Berita Terbaru

Kafarat Jima'
Kafarat Jima, atau dikenal juga sebagai fidyah hubungan badan, adalah konsep dalam Islam yang mengatur tentang aturan khusus terkait penebusan dosa setelah perilaku seksual diluar norma Islam. Praktik ini diatur agar setiap individu dapat memperbaiki kesalahannya dan membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukanDalam Islam, hubungan seksual di luar pernikahan dianggap sebagai dosa besar yang harus dihindari. Namun, jika seseorang melakukan dosa ini, Islam menyediakan jalan untuk bertaubat dan menebus kesalahan tersebut dengan melakukan kafarat jima.Selain mengetahui bagaimana melakukan kafarat jima, umat muslim juga diimbau untuk memahami hadist serta ayat Al-Quran yang mendukung praktik pengampunan ini.Hadist tentang Kafarat JimaDalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berbuat zina kemudian dia telah menikah, maka hukumannya adalah seratus kali sebat, kemudian dirajam. Tetapi jika belum menikah, maka hukumannya seratus sebat kemudian diasingkan selama setahun.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)Dari hadist ini, terlihat bahwa Islam memberikan hukuman yang berbeda berdasarkan status pernikahan pelaku zina. Bagi yang belum menikah, disunahkan untuk melakukan kafarat jima yang terdiri dari seratus kali sebat dan diasingkan selama satu tahun sebagai bentuk pertobatan.Ayat Al-Quran tentang Kafarat JimaTerdapat juga ayat Al-Quran yang menunjukkan pentingnya melakukan kafarat jima sebagai tindakan pertobatan. Salah satunya adalah dalam Surah Al-Furqan ayat 68-70, Allah SWT berfirman,“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), 69. (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, 70. kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan:68-70)Ayat ini menegaskan bahwa setiap muslim yang melakukan dosa, termasuk perbuatan keji, dianjurkan untuk melakukan tindakan pertobatan melalui memohon ampun kepada Allah SWT. Kafarat jima adalah salah satu cara untuk membersihkan diri dan memperbaiki kesalahan tersebut.Penerapan Kafarat Jima dalam Kehidupan MasyarakatDalam kehidupan masyarakat Muslim, penerapan kafarat jima merupakan bagian dari proses pertobatan yang dianjurkan oleh Islam. Ketika seseorang melakukan dosa zina, baik dalam pernikahan maupun di luar pernikahan, penting bagi individu tersebut untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan ajaran agama.Kafarat jima tidak hanya berfungsi sebagai pembebasan dosa, tetapi juga sebagai sarana untuk memperbaiki hubungan individu dengan Allah SWT. Dengan menjalankan kafarat jima, seseorang dapat menunjukkan kesungguhan dalam bertaubat dan menjauhkan diri dari dosa yang telah dilakukan.KesimpulanKafarat jima adalah konsep dalam Islam yang menekankan pentingnya pertobatan dan penebusan dosa setelah melakukan perbuatan zina. Dengan merujuk pada hadist dan ayat Al-Quran, umat Muslim diingatkan tentang kebutuhan untuk menjalankan kafarat jima sebagai bagian dari proses pertobatan dan pemurnian dosa.Dalam penerapan kafarat jima, individu tidak hanya diharapkan untuk melakukan tindakan fisik seperti sebatan, tetapi juga untuk memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT melalui doa, pengakuan dosa, serta tekad untuk tidak mengulangi kesalahan di masa depan.Kafarat jima adalah bentuk kasih sayang dan rahmat Allah SWT yang memungkinkan setiap individu untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya melalui proses pertobatan yang tulus dan ikhlas. Dengan memahami konsep ini, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan kehidupan sesuai dengan ajaran Islam dan menghindari perbuatan dosa yang dapat merusak hubungan spiritual dengan Allah SWT
BERITA21/03/2024 | Adhitya Alfath Alfadholi

Siapa yang Membayar Kafarat Karena Jima'
Dalam Islam, jika seseorang berhubungan suami istri saat siang hari di bulan Ramadan, itu dianggap sebagai pelanggaran puasa yang memerlukan pembayaran kafarat. Namun, yang membayar kafarat tersebut adalah orang yang melakukan pelanggaran tersebut, yakni suami dan istri yang terlibat dalam hubungan tersebut.
Kafarat yang harus dibayar biasanya berupa memberi makan orang miskin sebanyak 60 orang. Jika seseorang tidak mampu memberi makan orang miskin sebanyak itu, ia harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Jika ia juga tidak mampu berpuasa, ia harus memberi makan 60 orang miskin untuk setiap hari yang ia lewatkan berpuasa.
Dalam hal ini, suami dan istri yang terlibat dalam hubungan suami istri saat siang hari di bulan Ramadan bertanggung jawab untuk membayar kafarat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam hukum Islam. Namun Kewajiban kafarat hanya dibebankan kepada suami atau laki-laki pezina sesuai dengan hadist Nabi SAW.
================
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link:
https://kotayogya.baznas.go.id/rekening
*Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA21/03/2024 | Ilham maarif

Kafarat Zihar
Kafarat zihar adalah suatu bentuk kafarat yang dijelaskan dalam Islam sebagai cara untuk menebus kesalahan seorang suami yang telah melakukan zihar terhadap istrinya. Zihar sendiri merujuk pada sebuah tindakan di mana seorang suami menyamakan istrinya dengan salah satu dari wanita terdekatnya, seperti ibu atau saudara perempuan. Hal ini dianggap sebagai tindakan yang tidak pantas dalam Islam, dan sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan-aturan agama, suami yang melakukan zihar diwajibkan membayar kafarat yang telah ditetapkan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 3:
???????????? ???????????? ???? ?????????????? ????? ???????????? ????? ???????? ???????????? ???????? ????? ?????? ???? ?????????????? ???????? ???????????? ????? ????????? ????? ???????????? ????????
“Dan mereka yang menzihar istrinya, kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (mereka diwajibkan) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 3)
Dari ayat ini, terdapat penjelasan bahwa suami yang melakukan zihar terhadap istrinya harus membayar kafarat dengan cara memerdekakan seorang hamba sebelum bersentuhan dengan istrinya sebagai jalan menebus kesalahannya.
Selain itu, terdapat juga hadist yang menjelaskan perihal kafarat zihar. Rasulullah SAW bersabda:
“Kafarat zihar adalah memerdekakan seorang hamba sebelum keduanya bersentuhan atau memberi makan enam puluh orang miskin, atau berpuasa tiga hari berturut-turut.” (HR. Bukhari)
Hadist di atas secara jelas menggambarkan pilihan kafarat yang dapat diberikan oleh suami yang melakukan zihar terhadap istrinya. Selain memberi makan enam puluh orang miskin atau memerdekakan seorang hamba sebelum bersentuhan, suami tersebut juga dapat melakukan kafarat dengan cara berpuasa selama tiga hari berturut-turut.
Dengan demikian, kafarat zihar adalah bentuk tindakan yang diwajibkan dalam Islam untuk membantu memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan oleh seorang suami terhadap istrinya. Hal ini mencerminkan pentingnya menjaga hubungan keluarga dan menegakkan keadilan di dalam rumah tangga sesuai dengan ajaran agama Islam
BERITA21/03/2024 | Adhitya Alfath Alfadholi

Hikmah dibalik Kafarat
Dalam ajaran Islam, konsep kafarat memiliki kedalaman filosofis yang melampaui sekadar tindakan pembayaran atau pengganti atas kesalahan atau pelanggaran. Ia menawarkan pemahaman yang mendalam tentang proses pembersihan spiritual dan pencapaian pengampunan dari Allah SWT. Artinya, kafarat bukanlah semata-mata bentuk hukuman, melainkan juga merupakan kesempatan untuk belajar, bertobat, dan kembali kepada jalan yang benar.
Makna Kafarat
Kafarat, atau penebusan, merujuk pada tindakan yang diambil seseorang sebagai kompensasi atas pelanggaran terhadap aturan-aturan Islam. Pelanggaran ini dapat berupa kesalahan dalam berpuasa, sumpah palsu, pelanggaran hukum dalam melakukan ibadah, dan sebagainya. Dalam konteks kafarat, tujuannya bukan hanya untuk menghapuskan dosa, tetapi juga untuk mengembalikan keseimbangan spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pembelajaran Tentang Kebaikan dan Keburukan
Kafarat mengajarkan kita pentingnya bertanggung jawab atas kesalahan yang kita lakukan. Dengan mengakui kesalahan dan mengambil tindakan untuk memperbaikinya, kita belajar untuk bertanggung jawab atas tindakan kita dan menghormati hukum Allah SWT. Ini juga merupakan pelajaran tentang pentingnya memahami konsekuensi dari tindakan kita dan siap untuk menerima tanggung jawabnya.
Selain itu, kafarat juga menyoroti nilai pengampunan dan belas kasihan dalam Islam. Ketika seseorang membayar kafarat dengan sungguh-sungguh dan dengan niat yang tulus, Allah SWT menjanjikan pengampunan dan rahmat-Nya. Ini menunjukkan bahwa Allah SWT adalah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat, siap untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat dengan sungguh-sungguh.
Proses Pembersihan dan Pemurnian
Kafarat juga merupakan bagian dari proses pembersihan dan pemurnian diri. Dengan membayar kafarat, seseorang tidak hanya membersihkan dosa-dosanya di hadapan Allah SWT, tetapi juga membersihkan hati dan jiwa dari beban kesalahan yang terus-menerus mengganggu. Ini memungkinkan individu untuk memulai kembali dengan pikiran yang jernih dan hati yang suci, siap untuk berkomitmen pada kebaikan dan ketakwaan.
Dalam Islam, konsep kafarat bukanlah sekadar hukuman atau denda, tetapi lebih dari itu, ia adalah kesempatan untuk memperoleh pengampunan, pembersihan spiritual, dan pembelajaran yang mendalam tentang tanggung jawab, pengampunan, dan pertobatan. Dengan memahami hikmah di balik kafarat, kita dapat mengambil pelajaran berharga tentang pentingnya kesalahan, pengampunan, dan pertobatan dalam perjalanan spiritual kita. Sehingga, setiap tindakan pembayaran kafarat bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai langkah menuju kedekatan dengan Allah SWT dan pengembangan karakter yang lebih baik sebagai hamba-Nya.
BERITA21/03/2024 | Ilham maarif

Q&A Part IV: Bagaimana Ukuran dan Bentuk Fidyah Beserta Waktu Membayarnya?
1. Ukuran Fidyah
Ketika berbicara soal fidyah, maka hal ini tidak terlepaskan dari soal berapa ukuran fidyah yang harus dikeluarkan? Berbeda dengan zakat fitrah yang ukuran standarnya oleh semua ulama telah disepakati yaitu satu sha’ seperti yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits, untuk soal fidyah ternyata para ulama berbeda pendapat:
“Dari Ibnu Umar r.a. beliau berkata : Nabi Muhammad SAW mewajibkan zakat fitrah seukuran satu sha’, baik berupa kurma ataupun gandum, kepada semua pribadi muslim, budak maupun orang merdeka, pria-wanita, anak-anak dan dewasa. Serta memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang berangkat untuk sholat.( HR. al-Bukhari).
Menurut madzhab Hanafi misalkan, ukuran fidyah yang wajib dikeluarkan adalah satu sha’, berarti ukuran ini sama dengan ukuran zakat fitrah. Sedangkan menurut madzhab Maliki dan Syafi’i, ukuran fidyah bukan satu sha’, melainkan satu mud. Dan ternyata pendapat ini juga dipegang oleh beberapa ulama lainnya seperti al-Tsauri dan al- ‘Auzai.
Terakhir menurut madzhab Hambali, dalam pandangan mereka ukuran fidyah tergantung pada jenis makanan yang dikeluarkan. Kalau kurma, ukurannya adalah setengah sha’, dan kalau gandum utuh maka ukurannya satu mud. Lalu apa itu sha’ dan mud? Sha’ adalah satuan ukur yang umum digunakan dizaman Nabi Muhammad SAW, begitu juga mud.
Namun bedanya adalah, sha’ (satuan ukur dalam bentuk volume, bukan berat) itu setara dengan ukuran ya katakan lah kurma yang memenuhi dua telapak tangan orang dewasa normal yang digabungkan, persis seperti posisi telapak tangan ketika berdoa.
Sedangkan mud adalah ukuran yang volumenya hanya ¼ dari ukuran sha’. Yang mana kalau kita konversikan kedua ukuran tersebut kedalam satuan ukur saat ini maka satu mud setara dengan 675gr atau 0,688lt. Berarti kalau ukuran satu sha’, ya tinggal dikalikan empat saja, 1 sha’ = 675grx4=2700gr (2,7kg) atau 0,688x4=2,752lt.1
2. Bentuk Fidyah
Namanya saja tebusan makanan, maka bentuk fidyah yang dikeluarkan sudah barang tentu berupa makanan. dan dalil-dalil tentang fidyah pun memang redaksinya makanan yang dalam bahasa arabnya disebut tho’am ????.
Namun makanan yang dimaksud di sini adalah makanan mentah berupa kurma, atau gandum, baik yang masih utuh ataupun yang sudah menjadi tepung atau bubuk, dan bukan hidangan siap santap atau makanan matang.
Selain itu, pertimbangan makanan pokok setiap daerah juga perlu dilakukan. Maksudnya begini, kalau dulu di zaman Nabi SAW, di Madinah khususnya, membayar fidyah dengan kurma atau gandum, itu memang sudah hal yang lumran dan wajar. Karena makanan pokoknya memang seperti itu.
Tapi dalam konteks negara kita yang kaya akan bahasa, budaya, adat-istiadat, dan yang lainnya termasuk soal makanan pokok, maka akan terasa ganjil apabila kita yang tinggal di Jakarta khususnya, memberikan fidyah kepada orang miskin berupa kurma sebagai makanan pokok.
Yang ada justru belum mencukupi syarat dan tidak sah mengeluarkan atau membayarkan fidyah berupa kurma, karena esesnsi memberi makan orang miskin belum terwujud, karena makanan pokok kita adalah nasi. Sedangkan kurma hanya sebatas buah yang dikonsumsi sesekali waktu saja.
3. Waktu Membayar Fidyah
Para ulama sepakat bahwa fidyah wajib dikeluarkan atau dibayarkan oleh mereka-mereka yang mendapatkan kewajiban untuk membayarkannya, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya siapa saja yang wajib membayar fidyah.
Namun para ulama berbeda pendapat dalam hal waktu pelaksanaannya. Apakah fidyah tersebut dibayarkan pada saat bulan Ramadhan atau sebelumnya?
a. Sebelum Bulan Ramadhan
Yang dimaksud membayar fidyah sebelum Ramadhan di sini adalah jika mereka orang-orang yang merasa bahwa nanti ketika bulan Ramadhan tiba tidak mampu untuk menjalankan ibadah puasa kemudian jauh-jauh hari sebelum datang bulan Ramadhan atau paling tidak sebelum masuk bulan Ramadhan mereka sudah membayarkan fidyah.
Dalam kasus seperti ini, menurut kalangan madzhab Hanafi dianggap sah-sah saja. Jadi, misalkan, ada seorang yang sudah lanjut usia, maka dia boleh saja membayarkan fidyahnya sebelum datang bulan Ramadhan di mana dia tidak mampu untuk berpuasa. Begitu juga yang lainnya seperti orang sakit, wanita hamil, dan sebagainya.
b. Di Bulan Ramadhan
Kalau tadi menurut madzhab Hanafi membayarkan fidyah sebelum bulan Ramadhan tiba dibolehkan, beda hal nya dengan madzhab Syafi’i. Dalam pandangan madzhab ini , aturan main yang berlaku adalah membayar fidyah itu dilakukan di bulan Ramadhan.
Jadi kalau orang yang sudah lanjut usia dan merasa tidak kuat untuk berpuasa, maka dia belum diperbolehkan membayar fidyahnya sampai datang bulan Ramadhan. Minimal di malam hari atau sebelum terbit matahari di mana di keesokan harinya dia tidak berpuasa.
Penulis: Yoga Pratama
#BaznasKotaYogyakarta
BERITA20/03/2024 | Yoga Pratama

GOLONGAN ORANG YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT
Membayar zakat merupakan perintah yang wajib ditunaikan oleh setiap umat Islam yang mampu untuk memberikan sebagian dari kekayaan mereka kepada golongan yang membutuhkan. Bagi orang muslim yang tidak mampu mencukupi biaya hidup, mereka tidak wajib membayar zakat. Namun sebaliknya, mereka harus diberikan zakat. Golongan penerima zakat atau orang yang berhak menerima zakat (Asnaf) ini telah dijelaskan dalam Surah At-Taubah ayat 60 yang berbunyi:
???????? ??????????? ?????????????? ??????????????? ???????????????? ????????? ???????????????? ???????????? ????? ?????????? ???????????????? ?????? ???????? ??????? ??????? ???????????? ?????????? ????? ??????? ?????????? ???????? ????????
Artinya“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang yang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk(membebaskan) orang yang berhutang, untuk dijalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui,Mahabijaksana.”
Hal tersebut juga berdasar pada hadis Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:Abu Dawud,Ibnu Majah dan Ad-Daruquthni meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., “Rasulullah Saw,mewajibkan zakat fitrah guna menyucikan orang puasa dari kesia-siaan dan perkataan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum Shala Idul Fitri, maka menjadi zakat yang diterima, tapi jika menunaikannya setelah shalat, maka menjadi sedekah biasa.”
Lalu, siapa saja golongan orang-orang yang berhak menerima zakat?. Berikut adalah beberapa golongan penerima zakat yang umumnya disepakati dalam fiqh (hukum Islam):
Fakir : Orang-orang yang hidup dalam keadaan sangat miskin dan tidak memiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Miskin: Individu atau keluarga yang tidak memiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, meskipun mungkin tidak seburuk fakir.
Amil: Orang-orang yang ditugaskan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Mereka berhak menerima bagian dari zakat sebagai gaji atau biaya operasional.
Muallaf: Orang-orang non-Muslim yang baru saja masuk Islam, atau yang membutuhkan bantuan untuk memperkuat keyakinan mereka dalam Islam.
Riqab: Budak atau hamba sahaya yang ingin membebaskan diri mereka dari perbudakan.
Gharimin: Orang-orang yang berhutang dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar mereka atau untuk keperluan yang diperlukan.
Fisabilillah: Orang-orang yang berjuang di jalan Allah, seperti pejuang dalam jihad fisabilillah.
Ibnu Sabil: Musafir yang terjebak atau kehabisan dana selama perjalanan.
Pemberian zakat bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat Muslim, serta untuk membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan yang miskin. Menetapkan siapa yang berhak menerima zakat sangat penting dalam praktek zakat untuk memastikan bahwa bantuan disalurkan dengan tepat kepada yang membutuhkan.
BERITA20/03/2024 | admin asmara

Makna Zakat Fitrah
Zakat memiliki makna yang sangat penting dalam Islam. Ini adalah salah satu dari lima rukun Islam dan merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang mampu untuk memberikan sebagian dari harta mereka kepada yang membutuhkan. Berikut adalah beberapa makna dari zakat:
Kewajiban Agama: Zakat adalah kewajiban agama yang diwajibkan kepada umat Muslim yang mampu. Ini merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang harus dipatuhi oleh umat Islam.
Pembersih Harta: Zakat membantu membersihkan harta seseorang dari sifat serakah dan keserakahan. Dengan memberikan sebagian dari harta mereka kepada yang membutuhkan, Muslim diingatkan untuk tidak terlalu terikat pada kekayaan duniawi dan untuk berbagi dengan orang lain.
Redistribusi Kekayaan: Zakat berfungsi sebagai alat redistribusi kekayaan dalam masyarakat. Ini membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antara orang-orang kaya dan miskin dengan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.
Menjalin Solidaritas Sosial: Zakat memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat Muslim. Ini memperkuat rasa solidaritas dan empati antara anggota masyarakat, karena mereka saling membantu satu sama lain dalam kebutuhan mereka.
Pembersih Jiwa: Selain membersihkan harta, zakat juga dianggap membersihkan jiwa seseorang. Ini membantu seseorang untuk mengembangkan rasa kepedulian, belas kasihan, dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
Pengabdiannya kepada Allah: Zakat adalah salah satu cara bagi umat Muslim untuk menunjukkan pengabdian mereka kepada Allah SWT. Dengan memberikan zakat, mereka mematuhi perintah Allah dan menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang mereka terima.
Dalam Islam, zakat bukan hanya tentang memberikan sebagian dari harta, tetapi juga tentang sikap hati yang baik dan kepedulian terhadap sesama manusia. zakat bukan hanya sekedar kewajiban hukum, tetapi juga merupakan wujud dari spiritualitas, solidaritas sosial, dan pengabdian kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.
Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan puasa dari perbuatan sia-sia dan ucapan sia-sia, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat ‘Ied, maka zakat fitrah tersebut diterima sebagai zakat, dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat ‘Ied, maka zakat fitrah tersebut adalah sedekah.” (HR. Abu Daud, Ibn Majah, dan lainnya)”
Dalam hadis-hadis tersebut, Rasulullah SAW menegaskan kewajiban zakat fitrah sebagai bagian dari ibadah di bulan Ramadan. Zakat fitrah harus dibayarkan sebelum shalat Idul Fitri sebagai bentuk kesucian dari perbuatan dan ucapan sia-sia, serta sebagai upaya memberi makanan kepada orang-orang miskin.
================#HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya#AmanahProfesionalTransparan#TerimakasihMuzakiDanMustahiq================*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA20/03/2024 | admin asmara

Ramadan di Era Digital: Tantangan dan Peluang dalam Beribadah
Ramadan, bulan suci umat Islam yang penuh berkah, kembali tiba. Namun, di era digital seperti sekarang, Ramadan hadir dengan tantangan baru serta peluang yang belum pernah ada sebelumnya dalam beribadah. Bagaimana umat Islam menghadapi tantangan tersebut sambil memanfaatkan peluang yang ada?
Salah satu tantangan utama Ramadan di era digital adalah gangguan dari teknologi. Sementara teknologi memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan mengakses informasi, namun sering kali kita tergoda untuk terlalu banyak menggunakan media sosial atau aplikasi lainnya, menyebabkan kita teralihkan dari ibadah. Maka, penting bagi umat Islam untuk membatasi penggunaan teknologi selama Ramadan, dan menggunakan waktu yang lebih banyak untuk beribadah, merenung, dan membaca Al-Quran.
Selain itu, tantangan lainnya adalah kesulitan menjaga konsistensi dalam beribadah di tengah kesibukan dunia digital. Jadwal yang padat dan godaan dari internet dapat membuat seseorang menjadi kurang fokus pada ibadah. Oleh karena itu, penting untuk memiliki jadwal ibadah yang teratur dan disiplin diri untuk tetap mengikuti jadwal tersebut.
Namun, di balik tantangan tersebut, Ramadan di era digital juga membawa berbagai peluang baru dalam beribadah. Salah satunya adalah kemudahan untuk mengakses sumber-sumber ilmu agama. Melalui internet, umat Islam dapat mengikuti kajian-kajian agama, ceramah, dan bacaan Al-Quran dari berbagai belahan dunia. Hal ini memungkinkan kita untuk terus memperdalam pemahaman agama serta memperkuat keimanan selama bulan Ramadan.
Selain itu, media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk berbagi kebaikan dan memperluas jaringan sosial yang positif. Dengan membagikan informasi tentang amal kebaikan, mengajak orang lain untuk beribadah bersama, atau memberikan motivasi kepada sesama muslim, kita dapat memperkaya pengalaman Ramadan kita serta memberikan inspirasi kepada orang lain.
Ramadan di era digital juga memberikan kesempatan untuk berinovasi dalam beribadah. Aplikasi dan platform digital dapat digunakan untuk membantu kita mengatur jadwal ibadah, mengingatkan waktu-waktu shalat, atau bahkan untuk berdonasi secara online. Dengan memanfaatkan teknologi dengan bijak, kita dapat membuat pengalaman Ramadan menjadi lebih teratur, efisien, dan bermakna.
Dalam menghadapi Ramadan di era digital, penting untuk menjaga keseimbangan antara dunia digital dan ibadah. Meskipun teknologi dapat menjadi gangguan, namun dengan disiplin dan penggunaan yang bijak, kita dapat mengubah tantangan menjadi peluang untuk memperdalam ibadah kita serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Semoga Ramadan kali ini membawa berkah dan keberkahan bagi umat Islam di seluruh dunia. Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amal ibadah diterima oleh allah swt
================
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link:
https://kotayogya.baznas.go.id/rekening
*Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl

Implementasi Pendistribusian Zakat Fitrah
Implementasi Pendistribusian Zakat Fitrah : Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi umat Muslim yang harus dikeluarkan setiap tahunnya menjelang hari raya Idul Fitri. Selain sebagai ibadah, zakat fitrah juga memiliki tujuan sosial yang sangat penting, yaitu untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu. Implementasi yang tepat dalam pendistribusian zakat fitrah menjadi kunci dalam mencapai tujuan tersebut.
Pengumpulan Zakat Fitrah
Langkah awal dalam implementasi pendistribusian zakat fitrah adalah pengumpulan dana dari umat Muslim yang mampu. Organisasi keagamaan, lembaga amil zakat, atau badan amil zakat daerah biasanya bertanggung jawab dalam mengorganisir dan mengelola pengumpulan zakat fitrah ini. Transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengumpulan dana sangatlah penting untuk memastikan kepercayaan umat dalam sistem ini.
Identifikasi Penerima Manfaat
Setelah dana terkumpul, langkah berikutnya adalah identifikasi penerima manfaat zakat. Hal ini dilakukan dengan cara survei atau pendataan di masyarakat untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima zakat fitrah sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Penerima zakat fitrah biasanya adalah orang-orang yang kurang mampu, fakir miskin, yatim piatu, janda, dan mereka yang tergolong dalam delapan asnaf penerima zakat.
Penyaluran Zakat Fitrah
Penyaluran zakat fitrah harus dilakukan dengan cermat dan adil. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain :
Bentuk Bahan Pangan : Zakat fitrah dapat disalurkan dalam bentuk bahan pangan pokok seperti beras, gandum, atau makanan lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat penerima.
Uang Tunai : Jika lebih memungkinkan, zakat fitrah juga dapat disalurkan dalam bentuk uang tunai agar penerima dapat memilih sendiri kebutuhan apa yang perlu dipenuhi.
Program Kesejahteraan : Selain itu, zakat fitrah juga dapat digunakan untuk mendukung program-program kesejahteraan seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Monitoring dan Evaluasi
Penting untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program pendistribusian zakat fitrah. Dengan adanya mekanisme ini, dapat dipastikan bahwa dana zakat fitrah telah disalurkan secara efektif dan tepat sasaran. Selain itu, evaluasi juga dapat digunakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas dalam implementasi program zakat fitrah di masa mendatang.
Peran Masyarakat dan Pemerintah
Keterlibatan aktif masyarakat dalam implementasi pendistribusian zakat fitrah sangatlah penting. Selain itu, dukungan pemerintah juga dapat memperkuat efektivitas program zakat fitrah melalui regulasi yang mendukung, insentif bagi lembaga amil zakat, dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait.
Dengan implementasi yang baik, zakat fitrah memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen yang efektif dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kerjasama yang kuat antara lembaga amil zakat, masyarakat, dan pemerintah, tujuan tersebut dapat tercapai secara berkelanjutan.
BERITA20/03/2024 | admin asmara

Keutamaan Malam Lailatul Qadr: Momen Paling Istimewa di Bulan Ramadan
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Bulan yang penuh ampunan, rahmat, dan maghfirah ini diisi dengan berbagai ibadah, seperti puasa, shalat tarawih, tilawah Al-Qur'an, dan sedekah. Namun, di antara semua malam dalam Ramadan, ada satu malam yang sangat istimewa, yaitu Malam Lailatul Qadr.
Signifikansi Malam Lailatul Qadr
Malam Lailatul Qadr memiliki posisi yang sangat istimewa dalam Islam. Keistimewaannya terutama disebabkan oleh berbagai hadis yang menyebutkan keutamaan malam ini. Dalam Surah Al-Qadr, Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3). Dari ayat ini, kita dapat memahami bahwa Malam Lailatul Qadr nilainya lebih tinggi daripada seribu bulan.
Ibadah di Malam Lailatul Qadr
Berbagai ibadah yang dilakukan pada Malam Lailatul Qadr memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. Di antara ibadah yang dianjurkan adalah shalat malam, tilawah Al-Qur'an, dzikir, doa, dan sedekah. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa shalat pada malam Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan harapan mendapatkan pahala diampuni dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, Malam Lailatul Qadr adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan dan rahmat Allah SWT.
Ciri-ciri Malam Lailatul Qadr
Meskipun tanggal pastinya tidak diketahui secara pasti, terdapat beberapa tanda yang dapat menunjukkan kedatangan Malam Lailatul Qadr. Di antaranya adalah suasana malam yang damai dan tenang, langit yang cerah tanpa awan, serta angin yang lembut. Selain itu, banyak juga riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menyeru umat Islam untuk mencari Malam Lailatul Qadr pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam ganjil.
Manfaat Memanfaatkan Malam Lailatul Qadr
Memanfaatkan Malam Lailatul Qadr memiliki banyak manfaat bagi umat Islam. Selain mendapatkan pahala yang besar, juga merupakan kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah dan taqarrub (pendekatan diri) kepada-Nya. Selain itu, Malam Lailatul Qadr juga merupakan waktu yang tepat untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu serta meminta berbagai kebutuhan baik untuk diri sendiri maupun untuk umat Islam secara keseluruhan.
Kesimpulan
Malam Lailatul Qadr adalah momen paling istimewa di bulan Ramadan yang penuh dengan berkah dan ampunan. Keistimewaannya terletak pada nilai yang sangat tinggi di sisi Allah SWT, bahkan lebih tinggi daripada seribu bulan. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi umat Islam untuk memanfaatkan malam ini dengan melakukan berbagai ibadah seperti shalat, tilawah Al-Qur'an, dzikir, doa, dan sedekah. Dengan memanfaatkan Malam Lailatul Qadr dengan sebaik-baiknya, kita dapat memperoleh ampunan, rahmat, dan maghfirah dari Allah SWT serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada-Nya.
#baznaskotajogja
================
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link:
https://kotayogya.baznas.go.id/rekening
*Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl

Tips Produktif Selama Ramadan: Mengatur Waktu dan Kegiatan Secara Efisien
Ramadan, bulan suci bagi umat Islam, tidak hanya tentang puasa dan ibadah, tetapi juga tentang kesempatan untuk meningkatkan produktivitas dalam segala aspek kehidupan. Mengelola waktu dan kegiatan dengan efisien selama bulan ini dapat membantu seseorang mencapai tujuan spiritual dan dunia dengan lebih baik. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga produktivitas Anda selama Ramadan:
1. Rencanakan Jadwal Harian
Rencanakan jadwal harian Anda dengan bijaksana. Tentukan waktu-waktu untuk beribadah, bekerja, beristirahat, dan beraktivitas lainnya. Menetapkan prioritas dan membuat daftar tugas dapat membantu Anda mengalokasikan waktu secara efisien dan menghindari kebingungan.
2. Manfaatkan Waktu Sahur
Sahur adalah waktu yang penting selama Ramadan. Gunakan waktu sahur untuk mengisi energi dengan makanan yang sehat dan bergizi. Selain itu, manfaatkan waktu ini untuk merencanakan kegiatan hari ini. Menyusun rencana sejak awal hari dapat membantu Anda memaksimalkan produktivitas sepanjang hari.
3. Istirahat yang Cukup
Meskipun Anda mungkin merasa lelah karena berpuasa, pastikan untuk tetap memberikan tubuh Anda istirahat yang cukup. Tidur yang cukup membantu menjaga konsentrasi dan produktivitas Anda selama beraktivitas. Usahakan untuk tidur yang cukup pada malam hari dan manfaatkan waktu istirahat singkat jika diperlukan.
4. Prioritaskan Ibadah
Ramadan adalah waktu untuk meningkatkan ibadah. Prioritaskan waktu untuk shalat, membaca Al-Qur'an, dan melakukan ibadah lainnya. Tetapkan waktu khusus setiap hari untuk beribadah dan jangan biarkan kesibukan sehari-hari menghalangi Anda dari kewajiban spiritual Anda.
5. Batasi Gangguan
Selama Ramadan, hindari gangguan yang dapat mengganggu konsentrasi Anda. Matikan pemberitahuan di ponsel atau komputer Anda saat sedang beribadah atau bekerja. Buat lingkungan yang tenang dan nyaman untuk membantu Anda fokus pada kegiatan yang sedang Anda lakukan.
6. Tetap Aktif
Meskipun Anda berpuasa, tetaplah aktif secara fisik. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan atau stretching untuk menjaga energi dan kesehatan Anda. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan mood dan produktivitas Anda sepanjang hari.
7. Berbagi Tugas
Jika memungkinkan, bagilah tugas-tugas rumah tangga dengan anggota keluarga atau teman. Berbagi tanggung jawab dapat membantu mengurangi beban dan memungkinkan Anda untuk fokus pada ibadah dan pekerjaan lainnya.
8. Tetapkan Tujuan yang Jelas
Tetapkan tujuan yang jelas untuk diri Anda selama Ramadan. Apakah itu mencapai target dalam membaca Al-Qur'an, meningkatkan kualitas shalat, atau mencapai tujuan karier. Memiliki tujuan yang jelas dapat memberikan motivasi tambahan untuk tetap produktif sepanjang bulan ini.
9. Evaluasi dan Sesuaikan
Secara teratur, evaluasi kemajuan Anda dan sesuaikan jadwal serta strategi Anda jika diperlukan. Berikan diri Anda penghargaan atas pencapaian yang telah Anda capai, tetapi juga tetaplah kritis terhadap diri sendiri untuk terus berkembang.
Ramadan adalah waktu yang berharga untuk meningkatkan produktivitas dan mendekatkan diri pada Tuhan. Dengan mengatur waktu dan kegiatan secara efisien, Anda dapat memanfaatkan bulan ini dengan baik dan meraih kesuksesan spiritual dan dunia. Semoga tips di atas dapat membantu Anda mencapai tujuan Anda selama Ramadan.
================
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link:
https://kotayogya.baznas.go.id/rekening
*Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl

Menyambut Ramadan: Persiapan Fisik, Mental, dan SpiritualMenyambut Ramadan: Persiapan Fisik, Mental, dan Spiritual
Ramadan, bulan suci dalam agama Islam, telah menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat Islam berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam sebagai bentuk pengendalian diri dan spiritualitas. Persiapan menyambut Ramadan tidak hanya melibatkan kesiapan fisik dalam menahan lapar dan haus, tetapi juga membutuhkan persiapan mental dan spiritual yang matang. Di bawah ini, kami akan membahas beberapa langkah yang dapat membantu umat Muslim mempersiapkan diri secara menyeluruh untuk menyambut bulan Ramadan.
1. Persiapan Fisik:
Sebelum memasuki bulan Ramadan, penting bagi umat Muslim untuk mempersiapkan tubuh secara fisik agar dapat menahan puasa sepanjang hari. Ini termasuk menjaga pola makan yang seimbang dan sehat pada waktu sahur dan berbuka. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta serat dapat membantu menjaga energi dan menjauhkan rasa lapar. Selain itu, pastikan untuk mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup selama waktu sahur untuk mencegah dehidrasi selama puasa.
2. Persiapan Mental:
Puasa Ramadan membutuhkan kesiapan mental yang kuat untuk menghadapi tantangan menjaga disiplin dan kesabaran sepanjang hari. Memiliki sikap yang positif dan mempersiapkan diri secara mental untuk menghadapi godaan makanan dan minuman akan membantu dalam menjalani puasa dengan lancar. Selain itu, mengatur waktu dan aktivitas secara efisien, serta menghindari situasi yang dapat memicu stres atau emosi negatif, juga merupakan langkah penting dalam persiapan mental.
3. Persiapan Spiritual:
Ramadan juga merupakan waktu untuk meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT dan meningkatkan spiritualitas. Persiapan spiritual melibatkan meningkatkan ibadah, seperti shalat, dzikir, membaca Al-Quran, dan bersedekah. Membuat jadwal harian untuk ibadah dan menetapkan tujuan spiritual yang realistis dapat membantu mengarahkan fokus pada aspek spiritual selama bulan Ramadan. Selain itu, memperbanyak melakukan amal kebaikan dan memaafkan orang lain juga merupakan bagian penting dari persiapan spiritual.
4. Berbagi dengan Sesama:
Salah satu nilai utama Ramadan adalah rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan, umat Muslim juga dapat mempersiapkan diri dengan memikirkan cara untuk berbagi dengan yang membutuhkan. Ini bisa berupa memberikan sedekah, berpartisipasi dalam program amal, atau memberikan bantuan kepada mereka yang kurang beruntung.
Kesimpulan:
Menyambut Ramadan membutuhkan persiapan fisik, mental, dan spiritual yang komprehensif. Dengan mempersiapkan diri secara menyeluruh, umat Muslim dapat menjalani bulan suci ini dengan penuh kesadaran dan penerimaan. Persiapan ini juga memungkinkan mereka untuk mengambil manfaat maksimal dari nilai-nilai spiritual dan pembelajaran yang terkandung dalam Ramadan. Semoga bulan Ramadan kali ini membawa kedamaian, keberkahan, dan kemuliaan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Subhanallah!
#baznaskotayogyakarta
================
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link:
https://kotayogya.baznas.go.id/rekening
*Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
Share
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl

Mengapa Ramadan adalah Bulan Penuh Berkah: Penjelasan dan Maknanya
Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Bulan penuh berkah ini memiliki makna dan keistimewaan tersendiri yang membuatnya begitu berharga bagi umat Islam. Dalam tulisan ini, kita akan menjelaskan mengapa Ramadan dianggap sebagai bulan penuh berkah dan maknanya bagi umat Islam.
Pertama-tama, Ramadan adalah bulan di mana Al-Quran diturunkan. Salah satu malam dalam bulan Ramadan disebut sebagai Lailatul Qadr, yang merupakan malam di mana Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itulah, Ramadan dianggap sebagai bulan yang penuh berkah karena mengandung malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Selain itu, Ramadan adalah bulan di mana umat Islam diwajibkan untuk menjalankan puasa. Puasa Ramadan bukan hanya menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi juga melibatkan meningkatkan ibadah, kebaikan, dan kebersamaan dengan sesama. Puasa memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk membersihkan diri secara spiritual, meningkatkan kesabaran, dan menumbuhkan rasa empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung.
Ramadan juga merupakan bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Hal ini membuat peluang untuk mendapatkan ampunan, pahala, dan keberkahan menjadi lebih besar. Umat Islam diberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka dengan Allah SWT dan meraih ampunan-Nya dengan melakukan ibadah, shalat, tilawah Al-Quran, dan berbagai amal kebaikan lainnya.
Selain itu, Ramadan juga menjadi bulan di mana umat Islam berlomba-lomba dalam melakukan amal kebaikan dan bersedekah. Banyak umat Islam yang memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan kegiatan sosial, seperti memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan, mengadakan buka puasa bersama untuk orang-orang yang tidak mampu, dan menyumbang kepada berbagai amal atau yayasan yang membantu kaum dhuafa dan anak yatim.
Ramadan juga mengajarkan nilai-nilai seperti kesabaran, kontrol diri, kedisiplinan, dan keikhlasan. Dengan menjalani puasa selama sebulan penuh, umat Islam diajarkan untuk mengendalikan hawa nafsu dan emosi mereka, serta meningkatkan kesadaran spiritual mereka.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh berkah karena mengandung malam Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan, wajibnya puasa bagi umat Islam, pintu-pintu surga yang dibuka, serta nilai-nilai dan pelajaran yang terkandung di dalamnya. Ramadan merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan diri secara spiritual, meningkatkan amal kebaikan, dan meraih keberkahan dalam kehidupan mereka.
#baznaskotayogyakarta
================
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link:
https://kotayogya.baznas.go.id/rekening
*Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl

KENAL LEBIH DEKAT UNTUK TERUS BERZAKAT
Berawal tahun 1996, bernama BAZIS (Badan Amil Zakat Infaq Sedekah), berubah menjadi BAZ (1999), berubah menjadi BAZDA (2009) dan menjadi BAZNAS Kota Yogyakarta (2012). BAZNAS Kota Yogyakarta adalah lembaga pemerintah non struktural, dibentuk berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Tugas pokok melakukan pengelolaan zakat, asas pengelolaan "Amanah, Profesional, Akuntabel, dan Transparan", dengan visi "Menjadi Pengelola Zakat Terbaik dan Terpercaya". Audit Syariah oleh Inspektorat Jenderal Kemenag RI (2023) meraih predikat "Sangat Baik" dengan nilai kepatuhan syariah, 86,12, dan transparansi, 90, raihan nilai tertinggi tingkat nasional.
Audit keuangan oleh Kantor Akuntan Publik, meraih predikat WTP sebanyak 13 kali berurutan (2011-2023). Indeks Zakat Nasional meraih nilai tertinggi tingkat DIY dan urutan ke 2 tingkat nasional. Merupakan satu-satunya pengelola zakat di DIY yang memiliki sertifikat internasional ISO 9001:2015. Terbaru BAZNAS Kota Yogyakarta meraih BAZNAS RI Award kategori Publikasi Konten Kantor Digital Teraktif dan Operator SIMBA Terbaik, dan Pj. Walikota Yogyakarta meraih award "Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik ".
Terima kasih telah berkenan menunaikan zakat, infaq, sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, teriring doa semoga harta berkah, keluarga sakinah mawaddah warohmah. Aamiin
#RamadhanKareem#TerimakasihMuzakiDanMustahiq#HartaBerkahKeluargaSakinah#PengelolaZakatTerbaikDanTerpercaya================
================
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link:
https://kotayogya.baznas.go.id/rekening
*Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl

Pemerintah Kota Jogja melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan bantuan bagi anak pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kurang mampu
Pemerintah Kota Jogja melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan bantuan bagi anak pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kurang mampu.
"Kick Off" Pentasyarufan Bantuan senilai Rp 249.350.000 yang akan dibagikan untuk biaya pendidikan kepada 742 anak."Itu memang agenda rutin setiap tahun, termasuk substansinya zakat dari semua instansi," ujar Ketua Baznas Kota Jogja Syamsul Azhari, Selasa (12/3). Didasari hal tersebut, maka program pentasharufan tersebut diselenggarakan. Target penerima bantuan tersebut meliputi pegawai honorer, clining service, dan tenaga bantuan lainya."Karena bantuan untuk anak, maka itu hanya berlaku untuk pegawai yang sudah punya anak usia sekolah," tuturnya.
Penyerahan bantuan diberikan Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo di Masjid Pangeran Diponegoro, Balai Kota Jogja, Senin (12/3) malam selepas Salat Tarawih.
Pada tahun ini bantuan juga diberikan kepada marbot atau penjaga masjid yang masing-masing mendapatkan Rp 250 ribu. Total penjaga masjid yang mendapatkan bantuan sebanyak 476 orang.
Terima kasih telah menunaikan zakat infaq melalui BAZNAS Kota Yk teriring doa semoga harta berkah dan keluarga sakinah mawaddah warohmah. Aamiin. (admin kengy)
#RamadhanKariim#HartaBerkahJiwaSakinah#Terimakasih MuzakiMustahiq#TentramnyaMuzakiBahagianyaMustahiq#AmilTerbaikTerpercaya================
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl

Pentasyarufan Modal Usaha oleh Pj.Walikota yogyakarta
Pentasyarufan Modal Usaha oleh Pj.Walikota yogyakarta, BAZNAS Kota Yogyakarta, Beserta Kabag Kesra Setda Kota Yogyakarta Kepada Penerima :1. Kelompok Mina Tani Lowanu, yang Beralamatkan Di Lowanu Brontokusuman Mergangsan Yogyakarta.Selain itu, di hari yang sama sekaligus juga pentasyarufan Modal Usaha oleh Pj.Walikota Yogyakarta, BAZNAS Kota Yogyakarta Beserta Kabag Kesra Setda Kota Yogyakarta Kepada Para Penerima :1. Ibu Sukreni2. ibu Mursinah3. Ibu Wiji RohaniKetiganya beralamatkan Di Jagalan, Beji, Purwokinanti Pakualaman Yogyakarta.Semoga bantuan yang diberikan menjadi manfaat dan berkah dunia akhirat.
#RamadhanKareem#Terimakasih MuzakiDanMustahiq#HartaBerkahJiwaSakinah#AmilTerbaikTerpercaya
================
================
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link:
https://kotayogya.baznas.go.id/rekening
*Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl

ZAKAT BERDAYAKAN LANSIA DHUAFA
Sebanyak 10 lansia kurang mampu mendapat bantuan paket bahan makan berupa gula pasir 1 kg, minyak 1 liter 3 Pcs, teh 3 Pcs, sarden 1 Pcs, garam 3 Pcs, gula merah 1 kg 1 pcs, dan beras 20 kg. Selain paket bahan makan juga mendapat uang tunai @Rp.300.000. Bantuan diserahkan Wakil Ketua II Drs.Abdul Samik Shandi beserta Pelaksana, M. Fuad, SE Senin 1 Ramadhan/11 Maret di kediaman penerima. Bahan makan dan uang tunai, insyaallah akan diberikan rutin setiap tiga bulan sekali, kerjasama BAZNAS Kota Yogyakarta dengan BAZNAS DIY.
Terima kasih atas penunaian zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta , teriring doa:???????? ????? ??????? ?????????? ????????? ??????? ?????????? ???????? ????? ???? ?????????"Semoga Allah SWT memberikan pahala atas apa yang engkau berikan dan semoga Allah memberkahi harta yang masih ada dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih dosa". Aamiin (admin kengy)
#RamadhanKariim#TerimakasihMuzakiDanMustahiq#HartaBerkahJiwaSakinah#AmilTerbaikTerpercaya================
================
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link:
https://kotayogya.baznas.go.id/rekening
*Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl

Santri Dhuafa Ramadhan 1445 H Siap Berburu Ganjaran
Raut sumringah 50 peserta pesantren Ramadhan 1445 H BAZNAS Kota Yogyakarta saat mengikuti pengukuhan dan pembekalan santri, Senin 1 Ramadhan 1445 (11/3/2024) bertempat di lantai dasar Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta. Wakil Ketua II, Drs.Abdul Sami' Shandi dalam sambutan pengukuhan mengatakan, pesantren dhuafa diselenggarakan dalam rangka memberikan kesempatan bagi tukang becak, buruh bangunan dan lainnya untuk bisa menunaikan amaliyah ramadhan dengan sebaik-baiknya.
Dengan tema "Golek Ganjaran Entuk Bayaran" kami mohon Bapak-Bapak memanfaatkan waktu untuk beribadah. "Sekalipun harus mencari nafkah, harus diniati memperbanyak amaliyah Ramadhan", pesannya. Pelaksana Bidang II, M. Fuad, SE, melaporkan jumlah pendaftar mencapai 63 orang, setelah di lakukan seleksi terdapat 50 orang yang memenuhi syarat. Mereka akan mengikuti pesantren mulai tanggal 1 s.d. 28 Ramadhan 1445 H.
Terima kasih telah menunaikan zakat infaq melalui BAZNAS Kota Yk teriring doa semoga harta berkah dan keluarga sakinah mawaddah warohmah. Aamiin
#RamadhanKariim#HartaBerkahJiwaSakinah#Terimakasih MuzakiMustahiq#TentramnyaMuzakiBahagianyaMustahiq#AmilTerbaikTerpercaya================
================
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link:
https://kotayogya.baznas.go.id/rekening
*Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl

Ramadhan 1445 H Target Penghimpunan ZIS DSKL Baznas Kota Yogyakarta Mencapai Rp.3,2 Miliar
BAZNAS Kota Yogyakarta (Humas)Ramadhan 1445 H Target Penghimpunan ZIS DSKL Mencapai Rp.3,2 Miliar.
Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs.H.Syamsul Azhari, saat menjadi narasumber jumpa pers persiapan Ramadhan 1445 H, diselenggarakan Pemkot Yogyakarta, Jum'at 27 Sya'ban 1445 (8/3/2024) di ruang Bima Balaikota Yogyakarta. Jumpa pers dipimpin Pj. Walikota Yogyakarta, diikuti awak media cetak dan elektronik.
Bapak Drs.H.Syamsul Azhari menjelaskan target Rp.3,2 miliar merupakan target capaian 30% dari target penerimaan ZIS DSKL tahun 2024/1445 sejumlah Rp.10,7 miliar. Ihtiar meraup target selama Ramadhan 1445 H, kegiatan yang diadakan diantaranya edukasi zakat melalui media elektronik dan majelis taklim, layanan zakat di pusat keramaian, jemput zakat oleh relawan. "Selain itu juga layanan kepada jamaah berupa bersih-bersih dan perbaikan sound system masjid/mushola, pesantren bagi dhuafa penarik becak, pedagang asongan dan lainnya serta tebar ta'jil bagi jamaah",pungkasnya.
Terima kasih telah menunaikan zakat infaq melalui BAZNAS Kota Yk teriring doa semoga harta berkah dan keluarga sakinah mawaddah warohmah. Aamiin. (admin kengy)
================
#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq
================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link:
https://kotayogya.baznas.go.id/rekening
*Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl

Membangun Kesadaran Berinfak: Menumbuhkan Kebajikan dan Kemanusiaan
Infak, dalam konteks nilai-nilai agama dan kemanusiaan, bukan hanya sekedar memberikan sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga merupakan sebuah bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap sesama. Membangun kesadaran terhadap praktik berinfak merupakan langkah penting dalam memperkuat nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan dalam masyarakat.
Pertama-tama, kesadaran berinfak membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang urgensi dan kebutuhan akan berbagi dengan sesama. Di tengah ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih melanda banyak komunitas, praktik infak menjadi sarana yang efektif untuk mengurangi disparitas tersebut. Dengan menyadari bahwa ada individu atau kelompok yang kurang beruntung dari segi materi, seseorang dapat lebih mudah tergerak untuk memberikan bantuan dan dukungan.
Selain itu, kesadaran berinfak juga melibatkan pengakuan akan pentingnya peran setiap individu dalam menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Setiap sumbangan, meskipun mungkin terasa kecil, memiliki potensi untuk memberikan dampak yang besar bagi kehidupan orang lain. Dengan menyadari bahwa kontribusi kita dapat membuat perbedaan, kesadaran berinfak membantu memotivasi individu untuk bertindak dan terlibat secara aktif dalam upaya pembangunan kesejahteraan bersama.
Selanjutnya, kesadaran berinfak juga mencakup pemahaman akan manfaat spiritual dan moral yang terkandung dalam praktik berinfak. Infak tidak hanya menghasilkan kebaikan materi, tetapi juga memperkaya jiwa dan memperkuat ikatan spiritual antara individu dengan penciptanya. Dengan menyadari bahwa infak merupakan bentuk ibadah yang mendatangkan pahala, seseorang akan lebih termotivasi untuk melakukannya dengan ikhlas dan tulus.
Selain itu, kesadaran berinfak juga melibatkan pengembangan sikap rendah hati dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki sebenarnya merupakan titipan dari Allah SWT, seseorang akan lebih bersedia untuk berbagi dengan orang lain yang mungkin tidak seberuntung dirinya. Kesadaran akan anugerah yang diberikan juga membantu individu untuk menghindari sikap serakah dan memupuk sikap dermawan yang lebih besar.
Terakhir, kesadaran berinfak melibatkan komitmen untuk belajar dan terus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya berbagi dengan sesama. Dengan mengikuti contoh para tokoh dan ulama yang gigih dalam praktik infak, seseorang dapat memperoleh inspirasi dan motivasi untuk terus berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran dan refleksi yang terus-menerus, kesadaran berinfak akan semakin mengakar dalam diri individu dan menjadi bagian integral dari nilai-nilai dan perilaku mereka.
Dengan demikian, kesadaran berinfak merupakan pondasi yang penting dalam membangun masyarakat yang lebih berkeadilan, berempati, dan berdaya. Melalui pemahaman yang mendalam tentang urgensi dan manfaat praktik berinfak, serta komitmen untuk terus belajar dan bertindak, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua orang. Infak bukan hanya sekadar tindakan, tetapi sebuah sikap hidup yang mengalir dari kesadaran dan kepedulian terhadap sesama.
BERITA20/03/2024 | Ilmi

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat


