WhatsApp Icon
Menu Sehat Sahur Ramadan: Pilihan Tepat Agar Kuat Puasa Seharian

Sahur adalah salah satu sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain bernilai ibadah, sahur juga memiliki peran penting dalam menjaga stamina tubuh selama menjalankan puasa Ramadan. Oleh karena itu, memilih menu sehat sahur Ramadan bukan sekadar urusan kenyang, tetapi juga tentang bagaimana tubuh tetap bertenaga, fokus, dan tidak mudah lemas hingga waktu berbuka tiba.

Sayangnya, masih banyak orang yang asal memilih menu sahur. Ada yang hanya minum air, ada pula yang justru mengonsumsi makanan berlemak tinggi dan terlalu manis. Padahal, pola makan saat sahur sangat menentukan kualitas puasa kita sepanjang hari. Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang menu sehat sahur Ramadan, mulai dari prinsip gizi seimbang hingga contoh menu praktis yang bisa langsung dipraktikkan di rumah.

Pentingnya Menu Sehat Saat Sahur Ramadan

Menu sahur Ramadan yang sehat berfungsi sebagai “bahan bakar” utama tubuh selama berpuasa. Asupan gizi yang tepat akan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, mencegah dehidrasi, serta mengurangi rasa lapar berlebihan di siang hari.

Secara medis, sahur yang sehat dapat membantu:

- Menjaga energi dan konsentrasi

- Mencegah sakit maag dan lemas

- Mengurangi risiko sakit kepala akibat gula darah turun

- Membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan selama Ramadan

Dari sisi ibadah, tubuh yang sehat tentu akan memudahkan kita menjalankan aktivitas dan meningkatkan kualitas amal selama bulan suci.

Prinsip Menu Sehat Sahur Ramadan

Sebelum membahas contoh menu, penting untuk memahami prinsip dasar menu sehat sahur Ramadan. Prinsip ini berlaku umum dan bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

1. Mengandung Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama. Jenis karbohidrat ini sangat cocok untuk menu sahur Ramadan.

Contohnya:

- Nasi merah

- Oatmeal

- Roti gandum utuh

- Kentang rebus atau ubi

2. Cukup Protein

Protein membantu menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Asupan protein juga penting untuk menjaga stamina selama puasa.

Sumber protein sehat antara lain:

- Telur

- Ikan

- Dada ayam tanpa kulit

- Tahu dan tempe

- Kacang-kacangan

3. Kaya Serat dari Sayur dan Buah

Serat berperan penting dalam melancarkan pencernaan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Menu sehat sahur Ramadan sebaiknya selalu disertai sayur dan buah.

4. Lemak Sehat Secukupnya

Lemak sehat membantu penyerapan vitamin dan menjadi sumber energi tambahan. Namun, konsumsinya harus dibatasi agar tidak memberatkan pencernaan.

Pilih lemak sehat seperti:

- Alpukat

- Minyak zaitun

- Kacang-kacangan

5. Cukup Cairan

Dehidrasi sering menjadi penyebab utama tubuh lemas saat puasa. Pastikan sahur disertai air putih yang cukup dan hindari minuman berkafein.

Contoh Menu Sehat Sahur Ramadan yang Praktis

Berikut beberapa contoh menu sehat sahur Ramadan yang mudah dibuat dan tidak memakan banyak waktu.

Menu Sahur Sederhana

- Nasi merah

- Telur dadar sayur

- Tumis bayam dan wortel

- Air putih dan satu buah pisang

Menu ini sudah mencakup karbohidrat, protein, serat, dan vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Menu Sahur Tanpa Nasi

Bagi yang ingin variasi tanpa nasi, menu berikut bisa menjadi pilihan:

- Oatmeal dimasak dengan susu rendah lemak

- Topping irisan apel dan kurma

- Telur rebus

- Air putih

Menu sehat sahur Ramadan ini cocok untuk pencernaan dan membantu kenyang lebih lama.

Menu Sahur untuk Aktivitas Berat

Untuk yang tetap bekerja berat atau beraktivitas fisik tinggi saat puasa:

- Nasi merah

- Dada ayam panggang

- Sayur capcay

- Alpukat

- Air putih

Menu ini kaya energi dan protein sehingga membantu tubuh tetap kuat hingga sore hari.

Menu Sahur Sehat untuk Anak dan Keluarga

Menu sehat sahur Ramadan juga penting untuk anak-anak yang mulai belajar puasa. Pastikan menu tidak terlalu pedas, tidak terlalu berminyak, dan tetap menarik.

Contoh menu sahur keluarga:

- Nasi putih atau nasi merah

- Sup ayam dengan sayur

- Tempe goreng atau tahu kukus

- Buah potong

- Air putih

Dengan menu seperti ini, kebutuhan gizi seluruh anggota keluarga dapat terpenuhi dengan baik.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur

Agar menu sehat sahur Ramadan benar-benar memberikan manfaat maksimal, sebaiknya hindari beberapa jenis makanan berikut:

- Makanan terlalu asin karena memicu rasa haus

- Gorengan berlebihan yang sulit dicerna

- Makanan terlalu manis yang menyebabkan gula darah cepat naik lalu turun drastis

- Minuman berkafein seperti kopi dan teh berlebihan

Menghindari makanan tersebut akan membantu tubuh lebih nyaman selama berpuasa.

Tips Menyiapkan Menu Sehat Sahur Ramadan

Agar sahur tidak terasa berat dan merepotkan, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

- Siapkan bahan makanan sejak malam hari

- Pilih menu sederhana namun bergizi

- Masak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang

- Tetap niat sahur sebagai ibadah agar lebih berkah

Dengan persiapan yang baik, menu sehat sahur Ramadan bisa tetap terjaga meski waktu sahur terbatas.

Penutup

Menu sehat sahur Ramadan adalah kunci penting agar tubuh tetap bugar dan ibadah puasa berjalan lancar. Dengan memilih makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, lemak sehat, dan cairan yang cukup, tubuh akan lebih siap menjalani puasa seharian penuh.

Sahur bukan sekadar rutinitas, melainkan momen penting untuk menyiapkan fisik dan niat ibadah. Semoga dengan menerapkan menu sehat sahur Ramadan, kita dapat menjalani bulan suci ini dengan penuh energi, kesehatan, dan keberkahan.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

10/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Menu Sehat Berbuka Puasa: Pilihan Tepat agar Tubuh Tetap Bugar Selama Ramadan

Berbuka puasa adalah momen yang paling dinanti setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, penting bagi umat Muslim untuk tidak asal memilih makanan saat waktu berbuka tiba. Menu sehat berbuka puasa menjadi kunci utama agar tubuh kembali bertenaga, ibadah tetap lancar, dan kesehatan terjaga sepanjang bulan Ramadan. 

Sering kali, makanan berbuka identik dengan gorengan, minuman manis berlebihan, dan porsi besar yang justru membuat tubuh lemas serta mengantuk. Padahal, dengan menu yang tepat dan seimbang, berbuka puasa bisa menjadi momen mengisi energi secara optimal sekaligus menjaga pola hidup sehat.

Artikel ini akan membahas secara lengkap rekomendasi menu sehat berbuka puasa, manfaatnya bagi tubuh, serta tips menyusun hidangan berbuka yang bergizi dan tetap lezat.

Pentingnya Memilih Menu Sehat Saat Berbuka Puasa

Setelah berpuasa sekitar 12–14 jam, tubuh mengalami penurunan kadar gula darah dan cairan. Oleh karena itu, makanan yang dikonsumsi saat berbuka sebaiknya mampu:

- Mengembalikan energi secara bertahap

- Menjaga keseimbangan gula darah

- Menghindari gangguan pencernaan

- Mendukung stamina untuk salat tarawih dan ibadah malam

Memilih menu sehat berbuka puasa bukan berarti makanan hambar atau membosankan. Justru, dengan komposisi yang tepat, hidangan berbuka bisa terasa nikmat dan menyehatkan.

 

Prinsip Menu Sehat Berbuka Puasa

Agar berbuka puasa memberi manfaat maksimal, perhatikan prinsip berikut:

1. Mengawali dengan yang Ringan dan Alami

Rasulullah SAW menganjurkan berbuka dengan kurma dan air putih. Kurma mengandung gula alami yang mudah diserap tubuh, sehingga cepat mengembalikan energi.

 

2. Mengandung Gizi Seimbang

Menu berbuka idealnya mengandung:

- Karbohidrat kompleks

- Protein

- Lemak sehat

- Serat

- Vitamin dan mineral

 

3. Tidak Berlebihan 

Berbuka bukan ajang balas dendam. Makan berlebihan justru membuat tubuh tidak nyaman dan mengganggu ibadah.

 

Rekomendasi Menu Sehat Berbuka Puasa

Berikut beberapa pilihan menu sehat berbuka puasa yang bisa Anda jadikan inspirasi di rumah.

1. Kurma dan Air Putih 

Kurma adalah pilihan terbaik untuk berbuka. Kandungan glukosa alami, serat, dan mineralnya membantu menormalkan gula darah. Cukup konsumsi 2–3 butir kurma dan segelas air putih sebelum menyantap makanan utama.

2. Sup Sayur Hangat 

Sup sayur berisi wortel, kentang, buncis, dan kol sangat baik untuk mengembalikan cairan tubuh. Sup juga mudah dicerna dan tidak memberatkan lambung setelah seharian berpuasa. 

3. Buah Segar atau Salad Buah

Buah seperti pepaya, semangka, apel, dan melon kaya vitamin dan air. Pilih buah segar tanpa tambahan gula berlebih agar tetap sehat.

4. Karbohidrat Kompleks

Ganti nasi putih dengan nasi merah, nasi cokelat, atau kentang rebus. Karbohidrat kompleks membantu tubuh kenyang lebih lama dan menjaga energi tetap stabil.

5. Lauk Berprotein Sehat

Protein penting untuk memperbaiki sel tubuh. Pilih lauk seperti:

- Ikan panggang

- Ayam rebus atau kukus

- Tahu dan tempe

- Telur rebus

Hindari pengolahan dengan banyak minyak agar menu tetap sehat.

Contoh Susunan Menu Sehat Berbuka Puasa

Agar lebih praktis, berikut contoh susunan menu berbuka yang seimbang:

- Pembuka: 3 butir kurma + air putih

- Hidangan utama: Nasi merah, ikan panggang, tumis sayur

- Pelengkap: Sup bening atau lalapan

- Penutup: Buah segar

Menu sederhana ini sudah memenuhi kebutuhan nutrisi dan membantu tubuh pulih dengan baik.

Menu Takjil Sehat untuk Berbuka Puasa

Takjil tidak selalu harus gorengan atau minuman sirup. Berikut alternatif takjil sehat berbuka puasa:

- Puding chia seed dengan susu rendah lemak

- Kolak ubi atau pisang tanpa santan kental

- Smoothie buah tanpa gula tambahan

- Agar-agar dari jus buah asli

Takjil sehat tetap lezat sekaligus ramah untuk pencernaan.

Manfaat Menu Sehat Berbuka Puasa bagi Tubuh

Mengonsumsi menu sehat secara konsisten saat berbuka puasa memberikan banyak manfaat, di antaranya:

- Tubuh lebih bertenaga dan tidak mudah lemas

- Pencernaan lebih lancar

- Berat badan lebih terkontrol selama Ramadan

- Konsentrasi ibadah meningkat

- Risiko asam lambung dan gula darah naik dapat diminimalkan

Dengan kata lain, menu sehat berbuka puasa berperan besar dalam menjaga kualitas ibadah dan kesehatan secara menyeluruh.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Berbuka Puasa

Agar manfaat menu sehat bisa dirasakan maksimal, hindari beberapa kesalahan berikut:

- Terlalu banyak minum minuman manis

- Mengonsumsi gorengan secara berlebihan

- Langsung makan dalam porsi besar

- Kurang minum air putih

Mulailah berbuka secara bertahap agar tubuh dapat menyesuaikan diri.

Tips Menjaga Pola Makan Sehat Selama Ramadan

Selain memilih menu sehat berbuka puasa, lakukan juga hal berikut:

- Minum air putih cukup dari berbuka hingga sahur

- Tetap makan sahur dengan menu bergizi

- Batasi makanan tinggi gula dan lemak

- Lakukan aktivitas fisik ringan

Pola makan yang baik akan membantu tubuh tetap prima hingga akhir Ramadan.

Memilih menu sehat berbuka puasa adalah bentuk ikhtiar menjaga amanah tubuh yang telah Allah titipkan. Berbuka dengan makanan bergizi, seimbang, dan tidak berlebihan akan membuat tubuh lebih siap menjalani rangkaian ibadah Ramadan dengan optimal.

Dengan menerapkan menu sehat secara konsisten, berbuka puasa tidak hanya menjadi momen melepas lapar, tetapi juga sarana menyehatkan tubuh dan meningkatkan kualitas ibadah. Semoga Ramadan kita penuh keberkahan dan kesehatan. Aamiin.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id/

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

10/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Tunaikan Zakat dan Sedekah Lebih Praktis Bersama BAZNAS di Tokopedia

Zakat adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai nishab dan haul yang ditetapkan. Sedangkan, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum (BAZNAS No.2 tahun 2016).

Di era serba digital, di mana segala sesuatu bisa dilakukan hanya dengan beberapa sentuhan jari. Contohnya, bersedekah tidak lagi harus langsung mengirim ke masjid atau lembaga amal.

Itulah yang ditawarkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan Tokopedia. Fitur zakat dan sedekah ini bukan sekadar tambahan menu, tetapi juga sebuah inovasi yang membuat amal dengan proses yang mudan dan menjadi bagian dari rutinitas harian Anda. 
Tokopedia, sebagai salah satu e-commerce raksasa di Indonesia, bermitra dengan BAZNAS untuk memastikan donasi aman dan transparan. Bukan hanya zakat fitrah atau mal, tetapi juga donasi dan sedekah harian bisa disalurkan lewat aplikasi. 

Menunaikan zakat bersama BAZNAS di Tokopedia tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi langsung pada program pemberdayaan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan kemaslahatan umat.
Tunaikan Zakat dan Sedekah bersama BAZNAS di Tokopedia 
Bersedekah kini semudah belanja! Lewat fitur Zakat dan Sedekah bersama BAZNAS, Anda bisa berdonasi langsung dari aplikasi Tokopedia. Cara berzakat dan bersedekah bersama BAZNAS di Tokopedia: 

1. Buka Aplikasi Tokopedia
2. Pilih "Top-Up & Tagihan"
3. Pilih "Semua Kategori"
4. Pilih "Zakat" atau "Donasi"
5. Pilih Lembaga BAZNAS & Lanjutkan Pembayaran

Anda juga dapat melakukan pembayaran melalui link berikut:
Zakat : bit.ly/Zakat-tokopedia
Sedekah : bit.ly/tokopedia-baznas

Kontribusi Anda akan memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan. Segera salurkan infak Anda dan wujudkan kebaikan bersama BAZNAS di Tokopedia!

Mari tunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta dengan amanah.

Mari salurkan infak terbaik untuk membantu saudara yang membutuhkan.

Mari perkuat kepedulian sosial demi keberkahan Ramadan dan Idulfitri.

Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau melalui nomor layanan BAZNAS Kota Yogyakarta: 0821-4123-2770

Kunjungi website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

10/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Ide Bisnis di Bulan Ramadan 2026 yang Menjanjikan dan Menguntungkan

Bulan Ramadan selalu membawa berkah, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga peluang ekonomi yang sangat besar. Setiap tahunnya, pola konsumsi masyarakat mengalami peningkatan signifikan, mulai dari kebutuhan makanan berbuka, sahur, hingga perlengkapan ibadah dan kebutuhan sosial. Karena itu, ide bisnis di bulan Ramadan 2026 menjadi topik yang sangat relevan bagi siapa pun yang ingin menambah penghasilan atau bahkan memulai usaha baru.

Ramadan 2026 diprediksi tetap menjadi momentum emas bagi pelaku usaha, baik skala kecil, menengah, maupun digital. Dengan perencanaan yang matang dan strategi yang tepat, bisnis musiman di bulan suci ini bisa menghasilkan keuntungan yang menjanjikan.

Artikel ini akan mengulas secara lengkap berbagai ide bisnis di bulan Ramadan 2026, lengkap dengan peluang, keunggulan, dan tips agar usaha bisa berjalan sukses.

 

Mengapa Bulan Ramadan 2026 Cocok untuk Memulai Bisnis?

 

Ada beberapa alasan mengapa Ramadan selalu menjadi waktu terbaik untuk berbisnis:

1. Peningkatan konsumsi masyarakat : Selama Ramadan, kebutuhan makanan, minuman, dan perlengkapan ibadah meningkat drastis.

2. Perilaku belanja yang berubah : Masyarakat cenderung lebih konsumtif, terutama menjelang berbuka puasa dan Idulfitri.

3. Momentum berbagi dan sedekah : Banyak orang berlomba-lomba berbagi, membuka peluang bisnis sosial dan keagamaan.

4. Pasar yang luas dan beragam : Semua kalangan membutuhkan produk dan jasa tertentu selama Ramadan.

Dengan kondisi tersebut, tidak heran jika ide bisnis di bulan Ramadan 2026 sangat beragam dan fleksibel, bisa disesuaikan dengan modal serta keahlian masing-masing.

 

Ide Bisnis Makanan dan Minuman Ramadan 2026

1. Jualan Takjil Sehat

Takjil selalu diburu saat menjelang berbuka puasa. Di Ramadan 2026, tren makanan sehat diperkirakan semakin kuat. Takjil seperti kolak rendah gula, salad buah, puding chia seed, atau jus tanpa gula bisa menjadi pilihan bisnis yang menarik.

2. Catering Buka Puasa dan Sahur

Banyak orang tidak sempat memasak sendiri. Bisnis catering rumahan untuk menu berbuka dan sahur praktis memiliki pasar yang besar, terutama di perkotaan.

3. Minuman Segar Kekinian

Es buah, es teh premium, hingga minuman herbal seperti wedang jahe dan kunyit asam sangat diminati. Inovasi rasa dan kemasan bisa meningkatkan daya jual.

 

Ide Bisnis Produk dan Fashion di Bulan Ramadan

4. Busana Muslim dan Perlengkapan Ibadah

Permintaan gamis, koko, mukena, sarung, dan peci selalu meningkat. Ramadan 2026 bisa menjadi momen tepat untuk menjual busana muslim, baik secara offline maupun online.

5. Hampers Ramadan dan Lebaran 

Hampers berisi makanan, kue kering, atau perlengkapan ibadah sangat diminati untuk hadiah. Bisnis ini bisa dimulai dengan modal kecil namun margin keuntungan cukup besar. 

6. Parfum dan Produk Perawatan Diri Halal

Produk wangi-wangian dan perawatan diri halal menjadi kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.

 

Ide Bisnis Jasa yang Laris di Ramadan 2026

7. Jasa Desain dan Percetakan

Kebutuhan desain kartu ucapan, banner Ramadan, hingga konten media sosial meningkat. Ini peluang besar bagi desainer grafis dan percetakan kecil.

8. Jasa Penulisan Konten Islami

Banyak media, website, dan akun dakwah membutuhkan artikel, caption, atau naskah bertema Ramadan. Jika memiliki kemampuan menulis, ini adalah ide bisnis di bulan Ramadan 2026 yang potensial. 

9. Jasa Pembuatan Konten Media Sosial

UMKM membutuhkan konten promosi selama Ramadan. Jasa foto produk, video pendek, dan copywriting sangat dibutuhkan.

 

Ide Bisnis Online yang Menjanjikan

10. Reseller dan Dropship Produk Ramadan

Tanpa stok barang, Anda bisa menjual produk kebutuhan Ramadan melalui marketplace atau media sosial.

11. Kelas Online dan Webinar Ramadan

Kelas mengaji online, kelas parenting Islami, atau webinar motivasi Ramadan menjadi tren yang terus berkembang.

12. Afiliasi Produk Islami

Program afiliasi memungkinkan Anda mendapatkan komisi dari setiap penjualan melalui link promosi. 

 

Ide Bisnis Sosial dan Keagamaan

13. Paket Sedekah dan Berbagi Buka Puasa

Banyak orang ingin bersedekah namun tidak memiliki waktu untuk menyalurkan sendiri. Bisnis berbasis sosial ini tidak hanya menguntungkan secara materi, tetapi juga bernilai ibadah.

14. Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah Digital

Layanan pengemasan dan distribusi bantuan berbasis digital semakin dibutuhkan, terutama di era serba online.

 

Tips Sukses Menjalankan Bisnis di Bulan Ramadan 2026

Agar ide bisnis di bulan Ramadan 2026 berjalan optimal, perhatikan beberapa tips berikut:

1. Mulai persiapan lebih awal : Riset pasar dan stok bahan sebelum Ramadan dimulai.

2. Manfaatkan media sosial : Promosi melalui WhatsApp, Instagram, dan TikTok sangat efektif.

3. Jaga kualitas dan kejujuran : Kepercayaan pelanggan adalah kunci bisnis jangka panjang.

4. Sesuaikan dengan nilai Ramadan : Hindari promosi berlebihan, tonjolkan nilai keberkahan dan manfaat.

5. Atur waktu dengan ibadah : Jangan sampai bisnis melalaikan kewajiban utama selama Ramadan. 

 

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat menjalankan bisnis Ramadan:

- Tidak menghitung kapasitas produksi

- Harga terlalu mahal tanpa nilai tambah

- Kurang memperhatikan kualitas layanan

- Mengabaikan waktu ibadah

Dengan menghindari kesalahan ini, peluang sukses bisnis akan semakin besar.

Ide bisnis di bulan Ramadan 2026 sangatlah beragam dan terbuka bagi siapa saja. Mulai dari bisnis makanan, fashion, jasa, hingga usaha berbasis digital dan sosial, semuanya memiliki potensi keuntungan jika dijalankan dengan niat, strategi, dan etika yang baik.

Ramadan bukan hanya tentang mencari keuntungan dunia, tetapi juga kesempatan meraih keberkahan. Dengan menggabungkan semangat usaha dan nilai ibadah, bisnis di bulan Ramadan 2026 bisa menjadi jalan rezeki yang halal, berkah, dan berkelanjutan. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id/

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

10/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Persiapan Diri Jelang Ramadan agar Ibadah Lebih Maksimal dan Bermakna

Bulan Ramadan merupakan bulan yang sangat dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan penuh berkah ini menjadi momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas iman, ibadah, dan akhlak. Namun, agar Ramadan dapat dijalani dengan optimal, diperlukan persiapan diri jelang Ramadan yang matang, baik secara spiritual, fisik, mental, maupun sosial. Tanpa persiapan yang baik, Ramadan bisa berlalu begitu saja tanpa meninggalkan perubahan berarti dalam kehidupan seorang Muslim.

Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana persiapan diri jelang Ramadan yang ideal agar ibadah puasa dan amalan lainnya dapat dilakukan dengan maksimal serta membawa dampak positif jangka panjang.

Pentingnya Persiapan Diri Jelang Ramadan

Persiapan diri jelang Ramadan bukan sekadar menyiapkan jadwal sahur dan berbuka, tetapi mencakup kesiapan hati dan niat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Ramadan adalah madrasah ruhani yang hanya berlangsung satu bulan, sehingga setiap Muslim perlu menyambutnya dengan kesungguhan.

Rasulullah SAW dan para sahabat bahkan telah mempersiapkan diri menyambut Ramadan sejak bulan-bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa persiapan yang matang adalah kunci agar Ramadan tidak terlewatkan dengan sia-sia.

Persiapan Spiritual Menyambut Ramadan

1. Meluruskan Niat

Langkah awal dalam persiapan diri jelang Ramadan adalah meluruskan niat. Puasa dan ibadah yang dilakukan harus semata-mata karena Allah SWT, bukan sekadar rutinitas tahunan. Niat yang benar akan menjadikan setiap amalan bernilai ibadah dan mendatangkan pahala.

2. Memperbanyak Taubat

Ramadan adalah bulan ampunan. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk membersihkan hati dengan memperbanyak istighfar dan taubat sebelum Ramadan tiba. Taubat yang sungguh-sungguh akan membuat hati lebih tenang dan siap menerima cahaya Ramadan.

3. Membiasakan Ibadah Sunnah

Persiapan diri jelang Ramadan juga bisa dilakukan dengan mulai membiasakan ibadah sunnah seperti puasa sunnah, shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir. Dengan latihan sejak sebelum Ramadan, tubuh dan hati akan lebih siap menjalani ibadah yang lebih intens.

Persiapan Ilmu dan Pemahaman Ramadan

1. Memahami Fikih Puasa

Salah satu persiapan diri jelang Ramadan yang sering dilupakan adalah mempelajari kembali hukum-hukum puasa. Mulai dari rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, hingga adab berpuasa. Dengan pemahaman yang baik, ibadah puasa akan lebih sah dan sempurna.

2. Mengkaji Keutamaan Ramadan

Mengetahui keutamaan Ramadan akan meningkatkan semangat dalam beribadah. Bulan ini penuh dengan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, sehingga sangat rugi jika Ramadan dilewati tanpa amal maksimal.

Persiapan Fisik Jelang Ramadan

1. Menjaga Kesehatan Tubuh

Persiapan diri jelang Ramadan juga mencakup kesiapan fisik. Puasa membutuhkan kondisi tubuh yang sehat agar ibadah dapat dijalankan dengan baik. Mulailah menjaga pola makan, mengurangi konsumsi makanan berlemak berlebihan, serta memperbanyak minum air putih sebelum Ramadan.

2. Mengatur Pola Tidur

Selama Ramadan, pola tidur biasanya berubah karena adanya sahur dan ibadah malam. Oleh karena itu, biasakan tidur lebih teratur agar tubuh tidak kaget saat memasuki Ramadan.

3. Membiasakan Aktivitas Positif

Mengurangi kebiasaan begadang tanpa manfaat dan memperbanyak aktivitas bermanfaat merupakan bagian penting dari persiapan diri jelang Ramadan. Hal ini akan membantu menjaga stamina dan fokus ibadah.

Persiapan Mental dan Emosional

1. Melatih Kesabaran

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan emosi. Persiapan diri jelang Ramadan bisa dilakukan dengan melatih kesabaran dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengendalikan amarah dan memperbaiki sikap terhadap orang lain.

2. Membersihkan Hati dari Dendam

Ramadan adalah bulan kasih sayang. Menyimpan dendam dan kebencian hanya akan mengurangi keberkahan ibadah. Oleh karena itu, penting untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan sebelum Ramadan tiba.

Persiapan Sosial dan Lingkungan

1. Memperbaiki Hubungan dengan Sesama

Salah satu bentuk persiapan diri jelang Ramadan adalah memperbaiki hubungan dengan keluarga, tetangga, dan sesama Muslim. Silaturahmi yang baik akan membuka pintu rezeki dan keberkahan selama Ramadan.

2. Menyiapkan Program Amal

Ramadan identik dengan sedekah dan kepedulian sosial. Menyusun rencana sedekah, berbagi makanan berbuka, atau membantu fakir miskin merupakan bagian penting dari persiapan diri jelang Ramadan agar bulan suci ini lebih bermakna.

Persiapan Manajemen Waktu Ramadan

1. Menyusun Target Ibadah

Agar Ramadan berjalan efektif, buatlah target ibadah harian seperti target khatam Al-Qur’an, shalat malam, dan sedekah. Dengan perencanaan yang baik, Ramadan akan lebih terarah dan produktif.

2. Mengurangi Aktivitas Tidak Bermanfaat

Persiapan diri jelang Ramadan juga berarti mengurangi aktivitas yang membuang waktu, seperti terlalu lama bermain gawai atau menonton hiburan yang tidak mendidik. Waktu di bulan Ramadan sangat berharga dan sebaiknya diisi dengan amal saleh.

Persiapan diri jelang Ramadan adalah langkah penting agar bulan suci ini dapat dijalani dengan penuh kesadaran dan kesungguhan. Persiapan tersebut mencakup aspek spiritual, fisik, mental, ilmu, sosial, dan manajemen waktu. Dengan persiapan yang matang, Ramadan tidak hanya menjadi bulan menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa.

Semoga dengan persiapan diri jelang Ramadan yang baik, kita semua dapat meraih keberkahan, ampunan, dan rahmat Allah SWT, serta keluar dari bulan Ramadan sebagai pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya. Aamiin.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id/

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

10/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Artikel Terbaru

Menanamkan Jiwa Sosial Anak Sejak Dini: Membangun Karakter Dermawan dan Cinta Zakat
Menanamkan Jiwa Sosial Anak Sejak Dini: Membangun Karakter Dermawan dan Cinta Zakat
Dalam Islam, mendidik anak bukan hanya soal ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia. Salah satu nilai utama yang perlu diajarkan sejak dini adalah kebiasaan untuk berbuat kebaikan. Melalui pendidikan nilai zakat dan semangat berbagi, anak tidak hanya tumbuh menjadi cerdas, tetapi juga berempati dan bertakwa. Mengapa Kebaikan Harus Dikenalkan Sejak Kecil? Rasulullah SAW menyatakan bahwa anak lahir dalam keadaan suci. Orang tua dan lingkunganlah yang menentukan arah tumbuh kembangnya. Karena itu, membiasakan anak dengan nilai-nilai Islam seperti kasih sayang, empati, dan berbagi sejak kecil sangat penting. Ketika anak sudah terbiasa melihat dan melakukan kebaikan, perilaku itu akan tertanam dan menjadi bagian dari kepribadian mereka. Anak yang sejak kecil diajarkan bersedekah atau membayar zakat, akan tumbuh menjadi individu yang peduli terhadap kondisi sosial sekitarnya. Tak hanya membentuk karakter, kebiasaan baik juga menjadi investasi amal orang tua. Setiap kebaikan yang dilakukan anak akan menjadi aliran pahala (amal jariyah) bagi orang tua yang membimbingnya. Dampak Positif Nilai Kebaikan Terhadap Pembentukan Karakter Anak Menanamkan nilai-nilai positif seperti zakat dan sedekah sejak usia dini memberikan banyak manfaat dalam kehidupan anak, di antaranya: Membentuk jiwa dermawan Anak yang terbiasa memberi akan lebih mudah berbagi di kemudian hari. Mengajarkan tanggung jawab sosial dan spiritual Anak akan memahami bahwa membantu sesama adalah bagian dari ajaran agama yang harus dijalankan. Menumbuhkan rasa syukur Anak lebih menghargai apa yang dimiliki dan tidak mudah mengeluh. Meningkatkan kepercayaan diri Anak merasa bahwa dirinya dapat memberi dampak positif bagi orang lain. Menguatkan hubungan keluarga Kegiatan berbagi yang dilakukan bersama akan menciptakan kedekatan antaranggota keluarga. Strategi Mendidik Anak untuk Mencintai Zakat dan Berbagi Untuk menanamkan kebiasaan berbagi dan berzakat dalam diri anak, diperlukan pendekatan yang konsisten dan menyenangkan. Berikut beberapa cara yang efektif: Jadilah contoh nyata Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Orang tua harus menjadi teladan dalam kebiasaan memberi. Libatkan anak dalam kegiatan sosial Ajak mereka langsung ikut menyerahkan bantuan atau zakat, agar mereka memahami makna berbagi secara nyata. Gunakan kisah inspiratif Ceritakan kisah para sahabat Nabi dan tokoh Islam yang dikenal dermawan sebagai inspirasi. Berikan pemahaman yang sesuai usia Jelaskan bahwa zakat adalah kewajiban dan sedekah adalah bentuk kebaikan yang sangat disukai Allah. Ciptakan tradisi berbagi dalam keluarga Contohnya, menyisihkan uang jajan untuk infak atau membuat celengan khusus untuk sedekah. Pengaruh Jangka Panjang terhadap Lingkungan Sosial Anak yang dibesarkan dengan nilai kebaikan akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya baik untuk dirinya, tapi juga bermanfaat untuk masyarakat. Dampaknya antara lain: Mendorong budaya saling membantu Anak akan tumbuh menjadi bagian masyarakat yang peduli dan tidak apatis. Mengurangi jurang sosial Anak paham bahwa kelebihan harta adalah titipan untuk berbagi kepada yang membutuhkan. Mempererat hubungan antarsesama Anak yang senang memberi akan lebih mudah menjalin pertemanan yang sehat dan harmonis. Membentuk generasi bertanggung jawab Mereka tumbuh dengan kesadaran bahwa hidup bukan hanya untuk diri sendiri. Meningkatkan solidaritas sosial Lingkungan yang dihuni oleh pribadi dermawan akan lebih kuat menghadapi tantangan bersama. Kebaikan Anak: Investasi Dunia Akhirat bagi Orang Tua Membiasakan anak untuk berbuat baik, berzakat, dan berbagi sejak kecil adalah bentuk investasi spiritual yang tak ternilai. Ini bukan hanya membentuk akhlak anak di dunia, tetapi juga menjadi amal yang terus mengalir bagi orang tua di akhirat. Orang tua dan pendidik harus bersinergi dalam membentuk generasi yang peduli, amanah, dan berjiwa sosial tinggi. Dengan menanamkan semangat zakat dan berbagi sejak dini, kita sedang mempersiapkan generasi penerus yang membawa kebaikan bagi lingkungan dan bangsa. Mari kita jadikan kebaikan sebagai budaya keluarga yang diwariskan lintas generasi. Karena dari anak-anak yang terbiasa memberi, lahirlah masyarakat yang lebih peduli, adil, dan penuh rahmat.
ARTIKEL12/08/2025 | Dita Auia Putri
Zakat Adalah Kunci Masa Depan Cerah untuk Anak Bangsa
Zakat Adalah Kunci Masa Depan Cerah untuk Anak Bangsa
Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, melainkan juga alat sosial yang mampu membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Bagi anak-anak Indonesia, zakat adalah jembatan menuju masa depan yang lebih baik, terutama dalam bidang pendidikan, kesejahteraan, dan kemandirian ekonomi. Zakat dan Pendidikan: Meretas Jalan Ilmu untuk Semua Pendidikan adalah dasar bagi kemajuan bangsa, tetapi banyak anak dari keluarga kurang mampu kesulitan mengaksesnya. Di sinilah zakat berperan strategis. Lewat dana zakat, ribuan anak mendapat beasiswa, perlengkapan sekolah, hingga pelatihan keterampilan. Zakat tidak hanya memberi bantuan materi, tapi juga menyuntikkan semangat dan harapan. Anak-anak yang menerima bantuan merasa diperhatikan dan terdorong untuk terus belajar. Dalam Islam, menuntut ilmu adalah ibadah. Maka, mendukung pendidikan melalui zakat adalah bagian dari ketaatan sekaligus kontribusi untuk masa depan bangsa. Zakat dan Kesejahteraan: Membantu Keluarga Bangkit Kesejahteraan keluarga adalah fondasi tumbuh kembang anak. Dengan menyalurkan zakat untuk kebutuhan dasar dan pemberdayaan ekonomi, banyak keluarga yang dulunya bergelut dengan kemiskinan kini bisa hidup lebih mandiri. Zakat membuka akses bagi orang tua untuk mendapat pelatihan kerja atau modal usaha. Ketika ekonomi keluarga membaik, anak-anak pun bisa fokus belajar tanpa harus ikut mencari nafkah. Zakat dalam hal ini berfungsi sebagai pelindung sosial dan sarana pemerataan ekonomi. Zakat dan Kemandirian: Mengubah Penerima Menjadi Pemberi Lebih dari sekadar bantuan konsumtif, zakat juga mendorong penerima untuk mandiri. Banyak program zakat yang kini berfokus pada pemberdayaan ekonomi: pelatihan keterampilan, penguatan usaha mikro, dan pembinaan kewirausahaan. Ketika penerima zakat mulai bisa berdiri sendiri dan bahkan turut membantu orang lain, inilah keberhasilan sejati. Zakat tidak hanya membantu saat ini, tapi juga menyiapkan masa depan yang berkelanjutan bagi anak-anak mereka. Zakat untuk Pembangunan: Pilar Strategis Bangsa Di tengah tantangan global, zakat hadir sebagai kekuatan alternatif dalam pembangunan nasional. Lembaga seperti BAZNAS telah menunjukkan bahwa zakat bisa digunakan untuk membangun sekolah, klinik, hingga tempat ibadah yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, dan masyarakat memperkuat dampak positif ini. Jika dikelola dengan amanah dan profesional, zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam menciptakan kemajuan yang merata dan berkelanjutan. Zakat: Wujud Iman, Bentuk Tanggung Jawab Sosial Zakat bukan hanya ritual ibadah, tapi juga cermin dari kepedulian sosial. Memberikan zakat artinya kita turut serta meringankan beban sesama, terutama anak-anak yang sedang memperjuangkan masa depan mereka. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah dapat meredakan murka Allah dan menjauhkan dari kematian buruk. Maka dari itu, menunaikan zakat adalah amal yang membawa keberkahan dunia dan akhirat. Ayo Jadikan Zakat Gaya Hidup Dengan membayar zakat secara rutin dan mendukung lembaga terpercaya seperti BAZNAS, kita telah ambil bagian dalam menciptakan perubahan nyata. Zakat adalah kontribusi kita untuk masa depan anak negeri—agar mereka tidak hanya bermimpi, tapi benar-benar bisa mewujudkan masa depan yang lebih baik.
ARTIKEL12/08/2025 | Dita Auia Putri
Keistimewaan Sedekah di Bulan Safar: 5 Dampaknya yang Mengubah Hidup
Keistimewaan Sedekah di Bulan Safar: 5 Dampaknya yang Mengubah Hidup
Bulan Safar dalam kalender Hijriyah kerap disalahartikan sebagai bulan yang penuh kesialan atau musibah. Pandangan ini berasal dari warisan mitos dan keyakinan pra-Islam yang masih melekat di sebagian masyarakat. Padahal, dalam ajaran Islam yang lurus, tidak ada satu pun bulan yang membawa kesialan. Semua waktu adalah ciptaan Allah dan memiliki potensi keberkahan jika kita memanfaatkannya dengan amal yang benar. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Safar adalah sedekah. Amalan ini tidak hanya membawa manfaat spiritual, tetapi juga mampu mengubah nasib seseorang secara nyata—baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Artikel ini akan mengupas lima dampak luar biasa dari sedekah di bulan Safar yang patut kita jadikan inspirasi dan motivasi. 1. Melebur Dosa dan Menyucikan Jiwa Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Namun, Islam selalu membuka pintu tobat dan pengampunan bagi siapa saja yang ingin kembali ke jalan Allah. Salah satu jalan penghapus dosa adalah dengan sedekah. Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi) Ketika kita bersedekah di bulan Safar, kita sedang membersihkan diri dari noda-noda dosa kecil yang mungkin tidak kita sadari. Sedekah menjadi sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), yang membuat hati menjadi lebih tenang, ikhlas, dan bebas dari penyakit hati seperti kikir dan cinta dunia berlebihan. Lebih dari itu, sedekah juga merupakan bentuk pernyataan syukur atas nikmat yang kita miliki. Dengan berbagi, kita menunjukkan bahwa harta bukanlah segalanya, dan kita tidak terlalu terikat pada dunia. Inilah salah satu cara untuk menyiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat. 2. Menarik Rezeki dan Keberkahan Banyak orang enggan bersedekah karena merasa hartanya akan berkurang. Padahal, Islam justru mengajarkan sebaliknya. Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan: “Barangsiapa yang memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasannya.” (QS. Al-Baqarah: 245) Sedekah bukan mengurangi harta, tetapi mengundang pertolongan dan keberkahan Allah dalam rezeki. Banyak kisah nyata menunjukkan bahwa orang yang gemar bersedekah justru mendapatkan balasan berlipat dari arah yang tak disangka-sangka. Rezeki menjadi lancar, usaha dipermudah, dan kebutuhan hidup dicukupkan oleh Allah. Di bulan Safar, sedekah bisa menjadi pintu pembuka keberkahan baru, terutama jika dilakukan dengan niat yang tulus dan konsisten. Bahkan, sedekah bisa menjadi bentuk tawakal terbaik ketika menghadapi ketidakpastian ekonomi atau cobaan hidup. 3. Pelindung dari Musibah dan Bencana Salah satu alasan mitos bulan Safar dianggap membawa sial adalah karena diyakini banyak musibah terjadi di bulan ini. Namun, Islam memerintahkan kita untuk melawan keyakinan takhayul tersebut dan menggantinya dengan amal yang bermakna, seperti bersedekah. Rasulullah SAW bersabda: “Bersegeralah bersedekah, karena bala tidak akan pernah mendahului sedekah.” (HR. Baihaqi) Ini menunjukkan bahwa sedekah adalah tameng spiritual. Allah menjadikan sedekah sebagai sebab tertolaknya bencana, penyakit, kesulitan hidup, bahkan gangguan non-fisik seperti ‘ain (pandangan jahat) dan sihir. Maka, bersedekahlah di bulan Safar dengan niat untuk melindungi diri dan keluarga dari segala keburukan yang mungkin datang. Tentu perlindungan sejati hanya datang dari Allah, tetapi sedekah adalah ikhtiar kita untuk mengetuk pintu langit. 4. Menumbuhkan Ketenangan Batin Sedekah tak hanya berdampak bagi penerima, tetapi juga memberi pengaruh besar terhadap kesehatan mental dan spiritual pemberinya. Orang yang gemar berbagi umumnya memiliki hati yang lebih lapang, tenang, dan bersyukur. Allah berfirman: “Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, secara sembunyi dan terang-terangan, maka mereka akan mendapat pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut atas mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 274) Bersedekah di bulan Safar dapat mengikis kegelisahan dan kecemasan dalam hati. Kita merasa lebih ringan karena tahu bahwa sebagian rezeki kita telah menjadi amal yang akan terus mengalir. Di saat yang sama, tindakan ini mempererat ikatan sosial dan menumbuhkan empati yang tinggi terhadap sesama. Sedekah juga menyadarkan kita bahwa apa yang kita miliki hanyalah titipan. Dari sinilah lahir rasa syukur yang menjadi sumber kebahagiaan sejati. 5. Meningkatkan Keimanan dan Tunduk pada Perintah Allah Sedekah adalah perintah langsung dari Allah SWT dan bentuk nyata dari keimanan seorang Muslim. Allah berfirman: “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sampai kamu menafkahkan sebagian dari harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92) Berani bersedekah, apalagi dari harta yang kita cintai, adalah uji keikhlasan dan kepatuhan terhadap perintah Allah. Semakin sering kita memberi, semakin kita memahami bahwa iman bukan hanya diyakini dalam hati atau diucap lisan, tetapi dibuktikan lewat amal. Di bulan Safar, sedekah menjadi langkah kecil namun berarti untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah. Ia membentuk pribadi yang tawadhu, tidak rakus, dan senantiasa mengingat akhirat. Maka, siapa pun yang ingin meningkatkan keimanannya, bersedekah adalah salah satu jalannya. Kesimpulan: Safar sebagai Momentum Perubahan Bulan Safar bukanlah bulan sial, melainkan peluang untuk memperbanyak amal dan memperbaiki diri. Salah satu amal paling berdampak adalah sedekah, yang mampu menghapus dosa, menarik rezeki, melindungi dari musibah, menenangkan jiwa, dan memperkuat iman. Jangan tunggu kondisi ideal untuk bersedekah. Mulailah dari yang kecil dan istiqomah. Karena setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun, akan kembali kepada kita dengan kebaikan yang berlipat dari Allah SWT. Mari jadikan bulan Safar sebagai momentum untuk berbagi dan memperbaiki diri. Semoga Allah menerima amal kita dan menjadikannya jalan perubahan menuju hidup yang lebih berkah. Aamiin.
ARTIKEL12/08/2025 | Dita Auia Putri
Shalat Sunnah Fajar: Memulai Pagi dengan Doa dan Ketentraman
Shalat Sunnah Fajar: Memulai Pagi dengan Doa dan Ketentraman
Di antara berbagai ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, Shalat Sunnah Qobliyah Subuh memiliki kedudukan khusus. Dilaksanakan sebelum shalat Subuh wajib, dua rakaat ringan ini membawa kedamaian hati dan keberkahan untuk memulai hari. Semuanya bermula dari satu hal sederhana namun bermakna dalam: niat yang tulus. Mengucapkan niat shalat sunnah sebelum Subuh bukan hanya sebuah rutinitas, melainkan ungkapan hati bahwa ibadah ini dilakukan semata-mata untuk meraih keridhaan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya” (HR. Bukhari dan Muslim), yang menunjukkan bahwa nilai sebuah ibadah sangat bergantung pada ketulusan hati. Makna Niat dalam Shalat Sunnah Qobliyah Subuh Shalat ini dikerjakan di waktu fajar, saat suasana masih hening dan jauh dari keramaian dunia. Saat seperti ini memberi kesempatan untuk introspeksi, merenung, dan memohon petunjuk dari Allah SWT. Dengan niat yang tulus, dua rakaat ini menjadi tempat hati untuk menenangkan diri dan menyambut hari dengan semangat dan ketenangan. Lebih dari itu, niat dalam shalat sunnah sebelum Subuh juga menunjukkan tekad seorang Muslim untuk menjaga konsistensi dalam beribadah. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat ini, bahkan ketika dalam perjalanan. Beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum Subuh lebih utama daripada dunia beserta isinya” (HR. Muslim). Cara Melakukan dan Lafal Niat Shalat Sunnah Sebelum Subuh Niat cukup dilafalkan dalam hati, namun dianjurkan mengetahui lafaz berikut: “Usholli sunnatal fajri rok‘ataini qobliyyatan lillahi ta‘ala.” Artinya: “Saya berniat shalat sunnah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah Ta‘ala.” Pelaksanaan shalat ini serupa dengan shalat sunnah lain: Dua rakaat yang ringan Rakaat pertama dianjurkan membaca surah Al-Kafirun Rakaat kedua dianjurkan membaca surah Al-Ikhlas Dilakukan setelah waktu Subuh masuk, namun sebelum shalat wajib Subuh Setelah menunaikan shalat, dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa karena waktu fajar adalah saat yang mustajab untuk memohon ampunan, perlindungan, dan petunjuk. Keutamaan dan Manfaat Shalat Sunnah Sebelum Subuh Pahala Besar dan Mendekatkan Diri pada Allah Dua rakaat ini sangat dicintai Allah SWT. Rasulullah menyatakan bahwa shalat ini lebih bernilai daripada seluruh dunia dan isinya. Ibadah ini bukan sekadar tambahan, melainkan sumber pahala besar. Menenangkan Hati dan Pikiran Dalam menghadapi tantangan hidup, shalat sunnah ini menjadi cara terbaik untuk membuka hari dengan ketenangan dan menguatkan hubungan spiritual dengan Allah SWT. Membangun Disiplin dan Konsistensi Bangun pagi demi ibadah ini membantu membentuk karakter disiplin dan komitmen dalam beragama. Kebiasaan ini memberikan pengaruh positif pada berbagai aspek kehidupan, termasuk produktivitas. Menjadi Teladan bagi Keluarga dan Sekitar Orang yang rutin melakukan shalat ini menjadi contoh yang baik, mendorong terbentuknya budaya ibadah di lingkungan sekitarnya. Melindungi dari Bahaya dan Gangguan Shalat sunnah ini berfungsi sebagai pelindung dari bisikan setan dan memberikan perlindungan dari berbagai kesulitan sepanjang hari. Memulai Hari dengan Doa dan Harapan Niat shalat sunnah sebelum Subuh bukan sekadar pembuka ibadah kecil, tapi juga pijakan penting untuk mengisi hari dengan nilai keimanan. Di balik dua rakaat itu terkandung harapan, ketulusan, dan keinginan mendekatkan diri kepada Allah. Mari biasakan memulai pagi dengan sujud dan doa agar setiap langkah kita selalu diberkahi.
ARTIKEL11/08/2025 | Admin bidang 1
Pajak dan Zakat sebagai Penyucian Harta dalam Islam
Pajak dan Zakat sebagai Penyucian Harta dalam Islam
Sebagai seorang Muslim, kita percaya bahwa harta yang kita miliki bukan hanya hasil kerja keras sendiri, melainkan juga titipan dari Allah SWT yang mengandung hak orang lain serta kewajiban kepada negara. Karena itu, memahami dan mengamalkan konsep Pajak dan Zakat sebagai cara menyucikan harta sangat penting agar kekayaan kita tidak hanya bermanfaat secara duniawi, tapi juga mendapat keberkahan. Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap tentang makna, hikmah, serta peran Pajak dan Zakat dalam membersihkan harta, baik dari sisi ajaran Islam maupun tanggung jawab sebagai warga negara. Dengan pemahaman ini, diharapkan kita dapat mengelola keuangan dengan cara yang bersih, diberkahi, dan bertanggung jawab kepada Allah serta sesama. Makna Pajak dan Zakat sebagai Penyucian dalam Islam Dalam Islam, semua hal, termasuk harta, memiliki aturan yang harus dipatuhi. Pajak dan Zakat bukan hanya kewajiban administratif, tapi juga ibadah yang memiliki nilai spiritual dan sosial yang tinggi. Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib bagi setiap Muslim yang mampu, sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 103, yang menyatakan bahwa zakat membersihkan dan menyucikan harta. Ayat ini mengajarkan bahwa Pajak dan Zakat berfungsi untuk membersihkan harta dari sifat serakah dan cinta berlebihan terhadap dunia. Zakat menyucikan hati sekaligus menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT. Begitu juga pajak, yang merupakan kewajiban kepada negara, turut membersihkan harta dari sikap acuh tak acuh terhadap sesama dan membangun rasa tanggung jawab sosial. Pajak dan Zakat mengingatkan kita bahwa harta bukan hanya milik pribadi, tapi juga milik orang lain — melalui zakat yang diberikan kepada yang membutuhkan, dan pajak yang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas. Ini menanamkan kesadaran bahwa harta adalah amanah. Lebih dari itu, Pajak dan Zakat memastikan harta yang kita miliki halal dan diberkahi. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tidaklah suatu kaum menahan zakatnya, kecuali akan ditahan hujan dari langit” (HR. Ibnu Majah), yang menunjukkan betapa pentingnya menyucikan harta. Hikmah Menjalankan Pajak dan Zakat sebagai Penyucian Harta Menunaikan Pajak dan Zakat membawa banyak manfaat bagi kehidupan Muslim. Pertama, harta yang disucikan dari zakat dan pajak terhindar dari sifat tamak dan serakah. Zakat mendidik kita agar lebih peduli dan dermawan, sementara pajak membangun rasa tanggung jawab sebagai warga negara. Kedua, Pajak dan Zakat memperkuat ikatan sosial. Zakat membantu mengurangi kesenjangan dengan menyalurkan bantuan, sementara pajak membiayai pembangunan dan layanan yang dinikmati bersama. Ketiga, keduanya menjadi pelindung dari musibah. Zakat dapat menolak bala dan mendatangkan rahmat Allah, dan pajak yang dikelola dengan amanah menciptakan kesejahteraan dan mencegah kerusuhan. Keempat, Pajak dan Zakat membuka pintu keberkahan dalam rezeki dan usaha. Ketika kita ikhlas melaksanakan kewajiban ini, Allah akan melimpahkan rezeki dan memudahkan urusan. Kelima, Pajak dan Zakat menunjukkan ketaatan kita pada Allah dan negara, membuktikan bahwa Muslim bukan hanya hamba Allah yang taat, tapi juga warga negara yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia. Pajak dan Zakat: Kewajiban Agama dan Tanggung Jawab Sosial Seringkali zakat dan pajak dianggap berbeda, padahal keduanya saling melengkapi. Keduanya bertujuan menjaga keseimbangan sosial dan memperbaiki perekonomian. Pertama, keduanya mengajarkan tanggung jawab sosial. Zakat memiliki dimensi agama dan sosial, sementara pajak adalah kewajiban negara untuk kemaslahatan umum. Keduanya alat penting untuk mewujudkan keadilan sosial. Kedua, Pajak dan Zakat adalah sarana distribusi kekayaan yang adil. Islam menekankan pemerataan agar tidak ada kesenjangan. Zakat disalurkan kepada yang berhak, pajak untuk pembangunan. Ketiga, keduanya merupakan bentuk ibadah dan kontribusi kepada masyarakat. Dengan zakat kita beribadah, dengan pajak kita berkontribusi membangun bangsa. Keempat, Pajak dan Zakat memperkuat rasa gotong royong. Kesadaran menjalankan kewajiban ini menumbuhkan solidaritas dan kebersamaan. Kelima, keduanya menciptakan keteraturan dalam beragama dan bernegara, menciptakan harmoni yang saling mendukung. Mengamalkan Pajak dan Zakat demi Keberkahan Harta Mengamalkan Pajak dan Zakat dengan ikhlas adalah bukti ketaatan kepada Allah dan kepatuhan pada negara. Zakat bukan sekadar kewajiban formal, melainkan niat tulus karena Allah. Pajak juga dibayar dengan kesadaran sebagai warga negara, bukan sekadar takut hukuman. Kewajiban ini harus dilaksanakan tepat waktu dan rutin. Menundanya hanya membawa beban dunia dan akhirat. Orang yang amanah pasti menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Pajak dan Zakat mendidik kita untuk lebih bersyukur dan menyadari bahwa semua harta adalah titipan Allah. Selain itu, keduanya membantu membersihkan harta dari unsur haram atau keraguan. Pajak dan Zakat juga membuka pintu keberkahan dalam usaha dan rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Hartamu tidak akan berkurang karena sedekah.” Dengan niat yang ikhlas, harta yang disucikan akan membawa keberkahan berlipat. Dengan mengamalkan keduanya, hidup menjadi lebih tenang, hati damai, dan harta penuh berkah dunia-akhirat. Kesimpulan: Jadikan Pajak dan Zakat Sebagai Jalan Keberkahan Mari kita jadikan Pajak dan Zakat sebagai bagian dari keseharian. Jangan abaikan kewajiban ini karena selain perintah agama, ini juga tanggung jawab sosial kita sebagai makhluk Allah dan warga negara. Dengan memahami dan melaksanakan Pajak dan Zakat sebagai penyucian, insyaAllah harta kita akan bersih, halal, dan penuh berkah. Semoga kita termasuk orang yang selalu taat kepada Allah dan bermanfaat bagi sesama.
ARTIKEL11/08/2025 | Admin bidang 1
Dampak Minuman Keras dalam Islam: Menjaga Diri dari Bahaya Dunia dan Akhirat
Dampak Minuman Keras dalam Islam: Menjaga Diri dari Bahaya Dunia dan Akhirat
Dalam Islam, setiap perintah dan larangan punya hikmah besar demi kebaikan umat manusia. Salah satu larangan tegas adalah menjauhi minuman keras. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelakunya di dunia, tapi juga bisa membahayakan keselamatan di akhirat. Khamr, atau minuman keras, dikenal sebagai sumber segala kejahatan karena bisa menjerumuskan seseorang ke banyak dosa lainnya. Oleh sebab itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami konsekuensi mengonsumsi minuman keras agar terhindar dari perbuatan yang dilarang Allah SWT. Dengan pemahaman yang baik, kita jadi lebih waspada dan bisa menjaga diri serta keluarga agar masa depan dunia dan akhirat tetap terjaga. Larangan dan Dampak Minuman Keras dalam Al-Qur’an dan Hadis Islam melarang minuman keras secara tegas, namun larangan ini disampaikan secara bertahap dalam Al-Qur’an. Awalnya ada peringatan tentang bahayanya, lalu larangan meminumnya saat salat, hingga akhirnya larangan total. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 219, Allah menjelaskan bahwa meskipun ada sedikit manfaat dalam khamr, kerugiannya jauh lebih banyak. Jadi, jelas minuman keras membawa dampak buruk yang besar. Di QS. Al-Maidah ayat 90-91, Allah memerintahkan orang beriman untuk menjauhi khamr, judi, berhala, dan undi nasib karena semua itu perbuatan setan yang menjijikkan. Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis riwayat Muslim, “Khamr adalah ibu dari segala kejahatan,” menunjukkan betapa seriusnya pengaruh buruk minuman keras karena membuka jalan dosa lain seperti zina dan kekerasan. Selain itu, minum khamr bisa menghapus amal baik seseorang. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, disebutkan orang yang mengonsumsi khamr shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Bahkan, Rasulullah juga memperingatkan bahwa pelaku minum khamr yang meninggal tanpa bertaubat tidak akan masuk surga (HR. Ahmad). Dampak Minuman Keras pada Kehidupan Pribadi Bahaya minuman keras tidak hanya pada sisi spiritual, tapi juga menghancurkan kehidupan pribadi. Minuman keras merusak akal sehat dan membuat seseorang kehilangan kontrol, sehingga sulit membedakan benar salah dan rentan melakukan tindakan merugikan diri dan orang lain. Dari segi kesehatan, alkohol merusak organ penting seperti hati, jantung, dan otak. Islam mengajarkan kita menjaga kesehatan, jadi jelas minuman keras bertentangan dengan syariat. Pelaku minuman keras juga kehilangan martabat. Mereka sering diejek, dijauhi keluarga, dan dipandang rendah karena perilaku buruk saat mabuk. Moralitas juga runtuh, pelaku mudah terjerumus dalam pergaulan buruk, kekerasan, dan tindakan kriminal. Ketergantungan minuman keras dapat menghancurkan masa depan, menyebabkan kehilangan pekerjaan, rusaknya rumah tangga, serta risiko kecelakaan atau kematian. Dampak Minuman Keras pada Keluarga Bahaya minuman keras juga sangat terasa dalam keluarga. Minuman keras sering memicu konflik rumah tangga karena pelaku lebih mudah marah, berkata kasar, atau bahkan melakukan kekerasan. Keuangan keluarga bisa hancur karena uang yang seharusnya untuk kebutuhan malah habis untuk membeli minuman keras. Banyak rumah tangga berantakan karena sulit melepaskan kebiasaan minum. Anak-anak di keluarga pecandu berisiko mengalami trauma dan kehilangan kasih sayang, bahkan meniru perilaku buruk orang tua. Keluarga ini sering kehilangan kehormatan di mata masyarakat dan mendapat stigma negatif. Dampak Minuman Keras pada Masyarakat Di tingkat masyarakat, dampaknya juga sangat merugikan. Minuman keras sering memicu kerusuhan dan perkelahian karena pengaruh mabuk membuat orang bertindak kasar. Angka kriminalitas meningkat, termasuk pencurian, penganiayaan, dan pembunuhan yang sering terjadi di bawah pengaruh alkohol. Ketergantungan ini menciptakan keresahan dan ketidakamanan di lingkungan. Moral masyarakat menurun jika kebiasaan ini dianggap biasa, sehingga generasi muda pun bisa meniru. Ketika masyarakat Muslim terjerumus dalam minuman keras, citra Islam sebagai agama rahmat menjadi ternoda. Menjaga Diri dari Bahaya Minuman Keras Sebagai Muslim, kita harus sadar betapa berat dampak minuman keras bagi dunia dan akhirat. Minuman keras tidak hanya merusak akal dan tubuh, tapi juga menghancurkan kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Menjauhi minuman keras artinya menjaga diri dari kerusakan moral, kerugian materi, dan dosa besar yang menghalangi kita menuju surga. Mari kita berkomitmen untuk menjauhi segala bentuk minuman keras dan menjadi contoh baik di lingkungan sekitar. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita dan keluarga dari segala maksiat, termasuk bahaya minuman keras, serta membimbing kita di jalan yang diridhai-Nya.
ARTIKEL11/08/2025 | Admin bidang 1
Doa Sebelum dan Sesudah Makan dalam Islam: Wujud Syukur dan Jalan Meraih Keberkahan
Doa Sebelum dan Sesudah Makan dalam Islam: Wujud Syukur dan Jalan Meraih Keberkahan
Dalam Islam, setiap aktivitas dianjurkan untuk diawali dengan doa, termasuk saat akan makan. Membaca doa sebelum dan sesudah makan bukan hanya rutinitas, tetapi bentuk nyata dari rasa syukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Selain itu, doa ini juga merupakan cara untuk memohon agar makanan yang dikonsumsi membawa manfaat dan keberkahan. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai pentingnya doa makan, tata cara yang benar, hingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan mengamalkan doa makan, umat Islam dapat menjadikan momen makan sebagai ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah. 1. Arti dan tujuan membaca doa makan Doa makan dalam ajaran Islam mengandung makna sebagai pengakuan bahwa segala rezeki berasal dari Allah SWT. Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 172 menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang baik dan halal serta mensyukurinya. Doa makan mengingatkan umat Islam untuk tidak sekadar menikmati makanan, tetapi juga menyadari asal usul rezeki tersebut. Selain sebagai bentuk syukur, doa makan juga berfungsi untuk memohon perlindungan dari gangguan syaitan. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa setan tidak bisa ikut makan bersama seseorang yang membaca doa sebelum makan (HR. Abu Dawud). Ini menunjukkan bahwa doa memiliki peran spiritual dalam menjaga kemurnian dan keberkahan makanan. Lebih dari itu, membaca doa sebelum makan juga mengajarkan sikap tawadhu’ (rendah hati) dan menjauhkan dari kesombongan terhadap rezeki yang diperoleh. Makanan, sekecil atau sesederhana apa pun, tetap harus disyukuri sebagai nikmat dari Allah. Dengan memahami nilai-nilai tersebut, aktivitas makan pun menjadi bagian dari akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah SAW. 2. Bacaan doa makan dan artinya Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk membaca doa sebelum dan sesudah makan. Doa yang umum dibaca sebelum makan adalah: Doa sebelum makan: (Bismillah wa ‘ala barakatillah) Artinya: "Dengan nama Allah dan atas berkah Allah." “Ya Allah, berkahilah kami pada rezeki yang telah Engkau berikan dan lindungilah kami dari siksa api neraka.” Dalam bahasa Arab yang umum dibaca adalah: (Allahumma barik lana fima razaqtana wa qina ‘adhaban-nar) Doa setelah makan: (Alhamdulillahil-ladhi at'amana wasaqana waja'alna minal-muslimin) Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami orang-orang Islam." Doa jika lupa sebelum makan: (Bismillah fii awwalihi wa akhirihi) Artinya: "Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya." Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam sangat fleksibel dan memberi kemudahan dalam pelaksanaannya. Bacaan doa-doa ini bersumber dari hadis sahih dan menjadi bagian dari tradisi Islam yang terus diajarkan secara turun-temurun. 3. Adab makan yang memyempurnakan doa Membaca doa makan menjadi lebih sempurna jika diiringi dengan adab yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW. Di antaranya adalah memastikan makanan yang dimakan halal dan bersih, makan dengan tangan kanan, serta tidak makan secara berlebihan. Rasulullah SAW bersabda agar umatnya makan dan minum dengan tangan kanan, karena itu merupakan bagian dari sunnah yang menunjukkan kepatuhan pada ajaran beliau (HR. Muslim). Selain itu, Allah juga memerintahkan dalam QS. Al-A’raf: 31 agar tidak berlebihan dalam makan dan minum. Makan secara bersama-sama juga dianjurkan karena di dalamnya terdapat keberkahan. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa makanan yang dimakan secara berjamaah akan lebih diberkahi. Tak kalah penting, umat Islam juga diajarkan untuk tidak mencela makanan, apapun bentuk atau rasanya, sebagai wujud syukur terhadap apa yang diberikan Allah. 4. hikmah membaca doa makan Mengamalkan doa makan membawa banyak manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Pertama, hal ini menanamkan rasa syukur dalam diri, bahwa segala sesuatu yang dikonsumsi adalah karunia dari Allah. Kedua, doa makan menjaga hati agar tetap terhubung dengan Allah meskipun dalam kegiatan sehari-hari yang sederhana. Ketiga, doa ini juga menjadi tameng dari godaan syaitan yang bisa menghilangkan keberkahan dari makanan yang dimakan. Keempat, membaca doa sebelum dan sesudah makan membiasakan disiplin dalam menjalankan adab Islam, membentuk karakter yang teratur dan taat kepada ajaran agama. Terakhir, doa makan memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Setiap kali seorang muslim mengucapkannya, ia memperbarui niat untuk menjadikan aktivitas makan sebagai bagian dari ibadah. Kesimpulan: Jadikan doa makan sebagai kebiasaan sehari hari Doa makan dalam Islam bukan hanya rutinitas, tetapi sarana untuk menyemai rasa syukur, menguatkan spiritualitas, dan menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Dengan niat yang tulus, aktivitas makan bisa menjadi ladang pahala dan mempererat hubungan dengan Allah. Oleh karena itu, mari biasakan membaca doa sebelum dan sesudah makan, agar setiap rezeki yang kita nikmati membawa keberkahan dalam hidup. Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat #MariMemberi#ZakatInfakSedekah #BAZNASYogyakarta #BahagianyaMustahiq #TentramnyaMuzaki #AmanahProfesionalTransparan
ARTIKEL07/08/2025 | Admin bidang 1
Tata Cara Berpakaian dalam Islam: Memelihara Aurat dan Menghargai Nilai Sosial
Tata Cara Berpakaian dalam Islam: Memelihara Aurat dan Menghargai Nilai Sosial
Berpakaian dalam Islam lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan fisik; ia merupakan bentuk manifestasi akhlak, identitas diri, serta ketaatan kepada Allah SWT. Islam mengajarkan agar setiap muslim berpakaian dengan cara yang mencerminkan rasa hormat terhadap nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual. Tata cara berpakaian ini tidak hanya bertujuan menutup tubuh, tetapi juga menjaga martabat dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Artikel ini akan membahas prinsip-prinsip berpakaian menurut syariat Islam, dilengkapi dengan dasar dari Al-Qur’an dan hadis, serta penjelasan tentang panduan berpakaian bagi pria dan wanita. 1. Landasan Al-Qur’an dan Hadis tentang Tata Cara Berpakaian Tata cara berpakaian dalam Islam bersumber pada ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang mengajarkan pentingnya menjaga aurat, serta memperhatikan kesopanan. Salah satu ayat yang membahas hal ini adalah Surah An-Nur ayat 31, di mana Allah SWT memerintahkan wanita untuk menjaga pandangannya dan menutupi perhiasannya kecuali yang biasa nampak. Ini adalah salah satu pedoman utama dalam berpakaian menurut Islam. Selain itu, dalam Surah Al-Ahzab ayat 59, Allah juga memerintahkan wanita untuk mengenakan jilbab, yang tidak hanya berfungsi untuk menutup aurat, tetapi juga untuk memperlihatkan identitas mereka sebagai muslimah yang terhormat. Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya kesederhanaan dalam berpakaian. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda: “Barang siapa yang memakai pakaian untuk tujuan kesombongan, maka Allah akan menurunkan derajatnya pada hari kiamat” (HR. Abu Dawud). Hadis ini mengingatkan bahwa berpakaian haruslah bebas dari niat pamer atau sombong. Tata cara berpakaian menurut Islam juga mencakup larangan untuk berpakaian menyerupai lawan jenis, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW (HR. Bukhari), yang menunjukkan bahwa berpakaian harus sesuai dengan fitrah dan identitas gender yang ditentukan Allah. Dengan memahami dalil-dalil ini, umat Islam diingatkan bahwa berpakaian sesuai syariat adalah bentuk ibadah yang mengundang pahala dan keberkahan. 2. Panduan Berpakaian untuk Wanita dalam Islam Untuk wanita, ada pedoman khusus terkait cara berpakaian yang bertujuan menjaga aurat dan kesopanan. Wanita muslimah diwajibkan menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, sesuai dengan petunjuk dalam Surah An-Nur ayat 31. Pakaian yang dipilih sebaiknya longgar, tidak memperlihatkan lekuk tubuh, dan tidak transparan. Wanita juga dianjurkan untuk menghindari pakaian yang mencolok atau berlebihan, baik dalam warna maupun perhiasan. Rasulullah SAW mengajarkan agar pakaian yang dikenakan tidak menarik perhatian berlebihan agar tidak menimbulkan fitnah. Jilbab atau kerudung yang menutupi dada adalah simbol penting dalam berpakaian menurut Islam. Selain menutupi aurat, jilbab menjadi identitas muslimah yang menunjukkan ketaatan kepada Allah dan rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang lain. Di balik itu, berpakaian sesuai dengan syariat juga mengajarkan wanita untuk menjaga niat. Setiap langkah berpakaian adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjaga moralitas dalam pergaulan. 3. Panduan Berpakaian untuk Pria dalam Islam Bagi pria, tata cara berpakaian menurut Islam juga memiliki aturan yang perlu diikuti. Aurat pria terletak antara pusar hingga lutut, yang harus ditutup di depan orang lain. Pakaian yang dikenakan oleh pria sebaiknya tidak ketat agar aurat tetap terjaga. Pria dalam Islam juga dianjurkan untuk berpakaian secara sederhana dan menghindari pakaian yang berlebihan atau mencolok. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kesederhanaan dalam berpakaian adalah bagian dari iman (HR. Muslim), dan ini mengingatkan pria untuk tidak terjebak dalam dunia materi atau penampilan berlebihan. Selain itu, pria dilarang memakai pakaian yang menyerupai wanita, yang telah ditegaskan dalam hadis. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesucian fitrah dan identitas gender. Kebersihan pakaian juga sangat penting dalam Islam. Rasulullah SAW sangat memperhatikan kebersihan pakaiannya dan menekankan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman (HR. Tirmidzi). Oleh karena itu, berpakaian dalam Islam bukan hanya soal menutupi tubuh, tetapi juga tentang menjaga kebersihan dan kerapian. Tata cara berpakaian bagi pria juga mencakup larangan memakai sutra dan emas, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Dua hal ini diharamkan bagi laki-laki dari umatku: sutra dan emas” (HR. Nasai). 4. Hikmah Tata Cara Berpakaian dalam Islam Mengamalkan tata cara berpakaian menurut Islam membawa banyak manfaat, baik dari segi spiritual maupun sosial. Pertama, berpakaian sesuai dengan syariat membantu menjaga aurat dan melindungi kesucian hati. Ini adalah bentuk ketaatan kepada Allah yang menjaga seorang muslim dari dosa dan menjaga kehormatan diri. Kedua, berpakaian dengan cara yang sesuai syariat juga memperkuat identitas Islam seseorang. Ini adalah tanda kebanggaan akan keislaman dan komitmen terhadap nilai-nilai agama. Hal ini turut mempererat solidaritas umat Islam. Ketiga, kesederhanaan dalam berpakaian mengajarkan kita untuk rendah hati. Menghindari pakaian berlebihan atau yang menunjukkan kesombongan adalah bentuk sikap zuhud yang mendekatkan seseorang pada Allah. Keempat, berpakaian yang sopan dan sesuai syariat berkontribusi pada terciptanya lingkungan sosial yang harmonis dan bermartabat. Pakaian yang tidak mencolok atau memancing perhatian yang tidak pantas akan menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menghormati satu sama lain. Terakhir, berpakaian dengan niat yang benar menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena setiap tindakan dalam Islam yang dilandasi niat baik adalah ibadah yang mendatangkan pahala. Kesimpulan: Berpakaian Sebagai Cermin Ketaatan Tata cara berpakaian menurut Islam bukan hanya sekadar menutupi aurat, tetapi juga mencerminkan karakter mulia seorang muslim. Dengan mengikuti panduan berpakaian yang sesuai syariat, seorang muslim menunjukkan ketaatannya kepada Allah, menjaga identitasnya sebagai seorang muslim, dan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih baik. Marilah kita menjadikan tata cara berpakaian ini sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, agar penampilan kita mencerminkan akhlak yang baik dan ketakwaan kepada Allah SWT. Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat #MariMemberi#ZakatInfakSedekah #BAZNASYogyakarta #BahagianyaMustahiq #TentramnyaMuzaki #AmanahProfesionalTransparan
ARTIKEL07/08/2025 | Admin bidang 1
Minum Sambil Berdiri dalam Islam: Larangan dan Pengecualian dari Nabi
Minum Sambil Berdiri dalam Islam: Larangan dan Pengecualian dari Nabi
Dalam kehidupan sehari-hari, minum sambil berdiri sering dianggap hal yang biasa. Namun, dalam Islam, setiap perbuatan, termasuk cara minum, memiliki adab dan panduan yang mendalam. Rasulullah SAW tidak hanya memberikan petunjuk mengenai ibadah, tetapi juga mengenai adab dalam aktivitas sehari-hari, seperti makan dan minum. Mungkin banyak di antara umat Islam yang belum mengetahui bahwa ada hadis-hadis sahih yang melarang minum sambil berdiri, yang menunjukkan pentingnya mengikuti tata cara hidup yang benar menurut sunnah. Larangan ini memiliki alasan yang jelas, karena Islam sangat memperhatikan kesehatan fisik dan mental umatnya. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai hukum minum sambil berdiri dalam Islam, hadis-hadis yang terkait, hikmah dari larangan ini, dan kondisi-kondisi tertentu yang memperbolehkan pengecualian. Mari kita simak dengan bijak agar dapat mengamalkan sunnah Nabi SAW dalam kehidupan kita. 1. Larangan Minum Sambil Berdiri dalam Hadis Rasulullah SAW Larangan untuk minum sambil berdiri dalam Islam bukan hanya merupakan pendapat pribadi atau kebiasaan budaya tertentu, melainkan berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Nabi. Salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik menyebutkan: “Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang seseorang minum sambil berdiri.” (HR. Muslim) Hadis ini dengan jelas menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak menganjurkan umatnya untuk minum sambil berdiri. Bahkan, dalam sebuah riwayat lain, beliau memerintahkan seseorang yang sedang minum sambil berdiri untuk memuntahkan kembali minuman tersebut, sebagai bentuk ketegasan terhadap larangan ini. Para ulama, seperti Imam Nawawi, mengungkapkan bahwa larangan ini termasuk dalam kategori makruh—yakni sesuatu yang sebaiknya dihindari meskipun tidak berdosa. Artinya, lebih baik dan lebih sesuai dengan sunnah jika kita meminum dalam posisi duduk, sebagaimana yang diajarkan Nabi. Selain itu, larangan ini juga mengajarkan kita untuk menjaga sikap rendah hati dan kesopanan dalam setiap tindakan, termasuk dalam hal-hal kecil seperti minum. Islam mengajarkan kita untuk bersikap tenang dan teratur dalam menjalani kehidupan. Bagi umat Islam yang ingin meneladani sunnah Rasulullah SAW, sebaiknya menghindari minum sambil berdiri, kecuali dalam kondisi yang dibenarkan oleh syariat. 2. Pengecualian nabi dalam minum sambil berdiri Meski Rasulullah SAW melarang minum sambil berdiri, terdapat juga hadis-hadis shahih yang menunjukkan bahwa beliau pernah melakukannya dalam situasi tertentu. Salah satu riwayat dari Ibnu Abbas RA menyebutkan: “Aku pernah memberikan air zamzam kepada Nabi SAW, dan beliau minum sambil berdiri.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa larangan untuk minum sambil berdiri tidak bersifat mutlak. Ada kondisi-kondisi tertentu yang membolehkan hal tersebut, misalnya saat berada di tempat umum, dalam perjalanan, atau saat situasi tidak memungkinkan untuk duduk. Pengecualian ini mencerminkan fleksibilitas Islam, yang penuh kasih sayang kepada umatnya. Nabi Muhammad SAW memahami bahwa tidak semua kondisi memungkinkan umatnya untuk duduk saat minum. Oleh karena itu, dalam situasi tertentu, minum sambil berdiri diperbolehkan. Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi, seorang ulama kontemporer, menjelaskan bahwa tindakan Nabi minum sambil berdiri saat mengkonsumsi air zamzam adalah bentuk keringanan (rukhshah). Air zamzam memiliki keutamaan khusus, dan Nabi melakukannya sebagai bentuk penghormatan terhadap air tersebut. Ini mengindikasikan bahwa Islam tidak kaku dalam penerapan hukum, namun tetap memberi kelonggaran selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip utama ajaran Islam. Oleh karena itu, minum sambil berdiri dapat dibolehkan dalam kondisi tertentu tanpa melanggar sunnah, asalkan tidak disalahgunakan. Namun, jika keadaan memungkinkan untuk duduk, maka itulah yang lebih utama dan sesuai dengan adab Nabi SAW. 3. Hikmah di balik larangan minum sambil berdiri Larangan minum sambil berdiri dalam Islam tidak hanya berhubungan dengan adab, tetapi juga memiliki hikmah yang mendalam, baik dari sisi kesehatan maupun etika. Secara medis, beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum sambil berdiri dapat menyebabkan cairan langsung masuk dengan cepat ke dalam saluran pencernaan, yang berisiko mengganggu fungsi ginjal dan saluran kemih. Dengan duduk, cairan dapat diterima tubuh dengan lebih stabil dan perlahan, memberikan manfaat yang lebih baik bagi kesehatan. Selain itu, minum sambil berdiri dapat menyebabkan risiko tersedak atau masuknya udara berlebih ke dalam lambung, yang dapat mengganggu sistem pencernaan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah dengan asam lambung. Dari sisi etika, Islam mengajarkan kita untuk bersikap tenang, tertib, dan sopan dalam setiap aspek kehidupan. Minum dalam posisi duduk mencerminkan ketenangan, kebersihan, dan kesantunan, sedangkan minum sambil berdiri dapat terlihat terburu-buru dan kurang memperhatikan etika yang diajarkan Nabi SAW. Selain itu, larangan ini mengajarkan kita untuk konsisten mengikuti teladan Nabi, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun. Mengamalkan sunnah secara penuh adalah wujud cinta sejati kepada Rasulullah SAW. Dengan demikian, memilih untuk tidak minum sambil berdiri adalah bagian dari menjaga kesopanan, kesehatan, dan kesadaran sebagai seorang Muslim. 4. Mengajarkan adab minum kepada anak dan keluarga Sebagai orang tua, mendidik anak-anak tentang adab minum dalam Islam adalah tanggung jawab yang sangat penting. Meskipun terlihat sederhana, mengajarkan anak untuk minum dalam posisi duduk adalah bagian dari menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini. Anak-anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang dewasa, jadi penting bagi orang tua untuk menjadi contoh dalam hal ini. Jangan lupa untuk menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari sunnah Nabi SAW yang seharusnya kita ikuti. Selain itu, momen makan dan minum bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan sunnah kepada anak-anak. Mengingatkan mereka untuk duduk sebelum minum, membaca basmalah, dan menggunakan tangan kanan adalah bagian dari pendidikan moral yang sangat penting. Dengan melibatkan anak dalam adab makan dan minum, kita juga membantu mereka untuk lebih tenang dan sabar dalam bertindak, serta menghargai makanan dan minuman sebagai nikmat dari Allah SWT. kesimpulan: memahami minum sambil berdiri dengan bijak Pada akhirnya, meskipun minum sambil berdiri dilarang oleh Rasulullah SAW, pengecualian tetap ada dalam kondisi tertentu, seperti saat Nabi meminum air zamzam. Hal ini menunjukkan bahwa Islam bersifat fleksibel, namun tetap menekankan adab yang baik. Sebagai umat yang ingin mengikuti sunnah Nabi SAW, kita sebaiknya menghindari minum sambil berdiri kecuali dalam kondisi yang benar-benar membutuhkan. Duduklah sejenak saat minum sebagai bentuk penghormatan terhadap adab Nabi SAW dan untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Di tengah kehidupan yang serba cepat, mari kita lebih bijak dalam mengamalkan sunnah dan menjaga etika dalam segala aspek kehidupan. Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk hidup sesuai dengan tuntunan Islam yang mulia. Aamiin. Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat #MariMemberi#ZakatInfakSedekah #BAZNASYogyakarta #BahagianyaMustahiq #TentramnyaMuzaki #AmanahProfesionalTransparan
ARTIKEL07/08/2025 | Admin bidang 1
Penerima Beasiswa Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Wisudawan Terbaik Kategori Tahfidz
Penerima Beasiswa Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Wisudawan Terbaik Kategori Tahfidz
Yogyakarta – Ahad, 22 Juni 2025 Kabar membanggakan datang dari acara Wisuda SDIT Al Khairaat Yogyakarta yang digelar di Merapi Merbabu Hotel. Salah satu santri yang menjadi penerima Beasiswa Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta, Abida Azma Taqiyya, berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik I Kategori Tahfidz. Abida merupakan bagian dari program unggulan BAZNAS Kota Yogyakarta yang menyasar remaja masjid untuk menjadi kader Qur’ani yang tangguh, berakhlak, dan berdaya guna. Beasiswa yang diterimanya tidak hanya mendukung pendidikan formal, tetapi juga membekali dengan pembinaan spiritual dan kepemimpinan berbasis masjid. “Prestasi yang diraih Abida merupakan buah dari komitmen kuat dalam mencintai Al-Qur’an dan semangat belajar yang tinggi. Ini menjadi kebanggaan bagi kami di BAZNAS, sekaligus motivasi bagi kader remaja lainnya,” ujar Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta. Melalui program Kader Remaja Masjid, BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya mencetak generasi penerus yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki landasan nilai keislaman yang kuat. Barakallahu fiikum, Abida Azma Taqiyya. Semoga senantiasa dijaga hafalannya, diberkahi ilmunya, dan tumbuh menjadi generasi pejuang Al-Qur’an yang menebar manfaat bagi umat. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin. Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat #MariMemberi#ZakatInfakSedekah #BAZNASYogyakarta #BahagianyaMustahiq #TentramnyaMuzaki #AmanahProfesionalTransparan
ARTIKEL23/06/2025 | HUMAS BAZNAS Kota Yogyakarta
Kader Hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Juara 1 MHQ di Sedayu Islamic Festival
Kader Hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta Raih Juara 1 MHQ di Sedayu Islamic Festival
Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh kader hafidz BAZNAS Kota Yogyakarta. Syakira Azka Nabila, salah satu peserta Program Beasiswa Kader Hafidz Angkatan 3, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ) tingkat SMP/MTs sederajat yang digelar pada Sabtu, 14 Juni 2025 di SMA Negeri 1 Sedayu, Bantul. Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian Sedayu Islamic Festival, sebuah acara tahunan yang menghimpun potensi generasi muda Islam dalam bidang dakwah, tilawah, dan hafalan Al-Qur’an. Syakira tampil dengan penuh percaya diri, memperdengarkan hafalannya dengan tartil, fasih, dan lancar, menunjukkan hasil pembinaan intensif dalam program pembinaan kader Qur’ani BAZNAS. Capaian ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta mampu melahirkan generasi muda penghafal Al-Qur’an yang berprestasi dan berakhlak mulia. Program Kader Hafidz merupakan salah satu bentuk nyata pentasyarufan dana zakat untuk pendidikan, yang mendorong lahirnya bibit-bibit unggul dalam bidang keislaman. Melalui dukungan dari para muzakki dan donatur, BAZNAS terus mengembangkan pola pembinaan kader Qur’ani berbasis zakat yang terstruktur dan berkelanjutan. Kemenangan Syakira menjadi semangat baru bagi seluruh kader untuk terus mengasah hafalan dan menebar kemanfaatan ilmu Al-Qur’an bagi lingkungan sekitarnya. Prestasi ini juga menjadi ajakan terbuka kepada masyarakat untuk terus memperkuat ekosistem pendidikan Qur’ani melalui sedekah pendidikan dan infak pembinaan penghafal Qur’an. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara para muzakki dan mustahik yang berjuang di jalan ilmu dan iman.
ARTIKEL17/06/2025 | Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
UMKM Binaan BAZNAS: Pisang Krispy Ibu Martini Diminati Warga Kedungwaru
UMKM Binaan BAZNAS: Pisang Krispy Ibu Martini Diminati Warga Kedungwaru
Lapak sederhana milik Martini (40) di Dusun Ringinagung, Kelurahan Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, menjadi lokasi favorit warga dan anak-anak sekolah yang melintas. Menjual pisang krispy dengan harga hanya Rp500 per biji, usaha kuliner ini mampu menarik minat pembeli karena rasa gurih dan kerenyahannya. Usaha yang dirintis sejak awal 2023 ini dikelola sepenuhnya oleh Martini sendiri, mulai dari produksi hingga penjualan. Meski dijual murah, omzet kotor harian dapat mencapai Rp200.000 dengan keuntungan bersih sekitar Rp80.000 per hari. Camilan ini pun telah memiliki pelanggan tetap dari warga sekitar. Untuk mempertahankan produksi dan meningkatkan konsistensi usaha, Martini memperoleh bantuan pinjaman usaha dari program Baznas Microfinance Desa (BMD) Tulungagung sebesar Rp2 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membeli bahan baku secara berkala demi menjaga ketersediaan produk. Kisah Martini menjadi potret nyata ketangguhan pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi. Dengan kerja keras dan dukungan dari BAZNAS, usahanya perlahan tumbuh dan membuka harapan akan masa depan yang lebih baik. Kontributor: Daffa Yazid Fadhlan Editor: MAS
ARTIKEL06/06/2025 | BAZNAS RI
Tata Cara Menyembelih Hewan Qur'ban
Tata Cara Menyembelih Hewan Qur'ban
Tata Cara Menyembelih Hewan Qur’ban Menurut Pusat Studi Halal itu membagi tata cara menyembelih hewan kurban menjadi tiga proses, di antaranya: Persiapan Sebelum Penyembelihan Lafazkan niat Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm Artinya, Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya waihai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrub-ku. Pastikan hewan telah direbahkan dan posisinya roboh ke kiri Hewan kurban harus berada pada posisi yang menghadap kiblat Semua orang yang terlibat harus berada di posisi yang aman Proses Penyembelihan Tentukan titik sayatan di bawah jakun (kerongkongan) Letakkan pisau pada leher hewan pada titik sayatan Lafazkan bismillahi Allahu Akbar Lakukan sayatan dengan cepat dan tegas untuk memotong saluran makan (kerongkongan), saluran nafas (trakea), dan dua pembuluh darah nadi (arteri karotis) Pemeriksaan Setelah Penyembelihan Periksa penampang sayatan untuk memastikan semua saluran telah terpotong dengan baik dan benar Pastikan tidak ada sumbatan pada pembuluh darah agar darah dapat mengalir dengan lancar dan tuntas Segera lakukan koreksi jika ditemukan saluran yang belum terpotong sempurna atau terjadi sumbatan pada pembuluh darah besar
ARTIKEL22/05/2025 | Hida
Sejarah Qurban, Meneladani Ketulusan Nabi Ibrahim AS dalam Ibadah idul adha
Sejarah Qurban, Meneladani Ketulusan Nabi Ibrahim AS dalam Ibadah idul adha
Apa Itu Qurban Qurban merupakan salah satu bentuk ibadah dalam islam yang dilakukan sebagai wujud ketaatan dan penghambaan Allah SWT. Ibadah ini dilakukan dengan menyembelih hewan tertentu, disertai niat yang ikhlas, serta mengikuti tuntunan syariat Islam. Pelaksanaan qurban bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, yang dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah. Sejarah Qurban Sejarah ibadah qurban dalam Islam memiliki akar yang sangat kuat, berlandaskan pada kisah penuh keteladanan antara Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an. Kisah ini menjadi pijakan utama dalam pelaksanaan qurban yang dijalankan umat Muslim hingga hari ini. Diceritakan bahwa Allah SWT menguji keimanan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS dengan perintah yang sangat berat: menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail AS. Dengan penuh keikhlasan, Nabi Ibrahim siap menjalankan perintah tersebut demi ketaatan kepada Allah. Namun, saat pengorbanan itu akan dilaksanakan, Allah menggantinya dengan seekor domba sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Peristiwa ini menjadi simbol totalitas penghambaan dan ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya. Sejak itu, perintah berkurban menjadi bagian dari syariat Islam yang ditetapkan secara formal pada masa kenabian Rasulullah SAW. Beliau menetapkan waktu pelaksanaan qurban, yaitu setiap tanggal 10 Zulhijjah hingga hari-hari tasyrik (11–13 Zulhijjah), serta menetapkan syarat dan ketentuan sahnya ibadah ini. Hingga saat ini, umat Muslim di seluruh dunia tetap menjalankan ibadah qurban setiap Hari Raya Idul adha sebagai bentuk ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT, sekaligus meneladani pengorbanan agung Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Lebih dari sekadar ibadah ritual, qurban juga memiliki makna sosial yang dalam. Daging hewan qurban didistribusikan kepada keluarga, tetangga, dan terutama kepada mereka yang kurang mampu. Ini menunjukkan bahwa qurban juga mengajarkan nilai-nilai solidaritas, kebersamaan, dan semangat berbagi dalam masyarakat. Dengan demikian, sejarah qurban dalam Islam bukan hanya menceritakan tentang penyembelihan hewan, tetapi juga tentang kepatuhan, keikhlasan, dan kepedulian yang menjadi pondasi penting dalam kehidupan spiritual dan sosial umat Islam.
ARTIKEL15/05/2025 | Hida
Qurban dalam Islam: Pengertian, Hukum, Hikmah, dan Syarat Hewan Sesuai Syariat
Qurban dalam Islam: Pengertian, Hukum, Hikmah, dan Syarat Hewan Sesuai Syariat
Pengertian Qurban Secara etimologis, kata qurban berasal dari bahasa Arab qariba–yaqrabu–qurbanan wa qurbanan wa qirbanan, yang berarti mendekatkan diri (Lihat: Ibn Manzhur, 1992:1:662; Munawwir, 1984:1185). Makna ini menunjukkan bahwa ibadah qurban merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan sebagian dari perintah-Nya. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah qurban dalam konteks agama disebut dengan udhiyah, yang merupakan bentuk jamak dari dhahiyyah, berasal dari kata dhaha (waktu dhuha). Artinya adalah penyembelihan hewan yang dilakukan pada waktu dhuha, tepatnya antara tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah. Dari praktik inilah muncul istilah “Iduladha”. Hukum Berqurban Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukum berqurban. Mayoritas ulama berpendapat bahwa berqurban hukumnya sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Artinya, meskipun tidak wajib, pelaksanaannya sangat ditekankan dan sangat dianjurkan bagi yang mampu. Namun demikian, ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa ibadah qurban bersifat wajib. Pendapat ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam surat Al-Kautsar ayat 2: “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar: 2) Sementara itu, pendapat yang menyatakan bahwa qurban merupakan sunnah muakkad diperkuat oleh hadits: “Barangsiapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah) Dari ayat dan hadits tersebut, dapat disimpulkan bahwa qurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang memiliki kemampuan. Namun, bagi yang belum mampu, tidak melaksanakan qurban tidaklah berdosa. Hikmah Berqurban Ibadah qurban disyariatkan oleh Allah SWT untuk mengenang peristiwa bersejarah dalam kehidupan Nabi Ibrahim AS, sekaligus sebagai bentuk kemudahan dan kegembiraan pada hari raya Iduladha. Rasulullah SAW bersabda: “Hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla.” (HR. Ahmad) Qurban juga mengajarkan nilai keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah serta mempererat kepedulian sosial antar sesama Muslim. Hewan yang Diperbolehkan untuk Qurban Hewan yang sah digunakan untuk qurban adalah unta, sapi, dan kambing. Selain ketiga jenis hewan tersebut, tidak diperbolehkan untuk dijadikan hewan qurban. Allah SWT berfirman: “Agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.” (QS. Al-Hajj: 34) Berikut adalah ketentuan usia hewan qurban yang dianggap sah menurut syariat: Domba: minimal berumur 6 bulan (jadza’) Kambing: minimal 1 tahun Sapi: minimal 2 tahun Unta: minimal 5 tahun Hadits-hadits yang mendukung ketentuan ini antara lain: Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Binatang qurban yang paling baik adalah kambing yang jadza’ (berumur satu tahun).” (HR. Ahmad dan Tirmidzi) Dari Uqbah bin Amir RA, ia berkata: "Wahai Rasulullah, aku memiliki kambing jadza’." Rasulullah SAW bersabda: “Berqurbanlah dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian menyembelih hewan qurban kecuali yang berumur satu tahun ke atas. Jika itu menyulitkan kalian, maka sembelihlah domba jadza’.” (HR. Muslim)
ARTIKEL08/05/2025 | Hida
Zakat Sebagai Solusi Pemberantas Kemiskinan
Zakat Sebagai Solusi Pemberantas Kemiskinan
Zakat merupakan salah satu pilar penting dalam Islam yang memiliki peran signifikan dalam pemberantasan kemiskinan. Dengan mengeluarkan zakat, setiap Muslim berkontribusi untuk membantu mereka yang kurang beruntung. Zakat tidak hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian sosial yang mendalam. Dalam konteks ekonomi, zakat berfungsi sebagai redistribusi kekayaan, di mana harta yang dimiliki oleh orang kaya dialokasikan untuk membantu orang miskin. Zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan pendidikan bagi mereka yang membutuhkan. Dengan adanya zakat, diharapkan kesenjangan sosial dapat berkurang, dan masyarakat dapat hidup lebih sejahtera. Selain itu, zakat juga dapat digunakan untuk mendukung program-program pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan keterampilan dan modal usaha bagi para penerima zakat. Dengan demikian, zakat tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga menciptakan peluang untuk kemandirian ekonomi. Pentingnya zakat dalam pemberantasan kemiskinan juga tercermin dalam ajaran Islam yang menekankan bahwa harta yang dimiliki bukanlah milik mutlak, melainkan amanah dari Allah. Oleh karena itu, setiap Muslim diharapkan untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu sesama. Dengan cara ini, zakat menjadi solusi yang efektif dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Saffanatussa'idiyah Editor: Ummi Kiftiyah
ARTIKEL13/03/2025 | admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat