Berita Terbaru
Menempa Karakter Melalui Fidyah: Refleksi Diri dan Solidaritas Sosial
Fidyah, sebagai salah satu bentuk pengganti kewajiban ibadah puasa bagi mereka yang tidak mampu, memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar ritual.
Dalam konteks ini, fidyah berfungsi sebagai sarana untuk menempa karakter individu melalui refleksi diri dan solidaritas sosial.
Refleksi diri merupakan langkah awal dalam memahami makna fidyah.
Ketika seseorang memberikan fidyah, mereka dihadapkan pada pertanyaan tentang tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.
Proses ini mendorong individu untuk merenungkan kondisi diri dan orang lain, serta mengembangkan empati.
Dengan menyadari bahwa ada orang lain yang lebih membutuhkan, individu dapat membangun karakter yang lebih peka dan peduli.
Selain itu, fidyah juga menciptakan solidaritas sosial.
Dengan memberikan fidyah, individu berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang beruntung.
Tindakan ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif.
Dalam konteks ini, fidyah menjadi jembatan untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan saling mendukung.
Dengan demikian, fidyah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan alat untuk membentuk karakter yang lebih baik, melalui refleksi diri dan penguatan solidaritas sosial.
Sumber:
1. Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah (2:184-185).
2. Hasan, A. (2020). Fidyah dan Kesejahteraan Sosial: Perspektif Islam. Jurnal Studi Islam, 15(2), 123-135.
3. Rahman, F. (2019). Pendidikan Karakter dalam Islam: Teori dan Praktik. Jakarta: Penerbit Al-Mawardi.
Penulis: Aulia Anastasya Putri Permana
Editor: M. Kausari Kaidani
BERITA12/03/2025 | Aulia Anastasya Putri Permana
Fidyah: Kunci Menuju Generasi Emas yang Berakhlak dan Peduli
Fidyah, sebagai bentuk pengganti kewajiban puasa bagi mereka yang tidak mampu, memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi emas.
Dalam konteks ini, fidyah bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan sarana untuk menanamkan nilai-nilai akhlak dan kepedulian sosial.
Generasi emas diharapkan memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama.
Melalui fidyah, individu diajak untuk merenungkan kondisi orang lain yang kurang beruntung.
Tindakan memberikan fidyah mendorong empati dan solidaritas, dua nilai yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu mereka yang membutuhkan, generasi muda belajar tentang tanggung jawab sosial dan kepedulian.
Selain itu, fidyah juga mengajarkan pentingnya berbagi dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam proses ini, generasi emas tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif.
Dengan demikian, fidyah berfungsi sebagai kunci untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan peduli.
Sumber:
1. Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah (2:184-185).
2. Hasan, A. (2020). Fidyah dan Kesejahteraan Sosial: Perspektif Islam. Jurnal Studi Islam, 15(2), 123-135.
3. Rahman, F. (2019). Pendidikan Karakter dalam Islam: Teori dan Praktik. Jakarta: Penerbit Al-Mawardi.
Penulis: Aulia Anastasya Putri Permana
Editor: M. Kausari Kaidani
BERITA12/03/2025 | Aulia Anastasya Putri Permana
Cara Berzakat yang Sesuai dengan Syariat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Untuk berzakat sesuai dengan syariat, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Pertama, tentukan jenis zakat yang akan dikeluarkan, apakah zakat fitrah atau zakat mal. Zakat fitrah dikeluarkan menjelang Idul Fitri, sedangkan zakat mal dikeluarkan dari harta yang dimiliki, seperti uang, emas, atau hasil pertanian.
Kedua, hitung jumlah harta yang dimiliki. Zakat mal biasanya dikeluarkan sebesar 2,5% dari total harta yang telah mencapai nishab (batas minimum). Pastikan harta yang dihitung adalah harta yang telah dimiliki selama satu tahun penuh. Ketiga, pilih penerima zakat yang tepat. Penerima zakat harus sesuai dengan golongan yang telah ditentukan dalam Al-Qur'an, seperti fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, orang yang berutang, dan orang yang berjuang di jalan Allah.
Keempat, niatkan zakat yang akan dikeluarkan sebagai ibadah kepada Allah. Niat ini penting agar zakat yang dikeluarkan diterima sebagai amal shalih. Terakhir, serahkan zakat kepada yang berhak, baik secara langsung maupun melalui lembaga zakat yang terpercaya. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, zakat yang dikeluarkan akan sesuai dengan syariat dan memberikan manfaat bagi penerimanya.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Saffanatussa'idiyah
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA12/03/2025 | admin
Tips Istiqomah Berzakat Penghasilan
Istiqomah dalam berzakat penghasilan adalah hal yang sangat penting bagi setiap Muslim. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga konsistensi dalam berzakat. Pertama, buatlah komitmen pribadi. Tentukan jumlah zakat yang akan dikeluarkan setiap bulan dan catat dalam anggaran keuangan.
Dengan cara ini, zakat akan menjadi bagian dari pengeluaran rutin. Kedua, ingatkan diri tentang manfaat zakat. Zakat tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membersihkan harta dan mendekatkan diri kepada Allah. Bacalah kisah-kisah inspiratif tentang orang-orang yang mendapatkan keberkahan setelah berzakat. Ketiga, bergabunglah dengan komunitas atau kelompok yang memiliki tujuan sama dalam berzakat. Dengan adanya dukungan dari orang lain, kita akan lebih termotivasi untuk istiqomah.
Keempat, gunakan teknologi untuk memudahkan proses berzakat. Banyak aplikasi dan platform online yang memungkinkan kita untuk menghitung dan menyalurkan zakat dengan mudah. Terakhir, evaluasi secara berkala. Tanyakan pada diri sendiri apakah zakat yang dikeluarkan sudah sesuai dengan penghasilan dan apakah ada peningkatan dalam jumlah zakat. Dengan cara ini, kita dapat terus berusaha untuk istiqomah dalam berzakat penghasilan.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Saffanatussa'idiyah
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA12/03/2025 | admin
Golongan yang Berhak Menerima Zakat
Zakat memiliki tujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan dan mengurangi kesenjangan sosial. Dalam Islam, terdapat delapan golongan yang berhak menerima zakat, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 60. Pertama, fakir, yaitu orang yang tidak memiliki harta dan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kedua, miskin, yaitu orang yang memiliki harta, tetapi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Ketiga, amil, yaitu petugas yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Mereka berhak mendapatkan bagian dari zakat sebagai imbalan atas kerja mereka. Keempat, muallaf, yaitu orang yang baru memeluk Islam dan membutuhkan dukungan untuk memperkuat iman mereka. Kelima, hamba sahaya, yaitu budak yang ingin memerdekakan diri. Zakat dapat digunakan untuk membantu mereka dalam proses pembebasan.
Keenam, orang yang berutang, yaitu mereka yang terjebak dalam utang dan tidak mampu membayarnya. Ketujuh, orang yang berjuang di jalan Allah, seperti para pejuang yang berusaha menegakkan agama. Terakhir, orang yang sedang dalam perjalanan, yaitu musafir yang kehabisan bekal. Dengan memahami golongan-golongan ini, kita dapat menyalurkan zakat dengan tepat dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Saffanatussa'idiyah
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA12/03/2025 | admin
Zakat dan Teknologi Inovasi dalam Pengelolaan Amal
Di era digital saat ini, teknologi telah merubah banyak aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan zakat. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban spiritual, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi, pengelolaan zakat dapat dilakukan dengan lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Artikel ini akan membahas bagaimana inovasi teknologi telah mengubah cara kita berzakat dan dampaknya terhadap pengelolaan amal.
Digitalisasi Proses Zakat
Salah satu inovasi terbesar dalam pengelolaan zakat adalah digitalisasi prosesnya. Banyak lembaga zakat, termasuk BAZNAS Yogyakarta, telah mengembangkan platform online yang memungkinkan masyarakat untuk menunaikan zakat dengan mudah. Melalui aplikasi mobile dan website, individu dapat memberikan zakat kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang ke kantor lembaga zakat. Ini tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga meningkatkan partisipasi dalam berzakat, terutama di kalangan generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi.
Transparansi dan Akuntabilitas
Teknologi juga membawa perubahan signifikan dalam hal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap transaksi zakat dapat dilacak dan dipantau secara real-time. Lembaga zakat dapat memberikan laporan yang jelas mengenai penggunaan dana zakat, termasuk program-program yang didanai dan dampaknya terhadap masyarakat. Ini memberikan kepercayaan kepada para muzakki (pemberi zakat) bahwa dana mereka digunakan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Inovasi dalam Program Pemberdayaan
Selain mempermudah proses penyaluran zakat, teknologi juga memungkinkan pengembangan program-program pemberdayaan yang lebih inovatif. Misalnya, lembaga zakat dapat menggunakan data analitik untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan merancang program yang lebih tepat sasaran. Dengan memanfaatkan teknologi, zakat tidak hanya menjadi bantuan finansial, tetapi juga dapat diintegrasikan dengan program pelatihan keterampilan, pendidikan, dan kesehatan yang berkelanjutan. Ini membantu menciptakan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan bagi penerima zakat.
Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Teknologi juga berperan penting dalam meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat tentang zakat. Melalui media sosial, website, dan aplikasi, lembaga zakat dapat menyebarkan informasi mengenai pentingnya zakat, cara menghitung zakat, dan dampak positif yang dihasilkan. Kampanye digital yang menarik dapat menarik perhatian masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih aktif dalam berzakat. Dengan meningkatkan pemahaman tentang zakat, diharapkan masyarakat akan lebih termotivasi untuk menunaikan kewajiban ini.
Inovasi teknologi telah membawa perubahan yang signifikan dalam pengelolaan zakat. Dengan digitalisasi proses, peningkatan transparansi, dan pengembangan program pemberdayaan yang inovatif, zakat dapat dikelola dengan lebih efisien dan efektif. BAZNAS Yogyakarta, sebagai lembaga zakat yang berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, terus berupaya memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengelolaan zakat. Mari kita dukung inovasi ini dan jadikan zakat sebagai bagian integral dari kehidupan kita, sehingga kita dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Azkia Salsabila
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA12/03/2025 | admin
Peran Fidyah sebagai Penjaga Keseimbangan Ekonomi
Peran Fidyah sebagai Penjaga Keseimbangan Ekonomi
Fidyah merupakan salah satu konsep dalam Islam yang berkaitan dengan kewajiban mengganti puasa bagi mereka yang tidak mampu melaksanakannya. Namun, lebih dari sekadar kewajiban spiritual, fidyah juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana fidyah dapat berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Apa itu Fidyah?
Fidyah adalah pembayaran yang dilakukan oleh seseorang yang tidak dapat berpuasa, baik karena sakit, usia lanjut, atau alasan lain yang sah. Pembayaran fidyah biasanya berupa makanan atau uang yang diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Dengan demikian, fidyah tidak hanya berfungsi sebagai pengganti puasa, tetapi juga sebagai sarana untuk membantu sesama.
Peran Fidyah dalam Ekonomi
Distribusi Kekayaan
Fidyah berfungsi sebagai alat distribusi kekayaan dari orang yang mampu kepada yang tidak mampu. Dengan memberikan fidyah, orang kaya dapat membantu meringankan beban ekonomi orang miskin, sehingga menciptakan keseimbangan dalam masyarakat.
Peningkatan Kesejahteraan Sosial
Pembayaran fidyah dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti makanan dan tempat tinggal. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial secara keseluruhan.
Stimulasi Ekonomi Lokal
Fidyah yang dibayarkan dalam bentuk makanan dapat meningkatkan permintaan terhadap produk lokal. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi petani dan produsen lokal, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat komunitas.
Pendidikan dan Kesadaran Ekonomi
Melalui fidyah, masyarakat diajarkan tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama. Ini dapat meningkatkan kesadaran ekonomi dan sosial, serta mendorong individu untuk lebih peduli terhadap kondisi ekonomi lingkungan sekitar.
Penulis:
Hubaib Ash Shidqi
Editor:
Hubaib Ash Shidqi
BERITA11/03/2025 | HUBAIB ASH SHIDQI
Peran Fidyah sebagai Kepedulian Sosial
Peran Fidyah sebagai Kepedulian Sosial
Fidyah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang sangat penting dalam masyarakat Muslim. Dalam konteks agama Islam, fidyah adalah kompensasi yang diberikan oleh seseorang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa, baik karena sakit, hamil, menyusui, atau alasan lainnya. Fidyah biasanya berupa makanan atau uang yang diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Dengan demikian, fidyah tidak hanya berfungsi sebagai pengganti puasa, tetapi juga sebagai sarana untuk membantu sesama.
Fidyah dan Kesejahteraan Sosial
Salah satu peran utama fidyah adalah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial. Dengan memberikan fidyah, seseorang dapat membantu mereka yang kurang beruntung, seperti fakir miskin dan anak yatim. Hal ini menciptakan rasa solidaritas dan kepedulian di antara anggota masyarakat. Ketika setiap individu berkontribusi melalui fidyah, maka akan tercipta lingkungan yang lebih baik dan lebih peduli terhadap sesama.
Fidyah sebagai Bentuk Empati
Fidyah juga mencerminkan empati dan kepedulian terhadap orang lain. Dalam Islam, memberikan fidyah adalah bentuk pengakuan bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama untuk menjalankan ibadah. Dengan memberikan fidyah, kita menunjukkan bahwa kita peduli terhadap kondisi orang lain dan berusaha untuk meringankan beban mereka. Ini adalah salah satu cara untuk membangun hubungan yang lebih baik dalam masyarakat.
Fidyah dan Pemberdayaan Ekonomi
Selain itu, fidyah juga dapat berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ketika fidyah diberikan dalam bentuk makanan, hal ini dapat membantu meningkatkan gizi dan kesehatan orang-orang yang menerimanya. Jika fidyah diberikan dalam bentuk uang, maka penerima dapat menggunakan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau bahkan untuk memulai usaha kecil. Dengan demikian, fidyah tidak hanya membantu secara langsung, tetapi juga dapat memberikan dampak jangka panjang bagi penerima.
Penulis:Hubaib Ash Shidqi
Editor:Hubaib Ash Shidqi
BERITA11/03/2025 | HUBAIB ASH SHIDQI
Implementasi Nilai Fidyah dalam Pancasila
Implementasi Nilai Fidyah dalam Pancasila
1. Ketuhanan yang Maha Esa
Dalam konteks fidyah, pelaksanaan kewajiban ini merupakan bentuk pengakuan terhadap perintah Tuhan. Dengan memberikan fidyah, seorang Muslim menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT dan menjalankan ajaran agama dengan baik.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Fidyah juga mencerminkan nilai kemanusiaan. Dengan memberikan fidyah kepada yang membutuhkan, kita menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Hal ini sejalan dengan prinsip Pancasila yang menekankan pentingnya keadilan dan peradaban dalam berinteraksi dengan orang lain.
3. Persatuan Indonesia
Implementasi fidyah dapat menjadi sarana untuk memperkuat persatuan. Ketika masyarakat saling membantu melalui fidyah, maka akan tercipta rasa kebersamaan dan solidaritas di antara warga. Ini sangat penting dalam menjaga persatuan bangsa.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
Dalam memberikan fidyah, diperlukan kebijaksanaan dalam menentukan siapa yang berhak menerima. Proses ini dapat dilakukan melalui musyawarah, sehingga keputusan yang diambil mencerminkan kepentingan bersama.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat
Fidyah berkontribusi pada keadilan sosial dengan membantu mereka yang kurang mampu. Dengan memberikan fidyah, kita berperan aktif dalam menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat, sesuai dengan cita-cita Pancasila.
Penulis:
Hubaib Ash Shidqi
Editor:Hubaib Ash Shidqi
BERITA11/03/2025 | HUBAIB ASH SHIDQI
Pelaksanaan Fidyah di Zaman Kontemporer
Pelaksanaan Fidyah di Zaman Kontemporer
Di era modern ini, pelaksanaan fidyah semakin bervariasi. Banyak lembaga dan organisasi yang menyediakan layanan untuk menyalurkan fidyah kepada yang berhak. Berikut adalah beberapa cara pelaksanaan fidyah di zaman kontemporer:
Donasi Uang: Banyak orang memilih untuk memberikan fidyah dalam bentuk uang. Uang tersebut kemudian digunakan oleh lembaga amal untuk membeli makanan bagi yang membutuhkan.
Program Pemberian Makanan: Beberapa organisasi mengadakan program khusus untuk menyalurkan fidyah dalam bentuk paket makanan. Ini memudahkan para pemberi fidyah untuk memastikan bahwa bantuan mereka sampai kepada yang membutuhkan.
Platform Digital: Dengan kemajuan teknologi, banyak platform digital yang memungkinkan umat Islam untuk membayar fidyah secara online. Ini memudahkan proses dan mempercepat penyaluran fidyah kepada yang berhak.
Tantangan dalam Pelaksanaan Fidyah
Meskipun pelaksanaan fidyah di zaman kontemporer semakin mudah, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi, antara lain:
Kesadaran Masyarakat: Tidak semua orang memahami pentingnya fidyah dan bagaimana cara melaksanakannya. Edukasi tentang fidyah perlu ditingkatkan agar lebih banyak orang yang terlibat.
Transparansi dan Akuntabilitas: Dalam penyaluran fidyah, penting untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Oleh karena itu, lembaga yang mengelola fidyah harus transparan dan akuntabel.
Variasi Kebutuhan: Setiap daerah memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk memahami konteks lokal agar fidyah yang diberikan dapat memberikan dampak yang maksimal.
Kesimpulan
Fidyah di zaman kontemporer memiliki peran yang sangat penting dalam membantu mereka yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa. Dengan berbagai cara pelaksanaan yang ada, diharapkan fidyah dapat disalurkan dengan lebih efektif dan efisien. Masyarakat perlu terus diedukasi tentang pentingnya fidyah dan cara pelaksanaannya agar ibadah ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Dengan demikian, fidyah tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga menjadi sarana untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.
Penulis:
Hubaib Ash Shidqi
Editor:Hubaib Ash Shidqi
BERITA11/03/2025 | HUBAIB ASH SHIDQI
Doa Orang yang Menunaikan Fidyah
Doa Orang yang Menunaikan Fidyah
Fidyah adalah salah satu bentuk kompensasi yang diberikan oleh seseorang yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, baik karena alasan kesehatan, usia lanjut, atau sebab lainnya. Dalam Islam, menunaikan fidyah merupakan kewajiban bagi mereka yang tidak mampu berpuasa. Fidyah biasanya berupa makanan atau sedekah yang diberikan kepada orang yang membutuhkan.
Pentingnya Menunaikan Fidyah
Menunaikan fidyah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian sosial. Dengan memberikan fidyah, kita membantu mereka yang kurang beruntung dan sekaligus menunaikan tanggung jawab kita sebagai umat Muslim. Fidyah juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan pahala.
Doa untuk Menunaikan Fidyah
Ketika seseorang menunaikan fidyah, sangat dianjurkan untuk membaca doa sebagai bentuk niat dan harapan agar Allah SWT menerima amal ibadah kita. Berikut adalah contoh doa yang bisa dibaca saat menunaikan fidyah:
"Ya Allah, aku menunaikan fidyah ini sebagai bentuk tanggung jawabku atas puasa yang tidak dapat aku laksanakan. Semoga Engkau menerima amal ibadahku dan memberkahi orang-orang yang menerima fidyah ini. Amin."
Doa ini bisa diucapkan dengan penuh khusyuk dan keikhlasan, mengingat bahwa fidyah adalah bentuk pengganti puasa yang tidak dapat dilaksanakan.
Penulis:
Hubaib Ash Shidqi
Editor:Hubaib Ash Shidqi
BERITA11/03/2025 | HUBAIB ASH SHIDQI
Keutamaan Sholat Tarawih di Bulan Ramadhan
Sholat tarawih adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) untuk dikerjakan selama bulan Ramadhan. Sholat ini dilakukan setelah sholat Isya dan bisa dikerjakan secara berjamaah di masjid atau sendiri di rumah. Keutamaan sholat tarawih sangat besar, baik dari segi pahala maupun manfaat spiritual yang bisa diraih oleh seorang muslim.
1. Mendapat Ampunan Dosa
Salah satu keutamaan dari sholat tarawih adalah mendapatkan ampunan dosa. Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang melaksanakan sholat malam (tarawih) di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang yang menjalankan sholat tarawih dengan ikhlas lillahi ta’ala akan mendapatkan ampunan dari Allah Ta’ala. Ini menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri dan mendapatkan rahmat Allah.
2. Mendapat Pahala Seperti Sholat Semalam Penuh
Keutamaan lain dari sholat tarawih adalah pahalanya yang luar biasa. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
"Barangsiapa yang sholat bersama imam sampai selesai, maka dicatat baginya pahala sholat semalam penuh." (HR. Tirmidzi, no. 806)
Hadits ini mengajarkan pentingnya menyempurnakan sholat tarawih hingga selesai bersama imam agar mendapatkan pahala yang sempurna. Bagi yang mungkin sulit melakukan sholat malam di luar bulan Ramadhan, sholat tarawih menjadi sarana untuk memperoleh pahala sholat malam selama satu bulan penuh.
3. Membiasakan Qiyamul Lail (Sholat Malam)
Sholat tarawih merupakan bentuk dari qiyamul lail, yaitu sholat malam yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra’: 79)
Sholat tarawih di bulan Ramadhan dapat menjadi kebiasaan baik bagi seorang muslim untuk menjaga konsistensi kebiasaan sholat malam setelah bulan Ramadhan.
4. Meningkatkan Kedekatan dengan Allah
Sholat tarawih juga menjadi momen bagi seorang muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Dalam suasana Ramadhan yang penuh keberkahan, ibadah ini menjadi sarana untuk lebih khusyuk dalam berdoa dan mengingat Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim, no. 482)
Saat menjalankan sholat tarawih, seorang muslim memiliki banyak kesempatan untuk bersujud dan berdoa kepada Allah, memohon ampunan, rahmat dan keberkahan dalam hidupnya.
5. Membangun Ukhuwah Islamiyah
Sholat tarawih yang dilaksanakan secara berjamaah di masjid juga memiliki manfaat sosial yang besar. Umat Islam berkumpul untuk beribadah bersama, memperkuat rasa persaudaraan, dan menambah keakraban antar sesama muslim. Dengan berkumpul di masjid, seorang muslim juga lebih termotivasi untuk meningkatkan ibadahnya.
Kesimpulan
Sholat tarawih adalah ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan, mulai dari pengampunan dosa, pahala yang besar, hingga meningkatkan kedekatan dengan Allah. Ibadah ini juga menjadi sarana bagi seorang muslim untuk membiasakan diri dengan sholat malam dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Oleh karena itu, seorang muslim sebaiknya tidak menyia-nyiakan kesempatan di bulan Ramadhan untuk mengerjakan sholat tarawih dengan khusyuk dan istiqamah.
*Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor : Ashifuddin Fikri
Writer : Nur Isnaini Masyithoh
BERITA11/03/2025 | Nur Isnaini Masyithoh
Keutamaan Sholat Witir di Malam Bulan Ramadhan
Sholat witir adalah sholat sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Sholat ini disebut witir karena jumlah rakaatnya ganjil, minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat. Sholat witir sering dikerjakan setelah sholat Isya dan menjadi bagian dari qiyamul lail atau sholat malam.
Dalam banyak hadits, Rasulullah sangat menekankan pentingnya sholat witir. Bahkan, sholat ini disebut sebagai sholat sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Bagi seorang muslim yang ingin meraih kedekatan dengan Allah dan memperoleh keutamaan sholat malam, sholat witir menjadi ibadah yang tidak boleh dilewatkan.
1. Sholat yang Dicintai Allah
Salah satu keutamaan sholat witir adalah bahwa Allah mencintai orang yang mengerjakannya. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah itu witir (Maha Esa) dan mencintai yang witir. Maka, kerjakanlah sholat witir, wahai ahli Al-Qur'an." (HR. Abu Dawud, no. 1416)
Hadits ini menunjukkan bahwa sholat witir memiliki keistimewaan tersendiri karena mencerminkan sifat keesaan Allah. Seorang muslim yang mengerjakannya berarti mengikuti sunnah Rasulullah dan mendapatkan cinta dari Allah.
2. Termasuk Kebiasaan Rasulullah SAW
Sholat witir merupakan ibadah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW, baik ketika berada di rumah maupun dalam perjalanan. Dari Ibnu Umar RA, ia berkata:
"Rasulullah SAW selalu mengerjakan sholat witir di atas kendaraan saat bepergian." (HR. Bukhari, no. 1000)
Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya sholat witir, sehingga Rasulullah tetap melaksanakannya meskipun dalam kondisi safar.
3. Bagian dari Sholat Malam yang Utama
Sholat malam memiliki banyak keutamaan, dan sholat witir termasuk di dalamnya. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah telah menambahkan bagi kalian satu sholat, yaitu sholat witir. Maka, kerjakanlah sholat witir antara sholat Isya hingga waktu fajar." (HR. Ahmad, no. 22723)
Hadits ini menunjukkan bahwa sholat witir menjadi pelengkap sholat malam dan memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah.
4. Penghapus Dosa dan Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah
Sholat witir dapat menjadi sarana penghapus dosa dan pendekatan diri kepada Allah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
"Laksanakanlah sholat malam karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari dosa, menghapus kesalahan, dan mengusir penyakit dari tubuh." (HR. Tirmidzi, no. 3549)
Dari hadits ini, dapat disimpulkan bahwa sholat witir memiliki manfaat besar, tidak hanya untuk kehidupan spiritual, tetapi juga kesehatan fisik.
5. Sholat yang Disaksikan oleh Malaikat
Sholat malam, termasuk witir, memiliki keutamaan karena disaksikan oleh para malaikat. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa malaikat turun pada waktu-waktu khusus seperti saat malam hari.
"Malaikat turun pada waktu malam dan siang secara bergantian kepada kalian, dan mereka berkumpul pada sholat Subuh dan sholat Asar. Kemudian Allah bertanya kepada mereka (malaikat yang menjaga manusia) – sedangkan Dia lebih mengetahui keadaan mereka – ‘Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku saat kalian tinggalkan?’ Mereka menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan sholat, dan kami mendatangi mereka juga dalam keadaan sholat.’" (HR. Bukhari, no. 555; Muslim, no. 632)
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya sholat di waktu malam lebih kuat pengaruhnya dan lebih tepat bacaannya." (QS. Al-Muzzammil: 6)
Ayat ini menunjukkan bahwa sholat malam memiliki nilai yang lebih tinggi karena dilakukan dalam suasana yang tenang, sehingga lebih khusyuk dan mudah memahami ayat-ayat yang dibaca.
6. Pelengkap Sholat Malam
Rasulullah SAW bersabda:
"Jadikanlah akhir sholat kalian di malam hari dengan witir." (HR. Bukhari, no. 998)
Hadits ini menunjukkan bahwa sholat witir menjadi penyempurna sholat malam. Jika seseorang telah mengerjakan sholat tahajud, maka witir sebaiknya dikerjakan sebagai penutup ibadah malam.
Kesimpulan
Sholat witir adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan. Sholat ini dicintai oleh Allah, menjadi kebiasaan Rasulullah SAW, menghapus dosa, serta menjadi bagian dari sholat malam yang utama. Oleh karena itu, seorang muslim sebaiknya tidak meninggalkan sholat witir sebagai bentuk kecintaan kepada Allah dan upaya mendekatkan diri kepada-Nya.
*Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor : Ashifuddin Fikri
Writer : Nur Isnaini Masyithoh
BERITA11/03/2025 | Nur Isnaini Masyithoh
Memanfaatkan Waktu Luang di Bulan Ramadhan: Membaca, Belajar, Berkarya
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan rahmat. Selama sebulan penuh, umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa, menahan diri dari makan dan minum, serta meningkatkan amal ibadah. Selain sebagai waktu untuk beribadah, Ramadhan juga merupakan kesempatan emas untuk memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca, belajar, dan berkarya. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana cara memanfaatkan waktu luang di bulan Ramadhan dengan lebih efektif, serta dalil-dalil yang mendasarinya.
Membaca: Pintu Menuju Pengetahuan
Pentingnya Membaca
Membaca adalah salah satu cara terbaik untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Dalam konteks Ramadhan, membaca tidak hanya terbatas pada buku-buku umum, tetapi juga mencakup membaca Al-Qur'an, buku-buku agama, dan literatur yang dapat meningkatkan pemahaman kita tentang Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu adalah Yang Maha Pemurah." (QS. Al-Alaq: 1-3)
Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya membaca dan menuntut ilmu. Dalam bulan Ramadhan, kita memiliki waktu lebih untuk membaca, baik di pagi hari sebelum sahur, maupun di malam hari setelah berbuka puasa.
Jenis Bacaan yang Disarankan
Al-Qur'an: Membaca Al-Qur'an adalah kegiatan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Banyak orang berusaha untuk menyelesaikan satu juz setiap hari, sehingga dalam sebulan penuh, mereka dapat menyelesaikan seluruh Al-Qur'an.
Buku Agama: Selain Al-Qur'an, membaca buku-buku agama yang membahas tafsir, hadis, dan sejarah Islam juga sangat bermanfaat. Ini dapat membantu kita memahami ajaran Islam dengan lebih baik.
Literatur Umum: Membaca buku-buku non-agama yang berkaitan dengan pengembangan diri, motivasi, dan keterampilan juga dapat menjadi pilihan yang baik. Ini akan membantu kita untuk tetap produktif dan terinspirasi.
Belajar: Investasi untuk Masa Depan
Mengapa Belajar di Bulan Ramadhan?
Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Belajar tidak hanya terbatas pada pendidikan formal, tetapi juga mencakup berbagai keterampilan baru yang dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda:
"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim." (HR. Ibn Majah)
Hadis ini menegaskan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap Muslim, tanpa memandang usia atau latar belakang.
Cara Belajar yang Efektif
Kelas Online: Di era digital saat ini, banyak platform yang menawarkan kelas online gratis atau berbayar. Manfaatkan waktu luang di bulan Ramadhan untuk mengikuti kursus yang sesuai dengan minat dan kebutuhan.
Diskusi dan Forum: Bergabunglah dengan kelompok diskusi atau forum yang membahas topik-topik tertentu. Ini dapat membantu kita mendapatkan perspektif baru dan memperluas jaringan.
Mentoring: Cari mentor atau orang yang lebih berpengalaman di bidang yang kita minati. Belajar dari pengalaman orang lain dapat memberikan wawasan yang berharga.
Berkarya: Ekspresi Kreativitas
Mengapa Berkarya Penting?
Berkarya adalah cara untuk mengekspresikan diri dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Di bulan Ramadhan, kita dapat memanfaatkan waktu luang untuk berkarya dalam berbagai bentuk, seperti menulis, menggambar, atau bahkan berinovasi dalam bidang teknologi. Allah SWT berfirman:
"Dan Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat." (QS. Al-Furqan: 2)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan tujuan dan ukuran yang tepat. Oleh karena itu, kita sebagai makhluk-Nya juga harus berkarya dengan tujuan yang baik.
Bentuk Karya yang Dapat Dilakukan
Menulis: Menulis artikel, blog, atau buku tentang pengalaman pribadi, pengetahuan, atau tema-tema yang relevan dengan bulan Ramadhan dapat menjadi cara yang baik untuk berbagi informasi dan inspirasi.
Karya Seni: Jika Anda memiliki bakat dalam seni, gunakan waktu luang untuk menciptakan karya seni yang dapat menginspirasi orang lain. Ini bisa berupa lukisan, musik, atau bentuk seni lainnya.
Inovasi Sosial: Ciptakan proyek sosial yang dapat membantu masyarakat, seperti program berbagi makanan untuk yang membutuhkan atau kegiatan amal lainnya.
Mengatur Waktu dengan Baik
Pentingnya Manajemen Waktu
Manajemen waktu yang baik sangat penting untuk memanfaatkan waktu luang di bulan Ramadhan. Dengan mengatur waktu dengan bijak, kita dapat memastikan bahwa kita dapat melakukan semua kegiatan yang bermanfaat tanpa merasa terbebani. Rasulullah SAW bersabda:
"Waktu adalah seperti pedang, jika kamu tidak memotongnya, ia akan memotongmu." (HR. Al-Baihaqi)
Hadis ini mengingatkan kita akan pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik.
Tips Manajemen Waktu
Buat Jadwal Harian: Buatlah jadwal harian yang mencakup waktu untuk membaca, belajar, dan berkarya. Pastikan untuk menyisihkan waktu untuk ibadah dan istirahat.
Prioritaskan Kegiatan: Tentukan kegiatan mana yang paling penting dan harus dilakukan terlebih dahulu. Ini akan membantu kita fokus pada hal-hal yang benar-benar bermanfaat.
Hindari Prokrastinasi: Jangan menunda-nunda pekerjaan. Segera lakukan kegiatan yang telah direncanakan agar tidak menumpuk di kemudian hari.
Kesimpulan
Bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat berharga untuk meningkatkan kualitas diri melalui membaca, belajar, dan berkarya. Dengan memanfaatkan waktu luang secara efektif, kita tidak hanya dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Ingatlah bahwa setiap detik di bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk meraih pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita manfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya.
*Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor : Ashifuddin Fikri
Writer : Ashifuddin Fikri
BERITA11/03/2025 | Ashifuddin Fikri
Merayakan Ramadhan di Palestina
Pada tahun 2025, umat Muslim Palestina menjalani bulan suci Ramadhan dengan semangat yang tak tergoyahkan meskipun di tengah berbagai tantangan dan situasi yang rumit. Ramadhan, yang biasanya menjadi waktu untuk berkumpul, beribadah, dan merayakan kebersamaan, kini dihadapi dengan kondisi ketidakpastian dan ketabahan luar biasa oleh masyarakat Palestina.
Suasana Ramadhan di Gaza
Di Jalur Gaza, Ramadhan tahun ini berlangsung di tengah gencatan senjata yang rapuh setelah konflik berkepanjangan antara Israel dan kelompok Hamas. Meskipun gencatan senjata memberikan jeda dari kekerasan, banyak warga Gaza yang kembali ke rumah mereka, kemudian yang ditemuinya adalah kehancuran dan kehilangan. Fatima Al-Absi, misalnya, harus menghadapi Ramadhan tanpa suami dan menantunya yang meninggal akibat perang tsb, serta rumah dan masjid yang hancur. Namun, di tengah kesulitan ini, warga Gaza tetap menjalankan tradisi Ramadhan dengan harapan dan doa untuk masa depan yang lebih baik.
Sekitar 600.000 warga Palestina telah kembali ke Gaza utara yang hancur selama gencatan senjata. Meskipun banyak yang tinggal di antara reruntuhan, beberapa merasa Ramadhan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu ketika mereka mengungsi di kamp tenda dan menghadapi kematian setiap hari akibat pemboman.
Pembatasan Akses ke Masjid Al-Aqsa
Di Tepi Barat yang diduduki, pemerintah Israel memberlakukan pembatasan bagi jamaah muslim yang ingin beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan. Pria di atas 55 tahun dan wanita di atas 50 tahun, serta anak-anak hingga usia 12 tahun, diizinkan masuk, tergantung pada pemeriksaan keamanan. Pembatasan ini mempengaruhi akses umat Islam ke masjid Al-Aqsa yang menambah ketegangan di wilayah tersebut.
Solidaritas Global untuk Palestina
Di tingkat internasional, khususnya di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan umat Islam dan masyarakat Indonesia untuk menjadikan Ramadhan 2025 sebagai momentum memperkuat solidaritas bagi bangsa Palestina. MUI mengajak umat untuk tidak hanya memperdalam semangat keagamaan tetapi juga meningkatkan bantuan kemanusiaan dan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Indonesia meluncurkan program "Safari Ramadhan Membasuh Luka Palestina 2025" dengan target pengumpulan dana sebesar Rp 20 miliar. Dana tersebut akan disalurkan untuk bantuan kemanusiaan seperti selimut, tenda, paket makanan, paket kesehatan, dan layanan psikologis bagi masyarakat Palestina, khususnya di Gaza. Baznas Kota Yogyakarta juga turut aktif dalam penggalangan dana untuk bantuan kemanusiaan di Palestina.
Ketabahan dan Harapan di Tengah Kesulitan
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, umat Muslim Palestina menunjukkan ketabahan dan semangat yang luar biasa dalam menjalani ibadah puasa. Mereka tetap melaksanakan shalat Tarawih, berbuka puasa bersama, dan berbagai tradisi Ramadhan lainnya meskipun dalam kondisi serba terbatas. Harapan akan kemerdekaan, perdamaian dan kehidupan yang lebih baik terus menjadi doa yang dipanjatkan sepanjang bulan suci ini.
Ramadhan 2025 bagi muslim Palestina adalah refleksi dari keteguhan iman dan solidaritas global. Dukungan dari komunitas internasional, baik dalam bentuk bantuan kemanusiaan maupun advokasi politik, memberikan secercah harapan bagi masa depan Palestina yang lebih damai dan sejahtera.
*Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor : Ashifuddin Fikri
Writer : Nur Isnaini Masyithoh
BERITA11/03/2025 | Nur Isnaini Masyithoh
Zakat dalam Al-Qur'an: Menelusuri Ayat-Ayat yang Mengatur Zakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran agama. Sebagai kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, zakat tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk membersihkan harta, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam Al-Qur'an, zakat disebutkan dalam berbagai ayat yang menekankan pentingnya pelaksanaan zakat dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini akan menelusuri beberapa ayat Al-Qur'an yang mengatur zakat dan makna di baliknya.
Salah satu ayat yang paling terkenal mengenai zakat terdapat dalam Surah Al-Baqarah (2:177), yang menyatakan bahwa kebaikan bukan hanya dalam menghadapkan wajah ke arah timur atau barat, tetapi juga dalam beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab-kitab, dan para nabi, serta memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, pengembara, peminta-minta, dan untuk memerdekakan budak. Ayat ini menegaskan bahwa zakat adalah bagian dari iman dan kebaikan yang harus dilakukan oleh setiap Muslim.
Selain itu, dalam Surah Al-Baqarah (2:267-273), Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk memberikan harta yang baik dan halal sebagai zakat. Dalam ayat ini, Allah menekankan bahwa zakat harus diambil dari harta yang baik dan bukan dari harta yang buruk. Ini menunjukkan bahwa niat dan sumber harta yang digunakan untuk zakat sangat penting.
Surah At-Taubah (9:60) juga menjelaskan delapan golongan yang berhak menerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil zakat, muallaf, budak, orang yang berhutang, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Penjelasan ini memberikan panduan yang jelas tentang siapa saja yang berhak menerima zakat, sehingga zakat dapat disalurkan dengan tepat dan efektif.
Dalam Surah Al-Muzzammil (73:20), Allah SWT juga mengingatkan bahwa zakat adalah salah satu bentuk ibadah yang harus dilakukan dengan ikhlas dan penuh kesungguhan. Ayat ini mengajak umat Islam untuk tidak hanya melaksanakan zakat secara rutin, tetapi juga dengan penuh kesadaran akan pentingnya membantu sesama.
Dengan memahami ayat-ayat Al-Qur'an yang mengatur zakat, kita dapat lebih menghargai dan melaksanakan kewajiban ini dengan baik. Zakat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kita kepada Allah dan kepedulian kita terhadap masyarakat. Mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya zakat dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Azkia Salsabila
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA11/03/2025 | admin
Zakat Fitrah untuk Anak: Kapan dan Berapa Besar?
Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang harus dibayarkan menjelang Idul Fitri. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai kewajiban zakat fitrah untuk anak-anak.
Kewajiban Zakat Fitrah untuk Anak
Setiap Muslim yang memiliki tanggungan, termasuk anak-anak, diwajibkan untuk membayar zakat fitrah. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap individu, baik dewasa maupun anak-anak. Oleh karena itu, orang tua atau wali dari anak-anak tersebut bertanggung jawab untuk membayar zakat fitrah atas nama mereka.
Kapan Zakat Fitrah Harus Dibayarkan?
Zakat fitrah harus dibayarkan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Waktu yang dianjurkan untuk membayar zakat fitrah adalah pada bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh hari terakhir. Namun, zakat fitrah tetap dapat dibayarkan hingga sebelum shalat Idul Fitri. Hal ini bertujuan agar zakat dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan sebelum hari raya, sehingga mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih baik.
Berapa Besar Zakat Fitrah untuk Anak?
Jumlah zakat fitrah yang harus dibayarkan ditentukan berdasarkan jenis makanan pokok yang umum dikonsumsi di suatu daerah. Di Indonesia, zakat fitrah biasanya dihitung dengan menggunakan ukuran beras, yang merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat. Besaran zakat fitrah untuk satu orang biasanya setara dengan 2,5 kg beras atau setara dengan nilai uang yang setara dengan harga beras tersebut.
Sebagai contoh, jika harga beras per kilogram adalah Rp10.000, maka zakat fitrah untuk satu orang adalah sekitar Rp25.000. Oleh karena itu, untuk anak-anak, orang tua dapat menghitung zakat fitrah berdasarkan jumlah anak yang dimiliki. Misalnya, jika seorang ayah memiliki dua anak, maka total zakat fitrah yang harus dibayarkan adalah Rp50.000.
Zakat fitrah untuk anak adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap orang tua atau wali. Pembayaran zakat fitrah harus dilakukan sebelum shalat Idul Fitri, dan jumlahnya ditentukan berdasarkan jenis makanan pokok yang berlaku di daerah tersebut. Dengan memenuhi kewajiban ini, kita tidak hanya menjalankan perintah agama, tetapi juga membantu mereka yang membutuhkan. Mari kita pastikan bahwa zakat fitrah untuk anak-anak kita dibayarkan tepat waktu dan dengan jumlah yang sesuai.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Azkia Salsabila
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA11/03/2025 | admin
Zakat Fitrah: Mengapa Setiap Muslim Harus Memahaminya?
Zakat fitrah adalah salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim menjelang Idul Fitri. Sebagai rukun Islam yang kelima, zakat fitrah memiliki makna dan tujuan yang sangat penting dalam kehidupan umat Muslim.
1. Definisi dan Tujuan Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim, baik dewasa maupun anak-anak, sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Tujuan utama dari zakat fitrah adalah untuk membersihkan jiwa dan harta, serta memberikan kesempatan kepada mereka yang kurang mampu untuk merayakan hari raya dengan layak. Dengan membayar zakat fitrah, kita membantu mengurangi kesenjangan sosial dan memberikan kebahagiaan kepada sesama.
2. Kewajiban dan Dasar Hukum
Kewajiban membayar zakat fitrah didasarkan pada ayat-ayat Al-Qur’an seperti pada Surah Al-Baqarah (2:177), Surah Al-Baqarah (2:267-273), dan beberapa ayat Al-Quran lainnya yang menyatakan bahwa setiap Muslim diwajibkan untuk membayar zakat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya zakat fitrah dalam ajaran Islam. Memahami kewajiban ini adalah langkah awal bagi setiap Muslim untuk menjalankan perintah agama dengan baik.
3. Manfaat Zakat Fitrah
Zakat fitrah tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya, tetapi juga bagi pemberinya. Dengan membayar zakat fitrah, kita dapat merasakan kepuasan batin dan meningkatkan rasa empati terhadap sesama. Selain itu, zakat fitrah juga berfungsi sebagai sarana untuk membersihkan harta dan jiwa, sehingga kita dapat merayakan Idul Fitri dengan hati yang bersih dan penuh rasa syukur.
4. Proses Pembayaran Zakat Fitrah
Setiap Muslim perlu memahami proses pembayaran zakat fitrah. Zakat ini harus dibayarkan sebelum shalat Idul Fitri, dan jumlahnya ditentukan berdasarkan jenis makanan pokok yang umum dikonsumsi di daerah tersebut. Di Indonesia, zakat fitrah biasanya dihitung dengan menggunakan ukuran beras, yang setara dengan 2,5 kg per orang. Memahami cara menghitung dan membayar zakat fitrah dengan benar adalah bagian penting dari kewajiban ini.
5. Kesadaran Sosial dan Tanggung Jawab
Dengan memahami zakat fitrah, setiap Muslim diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Zakat fitrah adalah salah satu cara untuk berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Ketika kita membayar zakat fitrah, kita tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berperan aktif dalam membantu mereka yang membutuhkan.
Zakat fitrah adalah kewajiban yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh setiap Muslim. Dengan memahami makna, tujuan, dan proses pembayaran zakat fitrah, kita dapat menjalankan perintah agama dengan lebih baik. Selain itu, zakat fitrah juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Mari kita pastikan untuk memenuhi kewajiban ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, sehingga kita dapat merayakan Idul Fitri dengan hati yang bersih dan penuh rasa syukur.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Azkia Salsabila
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA11/03/2025 | admin
Urgensi Berzakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam kehidupan umat Muslim. Kewajiban ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai alat untuk menciptakan keadilan sosial dan ekonomi. Zakat perlu ditunaikan karena beberapa alasan mendasar. Pertama, zakat membantu membersihkan harta. Dalam Islam, harta yang dimiliki harus disucikan dengan mengeluarkan sebagian untuk mereka yang membutuhkan. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa kekayaan bukanlah milik individu semata, tetapi juga memiliki hak orang lain.
Kedua, zakat berfungsi untuk mengurangi kesenjangan sosial. Dengan mendistribusikan kekayaan kepada yang kurang mampu, zakat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Ini menciptakan solidaritas dan kepedulian antar sesama, yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Ketiga, zakat juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi. Dana zakat yang dikelola dengan baik dapat digunakan untuk program-program yang mendukung pendidikan, kesehatan, dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Dengan demikian, zakat tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga menciptakan peluang bagi penerima zakat untuk mandiri.
Akhirnya, menunaikan zakat adalah bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Dengan berzakat, kita menunjukkan rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama, serta berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih baik. Oleh karena itu, zakat sangat perlu untuk ditunaikan oleh setiap Muslim.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Saffanatussa'idiyah
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA11/03/2025 | admin
Bagaimana Jika Kita Lupa Belum Berzakat
Lupa untuk menunaikan zakat adalah hal yang mungkin terjadi pada siapa saja, terutama di tengah kesibukan sehari-hari. Namun, penting untuk diingat bahwa zakat adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Jika seseorang lupa untuk berzakat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera menunaikannya setelah menyadari kelalaian tersebut. Dalam Islam, niat yang tulus dan tindakan yang cepat sangat dihargai.
Setelah menyadari bahwa zakat belum ditunaikan, hitunglah jumlah zakat yang seharusnya dikeluarkan. Zakat penghasilan, misalnya, biasanya dihitung sebesar 2,5% dari total penghasilan yang diperoleh dalam satu tahun. Jika zakat fitrah, jumlahnya ditentukan berdasarkan jenis makanan pokok yang berlaku di daerah tersebut.
Jika zakat sudah ditunaikan, penting untuk memperbarui niat dan berkomitmen untuk tidak melupakan kewajiban ini di masa depan. Salah satu cara untuk menghindari kelalaian adalah dengan membuat pengingat, baik melalui aplikasi, kalender, atau catatan pribadi. Selain itu, bergabung dengan komunitas atau lembaga zakat juga dapat membantu menjaga kesadaran akan kewajiban ini.
Akhirnya, ingatlah bahwa Allah SWT Maha Pengampun. Jika kita lupa, tetapi segera menunaikan zakat setelah menyadarinya, insya Allah, kita tetap mendapatkan pahala. Yang terpenting adalah niat dan usaha untuk memenuhi kewajiban zakat dengan baik.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Saffanatussa'idiyah
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA11/03/2025 | admin

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat


