WhatsApp Icon
Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta

Tarhib Ramadhan sebagai Spirit Menyambut Bulan Suci

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menghadirkan kegiatan bernuansa religius dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan melalui agenda Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Masjid Pangeran Diponegoro, Balaikota Yogyakarta. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan spiritual generasi muda Islam sebelum memasuki bulan penuh berkah. Sejak pagi hari, para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun secara khidmat dan inspiratif.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini diikuti oleh Kader Hafidz serta Kader Remaja Masjid binaan BAZNAS Kota Yogyakarta yang selama ini aktif dalam program pembinaan keagamaan. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat kolektif untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan ilmu yang cukup. BAZNAS Kota Yogyakarta memandang generasi muda sebagai aset strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam setiap program yang dijalankan.

Masjid Pangeran Diponegoro dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis dan simbolis sebagai pusat kegiatan keagamaan di lingkungan pemerintahan Kota Yogyakarta. Suasana masjid yang sejuk dan penuh ketenangan menambah kekhusyukan selama acara berlangsung. Para peserta tampak mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Nuansa kebersamaan begitu terasa, menciptakan energi positif yang menguatkan semangat menyambut Ramadhan.

Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa Tarhib Ramadhan bukan sekadar seremonial, melainkan sarana membangun kesiapan lahir dan batin. Ramadhan dipandang sebagai bulan pendidikan spiritual yang harus disambut dengan kesadaran dan pemahaman yang baik. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak mulia menjadi pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Kader Hafidz yang hadir merupakan para penghafal Al-Qur’an yang selama ini mendapatkan pendampingan dari BAZNAS Kota Yogyakarta. Keberadaan mereka diharapkan mampu menghidupkan masjid dan lingkungan sekitar dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Sementara itu, Kader Remaja Masjid menjadi motor penggerak kegiatan keislaman yang kreatif dan inklusif. Kolaborasi keduanya menciptakan sinergi yang kuat dalam dakwah berbasis generasi muda.

Rangkaian acara Tarhib Ramadhan diisi dengan tausiyah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta refleksi persiapan menyambut Ramadhan. Materi yang disampaikan mengajak peserta untuk melakukan muhasabah diri dan memperbaiki niat dalam beribadah. Para pemateri juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi amal kebaikan, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga setelahnya. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan namun penuh makna.

Selain penguatan spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antar kader dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta. Interaksi yang terjalin memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam satu visi dakwah. Para peserta saling berbagi pengalaman dan motivasi dalam menjalankan peran sebagai kader binaan BAZNAS Kota Yogyakarta. Hal ini menjadi modal sosial yang penting untuk keberlanjutan program-program keumatan.

BAZNAS Kota Yogyakarta secara konsisten menjadikan pembinaan kader sebagai bagian dari strategi pengelolaan zakat yang berdampak jangka panjang. Tidak hanya fokus pada pendistribusian dana, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak. Tarhib Ramadhan menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai lembaga yang tidak hanya amanah, tetapi juga visioner.

Semangat menyambut Ramadhan yang ditanamkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menular ke masyarakat luas. Para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai kebaikan di lingkungan masing-masing. Dengan bekal ilmu dan spiritualitas yang kuat, mereka diharapkan dapat menghidupkan suasana Ramadhan yang penuh makna. BAZNAS Kota Yogyakarta percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini juga menjadi pengingat pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung program-program pembinaan umat. Dana ZIS yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam program kaderisasi. Dukungan para muzaki menjadi kunci keberlangsungan program-program tersebut. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperluas dampak kebaikan.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum berbagi dan peduli. Tidak hanya melalui ibadah personal, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang nyata. Zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial. Dengan menunaikan ZIS melalui lembaga resmi, kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana doa bersama menjadi momen yang penuh haru dan kekhusyukan. Para peserta memanjatkan doa agar Ramadhan yang akan datang dapat dilalui dengan penuh keberkahan dan keistiqamahan. Harapan besar disematkan agar para kader mampu menjalankan perannya dengan baik di tengah masyarakat. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendampingi dan membersamai para kader dalam setiap langkah kebaikan.

Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid ini menjadi bukti nyata kepedulian BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang berdaya. Melalui sinergi antara pembinaan spiritual dan dukungan ZIS, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih religius dan sejahtera. Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan kebaikan. Bersama BAZNAS Kota Yogyakarta, mari sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan kepedulian yang nyata.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

09/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
PROGRAM RUMAH LAYAK HUNI BAZNAS KOTA YOGYAKARTA

Komitmen Nyata untuk Hunian yang Lebih Layak

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan Program Rumah Layak Huni pada Minggu, 8 Februari 2026. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa hunian yang aman, sehat, dan layak. Rumah bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga ruang tumbuh bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih bermartabat. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung dan berkelanjutan. Pelaksanaan program ini sekaligus menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif. Kepercayaan muzaki menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Program Rumah Layak Huni ini dilaksanakan melalui sinergi antara BAZNAS Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial. Kehadiran Wali Kota Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Program ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Dengan kerja sama yang solid, manfaat program dapat dirasakan secara lebih optimal.

Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pagi hari dan dilaksanakan di dua lokasi berbeda di wilayah Kota Yogyakarta. Lokasi pertama berlangsung pada pukul 06.00 WIB di wilayah Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron. Sementara itu, lokasi kedua dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB di wilayah Keparakan, Kemantren Mergangsan. Penentuan lokasi ini didasarkan pada hasil asesmen kebutuhan yang telah dilakukan secara menyeluruh. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan bantuan hunian layak. Pendekatan berbasis data ini menjadi bagian dari komitmen akuntabilitas lembaga.

Pada lokasi pertama, penerima manfaat Program Rumah Layak Huni adalah Bapak Maryadi yang beralamat di Dukuh MJ I/1342 RT 70 RW 15, Gedongkiwo, Mantrijeron. Kondisi rumah yang sebelumnya kurang layak huni menjadi perhatian bersama. Melalui program ini, rumah Bapak Maryadi mendapatkan peningkatan kualitas agar lebih aman dan nyaman untuk ditinggali. Perbaikan hunian ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bantuan yang diberikan tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memberikan ketenangan dan harapan baru. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, pada lokasi kedua, penerima manfaat adalah Bapak Budi Santoso yang tinggal di Keparakan Lor MG I/687 RT 35 RW 008, Keparakan, Mergangsan. Rumah yang sebelumnya belum memenuhi standar kelayakan menjadi sasaran perbaikan melalui program ini. BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan hunian yang lebih sehat dan manusiawi bagi keluarga penerima manfaat. Perbaikan rumah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan keluarga. Dengan hunian yang layak, keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan produktif. Program ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.

Seluruh pendanaan Program Rumah Layak Huni ini bersumber dari dana non APBD yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang telah mempercayakan pengelolaannya kepada BAZNAS Kota Yogyakarta. Penggunaan dana dilakukan secara amanah dan sesuai dengan prinsip syariah. Setiap rupiah yang disalurkan diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penerima. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam setiap pelaksanaan program. Hal ini menjadi upaya BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat pendampingan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. OPD pendamping yang terlibat antara lain Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta. Kehadiran OPD pendamping memberikan dukungan teknis sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan. Kolaborasi ini memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan dan standar yang ditetapkan. Sinergi lintas OPD menjadi contoh baik dalam pelaksanaan program sosial terpadu. Dengan kerja sama ini, pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif.

Rumah layak huni memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga. Hunian yang aman dan sehat menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan yang berkualitas. Melalui Program Rumah Layak Huni, BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun harapan dan semangat hidup penerima manfaat. Rumah yang layak akan berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan stabilitas ekonomi keluarga. Dengan demikian, program ini menjadi investasi sosial jangka panjang.

Program Rumah Layak Huni juga menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat jangka panjang. Pendekatan ini sejalan dengan visi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Dengan semakin banyaknya muzaki, manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Dukungan dari Pemerintah Kota Yogyakarta, OPD pendamping, serta para muzaki menjadi faktor utama keberhasilan program. Kolaborasi yang terjalin mencerminkan semangat gotong royong dalam membantu sesama. Program ini tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, sinergi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut. Bersama, kita dapat menghadirkan perubahan sosial yang lebih baik.

Ke depan, BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus melanjutkan Program Rumah Layak Huni. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Evaluasi dan peningkatan kualitas program akan terus dilakukan. Dengan dukungan berkelanjutan dari para muzaki, manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapannya, semakin banyak keluarga yang dapat menikmati hunian layak.

Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, dana ZIS dikelola secara profesional dan amanah. Program Rumah Layak Huni menjadi salah satu contoh nyata pemanfaatan dana tersebut. Setiap kontribusi yang diberikan memiliki arti besar bagi kehidupan orang lain. Dengan berzakat, masyarakat turut berperan aktif dalam pembangunan sosial. Kebaikan yang ditunaikan hari ini akan menjadi keberkahan di masa depan.

Program Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi wujud ikhtiar bersama dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan mendapat ridho Allah SWT. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan kebersamaan, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Semoga program ini membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

08/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” Warnai Program Ramadan BAZNAS 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama pengelolaan zakat tahun 2026, termasuk pada momentum Ramadan. Tagline tersebut menegaskan posisi zakat sebagai instrumen sosial yang memiliki kontribusi besar dalam menjawab persoalan nasional, seperti kemiskinan, bencana alam, dan kesenjangan pembangunan.

Penguatan peran zakat tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penyampaian arah kebijakan dan program BAZNAS selama bulan Ramadan tahun ini.

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa tagline yang diusung mencerminkan semangat kolektif bangsa dalam mengoptimalkan zakat sebagai pilar penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor.

Ia mencontohkan peran zakat dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

“Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya. Menurut Kiai Noor, meningkatnya kedermawanan masyarakat selama Ramadan menjadi momentum penting dalam menggerakkan zakat, infak, dan sedekah sebagai pengungkit kesejahteraan.

“Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ucap Kiai Noor.

Pada 2026, BAZNAS akan memprioritaskan penguatan respons kebencanaan, mulai dari fase darurat hingga pemulihan berbasis pemberdayaan. Program seperti Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid telah disiapkan untuk mendukung pemulihan pascabencana.

“Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” kata Kiai Noor.

Selain fokus kebencanaan, BAZNAS juga memperluas program di bidang ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan. Kiai Noor berharap tagline tersebut menjadi ajakan bersama agar zakat menjadi energi persatuan nasional.

“Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya.

Konferensi pers tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan deputi BAZNAS RI, para amil, serta pemangku kepentingan terkait.

 

Kontributor : Adam Fakhrian

Editor : PUT

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari kuatkan kepedulian sosial dengan ZIS-DSKL yang amanah

Mari jadikan fidyah sebagai jalan berbagi dan mendidik akhlak

Mari dukung program kemaslahatan umat bersama BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk kemudahan dan keberkahan ibadah Anda.

#BAZNASKotaYogyakarta #FidyahSosial #SolidaritasIslam #EdukasiSosial #ZISDSKL #FidyahRamadan #ZakatJogja #UmatPeduli

04/02/2026 | Kontributor: BAZNAS RI
RAKORDA BAZNAS Se-DIY Perkuat Sinergi ZIS-DSKL untuk Kesejahteraan Umat

Sinergi Lembaga Zakat dalam Forum Strategis

Rapat Koordinasi Daerah BAZNAS Se-DIY menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang pertemuan resmi antar BAZNAS kabupaten dan kota untuk menyelaraskan visi, misi, dan langkah strategis. BAZNAS Kabupaten Gunungkidul dipercaya sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan agenda koordinasi ini. Seluruh perwakilan BAZNAS se-DIY hadir sebagai bentuk komitmen kolektif membangun tata kelola zakat yang profesional. Acara berlangsung di Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul yang dikenal sebagai ruang diskusi yang hangat dan bersahaja. Suasana kekeluargaan mengiringi jalannya diskusi sejak awal kegiatan.

Rakorda ini menjadi sarana evaluasi atas kinerja pengelolaan zakat yang telah berjalan. Selain itu forum ini juga dimanfaatkan untuk menyusun langkah konkret menghadapi tantangan ke depan. Setiap daerah menyampaikan capaian serta hambatan yang dihadapi di lapangan. Pertemuan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga substantif. Diskusi dilakukan secara terbuka dan konstruktif. Seluruh peserta menunjukkan keseriusan dalam memperkuat peran zakat bagi kesejahteraan umat. Rakorda ini menjadi cerminan semangat kolaborasi lintas daerah. Kesamaan tujuan menjadi fondasi utama dalam setiap pembahasan. BAZNAS Kota Yogyakarta hadir aktif dalam setiap sesi diskusi. Kehadiran ini menegaskan peran strategis BAZNAS Kota Yogyakarta dalam pengelolaan ZIS-DSKL. Forum ini diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama yang aplikatif. Sinergi yang terbangun menjadi modal penting bagi keberlanjutan program zakat.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai Tuan Rumah

Penunjukan BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah Rakorda BAZNAS Se-DIY membawa makna tersendiri. Kabupaten Gunungkidul selama ini dikenal aktif dalam pengembangan program zakat berbasis pemberdayaan. Lokasi kegiatan dipilih dengan mempertimbangkan kenyamanan dan suasana yang mendukung dialog terbuka. Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul menjadi tempat yang merepresentasikan kearifan lokal. Pemilihan lokasi ini juga mencerminkan kedekatan BAZNAS dengan masyarakat. Tuan rumah menyambut seluruh peserta dengan penuh keramahan. Persiapan acara dilakukan secara matang dan terkoordinasi. Hal ini terlihat dari kelancaran acara sejak awal hingga akhir.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul menunjukkan profesionalisme sebagai penyelenggara. Setiap detail kegiatan diperhatikan dengan baik. Kehangatan suasana membuat diskusi berjalan lebih cair. Peserta merasa nyaman menyampaikan pandangan dan gagasan. Semangat kebersamaan sangat terasa sepanjang kegiatan. Tuan rumah juga memfasilitasi kebutuhan teknis peserta. Hal ini mendukung efektivitas jalannya Rakorda. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi catatan positif bagi BAZNAS Kabupaten Gunungkidul. Peran tuan rumah diapresiasi oleh seluruh peserta. Forum ini memperkuat jejaring antar BAZNAS di DIY. Sinergi yang terbangun diharapkan terus berlanjut pasca kegiatan.

Kehadiran Lengkap BAZNAS Se-DIY

Rakorda BAZNAS Se-DIY diikuti oleh seluruh BAZNAS kabupaten dan kota di wilayah DIY. Kehadiran lengkap ini menunjukkan keseriusan lembaga zakat dalam membangun koordinasi regional. Setiap perwakilan hadir dengan membawa laporan dan masukan dari daerah masing-masing. Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Tidak ada sekat antara daerah satu dengan lainnya. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat. Kehadiran BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi salah satu sorotan dalam forum ini.

BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal aktif dalam pengembangan program inovatif. Kontribusi gagasan dari BAZNAS Kota Yogyakarta memperkaya diskusi. Seluruh peserta saling belajar dari pengalaman daerah lain. Forum ini memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar BAZNAS DIY. Pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi kelembagaan. Setiap BAZNAS menyadari pentingnya keselarasan langkah. Perbedaan karakteristik daerah menjadi kekuatan jika dikelola bersama. Rakorda ini menjadi wadah pemersatu. Semangat kolaborasi terasa kuat dalam setiap sesi. Kehadiran lengkap peserta memperkuat legitimasi hasil Rakorda. Kesepakatan yang dihasilkan menjadi tanggung jawab bersama. Forum ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas wilayah.

Evaluasi Pengumpulan Zakat sebagai Agenda Utama

Salah satu agenda utama dalam Rakorda adalah evaluasi pencapaian target pengumpulan zakat. Setiap BAZNAS memaparkan capaian pengumpulan ZIS di wilayah masing-masing. Data yang disampaikan menjadi bahan analisis bersama. Diskusi difokuskan pada strategi peningkatan penghimpunan zakat. Tantangan dalam pengumpulan zakat dibahas secara terbuka. Peserta saling memberikan masukan konstruktif. Pengalaman daerah dengan capaian tinggi menjadi referensi bersama.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan capaian dan strategi yang telah diterapkan. Pemanfaatan digitalisasi menjadi salah satu poin penting dalam diskusi. Evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat kinerja ke depan. Setiap daerah didorong untuk berinovasi. Pengumpulan zakat dipandang sebagai pintu masuk pemberdayaan umat. Diskusi juga menyoroti pentingnya literasi zakat di masyarakat. Kesadaran muzaki menjadi faktor kunci keberhasilan. Forum ini menegaskan perlunya pendekatan yang adaptif. Kolaborasi antar BAZNAS menjadi solusi atas berbagai kendala. Evaluasi dilakukan secara objektif dan transparan. Data menjadi dasar pengambilan keputusan. Rakorda ini menghasilkan rekomendasi strategis. Penguatan pengumpulan zakat menjadi komitmen bersama.

Pembahasan IZN Micro dan Makro

Rakorda BAZNAS Se-DIY juga membahas pengembangan IZN Micro dan Makro. Program ini menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi umat. Setiap BAZNAS menyampaikan progres implementasi program IZN. Diskusi menyoroti keberhasilan dan tantangan di lapangan. Pendekatan Micro dinilai efektif untuk penguatan usaha kecil. Sementara pendekatan Makro diarahkan pada dampak yang lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta berbagi pengalaman dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Integrasi program menjadi salah satu fokus pembahasan.

Peserta sepakat bahwa IZN harus dikelola secara berkelanjutan. Pendampingan mustahik menjadi faktor penentu keberhasilan. Forum ini juga membahas pengukuran dampak program. Data dampak menjadi penting untuk evaluasi. Diskusi berlangsung mendalam dan aplikatif. Setiap daerah menyampaikan inovasi yang telah dilakukan. Program IZN dipandang sebagai wajah zakat produktif. Rakorda ini memperkuat komitmen pengembangan IZN. Sinergi antar daerah menjadi kunci keberhasilan. Pembahasan ini menghasilkan kesepakatan strategis. Implementasi program akan terus dimonitor bersama. IZN menjadi fokus penguatan ke depan.

Agenda Strategis FGD ZIS DSKL

Agenda terdekat yang dibahas dalam Rakorda adalah pelaksanaan FGD ZIS DSKL. Forum diskusi ini dirancang untuk memperdalam pemahaman dan strategi pengelolaan ZIS DSKL. Peserta sepakat bahwa ZIS DSKL membutuhkan pendekatan khusus. Diskusi awal dilakukan untuk menyamakan persepsi. Setiap BAZNAS menyampaikan pandangan terkait implementasi ZIS DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel. FGD dipandang sebagai ruang strategis untuk merumuskan kebijakan. Agenda ini dirancang secara terstruktur dan sistematis.

Diskusi menyoroti peran zakat dalam pembangunan berkelanjutan. ZIS DSKL menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan. Forum ini juga membahas kesiapan sumber daya. Kolaborasi lintas sektor menjadi perhatian utama. Peserta sepakat bahwa FGD harus menghasilkan rekomendasi konkret. Agenda ini menjadi prioritas bersama. Rakorda menetapkan langkah-langkah awal pelaksanaan FGD. Setiap daerah memiliki peran dalam menyukseskan agenda ini. ZIS DSKL dipandang sebagai masa depan pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung visioner dan progresif. Rakorda ini menjadi titik awal penguatan ZIS DSKL. Komitmen bersama menjadi modal utama.

Pandangan Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pandangan strategis dalam Rakorda tersebut. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar BAZNAS di DIY. Menurut beliau, koordinasi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan zakat. Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan bahwa Rakorda bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi ruang refleksi dan perencanaan bersama. Beliau menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan ZIS. Kepercayaan masyarakat harus terus dijaga. Drs. H. Syamsul Azhari juga menekankan pentingnya inovasi.

Digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis. Menurut beliau, pendekatan kreatif diperlukan untuk menjangkau muzaki. Program pemberdayaan harus berdampak nyata. IZN menjadi instrumen penting dalam hal ini. Beliau mengapresiasi peran BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah. Suasana diskusi yang hangat dinilai mendukung produktivitas forum. Drs. H. Syamsul Azhari mengajak seluruh BAZNAS untuk terus belajar. Kolaborasi lintas daerah harus diperkuat. Rakorda ini diharapkan menghasilkan langkah konkret. Pandangan beliau menjadi penguat arah kebijakan. Pesan tersebut diterima dengan antusias oleh peserta.

Kutipan Langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pernyataan secara langsung. Beliau mengatakan, “Rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pengelolaan zakat di DIY.” Pernyataan tersebut disampaikan dengan penuh keyakinan. Beliau menegaskan bahwa sinergi adalah kunci keberhasilan. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam mengelola zakat,” ujar beliau. Menurut Drs. H. Syamsul Azhari, koordinasi akan memperkuat dampak program. Beliau juga menyampaikan pentingnya menjaga kepercayaan muzaki. “Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” lanjutnya.

Beliau menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas. Program zakat harus memberikan manfaat nyata bagi mustahik. “IZN Micro dan Makro harus terus kita kembangkan,” ungkap beliau. Drs. H. Syamsul Azhari juga menyoroti pentingnya ZIS DSKL. “FGD ZIS DSKL harus menghasilkan kebijakan yang aplikatif,” katanya. Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Pesan beliau menjadi penguat semangat bersama. Kutipan ini mencerminkan arah kebijakan BAZNAS Kota Yogyakarta. Pernyataan disampaikan secara lugas dan inspiratif. Peserta mencatat poin-poin penting tersebut. Ucapan ini menjadi salah satu sorotan Rakorda. Pesan beliau diharapkan menjadi pedoman bersama.

Komitmen Bersama Membangun Zakat Berkelanjutan

Rakorda BAZNAS Se-DIY menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat. Setiap BAZNAS menyadari peran strategisnya masing-masing. Komitmen ini tidak hanya bersifat normatif. Kesepakatan dituangkan dalam langkah-langkah konkret. Sinergi menjadi kata kunci dalam setiap rencana. Pengelolaan zakat diarahkan pada keberlanjutan. Program pemberdayaan menjadi prioritas utama. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berinovasi.

Kolaborasi lintas daerah akan terus diperkuat. Rakorda ini menjadi pijakan penting ke depan. Setiap daerah memiliki tanggung jawab yang sama. Komitmen ini didukung oleh semangat kebersamaan. Tantangan ke depan dihadapi secara kolektif. Zakat dipandang sebagai solusi sosial. Pengelolaan profesional menjadi keharusan. Rakorda ini mempertegas arah kebijakan regional. Komitmen bersama ini diharapkan berdampak luas. Keberlanjutan program menjadi fokus utama. Sinergi menjadi modal sosial yang kuat.

Peran Strategis BAZNAS Kota Yogyakarta

BAZNAS Kota Yogyakarta memainkan peran strategis dalam Rakorda ini. Kehadiran aktif dalam setiap sesi menunjukkan komitmen lembaga. BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal sebagai pelopor inovasi. Program-program yang dijalankan menjadi referensi daerah lain. Kontribusi pemikiran memperkaya diskusi. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif mendorong kolaborasi. Peran ini diapresiasi oleh peserta Rakorda. Komitmen terhadap pengelolaan profesional menjadi ciri khas.

BAZNAS Kota Yogyakarta terus memperkuat tata kelola. Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama. Pendekatan berbasis data diterapkan secara konsisten. Program pemberdayaan terus dikembangkan. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif dalam literasi zakat. Edukasi kepada masyarakat menjadi prioritas. Peran strategis ini diharapkan terus berlanjut. Rakorda ini memperkuat posisi BAZNAS Kota Yogyakarta. Sinergi regional menjadi bagian dari strategi. Peran aktif ini berdampak positif bagi DIY. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berkontribusi.

Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Umat

Rakorda ini menegaskan kembali peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Zakat tidak hanya bersifat konsumtif. Pendekatan produktif menjadi fokus utama. Program IZN menjadi contoh nyata. Pemberdayaan ekonomi mustahik menjadi tujuan. Zakat diarahkan untuk meningkatkan kemandirian. Rakorda ini memperkuat paradigma tersebut. Setiap BAZNAS berkomitmen menjalankan program berdampak. Zakat dipandang sebagai solusi sosial.

Pengelolaan profesional menjadi syarat utama. Sinergi memperkuat dampak program. ZIS DSKL menjadi bagian penting dari strategi. Rakorda ini menjadi ruang penyelarasan visi. Pemberdayaan umat menjadi tujuan bersama. Zakat dikelola secara amanah. Kepercayaan masyarakat menjadi prioritas. Rakorda ini memperkuat komitmen tersebut. Program zakat diharapkan semakin tepat sasaran. Dampak jangka panjang menjadi fokus. Zakat menjadi kekuatan pembangunan sosial.

Berzakat, Infak, dan Sedekah

Rakorda ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi. Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Zakat, infak, dan sedekah memiliki dampak besar. Setiap kontribusi menjadi amal jariyah. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan yang amanah. Program disalurkan secara tepat sasaran. Masyarakat diajak menjadi bagian dari perubahan.

ZIS-DSKL menjadi instrumen keberlanjutan. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan. BAZNAS Kota Yogyakarta membuka akses seluas-luasnya. Kemudahan layanan menjadi prioritas. Masyarakat dapat menyalurkan ZIS dengan nyaman. Rakorda ini memperkuat ajakan tersebut. Zakat menjadi solusi bersama. Infak dan sedekah memperkuat solidaritas. Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama. BAZNAS Kota Yogyakarta siap melayani. Mari bersama membangun kesejahteraan umat.

Fidyah Digital

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan fidyah secara mudah dan aman. Fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sesuai ketentuan. BAZNAS Kota Yogyakarta menyediakan layanan digital untuk kemudahan. Masyarakat dapat menunaikan fidyah melalui kantor digital resmi. Layanan ini dirancang untuk kenyamanan muzaki. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama. BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyediakan layanan informasi.

Nomor layanan muzaki siap melayani masyarakat. Fidyah yang ditunaikan akan disalurkan secara tepat. Program ini menjadi bagian dari ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan sesuai syariat. Layanan digital memudahkan masyarakat. Fidyah dapat ditunaikan kapan saja. Rakorda ini memperkuat komitmen pelayanan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berinovasi. Masyarakat diajak memanfaatkan layanan resmi. Fidyah menjadi bagian dari kepedulian sosial. BAZNAS Kota Yogyakarta siap menjadi mitra umat. Mari tunaikan fidyah dengan amanah.

Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta untuk pemberdayaan umat.

Mari salurkan infak dan sedekah sebagai wujud kepedulian sosial.

Mari dukung program ZIS-DSKL demi kesejahteraan berkelanjutan.

Mari percayakan ZIS kepada BAZNAS Kota Yogyakarta yang amanah dan profesional.

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi layanan muzaki 0821-4123-2770

#BAZNASKotaYogyakarta #RakordaBAZNASDIY #ZISDSKL #ZakatUntukUmat #FidyahBAZNAS

04/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Penguatan Tata Kelola Zakat Melalui Penyerahan SK Penetapan RKAT BAZNAS Se-DIY

Komitmen Bersama Menata Arah Pengelolaan Zakat

BAZNAS Kota Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola zakat melalui kegiatan Penyerahan Surat Keputusan Penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan kepada Ketua masing-masing BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan arah kebijakan pengelolaan zakat di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Penyerahan SK RKAT dilakukan sebagai bentuk legalitas sekaligus penguatan perencanaan program zakat yang terukur. Seluruh unsur pimpinan BAZNAS se-DIY hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan sarat semangat kolaborasi.

Agenda ini mencerminkan keseriusan BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menjalankan amanah umat. RKAT diposisikan sebagai instrumen utama pengendali program dan anggaran. Melalui penetapan ini, setiap BAZNAS memiliki panduan kerja yang jelas. Proses penyerahan SK dilakukan secara simbolis dan resmi. Hal ini menegaskan akuntabilitas kelembagaan yang dijunjung tinggi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana evaluasi bersama. Sinergi antarwilayah diperkuat dalam forum ini. Keselarasan program menjadi fokus utama pembahasan. Semua pihak menyadari pentingnya perencanaan yang matang. RKAT menjadi pijakan utama keberhasilan program zakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik. BAZNAS Kota Yogyakarta menegaskan perannya sebagai penggerak utama tata kelola zakat yang profesional.

Makna Strategis RKAT dalam Pengelolaan Zakat

Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan memiliki posisi strategis dalam pengelolaan zakat yang berkelanjutan. RKAT menjadi dokumen perencanaan yang merangkum visi, misi, dan target program. Setiap angka dan program yang tertuang memiliki dasar kebutuhan mustahik. Penyusunan RKAT dilakukan melalui kajian mendalam dan partisipatif. Hal ini bertujuan agar program tepat sasaran. RKAT juga menjadi alat ukur kinerja lembaga.

Setiap capaian akan dievaluasi berdasarkan dokumen ini. Dengan RKAT, transparansi pengelolaan dana zakat dapat terjaga. Masyarakat dapat melihat arah penggunaan dana secara jelas. RKAT memperkuat prinsip good governance. Perencanaan yang baik mencegah tumpang tindih program. Efisiensi anggaran menjadi lebih terjamin. RKAT juga membantu memetakan prioritas program. Fokus pada pengentasan kemiskinan menjadi arah utama. Dokumen ini mengikat seluruh unsur pelaksana. Setiap unit kerja memiliki tanggung jawab yang jelas. RKAT mendorong disiplin organisasi. Dengan demikian, zakat dikelola secara profesional dan amanah.

Penyerahan SK sebagai Penguatan Legalitas Program

Penyerahan SK Penetapan RKAT bukan sekadar seremoni administratif. Dokumen tersebut memiliki kekuatan hukum dalam pelaksanaan program. Dengan diterimanya SK, setiap Ketua BAZNAS se-DIY resmi menjalankan rencana kerja yang telah disahkan. Legalitas ini penting untuk menjaga kepatuhan terhadap regulasi. SK juga menjadi dasar pelaporan kepada pemangku kepentingan. Pemerintah daerah dapat memantau pelaksanaan program dengan jelas. Penyerahan SK dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Hal ini mencerminkan komitmen terhadap transparansi.

Setiap Ketua BAZNAS menerima dokumen dengan penuh tanggung jawab. Momentum ini memperkuat rasa kebersamaan antarwilayah. Tidak ada program yang berjalan sendiri-sendiri. Semua berada dalam satu kerangka besar pengelolaan zakat DIY. Legalitas yang kuat mendorong keberanian berinovasi. Program baru dapat dijalankan dengan dasar hukum yang jelas. Hal ini juga melindungi lembaga dari risiko administratif. Penyerahan SK menjadi tonggak awal pelaksanaan program tahunan. Seluruh jajaran diharapkan bekerja sesuai koridor yang telah ditetapkan.

Arahan Pimpinan dalam Menjaga Amanah Umat

Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, memberikan arahan penting kepada seluruh Ketua BAZNAS se-DIY. Beliau menekankan bahwa zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Setiap rupiah dana zakat memiliki nilai ibadah yang besar. Oleh karena itu, pengelolaannya tidak boleh sembarangan. Drs. H. Syamsul Azhari mengingatkan pentingnya integritas dalam bekerja. Profesionalitas harus berjalan seiring dengan keikhlasan.

Beliau juga menyoroti pentingnya perencanaan yang disiplin. RKAT bukan hanya dokumen, tetapi pedoman kerja harian. Setiap program harus memberikan dampak nyata. Mustahik harus merasakan manfaat langsung. Arahan ini disampaikan dengan penuh ketegasan dan kehangatan. Seluruh peserta menyimak dengan serius. Pesan moral menjadi bagian penting dalam sambutan tersebut. BAZNAS diharapkan menjadi teladan lembaga amanah. Kepercayaan publik harus dijaga setiap saat. Arahan pimpinan ini menjadi penguat semangat bersama. Semua pihak diingatkan akan tanggung jawab besar yang diemban.

Pernyataan Langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Dalam sambutannya, Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan pernyataan yang menjadi penegas arah lembaga. “RKAT bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi komitmen moral kita kepada umat,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa perencanaan yang baik adalah bentuk ibadah. “Setiap program harus dirancang untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi mustahik,” tegasnya. Menurut beliau, BAZNAS harus hadir sebagai solusi sosial. Pengelolaan zakat tidak boleh stagnan. Inovasi harus terus dilakukan tanpa meninggalkan prinsip syariah.

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah. “Sinergi adalah kunci keberhasilan pengelolaan zakat di DIY,” ungkapnya. Pernyataan tersebut disambut dengan anggukan para peserta. Pesan tersebut dianggap relevan dengan tantangan saat ini. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengingatkan pentingnya pelaporan yang jujur. Akuntabilitas menjadi pilar utama kepercayaan publik. Kutipan ini menjadi penegas komitmen kelembagaan. Seluruh jajaran diharapkan mengimplementasikan pesan tersebut. Pernyataan langsung ini memberikan energi baru bagi pelaksanaan program.

Sinergi BAZNAS Se-DIY untuk Dampak Lebih Luas

Kegiatan ini memperlihatkan kuatnya sinergi BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Setiap wilayah memiliki karakteristik mustahik yang berbeda. Namun, tujuan besar tetap sama, yaitu kesejahteraan umat. Sinergi memungkinkan pertukaran praktik baik antarwilayah. Program yang berhasil dapat direplikasi. Tantangan yang dihadapi dapat dibahas bersama. Forum ini menjadi ruang komunikasi strategis. Tidak ada sekat antar lembaga. Semua bergerak dalam satu visi besar.

Sinergi juga memperkuat posisi BAZNAS di mata publik. Lembaga menjadi lebih solid dan terpercaya. Kerja bersama memperluas jangkauan manfaat. Mustahik di wilayah perbatasan dapat terlayani lebih baik. Sinergi juga mencegah duplikasi program. Anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal. Kolaborasi ini menjadi modal sosial yang penting. BAZNAS Kota Yogyakarta berperan aktif dalam menginisiasi kebersamaan ini. Harapannya, dampak zakat semakin terasa luas.

Penguatan Akuntabilitas dan Transparansi Lembaga

Penetapan RKAT menjadi langkah konkret dalam memperkuat akuntabilitas lembaga. Setiap program memiliki indikator yang jelas. Anggaran dirancang sesuai kebutuhan lapangan. Transparansi menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan. Masyarakat berhak mengetahui penggunaan dana zakat. RKAT memudahkan proses monitoring dan evaluasi. Setiap penyimpangan dapat segera diidentifikasi. Hal ini melindungi lembaga dari risiko penyalahgunaan.

Akuntabilitas juga meningkatkan kepercayaan muzaki. Ketika kepercayaan meningkat, partisipasi masyarakat akan tumbuh. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen menjaga keterbukaan informasi. Laporan kegiatan disusun secara berkala. Data disajikan dengan jelas dan mudah dipahami. Prinsip ini sejalan dengan tuntutan tata kelola modern. Penguatan akuntabilitas juga berdampak pada internal lembaga. Disiplin kerja menjadi budaya organisasi. Dengan demikian, pengelolaan zakat berjalan lebih profesional.

Dampak RKAT terhadap Program Pemberdayaan

RKAT yang telah ditetapkan akan berdampak langsung pada program pemberdayaan mustahik. Program pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dirancang lebih terarah. Setiap kegiatan memiliki target yang terukur. Mustahik tidak hanya menerima bantuan konsumtif. Pemberdayaan menjadi fokus utama. RKAT memungkinkan perencanaan jangka panjang. Program berkelanjutan dapat dijalankan dengan konsisten. Dampak sosial menjadi lebih nyata.

Mustahik didorong untuk mandiri. RKAT juga mendukung inovasi program. Kebutuhan baru dapat diakomodasi. Evaluasi dilakukan secara berkala. Program yang kurang efektif dapat diperbaiki. Hal ini memastikan dana zakat digunakan optimal. BAZNAS Kota Yogyakarta menempatkan pemberdayaan sebagai prioritas. Dengan perencanaan yang matang, perubahan sosial dapat terwujud. RKAT menjadi alat penting dalam mencapai tujuan tersebut.

Peran Ketua BAZNAS dalam Implementasi RKAT

Ketua masing-masing BAZNAS se-DIY memegang peran kunci dalam implementasi RKAT. Mereka bertanggung jawab memastikan program berjalan sesuai rencana. Kepemimpinan yang kuat sangat dibutuhkan. Ketua harus mampu menggerakkan tim. Komunikasi internal menjadi faktor penting. Setiap staf harus memahami arah kerja. Ketua juga menjadi wajah lembaga di hadapan publik. Kepercayaan masyarakat sangat bergantung pada integritas pimpinan.

Implementasi RKAT membutuhkan ketegasan dan keteladanan. Ketua harus menjadi contoh dalam disiplin kerja. Pengambilan keputusan harus berdasarkan data. RKAT menjadi rujukan utama. Tantangan lapangan harus dihadapi dengan bijak. Ketua juga harus responsif terhadap kebutuhan mustahik. Peran ini menuntut komitmen tinggi. Dengan kepemimpinan yang baik, RKAT dapat diimplementasikan secara optimal. BAZNAS Kota Yogyakarta berharap seluruh Ketua menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab.

Harapan terhadap Penguatan Layanan Muzaki

Selain mustahik, RKAT juga berdampak pada peningkatan layanan muzaki. Layanan yang baik akan meningkatkan kenyamanan berzakat. RKAT mengatur pengembangan sistem layanan. Digitalisasi menjadi salah satu fokus. Muzaki dapat menunaikan zakat dengan mudah. Informasi disajikan secara transparan. Layanan konsultasi diperkuat. Muzaki dapat bertanya dan mendapatkan pendampingan.

Kepercayaan muzaki menjadi aset penting. RKAT mendorong peningkatan kualitas pelayanan. Setiap keluhan ditangani dengan cepat. Layanan yang profesional mencerminkan keseriusan lembaga. BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan layanan yang humanis. Muzaki tidak hanya menyetor dana, tetapi juga terlibat secara emosional. Dengan layanan yang baik, partisipasi masyarakat akan meningkat. RKAT menjadi dasar pengembangan layanan ini. Harapannya, zakat semakin menjadi gaya hidup.

Konsistensi BAZNAS Kota Yogyakarta dalam Pelayanan Umat

BAZNAS Kota Yogyakarta terus menunjukkan konsistensinya dalam pelayanan umat. Penyerahan SK RKAT menjadi bukti keseriusan tersebut. Setiap tahun, perencanaan dilakukan dengan lebih baik. Evaluasi menjadi budaya organisasi. Kesalahan dijadikan pelajaran. Keberhasilan dijadikan motivasi. Konsistensi ini membangun reputasi lembaga. Masyarakat melihat kesungguhan BAZNAS Kota Yogyakarta.

Pelayanan tidak hanya bersifat seremonial. Program dijalankan hingga tuntas. Mustahik didampingi secara berkelanjutan. Konsistensi juga terlihat dalam pelaporan. Informasi disampaikan secara rutin. Hal ini meningkatkan kepercayaan publik. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen menjaga amanah ini. RKAT menjadi alat utama menjaga konsistensi tersebut. Dengan kerja yang berkesinambungan, manfaat zakat akan semakin luas.

Bersama BAZNAS kota Yogyakarta Menguatkan Gerakan Zakat

Melalui momentum ini, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif. Zakat bukan hanya kewajiban individu. Zakat adalah gerakan sosial. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan program. Dengan RKAT yang jelas, dana zakat dikelola lebih terarah. Masyarakat tidak perlu ragu. Kepercayaan dibangun melalui transparansi.

BAZNAS Kota Yogyakarta membuka ruang kolaborasi. Semua pihak dapat terlibat. Gerakan zakat membutuhkan dukungan bersama. Dari muzaki hingga relawan. Dengan kebersamaan, dampak zakat akan lebih besar. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen menjadi fasilitator gerakan ini. RKAT menjadi panduan bersama. Harapannya, zakat menjadi solusi nyata masalah sosial. Ajakan ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat. Mari bersama menguatkan peran zakat untuk kesejahteraan umat.

Menjaga Amanah, Menguatkan Kepercayaan

Penyerahan SK Penetapan RKAT kepada Ketua masing-masing BAZNAS se-DIY menjadi penanda penting komitmen bersama. Kegiatan ini bukan akhir, melainkan awal dari kerja panjang. Amanah umat harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. RKAT menjadi kompas perjalanan lembaga. Dengan perencanaan yang matang, tujuan dapat dicapai. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat terus mendukung. Kepercayaan publik adalah modal utama.

Dengan dukungan muzaki, program dapat berjalan optimal. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen menjaga transparansi. Setiap dana dikelola secara profesional. Penutup ini menjadi pengingat akan tanggung jawab bersama. Zakat, infak, dan sedekah adalah kekuatan sosial. Mari jadikan zakat sebagai solusi. Dengan kebersamaan, kesejahteraan umat dapat terwujud. BAZNAS Kota Yogyakarta siap menjadi mitra terpercaya. Amanah dijaga, kepercayaan dikuatkan.

Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta untuk pengelolaan yang amanah dan profesional

Mari salurkan infak dan sedekah untuk mendukung program pemberdayaan mustahik

Mari berpartisipasi dalam gerakan zakat demi kesejahteraan umat

Mari percayakan ZIS-DSKL kepada BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai lembaga resmi

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau melalui layanan muzaki di nomor 0821-4123-2770 agar ibadah semakin tertib dan berkah.

#BAZNAS Kota Yogyakarta #RKAT #ZakatDIY #ZISDSKL #ZakatUntukUmat #Fidyah #LayananMuzaki

 

04/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Berita Terbaru

Siapa Itu Amil Zakat?
Siapa Itu Amil Zakat?
Amil zakat adalah individu atau lembaga yang bertugas untuk mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan zakat kepada yang berhak menerimanya. Dalam Islam, amil zakat memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa zakat yang dikeluarkan oleh masyarakat dapat disalurkan dengan tepat dan efektif. Mereka bertanggung jawab untuk mengelola dana zakat agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi penerima. Amil zakat harus memenuhi syarat tertentu, seperti memiliki integritas, kejujuran, dan pengetahuan tentang hukum zakat. Mereka juga harus memahami siapa saja yang berhak menerima zakat, seperti fakir, miskin, anak yatim, dan mereka yang terjebak dalam utang. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya zakat itu hanya untuk orang-orang fakir, miskin, amil, yang mengurusnya, dan untuk menarik hati orang-orang yang dilunakkan hatinya" (QS. At-Taubah: 60). Tugas amil zakat tidak hanya terbatas pada pengumpulan dan distribusi zakat, tetapi juga mencakup edukasi masyarakat tentang pentingnya zakat. Mereka perlu memberikan informasi yang jelas mengenai cara menghitung zakat, jenis-jenis zakat, dan manfaatnya bagi masyarakat. Dengan demikian, amil zakat berperan sebagai jembatan antara pemberi zakat dan penerima zakat. Dalam konteks modern, banyak lembaga zakat yang telah mengadopsi sistem digital untuk memudahkan pengumpulan dan distribusi zakat. Amil zakat diharapkan dapat memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Saffanatussa'idiyah Editor: Ummi Kiftiyah ?
BERITA11/03/2025 | admin
Fidyah sebagai Jembatan Kemanusiaan di Bulan Ramadan
Fidyah sebagai Jembatan Kemanusiaan di Bulan Ramadan
Fidyah merupakan salah satu aspek penting dalam ibadah puasa yang memiliki makna mendalam, terutama di bulan Ramadan. Dalam konteks Islam, fidyah adalah kompensasi yang diberikan oleh individu yang tidak dapat menjalankan puasa karena alasan tertentu, seperti sakit, usia lanjut, atau kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Fidyah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Dalam bulan suci ini, ketika umat Islam berusaha untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, fidyah menjadi jembatan yang menghubungkan individu dengan masyarakat yang lebih luas. Di bulan Ramadan, umat Islam diajarkan untuk merasakan lapar dan haus sebagai bentuk empati terhadap mereka yang kurang beruntung. Fidyah, dalam hal ini, berfungsi sebagai sarana untuk membantu mereka yang tidak mampu berpuasa. Dengan memberikan fidyah, seseorang tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Ini menciptakan rasa solidaritas dan kepedulian di antara umat Islam, yang sangat penting dalam membangun komunitas yang harmonis. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman bahwa memberi makan orang miskin adalah salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan, dan fidyah adalah salah satu cara untuk melakukannya. Fidyah dapat diberikan dalam bentuk makanan atau uang, tergantung pada kemampuan dan pilihan individu. Dalam konteks modern, banyak lembaga amal dan organisasi sosial yang menyediakan platform untuk menyalurkan fidyah secara efektif. Dengan memanfaatkan teknologi, proses pemberian fidyah menjadi lebih mudah dan transparan. Umat Islam kini dapat memberikan fidyah melalui aplikasi atau situs web, memastikan bahwa bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan dengan cepat dan efisien. Ini menunjukkan bahwa fidyah tidak hanya relevan dalam konteks tradisional, tetapi juga dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penulis:Putri Khodijah Editor:M. Kausari Kaidani
BERITA11/03/2025 | Putri Khodijah
Menelusuri Makna Fidyah dalam Kehidupan Sehari-hari
Menelusuri Makna Fidyah dalam Kehidupan Sehari-hari
Fidyah, sebagai salah satu aspek penting dalam ibadah puasa, memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar kewajiban ritual. Dalam kehidupan sehari-hari, fidyah dapat dilihat sebagai cerminan dari nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan solidaritas. Ketika seseorang tidak dapat menjalankan puasa karena alasan tertentu, fidyah menjadi sarana untuk tetap terhubung dengan komunitas dan memenuhi tanggung jawab sosial. Dalam konteks ini, fidyah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memahami dan merasakan kebutuhan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, fidyah mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar kita. Banyak orang yang mungkin tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama di bulan Ramadan ketika kebutuhan akan makanan dan minuman meningkat. Dengan memberikan fidyah, kita tidak hanya membantu mereka yang kurang beruntung, tetapi juga menunjukkan bahwa kita peduli terhadap kesejahteraan mereka. Ini menciptakan rasa solidaritas yang kuat di antara anggota masyarakat, yang sangat penting dalam membangun komunitas yang harmonis. Fidyah juga mengingatkan kita akan pentingnya berbagi dan kepedulian sosial. Dalam masyarakat yang semakin individualis, fidyah menjadi pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab terhadap sesama. Ketika kita memberikan fidyah, kita tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih baik. Ini menciptakan ikatan sosial yang kuat di antara umat Islam, yang pada gilirannya dapat memperkuat solidaritas dan persatuan di dalam komunitas. Dalam konteks modern, fidyah dapat disalurkan melalui berbagai cara, termasuk lembaga amal dan organisasi sosial. Dengan memanfaatkan teknologi, proses pemberian fidyah menjadi lebih mudah dan transparan. Penulis:Putri Khodijah Editor:M. Kausari Kaidani
BERITA11/03/2025 | Putri Khodijah
Fidyah dan Peranannya dalam Membangun Solidaritas Sosial
Fidyah dan Peranannya dalam Membangun Solidaritas Sosial
Fidyah memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun solidaritas sosial di kalangan umat Islam. Dalam konteks ibadah puasa, fidyah menjadi sarana untuk membantu mereka yang tidak mampu menjalankan puasa karena alasan tertentu, seperti sakit atau usia lanjut. Dengan memberikan fidyah, individu tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Ini menciptakan rasa solidaritas dan kepedulian di antara umat Islam, yang sangat penting dalam membangun komunitas yang harmonis. Di bulan Ramadan, ketika umat Islam berusaha untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, fidyah menjadi jembatan yang menghubungkan individu dengan masyarakat yang lebih luas. Fidyah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman bahwa memberi makan orang miskin adalah salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan, dan fidyah adalah salah satu cara untuk melakukannya. Fidyah dapat diberikan dalam bentuk makanan atau uang, tergantung pada kemampuan dan pilihan individu. Dalam konteks modern, banyak lembaga amal dan organisasi sosial yang menyediakan platform untuk menyalurkan fidyah secara efektif. Dengan memanfaatkan teknologi, proses pemberian fidyah menjadi lebih mudah dan transparan. Umat Islam kini dapat memberikan fidyah melalui aplikasi atau situs web, memastikan bahwa bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan dengan cepat dan efisien. Ini menunjukkan bahwa fidyah tidak hanya relevan dalam konteks tradisional, tetapi juga dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pentingnya fidyah dalam membangun solidaritas sosial juga terlihat dalam cara masyarakat merespons kebutuhan sesama. Di bulan Ramadan, banyak orang yang berusaha untuk berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. Fidyah menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah. Penulis:Putri Khodijah Editor:M. Kausari Kaidani
BERITA11/03/2025 | Putri Khodijah
Bolehkah Menyalurkan Zakat untuk Anak Yatim?
Bolehkah Menyalurkan Zakat untuk Anak Yatim?
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Salah satu bentuk penyaluran zakat yang sangat dianjurkan adalah kepada anak yatim. Zakat adalah harta yang dikeluarkan oleh seorang Muslim untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah SWT dan untuk membersihkan harta. Sementara itu, anak yatim adalah anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya. Dalam konteks zakat, anak yatim sering kali berada dalam kondisi ekonomi yang sulit dan memerlukan bantuan. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menekankan pentingnya memperhatikan anak yatim. Salah satu ayat yang relevan adalah, "Dan berikanlah hak-hak mereka kepada anak-anak yatim, dan janganlah kamu mengganti yang baik dengan yang buruk." (QS. Al-Baqarah: 220). Ayat ini menunjukkan bahwa anak yatim memiliki hak yang harus dipenuhi, termasuk hak untuk mendapatkan bantuan dari orang-orang yang mampu. Zakat adalah salah satu cara untuk memenuhi hak tersebut. Rasulullah SAW juga memberikan penekanan yang kuat mengenai pentingnya menjaga dan membantu anak yatim. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda, "Saya dan orang yang mengurus anak yatim di surga seperti ini," sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan betapa mulianya tindakan menjaga dan membantu anak yatim, dan memberikan zakat kepada mereka adalah salah satu cara untuk melakukannya. Menyalurkan zakat kepada anak yatim adalah tindakan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Anak yatim sering kali tidak memiliki sumber penghidupan yang memadai setelah kehilangan orang tua mereka. Dengan memberikan zakat, kita membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, pendidikan, dan kesehatan. Dalam Islam, terdapat delapan golongan yang berhak menerima zakat, yang disebut sebagai asnaf. Salah satu golongan tersebut adalah orang-orang yang fakir dan miskin. Anak yatim sering kali termasuk dalam kategori ini, sehingga mereka berhak menerima zakat. Dalam Surah At-Taubah ayat 60, Allah SWT menyebutkan, "Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, orang-orang yang berhak menarik hati mereka, untuk memerdekakan budak, untuk membayar utang, untuk jalan Allah, dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Menyalurkan zakat kepada anak yatim tidak hanya memenuhi kewajiban zakat, tetapi juga mendatangkan pahala yang besar. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik rumah adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik." (HR. Ahmad). Hadis ini menunjukkan bahwa memperlakukan anak yatim dengan baik, termasuk memberikan zakat kepada mereka, adalah tindakan yang sangat dianjurkan. Berdasarkan dalil-dalil yang ada, dapat disimpulkan bahwa menyalurkan zakat untuk anak yatim adalah tindakan yang diperbolehkan dan sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan memberikan zakat kepada anak yatim, kita tidak hanya memenuhi kewajiban zakat, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Menjaga dan membantu anak yatim adalah amal yang mulia dan mendatangkan pahala yang besar di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita salurkan zakat kita kepada anak yatim dan berikan mereka harapan untuk masa depan yang lebih baik. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA11/03/2025 | admin
Metode Efektif Mengenalkan Zakat kepada Anak-Anak
Metode Efektif Mengenalkan Zakat kepada Anak-Anak
Mengenalkan zakat kepada anak-anak merupakan langkah yang sangat penting dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter mereka. Zakat, yang merupakan salah satu rukun Islam, memiliki makna yang mendalam dan perlu dipahami sejak usia dini. Dengan menggunakan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat belajar tentang nilai berbagi dan kepedulian terhadap orang lain. 1. Memulai dengan Konsep Berbagi Pengenalan zakat sebaiknya dimulai dengan menjelaskan konsep berbagi. Anda dapat menggunakan cerita sederhana yang menggambarkan tindakan berbagi dan kepedulian. Misalnya, ceritakan kisah tentang seseorang yang membantu orang lain yang sedang kesulitan. Cerita ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang pentingnya berbagi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, melibatkan anak dalam aktivitas praktis juga sangat efektif. Ajak mereka untuk berbagi mainan, buku, atau makanan dengan teman-teman atau tetangga yang membutuhkan. Aktivitas ini tidak hanya mengajarkan mereka tentang zakat, tetapi juga memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana tindakan berbagi dapat membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain. 2. Pendidikan Dasar tentang Zakat Setelah anak-anak memahami konsep berbagi, langkah selanjutnya adalah memberikan pendidikan dasar tentang zakat. Pada usia sekolah dasar, antara 6 hingga 12 tahun, anak-anak sudah mulai bisa memahami konsep yang lebih kompleks. Di sini, Anda dapat menjelaskan apa itu zakat, mengapa zakat itu penting, dan siapa yang berhak menerima zakat. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Misalnya, Anda bisa menjelaskan bahwa zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki harta, dan tujuannya adalah untuk membantu mereka yang kurang mampu. Anda juga bisa menjelaskan berbagai jenis zakat, seperti zakat fitrah dan zakat mal, serta bagaimana cara menghitungnya. 3. Melibatkan Anak dalam Kegiatan Zakat Salah satu cara terbaik untuk mengajarkan zakat adalah dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan zakat secara langsung. Ajak mereka untuk menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk disumbangkan kepada yang membutuhkan. Anda bisa membuat kotak amal di rumah dan mengajak anak-anak untuk mengisinya secara rutin. Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak-anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, seperti memberikan makanan kepada orang-orang yang kurang beruntung atau mengikuti program zakat di masjid setempat. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan mereka tentang zakat, tetapi juga memberikan pengalaman berharga tentang kepedulian sosial. 4. Menggunakan Media Edukasi Dalam era digital saat ini, Anda juga bisa memanfaatkan berbagai media edukasi untuk mengenalkan zakat kepada anak-anak. Buku cerita, video, dan aplikasi edukatif dapat menjadi alat yang efektif untuk menjelaskan konsep zakat dengan cara yang menarik. Pilihlah materi yang sesuai dengan usia anak dan mudah dipahami. 5. Diskusi dan Tanya Jawab Ajak anak-anak berdiskusi tentang zakat dan berbagi. Berikan mereka kesempatan untuk bertanya dan mengungkapkan pendapat mereka. Diskusi ini dapat membantu mereka memahami lebih dalam tentang pentingnya zakat dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam masyarakat. 6. Menanamkan Nilai-Nilai Spiritual Terakhir, penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual terkait zakat. Jelaskan kepada anak-anak bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk ibadah yang mendekatkan mereka kepada Allah. Dengan memahami aspek spiritual ini, anak-anak akan lebih termotivasi untuk menunaikan zakat dengan ikhlas. Memberikan edukasi tentang zakat kepada anak-anak adalah proses yang memerlukan pendekatan yang tepat dan konsisten. Dengan memulai dari konsep berbagi, memberikan pendidikan dasar, melibatkan mereka dalam kegiatan zakat, dan menggunakan media edukasi, anak-anak dapat memahami dan menghargai pentingnya zakat dalam kehidupan mereka. Melalui pengajaran yang baik, mereka tidak hanya akan menjadi individu yang peduli, tetapi juga akan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA11/03/2025 | admin
Kapan Waktu yang Tepat Mengenalkan Zakat kepada Anak-Anak?
Kapan Waktu yang Tepat Mengenalkan Zakat kepada Anak-Anak?
Mengenalkan zakat kepada anak-anak merupakan langkah krusial dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter mereka. Proses ini sebaiknya dimulai sejak usia dini, sekitar 3 hingga 5 tahun. Pada tahap ini, anak-anak dapat diajarkan tentang konsep berbagi. Anda bisa menjelaskan bahwa zakat adalah salah satu cara untuk menunjukkan kepedulian terhadap orang lain yang membutuhkan. Saat anak memasuki usia sekolah dasar, antara 6 hingga 12 tahun, pemahaman mereka tentang zakat dapat ditingkatkan. Di usia ini, orang tua dapat mulai menjelaskan lebih dalam mengenai kewajiban zakat, berbagai jenis zakat, serta siapa saja yang berhak menerima zakat tersebut. Melibatkan anak dalam kegiatan zakat, seperti menyisihkan sebagian dari uang saku mereka untuk disumbangkan, dapat menjadi pengalaman yang berharga. Ketika anak-anak mencapai usia remaja, sekitar 13 tahun ke atas, mereka sudah lebih mampu memahami tanggung jawab dan konsekuensi dari tindakan mereka. Pada tahap ini, Anda dapat mengajarkan mereka cara menghitung zakat dan pentingnya menunaikannya tepat waktu. Ini adalah saat yang tepat untuk menjelaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial yang harus dijalani. Untuk membuat pengenalan zakat lebih menarik dan mudah dipahami, Anda bisa menggunakan beberapa metode. Salah satunya adalah dengan memberikan contoh praktis. Ajak anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, seperti memberikan makanan atau uang kepada orang yang membutuhkan. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan mereka tentang zakat, tetapi juga memberikan pengalaman langsung tentang kepedulian sosial. Selain itu, cerita dan kisah dari Al-Qur'an atau hadis dapat digunakan sebagai alat untuk menjelaskan pentingnya zakat. Cerita-cerita ini dapat memberikan konteks yang lebih dalam dan membuat anak-anak lebih tertarik untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam zakat. Diskusi juga bisa menjadi metode yang efektif. Ajak anak untuk berdiskusi tentang nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang ada dalam zakat, sehingga mereka dapat memahami dampak positif dari tindakan berbagi. Pengenalan zakat kepada anak-anak tidak hanya bermanfaat untuk pemahaman agama mereka, tetapi juga untuk pembentukan karakter. Dengan memahami pentingnya zakat, anak-anak akan belajar tentang kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap sesama. Ini adalah nilai-nilai yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak tidak hanya akan memahami zakat sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai bagian integral dari kehidupan sosial mereka. Mereka akan belajar bahwa zakat adalah cara untuk membantu orang lain dan berkontribusi pada masyarakat. Ini akan membentuk mereka menjadi individu yang lebih peduli dan bertanggung jawab. Secara keseluruhan, mengenalkan zakat kepada anak-anak adalah proses yang harus dilakukan dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Dengan memulai sejak dini dan menggunakan metode yang menarik, Anda dapat membantu anak-anak memahami dan menghargai pentingnya zakat dalam kehidupan mereka. Ini adalah investasi jangka panjang yang akan membentuk karakter dan nilai-nilai mereka di masa depan. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA11/03/2025 | admin
Fidyah sebagai Penjaga Keseimbangan Sosial
Fidyah sebagai Penjaga Keseimbangan Sosial
Fidyah sebagai Penjaga Keseimbangan Sosial Fidyah merupakan salah satu konsep dalam Islam yang berkaitan dengan kewajiban mengganti puasa bagi mereka yang tidak dapat melaksanakannya karena alasan tertentu, seperti sakit atau hamil. Namun, fidyah tidak hanya sekadar pengganti puasa, melainkan juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sosial di masyarakat. Pengertian Fidyah Fidyah berasal dari kata "fada" yang berarti mengganti atau menebus. Dalam konteks puasa, fidyah adalah bentuk kompensasi yang diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa. Biasanya, fidyah berupa makanan pokok yang diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Dengan demikian, fidyah tidak hanya berfungsi sebagai pengganti, tetapi juga sebagai sarana untuk berbagi dan membantu sesama. Fidyah dan Keseimbangan Sosial 1. Membantu Mereka yang Membutuhkan Salah satu tujuan utama dari fidyah adalah untuk membantu mereka yang kurang mampu. Dengan memberikan fidyah, seseorang tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan sosial. Masyarakat yang lebih mampu diharapkan dapat membantu mereka yang kurang beruntung, sehingga tercipta solidaritas dan kepedulian sosial. 2. Mendorong Kepedulian Sosial Fidyah juga berfungsi sebagai pengingat bagi umat Islam untuk selalu peduli terhadap sesama. Dalam proses memberikan fidyah, individu diingatkan akan pentingnya berbagi dan membantu orang lain. Hal ini dapat mendorong terciptanya komunitas yang lebih harmonis dan saling mendukung. 3. Menjaga Keseimbangan Ekonomi Dengan adanya fidyah, distribusi sumber daya di masyarakat dapat lebih merata. Fidyah yang diberikan dalam bentuk makanan pokok dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi mereka yang menerima. Ini juga dapat mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Penulis: Hubaib Ash Shidqi Editor: Hubaib Ash Shidqi
BERITA11/03/2025 | HUBAIB ASH SHIDQI
Sedekah Digital: Inovasi Berbagi di Era Modern
Sedekah Digital: Inovasi Berbagi di Era Modern
Di era digital yang serba cepat, perkembangan teknologi telah mengubah hampir semua aspek kehidupan manusia, termasuk cara beribadah dan berbagi. Sedekah, yang merupakan salah satu ibadah penting dalam Islam, kini juga mengalami transformasi seiring dengan perkembangan zaman. Hadirnya platform sedekah digital telah membuka jalan baru bagi umat Muslim untuk berbagi kebaikan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien. Transformasi Sedekah di Era Digital Sedekah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat Islam sejak zaman Rasulullah SAW. Secara tradisional, sedekah dilakukan dengan memberikan langsung kepada penerima atau melalui lembaga amil zakat. Namun, dengan perkembangan teknologi dan internet, cara bersedekah pun mengalami evolusi. Sedekah digital merupakan konsep bersedekah melalui platform atau media digital, seperti aplikasi mobile, website, e-commerce, atau media sosial. Konsep ini memungkinkan donatur untuk bersedekah kapan saja dan di mana saja tanpa batasan waktu dan tempat, cukup dengan menggunakan smartphone atau komputer yang terhubung dengan internet. Transformasi ini sejalan dengan maqashid syariah (tujuan syariat) yang salah satunya adalah memberikan kemudahan (taysir) bagi umat dalam menjalankan ibadah. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185: "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." Beragam Platform Sedekah Digital di Indonesia Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki banyak platform sedekah digital yang terus berkembang. Beberapa platform tersebut di antaranya: 1. Aplikasi BAZNAS Digital BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) sebagai lembaga resmi pengelola zakat nasional telah mengembangkan aplikasi digital yang memudahkan masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah. Aplikasi ini menawarkan berbagai program sedekah yang dapat dipilih sesuai dengan minat dan kemampuan donatur. 2. Fitur Sedekah di E-commerce dan Dompet Digital Berbagai platform e-commerce dan dompet digital seperti Tokopedia, Shopee, GoPay, dan OVO kini menyediakan fitur sedekah yang terintegrasi dengan layanan mereka. Pengguna dapat dengan mudah menyisihkan sebagian uang mereka untuk disedekahkan saat bertransaksi. 3. Media Sosial sebagai Kanal Sedekah Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter juga menjadi kanal baru untuk bersedekah. Banyak influencer atau public figure yang memanfaatkan platform ini untuk menggalang dana bagi yang membutuhkan. Keunggulan Sedekah Digital Sedekah digital menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan dengan cara sedekah konvensional, di antaranya: 1. Kemudahan dan Efisiensi Dengan sedekah digital, donatur tidak perlu lagi mendatangi lokasi fisik untuk menyalurkan bantuan. Cukup dengan beberapa klik, sedekah sudah dapat tersalurkan kepada yang membutuhkan. Hal ini sangat efisien, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan keterbatasan waktu. 2. Aksesibilitas Tanpa Batas Sedekah digital dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, selama terhubung dengan internet. Tidak ada lagi batasan waktu operasional seperti pada lembaga amil zakat konvensional. Hal ini memungkinkan orang untuk bersedekah bahkan di tengah malam atau saat berada di luar negeri. 3. Transparansi dan Akuntabilitas Platform sedekah digital umumnya menyediakan fitur monitoring yang memungkinkan donatur untuk memantau perkembangan program dan penggunaan dana yang mereka salurkan. Laporan keuangan dan dokumentasi program juga lebih mudah diakses secara online. Ini meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana sedekah. 4. Variasi Program dan Nominal Sedekah digital menawarkan beragam program dan nominal yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan minat donatur. Mulai dari program pendidikan, kesehatan, dakwah, hingga kemanusiaan, semua tersedia dalam satu platform. Donatur juga dapat memilih nominal mulai dari yang terkecil hingga tak terbatas. 5. Jangkauan Lebih Luas Dengan memanfaatkan teknologi digital, sedekah dapat menjangkau penerima manfaat yang lebih luas, bahkan hingga ke pelosok daerah yang sulit dijangkau secara fisik. Hal ini memungkinkan pemerataan distribusi sedekah yang lebih baik. 6. Manajemen Data yang Lebih Baik Platform digital memungkinkan pengelolaan data donatur dan penerima manfaat secara lebih terstruktur dan sistematis. Hal ini memudahkan dalam pelaporan, analisis, dan pengambilan keputusan strategis. Tantangan dalam Sedekah Digital Meskipun menawarkan banyak keunggulan, sedekah digital juga menghadapi beberapa tantangan yang perlu diatasi: 1. Kesenjangan Digital Tidak semua masyarakat memiliki akses terhadap teknologi dan internet, terutama mereka yang berada di daerah tertinggal. Hal ini bisa menjadi hambatan bagi implementasi sedekah digital secara menyeluruh. 2. Keamanan dan Privasi Data Transaksi online selalu dihadapkan pada risiko keamanan dan privasi data. Pengguna platform sedekah digital bisa jadi khawatir tentang keamanan data pribadi dan finansial mereka. 3. Isu Keabsahan Syariah Beberapa ulama dan masyarakat muslim masih mempertanyakan keabsahan sedekah digital dari perspektif syariah, terutama terkait dengan niat, akad, dan penyaluran dana. 4. Potensi Penipuan Kemudahan membuat kampanye penggalangan dana online membuka celah bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan mengatasnamakan sedekah. Kesimpulan Sedekah digital telah membawa angin segar dalam dunia filantropi Islam. Inovasi ini telah membuka peluang baru untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efektivitas sedekah di era modern. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi semua pihak, sedekah digital dapat menjadi instrumen penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan keadilan ekonomi. Sebagai umat Muslim, kita perlu adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memanfaatkannya untuk kebaikan, tanpa mengesampingkan nilai-nilai esensial dalam beribadah, seperti keikhlasan dan keberkahan. Sedekah digital bukan hanya tentang mengikuti tren, melainkan tentang mengoptimalkan teknologi untuk memaksimalkan ibadah dan kemaslahatan umat. Mari bersama-sama mendukung perkembangan sedekah digital di Indonesia, sembari terus mengevaluasi dan menyempurnakan implementasinya agar selaras dengan prinsip-prinsip syariah dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan begitu, sedekah digital akan benar-benar menjadi jembatan kebaikan di era digital. Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Shifa Indri Hudannaya Editor: M. Sahal
BERITA10/03/2025 | AdminS
Hikmah Manfaat Puasa Ramadhan dari Perspektif Medis
Hikmah Manfaat Puasa Ramadhan dari Perspektif Medis
Puasa Ramadhan tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memberikan berbagai manfaat kesehatan yang telah dibuktikan oleh penelitian medis. Dari peningkatan metabolisme hingga efek positif pada kesehatan mental, puasa berperan dalam memperbaiki kondisi tubuh secara menyeluruh. 1. Detoksifikasi dan Pembersihan Tubuh Tubuh mengalami proses detoksifikasi alami selama berpuasa. Sistem pencernaan mendapatkan kesempatan untuk beristirahat dan memperbaiki diri karena tubuh tidak menerima asupan makanan selama periode tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa puasa membantu mengurangi stres oksidatif dalam tubuh yang dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan kanker (Longo & Mattson, 2014). 2. Menyeimbangkan Gula Darah dan Mencegah Diabetes Puasa terbukti dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga dapat membantu mengatur kadar gula darah. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Diabetes Care menunjukkan bahwa puasa intermiten, seperti puasa Ramadhan, dapat menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan metabolisme lemak, sehingga mengurangi risiko diabetes tipe 2 (Patterson & Sears, 2017). 3. Menurunkan Berat Badan Secara Sehat Puasa Ramadan secara alami membantu mengontrol berat badan karena tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. Namun, manfaat ini hanya optimal jika pola makan saat sahur dan berbuka dijaga dengan baik. Makan berlebihan saat berbuka menghilangkan efek positif ini, sehingga penting untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan bernutrisi tinggi. 4. Meningkatkan Fungsi Otak dan Kesehatan Mental Puasa tidak hanya memberi manfaat secara fisik, tetapi puasa juga berperan penting dalam fungsi dan kinerja otak. Saat berpuasa, produksi hormon brain-derived neurotrophic factor (BDNF) meningkat, yang berperan dalam meningkatkan daya ingat, belajar, dan melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer (Mattson et al., 2018). Selain itu, puasa dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan dengan menjaga kestabilan kadar hormon kortisol. 5. Meningkatkan Kesehatan Jantung Puasa telah terbukti membantu menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan trigliserida dalam darah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Penelitian di Journal of Nutritional Biochemistry menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL), sehingga berperan bagi kesehatan jantung (Aly et al., 2019). 6. Memperkuat Sistem Imun Beberapa studi menunjukkan bahwa puasa dapat membantu regenerasi sel imun dengan merangsang produksi sel darah putih baru. Puasa juga menurunkan peradangan kronis dalam tubuh yang berisiko menyebabkan berbagai penyakit degeneratif (Cheng et al., 2014). 7. Meningkatkan Kualitas Tidur dan Energi Puasa Ramadhan dapat membantu mengatur ritme sirkadian, terutama jika dikombinasikan dengan pola tidur yang baik. Menghindari makanan berat dan berlemak sebelum tidur dapat meningkatkan kualitas tidur, sehingga tubuh lebih segar dan bertenaga di siang hari. Kesimpulan Berdasarkan perspektif medis, puasa Ramadhan membawa banyak manfaat kesehatan, mulai dari detoksifikasi tubuh, pengendalian gula darah, penurunan berat badan, hingga peningkatan fungsi otak dan sistem imun. Namun, agar manfaat ini optimal, penting untuk menjaga pola makan sehat, menghindari makanan berlebihan saat berbuka, serta memastikan asupan cairan yang cukup. Dengan pendekatan yang benar, puasa tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesehatan secara menyeluruh. *Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor : Ashifuddin Fikri Writer : Nur Isnaini Masyithoh
BERITA10/03/2025 | Nur Isnaini Masyithoh
Mengelola Kebutuhan Nutrisi Tubuh untuk Ibadah Puasa yang Optimal
Mengelola Kebutuhan Nutrisi Tubuh untuk Ibadah Puasa yang Optimal
Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas tertentu lainnya dalam jangka waktu tertentu. Bagi umat Islam, puasa Ramadhan adalah ibadah wajib yang berlangsung selama satu bulan penuh, dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain sebagai bentuk ketaatan spiritual, puasa juga memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan tubuh, terutama terkait dengan manajemen nutrisi. Pentingnya Asupan Gizi Seimbang saat Puasa Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 14 jam. Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, penting untuk memperhatikan asupan gizi saat sahur dan berbuka. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, kentang, jagung, atau ubi, dicerna lebih lambat oleh tubuh sehingga memberikan efek kenyang lebih lama. Anjuran Pola Makan saat Sahur dan Berbuka Sahur Pada saat sahur disarankan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk karbohidrat kompleks, protein hewani dan nabati, sayuran, buah-buahan, dan air putih. Selain itu, tubuh juga perlu menghindari makanan yang terlalu asin atau berminyak karena dapat menyebabkan rasa haus berlebih. Berbuka Pada saat berbuka sebaiknya minum dengan air putih untuk merehidrasi tubuh, diikuti dengan makanan manis alami seperti kurma yang kaya akan serat dan gula alami. Setelah itu, konsumsi makanan utama dengan porsi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, sayuran, dan buah. Pemenuhan Kebutuhan Cairan Kebutuhan cairan harian tubuh yakni sekitar 2 liter atau 8 gelas per hari perlu dipenuhi saat berpuasa untuk mencegah dehidrasi. Pembagian waktu minum air putih dapat diatur sebagai berikut: 2 gelas saat berbuka puasa 1 gelas sebelum sholat tarawih 1 gelas setelah sholat tarawih 2 gelas sebelum tidur 2 gelas saat sahur Selain dari air putih, cairan juga dapat diperoleh dari sayuran berkuah dan buah-buahan. Peran Vitamin dan Mineral dalam Menjaga Kebugaran saat Puasa Asupan vitamin dan mineral, seperti vitamin C dan zinc, berperan penting dalam menjaga sistem imun dan mengurangi rasa lelah saat berpuasa. Vitamin C dapat diperoleh dari buah-buahan seperti jeruk dan pepaya, sedangkan zinc terdapat dalam daging, ikan, dan kacang-kacangan. Aktivitas Fisik selama Puasa Melakukan olahraga ringan, seperti jalan kaki atau bersepeda statis, tetap dianjurkan saat berpuasa untuk menjaga kebugaran. Waktu yang tepat untuk berolahraga adalah menjelang berbuka puasa atau setelahnya, dengan intensitas yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Kesimpulan Manajemen nutrisi yang tepat selama berpuasa sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Dengan memperhatikan asupan gizi seimbang, pemenuhan kebutuhan cairan, serta aktivitas fisik yang sesuai, puasa dapat dijalani dengan optimal tanpa mengorbankan kesehatan. *Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor : Ashifuddin Fikri Writer : Nur Isnaini Masyithoh
BERITA10/03/2025 | Nur Isnaini Masyithoh
Puasa dan Toleransi: Menghargai Perbedaan, Memperkuat Persatuan
Puasa dan Toleransi: Menghargai Perbedaan, Memperkuat Persatuan
Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman agama, suku, dan budaya yang luar biasa, senantiasa dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang dalam membangun kerukunan dan persatuan. Di tengah dinamika sosial yang kompleks, menemukan titik temu dan membangun jembatan pemahaman antar kelompok masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan harmoni. Salah satu momen yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ikatan sosial dan toleransi adalah bulan puasa bagi umat Muslim. Lebih dari sekadar ibadah ritual, puasa Ramadhan menyimpan potensi besar untuk mendorong empati, menumbuhkan rasa saling menghargai, dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat majemuk. Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa dapat menjadi landasan untuk membangun toleransi dan memperkuat persatuan di Indonesia, dengan menelaah berbagai aspek kehidupan sosial dan beragama. Kita akan melihat bagaimana praktik puasa, jika dihayati dengan sungguh-sungguh, dapat menjadi katalisator bagi terciptanya masyarakat yang inklusif dan harmonis, di mana perbedaan dirayakan sebagai kekayaan, bukan sebagai sumber konflik. Lebih lanjut, artikel ini akan membahas peran penting individu, komunitas, dan pemimpin dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Puasa dan Empati Sosial Salah satu hikmah puasa yang paling signifikan adalah peningkatan rasa empati terhadap sesama. Pengalaman menahan lapar dan dahaga selama berpuasa memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi mereka yang kurang beruntung, yang mungkin setiap hari berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar. Rasa lapar dan haus yang dirasakan selama berpuasa dapat menjadi pengingat akan ketidaksetaraan sosial dan mendorong tindakan nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan. Empati yang terbangun ini tidak mengenal batas agama, suku, atau ras. Ketika kita merasakan kesulitan, kita lebih mudah merasakan kesulitan orang lain dan terdorong untuk berbagi dan membantu, tanpa memandang latar belakang mereka. Puasa juga mengajarkan kita untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang kurang beruntung. Dengan menahan diri dari makanan dan minuman, kita dapat lebih memahami kesulitan yang dialami oleh mereka yang hidup dalam kemiskinan. Dalam Surah Al-Insan (76:8-9), Allah berfirman: "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan. (Mereka berkata), 'Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan wajah Allah; kami tidak menginginkan balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih.'" Ayat ini menunjukkan bahwa memberi kepada orang lain adalah bentuk ibadah yang sangat dihargai di sisi Allah. Dengan berpuasa, kita diajarkan untuk lebih peka terhadap kebutuhan orang lain dan berusaha untuk membantu mereka. Rasa empati yang dibangun melalui puasa dapat memperkuat hubungan antarindividu dalam masyarakat. Ketika kita memahami kesulitan orang lain, kita akan lebih terdorong untuk membantu mereka. Ini adalah bentuk nyata dari toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Dalam konteks ini, puasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi juga merupakan sarana untuk membangun karakter yang lebih baik. Dalam konteks ini, puasa dapat menjadi alat untuk membangun solidaritas sosial yang kuat. Tradisi berbagi makanan (takjil) menjelang berbuka puasa, misalnya, seringkali melibatkan masyarakat luas, termasuk mereka yang bukan Muslim. Tindakan berbagi ini bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga membangun ikatan sosial yang lebih erat dan memperkuat rasa kebersamaan. Dengan berbagi, kita menciptakan rasa saling memiliki dan memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman. Lebih dari itu, aksi berbagi ini juga dapat menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan agama dapat dijembatani dengan tindakan nyata yang penuh kasih sayang. Toleransi dalam Beragama: Menghargai Perbedaan Toleransi merupakan pilar penting dalam membangun masyarakat yang harmonis. Toleransi dalam konteks beragama berarti saling menghargai dan menghormati perbedaan keyakinan dan praktik keagamaan. Puasa, sebagai ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim, dapat menjadi momen untuk memperkuat toleransi antarumat beragama. Sikap saling menghormati dan memahami perbedaan keyakinan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang damai dan kondusif. Toleransi adalah salah satu nilai utama dalam Islam. Dalam Surah Al-Baqarah (2:256), Allah berfirman: "Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat." Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan toleransi terhadap perbedaan keyakinan dan menghormati hak setiap individu untuk memilih agamanya. Dalam konteks puasa, kita diajarkan untuk menghargai orang-orang yang tidak berpuasa, baik karena alasan kesehatan, keyakinan, atau faktor lainnya. Toleransi ini menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling menghormati. Sikap toleran tercermin dalam bagaimana umat Muslim menjalankan ibadah puasa tanpa memaksakan keyakinan mereka kepada orang lain. Sebaliknya, mereka menghargai hak setiap individu untuk memeluk dan menjalankan agamanya masing-masing. Sikap ini sejalan dengan ajaran agama Islam yang menekankan pentingnya hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain. Saling menghormati dan menghargai perbedaan menjadi kunci utama dalam membangun hubungan yang harmonis antarumat beragama. Contoh nyata toleransi ini dapat dilihat dalam berbagai kegiatan bersama yang melibatkan umat Muslim dan non-Muslim, seperti acara buka puasa bersama atau kegiatan sosial lainnya. Puasa juga mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan. Dalam Surah Al-Hujurat (49:13), Allah berfirman: "Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Ayat ini menekankan pentingnya saling mengenal dan menghargai perbedaan di antara umat manusia. Dalam konteks puasa, kita diajarkan untuk tidak hanya fokus pada diri sendiri, tetapi juga untuk memahami dan menghargai orang lain, terlepas dari latar belakang agama, budaya, atau suku mereka. Puasa sebagai Sarana Dialog Antaragama Puasa Ramadhan dapat menjadi momentum yang tepat untuk membuka dialog antaragama. Bulan Ramadhan seringkali diiringi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk mereka yang beragama lain. Acara buka puasa bersama, misalnya, merupakan contoh nyata bagaimana puasa dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarumat beragama. Dalam acara tersebut, umat Muslim dan non-Muslim dapat berinteraksi, berbagi pengalaman, dan saling belajar satu sama lain. Dialog antaragama yang terbangun melalui kegiatan-kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi prasangka dan kesalahpahaman yang seringkali muncul di masyarakat. Dengan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, kita dapat membangun pemahaman yang lebih baik tentang keyakinan dan praktik masing-masing agama. Pemahaman yang lebih baik ini akan mengurangi potensi konflik dan memperkuat rasa saling menghormati. Lebih dari itu, dialog antaragama dapat menjadi wadah untuk menemukan kesamaan nilai dan tujuan, sehingga memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan. Peran Pemimpin dalam Mendorong Toleransi dan Persatuan Para pemimpin, baik di tingkat nasional maupun lokal, memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong toleransi dan persatuan di masyarakat. Mereka dapat menjadi teladan dalam menghargai perbedaan dan memperkuat persatuan. Dalam konteks puasa, para pemimpin dapat mengajak masyarakat untuk bersama-sama merayakan bulan suci ini dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati. Para pemimpin dapat mengambil inisiatif untuk mengadakan acara-acara yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti acara buka puasa bersama yang melibatkan berbagai agama. Dengan cara ini, mereka tidak hanya menunjukkan sikap toleransi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk saling menghargai dan bekerja sama dalam membangun persatuan. Peran pemimpin dalam memberikan contoh dan arahan yang tepat sangat krusial dalam menciptakan iklim sosial yang kondusif bagi terciptanya toleransi dan persatuan. Tantangan dalam Membangun Toleransi dan Persatuan Meskipun puasa memiliki potensi besar untuk membangun toleransi dan persatuan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah adanya kelompok-kelompok intoleran dan ekstremis yang mencoba memanfaatkan perbedaan untuk memecah belah masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh paham-paham yang merusak kerukunan. Pendidikan dan pemahaman yang komprehensif tentang nilai-nilai toleransi dan persatuan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini. Pendidikan yang baik dapat membentuk generasi yang lebih toleran, yang mampu menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai. Dalam konteks puasa, pendidikan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah ini dapat membantu masyarakat untuk lebih memahami dan menghargai satu sama lain. Kesimpulan Puasa Ramadhan, lebih dari sekadar ibadah ritual, memiliki potensi besar untuk membangun toleransi dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat majemuk. Dengan meningkatkan empati sosial, membuka dialog antaragama, dan mendorong peran pemimpin dalam memberikan contoh dan arahan yang tepat, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan saling menghargai. Mari kita manfaatkan momen puasa ini untuk saling mendukung dan membangun masyarakat Indonesia yang lebih baik, yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan persatuan. *Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor : Ashifuddin Fikri Writer : Ashifuddin Fikri
BERITA10/03/2025 | Ashifuddin Fikri
Kenapa Zakat Itu Wajib? Ini 5 Alasan yang Harus Kamu Ketahui
Kenapa Zakat Itu Wajib? Ini 5 Alasan yang Harus Kamu Ketahui
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peranan penting dalam kehidupan umat Muslim. Meskipun banyak yang sudah mengetahui tentang zakat, tidak sedikit yang masih mempertanyakan mengapa zakat itu wajib. Berikut adalah lima alasan yang harus kamu ketahui mengenai kewajiban zakat. 1. Kewajiban Agama Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam yang harus dipatuhi oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat..." (QS. Al-Baqarah: 43). Kewajiban ini menunjukkan betapa pentingnya zakat dalam kehidupan seorang Muslim sebagai bentuk pengabdian kepada Allah. 2. Membersihkan Harta Zakat berfungsi untuk membersihkan harta yang kita miliki. Dengan mengeluarkan zakat, kita membersihkan diri dari sifat kikir dan cinta berlebihan terhadap harta. Zakat juga menjadi sarana untuk mengingatkan kita bahwa harta yang kita miliki adalah titipan dari Allah, dan kita berkewajiban untuk membagikannya kepada yang membutuhkan. 3. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Zakat memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan menyalurkan zakat kepada yang berhak, kita membantu mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Zakat dapat digunakan untuk memberikan bantuan kepada fakir miskin, dan mereka yang membutuhkan sesuai dengan golongan orang-orang yang berhak menerima zakat, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. 4. Mendorong Rasa Empati dan Solidaritas Dengan membayar zakat, kita diajarkan untuk lebih peka terhadap kondisi orang lain. Zakat mendorong kita untuk merasakan kesulitan yang dialami oleh sesama, sehingga timbul rasa empati dan solidaritas. Hal ini penting untuk membangun hubungan yang harmonis dalam masyarakat, di mana setiap individu saling peduli dan membantu satu sama lain. 5. Mendapatkan Pahala dari Allah Salah satu motivasi utama dalam membayar zakat adalah untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa zakat yang dikeluarkan dengan niat yang ikhlas akan mendatangkan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda. Dengan berzakat, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga berinvestasi untuk kehidupan akhirat kita. Zakat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Dengan memahami alasan-alasan di atas, diharapkan kita semakin sadar akan kewajiban untuk menunaikan zakat dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Azkia Salsabila Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Siapa yang Wajib Membayar Zakat dan Siapa yang Berhak Menerima?
Siapa yang Wajib Membayar Zakat dan Siapa yang Berhak Menerima?
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang sangat penting. Selain sebagai bentuk ibadah, zakat juga berfungsi untuk membersihkan harta dan membantu sesama. Namun, banyak yang masih bingung mengenai siapa saja yang wajib membayar zakat dan siapa yang berhak menerimanya. Berikut adalah penjelasannya. Siapa yang Wajib Membayar Zakat? 1. Muslim yang Sudah Baligh Zakat diwajibkan bagi setiap Muslim yang sudah mencapai usia baligh. Ini berarti bahwa anak-anak yang belum dewasa tidak diwajibkan untuk membayar zakat. 2. Memiliki Harta yang Cukup Seseorang hanya diwajibkan membayar zakat jika ia memiliki harta yang mencapai nisab, yaitu batas minimum harta yang harus dimiliki. Nisab ini berbeda-beda tergantung jenis zakat, seperti zakat fitrah atau zakat mal. 3. Bebas dari Utang Jika seseorang memiliki utang yang cukup besar sehingga mengurangi harta yang dimiliki di bawah nisab, maka ia tidak diwajibkan untuk membayar zakat. 4. Berakal dan Sehat Zakat juga diwajibkan bagi mereka yang berakal dan sehat. Orang yang tidak berakal atau mengalami gangguan mental tidak diwajibkan untuk membayar zakat. Siapa yang Berhak Menerima Zakat? 1. Fakir Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta atau penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka berhak menerima zakat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar. 2. Miskin Miskin adalah orang yang memiliki harta, tetapi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mereka juga berhak menerima zakat. 3. Amil Zakat Amil adalah orang yang ditunjuk untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Mereka berhak mendapatkan bagian dari zakat sebagai imbalan atas kerja mereka. 4. Muallaf Muallaf adalah orang yang baru saja memeluk Islam. Mereka berhak menerima zakat untuk membantu mereka dalam proses penyesuaian diri dengan agama baru mereka. 5. Hamba Sahaya Hamba sahaya yang ingin memerdekakan diri juga berhak menerima zakat untuk membantu mereka dalam proses pembebasan. 6. Orang yang Berjuang di Jalan Allah Mereka yang berjuang di jalan Allah, seperti para pejuang atau aktivis yang berjuang untuk kebaikan, juga berhak menerima zakat. Dengan memahami siapa yang wajib membayar zakat dan siapa yang berhak menerimanya, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih baik dan tepat sasaran. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Mari kita tunaikan zakat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Azkia Salsabila Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Zakat Fitrah: Waktu, Kadar, dan Cara Membayarnya
Zakat Fitrah: Waktu, Kadar, dan Cara Membayarnya
Zakat fitrah adalah salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri. Zakat ini memiliki makna yang dalam, tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai sarana untuk membersihkan diri dan harta. Dalam artikel ini, kita akan membahas waktu, kadar, dan cara membayar zakat fitrah. Waktu Pembayaran Zakat Fitrah Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Sebaiknya, zakat ini dibayarkan pada bulan Ramadan, terutama di akhir bulan. Hal ini bertujuan agar orang-orang yang membutuhkan dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Namun, jika ada yang terlambat, zakat fitrah tetap bisa dibayarkan setelah shalat Idul Fitri, meskipun pahalanya tidak sama. Kadar Zakat Fitrah Kadar zakat fitrah ditentukan berdasarkan jenis makanan pokok yang umum dikonsumsi di suatu daerah. Di Indonesia, zakat fitrah biasanya dihitung dengan menggunakan ukuran beras, gandum, atau makanan pokok lainnya. Umumnya, kadar zakat fitrah adalah 2,5 kg per orang. Namun, ada juga yang menghitungnya dalam bentuk uang, yang biasanya setara dengan harga makanan pokok tersebut. Cara Membayar Zakat Fitrah Membayar zakat fitrah bisa dilakukan dengan beberapa cara. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti: Tentukan Jumlah Keluarga: Hitung jumlah anggota keluarga yang wajib membayar zakat fitrah. Pilih Jenis Zakat: Tentukan apakah akan membayar dalam bentuk makanan atau uang. Bayar Melalui Lembaga: Anda bisa membayar zakat fitrah melalui lembaga amil zakat yang terpercaya. Ini memudahkan distribusi kepada yang berhak. Distribusi Sendiri: Jika memilih untuk membayar dalam bentuk makanan, Anda bisa mendistribusikannya langsung kepada yang membutuhkan. Zakat fitrah adalah kewajiban yang penting bagi setiap Muslim. Dengan membayar zakat fitrah, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu sesama yang membutuhkan. Pastikan untuk memenuhi kewajiban ini dengan tepat waktu dan cara yang benar agar dapat meraih keberkahan di hari yang suci. Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga amal ibadah kita diterima di sisi Allah SWT. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Azkia Salsabila Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Mengapa Orang Malas Membayar Zakat Penghasilan
Mengapa Orang Malas Membayar Zakat Penghasilan
Zakat penghasilan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki penghasilan di atas nisab. Namun, masih banyak orang yang enggan atau malas untuk menunaikannya. Salah satu alasan utama adalah kurangnya pemahaman tentang pentingnya zakat dalam Islam. Banyak yang menganggap zakat sebagai beban finansial, bukan sebagai investasi spiritual yang akan mendatangkan berkah. Selain itu, ada juga anggapan bahwa zakat tidak memberikan dampak langsung pada kehidupan mereka. Beberapa orang merasa bahwa kontribusi mereka tidak akan membuat perbedaan signifikan dalam membantu orang lain. Hal ini sering kali disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai bagaimana zakat dapat membantu masyarakat dan menciptakan kesejahteraan bersama. Faktor lain yang mempengaruhi adalah kesibukan dan gaya hidup modern. Dalam kehidupan yang serba cepat, banyak orang yang mengabaikan kewajiban ini karena merasa tidak memiliki waktu untuk menghitung dan menunaikan zakat. Padahal, zakat seharusnya menjadi prioritas dalam pengelolaan keuangan. Untuk mengatasi masalah ini, penting bagi lembaga zakat dan komunitas untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat zakat. Edukasi mengenai cara menghitung zakat dan dampaknya terhadap masyarakat dapat membantu mengubah pandangan orang tentang kewajiban ini. Dengan memahami bahwa zakat adalah bentuk kepedulian sosial dan investasi untuk masa depan, diharapkan lebih banyak orang akan termotivasi untuk menunaikannya. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah Penulis: Saffanatussa'idiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Keutamaan Selalu Menunaikan Zakat
Keutamaan Selalu Menunaikan Zakat
Menunaikan zakat adalah salah satu rukun Islam yang memiliki banyak keutamaan. Zakat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan sarana untuk membersihkan harta dan jiwa. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman bahwa zakat dapat mendatangkan keberkahan dan melindungi harta dari keburukan. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan berkontribusi dalam menciptakan kesejahteraan sosial. Salah satu keutamaan zakat adalah sebagai bentuk pengabdian kepada Allah. Dengan menunaikan zakat, seseorang menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan-Nya. Selain itu, zakat juga dapat meningkatkan rasa solidaritas di antara anggota masyarakat. Ketika orang-orang saling membantu, terciptalah ikatan sosial yang kuat, yang pada gilirannya dapat mengurangi kesenjangan ekonomi. Zakat juga berfungsi sebagai pelindung dari bencana dan kesulitan. Dalam banyak hadis, Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa zakat dapat menjadi perisai dari berbagai musibah. Dengan menunaikan zakat secara rutin, seseorang dapat merasakan ketenangan batin dan keberkahan dalam hidupnya. Keutamaan lainnya adalah zakat dapat menjadi investasi akhirat. Setiap harta yang dikeluarkan sebagai zakat akan dicatat sebagai amal baik yang akan mendatangkan pahala di sisi Allah. Oleh karena itu, menunaikan zakat secara konsisten adalah langkah penting untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah Penulis: Saffanatussa'idiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Mensucikan Harta dengan Zakat Fitrah
Mensucikan Harta dengan Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Idul Fitri. Tujuan utama dari zakat fitrah adalah untuk mensucikan harta dan jiwa, serta membantu mereka yang kurang mampu agar dapat merayakan hari raya dengan layak. Dalam Islam, zakat fitrah memiliki nilai yang sangat penting, karena merupakan bentuk kepedulian sosial yang mendalam. Zakat fitrah biasanya dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok, seperti beras, kurma, atau gandum. Hal ini bertujuan agar orang-orang yang menerima zakat dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama pada saat perayaan Idul Fitri. Dengan memberikan zakat fitrah, seorang Muslim tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga memberikan kesempatan kepada orang lain untuk merasakan kebahagiaan di hari yang istimewa. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan. Zakat fitrah juga berfungsi untuk menghapuskan kesalahan dan kekurangan yang mungkin terjadi selama bulan Ramadan. Dengan menunaikan zakat fitrah, seseorang dapat merasakan kedamaian dan ketenangan batin. Penting untuk diingat bahwa zakat fitrah harus dikeluarkan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Dengan demikian, setiap Muslim diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan saling peduli. Mensucikan harta melalui zakat fitrah adalah langkah penting dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah Penulis: Saffanatussa'idiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Membayar Zakat dari Hasil Berhutang: Apakah Diperbolehkan?
Membayar Zakat dari Hasil Berhutang: Apakah Diperbolehkan?
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Sebagai bentuk kepedulian sosial, zakat berfungsi untuk membersihkan harta dan membantu mereka yang membutuhkan. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah boleh menunaikan zakat dari hasil berhutang? Secara umum, zakat seharusnya dikeluarkan dari harta yang dimiliki secara sah dan halal. Dalam konteks ini, jika seseorang berhutang dan menggunakan hasil dari utang tersebut untuk membayar zakat, hal ini dapat dipertanyakan. Zakat sebaiknya diambil dari harta yang sudah dimiliki dan bukan dari utang. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa zakat adalah kewajiban yang harus dipenuhi dari harta yang bersih dan halal. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103) Ayat ini menunjukkan bahwa zakat harus diambil dari harta yang dimiliki, bukan dari utang. Jika seseorang membayar zakat dari hasil berhutang, maka harta tersebut belum sepenuhnya menjadi miliknya, sehingga tidak memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai objek zakat. Namun, ada pandangan lain yang menyatakan bahwa jika seseorang memiliki utang tetapi juga memiliki aset atau harta lain yang cukup untuk menunaikan zakat, maka zakat dapat dikeluarkan dari harta yang dimiliki, meskipun ada utang. Dalam hal ini, yang perlu diperhatikan adalah total kekayaan bersih setelah dikurangi utang. Jika setelah dikurangi utang, seseorang masih memiliki harta yang mencapai nisab, maka ia wajib menunaikan zakat. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki harta senilai Rp10.000.000 dan berutang Rp3.000.000, maka total kekayaan bersihnya adalah Rp7.000.000. Jika jumlah ini masih di atas nisab, maka ia tetap berkewajiban untuk menunaikan zakat. Dalam kesimpulannya, menunaikan zakat dari hasil berhutang tidak dianjurkan, karena zakat seharusnya dikeluarkan dari harta yang dimiliki secara sah. Namun, jika seseorang memiliki harta yang cukup setelah dikurangi utang, maka ia tetap wajib menunaikan zakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi keuangan secara menyeluruh sebelum menunaikan zakat. Jika Anda membutuhkan bantuan dalam menyalurkan zakat, lembaga seperti BAZNAS Kota Yogyakarta siap membantu Anda dalam memenuhi kewajiban ini dengan cara yang tepat dan sesuai syariat. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Menyalurkan Zakat Secara Langsung: Apakah Itu Diperbolehkan?
Menyalurkan Zakat Secara Langsung: Apakah Itu Diperbolehkan?
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam kehidupan umat Muslim. Sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan, zakat tidak hanya berfungsi untuk membersihkan harta, tetapi juga untuk membantu mereka yang membutuhkan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, "Apakah boleh menyalurkan zakat langsung kepada penerimanya?" Menyalurkan zakat langsung kepada penerimanya adalah praktik yang diperbolehkan dalam Islam, asalkan memenuhi syarat dan ketentuan tertentu. Salah satu keuntungan dari menyalurkan zakat secara langsung adalah transparansi dan kejelasan dalam penggunaan dana zakat. Dengan memberikan zakat langsung kepada penerima, kita dapat memastikan bahwa bantuan tersebut sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menyalurkan zakat secara langsung. Pertama, penerima zakat harus termasuk dalam salah satu dari delapan asnaf yang telah ditentukan dalam syariat Islam. Asnaf tersebut meliputi: 1. Fakir: Mereka yang tidak memiliki harta atau penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup. 2. Miskin: Mereka yang memiliki harta, tetapi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokok. 3. Amil: Orang-orang yang ditunjuk untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. 4. Muallaf: Mereka yang baru memeluk Islam dan membutuhkan dukungan untuk memperkuat iman mereka. 5. Hamba Sahaya: Budak yang ingin memerdekakan diri. 6. Orang yang Berutang: Mereka yang terjebak dalam utang dan tidak mampu membayarnya. 7. Sabilillah: Mereka yang berjuang di jalan Allah, termasuk dalam kegiatan dakwah dan sosial. 8. Ibnu Sabil: Musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan. Sebelum menyalurkan zakat, penting untuk memastikan bahwa penerima memenuhi kriteria di atas. Hal ini untuk menjaga agar zakat yang kita berikan tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan syariat. Selain itu, menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) juga merupakan pilihan yang baik. Lembaga zakat memiliki sistem yang terstruktur dan profesional dalam mengelola dan mendistribusikan zakat. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, kita dapat memastikan bahwa zakat kita dikelola dengan baik dan disalurkan kepada mereka yang berhak. BAZNAS Kota Yogyakarta, misalnya, memiliki program-program yang dirancang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, mulai dari bantuan pendidikan hingga bantuan kesehatan. Namun, jika Anda memilih untuk menyalurkan zakat secara langsung, pastikan untuk melakukan riset dan verifikasi terhadap penerima zakat. Anda bisa melakukan kunjungan langsung untuk melihat kondisi mereka dan memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar dibutuhkan. Ini juga dapat memberikan dampak positif yang lebih besar, karena Anda dapat berinteraksi langsung dengan penerima dan memahami kebutuhan mereka. Dalam kesimpulannya, menyalurkan zakat langsung kepada penerimanya diperbolehkan dalam Islam, asalkan memenuhi syarat dan ketentuan yang ada. Namun, menggunakan lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Yogyakarta juga merupakan pilihan yang bijak untuk memastikan zakat kita dikelola dengan baik. Dengan cara ini, kita dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan membantu mereka yang membutuhkan dengan cara yang tepat. Mari kita tunaikan kewajiban zakat kita dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat