Berita Terbaru
Siapa Itu Amil Zakat?
Amil zakat adalah individu atau lembaga yang bertugas untuk mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan zakat kepada yang berhak menerimanya. Dalam Islam, amil zakat memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa zakat yang dikeluarkan oleh masyarakat dapat disalurkan dengan tepat dan efektif. Mereka bertanggung jawab untuk mengelola dana zakat agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi penerima.
Amil zakat harus memenuhi syarat tertentu, seperti memiliki integritas, kejujuran, dan pengetahuan tentang hukum zakat. Mereka juga harus memahami siapa saja yang berhak menerima zakat, seperti fakir, miskin, anak yatim, dan mereka yang terjebak dalam utang. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya zakat itu hanya untuk orang-orang fakir, miskin, amil, yang mengurusnya, dan untuk menarik hati orang-orang yang dilunakkan hatinya" (QS. At-Taubah: 60).
Tugas amil zakat tidak hanya terbatas pada pengumpulan dan distribusi zakat, tetapi juga mencakup edukasi masyarakat tentang pentingnya zakat. Mereka perlu memberikan informasi yang jelas mengenai cara menghitung zakat, jenis-jenis zakat, dan manfaatnya bagi masyarakat. Dengan demikian, amil zakat berperan sebagai jembatan antara pemberi zakat dan penerima zakat.
Dalam konteks modern, banyak lembaga zakat yang telah mengadopsi sistem digital untuk memudahkan pengumpulan dan distribusi zakat. Amil zakat diharapkan dapat memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Saffanatussa'idiyah
Editor: Ummi Kiftiyah
?
BERITA11/03/2025 | admin
Fidyah sebagai Jembatan Kemanusiaan di Bulan Ramadan
Fidyah merupakan salah satu aspek penting dalam ibadah puasa yang memiliki makna mendalam, terutama di bulan Ramadan. Dalam konteks Islam, fidyah adalah kompensasi yang diberikan oleh individu yang tidak dapat menjalankan puasa karena alasan tertentu, seperti sakit, usia lanjut, atau kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Fidyah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Dalam bulan suci ini, ketika umat Islam berusaha untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, fidyah menjadi jembatan yang menghubungkan individu dengan masyarakat yang lebih luas.
Di bulan Ramadan, umat Islam diajarkan untuk merasakan lapar dan haus sebagai bentuk empati terhadap mereka yang kurang beruntung. Fidyah, dalam hal ini, berfungsi sebagai sarana untuk membantu mereka yang tidak mampu berpuasa. Dengan memberikan fidyah, seseorang tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Ini menciptakan rasa solidaritas dan kepedulian di antara umat Islam, yang sangat penting dalam membangun komunitas yang harmonis. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman bahwa memberi makan orang miskin adalah salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan, dan fidyah adalah salah satu cara untuk melakukannya.
Fidyah dapat diberikan dalam bentuk makanan atau uang, tergantung pada kemampuan dan pilihan individu. Dalam konteks modern, banyak lembaga amal dan organisasi sosial yang menyediakan platform untuk menyalurkan fidyah secara efektif. Dengan memanfaatkan teknologi, proses pemberian fidyah menjadi lebih mudah dan transparan. Umat Islam kini dapat memberikan fidyah melalui aplikasi atau situs web, memastikan bahwa bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan dengan cepat dan efisien. Ini menunjukkan bahwa fidyah tidak hanya relevan dalam konteks tradisional, tetapi juga dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Penulis:Putri Khodijah
Editor:M. Kausari Kaidani
BERITA11/03/2025 | Putri Khodijah
Menelusuri Makna Fidyah dalam Kehidupan Sehari-hari
Fidyah, sebagai salah satu aspek penting dalam ibadah puasa, memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar kewajiban ritual. Dalam kehidupan sehari-hari, fidyah dapat dilihat sebagai cerminan dari nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan solidaritas. Ketika seseorang tidak dapat menjalankan puasa karena alasan tertentu, fidyah menjadi sarana untuk tetap terhubung dengan komunitas dan memenuhi tanggung jawab sosial. Dalam konteks ini, fidyah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memahami dan merasakan kebutuhan orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, fidyah mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar kita. Banyak orang yang mungkin tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama di bulan Ramadan ketika kebutuhan akan makanan dan minuman meningkat. Dengan memberikan fidyah, kita tidak hanya membantu mereka yang kurang beruntung, tetapi juga menunjukkan bahwa kita peduli terhadap kesejahteraan mereka. Ini menciptakan rasa solidaritas yang kuat di antara anggota masyarakat, yang sangat penting dalam membangun komunitas yang harmonis.
Fidyah juga mengingatkan kita akan pentingnya berbagi dan kepedulian sosial. Dalam masyarakat yang semakin individualis, fidyah menjadi pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab terhadap sesama. Ketika kita memberikan fidyah, kita tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih baik. Ini menciptakan ikatan sosial yang kuat di antara umat Islam, yang pada gilirannya dapat memperkuat solidaritas dan persatuan di dalam komunitas.
Dalam konteks modern, fidyah dapat disalurkan melalui berbagai cara, termasuk lembaga amal dan organisasi sosial. Dengan memanfaatkan teknologi, proses pemberian fidyah menjadi lebih mudah dan transparan.
Penulis:Putri Khodijah
Editor:M. Kausari Kaidani
BERITA11/03/2025 | Putri Khodijah
Fidyah dan Peranannya dalam Membangun Solidaritas Sosial
Fidyah memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun solidaritas sosial di kalangan umat Islam. Dalam konteks ibadah puasa, fidyah menjadi sarana untuk membantu mereka yang tidak mampu menjalankan puasa karena alasan tertentu, seperti sakit atau usia lanjut. Dengan memberikan fidyah, individu tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Ini menciptakan rasa solidaritas dan kepedulian di antara umat Islam, yang sangat penting dalam membangun komunitas yang harmonis.
Di bulan Ramadan, ketika umat Islam berusaha untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, fidyah menjadi jembatan yang menghubungkan individu dengan masyarakat yang lebih luas. Fidyah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman bahwa memberi makan orang miskin adalah salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan, dan fidyah adalah salah satu cara untuk melakukannya.
Fidyah dapat diberikan dalam bentuk makanan atau uang, tergantung pada kemampuan dan pilihan individu. Dalam konteks modern, banyak lembaga amal dan organisasi sosial yang menyediakan platform untuk menyalurkan fidyah secara efektif. Dengan memanfaatkan teknologi, proses pemberian fidyah menjadi lebih mudah dan transparan. Umat Islam kini dapat memberikan fidyah melalui aplikasi atau situs web, memastikan bahwa bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan dengan cepat dan efisien. Ini menunjukkan bahwa fidyah tidak hanya relevan dalam konteks tradisional, tetapi juga dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pentingnya fidyah dalam membangun solidaritas sosial juga terlihat dalam cara masyarakat merespons kebutuhan sesama. Di bulan Ramadan, banyak orang yang berusaha untuk berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. Fidyah menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.
Penulis:Putri Khodijah
Editor:M. Kausari Kaidani
BERITA11/03/2025 | Putri Khodijah
Bolehkah Menyalurkan Zakat untuk Anak Yatim?
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Salah satu bentuk penyaluran zakat yang sangat dianjurkan adalah kepada anak yatim.
Zakat adalah harta yang dikeluarkan oleh seorang Muslim untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah SWT dan untuk membersihkan harta. Sementara itu, anak yatim adalah anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya. Dalam konteks zakat, anak yatim sering kali berada dalam kondisi ekonomi yang sulit dan memerlukan bantuan.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menekankan pentingnya memperhatikan anak yatim. Salah satu ayat yang relevan adalah,
"Dan berikanlah hak-hak mereka kepada anak-anak yatim, dan janganlah kamu mengganti yang baik dengan yang buruk." (QS. Al-Baqarah: 220).
Ayat ini menunjukkan bahwa anak yatim memiliki hak yang harus dipenuhi, termasuk hak untuk mendapatkan bantuan dari orang-orang yang mampu. Zakat adalah salah satu cara untuk memenuhi hak tersebut.
Rasulullah SAW juga memberikan penekanan yang kuat mengenai pentingnya menjaga dan membantu anak yatim. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda,
"Saya dan orang yang mengurus anak yatim di surga seperti ini," sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan betapa mulianya tindakan menjaga dan membantu anak yatim, dan memberikan zakat kepada mereka adalah salah satu cara untuk melakukannya.
Menyalurkan zakat kepada anak yatim adalah tindakan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Anak yatim sering kali tidak memiliki sumber penghidupan yang memadai setelah kehilangan orang tua mereka. Dengan memberikan zakat, kita membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, pendidikan, dan kesehatan.
Dalam Islam, terdapat delapan golongan yang berhak menerima zakat, yang disebut sebagai asnaf. Salah satu golongan tersebut adalah orang-orang yang fakir dan miskin. Anak yatim sering kali termasuk dalam kategori ini, sehingga mereka berhak menerima zakat. Dalam Surah At-Taubah ayat 60, Allah SWT menyebutkan, "Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, orang-orang yang berhak menarik hati mereka, untuk memerdekakan budak, untuk membayar utang, untuk jalan Allah, dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan."
Menyalurkan zakat kepada anak yatim tidak hanya memenuhi kewajiban zakat, tetapi juga mendatangkan pahala yang besar. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik rumah adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik." (HR. Ahmad). Hadis ini menunjukkan bahwa memperlakukan anak yatim dengan baik, termasuk memberikan zakat kepada mereka, adalah tindakan yang sangat dianjurkan.
Berdasarkan dalil-dalil yang ada, dapat disimpulkan bahwa menyalurkan zakat untuk anak yatim adalah tindakan yang diperbolehkan dan sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan memberikan zakat kepada anak yatim, kita tidak hanya memenuhi kewajiban zakat, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Menjaga dan membantu anak yatim adalah amal yang mulia dan mendatangkan pahala yang besar di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita salurkan zakat kita kepada anak yatim dan berikan mereka harapan untuk masa depan yang lebih baik.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA11/03/2025 | admin
Metode Efektif Mengenalkan Zakat kepada Anak-Anak
Mengenalkan zakat kepada anak-anak merupakan langkah yang sangat penting dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter mereka. Zakat, yang merupakan salah satu rukun Islam, memiliki makna yang mendalam dan perlu dipahami sejak usia dini. Dengan menggunakan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat belajar tentang nilai berbagi dan kepedulian terhadap orang lain.
1. Memulai dengan Konsep Berbagi
Pengenalan zakat sebaiknya dimulai dengan menjelaskan konsep berbagi. Anda dapat menggunakan cerita sederhana yang menggambarkan tindakan berbagi dan kepedulian. Misalnya, ceritakan kisah tentang seseorang yang membantu orang lain yang sedang kesulitan. Cerita ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang pentingnya berbagi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, melibatkan anak dalam aktivitas praktis juga sangat efektif. Ajak mereka untuk berbagi mainan, buku, atau makanan dengan teman-teman atau tetangga yang membutuhkan. Aktivitas ini tidak hanya mengajarkan mereka tentang zakat, tetapi juga memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana tindakan berbagi dapat membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain.
2. Pendidikan Dasar tentang Zakat
Setelah anak-anak memahami konsep berbagi, langkah selanjutnya adalah memberikan pendidikan dasar tentang zakat. Pada usia sekolah dasar, antara 6 hingga 12 tahun, anak-anak sudah mulai bisa memahami konsep yang lebih kompleks. Di sini, Anda dapat menjelaskan apa itu zakat, mengapa zakat itu penting, dan siapa yang berhak menerima zakat.
Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Misalnya, Anda bisa menjelaskan bahwa zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki harta, dan tujuannya adalah untuk membantu mereka yang kurang mampu. Anda juga bisa menjelaskan berbagai jenis zakat, seperti zakat fitrah dan zakat mal, serta bagaimana cara menghitungnya.
3. Melibatkan Anak dalam Kegiatan Zakat
Salah satu cara terbaik untuk mengajarkan zakat adalah dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan zakat secara langsung. Ajak mereka untuk menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk disumbangkan kepada yang membutuhkan. Anda bisa membuat kotak amal di rumah dan mengajak anak-anak untuk mengisinya secara rutin.
Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak-anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, seperti memberikan makanan kepada orang-orang yang kurang beruntung atau mengikuti program zakat di masjid setempat. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan mereka tentang zakat, tetapi juga memberikan pengalaman berharga tentang kepedulian sosial.
4. Menggunakan Media Edukasi
Dalam era digital saat ini, Anda juga bisa memanfaatkan berbagai media edukasi untuk mengenalkan zakat kepada anak-anak. Buku cerita, video, dan aplikasi edukatif dapat menjadi alat yang efektif untuk menjelaskan konsep zakat dengan cara yang menarik. Pilihlah materi yang sesuai dengan usia anak dan mudah dipahami.
5. Diskusi dan Tanya Jawab
Ajak anak-anak berdiskusi tentang zakat dan berbagi. Berikan mereka kesempatan untuk bertanya dan mengungkapkan pendapat mereka. Diskusi ini dapat membantu mereka memahami lebih dalam tentang pentingnya zakat dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam masyarakat.
6. Menanamkan Nilai-Nilai Spiritual
Terakhir, penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual terkait zakat. Jelaskan kepada anak-anak bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk ibadah yang mendekatkan mereka kepada Allah. Dengan memahami aspek spiritual ini, anak-anak akan lebih termotivasi untuk menunaikan zakat dengan ikhlas.
Memberikan edukasi tentang zakat kepada anak-anak adalah proses yang memerlukan pendekatan yang tepat dan konsisten. Dengan memulai dari konsep berbagi, memberikan pendidikan dasar, melibatkan mereka dalam kegiatan zakat, dan menggunakan media edukasi, anak-anak dapat memahami dan menghargai pentingnya zakat dalam kehidupan mereka. Melalui pengajaran yang baik, mereka tidak hanya akan menjadi individu yang peduli, tetapi juga akan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA11/03/2025 | admin
Kapan Waktu yang Tepat Mengenalkan Zakat kepada Anak-Anak?
Mengenalkan zakat kepada anak-anak merupakan langkah krusial dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter mereka. Proses ini sebaiknya dimulai sejak usia dini, sekitar 3 hingga 5 tahun. Pada tahap ini, anak-anak dapat diajarkan tentang konsep berbagi. Anda bisa menjelaskan bahwa zakat adalah salah satu cara untuk menunjukkan kepedulian terhadap orang lain yang membutuhkan.
Saat anak memasuki usia sekolah dasar, antara 6 hingga 12 tahun, pemahaman mereka tentang zakat dapat ditingkatkan. Di usia ini, orang tua dapat mulai menjelaskan lebih dalam mengenai kewajiban zakat, berbagai jenis zakat, serta siapa saja yang berhak menerima zakat tersebut. Melibatkan anak dalam kegiatan zakat, seperti menyisihkan sebagian dari uang saku mereka untuk disumbangkan, dapat menjadi pengalaman yang berharga.
Ketika anak-anak mencapai usia remaja, sekitar 13 tahun ke atas, mereka sudah lebih mampu memahami tanggung jawab dan konsekuensi dari tindakan mereka. Pada tahap ini, Anda dapat mengajarkan mereka cara menghitung zakat dan pentingnya menunaikannya tepat waktu. Ini adalah saat yang tepat untuk menjelaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial yang harus dijalani.
Untuk membuat pengenalan zakat lebih menarik dan mudah dipahami, Anda bisa menggunakan beberapa metode. Salah satunya adalah dengan memberikan contoh praktis. Ajak anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, seperti memberikan makanan atau uang kepada orang yang membutuhkan. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan mereka tentang zakat, tetapi juga memberikan pengalaman langsung tentang kepedulian sosial.
Selain itu, cerita dan kisah dari Al-Qur'an atau hadis dapat digunakan sebagai alat untuk menjelaskan pentingnya zakat. Cerita-cerita ini dapat memberikan konteks yang lebih dalam dan membuat anak-anak lebih tertarik untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam zakat. Diskusi juga bisa menjadi metode yang efektif. Ajak anak untuk berdiskusi tentang nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang ada dalam zakat, sehingga mereka dapat memahami dampak positif dari tindakan berbagi.
Pengenalan zakat kepada anak-anak tidak hanya bermanfaat untuk pemahaman agama mereka, tetapi juga untuk pembentukan karakter. Dengan memahami pentingnya zakat, anak-anak akan belajar tentang kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap sesama. Ini adalah nilai-nilai yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak tidak hanya akan memahami zakat sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai bagian integral dari kehidupan sosial mereka. Mereka akan belajar bahwa zakat adalah cara untuk membantu orang lain dan berkontribusi pada masyarakat. Ini akan membentuk mereka menjadi individu yang lebih peduli dan bertanggung jawab.
Secara keseluruhan, mengenalkan zakat kepada anak-anak adalah proses yang harus dilakukan dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Dengan memulai sejak dini dan menggunakan metode yang menarik, Anda dapat membantu anak-anak memahami dan menghargai pentingnya zakat dalam kehidupan mereka. Ini adalah investasi jangka panjang yang akan membentuk karakter dan nilai-nilai mereka di masa depan.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA11/03/2025 | admin
Fidyah sebagai Penjaga Keseimbangan Sosial
Fidyah sebagai Penjaga Keseimbangan Sosial
Fidyah merupakan salah satu konsep dalam Islam yang berkaitan dengan kewajiban mengganti puasa bagi mereka yang tidak dapat melaksanakannya karena alasan tertentu, seperti sakit atau hamil. Namun, fidyah tidak hanya sekadar pengganti puasa, melainkan juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sosial di masyarakat.
Pengertian Fidyah
Fidyah berasal dari kata "fada" yang berarti mengganti atau menebus. Dalam konteks puasa, fidyah adalah bentuk kompensasi yang diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa. Biasanya, fidyah berupa makanan pokok yang diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Dengan demikian, fidyah tidak hanya berfungsi sebagai pengganti, tetapi juga sebagai sarana untuk berbagi dan membantu sesama.
Fidyah dan Keseimbangan Sosial
1. Membantu Mereka yang Membutuhkan
Salah satu tujuan utama dari fidyah adalah untuk membantu mereka yang kurang mampu. Dengan memberikan fidyah, seseorang tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan sosial. Masyarakat yang lebih mampu diharapkan dapat membantu mereka yang kurang beruntung, sehingga tercipta solidaritas dan kepedulian sosial.
2. Mendorong Kepedulian Sosial
Fidyah juga berfungsi sebagai pengingat bagi umat Islam untuk selalu peduli terhadap sesama. Dalam proses memberikan fidyah, individu diingatkan akan pentingnya berbagi dan membantu orang lain. Hal ini dapat mendorong terciptanya komunitas yang lebih harmonis dan saling mendukung.
3. Menjaga Keseimbangan Ekonomi
Dengan adanya fidyah, distribusi sumber daya di masyarakat dapat lebih merata. Fidyah yang diberikan dalam bentuk makanan pokok dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi mereka yang menerima. Ini juga dapat mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Penulis:
Hubaib Ash Shidqi
Editor:
Hubaib Ash Shidqi
BERITA11/03/2025 | HUBAIB ASH SHIDQI
Sedekah Digital: Inovasi Berbagi di Era Modern
Di era digital yang serba cepat, perkembangan teknologi telah mengubah hampir semua aspek kehidupan manusia, termasuk cara beribadah dan berbagi. Sedekah, yang merupakan salah satu ibadah penting dalam Islam, kini juga mengalami transformasi seiring dengan perkembangan zaman. Hadirnya platform sedekah digital telah membuka jalan baru bagi umat Muslim untuk berbagi kebaikan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.
Transformasi Sedekah di Era Digital
Sedekah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat Islam sejak zaman Rasulullah SAW. Secara tradisional, sedekah dilakukan dengan memberikan langsung kepada penerima atau melalui lembaga amil zakat. Namun, dengan perkembangan teknologi dan internet, cara bersedekah pun mengalami evolusi.
Sedekah digital merupakan konsep bersedekah melalui platform atau media digital, seperti aplikasi mobile, website, e-commerce, atau media sosial. Konsep ini memungkinkan donatur untuk bersedekah kapan saja dan di mana saja tanpa batasan waktu dan tempat, cukup dengan menggunakan smartphone atau komputer yang terhubung dengan internet.
Transformasi ini sejalan dengan maqashid syariah (tujuan syariat) yang salah satunya adalah memberikan kemudahan (taysir) bagi umat dalam menjalankan ibadah. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185: "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."
Beragam Platform Sedekah Digital di Indonesia
Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki banyak platform sedekah digital yang terus berkembang. Beberapa platform tersebut di antaranya:
1. Aplikasi BAZNAS Digital
BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) sebagai lembaga resmi pengelola zakat nasional telah mengembangkan aplikasi digital yang memudahkan masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah. Aplikasi ini menawarkan berbagai program sedekah yang dapat dipilih sesuai dengan minat dan kemampuan donatur.
2. Fitur Sedekah di E-commerce dan Dompet Digital
Berbagai platform e-commerce dan dompet digital seperti Tokopedia, Shopee, GoPay, dan OVO kini menyediakan fitur sedekah yang terintegrasi dengan layanan mereka. Pengguna dapat dengan mudah menyisihkan sebagian uang mereka untuk disedekahkan saat bertransaksi.
3. Media Sosial sebagai Kanal Sedekah
Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter juga menjadi kanal baru untuk bersedekah. Banyak influencer atau public figure yang memanfaatkan platform ini untuk menggalang dana bagi yang membutuhkan.
Keunggulan Sedekah Digital
Sedekah digital menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan dengan cara sedekah konvensional, di antaranya:
1. Kemudahan dan Efisiensi
Dengan sedekah digital, donatur tidak perlu lagi mendatangi lokasi fisik untuk menyalurkan bantuan. Cukup dengan beberapa klik, sedekah sudah dapat tersalurkan kepada yang membutuhkan. Hal ini sangat efisien, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan keterbatasan waktu.
2. Aksesibilitas Tanpa Batas
Sedekah digital dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, selama terhubung dengan internet. Tidak ada lagi batasan waktu operasional seperti pada lembaga amil zakat konvensional. Hal ini memungkinkan orang untuk bersedekah bahkan di tengah malam atau saat berada di luar negeri.
3. Transparansi dan Akuntabilitas
Platform sedekah digital umumnya menyediakan fitur monitoring yang memungkinkan donatur untuk memantau perkembangan program dan penggunaan dana yang mereka salurkan. Laporan keuangan dan dokumentasi program juga lebih mudah diakses secara online. Ini meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana sedekah.
4. Variasi Program dan Nominal
Sedekah digital menawarkan beragam program dan nominal yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan minat donatur. Mulai dari program pendidikan, kesehatan, dakwah, hingga kemanusiaan, semua tersedia dalam satu platform. Donatur juga dapat memilih nominal mulai dari yang terkecil hingga tak terbatas.
5. Jangkauan Lebih Luas
Dengan memanfaatkan teknologi digital, sedekah dapat menjangkau penerima manfaat yang lebih luas, bahkan hingga ke pelosok daerah yang sulit dijangkau secara fisik. Hal ini memungkinkan pemerataan distribusi sedekah yang lebih baik.
6. Manajemen Data yang Lebih Baik
Platform digital memungkinkan pengelolaan data donatur dan penerima manfaat secara lebih terstruktur dan sistematis. Hal ini memudahkan dalam pelaporan, analisis, dan pengambilan keputusan strategis.
Tantangan dalam Sedekah Digital
Meskipun menawarkan banyak keunggulan, sedekah digital juga menghadapi beberapa tantangan yang perlu diatasi:
1. Kesenjangan Digital
Tidak semua masyarakat memiliki akses terhadap teknologi dan internet, terutama mereka yang berada di daerah tertinggal. Hal ini bisa menjadi hambatan bagi implementasi sedekah digital secara menyeluruh.
2. Keamanan dan Privasi Data
Transaksi online selalu dihadapkan pada risiko keamanan dan privasi data. Pengguna platform sedekah digital bisa jadi khawatir tentang keamanan data pribadi dan finansial mereka.
3. Isu Keabsahan Syariah
Beberapa ulama dan masyarakat muslim masih mempertanyakan keabsahan sedekah digital dari perspektif syariah, terutama terkait dengan niat, akad, dan penyaluran dana.
4. Potensi Penipuan
Kemudahan membuat kampanye penggalangan dana online membuka celah bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan mengatasnamakan sedekah.
Kesimpulan
Sedekah digital telah membawa angin segar dalam dunia filantropi Islam. Inovasi ini telah membuka peluang baru untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efektivitas sedekah di era modern. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi semua pihak, sedekah digital dapat menjadi instrumen penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan keadilan ekonomi.
Sebagai umat Muslim, kita perlu adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memanfaatkannya untuk kebaikan, tanpa mengesampingkan nilai-nilai esensial dalam beribadah, seperti keikhlasan dan keberkahan. Sedekah digital bukan hanya tentang mengikuti tren, melainkan tentang mengoptimalkan teknologi untuk memaksimalkan ibadah dan kemaslahatan umat.
Mari bersama-sama mendukung perkembangan sedekah digital di Indonesia, sembari terus mengevaluasi dan menyempurnakan implementasinya agar selaras dengan prinsip-prinsip syariah dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan begitu, sedekah digital akan benar-benar menjadi jembatan kebaikan di era digital.
Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Shifa Indri Hudannaya
Editor: M. Sahal
BERITA10/03/2025 | AdminS
Hikmah Manfaat Puasa Ramadhan dari Perspektif Medis
Puasa Ramadhan tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memberikan berbagai manfaat kesehatan yang telah dibuktikan oleh penelitian medis. Dari peningkatan metabolisme hingga efek positif pada kesehatan mental, puasa berperan dalam memperbaiki kondisi tubuh secara menyeluruh.
1. Detoksifikasi dan Pembersihan Tubuh
Tubuh mengalami proses detoksifikasi alami selama berpuasa. Sistem pencernaan mendapatkan kesempatan untuk beristirahat dan memperbaiki diri karena tubuh tidak menerima asupan makanan selama periode tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa puasa membantu mengurangi stres oksidatif dalam tubuh yang dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan kanker (Longo & Mattson, 2014).
2. Menyeimbangkan Gula Darah dan Mencegah Diabetes
Puasa terbukti dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga dapat membantu mengatur kadar gula darah. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Diabetes Care menunjukkan bahwa puasa intermiten, seperti puasa Ramadhan, dapat menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan metabolisme lemak, sehingga mengurangi risiko diabetes tipe 2 (Patterson & Sears, 2017).
3. Menurunkan Berat Badan Secara Sehat
Puasa Ramadan secara alami membantu mengontrol berat badan karena tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. Namun, manfaat ini hanya optimal jika pola makan saat sahur dan berbuka dijaga dengan baik. Makan berlebihan saat berbuka menghilangkan efek positif ini, sehingga penting untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan bernutrisi tinggi.
4. Meningkatkan Fungsi Otak dan Kesehatan Mental
Puasa tidak hanya memberi manfaat secara fisik, tetapi puasa juga berperan penting dalam fungsi dan kinerja otak. Saat berpuasa, produksi hormon brain-derived neurotrophic factor (BDNF) meningkat, yang berperan dalam meningkatkan daya ingat, belajar, dan melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer (Mattson et al., 2018). Selain itu, puasa dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan dengan menjaga kestabilan kadar hormon kortisol.
5. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Puasa telah terbukti membantu menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan trigliserida dalam darah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Penelitian di Journal of Nutritional Biochemistry menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL), sehingga berperan bagi kesehatan jantung (Aly et al., 2019).
6. Memperkuat Sistem Imun
Beberapa studi menunjukkan bahwa puasa dapat membantu regenerasi sel imun dengan merangsang produksi sel darah putih baru. Puasa juga menurunkan peradangan kronis dalam tubuh yang berisiko menyebabkan berbagai penyakit degeneratif (Cheng et al., 2014).
7. Meningkatkan Kualitas Tidur dan Energi
Puasa Ramadhan dapat membantu mengatur ritme sirkadian, terutama jika dikombinasikan dengan pola tidur yang baik. Menghindari makanan berat dan berlemak sebelum tidur dapat meningkatkan kualitas tidur, sehingga tubuh lebih segar dan bertenaga di siang hari.
Kesimpulan
Berdasarkan perspektif medis, puasa Ramadhan membawa banyak manfaat kesehatan, mulai dari detoksifikasi tubuh, pengendalian gula darah, penurunan berat badan, hingga peningkatan fungsi otak dan sistem imun. Namun, agar manfaat ini optimal, penting untuk menjaga pola makan sehat, menghindari makanan berlebihan saat berbuka, serta memastikan asupan cairan yang cukup. Dengan pendekatan yang benar, puasa tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesehatan secara menyeluruh.
*Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor : Ashifuddin Fikri
Writer : Nur Isnaini Masyithoh
BERITA10/03/2025 | Nur Isnaini Masyithoh
Mengelola Kebutuhan Nutrisi Tubuh untuk Ibadah Puasa yang Optimal
Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas tertentu lainnya dalam jangka waktu tertentu. Bagi umat Islam, puasa Ramadhan adalah ibadah wajib yang berlangsung selama satu bulan penuh, dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain sebagai bentuk ketaatan spiritual, puasa juga memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan tubuh, terutama terkait dengan manajemen nutrisi.
Pentingnya Asupan Gizi Seimbang saat Puasa
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 14 jam. Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, penting untuk memperhatikan asupan gizi saat sahur dan berbuka. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, kentang, jagung, atau ubi, dicerna lebih lambat oleh tubuh sehingga memberikan efek kenyang lebih lama.
Anjuran Pola Makan saat Sahur dan Berbuka
Sahur
Pada saat sahur disarankan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk karbohidrat kompleks, protein hewani dan nabati, sayuran, buah-buahan, dan air putih. Selain itu, tubuh juga perlu menghindari makanan yang terlalu asin atau berminyak karena dapat menyebabkan rasa haus berlebih.
Berbuka
Pada saat berbuka sebaiknya minum dengan air putih untuk merehidrasi tubuh, diikuti dengan makanan manis alami seperti kurma yang kaya akan serat dan gula alami. Setelah itu, konsumsi makanan utama dengan porsi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, sayuran, dan buah.
Pemenuhan Kebutuhan Cairan
Kebutuhan cairan harian tubuh yakni sekitar 2 liter atau 8 gelas per hari perlu dipenuhi saat berpuasa untuk mencegah dehidrasi. Pembagian waktu minum air putih dapat diatur sebagai berikut:
2 gelas saat berbuka puasa
1 gelas sebelum sholat tarawih
1 gelas setelah sholat tarawih
2 gelas sebelum tidur
2 gelas saat sahur
Selain dari air putih, cairan juga dapat diperoleh dari sayuran berkuah dan buah-buahan.
Peran Vitamin dan Mineral dalam Menjaga Kebugaran saat Puasa
Asupan vitamin dan mineral, seperti vitamin C dan zinc, berperan penting dalam menjaga sistem imun dan mengurangi rasa lelah saat berpuasa. Vitamin C dapat diperoleh dari buah-buahan seperti jeruk dan pepaya, sedangkan zinc terdapat dalam daging, ikan, dan kacang-kacangan.
Aktivitas Fisik selama Puasa
Melakukan olahraga ringan, seperti jalan kaki atau bersepeda statis, tetap dianjurkan saat berpuasa untuk menjaga kebugaran. Waktu yang tepat untuk berolahraga adalah menjelang berbuka puasa atau setelahnya, dengan intensitas yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Kesimpulan
Manajemen nutrisi yang tepat selama berpuasa sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Dengan memperhatikan asupan gizi seimbang, pemenuhan kebutuhan cairan, serta aktivitas fisik yang sesuai, puasa dapat dijalani dengan optimal tanpa mengorbankan kesehatan.
*Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor : Ashifuddin Fikri
Writer : Nur Isnaini Masyithoh
BERITA10/03/2025 | Nur Isnaini Masyithoh
Puasa dan Toleransi: Menghargai Perbedaan, Memperkuat Persatuan
Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman agama, suku, dan budaya yang luar biasa, senantiasa dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang dalam membangun kerukunan dan persatuan. Di tengah dinamika sosial yang kompleks, menemukan titik temu dan membangun jembatan pemahaman antar kelompok masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan harmoni. Salah satu momen yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ikatan sosial dan toleransi adalah bulan puasa bagi umat Muslim. Lebih dari sekadar ibadah ritual, puasa Ramadhan menyimpan potensi besar untuk mendorong empati, menumbuhkan rasa saling menghargai, dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat majemuk. Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa dapat menjadi landasan untuk membangun toleransi dan memperkuat persatuan di Indonesia, dengan menelaah berbagai aspek kehidupan sosial dan beragama. Kita akan melihat bagaimana praktik puasa, jika dihayati dengan sungguh-sungguh, dapat menjadi katalisator bagi terciptanya masyarakat yang inklusif dan harmonis, di mana perbedaan dirayakan sebagai kekayaan, bukan sebagai sumber konflik. Lebih lanjut, artikel ini akan membahas peran penting individu, komunitas, dan pemimpin dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
Puasa dan Empati Sosial
Salah satu hikmah puasa yang paling signifikan adalah peningkatan rasa empati terhadap sesama. Pengalaman menahan lapar dan dahaga selama berpuasa memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi mereka yang kurang beruntung, yang mungkin setiap hari berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar. Rasa lapar dan haus yang dirasakan selama berpuasa dapat menjadi pengingat akan ketidaksetaraan sosial dan mendorong tindakan nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan. Empati yang terbangun ini tidak mengenal batas agama, suku, atau ras. Ketika kita merasakan kesulitan, kita lebih mudah merasakan kesulitan orang lain dan terdorong untuk berbagi dan membantu, tanpa memandang latar belakang mereka.
Puasa juga mengajarkan kita untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang kurang beruntung. Dengan menahan diri dari makanan dan minuman, kita dapat lebih memahami kesulitan yang dialami oleh mereka yang hidup dalam kemiskinan. Dalam Surah Al-Insan (76:8-9), Allah berfirman:
"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan. (Mereka berkata), 'Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan wajah Allah; kami tidak menginginkan balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih.'"
Ayat ini menunjukkan bahwa memberi kepada orang lain adalah bentuk ibadah yang sangat dihargai di sisi Allah. Dengan berpuasa, kita diajarkan untuk lebih peka terhadap kebutuhan orang lain dan berusaha untuk membantu mereka.
Rasa empati yang dibangun melalui puasa dapat memperkuat hubungan antarindividu dalam masyarakat. Ketika kita memahami kesulitan orang lain, kita akan lebih terdorong untuk membantu mereka. Ini adalah bentuk nyata dari toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Dalam konteks ini, puasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi juga merupakan sarana untuk membangun karakter yang lebih baik. Dalam konteks ini, puasa dapat menjadi alat untuk membangun solidaritas sosial yang kuat. Tradisi berbagi makanan (takjil) menjelang berbuka puasa, misalnya, seringkali melibatkan masyarakat luas, termasuk mereka yang bukan Muslim. Tindakan berbagi ini bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga membangun ikatan sosial yang lebih erat dan memperkuat rasa kebersamaan. Dengan berbagi, kita menciptakan rasa saling memiliki dan memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman. Lebih dari itu, aksi berbagi ini juga dapat menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan agama dapat dijembatani dengan tindakan nyata yang penuh kasih sayang.
Toleransi dalam Beragama: Menghargai Perbedaan
Toleransi merupakan pilar penting dalam membangun masyarakat yang harmonis. Toleransi dalam konteks beragama berarti saling menghargai dan menghormati perbedaan keyakinan dan praktik keagamaan. Puasa, sebagai ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim, dapat menjadi momen untuk memperkuat toleransi antarumat beragama. Sikap saling menghormati dan memahami perbedaan keyakinan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang damai dan kondusif. Toleransi adalah salah satu nilai utama dalam Islam. Dalam Surah Al-Baqarah (2:256), Allah berfirman:
"Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat."
Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan toleransi terhadap perbedaan keyakinan dan menghormati hak setiap individu untuk memilih agamanya. Dalam konteks puasa, kita diajarkan untuk menghargai orang-orang yang tidak berpuasa, baik karena alasan kesehatan, keyakinan, atau faktor lainnya. Toleransi ini menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling menghormati.
Sikap toleran tercermin dalam bagaimana umat Muslim menjalankan ibadah puasa tanpa memaksakan keyakinan mereka kepada orang lain. Sebaliknya, mereka menghargai hak setiap individu untuk memeluk dan menjalankan agamanya masing-masing. Sikap ini sejalan dengan ajaran agama Islam yang menekankan pentingnya hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain. Saling menghormati dan menghargai perbedaan menjadi kunci utama dalam membangun hubungan yang harmonis antarumat beragama. Contoh nyata toleransi ini dapat dilihat dalam berbagai kegiatan bersama yang melibatkan umat Muslim dan non-Muslim, seperti acara buka puasa bersama atau kegiatan sosial lainnya.
Puasa juga mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan. Dalam Surah Al-Hujurat (49:13), Allah berfirman:
"Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Ayat ini menekankan pentingnya saling mengenal dan menghargai perbedaan di antara umat manusia. Dalam konteks puasa, kita diajarkan untuk tidak hanya fokus pada diri sendiri, tetapi juga untuk memahami dan menghargai orang lain, terlepas dari latar belakang agama, budaya, atau suku mereka.
Puasa sebagai Sarana Dialog Antaragama
Puasa Ramadhan dapat menjadi momentum yang tepat untuk membuka dialog antaragama. Bulan Ramadhan seringkali diiringi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk mereka yang beragama lain. Acara buka puasa bersama, misalnya, merupakan contoh nyata bagaimana puasa dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarumat beragama. Dalam acara tersebut, umat Muslim dan non-Muslim dapat berinteraksi, berbagi pengalaman, dan saling belajar satu sama lain.
Dialog antaragama yang terbangun melalui kegiatan-kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi prasangka dan kesalahpahaman yang seringkali muncul di masyarakat. Dengan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, kita dapat membangun pemahaman yang lebih baik tentang keyakinan dan praktik masing-masing agama. Pemahaman yang lebih baik ini akan mengurangi potensi konflik dan memperkuat rasa saling menghormati. Lebih dari itu, dialog antaragama dapat menjadi wadah untuk menemukan kesamaan nilai dan tujuan, sehingga memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan.
Peran Pemimpin dalam Mendorong Toleransi dan Persatuan
Para pemimpin, baik di tingkat nasional maupun lokal, memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong toleransi dan persatuan di masyarakat. Mereka dapat menjadi teladan dalam menghargai perbedaan dan memperkuat persatuan. Dalam konteks puasa, para pemimpin dapat mengajak masyarakat untuk bersama-sama merayakan bulan suci ini dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati.
Para pemimpin dapat mengambil inisiatif untuk mengadakan acara-acara yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti acara buka puasa bersama yang melibatkan berbagai agama. Dengan cara ini, mereka tidak hanya menunjukkan sikap toleransi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk saling menghargai dan bekerja sama dalam membangun persatuan. Peran pemimpin dalam memberikan contoh dan arahan yang tepat sangat krusial dalam menciptakan iklim sosial yang kondusif bagi terciptanya toleransi dan persatuan.
Tantangan dalam Membangun Toleransi dan Persatuan
Meskipun puasa memiliki potensi besar untuk membangun toleransi dan persatuan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah adanya kelompok-kelompok intoleran dan ekstremis yang mencoba memanfaatkan perbedaan untuk memecah belah masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh paham-paham yang merusak kerukunan.
Pendidikan dan pemahaman yang komprehensif tentang nilai-nilai toleransi dan persatuan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini. Pendidikan yang baik dapat membentuk generasi yang lebih toleran, yang mampu menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai. Dalam konteks puasa, pendidikan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah ini dapat membantu masyarakat untuk lebih memahami dan menghargai satu sama lain.
Kesimpulan
Puasa Ramadhan, lebih dari sekadar ibadah ritual, memiliki potensi besar untuk membangun toleransi dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat majemuk. Dengan meningkatkan empati sosial, membuka dialog antaragama, dan mendorong peran pemimpin dalam memberikan contoh dan arahan yang tepat, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan saling menghargai. Mari kita manfaatkan momen puasa ini untuk saling mendukung dan membangun masyarakat Indonesia yang lebih baik, yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan persatuan.
*Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor : Ashifuddin Fikri
Writer : Ashifuddin Fikri
BERITA10/03/2025 | Ashifuddin Fikri
Kenapa Zakat Itu Wajib? Ini 5 Alasan yang Harus Kamu Ketahui
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peranan penting dalam kehidupan umat Muslim. Meskipun banyak yang sudah mengetahui tentang zakat, tidak sedikit yang masih mempertanyakan mengapa zakat itu wajib. Berikut adalah lima alasan yang harus kamu ketahui mengenai kewajiban zakat.
1. Kewajiban Agama
Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam yang harus dipatuhi oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat..." (QS. Al-Baqarah: 43). Kewajiban ini menunjukkan betapa pentingnya zakat dalam kehidupan seorang Muslim sebagai bentuk pengabdian kepada Allah.
2. Membersihkan Harta
Zakat berfungsi untuk membersihkan harta yang kita miliki. Dengan mengeluarkan zakat, kita membersihkan diri dari sifat kikir dan cinta berlebihan terhadap harta. Zakat juga menjadi sarana untuk mengingatkan kita bahwa harta yang kita miliki adalah titipan dari Allah, dan kita berkewajiban untuk membagikannya kepada yang membutuhkan.
3. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial
Zakat memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan menyalurkan zakat kepada yang berhak, kita membantu mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Zakat dapat digunakan untuk memberikan bantuan kepada fakir miskin, dan mereka yang membutuhkan sesuai dengan golongan orang-orang yang berhak menerima zakat, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera.
4. Mendorong Rasa Empati dan Solidaritas
Dengan membayar zakat, kita diajarkan untuk lebih peka terhadap kondisi orang lain. Zakat mendorong kita untuk merasakan kesulitan yang dialami oleh sesama, sehingga timbul rasa empati dan solidaritas. Hal ini penting untuk membangun hubungan yang harmonis dalam masyarakat, di mana setiap individu saling peduli dan membantu satu sama lain.
5. Mendapatkan Pahala dari Allah
Salah satu motivasi utama dalam membayar zakat adalah untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa zakat yang dikeluarkan dengan niat yang ikhlas akan mendatangkan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda. Dengan berzakat, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga berinvestasi untuk kehidupan akhirat kita.
Zakat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Dengan memahami alasan-alasan di atas, diharapkan kita semakin sadar akan kewajiban untuk menunaikan zakat dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Azkia Salsabila
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Siapa yang Wajib Membayar Zakat dan Siapa yang Berhak Menerima?
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang sangat penting. Selain sebagai bentuk ibadah, zakat juga berfungsi untuk membersihkan harta dan membantu sesama. Namun, banyak yang masih bingung mengenai siapa saja yang wajib membayar zakat dan siapa yang berhak menerimanya. Berikut adalah penjelasannya.
Siapa yang Wajib Membayar Zakat?
1. Muslim yang Sudah Baligh
Zakat diwajibkan bagi setiap Muslim yang sudah mencapai usia baligh. Ini berarti bahwa anak-anak yang belum dewasa tidak diwajibkan untuk membayar zakat.
2. Memiliki Harta yang Cukup
Seseorang hanya diwajibkan membayar zakat jika ia memiliki harta yang mencapai nisab, yaitu batas minimum harta yang harus dimiliki. Nisab ini berbeda-beda tergantung jenis zakat, seperti zakat fitrah atau zakat mal.
3. Bebas dari Utang
Jika seseorang memiliki utang yang cukup besar sehingga mengurangi harta yang dimiliki di bawah nisab, maka ia tidak diwajibkan untuk membayar zakat.
4. Berakal dan Sehat
Zakat juga diwajibkan bagi mereka yang berakal dan sehat. Orang yang tidak berakal atau mengalami gangguan mental tidak diwajibkan untuk membayar zakat.
Siapa yang Berhak Menerima Zakat?
1. Fakir
Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta atau penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka berhak menerima zakat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar.
2. Miskin
Miskin adalah orang yang memiliki harta, tetapi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mereka juga berhak menerima zakat.
3. Amil Zakat
Amil adalah orang yang ditunjuk untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Mereka berhak mendapatkan bagian dari zakat sebagai imbalan atas kerja mereka.
4. Muallaf
Muallaf adalah orang yang baru saja memeluk Islam. Mereka berhak menerima zakat untuk membantu mereka dalam proses penyesuaian diri dengan agama baru mereka.
5. Hamba Sahaya
Hamba sahaya yang ingin memerdekakan diri juga berhak menerima zakat untuk membantu mereka dalam proses pembebasan.
6. Orang yang Berjuang di Jalan Allah
Mereka yang berjuang di jalan Allah, seperti para pejuang atau aktivis yang berjuang untuk kebaikan, juga berhak menerima zakat.
Dengan memahami siapa yang wajib membayar zakat dan siapa yang berhak menerimanya, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih baik dan tepat sasaran. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Mari kita tunaikan zakat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Azkia Salsabila
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Zakat Fitrah: Waktu, Kadar, dan Cara Membayarnya
Zakat fitrah adalah salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri. Zakat ini memiliki makna yang dalam, tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai sarana untuk membersihkan diri dan harta. Dalam artikel ini, kita akan membahas waktu, kadar, dan cara membayar zakat fitrah.
Waktu Pembayaran Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Sebaiknya, zakat ini dibayarkan pada bulan Ramadan, terutama di akhir bulan. Hal ini bertujuan agar orang-orang yang membutuhkan dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Namun, jika ada yang terlambat, zakat fitrah tetap bisa dibayarkan setelah shalat Idul Fitri, meskipun pahalanya tidak sama.
Kadar Zakat Fitrah
Kadar zakat fitrah ditentukan berdasarkan jenis makanan pokok yang umum dikonsumsi di suatu daerah. Di Indonesia, zakat fitrah biasanya dihitung dengan menggunakan ukuran beras, gandum, atau makanan pokok lainnya. Umumnya, kadar zakat fitrah adalah 2,5 kg per orang. Namun, ada juga yang menghitungnya dalam bentuk uang, yang biasanya setara dengan harga makanan pokok tersebut.
Cara Membayar Zakat Fitrah
Membayar zakat fitrah bisa dilakukan dengan beberapa cara. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti:
Tentukan Jumlah Keluarga: Hitung jumlah anggota keluarga yang wajib membayar zakat fitrah.
Pilih Jenis Zakat: Tentukan apakah akan membayar dalam bentuk makanan atau uang.
Bayar Melalui Lembaga: Anda bisa membayar zakat fitrah melalui lembaga amil zakat yang terpercaya. Ini memudahkan distribusi kepada yang berhak.
Distribusi Sendiri: Jika memilih untuk membayar dalam bentuk makanan, Anda bisa mendistribusikannya langsung kepada yang membutuhkan.
Zakat fitrah adalah kewajiban yang penting bagi setiap Muslim. Dengan membayar zakat fitrah, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu sesama yang membutuhkan. Pastikan untuk memenuhi kewajiban ini dengan tepat waktu dan cara yang benar agar dapat meraih keberkahan di hari yang suci. Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga amal ibadah kita diterima di sisi Allah SWT.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Penulis: Azkia Salsabila
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Mengapa Orang Malas Membayar Zakat Penghasilan
Zakat penghasilan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki penghasilan di atas nisab. Namun, masih banyak orang yang enggan atau malas untuk menunaikannya. Salah satu alasan utama adalah kurangnya pemahaman tentang pentingnya zakat dalam Islam. Banyak yang menganggap zakat sebagai beban finansial, bukan sebagai investasi spiritual yang akan mendatangkan berkah.
Selain itu, ada juga anggapan bahwa zakat tidak memberikan dampak langsung pada kehidupan mereka. Beberapa orang merasa bahwa kontribusi mereka tidak akan membuat perbedaan signifikan dalam membantu orang lain. Hal ini sering kali disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai bagaimana zakat dapat membantu masyarakat dan menciptakan kesejahteraan bersama.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah kesibukan dan gaya hidup modern. Dalam kehidupan yang serba cepat, banyak orang yang mengabaikan kewajiban ini karena merasa tidak memiliki waktu untuk menghitung dan menunaikan zakat. Padahal, zakat seharusnya menjadi prioritas dalam pengelolaan keuangan.
Untuk mengatasi masalah ini, penting bagi lembaga zakat dan komunitas untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat zakat. Edukasi mengenai cara menghitung zakat dan dampaknya terhadap masyarakat dapat membantu mengubah pandangan orang tentang kewajiban ini. Dengan memahami bahwa zakat adalah bentuk kepedulian sosial dan investasi untuk masa depan, diharapkan lebih banyak orang akan termotivasi untuk menunaikannya.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
Penulis: Saffanatussa'idiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Keutamaan Selalu Menunaikan Zakat
Menunaikan zakat adalah salah satu rukun Islam yang memiliki banyak keutamaan. Zakat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan sarana untuk membersihkan harta dan jiwa. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman bahwa zakat dapat mendatangkan keberkahan dan melindungi harta dari keburukan. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan berkontribusi dalam menciptakan kesejahteraan sosial.
Salah satu keutamaan zakat adalah sebagai bentuk pengabdian kepada Allah. Dengan menunaikan zakat, seseorang menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan-Nya. Selain itu, zakat juga dapat meningkatkan rasa solidaritas di antara anggota masyarakat. Ketika orang-orang saling membantu, terciptalah ikatan sosial yang kuat, yang pada gilirannya dapat mengurangi kesenjangan ekonomi.
Zakat juga berfungsi sebagai pelindung dari bencana dan kesulitan. Dalam banyak hadis, Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa zakat dapat menjadi perisai dari berbagai musibah. Dengan menunaikan zakat secara rutin, seseorang dapat merasakan ketenangan batin dan keberkahan dalam hidupnya.
Keutamaan lainnya adalah zakat dapat menjadi investasi akhirat. Setiap harta yang dikeluarkan sebagai zakat akan dicatat sebagai amal baik yang akan mendatangkan pahala di sisi Allah. Oleh karena itu, menunaikan zakat secara konsisten adalah langkah penting untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
Penulis: Saffanatussa'idiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Mensucikan Harta dengan Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Idul Fitri. Tujuan utama dari zakat fitrah adalah untuk mensucikan harta dan jiwa, serta membantu mereka yang kurang mampu agar dapat merayakan hari raya dengan layak. Dalam Islam, zakat fitrah memiliki nilai yang sangat penting, karena merupakan bentuk kepedulian sosial yang mendalam.
Zakat fitrah biasanya dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok, seperti beras, kurma, atau gandum. Hal ini bertujuan agar orang-orang yang menerima zakat dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama pada saat perayaan Idul Fitri. Dengan memberikan zakat fitrah, seorang Muslim tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga memberikan kesempatan kepada orang lain untuk merasakan kebahagiaan di hari yang istimewa.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan. Zakat fitrah juga berfungsi untuk menghapuskan kesalahan dan kekurangan yang mungkin terjadi selama bulan Ramadan. Dengan menunaikan zakat fitrah, seseorang dapat merasakan kedamaian dan ketenangan batin.
Penting untuk diingat bahwa zakat fitrah harus dikeluarkan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Dengan demikian, setiap Muslim diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan saling peduli. Mensucikan harta melalui zakat fitrah adalah langkah penting dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
Penulis: Saffanatussa'idiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Membayar Zakat dari Hasil Berhutang: Apakah Diperbolehkan?
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Sebagai bentuk kepedulian sosial, zakat berfungsi untuk membersihkan harta dan membantu mereka yang membutuhkan. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah boleh menunaikan zakat dari hasil berhutang?
Secara umum, zakat seharusnya dikeluarkan dari harta yang dimiliki secara sah dan halal. Dalam konteks ini, jika seseorang berhutang dan menggunakan hasil dari utang tersebut untuk membayar zakat, hal ini dapat dipertanyakan. Zakat sebaiknya diambil dari harta yang sudah dimiliki dan bukan dari utang. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa zakat adalah kewajiban yang harus dipenuhi dari harta yang bersih dan halal.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103)
Ayat ini menunjukkan bahwa zakat harus diambil dari harta yang dimiliki, bukan dari utang. Jika seseorang membayar zakat dari hasil berhutang, maka harta tersebut belum sepenuhnya menjadi miliknya, sehingga tidak memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai objek zakat.
Namun, ada pandangan lain yang menyatakan bahwa jika seseorang memiliki utang tetapi juga memiliki aset atau harta lain yang cukup untuk menunaikan zakat, maka zakat dapat dikeluarkan dari harta yang dimiliki, meskipun ada utang. Dalam hal ini, yang perlu diperhatikan adalah total kekayaan bersih setelah dikurangi utang. Jika setelah dikurangi utang, seseorang masih memiliki harta yang mencapai nisab, maka ia wajib menunaikan zakat.
Sebagai contoh, jika seseorang memiliki harta senilai Rp10.000.000 dan berutang Rp3.000.000, maka total kekayaan bersihnya adalah Rp7.000.000. Jika jumlah ini masih di atas nisab, maka ia tetap berkewajiban untuk menunaikan zakat.
Dalam kesimpulannya, menunaikan zakat dari hasil berhutang tidak dianjurkan, karena zakat seharusnya dikeluarkan dari harta yang dimiliki secara sah. Namun, jika seseorang memiliki harta yang cukup setelah dikurangi utang, maka ia tetap wajib menunaikan zakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi keuangan secara menyeluruh sebelum menunaikan zakat. Jika Anda membutuhkan bantuan dalam menyalurkan zakat, lembaga seperti BAZNAS Kota Yogyakarta siap membantu Anda dalam memenuhi kewajiban ini dengan cara yang tepat dan sesuai syariat.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA10/03/2025 | admin
Menyalurkan Zakat Secara Langsung: Apakah Itu Diperbolehkan?
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam kehidupan umat Muslim. Sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan, zakat tidak hanya berfungsi untuk membersihkan harta, tetapi juga untuk membantu mereka yang membutuhkan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, "Apakah boleh menyalurkan zakat langsung kepada penerimanya?"
Menyalurkan zakat langsung kepada penerimanya adalah praktik yang diperbolehkan dalam Islam, asalkan memenuhi syarat dan ketentuan tertentu. Salah satu keuntungan dari menyalurkan zakat secara langsung adalah transparansi dan kejelasan dalam penggunaan dana zakat. Dengan memberikan zakat langsung kepada penerima, kita dapat memastikan bahwa bantuan tersebut sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menyalurkan zakat secara langsung. Pertama, penerima zakat harus termasuk dalam salah satu dari delapan asnaf yang telah ditentukan dalam syariat Islam. Asnaf tersebut meliputi:
1. Fakir: Mereka yang tidak memiliki harta atau penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup.
2. Miskin: Mereka yang memiliki harta, tetapi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokok.
3. Amil: Orang-orang yang ditunjuk untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
4. Muallaf: Mereka yang baru memeluk Islam dan membutuhkan dukungan untuk memperkuat iman mereka.
5. Hamba Sahaya: Budak yang ingin memerdekakan diri.
6. Orang yang Berutang: Mereka yang terjebak dalam utang dan tidak mampu membayarnya.
7. Sabilillah: Mereka yang berjuang di jalan Allah, termasuk dalam kegiatan dakwah dan sosial.
8. Ibnu Sabil: Musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan.
Sebelum menyalurkan zakat, penting untuk memastikan bahwa penerima memenuhi kriteria di atas. Hal ini untuk menjaga agar zakat yang kita berikan tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan syariat.
Selain itu, menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) juga merupakan pilihan yang baik. Lembaga zakat memiliki sistem yang terstruktur dan profesional dalam mengelola dan mendistribusikan zakat. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, kita dapat memastikan bahwa zakat kita dikelola dengan baik dan disalurkan kepada mereka yang berhak. BAZNAS Kota Yogyakarta, misalnya, memiliki program-program yang dirancang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, mulai dari bantuan pendidikan hingga bantuan kesehatan.
Namun, jika Anda memilih untuk menyalurkan zakat secara langsung, pastikan untuk melakukan riset dan verifikasi terhadap penerima zakat. Anda bisa melakukan kunjungan langsung untuk melihat kondisi mereka dan memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar dibutuhkan. Ini juga dapat memberikan dampak positif yang lebih besar, karena Anda dapat berinteraksi langsung dengan penerima dan memahami kebutuhan mereka.
Dalam kesimpulannya, menyalurkan zakat langsung kepada penerimanya diperbolehkan dalam Islam, asalkan memenuhi syarat dan ketentuan yang ada. Namun, menggunakan lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Yogyakarta juga merupakan pilihan yang bijak untuk memastikan zakat kita dikelola dengan baik. Dengan cara ini, kita dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan membantu mereka yang membutuhkan dengan cara yang tepat. Mari kita tunaikan kewajiban zakat kita dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
=====================
*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id
Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA10/03/2025 | admin

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat


