WhatsApp Icon
Kapan Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah? Ini Penjelasannya

Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh umat Islam pada bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri. Ibadah ini memiliki tujuan untuk menyucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah agar ibadah tersebut sah dan memberikan manfaat maksimal.

 

Dalam ajaran Islam, waktu pembayaran zakat fitrah telah diatur dengan jelas. Zakat fitrah tidak hanya sekadar kewajiban tahunan, tetapi juga memiliki waktu pelaksanaan yang dianjurkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima zakat atau mustahik. Dengan menunaikan zakat fitrah pada waktu yang tepat, umat Islam dapat memastikan bahwa bantuan tersebut sampai kepada mereka yang membutuhkan sebelum Hari Raya Idulfitri tiba.

Hal ini juga dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar:
"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan salat Id."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa zakat fitrah sebaiknya ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Tujuannya agar para penerima zakat dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan mereka pada hari raya.

Agar lebih jelas, berikut beberapa waktu pelaksanaan zakat fitrah yang perlu diketahui oleh umat Islam:

Awal Waktu Pembayaran Zakat Fitrah
Zakat fitrah sebenarnya sudah dapat dibayarkan sejak awal bulan Ramadan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pengumpulan dan penyaluran zakat kepada para mustahik. Banyak lembaga zakat yang mulai membuka layanan pembayaran zakat fitrah sejak awal Ramadan agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menunaikan kewajiban tersebut.

Pembayaran zakat fitrah pada awal Ramadan juga membantu lembaga zakat dalam mengelola distribusi bantuan secara lebih terencana dan tepat sasaran.

Waktu yang Paling Utama
Meskipun zakat fitrah boleh dibayarkan sejak awal Ramadan, waktu yang paling utama untuk menunaikannya adalah pada malam takbiran hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Pada waktu inilah zakat fitrah sangat dianjurkan untuk ditunaikan karena manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh para penerima zakat menjelang hari raya.

Dengan menerima zakat fitrah pada waktu tersebut, masyarakat yang membutuhkan dapat mempersiapkan kebutuhan mereka untuk merayakan Idulfitri dengan lebih layak dan bahagia.

Waktu yang Makruh untuk Menunda
Menunda pembayaran zakat fitrah hingga mendekati waktu salat Idulfitri sebenarnya tidak dianjurkan apabila berpotensi membuat zakat tidak tersalurkan tepat waktu. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak menunda pembayaran zakat fitrah jika sudah memiliki kemampuan untuk menunaikannya.

Menunda zakat fitrah tanpa alasan yang jelas dapat menyebabkan keterlambatan penyaluran kepada mustahik, sehingga tujuan utama zakat fitrah untuk membantu masyarakat menjelang hari raya tidak tercapai secara maksimal.

Waktu yang Tidak Diperbolehkan
Jika zakat fitrah dibayarkan setelah pelaksanaan salat Idulfitri tanpa alasan yang dibenarkan, maka zakat tersebut tidak lagi dihitung sebagai zakat fitrah, melainkan hanya sebagai sedekah biasa. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW:
"Barang siapa yang menunaikannya sebelum salat Id, maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barang siapa yang menunaikannya setelah salat Id, maka itu hanya dianggap sebagai sedekah biasa."
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Hadis ini menunjukkan pentingnya memperhatikan waktu pembayaran zakat fitrah agar ibadah tersebut sah dan sesuai dengan ketentuan syariat.

Dengan memahami waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan penuh kesadaran. Zakat fitrah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas antar sesama.

Melalui zakat fitrah, umat Islam diajak untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan agar semua orang dapat merasakan keberkahan dan kebahagiaan pada Hari Raya Idulfitri.

Kini, menunaikan zakat fitrah juga semakin mudah dengan adanya layanan digital dari berbagai lembaga zakat terpercaya. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, muzakki dapat memastikan bahwa zakat yang diberikan akan sampai kepada mustahik secara tepat, aman, dan transparan.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#BAZNASKotaYogyakarta
#PerbedaanInfakDanShodaqoh
#Infak
#Shodaqoh
#Sedekah
#AmalKebaikan
#BerbagiKebaikan
#YukInfakDanSedekah

editor: Banyu Bening

17/03/2026 | Kontributor: Adilah
Amalan Rasulullah SAW di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

Memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, suasana batin umat Islam biasanya mulai terbagi. Di satu sisi, ada kegembiraan menyambut hari kemenangan (Idul Fitri), namun di sisi lain, ada rasa sedih karena bulan suci akan segera berlalu. Bagi Rasulullah SAW, fase akhir Ramadan bukanlah waktu untuk bersantai, melainkan momentum untuk melakukan "akselerasi" ibadah yang lebih kencang dari hari-hari sebelumnya.

 

Rasulullah SAW memberikan contoh nyata tentang bagaimana seorang hamba seharusnya menghargai waktu-waktu emas ini. Beliau tidak hanya sekadar berpuasa, tetapi mengubah total ritme hidupnya demi mengejar rida Allah SWT. Berikut adalah amalan-amalan utama Rasulullah SAW yang patut kita teladani.

1. Menghidupkan Malam dengan Ibadah (Qiyamul Lail)
Dalam sebuah riwayat dari Sayyidah Aisyah RA, diceritakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah sesungguh-sungguh dalam beribadah di waktu lain melebihi kesungguhannya di sepuluh hari terakhir Ramadan. Beliau "menghidupkan malamnya", yang artinya beliau meminimalkan waktu tidur untuk diisi dengan shalat malam, zikir, dan doa.

Bagi kita, menghidupkan malam bisa dimulai dengan konsistensi shalat Tarawih, yang kemudian disambung dengan shalat Tahajud, Witir, dan membaca Al-Qur'an hingga waktu sahur tiba. Tujuannya adalah memastikan bahwa tidak ada satu detik pun di malam-malam mulia tersebut yang terlewat tanpa nilai ibadah.

2. Membangunkan Keluarga untuk Beribadah
Rasulullah SAW adalah sosok pemimpin keluarga yang sangat perhatian pada keselamatan spiritual anggota keluarganya. Beliau tidak ingin beribadah sendirian. Di sepuluh malam terakhir, beliau membangunkan istri-istri dan keluarga untuk ikut serta dalam kebaikan malam tersebut.

Hal ini memberikan pelajaran bahwa kesalehan tidak boleh bersifat individual. Sebagai kepala keluarga atau anggota keluarga, kita diajak untuk saling menyemangati, mengajak anak, istri, atau saudara untuk bangun di sepertiga malam terakhir guna memanjatkan doa bersama.

3. Ber-Itikaf di Masjid
Itikaf adalah amalan yang hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi SAW selama sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat. Beliau mengisolasi diri dari kesibukan duniawi dan menetap di masjid.

Itikaf merupakan cara terbaik untuk melakukan "detoksifikasi hati" dari pengaruh dunia. Dengan berdiam diri di rumah Allah, fokus kita hanya tertuju pada satu titik: hubungan antara hamba dengan Sang Pencipta. Di tengah hiruk-pikuk persiapan Lebaran yang sering menguras energi dan pikiran, itikaf menjadi pelindung agar hati tetap terjaga dalam kekhusyukan.

4. Memperbanyak Sedekah dan Kebaikan
Meskipun Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan, kedermawanan beliau di bulan Ramadan, terutama di penghujungnya, digambarkan seperti "angin yang berembus kencang"—sangat cepat dan sangat luas manfaatnya.

Sepuluh hari terakhir adalah waktu terbaik untuk menunaikan zakat mal, zakat fitrah, maupun sedekah sunnah. Menolong sesama, memberi makan orang miskin, atau membantu fasilitas masjid adalah amalan yang sangat disukai Nabi SAW di fase ini.

5. Mencari Lailatul Qadar dengan Doa Khusus
Motivasi terbesar di balik semua amalan tersebut adalah harapan untuk bertemu dengan Lailatul Qadar. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk "berburu" malam kemuliaan tersebut di malam-malam ganjil.

Beliau juga mengajarkan satu doa padat makna untuk dibaca berulang-ulang:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku).

Doa ini menitikberatkan pada permohonan maaf ('afwu), yang maknanya lebih dalam daripada sekadar ampunan (maghfirah), karena 'afwu berarti menghapus dosa hingga tak berbekas sedikit pun.

Mungkin sulit bagi sebagian kita untuk beritikaf penuh selama sepuluh hari karena tuntutan pekerjaan. Namun, kita bisa memodifikasinya dengan cara:

  • Itikaf Parsial: Berniat itikaf setiap kali memasuki masjid untuk shalat berjamaah atau menghadiri kajian malam.
  • Manajemen Tidur: Tidur lebih awal agar bisa bangun lebih segar di sepertiga malam terakhir.
  • Digital Detox: Mengurangi penggunaan media sosial yang tidak perlu agar waktu luang bisa digunakan untuk membaca Al-Qur'an.

Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah fase penentuan. Rasulullah SAW telah menunjukkan bahwa akhir Ramadan adalah puncak perjuangan spiritual, bukan titik jenuh. Dengan menghidupkan malam, mengajak keluarga beribadah, dan memperbanyak sedekah, kita sedang berupaya mengakhiri Ramadan sebagai pemenang yang mendapatkan ampunan total.

Semoga kita diberikan kekuatan untuk meneladani spirit ibadah Rasulullah SAW hingga fajar Idul Fitri menyingsing.

 

Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara online dengan penyaluran amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#RamadanPenuhBerkah
#AmalanRasulullahRamadan
#PuasaRamadan2026
#BayarZakatJogja
#AmalanUtamaRamadan

editor: Banyu Bening

17/03/2026 | Kontributor: Kifti
BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan pada Safari Shubuh Pemerintah Kota Yogyakarta di Masjid Baiturrahman

Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Safari Subuh yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta di Masjid Baiturrahman, Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Safari Ramadan Pemerintah Kota Yogyakarta yang bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, lembaga, dan masyarakat.

Safari Subuh tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Yogyakarta bersama para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan jamaah Masjid Baiturrahman yang mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat sejak pelaksanaan salat Subuh berjamaah hingga rangkaian acara selesai.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, hadir mewakili BAZNAS Kota Yogyakarta dan menyalurkan bantuan kepada Masjid Baiturrahman. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp2.000.000 serta satu kotak perlengkapan P3K. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kemasjidan serta pelayanan bagi jamaah yang beribadah di masjid.

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendukung kegiatan keagamaan, khususnya di masjid. Menurutnya, masjid memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengurus masjid untuk mendukung kegiatan ibadah serta pelayanan kepada jamaah, khususnya selama bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Sementara itu, Takmir Masjid Baiturrahman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta serta Pemerintah Kota Yogyakarta atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masjid. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam menunjang berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di lingkungan masjid.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta atas bantuan yang diberikan kepada Masjid Baiturrahman. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk mendukung kegiatan ibadah serta pelayanan kepada jamaah,” ungkap perwakilan takmir masjid.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga kegiatan keagamaan dan sosial di masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Kegiatan Safari Subuh ini tidak hanya menjadi sarana ibadah bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, berbagai program sosial dan keagamaan dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat sehingga terbangun komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Ramadan merupakan waktu yang penuh keberkahan dan menjadi kesempatan terbaik bagi umat Islam untuk berbagi kepada sesama.

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang amanah dan terpercaya. Dana yang dihimpun nantinya akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Melalui semangat berbagi di bulan suci Ramadan, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menunaikan zakat dan sedekah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat kesejahteraan umat di Kota Yogyakarta.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

16/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Safari Subuh Terakhir Ramadhan 1447 H di Masjid Baitul Hamdi

Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Safari Subuh Pemerintah Kota Yogyakarta yang diselenggarakan di Masjid Baitul Hamdi, Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini menjadi Safari Subuh terakhir yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta selama bulan suci Ramadhan 1447 H.

Safari Subuh tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Yogyakarta bersama jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta jamaah Masjid Baitul Hamdi. Sejak pelaksanaan salat Subuh berjamaah hingga rangkaian acara selesai, kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan.

Kehadiran rombongan pemerintah dalam Safari Subuh ini merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah selama bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, turut hadir bersama rombongan Pemerintah Kota Yogyakarta. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyalurkan bantuan kepada takmir Masjid Baitul Hamdi berupa uang tunai sebesar Rp2.000.000 serta satu box perlengkapan P3K.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan BAZNAS Kota Yogyakarta terhadap kegiatan kemasjidan serta pelayanan bagi jamaah yang beribadah di masjid. Diharapkan bantuan tersebut dapat membantu pengurus masjid dalam menunjang berbagai kegiatan ibadah dan sosial di lingkungan Masjid Baitul Hamdi.

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa masjid memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat. Oleh karena itu, BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kemasjidan di Kota Yogyakarta.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengurus masjid untuk mendukung kegiatan ibadah dan pelayanan kepada jamaah. Semoga Masjid Baitul Hamdi semakin aktif dalam menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Takmir Masjid Baitul Hamdi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta kepada masjid. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu pengurus masjid dalam mendukung berbagai kegiatan yang dilaksanakan di masjid.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta atas bantuan yang diberikan kepada Masjid Baitul Hamdi. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk menunjang kegiatan kemasjidan dan pelayanan kepada jamaah,” ungkap perwakilan takmir masjid.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai kegiatan sosial dan keagamaan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan dengan meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Ramadan merupakan waktu yang penuh keberkahan dan menjadi kesempatan terbaik bagi umat Islam untuk berbagi kepada sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang amanah dan terpercaya. Dana zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi.

Melalui semangat berbagi di bulan Ramadhan, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menunaikan zakat dan sedekah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang serta turut meningkatkan kesejahteraan umat di Kota Yogyakarta.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

16/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BAZNAS Kota Yogyakarta Rilis Laporan Pengelolaan ZIS DSKL Februari 2026

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali merilis laporan pengelolaan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL) periode Februari 2026 sebagai bentuk transparansi dan amanah kepada masyarakat.

Pada bulan Februari 2026, total penghimpunan dana ZIS dan DSKL tercatat sebesar Rp524.092.115. Penghimpunan terbesar berasal dari zakat maal perorangan sebesar Rp345.306.948 atau 65,9 persen dari total dana yang terkumpul. Selain itu, terdapat infak dan sedekah tidak terikat sebesar Rp73.118.496 (14%), infak terikat Rp53.290.264 (10,2%), serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) sebesar Rp51.616.407 (9,8%).

Secara kumulatif hingga Februari 2026, total penghimpunan ZIS dan DSKL telah mencapai Rp1.510.286.838. Angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Pada periode yang sama, penyaluran dana ZIS per program mencapai Rp374.602.413. Penyaluran terbesar disalurkan melalui program Jogja Peduli sebesar Rp256.065.000 (68,4%) yang difokuskan pada bantuan sosial dan kemanusiaan. Selain itu, program Jogja Taqwa menerima Rp60.362.000 (16,1%), Jogja Cerdas sebesar Rp50.675.413 (13,5%), serta program Jogja Sejahtera dan Jogja Sehat untuk mendukung kesejahteraan dan layanan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, total penyaluran ZIS dan DSKL pada Februari mencapai Rp475.945.525, dengan penerima manfaat terbesar berasal dari kelompok fakir miskin sebesar 37,1 persen. Hingga akhir Februari 2026, total penyaluran ZIS dan DSKL telah mencapai Rp1.528.131.623.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzakki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya. InsyaAllah setiap amanah yang dititipkan telah disalurkan kepada para mustahik yang berhak menerima.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan para muzakki dengan pahala berlipat, melapangkan rezeki, dan menghadirkan keberkahan bagi kita semua.

Mari terus kuatkan kepedulian untuk menghadirkan lebih banyak manfaat bagi sesama.

2,5% Zakat, 100 Manfaat. Manfaatnya Dunia. Akhirat. 

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

 

#HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

12/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Yogyakarta

Berita Terbaru

Hikmah dibalik Kafarat
Hikmah dibalik Kafarat
Dalam ajaran Islam, konsep kafarat memiliki kedalaman filosofis yang melampaui sekadar tindakan pembayaran atau pengganti atas kesalahan atau pelanggaran. Ia menawarkan pemahaman yang mendalam tentang proses pembersihan spiritual dan pencapaian pengampunan dari Allah SWT. Artinya, kafarat bukanlah semata-mata bentuk hukuman, melainkan juga merupakan kesempatan untuk belajar, bertobat, dan kembali kepada jalan yang benar. Makna Kafarat Kafarat, atau penebusan, merujuk pada tindakan yang diambil seseorang sebagai kompensasi atas pelanggaran terhadap aturan-aturan Islam. Pelanggaran ini dapat berupa kesalahan dalam berpuasa, sumpah palsu, pelanggaran hukum dalam melakukan ibadah, dan sebagainya. Dalam konteks kafarat, tujuannya bukan hanya untuk menghapuskan dosa, tetapi juga untuk mengembalikan keseimbangan spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pembelajaran Tentang Kebaikan dan Keburukan Kafarat mengajarkan kita pentingnya bertanggung jawab atas kesalahan yang kita lakukan. Dengan mengakui kesalahan dan mengambil tindakan untuk memperbaikinya, kita belajar untuk bertanggung jawab atas tindakan kita dan menghormati hukum Allah SWT. Ini juga merupakan pelajaran tentang pentingnya memahami konsekuensi dari tindakan kita dan siap untuk menerima tanggung jawabnya. Selain itu, kafarat juga menyoroti nilai pengampunan dan belas kasihan dalam Islam. Ketika seseorang membayar kafarat dengan sungguh-sungguh dan dengan niat yang tulus, Allah SWT menjanjikan pengampunan dan rahmat-Nya. Ini menunjukkan bahwa Allah SWT adalah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat, siap untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat dengan sungguh-sungguh. Proses Pembersihan dan Pemurnian Kafarat juga merupakan bagian dari proses pembersihan dan pemurnian diri. Dengan membayar kafarat, seseorang tidak hanya membersihkan dosa-dosanya di hadapan Allah SWT, tetapi juga membersihkan hati dan jiwa dari beban kesalahan yang terus-menerus mengganggu. Ini memungkinkan individu untuk memulai kembali dengan pikiran yang jernih dan hati yang suci, siap untuk berkomitmen pada kebaikan dan ketakwaan. Dalam Islam, konsep kafarat bukanlah sekadar hukuman atau denda, tetapi lebih dari itu, ia adalah kesempatan untuk memperoleh pengampunan, pembersihan spiritual, dan pembelajaran yang mendalam tentang tanggung jawab, pengampunan, dan pertobatan. Dengan memahami hikmah di balik kafarat, kita dapat mengambil pelajaran berharga tentang pentingnya kesalahan, pengampunan, dan pertobatan dalam perjalanan spiritual kita. Sehingga, setiap tindakan pembayaran kafarat bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai langkah menuju kedekatan dengan Allah SWT dan pengembangan karakter yang lebih baik sebagai hamba-Nya.
BERITA21/03/2024 | Ilham maarif
Q&A Part IV: Bagaimana Ukuran dan Bentuk Fidyah Beserta Waktu Membayarnya?
Q&A Part IV: Bagaimana Ukuran dan Bentuk Fidyah Beserta Waktu Membayarnya?
1. Ukuran Fidyah Ketika berbicara soal fidyah, maka hal ini tidak terlepaskan dari soal berapa ukuran fidyah yang harus dikeluarkan? Berbeda dengan zakat fitrah yang ukuran standarnya oleh semua ulama telah disepakati yaitu satu sha’ seperti yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits, untuk soal fidyah ternyata para ulama berbeda pendapat: “Dari Ibnu Umar r.a. beliau berkata : Nabi Muhammad SAW mewajibkan zakat fitrah seukuran satu sha’, baik berupa kurma ataupun gandum, kepada semua pribadi muslim, budak maupun orang merdeka, pria-wanita, anak-anak dan dewasa. Serta memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang berangkat untuk sholat.( HR. al-Bukhari). Menurut madzhab Hanafi misalkan, ukuran fidyah yang wajib dikeluarkan adalah satu sha’, berarti ukuran ini sama dengan ukuran zakat fitrah. Sedangkan menurut madzhab Maliki dan Syafi’i, ukuran fidyah bukan satu sha’, melainkan satu mud. Dan ternyata pendapat ini juga dipegang oleh beberapa ulama lainnya seperti al-Tsauri dan al- ‘Auzai. Terakhir menurut madzhab Hambali, dalam pandangan mereka ukuran fidyah tergantung pada jenis makanan yang dikeluarkan. Kalau kurma, ukurannya adalah setengah sha’, dan kalau gandum utuh maka ukurannya satu mud. Lalu apa itu sha’ dan mud? Sha’ adalah satuan ukur yang umum digunakan dizaman Nabi Muhammad SAW, begitu juga mud. Namun bedanya adalah, sha’ (satuan ukur dalam bentuk volume, bukan berat) itu setara dengan ukuran ya katakan lah kurma yang memenuhi dua telapak tangan orang dewasa normal yang digabungkan, persis seperti posisi telapak tangan ketika berdoa. Sedangkan mud adalah ukuran yang volumenya hanya ¼ dari ukuran sha’. Yang mana kalau kita konversikan kedua ukuran tersebut kedalam satuan ukur saat ini maka satu mud setara dengan 675gr atau 0,688lt. Berarti kalau ukuran satu sha’, ya tinggal dikalikan empat saja, 1 sha’ = 675grx4=2700gr (2,7kg) atau 0,688x4=2,752lt.1 2. Bentuk Fidyah Namanya saja tebusan makanan, maka bentuk fidyah yang dikeluarkan sudah barang tentu berupa makanan. dan dalil-dalil tentang fidyah pun memang redaksinya makanan yang dalam bahasa arabnya disebut tho’am ????. Namun makanan yang dimaksud di sini adalah makanan mentah berupa kurma, atau gandum, baik yang masih utuh ataupun yang sudah menjadi tepung atau bubuk, dan bukan hidangan siap santap atau makanan matang. Selain itu, pertimbangan makanan pokok setiap daerah juga perlu dilakukan. Maksudnya begini, kalau dulu di zaman Nabi SAW, di Madinah khususnya, membayar fidyah dengan kurma atau gandum, itu memang sudah hal yang lumran dan wajar. Karena makanan pokoknya memang seperti itu. Tapi dalam konteks negara kita yang kaya akan bahasa, budaya, adat-istiadat, dan yang lainnya termasuk soal makanan pokok, maka akan terasa ganjil apabila kita yang tinggal di Jakarta khususnya, memberikan fidyah kepada orang miskin berupa kurma sebagai makanan pokok. Yang ada justru belum mencukupi syarat dan tidak sah mengeluarkan atau membayarkan fidyah berupa kurma, karena esesnsi memberi makan orang miskin belum terwujud, karena makanan pokok kita adalah nasi. Sedangkan kurma hanya sebatas buah yang dikonsumsi sesekali waktu saja. 3. Waktu Membayar Fidyah Para ulama sepakat bahwa fidyah wajib dikeluarkan atau dibayarkan oleh mereka-mereka yang mendapatkan kewajiban untuk membayarkannya, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya siapa saja yang wajib membayar fidyah. Namun para ulama berbeda pendapat dalam hal waktu pelaksanaannya. Apakah fidyah tersebut dibayarkan pada saat bulan Ramadhan atau sebelumnya? a. Sebelum Bulan Ramadhan Yang dimaksud membayar fidyah sebelum Ramadhan di sini adalah jika mereka orang-orang yang merasa bahwa nanti ketika bulan Ramadhan tiba tidak mampu untuk menjalankan ibadah puasa kemudian jauh-jauh hari sebelum datang bulan Ramadhan atau paling tidak sebelum masuk bulan Ramadhan mereka sudah membayarkan fidyah. Dalam kasus seperti ini, menurut kalangan madzhab Hanafi dianggap sah-sah saja. Jadi, misalkan, ada seorang yang sudah lanjut usia, maka dia boleh saja membayarkan fidyahnya sebelum datang bulan Ramadhan di mana dia tidak mampu untuk berpuasa. Begitu juga yang lainnya seperti orang sakit, wanita hamil, dan sebagainya. b. Di Bulan Ramadhan Kalau tadi menurut madzhab Hanafi membayarkan fidyah sebelum bulan Ramadhan tiba dibolehkan, beda hal nya dengan madzhab Syafi’i. Dalam pandangan madzhab ini , aturan main yang berlaku adalah membayar fidyah itu dilakukan di bulan Ramadhan. Jadi kalau orang yang sudah lanjut usia dan merasa tidak kuat untuk berpuasa, maka dia belum diperbolehkan membayar fidyahnya sampai datang bulan Ramadhan. Minimal di malam hari atau sebelum terbit matahari di mana di keesokan harinya dia tidak berpuasa. Penulis: Yoga Pratama #BaznasKotaYogyakarta
BERITA20/03/2024 | Yoga Pratama
GOLONGAN ORANG YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT
GOLONGAN ORANG YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT
Membayar zakat merupakan perintah yang wajib ditunaikan oleh setiap umat Islam yang mampu untuk memberikan sebagian dari kekayaan mereka kepada golongan yang membutuhkan. Bagi orang muslim yang tidak mampu mencukupi biaya hidup, mereka tidak wajib membayar zakat. Namun sebaliknya, mereka harus diberikan zakat. Golongan penerima zakat atau orang yang berhak menerima zakat (Asnaf) ini telah dijelaskan dalam Surah At-Taubah ayat 60 yang berbunyi: ???????? ??????????? ?????????????? ??????????????? ???????????????? ????????? ???????????????? ???????????? ????? ?????????? ???????????????? ?????? ???????? ??????? ??????? ???????????? ?????????? ????? ??????? ?????????? ???????? ???????? Artinya“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang yang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk(membebaskan) orang yang berhutang, untuk dijalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui,Mahabijaksana.” Hal tersebut juga berdasar pada hadis Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:Abu Dawud,Ibnu Majah dan Ad-Daruquthni meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., “Rasulullah Saw,mewajibkan zakat fitrah guna menyucikan orang puasa dari kesia-siaan dan perkataan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum Shala Idul Fitri, maka menjadi zakat yang diterima, tapi jika menunaikannya setelah shalat, maka menjadi sedekah biasa.” Lalu, siapa saja golongan orang-orang yang berhak menerima zakat?. Berikut adalah beberapa golongan penerima zakat yang umumnya disepakati dalam fiqh (hukum Islam): Fakir : Orang-orang yang hidup dalam keadaan sangat miskin dan tidak memiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Miskin: Individu atau keluarga yang tidak memiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, meskipun mungkin tidak seburuk fakir. Amil: Orang-orang yang ditugaskan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Mereka berhak menerima bagian dari zakat sebagai gaji atau biaya operasional. Muallaf: Orang-orang non-Muslim yang baru saja masuk Islam, atau yang membutuhkan bantuan untuk memperkuat keyakinan mereka dalam Islam. Riqab: Budak atau hamba sahaya yang ingin membebaskan diri mereka dari perbudakan. Gharimin: Orang-orang yang berhutang dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar mereka atau untuk keperluan yang diperlukan. Fisabilillah: Orang-orang yang berjuang di jalan Allah, seperti pejuang dalam jihad fisabilillah. Ibnu Sabil: Musafir yang terjebak atau kehabisan dana selama perjalanan. Pemberian zakat bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat Muslim, serta untuk membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan yang miskin. Menetapkan siapa yang berhak menerima zakat sangat penting dalam praktek zakat untuk memastikan bahwa bantuan disalurkan dengan tepat kepada yang membutuhkan.
BERITA20/03/2024 | admin asmara
Makna Zakat Fitrah
Makna Zakat Fitrah
Zakat memiliki makna yang sangat penting dalam Islam. Ini adalah salah satu dari lima rukun Islam dan merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang mampu untuk memberikan sebagian dari harta mereka kepada yang membutuhkan. Berikut adalah beberapa makna dari zakat: Kewajiban Agama: Zakat adalah kewajiban agama yang diwajibkan kepada umat Muslim yang mampu. Ini merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang harus dipatuhi oleh umat Islam. Pembersih Harta: Zakat membantu membersihkan harta seseorang dari sifat serakah dan keserakahan. Dengan memberikan sebagian dari harta mereka kepada yang membutuhkan, Muslim diingatkan untuk tidak terlalu terikat pada kekayaan duniawi dan untuk berbagi dengan orang lain. Redistribusi Kekayaan: Zakat berfungsi sebagai alat redistribusi kekayaan dalam masyarakat. Ini membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antara orang-orang kaya dan miskin dengan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Menjalin Solidaritas Sosial: Zakat memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat Muslim. Ini memperkuat rasa solidaritas dan empati antara anggota masyarakat, karena mereka saling membantu satu sama lain dalam kebutuhan mereka. Pembersih Jiwa: Selain membersihkan harta, zakat juga dianggap membersihkan jiwa seseorang. Ini membantu seseorang untuk mengembangkan rasa kepedulian, belas kasihan, dan kasih sayang terhadap sesama manusia. Pengabdiannya kepada Allah: Zakat adalah salah satu cara bagi umat Muslim untuk menunjukkan pengabdian mereka kepada Allah SWT. Dengan memberikan zakat, mereka mematuhi perintah Allah dan menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang mereka terima. Dalam Islam, zakat bukan hanya tentang memberikan sebagian dari harta, tetapi juga tentang sikap hati yang baik dan kepedulian terhadap sesama manusia. zakat bukan hanya sekedar kewajiban hukum, tetapi juga merupakan wujud dari spiritualitas, solidaritas sosial, dan pengabdian kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan puasa dari perbuatan sia-sia dan ucapan sia-sia, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat ‘Ied, maka zakat fitrah tersebut diterima sebagai zakat, dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat ‘Ied, maka zakat fitrah tersebut adalah sedekah.” (HR. Abu Daud, Ibn Majah, dan lainnya)” Dalam hadis-hadis tersebut, Rasulullah SAW menegaskan kewajiban zakat fitrah sebagai bagian dari ibadah di bulan Ramadan. Zakat fitrah harus dibayarkan sebelum shalat Idul Fitri sebagai bentuk kesucian dari perbuatan dan ucapan sia-sia, serta sebagai upaya memberi makanan kepada orang-orang miskin. ================#HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya#AmanahProfesionalTransparan#TerimakasihMuzakiDanMustahiq================*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat*Kunjungi: website:https://baznas.jogjakota.go.id
BERITA20/03/2024 | admin asmara
Ramadan di Era Digital: Tantangan dan Peluang dalam Beribadah
Ramadan di Era Digital: Tantangan dan Peluang dalam Beribadah
Ramadan, bulan suci umat Islam yang penuh berkah, kembali tiba. Namun, di era digital seperti sekarang, Ramadan hadir dengan tantangan baru serta peluang yang belum pernah ada sebelumnya dalam beribadah. Bagaimana umat Islam menghadapi tantangan tersebut sambil memanfaatkan peluang yang ada? Salah satu tantangan utama Ramadan di era digital adalah gangguan dari teknologi. Sementara teknologi memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan mengakses informasi, namun sering kali kita tergoda untuk terlalu banyak menggunakan media sosial atau aplikasi lainnya, menyebabkan kita teralihkan dari ibadah. Maka, penting bagi umat Islam untuk membatasi penggunaan teknologi selama Ramadan, dan menggunakan waktu yang lebih banyak untuk beribadah, merenung, dan membaca Al-Quran. Selain itu, tantangan lainnya adalah kesulitan menjaga konsistensi dalam beribadah di tengah kesibukan dunia digital. Jadwal yang padat dan godaan dari internet dapat membuat seseorang menjadi kurang fokus pada ibadah. Oleh karena itu, penting untuk memiliki jadwal ibadah yang teratur dan disiplin diri untuk tetap mengikuti jadwal tersebut. Namun, di balik tantangan tersebut, Ramadan di era digital juga membawa berbagai peluang baru dalam beribadah. Salah satunya adalah kemudahan untuk mengakses sumber-sumber ilmu agama. Melalui internet, umat Islam dapat mengikuti kajian-kajian agama, ceramah, dan bacaan Al-Quran dari berbagai belahan dunia. Hal ini memungkinkan kita untuk terus memperdalam pemahaman agama serta memperkuat keimanan selama bulan Ramadan. Selain itu, media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk berbagi kebaikan dan memperluas jaringan sosial yang positif. Dengan membagikan informasi tentang amal kebaikan, mengajak orang lain untuk beribadah bersama, atau memberikan motivasi kepada sesama muslim, kita dapat memperkaya pengalaman Ramadan kita serta memberikan inspirasi kepada orang lain. Ramadan di era digital juga memberikan kesempatan untuk berinovasi dalam beribadah. Aplikasi dan platform digital dapat digunakan untuk membantu kita mengatur jadwal ibadah, mengingatkan waktu-waktu shalat, atau bahkan untuk berdonasi secara online. Dengan memanfaatkan teknologi dengan bijak, kita dapat membuat pengalaman Ramadan menjadi lebih teratur, efisien, dan bermakna. Dalam menghadapi Ramadan di era digital, penting untuk menjaga keseimbangan antara dunia digital dan ibadah. Meskipun teknologi dapat menjadi gangguan, namun dengan disiplin dan penggunaan yang bijak, kita dapat mengubah tantangan menjadi peluang untuk memperdalam ibadah kita serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Semoga Ramadan kali ini membawa berkah dan keberkahan bagi umat Islam di seluruh dunia. Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amal ibadah diterima oleh allah swt ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl
Implementasi Pendistribusian Zakat Fitrah
Implementasi Pendistribusian Zakat Fitrah
Implementasi Pendistribusian Zakat Fitrah : Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi umat Muslim yang harus dikeluarkan setiap tahunnya menjelang hari raya Idul Fitri. Selain sebagai ibadah, zakat fitrah juga memiliki tujuan sosial yang sangat penting, yaitu untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu. Implementasi yang tepat dalam pendistribusian zakat fitrah menjadi kunci dalam mencapai tujuan tersebut. Pengumpulan Zakat Fitrah Langkah awal dalam implementasi pendistribusian zakat fitrah adalah pengumpulan dana dari umat Muslim yang mampu. Organisasi keagamaan, lembaga amil zakat, atau badan amil zakat daerah biasanya bertanggung jawab dalam mengorganisir dan mengelola pengumpulan zakat fitrah ini. Transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengumpulan dana sangatlah penting untuk memastikan kepercayaan umat dalam sistem ini. Identifikasi Penerima Manfaat Setelah dana terkumpul, langkah berikutnya adalah identifikasi penerima manfaat zakat. Hal ini dilakukan dengan cara survei atau pendataan di masyarakat untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima zakat fitrah sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Penerima zakat fitrah biasanya adalah orang-orang yang kurang mampu, fakir miskin, yatim piatu, janda, dan mereka yang tergolong dalam delapan asnaf penerima zakat. Penyaluran Zakat Fitrah Penyaluran zakat fitrah harus dilakukan dengan cermat dan adil. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain : Bentuk Bahan Pangan : Zakat fitrah dapat disalurkan dalam bentuk bahan pangan pokok seperti beras, gandum, atau makanan lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat penerima. Uang Tunai : Jika lebih memungkinkan, zakat fitrah juga dapat disalurkan dalam bentuk uang tunai agar penerima dapat memilih sendiri kebutuhan apa yang perlu dipenuhi. Program Kesejahteraan : Selain itu, zakat fitrah juga dapat digunakan untuk mendukung program-program kesejahteraan seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan. Monitoring dan Evaluasi Penting untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program pendistribusian zakat fitrah. Dengan adanya mekanisme ini, dapat dipastikan bahwa dana zakat fitrah telah disalurkan secara efektif dan tepat sasaran. Selain itu, evaluasi juga dapat digunakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas dalam implementasi program zakat fitrah di masa mendatang. Peran Masyarakat dan Pemerintah Keterlibatan aktif masyarakat dalam implementasi pendistribusian zakat fitrah sangatlah penting. Selain itu, dukungan pemerintah juga dapat memperkuat efektivitas program zakat fitrah melalui regulasi yang mendukung, insentif bagi lembaga amil zakat, dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Dengan implementasi yang baik, zakat fitrah memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen yang efektif dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kerjasama yang kuat antara lembaga amil zakat, masyarakat, dan pemerintah, tujuan tersebut dapat tercapai secara berkelanjutan.
BERITA20/03/2024 | admin asmara
Keutamaan Malam Lailatul Qadr: Momen Paling Istimewa di Bulan Ramadan
Keutamaan Malam Lailatul Qadr: Momen Paling Istimewa di Bulan Ramadan
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Bulan yang penuh ampunan, rahmat, dan maghfirah ini diisi dengan berbagai ibadah, seperti puasa, shalat tarawih, tilawah Al-Qur'an, dan sedekah. Namun, di antara semua malam dalam Ramadan, ada satu malam yang sangat istimewa, yaitu Malam Lailatul Qadr. Signifikansi Malam Lailatul Qadr Malam Lailatul Qadr memiliki posisi yang sangat istimewa dalam Islam. Keistimewaannya terutama disebabkan oleh berbagai hadis yang menyebutkan keutamaan malam ini. Dalam Surah Al-Qadr, Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3). Dari ayat ini, kita dapat memahami bahwa Malam Lailatul Qadr nilainya lebih tinggi daripada seribu bulan. Ibadah di Malam Lailatul Qadr Berbagai ibadah yang dilakukan pada Malam Lailatul Qadr memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. Di antara ibadah yang dianjurkan adalah shalat malam, tilawah Al-Qur'an, dzikir, doa, dan sedekah. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa shalat pada malam Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan harapan mendapatkan pahala diampuni dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, Malam Lailatul Qadr adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan dan rahmat Allah SWT. Ciri-ciri Malam Lailatul Qadr Meskipun tanggal pastinya tidak diketahui secara pasti, terdapat beberapa tanda yang dapat menunjukkan kedatangan Malam Lailatul Qadr. Di antaranya adalah suasana malam yang damai dan tenang, langit yang cerah tanpa awan, serta angin yang lembut. Selain itu, banyak juga riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menyeru umat Islam untuk mencari Malam Lailatul Qadr pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam ganjil. Manfaat Memanfaatkan Malam Lailatul Qadr Memanfaatkan Malam Lailatul Qadr memiliki banyak manfaat bagi umat Islam. Selain mendapatkan pahala yang besar, juga merupakan kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah dan taqarrub (pendekatan diri) kepada-Nya. Selain itu, Malam Lailatul Qadr juga merupakan waktu yang tepat untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu serta meminta berbagai kebutuhan baik untuk diri sendiri maupun untuk umat Islam secara keseluruhan. Kesimpulan Malam Lailatul Qadr adalah momen paling istimewa di bulan Ramadan yang penuh dengan berkah dan ampunan. Keistimewaannya terletak pada nilai yang sangat tinggi di sisi Allah SWT, bahkan lebih tinggi daripada seribu bulan. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi umat Islam untuk memanfaatkan malam ini dengan melakukan berbagai ibadah seperti shalat, tilawah Al-Qur'an, dzikir, doa, dan sedekah. Dengan memanfaatkan Malam Lailatul Qadr dengan sebaik-baiknya, kita dapat memperoleh ampunan, rahmat, dan maghfirah dari Allah SWT serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada-Nya. #baznaskotajogja ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl
Tips Produktif Selama Ramadan: Mengatur Waktu dan Kegiatan Secara Efisien
Tips Produktif Selama Ramadan: Mengatur Waktu dan Kegiatan Secara Efisien
Ramadan, bulan suci bagi umat Islam, tidak hanya tentang puasa dan ibadah, tetapi juga tentang kesempatan untuk meningkatkan produktivitas dalam segala aspek kehidupan. Mengelola waktu dan kegiatan dengan efisien selama bulan ini dapat membantu seseorang mencapai tujuan spiritual dan dunia dengan lebih baik. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga produktivitas Anda selama Ramadan: 1. Rencanakan Jadwal Harian Rencanakan jadwal harian Anda dengan bijaksana. Tentukan waktu-waktu untuk beribadah, bekerja, beristirahat, dan beraktivitas lainnya. Menetapkan prioritas dan membuat daftar tugas dapat membantu Anda mengalokasikan waktu secara efisien dan menghindari kebingungan. 2. Manfaatkan Waktu Sahur Sahur adalah waktu yang penting selama Ramadan. Gunakan waktu sahur untuk mengisi energi dengan makanan yang sehat dan bergizi. Selain itu, manfaatkan waktu ini untuk merencanakan kegiatan hari ini. Menyusun rencana sejak awal hari dapat membantu Anda memaksimalkan produktivitas sepanjang hari. 3. Istirahat yang Cukup Meskipun Anda mungkin merasa lelah karena berpuasa, pastikan untuk tetap memberikan tubuh Anda istirahat yang cukup. Tidur yang cukup membantu menjaga konsentrasi dan produktivitas Anda selama beraktivitas. Usahakan untuk tidur yang cukup pada malam hari dan manfaatkan waktu istirahat singkat jika diperlukan. 4. Prioritaskan Ibadah Ramadan adalah waktu untuk meningkatkan ibadah. Prioritaskan waktu untuk shalat, membaca Al-Qur'an, dan melakukan ibadah lainnya. Tetapkan waktu khusus setiap hari untuk beribadah dan jangan biarkan kesibukan sehari-hari menghalangi Anda dari kewajiban spiritual Anda. 5. Batasi Gangguan Selama Ramadan, hindari gangguan yang dapat mengganggu konsentrasi Anda. Matikan pemberitahuan di ponsel atau komputer Anda saat sedang beribadah atau bekerja. Buat lingkungan yang tenang dan nyaman untuk membantu Anda fokus pada kegiatan yang sedang Anda lakukan. 6. Tetap Aktif Meskipun Anda berpuasa, tetaplah aktif secara fisik. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan atau stretching untuk menjaga energi dan kesehatan Anda. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan mood dan produktivitas Anda sepanjang hari. 7. Berbagi Tugas Jika memungkinkan, bagilah tugas-tugas rumah tangga dengan anggota keluarga atau teman. Berbagi tanggung jawab dapat membantu mengurangi beban dan memungkinkan Anda untuk fokus pada ibadah dan pekerjaan lainnya. 8. Tetapkan Tujuan yang Jelas Tetapkan tujuan yang jelas untuk diri Anda selama Ramadan. Apakah itu mencapai target dalam membaca Al-Qur'an, meningkatkan kualitas shalat, atau mencapai tujuan karier. Memiliki tujuan yang jelas dapat memberikan motivasi tambahan untuk tetap produktif sepanjang bulan ini. 9. Evaluasi dan Sesuaikan Secara teratur, evaluasi kemajuan Anda dan sesuaikan jadwal serta strategi Anda jika diperlukan. Berikan diri Anda penghargaan atas pencapaian yang telah Anda capai, tetapi juga tetaplah kritis terhadap diri sendiri untuk terus berkembang. Ramadan adalah waktu yang berharga untuk meningkatkan produktivitas dan mendekatkan diri pada Tuhan. Dengan mengatur waktu dan kegiatan secara efisien, Anda dapat memanfaatkan bulan ini dengan baik dan meraih kesuksesan spiritual dan dunia. Semoga tips di atas dapat membantu Anda mencapai tujuan Anda selama Ramadan. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl
Menyambut Ramadan: Persiapan Fisik, Mental, dan SpiritualMenyambut Ramadan: Persiapan Fisik, Mental, dan Spiritual
Menyambut Ramadan: Persiapan Fisik, Mental, dan SpiritualMenyambut Ramadan: Persiapan Fisik, Mental, dan Spiritual
Ramadan, bulan suci dalam agama Islam, telah menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat Islam berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam sebagai bentuk pengendalian diri dan spiritualitas. Persiapan menyambut Ramadan tidak hanya melibatkan kesiapan fisik dalam menahan lapar dan haus, tetapi juga membutuhkan persiapan mental dan spiritual yang matang. Di bawah ini, kami akan membahas beberapa langkah yang dapat membantu umat Muslim mempersiapkan diri secara menyeluruh untuk menyambut bulan Ramadan. 1. Persiapan Fisik: Sebelum memasuki bulan Ramadan, penting bagi umat Muslim untuk mempersiapkan tubuh secara fisik agar dapat menahan puasa sepanjang hari. Ini termasuk menjaga pola makan yang seimbang dan sehat pada waktu sahur dan berbuka. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta serat dapat membantu menjaga energi dan menjauhkan rasa lapar. Selain itu, pastikan untuk mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup selama waktu sahur untuk mencegah dehidrasi selama puasa. 2. Persiapan Mental: Puasa Ramadan membutuhkan kesiapan mental yang kuat untuk menghadapi tantangan menjaga disiplin dan kesabaran sepanjang hari. Memiliki sikap yang positif dan mempersiapkan diri secara mental untuk menghadapi godaan makanan dan minuman akan membantu dalam menjalani puasa dengan lancar. Selain itu, mengatur waktu dan aktivitas secara efisien, serta menghindari situasi yang dapat memicu stres atau emosi negatif, juga merupakan langkah penting dalam persiapan mental. 3. Persiapan Spiritual: Ramadan juga merupakan waktu untuk meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT dan meningkatkan spiritualitas. Persiapan spiritual melibatkan meningkatkan ibadah, seperti shalat, dzikir, membaca Al-Quran, dan bersedekah. Membuat jadwal harian untuk ibadah dan menetapkan tujuan spiritual yang realistis dapat membantu mengarahkan fokus pada aspek spiritual selama bulan Ramadan. Selain itu, memperbanyak melakukan amal kebaikan dan memaafkan orang lain juga merupakan bagian penting dari persiapan spiritual. 4. Berbagi dengan Sesama: Salah satu nilai utama Ramadan adalah rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan, umat Muslim juga dapat mempersiapkan diri dengan memikirkan cara untuk berbagi dengan yang membutuhkan. Ini bisa berupa memberikan sedekah, berpartisipasi dalam program amal, atau memberikan bantuan kepada mereka yang kurang beruntung. Kesimpulan: Menyambut Ramadan membutuhkan persiapan fisik, mental, dan spiritual yang komprehensif. Dengan mempersiapkan diri secara menyeluruh, umat Muslim dapat menjalani bulan suci ini dengan penuh kesadaran dan penerimaan. Persiapan ini juga memungkinkan mereka untuk mengambil manfaat maksimal dari nilai-nilai spiritual dan pembelajaran yang terkandung dalam Ramadan. Semoga bulan Ramadan kali ini membawa kedamaian, keberkahan, dan kemuliaan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Subhanallah! #baznaskotayogyakarta ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja Share
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl
Mengapa Ramadan adalah Bulan Penuh Berkah: Penjelasan dan Maknanya
Mengapa Ramadan adalah Bulan Penuh Berkah: Penjelasan dan Maknanya
Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Bulan penuh berkah ini memiliki makna dan keistimewaan tersendiri yang membuatnya begitu berharga bagi umat Islam. Dalam tulisan ini, kita akan menjelaskan mengapa Ramadan dianggap sebagai bulan penuh berkah dan maknanya bagi umat Islam. Pertama-tama, Ramadan adalah bulan di mana Al-Quran diturunkan. Salah satu malam dalam bulan Ramadan disebut sebagai Lailatul Qadr, yang merupakan malam di mana Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itulah, Ramadan dianggap sebagai bulan yang penuh berkah karena mengandung malam yang lebih baik dari seribu bulan. Selain itu, Ramadan adalah bulan di mana umat Islam diwajibkan untuk menjalankan puasa. Puasa Ramadan bukan hanya menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi juga melibatkan meningkatkan ibadah, kebaikan, dan kebersamaan dengan sesama. Puasa memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk membersihkan diri secara spiritual, meningkatkan kesabaran, dan menumbuhkan rasa empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung. Ramadan juga merupakan bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Hal ini membuat peluang untuk mendapatkan ampunan, pahala, dan keberkahan menjadi lebih besar. Umat Islam diberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka dengan Allah SWT dan meraih ampunan-Nya dengan melakukan ibadah, shalat, tilawah Al-Quran, dan berbagai amal kebaikan lainnya. Selain itu, Ramadan juga menjadi bulan di mana umat Islam berlomba-lomba dalam melakukan amal kebaikan dan bersedekah. Banyak umat Islam yang memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan kegiatan sosial, seperti memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan, mengadakan buka puasa bersama untuk orang-orang yang tidak mampu, dan menyumbang kepada berbagai amal atau yayasan yang membantu kaum dhuafa dan anak yatim. Ramadan juga mengajarkan nilai-nilai seperti kesabaran, kontrol diri, kedisiplinan, dan keikhlasan. Dengan menjalani puasa selama sebulan penuh, umat Islam diajarkan untuk mengendalikan hawa nafsu dan emosi mereka, serta meningkatkan kesadaran spiritual mereka. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh berkah karena mengandung malam Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan, wajibnya puasa bagi umat Islam, pintu-pintu surga yang dibuka, serta nilai-nilai dan pelajaran yang terkandung di dalamnya. Ramadan merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan diri secara spiritual, meningkatkan amal kebaikan, dan meraih keberkahan dalam kehidupan mereka. #baznaskotayogyakarta ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl
KENAL LEBIH DEKAT UNTUK TERUS BERZAKAT
KENAL LEBIH DEKAT UNTUK TERUS BERZAKAT
Berawal tahun 1996, bernama BAZIS (Badan Amil Zakat Infaq Sedekah), berubah menjadi BAZ (1999), berubah menjadi BAZDA (2009) dan menjadi BAZNAS Kota Yogyakarta (2012). BAZNAS Kota Yogyakarta adalah lembaga pemerintah non struktural, dibentuk berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Tugas pokok melakukan pengelolaan zakat, asas pengelolaan "Amanah, Profesional, Akuntabel, dan Transparan", dengan visi "Menjadi Pengelola Zakat Terbaik dan Terpercaya". Audit Syariah oleh Inspektorat Jenderal Kemenag RI (2023) meraih predikat "Sangat Baik" dengan nilai kepatuhan syariah, 86,12, dan transparansi, 90, raihan nilai tertinggi tingkat nasional. Audit keuangan oleh Kantor Akuntan Publik, meraih predikat WTP sebanyak 13 kali berurutan (2011-2023). Indeks Zakat Nasional meraih nilai tertinggi tingkat DIY dan urutan ke 2 tingkat nasional. Merupakan satu-satunya pengelola zakat di DIY yang memiliki sertifikat internasional ISO 9001:2015. Terbaru BAZNAS Kota Yogyakarta meraih BAZNAS RI Award kategori Publikasi Konten Kantor Digital Teraktif dan Operator SIMBA Terbaik, dan Pj. Walikota Yogyakarta meraih award "Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik ". Terima kasih telah berkenan menunaikan zakat, infaq, sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, teriring doa semoga harta berkah, keluarga sakinah mawaddah warohmah. Aamiin #RamadhanKareem#TerimakasihMuzakiDanMustahiq#HartaBerkahKeluargaSakinah#PengelolaZakatTerbaikDanTerpercaya================ ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl
Pemerintah Kota Jogja melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan bantuan bagi anak pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kurang mampu
Pemerintah Kota Jogja melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan bantuan bagi anak pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kurang mampu
Pemerintah Kota Jogja melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan bantuan bagi anak pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kurang mampu. "Kick Off" Pentasyarufan Bantuan senilai Rp 249.350.000 yang akan dibagikan untuk biaya pendidikan kepada 742 anak."Itu memang agenda rutin setiap tahun, termasuk substansinya zakat dari semua instansi," ujar Ketua Baznas Kota Jogja Syamsul Azhari, Selasa (12/3). Didasari hal tersebut, maka program pentasharufan tersebut diselenggarakan. Target penerima bantuan tersebut meliputi pegawai honorer, clining service, dan tenaga bantuan lainya."Karena bantuan untuk anak, maka itu hanya berlaku untuk pegawai yang sudah punya anak usia sekolah," tuturnya. Penyerahan bantuan diberikan Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo di Masjid Pangeran Diponegoro, Balai Kota Jogja, Senin (12/3) malam selepas Salat Tarawih. Pada tahun ini bantuan juga diberikan kepada marbot atau penjaga masjid yang masing-masing mendapatkan Rp 250 ribu. Total penjaga masjid yang mendapatkan bantuan sebanyak 476 orang. Terima kasih telah menunaikan zakat infaq melalui BAZNAS Kota Yk teriring doa semoga harta berkah dan keluarga sakinah mawaddah warohmah. Aamiin. (admin kengy) #RamadhanKariim#HartaBerkahJiwaSakinah#Terimakasih MuzakiMustahiq#TentramnyaMuzakiBahagianyaMustahiq#AmilTerbaikTerpercaya================
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl
Pentasyarufan Modal Usaha oleh Pj.Walikota yogyakarta
Pentasyarufan Modal Usaha oleh Pj.Walikota yogyakarta
Pentasyarufan Modal Usaha oleh Pj.Walikota yogyakarta, BAZNAS Kota Yogyakarta, Beserta Kabag Kesra Setda Kota Yogyakarta Kepada Penerima :1. Kelompok Mina Tani Lowanu, yang Beralamatkan Di Lowanu Brontokusuman Mergangsan Yogyakarta.Selain itu, di hari yang sama sekaligus juga pentasyarufan Modal Usaha oleh Pj.Walikota Yogyakarta, BAZNAS Kota Yogyakarta Beserta Kabag Kesra Setda Kota Yogyakarta Kepada Para Penerima :1. Ibu Sukreni2. ibu Mursinah3. Ibu Wiji RohaniKetiganya beralamatkan Di Jagalan, Beji, Purwokinanti Pakualaman Yogyakarta.Semoga bantuan yang diberikan menjadi manfaat dan berkah dunia akhirat. #RamadhanKareem#Terimakasih MuzakiDanMustahiq#HartaBerkahJiwaSakinah#AmilTerbaikTerpercaya ================ ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl
ZAKAT BERDAYAKAN LANSIA DHUAFA
ZAKAT BERDAYAKAN LANSIA DHUAFA
Sebanyak 10 lansia kurang mampu mendapat bantuan paket bahan makan berupa gula pasir 1 kg, minyak 1 liter 3 Pcs, teh 3 Pcs, sarden 1 Pcs, garam 3 Pcs, gula merah 1 kg 1 pcs, dan beras 20 kg. Selain paket bahan makan juga mendapat uang tunai @Rp.300.000. Bantuan diserahkan Wakil Ketua II Drs.Abdul Samik Shandi beserta Pelaksana, M. Fuad, SE Senin 1 Ramadhan/11 Maret di kediaman penerima. Bahan makan dan uang tunai, insyaallah akan diberikan rutin setiap tiga bulan sekali, kerjasama BAZNAS Kota Yogyakarta dengan BAZNAS DIY. Terima kasih atas penunaian zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta , teriring doa:???????? ????? ??????? ?????????? ????????? ??????? ?????????? ???????? ????? ???? ?????????"Semoga Allah SWT memberikan pahala atas apa yang engkau berikan dan semoga Allah memberkahi harta yang masih ada dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih dosa". Aamiin (admin kengy) #RamadhanKariim#TerimakasihMuzakiDanMustahiq#HartaBerkahJiwaSakinah#AmilTerbaikTerpercaya================ ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl
Santri Dhuafa Ramadhan 1445 H Siap Berburu Ganjaran
Santri Dhuafa Ramadhan 1445 H Siap Berburu Ganjaran
Raut sumringah 50 peserta pesantren Ramadhan 1445 H BAZNAS Kota Yogyakarta saat mengikuti pengukuhan dan pembekalan santri, Senin 1 Ramadhan 1445 (11/3/2024) bertempat di lantai dasar Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta. Wakil Ketua II, Drs.Abdul Sami' Shandi dalam sambutan pengukuhan mengatakan, pesantren dhuafa diselenggarakan dalam rangka memberikan kesempatan bagi tukang becak, buruh bangunan dan lainnya untuk bisa menunaikan amaliyah ramadhan dengan sebaik-baiknya. Dengan tema "Golek Ganjaran Entuk Bayaran" kami mohon Bapak-Bapak memanfaatkan waktu untuk beribadah. "Sekalipun harus mencari nafkah, harus diniati memperbanyak amaliyah Ramadhan", pesannya. Pelaksana Bidang II, M. Fuad, SE, melaporkan jumlah pendaftar mencapai 63 orang, setelah di lakukan seleksi terdapat 50 orang yang memenuhi syarat. Mereka akan mengikuti pesantren mulai tanggal 1 s.d. 28 Ramadhan 1445 H. Terima kasih telah menunaikan zakat infaq melalui BAZNAS Kota Yk teriring doa semoga harta berkah dan keluarga sakinah mawaddah warohmah. Aamiin #RamadhanKariim#HartaBerkahJiwaSakinah#Terimakasih MuzakiMustahiq#TentramnyaMuzakiBahagianyaMustahiq#AmilTerbaikTerpercaya================ ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl
Ramadhan 1445 H Target Penghimpunan ZIS DSKL Baznas Kota Yogyakarta Mencapai Rp.3,2 Miliar
Ramadhan 1445 H Target Penghimpunan ZIS DSKL Baznas Kota Yogyakarta Mencapai Rp.3,2 Miliar
BAZNAS Kota Yogyakarta (Humas)Ramadhan 1445 H Target Penghimpunan ZIS DSKL Mencapai Rp.3,2 Miliar. Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs.H.Syamsul Azhari, saat menjadi narasumber jumpa pers persiapan Ramadhan 1445 H, diselenggarakan Pemkot Yogyakarta, Jum'at 27 Sya'ban 1445 (8/3/2024) di ruang Bima Balaikota Yogyakarta. Jumpa pers dipimpin Pj. Walikota Yogyakarta, diikuti awak media cetak dan elektronik. Bapak Drs.H.Syamsul Azhari menjelaskan target Rp.3,2 miliar merupakan target capaian 30% dari target penerimaan ZIS DSKL tahun 2024/1445 sejumlah Rp.10,7 miliar. Ihtiar meraup target selama Ramadhan 1445 H, kegiatan yang diadakan diantaranya edukasi zakat melalui media elektronik dan majelis taklim, layanan zakat di pusat keramaian, jemput zakat oleh relawan. "Selain itu juga layanan kepada jamaah berupa bersih-bersih dan perbaikan sound system masjid/mushola, pesantren bagi dhuafa penarik becak, pedagang asongan dan lainnya serta tebar ta'jil bagi jamaah",pungkasnya. Terima kasih telah menunaikan zakat infaq melalui BAZNAS Kota Yk teriring doa semoga harta berkah dan keluarga sakinah mawaddah warohmah. Aamiin. (admin kengy) ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA20/03/2024 | Hamba Allah pkl
Membangun Kesadaran Berinfak: Menumbuhkan Kebajikan dan Kemanusiaan
Membangun Kesadaran Berinfak: Menumbuhkan Kebajikan dan Kemanusiaan
Infak, dalam konteks nilai-nilai agama dan kemanusiaan, bukan hanya sekedar memberikan sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga merupakan sebuah bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap sesama. Membangun kesadaran terhadap praktik berinfak merupakan langkah penting dalam memperkuat nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan dalam masyarakat. Pertama-tama, kesadaran berinfak membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang urgensi dan kebutuhan akan berbagi dengan sesama. Di tengah ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih melanda banyak komunitas, praktik infak menjadi sarana yang efektif untuk mengurangi disparitas tersebut. Dengan menyadari bahwa ada individu atau kelompok yang kurang beruntung dari segi materi, seseorang dapat lebih mudah tergerak untuk memberikan bantuan dan dukungan. Selain itu, kesadaran berinfak juga melibatkan pengakuan akan pentingnya peran setiap individu dalam menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Setiap sumbangan, meskipun mungkin terasa kecil, memiliki potensi untuk memberikan dampak yang besar bagi kehidupan orang lain. Dengan menyadari bahwa kontribusi kita dapat membuat perbedaan, kesadaran berinfak membantu memotivasi individu untuk bertindak dan terlibat secara aktif dalam upaya pembangunan kesejahteraan bersama. Selanjutnya, kesadaran berinfak juga mencakup pemahaman akan manfaat spiritual dan moral yang terkandung dalam praktik berinfak. Infak tidak hanya menghasilkan kebaikan materi, tetapi juga memperkaya jiwa dan memperkuat ikatan spiritual antara individu dengan penciptanya. Dengan menyadari bahwa infak merupakan bentuk ibadah yang mendatangkan pahala, seseorang akan lebih termotivasi untuk melakukannya dengan ikhlas dan tulus. Selain itu, kesadaran berinfak juga melibatkan pengembangan sikap rendah hati dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki sebenarnya merupakan titipan dari Allah SWT, seseorang akan lebih bersedia untuk berbagi dengan orang lain yang mungkin tidak seberuntung dirinya. Kesadaran akan anugerah yang diberikan juga membantu individu untuk menghindari sikap serakah dan memupuk sikap dermawan yang lebih besar. Terakhir, kesadaran berinfak melibatkan komitmen untuk belajar dan terus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya berbagi dengan sesama. Dengan mengikuti contoh para tokoh dan ulama yang gigih dalam praktik infak, seseorang dapat memperoleh inspirasi dan motivasi untuk terus berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran dan refleksi yang terus-menerus, kesadaran berinfak akan semakin mengakar dalam diri individu dan menjadi bagian integral dari nilai-nilai dan perilaku mereka. Dengan demikian, kesadaran berinfak merupakan pondasi yang penting dalam membangun masyarakat yang lebih berkeadilan, berempati, dan berdaya. Melalui pemahaman yang mendalam tentang urgensi dan manfaat praktik berinfak, serta komitmen untuk terus belajar dan bertindak, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua orang. Infak bukan hanya sekadar tindakan, tetapi sebuah sikap hidup yang mengalir dari kesadaran dan kepedulian terhadap sesama.
BERITA20/03/2024 | Ilmi
Berkah Infaq: Keberkahan dalam Berbagi Rezeki
Berkah Infaq: Keberkahan dalam Berbagi Rezeki
Infaq, tindakan memberikan sebagian dari harta atau kekayaan kepada yang membutuhkan, diyakini membawa berkah yang besar bagi pemberi, penerima, dan masyarakat secara keseluruhan. Konsep keberkahan infaq terkait erat dengan keyakinan bahwa memberikan kepada sesama manusia adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan meraih pahala di dunia dan akhirat. Pertama-tama, infaq membawa berkah bagi pemberi dalam bentuk spiritual dan moral. Dalam Islam, memberikan kepada yang membutuhkan dipandang sebagai bentuk ibadah yang dianjurkan, dan Allah SWT menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang berinfaq dengan ikhlas. Keyakinan ini memberikan kedamaian batin dan kepuasan spiritual kepada pemberi, serta membantu memperkuat iman dan ketakwaan mereka kepada Tuhan. Selanjutnya, infaq membawa berkah bagi penerima dengan memberikan manfaat nyata dan mendesak bagi kehidupan mereka. Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, atau tempat tinggal, serta memberikan harapan dan dukungan dalam menghadapi kesulitan hidup. Ini membawa keberkahan bagi kehidupan mereka dan memberikan mereka kesempatan untuk memulai kembali dengan lebih baik. Berkah infaq juga termanifestasi dalam dampak sosial yang positif bagi masyarakat secara keseluruhan. Ketika individu dan kelompok secara sukarela berinfaq kepada yang membutuhkan, mereka memperkuat ikatan sosial dan membangun lingkungan yang lebih peduli dan berempati. Solidaritas yang tercipta membawa keberkahan bagi hubungan antarindividu dan menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan berkeadilan. Selain itu, infaq membawa berkah dalam bentuk ekonomi dengan membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi penerima bantuan. Bantuan yang diberikan dapat membantu mereka memperbaiki kondisi finansial dan memberikan mereka kesempatan untuk mandiri secara ekonomi. Ini membawa keberkahan dalam bentuk keberlanjutan ekonomi dan kemandirian bagi penerima. Dengan demikian, berkah infaq mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari dimensi spiritual hingga ekonomi. Tindakan berinfaq membawa manfaat yang luas, tidak hanya bagi pemberi dan penerima tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, mari terus menjadikan infaq sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita dan berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih berberkahan untuk semua orang.
BERITA19/03/2024 | Anisa
Menjadi pribadi yang tenang dengan berinfaq!
Menjadi pribadi yang tenang dengan berinfaq!
Menjadi pribadi yang tenang dengan berinfaq memiliki banyak manfaat yang luar biasa. Ketika seseorang mempraktikkan kebiasaan berinfaq secara teratur, mereka tidak hanya memberikan manfaat bagi orang lain yang membutuhkan, tetapi juga untuk diri mereka sendiri. Berinfaq dapat membantu seseorang untuk merasa lebih bahagia, tenang, dan puas dengan hidup mereka. Inilah beberapa cara bagaimana berinfaq dapat membantu seseorang menjadi pribadi yang tenang: Membangun Rasa Kepuasan: Saat seseorang memberikan sebagian dari rezeki mereka kepada orang lain yang membutuhkan, hal ini dapat memberikan rasa kepuasan yang mendalam. Merasa bahwa kita telah memberikan kontribusi positif bagi sesama dapat meningkatkan rasa bahagia dan puas dalam diri kita. Mengurangi Rasa Egois: Berinfaq dapat membantu seseorang untuk melihat kebutuhan orang lain di sekelilingnya. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa egois dan membuka hati seseorang untuk peduli terhadap orang lain. Dengan memperluas pandangan dan perhatian kita terhadap orang lain, kita dapat merasa lebih terhubung dengan dunia di sekitar kita. Meningkatkan Empati dan Kepedulian: Dengan berinfaq secara konsisten, seseorang dapat mengembangkan rasa empati dan kepedulian yang lebih besar terhadap kondisi orang lain. Hal ini dapat membantu seseorang untuk melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas dan menghargai apa yang dimiliki dengan lebih baik. Menenangkan Pikiran: Ketika seseorang merasa cemas, gelisah, atau stres, berinfaq dapat menjadi cara yang efektif untuk menenangkan pikiran. Melakukan sesuatu yang baik bagi orang lain dapat memberikan perasaan damai dan ketenangan batin. Membangun Rasa Syukur: Dengan berinfaq, seseorang menjadi lebih mampu menghargai apa yang dimiliki. Melihat bahwa ada orang lain yang membutuhkan bantuan dapat mengingatkan kita untuk bersyukur atas apa yang telah kita miliki. Rasa syukur ini dapat membantu seseorang untuk tetap tenang dan bersyukur dalam setiap situasi. Memberikan Makna dan Tujuan: Berinfaq dapat memberikan makna dan tujuan yang lebih besar dalam hidup seseorang. Ketika seseorang menyadari bahwa tindakan baiknya dapat memberikan dampak positif bagi orang lain, hal ini dapat menjadi motivasi yang kuat untuk terus berbuat kebaikan dan memberikan tujuan hidup yang lebih bermakna. Jadi, bisa disimpulkan bahwa berinfaq bukan hanya memberikan manfaat bagi orang yang menerima bantuan, tetapi juga bagi diri kita sendiri. Dengan berinfaq secara konsisten, kita dapat mengembangkan rasa kepuasan, mengurangi rasa egois, meningkatkan empati dan kepedulian, menenangkan pikiran, membangun rasa syukur, serta memberikan makna dan tujuan yang lebih besar dalam hidup. Semua ini akan membantu seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih tenang dan bahagia.
BERITA19/03/2024 | Muhammad Ady Mahfuzh
Hukum Infak dalam Islam: Kewajiban dan Keberkahan
Hukum Infak dalam Islam: Kewajiban dan Keberkahan
Infak, sebagai salah satu bentuk ibadah dalam Islam, memiliki hukum yang jelas dan penting dalam kehidupan umat Muslim. Dalam konteks ini, mari kita telaah lebih dalam mengenai hukum infak, termasuk kewajiban, syarat-syarat, dan keberkahannya menurut ajaran Islam. 1. Kewajiban Infak Infak adalah salah satu rukun Islam yang kedua setelah shalat. Kewajiban memberikan sebagian harta kepada yang berhak adalah bagian integral dari kehidupan seorang Muslim. Zakat, sebagai bagian dari infak, adalah kewajiban yang ditetapkan Allah SWT dalam Al-Quran untuk harta yang mencapai nisab (batas minimum) setiap tahunnya. Selain itu, sedekah juga merupakan praktik infak yang sangat dianjurkan dalam Islam, meskipun tidak diwajibkan seperti zakat. 2. Syarat-syarat Infak Dalam Islam, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam memberikan infak: Kepemilikan Harta: Seseorang harus memiliki harta yang mencapai nisab (batas minimum) untuk dapat dikenakan zakat. Harta tersebut dapat berupa uang, emas, perak, dan harta lainnya yang memiliki nilai ekonomis. Ketentuan Waktu: Infak harus diberikan pada waktu yang ditentukan, terutama dalam konteks zakat. Zakat harus dikeluarkan setiap tahun pada saat harta mencapai nisab dan telah berlalu satu tahun dalam kepemilikan pemiliknya. Tujuan yang Dibenarkan: Infak harus diberikan untuk kepentingan yang dibenarkan dalam Islam, seperti membantu fakir miskin, orang-orang yang terpinggirkan, pembangunan masjid, dan berbagai kebaikan lainnya. 3. Keberkahan Infak Infak bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan sumber keberkahan yang besar. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, “Dan apa yang kamu nafkahkan dari harta (perdagangan) mu dengan maksud mencari keridhaan Allah, maka akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada kamu.” (QS Ar-Rum: 39). Hal ini menunjukkan bahwa setiap tindakan infak yang dilakukan dengan ikhlas dan untuk mencari keridhaan Allah akan mendapatkan balasan yang berlipat. Keberkahan infak juga tercermin dalam hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api. Dengan memberikan infak, seseorang dapat membersihkan diri dari dosa dan mendapatkan perlindungan dari berbagai musibah dan kesulitan dalam hidup. Penutup: Pentingnya Infak dalam Islam Dengan memahami hukum infak dalam Islam, umat Muslim diingatkan akan pentingnya berbagi rezeki dan membantu sesama. Infak bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, membersihkan diri dari dosa, dan mencari keberkahan dalam hidup. Melalui praktik infak yang ikhlas dan konsisten, umat Muslim dapat menciptakan lingkungan yang lebih adil, lebih berdaya, dan lebih berkah bagi semua.
BERITA19/03/2024 | Ilmi
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →