WhatsApp Icon
Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta

Tarhib Ramadhan sebagai Spirit Menyambut Bulan Suci

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menghadirkan kegiatan bernuansa religius dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan melalui agenda Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Masjid Pangeran Diponegoro, Balaikota Yogyakarta. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan spiritual generasi muda Islam sebelum memasuki bulan penuh berkah. Sejak pagi hari, para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun secara khidmat dan inspiratif.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini diikuti oleh Kader Hafidz serta Kader Remaja Masjid binaan BAZNAS Kota Yogyakarta yang selama ini aktif dalam program pembinaan keagamaan. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat kolektif untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan ilmu yang cukup. BAZNAS Kota Yogyakarta memandang generasi muda sebagai aset strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam setiap program yang dijalankan.

Masjid Pangeran Diponegoro dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis dan simbolis sebagai pusat kegiatan keagamaan di lingkungan pemerintahan Kota Yogyakarta. Suasana masjid yang sejuk dan penuh ketenangan menambah kekhusyukan selama acara berlangsung. Para peserta tampak mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Nuansa kebersamaan begitu terasa, menciptakan energi positif yang menguatkan semangat menyambut Ramadhan.

Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa Tarhib Ramadhan bukan sekadar seremonial, melainkan sarana membangun kesiapan lahir dan batin. Ramadhan dipandang sebagai bulan pendidikan spiritual yang harus disambut dengan kesadaran dan pemahaman yang baik. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak mulia menjadi pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Kader Hafidz yang hadir merupakan para penghafal Al-Qur’an yang selama ini mendapatkan pendampingan dari BAZNAS Kota Yogyakarta. Keberadaan mereka diharapkan mampu menghidupkan masjid dan lingkungan sekitar dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Sementara itu, Kader Remaja Masjid menjadi motor penggerak kegiatan keislaman yang kreatif dan inklusif. Kolaborasi keduanya menciptakan sinergi yang kuat dalam dakwah berbasis generasi muda.

Rangkaian acara Tarhib Ramadhan diisi dengan tausiyah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta refleksi persiapan menyambut Ramadhan. Materi yang disampaikan mengajak peserta untuk melakukan muhasabah diri dan memperbaiki niat dalam beribadah. Para pemateri juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi amal kebaikan, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga setelahnya. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan namun penuh makna.

Selain penguatan spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antar kader dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta. Interaksi yang terjalin memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam satu visi dakwah. Para peserta saling berbagi pengalaman dan motivasi dalam menjalankan peran sebagai kader binaan BAZNAS Kota Yogyakarta. Hal ini menjadi modal sosial yang penting untuk keberlanjutan program-program keumatan.

BAZNAS Kota Yogyakarta secara konsisten menjadikan pembinaan kader sebagai bagian dari strategi pengelolaan zakat yang berdampak jangka panjang. Tidak hanya fokus pada pendistribusian dana, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak. Tarhib Ramadhan menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai lembaga yang tidak hanya amanah, tetapi juga visioner.

Semangat menyambut Ramadhan yang ditanamkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menular ke masyarakat luas. Para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai kebaikan di lingkungan masing-masing. Dengan bekal ilmu dan spiritualitas yang kuat, mereka diharapkan dapat menghidupkan suasana Ramadhan yang penuh makna. BAZNAS Kota Yogyakarta percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini juga menjadi pengingat pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung program-program pembinaan umat. Dana ZIS yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam program kaderisasi. Dukungan para muzaki menjadi kunci keberlangsungan program-program tersebut. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperluas dampak kebaikan.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum berbagi dan peduli. Tidak hanya melalui ibadah personal, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang nyata. Zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial. Dengan menunaikan ZIS melalui lembaga resmi, kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana doa bersama menjadi momen yang penuh haru dan kekhusyukan. Para peserta memanjatkan doa agar Ramadhan yang akan datang dapat dilalui dengan penuh keberkahan dan keistiqamahan. Harapan besar disematkan agar para kader mampu menjalankan perannya dengan baik di tengah masyarakat. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendampingi dan membersamai para kader dalam setiap langkah kebaikan.

Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid ini menjadi bukti nyata kepedulian BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang berdaya. Melalui sinergi antara pembinaan spiritual dan dukungan ZIS, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih religius dan sejahtera. Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan kebaikan. Bersama BAZNAS Kota Yogyakarta, mari sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan kepedulian yang nyata.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

09/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
PROGRAM RUMAH LAYAK HUNI BAZNAS KOTA YOGYAKARTA

Komitmen Nyata untuk Hunian yang Lebih Layak

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan Program Rumah Layak Huni pada Minggu, 8 Februari 2026. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa hunian yang aman, sehat, dan layak. Rumah bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga ruang tumbuh bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih bermartabat. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung dan berkelanjutan. Pelaksanaan program ini sekaligus menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif. Kepercayaan muzaki menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Program Rumah Layak Huni ini dilaksanakan melalui sinergi antara BAZNAS Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial. Kehadiran Wali Kota Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Program ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Dengan kerja sama yang solid, manfaat program dapat dirasakan secara lebih optimal.

Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pagi hari dan dilaksanakan di dua lokasi berbeda di wilayah Kota Yogyakarta. Lokasi pertama berlangsung pada pukul 06.00 WIB di wilayah Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron. Sementara itu, lokasi kedua dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB di wilayah Keparakan, Kemantren Mergangsan. Penentuan lokasi ini didasarkan pada hasil asesmen kebutuhan yang telah dilakukan secara menyeluruh. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan bantuan hunian layak. Pendekatan berbasis data ini menjadi bagian dari komitmen akuntabilitas lembaga.

Pada lokasi pertama, penerima manfaat Program Rumah Layak Huni adalah Bapak Maryadi yang beralamat di Dukuh MJ I/1342 RT 70 RW 15, Gedongkiwo, Mantrijeron. Kondisi rumah yang sebelumnya kurang layak huni menjadi perhatian bersama. Melalui program ini, rumah Bapak Maryadi mendapatkan peningkatan kualitas agar lebih aman dan nyaman untuk ditinggali. Perbaikan hunian ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bantuan yang diberikan tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memberikan ketenangan dan harapan baru. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, pada lokasi kedua, penerima manfaat adalah Bapak Budi Santoso yang tinggal di Keparakan Lor MG I/687 RT 35 RW 008, Keparakan, Mergangsan. Rumah yang sebelumnya belum memenuhi standar kelayakan menjadi sasaran perbaikan melalui program ini. BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan hunian yang lebih sehat dan manusiawi bagi keluarga penerima manfaat. Perbaikan rumah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan keluarga. Dengan hunian yang layak, keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan produktif. Program ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.

Seluruh pendanaan Program Rumah Layak Huni ini bersumber dari dana non APBD yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang telah mempercayakan pengelolaannya kepada BAZNAS Kota Yogyakarta. Penggunaan dana dilakukan secara amanah dan sesuai dengan prinsip syariah. Setiap rupiah yang disalurkan diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penerima. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam setiap pelaksanaan program. Hal ini menjadi upaya BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat pendampingan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. OPD pendamping yang terlibat antara lain Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta. Kehadiran OPD pendamping memberikan dukungan teknis sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan. Kolaborasi ini memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan dan standar yang ditetapkan. Sinergi lintas OPD menjadi contoh baik dalam pelaksanaan program sosial terpadu. Dengan kerja sama ini, pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif.

Rumah layak huni memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga. Hunian yang aman dan sehat menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan yang berkualitas. Melalui Program Rumah Layak Huni, BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun harapan dan semangat hidup penerima manfaat. Rumah yang layak akan berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan stabilitas ekonomi keluarga. Dengan demikian, program ini menjadi investasi sosial jangka panjang.

Program Rumah Layak Huni juga menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat jangka panjang. Pendekatan ini sejalan dengan visi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Dengan semakin banyaknya muzaki, manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Dukungan dari Pemerintah Kota Yogyakarta, OPD pendamping, serta para muzaki menjadi faktor utama keberhasilan program. Kolaborasi yang terjalin mencerminkan semangat gotong royong dalam membantu sesama. Program ini tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, sinergi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut. Bersama, kita dapat menghadirkan perubahan sosial yang lebih baik.

Ke depan, BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus melanjutkan Program Rumah Layak Huni. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Evaluasi dan peningkatan kualitas program akan terus dilakukan. Dengan dukungan berkelanjutan dari para muzaki, manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapannya, semakin banyak keluarga yang dapat menikmati hunian layak.

Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, dana ZIS dikelola secara profesional dan amanah. Program Rumah Layak Huni menjadi salah satu contoh nyata pemanfaatan dana tersebut. Setiap kontribusi yang diberikan memiliki arti besar bagi kehidupan orang lain. Dengan berzakat, masyarakat turut berperan aktif dalam pembangunan sosial. Kebaikan yang ditunaikan hari ini akan menjadi keberkahan di masa depan.

Program Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi wujud ikhtiar bersama dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan mendapat ridho Allah SWT. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan kebersamaan, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Semoga program ini membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

08/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” Warnai Program Ramadan BAZNAS 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama pengelolaan zakat tahun 2026, termasuk pada momentum Ramadan. Tagline tersebut menegaskan posisi zakat sebagai instrumen sosial yang memiliki kontribusi besar dalam menjawab persoalan nasional, seperti kemiskinan, bencana alam, dan kesenjangan pembangunan.

Penguatan peran zakat tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penyampaian arah kebijakan dan program BAZNAS selama bulan Ramadan tahun ini.

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa tagline yang diusung mencerminkan semangat kolektif bangsa dalam mengoptimalkan zakat sebagai pilar penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor.

Ia mencontohkan peran zakat dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

“Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya. Menurut Kiai Noor, meningkatnya kedermawanan masyarakat selama Ramadan menjadi momentum penting dalam menggerakkan zakat, infak, dan sedekah sebagai pengungkit kesejahteraan.

“Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ucap Kiai Noor.

Pada 2026, BAZNAS akan memprioritaskan penguatan respons kebencanaan, mulai dari fase darurat hingga pemulihan berbasis pemberdayaan. Program seperti Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid telah disiapkan untuk mendukung pemulihan pascabencana.

“Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” kata Kiai Noor.

Selain fokus kebencanaan, BAZNAS juga memperluas program di bidang ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan. Kiai Noor berharap tagline tersebut menjadi ajakan bersama agar zakat menjadi energi persatuan nasional.

“Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya.

Konferensi pers tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan deputi BAZNAS RI, para amil, serta pemangku kepentingan terkait.

 

Kontributor : Adam Fakhrian

Editor : PUT

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari kuatkan kepedulian sosial dengan ZIS-DSKL yang amanah

Mari jadikan fidyah sebagai jalan berbagi dan mendidik akhlak

Mari dukung program kemaslahatan umat bersama BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk kemudahan dan keberkahan ibadah Anda.

#BAZNASKotaYogyakarta #FidyahSosial #SolidaritasIslam #EdukasiSosial #ZISDSKL #FidyahRamadan #ZakatJogja #UmatPeduli

04/02/2026 | Kontributor: BAZNAS RI
RAKORDA BAZNAS Se-DIY Perkuat Sinergi ZIS-DSKL untuk Kesejahteraan Umat

Sinergi Lembaga Zakat dalam Forum Strategis

Rapat Koordinasi Daerah BAZNAS Se-DIY menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang pertemuan resmi antar BAZNAS kabupaten dan kota untuk menyelaraskan visi, misi, dan langkah strategis. BAZNAS Kabupaten Gunungkidul dipercaya sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan agenda koordinasi ini. Seluruh perwakilan BAZNAS se-DIY hadir sebagai bentuk komitmen kolektif membangun tata kelola zakat yang profesional. Acara berlangsung di Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul yang dikenal sebagai ruang diskusi yang hangat dan bersahaja. Suasana kekeluargaan mengiringi jalannya diskusi sejak awal kegiatan.

Rakorda ini menjadi sarana evaluasi atas kinerja pengelolaan zakat yang telah berjalan. Selain itu forum ini juga dimanfaatkan untuk menyusun langkah konkret menghadapi tantangan ke depan. Setiap daerah menyampaikan capaian serta hambatan yang dihadapi di lapangan. Pertemuan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga substantif. Diskusi dilakukan secara terbuka dan konstruktif. Seluruh peserta menunjukkan keseriusan dalam memperkuat peran zakat bagi kesejahteraan umat. Rakorda ini menjadi cerminan semangat kolaborasi lintas daerah. Kesamaan tujuan menjadi fondasi utama dalam setiap pembahasan. BAZNAS Kota Yogyakarta hadir aktif dalam setiap sesi diskusi. Kehadiran ini menegaskan peran strategis BAZNAS Kota Yogyakarta dalam pengelolaan ZIS-DSKL. Forum ini diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama yang aplikatif. Sinergi yang terbangun menjadi modal penting bagi keberlanjutan program zakat.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai Tuan Rumah

Penunjukan BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah Rakorda BAZNAS Se-DIY membawa makna tersendiri. Kabupaten Gunungkidul selama ini dikenal aktif dalam pengembangan program zakat berbasis pemberdayaan. Lokasi kegiatan dipilih dengan mempertimbangkan kenyamanan dan suasana yang mendukung dialog terbuka. Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul menjadi tempat yang merepresentasikan kearifan lokal. Pemilihan lokasi ini juga mencerminkan kedekatan BAZNAS dengan masyarakat. Tuan rumah menyambut seluruh peserta dengan penuh keramahan. Persiapan acara dilakukan secara matang dan terkoordinasi. Hal ini terlihat dari kelancaran acara sejak awal hingga akhir.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul menunjukkan profesionalisme sebagai penyelenggara. Setiap detail kegiatan diperhatikan dengan baik. Kehangatan suasana membuat diskusi berjalan lebih cair. Peserta merasa nyaman menyampaikan pandangan dan gagasan. Semangat kebersamaan sangat terasa sepanjang kegiatan. Tuan rumah juga memfasilitasi kebutuhan teknis peserta. Hal ini mendukung efektivitas jalannya Rakorda. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi catatan positif bagi BAZNAS Kabupaten Gunungkidul. Peran tuan rumah diapresiasi oleh seluruh peserta. Forum ini memperkuat jejaring antar BAZNAS di DIY. Sinergi yang terbangun diharapkan terus berlanjut pasca kegiatan.

Kehadiran Lengkap BAZNAS Se-DIY

Rakorda BAZNAS Se-DIY diikuti oleh seluruh BAZNAS kabupaten dan kota di wilayah DIY. Kehadiran lengkap ini menunjukkan keseriusan lembaga zakat dalam membangun koordinasi regional. Setiap perwakilan hadir dengan membawa laporan dan masukan dari daerah masing-masing. Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Tidak ada sekat antara daerah satu dengan lainnya. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat. Kehadiran BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi salah satu sorotan dalam forum ini.

BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal aktif dalam pengembangan program inovatif. Kontribusi gagasan dari BAZNAS Kota Yogyakarta memperkaya diskusi. Seluruh peserta saling belajar dari pengalaman daerah lain. Forum ini memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar BAZNAS DIY. Pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi kelembagaan. Setiap BAZNAS menyadari pentingnya keselarasan langkah. Perbedaan karakteristik daerah menjadi kekuatan jika dikelola bersama. Rakorda ini menjadi wadah pemersatu. Semangat kolaborasi terasa kuat dalam setiap sesi. Kehadiran lengkap peserta memperkuat legitimasi hasil Rakorda. Kesepakatan yang dihasilkan menjadi tanggung jawab bersama. Forum ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas wilayah.

Evaluasi Pengumpulan Zakat sebagai Agenda Utama

Salah satu agenda utama dalam Rakorda adalah evaluasi pencapaian target pengumpulan zakat. Setiap BAZNAS memaparkan capaian pengumpulan ZIS di wilayah masing-masing. Data yang disampaikan menjadi bahan analisis bersama. Diskusi difokuskan pada strategi peningkatan penghimpunan zakat. Tantangan dalam pengumpulan zakat dibahas secara terbuka. Peserta saling memberikan masukan konstruktif. Pengalaman daerah dengan capaian tinggi menjadi referensi bersama.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan capaian dan strategi yang telah diterapkan. Pemanfaatan digitalisasi menjadi salah satu poin penting dalam diskusi. Evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat kinerja ke depan. Setiap daerah didorong untuk berinovasi. Pengumpulan zakat dipandang sebagai pintu masuk pemberdayaan umat. Diskusi juga menyoroti pentingnya literasi zakat di masyarakat. Kesadaran muzaki menjadi faktor kunci keberhasilan. Forum ini menegaskan perlunya pendekatan yang adaptif. Kolaborasi antar BAZNAS menjadi solusi atas berbagai kendala. Evaluasi dilakukan secara objektif dan transparan. Data menjadi dasar pengambilan keputusan. Rakorda ini menghasilkan rekomendasi strategis. Penguatan pengumpulan zakat menjadi komitmen bersama.

Pembahasan IZN Micro dan Makro

Rakorda BAZNAS Se-DIY juga membahas pengembangan IZN Micro dan Makro. Program ini menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi umat. Setiap BAZNAS menyampaikan progres implementasi program IZN. Diskusi menyoroti keberhasilan dan tantangan di lapangan. Pendekatan Micro dinilai efektif untuk penguatan usaha kecil. Sementara pendekatan Makro diarahkan pada dampak yang lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta berbagi pengalaman dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Integrasi program menjadi salah satu fokus pembahasan.

Peserta sepakat bahwa IZN harus dikelola secara berkelanjutan. Pendampingan mustahik menjadi faktor penentu keberhasilan. Forum ini juga membahas pengukuran dampak program. Data dampak menjadi penting untuk evaluasi. Diskusi berlangsung mendalam dan aplikatif. Setiap daerah menyampaikan inovasi yang telah dilakukan. Program IZN dipandang sebagai wajah zakat produktif. Rakorda ini memperkuat komitmen pengembangan IZN. Sinergi antar daerah menjadi kunci keberhasilan. Pembahasan ini menghasilkan kesepakatan strategis. Implementasi program akan terus dimonitor bersama. IZN menjadi fokus penguatan ke depan.

Agenda Strategis FGD ZIS DSKL

Agenda terdekat yang dibahas dalam Rakorda adalah pelaksanaan FGD ZIS DSKL. Forum diskusi ini dirancang untuk memperdalam pemahaman dan strategi pengelolaan ZIS DSKL. Peserta sepakat bahwa ZIS DSKL membutuhkan pendekatan khusus. Diskusi awal dilakukan untuk menyamakan persepsi. Setiap BAZNAS menyampaikan pandangan terkait implementasi ZIS DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel. FGD dipandang sebagai ruang strategis untuk merumuskan kebijakan. Agenda ini dirancang secara terstruktur dan sistematis.

Diskusi menyoroti peran zakat dalam pembangunan berkelanjutan. ZIS DSKL menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan. Forum ini juga membahas kesiapan sumber daya. Kolaborasi lintas sektor menjadi perhatian utama. Peserta sepakat bahwa FGD harus menghasilkan rekomendasi konkret. Agenda ini menjadi prioritas bersama. Rakorda menetapkan langkah-langkah awal pelaksanaan FGD. Setiap daerah memiliki peran dalam menyukseskan agenda ini. ZIS DSKL dipandang sebagai masa depan pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung visioner dan progresif. Rakorda ini menjadi titik awal penguatan ZIS DSKL. Komitmen bersama menjadi modal utama.

Pandangan Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pandangan strategis dalam Rakorda tersebut. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar BAZNAS di DIY. Menurut beliau, koordinasi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan zakat. Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan bahwa Rakorda bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi ruang refleksi dan perencanaan bersama. Beliau menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan ZIS. Kepercayaan masyarakat harus terus dijaga. Drs. H. Syamsul Azhari juga menekankan pentingnya inovasi.

Digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis. Menurut beliau, pendekatan kreatif diperlukan untuk menjangkau muzaki. Program pemberdayaan harus berdampak nyata. IZN menjadi instrumen penting dalam hal ini. Beliau mengapresiasi peran BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah. Suasana diskusi yang hangat dinilai mendukung produktivitas forum. Drs. H. Syamsul Azhari mengajak seluruh BAZNAS untuk terus belajar. Kolaborasi lintas daerah harus diperkuat. Rakorda ini diharapkan menghasilkan langkah konkret. Pandangan beliau menjadi penguat arah kebijakan. Pesan tersebut diterima dengan antusias oleh peserta.

Kutipan Langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pernyataan secara langsung. Beliau mengatakan, “Rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pengelolaan zakat di DIY.” Pernyataan tersebut disampaikan dengan penuh keyakinan. Beliau menegaskan bahwa sinergi adalah kunci keberhasilan. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam mengelola zakat,” ujar beliau. Menurut Drs. H. Syamsul Azhari, koordinasi akan memperkuat dampak program. Beliau juga menyampaikan pentingnya menjaga kepercayaan muzaki. “Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” lanjutnya.

Beliau menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas. Program zakat harus memberikan manfaat nyata bagi mustahik. “IZN Micro dan Makro harus terus kita kembangkan,” ungkap beliau. Drs. H. Syamsul Azhari juga menyoroti pentingnya ZIS DSKL. “FGD ZIS DSKL harus menghasilkan kebijakan yang aplikatif,” katanya. Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Pesan beliau menjadi penguat semangat bersama. Kutipan ini mencerminkan arah kebijakan BAZNAS Kota Yogyakarta. Pernyataan disampaikan secara lugas dan inspiratif. Peserta mencatat poin-poin penting tersebut. Ucapan ini menjadi salah satu sorotan Rakorda. Pesan beliau diharapkan menjadi pedoman bersama.

Komitmen Bersama Membangun Zakat Berkelanjutan

Rakorda BAZNAS Se-DIY menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat. Setiap BAZNAS menyadari peran strategisnya masing-masing. Komitmen ini tidak hanya bersifat normatif. Kesepakatan dituangkan dalam langkah-langkah konkret. Sinergi menjadi kata kunci dalam setiap rencana. Pengelolaan zakat diarahkan pada keberlanjutan. Program pemberdayaan menjadi prioritas utama. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berinovasi.

Kolaborasi lintas daerah akan terus diperkuat. Rakorda ini menjadi pijakan penting ke depan. Setiap daerah memiliki tanggung jawab yang sama. Komitmen ini didukung oleh semangat kebersamaan. Tantangan ke depan dihadapi secara kolektif. Zakat dipandang sebagai solusi sosial. Pengelolaan profesional menjadi keharusan. Rakorda ini mempertegas arah kebijakan regional. Komitmen bersama ini diharapkan berdampak luas. Keberlanjutan program menjadi fokus utama. Sinergi menjadi modal sosial yang kuat.

Peran Strategis BAZNAS Kota Yogyakarta

BAZNAS Kota Yogyakarta memainkan peran strategis dalam Rakorda ini. Kehadiran aktif dalam setiap sesi menunjukkan komitmen lembaga. BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal sebagai pelopor inovasi. Program-program yang dijalankan menjadi referensi daerah lain. Kontribusi pemikiran memperkaya diskusi. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif mendorong kolaborasi. Peran ini diapresiasi oleh peserta Rakorda. Komitmen terhadap pengelolaan profesional menjadi ciri khas.

BAZNAS Kota Yogyakarta terus memperkuat tata kelola. Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama. Pendekatan berbasis data diterapkan secara konsisten. Program pemberdayaan terus dikembangkan. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif dalam literasi zakat. Edukasi kepada masyarakat menjadi prioritas. Peran strategis ini diharapkan terus berlanjut. Rakorda ini memperkuat posisi BAZNAS Kota Yogyakarta. Sinergi regional menjadi bagian dari strategi. Peran aktif ini berdampak positif bagi DIY. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berkontribusi.

Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Umat

Rakorda ini menegaskan kembali peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Zakat tidak hanya bersifat konsumtif. Pendekatan produktif menjadi fokus utama. Program IZN menjadi contoh nyata. Pemberdayaan ekonomi mustahik menjadi tujuan. Zakat diarahkan untuk meningkatkan kemandirian. Rakorda ini memperkuat paradigma tersebut. Setiap BAZNAS berkomitmen menjalankan program berdampak. Zakat dipandang sebagai solusi sosial.

Pengelolaan profesional menjadi syarat utama. Sinergi memperkuat dampak program. ZIS DSKL menjadi bagian penting dari strategi. Rakorda ini menjadi ruang penyelarasan visi. Pemberdayaan umat menjadi tujuan bersama. Zakat dikelola secara amanah. Kepercayaan masyarakat menjadi prioritas. Rakorda ini memperkuat komitmen tersebut. Program zakat diharapkan semakin tepat sasaran. Dampak jangka panjang menjadi fokus. Zakat menjadi kekuatan pembangunan sosial.

Berzakat, Infak, dan Sedekah

Rakorda ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi. Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Zakat, infak, dan sedekah memiliki dampak besar. Setiap kontribusi menjadi amal jariyah. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan yang amanah. Program disalurkan secara tepat sasaran. Masyarakat diajak menjadi bagian dari perubahan.

ZIS-DSKL menjadi instrumen keberlanjutan. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan. BAZNAS Kota Yogyakarta membuka akses seluas-luasnya. Kemudahan layanan menjadi prioritas. Masyarakat dapat menyalurkan ZIS dengan nyaman. Rakorda ini memperkuat ajakan tersebut. Zakat menjadi solusi bersama. Infak dan sedekah memperkuat solidaritas. Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama. BAZNAS Kota Yogyakarta siap melayani. Mari bersama membangun kesejahteraan umat.

Fidyah Digital

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan fidyah secara mudah dan aman. Fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sesuai ketentuan. BAZNAS Kota Yogyakarta menyediakan layanan digital untuk kemudahan. Masyarakat dapat menunaikan fidyah melalui kantor digital resmi. Layanan ini dirancang untuk kenyamanan muzaki. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama. BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyediakan layanan informasi.

Nomor layanan muzaki siap melayani masyarakat. Fidyah yang ditunaikan akan disalurkan secara tepat. Program ini menjadi bagian dari ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan sesuai syariat. Layanan digital memudahkan masyarakat. Fidyah dapat ditunaikan kapan saja. Rakorda ini memperkuat komitmen pelayanan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berinovasi. Masyarakat diajak memanfaatkan layanan resmi. Fidyah menjadi bagian dari kepedulian sosial. BAZNAS Kota Yogyakarta siap menjadi mitra umat. Mari tunaikan fidyah dengan amanah.

Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta untuk pemberdayaan umat.

Mari salurkan infak dan sedekah sebagai wujud kepedulian sosial.

Mari dukung program ZIS-DSKL demi kesejahteraan berkelanjutan.

Mari percayakan ZIS kepada BAZNAS Kota Yogyakarta yang amanah dan profesional.

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi layanan muzaki 0821-4123-2770

#BAZNASKotaYogyakarta #RakordaBAZNASDIY #ZISDSKL #ZakatUntukUmat #FidyahBAZNAS

04/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Penguatan Tata Kelola Zakat Melalui Penyerahan SK Penetapan RKAT BAZNAS Se-DIY

Komitmen Bersama Menata Arah Pengelolaan Zakat

BAZNAS Kota Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola zakat melalui kegiatan Penyerahan Surat Keputusan Penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan kepada Ketua masing-masing BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan arah kebijakan pengelolaan zakat di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Penyerahan SK RKAT dilakukan sebagai bentuk legalitas sekaligus penguatan perencanaan program zakat yang terukur. Seluruh unsur pimpinan BAZNAS se-DIY hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan sarat semangat kolaborasi.

Agenda ini mencerminkan keseriusan BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menjalankan amanah umat. RKAT diposisikan sebagai instrumen utama pengendali program dan anggaran. Melalui penetapan ini, setiap BAZNAS memiliki panduan kerja yang jelas. Proses penyerahan SK dilakukan secara simbolis dan resmi. Hal ini menegaskan akuntabilitas kelembagaan yang dijunjung tinggi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana evaluasi bersama. Sinergi antarwilayah diperkuat dalam forum ini. Keselarasan program menjadi fokus utama pembahasan. Semua pihak menyadari pentingnya perencanaan yang matang. RKAT menjadi pijakan utama keberhasilan program zakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik. BAZNAS Kota Yogyakarta menegaskan perannya sebagai penggerak utama tata kelola zakat yang profesional.

Makna Strategis RKAT dalam Pengelolaan Zakat

Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan memiliki posisi strategis dalam pengelolaan zakat yang berkelanjutan. RKAT menjadi dokumen perencanaan yang merangkum visi, misi, dan target program. Setiap angka dan program yang tertuang memiliki dasar kebutuhan mustahik. Penyusunan RKAT dilakukan melalui kajian mendalam dan partisipatif. Hal ini bertujuan agar program tepat sasaran. RKAT juga menjadi alat ukur kinerja lembaga.

Setiap capaian akan dievaluasi berdasarkan dokumen ini. Dengan RKAT, transparansi pengelolaan dana zakat dapat terjaga. Masyarakat dapat melihat arah penggunaan dana secara jelas. RKAT memperkuat prinsip good governance. Perencanaan yang baik mencegah tumpang tindih program. Efisiensi anggaran menjadi lebih terjamin. RKAT juga membantu memetakan prioritas program. Fokus pada pengentasan kemiskinan menjadi arah utama. Dokumen ini mengikat seluruh unsur pelaksana. Setiap unit kerja memiliki tanggung jawab yang jelas. RKAT mendorong disiplin organisasi. Dengan demikian, zakat dikelola secara profesional dan amanah.

Penyerahan SK sebagai Penguatan Legalitas Program

Penyerahan SK Penetapan RKAT bukan sekadar seremoni administratif. Dokumen tersebut memiliki kekuatan hukum dalam pelaksanaan program. Dengan diterimanya SK, setiap Ketua BAZNAS se-DIY resmi menjalankan rencana kerja yang telah disahkan. Legalitas ini penting untuk menjaga kepatuhan terhadap regulasi. SK juga menjadi dasar pelaporan kepada pemangku kepentingan. Pemerintah daerah dapat memantau pelaksanaan program dengan jelas. Penyerahan SK dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Hal ini mencerminkan komitmen terhadap transparansi.

Setiap Ketua BAZNAS menerima dokumen dengan penuh tanggung jawab. Momentum ini memperkuat rasa kebersamaan antarwilayah. Tidak ada program yang berjalan sendiri-sendiri. Semua berada dalam satu kerangka besar pengelolaan zakat DIY. Legalitas yang kuat mendorong keberanian berinovasi. Program baru dapat dijalankan dengan dasar hukum yang jelas. Hal ini juga melindungi lembaga dari risiko administratif. Penyerahan SK menjadi tonggak awal pelaksanaan program tahunan. Seluruh jajaran diharapkan bekerja sesuai koridor yang telah ditetapkan.

Arahan Pimpinan dalam Menjaga Amanah Umat

Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, memberikan arahan penting kepada seluruh Ketua BAZNAS se-DIY. Beliau menekankan bahwa zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Setiap rupiah dana zakat memiliki nilai ibadah yang besar. Oleh karena itu, pengelolaannya tidak boleh sembarangan. Drs. H. Syamsul Azhari mengingatkan pentingnya integritas dalam bekerja. Profesionalitas harus berjalan seiring dengan keikhlasan.

Beliau juga menyoroti pentingnya perencanaan yang disiplin. RKAT bukan hanya dokumen, tetapi pedoman kerja harian. Setiap program harus memberikan dampak nyata. Mustahik harus merasakan manfaat langsung. Arahan ini disampaikan dengan penuh ketegasan dan kehangatan. Seluruh peserta menyimak dengan serius. Pesan moral menjadi bagian penting dalam sambutan tersebut. BAZNAS diharapkan menjadi teladan lembaga amanah. Kepercayaan publik harus dijaga setiap saat. Arahan pimpinan ini menjadi penguat semangat bersama. Semua pihak diingatkan akan tanggung jawab besar yang diemban.

Pernyataan Langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Dalam sambutannya, Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan pernyataan yang menjadi penegas arah lembaga. “RKAT bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi komitmen moral kita kepada umat,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa perencanaan yang baik adalah bentuk ibadah. “Setiap program harus dirancang untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi mustahik,” tegasnya. Menurut beliau, BAZNAS harus hadir sebagai solusi sosial. Pengelolaan zakat tidak boleh stagnan. Inovasi harus terus dilakukan tanpa meninggalkan prinsip syariah.

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah. “Sinergi adalah kunci keberhasilan pengelolaan zakat di DIY,” ungkapnya. Pernyataan tersebut disambut dengan anggukan para peserta. Pesan tersebut dianggap relevan dengan tantangan saat ini. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengingatkan pentingnya pelaporan yang jujur. Akuntabilitas menjadi pilar utama kepercayaan publik. Kutipan ini menjadi penegas komitmen kelembagaan. Seluruh jajaran diharapkan mengimplementasikan pesan tersebut. Pernyataan langsung ini memberikan energi baru bagi pelaksanaan program.

Sinergi BAZNAS Se-DIY untuk Dampak Lebih Luas

Kegiatan ini memperlihatkan kuatnya sinergi BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Setiap wilayah memiliki karakteristik mustahik yang berbeda. Namun, tujuan besar tetap sama, yaitu kesejahteraan umat. Sinergi memungkinkan pertukaran praktik baik antarwilayah. Program yang berhasil dapat direplikasi. Tantangan yang dihadapi dapat dibahas bersama. Forum ini menjadi ruang komunikasi strategis. Tidak ada sekat antar lembaga. Semua bergerak dalam satu visi besar.

Sinergi juga memperkuat posisi BAZNAS di mata publik. Lembaga menjadi lebih solid dan terpercaya. Kerja bersama memperluas jangkauan manfaat. Mustahik di wilayah perbatasan dapat terlayani lebih baik. Sinergi juga mencegah duplikasi program. Anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal. Kolaborasi ini menjadi modal sosial yang penting. BAZNAS Kota Yogyakarta berperan aktif dalam menginisiasi kebersamaan ini. Harapannya, dampak zakat semakin terasa luas.

Penguatan Akuntabilitas dan Transparansi Lembaga

Penetapan RKAT menjadi langkah konkret dalam memperkuat akuntabilitas lembaga. Setiap program memiliki indikator yang jelas. Anggaran dirancang sesuai kebutuhan lapangan. Transparansi menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan. Masyarakat berhak mengetahui penggunaan dana zakat. RKAT memudahkan proses monitoring dan evaluasi. Setiap penyimpangan dapat segera diidentifikasi. Hal ini melindungi lembaga dari risiko penyalahgunaan.

Akuntabilitas juga meningkatkan kepercayaan muzaki. Ketika kepercayaan meningkat, partisipasi masyarakat akan tumbuh. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen menjaga keterbukaan informasi. Laporan kegiatan disusun secara berkala. Data disajikan dengan jelas dan mudah dipahami. Prinsip ini sejalan dengan tuntutan tata kelola modern. Penguatan akuntabilitas juga berdampak pada internal lembaga. Disiplin kerja menjadi budaya organisasi. Dengan demikian, pengelolaan zakat berjalan lebih profesional.

Dampak RKAT terhadap Program Pemberdayaan

RKAT yang telah ditetapkan akan berdampak langsung pada program pemberdayaan mustahik. Program pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dirancang lebih terarah. Setiap kegiatan memiliki target yang terukur. Mustahik tidak hanya menerima bantuan konsumtif. Pemberdayaan menjadi fokus utama. RKAT memungkinkan perencanaan jangka panjang. Program berkelanjutan dapat dijalankan dengan konsisten. Dampak sosial menjadi lebih nyata.

Mustahik didorong untuk mandiri. RKAT juga mendukung inovasi program. Kebutuhan baru dapat diakomodasi. Evaluasi dilakukan secara berkala. Program yang kurang efektif dapat diperbaiki. Hal ini memastikan dana zakat digunakan optimal. BAZNAS Kota Yogyakarta menempatkan pemberdayaan sebagai prioritas. Dengan perencanaan yang matang, perubahan sosial dapat terwujud. RKAT menjadi alat penting dalam mencapai tujuan tersebut.

Peran Ketua BAZNAS dalam Implementasi RKAT

Ketua masing-masing BAZNAS se-DIY memegang peran kunci dalam implementasi RKAT. Mereka bertanggung jawab memastikan program berjalan sesuai rencana. Kepemimpinan yang kuat sangat dibutuhkan. Ketua harus mampu menggerakkan tim. Komunikasi internal menjadi faktor penting. Setiap staf harus memahami arah kerja. Ketua juga menjadi wajah lembaga di hadapan publik. Kepercayaan masyarakat sangat bergantung pada integritas pimpinan.

Implementasi RKAT membutuhkan ketegasan dan keteladanan. Ketua harus menjadi contoh dalam disiplin kerja. Pengambilan keputusan harus berdasarkan data. RKAT menjadi rujukan utama. Tantangan lapangan harus dihadapi dengan bijak. Ketua juga harus responsif terhadap kebutuhan mustahik. Peran ini menuntut komitmen tinggi. Dengan kepemimpinan yang baik, RKAT dapat diimplementasikan secara optimal. BAZNAS Kota Yogyakarta berharap seluruh Ketua menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab.

Harapan terhadap Penguatan Layanan Muzaki

Selain mustahik, RKAT juga berdampak pada peningkatan layanan muzaki. Layanan yang baik akan meningkatkan kenyamanan berzakat. RKAT mengatur pengembangan sistem layanan. Digitalisasi menjadi salah satu fokus. Muzaki dapat menunaikan zakat dengan mudah. Informasi disajikan secara transparan. Layanan konsultasi diperkuat. Muzaki dapat bertanya dan mendapatkan pendampingan.

Kepercayaan muzaki menjadi aset penting. RKAT mendorong peningkatan kualitas pelayanan. Setiap keluhan ditangani dengan cepat. Layanan yang profesional mencerminkan keseriusan lembaga. BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan layanan yang humanis. Muzaki tidak hanya menyetor dana, tetapi juga terlibat secara emosional. Dengan layanan yang baik, partisipasi masyarakat akan meningkat. RKAT menjadi dasar pengembangan layanan ini. Harapannya, zakat semakin menjadi gaya hidup.

Konsistensi BAZNAS Kota Yogyakarta dalam Pelayanan Umat

BAZNAS Kota Yogyakarta terus menunjukkan konsistensinya dalam pelayanan umat. Penyerahan SK RKAT menjadi bukti keseriusan tersebut. Setiap tahun, perencanaan dilakukan dengan lebih baik. Evaluasi menjadi budaya organisasi. Kesalahan dijadikan pelajaran. Keberhasilan dijadikan motivasi. Konsistensi ini membangun reputasi lembaga. Masyarakat melihat kesungguhan BAZNAS Kota Yogyakarta.

Pelayanan tidak hanya bersifat seremonial. Program dijalankan hingga tuntas. Mustahik didampingi secara berkelanjutan. Konsistensi juga terlihat dalam pelaporan. Informasi disampaikan secara rutin. Hal ini meningkatkan kepercayaan publik. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen menjaga amanah ini. RKAT menjadi alat utama menjaga konsistensi tersebut. Dengan kerja yang berkesinambungan, manfaat zakat akan semakin luas.

Bersama BAZNAS kota Yogyakarta Menguatkan Gerakan Zakat

Melalui momentum ini, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif. Zakat bukan hanya kewajiban individu. Zakat adalah gerakan sosial. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan program. Dengan RKAT yang jelas, dana zakat dikelola lebih terarah. Masyarakat tidak perlu ragu. Kepercayaan dibangun melalui transparansi.

BAZNAS Kota Yogyakarta membuka ruang kolaborasi. Semua pihak dapat terlibat. Gerakan zakat membutuhkan dukungan bersama. Dari muzaki hingga relawan. Dengan kebersamaan, dampak zakat akan lebih besar. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen menjadi fasilitator gerakan ini. RKAT menjadi panduan bersama. Harapannya, zakat menjadi solusi nyata masalah sosial. Ajakan ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat. Mari bersama menguatkan peran zakat untuk kesejahteraan umat.

Menjaga Amanah, Menguatkan Kepercayaan

Penyerahan SK Penetapan RKAT kepada Ketua masing-masing BAZNAS se-DIY menjadi penanda penting komitmen bersama. Kegiatan ini bukan akhir, melainkan awal dari kerja panjang. Amanah umat harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. RKAT menjadi kompas perjalanan lembaga. Dengan perencanaan yang matang, tujuan dapat dicapai. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat terus mendukung. Kepercayaan publik adalah modal utama.

Dengan dukungan muzaki, program dapat berjalan optimal. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen menjaga transparansi. Setiap dana dikelola secara profesional. Penutup ini menjadi pengingat akan tanggung jawab bersama. Zakat, infak, dan sedekah adalah kekuatan sosial. Mari jadikan zakat sebagai solusi. Dengan kebersamaan, kesejahteraan umat dapat terwujud. BAZNAS Kota Yogyakarta siap menjadi mitra terpercaya. Amanah dijaga, kepercayaan dikuatkan.

Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta untuk pengelolaan yang amanah dan profesional

Mari salurkan infak dan sedekah untuk mendukung program pemberdayaan mustahik

Mari berpartisipasi dalam gerakan zakat demi kesejahteraan umat

Mari percayakan ZIS-DSKL kepada BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai lembaga resmi

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau melalui layanan muzaki di nomor 0821-4123-2770 agar ibadah semakin tertib dan berkah.

#BAZNAS Kota Yogyakarta #RKAT #ZakatDIY #ZISDSKL #ZakatUntukUmat #Fidyah #LayananMuzaki

 

04/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Berita Terbaru

BAZNAS Kota Yogyakarta Jalin Silaturrahmi dan Bahas Rencana Kurban di RPH bersama Dinas Pertanian dan Pangan
BAZNAS Kota Yogyakarta Jalin Silaturrahmi dan Bahas Rencana Kurban di RPH bersama Dinas Pertanian dan Pangan
Yogyakarta – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kurban tahun 1446 H, BAZNAS Kota Yogyakarta melakukan kunjungan silaturrahmi ke Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta pada hari Senin, tanggal 7 Dzulqa’dah 1446 H / 5 Mei 2025. Kunjungan ini dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. Abdul Samik, bersama jajaran pelaksana dari Bidang I/Pungutan, Bidang II/Pendistribusian, serta Bidang IV/Administrasi, Komunikasi dan Umum. Pertemuan ini membahas secara khusus pelaksanaan kurban yang direncanakan akan terpusat di Rumah Potong Hewan (RPH). BAZNAS Kota Yogyakarta mengusung semangat optimalisasi pengelolaan zakat melalui program kurban yang terstandar, higienis, dan sesuai syariat. Salah satu agenda yang dirancang adalah pelatihan teori dan praktik pemotongan hewan kurban, termasuk identifikasi penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai langkah preventif untuk menjaga kualitas serta kesehatan hewan kurban yang akan disalurkan kepada mustahik. Dalam kesempatan tersebut, Waka II Drs. Abdul Samik menyampaikan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan instansi teknis pemerintah guna memastikan kurban yang diselenggarakan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga aman dan layak konsumsi. “Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar kita dalam memastikan hewan kurban yang akan disalurkan oleh BAZNAS berada dalam kondisi sehat dan layak konsumsi, serta pemotongannya dilakukan sesuai standar kesehatan dan hukum Islam,” ujarnya. Dinas Pertanian dan Pangan menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan mendukung penuh penyelenggaraan workshop teknis bagi para petugas dan relawan kurban. Kegiatan pelatihan tersebut akan membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh mengenai aspek teknis pemotongan hewan dan penanganan kesehatan hewan ternak, demi menjamin pelaksanaan kurban berjalan dengan profesional, aman, dan sesuai prosedur. BAZNAS Kota Yogyakarta berharap kegiatan ini dapat menjadi model kurban yang terintegrasi antara nilai ibadah, kepatuhan syariat, dan kepedulian sosial. Melalui sinergi ini, penyaluran daging kurban kepada mustahik dapat menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan yang berbasis pada nilai-nilai zakat, infak, dan sedekah. Ke depan, BAZNAS Kota Yogyakarta akan melanjutkan koordinasi teknis dengan Dinas Pertanian dan Pangan terkait jadwal pelatihan, rekrutmen peserta, serta persiapan pelaksanaan kurban di RPH. Diharapkan program ini dapat menjadi contoh pelaksanaan kurban yang amanah dan profesional di Kota Yogyakarta.
BERITA05/05/2025 | Salsa Fateha
BAZNAS Kota Yogyakarta Berikan Bantuan Bedah Rumah Bagi Ketua Takmir Masjid Al Amin.
BAZNAS Kota Yogyakarta Berikan Bantuan Bedah Rumah Bagi Ketua Takmir Masjid Al Amin.
Komitmen BAZNAS Kota Yogyakarta menghadirkan rumah tinggal layak huni (RTLH) kembali diwujudkan dengan memberikan bantuan dana bedah rumah sejumlah Rp.25.000.000. Bantuan dana diberikan kepada Bapak Rachmat Saputra, warga RT.34, RW.08, Kricak, Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Beliau keseharian sebagai Ketua Takmir Masjid Al Amin, Kricak, Tegalrejo Kota Yogyakarta. Bulan Maret yang lalu, BAZNAS Kota Jogja juga memberikan bantuan bedah rumah sejumlah Rp.15.000.000 bagi Bapak Mulyana, takmir masjid Al Ikhsan RT.12, RW.04, Sayidan, Gondomanan. Bantuan diserahkan Sekda Kota Yogyakarta, Ir. Aman Yuriadijaya, MM didampingi Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs.H.Syamsul Azhari dan Ketua LPMK Kelurahan Kricak, Sabtu 5 Dzulqo'dah 1446 (3/5/2025) bertempat di kediaman Bapak Rachmat Saputra. Turut hadir Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Dandim 0734/Kota Yogyakarta, Kapolresta Yogyakarta, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Yogyakarta, Kepala OPD, Forkompimtren Tegalrejo, Lurah, Ketua LPMK, Ketua RW, Ketua RT, tokoh dan warga masyarakat. H. Syamsul Azhari menjelaskan, bahwa zakat/infaq/sedekah sesuai amanah syar'i ditasharufkan/didistribusikan mengacu skala prioritas dengan mendahulukan pemenuhan kebutuhan dasar mustahiq. Kebutuhan dasar dimaksud diantaranya papan atau tempat tinggal. Rumah Bapak Rachmat Saputra, tergolong kurang layak huni, sebagian dinding dari triplek dan atap asbes. Selain sebagai takmir, Bapak Rachmat Saputra, juga aktif berkegiatan di kampung, sehingga program RTLH ini sangat didukung oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dan warga masyarakat. Hal lain yang sangat istimewa dari beliau, salah satu putranya yakni Amirul Azam, termasuk penerima beasiswa kader hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta.
BERITA03/05/2025 | H. Misbahrudin
Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Pengukuhan PPG Dalam Jabatan Batch II Tahun 2025
Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Pengukuhan PPG Dalam Jabatan Batch II Tahun 2025
Komitmen BAZNAS Kota Yogyakarta dalam mendukung kemajuan pendidikan kembali ditegaskan dalam momentum Pengukuhan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch II Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bertempat di Gedung Prof. Dr. Amin Abdullah, Sabtu 5 Dzulqo’dah 1446 H atau bertepatan dengan 3 Mei 2025 M. Sebanyak 664 guru profesional resmi dikukuhkan dalam acara tersebut, menandai selesainya proses pendidikan profesi yang menjadi tonggak penting dalam meningkatkan mutu tenaga pendidik di Indonesia. Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menjadi bagian dari apresiasi dan dukungan langsung terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam penguatan sumber daya guru. Dalam keterangannya, Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan bahwa pada tahun akademik 2024/2025, BAZNAS Kota Yogyakarta telah menyalurkan bantuan dana biaya PPG kepada 41 guru dengan total anggaran sebesar Rp205.000.000. Bantuan ini disalurkan pada bulan November 2024 sebagai bentuk konkret dukungan terhadap peningkatan profesionalitas guru. Menurutnya, bantuan pendidikan melalui dana zakat ini termasuk dalam program Yogya Cerdas, yaitu program prioritas BAZNAS yang menyasar kebutuhan dasar mustahiq di bidang pendidikan. “Ketentuan regulasi menyebutkan bahwa pentasyarufan zakat harus mengacu pada skala prioritas, dengan mendahulukan kebutuhan dasar mustahiq. Dan salah satu kebutuhan dasar tersebut adalah pendidikan,” jelasnya. Pendidikan yang bermutu merupakan fondasi penting bagi pemberdayaan umat dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Yogyakarta terus mendorong pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung sektor pendidikan, khususnya bagi mustahiq yang sedang menempuh jenjang pendidikan strategis seperti PPG. Melalui program Yogya Cerdas, BAZNAS berharap dapat melahirkan lebih banyak guru profesional yang tidak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi, pemerintah, dan lembaga zakat seperti BAZNAS menjadi sinergi penting dalam mendorong pembangunan SDM unggul dan berkarakter.
BERITA03/05/2025 | H. Misbahrudin
Jumat Berkah, BAZNAS Kota Yogyakarta Tasharufkan 200 Paket Fidyah kepada Jamaah Masjid Pinggiran Sungai
Jumat Berkah, BAZNAS Kota Yogyakarta Tasharufkan 200 Paket Fidyah kepada Jamaah Masjid Pinggiran Sungai
Yogyakarta (2/5/2025) — Memanfaatkan momentum hari yang penuh keberkahan, Jumat 4 Dzulqa’dah 1446 H, BAZNAS Kota Yogyakarta mulai mendistribusikan 200 paket fidyah kepada jamaah melalui masjid-masjid yang berada di sekitar bantaran sungai di wilayah Kota Yogyakarta. Pentasharufan perdana dilakukan di Masjid Al Mujahidin, Juminahan, Tegalpanggung, Danurejan, sebagai bagian dari 10 masjid penerima fidyah yang tersebar di berbagai titik bantaran sungai. Masing-masing masjid menerima 20 paket bahan makanan dengan nilai total keseluruhan mencapai Rp30.000.000. Paket fidyah secara simbolis diserahkan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. Abdul Samik, dan diterima langsung oleh takmir Masjid Al Mujahidin, Bapak Susilo Suyatno. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa fidyah termasuk dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) yang dikelola BAZNAS selain zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “BAZNAS Kota Yogyakarta mengelola ZIS dan DSKL berdasarkan tiga prinsip utama: dilakukan sesuai skala prioritas, ditasharufkan secepat mungkin, serta mengikuti ketentuan syar’i dan regulasi yang berlaku. Alhamdulillah, prinsip ini menjadi dasar dalam setiap program kami,” jelasnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menjelaskan bahwa hari Jumat dipilih bukan tanpa alasan. “Hari Jumat adalah hari yang penuh rahmat dan doa yang mustajab. Pentasharufan pada hari ini kami niatkan agar membawa keberkahan ganda — bagi mustahik yang menerima fidyah dan bagi para muzaki, munfiq, serta mushodiq yang menitipkan amanahnya melalui BAZNAS,” tuturnya. Ia menambahkan, amil tidak hanya bertugas menyalurkan harta umat, namun juga mendoakan agar setiap zakat, infak, sedekah, dan fidyah yang ditunaikan benar-benar menjadi penyebab datangnya sakinah (ketenangan jiwa) bagi para pemberi. “Melibatkan takmir masjid dalam pentasharufan juga menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk memperkuat sinergi dakwah, sekaligus menghidupkan masjid sebagai pusat distribusi berkah,” pungkasnya. Program fidyah ini diharapkan menjadi perwujudan nyata dari amanah pengelolaan dana umat yang transparan, cepat, dan menyentuh langsung kelompok masyarakat yang membutuhkan.
BERITA02/05/2025 | Salsa Fateha
Komitmen Jaga Trust, BMM BAZNAS Kota Yogyakarta Jalani Audit oleh KAP AR Utomo
Komitmen Jaga Trust, BMM BAZNAS Kota Yogyakarta Jalani Audit oleh KAP AR Utomo
YOGYAKARTA — Guna menjaga kepercayaan publik (trust) dan memastikan pengelolaan dana sesuai dengan prinsip syariah dan regulasi, program BAZNAS Kota Yogyakarta Microfinance Masjid (BMM) menjalani audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo Jakarta, Rabu 2 Dzulqo’dah 1446 H (30/4/2025). Koordinator tim audit, Ganjar Maulana, menyampaikan bahwa pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya untuk menilai kepatuhan program BMM terhadap prinsip-prinsip syariah dan standar regulasi yang berlaku. Audit ini menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid tersebut. Wakil Ketua II BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. Abdul Samik, saat menerima tim audit menyatakan bahwa menjaga kepercayaan (trust) masyarakat merupakan aspek paling vital dalam pengelolaan program BMM. Dalam kesempatan itu, ia didampingi oleh Wakil Ketua III, M. Iqbal, SE, serta jajaran pelaksana. “Sejak ditetapkan sebagai program piloting oleh BAZNAS RI pada November 2024, BMM BAZNAS Kota Yogyakarta terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat (PM). Dalam waktu lima bulan, jumlah PM bertambah dari 51 menjadi 62 orang,” jelasnya. Ia juga menambahkan, hal yang menjadi pembeda dan keistimewaan program ini adalah adanya penguatan spiritual melalui forum pengajian bulanan yang rutin diselenggarakan bagi para PM. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, mengungkapkan bahwa audit keuangan oleh KAP merupakan agenda tahunan yang secara konsisten dilakukan. Sejak tahun 2011 hingga 2024, BAZNAS Kota Yogyakarta telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 14 tahun berturut-turut. Selain itu, audit syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI juga memberikan predikat “Sangat Baik”, opini tertinggi di tingkat nasional. “BAZNAS Kota Yogyakarta juga menjadi satu-satunya lembaga amil zakat, baik BAZNAS maupun LAZ, di DIY yang telah mengantongi sertifikat internasional ISO 9001:2015,” tegasnya. Audit ini semakin menegaskan komitmen BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menjaga integritas, akuntabilitas, serta keberlanjutan program BMM sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis masjid yang profesional dan amanah.
BERITA30/04/2025 | H. Misbahudin
Pastikan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Bagi Marbot Masjid, BAZNAS Kota Yogyakarta Gelar Musyawarah Koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan
Pastikan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Bagi Marbot Masjid, BAZNAS Kota Yogyakarta Gelar Musyawarah Koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan
YOGYAKARTA — Dalam rangka memastikan kesinambungan dan validitas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para marbot masjid di Kota Yogyakarta, BAZNAS Kota Yogyakarta menggelar Musyawarah Koordinasi (Musykoord) bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 2 Dzulqo’dah 1446 H (30/4/2025) bertempat di Rumah Makan Bale Timoho Yogyakarta. Musyawarah ini dihadiri langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Rudi Susanto beserta jajaran. Dari pihak BAZNAS Kota Yogyakarta hadir Ketua, Drs. H. Syamsul Azhari, Wakil Ketua II Drs. Abdul Samik, Kepala Pelaksana H. Misbahrudin, serta jajaran pelaksana lainnya. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan update data peserta BPJS Ketenagakerjaan khususnya bagi marbot masjid. Hal ini penting agar perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang telah diberikan dapat terus berjalan dengan tepat sasaran. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Rudi Susanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Kota Yogyakarta yang telah memfasilitasi jaminan sosial ketenagakerjaan kepada sekitar 500 marbot masjid. "Program semacam ini masih jarang kita dapatkan. Kami sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas peran BAZNAS sebagai contoh lembaga yang memperhatikan kesejahteraan pekerja keagamaan," ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak Mei 2024. Pada tahap awal, kerja sama dilakukan dengan PT. NATASHA, kemudian dilanjutkan pada tahap kedua dengan Bank BPD DIY Syariah. “Kami bersyukur, hampir seluruh marbot masjid di Kota Yogyakarta kini telah memiliki kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan adanya perlindungan ini, para marbot dapat menjalankan tugasnya dengan lebih nyaman dan aman, sehingga amanah yang mereka emban dapat terlaksana secara optimal,” ungkapnya. Program ini menunjukkan komitmen BAZNAS Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kesejahteraan marbot masjid sekaligus menjadi contoh praktik baik sinergi antara lembaga keagamaan dan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.
BERITA30/04/2025 | H. Misbahudin
BAZNAS Kota Yogyakarta Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY di Gunungkidul: Perkuat Sinergi dan Optimalkan Pengelolaan ZIS
BAZNAS Kota Yogyakarta Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY di Gunungkidul: Perkuat Sinergi dan Optimalkan Pengelolaan ZIS
Seluruh pimpinan BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama masing-masing pelaksana hadir dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-DIY yang dilaksanakan pada Selasa, 1 Dzulqa’dah 1446 H/29 April 2025. Bertempat di Taman Teknologi Pertanian Embung, Nglanggeran Wetan, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Rakorda ini juga dihadiri perwakilan Bupati Gunungkidul, Sekretaris Daerah Gunungkidul, serta unsur Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Gunungkidul. Rakorda tahun ini membahas berbagai agenda strategis, antara lain evaluasi penghimpunan zakat, infak, sedekah dan dana sosial keadamaan lainnya (ZIS-DSKL) selama Ramadhan 1446 H, penguatan sinergi antar BAZNAS se-DIY, percepatan pengurusan Indeks Zakat Nasional (IZN), dan penyusunan Kaji Dampak Zakat (KDZ). Melalui forum ini, seluruh peserta mendiskusikan capaian penghimpunan ZIS-DSKL, tantangan-tantangan di lapangan, serta inovasi program ke depan untuk semakin mengoptimalkan pelayanan kepada mustahiq. BAZNAS Kota Yogyakarta turut aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Rakorda. Pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kota Yogyakarta berkontribusi dalam diskusi, berbagi pengalaman program inovatif, serta menyampaikan laporan capaian dan strategi ke depan, khususnya dalam memperkuat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah berbasis masjid, komunitas, dan sekolah. Kehadiran BAZNAS Kota Yogyakarta mempertegas komitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam penguatan pengelolaan ZIS di wilayah DIY. Dalam sesi pembahasan IZN dan KDZ, disampaikan pentingnya percepatan legalitas lembaga dan regulasi daerah yang mendukung program zakat berkelanjutan. Dukungan pemerintah daerah, khususnya dari Kabupaten Gunungkidul, semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, akuntabel, dan berbasis kebutuhan umat. Rakorda BAZNAS se-DIY 2025 juga menjadi wadah berbagi praktik baik dari masing-masing BAZNAS kabupaten/kota, termasuk pengembangan program zakat produktif, inovasi penghimpunan berbasis komunitas, serta penguatan program sosial melalui infak dan sedekah.
BERITA29/04/2025 | Salsa Fateha
Dalam Sebulan, 350 Paket Bahan Makan Dari Fidyah Dan Kafarat Telah Ditasharufkan/Didistribusikan
Dalam Sebulan, 350 Paket Bahan Makan Dari Fidyah Dan Kafarat Telah Ditasharufkan/Didistribusikan
BAZNAS Kota Yogyakarta kembali mentasharufkan paket bahan makan yang berasal dari fidyah dan kafarat yang terkumpul selama bulan April 2025. Jumlah seluruhnya mencapai 350 paket @Rp.500.000, berisi 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg terigu, 1 kg gula, 1 kaleng sarden, 2 pack mie telur, 1 boxs teh, kecap, susu kaleng dan mentega. Mustahiq penerima paket bahan makan terdiri mualaf kurang mampu, jamaah masjid kurang mampu, cleaning service dan satpam sekolah/madrasah. Pentasyarufan dilakukan bekerjasama dengan sekolah/madrasah, takmir masjid dan penyuluh agama. Wakil Ketua II, Bidang Pentasharufan, Drs. Abdul Samik Shandi menuturkan, dalam hal pentasyarufan ada dua prinsip pokok yang dijalankan BAZNAS Kota Yogyakarta. Pertama, dilakukan sesegera mungkin agar mustahiq segera mendapat haknya dan mushodiq (pemberi fidyah/kafarat) segera mendapat pahala. Kedua, melibatkan mitra (takmir dan lainnya) agar fidyah/kafarat tepat sasaran dan sekaligus sebagai media syiar Islam. "Alhamdulillah dengan dua prinsip tersebut, BAZNAS Kota Yogyakarta meraih nilai tertinggi tingkat nasional atas audit kepatuhan syariah, yang dilakukan Itjen Kemenag RI", pungkasnya.
BERITA29/04/2025 | Salsa Fateha
BAZNAS Kota Yogyakarta Microfinance Masjid Terbukti Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
BAZNAS Kota Yogyakarta Microfinance Masjid Terbukti Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
BAZNAS Kota Yogyakarta Microfinance Masjid (BMM) merupakan program pentasharufan dana permodalan bergulir bagi jamaah kelompok mikro yang berpusat di masjid. Alhamdulillah sejak pertama kali dijalankan bulan November 2024 di masjid Al Ikhlas Mrican Giwangan dengan modal bergulir Rp.150 juta untuk 51 penerima manfaat (PM) saat ini sudah bergulir menjadi 62 PM. Hal tersebut disampaikan tim pengelola BMM Masjid Al Ikhlas Mrican, Tri Widiarto, dalam musyawarah evaluasi program BMM BAZNAS Kota Yogyakarta, Senin 29 Syawal 1446 (28/4) bertempat di sekber lembaga agama, lantai dasar masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta. Hal yang sama disampaikan tim pengelola BMM Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota, Muchtasor B.Sc. Musyawarah dipimpin Kepala Pelaksana H. Misbahrudin didampingi Pelaksana Bidang II, Kenggy Ramadhan. Tim Pengelola BMM Masjid Al Ikhlas dan Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta, menyampaikan program BMM sangat baik dan terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan jamaah. Kelebihan program ini, PM menjadi sejahtera ekonominya dan spiritual karena semua kegiatan yang dilakukan membawa spirit masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pemberdayaan umat. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs.H.Syamsul Azhari menuturkan, BAZNAS RI menunjuk BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai piloting BMM di Yogyakarta. Diluncurkan pertama kali bulan November 2024 di masjid Al Ikhlas Mrican Giwangan dengan bantuan sejumlah Rp.150 juta. Sebulan kemudian, Desember 2024 BMM Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota dengan bantuan yang sama. Kami merasa bersyukur keduanya dapat berjalan dengan baik dan sukses. "Beberapa pengelola BMM dari daerah lain telah melakukan studi tiru BMM Masjid Al Ikhlas Mrican Giwangan Yogyakarta", pungkasnya
BERITA29/04/2025 | Salsa Fateha
PEMBUKAAN SELEKSI TILAWATIL QUR’AN & HADIST TINGKAT DIY TAHUN 2025 RESMI DIGELAR
PEMBUKAAN SELEKSI TILAWATIL QUR’AN & HADIST TINGKAT DIY TAHUN 2025 RESMI DIGELAR
Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta menjadi saksi pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2025 pada Sabtu, 27 Syawal 1446 H atau bertepatan dengan 26 April 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari. Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta menunjukkan komitmen lembaga zakat untuk mendukung pembinaan generasi Qur’ani di DIY. Semangat zakat, infak, dan sedekah menjadi landasan kuat dalam mengokohkan peran sosial dan keagamaan dalam kehidupan masyarakat. Seleksi ini menjadi ajang strategis untuk mencari bibit unggul dalam seni tilawah, hafalan Al-Qur'an, dan pemahaman hadist. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kota Yogyakarta, dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menguatkan ketahanan sosial, tetapi juga menghidupkan budaya literasi Al-Qur’an dan Hadist di kalangan generasi muda. Pembukaan STQH 2025 menjadi momentum penting mempererat sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, lembaga keagamaan, serta masyarakat. Melalui program-program berbasis zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya masyarakat yang Qur’ani dan berkarakter. Diharapkan melalui ajang ini, tidak hanya lahir para juara, tetapi juga terbentuk generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah, mencintai Al-Qur’an, serta siap berkontribusi aktif bagi kemajuan umat. BAZNAS Kota Yogyakarta bertekad untuk senantiasa mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah guna mendukung pembangunan manusia seutuhnya.
BERITA26/04/2025 | Salsa Fateha
BAZNAS Kota Yogyakarta Berikan Bantuan Modal Usaha untuk UMKM di STQH DIY 2025
BAZNAS Kota Yogyakarta Berikan Bantuan Modal Usaha untuk UMKM di STQH DIY 2025
Yogyakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam rangka mendukung Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2025, BAZNAS Kota Yogyakarta memberikan bantuan modal usaha kepada 32 UMKM yang mengisi stand di arena acara tersebut. Masing-masing pelaku usaha menerima bantuan berupa voucher belanja senilai Rp300.000 hingga Rp1,5 juta. Bantuan ini diberikan secara langsung di lokasi STQH yang digelar pada Sabtu, 27 Syawal 1446 H atau bertepatan dengan 26 April 2025, bertempat di kompleks Balai Kota Yogyakarta. Voucher ini dapat digunakan oleh mustahiq untuk berbelanja langsung di stand-stand UMKM peserta, sehingga tidak hanya membantu mustahiq, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi para pelaku usaha kecil yang terlibat. Acara STQH dibuka secara resmi oleh Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ir. Sugeng Purwanto, M.M.A, mewakili Gubernur DIY. Pembukaan acara juga dihadiri oleh berbagai pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, serta Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari. STQH tahun ini diikuti oleh 80 kafilah atau peserta dari kabupaten dan kota se-DIY, memperlihatkan antusiasme dan semangat masyarakat dalam mendalami dan memuliakan Al-Qur'an dan Hadis. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menuturkan bahwa pemberian bantuan dalam bentuk voucher belanja ini bertujuan agar bantuan tepat sasaran kepada para mustahiq dan sekaligus membantu meningkatkan transaksi para pelaku UMKM di arena STQH."Bantuan ini diberikan dalam bentuk voucher belanja agar manfaatnya langsung dirasakan mustahiq dan sekaligus membantu nglarisi jualan UMKM yang turut serta meramaikan acara STQH," jelasnya. Lebih jauh, Ketua BAZNAS juga menyampaikan bahwa kehadiran masyarakat di arena STQH diharapkan menjadi bagian dari upaya syiar Islam, mengenalkan Al-Qur'an dan Hadis kepada masyarakat luas dengan nuansa yang lebih membumi dan dekat dengan aktivitas keseharian. Sementara itu, Gubernur DIY dalam sambutan pembukaan yang dibacakan oleh Sugeng Purwanto, menekankan pentingnya memperkuat karakter dan akhlak generasi muda di tengah arus globalisasi."Semakin modern perkembangan zaman, semakin banyak tantangan yang harus dihadapi. Pengaruh budaya asing harus diimbangi dengan bekal akhlak yang bersumber dari ajaran Al-Qur'an," ujarnya. STQH tingkat DIY tahun 2025 ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di antara umat Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan dari BAZNAS Kota Yogyakarta, diharapkan nilai-nilai Al-Qur'an semakin membumi di tengah masyarakat, serta pelaku UMKM semakin berdaya dan mandiri. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi ini, BAZNAS Kota Yogyakarta tidak hanya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara produktif, tetapi juga turut membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan.
BERITA26/04/2025 | Salsa Fateha
BAZNAS Kota Yogyakarta Silaturahmi ke KODIM 0734/Kota Yogyakarta, Serahkan Penghargaan dan Bantuan Fidyah
BAZNAS Kota Yogyakarta Silaturahmi ke KODIM 0734/Kota Yogyakarta, Serahkan Penghargaan dan Bantuan Fidyah
Yogyakarta — Dalam rangka mempererat sinergi dan kolaborasi kebaikan, BAZNAS Kota Yogyakarta melaksanakan kegiatan silaturahmi dan halal bihalal ke Markas Komando Distrik Militer (KODIM) 0734/Kota Yogyakarta, Rabu 24 Syawal 1446 (23/4/2025). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara BAZNAS Kota Yogyakarta dengan jajaran KODIM 0734/Kota Yogyakarta sekaligus momentum penyerahan penghargaan dan bantuan sosial bagi masyarakat. Rombongan BAZNAS Kota Yogyakarta dipimpin langsung oleh Ketua, Drs. H. Syamsul Azhari, didampingi Wakil Ketua II, Drs. H. Abdul Samik, Kepala Pelaksana dan Pelaksana. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta, Letkol Inf Arief Wicaksana, S.I.P., M.I.P., beserta jajaran. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas dukungannya dalam pelaksanaan program-program zakat, infak, dan sedekah yang menyentuh langsung kebutuhan umat. "Silaturahmi ini memperkuat kebersamaan dan membuka jalan lebih luas untuk kolaborasi kemanusiaan ke depan," ujarnya. Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan Penghargaan Walikota atas dukungan Komandan KODIM 0734/Kota Yogyakarta, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan dukungan nyata dalam mendukung gerakan zakat di wilayah Kota Yogyakarta. Piagam penghargaan tersebut telah ditandatangani langsung oleh Wali Kota Yogyakarta sebagai bentuk legitimasi dan apresiasi resmi dari Pemerintah KotaYogyakarta. Selain penyerahan penghargaan, BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyerahkan fidyah berupa paket bahan makan untuk masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar Kodim 0734/Kota Yogyakarta. Bantuan ini merupakan bagian dari program pendistribusian dana fidyah yang diamanahkan oleh para muzakki melalui BAZNAS KotaYogyakarta, dan disalurkan kepada mereka yang berhak menerima, khususnya kelompok rentan dan dhuafa. Program fidyah menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama setelah bulan Ramadan. Kehadiran BAZNAS Kota Yogyakarta tidak hanya membawa semangat silaturahmi, namun juga bukti nyata kepedulian terhadap kesejahteraan sosial masyarakat sekitar. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen memperkuat pelayanan dalam penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah dengan prinsip transparan, amanah, dan tepat sasaran. Sinergi antara lembaga amil zakat dan institusi pertahanan seperti Kodim menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan manfaat zakat di tengah masyarakat.
BERITA23/04/2025 | Salsa Fateha
BAZNAS Kota Yogyakarta Dukung Aksi Penanaman Serentak Pohon Produktif se-Indonesia di MTsN 1 Mendungan
BAZNAS Kota Yogyakarta Dukung Aksi Penanaman Serentak Pohon Produktif se-Indonesia di MTsN 1 Mendungan
Yogyakarta — Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2025, BAZNAS Kota Yogyakarta turut serta dalam kegiatan Penanaman Serentak Pohon Produktif se-Indonesia yang dilaksanakan di MTsN 1 Mendungan, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional peduli lingkungan yang dilaksanakan serempak oleh berbagai instansi dan komunitas di seluruh Indonesia. BAZNAS Kota Yogyakarta hadir langsung melalui Ketua Drs. H. Syamsul Azhari dan Wakil Ketua II Drs. Abdul Samik. Keduanya bergabung bersama pihak madrasah dan para siswa dalam aksi simbolis menanam pohon produktif yang diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Kegiatan penanaman ini menjadi simbol semangat kepedulian terhadap bumi dan komitmen BAZNAS Kota Yogyakarta dalam mendorong gerakan berbasis lingkungan hidup melalui pendekatan zakat, infak, dan sedekah. Dengan menanam pohon produktif, tidak hanya memberikan kesejukan dan memperbaiki kualitas udara, tetapi juga membuka peluang hasil panen yang dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat. “Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita tidak hanya berbagi kepada sesama, tetapi juga merawat bumi sebagai amanah dari Allah. Pohon yang kita tanam hari ini, insyaAllah akan tumbuh menjadi kebaikan yang terus mengalir,” demikian disampaikan oleh Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta dalam momen penanaman pohon. Gerakan ini sejalan dengan visi BAZNAS Kota Yogyakarta untuk terus hadir dalam program-program pemberdayaan dan lingkungan berkelanjutan, di mana kebaikan tidak hanya dirasakan oleh manusia, namun juga oleh alam. Dengan semangat Hari Bumi, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk terus menanam kebaikan melalui berbagai cara, termasuk sedekah pohon sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam.Editor : H MsibahrudinFG : Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BERITA22/04/2025 | Salsa Fateha
Faiq Syauqy Mubarok, Kader BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Juara 1 Lomba Adzan se-DIY
Faiq Syauqy Mubarok, Kader BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Juara 1 Lomba Adzan se-DIY
Kulonprogo (23/3) — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh kader BAZNAS Kota Yogyakarta. Faiq Syauqy Mubarok berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Adzan se-DIY yang digelar dalam rangkaian acara RDK Vokasi UNY 1446 H. Lomba ini diselenggarakan pada hari Ahad, 23 Maret 2025 bertempat di Kampus Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kulonprogo. Faiq menunjukkan kemampuan dan kefasihan dalam melantunkan adzan yang memukau para dewan juri dan peserta lainnya. Kompetisi ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadikannya ajang yang kompetitif dan penuh semangat syiar Islam. Keberhasilan Faiq tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para kader dan generasi muda untuk terus mengasah kemampuan dan berdakwah melalui potensi yang dimiliki. BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan dukungan atas prestasi yang diraih, serta berharap semangat ini terus menyala dalam setiap kegiatan keislaman yang bermanfaat bagi umat.
BERITA20/04/2025 | Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BAZNAS Kota Yogyakarta Serahkan Bantuan Bersama Wali Kota Yogyakarta di Safari Jumat Perdana
BAZNAS Kota Yogyakarta Serahkan Bantuan Bersama Wali Kota Yogyakarta di Safari Jumat Perdana
YOGYAKARTA — BAZNAS Kota Yogyakarta turut ambil bagian dalam kegiatan perdana Safari Jumat bersama Wali Kota Yogyakarta yang digelar pada Jumat (18/4/2025) di Masjid Baitussalam, Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS dalam memperkuat nilai-nilai sosial keagamaan dan pemberdayaan berbasis masjid. Dalam kesempatan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta menyerahkan bantuan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui program Bantuan Safari Jumat Wali Kota Yogyakarta. Bantuan tersebut terdiri dari uang tunai senilai Rp1.000.000 serta perlengkapan ibadah berupa sajadah, sarung, dan mushaf Al-Qur’an dengan total nilai Rp300.000. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat semangat ibadah dan meningkatkan kenyamanan jamaah dalam memakmurkan masjid. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap program Wali Kota dalam menyapa warga secara langsung sekaligus menguatkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. “Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat kita kelola dan salurkan kembali untuk mendukung kegiatan keumatan seperti ini,” ujarnya. Safari Jumat ini tak sekadar menjadi ajang silaturahmi antara Wali Kota dengan masyarakat, tetapi juga sebagai wadah untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan, pemberdayaan ekonomi umat, serta penguatan spiritual melalui khotbah dan tausiah yang menyejukkan. Dalam konteks ini, infak dan sedekah menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kegiatan Safari Jumat akan menjadi agenda rutin yang menyasar masjid-masjid di seluruh wilayah Kota Yogyakarta. Selain menyerahkan bantuan, kegiatan ini juga dirancang untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, menyosialisasikan program pemerintah, serta memperluas jaringan layanan zakat dan infak yang bersinergi dengan berbagai pihak, khususnya takmir masjid. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam program-program kemaslahatan, khususnya melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran. Dengan semangat ini, diharapkan setiap masjid tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat yang aktif dan berdaya.
BERITA18/04/2025 | Salsa Fateha
Review Implementasi SOP, BAZNAS Kota Yogyakarta Telah Menjalankan SOP Tata Kelola ZIS DSKL Dengan Baik
Review Implementasi SOP, BAZNAS Kota Yogyakarta Telah Menjalankan SOP Tata Kelola ZIS DSKL Dengan Baik
Yogyakarta (18 Syawal 1446H/17 April 2025) — Setelah melakukan review implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) selama 4 hari, 15 s.d 18 Syawal/14 s.d 18 April, Koordinator Jabatan Fungsional Audit BAZNAS RI, Iwan Ginda Harahap, S.E., Ak., M.M., CFrA., ACPA., melakukan paparan hasil review, closing review, Kamis, 18 Syawal 1446H / 17 April 2025 di kantor BAZNAS Kota Yogyakarta. Review diikuti seluruh Pimpinan dan Pelaksana sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SOP dalam pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS DSKL). Review ini merupakan kelanjutan dari proses pendampingan dan monitoring implementasi SOP yang dilakukan secara langsung oleh BAZNAS RI, guna memastikan setiap proses di BAZNAS Kota Yogyakarta berjalan sesuai prinsip syariah, akuntabilitas, dan transparansi kelembagaan. Iwan Ginda Harahap, menyampaikan apresiasi terhadap langkah-langkah profesional yang telah diupayakan BAZNAS Kota Yogyakarta dalam pengelolaan ZIS DSKL. Dalam sesi pemaparan hasil review, beliau menegaskan pentingnya konsistensi dalam dokumentasi, kedisiplinan administratif, serta penguatan kontrol internal untuk menunjang efektivitas program distribusi dan pendayagunaan ZIS DSKL. Hal ini mencakup tata kelola penghimpunan dana, validasi mustahik, hingga pelaporan kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan secara syar’i dan regulatif. Kegiatan ini juga menjadi momentum internal bagi BAZNAS Kota Yogyakarta untuk melakukan refleksi dan pembenahan menyeluruh dalam struktur kerja, komunikasi antarbidang, serta integrasi program layanan ZIS DSKL. Penerapan SOP yang baik menjadi landasan penting dalam menjamin optimalnya pemanfaatan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya untuk kemaslahatan umat. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs.H. Syamsul Azhari dalam penutupan kegiatan menegaskan, komitmen BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menerapkan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) demi menjadi lembaga pengelola ZIS DSKL yang terpercaya, profesional, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dengan supervisi dari BAZNAS RI, BAZNAS Kota Yogyakarta terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis masyarakat dalam mengelola dana ZIS DSKL secara adil, transparan, dan berdampak luas. "Komitmen itu akan kami wujudkan, salah satunya, dalam waktu dekat akan menghadirkan BAZNAS RI untuk memberikan sosialisasi penguatan audit internal", pungkasnya.Editor : H Misbahruddin
BERITA18/04/2025 | Salsa Fateha
BAZNAS Kota Yogyakarta Menjadi Sampel Review Uji Petik Implementasi SOP BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia
BAZNAS Kota Yogyakarta Menjadi Sampel Review Uji Petik Implementasi SOP BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia
Yogyakarta (16 Syawal 1446/15 April 2025) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menggelar kegiatan Review Uji Petik Implementasi SOP di BAZNAS Kota Yogyakarta selama lima hari, Senin s.d Jum'at 15–19 Syawal 1446/14–18 April 2025. Revisi uji petik dilakukan oleh Iwan Ginda Harahap, Koordinator Fungsional Audit BAZNAS RI, diikuti Pimpinan dan Pelaksana BAZNAS Kota Yogyakarta, bertempat di ruang rapat Sekretariat Bersama Lembaga Agama Kota Yogyakarta, lantai dasar masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan BAZNAS RI terhadap pelaksanaan tata kelola Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) di daerah, agar selaras dengan standar nasional serta prinsip-prinsip syariah, akuntabilitas, dan transparansi. Melalui forum ini, BAZNAS RI melakukan evaluasi terhadap implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah diterapkan di BAZNAS Kota Yogyakarta dan implementasi Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pengesahan Prosedur Pengelolaan Zakat. Dalam paparannya, Iwan Ginda Harahap menekankan bahwa review SOP ini bukan sekadar bentuk kontrol kelembagaan, tetapi juga momentum untuk penguatan kapasitas dan integritas dalam pengelolaan ZIS-DSKL. “Uji petik ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan, mulai dari penghimpunan, pendistribusian hingga pendayagunaan ZIS DSKL telah dijalankan sesuai dengan SOP yang berlaku,” ungkapnya. Selama proses review, tim dari BAZNAS RI melakukan pendalaman terhadap dokumen dan praktik lapangan, serta mengidentifikasi beberapa catatan yang menjadi bahan perbaikan ke depan. Selain itu, pengurus BAZNAS Kota Yogyakarta juga diberi kesempatan untuk menyampaikan inovasi dan tantangan dalam pelaksanaan program-program unggulan, terutama yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan mustahik. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan apresiasi atas kegiatan review dan nantinya akan berkomitmen terhadap hasil evaluasi yang diberikan oleh tim BAZNAS RI. “Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai sarana perbaikan dan penguatan kelembagaan. BAZNAS Kota Yogyakarta akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi demi meningkatkan kualitas layanan pengelolaan ZIS-DSKL yang lebih amanah, profesional, dan berdampak bagi umat,” ujarnya. Kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya konsistensi pelaksanaan SOP di seluruh lini, baik di bidang penghimpunan maupun pendistribusian dan pelaporan. Dengan penguatan sistem yang terstandarisasi, maka kepercayaan muzakki terhadap pengelolaan dana ZIS-DSKL dapat semakin ditingkatkan. BAZNAS Kota Yogyakarta mengapresiasi proses review ini sebagai bentuk sinergi yang konstruktif. Diharapkan, hasil dari uji petik ini dapat menjadi bahan refleksi dan dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kelembagaan, dan memperluas kebermanfaatan dana zakat, infak, sedekah, dan DSKL di tengah masyarakat.Editor : Ka. Pelaksana (H Misbahrudin)
BERITA15/04/2025 | Salsa Fateha
Kader Hafidz Binaan BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Juara 1 dalam Dua Kategori Lomba Festival Anak Sholeh 1446 H
Kader Hafidz Binaan BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Juara 1 dalam Dua Kategori Lomba Festival Anak Sholeh 1446 H
Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh kader binaan BAZNAS Kota Yogyakarta dalam ajang Festival Anak Sholeh (FAS) 1446 H. Muhammad Rafandra Yudmarian, salah satu kader unggulan dalam program pembinaan remaja masjid, sukses meraih Juara 1 dalam dua kategori lomba berbeda yang digelar pada dua hari berturut-turut. Pada Sabtu, 15 Maret 2025, Rafandra berhasil menaklukkan persaingan dalam Lomba Tahfidz yang diadakan di Masjid Islamic Centre Al-Muthi’in, Maguwo, Yogyakarta. Keberhasilan ini mencerminkan semangat yang tinggi dalam menjaga hafalan Al-Qur’an dan menjadi bagian dari generasi penghafal Qur’an yang tangguh dan berakhlak mulia. Keesokan harinya, Ahad, 16 Maret 2025, Rafandra kembali menunjukkan konsistensi dan kecintaannya terhadap Al-Qur’an dengan meraih Juara 1 dalam Lomba Hafidz Qur’an. Lomba ini berlangsung di Masjid Jami’ At-Taqwa, Minomartani, Sleman, dan menjadi ajang pembuktian bahwa pembinaan yang dilakukan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta melalui program kaderisasi remaja masjid terus membuahkan hasil nyata. Capaian Rafandra ini bukan hanya sekadar kebanggaan pribadi, melainkan juga cerminan keberhasilan program pembinaan berbasis zakat, infak, dan sedekah yang dijalankan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Dengan dukungan para muzakki, berbagai kegiatan pembinaan generasi muda dapat terlaksana secara berkelanjutan, mencetak kader Qur’ani yang siap menjadi pelita umat. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan apresiasi dan doa terbaik atas prestasi yang diraih Rafandra. “Ananda Rafandra adalah contoh nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah dapat membentuk generasi Qur’ani yang membanggakan. Kami berharap, prestasi ini menjadi penyemangat bagi kader-kader lain untuk terus giat menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an,” ungkapnya. BAZNAS Kota Yogyakarta mengapresiasi tinggi semangat juang Rafandra, serta peran para pembina dan orang tua yang telah membersamai proses tumbuh kembang kader Qur’ani ini. Semoga keberhasilan ini menjadi penyemangat baru bagi gerakan cinta Al-Qur’an di kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat sinergi antara BAZNAS, masjid, dan masyarakat dalam menumbuhkan amal jariyah melalui zakat, infak, dan sedekah yang terkelola dengan amanah.
BERITA08/04/2025 | Salsa Fateha
Kader Hafidz Binaan BAZNAS Kota Yogyakarta, Famiya Fathia Atala Azzahra Fahmi Raih Juara 3 Lomba Hafalan Surat dalam Festival Ramadhan Ceria #10
Kader Hafidz Binaan BAZNAS Kota Yogyakarta, Famiya Fathia Atala Azzahra Fahmi Raih Juara 3 Lomba Hafalan Surat dalam Festival Ramadhan Ceria #10
Yogyakarta – Semangat anak-anak dalam menyambut bulan suci Ramadhan terwujud dalam berbagai ajang kreatif dan islami, salah satunya Festival Ramadhan Ceria #10 se-Kota Yogyakarta. Dalam kegiatan yang digelar pada Ahad, 16 Maret 2025 di Masjid Agung Condronegaran, salah satu kader binaan BAZNAS Kota Yogyakarta, Famiya Fathia Atala Azzahra Fahmi, berhasil meraih Juara 3 Lomba Hafalan Surat. Ajang ini menjadi momen penting bagi anak-anak untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an. Famiya tampil percaya diri dan penuh semangat, menunjukkan hasil dari pembinaan dan pembiasaan yang selama ini ia jalani bersama para pembina dalam program kaderisasi anak dan remaja masjid. Keberhasilan Famiya tidak hanya membanggakan keluarga dan lingkungannya, tetapi juga menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta turut berperan aktif dalam mencetak generasi Qur’ani sejak usia dini. Melalui program pendidikan dan pengembangan karakter Islami, para kader dibekali dengan nilai-nilai dasar agama yang kuat, termasuk hafalan dan pemahaman Al-Qur’an. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan apresiasi atas capaian ini. “Kita bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih oleh adik Famiya. Ini adalah hasil dari sinergi antara keluarga, lingkungan masjid, dan BAZNAS sebagai lembaga yang bertanggung jawab mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional. Semoga ini menjadi pemicu semangat bagi kader-kader lain untuk terus tumbuh dalam kecintaan kepada Al-Qur’an.” Festival Ramadhan Ceria #10 menjadi bukti bahwa ruang-ruang edukasi Islami yang positif dapat melahirkan anak-anak yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang holistik melalui pemanfaatan dana zakat yang berdampak nyata.
BERITA08/04/2025 | Salsa Fateha
Zakat Fitrah: Uang atau Beras? Mana yang Lebih Baik?
Zakat Fitrah: Uang atau Beras? Mana yang Lebih Baik?
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu untuk membersihkan diri dan menyempurnakan ibadah puasa Ramadan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: lebih baik membayar zakat fitrah dengan uang atau beras? Untuk menjawabnya, mari kita bahas berdasarkan dalil, pandangan ulama, serta manfaat bagi penerima zakat. Dasar Hukum Zakat Fitrah Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah dan memberi ketentuan atas zakat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA, disebutkan: "Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha' dari kurma atau satu sha' dari gandum atas setiap Muslim, baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar." (HR. Bukhari & Muslim) Dari hadits ini, zakat fitrah diwajibkan dalam bentuk makanan pokok. Namun, bagaimana jika dibayarkan dalam bentuk uang? Pandangan Ulama tentang Zakat Fitrah dengan Uang Para ulama berbeda pendapat mengenai pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang: Imam Syafi'i, Maliki, Hambali dan mayoritas ulama menyatakan bahwa zakat fitrah harus dibayarkan dalam bentuk makanan pokok seperti beras, gandum, atau kurma. Hal ini mengikuti tuntunan hadits Rasulullah SAW. Imam Hanafi memperbolehkan dan mengesahkan pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang dengan alasan kemaslahatan mustahik (penerima zakat). Jika uang lebih bermanfaat bagi mereka, maka hal itu diperbolehkan. Lembaga Bahstul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama memberi pertimbangan kebolehan konversi zakar dengan uang seperti: zakat fitrah terbaik adalah dengan pembayaran beras, zakat fitrah dapat dibayarkan dengan yang sesuai harga beras dengan kualitas layak, panitia zakat dan masyarakat dianjurkan untuk berkoordinasi dengan LAZISNU terdekat. Baik membayar zakat fitrah dengan beras maupun uang, keduanya memiliki keutamaan masing-masing. Jika ingin mengikuti sunnah, maka membayar dengan beras lebih utama. Namun, jika pertimbangannya adalah kemudahan dan manfaat yang lebih besar bagi mustahik, maka pembayaran dengan uang juga diperbolehkan. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kota Yogyakarta menerima zakat fitrah dalam bentuk beras maupun uang. Jika Anda ingin membayar zakat fitrah dengan mudah dan tepat sasaran, silakan salurkan melalui BAZNAS Kota Yogyakarta baik secara langsung maupun online. Semoga zakat fitrah kita diterima oleh Allah SWT dan menjadi penyempurna ibadah Ramadan. Aamiin. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah Penulis: Azkia Salsabila
BERITA30/03/2025 | admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat