WhatsApp Icon
Kapan Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah? Ini Penjelasannya

Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh umat Islam pada bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri. Ibadah ini memiliki tujuan untuk menyucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah agar ibadah tersebut sah dan memberikan manfaat maksimal.

 

Dalam ajaran Islam, waktu pembayaran zakat fitrah telah diatur dengan jelas. Zakat fitrah tidak hanya sekadar kewajiban tahunan, tetapi juga memiliki waktu pelaksanaan yang dianjurkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima zakat atau mustahik. Dengan menunaikan zakat fitrah pada waktu yang tepat, umat Islam dapat memastikan bahwa bantuan tersebut sampai kepada mereka yang membutuhkan sebelum Hari Raya Idulfitri tiba.

Hal ini juga dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar:
"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan salat Id."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa zakat fitrah sebaiknya ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Tujuannya agar para penerima zakat dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan mereka pada hari raya.

Agar lebih jelas, berikut beberapa waktu pelaksanaan zakat fitrah yang perlu diketahui oleh umat Islam:

Awal Waktu Pembayaran Zakat Fitrah
Zakat fitrah sebenarnya sudah dapat dibayarkan sejak awal bulan Ramadan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pengumpulan dan penyaluran zakat kepada para mustahik. Banyak lembaga zakat yang mulai membuka layanan pembayaran zakat fitrah sejak awal Ramadan agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menunaikan kewajiban tersebut.

Pembayaran zakat fitrah pada awal Ramadan juga membantu lembaga zakat dalam mengelola distribusi bantuan secara lebih terencana dan tepat sasaran.

Waktu yang Paling Utama
Meskipun zakat fitrah boleh dibayarkan sejak awal Ramadan, waktu yang paling utama untuk menunaikannya adalah pada malam takbiran hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Pada waktu inilah zakat fitrah sangat dianjurkan untuk ditunaikan karena manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh para penerima zakat menjelang hari raya.

Dengan menerima zakat fitrah pada waktu tersebut, masyarakat yang membutuhkan dapat mempersiapkan kebutuhan mereka untuk merayakan Idulfitri dengan lebih layak dan bahagia.

Waktu yang Makruh untuk Menunda
Menunda pembayaran zakat fitrah hingga mendekati waktu salat Idulfitri sebenarnya tidak dianjurkan apabila berpotensi membuat zakat tidak tersalurkan tepat waktu. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak menunda pembayaran zakat fitrah jika sudah memiliki kemampuan untuk menunaikannya.

Menunda zakat fitrah tanpa alasan yang jelas dapat menyebabkan keterlambatan penyaluran kepada mustahik, sehingga tujuan utama zakat fitrah untuk membantu masyarakat menjelang hari raya tidak tercapai secara maksimal.

Waktu yang Tidak Diperbolehkan
Jika zakat fitrah dibayarkan setelah pelaksanaan salat Idulfitri tanpa alasan yang dibenarkan, maka zakat tersebut tidak lagi dihitung sebagai zakat fitrah, melainkan hanya sebagai sedekah biasa. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW:
"Barang siapa yang menunaikannya sebelum salat Id, maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barang siapa yang menunaikannya setelah salat Id, maka itu hanya dianggap sebagai sedekah biasa."
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Hadis ini menunjukkan pentingnya memperhatikan waktu pembayaran zakat fitrah agar ibadah tersebut sah dan sesuai dengan ketentuan syariat.

Dengan memahami waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan penuh kesadaran. Zakat fitrah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas antar sesama.

Melalui zakat fitrah, umat Islam diajak untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan agar semua orang dapat merasakan keberkahan dan kebahagiaan pada Hari Raya Idulfitri.

Kini, menunaikan zakat fitrah juga semakin mudah dengan adanya layanan digital dari berbagai lembaga zakat terpercaya. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, muzakki dapat memastikan bahwa zakat yang diberikan akan sampai kepada mustahik secara tepat, aman, dan transparan.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#BAZNASKotaYogyakarta
#PerbedaanInfakDanShodaqoh
#Infak
#Shodaqoh
#Sedekah
#AmalKebaikan
#BerbagiKebaikan
#YukInfakDanSedekah

editor: Banyu Bening

17/03/2026 | Kontributor: Adilah
Amalan Rasulullah SAW di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

Memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, suasana batin umat Islam biasanya mulai terbagi. Di satu sisi, ada kegembiraan menyambut hari kemenangan (Idul Fitri), namun di sisi lain, ada rasa sedih karena bulan suci akan segera berlalu. Bagi Rasulullah SAW, fase akhir Ramadan bukanlah waktu untuk bersantai, melainkan momentum untuk melakukan "akselerasi" ibadah yang lebih kencang dari hari-hari sebelumnya.

 

Rasulullah SAW memberikan contoh nyata tentang bagaimana seorang hamba seharusnya menghargai waktu-waktu emas ini. Beliau tidak hanya sekadar berpuasa, tetapi mengubah total ritme hidupnya demi mengejar rida Allah SWT. Berikut adalah amalan-amalan utama Rasulullah SAW yang patut kita teladani.

1. Menghidupkan Malam dengan Ibadah (Qiyamul Lail)
Dalam sebuah riwayat dari Sayyidah Aisyah RA, diceritakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah sesungguh-sungguh dalam beribadah di waktu lain melebihi kesungguhannya di sepuluh hari terakhir Ramadan. Beliau "menghidupkan malamnya", yang artinya beliau meminimalkan waktu tidur untuk diisi dengan shalat malam, zikir, dan doa.

Bagi kita, menghidupkan malam bisa dimulai dengan konsistensi shalat Tarawih, yang kemudian disambung dengan shalat Tahajud, Witir, dan membaca Al-Qur'an hingga waktu sahur tiba. Tujuannya adalah memastikan bahwa tidak ada satu detik pun di malam-malam mulia tersebut yang terlewat tanpa nilai ibadah.

2. Membangunkan Keluarga untuk Beribadah
Rasulullah SAW adalah sosok pemimpin keluarga yang sangat perhatian pada keselamatan spiritual anggota keluarganya. Beliau tidak ingin beribadah sendirian. Di sepuluh malam terakhir, beliau membangunkan istri-istri dan keluarga untuk ikut serta dalam kebaikan malam tersebut.

Hal ini memberikan pelajaran bahwa kesalehan tidak boleh bersifat individual. Sebagai kepala keluarga atau anggota keluarga, kita diajak untuk saling menyemangati, mengajak anak, istri, atau saudara untuk bangun di sepertiga malam terakhir guna memanjatkan doa bersama.

3. Ber-Itikaf di Masjid
Itikaf adalah amalan yang hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi SAW selama sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat. Beliau mengisolasi diri dari kesibukan duniawi dan menetap di masjid.

Itikaf merupakan cara terbaik untuk melakukan "detoksifikasi hati" dari pengaruh dunia. Dengan berdiam diri di rumah Allah, fokus kita hanya tertuju pada satu titik: hubungan antara hamba dengan Sang Pencipta. Di tengah hiruk-pikuk persiapan Lebaran yang sering menguras energi dan pikiran, itikaf menjadi pelindung agar hati tetap terjaga dalam kekhusyukan.

4. Memperbanyak Sedekah dan Kebaikan
Meskipun Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan, kedermawanan beliau di bulan Ramadan, terutama di penghujungnya, digambarkan seperti "angin yang berembus kencang"—sangat cepat dan sangat luas manfaatnya.

Sepuluh hari terakhir adalah waktu terbaik untuk menunaikan zakat mal, zakat fitrah, maupun sedekah sunnah. Menolong sesama, memberi makan orang miskin, atau membantu fasilitas masjid adalah amalan yang sangat disukai Nabi SAW di fase ini.

5. Mencari Lailatul Qadar dengan Doa Khusus
Motivasi terbesar di balik semua amalan tersebut adalah harapan untuk bertemu dengan Lailatul Qadar. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk "berburu" malam kemuliaan tersebut di malam-malam ganjil.

Beliau juga mengajarkan satu doa padat makna untuk dibaca berulang-ulang:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku).

Doa ini menitikberatkan pada permohonan maaf ('afwu), yang maknanya lebih dalam daripada sekadar ampunan (maghfirah), karena 'afwu berarti menghapus dosa hingga tak berbekas sedikit pun.

Mungkin sulit bagi sebagian kita untuk beritikaf penuh selama sepuluh hari karena tuntutan pekerjaan. Namun, kita bisa memodifikasinya dengan cara:

  • Itikaf Parsial: Berniat itikaf setiap kali memasuki masjid untuk shalat berjamaah atau menghadiri kajian malam.
  • Manajemen Tidur: Tidur lebih awal agar bisa bangun lebih segar di sepertiga malam terakhir.
  • Digital Detox: Mengurangi penggunaan media sosial yang tidak perlu agar waktu luang bisa digunakan untuk membaca Al-Qur'an.

Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah fase penentuan. Rasulullah SAW telah menunjukkan bahwa akhir Ramadan adalah puncak perjuangan spiritual, bukan titik jenuh. Dengan menghidupkan malam, mengajak keluarga beribadah, dan memperbanyak sedekah, kita sedang berupaya mengakhiri Ramadan sebagai pemenang yang mendapatkan ampunan total.

Semoga kita diberikan kekuatan untuk meneladani spirit ibadah Rasulullah SAW hingga fajar Idul Fitri menyingsing.

 

Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara online dengan penyaluran amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#RamadanPenuhBerkah
#AmalanRasulullahRamadan
#PuasaRamadan2026
#BayarZakatJogja
#AmalanUtamaRamadan

editor: Banyu Bening

17/03/2026 | Kontributor: Kifti
BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan pada Safari Shubuh Pemerintah Kota Yogyakarta di Masjid Baiturrahman

Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Safari Subuh yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta di Masjid Baiturrahman, Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Safari Ramadan Pemerintah Kota Yogyakarta yang bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, lembaga, dan masyarakat.

Safari Subuh tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Yogyakarta bersama para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan jamaah Masjid Baiturrahman yang mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat sejak pelaksanaan salat Subuh berjamaah hingga rangkaian acara selesai.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, hadir mewakili BAZNAS Kota Yogyakarta dan menyalurkan bantuan kepada Masjid Baiturrahman. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp2.000.000 serta satu kotak perlengkapan P3K. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kemasjidan serta pelayanan bagi jamaah yang beribadah di masjid.

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendukung kegiatan keagamaan, khususnya di masjid. Menurutnya, masjid memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengurus masjid untuk mendukung kegiatan ibadah serta pelayanan kepada jamaah, khususnya selama bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Sementara itu, Takmir Masjid Baiturrahman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta serta Pemerintah Kota Yogyakarta atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masjid. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam menunjang berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di lingkungan masjid.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta atas bantuan yang diberikan kepada Masjid Baiturrahman. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk mendukung kegiatan ibadah serta pelayanan kepada jamaah,” ungkap perwakilan takmir masjid.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga kegiatan keagamaan dan sosial di masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Kegiatan Safari Subuh ini tidak hanya menjadi sarana ibadah bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, berbagai program sosial dan keagamaan dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat sehingga terbangun komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Ramadan merupakan waktu yang penuh keberkahan dan menjadi kesempatan terbaik bagi umat Islam untuk berbagi kepada sesama.

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang amanah dan terpercaya. Dana yang dihimpun nantinya akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Melalui semangat berbagi di bulan suci Ramadan, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menunaikan zakat dan sedekah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat kesejahteraan umat di Kota Yogyakarta.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

16/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Safari Subuh Terakhir Ramadhan 1447 H di Masjid Baitul Hamdi

Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Safari Subuh Pemerintah Kota Yogyakarta yang diselenggarakan di Masjid Baitul Hamdi, Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini menjadi Safari Subuh terakhir yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta selama bulan suci Ramadhan 1447 H.

Safari Subuh tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Yogyakarta bersama jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta jamaah Masjid Baitul Hamdi. Sejak pelaksanaan salat Subuh berjamaah hingga rangkaian acara selesai, kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan.

Kehadiran rombongan pemerintah dalam Safari Subuh ini merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah selama bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, turut hadir bersama rombongan Pemerintah Kota Yogyakarta. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyalurkan bantuan kepada takmir Masjid Baitul Hamdi berupa uang tunai sebesar Rp2.000.000 serta satu box perlengkapan P3K.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan BAZNAS Kota Yogyakarta terhadap kegiatan kemasjidan serta pelayanan bagi jamaah yang beribadah di masjid. Diharapkan bantuan tersebut dapat membantu pengurus masjid dalam menunjang berbagai kegiatan ibadah dan sosial di lingkungan Masjid Baitul Hamdi.

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa masjid memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat. Oleh karena itu, BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kemasjidan di Kota Yogyakarta.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengurus masjid untuk mendukung kegiatan ibadah dan pelayanan kepada jamaah. Semoga Masjid Baitul Hamdi semakin aktif dalam menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Takmir Masjid Baitul Hamdi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta kepada masjid. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu pengurus masjid dalam mendukung berbagai kegiatan yang dilaksanakan di masjid.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta atas bantuan yang diberikan kepada Masjid Baitul Hamdi. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk menunjang kegiatan kemasjidan dan pelayanan kepada jamaah,” ungkap perwakilan takmir masjid.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai kegiatan sosial dan keagamaan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan dengan meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Ramadan merupakan waktu yang penuh keberkahan dan menjadi kesempatan terbaik bagi umat Islam untuk berbagi kepada sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang amanah dan terpercaya. Dana zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi.

Melalui semangat berbagi di bulan Ramadhan, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menunaikan zakat dan sedekah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang serta turut meningkatkan kesejahteraan umat di Kota Yogyakarta.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

16/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BAZNAS Kota Yogyakarta Rilis Laporan Pengelolaan ZIS DSKL Februari 2026

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali merilis laporan pengelolaan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL) periode Februari 2026 sebagai bentuk transparansi dan amanah kepada masyarakat.

Pada bulan Februari 2026, total penghimpunan dana ZIS dan DSKL tercatat sebesar Rp524.092.115. Penghimpunan terbesar berasal dari zakat maal perorangan sebesar Rp345.306.948 atau 65,9 persen dari total dana yang terkumpul. Selain itu, terdapat infak dan sedekah tidak terikat sebesar Rp73.118.496 (14%), infak terikat Rp53.290.264 (10,2%), serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) sebesar Rp51.616.407 (9,8%).

Secara kumulatif hingga Februari 2026, total penghimpunan ZIS dan DSKL telah mencapai Rp1.510.286.838. Angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Pada periode yang sama, penyaluran dana ZIS per program mencapai Rp374.602.413. Penyaluran terbesar disalurkan melalui program Jogja Peduli sebesar Rp256.065.000 (68,4%) yang difokuskan pada bantuan sosial dan kemanusiaan. Selain itu, program Jogja Taqwa menerima Rp60.362.000 (16,1%), Jogja Cerdas sebesar Rp50.675.413 (13,5%), serta program Jogja Sejahtera dan Jogja Sehat untuk mendukung kesejahteraan dan layanan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, total penyaluran ZIS dan DSKL pada Februari mencapai Rp475.945.525, dengan penerima manfaat terbesar berasal dari kelompok fakir miskin sebesar 37,1 persen. Hingga akhir Februari 2026, total penyaluran ZIS dan DSKL telah mencapai Rp1.528.131.623.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzakki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya. InsyaAllah setiap amanah yang dititipkan telah disalurkan kepada para mustahik yang berhak menerima.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan para muzakki dengan pahala berlipat, melapangkan rezeki, dan menghadirkan keberkahan bagi kita semua.

Mari terus kuatkan kepedulian untuk menghadirkan lebih banyak manfaat bagi sesama.

2,5% Zakat, 100 Manfaat. Manfaatnya Dunia. Akhirat. 

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

 

#HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

12/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Yogyakarta

Berita Terbaru

DOA UNTUK SUMEDANG
DOA UNTUK SUMEDANG
Doa untuk Sumedang Terjadi gempa bumi di Sumedang bermagnitudo 4,8 pada Ahad, 31 Desember 2023 dan bermagnitudo 4,4 pada 1 Januari 2024 yang menyebabkan ribuan jiwa terdampak Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kekuatan dan perlindungan bagi seluruh penduduk wilayah yang terdampak gempa. Mari ulurkan tangan untuk ikut membantu meringankan beban mereka yang terdampak bencana gempa dengan bersedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta dengan cara transfer melalui rekening: BRI : 153101000005307 Bank BPD DIY Syariah : 801111000054 BSI : 4441111121 an Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA30/01/2024 | Hamba Allah pkl
Infak: Investasi Dunia Akhirat Bagi Seorang Muslim
Infak: Investasi Dunia Akhirat Bagi Seorang Muslim
Pengertian Infak Infak berasal dari bahasa arab dari kata nafaqa-yanfaqu-nafaqan yang bermakna sesuatu habis. Secara terminologi infak berarti mengeluarkan sebagian dari harta yang diberikan Allah swt untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam. Sedangkan Investasi adalah pengalokasian sebagian harta ke dalam suatu proyek atau kegiatan yang diharapkan dapat memberikan keuntungan lebih di masa yang akan datang. Infak secara humanis dilakukan dalam bentuk kepedulian antar sesama, selain itu infak bisa dinilai sebagai invetasi kita untuk akhirat nanti. Infak Sebagai Investasi Akhirat Mengapa infak dikatakan sebagai investasi akhirat? Dalam hal ini manfaat infak tidak dinikmati secara obyektif melainkan secara subyektif, disisi lain infak memiliki manfaat jangka panjang yang mana manfaat dari infak akan dapat dirasakan di masa datang. Dan manfaat infak bagi munfiq (orang yang berinfak) adalah psikoterapi dalam membasmi sifat kikir, mensycikan harta, memperkuat ukhuwah islamiyah, sebagai instrumen pendekatan diri kepada Allah, dan sebagai investasi akhirat. Infak yang dilakukan akan dapat menyelamatkan kita di hari kiamat, di hari penghakiman, dan di hari pencapaian, maka dari itu infak dapat dikatakan sebagai investasi akhirat. Rasulullah SAW menyatakan bahwa orang beriman akan selamat di hari lewat berkat infak dan sedekah yang mereka lakukan. Infak dan sedekahmu akan menjadi benteng pelindungmu pada hari penyelesaian di akhirat. Dengan melakukan infak, kamu mendapatkan pengampunan dari dosa-dosamu dan menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Masuk Surga Dengan Pintu Khusus Selain dapat menyelamatkan kita di hari pemberhentian infak juga dapat memberikan hak istimewa bagi kita di akhirat nanti, seperti masuk surga dengan pintu khusus. Orang yang gemar berinfak dan bersedekah termasuk dalam golongan orang yang dermawan. Allah SWT telah menjanjikan pintu khusus bagi mereka di surga. Dengan melakukan infak, kamu bisa masuk surga melalui pintu yang istimewa. Infak Sebagai Investasi Dunia Infak yang umumnya hanya memberikan harta benda kita kepada yang lebih membutuhkan tanpa balasan apapun, sebenarnya dapat dinilai sebagai investasi, mengapa demikian? Infak yang kami berikan bisa memberikan manfaat ba i k terhadap kita yang berupa kemurahan rezeki. Allah berfirman dalam Al-Quran, Artinya; “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir , pada tiap-tiap bulir : seratus biji . Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QSal-Baqarah/2:261). Dengan kata lain infak tidak akan mengurangi harta kita melainkan melipatgandakan harta kita. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan transfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA18/01/2024 | Hamba Allah pkl
Infak Bekal Akhirat: Pengertian, Jenis, Hukum, Dan Rukun
Infak Bekal Akhirat: Pengertian, Jenis, Hukum, Dan Rukun
Infak Bekal Akhirat: Pengertian, Jenis, Hukum, Dan Rukun Infak adalah amalan terpuji yang biasa dilakukan di dalam agama Islam. Selain membersihkan harta yang dimiliki, Infaq adalah salah satu cara terpuji untuk membantu sesama yang membutuhkan. Islam mengajarkan banyak cara untuk membantu sesama. Membantu orang lain dalam hal kebaikan dianjurkan bahkan ditekankan dalam Islam. Sebab orang yang membantu orang dalam kesusahan akan mendapat bantuan dari Allah berlipat ganda. Pengertian Infak Menurut KBBI, infak adalah mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan non-zakat. Tetapi infaq adalah berbeda dengan zakat. Sebab infak tidak mengenal nisab atau jumlah harta yang dikeluarkan yang mana ditentukan secara hukum seperti halnya zakat. Kata infaq berasal dari bahasa Arab, berasal dari akar kata nafaqa-yanfaqu-nafaqan bermakna sesuatu habis; atau anfaqa al-malistanfaqa, (bermakna membelanjakan harta). Secara terminologi syariat, infak berarti mengeluarkan sebagian dari harta yang diberikan Allah swt untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran islam. Jenis-Jenis Infak Berdasarkan hukumya infak dibagi menjadi empat; Pertama infak mubah adalah mengeluarkan harta untuk perkara mubah seperti berdagang, bercocok tanam, dsb. Kedua infak wajib yaitu mengeluarkan harta untuk perkara wajib seperti membayar mahar (maskawin), menafkahi istri, menafkahi istri yang ditalak yang masih dalam keadaan masa ‘iddah. Ketiga infak haram yaitu mengeluarkan harta dengan tujuan yang diharamkan oleh Allah yaitu infaqnya orang kafir untuk menghalangi syiar. Keempat infak sunnah adalah mengeluarkan harta dengan niat sadaqah. Dasar Hukum Infak Dasar hukum infak adalah telah dijelaskan dalam Al-Quran surat Adz-Dzariyat ayat 19: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” Dari keterangan dasar hukum infak di atas, maka infaq juga memiliki hukum-hukum tertentu. Adapun hukum infaq adalah ada yang wajib (termasuk zakat, nadzar), ada infaq sunnah, mubah bahkan ada yang haram. Rukun Infak Supaya infak yang dilakukan dapat dikatakan sah, maka infaq harus memenuhi rukun-rukun tertentu supaya perbuatan infaq sah/tidak batal. Infaq dapat dikatakan sah apabila terpenuhi rukun dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi. Rukun infak adalah sebagai berikut: Penginfaq (orang yang memberi infaq), orang yang diberi infaq, dan sesuatu yang diinfaqkan. Infak Untuk Bekal Akhirat sebagaimana hadits Rasulullah "Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, "Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga)." Malaikat yang lain berdoa, "Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah)." (HR Bukhari dan Muslim). Ditambah lagi bahwa Allah sungguh menyukai orang yang gemar bersedekah, hingga malaikat pun rela berdoa demi seorang manusia yang pada dasarnya lebih mulia kedudukannya daripada dirinya. Itu artinya begitu mulianya amalan sedekah itu bagi kita. Allah akan memberikan kita ganjaran di dunia berupa berkah dan dimudahkan rezekinya, dan juga di akhirat berupa dimasukkan ke dalam nikmatnya surga. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA18/01/2024 | Hamba Allah pkl
SALURKAN ZAKAT KEPADA UMAT YANG MEMBUTUHKAN: JANGAN SAMPAI SALAH SASARAN!
SALURKAN ZAKAT KEPADA UMAT YANG MEMBUTUHKAN: JANGAN SAMPAI SALAH SASARAN!
Zakat fitrah Zakat fitrah ditunaikan saat awal ramadhan. Meyegerakan membayar zakat hukumnya sunnah sebagaimana dijelaskan dalam salah satu kitab ulama Mahzab Syafi'i yaitu: “Boleh mendahulukan zakat fitrah dimulai dari awal puasa ramadhan sebab zakat fitrah wajib karena dua sebab, yaitu puasa ramadhan dan berbuka puasa,” (Lihat Abu ishaq Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab fi Fiqih Imamis Syafi'i, Beirut-Darul Fikr, tt , juz I, halaman 165). Zakat fitrah dapat dilakukan dengan cara mendatangi lembaga amil zakat terpercaya di Indonesia. Sebelum menunaikannya disarankan membaca niat: “Nawaitu an uhrija zakat fitri anna wa’an jami’i maa yalzamuni nafqu tuhun syiar a’an jauh dzolillahi ta’ala”. Artinya : “Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya wajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari'at, fardhu karena Allah ta'ala.” Orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah Zakat adalah termasuk salah satu rukun Islam, yang mana wajib di tunaikan bagi yang mampu. Dalam surat At-Taubah ayat 103 Allah SWT menyaksikan umat untuk membayar zakat yang memberi banyak manfaat bagi orang banyak. “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tersebut engkau membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. At-Taubah: 103) Perintah untuk memberikan zakat juga termaktub dalam surat At Taubah ayat 60 yang berbunyi: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berinvestasi, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha bijaksana." Orang yang berhak menerima zakat terbagi menjadi delapan, yaitu: Ahli sihir Fakir merupakan kondisi ketika seseorang tidak memiliki harta dan pekerjaan, sehingga kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sedangkang miskin adalah kondisi di mana sudah memiliki pekerjaan dan juga harta, namun belum bisa mencukupi kebutuhan pokok dirinya maupun keluarga yang ditanggungnya sehari-hari. Miskin Miskin adalah mereka yang mempunyai harta dan pekerjaan, namun tidak mencukupi kebutuhan primer mereka. Amil orang yang berhak menerima zakat fitrah adalah amil. Yakni mereka yang mengurus zakat mulai dari penerimaan zakat hingga menyalurkannya kepada orang yang membutuhkan Mualaf Mualaf juga termasuk orang yang berhak menerima zakat. Mualaf adalah orang yang baru masuk Islam. Ia berhak menerima zakat karena di awal-awal masuk Islam imannya mungkin masih lemah sehingga ia berhak menerima zakat. Riqab/memerdekakan budak Dahulu kala, banyak orang yang dijadikan kerajinan oleh saudagar-saudagar kaya. Inilah, zakat digunakan untuk membayar atau menebus para budak agar mereka dimerdekakan. Orang-orang yang memerdekakan budak juga berhak menerima zakat. Gharim Orang yang masuk ke dalam golongan gharim adalah orang yang memiliki hutang. Orang ini cukup kesulitan dalam membayar hutangnya atau bahkan tidak memiliki kesanggupan untuk membayar hutangnya. Fi Sabilillah Sabilillah adalah orang-orang yang berjuang di jalan Allah seperti halnya orang yang mendorong membela agama Allah, orang yang berdakwah dan seseorang yang benar-benar bertakwa di jalan Allah. Ibnu sabil Mereka yang masuk ke dalam golongan Ibnu Sabil adalah orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh untuk hal-hal kebaikan. Orang ini bisa menjadi musafir dan pelajar di perantauan. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA18/01/2024 | Hamba Allah pkl
Besaran Zakat Fitrah: Jangan Sampai Salah Berzakat, Mari kita Pahami.
Besaran Zakat Fitrah: Jangan Sampai Salah Berzakat, Mari kita Pahami.
Berapa Besaran Zakat Fitrah Yang harus dibayarkan Setisp Muslim? Zakat diartikan sebagai suatu konsepsi ajaran Islam yang mendorong umat Islam untuk mencintai sesama, mewujudkan keadilan sosial serta berbagai dan mendayakan masyarakat, selanjutnya untuk mengentaskan kemiskinan. Besar zakat yang harus dikeluarkan untuk zakat fitrah adalah sebesar satu sha, atau 2.5 kg beras, kurma, sagu, gandum. Besarnya zakat juga bisa disesuaikan dengan konsumsi per orang dalam sehari. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Para ulama sepakat bahwa kadar zakat fitrah adalah satu sha', hal ini dijelaskan dalam hadits Bukhari sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Ibnu Umar: Artinya: Dari Ibnu Umar radliyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ala'ihi wasallam telah mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sha' kurma atau satu sha' gandum atas hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak kecil atau dewasa, dari orang-orang Islam, dan beliau menyuruh menunaikannya sebelum orang-orang keluar untuk shalat hari raya. (HR. Bukhari, nomor 1432) Perlu di ketahui bahwa sha' disini merupakan takaran, bukan timbangan. Takaran di setiap barang berbeda-beda tergantung berat barangnya apa yang ditakar. Para imam madzhab juga berbeda pendapat mengenai sha' itu sendiri, ada imam Hanifah yang berpendapat satu sha' adalah delapan rithl Irak atau setara dengan 3,8 kilogram. Namun imam maliki, imam Syafi'ie, dan imam Ahmad bin Hambal menyepakati bahwa satu sha' adalah lima arah rithl Irak atau setara dengan 2,2 kilogram. Maka dari itu para ulama menyepakati dan menyarankan agar mengeluarkan zakat fitrah sejumlah 2,5kg. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan transfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA18/01/2024 | Hamba Allah pkl
URGENSI ZAKAT MAL DALAM KEHIDUPAN
URGENSI ZAKAT MAL DALAM KEHIDUPAN
Urgensi Zakat Mal Dalam Islam, zakat mal dianggap sebagai bentuk ibadah yang sangat penting, karena membayar zakat mal merupakan bagian dari kewajiban seorang muslim dalam menunaikan ibadah dan membantu sesama yang membutuhkan. Zakat mal juga memiliki manfaat spiritual yang besar, karena dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seorang muslim yang melakukannya dengan ikhlas dan tulus hati. Sebagai salah satu rukun Islam, zakat mal merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki harta yang mencapai nishab dan telah dimiliki selama satu tahun hijriyah. Zakat mal memiliki peran yang penting dalam menjaga keseimbangan sosial, mendorong kebersamaan dan persaudaraan, meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi, menumbuhkan keikhlasan dan ketakwaan, serta meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Zakat mal memiliki peran dan manfaat yang besar dalam kehidupan individu dan masyarakat, antara lain: 1. Menjaga Keseimbangan Sosial: Zakat mal dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial antara yang kaya dan yang miskin, sehingga dapat menciptakan keseimbangan sosial yang lebih adil dan merata dalam masyarakat. 2. Mendorong Kebersamaan dan Persaudaraan: Dalam Islam, zakat mal dianggap sebagai bentuk ibadah yang dapat memperkuat tali persaudaraan dan kebersamaan dalam masyarakat, karena dengan membayar zakat mal, kita berpartisipasi dalam membantu mereka yang membutuhkan. 3. Meningkatkan Kesejahteraan dan Kepedulian Sosial: Zakat mal dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi yang mereka butuhkan, sehingga dapat mengurangi kemiskinan dan memperkuat rasa kepedulian sosial dalam masyarakat. 4. Menumbuhkan Keikhlasan dan Ketakwaan: Membayar zakat mal merupakan bentuk ibadah yang dapat meningkatkan keikhlasan dan ketakwaan seorang muslim, karena dengan membayar zakat mal, kita berpartisipasi dalam membantu sesama dan memenuhi kewajiban sebagai hamba Allah. 5. Meningkatkan Produktivitas dan Pertumbuhan Ekonomi: Zakat mal dapat digunakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan produktif dan pengembangan ekonomi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi dalam masyarakat. 6. Meningkatkan Keadilan dan Kepatuhan Terhadap Syariat Islam: Zakat mal merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh setiap muslim, sehingga dengan membayar zakat mal, kita berpartisipasi dalam menjaga kepatuhan terhadap syariat Islam dan meningkatkan keadilan dalam masyarakat. Zakat mal memiliki peran dan manfaat yang sangat penting bagi kehidupan individu dan masyarakat, sehingga perlu dipahami dan diterapkan dengan baik sesuai dengan ajaran Islam. Selain itu, zakat mal juga memiliki manfaat sosial yang besar, karena dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial, meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi yang mereka butuhkan, serta memperkuat tali persaudaraan dan kebersamaan dalam masyarakat. Oleh karena itu, zakat mal perlu dipahami dan diterapkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan ibadah kepada Allah SWT. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan transfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA18/01/2024 | Hamba Allah pkl
ZAKAT MAL: HUKUM, SYARAT, Harta Apa Saja Yang Harus Dikeluarkan
ZAKAT MAL: HUKUM, SYARAT, Harta Apa Saja Yang Harus Dikeluarkan
HUKUM MEMBAYAR ZAKAT MAL Dalam Islam, zakat mal dianggap sebagai bentuk ibadah yang dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seorang muslim. Oleh karena itu, selain menjadi kewajiban, membayar zakat mal juga dapat memberikan manfaat spiritual bagi setiap muslim yang melakukannya dengan ikhlas dan hati yang ikhlas. Membayar zakat mal merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh setiap muslim yang telah mencapai nishab dan memenuhi syarat-syarat lainnya. Hukum membayar zakat mal dalam Islam adalah wajib (fardhu 'ayn) bagi setiap muslim yang memiliki harta yang mencapai nishab dan telah dimiliki selama satu tahun hijriyah. Tidak membayar zakat mal dapat dianggap sebagai dosa dalam Islam, karena zakat mal merupakan bagian dari kewajiban seorang muslim dalam menunaikan ibadah dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, setiap muslim yang memiliki harta yang mencapai nishab harus membayar zakat sesuai dengan ketentuan dan perhitungan yang benar. Selain menjadi kewajiban, membayar zakat mal juga memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan ekonomi secara umum. Zakat mal dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan, sehingga dapat memperkuat tali persaudaraan dan kebersamaan dalam masyarakat. Hukum wajibnya zakat mal didasarkan pada beberapa ayat dalam Al-Quran dan hadis, antara lain: “Dan tunaikanlah zakat, dan janganlah kamu menjadikan tanganmu terbelenggu (kikir) ke lehermu dan janganlah kamu membuka sangat-lebar (boros), sehingga kamu menjadi seorang yang diremehkan dan dalam keadaan merugi.” (QS. Al-Baqarah [2]: 267) SYARAT MEMBAYAR ZAKAT MAL Syarat seseorang wajib mengeluarkan zakat mal adalah sebagai berikut: 1.Islam 2. Merdeka 3. Berakal dan baligh 4. Memiliki nishab Makna nishab di sini adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar'i (agama) untuk menjadi pedoman yang menentukan kewajiban mengeluarkan zakat mal bagi yang memilikinya, jika telah sampai ukuran tersebut. Orang yang memiliki harta dan telah mencapai nishab atau lebih, diwajibkan mengeluarkan zakat mal dengan dasar firman Allah, “Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahi. Mengatakan: 'Yang lebih dari keperluan.' Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya supaya kamu berpikir.” (Qs. Al Baqarah : 219) Pembayaran zakat mal adalah salah satu kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti memiliki kekayaan yang mencapai nisab (jumlah minimum yang harus dipenuhi agar seseorang wajib membayar zakat) dan telah mencapai satu tahun hijriyah dalam kepemilikannya tersebut. “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah [2]: 43) Menurut sebagian besar ulama, zakat harus disalurkan dengan cara yang paling efektif dan efisien untuk memenuhi tujuan zakat itu sendiri, yaitu membantu meringankan beban orang yang membutuhkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. HARTA YANG DIBAYARKAN ZAKAT MAL Harta yang dikeluarkan sebagai zakat mal adalah 2,5% dari harta yang mencapai nishab dan telah dimiliki selama satu tahun hijriyah. Harta yang dikeluarkan sebagai zakat mal tersebut diberikan kepada penerima zakat yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, mustahik (orang yang membutuhkan), dan pihak-pihak lain yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Harta yang dizakatkan zakat mal adalah harta kekayaan yang dimiliki oleh seorang muslim dalam bentuk tertentu, yaitu: Uang tunai dan tabungan Emas, perak, dan barang mewah lainnya Properti seperti rumah, gedung, atau tanah yang dimiliki untuk disewakan atau penampungan Investasi seperti saham, obligasi, atau reksadana Barang dagangan atau stok bisnis Hasil panen atau ternak yang mencukupi nishab (batas minimum yang harus dicapai sebelum wajib dizakatkan) Dalam Islam, zakat mal merupakan salah satu rukun Islam dan menjadi kewajiban bagi setiap muslim yang telah mencapai nishab dan memenuhi syarat-syarat lainnya. Dengan membayar zakat mal, muslim diharapkan dapat membantu mengurangi kesejahteraan sosial dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan. CARA MEMBAYAR ZAKAT MAL Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membayar zakat mal, antara lain Membayar secara langsung kepada penerima zakat yang berhak, seperti lembaga zakat atau orang yang membutuhkan. Menyalurkan zakat melalui program-program zakat yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga zakat atau organisasi sosial yang terpercaya. Kita dapat memilih program zakat yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan kita. Menggunakan aplikasi zakat online yang dapat memudahkan proses pembayaran dan penyaluran zakat secara aman dan transparan. Beberapa aplikasi zakat online yang terpercaya di Indonesia antara lain Kitabisa, Dompet Dhuafa, BAZNAS, dan lain sebagainya. Dalam membayar zakat mal, kita perlu memastikan bahwa zakat yang kita bayarkan benar-benar diterima oleh penerima yang berhak dan digunakan dengan sebaik-baiknya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Oleh karena itu, kita perlu memilih lembaga atau program zakat yang terpercaya dan memiliki sistem pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel. Selain itu, kita juga perlu memastikan bahwa zakat yang kita bayarkan sesuai dengan ketentuan dan perhitungan yang benar, sehingga dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penerima zakat dan masyarakat secara umum. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan transfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA18/01/2024 | Hamba Allah pkl
Perbedaan Antara Zakat, Infak, Dan Sedekah: Bentuk Kedermawanan Dalam Islam
Perbedaan Antara Zakat, Infak, Dan Sedekah: Bentuk Kedermawanan Dalam Islam
Dalam ajaran Islam, zakat, infak, dan sedekah adalah tiga konsep amal kebajikan yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu mereka yang membutuhkan. Meskipun sering digunakan secara bersamaan, ketiganya memiliki perbedaan dalam konsep, sumber dana, dan penerima manfaat. Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At Taubah: 103). Zakat. Zakat adalah suatu kewajiban agama yang telah diatur secara rinci dalam Al-Qur'an. Jumlah zakat yang harus dikeluarkan berdasarkan kekayaan tertentu, seperti harta, emas, atau pertanian, dan besarnya ditetapkan dalam persentase tertentu. Zakat diambil dari harta yang telah mencapai nisab (jumlah minimum) dan diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, orang-orang yang berjuang di jalan Allah, dan orang yang berhutang. Infak. Infak adalah tindakan memberikan harta atau uang dengan sukarela tanpa adanya kewajiban tertentu. Infak menekankan kebebasan dan kesukarelaan dalam memberikan, tanpa adanya aturan khusus mengenai jumlah atau jenis harta yang harus diberikan. Infak berasal dari harta atau pendapatan individu yang diberikan secara sukarela untuk tujuan kebajikan, pemberdayaan masyarakat, atau proyek-proyek amal lainnya. Sedekah. Sedekah adalah tindakan memberikan suatu kebaikan secara sukarela untuk membantu sesama tanpa kewajiban tertentu. Sedekah mencerminkan kebaikan hati yang murni dan niat yang ikhlas dalam membantu mereka yang membutuhkan. Sumber sedekah berasal bisa dari harta atau non harta seperti ilmu, yang diberikan dengan niat membantu sesama atau memenuhi kebutuhan sosial tanpa terikat oleh ketentuan tertentu. Kesimpulan. Dari pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan mengenai perbedaan zakat, infaq dan shodaqoh. Untuk perbedaan dari zakat, infaq dan shodaqoh adalah sebagai berikut: Dari segi hukumnya, zakat memiliki hukum yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim. Namun untuk shodaqoh dan infaq sunnah hukumnya bagi setiap muslim. Dari segi penerimanya, zakat menjadi sah apabila diberikan kepada golongan-golongan yang berhak menerimanya sesuai yang telah disampaikan di atas tadi. Berbeda dengan sedekah dan infaq boleh diberikan kepada siapa saja. Dari segi besaran pemberian, zakat memiliki ketentuan tersendiri yang harus dipenuhi. Sedangkan untuk infak dan sedekah besaran pemberiannya bebas dan tidak terikat akan ketentuan apapun. Dari segi bentuk pemberian, zakat dan infaq diberikan dalam bentuk harta atau materi yang dimiliki. Lalu untuk sedekah bisa berbentuk harta maupun selain harta, misalnya saja dari perbuatan. Perbedaan zakat, infaq, dan shodaqoh yang menonjol selanjutnya adalah zakat merupakan salah satu bagian dari rukun Islam. Sedangkan infaq dan juga shodaqoh bukan termasuk ke dalam rukun Islam. Selain perbedaan yang bisa ditemukan dari zakat, infaq, dan shodaqoh, ada juga persamaan yang terdapat pada ketiga hal tersebut. Persamaan tersebut meliputi berikut ini: Zakat, infak, dan sedekah sama-sama merupakan kegiatan memberikan sesuatu kepada orang lain. Ketiga hal tersebut (zakat, infaq, dan shodaqoh) adalah bentuk ibadah untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT. Baik itu zakat, infaq, maupun sedekah akan sama-sama mendatangkan pahala bagi kaum muslim apabila dikerjakan dengan ikhlas. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA17/01/2024 | Hamba Allah pkl
Keistimewaan Berinfaq: Lebih Banyak Semakin Berkah,Bertumbuh dan Berkembang
Keistimewaan Berinfaq: Lebih Banyak Semakin Berkah,Bertumbuh dan Berkembang
Berinfaq Tidak Mengurangi Harta Secara kasat mata dalam berinfaq tentunya memberikan sebagian harta kita untuk mereka yang membutuhkan, dengan kata lain harta yang kita punya akan sedikit berkurang. Akan tetapi sejatinya infaq tidak pernah mengurangi harta kita meski secara hitungan objek harta mengatakan demikian. Seperti yang dijelaskan dalam hadist; Artinya; “Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ayyub] dan [Qutaibah] dan [Ibnu Hujr] mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] yaitu Ibnu Ja'far dari [Al A'laa] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (H.R Muslim: 4689). Orang Berinfaq Lebih Mulia Dari Peminta-Minta Tangan yang diatas lebih baik daripada tangan yang dibawah. Ungkapan tersebut mencerminkan kemuliaan orang berinfaq, dalam hadist juga dikatakan Berinfaq memiliki kemuliaan tersendiri hal tersebut menandakan kita dinilai mampu mengendalikan razeki yang diberikan Allah, dan merupakan bentuk dari rasa syukur terdahap apa yang Allah berikan. Dalam hadits Nabi bersabda, Artinya: “Orang mukmin yang kuat lebih baik, lebih utama dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah.” (Musnad Ahmad) Dari hadits diatas menurut Imam Nawawi, yang dimaksud dengan mukmin yang kuat adalah mukmin yang kuat imannya lebih baik daripada yang lemah. Namun sebagian ulama lain berpendapat hal ini meliputi segala aspek termasuk urusan duniawi termasuk finansial. Berinfaq Sesuai Kemampuan Infaq yang dianjurkan bukanlah berinfaq sebanyak-banyaknya melainkan berinfaq sesuai batas kemampuan dengan itu kata infaq tidak memberatkan bagi mereka yang mulai ingin menyisihkan harta untuk rasa kemanusiaan dan kepedulian sesama. Sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits Bukhari :1334 Artinya: Telah menceritakan kepada kami dari Abu 'Ashim Ibnu Juraij. Dan diriwayatkanpula telah menceritakan kepada saya Muhammad bin 'Abdur Rahim dari Hajjaj bin Muhammad dari Ibnu Juraij berkata, telah mengabarkan kepada saya Ibnu Abu Mulaikah dari 'Abbad bin 'Abdullah bin Az Zubair bahwa dia mengabarkannya dari Asma' binti Abu Bakar radliallahu 'anhuma bahwa dia menemui Nabi Shallallahu'alaihiwasallam lalu Beliau bersabda: "Janganlah kamu berkarung-karung (kamu kumpulkan harta dalam karung lalu kamu kikir untuk menginfaqkannya) sebab Allah akan menyempitkan reziki bagimu dan berinfaqlah dengan ringan sebatas kemampuanmu ". (H.R. al-Bukhori: 1334) Keutamaan infaq bukanlah dinilai seberapa besar nominal atau harta benda yang diinfaqkan melainkan terletak pada seberapa ikhlas dan pemahaman seseorang dalam peduli sesama diantara mereka. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA17/01/2024 | Hamba Allah pkl
Tutorial Cara Pembayaran Zakat Fitrah Digital
Tutorial Cara Pembayaran Zakat Fitrah Digital
Zakat Fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim pada bulan Ramadan. Zakat Fitrah dapat dibayarkan secara langsung dengan memberikan makanan pokok kepada orang yang berhak menerimanya atau melalui pembayaran zakat secara digital. Pembayaran zakat fitrah digital merupakan cara yang praktis dan efektif bagi para masyarakat yang ingin membayar zakat fitrah dengan mudah dan cepat. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dan cara pembayaran zakat fitrah digital: Adapun beberapa keuntungan Pembayaran Zakat Fitrah Digital 1. Praktis dan efisien: Pembayaran zakat fitrah digital dapat dilakukan dengan mudah melalui smartphone atau komputer tanpa harus keluar rumah. Hal ini memudahkan orang untuk membayar zakat fitrah tanpa harus repot pergi ke kantor zakat atau tempat yang menyediakan layanan zakat fitrah. 2. Aman dan transparan: Pembayaran zakat fitrah digital dapat dilakukan melalui platform atau aplikasi yang terpercaya dan aman. Hal ini memastikan bahwa dana zakat fitrah yang disalurkan sampai ke tangan yang berhak menerimanya. Selain itu, pembayaran zakat fitrah digital juga memungkinkan untuk dilakukan secara transparan, sehingga pengirim dana dapat memastikan bahwa dana zakat fitrah yang dikirimkan sudah diterima oleh pihak yang berhak. 3. Mudah dipantau: Pembayaran zakat fitrah digital memudahkan para donatur untuk memantau dan melacak dana yang telah mereka salurkan. Hal ini memungkinkan donatur untuk mengetahui penggunaan dana zakat fitrah secara lebih transparan dan akuntabel. Cara Pembayaran Zakat Fitrah Digital 1. Melalui aplikasi zakat: Ada beberapa aplikasi zakat yang dapat digunakan untuk membayar zakat fitrah secara digital. Aplikasi zakat ini biasanya mudah digunakan, memiliki antarmuka yang user-friendly, dan terpercaya. Beberapa contoh aplikasi zakat yang dapat digunakan adalah Dompet Dhuafa, BAZNAS, atau Amil Zakat. 2. Melalui situs web zakat: Selain menggunakan aplikasi, pembayaran zakat fitrah juga dapat dilakukan melalui situs web zakat yang terpercaya. Biasanya, situs web zakat memiliki formulir pembayaran zakat fitrah yang mudah diisi dan dapat dilakukan dengan cepat. 3. Melalui e-wallet: Beberapa e-wallet seperti OVO atau GoPay juga menyediakan fitur untuk pembayaran zakat fitrah. Caranya pun cukup mudah, pengguna cukup membuka aplikasi e-wallet dan memilih opsi pembayaran zakat fitrah. Pembayaran zakat fitrah digital menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin membayar zakat fitrah dengan mudah dan efektif. Namun, sebelum melakukan pembayaran zakat fitrah digital, pastikan untuk memilih platform atau aplikasi yang terpercaya dan aman. Hal ini akan memastikan bahwa dana zakat fitrah yang disalurkan sampai ke tangan yang berhak menerimanya. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA16/01/2024 | Hamba Allah pkl
TELAAH ETIKA DAN KONSEP FIDYAH DALAM PERSPEKTIF ISLAM
TELAAH ETIKA DAN KONSEP FIDYAH DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Etika dan konsep fidyah adalah memiliki kedalaman makna dalam Islam, memberikan pandangan yang holistik terhadap sebuah kewajiban, tanggung jawab, dan pemahaman atau pemikiran akan keadilan serta kasih sayang dalam konteks sebuah ajaran agama. Dalam ajaran Islam, etika dan konsep fidyah merupakan sebuah bagian integral dari keseimbangan spiritual dan sosial umat. 1. Etika dalam Islam Etika di dalam Islam mencakup berbagai aturan-aturan moral yang mengatur perilaku umat muslim dalam kehidupan sehari-hari. Pada intinya, etika Islam didasarkan pada prinsip-prinsip seperti keadilan, kejujuran, kasih sayang, dan sikap bertanggung jawab. Etika ini membimbing individu dalam hubungan dengan Allah, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan sekitar. Kebaikan dalam memberikan fidyah di jelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah (2:184): "Dan sebagai ganti puasa itu, hendaklah membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Barangsiapa dengan kerelaan hati memberi lebih dari itu sebagai sedekah, maka itulah yang lebih baik baginya."[QS. Al-Baqarah ayat 184]. Ada pula beberapa hadist yang menjelaskan kebaikan yang akan didapat jika membayar fidyah: “Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT menghendaki kemudahan bagimu, dan Dia tidak menghendaki kesukaran bagimu."[HR. Bukhari]. Rasulullah SAW bersabda, "Agama itu mudah, dan tidak seorang pun yang berusaha mempersulit urusan agamanya melainkan agama akan mengatasi dan mengalahkannya.”[HR. Abu hurairah]. 2. Konsep Fidyah Fidyah di dalam Islam merujuk sebagai pada pembayaran atau pengganti atas ketidakmampuan seseorang untuk menjalankan sebuah kewajiban ibadah tertentu, khususnya dalam sebuah konteks puasa Ramadan atau kurangnya kemampuan untuk melakukan ibadah haji. Fidyah memberikan alternatif bagi mereka yang tidak dapat melaksanakan kewajiban tertentu karena alasan seperti sakit yang kronis atau usia lanjut. Perspektif Etika terhadap Konsep Fidyah Dalam konteks etika, konsep fidyah menunjukkan kepedulian dan kebijaksanaan dalam memperlakukan individu yang tidak mampu melakukan kewajiban agama. Ini mencerminkan aspek kasih sayang, keadilan, dan pemahaman atas kondisi seseorang yang memerlukan pertolongan. Islam menekankan pentingnya empati dan perhatian terhadap individu yang tidak mampu, dan fidyah adalah wujud dari prinsip ini. Pentingnya Konsep Fidyah dalam Kehidupan Muslim Fidyah bukan hanya sekadar kewajiban dalam agama, tetapi juga merupakan wujud konkret dari kasih sayang dan keadilan sosial dalam masyarakat. Ini memberikan solusi bagi individu yang dalam keadaan sulit atau tidak mampu secara fisik untuk melaksanakan kewajiban agama, memastikan bahwa mereka tidak dirugikan secara spiritual dan juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk tetap merasakan manfaat spiritual dari ibadah tersebut. Waktu Mengeluarkan Fidyah 1. Membayar fidyah, pada hari itu juga ketika dia tidak melaksanakan puasa atau diakhirkan sampai hari terakhir bulan Ramadhan 2. Waktu akhir penunaian fidyah tidak dibatasi, fidyah tidak mesti ditunaikan pada bulan Ramadhan, bisa pula ditunaikan bakda Ramadhan.Ayat yang mensyariatkan fidyah (QS. Al-Baqarah: 184) “tidaklah menetapkan waktu tertentu sebagai batasan. Fidyah ditunaikan sesuai kelapangan” ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA16/01/2024 | Hamba Allah pkl
Infak: Keistimewaan dan Keutamaannya
Infak: Keistimewaan dan Keutamaannya
infak Tidak Mengurangi Harta Secara kasat mata infak tentunya memberikan sebagian harta kita untuk mereka yang membutuhkan, dengan kata lain harta yang kita punya akan sedikit berkurang. Akan tetapi sejatinya infak tidak pernah mengurangi harta kita meski secara menghitung objek harta mengatakan demikian. Seperti yang dijelaskan dalam hadist; Artinya; “Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ayyub] dan [Qutaibah] dan [Ibnu Hujr] mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] yaitu Ibnu Ja'far dari [Al A'laa] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sedekah(infak) itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang maaf memberi kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang memenuhi dirinya karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya. ” (HR Muslim: 4689). “Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS.Saba'/34:39) Orang Berinfak Mulia Infak memiliki keindahan tersendiri dalam perspektif. Dalam hal tersebut menandakan kita dinilai mampu mengendalikan razeki yang diberikan Allah, dan merupakan bentuk dari rasa syukur terdahap apa yang Allah berikan. Dalam hadits yang lain Nabi ? bersabda, Artinya: “Orang mukmin yang kuat lebih baik, lebih utama dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah.” (Musnad Ahmad) Dari hadits diatas menurut Imam Nawawi, yang dimaksud dengan mukmin yang kuat adalah mukmin yang kuat imannya lebih baik dari yang lemah. Namun sebagian ulama lain berpendapat hal ini mencakup segala aspek termasuk urusan duniawi termasuk finansial. 4. Infak sebagai Amal Jariyah Di Akhirat Infak dianggap sebagai investasi yang membawa pahala di akhirat. Ini tidak hanya meningkatkan status spiritual seseorang tetapi juga memperoleh keberkahan dalam hidup dunia ini. Dengan infak yang ikhlas tanpa mengharapkan imbalan dari manusia, seseorang hanya berharap mendapatkan kebahagiaan dan pahala dari Sang Pencipta. Maka bisa saja infaqnya itu dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir ketika ia sudah meninggal. Berinfak Sesuai Kemampuan Infak yang dianjurkan bukanlah berinfak sebanyak-banyaknya melainkan berinfak sesuai batas kemampuan dengan itu kata infak tidak memberatkan bagi mereka yang mulai ingin menyisihkan harta untuk rasa kemanusiaan dan kepedulian sesama. serupa telah dijelaskan dalam hadits Bukhari :1334 Artinya: Telah menceritakan kepada kami dari Abu 'Ashim Ibnu Juraij . Dan diriwayatkanpula telah menceritakan kepada saya Muhammad bin 'Abdur Rahim dari Hajjaj bin Muhammad dari Ibnu Juraij berkata, telah mengabarkan kepada saya Ibnu Abu Mulaikah dari 'Abbad bin 'Abdullah bin Az Zubair bahwa dia mengabarkannya dari Asma' binti Abu Bakar radliallahu 'anhuma bahwa dia perbincangan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam lalu Beliau bersabda: "Janganlah kamu berkarung-karung (kamu mengumpulkan harta dalam karung lalu kamu kikir untuk menginfakkannya) karena Allah akan menyempitkan reziki bagimu dan berinfaklah dengan ringan sebatas kemampuanmu". (HR al-Bukhori: 1334) Keutamaan infak bukanlah diukur seberapa besar nominal atau harta benda yang diinfakkan melainkan terletak pada seberapa ikhlas dan pemahaman seseorang dalam peduli sesama diantara mereka. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan transfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA16/01/2024 | Hamba Allah pkl
MENGGALI MAKNA DAN PENTINGNYA ZAKAT
MENGGALI MAKNA DAN PENTINGNYA ZAKAT
Zakat sebagai pilar keempat dari Rukun Islam, memiliki peran sentral dalam kehidupan umat Islam. Zakat bukan sekedar kewajiban finansial, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial dan keadilan dalam Islam. Definisi Zakat Zakat berasal dari kata Arab yang berarti “bertumbuh” atau “membersihkan.” Secara agama, zakat merupakan kewajiban memberikan sebagian harta kepada yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, anak yatim, janda, dan orang-orang yang membutuhkan. Zakat adalah kewajiban sosial dan ekonomi dalam Islam, di mana umat Islam diwajibkan memberikan sebagian kecil dari harta kekayaan mereka kepada yang berhak menerima. Zakat memiliki tujuan untuk mengurangi kesenjangan sosial, menyantuni yang membutuhkan, dan memperkuat solidaritas dalam komunitas Muslim. Jumlah zakat yang harus dikeluarkan umat Islam biasanya sebesar 2,5% dari kekayaan tertentu setiap tahunnya, termasuk uang, emas, perak, dan harta produktif lainnya. Tujuan Zakat Tujuan zakat tidak hanya mengentaskan kemiskinan tetapi juga membentuk masyarakat yang adil dan berkeadilan. Zakat menciptakan 1. Kesejahteraan Sosial: Zakat bertujuan untuk mengurangi kesenjangan sosial dengan menyebarkan kekayaan di antara anggota masyarakat, sehingga mereka yang kurang beruntung dapat mendapatkan bantuan. 2. Pembersihan Hati dan Jiwa: Pembayaran zakat juga dianggap sebagai bentuk penyucian hati dan jiwa, membantu umat Islam untuk tetap rendah hati dan menghindari keserakahan. 3. Solidaritas dan Kepedulian: Zakat memperkuat ikatan sosial dan solidaritas di dalam masyarakat Muslim, karena mereka saling peduli dan mendukung satu sama lain. 4. Pembersihan Harta: Zakat membersihkan harta seseorang dari sifat-sifat negatif, seperti kecintaan yang berlebihan terhadap materi dan kekikiran. 5. Ketaatan kepada Ajaran Agama: Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memperkuat ketaatan umat Islam kepada ajaran agama Islam. Dengan mewujudkan tujuan-tujuan ini, zakat menjadi instrumen penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, harmonis, dan berempati. Manfaat Zakat Zakat mempunyai dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan, bagi muslimin dan muslimat yang diperintahkan untuk wajib membayar zakat. setara tertuang dalam Al'Quran Surat At-Taubah ayat 103 “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka yang dengan itu akan membersihkan dan menyucikan mereka. Dan doakanlah mereka. Sesungguhnya, doamu [menjadi] ketenteraman untuk jiwa mereka. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui”. Dengan memberikan zakat, umat Islam berkontribusi pada pembangunan sosial, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan umum. Selain itu, zakat juga memiliki nilai-nilai spiritual yang menguatkan hubungan individu dengan Allah. Mekanisme Zakat Mekanisme pelaksanaan zakat melibatkan perhitungan yang cermat atas harta yang dimiliki, serta pembagian zakat kepada yang berhak menerimanya. Lembaga amil zakat atau lembaga yang berwenang mengelola zakat memainkan peran penting dalam memastikan pendistribusian zakat sesuai ketentuan Islam. Zakat dan Pembangunan Sosial Zakat bukan sekedar amal, tapi juga instrumen pembangunan sosial. Dengan menyediakan dana untuk pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi, zakat menjadi kekuatan positif yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Zakat bukan hanya kewajiban agama, melainkan fondasi pembangunan sosial dan ekonomi yang berkeadilan. Melalui praktik zakat, umat Islam berpartisipasi aktif dalam menciptakan masyarakat yang adil, berdaya, dan penuh kasih sayang. Semoga pemahaman dan penerapan zakat terus berkembang untuk memberikan dampak positif yang lebih besar pada umat manusia. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan transfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA16/01/2024 | Hamba Allah pkl
MEMAHAMI FIDYAH SEBAGAI BENTUK KEWAJIBAN SOSIAL DI DALAM ISLAM
MEMAHAMI FIDYAH SEBAGAI BENTUK KEWAJIBAN SOSIAL DI DALAM ISLAM
Dalam ajaran Islam, kewajiban sosial memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang adil dan berkeadilan. Salah satu aspek yang mencerminkan nilai-nilai sosial dalam Islam adalah praktik fidyah. Dalam hal ini akan membahas dan menjelaskan konsep fidyah sebagai bentuk kewajiban sosial dalam Islam. Definisi dan Dasar Hukum Fidyah Fidyah berasal dari kata Arab yang berarti "ganti" atau "pengganti." Dalam konteks Islam, fidyah adalah bentuk kompensasi atau pembayaran yang dikenakan atas individu yang tidak mampu menjalankan kewajiban ibadah tertentu, seperti puasa atau haji. Dasar hukum fidyah dapat ditemukan dalam Al-Qur'an dan hadis. “beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” {QS. AL-Baqarah ayat 184}. Implikasi Sosial dan Kemanusiaan dalam Fidyah Kewajiban fidyah memiliki dampak sosial yang signifikan. Hal ini memungkinkan individu yang tidak dapat berpuasa, seperti lansia atau yang sedang sakit kronis, tetap merasakan keterlibatan dalam melakukan ibadah Ramadhan. Implikasi kemanusiaan dari fidyah adalah pengakuan terhadap kondisi individu yang tidak dapat menjalankan kewajiban puasa secara fisik. Fungsi Fidyah dalam Kewajiban Sosial Fidyah bukan hanya sekadar kewajiban ritual, tetapi juga memainkan peran penting dalam aspek sosial masyarakat. Praktik fidyah memberikan solusi bagi individu yang menghadapi kesulitan atau keterbatasan untuk menjalankan ibadah secara penuh. Fidyah ini mencerminkan prinsip keadilan dan kepedulian terhadap sesama Muslim. Penerima Fidyah: Mengenali Masyarakat yang Membutuhkan Pemberian fidyah tidak hanya terbatas pada individu yang tidak mampu secara finansial, tetapi juga mencakup kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan. Hal ini mencakup yatim piatu, fakir miskin, dan mereka yang terdampak bencana alam atau konflik. Dengan memberikan fidyah kepada mereka, umat Islam berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Keterkaitan Fidyah dengan Konsep Zakat Fidyah juga memiliki keterkaitan erat dengan konsep zakat dalam Islam. Sementara zakat merupakan kewajiban memberikan sebagian harta kekayaan secara rutin, fidyah melibatkan penggantian kewajiban ibadah dengan memberikan sumbangan tertentu. Keduanya menciptakan jaringan kepedulian sosial yang kuat di antara umat Islam. Pentingnya Kesadaran Sosial dalam Menerapkan Fidyah Memahami fidyah sebagai bentuk kewajiban sosial menekankan pentingnya kesadaran sosial dalam praktik beragama. Masyarakat Muslim diingatkan untuk senantiasa memperhatikan kondisi sesama dan bersedia membantu mereka yang membutuhkan. Inilah esensi dari nilai-nilai sosial Islam yang mempromosikan keadilan, persamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Fidyah bukan hanya sebuah kewajiban ibadah, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari kewajiban sosial dalam Islam. Dengan memahami dan menerapkan konsep fidyah, umat Islam dapat memperkuat jaringan kepedulian sosial dalam masyarakat. Praktik ini mencerminkan nilai-nilai Islam yang mengajarkan keadilan, persamaan, dan kepedulian terhadap kesejahteraan bersama. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA16/01/2024 | Hamba Allah pkl
ZAKAT MAL: MEMBERI DAN MENERIMA BERKAH
ZAKAT MAL: MEMBERI DAN MENERIMA BERKAH
Zakat Mal merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, yang membawa makna lebih dari sekadar memberikan sebagian harta kekayaan. Zakat Mal adalah salah satu dari lima pilar Islam, di mana umat Muslim diwajibkan memberikan sebagian kekayaan mereka kepada yang membutuhkan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi konsep, tujuan, dan dampak positif dari Zakat Mal. Maal berasal dari kata bahasa Arab artinya harta atau kekayaan (al-amwal, jamak dari kata maal) adalah “segala hal yang diinginkan manusia untuk disimpan dan dimiliki” (Lisan ul-Arab). Menurut Islam sendiri, harta merupakan sesuatu yang boleh atau dapat dimiliki dan digunakan (dimanfaatkan) sesuai kebutuhannya. Oleh karena itu dalam pengertiannya, zakat maal berarti zakat yang dikenakan atas segala jenis harta, yang secara zat maupun substansi perolehannya tidak bertentangan dengan ketentuan agama. Sebagai contoh, zakat maal terdiri atas simpanan kekayaan seperti uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, aset perdagangan, hasil barang tambang atau hasil laut, hasil sewa aset dan lain sebagainya. Konsep Zakat Mal Zakat Mal berasal dari kata "zakat," yang berarti "pembersihan" atau "peningkatan." Zakat Mal adalah zakat yang dikenakan pada harta kekayaan seseorang. Jumlah yang dikeluarkan biasanya sebesar 2,5% dari jumlah harta yang dimiliki setelah mencapai nisab (ambang batas tertentu). Terdapat ancaman yang berat bagi orang yang tidak menunaikan zakat, bahkan pada masa Abu Bakar, beliau memerangi orang-orang yang tidak membayar zakat, meskipun mereka tidak murtad. Orang yang mengingkari kewajiban zakat maka ia murtad dari Islam, sedangkan orang yang pelit masuk tidak murtad, namun masuk dalam ancaman dibawah ini: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.” (QS At Taubah 34). Tujuan Zakat Mal Tujuan utama Zakat Mal adalah menciptakan keadilan sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Dengan memberikan sebagian kekayaan kepada yang membutuhkan, umat Muslim berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih adil dan harmonis. Zakat Mal juga menjadi sarana untuk membersihkan harta seseorang dari sifat tamak dan keserakahan. Penerima Zakat Mal Zakat Mal dapat diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya, sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Quran. Golongan ini mencakup fakir miskin, orang yang berhutang, pekerja yang berjuang mencari nafkah, serta orang yang baru masuk Islam dan masih membutuhkan dukungan. Dampak Positif Zakat Mal Zakat Mal tidak hanya memberikan bantuan finansial kepada yang membutuhkan, tetapi juga menciptakan efek positif dalam masyarakat. Praktik ini membangun solidaritas sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan kesempatan bagi yang kurang beruntung untuk memperbaiki kehidupan mereka. Implementasi Zakat Mal di Era Modern. Dalam era modern, implementasi Zakat Mal telah berkembang dengan berbagai lembaga amil zakat dan program pemerintah yang memfasilitasi pengumpulan dan distribusi zakat. Pendekatan ini memastikan bahwa zakat disalurkan dengan efektif untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak. Zakat Mal bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga merupakan instrumen penting untuk mencapai keadilan sosial dan keberlanjutan ekonomi. Dengan melibatkan diri dalam praktik ini, umat Muslim tidak hanya memenuhi kewajiban agama mereka, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih baik dan berkeadilan. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA16/01/2024 | Hamba Allah pkl
Infaq; Sebagai Konfigurasi Filantropi Islam Dalam Kehidupan Sosial
Infaq; Sebagai Konfigurasi Filantropi Islam Dalam Kehidupan Sosial
Korelasi Infaq Dan Filantropi Filantropi dapat dimaknai sebagai tindakan seseorang yang mencintai sesama serta nilai -nilai kemanusiaan, secara sederhana dapat disebut sebagai tindakan kedermawanan. Sumber daya yang disumbangkan pun bukan hanya sebatas dana, tetapi juga waktu, tenaga, dan pikiran . Dalam arti luas dimaksudkan untuk menggunakan seluruh harta dengan dasar iman untuk fi sabilillah . Jika dikorelasikan filantropi dengan infaq maka timbullah makna suatu tindakan kepedulian dan kedermawanan antar sesama di jalan Allah. Infaq Sebagai Konfigurasi Filantropi Islam Islam adalah agama yang mengajarkan manusia untuk saling me-nyayangi, mencintai dan menyantuni. Konfigurasi dari ajarannya ini salah satu nya adalah perintah untuk berinfaq . Menurut istilah fiqh kata infaq mempunyai makna memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada orang yang telah disyariatkan oleh agama untuk memberi seperti orang-orang faqir, miskin, anak yatim, ker abat, dan mereka yang membutuhan. Istilah yang dipakai dalam al-Qur'an berkenaan dengan infaq meliputi kata: zakat, sadaqah, hadyu, jizyah, hibah dan wakaf.7 Jadi semua bentuk dunia atau pemberian harta kepada hal yang di-syariatkan agama dapat dikatakan infaq . surat al-Baqarah ayat 195 menunjukkan anjuran untuk berinfaq. “ Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. ” Urgensi Infaq Dalam Pemberdayaan Antar Sesama Filantropi Islam yakni infaq, jika teraktualisasikan maka pembangunan umat akan terwujud . Filantropi Islam ini dapat diihat dari hikmah yang terkandung didalamnya, antara lain; · Pertama , bagi pelakunya, dapat mengikis habis sifat-sifat kikir, bakhil, rakus dan tamak yang ada dalam dirinya dan melatih memiliki sifat-sifat dermawan, mengantarkannya mensyukuri nikmat Allah Swt. Pada akhirnya dapat mengembangkan dirinya, membersihkan harta yang kotor, dan terhindar dari kengerian neraka. · Kedua , bagi penerima, membersihkan perasaan sakit hati, iri hati, benci dan dendam terhadap golongan kaya yang hidup serba cukup dan mewah; menimbulkan rasa syukur kepada Allah Swt. dan rasa terima-kasih serta simpati kepada golongan berada karena diperingan beban hidup. · Ketiga , bagi pemerintah dapat menunjang keberhasilan program pelaksa-naan pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan warganya; mengurangi beban pemerintah dalam mengatasi kasus-kasus kebisingan sosial yang dapat mengganggu ketenangan dan ketenteraman masyarakat. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan transfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA15/01/2024 | Hamba Allah pkl
Infaq Untuk Bekal Akhirat; Pengertian, Jenis, Hukum, Dan Rukun
Infaq Untuk Bekal Akhirat; Pengertian, Jenis, Hukum, Dan Rukun
Infaq adalah amalan terpuji yang bias dilakukan di dalam agama Islam. Selain membersihkan harta yang dimiliki, Infaq adalah salah satu cara terpuji untuk membantu sesama yang membutuhkan. Islam mengajarkan banyak cara untuk membantu sesama. Membantu orang lain dalam hal kebaikan dianjurkan bahkan ditekankan dalam Islam. Sebab orang yang membantu orang dalam kesulitan akan mendapat bantuan dari Allah berlipat ganda. Pengertian Infaq Menurut KBBI, infaq adalah mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan no-zakat. Tetapi infaq berbeda dengan zakat. Sebab INFAQ tidak mengenal nisab atau jumlah harta yang dikeluarkan yang mana ditentukan secara hukum seperti halnya zakat. Kata infaq berasal dari bahasa Arab, berasal dari akar kata nafaqa-yanfaqu-nafaqan bermakna sesuatu habis; atau anfaqa al-malistanfaqa, (bermakna membelanjakan harta). Secara terminologi syariat, infak berarti mengeluarkan sebagian dari harta yang diberikan Allah SWT untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam. Jenis-Jenis Infaq Berdasarkan hukumya infaq dibagi menjadi empat; Pertama infaq mubah adalah mengeluarkan harta untuk perkara mubah seperti berdagang, bercocok tanam, dsb. Infaq wajib kedua yaitu mengeluarkan harta untuk perkara wajib seperti membayar mahar (maskawin), menafkahi istri, menafkahi istri yang ditalak yang masih dalam keadaan masa 'iddah. Infaq haram ketiga yaitu mengeluarkan harta dengan tujuan yang diharamkan oleh Allah yaitu infaqnya orang kafir untuk menghalangi syiar. Infaq sunnah yang keempat adalah mengeluarkan harta dengan niat sedekah. Dasar Hukum Infaq Dasar hukum infaq telah dijelaskan dalam Al-Quran surat Adz-Dzariyat ayat 19: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” Dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 245 juga disebutkan tentang dasar hukum infaq: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan melipatgandakan yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” Dari keterangan dasar hukum infaq di atas, maka infaq juga memiliki hukum-hukum tertentu. Adapun hukum infaq adalah ada yang wajib (termasuk zakat, nadzar), ada infaq sunnah, mubah bahkan ada yang haram. Rukun Infaq Supaya infaq yang dilakukan dapat dikatakan sah, maka infaq harus memenuhi rukun-rukun tertentu agar perbuatan infaq sah/tidak batal. Infaq dapat dikatakan sah apabila terpenuhinya rukun dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi. Rukun infaq adalah sebagai berikut: Penginfaq (orang yang memberi infaq), orang yang diberi infaq, dan sesuatu yang diinfaqkan. Infaq Untuk Bekal Akhirat sebagaimana hadits Rasulullah “Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga)..” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah)." (HR Bukhari dan Muslim). Ditambah lagi bahwa Allah sungguh menyukai orang yang gemar bersedekah, hingga malaikat pun rela berdoa demi seorang manusia yang pada dasarnya lebih mulia kedudukannya daripada dirinya. Itu artinya begitu mulianya amalan sedekah itu bagi kita, Allah akan memberikan kita ganjaran di dunia berupa berkah dan dimudahkan rezekinya, dan juga di akhirat berupa dimasukkan ke dalam kenikmatan surga. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan transfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA15/01/2024 | Hamba Allah pkl
ZAKAT PROFESI: BERBAGI BERKAH MELALUI PENGABDIAN DAN KESEJAHTERAAN
ZAKAT PROFESI: BERBAGI BERKAH MELALUI PENGABDIAN DAN KESEJAHTERAAN
Zakat profesi merupakan bentuk amal keuangan yang memiliki dampak positif dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Zakat profesi adalah kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu dalam hal penghasilan. Dalam Islam, zakat tidak hanya merupakan kewajiban moral, tetapi juga sebagai sarana untuk mengurangi kesenjangan sosial dan mendorong keadilan ekonomi. Definisi dan Konsep Zakat Profesi. Zakat profesi Merujuk pada kewajiban memberikan sebagian pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi tertentu. Ini mencakup gaji, upah, atau pendapatan lainnya yang diperoleh dari aktivitas pekerjaan. Dalam konsep zakat profesi, individu diminta untuk menyisihkan sebagian kecil dari penghasilannya untuk didistribusikan kepada yang membutuhkan. Dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 267 disebutkan “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumimu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji”. Tujuan Zakat Profesi . 1. Keseimbangan Sosial Ekonomi: Zakat profesi bertujuan menciptakan keseimbangan sosial ekonomi dengan mengurangi kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin. Dengan cara ini, masyarakat dapat tumbuh secara adil dan berkelanjutan. 2. Pemberdayaan Masyarakat: Profesi zakat juga berperan dalam memberdayakan masyarakat yang kurang mampu. Dana yang dikumpulkan dari zakat profesi dapat digunakan untuk membantu pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi masyarakat yang memerlukan dukungan. 3. Ketahanan Sosial: Prinsip zakat profesi membantu menciptakan ketahanan sosial. Dengan menyebarkan kekayaan secara adil, masyarakat menjadi lebih stabil dan memiliki daya tahan terhadap krisis ekonomi. Mekanisme Pengumpulan dan Distribusi Zakat Profesi. 1. Pengumpulan Zakat: Individu yang memenuhi syarat wajib zakat profesi yang diminta untuk menyisihkan sebagian pendapatannya. Pengumpulan ini bisa dilakukan secara mandiri atau melalui lembaga keuangan syariah yang menyediakan layanan zakat. 2. Distribusi Zakat: Dana zakat profesi yang didistribusikan kepada yang membutuhkan melalui berbagai program kesejahteraan, pendidikan, atau bantuan ekonomi. Lembaga amil zakat atau badan amil zakat seringkali bertanggung jawab atas pengelolaan dan pendistribusian dana zakat ini. Manfaat bagi Individu dan Masyarakat. 1. Pemurnian Harta: Zakat profesi membantu membersihkan harta individu dari sifat kikir dan serakah, menciptakan kesadaran akan tanggung jawab sosial. 2. Penguatan Solidaritas Sosial: Melalui zakat profesi, masyarakat mengalami penguatan solidaritas sosial. Orang-orang dengan kelebihan harta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat secara keseluruhan. 3. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lemah: Dana zakat profesi dapat digunakan untuk memberdayakan masyarakat yang kurang mampu melalui program pelatihan, bantuan modal usaha, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Tantangan dan Solusi Implementasi Zakat Profesi. 1. Kesadaran Individu: Tantangan utama adalah meningkatkan kesadaran individu untuk memenuhi kewajiban zakat profesi. Solusinya melibatkan kampanye edukasi yang efektif dan promosi nilai-nilai sosial Islam. 2. Sistem Pengelolaan Zakat yang Transparan: Penting untuk memastikan sistem pengelolaan zakat profesi transparan dan akuntabel agar masyarakat memiliki kepercayaan penuh terhadap pendistribusian dana zakat. Zakat profesi bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga merupakan instrumen penting dalam mencapai keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan. Melalui kewajiban ini, umat Islam dapat ikut serta dalam membentuk masyarakat yang lebih adil, berdaya, dan sejahtera. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan transfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA15/01/2024 | Hamba Allah pkl
MENGENAL RAGAM ZAKAT: DARI ZAKAT FITRAH HINGGA ZAKAT KEKAYAAN DAN PROFESI (MAAL)
MENGENAL RAGAM ZAKAT: DARI ZAKAT FITRAH HINGGA ZAKAT KEKAYAAN DAN PROFESI (MAAL)
Zakat, sebagai salah satu pilar utama dalam Islam, memiliki berbagai macam jenis yang mewakili kekayaan dan sumber pendapatan umat Islam. Dari harta hingga profesi, Dalam Al-Quran Surat At-Taubah ayat 5 dan 11 disebutkan “ Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang” (5 ). “Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui” (11). Berikut adalah beberapa macam zakat yang diterapkan dalam ajaran Islam. 1. Zakat Harta (Zakat Maal) Zakat harta, atau zakat maal, adalah bentuk zakat yang dikenal luas. Ini melibatkan penyisihan sebagian kecil dari harta kekayaan seseorang setiap tahun. Zakat ini mencakup emas, perak, uang, dan harta lainnya. Jumlah yang harus dikeluarkan untuk zakat harta biasanya sebesar 2,5% dari nilai total harta yang dimiliki. 2. Zakat Fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan pada akhir bulan Ramadhan sebelum hari raya Idul Fitri. Zakat ini berfungsi sebagai bentuk pembersihan diri dari dosa dan memastikan bahwa masyarakat yang kurang mampu dapat merayakan Idul Fitri dengan layak. Jumlah zakat fitrah biasanya ditentukan berdasarkan berat bahan makanan pokok tertentu. 3. Zakat Profesi (Penghasilan Zakat). Zakat profesi, atau zakat penghasilan, melibatkan penyisihan sebagian dari pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi tertentu. Wajibnya zakat ini bergantung pada pendapatan individu dan dikeluarkan untuk membantu mereka yang kurang mampu. 4. Zakat Pertanian dan Peternakan . Zakat pertanian dan peternakan adalah zakat yang dikeluarkan atas hasil pertanian atau peternakan. Pada dasarnya, ini mencakup sebagian dari hasil panen atau kelahiran hewan ternak. Besaran zakat pertanian dan peternakan bervariasi tergantung pada jenis tanaman atau hewan yang dimiliki. 5. Zakat Emas dan Perak. Zakat emas dan perak merupakan zakat yang dikeluarkan atas kepemilikan emas dan perak setelah mencapai nisab (jumlah minimum). Besaran zakat ini biasanya sebesar 2,5% dari nilai emas dan perak yang dimiliki. 6. Zakat Sumber Daya Alam. Zakat sumber daya alam meliputi zakat atas penghasilan dari sumber daya alam, seperti minyak, gas, atau hasil tambang. Besaran zakat ini bervariasi dan diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 7. Zakat Kolektif (Zakat Jama'i). Zakat kolektif adalah zakat yang dikelola secara bersama-sama oleh masyarakat atau kelompok. Hal ini dapat mencakup inisiatif bersama untuk membantu membangun infrastruktur, menyediakan layanan kesehatan, atau proyek amal lainnya. Tantangan dan Keutamaan. Meskipun zakat memiliki banyak keutamaan dalam Islam, implementasinya mampu melawan tantangan, seperti kesadaran dan keberadaan individu. Penting bagi umat Islam untuk memahami betapa pentingnya zakat dalam menciptakan keadilan sosial dan membantu mereka yang membutuhkan. Dengan memahami dan melaksanakan berbagai macam zakat ini, umat Islam dapat berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang adil, sejahtera, dan berdaya. Zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga jalan untuk mencapai keadilan dan keseimbangan dalam kehidupan sosial. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan transfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA15/01/2024 | Hamba Allah pkl
FIDYAH DALAM ISLAM: KEWAJIBAN, PERINTAH AGAMA, DAN IMPLIKASINYA
FIDYAH DALAM ISLAM: KEWAJIBAN, PERINTAH AGAMA, DAN IMPLIKASINYA
Dalam ajaran Islam, fidyah iyalah kewajiban yang dibebankan kepada individu yang tidak mampu melaksanakan ibadah puasa Ramadhan karena alasan tertentu. Fidiyah juga merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam ajaran Agama Islam, menyangkut kewajiban seorang Muslim yang tidak mampu menjalankan puasa. Kewajiban Fidyah dalam Islam Fidiyah merupakan bentuk kompensasi bagi mereka yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa. Di dalam Al-Quran dan Hadis secara jelas menetapkan kewajiban ini sebagai salah satu alternatif untuk menjaga keadilan dan keberlangsungan ibadah. Dalil Fidyah Ayat-ayat Al-Quran dan Hadis Rasulullah menegaskan bahwa fidyah adalah solusi bagi mereka yang menghadapi keterbatasan fisik atau kondisi kesehatan yang menghalangi puasa. Analisis mendalam terhadap ayat-ayat tersebut memperkuat urgensi pemenuhan kewajiban fidiyah. Fidyah diatur secara jelas dalam Al-Qur'an. Surat Al-Baqarah (2:184-185): “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan,maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.{QS. Al-Baqarah ayat 184}”. “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah”.{QS. AL-Baqarah ayat 185}”. Implikasi Sosial dan Kemanusiaan Penerapan kewajiban fidyah tidak hanya bersifat individual, namun memiliki dampak sosial yang signifikan. Masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan sesama Muslim yang tidak mampu puasa akan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berempati. Tanggung Jawab Komunitas Muslim Mengajak komunitas Muslim untuk memahami tanggung jawab kolektif terkait fidyah. Membangun kesadaran akan kewajiban ini di tingkat masyarakat dapat meningkatkan solidaritas dan membantu mereka yang membutuhkan. Kritik Terhadap Fidiyah Sementara fidiyah dianggap sebagai solusi adil, dalam hal ini juga mencermati kritik yang mungkin muncul. Kritik-kritik tersebut mencakup aspek teologis, sosial, dan ekonomi yang perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan implementasi fidyah. Fidyah dan Nilai-Nilai Islam Menyoroti bagaimana kewajiban fidyah mencerminkan nilai-nilai Islam seperti keadilan, keberagaman, dan kasih sayang. Melalui pemahaman yang lebih dalam terhadap nilai-nilai ini, umat Muslim dapat lebih baik menghayati perintah agama terkait fidyah. Fidyah sebagai Bentuk Solidaritas Pembayaran fidyah juga mencerminkan nilai-nilai solidaritas dalam masyarakat Islam. Individu yang mampu berpuasa membayar fidyah sebagai dukungan kepada sesama Muslim yang tidak mampu melakukannya. Ini menciptakan rasa kebersamaan dan peduli terhadap sesama umat Islam. ================ #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaikTerpercaya #AmanahProfesionalTransparan #TerimakasihMuzakiDanMustahiq ================ *Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat *Info Rekening Zakat, Mari tunaikan zakat anda dengan mentransfer ke rekening zakat BAZNAS Kota Yogyakarta, Klik link: https://kotayogya.baznas.go.id/rekening *Ayo akses kemudahan pelayanan satu pintu BAZNAS Kota Yogyakarta hanya dengan klik link ini: https://berbagi.link/baznaskotajogja
BERITA15/01/2024 | Hamba Allah pkl
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →