-buahan, sayuran, atau hasil pertanian lainnya. Memberikan Hasil Perikanan: Jika Anda memiliki usaha perikanan, Anda juga bisa melakukan sedekah bumi dengan memberikan sebagian hasil tangkapan kepada yang membutuhkan. Ini bisa membantu menyediakan protein hewani bagi mereka yang kurang mampu. Mendukung Program Konservasi Alam: Selain memberikan hasil langsung dari tanah, Anda juga dapat melakukan sedekah bumi dengan mendukung program-program konservasi alam yang berfokus pada pemeliharaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Dengan melakukan sedekah bumi, kita tidak hanya menyuburkan kesejahteraan bagi yang membutuhkan, tetapi juga menjaga keseimbangan alam dan mengajarkan rasa syukur atas karunia yang telah diberikan. Oleh karena itu, mari kita terus berbuat baik dan melakukan sedekah bumi sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan ibadah kita kepada Allah SWT, serta sebagai wujud kepedulian kita terhadap lingkungan hidup yang lebih baik. Sumber Foto: Pinterest
BERITA09/04/2024 | Aura Mevlana Putri
Perbedaan Esensial antara Zakat dan Pajak
Perbedaan Esensial antara Zakat dan Pajak
Perbedaan Esensial antara Zakat dan Pajak: Menggali Makna, Tujuan, dan Dampaknya dalam Masyarakat Zakat dan pajak adalah dua bentuk kewajiban finansial yang berbeda, tetapi keduanya memiliki implikasi yang besar dalam kehidupan masyarakat. Perbedaan antara keduanya mencakup aspek-aspek penting seperti sumber, tujuan, dan implikasi ekonomi dan sosial. Pertama-tama, zakat adalah kewajiban keagamaan dalam Islam yang ditetapkan untuk umat Muslim. Zakat dianggap sebagai salah satu dari lima rukun Islam dan diwajibkan bagi mereka yang memiliki harta di atas nisab (ambang batas tertentu). Zakat memiliki tujuan utama untuk membantu mereka yang kurang beruntung dan memperkuat solidaritas sosial dalam komunitas Muslim. Sedangkan pajak adalah kewajiban yang ditetapkan oleh pemerintah kepada individu dan perusahaan untuk membiayai pengeluaran publik, termasuk layanan dan infrastruktur. Kedua, sumber pendanaan untuk zakat berasal dari harta pribadi individu atau perusahaan yang memiliki kelebihan kekayaan, sementara pajak berasal dari pendapatan individu, laba perusahaan, atau transaksi ekonomi tertentu. Zakat dikenakan atas harta tertentu yang telah mencapai ambang batas tertentu (nisab), sementara pajak dikenakan atas berbagai jenis penghasilan dan transaksi ekonomi sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah. Selanjutnya, sifat kewajiban zakat dan pajak juga berbeda. Zakat dianggap sebagai kewajiban moral dan spiritual yang memperkuat hubungan individu dengan Tuhan dan masyarakat, sementara pajak diatur secara hukum dan bersifat wajib sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah. Dampak dari zakat dan pajak juga berbeda dalam konteks masyarakat. Zakat memiliki dampak yang lebih langsung dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan mereka yang membutuhkan. Sementara itu, pajak memiliki dampak yang lebih luas dalam membiayai berbagai program dan layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan keamanan. Meskipun terdapat perbedaan yang signifikan antara zakat dan pajak, keduanya memiliki peran yang penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keadilan sosial dalam masyarakat. Zakat menekankan pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas sosial dalam masyarakat Muslim, sementara pajak menjadi instrumen utama dalam pengelolaan keuangan negara dan penyediaan layanan publik bagi seluruh warga negara. Dengan memahami perbedaan dan peran keduanya, masyarakat dapat lebih memahami serta memanfaatkan secara optimal kontribusi zakat dan pajak dalam membangun kehidupan yang lebih baik bagi semua. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA08/04/2024 | Asmara
Bahagiakan Masyarakat Miskin dengan Zakat Fitrah
Bahagiakan Masyarakat Miskin dengan Zakat Fitrah
Di tengah kehidupan yang penuh dengan kesibukan, sering kali kita lupa akan tanggung jawab sosial terhadap mereka yang kurang beruntung di sekitar kita. Zakat Fitrah adalah salah satu sarana yang diberikan oleh Islam untuk memastikan bahwa tidak ada yang terlupakan atau terpinggirkan selama perayaan Idul Fitri. Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh umat muslim kepada fakir miskin atau mustahik (orang yang berhak menerimanya) dan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan yaitu sebelum dilaksanakan shalat idul fitri. Adapun dasar anjuran zakat fitrah sesuai dengan sabda Rasulullah Saw yang artinya: “Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah pada bulan ramadhan, sebanyak satu sha’ (3/4) liter dari makanan kurma atau gandum atas tiap-tiap orang merdeka atau hamba, laki-laki maupun perempuan muslim”. (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar r.a) Zakat fitrah sangat penting bagi fakir miskin karena dapat membantu mempersiapkan kebutuhan mereka saat hari raya Idul Fitri. Selain itu, zakat fitrah juga berperan dalam membangun kesadaran akan kepedulian sosial di antara umat Muslim. Melalui kewajiban ini, setiap Muslim diajak untuk memperhatikan dan membantu mereka yang kurang beruntung, sehingga menguatkan ikatan sosial dan kepedulian di dalam masyarakat. Zakat Fitrah tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat miskin, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat untuk pemberdayaan ekonomi. Dana yang terkumpul dari Zakat Fitrah dapat dialokasikan untuk program-program pengembangan keterampilan, pendidikan, atau usaha mikro bagi masyarakat miskin. Sehingga membantu mereka untuk mandiri secara ekonomi. Selain itu, zakat fitrah juga menjadi sarana untuk menyebarkan kebahagiaan dalam masyarakat. Melalui zakat fitrah, umat Muslim dapat memastikan bahwa setiap anggota masyarakat termasuk yang kurang mampu dapat merasakan kegembiraan Idul Fitri, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan berbagi kasih.Sehingga, dengan melaksanakan kewajiban Zakat Fitrah juga memiliki dampak spiritual hal dalam bentuk ibadah yang membantu umat Muslim untuk meningkatkan kesadaran mereka akan rasa syukur, kasih sayang, dan solidaritas serta memperkuat hubungan mereka dengan Allah SWT. Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya memberikan bantuan kepada masyarakat miskin, namun juga membentuk masyarakat yang lebih berempati, berkeadilan, dan beradab. Melalui praktik ini, umat muslim dapat menjadi agen perubahan positif dalam membangun dunia yang lebih baik bagi semua. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA08/04/2024 | Asmara
Transformasi Filantropi Digital: Menguak Potensi Zakat Online
Transformasi Filantropi Digital: Menguak Potensi Zakat Online
Dalam era di mana teknologi mendominasi hampir setiap aspek kehidupan, konsep zakat, yang merupakan salah satu pilar penting dalam agama Islam, tidak luput dari transformasi digital. Zakat online, yang merupakan praktik memberikan zakat melalui platform online, telah muncul sebagai alternatif yang menarik dan kontroversial. Artikel ini akan mengeksplorasi fenomena zakat online serta potensi dan tantangannya dalam dunia filantropi digital. Zakat online menghadirkan kemudahan dan kenyamanan bagi individu yang ingin menyalurkan zakat mereka. Dengan hanya beberapa klik, seseorang dapat memberikan zakat tanpa harus pergi ke lembaga amil zakat atau mengurus proses administratif yang rumit. Ini membuka akses bagi banyak orang yang sebelumnya mungkin sulit untuk berzakat secara langsung. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pula beberapa tantangan. Salah satunya adalah keamanan dan keabsahan transaksi. Dalam konteks ini, penting bagi individu untuk memastikan bahwa platform zakat online yang mereka gunakan telah diverifikasi dan diawasi oleh lembaga-lembaga amil zakat yang resmi dan terpercaya, seperti BAZNAS dimana untuk memastikan bahwa zakat yang disalurkan benar-benar sampai kepada yang berhak menerima. Selain itu, ada pula kekhawatiran akan kurangnya transparansi dalam penyaluran dana zakat online. Oleh karena itu, lembaga amil zakat yang mengelola platform zakat online diharapkan memiliki sistem pelaporan yang terbuka dan transparan, sehingga masyarakat dapat melacak dan memverifikasi penggunaan dana zakat secara jelas. Meskipun demikian, potensi zakat online dalam mendukung pembangunan sosial dan kesejahteraan umat sangat besar. Dengan memanfaatkan teknologi, lembaga amil zakat dapat lebih efisien dalam mengidentifikasi dan membantu masyarakat yang membutuhkan, serta menggalang dukungan dari berbagai pihak untuk program-program kemanusiaan dan sosial yang mereka jalankan. Dengan demikian, zakat online tidak hanya sekadar sebuah tren atau kontroversi, tetapi juga merupakan bagian dari transformasi filantropi digital yang akan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Namun, kesuksesan zakat online akan sangat bergantung pada keterbukaan, transparansi, dan kepercayaan dari semua pihak yang terlibat dalam ekosistem ini. Saatnya beraksi dalam kebaikan dengan memberikan zakat online melalui Baznas, karena setiap kontribusi Anda akan memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan, memastikan bantuan tepat sasaran dan terdistribusi dengan baik. Ayo, mari berzakat secara mudah dan aman untuk mewujudkan kebahagiaan bersama-sama.!!! #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA08/04/2024 | Asmara
Mengukur Keberhasilan Program Zakat
Mengukur Keberhasilan Program Zakat
Mengukur Keberhasilan Program Zakat : Pendekatan Evaluasi dan Indikator Kinerja Zakat sebagai salah satu pilar utama dalam agama Islam yang memiliki peran penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program zakat, diperlukan pendekatan evaluasi yang tepat dan indikator kinerja yang jelas. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai pendekatan evaluasi yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan program zakat serta indikator kinerja yang relevan untuk mengevaluasi dampaknya. Pendekatan Evaluasi Program Zakat 1. Pendekatan Input-Output Pendekatan ini mengukur efisiensi penggunaan sumber daya (input) dalam menghasilkan output tertentu. Dalam konteks zakat, input dapat berupa dana zakat yang terkumpul dan sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan dan distribusi zakat. Outputnya bisa berupa jumlah dana yang didistribusikan, jumlah penerima manfaat, dan jenis bantuan yang diberikan. 2. Pendekatan Logika Program Pendekatan ini menganalisis asumsi dasar di balik program zakat, strategi pelaksanaan, dan hubungannya dengan hasil yang diharapkan. Evaluasi dilakukan dengan memeriksa sejauh mana program tersebut berjalan sesuai dengan logika dan tujuannya. Misalnya, jika tujuan utama program adalah mengentaskan kemiskinan, evaluasi akan fokus pada dampak program terhadap kemiskinan di masyarakat. 3. Pendekatan Partisipatif Pendekatan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan dalam proses evaluasi. Penerima manfaat, lembaga pengelola zakat, dan komunitas lokal dapat memberikan wawasan berharga tentang efektivitas program zakat. Dengan melibatkan mereka, evaluasi menjadi lebih holistik dan memperhitungkan perspektif yang beragam. 4. Pendekatan Multi-Metode Pendekatan ini menggabungkan berbagai metode evaluasi, seperti survei, wawancara, dan analisis data, untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang keberhasilan program zakat. Dengan menggunakan pendekatan multi-metode, evaluasi dapat mengatasi kelemahan dari setiap metode secara terpisah dan menghasilkan hasil yang lebih akurat. Indikator Kinerja Program Zakat 1. Jumlah Dana Zakat yang Terkumpul Indikator ini mengukur seberapa efektif program zakat dalam mengumpulkan dana dari masyarakat. Peningkatan jumlah dana yang terkumpul dapat menjadi tanda kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut. 2. Tingkat Penerima Manfaat yang Terlayani Indikator ini mengukur seberapa besar proporsi dari total penerima manfaat yang menerima bantuan dari program zakat. Semakin tinggi tingkat penerima manfaat yang terlayani, semakin besar dampak positif yang dihasilkan oleh program zakat. 3. Tingkat Kemiskinan di Masyarakat Indikator ini mencerminkan sejauh mana program zakat berhasil mengurangi tingkat kemiskinan di masyarakat. Penurunan tingkat kemiskinan dapat dianggap sebagai indikasi keberhasilan program zakat dalam mencapai tujuan sosialnya. 4. Peningkatan Kesejahteraan Penerima Manfaat Indikator ini mengukur dampak program zakat terhadap kesejahteraan penerima manfaat, seperti peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Peningkatan kesejahteraan ini menjadi cerminan dari keberhasilan program zakat dalam meningkatkan taraf hidup penerima manfaat. 5. Tingkat Partisipasi Masyarakat Indikator ini mengukur seberapa besar partisipasi masyarakat dalam program zakat, baik sebagai penerima maupun penyumbang. Tingkat partisipasi yang tinggi menunjukkan adanya dukungan yang kuat dari masyarakat terhadap program zakat. 6. Tingkat Transparansi dan Akuntabilitas Indikator ini mengukur sejauh mana program zakat menjalankan praktik transparan dan akuntabel dalam pengelolaan dan distribusi dana zakat. Tingkat transparansi dan akuntabilitas yang tinggi akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program zakat. Dalam mengukur keberhasilan program zakat, penting untuk menggunakan pendekatan evaluasi yang tepat dan indikator kinerja yang relevan. Pendekatan evaluasi seperti input-output, logika program, partisipatif, dan multi-metode dapat digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang holistik tentang keberhasilan program zakat. Sementara itu, indikator kinerja seperti jumlah dana zakat yang terkumpul, tingkat penerima manfaat yang terlayani, dan tingkat kemiskinan di masyarakat dapat memberikan gambaran yang jelas tentang dampak program zakat terhadap kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan menggunakan pendekatan evaluasi dan indikator kinerja ini, diharapkan program zakat dapat terus meningkatkan efektivitasnya dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA08/04/2024 | Asmara
Menunaikan Zakat pada Bulan Ramadan
Menunaikan Zakat pada Bulan Ramadan
Bulan Ramadan bukan hanya ibadah puasa saja, tetapi juga merupakan waktu yang sangat tepat untuk menunaikan kewajiban zakat. Zakat adalah bentuk penting dari ibadah yang menekankan solidaritas sosial, keadilan, dan kepedulian terhadap mereka yang kurang beruntung. Zakat adalah bagian penting dalam ajaran Islam yang menekankan pentingnya berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan. Pada dasarnya zakat merupakan salah satu ibadah wajib bagi mereka yang mampu yang bertujuan untuk membantu fakir dan miskin yang kurang mampu. Dengan berzakat salah satu cara utama untuk membersihkan harta dari sifat kikir dan mengingatkan orang-orang kaya akan tanggung jawab mereka terhadap masyarakat yang lebih luas. Bulan Ramadan dikenal sebagai bulan penuh berkah, di mana pahala amal diberikan secara berlipat ganda. Oleh karena itu, menunaikan zakat pada bulan ramadhan dianggap sebagai waktu yang tepat dan tindakan yang lebih diberkahi. Banyak orang Islam memilih untuk menunaikan zakat mereka selama bulan Ramadan untuk mendapatkan manfaat spiritual tambahan dan pahala yang lebih.. Adapun cara menunaikan zakat dengan benar, diantaranya: Pertama, sebelum menunaikan zakat, penting untuk menghitung dengan akurat jumlah harta yang dimiliki dan menentukan jumlah zakat yang harus dibayar. Ini melibatkan perhitungan 2,5% dari total aset yang dimiliki selama satu tahun. Kedua, penerima zakat yang sah yaitu zakat harus diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, orang yang membutuhkan, pekerja yang terlibat dalam pengumpulan dan distribusi zakat, orang yang membutuhkan pembayaran hutang, para musafir, dan lain-lain. Ketiga, Saat menunaikan zakat, penting untuk memastikan distribusinya dilakukan dengan adil dan merata di antara penerima yang berhak. Ini membantu memastikan bahwa manfaatnya merata di seluruh masyarakat. Keempat, Saat memberikan zakat, pastikan untuk melakukannya dengan penuh kehati-hatian dan kebaikan hati. Ini termasuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan tanpa membuat mereka merasa rendah diri atau terhina. Menunaikan zakat selama bulan Ramadan tidak hanya sebagai kewajiban agama saja, namun juga dapat memberikan manfaat seperti memperkuat rasa kepedulian sosial dan kepedulian terhadap sesama, mempererat ikatan dalam masyarakat., sebagai pengingat yang kuat akan berkah rezeki yang diberikan Allah SWT dan tanggung jawab kita untuk berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. serta dapat membersihkan hati dan harta dari sifat kikir dan tamak, membantu seseorang mencapai kedamaian dan kedamaian batin. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA08/04/2024 | Asmara
Apakah Boleh Membayar Fidyah di Luar Bulan Ramadan?
Apakah Boleh Membayar Fidyah di Luar Bulan Ramadan?
Fidyah adalah pembayaran yang diberikan sebagai pengganti ketika seseorang tidak dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan karena alasan kesehatan atau kondisi lainnya. Namun, ada pertanyaan yang sering muncul, yaitu apakah boleh membayar fidyah di luar bulan Ramadan? Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu mempertimbangkan beberapa faktor dan pandangan yang ada dalam agama Islam. Secara umum, pandangan mayoritas ulama menyatakan bahwa fidyah harus dibayar selama bulan Ramadan atau sebelum Idul Fitri (Hari Raya). Ini karena fidyah berkaitan langsung dengan ibadah puasa Ramadan yang berlangsung sepanjang bulan tersebut. Ada beberapa hadis yang menunjukkan bahwa fidyah harus dibayar selama Ramadan, seperti hadis yang menyatakan bahwa "Barangsiapa yang tidak puasa pada sehari di bulan Ramadan tanpa ada udzur yang halal, maka ia tidak bisa menggantinya dengan puasa di hari lain dan dia harus membayar fidyah." Namun, terdapat juga pendapat minoritas ulama yang memperbolehkan pembayaran fidyah di luar bulan Ramadan. Mereka berargumen bahwa tujuan fidyah adalah untuk memberikan penggantian dan kontribusi kepada mereka yang membutuhkan. Oleh karena itu, jika seseorang tidak dapat berpuasa di bulan Ramadan, tetapi ingin memberikan fidyah di luar bulan tersebut untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, pendapat ini menganggapnya boleh. Pendapat yang memperbolehkan membayar fidyah di luar bulan Ramadan sebagian besar didasarkan pada prinsip kebaikan, kasih sayang, dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Mereka berpendapat bahwa memberikan fidyah di luar bulan Ramadan tetap mencerminkan nilai-nilai kebaikan dan kepedulian sosial yang diajarkan dalam agama Islam. Namun, penting untuk dicatat bahwa pandangan ini adalah minoritas dan mayoritas ulama berpendapat bahwa fidyah sebaiknya dibayar selama bulan Ramadan. Alasan utamanya adalah agar seseorang tetap terhubung dengan ibadah puasa Ramadan dan menjalankannya sesuai dengan ketentuan agama. Jika seseorang memiliki alasan yang sah dan tidak dapat berpuasa selama bulan Ramadan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ulama atau ahli agama yang dapat memberikan panduan yang lebih spesifik. Mereka dapat memberikan penjelasan yang sesuai berdasarkan situasi pribadi dan kondisi kesehatan individu tersebut. Mereka juga dapat memberikan alternatif lain, seperti membayar kaffarah dalam kasus-kasus pelanggaran serius terhadap hukum-hukum puasa. Dalam rangka menjaga keutuhan ibadah dan menghormati nilai-nilai agama, sangat dianjurkan agar fidyah dibayar selama bulan Ramadan atau sebelum Idul Fitri. Namun, jika seseorang memiliki pendapat yang berbeda atau memiliki alasan yang kuat, disarankan untuk mencari bimbingan ulama yang kompeten agar dapat mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan situasi pribadi mereka. Dalam semua hal, penting untuk menjaga niat yang tulus dan mengutamakan nilai-nilai kebaikan, kasih sayang, dan kepedulian sosial dalam melakukan tindakan ibadah dan amal kebajikan. Penulis: Yoga Pratama ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ Mari tunaikan zakat, infaq, sedekah, fidyah, kafarat dan qurban transfer ke rekening: BSI : 4441111121 BRI : 153101000005307 an. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta Atau melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id ?
BERITA08/04/2024 | Yoga Pratama
Infaq: Menyentuh Hati, Membangun Kebaikan
Infaq: Menyentuh Hati, Membangun Kebaikan
Infaq, sebuah praktik yang membumi namun memiliki dampak yang besar, adalah salah satu pilar penting dalam ajaran Islam. Lebih dari sekadar memberi, infaq merupakan perwujudan dari kepedulian, kebaikan, dan kedermawanan yang menjadi ciri khas umat Muslim. Dalam sudut pandang Islam, infaq bukan hanya tentang memberikan sebagian dari harta, tetapi juga tentang memberikan sebagian dari hati. Dalam Al-Qur’an, infaq disebutkan berulang kali sebagai tindakan yang diberkati oleh Allah SWT. Hal ini menunjukkan pentingnya amal ini dalam mencapai keberkahan spiritual dan materi. Rasulullah Muhammad SAW juga memberikan contoh nyata tentang betapa mulianya infaq dalam kehidupan sehari-hari, dengan menyebutnya sebagai “pohon di surga yang daunnya jatuh ke bumi.” Pesan ini menegaskan bahwa setiap bentuk infaq, sekecil apapun, memiliki nilai yang luar biasa di mata Allah SWT. Namun, makna sejati dari infaq terletak bukan hanya pada tindakan itu sendiri, tetapi pada dampak yang dihasilkannya. Infaq adalah jembatan yang menghubungkan harta ke tangan-tangan yang membutuhkan, membawa harapan kepada yang putus asa, dan memberi cahaya kepada mereka yang terperangkap dalam kegelapan. Dengan memberikan infaq, seseorang tidak hanya memberikan materi, tetapi juga memberikan dukungan moral dan emosional kepada sesama manusia. Selain itu, infaq juga merupakan katalisator untuk perubahan sosial yang lebih besar. Dalam masyarakat yang diwarnai oleh ketidaksetaraan dan ketidakadilan, infaq menjadi alat untuk mengatasi kesenjangan dan memperkuat ikatan sosial. Melalui infaq, seseorang tidak hanya membantu individu yang membutuhkan, tetapi juga membantu membangun masyarakat yang lebih berempati, adil, dan inklusif. Dalam kesimpulannya, infaq adalah lebih dari sekadar tindakan memberi. Ia adalah simbol dari nilai-nilai yang paling mulia dalam Islam: kasih sayang, kebaikan, dan kedermawanan. Dengan memberikan infaq, seseorang tidak hanya menyentuh hati mereka yang menerima, tetapi juga membantu membangun kebaikan yang akan berlanjut dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, mari kita jadikan infaq sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, karena di dalamnya terdapat kekuatan untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua.
BERITA08/04/2024 | Anisa
Infak: Sebuah Tindakan Mulia yang Harus Dijauhkan dari Riya
Infak: Sebuah Tindakan Mulia yang Harus Dijauhkan dari Riya
Infak, dalam Islam, adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Secara harfiah, infak berarti memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada orang lain sebagai bentuk amal kebajikan. Namun, seperti halnya ibadah lainnya, niat yang tulus dan ikhlas sangatlah penting dalam melakukan infak. Sayangnya, ada fenomena yang sering terjadi dalam masyarakat, yaitu infak yang dilakukan dengan disertai riya atau kesombongan. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang infak dan bahaya riya yang terkandung di dalamnya. Pertama-tama, penting untuk memahami konsep infak dalam Islam. Infak bukanlah sekadar memberikan sebagian harta kepada yang membutuhkan, tetapi lebih dari itu, infak merupakan pengorbanan yang dilakukan atas dasar iman dan kecintaan kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam Al-Quran, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai” (QS Ali Imran: 92). Dari ayat ini, jelas bahwa infak harus dilakukan dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Namun, dalam prakteknya, seringkali manusia tergoda untuk menunjukkan amal baik mereka kepada orang lain. Hal ini dapat mengarah pada riya, yaitu memperlihatkan amal kebajikan semata-mata untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari manusia, bukan karena Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang itu akan mendapatkan apa yang dia niatkan” (HR Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, riya merupakan perbuatan yang sangat tercela dalam Islam. Bahaya riya dalam infak sangatlah besar. Pertama, riya dapat merusak ikhlasnya amal ibadah. Ketika seseorang melakukan infak dengan niat riya, maka amal tersebut tidak lagi dianggap sebagai ibadah yang diterima oleh Allah SWT, melainkan sebagai pameran kesombongan yang sia-sia. Kedua, riya dapat merusak hubungan seseorang dengan Allah SWT. Allah SWT mencintai hamba-Nya yang ikhlas dalam beribadah, sedangkan riya adalah bentuk kemunafikan yang menjauhkan manusia dari rahmat dan keberkahan-Nya. Bagaimanakah cara menghindari riya dalam berinfak? Pertama-tama, seseorang harus selalu mengingatkan dirinya sendiri bahwa semua amal baik yang dilakukan adalah semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kedua, berinfak secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui oleh orang lain merupakan salah satu cara terbaik untuk menghindari riya. Rasulullah SAW bersabda, “Tujuh golongan manusia akan mendapatkan naungan Allah di hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya, di antaranya adalah seseorang yang bersedekah dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya tidak mengetahui” (HR Bukhari dan Muslim). Dalam kesimpulannya, infak merupakan ibadah yang sangat mulia dalam Islam. Namun, infak yang dilakukan dengan riya dapat menghilangkan nilai ibadah tersebut di mata Allah SWT. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi setiap Muslim untuk menjauhkan diri dari sikap riya dalam berinfak dan selalu mengutamakan niat yang ikhlas semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.
BERITA08/04/2024 | Ilmi
Infak di saat berbuka
Infak di saat berbuka
“Infak di saat berbuka” merujuk kepada amalan memberi sedekah atau berbagi kepada orang lain pada saat waktu berbuka puasa, khususnya dalam konteks bulan Ramadan bagi umat Islam. Amalan ini sangat dianjurkan dalam Islam karena berbagai alasan, antara lain:1. **Meningkatkan Keberkahan:** Berbagi dengan orang lain, terutama dengan mereka yang membutuhkan, di momen berbuka puasa dipercaya dapat meningkatkan keberkahan dalam hidup seseorang. Hal ini karena berbuka puasa merupakan momen yang ditunggu-tunggu sehingga menjadi peluang yang baik untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama.2. **Membangun Solidaritas:** Infak di saat berbuka juga berperan dalam membangun solidaritas antar umat Islam. Saat bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia berpuasa bersamaan, dan dengan berinfak, mereka turut merasakan dan memahami kondisi yang dialami oleh saudara-saudaranya yang kurang mampu.3. **Mendapatkan Pahala:** Sesuai dengan ajaran Islam, berinfak, khususnya dalam kondisi tertentu seperti saat berbuka, dapat meningkatkan pahala seorang muslim. Ada pernyataan Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa memberi makan kepada orang yang berpuasa dapat mendatangkan pahala tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.4. **Mengurangi Ketidaksetaraan:** Amalan ini juga turut serta dalam usaha mengurangi ketidaksetaraan sosial dan ekonomi. Dengan berinfak, orang yang lebih mampu dapat berbagi sebagian dari rezekinya kepada mereka yang membutuhkan, sehingga membantu meringankan beban hidup mereka, setidaknya dalam momen berbuka puasa.Cara berinfak bisa beragam, mulai dari menyediakan makanan untuk berbuka puasa di masjid atau tempat-tempat umum, memberikan paket makanan kepada orang-orang yang membutuhkan, sampai dengan memberikan sumbangan kepada lembaga-lembaga yang mengorganisir acara berbuka bersama untuk orang-orang yang membutuhkan.Inti dari semua itu adalah semangat untuk berbagi dan menyebarkan kebaikan, terutama di momen-momen penting seperti bulan Ramadan. Ini merupakan bagian dari praktik keimanan yang mengajarkan pentingnya mengasihi dan membantu sesama.
BERITA08/04/2024 | Ady
Mengenal Fidyah, Denda Muslim Tak Bisa Puasa, dan Cara Menghitungnya
Mengenal Fidyah, Denda Muslim Tak Bisa Puasa, dan Cara Menghitungnya
Fidyah adalah pembayaran yang diberikan oleh seorang Muslim sebagai pengganti ketika mereka tidak dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan karena alasan kesehatan atau kondisi lainnya. Ini adalah bentuk penggantian yang diperbolehkan dalam agama Islam untuk memastikan bahwa individu yang tidak dapat berpuasa tetap memberikan kontribusi kepada mereka yang membutuhkan. Berikut ini adalah penjelasan tentang fidyah, denda Muslim tak bisa puasa, dan cara menghitungnya. 1. Pengertian Fidyah: Fidyah adalah pembayaran yang diberikan sebagai pengganti puasa yang tidak dilaksanakan. Ini berlaku untuk orang-orang yang memiliki alasan yang sah, seperti penyakit yang mencegah mereka berpuasa atau kondisi kesehatan lainnya yang memerlukan perawatan dan tidak memungkinkan untuk berpuasa. Fidyah juga berlaku bagi wanita hamil atau menyusui yang khawatir tentang pengaruh puasa terhadap kesehatan mereka atau bayi mereka. 2. Tujuan Fidyah: Tujuan utama fidyah adalah untuk memastikan bahwa individu yang tidak dapat berpuasa tetap memberikan kontribusi kepada mereka yang membutuhkan. Fidyah juga memungkinkan individu tersebut untuk tetap terhubung dengan ibadah puasa Ramadan dan merasakan bagian dari keberkahan bulan suci ini. Selain itu, fidyah juga dapat meningkatkan rasa syukur, kesadaran, dan rasa terima kasih terhadap nikmat Allah SWT. 3. Cara Menghitung Fidyah: Untuk menghitung fidyah, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Metode yang umum digunakan adalah dengan membayar fidyah sebesar satu mud (sekitar setengah liter) makanan pokok setiap hari yang tidak dijalankan puasa. Alternatifnya, sejumlah uang dapat digunakan sebagai pengganti makanan. Harga makanan yang digunakan sebagai acuan dapat disesuaikan dengan harga makanan pokok yang umum dikonsumsi di daerah setempat. 4. Contoh Perhitungan Fidyah: Sebagai contoh, jika seseorang tidak berpuasa selama 10 hari dalam bulan Ramadan, mereka perlu membayar fidyah sebesar 10 mud makanan pokok atau jumlah uang yang setara dengan 10 kali harga makanan pokok. Harga makanan pokok yang digunakan sebagai referensi harus disesuaikan dengan kondisi lokal dan biaya hidup yang berlaku. 5. Distribusi Fidyah: Fidyah biasanya diberikan kepada fakir miskin atau mereka yang membutuhkan. Dalam banyak kasus, fidyah dapat diberikan kepada lembaga amal atau organisasi yang memiliki program pemberian makanan kepada mereka yang membutuhkan. Penting untuk memastikan bahwa fidyah disalurkan dengan benar agar dapat mencapai orang-orang yang membutuhkannya. Penting untuk dicatat bahwa fidyah harus dibayar selama bulan Ramadan atau sebelum Idul Fitri. Namun, jika seseorang tidak menyadari bahwa mereka tidak dapat berpuasa hingga setelah Lebaran, mereka harus segera meminta maaf kepada Allah SWT dan melakukan tawbah (taubat) atas ketidakmampuan mereka. Dalam situasi seperti itu, mereka tidak diwajibkan untuk membayar fidyah. Mengenal fidyah, denda Muslim tak bisa puasa, dan cara menghitungnya penting bagi individu yang tidak dapat menjalankan puasa Ramadan karena alasan yang sah. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap berkontribusi dan merasakan bagian dari keberkahan Ramadan, sambil memenuhi kewajiban agama mereka. Konsultasikan dengan ulama atau ahli agama jika ada keraguan atau pertanyaan lebih lanjut terkait fidyah dan penggantian puasa dalam agama Islam. Penulis: Yoga Pratama ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ Mari tunaikan zakat, infaq, sedekah, fidyah, kafarat dan qurban transfer ke rekening: BSI : 4441111121 BRI : 153101000005307 an. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta Atau melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id ?
BERITA08/04/2024 | Yoga Pratama
Zakat Perdagangan Dalam Islam
Zakat Perdagangan Dalam Islam
Zakat Perdagangan Dalam Islam: Konsep, Kewajiban, dan Manfaatnya Kata zakat memiliki beberapa arti yaitu al-baraktu artinya keberkahan, al-namaa artinya pertumbuhan dan perkembangan. Zakat adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim yang diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. Perdagangan atau perniagaan adalah pekerjaan membeli barang dari suatu tempat atau pada suatu waktu dan menjual barang di tempat lain dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Dalam Islam, zakat perdagangan merupakan salah satu aspek penting dari sistem ekonomi yang didasarkan pada prinsip keadilan, solidaritas sosial, dan kesejahteraan umum. Tujuan zakat perdagangan diharapkan dapat menghimpun dana sebesar-besarnya dari berbagai usaha perdagangan. Konsep Zakat Perdagangan Zakat perdagangan (dalam hukum Islam dinamakan zakat tijarah) adalah zakat yang dikeluarkan atas kepemilikan harta yang diperuntukkan untuk jual beli. Sebagaimana yang terdapat dalam Hadits: “Dari Abu Hurairah r.a, dia berkata, “ Nabi Saw, bersabda: “Barangsiapa bersedekah dengan ukuran seharga sebutir kurma dari hasil usahanya yang baik (halal), dan Allah tidak menerima sedekah, kecuali dari hasil usaha yang baik”. Zakat perdagangan adalah salah satu jenis zakat dalam Islam, yang secara khusus dikenakan atas modal usaha dan keuntungan yang diperoleh dari transaksi jual beli. Konsep ini didasarkan pada prinsip bahwa kekayaan yang diperoleh harus didistribusikan secara adil dalam masyarakat, dan individu yang memiliki modal usaha memiliki kewajiban moral untuk menyumbangkan sebagian dari kekayaan mereka kepada yang membutuhkan. Kewajiban Zakat Perdagangan Zakat perdagangan merupakan salah satu kewajiban bagi umat muslim yang berprofesi pedagang. pada ajaran Islam yang mengharuskan umatnya untuk memberikan sebagian dari kekayaan mereka kepada mereka yang kurang beruntung sebagai bentuk solidaritas sosial dan kesejahteraan umum. Wajib zakat yang dikenakan pada individu yang berprofesi sebagai pedagang harus memenuhi syarat kekayaan dagang wajib zakat diantaranya: niat zakat, harta yang dipperoleh dari berdagang mencapai haul, nisab setara 85 gram emas, besarnya kadar zakat 2,5% dari pendapatan bersih, dalam pembayarannya dapat berupa barang atau uang. Adapun bentuk zakat perdagangan mencakup usaha industri, usaha perhotelan, usaha ekspor-impor, kontraktor, percetakan/penerbitan, supermarket dan swalayan. Zakat juga dikenakan pada produk lembaga keuangan syariah baik bank maupun bank yang ketentuannya disesuaikan menurut akad masing-masing produk. Kewajiban zakat perdagangan ini menjadi tujuan agamis, spiritual, finansial, ekonomi, sosial yang pada akhirnya dapat mencapai kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Disamping itu, sebagian besar masyarakat muslim wajib hukumnya untuk menunaikan perintah agama Islam yaitu dengan membayar zakat dari hasil dagangnnya setelah ia mendapatkan keuntungan. Manfaat Zakat Perdagangan Zakat perdagangan memiliki berbagai manfaat baik secara spiritual maupun sosial-ekonomi. Secara spiritual, membayar zakat perdagangan membantu menyucikan harta dan mengingatkan individu untuk tidak terlalu terikat pada dunia materi. Secara sosial-ekonomi, zakat perdagangan membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dalam masyarakat, meningkatkan kesejahteraan umum, dan memperkuat solidaritas sosial di antara berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, zakat perdagangan adalah kewajiban keagamaan dalam Islam yang menekankan pentingnya berbagi kekayaan dengan mereka yang kurang beruntung. Dengan memahami konsep, kewajiban, dan manfaat zakat perdagangan. Umat muslim dapat berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadilan sosial sesuai dengan ajaran Islam. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA07/04/2024 | Asmara
Implementasi Zakat di Negara-Negara Mayoritas Muslim
Implementasi Zakat di Negara-Negara Mayoritas Muslim
Implementasi Zakat di Negara-Negara Mayoritas Muslim : Tantangan dan Peluang Zakat sebagai salah satu pilar penting dalam Islam, memiliki peran yang signifikan dalam membentuk ekonomi dan sosial masyarakat Muslim. Dalam negara-negara mayoritas Muslim, implementasi zakat sering kali menjadi fokus utama dalam upaya menciptakan kesejahteraan yang merata. Namun, proses implementasi zakat juga menghadapi tantangan yang kompleks, sekaligus menawarkan peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut. Artikel ini akan mengeksplorasi berbagai aspek terkait implementasi zakat di negara-negara mayoritas Muslim, dengan menyoroti tantangan yang dihadapi dan peluang yang dapat dimanfaatkan. 1. Tantangan Implementasi Zakat : a. Kurangnya Kesadaran : Salah satu tantangan utama dalam implementasi zakat adalah rendahnya kesadaran di kalangan umat Islam tentang kewajiban zakat dan potensi dampaknya terhadap kesejahteraan sosial. b. Kekurangan Infrastruktur : Banyak negara mayoritas Muslim mengalami kekurangan infrastruktur yang memadai untuk mengelola dan mendistribusikan zakat dengan efisien. Hal ini dapat menghambat efektivitas program zakat. c. Kebijakan dan Regulasi yang Tidak Konsisten : Adanya kebijakan dan regulasi yang tidak konsisten mengenai zakat dapat menghambat pelaksanaan yang efektif. Selain itu, kebijakan yang tidak jelas dapat menyebabkan kebingungan dan ketidakpastian di kalangan masyarakat. d. Masalah Korupsi : Korupsi merupakan masalah serius yang dapat menghambat distribusi zakat secara adil dan merata. Kekhawatiran akan penyalahgunaan dana zakat sering kali menjadi kendala dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga yang mengelola zakat. 2. Peluang Implementasi Zakat : a. Inovasi Teknologi : Penggunaan teknologi modern, seperti platform digital dan aplikasi mobile, dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan, pengelolaan, dan distribusi zakat. Inovasi ini dapat membantu mengatasi beberapa tantangan infrastruktur yang dihadapi. b. Peningkatan Kesadaran dan Pendidikan : Upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang zakat melalui pendidikan dan kampanye sosial dapat membantu mengatasi kurangnya pemahaman di kalangan masyarakat Muslim. c. Kolaborasi antara Pemerintah dan Swasta : Kerja sama antara pemerintah, lembaga amil zakat, dan sektor swasta dapat membantu memperkuat infrastruktur zakat dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat. d. Pemberdayaan Ekonomi Lokal : Zakat dapat digunakan sebagai instrumen untuk mendorong pengembangan ekonomi lokal, dengan memberikan bantuan kepada pengusaha kecil dan menengah serta program-program yang mempromosikan kemandirian ekonomi masyarakat. Dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam implementasi zakat, penting bagi negara-negara mayoritas Muslim untuk melakukan langkah-langkah strategis yang menyeluruh. Ini termasuk upaya untuk meningkatkan kesadaran, memperbaiki infrastruktur, memperkuat regulasi, dan mengembangkan inovasi dalam pengelolaan zakat. Dengan demikian, zakat dapat menjadi instrumen efektif dalam menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Muslim dan memperkuat fondasi ekonomi dan sosial mereka. #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA07/04/2024 | Asmara
Keutamaan Membayar Fidyah Ramadan
Keutamaan Membayar Fidyah Ramadan
Ramadan adalah bulan suci dalam agama Islam yang diisi dengan ibadah puasa. Namun, ada beberapa situasi di mana seseorang tidak dapat berpuasa karena alasan kesehatan atau kondisi lainnya. Dalam hal ini, membayar fidyah Ramadan menjadi pilihan yang diperbolehkan dan memiliki keutamaan tersendiri. Berikut ini adalah beberapa keutamaan membayar fidyah Ramadan: Menjaga Kepenuhan Ibadah Puasa: Salah satu keutamaan membayar fidyah Ramadan adalah memastikan integritas dan keutuhan ibadah puasa. Meskipun seseorang tidak dapat menjalankan puasa secara fisik, membayar fidyah memungkinkan mereka untuk tetap merasakan bagian dari keberkahan Ramadan dan berkontribusi dalam bentuk penggantian kepada mereka yang membutuhkan. Dengan membayar fidyah, seseorang menghormati nilai-nilai puasa dan menjaga hubungannya dengan bulan yang penuh berkah ini. Memberikan Bantuan kepada Yang Membutuhkan: Fidyah Ramadan biasanya berupa pembayaran yang diberikan kepada fakir miskin atau mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka. Dalam konteks ini, membayar fidyah Ramadan memberikan kesempatan bagi individu yang tidak dapat berpuasa untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kebaikan dan kepedulian sosial yang sangat ditekankan dalam agama Islam. Mendapatkan Pahala dan Pengampunan: Membayar fidyah Ramadan juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan pahala dan pengampunan dari Allah SWT. Meskipun seseorang tidak dapat menjalankan puasa secara penuh, niat baik dan usaha untuk menggantinya dengan membayar fidyah diakui dan dihargai oleh Allah SWT. Hal ini mencerminkan kerendahan hati, ketulusan, dan keinginan yang kuat untuk beribadah meskipun dalam situasi yang tidak memungkinkan. Menyeimbangkan Antara Kepatuhan dan Kesehatan: Ada situasi di mana seseorang tidak dapat berpuasa karena alasan kesehatan yang serius. Dalam kasus-kasus ini, membayar fidyah Ramadan memungkinkan seseorang untuk menjaga kesehatan mereka dengan memenuhi kewajiban agama mereka secara proporsional. Dengan memahami batasan dan mengambil langkah yang diperbolehkan untuk membayar fidyah, seseorang dapat menyeimbangkan antara ketaatan agama dan menjaga kesehatan mereka sendiri. Meningkatkan Rasa Syukur dan Kesadaran: Membayar fidyah Ramadan mengingatkan seseorang akan berkah dan nikmat yang diberikan kepada mereka. Dalam situasi di mana mereka tidak dapat menjalankan puasa, mereka masih diberi kesempatan untuk berbuat kebaikan dengan membantu mereka yang membutuhkan melalui fidyah. Hal ini dapat meningkatkan rasa syukur, kesadaran, dan rasa terima kasih terhadap segala yang Allah SWT berikan. Membayar fidyah Ramadan adalah bentuk pengganti yang diakui dan diperbolehkan dalam agama Islam. Dalam situasi ketika seseorang tidak dapat berpuasa, membayar fidyah Ramadan memungkinkan mereka untuk tetap terhubung dengan bulan yang penuh berkah ini dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Dengan keutamaan-keutamaan yang terkait dengannya, membayar fidyah Ramadan menjadi cara yang bermanfaat dan berarti untuk menjaga keterhubungan spiritual dan sosial selama bulan suci ini. Penulis: Yoga Pratama ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ Mari tunaikan zakat, infaq, sedekah, fidyah, kafarat dan qurban transfer ke rekening: BSI : 4441111121 BRI : 153101000005307 an. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta Atau melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id ?
BERITA07/04/2024 | Yoga Pratama
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat