Berita Terbaru
Apa Saja Harta yang Wajib Dizakati? Ini Daftarnya
Zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki harta mencapai nisab dan haul. Namun, tidak semua jenis harta wajib dizakati. Islam telah menetapkan kategori-kategori harta tertentu yang harus dikeluarkan zakatnya. Lalu, apa saja harta yang wajib dizakati? Simak daftar lengkapnya berikut ini.
1. Emas dan Perak
Emas dan perak termasuk harta yang wajib dizakati karena merupakan aset bernilai tinggi yang sering digunakan sebagai alat simpan kekayaan. Zakat emas dan perak dikeluarkan jika telah mencapai nisab dan haul, yaitu:
? Nisab emas: 85 gram
? Nisab perak: 595 gram
? Kadar zakat: 2,5% dari total kepemilikan
Jika emas dan perak berbentuk perhiasan yang tidak digunakan sehari-hari, tetap wajib dizakati.
2. Uang dan Aset Setara Kas
Zakat juga berlaku untuk uang tunai, tabungan, deposito, reksa dana, saham, dan aset likuid lainnya. Perhitungannya disamakan dengan zakat emas, yaitu wajib dizakati jika mencapai nisab 85 gram emas dengan kadar 2,5%.
3. Hasil Pertanian
Hasil pertanian seperti padi, gandum, kurma, dan buah-buahan tertentu juga termasuk harta yang wajib dizakati. Zakat pertanian memiliki ketentuan berbeda dari zakat mal, yaitu:
? Nisab: 653 kg gabah atau 520 kg beras
? Kadar zakat:
5% jika diairi dengan biaya sendiri (misalnya menggunakan pompa)
10% jika diairi dengan air hujan atau irigasi alami
Zakat pertanian dibayarkan setiap kali panen.
4. Hasil Peternakan
Hewan ternak seperti sapi, kambing, dan unta juga wajib dizakati jika mencapai nisab. Berikut nisabnya:
? Kambing/domba: 40 ekor → zakat 1 ekor kambing
? Sapi: 30 ekor → zakat 1 ekor sapi berusia satu tahun
? Unta: 5 ekor → zakat 1 ekor kambing
Zakat peternakan dikeluarkan setiap tahun jika hewan tersebut dipelihara untuk berkembang biak.
5. Hasil Perdagangan (Zakat Perdagangan)
Barang dagangan yang dimiliki untuk dijual juga wajib dizakati. Nisabnya mengikuti nilai emas (85 gram), dan perhitungannya adalah:
? Total aset dagang (modal + keuntungan) – hutang dagang = harta kena zakat
? Kadar zakat: 2,5%
6. Zakat Profesi (Penghasilan/Gaji)
Pendapatan dari pekerjaan atau profesi, seperti gaji, honorarium, atau upah, juga wajib dizakati jika mencapai nisab.
? Nisab: 85 gram emas per tahun (bisa dikonversi per bulan)
? Kadar zakat: 2,5% dari total penghasilan bersih
7. Zakat Investasi (Saham, Obligasi, dan Properti yang Disewakan)
Investasi dalam bentuk saham, obligasi, atau properti yang menghasilkan keuntungan juga terkena zakat.
? Nisab: 85 gram emas
? Kadar zakat: 2,5% dari nilai keuntungan bersih
Beberapa jenis harta yang wajib dizakati meliputi emas dan perak, uang, hasil pertanian, peternakan, perdagangan, penghasilan, serta investasi. Jika sudah mencapai nisab dan haul, wajib segera ditunaikan agar harta tetap bersih dan berkah.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
Penulis: Azkia Salsabila
BERITA30/03/2025 | admin
Dampak Sosial Sedekah: Mengubah Kehidupan Orang Lain
Sedekah bukan hanya sekadar tindakan berbagi harta atau materi, tetapi juga memiliki dampak besar dalam kehidupan sosial. Dengan bersedekah, seseorang tidak hanya membantu individu yang membutuhkan, tetapi juga berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis, peduli, dan penuh kasih sayang. Bagaimana sedekah dapat mengubah kehidupan orang lain? Mari kita bahas lebih dalam.
Mengangkat Taraf Hidup Orang yang Membutuhkan
Salah satu dampak sosial terbesar dari sedekah adalah membantu orang yang sedang kesulitan ekonomi. Bagi mereka yang kekurangan, sekecil apa pun bantuan bisa menjadi titik balik dalam hidup mereka.
Contohnya:
-Sedekah makanan kepada orang yang kelaparan dapat menyelamatkan nyawa.
-Bantuan pendidikan dalam bentuk beasiswa dapat membuka masa depan cerah bagi anak-anak kurang mampu.
-Modal usaha kecil dari sedekah dapat mengubah seorang pengangguran menjadi wirausaha mandiri.
-Dengan membantu mereka yang membutuhkan, kita telah memberi kesempatan bagi mereka untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Menciptakan Rasa Kebersamaan dan Kepedulian
Sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun hubungan sosial yang lebih erat. Ketika seseorang bersedekah, ia menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
Di dalam masyarakat, jika semangat berbagi ini semakin meluas, maka akan tercipta lingkungan yang lebih harmonis, di mana orang-orang saling membantu dan peduli terhadap satu sama lain. Hal ini mengurangi kesenjangan sosial dan mencegah munculnya konflik akibat perbedaan ekonomi.
Memberi Motivasi dan Harapan bagi Orang Lain
Ketika seseorang menerima sedekah, ia bukan hanya mendapatkan manfaat materi, tetapi juga merasakan dukungan moral dan emosional. Ini memberi mereka harapan bahwa masih ada orang baik di dunia, yang peduli terhadap mereka. Sebagai contoh:
-Seorang anak yatim yang mendapatkan bantuan pendidikan akan lebih termotivasi untuk belajar dan mencapai cita-citanya.
-Seorang ibu tunggal yang menerima bantuan untuk usaha kecilnya akan merasa lebih percaya diri dalam menjalani hidup.
-Seorang lansia yang menerima bantuan akan merasa dihargai dan tidak merasa sendirian.
Dengan demikian, sedekah bukan hanya membantu secara finansial, tetapi juga memberikan semangat baru bagi mereka yang sedang berjuang dalam hidup.
Mengurangi Kejahatan dan Masalah Sosial
Kemiskinan sering kali menjadi salah satu faktor yang mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal, seperti pencurian atau penipuan. Ketika masyarakat secara kolektif gemar bersedekah, maka tingkat kemiskinan bisa berkurang, sehingga kemungkinan terjadinya tindakan kriminal juga menurun.
Dengan adanya sedekah yang terorganisir, seperti bantuan untuk anak jalanan, pembinaan bagi fakir miskin, atau program sosial lainnya, maka masyarakat yang kurang mampu akan memiliki akses terhadap kebutuhan dasar mereka, sehingga tidak terdorong untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
Membentuk Budaya Gotong Royong dan Saling Membantu
Di masyarakat yang terbiasa dengan budaya sedekah, akan tumbuh nilai-nilai gotong royong dan solidaritas. Orang-orang akan lebih mudah untuk saling membantu, bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dalam bentuk tenaga, ilmu, dan perhatian. Sebagai contoh:
-Komunitas yang sering berbagi makanan akan menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan peduli.
-Gerakan sedekah kolektif, seperti penggalangan dana untuk korban bencana, dapat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama adalah bagian dari budaya hidup yang harus dijaga.
-Ketika budaya ini terus dipertahankan, maka masyarakat akan menjadi lebih kuat dan bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Riza Fatmahira
Editor: M. Sahal
BERITA30/03/2025 | AdminS
Apakah Orang Meninggal Di Malam Takbiran Tetap Wajib Zakat?
Zakat fitrah merupakan sebuah kewajiban bagi umat muslim dalam menjalankan rukun Islam. Zakat ini wajib dilaksanakan selama masih masuk dalam bulan Ramadhan hingga sebelum melaksanakan sholat Ied. Namun, banyak dari kita yang belum mengetahui bagaimana hukumnya bagi orang yang sudah meninggal di waktu malam takbiran apakah tetap diwajibkan atau kewajibannya gugur untuk membayar zakat fitrah.
Pendapat Para Ulama
Para ulama bersepakat bahwa waktu yang diwajibkan untuk melakukan zakat fitrah yakni pada saat terbenamnya matahari di malam Idul Fitri (malam takbiran). Hal ini berkaitan dengan keadaan seseorang di akhir Ramadhan dan awal Syawal.
Pendapat ulama tersebut berlandaskan hadits yang membahas mengenai waktu menunaikan zakat fitrah.
Dalil Mengenai Zakat Fitrah
Dalam surat Al-Baqarah ayat 43:
"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."
Ayat tersebut menyebutkan zakat menjadi salah satu kewajiban yang telah Allah SWT firmankan dalam Al-Qur’an dan harus kita laksanakan sebagai salah satu syarat rukun Islam setelah syahadat dan sholat.
Sebagai pendukung dari firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, ada beberapa hadits yang menguatkan dalil dari Al-Qur’an mengenai zakat fitrah:
Pertama hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar RA:
"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha' kurma atau satu sha' gandum atas budak, orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil, dan orang tua dari kaum muslimin. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk shalat ('Id)."
Hadits di atas menjelaskan waktu, jumlah dan tujuan zakat fitrah yang harus ditunaikan.
Selain itu ada hadits dari Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah:
"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat ('Id), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat, maka itu adalah sedekah biasa."
Hadits di atas juga menjelaskan batas waktu yang diwajibkan bagi umat muslim dalam melakukan zakat fitrah.
Lalu bagaimana bagi saudara kita yang meninggal ketika malam takbiran? Apakah tetap dikenakan wajib zakat? Berdasarkan dalil serta pendapat ulama, dapat disimpulkan bahwa:
Jika seseorang meninggal di waktu malam takbiran atau telah masuk waktu maghrib di akhir Ramadhan/awal Syawal maka kewajibannya untuk zakat fitrah tetap.
Menurut sebagian besar ulama berpendapat bahwa ahli waris berkewajiban membayar zakat fitrah dari harta peninggalan orang yang meninggal.
Berdasarkan kaidah fiqih yang menyatakan bahwa kewajiban zakat fitrah tidak gugur karena kematian.
Apabila orang yang meninggal di waktu sebelum malam takbiran atau sebelum waktu maghrib yang menandakan awal Syawal, maka tidak diwajibkan baginya untuk berzakat fitrah.
Dari artikel di atas semoga dapat menambah wawasan kita dalam berzakat terutm zakat fitrah dan semoga segala amal baik kita di bulan Ramadhan senantiasa diterima di sisi Allah SWT.
Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis & Editor: M. Sahal
BERITA30/03/2025 | AdminS
Bagaimana Hukum Zakat Fitrah Bagi Bayi Yang Lahir Di Bulan Ramadhan?
Ramadhan akan berakhir namun masih ada kewajiban yang harus kita tunaikan sebagai salah satu syarat rukun Islam yang ketiga, yakni zakat. Zakat yang ditunaikan di bulan Ramadhan hingga awal Syawal atau sebelum sholat Ied merupakan salah satu perintah Allah agar dosa-dosa kita selama bulan Ramadhan dibersihkan dan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap umat.
Di dalam kehidupan ini pasti ada kelahiran dan kematian. Apa hubungannya dengan zakat fitrah? Dan bagaimana bagi bayi yang baru lahir di saat bulan Ramadhan hukumnya dalam berzakat fitrah?
Kewajiban zakat fitrah seseorang ditentukan ketika matahari terbenam di hari terakhir Ramadhan hingga sebelum sholat Ied. Nah, ini hukum zakat fitrah bagi bayi yang lahir saat bulan Ramadhan menurut ulama:
Pendapat Ulama:
Dasar hukum yang digunakan oleh ulama didasarkan pada hadits-hadits shahih, salah satunya hadits dari Ibnu Umar RA yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah atas setiap muslim, baik itu laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa.
Selain itu, ulama telah bersepakat bahwa waktu wajib zakat fitrah adalah ketika matahari tenggelam di hari terakhir Ramadhan hingga sebelum dimulainya sholat Idul Fitri. Maka dari itu, bayi yang lahir di luar waktu itu atau sebelum waktu tersebut tetap dikenakan wajib zakat fitrah.
Dasar Dalil Al-Quran Dan Hadits:
Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Ayat di atas menjelaskan bahwa zakat fitrah menjadi sarana yang Allah berikan bagi umat muslim untuk menyucikan diri atas dosa-dosa yang telah diperbuat selama bulan Ramadhan.
Ada pun hadits yang membahas zakat, antara lain:
Pertama hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar RA:
"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha' kurma atau satu sha' gandum atas budak, orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil, dan orang tua dari kaum muslimin. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk shalat ('Id)."
Hadits ini menjelaskan siapa saja yang berkewajiban menunaikan zakat fitrah.
Kedua, hadits dari Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah:
"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat ('Id), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat, maka itu adalah sedekah biasa."
Kedua hadits di atas sudah cukup menjabarkan waktu dan siapa saja yang memiliki kewajiban untuk melakukan zakat fitrah.
Dapat disimpulkan bahwa apabila terdapat bayi yang lahir ketika masih di dalam waktu bulan Ramadhan tetap diwajibkan zakat fitrahnya. Namun, ketika bayi tersebut terlahir ketika setelah matahari terbenam di akhir bulan Ramadhan atau pada saat malam takbiran maka tidak diwajibkan zakat fitrahnya. Untuk pembayaran zakat fitrah bagi bayi yang baru lahir ketika bulan Ramadhan menjadi tanggung jawab orangtua atau bayi tersebut.
Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis & Editor: M. Sahal
BERITA30/03/2025 | AdminS
Infak di Ramadan: Investasi Akhirat yang Menguntungkan Dunia dan Akhirat
Ramadan, bulan yang penuh dengan rahmat, ampunan, dan keberkahan, kembali menyapa umat Muslim di seluruh dunia. Lebih dari sekadar menahan diri dari makan dan minum, Ramadan adalah momen istimewa untuk merefleksikan diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperbanyak amal kebaikan. Di antara sekian banyak amalan yang dianjurkan, infak menjadi salah satu pilar penting yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.
Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai infak di bulan Ramadan sebagai sebuah investasi akhirat yang juga memberikan keuntungan di dunia. Kita akan mengupas tuntas berbagai aspek terkait infak, mulai dari keutamaan, jenis, manfaat, hingga tips praktis agar kita dapat mengoptimalkan infak kita di bulan yang mulia ini.
Mengapa Infak di Ramadan Diibaratkan Investasi?
Dalam dunia keuangan, investasi diartikan sebagai penanaman modal dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Konsep ini juga berlaku dalam konteks spiritual. Infak di bulan Ramadan dapat dianalogikan sebagai investasi akhirat karena:
Menghasilkan Keuntungan Berlipat Ganda: Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi setiap amalan kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadan, termasuk infak. Keuntungan yang kita dapatkan di akhirat kelak jauh lebih besar dan kekal dibandingkan dengan keuntungan materi di dunia.
Memberikan Dampak Jangka Panjang: Infak, terutama yang bersifat jariyah (berkelanjutan), akan terus memberikan manfaat dan pahala meskipun kita telah meninggal dunia. Contohnya adalah wakaf untuk pembangunan masjid, sekolah, atau rumah sakit. Setiap orang yang memanfaatkan fasilitas tersebut akan menjadi sumber pahala bagi kita.
Mengamankan Masa Depan: Dengan berinfak, kita sejatinya sedang mengamankan masa depan kita di akhirat. Pahala yang kita kumpulkan akan menjadi bekal yang berharga untuk menghadapi kehidupan setelah kematian.
Mengurangi Risiko: Infak dapat mengurangi risiko kita di akhirat. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah dapat memadamkan murka Allah SWT dan menolak bala.
Diversifikasi Portofolio: Infak dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari zakat, sedekah, wakaf, hingga fidyah. Dengan melakukan diversifikasi infak, kita dapat memaksimalkan potensi keuntungan yang kita peroleh.
Keutamaan Infak di Bulan Ramadan dalam Perspektif Islam
Al-Quran dan Hadis banyak menyebutkan tentang keutamaan infak, terutama di bulan Ramadan. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Penghapus Dosa: Infak dapat menghapus dosa-dosa kecil yang kita lakukan. Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi).
Pintu Rezeki: Infak dapat membuka pintu rezeki. Allah SWT akan mengganti rezeki yang kita infakkan dengan rezeki yang lebih baik dan berlimpah. Allah SWT berfirman, "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS. Saba': 39).
Penyembuh Penyakit: Infak dapat menjadi sarana penyembuh penyakit. Rasulullah SAW bersabda, "Obatilah orang-orang sakitmu dengan sedekah." (HR. Baihaqi).
Penaung di Hari Kiamat: Infak akan menjadi penaung bagi kita di hari kiamat ketika matahari berada sangat dekat dengan kepala. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan di antara manusia." (HR. Ahmad).
Sarana Masuk Surga: Infak adalah salah satu sarana untuk masuk surga. Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka." (HR. Tirmidzi).
Jenis-Jenis Infak yang Dapat Dilakukan di Bulan Ramadan
Bulan Ramadan memberikan peluang yang luas untuk berinfak. Berikut adalah beberapa jenis infak yang dapat kita lakukan:
Zakat Fitrah: Zakat fitrah adalah zakat wajib yang dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu sebelum shalat Idul Fitri. Zakat fitrah bertujuan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa kecil yang mungkin dilakukan selama bulan Ramadan dan memberikan kebahagiaan bagi fakir miskin.
Sedekah Ramadan: Sedekah Ramadan adalah sedekah sunnah yang dilakukan selama bulan Ramadan. Sedekah dapat berupa uang, makanan, pakaian, atau barang-barang lainnya yang bermanfaat bagi penerima.
Wakaf Ramadan: Wakaf Ramadan adalah wakaf yang dilakukan selama bulan Ramadan. Wakaf dapat berupa tanah, bangunan, atau uang yang hasilnya digunakan untuk kepentingan umat.
Fidyah: Fidyah adalah pembayaran yang wajib dilakukan oleh orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena alasan tertentu, seperti sakit atau hamil. Fidyah dibayarkan dengan memberikan makan kepada fakir miskin.
Memberi Makan Orang yang Berpuasa (Iftar): Memberi makan orang yang berpuasa adalah amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Rasulullah SAW bersabda, "Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu." (HR. Tirmidzi).
Membantu Fakir Miskin dan Anak Yatim: Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap fakir miskin dan anak yatim. Kita dapat membantu mereka dengan memberikan bantuan materi, makanan, atau pakaian.
Manfaat Infak di Ramadan: Tidak Hanya di Akhirat
Meskipun infak di Ramadan diibaratkan sebagai investasi akhirat, namun manfaatnya juga dapat dirasakan di dunia. Berikut adalah beberapa manfaat infak di dunia:
Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat: Infak dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Dengan adanya infak, fakir miskin dan anak yatim dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka dan hidup lebih layak.
Mempererat Tali Persaudaraan: Infak dapat mempererat tali persaudaraan antar sesama Muslim. Dengan berinfak, kita menunjukkan kepedulian kita terhadap orang lain dan memperkuat rasa solidaritas.
Meningkatkan Citra Diri: Infak dapat meningkatkan citra diri kita. Dengan berinfak, kita merasa lebih berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kebahagiaan kita.
Mendatangkan Keberkahan dalam Bisnis: Bagi para pengusaha, infak dapat mendatangkan keberkahan dalam bisnis mereka. Allah SWT akan melipatgandakan keuntungan mereka dan melindungi mereka dari kerugian.
Menjauhkan Diri dari Sifat Kikir: Infak dapat menjauhkan diri kita dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Dengan berinfak, kita belajar untuk berbagi rezeki yang telah Allah SWT berikan kepada kita.
Tips Praktis Mengoptimalkan Infak di Bulan Ramadan
Agar infak kita di bulan Ramadan dapat memberikan manfaat yang maksimal, berikut adalah beberapa tips praktis yang dapat kita lakukan:
Niatkan dengan Ikhlas: Niatkan infak kita hanya karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dilihat oleh orang lain.
Buat Anggaran Khusus untuk Infak: Sisihkan sebagian dari penghasilan kita untuk dialokasikan khusus untuk infak di bulan Ramadan.
Cari Informasi tentang Lembaga Amal Terpercaya: Pastikan lembaga amal yang kita pilih memiliki reputasi baik dan menyalurkan dana infak kepada yang berhak.
Manfaatkan Teknologi: Gunakan platform online untuk memudahkan kita dalam berinfak.
Ajak Orang Lain untuk Berinfak: Sebarkan semangat kebaikan dengan mengajak keluarga, teman, dan kerabat untuk ikut berinfak.
Evaluasi Diri: Setelah Ramadan berakhir, evaluasi diri kita tentang infak yang telah kita lakukan dan rencanakan untuk terus meningkatkan amal kebaikan kita di masa depan.
Kesimpulan
Infak di bulan Ramadan bukan hanya sekadar memberikan sebagian harta kita kepada orang lain, tetapi merupakan sebuah investasi akhirat yang akan memberikan keuntungan berlipat ganda di akhirat kelak. Selain itu, infak juga memberikan manfaat di dunia, seperti meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempererat tali persaudaraan, meningkatkan citra diri, mendatangkan keberkahan dalam bisnis, dan menjauhkan diri dari sifat kikir.
Oleh karena itu, mari kita jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran kita tentang pentingnya infak dan mengoptimalkan amal kebaikan kita agar kita dapat meraih keberkahan Ramadan secara maksimal dan menjadi insan yang lebih baik di sisi Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan kita kekuatan untuk terus berbuat kebaikan di bulan Ramadan dan seterusnya. Aamiin.
BERITA30/03/2025 | Rahmawan Hidayatullah
Rahasia Infak Ramadan: Membersihkan Harta, Mendekatkan Diri pada-Nya
Rahasia infak Ramadan untuk mendekatkan diri kepada-Nya dapat didefinisikan sebagai suatu pemahaman mendalam dan tindakan sadar yang melampaui sekadar memberikan sebagian harta di bulan Ramadan, melainkan sebagai upaya spiritual yang tulus untuk menyucikan diri, menumbuhkan rasa syukur, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui manifestasi kepedulian terhadap sesama.
Ramadan, bulan yang penuh kemuliaan, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membersihkan diri secara lahir dan batin. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan ini adalah infak. Lebih dari sekadar memberikan sebagian harta, infak di Ramadan menyimpan rahasia mendalam, yaitu membersihkan harta yang kita miliki sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Artikel ini akan mengupas tuntas rahasia infak di bulan Ramadan, membahas bagaimana amalan ini dapat membersihkan harta dari segala kotoran dan dosa, serta bagaimana ia menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan Sang Pencipta.
Mengapa Harta Perlu Dibersihkan?
Dalam Islam, harta adalah amanah dari Allah SWT yang harus dikelola dengan baik dan benar. Harta bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun, seringkali harta dapat menjadi fitnah (ujian) yang menjauhkan kita dari Allah SWT.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa harta perlu dibersihkan:
Harta Mengandung Hak Orang Lain: Dalam setiap harta yang kita miliki, terdapat hak orang lain, terutama fakir miskin dan kaum dhuafa. Hak ini harus ditunaikan melalui zakat, infak, dan sedekah. Jika kita tidak menunaikan hak tersebut, maka harta kita menjadi kotor dan tidak berkah.
Harta Dapat Menjerumuskan pada Keserakahan: Kecintaan terhadap harta seringkali membutakan mata hati dan menjerumuskan kita pada keserakahan dan ketamakan. Kita menjadi terlalu fokus untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa peduli terhadap orang lain.
Harta Dapat Menjauhkan dari Allah SWT: Harta dapat membuat kita lupa kepada Allah SWT. Kita menjadi terlalu sibuk mengurus harta hingga melupakan kewajiban kita sebagai seorang Muslim, seperti shalat, puasa, dan membaca Al-Quran.
Harta Dapat Menimbulkan Perselisihan: Perebutan harta seringkali menjadi penyebab perselisihan dan permusuhan antar manusia. Warisan yang tidak dibagi dengan adil, hutang yang tidak dibayar, dan korupsi adalah contoh-contoh bagaimana harta dapat menimbulkan masalah.
Harta Akan Diminta Pertanggungjawaban: Setiap harta yang kita miliki akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Dari mana harta itu kita peroleh dan untuk apa harta itu kita gunakan? Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi ujian yang berat bagi kita.
Bagaimana Infak Membersihkan Harta?
Infak memiliki kekuatan untuk membersihkan harta dari segala kotoran dan dosa. Berikut adalah beberapa cara bagaimana infak bekerja:
Menunaikan Hak Orang Lain: Dengan berinfak, kita menunaikan hak orang lain yang terdapat dalam harta kita. Zakat, sebagai infak wajib, membersihkan harta kita dari hak fakir miskin dan kaum dhuafa. Sedekah, sebagai infak sukarela, melengkapi zakat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menyucikan Diri dari Sifat Kikir: Infak melatih kita untuk berbagi rezeki yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Dengan berinfak, kita melawan sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Kita belajar untuk lebih peduli terhadap orang lain daripada diri sendiri.
Meningkatkan Keberkahan Harta: Allah SWT menjanjikan keberkahan bagi orang-orang yang berinfak. Harta yang kita infakkan tidak akan berkurang, justru akan bertambah dan memberikan manfaat yang lebih besar. Rasulullah SAW bersabda, "Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim).
Menolak Bala dan Musibah: Infak dapat menolak bala dan musibah yang mungkin menimpa kita. Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah dapat menolak bala." (HR. Tirmidzi). Dengan berinfak, kita memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala macam bencana dan musibah.
Menjadi Investasi Akhirat: Infak adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan keuntungan berlipat ganda di akhirat kelak. Pahala yang kita peroleh dari infak akan menjadi bekal yang berharga untuk menghadapi kehidupan setelah kematian.
Bagaimana Infak Mendekatkan Diri pada-Nya?
Selain membersihkan harta, infak juga menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan Allah SWT. Berikut adalah beberapa cara bagaimana infak dapat mendekatkan diri kita pada-Nya:
Menunjukkan Rasa Syukur: Dengan berinfak, kita menunjukkan rasa syukur kita atas nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Kita mengakui bahwa segala harta yang kita miliki adalah berasal dari-Nya dan kita bersedia untuk berbagi dengan orang lain.
Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dan gemar bersedekah. Dengan berinfak, kita mengikuti sunnah beliau dan menunjukkan kecintaan kita kepada beliau.
Meningkatkan Ketakwaan: Infak dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dengan berinfak, kita menunjukkan ketaatan kita kepada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Mendapatkan Cinta Allah SWT: Allah SWT mencintai hamba-Nya yang dermawan dan gemar bersedekah. Dengan berinfak, kita berharap dapat mendapatkan cinta dan ridha Allah SWT.
Meraih Surga-Nya: Infak adalah salah satu jalan menuju surga-Nya. Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka." (HR. Tirmidzi).
Jenis-Jenis Infak yang Dianjurkan di Bulan Ramadan
Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak infak. Berikut adalah beberapa jenis infak yang dianjurkan:
Zakat Fitrah: Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu sebelum shalat Idul Fitri.
Sedekah: Sedekah dapat berupa uang, makanan, pakaian, atau barang-barang lainnya yang bermanfaat bagi penerima.
Wakaf: Wakaf adalah menahan suatu harta yang bermanfaat dan hasilnya digunakan untuk kepentingan umat.
Fidyah: Fidyah adalah pembayaran yang wajib dilakukan oleh orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena alasan tertentu.
Memberi Makan Orang yang Berpuasa (Iftar): Memberi makan orang yang berpuasa adalah amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan.
Tips Praktis untuk Mengoptimalkan Infak di Bulan Ramadan
Niatkan dengan Ikhlas: Niatkan infak kita hanya karena Allah SWT.
Sisihkan Sebagian dari Rezeki: Sisihkan sebagian dari rezeki kita untuk diinfakkan.
Pilih Lembaga Amal Terpercaya: Salurkan infak kita melalui lembaga amal yang terpercaya.
Berinfak Secara Rutin: Lakukan infak secara rutin, tidak hanya di bulan Ramadan.
Ajak Orang Lain untuk Berinfak: Ajak keluarga, teman, dan kerabat untuk ikut berinfak.
Kesimpulan
Infak di bulan Ramadan adalah amalan yang sangat istimewa. Selain membersihkan harta yang kita miliki, infak juga mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Dengan berinfak, kita menunjukkan rasa syukur, meningkatkan ketakwaan, dan meraih cinta-Nya. Mari kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk memperbanyak infak dan meraih keberkahan hidup yang sejati. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan kita kekuatan untuk terus berbuat kebaikan. Aamiin.
BERITA30/03/2025 | Rahmawan Hidayatullah
Infak itu investasi akhirat: Menanam Pahala Tanpa Rugi
Infak adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Secara sederhana, Infak berarti pengeluaran harta yang dilakukan oleh seorang Muslim dengan tujuan untuk membantu orang lain, terutama yang membutuhkan. Dalam pandangan agama, Infak tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi investasi yang mendatangkan keuntungan yang tak terhitung nilainya, baik di dunia maupun di akhirat. Infak adalah bentuk amal yang berkelanjutan dan memiliki nilai pahala yang terus mengalir, meskipun pemberinya telah meninggal dunia.
1. Infak dalam Perspektif Islam
Infak dalam Islam bukan hanya sekadar berbagi materi dengan orang lain, tetapi lebih dari itu. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah, ayat 261, yang menjelaskan, “Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji.” Ayat ini menggambarkan bahwa Infak adalah investasi yang tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga memberikan hasil yang berlipat ganda. Bagi orang yang berInfak dengan niat yang tulus, pahalanya akan terus mengalir, baik semasa hidupnya maupun setelah meninggal dunia. Infak, sebagai amal jariyah, menjadi sumber pahala yang tidak terputus.
2. Infak sebagai Investasi Akhirat
Investasi akhirat merujuk pada perbuatan yang memberikan keuntungan yang tidak hanya terbatas pada kehidupan duniawi, tetapi juga di kehidupan setelah mati. Infak merupakan bentuk investasi yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam karena setiap harta yang dikeluarkan di jalan Allah akan digantikan dengan pahala yang lebih besar, baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap amal perbuatan manusia akan terputus ketika ia meninggal, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh yang mendoakan orangtuanya.” Hadis ini menunjukkan bahwa Infak adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir setelah kematian seseorang. Dengan demikian, Infak menjadi sarana untuk menanam investasi pahala yang terus berkembang.
3. Manfaat Infak di Dunia dan Akhirat
Selain mendapatkan pahala yang terus mengalir, Infak juga membawa manfaat nyata di dunia. Dengan melakukan Infak, seseorang turut serta dalam membangun kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Dana Infak yang dikeluarkan dapat digunakan untuk membantu orang miskin, membangun fasilitas umum, atau mendirikan lembaga pendidikan. Selain itu, Infak dapat memperkuat tali persaudaraan antar sesama Muslim, menciptakan solidaritas sosial, dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Oleh karena itu, Infak tidak hanya menguntungkan bagi penerima, tetapi juga bagi pemberi, karena dapat meningkatkan kualitas kehidupan sosialnya.
4. Infak sebagai Bentuk Kepedulian Sosial dan Moral
Infak bukan hanya berbicara tentang harta, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama. Dalam konteks sosial, Infak menciptakan sebuah sistem yang saling mendukung, di mana orang-orang yang mampu membantu mereka yang membutuhkan. Dalam hal ini, Infak juga berfungsi sebagai bentuk kepedulian moral, yang mengajarkan nilai-nilai keikhlasan, empati, dan solidaritas. Oleh karena itu, Infak tidak hanya berdampak positif pada kehidupan materi, tetapi juga membentuk karakter moral yang lebih baik pada diri individu yang berInfak.
Infak adalah bentuk investasi yang luar biasa dalam ajaran Islam. Selain memberikan pahala yang berlipat di akhirat, Infak juga membawa manfaat yang nyata di dunia, baik dalam segi sosial, ekonomi, maupun moral. Dengan niat yang ikhlas, setiap Infak yang dikeluarkan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Sebagai seorang Muslim, sudah sepatutnya untuk senantiasa menjaga konsistensi dalam melakukan Infak sebagai bagian dari investasi untuk kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.
Daftar Pustaka:
Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah, Ayat 261.
Al-Hakim, A. (2019). Fiqh Infak dan Zakat dalam Kehidupan Sehari-hari. Jakarta: Pustaka Islam.
Maulana, U. (2020). Amal Jariyah dan Infak: Kunci Kebahagiaan Dunia dan Akhirat. Bandung: Al-Ma'arif Press.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2018). Panduan Infak dan Zakat dalam Islam. Jakarta: Kementerian Agama RI.
BERITA30/03/2025 | Ezalia Fajar Listanti
Apakah Anak Yatim Boleh Menerima Zakat?
Anak yatim sering dianggap sebagai kelompok yang berhak menerima zakat. Namun, dalam Islam, penerima zakat fitrah harus termasuk dalam delapan golongan (asnaf) yang disebutkan dalam Al-Qur'an.
Anak yatim yang tidak mampu secara ekonomi dapat menerima zakat jika ia masuk dalam kategori fakir atau miskin. Artinya, jika seorang anak yatim hidup dalam kondisi kekurangan dan tidak memiliki orang yang menanggung kebutuhannya, maka ia berhak menerima zakat.
Namun, jika anak yatim tersebut sudah diasuh oleh keluarga yang mampu atau tinggal di panti asuhan yang cukup dana operasionalnya, maka ia tidak termasuk dalam golongan penerima zakat.
Kesimpulannya, status anak yatim saja tidak menjadikan seseorang berhak menerima zakat, kecuali jika ia masuk dalam kategori fakir atau miskin. Oleh karena itu, sebelum memberikan zakat kepada anak yatim, perlu dipastikan bahwa ia benar-benar membutuhkannya.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
Penulis: Saffanatussa'idiyah
BERITA30/03/2025 | admin
Syarat untuk Menjadi Amil Zakat
Amil zakat adalah orang yang bertugas mengelola dan menyalurkan zakat. Tidak semua orang bisa menjadi amil, karena terdapat syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi.
Beberapa syarat utama untuk menjadi amil zakat antara lain:
Muslim – Amil zakat harus seorang Muslim karena ini adalah ibadah yang khusus dalam Islam.
Baligh dan Berakal – Amil harus sudah dewasa dan memiliki akal sehat agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
Amanah dan Jujur – Kejujuran sangat penting karena amil bertanggung jawab dalam mengelola dana zakat.
Memahami Ilmu Zakat – Amil harus memiliki pengetahuan tentang zakat agar dapat menyalurkannya dengan benar.
Tidak Termasuk Golongan yang Berhak Menerima Zakat – Jika amil masuk dalam kategori penerima zakat, ia tidak boleh mengambil bagian dari zakat yang dikelola.
Dengan memenuhi syarat-syarat ini, seorang amil dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memastikan bahwa zakat tersalurkan kepada mereka yang berhak.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
Penulis: Saffanatussa'idiyah
BERITA30/03/2025 | admin
Bagaimana Jika Terlanjur Memberikan Zakat Fitrah ke Orang yang Tidak Tepat?
Dalam menyalurkan zakat fitrah, penting untuk memastikan bahwa penerima zakat benar-benar termasuk dalam golongan mustahik. Namun, bagaimana jika seseorang tanpa sengaja memberikan zakat kepada orang yang tidak berhak?
Dalam kondisi seperti ini, mayoritas ulama menyatakan bahwa jika pemberi zakat sudah berusaha menyalurkan dengan niat baik dan berdasarkan informasi yang ia miliki, maka zakatnya tetap sah. Kesalahan yang tidak disengaja tidak membuat zakatnya batal.
Namun, jika seseorang mengetahui setelahnya bahwa zakat diberikan kepada orang yang tidak berhak dan ia masih memiliki kemampuan, sebaiknya ia menggantinya dengan zakat yang baru agar lebih yakin bahwa zakatnya benar-benar sampai kepada yang berhak.
Untuk menghindari kesalahan ini, sebaiknya zakat disalurkan melalui lembaga resmi atau melalui individu yang benar-benar memenuhi syarat sebagai mustahik. Dengan begitu, zakat fitrah dapat tersalurkan dengan tepat dan memberikan manfaat sesuai tujuan syariat Islam.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
Penulis: Saffanatussa'idiyah
BERITA30/03/2025 | admin
Bisakah Sedekah Diwakilkan?
Sedekah menjadi salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, terkadang ada orang yang tidak dapat melakukannya secara langsung karena berbagai alasan. Artikel ini akan membahas apakah diperbolehkan sedekah diwakilkan kepada orang lain?
Hukum Sedekah Yang Diwakilkan
Banyak pandangan dari ulama mengenai sedekah yang diwakilkan. Namun, mayoritas ulama memperbolehkan sedekah yang diwakilkan oleh orang lain dengan syarat-syarat tertentu. Berikut merupakan beberapa pandangan ulama:
Mayoritas Ulama
Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali memperbolehkan sedekah yang diwakilkan.
Hal yang diperbolehkan untuk diwakilkan menurut mereka/para ulama adalah sedekah yang berupa materi seperti halnya dalam jual beli.
Orang yang mewakilkan harus memiliki niat yang jelas dan amanah dalam menyampaikan sedekah tersebut.
Sebagian Ulama
Sebagian ulama berpendapat bahwa lebih baik sedekah dilakukan langsung oleh orang yang bersangkutan.
Sedekah yang diwakilkan bisa dilakukan apabila dalam kondisi darurat atau pun jika ada maslahat yang lebih besar.
Syarat-Syarat Sedekah Yang Diwakilkan
Ada hal yang perlu diperhatikan jika sedekah diwakilkan, antara lain:
Niat Yang Jelas
Orang yang mewakilkan harus memiliki niat yang jelas untuk bersedekah.
Niat harus diungkapkan kepada orang yang diwakilkan.
Amanah
Orang yang mewakilkan harus dapat dipercaya dalam menyampaikan sedekah tersebut.
Sebaiknya memilih orang yang memiliki reputasi baik dan juga dikenal baik pula.
Penyampaian Yang Tepat
Sedekah harus tepat sasaran, disampaikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan seperti fakir miskin.
Dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga yang terpercaya, seperti BAZNAS Kota Yogyakarta.
Sedekah memang dapat diwakilkan dan diperbolehkan dalam Islam, khususnya dalam kondisi tertentu. Namun, dipastikan juga orang yang mewakilkan sedekah kita merupakan orang yang amanah dan dapat menyampaikan sedekah dengan baik dan tepat.
Semoga dengan artikel ini dapat menambah wawasan kita dan semoga kita bisa selalu mengamalkan sedekah dengan baik.
Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis & Editor: M. Sahal
BERITA29/03/2025 | AdminS
Berkah Ramadan: Panduan Lengkap Infak untuk Raih Pahala Berlipat
Ramadan, bulan suci yang penuh dengan keberkahan, adalah waktu yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Lebih dari sekadar menahan diri dari makan dan minum, Ramadan adalah kesempatan emas untuk membersihkan jiwa, meningkatkan ketakwaan, dan memperbanyak amal kebajikan. Di antara berbagai amalan yang dianjurkan, infak memegang peranan penting dalam meraih pahala berlipat ganda dan keberkahan yang melimpah di bulan Ramadan.
Artikel ini hadir sebagai panduan lengkap mengenai infak di bulan Ramadan, membahas keutamaan, jenis-jenis, tips praktis, hingga refleksi diri agar kita dapat memaksimalkan potensi infak kita dan meraih keberkahan Ramadan secara optimal.
Mengapa Infak Begitu Penting di Bulan Ramadan?
Ramadan adalah bulan penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan. Setiap amal kebajikan yang kita lakukan di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya. Infak, sebagai salah satu bentuk ibadah sosial, memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah SWT. Berikut adalah beberapa alasan mengapa infak begitu penting di bulan Ramadan:
Pahala Berlipat Ganda: Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi orang-orang yang berinfak di bulan Ramadan. Bahkan, satu kebaikan yang dilakukan di bulan ini bisa bernilai seperti melakukan kebaikan yang sama di bulan lain selama 70 kali lipat. Ini adalah kesempatan emas untuk mengumpulkan bekal pahala sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhirat.
Membersihkan Harta dan Jiwa: Infak tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga bagi pemberi. Dengan berinfak, kita membersihkan harta kita dari hak orang lain dan menyucikan jiwa kita dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Infak mengajarkan kita untuk berbagi rezeki yang telah Allah SWT berikan kepada kita dengan orang-orang yang membutuhkan.
Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: Infak adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan berinfak, kita menunjukkan rasa syukur kita atas nikmat yang telah diberikan dan kepedulian kita terhadap sesama. Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang gemar bersedekah dan membantu orang lain.
Menghapus Dosa dan Kesalahan: Infak dapat menghapus dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan. Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah itu memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi). Dengan berinfak, kita berharap dosa-dosa kita diampuni dan kita dapat kembali fitrah di akhir Ramadan.
Membawa Keberkahan dalam Hidup: Infak tidak akan membuat kita menjadi miskin, justru sebaliknya, Allah SWT akan melipatgandakan rezeki kita dan memberikan keberkahan dalam hidup kita. Rasulullah SAW bersabda, "Harta tidak akan berkurang karena sedekah. Dan Allah tidak menambah kepada seorang hamba yang memberi maaf melainkan kemuliaan." (HR. Muslim).
Jenis-Jenis Infak yang Dianjurkan di Bulan Ramadan
Ada berbagai macam cara untuk berinfak di bulan Ramadan. Berikut adalah beberapa jenis infak yang dianjurkan:
Zakat Fitrah: Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Zakat fitrah bertujuan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa kecil yang mungkin dilakukan selama bulan Ramadan dan memberikan kecukupan bagi fakir miskin agar mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan layak.
Sedekah: Sedekah adalah pemberian sukarela yang diberikan kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Sedekah dapat berupa uang, makanan, pakaian, atau barang-barang lainnya yang bermanfaat bagi penerima. Sedekah di bulan Ramadan memiliki pahala yang sangat besar dan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Wakaf: Wakaf adalah menahan suatu harta yang bermanfaat dan hasilnya digunakan untuk kepentingan umat. Wakaf dapat berupa tanah, bangunan, atau uang yang hasilnya digunakan untuk pembangunan masjid, sekolah, rumah sakit, atau lembaga sosial lainnya. Wakaf adalah amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir meskipun orang yang berwakaf telah meninggal dunia.
Fidyah: Fidyah adalah pembayaran yang wajib dilakukan oleh orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena alasan tertentu, seperti sakit atau hamil. Fidyah dibayarkan dengan memberikan makan kepada fakir miskin sejumlah hari puasa yang ditinggalkan.
Infaq Jariyah: Infaq jariyah adalah infak yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang berinfak telah meninggal dunia. Contoh infaq jariyah adalah membangun masjid, sekolah, atau rumah sakit.
Tips Praktis untuk Maksimalkan Infak di Bulan Ramadan
Agar infak kita di bulan Ramadan dapat memberikan manfaat yang optimal dan meraih pahala yang berlipat ganda, berikut adalah beberapa tips praktis yang dapat kita lakukan:
Niatkan dengan Ikhlas: Niatkan infak kita hanya karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dilihat oleh orang lain. Keikhlasan adalah kunci utama diterimanya amal ibadah kita.
Sisihkan Sebagian dari Rezeki: Sisihkan sebagian dari rezeki yang telah Allah SWT berikan kepada kita untuk diinfakkan. Jangan menunggu memiliki rezeki yang berlimpah, karena infak dapat dilakukan dengan jumlah yang kecil sekalipun.
Pilih Lembaga Amal yang Terpercaya: Salurkan infak kita melalui lembaga amal yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Pastikan lembaga tersebut memiliki program yang jelas dan transparan serta menyalurkan dana infak kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan.
Berinfak Secara Rutin: Lakukan infak secara rutin, tidak hanya di bulan Ramadan. Jadikan infak sebagai bagian dari gaya hidup kita.
Berinfak dengan Cara yang Berbeda: Selain berinfak dalam bentuk uang, kita juga dapat berinfak dalam bentuk makanan, pakaian, atau barang-barang lainnya yang bermanfaat bagi orang lain. Kita juga dapat berinfak dengan memberikan tenaga atau keterampilan kita untuk membantu orang lain.
Manfaatkan Teknologi: Manfaatkan teknologi untuk memudahkan kita dalam berinfak. Kita dapat berinfak secara online melalui website atau aplikasi lembaga amal yang terpercaya.
Ajak Orang Lain untuk Berinfak: Ajak keluarga, teman, dan kerabat untuk ikut berinfak di bulan Ramadan. Dengan mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan, kita juga akan mendapatkan pahala yang sama dengan mereka.
Evaluasi Diri: Setelah Ramadan berakhir, evaluasi diri kita tentang infak yang telah kita lakukan. Apakah kita sudah memaksimalkan potensi infak kita? Apa yang dapat kita tingkatkan di tahun depan?
Refleksi Diri: Makna Infak yang Sesungguhnya
Infak bukan hanya sekadar memberikan sebagian harta kita kepada orang lain. Lebih dari itu, infak adalah manifestasi dari keimanan kita, rasa syukur kita, dan kepedulian kita terhadap sesama. Infak adalah sarana untuk membersihkan jiwa kita dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Infak adalah investasi untuk kehidupan akhirat yang kekal abadi.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, mari kita tingkatkan kesadaran kita tentang pentingnya infak dan menjadikan infak sebagai bagian dari gaya hidup kita. Dengan berinfak, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membantu diri kita sendiri untuk meraih keberkahan hidup yang sejati. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan kita kekuatan untuk terus berbuat kebaikan di bulan Ramadan dan seterusnya. Aamiin.
Kesimpulan
Infak di bulan Ramadan adalah kesempatan emas untuk meraih pahala berlipat ganda, membersihkan harta dan jiwa, mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghapus dosa dan kesalahan, serta membawa keberkahan dalam hidup. Dengan memahami keutamaan, jenis-jenis, dan tips praktis infak, serta melakukan refleksi diri tentang makna infak yang sesungguhnya, kita dapat memaksimalkan potensi infak kita dan meraih keberkahan Ramadan secara optimal. Semoga artikel ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk memperbanyak infak di bulan Ramadan ini dan seterusnya. Selamat menunaikan ibadah puasa dan semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita. Aamiin.
BERITA29/03/2025 | Rahmawan hidayatullah
Sedekah Di Akhir Ramadhan: Menyempurnakan Ibadah Dan Meraih Berkah
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah dan ampunan. Sangat dianjurkan bagi umat muslim untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh di akhir Ramadhan. Sebab, Allah SWT telah menjanjikan pahala yang berlipat di bulan ini. Sedekah di akhir Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri, yaitu menyempurnakan ibadah puasa dan meraih keberkahan yang berlipat.
Keutamaan Sedekah Di Akhir Ramadhan:
Mensucikan Diri
Sedekah di akhir Ramadhan bertujuan untuk mensucikan diri dari dosa-dosa kecil yang mungkin dilakukan saat bulan puasa.
Menyempurnakan Ibadah
Seperti halnya qobliyah atau ba'diyah sholat, sedekah di akhir Ramadhan bisa menjadi penambal dalam kekurangan ibadah puasa kita.
Membantu Sesama
Banyak orang yang membutuhkan bantuan di akhir Ramadhan, terutama fakir miskin. Sedekah kita bisa membantu mereka merayakan Idul Fitri dengan layak.
Meraih Malam Lailatul Qadar
Di malam-malam terakhir bulan Ramadhan terdapat malam lailatul qadar yang mana malamnya lebih baik dari malam seribu bulan. Sedekah di malam-malam sepuluh hari terakhir Ramadhan dapat melipat gandakan pahala serta mendapatkan keberkahan
Menambah Keberkahan
Rasulullah selalu meningkatkan kedermawanannya di akhir Ramadhan. Apabila kita mengikuti sunnah beliau, harapannya mendapatkankan keberkahan yang sama.
Jenis-Jenis Sedekah Di Akhir Ramadhan
Zakat Fitrah
Zakat fitrah merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh umat muslim yang mampu. Zakat ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat fakir miskin sebagai kepedulian Islam terhadap sosial.
Sedekah Sunnah
Selain zakat fitrah yang wajib, terdapat sedekah sunnah yang dianjurkan di akhir Ramadhan. Sedekah ini bisa berupa uang, makanan atau barang-barang yang layak.
Memberi Makan Orang Yang Berbuka Puasa
Memberikan makan untuk berbuka puasa bagi orang yang kurang mampu sangat dianjurkan.
Sedekah Untuk Masjid
Menyedekahkan sebagian harta yang kita miliki untuk masjid baik nantinya digunakan untuk pembangunan, pemeliharaan hingga kegiatan masjid juga merupakan amalan mulia.
Dengan artikel ini semoga kita semakin semangat dalam bersedekah demi menggapai ridho Allah SWT dan semoga segala amal kebaikan kita dilipat gandakan sebagai amal ibadah di akhirat kelak.
Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis & Editor: M. Sahal
BERITA29/03/2025 | AdminS
Apakah Zakat Fitrah Bisa Dibayarkan oleh Orang Lain?
Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap Muslim yang mampu dan wajib dikeluarkan sebelum Idulfitri. Namun, dalam pelaksanaannya, ada pertanyaan apakah zakat fitrah bisa dibayarkan oleh orang lain.
Secara hukum Islam, zakat fitrah bisa dibayarkan oleh orang lain selama orang yang membayarkan memiliki izin dari yang bersangkutan. Misalnya, seorang kepala keluarga membayarkan zakat fitrah untuk istri dan anak-anaknya, hal ini diperbolehkan karena ia bertanggung jawab atas nafkah mereka. Selain itu, jika seseorang meminta kerabat atau teman untuk membayarkan zakatnya, maka zakat tersebut tetap sah.
Namun, penting untuk memastikan bahwa orang yang dititipi zakat benar-benar menyerahkan zakat tersebut kepada yang berhak menerimanya. Jika zakat tidak sampai ke mustahik (penerima zakat), maka kewajiban zakat belum terpenuhi.
Sebagian ulama juga menyarankan agar seseorang tetap memiliki niat dalam hati bahwa zakat fitrah telah ditunaikan meskipun melalui perantara. Dengan begitu, ibadah zakat tetap dilakukan dengan penuh kesadaran dan niat yang baik.
Kesimpulannya, zakat fitrah boleh dibayarkan oleh orang lain, selama ada izin dari yang bersangkutan dan zakat tersebut sampai kepada yang berhak. Oleh karena itu, penting untuk memilih orang yang amanah dalam menjalankan tugas ini agar kewajiban zakat benar-benar terpenuhi.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
Penulis: Saffanatussa'idiyah
BERITA29/03/2025 | admin
Zakat Fitrah sebagai Penyempurna Puasa
Zakat fitrah memiliki makna yang mendalam dalam Islam, salah satunya sebagai penyempurna puasa Ramadan. Zakat fitrah merupakan ibadah yang wajib bagi setiap Muslim yang mampu, dengan tujuan mensucikan diri dan membantu mereka yang kurang mampu agar dapat merayakan Idulfitri dengan layak.
Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah ? bersabda bahwa zakat fitrah merupakan bentuk penyucian bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan ucapan yang tidak baik. Dengan kata lain, zakat fitrah melengkapi ibadah puasa dengan membersihkan diri dari kekurangan yang terjadi selama Ramadan.
Selain itu, zakat fitrah juga berfungsi sebagai bentuk solidaritas sosial. Dengan membayar zakat, kaum Muslimin memastikan bahwa tidak ada orang miskin yang kelaparan di hari raya. Ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian dalam Islam.
Zakat fitrah harus ditunaikan sebelum salat Idulfitri agar manfaatnya benar-benar sampai kepada penerima. Jika dikeluarkan setelah salat Id, maka hukumnya menjadi sedekah biasa, bukan lagi zakat fitrah.
Dengan demikian, zakat fitrah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk penyempurnaan ibadah puasa. Selain membersihkan diri dari kesalahan kecil selama Ramadan, zakat ini juga membantu menciptakan kebahagiaan bagi sesama Muslim di hari raya.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
Penulis: Saffanatussa'idiyah
BERITA29/03/2025 | admin
Waktu Terbaik untuk Membayar Zakat Fitrah
Zakat fitrah memiliki ketentuan waktu pembayaran yang telah diatur dalam syariat Islam. Sebagai zakat wajib, waktu pembayaran zakat fitrah tidak boleh sembarangan karena dapat berpengaruh pada keabsahannya.
Waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah adalah sebelum salat Idulfitri. Rasulullah ? menganjurkan agar zakat fitrah dikeluarkan sebelum kaum Muslimin melaksanakan salat Id. Hal ini agar zakat tersebut dapat dimanfaatkan oleh para mustahik pada hari raya.
Namun, zakat fitrah sebenarnya sudah boleh dibayarkan sejak awal Ramadan. Beberapa ulama membolehkan pembayaran zakat fitrah sejak awal bulan Ramadan agar bisa segera disalurkan kepada yang membutuhkan.
Jika seseorang terlambat membayar zakat fitrah hingga setelah salat Id, maka zakatnya tetap harus dikeluarkan, tetapi statusnya berubah menjadi sedekah biasa. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk tidak menunda pembayaran zakat hingga batas akhir.
Dengan demikian, waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah adalah sebelum salat Idulfitri. Namun, membayar sejak awal Ramadan juga diperbolehkan agar zakat segera sampai kepada mereka yang membutuhkan.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
Penulis: Saffanatussa'idiyah
BERITA29/03/2025 | admin
Mengoptimalkan Sedekah dengan Crowdfunding dan Donasi Online
Di era digital ini, teknologi telah mempermudah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal berbagi dan bersedekah. Crowdfunding dan donasi online menjadi sarana baru yang memungkinkan siapa saja untuk bersedekah dengan lebih mudah dan efisien. Dengan adanya platform donasi digital, seseorang tidak perlu lagi keluar rumah atau bertemu langsung dengan penerima sedekah, cukup dengan beberapa klik, bantuan sudah bisa disalurkan.
Lalu, bagaimana cara mengoptimalkan sedekah melalui crowdfunding dan donasi online? Mari kita bahas lebih dalam.
Apa Itu Crowdfunding dan Donasi Online?
Crowdfunding adalah penggalangan dana secara kolektif melalui platform digital, di mana banyak orang dapat menyumbang untuk suatu tujuan tertentu. Dalam konteks sedekah, crowdfunding sering digunakan untuk:
Membantu korban bencana alam
Menyediakan bantuan medis bagi yang kurang mampu
Mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa
Membangun fasilitas sosial seperti masjid, sekolah, atau rumah sakit
Sementara itu, donasi online adalah bentuk sedekah yang dilakukan melalui platform digital seperti aplikasi perbankan, e-wallet, atau website amal. Ini bisa dalam bentuk transfer langsung ke lembaga sosial atau melalui platform yang sudah terorganisir.
Keuntungan Sedekah Melalui Crowdfunding dan Donasi Online
a. Praktis dan Mudah
Dengan adanya internet dan aplikasi digital, kita bisa bersedekah kapan saja dan di mana saja tanpa harus keluar rumah. Prosesnya pun cepat, cukup beberapa menit untuk menyelesaikan transaksi.
b. Jangkauan Lebih Luas
Melalui platform crowdfunding, kita bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat, bahkan hingga ke luar negeri. Misalnya, kita bisa berdonasi untuk korban bencana di negara lain atau membantu pendidikan anak-anak di pelosok yang sulit dijangkau secara langsung.
c. Transparansi dan Akuntabilitas
Banyak platform crowdfunding yang menyediakan laporan penggunaan dana secara terbuka, sehingga kita bisa mengetahui ke mana sedekah kita disalurkan dan bagaimana dampaknya terhadap penerima manfaat.
d. Bisa Bersedekah Secara Konsisten
Beberapa platform menyediakan fitur donasi berkala, di mana kita bisa mengatur sedekah bulanan secara otomatis. Ini sangat membantu bagi mereka yang ingin bersedekah secara rutin tanpa perlu mengingat atau melakukan transfer manual setiap saat.
Cara Mengoptimalkan Sedekah Melalui Donasi Online
Agar sedekah melalui crowdfunding dan donasi online lebih efektif, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
a. Pilih Platform yang Terpercaya Pastikan Anda berdonasi melalui platform yang memiliki reputasi baik dan transparansi yang jelas. Beberapa platform yang dikenal luas di Indonesia misalnya Kitabisa, BAZNAS, Dompet Dhuafa, dan Rumah Zakat.
b. Sesuaikan dengan Niat dan Kemampuan
Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam bersedekah. Tidak perlu menunggu memiliki harta berlebih untuk berbagi, karena sedekah sekecil apa pun tetap bernilai besar di sisi Allah.
c. Manfaatkan Fitur Donasi Berkala
Jika ingin bersedekah secara konsisten, gunakan fitur donasi otomatis yang tersedia di beberapa platform. Dengan cara ini, kita bisa memastikan bahwa kita tetap berbagi secara rutin tanpa harus selalu mengingatnya.
d. Sebarkan Informasi Kebaikan
Selain berdonasi, kita juga bisa membantu dengan menyebarkan informasi kampanye donasi kepada teman dan keluarga melalui media sosial. Semakin banyak orang yang tahu, semakin besar pula dana yang bisa dikumpulkan untuk membantu mereka yang membutuhkan.
e. Periksa Laporan dan Dampak Donasi
Jika memungkinkan, luangkan waktu untuk membaca laporan penggunaan dana yang diberikan oleh platform crowdfunding. Dengan mengetahui dampaknya, kita bisa lebih yakin bahwa sedekah yang diberikan benar-benar bermanfaat.
Menghindari Risiko dalam Donasi Online
Meskipun donasi online menawarkan banyak manfaat, tetap ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai:
Penipuan: Jangan mudah percaya dengan kampanye donasi yang tidak jelas asal-usulnya. Pastikan platform yang digunakan resmi dan memiliki izin yang sah.
Data Pribadi: Hindari memberikan informasi pribadi yang terlalu detail saat berdonasi untuk menjaga keamanan data Anda.
Donasi Berlebihan: Bersedekah sangat dianjurkan, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kemampuan agar tidak mengganggu kebutuhan pokok diri sendiri dan keluarga.
Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Riza Fatmahira
Editor M. Sahal
BERITA28/03/2025 | AdminS
Bedah Fiqih Kontemporer: Fidyah untuk Pekerja Shift dan Tenaga Medis
Dalam ajaran Islam, fidyah adalah salah satu bentuk kompensasi yang diberikan oleh seseorang yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan karena alasan tertentu. Dalam konteks pekerja shift dan tenaga medis, fidyah menjadi kajian penting dalam fiqih kontemporer, mengingat kondisi kerja mereka yang sering kali tidak memungkinkan untuk menjalankan puasa secara optimal.
Kewajiban Puasa dan Rukhsah dalam Islam
Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat. Namun, Islam juga memberikan keringanan (rukhsah) bagi mereka yang memiliki uzur syar’i, seperti sakit, bepergian, atau kondisi lain yang menghalangi pelaksanaan puasa. Dalam hal ini, fidyah menjadi salah satu solusi bagi mereka yang tidak dapat mengganti puasanya di lain waktu.
Pekerja Shift dan Tenaga Medis dalam Perspektif Fiqih
Pekerja shift dan tenaga medis sering kali harus menjalani tugas dalam waktu yang panjang dan melelahkan, terutama dalam kondisi darurat. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah mereka termasuk dalam kategori yang boleh mengganti puasa dengan fidyah? Para ulama berbeda pendapat mengenai hal ini:
Pendapat yang Membolehkan Fidyah: Sebagian ulama berpendapat bahwa pekerja yang mengalami kesulitan luar biasa dalam berpuasa, seperti tenaga medis yang bertugas menangani pasien dalam kondisi kritis, dapat mengganti puasanya dengan fidyah jika puasa akan membahayakan kesehatan mereka.
Pendapat yang Mengharuskan Qadha: Pendapat lain menyatakan bahwa selama masih memungkinkan, pekerja shift dan tenaga medis tetap harus mengqadha puasanya di lain waktu, kecuali jika kondisinya benar-benar tidak memungkinkan dalam jangka panjang.
Ketentuan Fidyah bagi Pekerja Shift dan Tenaga Medis
Jika seseorang memilih membayar fidyah karena tidak mampu berpuasa dan tidak dapat mengqadha di kemudian hari, maka fidyah harus diberikan sesuai ketentuan syariat:
Jumlah Fidyah: Satu mud (sekitar 750 gram) makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
Cara Pembayaran: Bisa diberikan kepada fakir miskin dalam bentuk makanan siap santap atau bahan makanan.
Kewajiban Berulang: Jika kondisi kerja tetap tidak memungkinkan untuk berpuasa setiap tahunnya, maka fidyah harus dibayarkan setiap tahun.
Kesimpulan
Dalam fiqih kontemporer, fidyah menjadi solusi bagi pekerja shift dan tenaga medis yang menghadapi kesulitan luar biasa dalam berpuasa. Namun, keputusan untuk membayar fidyah harus didasarkan pada kondisi individu dan pertimbangan syariah yang sesuai. Konsultasi dengan ulama atau ahli fiqih sangat dianjurkan agar ibadah tetap berjalan sesuai dengan tuntunan Islam. Fidyah bukan sekadar kompensasi, tetapi juga bentuk kepedulian Islam terhadap umatnya yang menghadapi kesulitan dalam menjalankan ibadah.
Penulis:
Hubaib Ash Shidqi
Editor:Hubaib Ash Shidqi
BERITA28/03/2025 | HUBAIB ASH SHIDQI
Apakah Zakat Mal Harus Dibayarkan Saat Bulan Ramadan?
Zakat mal adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki harta mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun (haul). Zakat ini mencakup berbagai jenis harta, seperti emas, perak, uang simpanan, hasil pertanian, peternakan, hingga perdagangan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan umat Islam adalah apakah zakat mal harus dibayarkan saat bulan Ramadan?
Kewajiban Zakat Mal Tidak Bergantung pada Ramadan
Secara hukum, zakat mal tidak harus dibayarkan khusus di bulan Ramadan. Kewajibannya ditentukan berdasarkan waktu kepemilikan harta yang mencapai nisab dan telah berlalu satu tahun (haul). Artinya, kapan pun harta tersebut telah mencapai syarat tersebut, maka zakat wajib dikeluarkan, tidak harus menunggu Ramadan.
Namun, banyak umat Islam yang memilih membayarkan zakat mal di bulan Ramadan karena beberapa alasan, antara lain:
Keutamaan Bulan Ramadan Ramadan adalah bulan penuh berkah di mana pahala amal ibadah dilipatgandakan. Oleh karena itu, banyak orang yang memilih menunaikan zakat mal di bulan ini dengan harapan mendapat pahala yang lebih besar.
Menyelaraskan dengan Zakat Fitrah Karena zakat fitrah diwajibkan menjelang Idul Fitri, sebagian orang merasa lebih praktis jika sekaligus membayarkan zakat mal di bulan yang sama.
Meningkatkan Kesejahteraan Kaum Dhuafa Di bulan Ramadan, kebutuhan orang miskin cenderung meningkat, terutama untuk persiapan Idul Fitri. Dengan menyalurkan zakat mal di bulan ini, penerima manfaat dapat merasakan dampak yang lebih besar.
Kapan Sebaiknya Zakat Mal Dibayarkan?
Meskipun Ramadan menjadi momen yang sering dipilih, sebaiknya zakat mal dibayarkan segera setelah memenuhi syarat nisab dan haul. Menunda tanpa alasan yang jelas dikhawatirkan membuat seseorang lalai dalam menunaikan kewajiban. Jika haulnya jatuh di bulan lain, maka lebih baik membayarkannya saat itu juga tanpa harus menunggu Ramadan.
Zakat mal tidak harus dibayarkan di bulan Ramadan, tetapi dapat dikeluarkan kapan saja sesuai dengan waktu jatuh temponya. Namun, karena keutamaan Ramadan dan manfaat sosial yang besar, banyak orang yang memilih membayarkannya di bulan ini. Yang terpenting adalah menunaikan zakat tepat waktu dan dengan niat yang ikhlas agar harta menjadi bersih dan berkah.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA28/03/2025 | admin
Apakah Boleh Membayarkan Zakat Orang Lain?
Zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu, baik itu zakat fitrah maupun zakat mal. Namun, dalam praktiknya, sering muncul pertanyaan: apakah seseorang boleh membayarkan zakat untuk orang lain? Untuk menjawabnya, perlu dipahami beberapa aspek dalam hukum Islam.
Hukum Membayarkan Zakat Orang Lain
Secara umum, zakat adalah tanggung jawab individu yang hartanya telah mencapai nisab dan memenuhi syarat wajib zakat. Namun, dalam kondisi tertentu, seseorang boleh membayarkan zakat orang lain dengan beberapa ketentuan:
Atas Izin Orang yang Bersangkutan Jika seseorang ingin membayarkan zakat untuk orang lain, maka harus ada izin atau persetujuan dari pihak yang bersangkutan. Hal ini dikarenakan zakat adalah kewajiban personal yang berkaitan dengan harta seseorang.
Orang yang Dibayarkan Tidak Mampu Membayar Sendiri Jika seseorang tidak mampu membayar zakatnya sendiri karena alasan tertentu (misalnya sakit atau tidak memiliki akses untuk membayar), maka pihak lain boleh membayarkan zakatnya atas nama orang tersebut.
Niat yang Jelas Dalam Islam, niat sangat penting dalam setiap ibadah, termasuk zakat. Jika seseorang membayarkan zakat untuk orang lain, maka niatnya harus jelas, yaitu atas nama orang tersebut, bukan atas nama dirinya sendiri.
Kasus Membayarkan Zakat Orang Lain
Beberapa kasus yang sering terjadi terkait membayarkan zakat orang lain adalah:
Orangtua Membayarkan Zakat Anak atau Sebaliknya Seorang anak boleh membayarkan zakat orang tuanya, begitu pula sebaliknya, selama ada izin atau persetujuan.
Suami Membayarkan Zakat Istri atau Sebaliknya Dalam rumah tangga, suami boleh membayarkan zakat istri atau sebaliknya, asalkan harta yang dikenai zakat adalah milik pribadi orang yang zakatnya ditunaikan.
Seseorang Membayarkan Zakat Sahabat atau Kerabat Jika seseorang ingin membantu kerabat atau sahabat dalam menunaikan zakatnya, hal itu diperbolehkan dengan catatan adanya izin dan niat yang jelas.
Membayarkan zakat orang lain diperbolehkan dalam Islam dengan syarat adanya izin dari pihak yang bersangkutan dan niat yang benar. Zakat adalah kewajiban individu, sehingga tetap harus dipastikan bahwa zakat tersebut benar-benar mewakili orang yang bersangkutan. Dengan memahami ketentuan ini, umat Islam dapat menunaikan zakat dengan benar dan sesuai syariat.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA28/03/2025 | admin

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat


