WhatsApp Icon
Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta

Tarhib Ramadhan sebagai Spirit Menyambut Bulan Suci

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menghadirkan kegiatan bernuansa religius dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan melalui agenda Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Masjid Pangeran Diponegoro, Balaikota Yogyakarta. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan spiritual generasi muda Islam sebelum memasuki bulan penuh berkah. Sejak pagi hari, para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun secara khidmat dan inspiratif.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini diikuti oleh Kader Hafidz serta Kader Remaja Masjid binaan BAZNAS Kota Yogyakarta yang selama ini aktif dalam program pembinaan keagamaan. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat kolektif untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan ilmu yang cukup. BAZNAS Kota Yogyakarta memandang generasi muda sebagai aset strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam setiap program yang dijalankan.

Masjid Pangeran Diponegoro dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis dan simbolis sebagai pusat kegiatan keagamaan di lingkungan pemerintahan Kota Yogyakarta. Suasana masjid yang sejuk dan penuh ketenangan menambah kekhusyukan selama acara berlangsung. Para peserta tampak mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Nuansa kebersamaan begitu terasa, menciptakan energi positif yang menguatkan semangat menyambut Ramadhan.

Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa Tarhib Ramadhan bukan sekadar seremonial, melainkan sarana membangun kesiapan lahir dan batin. Ramadhan dipandang sebagai bulan pendidikan spiritual yang harus disambut dengan kesadaran dan pemahaman yang baik. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak mulia menjadi pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Kader Hafidz yang hadir merupakan para penghafal Al-Qur’an yang selama ini mendapatkan pendampingan dari BAZNAS Kota Yogyakarta. Keberadaan mereka diharapkan mampu menghidupkan masjid dan lingkungan sekitar dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Sementara itu, Kader Remaja Masjid menjadi motor penggerak kegiatan keislaman yang kreatif dan inklusif. Kolaborasi keduanya menciptakan sinergi yang kuat dalam dakwah berbasis generasi muda.

Rangkaian acara Tarhib Ramadhan diisi dengan tausiyah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta refleksi persiapan menyambut Ramadhan. Materi yang disampaikan mengajak peserta untuk melakukan muhasabah diri dan memperbaiki niat dalam beribadah. Para pemateri juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi amal kebaikan, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga setelahnya. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan namun penuh makna.

Selain penguatan spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antar kader dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta. Interaksi yang terjalin memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam satu visi dakwah. Para peserta saling berbagi pengalaman dan motivasi dalam menjalankan peran sebagai kader binaan BAZNAS Kota Yogyakarta. Hal ini menjadi modal sosial yang penting untuk keberlanjutan program-program keumatan.

BAZNAS Kota Yogyakarta secara konsisten menjadikan pembinaan kader sebagai bagian dari strategi pengelolaan zakat yang berdampak jangka panjang. Tidak hanya fokus pada pendistribusian dana, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak. Tarhib Ramadhan menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai lembaga yang tidak hanya amanah, tetapi juga visioner.

Semangat menyambut Ramadhan yang ditanamkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menular ke masyarakat luas. Para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai kebaikan di lingkungan masing-masing. Dengan bekal ilmu dan spiritualitas yang kuat, mereka diharapkan dapat menghidupkan suasana Ramadhan yang penuh makna. BAZNAS Kota Yogyakarta percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini juga menjadi pengingat pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung program-program pembinaan umat. Dana ZIS yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam program kaderisasi. Dukungan para muzaki menjadi kunci keberlangsungan program-program tersebut. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperluas dampak kebaikan.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum berbagi dan peduli. Tidak hanya melalui ibadah personal, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang nyata. Zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial. Dengan menunaikan ZIS melalui lembaga resmi, kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana doa bersama menjadi momen yang penuh haru dan kekhusyukan. Para peserta memanjatkan doa agar Ramadhan yang akan datang dapat dilalui dengan penuh keberkahan dan keistiqamahan. Harapan besar disematkan agar para kader mampu menjalankan perannya dengan baik di tengah masyarakat. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendampingi dan membersamai para kader dalam setiap langkah kebaikan.

Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid ini menjadi bukti nyata kepedulian BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang berdaya. Melalui sinergi antara pembinaan spiritual dan dukungan ZIS, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih religius dan sejahtera. Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan kebaikan. Bersama BAZNAS Kota Yogyakarta, mari sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan kepedulian yang nyata.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

09/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
PROGRAM RUMAH LAYAK HUNI BAZNAS KOTA YOGYAKARTA

Komitmen Nyata untuk Hunian yang Lebih Layak

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan Program Rumah Layak Huni pada Minggu, 8 Februari 2026. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa hunian yang aman, sehat, dan layak. Rumah bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga ruang tumbuh bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih bermartabat. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung dan berkelanjutan. Pelaksanaan program ini sekaligus menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif. Kepercayaan muzaki menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Program Rumah Layak Huni ini dilaksanakan melalui sinergi antara BAZNAS Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial. Kehadiran Wali Kota Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Program ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Dengan kerja sama yang solid, manfaat program dapat dirasakan secara lebih optimal.

Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pagi hari dan dilaksanakan di dua lokasi berbeda di wilayah Kota Yogyakarta. Lokasi pertama berlangsung pada pukul 06.00 WIB di wilayah Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron. Sementara itu, lokasi kedua dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB di wilayah Keparakan, Kemantren Mergangsan. Penentuan lokasi ini didasarkan pada hasil asesmen kebutuhan yang telah dilakukan secara menyeluruh. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan bantuan hunian layak. Pendekatan berbasis data ini menjadi bagian dari komitmen akuntabilitas lembaga.

Pada lokasi pertama, penerima manfaat Program Rumah Layak Huni adalah Bapak Maryadi yang beralamat di Dukuh MJ I/1342 RT 70 RW 15, Gedongkiwo, Mantrijeron. Kondisi rumah yang sebelumnya kurang layak huni menjadi perhatian bersama. Melalui program ini, rumah Bapak Maryadi mendapatkan peningkatan kualitas agar lebih aman dan nyaman untuk ditinggali. Perbaikan hunian ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bantuan yang diberikan tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memberikan ketenangan dan harapan baru. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, pada lokasi kedua, penerima manfaat adalah Bapak Budi Santoso yang tinggal di Keparakan Lor MG I/687 RT 35 RW 008, Keparakan, Mergangsan. Rumah yang sebelumnya belum memenuhi standar kelayakan menjadi sasaran perbaikan melalui program ini. BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan hunian yang lebih sehat dan manusiawi bagi keluarga penerima manfaat. Perbaikan rumah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan keluarga. Dengan hunian yang layak, keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan produktif. Program ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.

Seluruh pendanaan Program Rumah Layak Huni ini bersumber dari dana non APBD yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang telah mempercayakan pengelolaannya kepada BAZNAS Kota Yogyakarta. Penggunaan dana dilakukan secara amanah dan sesuai dengan prinsip syariah. Setiap rupiah yang disalurkan diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penerima. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam setiap pelaksanaan program. Hal ini menjadi upaya BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat pendampingan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. OPD pendamping yang terlibat antara lain Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta. Kehadiran OPD pendamping memberikan dukungan teknis sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan. Kolaborasi ini memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan dan standar yang ditetapkan. Sinergi lintas OPD menjadi contoh baik dalam pelaksanaan program sosial terpadu. Dengan kerja sama ini, pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif.

Rumah layak huni memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga. Hunian yang aman dan sehat menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan yang berkualitas. Melalui Program Rumah Layak Huni, BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun harapan dan semangat hidup penerima manfaat. Rumah yang layak akan berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan stabilitas ekonomi keluarga. Dengan demikian, program ini menjadi investasi sosial jangka panjang.

Program Rumah Layak Huni juga menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat jangka panjang. Pendekatan ini sejalan dengan visi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Dengan semakin banyaknya muzaki, manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Dukungan dari Pemerintah Kota Yogyakarta, OPD pendamping, serta para muzaki menjadi faktor utama keberhasilan program. Kolaborasi yang terjalin mencerminkan semangat gotong royong dalam membantu sesama. Program ini tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, sinergi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut. Bersama, kita dapat menghadirkan perubahan sosial yang lebih baik.

Ke depan, BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus melanjutkan Program Rumah Layak Huni. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Evaluasi dan peningkatan kualitas program akan terus dilakukan. Dengan dukungan berkelanjutan dari para muzaki, manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapannya, semakin banyak keluarga yang dapat menikmati hunian layak.

Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, dana ZIS dikelola secara profesional dan amanah. Program Rumah Layak Huni menjadi salah satu contoh nyata pemanfaatan dana tersebut. Setiap kontribusi yang diberikan memiliki arti besar bagi kehidupan orang lain. Dengan berzakat, masyarakat turut berperan aktif dalam pembangunan sosial. Kebaikan yang ditunaikan hari ini akan menjadi keberkahan di masa depan.

Program Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi wujud ikhtiar bersama dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan mendapat ridho Allah SWT. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan kebersamaan, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Semoga program ini membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

08/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” Warnai Program Ramadan BAZNAS 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama pengelolaan zakat tahun 2026, termasuk pada momentum Ramadan. Tagline tersebut menegaskan posisi zakat sebagai instrumen sosial yang memiliki kontribusi besar dalam menjawab persoalan nasional, seperti kemiskinan, bencana alam, dan kesenjangan pembangunan.

Penguatan peran zakat tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penyampaian arah kebijakan dan program BAZNAS selama bulan Ramadan tahun ini.

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa tagline yang diusung mencerminkan semangat kolektif bangsa dalam mengoptimalkan zakat sebagai pilar penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor.

Ia mencontohkan peran zakat dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

“Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya. Menurut Kiai Noor, meningkatnya kedermawanan masyarakat selama Ramadan menjadi momentum penting dalam menggerakkan zakat, infak, dan sedekah sebagai pengungkit kesejahteraan.

“Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ucap Kiai Noor.

Pada 2026, BAZNAS akan memprioritaskan penguatan respons kebencanaan, mulai dari fase darurat hingga pemulihan berbasis pemberdayaan. Program seperti Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid telah disiapkan untuk mendukung pemulihan pascabencana.

“Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” kata Kiai Noor.

Selain fokus kebencanaan, BAZNAS juga memperluas program di bidang ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan. Kiai Noor berharap tagline tersebut menjadi ajakan bersama agar zakat menjadi energi persatuan nasional.

“Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya.

Konferensi pers tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan deputi BAZNAS RI, para amil, serta pemangku kepentingan terkait.

 

Kontributor : Adam Fakhrian

Editor : PUT

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari kuatkan kepedulian sosial dengan ZIS-DSKL yang amanah

Mari jadikan fidyah sebagai jalan berbagi dan mendidik akhlak

Mari dukung program kemaslahatan umat bersama BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk kemudahan dan keberkahan ibadah Anda.

#BAZNASKotaYogyakarta #FidyahSosial #SolidaritasIslam #EdukasiSosial #ZISDSKL #FidyahRamadan #ZakatJogja #UmatPeduli

04/02/2026 | Kontributor: BAZNAS RI
RAKORDA BAZNAS Se-DIY Perkuat Sinergi ZIS-DSKL untuk Kesejahteraan Umat

Sinergi Lembaga Zakat dalam Forum Strategis

Rapat Koordinasi Daerah BAZNAS Se-DIY menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang pertemuan resmi antar BAZNAS kabupaten dan kota untuk menyelaraskan visi, misi, dan langkah strategis. BAZNAS Kabupaten Gunungkidul dipercaya sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan agenda koordinasi ini. Seluruh perwakilan BAZNAS se-DIY hadir sebagai bentuk komitmen kolektif membangun tata kelola zakat yang profesional. Acara berlangsung di Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul yang dikenal sebagai ruang diskusi yang hangat dan bersahaja. Suasana kekeluargaan mengiringi jalannya diskusi sejak awal kegiatan.

Rakorda ini menjadi sarana evaluasi atas kinerja pengelolaan zakat yang telah berjalan. Selain itu forum ini juga dimanfaatkan untuk menyusun langkah konkret menghadapi tantangan ke depan. Setiap daerah menyampaikan capaian serta hambatan yang dihadapi di lapangan. Pertemuan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga substantif. Diskusi dilakukan secara terbuka dan konstruktif. Seluruh peserta menunjukkan keseriusan dalam memperkuat peran zakat bagi kesejahteraan umat. Rakorda ini menjadi cerminan semangat kolaborasi lintas daerah. Kesamaan tujuan menjadi fondasi utama dalam setiap pembahasan. BAZNAS Kota Yogyakarta hadir aktif dalam setiap sesi diskusi. Kehadiran ini menegaskan peran strategis BAZNAS Kota Yogyakarta dalam pengelolaan ZIS-DSKL. Forum ini diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama yang aplikatif. Sinergi yang terbangun menjadi modal penting bagi keberlanjutan program zakat.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai Tuan Rumah

Penunjukan BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah Rakorda BAZNAS Se-DIY membawa makna tersendiri. Kabupaten Gunungkidul selama ini dikenal aktif dalam pengembangan program zakat berbasis pemberdayaan. Lokasi kegiatan dipilih dengan mempertimbangkan kenyamanan dan suasana yang mendukung dialog terbuka. Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul menjadi tempat yang merepresentasikan kearifan lokal. Pemilihan lokasi ini juga mencerminkan kedekatan BAZNAS dengan masyarakat. Tuan rumah menyambut seluruh peserta dengan penuh keramahan. Persiapan acara dilakukan secara matang dan terkoordinasi. Hal ini terlihat dari kelancaran acara sejak awal hingga akhir.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul menunjukkan profesionalisme sebagai penyelenggara. Setiap detail kegiatan diperhatikan dengan baik. Kehangatan suasana membuat diskusi berjalan lebih cair. Peserta merasa nyaman menyampaikan pandangan dan gagasan. Semangat kebersamaan sangat terasa sepanjang kegiatan. Tuan rumah juga memfasilitasi kebutuhan teknis peserta. Hal ini mendukung efektivitas jalannya Rakorda. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi catatan positif bagi BAZNAS Kabupaten Gunungkidul. Peran tuan rumah diapresiasi oleh seluruh peserta. Forum ini memperkuat jejaring antar BAZNAS di DIY. Sinergi yang terbangun diharapkan terus berlanjut pasca kegiatan.

Kehadiran Lengkap BAZNAS Se-DIY

Rakorda BAZNAS Se-DIY diikuti oleh seluruh BAZNAS kabupaten dan kota di wilayah DIY. Kehadiran lengkap ini menunjukkan keseriusan lembaga zakat dalam membangun koordinasi regional. Setiap perwakilan hadir dengan membawa laporan dan masukan dari daerah masing-masing. Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Tidak ada sekat antara daerah satu dengan lainnya. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat. Kehadiran BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi salah satu sorotan dalam forum ini.

BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal aktif dalam pengembangan program inovatif. Kontribusi gagasan dari BAZNAS Kota Yogyakarta memperkaya diskusi. Seluruh peserta saling belajar dari pengalaman daerah lain. Forum ini memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar BAZNAS DIY. Pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi kelembagaan. Setiap BAZNAS menyadari pentingnya keselarasan langkah. Perbedaan karakteristik daerah menjadi kekuatan jika dikelola bersama. Rakorda ini menjadi wadah pemersatu. Semangat kolaborasi terasa kuat dalam setiap sesi. Kehadiran lengkap peserta memperkuat legitimasi hasil Rakorda. Kesepakatan yang dihasilkan menjadi tanggung jawab bersama. Forum ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas wilayah.

Evaluasi Pengumpulan Zakat sebagai Agenda Utama

Salah satu agenda utama dalam Rakorda adalah evaluasi pencapaian target pengumpulan zakat. Setiap BAZNAS memaparkan capaian pengumpulan ZIS di wilayah masing-masing. Data yang disampaikan menjadi bahan analisis bersama. Diskusi difokuskan pada strategi peningkatan penghimpunan zakat. Tantangan dalam pengumpulan zakat dibahas secara terbuka. Peserta saling memberikan masukan konstruktif. Pengalaman daerah dengan capaian tinggi menjadi referensi bersama.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan capaian dan strategi yang telah diterapkan. Pemanfaatan digitalisasi menjadi salah satu poin penting dalam diskusi. Evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat kinerja ke depan. Setiap daerah didorong untuk berinovasi. Pengumpulan zakat dipandang sebagai pintu masuk pemberdayaan umat. Diskusi juga menyoroti pentingnya literasi zakat di masyarakat. Kesadaran muzaki menjadi faktor kunci keberhasilan. Forum ini menegaskan perlunya pendekatan yang adaptif. Kolaborasi antar BAZNAS menjadi solusi atas berbagai kendala. Evaluasi dilakukan secara objektif dan transparan. Data menjadi dasar pengambilan keputusan. Rakorda ini menghasilkan rekomendasi strategis. Penguatan pengumpulan zakat menjadi komitmen bersama.

Pembahasan IZN Micro dan Makro

Rakorda BAZNAS Se-DIY juga membahas pengembangan IZN Micro dan Makro. Program ini menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi umat. Setiap BAZNAS menyampaikan progres implementasi program IZN. Diskusi menyoroti keberhasilan dan tantangan di lapangan. Pendekatan Micro dinilai efektif untuk penguatan usaha kecil. Sementara pendekatan Makro diarahkan pada dampak yang lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta berbagi pengalaman dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Integrasi program menjadi salah satu fokus pembahasan.

Peserta sepakat bahwa IZN harus dikelola secara berkelanjutan. Pendampingan mustahik menjadi faktor penentu keberhasilan. Forum ini juga membahas pengukuran dampak program. Data dampak menjadi penting untuk evaluasi. Diskusi berlangsung mendalam dan aplikatif. Setiap daerah menyampaikan inovasi yang telah dilakukan. Program IZN dipandang sebagai wajah zakat produktif. Rakorda ini memperkuat komitmen pengembangan IZN. Sinergi antar daerah menjadi kunci keberhasilan. Pembahasan ini menghasilkan kesepakatan strategis. Implementasi program akan terus dimonitor bersama. IZN menjadi fokus penguatan ke depan.

Agenda Strategis FGD ZIS DSKL

Agenda terdekat yang dibahas dalam Rakorda adalah pelaksanaan FGD ZIS DSKL. Forum diskusi ini dirancang untuk memperdalam pemahaman dan strategi pengelolaan ZIS DSKL. Peserta sepakat bahwa ZIS DSKL membutuhkan pendekatan khusus. Diskusi awal dilakukan untuk menyamakan persepsi. Setiap BAZNAS menyampaikan pandangan terkait implementasi ZIS DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel. FGD dipandang sebagai ruang strategis untuk merumuskan kebijakan. Agenda ini dirancang secara terstruktur dan sistematis.

Diskusi menyoroti peran zakat dalam pembangunan berkelanjutan. ZIS DSKL menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan. Forum ini juga membahas kesiapan sumber daya. Kolaborasi lintas sektor menjadi perhatian utama. Peserta sepakat bahwa FGD harus menghasilkan rekomendasi konkret. Agenda ini menjadi prioritas bersama. Rakorda menetapkan langkah-langkah awal pelaksanaan FGD. Setiap daerah memiliki peran dalam menyukseskan agenda ini. ZIS DSKL dipandang sebagai masa depan pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung visioner dan progresif. Rakorda ini menjadi titik awal penguatan ZIS DSKL. Komitmen bersama menjadi modal utama.

Pandangan Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pandangan strategis dalam Rakorda tersebut. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar BAZNAS di DIY. Menurut beliau, koordinasi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan zakat. Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan bahwa Rakorda bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi ruang refleksi dan perencanaan bersama. Beliau menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan ZIS. Kepercayaan masyarakat harus terus dijaga. Drs. H. Syamsul Azhari juga menekankan pentingnya inovasi.

Digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis. Menurut beliau, pendekatan kreatif diperlukan untuk menjangkau muzaki. Program pemberdayaan harus berdampak nyata. IZN menjadi instrumen penting dalam hal ini. Beliau mengapresiasi peran BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah. Suasana diskusi yang hangat dinilai mendukung produktivitas forum. Drs. H. Syamsul Azhari mengajak seluruh BAZNAS untuk terus belajar. Kolaborasi lintas daerah harus diperkuat. Rakorda ini diharapkan menghasilkan langkah konkret. Pandangan beliau menjadi penguat arah kebijakan. Pesan tersebut diterima dengan antusias oleh peserta.

Kutipan Langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pernyataan secara langsung. Beliau mengatakan, “Rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pengelolaan zakat di DIY.” Pernyataan tersebut disampaikan dengan penuh keyakinan. Beliau menegaskan bahwa sinergi adalah kunci keberhasilan. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam mengelola zakat,” ujar beliau. Menurut Drs. H. Syamsul Azhari, koordinasi akan memperkuat dampak program. Beliau juga menyampaikan pentingnya menjaga kepercayaan muzaki. “Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” lanjutnya.

Beliau menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas. Program zakat harus memberikan manfaat nyata bagi mustahik. “IZN Micro dan Makro harus terus kita kembangkan,” ungkap beliau. Drs. H. Syamsul Azhari juga menyoroti pentingnya ZIS DSKL. “FGD ZIS DSKL harus menghasilkan kebijakan yang aplikatif,” katanya. Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Pesan beliau menjadi penguat semangat bersama. Kutipan ini mencerminkan arah kebijakan BAZNAS Kota Yogyakarta. Pernyataan disampaikan secara lugas dan inspiratif. Peserta mencatat poin-poin penting tersebut. Ucapan ini menjadi salah satu sorotan Rakorda. Pesan beliau diharapkan menjadi pedoman bersama.

Komitmen Bersama Membangun Zakat Berkelanjutan

Rakorda BAZNAS Se-DIY menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat. Setiap BAZNAS menyadari peran strategisnya masing-masing. Komitmen ini tidak hanya bersifat normatif. Kesepakatan dituangkan dalam langkah-langkah konkret. Sinergi menjadi kata kunci dalam setiap rencana. Pengelolaan zakat diarahkan pada keberlanjutan. Program pemberdayaan menjadi prioritas utama. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berinovasi.

Kolaborasi lintas daerah akan terus diperkuat. Rakorda ini menjadi pijakan penting ke depan. Setiap daerah memiliki tanggung jawab yang sama. Komitmen ini didukung oleh semangat kebersamaan. Tantangan ke depan dihadapi secara kolektif. Zakat dipandang sebagai solusi sosial. Pengelolaan profesional menjadi keharusan. Rakorda ini mempertegas arah kebijakan regional. Komitmen bersama ini diharapkan berdampak luas. Keberlanjutan program menjadi fokus utama. Sinergi menjadi modal sosial yang kuat.

Peran Strategis BAZNAS Kota Yogyakarta

BAZNAS Kota Yogyakarta memainkan peran strategis dalam Rakorda ini. Kehadiran aktif dalam setiap sesi menunjukkan komitmen lembaga. BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal sebagai pelopor inovasi. Program-program yang dijalankan menjadi referensi daerah lain. Kontribusi pemikiran memperkaya diskusi. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif mendorong kolaborasi. Peran ini diapresiasi oleh peserta Rakorda. Komitmen terhadap pengelolaan profesional menjadi ciri khas.

BAZNAS Kota Yogyakarta terus memperkuat tata kelola. Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama. Pendekatan berbasis data diterapkan secara konsisten. Program pemberdayaan terus dikembangkan. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif dalam literasi zakat. Edukasi kepada masyarakat menjadi prioritas. Peran strategis ini diharapkan terus berlanjut. Rakorda ini memperkuat posisi BAZNAS Kota Yogyakarta. Sinergi regional menjadi bagian dari strategi. Peran aktif ini berdampak positif bagi DIY. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berkontribusi.

Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Umat

Rakorda ini menegaskan kembali peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Zakat tidak hanya bersifat konsumtif. Pendekatan produktif menjadi fokus utama. Program IZN menjadi contoh nyata. Pemberdayaan ekonomi mustahik menjadi tujuan. Zakat diarahkan untuk meningkatkan kemandirian. Rakorda ini memperkuat paradigma tersebut. Setiap BAZNAS berkomitmen menjalankan program berdampak. Zakat dipandang sebagai solusi sosial.

Pengelolaan profesional menjadi syarat utama. Sinergi memperkuat dampak program. ZIS DSKL menjadi bagian penting dari strategi. Rakorda ini menjadi ruang penyelarasan visi. Pemberdayaan umat menjadi tujuan bersama. Zakat dikelola secara amanah. Kepercayaan masyarakat menjadi prioritas. Rakorda ini memperkuat komitmen tersebut. Program zakat diharapkan semakin tepat sasaran. Dampak jangka panjang menjadi fokus. Zakat menjadi kekuatan pembangunan sosial.

Berzakat, Infak, dan Sedekah

Rakorda ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi. Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Zakat, infak, dan sedekah memiliki dampak besar. Setiap kontribusi menjadi amal jariyah. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan yang amanah. Program disalurkan secara tepat sasaran. Masyarakat diajak menjadi bagian dari perubahan.

ZIS-DSKL menjadi instrumen keberlanjutan. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan. BAZNAS Kota Yogyakarta membuka akses seluas-luasnya. Kemudahan layanan menjadi prioritas. Masyarakat dapat menyalurkan ZIS dengan nyaman. Rakorda ini memperkuat ajakan tersebut. Zakat menjadi solusi bersama. Infak dan sedekah memperkuat solidaritas. Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama. BAZNAS Kota Yogyakarta siap melayani. Mari bersama membangun kesejahteraan umat.

Fidyah Digital

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan fidyah secara mudah dan aman. Fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sesuai ketentuan. BAZNAS Kota Yogyakarta menyediakan layanan digital untuk kemudahan. Masyarakat dapat menunaikan fidyah melalui kantor digital resmi. Layanan ini dirancang untuk kenyamanan muzaki. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama. BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyediakan layanan informasi.

Nomor layanan muzaki siap melayani masyarakat. Fidyah yang ditunaikan akan disalurkan secara tepat. Program ini menjadi bagian dari ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan sesuai syariat. Layanan digital memudahkan masyarakat. Fidyah dapat ditunaikan kapan saja. Rakorda ini memperkuat komitmen pelayanan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berinovasi. Masyarakat diajak memanfaatkan layanan resmi. Fidyah menjadi bagian dari kepedulian sosial. BAZNAS Kota Yogyakarta siap menjadi mitra umat. Mari tunaikan fidyah dengan amanah.

Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta untuk pemberdayaan umat.

Mari salurkan infak dan sedekah sebagai wujud kepedulian sosial.

Mari dukung program ZIS-DSKL demi kesejahteraan berkelanjutan.

Mari percayakan ZIS kepada BAZNAS Kota Yogyakarta yang amanah dan profesional.

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi layanan muzaki 0821-4123-2770

#BAZNASKotaYogyakarta #RakordaBAZNASDIY #ZISDSKL #ZakatUntukUmat #FidyahBAZNAS

04/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Penguatan Tata Kelola Zakat Melalui Penyerahan SK Penetapan RKAT BAZNAS Se-DIY

Komitmen Bersama Menata Arah Pengelolaan Zakat

BAZNAS Kota Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola zakat melalui kegiatan Penyerahan Surat Keputusan Penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan kepada Ketua masing-masing BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan arah kebijakan pengelolaan zakat di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Penyerahan SK RKAT dilakukan sebagai bentuk legalitas sekaligus penguatan perencanaan program zakat yang terukur. Seluruh unsur pimpinan BAZNAS se-DIY hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan sarat semangat kolaborasi.

Agenda ini mencerminkan keseriusan BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menjalankan amanah umat. RKAT diposisikan sebagai instrumen utama pengendali program dan anggaran. Melalui penetapan ini, setiap BAZNAS memiliki panduan kerja yang jelas. Proses penyerahan SK dilakukan secara simbolis dan resmi. Hal ini menegaskan akuntabilitas kelembagaan yang dijunjung tinggi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana evaluasi bersama. Sinergi antarwilayah diperkuat dalam forum ini. Keselarasan program menjadi fokus utama pembahasan. Semua pihak menyadari pentingnya perencanaan yang matang. RKAT menjadi pijakan utama keberhasilan program zakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik. BAZNAS Kota Yogyakarta menegaskan perannya sebagai penggerak utama tata kelola zakat yang profesional.

Makna Strategis RKAT dalam Pengelolaan Zakat

Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan memiliki posisi strategis dalam pengelolaan zakat yang berkelanjutan. RKAT menjadi dokumen perencanaan yang merangkum visi, misi, dan target program. Setiap angka dan program yang tertuang memiliki dasar kebutuhan mustahik. Penyusunan RKAT dilakukan melalui kajian mendalam dan partisipatif. Hal ini bertujuan agar program tepat sasaran. RKAT juga menjadi alat ukur kinerja lembaga.

Setiap capaian akan dievaluasi berdasarkan dokumen ini. Dengan RKAT, transparansi pengelolaan dana zakat dapat terjaga. Masyarakat dapat melihat arah penggunaan dana secara jelas. RKAT memperkuat prinsip good governance. Perencanaan yang baik mencegah tumpang tindih program. Efisiensi anggaran menjadi lebih terjamin. RKAT juga membantu memetakan prioritas program. Fokus pada pengentasan kemiskinan menjadi arah utama. Dokumen ini mengikat seluruh unsur pelaksana. Setiap unit kerja memiliki tanggung jawab yang jelas. RKAT mendorong disiplin organisasi. Dengan demikian, zakat dikelola secara profesional dan amanah.

Penyerahan SK sebagai Penguatan Legalitas Program

Penyerahan SK Penetapan RKAT bukan sekadar seremoni administratif. Dokumen tersebut memiliki kekuatan hukum dalam pelaksanaan program. Dengan diterimanya SK, setiap Ketua BAZNAS se-DIY resmi menjalankan rencana kerja yang telah disahkan. Legalitas ini penting untuk menjaga kepatuhan terhadap regulasi. SK juga menjadi dasar pelaporan kepada pemangku kepentingan. Pemerintah daerah dapat memantau pelaksanaan program dengan jelas. Penyerahan SK dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Hal ini mencerminkan komitmen terhadap transparansi.

Setiap Ketua BAZNAS menerima dokumen dengan penuh tanggung jawab. Momentum ini memperkuat rasa kebersamaan antarwilayah. Tidak ada program yang berjalan sendiri-sendiri. Semua berada dalam satu kerangka besar pengelolaan zakat DIY. Legalitas yang kuat mendorong keberanian berinovasi. Program baru dapat dijalankan dengan dasar hukum yang jelas. Hal ini juga melindungi lembaga dari risiko administratif. Penyerahan SK menjadi tonggak awal pelaksanaan program tahunan. Seluruh jajaran diharapkan bekerja sesuai koridor yang telah ditetapkan.

Arahan Pimpinan dalam Menjaga Amanah Umat

Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, memberikan arahan penting kepada seluruh Ketua BAZNAS se-DIY. Beliau menekankan bahwa zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Setiap rupiah dana zakat memiliki nilai ibadah yang besar. Oleh karena itu, pengelolaannya tidak boleh sembarangan. Drs. H. Syamsul Azhari mengingatkan pentingnya integritas dalam bekerja. Profesionalitas harus berjalan seiring dengan keikhlasan.

Beliau juga menyoroti pentingnya perencanaan yang disiplin. RKAT bukan hanya dokumen, tetapi pedoman kerja harian. Setiap program harus memberikan dampak nyata. Mustahik harus merasakan manfaat langsung. Arahan ini disampaikan dengan penuh ketegasan dan kehangatan. Seluruh peserta menyimak dengan serius. Pesan moral menjadi bagian penting dalam sambutan tersebut. BAZNAS diharapkan menjadi teladan lembaga amanah. Kepercayaan publik harus dijaga setiap saat. Arahan pimpinan ini menjadi penguat semangat bersama. Semua pihak diingatkan akan tanggung jawab besar yang diemban.

Pernyataan Langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Dalam sambutannya, Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan pernyataan yang menjadi penegas arah lembaga. “RKAT bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi komitmen moral kita kepada umat,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa perencanaan yang baik adalah bentuk ibadah. “Setiap program harus dirancang untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi mustahik,” tegasnya. Menurut beliau, BAZNAS harus hadir sebagai solusi sosial. Pengelolaan zakat tidak boleh stagnan. Inovasi harus terus dilakukan tanpa meninggalkan prinsip syariah.

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah. “Sinergi adalah kunci keberhasilan pengelolaan zakat di DIY,” ungkapnya. Pernyataan tersebut disambut dengan anggukan para peserta. Pesan tersebut dianggap relevan dengan tantangan saat ini. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengingatkan pentingnya pelaporan yang jujur. Akuntabilitas menjadi pilar utama kepercayaan publik. Kutipan ini menjadi penegas komitmen kelembagaan. Seluruh jajaran diharapkan mengimplementasikan pesan tersebut. Pernyataan langsung ini memberikan energi baru bagi pelaksanaan program.

Sinergi BAZNAS Se-DIY untuk Dampak Lebih Luas

Kegiatan ini memperlihatkan kuatnya sinergi BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Setiap wilayah memiliki karakteristik mustahik yang berbeda. Namun, tujuan besar tetap sama, yaitu kesejahteraan umat. Sinergi memungkinkan pertukaran praktik baik antarwilayah. Program yang berhasil dapat direplikasi. Tantangan yang dihadapi dapat dibahas bersama. Forum ini menjadi ruang komunikasi strategis. Tidak ada sekat antar lembaga. Semua bergerak dalam satu visi besar.

Sinergi juga memperkuat posisi BAZNAS di mata publik. Lembaga menjadi lebih solid dan terpercaya. Kerja bersama memperluas jangkauan manfaat. Mustahik di wilayah perbatasan dapat terlayani lebih baik. Sinergi juga mencegah duplikasi program. Anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal. Kolaborasi ini menjadi modal sosial yang penting. BAZNAS Kota Yogyakarta berperan aktif dalam menginisiasi kebersamaan ini. Harapannya, dampak zakat semakin terasa luas.

Penguatan Akuntabilitas dan Transparansi Lembaga

Penetapan RKAT menjadi langkah konkret dalam memperkuat akuntabilitas lembaga. Setiap program memiliki indikator yang jelas. Anggaran dirancang sesuai kebutuhan lapangan. Transparansi menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan. Masyarakat berhak mengetahui penggunaan dana zakat. RKAT memudahkan proses monitoring dan evaluasi. Setiap penyimpangan dapat segera diidentifikasi. Hal ini melindungi lembaga dari risiko penyalahgunaan.

Akuntabilitas juga meningkatkan kepercayaan muzaki. Ketika kepercayaan meningkat, partisipasi masyarakat akan tumbuh. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen menjaga keterbukaan informasi. Laporan kegiatan disusun secara berkala. Data disajikan dengan jelas dan mudah dipahami. Prinsip ini sejalan dengan tuntutan tata kelola modern. Penguatan akuntabilitas juga berdampak pada internal lembaga. Disiplin kerja menjadi budaya organisasi. Dengan demikian, pengelolaan zakat berjalan lebih profesional.

Dampak RKAT terhadap Program Pemberdayaan

RKAT yang telah ditetapkan akan berdampak langsung pada program pemberdayaan mustahik. Program pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dirancang lebih terarah. Setiap kegiatan memiliki target yang terukur. Mustahik tidak hanya menerima bantuan konsumtif. Pemberdayaan menjadi fokus utama. RKAT memungkinkan perencanaan jangka panjang. Program berkelanjutan dapat dijalankan dengan konsisten. Dampak sosial menjadi lebih nyata.

Mustahik didorong untuk mandiri. RKAT juga mendukung inovasi program. Kebutuhan baru dapat diakomodasi. Evaluasi dilakukan secara berkala. Program yang kurang efektif dapat diperbaiki. Hal ini memastikan dana zakat digunakan optimal. BAZNAS Kota Yogyakarta menempatkan pemberdayaan sebagai prioritas. Dengan perencanaan yang matang, perubahan sosial dapat terwujud. RKAT menjadi alat penting dalam mencapai tujuan tersebut.

Peran Ketua BAZNAS dalam Implementasi RKAT

Ketua masing-masing BAZNAS se-DIY memegang peran kunci dalam implementasi RKAT. Mereka bertanggung jawab memastikan program berjalan sesuai rencana. Kepemimpinan yang kuat sangat dibutuhkan. Ketua harus mampu menggerakkan tim. Komunikasi internal menjadi faktor penting. Setiap staf harus memahami arah kerja. Ketua juga menjadi wajah lembaga di hadapan publik. Kepercayaan masyarakat sangat bergantung pada integritas pimpinan.

Implementasi RKAT membutuhkan ketegasan dan keteladanan. Ketua harus menjadi contoh dalam disiplin kerja. Pengambilan keputusan harus berdasarkan data. RKAT menjadi rujukan utama. Tantangan lapangan harus dihadapi dengan bijak. Ketua juga harus responsif terhadap kebutuhan mustahik. Peran ini menuntut komitmen tinggi. Dengan kepemimpinan yang baik, RKAT dapat diimplementasikan secara optimal. BAZNAS Kota Yogyakarta berharap seluruh Ketua menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab.

Harapan terhadap Penguatan Layanan Muzaki

Selain mustahik, RKAT juga berdampak pada peningkatan layanan muzaki. Layanan yang baik akan meningkatkan kenyamanan berzakat. RKAT mengatur pengembangan sistem layanan. Digitalisasi menjadi salah satu fokus. Muzaki dapat menunaikan zakat dengan mudah. Informasi disajikan secara transparan. Layanan konsultasi diperkuat. Muzaki dapat bertanya dan mendapatkan pendampingan.

Kepercayaan muzaki menjadi aset penting. RKAT mendorong peningkatan kualitas pelayanan. Setiap keluhan ditangani dengan cepat. Layanan yang profesional mencerminkan keseriusan lembaga. BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan layanan yang humanis. Muzaki tidak hanya menyetor dana, tetapi juga terlibat secara emosional. Dengan layanan yang baik, partisipasi masyarakat akan meningkat. RKAT menjadi dasar pengembangan layanan ini. Harapannya, zakat semakin menjadi gaya hidup.

Konsistensi BAZNAS Kota Yogyakarta dalam Pelayanan Umat

BAZNAS Kota Yogyakarta terus menunjukkan konsistensinya dalam pelayanan umat. Penyerahan SK RKAT menjadi bukti keseriusan tersebut. Setiap tahun, perencanaan dilakukan dengan lebih baik. Evaluasi menjadi budaya organisasi. Kesalahan dijadikan pelajaran. Keberhasilan dijadikan motivasi. Konsistensi ini membangun reputasi lembaga. Masyarakat melihat kesungguhan BAZNAS Kota Yogyakarta.

Pelayanan tidak hanya bersifat seremonial. Program dijalankan hingga tuntas. Mustahik didampingi secara berkelanjutan. Konsistensi juga terlihat dalam pelaporan. Informasi disampaikan secara rutin. Hal ini meningkatkan kepercayaan publik. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen menjaga amanah ini. RKAT menjadi alat utama menjaga konsistensi tersebut. Dengan kerja yang berkesinambungan, manfaat zakat akan semakin luas.

Bersama BAZNAS kota Yogyakarta Menguatkan Gerakan Zakat

Melalui momentum ini, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif. Zakat bukan hanya kewajiban individu. Zakat adalah gerakan sosial. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan program. Dengan RKAT yang jelas, dana zakat dikelola lebih terarah. Masyarakat tidak perlu ragu. Kepercayaan dibangun melalui transparansi.

BAZNAS Kota Yogyakarta membuka ruang kolaborasi. Semua pihak dapat terlibat. Gerakan zakat membutuhkan dukungan bersama. Dari muzaki hingga relawan. Dengan kebersamaan, dampak zakat akan lebih besar. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen menjadi fasilitator gerakan ini. RKAT menjadi panduan bersama. Harapannya, zakat menjadi solusi nyata masalah sosial. Ajakan ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat. Mari bersama menguatkan peran zakat untuk kesejahteraan umat.

Menjaga Amanah, Menguatkan Kepercayaan

Penyerahan SK Penetapan RKAT kepada Ketua masing-masing BAZNAS se-DIY menjadi penanda penting komitmen bersama. Kegiatan ini bukan akhir, melainkan awal dari kerja panjang. Amanah umat harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. RKAT menjadi kompas perjalanan lembaga. Dengan perencanaan yang matang, tujuan dapat dicapai. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat terus mendukung. Kepercayaan publik adalah modal utama.

Dengan dukungan muzaki, program dapat berjalan optimal. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen menjaga transparansi. Setiap dana dikelola secara profesional. Penutup ini menjadi pengingat akan tanggung jawab bersama. Zakat, infak, dan sedekah adalah kekuatan sosial. Mari jadikan zakat sebagai solusi. Dengan kebersamaan, kesejahteraan umat dapat terwujud. BAZNAS Kota Yogyakarta siap menjadi mitra terpercaya. Amanah dijaga, kepercayaan dikuatkan.

Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta untuk pengelolaan yang amanah dan profesional

Mari salurkan infak dan sedekah untuk mendukung program pemberdayaan mustahik

Mari berpartisipasi dalam gerakan zakat demi kesejahteraan umat

Mari percayakan ZIS-DSKL kepada BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai lembaga resmi

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau melalui layanan muzaki di nomor 0821-4123-2770 agar ibadah semakin tertib dan berkah.

#BAZNAS Kota Yogyakarta #RKAT #ZakatDIY #ZISDSKL #ZakatUntukUmat #Fidyah #LayananMuzaki

 

04/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Berita Terbaru

Penerima Beasiswa Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta Dinobatkan Menjadi Salah Satu Wisudawan Terbaik. 
Penerima Beasiswa Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta Dinobatkan Menjadi Salah Satu Wisudawan Terbaik. 
Penerima beasiswa kader remaja masjid BAZNAS Kota Jogja, Khonsa Media Muttaqina (12 tahun) dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik pada ajang Khotmul Quran dan Imtihan Tartil Juz 29 dan 30, Ahad 27 Dzulqo'dah 1446 (25/5/2025) bertempat di SM Tower Malioboro. Siswi kelas 6 SD Islam Al Qudwah, putri Bapak/Ibu Julrian Hersusanto, warga Dukuh, Mj.1/2415 Mantrijeron Yogyakarta, saat ini telah memiliki hafalan Al-Qur’an 5 juz. Keikutsertaan Khonsa dalam musabaqah ini merupakan bagian dari implementasi semangat zakat yang ditunaikan masyarakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, yang kemudian dikembalikan dalam bentuk pembinaan generasi remaja masjid. Program beasiswa kader remaja masjid ini menjadi salah satu pilar dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Islam. Dengan hafalan yang kuat, penguasaan tajwid yang baik, serta kepercayaan diri saat tampil di hadapan dewan juri dan pengunjung, Khonsa mampu menyisihkan para peserta lain di kategori usianya. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan kader remaja yang dilakukan secara berkesinambungan oleh BAZNAS Kota Jogja, mampu mencetak generasi yang unggul. Ketua BAZNAS Kota Jogja Drs.H. Syamsul Azhari menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini dan berharap semangat Khonsa dapat menjadi inspirasi bagi kader lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas hafalan Al-Qur’an. Beasiswa kader remaja masjid tahun 2025/1446 diberikan kepada 90 anak usia SD/MI dan SMP/MTs, masing-masing setiap bulan mendapatkan beasiswa Rp.400.000. "BAZNAS Kota Yogyakarta juga memberikan beasiswa kader hafidz bagi 75 anak, usia TK/RA s.d SMA/MA, masing-masing setiap bulan menerima beasiswa Rp.500.000", pungkasnya.
BERITA27/05/2025 | H. Misbahrudin
Persiapan Penyelenggaraan Kurban, BAZNAS Kota Yogyakarta Adakan Musyawarah Koordinasi Dengan Ikatan Notaris Indonesia Pengda Yogyakarta
Persiapan Penyelenggaraan Kurban, BAZNAS Kota Yogyakarta Adakan Musyawarah Koordinasi Dengan Ikatan Notaris Indonesia Pengda Yogyakarta
Musyawarah koordinasi (Musykoord) diikuti Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Notaris Indonesia (INI) Yogyakarta, Mochamad Dahlan, SH dan Ketua Pengda IPPAT Kota Yogyakarta, Firdaus Ibnu Pamungkas, SH, MH beserta jajaran pengurus lainnya, Senin 28 Dzulqo'dah1446 (26/5/2025). Sementara dari BAZNAS Kota Yogyakarta hadir Ketua, Drs.H.Syamsul Azhari, Wakil Ketua II, Kepala Pelaksana dan jajaran Pelaksana. Musykoord juga dihadiri Ka.Bag. Kesra Setda Kota Yogyakarta beserta jajaran. BAZNAS Kota Yogyakarta bersama INI DIY dan IPPAT Kota Yogyakarta akan menyelenggarakan kurban bersama. Koordinator bidang kerohaniaan, H. Sutarno, melaporkan bahwa saat ini sudah terkumpul lembu 10 ekor. Seluruh lembu yang terkumpul di sembelih hari Ahad 12 Dzulhijjah 1446 (8/7/2025) di Rumah Potong Hewan Giwangan. Setelah dipotong, daging dibawa ke masjid Pangeran Diponegoro Balaikota, di peking dan didistribusikan kepada penggerobak di wilayah Kota Yogyakarta, jumlahnya mencapai 1.322 orang. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta dan Kabag Kesra Setda Kota Yogyakarta, menyampaikan ucapan terima kasih dan mendukung sepenuhnya kegiatan kurban yang diselenggarakan INI bersama IPPAT Yogyakarta. Kegiatan ini sangat membantu Pemerintah Kota Yogyakarta yang saat ini sedang menjadikan penanganan sampah menjadi program prioritas. "Penggerobak sebagai salah satu aktor dalam penanganan sampah, menjadi prioritas penerima daging kurban dari INI dan PPAT Yogyakarta", ungkap Kabag Kesra.
BERITA27/05/2025 | H. Misbahrudin
Bantu Wujudkan Hunian Layak dan Sehat, BAZNAS Kota Yogyakarta Serahkan Bantuan Bedah Rumah
Bantu Wujudkan Hunian Layak dan Sehat, BAZNAS Kota Yogyakarta Serahkan Bantuan Bedah Rumah
Memiliki rumah layak huni dan sehat menjadi dambaan setiap orang. Ketentuan syar’i dan regulasi mewajibkan pentasharufan atau pendistribusian zakat untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahiq (penerima zakat), di antaranya adalah papan atau tempat tinggal. Ahad, 27 Dzulqa’dah 1446 H (25/5/2025), menjadi momentum membahagiakan bagi Bpk. Irawan Sulistiyo beserta keluarga, warga Semaki Kulon UH I/324 Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta, yang menerima bantuan bedah rumah dari program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) BAZNAS Kota Yogyakarta. Bantuan senilai Rp20 juta diserahkan langsung oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, S.E., M.M., bersama Ketua BAZNAS Kota Jogja, Drs. H. Syamsul Azhari. Wakil Walikota Yogyakarta menuturkan bahwa pembangunan yang berorientasi pada sumber daya manusia menjadi pilar utama. Perhatian terhadap lingkungan, termasuk rumah yang layak dan sehat, sangat penting karena 70% kualitas SDM dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal. “Terima kasih BAZNAS Jogja telah berkontribusi nyata mewujudkan itu semua, dan semoga menjadi gerakan nyata bagi semua pihak,” pintanya. Ketua BAZNAS Kota Jogja melaporkan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar mustahiq menjadi prioritas dalam pentasharufan zakat. Program RTLH dengan kegiatan bedah rumah ditargetkan menyasar 5 hingga 10 rumah per tahun, dan hingga saat ini telah terealisasi pada dua rumah. “Sebelumnya, akhir April 2025, bedah rumah dilakukan terhadap rumah Bpk. Rachmat Saputra, warga Kricak Kidul, Tegalrejo, Yogyakarta,” ujarnya. Program RTLH tidak hanya menjadi bentuk nyata kehadiran negara melalui sinergi pemerintah daerah dan BAZNAS, tetapi juga menunjukkan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional mampu memberikan solusi atas persoalan riil masyarakat. Harapannya, rumah yang telah dibedah ini tidak hanya menjadi tempat tinggal yang aman dan sehat, tetapi juga menjadi titik awal tumbuhnya harapan, produktivitas, serta peningkatan kesejahteraan bagi keluarga penerima manfaat. Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta agar semakin banyak mustahiq yang terbantu dan semakin luas kebermanfaatan yang terwujud. Zakat Anda, Keajaiban bagi Mustahik.Editor & Dokumentasi : HUMAS BAZNAS Kota Yogyakarta
BERITA25/05/2025 | H. Misbahrudin
BAZNAS Dukung Haris Raih Gelar Master of Laws di Australian 
BAZNAS Dukung Haris Raih Gelar Master of Laws di Australian 
Muhammad Haris Makarim, pemuda dengan latar belakang keilmuan Hukum Tata Negara, berhasil menembus Australian National University (ANU) untuk melanjutkan studi S2 melalui program Master of Laws. Keberhasilan ini tidak lepas dari perannya sebagai peserta NU Scholarship, program hasil kerja sama antara PBNU dan BAZNAS yang dilaksanakan oleh Lakpesdam PBNU. Perjalanan Haris menuju Australia diwarnai tantangan—dari perjuangan mandiri belajar IELTS hingga fase stagnan yang menguji mental. Namun titik balik datang ketika ia bergabung dalam program karantina NU Scholarship. Di sana, Haris menemukan komunitas yang membangkitkan semangatnya kembali: lingkungan yang tak hanya memberi bekal teknis, tetapi juga kekuatan emosional dan spiritual. Didukung penuh oleh BAZNAS, program NU Scholarship menjadi ruang pertumbuhan bagi Haris untuk membangun kepercayaan diri, memperkuat tekad, dan merumuskan strategi mewujudkan mimpi. Kini, Haris melangkah ke negeri kanguru, membawa semangat kolektif para pejuang mimpi yang pernah bersamanya sebuah kisah nyata tentang bagaimana zakat membuka jalan menuju prestasi global.
BERITA25/05/2025 | BAZNAS RI
Kader Hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Juara dalam Lomba Hafalan Surat di Ramai Mall
Kader Hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Juara dalam Lomba Hafalan Surat di Ramai Mall
Yogyakarta (25/5) – Salah satu kader hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan. Hafshoh Kayyisah Az-Zunairoh, kader Hafidz BAZNAS yang tergabung dalam program pembinaan remaja Qur'ani, berhasil meraih kejuaraan dalam ajang Lomba Hafalan Surat kategori B (usia 8-12 tahun) yang diselenggarakan dalam rangkaian acara Cheerfull & Kids Family di Ramai Mall, Yogyakarta, Ahad (25/5). Keikutsertaan Hafshoh dalam lomba ini merupakan bagian dari implementasi semangat zakat yang ditunaikan masyarakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, yang kemudian dikembalikan dalam bentuk pembinaan generasi muda penghafal Al-Qur’an. Program kader Hafidz ini menjadi salah satu pilar dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Islam. Dengan hafalan yang kuat, penguasaan tajwid yang baik, serta kepercayaan diri saat tampil di hadapan dewan juri dan pengunjung pusat perbelanjaan, Hafshoh mampu menyisihkan para peserta lain di kategori usianya. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan kader hafidz yang dilakukan secara berkesinambungan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta, melalui pemanfaatan dana infak dan sedekah masyarakat, mampu mencetak generasi Qur’ani yang unggul sejak usia dini. BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini dan berharap semangat Hafshoh dapat menjadi inspirasi bagi kader hafidz lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas hafalan Al-Qur’an. Keikutsertaan dalam berbagai ajang juga menjadi sarana dakwah dan syiar yang menunjukkan bahwa program-program unggulan hasil dari optimalisasi dana zakat benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat. Momentum ini juga menjadi penyemangat untuk terus memperkuat dukungan terhadap program kaderisasi hafidz yang tidak hanya bertujuan melahirkan para penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter remaja masjid yang cinta ilmu, berakhlak mulia, dan aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan prestasi seperti ini, sinergi antara muzakki dan pengelola zakat terus terjaga dalam membentuk generasi Islam yang berkualitas, di mana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi investasi akhirat yang nyata hasilnya.
BERITA25/05/2025 | Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BAZNAS Kota Yogyakarta Selenggarakan Pelatihan SAI dan SOP untuk BAZNAS se-DIY
BAZNAS Kota Yogyakarta Selenggarakan Pelatihan SAI dan SOP untuk BAZNAS se-DIY
YOGYAKARTA – Dalam rangka memperkuat sinergi dan standarisasi tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Sistem Aplikasi Integrasi (SAI) dan Overview Standar Operasional Prosedur (SOP) BAZNAS RI pada Sabtu (tanggal sesuai kegiatan), bertempat di Hotel Grand Rohan Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan peserta dari seluruh BAZNAS kabupaten/kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta dan dibuka secara resmi oleh Danan Adi Nugraha, Direktur Audit, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko BAZNAS. Dalam sambutannya, Danan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mengakselerasi transformasi digital di lingkungan BAZNAS daerah. “Penerapan SAI dan SOP adalah pondasi bagi BAZNAS yang modern, transparan, dan profesional,” tegasnya. Sebagai penyelenggara, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, turut memberikan sambutan pembuka. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata BAZNAS Kota Yogyakarta dalam membangun kesamaan visi dan peningkatan kapasitas kelembagaan di wilayah DIY. “Melalui pelatihan ini, kita berharap seluruh BAZNAS se-DIY dapat menyamakan standar kerja, meningkatkan kecepatan pelaporan, dan memperkuat akuntabilitas publik. Ini adalah wujud komitmen kita bersama untuk mengelola dana umat dengan sebaik-baiknya,” ujar Syamsul Azhari. Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama dari BAZNAS RI, yakni Iwan Ginda Harahap, Kepala Divisi Tata Kelola Teknologi Informasi. Dalam sesi materinya, Iwan memaparkan secara teknis penerapan Sistem Aplikasi Integrasi (SAI) yang digunakan sebagai platform utama pelaporan keuangan dan manajemen program zakat secara digital dan terintegrasi. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman dan konsistensi dalam penerapan SOP BAZNAS untuk memastikan efektivitas kerja serta pelayanan kepada mustahik dan muzaki. BAZNAS Kota Yogyakarta turut hadir dalam formasi lengkap: Ketua, Wakil Ketua, Kepala Pelaksana H. Misbahrudin, S.Ag., M.M., serta staf pelaksana Mas Munir, Mas Muhaimin, Mbak Nurul, Mbak Lia, dan Mbak Salsa. Kegiatan ini berlangsung dinamis dan interaktif, dengan antusiasme peserta dari seluruh BAZNAS se-DIY yang ingin memperkuat implementasi digitalisasi pengelolaan ZIS di masing-masing wilayah. Dengan terlaksananya pelatihan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap agar semangat kolaborasi dan integritas dalam pengelolaan zakat semakin menguat, serta mampu menghadirkan dampak yang lebih luas dan nyata bagi kesejahteraan umat.Dokumentasi : HUMAS BAZNAS Kota Yogyakarta
BERITA24/05/2025 | Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
Bengkel Z-Auto La Nasir di Kendari Tembus Omzet Rp1 Juta Per Hari
Bengkel Z-Auto La Nasir di Kendari Tembus Omzet Rp1 Juta Per Hari
La Nasir, perantau asal Raha, menunjukkan bahwa tekad dan kerja keras dapat membuka jalan kesuksesan. Dengan keterampilan di bidang otomotif, ia merintis bengkel Z-Auto di Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, yang kini terus berkembang dan mulai membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Dukungan dari BAZNAS dalam bentuk bantuan peralatan bengkel membuat pelayanan Z-Auto semakin optimal dalam menangani keluhan pelanggan. Hasilnya, omzet bengkel melonjak hingga mencapai Rp1.000.000 per hari — angka yang menunjukkan kemajuan signifikan bagi usaha kecil menengah di sektor otomotif. La Nasir yakin, dengan pendampingan rutin dari BAZNAS, usahanya akan terus tumbuh dan memberi manfaat lebih luas, baik bagi keluarganya maupun masyarakat di sekitarnya. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa zakat bisa menjadi penggerak perubahan ekonomi yang nyata dan berkelanjutan. Kontributor: Asna Ayu Naraya Editor: NOV
BERITA24/05/2025 | BAZNAS RI
Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Terima Kunjungan Biro Administrasi Sekretariat Presiden
Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Terima Kunjungan Biro Administrasi Sekretariat Presiden
Biro Sekretariat Presiden terdiri Lia Aprianti Wiratna, S.IP, M.P.A dan Eka Yulianti, S.A.P beserta tim melakukan kunjungan silaturahmi ke BAZNAS Kota Yogyakarta, Kamis 24 Dzulqo'dah 1446 (22/5/2025). Kunjungan diterima langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs.H.Syamsul Azhari, didampingi Kabag Kesra Setda Kota Yogyakarta, Hilmi Arifin, SE, M.S.E, MA, Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Yogyakarta H. Misbahrudin, dan Pelaksana Bidang Pungutan, Muhaimin S.Si. Dalam kunjungan tersebut disampaikan, bahwa Presiden RI pada Idul Adha 1446 akan memberikan bantuan 1 ekor lembu kepada Pemerintah Kota Yogyakarta. Hewan kurban yang diserahkan nantinya dimohonkan kepada BAZNAS Kota Jogja dan Bagian Kesra untuk disembelih dan dibagikan kepada yang berhak menerima. "Kami percayakan kepada BAZNAS Kota Jogja dan Bagian Kesra, karena telah berpengalaman dalam penanganan kurban", pungkasnya. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta dan Kepala Bagian Kesra menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan dan akan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Penyembelihan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. "Alhamdulillah kami sudah lebih dari enam tahun melakukan penanganan kurban dari sohibul maupun panitia", ungkapnya.
BERITA22/05/2025 | H. Misbahrudin
Wali Kota Yogyakarta Tunjuk BAZNAS Kota Yogyakarta Sebagai Mitra Distribusi Bahan Makan Program Food Bank Lumbung Mataraman
Wali Kota Yogyakarta Tunjuk BAZNAS Kota Yogyakarta Sebagai Mitra Distribusi Bahan Makan Program Food Bank Lumbung Mataraman
Penunjukan sebagai mitra distribusi disampaikan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, pada peresmian Sekretariat Food Bank Lumbung Mataraman, Rabu 23 Dzulqo'dah 1446 (21/5/2025) bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. Penetapan sebagai mitra distribusi dilakukan dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama yang terlibat dalam program Food Bank Lumbung Mataraman (FBLM). Wali Kota Yogyakarta menjelaskan, bahwa program FBLM bertujuan menyelamatkan makanan berlebih dari mitra, seperti hotel, restoran dan lainnya untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Alur pelaksanaan program FBKM dimulai dari donasi makanan berlebih dari mitra pendonor. Kemudian dikonfirmasi dan dikoordinasi penerimaan serta dilakukan uji kualitas oleh OPD terkait di Sekber Lumbung Mataraman. Setelah lolos uji kualitas kemudian didistribusikan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta kepada sasaran penerima. "Saya menunjuk BAZNAS Kota Jogja sebagai petugas distribusi karena memiliki pengalaman dan dukungan sarana prasarana yang memadai", ungkap Wali Kota Yogyakarta. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs.H.Syamsul Azhari, sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Wali Kota Yogyakarta yang telah menunjuk BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai mitra distribusi bahan makan program Food Bank Lumbung Mataraman. "Amanah yang diberikan sebagai bentuk nyata dukungan Pemerintah Kota Yogyakarta terhadap BAZNAS Kota Yogyakarta dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat", pungkasnya.
BERITA22/05/2025 | H. Misbahrudin
Dukung Program Food Bank Lumbung Mataraman, BAZNAS Kota Yogyakarta Serahkan Paket Bahan Makan Bagi Lansia.
Dukung Program Food Bank Lumbung Mataraman, BAZNAS Kota Yogyakarta Serahkan Paket Bahan Makan Bagi Lansia.
Program Food Bank Lumbung Mataraman (FBLM) diresmikan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, Rabu (21/5/2025) bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. Wali Kota Yogyakarta dalam sambutan peresmian mengatakan, bahwa program FBKM bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian bahan makan berlebih dari hotel, restoran dan lainnya. Untuk menunjang kelancaran program, Wali Kota Yogyakarta menunjuk BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai mitra distribusi bahan makan. Menandai sekaligus bentuk dukungan program Food Bank Lumbung Mataraman, BAZNAS Kota Yogyakarta membagikan 16 paket bahan makan bagi lansia Kampung Mrican Giwangan Umbulharjo Yogyakarta, Rabu 23 Dzulqo'dah 1446 (21/5/2025) di Pendopo Kelurahan Giwangan. Bantuan diserahkan Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs.H.Syamsul Azhari, diterima perwakilan lansia, disaksikan Lurah Giwangan, Dyah Murniwarini. Kampung Mrican merupakan kampung binaan, ZCD, BAZNAS Kota Yogyakarta. Paket bahan makan dan makanan siap saji juga diberikan kepada masyarakat melalui takmir masjid, panti asuhan, pesantren, rumah tahfidz dan lainnya. Dalam dua pekan terakhir ini lebih dari 400 paket telah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, ungkap H. Syamsul Azhari.Dokumentasi : Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BERITA21/05/2025 | H. Misbahrudin
BAZNAS Kota Yogyakarta Ikuti Musyawarah Koordinasi Persiapan Launching Program Food Bank Lumbung Mataraman.
BAZNAS Kota Yogyakarta Ikuti Musyawarah Koordinasi Persiapan Launching Program Food Bank Lumbung Mataraman.
Musyawarah koordinasi (Musykoord) dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Drs. Kadri Renggono, M.Si, diikuti Pimpinan OPD terkait termasuk BAZNAS Kota Yogyakarta, Selasa 22 Dzulqa'dah 1446 (20/5/2025) bertempat di Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. Musykoord menetapkan, bahwa launching program Food Bank Lumbung Mataraman akan dilakukan oleh Walikota Yogyakarta pada Rabu 23 Dzulqa'dah 1446 (21/5/2025) bertempat di Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. Kami berharap melalui musykoord ini seremonial launching berjalan lancar dan khidmat. Program Food Bank "Lumbung Mataraman" merupakan salah satu program percepatan atau "quick win" 100 hari kerja Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Wawan Harmawan. Pelaksana Bidang 1 BAZNAS Kota Yogyakarta, Muhaimin S.Si, melaporkan BAZNAS Kota Yogyakarta dalam program Food Bank Lumbung Mataraman ditunjuk sebagai distributor bahan makan maupun makan siap saji kepada penerima. Tahap awal menyasar komunitas, seperti panti asuhan, panti lansia, petugas kebersihan, buruh gendong dan lainnya. Kedepannya setelah program berjalan optimal juga akan menyasar keluarga kurang mampu, stunting, lansia yang tinggal di rumah dan lainnya.Editor : Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BERITA21/05/2025 | H. Misbahrudin
Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Terima Kunjungan Silaturahmi Ketua INI Yogyakarta dan Ketua IPPAT Kota Yogyakarta. 
Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Terima Kunjungan Silaturahmi Ketua INI Yogyakarta dan Ketua IPPAT Kota Yogyakarta. 
Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Notaris Indonesia (INI) Yogyakarta, Mochamad Dahlan, SH dan Ketua Pengda IPPAT Kota Yogyakarta, Firdaus Ibnu Pamungkas, SH, MH beserta jajaran pengurus lainnya melakukan kunjungan silaturahmi ke BAZNAS Kota Yogyakarta. Kunjungan silaturahmi diterima langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs.H. Syamsul Azhari didampingi Kepala Pelaksana dan Pelaksana, Selasa 22 Dzulqa'dah 1446 (20/5/2025) bertempat di ruang kerja Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta. H. Syamsul Azhari dalam sambutan penerimaan menjelaskan bahwa BAZNAS Kota Yogyakarta adalah lembaga pemerintah non struktural, dibentuk berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2011. Tugas pokok mengelola zakat, infaq, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS DSKL) termasuk kurban. "Alhamdulillah kami merupakan lembaga resmi bentukan pemerintah yang telah terbukti teruji mengelola ZIS DSKL sesuai syar'i dan regulasi. Salah satu buktinya peringkat terbaik nasional Audit Syariah oleh Itjen Kemenag RI dan 14 tahun berurutan meraih opini WTP Audit Keuangan oleh Kantor Akuntan Publik", terangnya. Forum silaturahmi, BAZNAS Kota Yogyakarta bersama INI Yogyakarta dan IPPAT Kota Yogyakarta, telah sepakat untuk menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan ibadah kurban tahun 1446/2025. BAZNAS Kota Yogyakarta akan memfasilitasi dan membantu penyembelihan hewan kurban dari INI Yogyakarta dan IPPAT Kota Yogyakarta. Insyaallah akan ada 10 hewan kurban lembu yang disembelih dalam kegiatan kerja sama tersebut. Kedepannya mudah-mudahan ada kerja sama lainnya, berupa program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) melalui kegiatan bedah rumah. Editor : Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BERITA21/05/2025 | H. Misbahrudin
Jum’at Berkah: Baznas Kota Yogyakarta Salurkan Fidyah di Dua Masjid Pinggiran Kali dan Sedekah Sepeda di Panti Asuhan
Jum’at Berkah: Baznas Kota Yogyakarta Salurkan Fidyah di Dua Masjid Pinggiran Kali dan Sedekah Sepeda di Panti Asuhan
Yogyakarta — BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui kegiatan tasyaruf fidyah/kafarat dan sedekah sepeda yang berlangsung pada Jumat, 18 Dzulqa’dah 1446 H / 16 Mei 2025. Kegiatan ini menyasar dua masjid yang berada di kawasan pinggiran sungai serta satu panti asuhan di wilayah Giwangan. Acara dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan kehadiran perwakilan dari Bidang II BAZNAS Kota Yogyakarta. Tasyaruf fidyah/kafarat disalurkan kepada jamaah Masjid Al Mabrur, Lembah Code, Terban, dan Masjid Nurul Iman, Ledok Macanan, Suryatmajan, Danurejan. Para penerima merupakan masyarakat sekitar masjid yang tergolong kurang mampu, termasuk lansia dan kelompok rentan. Bantuan diberikan dalam bentuk makanan siap santap dan paket sembako, sebagai bentuk realisasi dari fidyah dan kafarat yang dihimpun dari para muzakki yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa karena udzur syar’i. Penyaluran ini menjadi bentuk nyata pemanfaatan dana zakat dan infak secara amanah dan tepat sasaran. Sementara itu, tasyaruf sedekah sepeda dilaksanakan di Panti Asuhan Islam Putra Giwangan. Bantuan berupa sepeda ini merupakan hasil dari program sedekah barang produktif yang dikelola BAZNAS Kota Yogyakarta, bekerja sama dengan para donatur yang peduli terhadap masa depan anak-anak yatim dan dhuafa. Sepeda diserahkan kepada anak-anak panti sebagai sarana pendukung mobilitas untuk keperluan sekolah dan aktivitas harian mereka. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sedekah, jika dikelola secara kreatif dan terorganisir, mampu memberikan dampak nyata dan langsung bagi mustahik. Selain meringankan beban hidup, bantuan ini juga memotivasi penerima untuk terus semangat menjalani kehidupan dengan lebih mandiri dan berdaya. BAZNAS Kota Yogyakarta dalam kegiatan ini memastikan bahwa proses distribusi zakat, infak, dan sedekah berlangsung dengan transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan syariah. BAZNAS Kota Yogyakarta terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menunaikan kewajiban zakat serta menumbuhkan budaya infak dan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup Islami yang memberdayakan.
BERITA16/05/2025 | Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
Perdana, Food Bank Lumbung Mataraman Distribusikan Konsumsi Snack ke 4 Panti Asuhan di Kota Yogyakarta
Perdana, Food Bank Lumbung Mataraman Distribusikan Konsumsi Snack ke 4 Panti Asuhan di Kota Yogyakarta
Yogyakarta (14/5/2025) – Program kolaboratif bertajuk Food Bank Lumbung Mataraman resmi memulai pendistribusian perdananya pada Rabu, 16 Dzulqa’dah 1446H/14 Mei 2025. Kegiatan ini bentuk sinergi dan kolaborasi Pemerintah Kota Yogyakarta bersama BAZNAS Kota Yogyakarta dengan menghimpun sedekah konsumsi snack rapat OPD Pemerintah Kota Yogyakarta. Sebanyak empat panti asuhan yang berada di wilayah Kota Yogyakarta menjadi sasaran utama distribusi perdana ini, yaitu Panti Asuhan Mafaza, Wiwin Muslimah, PA Putra Muhammadiyah, dan PA YAKETUNIS. Setiap panti menerima paket bantuan kebutuhan pokok yang dihimpun dari sedekah rapat OPD, guna mendukung ketahanan pangan khususnya bagi anak panti. Pendistribusian ini menjadi langkah konkret dalam merealisasikan semangat gotong royong ASN Kota Yogyakarta melalui BKPSDM, yang tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas SDM, tetapi juga berkontribusi langsung dalam agenda sosial kemasyarakatan. Melalui sinergi bersama BAZNAS Kota Yogyakarta, gerakan ini tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga harapan dan semangat kepedulian terhadap sesama. BAZNAS Kota Yogyakarta, sebagai mitra strategis dalam pendistribusian sedekah, menjalankan perannya dengan memastikan paket Food Bank tersampaikan dengan tepat sasaran dan penuh tanggung jawab. Kehadiran tim distribusi ke panti asuhan dilakukan dengan semangat pelayanan dan amanah, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para mushodiq dan masyarakat penerima manfaat. Distribusi perdana ini juga menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan dalam memperkuat program ketahanan pangan, dengan harapan mampu mengurangi beban pangan harian panti asuhan, serta menjadi penyemangat bagi para donatur untuk terus bersedekah. Melalui Food Bank ini, sedekah konsumsi rapat OPD dikemas secara higines dan layak konsumsi untuk menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ke depan, program Food Bank Lumbung Mataraman akan terus diperluas cakupannya, menjangkau lebih banyak lembaga sosial dan masyarakat prasejahtera lainnya di wilayah Kota Yogyakarta. Kolaborasi antarlembaga diharapkan menjadi model sinergi pengelolaan dana sosial yang lebih sistematis dan berdampak luas.
BERITA14/05/2025 | Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
"Jum’at Berkah", BAZNAS Kota Yogyakarta Tasharufkan Sedekah dan Fidyah untuk Jamaah Masjid, Satpam, dan Cleaning Service Sekolah
"Jum’at Berkah", BAZNAS Kota Yogyakarta Tasharufkan Sedekah dan Fidyah untuk Jamaah Masjid, Satpam, dan Cleaning Service Sekolah
Yogyakarta — Jum’at, 11 Dzulqa’dah 1446 H / 9 Mei 2025. Dalam rangka program Jum’at Berkah, BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menyalurkan kebaikan melalui pendistribusian paket sedekah dan fidyah kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di Masjid Al Ikhsan Sayidan dan SMP Negeri 8 Yogyakarta, menyasar para jamaah masjid, satpam, serta petugas kebersihan sekolah. Sebanyak 302 paket dibagikan kepada mereka yang membutuhkan: 200 paket disalurkan ke 10 masjid, sementara 102 paket lainnya diberikan ke 12 sekolah di Kota Yogyakarta. Program ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi antara muzaki dan mustahik, menghadirkan keajaiban dalam tiap kebaikan yang dititipkan oleh para donatur kepada BAZNAS Kota Yogyakarta. Terima kasih kami sampaikan kepada para muzaki atas kepercayaan dan kontribusinya melalui zakat, infaq, dan sedekah. Semoga menjadi keberkahan yang terus mengalir untuk semua. BAZNAS Kota Yogyakarta akan terus menghadirkan program-program kebaikan sebagai upaya untuk menguatkan nilai-nilai sosial, kepedulian, dan pemerataan kesejahteraan di tengah masyarakat.
BERITA09/05/2025 | Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
Panen Daun Bawang Mustahik Binaan BAZNAS di Rancabali, Upaya Nyata Mendorong Kemandirian Ekonomi Umat
Panen Daun Bawang Mustahik Binaan BAZNAS di Rancabali, Upaya Nyata Mendorong Kemandirian Ekonomi Umat
Di tengah hamparan hijau Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, sekelompok petani binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menunjukkan bukti nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah dapat dioptimalkan untuk mengangkat martabat mustahik. Salah satu di antaranya adalah Pak Tatang, seorang peternak dan petani yang kini menuai hasil panen daun bawang hasil jerih payahnya bersama para petani lain dalam program pemberdayaan ekonomi mustahik. Program ini tidak hanya berfokus pada hasil pertanian, tetapi juga membangun kemandirian dan kepercayaan diri para penerima manfaat untuk menjadi produktif dan mandiri secara ekonomi. Panen daun bawang dilakukan secara bertahap dengan proses yang tertata rapi. Dari pemotongan hingga pelabelan, semua dikerjakan secara hati-hati dan profesional. Pada panen kali ini, sebanyak 587 ikat daun bawang berhasil dikemas dan siap dikirim ke Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al Ittifaq. Kerja sama ini menjadi bukti sinergi yang kuat antara petani mustahik dan institusi pendidikan Islam berbasis pesantren. Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani, distribusi hasil panen ini juga mendukung ketahanan pangan pesantren serta memperkuat ekosistem bisnis umat berbasis syariah. Cuaca yang bersahabat turut mendukung kelancaran proses panen. Tim kerja yang solid antara petani, pendamping lapangan, dan tim distribusi dari BAZNAS menjadi kunci sukses dari kegiatan ini. Dengan semangat kebersamaan, proses panen berlangsung tanpa hambatan, memastikan kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen. Langkah-langkah ini tidak hanya menunjukkan profesionalisme para petani binaan, tetapi juga menunjukkan bahwa mustahik, ketika diberikan akses, ilmu, dan kepercayaan, mampu bertransformasi menjadi muzakki di masa depan. BAZNAS Provinsi Jawa Barat melalui program pemberdayaan petani ini menegaskan komitmennya dalam menyejahterakan umat Islam melalui zakat yang dikelola secara amanah dan produktif. Keberhasilan Pak Tatang dan petani lainnya menjadi bukti bahwa zakat tidak semata-mata disalurkan dalam bentuk konsumtif, melainkan menjadi sarana perubahan sosial dan ekonomi yang nyata. Di tengah tantangan kehidupan modern dan ekonomi yang kian kompleks, langkah BAZNAS ini memperlihatkan bahwa lembaga zakat memiliki peran strategis dalam menciptakan keadilan sosial, mendorong pertumbuhan ekonomi umat, serta menjembatani kesenjangan antara yang mampu dan yang membutuhkan.
BERITA08/05/2025 | BAZNAS RI
Sinergi BAZNAS dan Petani, Panen Padi Purbalingga Capai 150 Hektare
Sinergi BAZNAS dan Petani, Panen Padi Purbalingga Capai 150 Hektare
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar panen raya padi bersama para petani binaan Program Lumbung Pangan di lahan seluas 150 hektare di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (5/5/2025). Kegiatan ini menjadi bukti komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis agribisnis berkelanjutan. Sebanyak 250 petani binaan mengikuti program ini, yang tak hanya menerima bantuan modal usaha tani, tetapi juga pelatihan dan pendampingan intensif untuk peningkatan kualitas produksi. Selain itu, program ini juga mendorong petani agar mampu mengelola pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri, sebagai langkah menuju pertanian yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Salah satu petani binaan, Bapak Suyatno, mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan yang telah diterima. “Saya dulu cuma nanam padi pakai cara lama. Setelah ikut program BAZNAS, saya jadi tahu cara olah tanah dan rawat tanaman yang benar. Hasil panen sekarang jauh lebih baik,” ujarnya. Dukungan nyata juga datang dari Perum BULOG dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang turut membeli hasil panen secara simbolis. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi petani lokal di Purbalingga.
BERITA08/05/2025 | BAZNAS RI
Podcast BAZNAS Kota Yogyakarta: Kupas Kiat Mendidik Anak Hafal 30 Juz Al Qu'an Bersama Ayah Qonita
Podcast BAZNAS Kota Yogyakarta: Kupas Kiat Mendidik Anak Hafal 30 Juz Al Qu'an Bersama Ayah Qonita
Yogyakarta, 9 Dzulqa’dah 1446H / Rabu, 7 Mei 2025 – BAZNAS Kota Yogyakarta menggelar podcast sharing session bertajuk “Kiat Mendidik Anak Hafal Al-Qur’an” yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan Ayah dari Qonita, kader hafidzah BAZNAS Kota Yogyakarta yang telah berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an. Podcast ini dipandu langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Yogyakarta, H. Misbahrudin, dan turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari. Dalam sesi yang berlangsung santai dan inspiratif, Ayah Qonita membagikan pengalaman mendidik putrinya hingga mampu mencapai prestasi sebagai hafidzah 30 juz di usia 7 tahun. Ia menekankan pentingnya ikhtiar muroja’ah secara konsisten, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta memperkuat interaksi anak dengan Al-Qur’an. “Jika anak enjoy dalam menghafal dan dekat dengan Al-Qur’an, insyaallah Allah akan memudahkan prosesnya. Nantinya, hafalan ini akan berdampak nyata dalam perilaku dan kontribusi sosial anak di tengah masyarakat,” ungkapnya. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs.H. Syamsul Azhari, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menyemai generasi Qur’ani melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah. Ia menegaskan bahwa pendidikan Qur’ani sejak dini menjadi kunci untuk membentuk karakter unggul dan akhlak mulia di kalangan generasi muda. Podcast ini menjadi media dakwah yang produktif, sekaligus sarana edukasi bagi orang tua dalam menjalankan perannya mendampingi anak menuju hafalan Al-Qur’an. Host H. Misbahrudin turut menggali berbagai aspek dalam proses pembinaan Qonita, mulai dari manajemen waktu, pendekatan emosional, hingga peran lingkungan keluarga yang suportif. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelayanan BAZNAS Kota Yogyakarta kepada umat, dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara transparan dan berdampak. Dengan menghadirkan cerita nyata dan inspiratif, podcast ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap pendidikan Qur’ani dan menjadikan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar membangun peradaban. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen menguatkan program kaderisasi hafidz dan berbagai layanan yang mengintegrasikan nilai spiritual dan sosial, demi mencetak generasi penerus yang cinta Al-Qur’an dan mampu berkontribusi bagi bangsa dan umat.Publikasi : Humas BAZNAS Kota YogyakartaEditor : H. Misbahrudin S.Ag., M.M
BERITA07/05/2025 | Salsa Fateha
BAZNAS Kota Yogyakarta Siap Sambut Idul Adha 1446 H: ikuti Rakor Pengendalian Penyakit Hewan Kurban
BAZNAS Kota Yogyakarta Siap Sambut Idul Adha 1446 H: ikuti Rakor Pengendalian Penyakit Hewan Kurban
Yogyakarta – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan di Ruang Rapat Raja Bagus, Selasa (07/05), pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah instansi terkait, termasuk BAZNAS Kota Yogyakarta yang diwakili oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan. Rakor ini membahas strategi pelaksanaan pasar tiban hewan kurban serta upaya pemantauan dan pengendalian penyakit pada hewan ternak, khususnya penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), LSD (Lumpy Skin Disease), dan antraks. Dinas Pertanian dan Pangan menegaskan pentingnya pencegahan penyebaran penyakit hewan sebagai bentuk perlindungan kesehatan masyarakat menjelang pelaksanaan ibadah kurban. Sebagai lembaga yang menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, dan DSKL (Disaster and Social Care Layanan), BAZNAS Kota Yogyakarta menyambut baik upaya pengawasan yang ketat terhadap kesehatan hewan. Wakil Ketua II menyampaikan bahwa BAZNAS akan memastikan seluruh hewan kurban dalam program ZIS yang dikelola lembaga berasal dari sumber terpercaya dan bebas penyakit, termasuk PMK yang berpotensi menular dan berdampak besar pada kualitas daging kurban. Dalam diskusi rakor, BAZNAS juga menyampaikan kesiapan untuk bersinergi dengan Dinas terkait dalam proses verifikasi hewan, pelaksanaan penyembelihan, serta distribusi daging kepada para mustahik, masyarakat terdampak bencana, dan wilayah rawan pangan melalui skema DSKL. Dengan memastikan hewan bebas dari PMK dan penyakit lainnya, BAZNAS turut menjaga standar ibadah kurban yang sah, sehat, dan bermartabat. Rencana teknis pelaksanaan pasar tiban juga menjadi agenda utama dalam rapat ini. Pasar tiban akan menampung pedagang hewan kurban dengan pengawasan medis dari petugas dinas, guna memastikan setiap hewan yang dijual telah melalui pemeriksaan kesehatan. Hal ini sejalan dengan komitmen BAZNAS untuk menyalurkan kurban dari dana ZIS yang amanah, berkualitas, dan penuh keberkahan. Dengan adanya rakor ini, BAZNAS Kota Yogyakarta memperkuat peran strategisnya sebagai mitra pemerintah dalam memastikan kurban tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga bagian dari pelayanan sosial berbasis zakat, infak, sedekah, dan respon kebencanaan melalui DSKL. Sinergi dan kewaspadaan terhadap penyakit seperti PMK menjadi langkah preventif demi suksesnya pelaksanaan kurban yang aman dan maslahat bagi masyarakat.
BERITA07/05/2025 | Salsa Fateha
BAZNAS Kota Yogyakarta Dukung TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2025 dengan Bantuan Rp50 Juta
BAZNAS Kota Yogyakarta Dukung TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2025 dengan Bantuan Rp50 Juta
Yogyakarta – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2025 resmi dibuka melalui upacara yang digelar pada Selasa (6/5) atau 8 Dzulqa'dah 1446H pukul 08.30 WIB di halaman Komplek Balai Kota Yogyakarta. Acara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), dan didampingi oleh Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta, Kolonel Inf Arif Setiyono, S.I.P., M.H.I., serta Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma, S.I.K., M.H., dan tamu undangan lainnya. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan menyalurkan bantuan sebesar Rp50.000.000. Dana tersebut digunakan untuk mendukung program pembangunan fisik yang menjadi bagian dari agenda TMMD, sebagai wujud sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan lembaga sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Kota Yogyakarta diwakili oleh Triyono dari Bidang II dan perwakilan dari Bidang IV Humas. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen BAZNAS dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama unsur TNI dan Polri, dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara tepat sasaran. Dalam sambutannya, Wali Kota Hasto Wardoyo menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam pembangunan, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan sentuhan infrastruktur dasar. Ia mengapresiasi semua pihak yang terlibat, termasuk BAZNAS Kota Yogyakarta, yang terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta, Kolonel Inf Arif Setiyono, S.I.P., M.H.I., menambahkan bahwa TMMD merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan adanya dukungan dari berbagai lembaga seperti BAZNAS, pelaksanaan program ini menjadi lebih kuat dan berdampak luas bagi masyarakat. Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma, S.I.K., M.H., juga menyampaikan dukungan penuh dari jajaran kepolisian atas pelaksanaan TMMD dan sinergi yang terbangun antara TNI, Polri, pemerintah, dan lembaga sosial seperti BAZNAS. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta tidak hanya menyalurkan dana ZIS, tetapi juga menunjukkan peran aktifnya dalam memperkuat pembangunan berbasis kolaborasi, sekaligus menguatkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat..Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BERITA06/05/2025 | Salsa Fateha
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat