WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Rakor Optimalisasi Peran Peran Mal Pelayanan Publik (MPP)

Yogyakarta – BAZNAS Kota Yogyakarta menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Peran Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk peningkatan daya tarik investasi yang dilaksanakan pada Kamis (12/2) di Ruang Rapat Arjuna Lantai 3.

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Substansi Penanaman Modal I tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Yogyakarta, Budi Santosa, S.STP., M.Si.

Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, lembaga vertikal, aparat penegak hukum, perbankan, hingga lembaga layanan publik lainnya. Kehadiran lintas sektor diharapkan mampu memperkuat integrasi layanan pada MPP sehingga semakin efektif, cepat, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Partisipasi BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi wujud komitmen dalam mendukung sinergi antarinstansi demi peningkatan kualitas pelayanan publik. Kolaborasi yang kuat melalui MPP diharapkan ikut menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif di Kota Yogyakarta.

Melalui forum ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap koordinasi dan komunikasi antar lembaga terus terjalin dengan baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

 

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id/

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

12/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang 1
Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid BAZNAS Kota Yogyakarta

Tarhib Ramadhan sebagai Spirit Menyambut Bulan Suci

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menghadirkan kegiatan bernuansa religius dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan melalui agenda Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Masjid Pangeran Diponegoro, Balaikota Yogyakarta. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan spiritual generasi muda Islam sebelum memasuki bulan penuh berkah. Sejak pagi hari, para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun secara khidmat dan inspiratif.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini diikuti oleh Kader Hafidz serta Kader Remaja Masjid binaan BAZNAS Kota Yogyakarta yang selama ini aktif dalam program pembinaan keagamaan. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat kolektif untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan ilmu yang cukup. BAZNAS Kota Yogyakarta memandang generasi muda sebagai aset strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam setiap program yang dijalankan.

Masjid Pangeran Diponegoro dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis dan simbolis sebagai pusat kegiatan keagamaan di lingkungan pemerintahan Kota Yogyakarta. Suasana masjid yang sejuk dan penuh ketenangan menambah kekhusyukan selama acara berlangsung. Para peserta tampak mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Nuansa kebersamaan begitu terasa, menciptakan energi positif yang menguatkan semangat menyambut Ramadhan.

Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa Tarhib Ramadhan bukan sekadar seremonial, melainkan sarana membangun kesiapan lahir dan batin. Ramadhan dipandang sebagai bulan pendidikan spiritual yang harus disambut dengan kesadaran dan pemahaman yang baik. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak mulia menjadi pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Kader Hafidz yang hadir merupakan para penghafal Al-Qur’an yang selama ini mendapatkan pendampingan dari BAZNAS Kota Yogyakarta. Keberadaan mereka diharapkan mampu menghidupkan masjid dan lingkungan sekitar dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Sementara itu, Kader Remaja Masjid menjadi motor penggerak kegiatan keislaman yang kreatif dan inklusif. Kolaborasi keduanya menciptakan sinergi yang kuat dalam dakwah berbasis generasi muda.

Rangkaian acara Tarhib Ramadhan diisi dengan tausiyah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta refleksi persiapan menyambut Ramadhan. Materi yang disampaikan mengajak peserta untuk melakukan muhasabah diri dan memperbaiki niat dalam beribadah. Para pemateri juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi amal kebaikan, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga setelahnya. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan namun penuh makna.

Selain penguatan spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antar kader dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta. Interaksi yang terjalin memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam satu visi dakwah. Para peserta saling berbagi pengalaman dan motivasi dalam menjalankan peran sebagai kader binaan BAZNAS Kota Yogyakarta. Hal ini menjadi modal sosial yang penting untuk keberlanjutan program-program keumatan.

BAZNAS Kota Yogyakarta secara konsisten menjadikan pembinaan kader sebagai bagian dari strategi pengelolaan zakat yang berdampak jangka panjang. Tidak hanya fokus pada pendistribusian dana, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak. Tarhib Ramadhan menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai lembaga yang tidak hanya amanah, tetapi juga visioner.

Semangat menyambut Ramadhan yang ditanamkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menular ke masyarakat luas. Para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai kebaikan di lingkungan masing-masing. Dengan bekal ilmu dan spiritualitas yang kuat, mereka diharapkan dapat menghidupkan suasana Ramadhan yang penuh makna. BAZNAS Kota Yogyakarta percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini juga menjadi pengingat pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung program-program pembinaan umat. Dana ZIS yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam program kaderisasi. Dukungan para muzaki menjadi kunci keberlangsungan program-program tersebut. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperluas dampak kebaikan.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum berbagi dan peduli. Tidak hanya melalui ibadah personal, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang nyata. Zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial. Dengan menunaikan ZIS melalui lembaga resmi, kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana doa bersama menjadi momen yang penuh haru dan kekhusyukan. Para peserta memanjatkan doa agar Ramadhan yang akan datang dapat dilalui dengan penuh keberkahan dan keistiqamahan. Harapan besar disematkan agar para kader mampu menjalankan perannya dengan baik di tengah masyarakat. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendampingi dan membersamai para kader dalam setiap langkah kebaikan.

Tarhib Ramadhan Kader Hafidz dan Kader Remaja Masjid ini menjadi bukti nyata kepedulian BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang berdaya. Melalui sinergi antara pembinaan spiritual dan dukungan ZIS, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih religius dan sejahtera. Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan kebaikan. Bersama BAZNAS Kota Yogyakarta, mari sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan kepedulian yang nyata.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

09/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
PROGRAM RUMAH LAYAK HUNI BAZNAS KOTA YOGYAKARTA

Komitmen Nyata untuk Hunian yang Lebih Layak

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan Program Rumah Layak Huni pada Minggu, 8 Februari 2026. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa hunian yang aman, sehat, dan layak. Rumah bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga ruang tumbuh bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih bermartabat. Oleh karena itu, BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung dan berkelanjutan. Pelaksanaan program ini sekaligus menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif. Kepercayaan muzaki menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Program Rumah Layak Huni ini dilaksanakan melalui sinergi antara BAZNAS Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial. Kehadiran Wali Kota Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Program ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Dengan kerja sama yang solid, manfaat program dapat dirasakan secara lebih optimal.

Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pagi hari dan dilaksanakan di dua lokasi berbeda di wilayah Kota Yogyakarta. Lokasi pertama berlangsung pada pukul 06.00 WIB di wilayah Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron. Sementara itu, lokasi kedua dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB di wilayah Keparakan, Kemantren Mergangsan. Penentuan lokasi ini didasarkan pada hasil asesmen kebutuhan yang telah dilakukan secara menyeluruh. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan bantuan hunian layak. Pendekatan berbasis data ini menjadi bagian dari komitmen akuntabilitas lembaga.

Pada lokasi pertama, penerima manfaat Program Rumah Layak Huni adalah Bapak Maryadi yang beralamat di Dukuh MJ I/1342 RT 70 RW 15, Gedongkiwo, Mantrijeron. Kondisi rumah yang sebelumnya kurang layak huni menjadi perhatian bersama. Melalui program ini, rumah Bapak Maryadi mendapatkan peningkatan kualitas agar lebih aman dan nyaman untuk ditinggali. Perbaikan hunian ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bantuan yang diberikan tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memberikan ketenangan dan harapan baru. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, pada lokasi kedua, penerima manfaat adalah Bapak Budi Santoso yang tinggal di Keparakan Lor MG I/687 RT 35 RW 008, Keparakan, Mergangsan. Rumah yang sebelumnya belum memenuhi standar kelayakan menjadi sasaran perbaikan melalui program ini. BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan hunian yang lebih sehat dan manusiawi bagi keluarga penerima manfaat. Perbaikan rumah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan keluarga. Dengan hunian yang layak, keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan produktif. Program ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.

Seluruh pendanaan Program Rumah Layak Huni ini bersumber dari dana non APBD yang dikelola oleh BAZNAS Kota Yogyakarta. Dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang telah mempercayakan pengelolaannya kepada BAZNAS Kota Yogyakarta. Penggunaan dana dilakukan secara amanah dan sesuai dengan prinsip syariah. Setiap rupiah yang disalurkan diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penerima. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam setiap pelaksanaan program. Hal ini menjadi upaya BAZNAS Kota Yogyakarta dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat pendampingan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. OPD pendamping yang terlibat antara lain Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta. Kehadiran OPD pendamping memberikan dukungan teknis sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan. Kolaborasi ini memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan dan standar yang ditetapkan. Sinergi lintas OPD menjadi contoh baik dalam pelaksanaan program sosial terpadu. Dengan kerja sama ini, pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif.

Rumah layak huni memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga. Hunian yang aman dan sehat menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan yang berkualitas. Melalui Program Rumah Layak Huni, BAZNAS Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun harapan dan semangat hidup penerima manfaat. Rumah yang layak akan berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan stabilitas ekonomi keluarga. Dengan demikian, program ini menjadi investasi sosial jangka panjang.

Program Rumah Layak Huni juga menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat jangka panjang. Pendekatan ini sejalan dengan visi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Dengan semakin banyaknya muzaki, manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Dukungan dari Pemerintah Kota Yogyakarta, OPD pendamping, serta para muzaki menjadi faktor utama keberhasilan program. Kolaborasi yang terjalin mencerminkan semangat gotong royong dalam membantu sesama. Program ini tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, sinergi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut. Bersama, kita dapat menghadirkan perubahan sosial yang lebih baik.

Ke depan, BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus melanjutkan Program Rumah Layak Huni. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Evaluasi dan peningkatan kualitas program akan terus dilakukan. Dengan dukungan berkelanjutan dari para muzaki, manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapannya, semakin banyak keluarga yang dapat menikmati hunian layak.

Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, dana ZIS dikelola secara profesional dan amanah. Program Rumah Layak Huni menjadi salah satu contoh nyata pemanfaatan dana tersebut. Setiap kontribusi yang diberikan memiliki arti besar bagi kehidupan orang lain. Dengan berzakat, masyarakat turut berperan aktif dalam pembangunan sosial. Kebaikan yang ditunaikan hari ini akan menjadi keberkahan di masa depan.

Program Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi wujud ikhtiar bersama dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan mendapat ridho Allah SWT. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan kebersamaan, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Semoga program ini membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.

Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota

#HartaBerkahJiwaSakinah

#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya

#AmanahProfesionalTransparan

#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

08/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” Warnai Program Ramadan BAZNAS 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama pengelolaan zakat tahun 2026, termasuk pada momentum Ramadan. Tagline tersebut menegaskan posisi zakat sebagai instrumen sosial yang memiliki kontribusi besar dalam menjawab persoalan nasional, seperti kemiskinan, bencana alam, dan kesenjangan pembangunan.

Penguatan peran zakat tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penyampaian arah kebijakan dan program BAZNAS selama bulan Ramadan tahun ini.

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa tagline yang diusung mencerminkan semangat kolektif bangsa dalam mengoptimalkan zakat sebagai pilar penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor.

Ia mencontohkan peran zakat dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

“Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya. Menurut Kiai Noor, meningkatnya kedermawanan masyarakat selama Ramadan menjadi momentum penting dalam menggerakkan zakat, infak, dan sedekah sebagai pengungkit kesejahteraan.

“Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ucap Kiai Noor.

Pada 2026, BAZNAS akan memprioritaskan penguatan respons kebencanaan, mulai dari fase darurat hingga pemulihan berbasis pemberdayaan. Program seperti Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid telah disiapkan untuk mendukung pemulihan pascabencana.

“Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” kata Kiai Noor.

Selain fokus kebencanaan, BAZNAS juga memperluas program di bidang ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan. Kiai Noor berharap tagline tersebut menjadi ajakan bersama agar zakat menjadi energi persatuan nasional.

“Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya.

Konferensi pers tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan deputi BAZNAS RI, para amil, serta pemangku kepentingan terkait.

 

Kontributor : Adam Fakhrian

Editor : PUT

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari kuatkan kepedulian sosial dengan ZIS-DSKL yang amanah

Mari jadikan fidyah sebagai jalan berbagi dan mendidik akhlak

Mari dukung program kemaslahatan umat bersama BAZNAS Kota Yogyakarta

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk kemudahan dan keberkahan ibadah Anda.

#BAZNASKotaYogyakarta #FidyahSosial #SolidaritasIslam #EdukasiSosial #ZISDSKL #FidyahRamadan #ZakatJogja #UmatPeduli

04/02/2026 | Kontributor: BAZNAS RI
RAKORDA BAZNAS Se-DIY Perkuat Sinergi ZIS-DSKL untuk Kesejahteraan Umat

Sinergi Lembaga Zakat dalam Forum Strategis

Rapat Koordinasi Daerah BAZNAS Se-DIY menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang pertemuan resmi antar BAZNAS kabupaten dan kota untuk menyelaraskan visi, misi, dan langkah strategis. BAZNAS Kabupaten Gunungkidul dipercaya sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan agenda koordinasi ini. Seluruh perwakilan BAZNAS se-DIY hadir sebagai bentuk komitmen kolektif membangun tata kelola zakat yang profesional. Acara berlangsung di Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul yang dikenal sebagai ruang diskusi yang hangat dan bersahaja. Suasana kekeluargaan mengiringi jalannya diskusi sejak awal kegiatan.

Rakorda ini menjadi sarana evaluasi atas kinerja pengelolaan zakat yang telah berjalan. Selain itu forum ini juga dimanfaatkan untuk menyusun langkah konkret menghadapi tantangan ke depan. Setiap daerah menyampaikan capaian serta hambatan yang dihadapi di lapangan. Pertemuan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga substantif. Diskusi dilakukan secara terbuka dan konstruktif. Seluruh peserta menunjukkan keseriusan dalam memperkuat peran zakat bagi kesejahteraan umat. Rakorda ini menjadi cerminan semangat kolaborasi lintas daerah. Kesamaan tujuan menjadi fondasi utama dalam setiap pembahasan. BAZNAS Kota Yogyakarta hadir aktif dalam setiap sesi diskusi. Kehadiran ini menegaskan peran strategis BAZNAS Kota Yogyakarta dalam pengelolaan ZIS-DSKL. Forum ini diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama yang aplikatif. Sinergi yang terbangun menjadi modal penting bagi keberlanjutan program zakat.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai Tuan Rumah

Penunjukan BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah Rakorda BAZNAS Se-DIY membawa makna tersendiri. Kabupaten Gunungkidul selama ini dikenal aktif dalam pengembangan program zakat berbasis pemberdayaan. Lokasi kegiatan dipilih dengan mempertimbangkan kenyamanan dan suasana yang mendukung dialog terbuka. Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul menjadi tempat yang merepresentasikan kearifan lokal. Pemilihan lokasi ini juga mencerminkan kedekatan BAZNAS dengan masyarakat. Tuan rumah menyambut seluruh peserta dengan penuh keramahan. Persiapan acara dilakukan secara matang dan terkoordinasi. Hal ini terlihat dari kelancaran acara sejak awal hingga akhir.

BAZNAS Kabupaten Gunungkidul menunjukkan profesionalisme sebagai penyelenggara. Setiap detail kegiatan diperhatikan dengan baik. Kehangatan suasana membuat diskusi berjalan lebih cair. Peserta merasa nyaman menyampaikan pandangan dan gagasan. Semangat kebersamaan sangat terasa sepanjang kegiatan. Tuan rumah juga memfasilitasi kebutuhan teknis peserta. Hal ini mendukung efektivitas jalannya Rakorda. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi catatan positif bagi BAZNAS Kabupaten Gunungkidul. Peran tuan rumah diapresiasi oleh seluruh peserta. Forum ini memperkuat jejaring antar BAZNAS di DIY. Sinergi yang terbangun diharapkan terus berlanjut pasca kegiatan.

Kehadiran Lengkap BAZNAS Se-DIY

Rakorda BAZNAS Se-DIY diikuti oleh seluruh BAZNAS kabupaten dan kota di wilayah DIY. Kehadiran lengkap ini menunjukkan keseriusan lembaga zakat dalam membangun koordinasi regional. Setiap perwakilan hadir dengan membawa laporan dan masukan dari daerah masing-masing. Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Tidak ada sekat antara daerah satu dengan lainnya. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat. Kehadiran BAZNAS Kota Yogyakarta menjadi salah satu sorotan dalam forum ini.

BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal aktif dalam pengembangan program inovatif. Kontribusi gagasan dari BAZNAS Kota Yogyakarta memperkaya diskusi. Seluruh peserta saling belajar dari pengalaman daerah lain. Forum ini memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar BAZNAS DIY. Pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi kelembagaan. Setiap BAZNAS menyadari pentingnya keselarasan langkah. Perbedaan karakteristik daerah menjadi kekuatan jika dikelola bersama. Rakorda ini menjadi wadah pemersatu. Semangat kolaborasi terasa kuat dalam setiap sesi. Kehadiran lengkap peserta memperkuat legitimasi hasil Rakorda. Kesepakatan yang dihasilkan menjadi tanggung jawab bersama. Forum ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas wilayah.

Evaluasi Pengumpulan Zakat sebagai Agenda Utama

Salah satu agenda utama dalam Rakorda adalah evaluasi pencapaian target pengumpulan zakat. Setiap BAZNAS memaparkan capaian pengumpulan ZIS di wilayah masing-masing. Data yang disampaikan menjadi bahan analisis bersama. Diskusi difokuskan pada strategi peningkatan penghimpunan zakat. Tantangan dalam pengumpulan zakat dibahas secara terbuka. Peserta saling memberikan masukan konstruktif. Pengalaman daerah dengan capaian tinggi menjadi referensi bersama.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan capaian dan strategi yang telah diterapkan. Pemanfaatan digitalisasi menjadi salah satu poin penting dalam diskusi. Evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat kinerja ke depan. Setiap daerah didorong untuk berinovasi. Pengumpulan zakat dipandang sebagai pintu masuk pemberdayaan umat. Diskusi juga menyoroti pentingnya literasi zakat di masyarakat. Kesadaran muzaki menjadi faktor kunci keberhasilan. Forum ini menegaskan perlunya pendekatan yang adaptif. Kolaborasi antar BAZNAS menjadi solusi atas berbagai kendala. Evaluasi dilakukan secara objektif dan transparan. Data menjadi dasar pengambilan keputusan. Rakorda ini menghasilkan rekomendasi strategis. Penguatan pengumpulan zakat menjadi komitmen bersama.

Pembahasan IZN Micro dan Makro

Rakorda BAZNAS Se-DIY juga membahas pengembangan IZN Micro dan Makro. Program ini menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi umat. Setiap BAZNAS menyampaikan progres implementasi program IZN. Diskusi menyoroti keberhasilan dan tantangan di lapangan. Pendekatan Micro dinilai efektif untuk penguatan usaha kecil. Sementara pendekatan Makro diarahkan pada dampak yang lebih luas. BAZNAS Kota Yogyakarta berbagi pengalaman dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Integrasi program menjadi salah satu fokus pembahasan.

Peserta sepakat bahwa IZN harus dikelola secara berkelanjutan. Pendampingan mustahik menjadi faktor penentu keberhasilan. Forum ini juga membahas pengukuran dampak program. Data dampak menjadi penting untuk evaluasi. Diskusi berlangsung mendalam dan aplikatif. Setiap daerah menyampaikan inovasi yang telah dilakukan. Program IZN dipandang sebagai wajah zakat produktif. Rakorda ini memperkuat komitmen pengembangan IZN. Sinergi antar daerah menjadi kunci keberhasilan. Pembahasan ini menghasilkan kesepakatan strategis. Implementasi program akan terus dimonitor bersama. IZN menjadi fokus penguatan ke depan.

Agenda Strategis FGD ZIS DSKL

Agenda terdekat yang dibahas dalam Rakorda adalah pelaksanaan FGD ZIS DSKL. Forum diskusi ini dirancang untuk memperdalam pemahaman dan strategi pengelolaan ZIS DSKL. Peserta sepakat bahwa ZIS DSKL membutuhkan pendekatan khusus. Diskusi awal dilakukan untuk menyamakan persepsi. Setiap BAZNAS menyampaikan pandangan terkait implementasi ZIS DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel. FGD dipandang sebagai ruang strategis untuk merumuskan kebijakan. Agenda ini dirancang secara terstruktur dan sistematis.

Diskusi menyoroti peran zakat dalam pembangunan berkelanjutan. ZIS DSKL menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan. Forum ini juga membahas kesiapan sumber daya. Kolaborasi lintas sektor menjadi perhatian utama. Peserta sepakat bahwa FGD harus menghasilkan rekomendasi konkret. Agenda ini menjadi prioritas bersama. Rakorda menetapkan langkah-langkah awal pelaksanaan FGD. Setiap daerah memiliki peran dalam menyukseskan agenda ini. ZIS DSKL dipandang sebagai masa depan pengelolaan zakat. Diskusi berlangsung visioner dan progresif. Rakorda ini menjadi titik awal penguatan ZIS DSKL. Komitmen bersama menjadi modal utama.

Pandangan Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pandangan strategis dalam Rakorda tersebut. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar BAZNAS di DIY. Menurut beliau, koordinasi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan zakat. Drs. H. Syamsul Azhari menyampaikan bahwa Rakorda bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi ruang refleksi dan perencanaan bersama. Beliau menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan ZIS. Kepercayaan masyarakat harus terus dijaga. Drs. H. Syamsul Azhari juga menekankan pentingnya inovasi.

Digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis. Menurut beliau, pendekatan kreatif diperlukan untuk menjangkau muzaki. Program pemberdayaan harus berdampak nyata. IZN menjadi instrumen penting dalam hal ini. Beliau mengapresiasi peran BAZNAS Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah. Suasana diskusi yang hangat dinilai mendukung produktivitas forum. Drs. H. Syamsul Azhari mengajak seluruh BAZNAS untuk terus belajar. Kolaborasi lintas daerah harus diperkuat. Rakorda ini diharapkan menghasilkan langkah konkret. Pandangan beliau menjadi penguat arah kebijakan. Pesan tersebut diterima dengan antusias oleh peserta.

Kutipan Langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan pernyataan secara langsung. Beliau mengatakan, “Rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pengelolaan zakat di DIY.” Pernyataan tersebut disampaikan dengan penuh keyakinan. Beliau menegaskan bahwa sinergi adalah kunci keberhasilan. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam mengelola zakat,” ujar beliau. Menurut Drs. H. Syamsul Azhari, koordinasi akan memperkuat dampak program. Beliau juga menyampaikan pentingnya menjaga kepercayaan muzaki. “Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” lanjutnya.

Beliau menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas. Program zakat harus memberikan manfaat nyata bagi mustahik. “IZN Micro dan Makro harus terus kita kembangkan,” ungkap beliau. Drs. H. Syamsul Azhari juga menyoroti pentingnya ZIS DSKL. “FGD ZIS DSKL harus menghasilkan kebijakan yang aplikatif,” katanya. Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Pesan beliau menjadi penguat semangat bersama. Kutipan ini mencerminkan arah kebijakan BAZNAS Kota Yogyakarta. Pernyataan disampaikan secara lugas dan inspiratif. Peserta mencatat poin-poin penting tersebut. Ucapan ini menjadi salah satu sorotan Rakorda. Pesan beliau diharapkan menjadi pedoman bersama.

Komitmen Bersama Membangun Zakat Berkelanjutan

Rakorda BAZNAS Se-DIY menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat. Setiap BAZNAS menyadari peran strategisnya masing-masing. Komitmen ini tidak hanya bersifat normatif. Kesepakatan dituangkan dalam langkah-langkah konkret. Sinergi menjadi kata kunci dalam setiap rencana. Pengelolaan zakat diarahkan pada keberlanjutan. Program pemberdayaan menjadi prioritas utama. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berinovasi.

Kolaborasi lintas daerah akan terus diperkuat. Rakorda ini menjadi pijakan penting ke depan. Setiap daerah memiliki tanggung jawab yang sama. Komitmen ini didukung oleh semangat kebersamaan. Tantangan ke depan dihadapi secara kolektif. Zakat dipandang sebagai solusi sosial. Pengelolaan profesional menjadi keharusan. Rakorda ini mempertegas arah kebijakan regional. Komitmen bersama ini diharapkan berdampak luas. Keberlanjutan program menjadi fokus utama. Sinergi menjadi modal sosial yang kuat.

Peran Strategis BAZNAS Kota Yogyakarta

BAZNAS Kota Yogyakarta memainkan peran strategis dalam Rakorda ini. Kehadiran aktif dalam setiap sesi menunjukkan komitmen lembaga. BAZNAS Kota Yogyakarta dikenal sebagai pelopor inovasi. Program-program yang dijalankan menjadi referensi daerah lain. Kontribusi pemikiran memperkaya diskusi. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif mendorong kolaborasi. Peran ini diapresiasi oleh peserta Rakorda. Komitmen terhadap pengelolaan profesional menjadi ciri khas.

BAZNAS Kota Yogyakarta terus memperkuat tata kelola. Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama. Pendekatan berbasis data diterapkan secara konsisten. Program pemberdayaan terus dikembangkan. BAZNAS Kota Yogyakarta juga aktif dalam literasi zakat. Edukasi kepada masyarakat menjadi prioritas. Peran strategis ini diharapkan terus berlanjut. Rakorda ini memperkuat posisi BAZNAS Kota Yogyakarta. Sinergi regional menjadi bagian dari strategi. Peran aktif ini berdampak positif bagi DIY. BAZNAS Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus berkontribusi.

Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Umat

Rakorda ini menegaskan kembali peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Zakat tidak hanya bersifat konsumtif. Pendekatan produktif menjadi fokus utama. Program IZN menjadi contoh nyata. Pemberdayaan ekonomi mustahik menjadi tujuan. Zakat diarahkan untuk meningkatkan kemandirian. Rakorda ini memperkuat paradigma tersebut. Setiap BAZNAS berkomitmen menjalankan program berdampak. Zakat dipandang sebagai solusi sosial.

Pengelolaan profesional menjadi syarat utama. Sinergi memperkuat dampak program. ZIS DSKL menjadi bagian penting dari strategi. Rakorda ini menjadi ruang penyelarasan visi. Pemberdayaan umat menjadi tujuan bersama. Zakat dikelola secara amanah. Kepercayaan masyarakat menjadi prioritas. Rakorda ini memperkuat komitmen tersebut. Program zakat diharapkan semakin tepat sasaran. Dampak jangka panjang menjadi fokus. Zakat menjadi kekuatan pembangunan sosial.

Berzakat, Infak, dan Sedekah

Rakorda ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi. Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Zakat, infak, dan sedekah memiliki dampak besar. Setiap kontribusi menjadi amal jariyah. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan yang amanah. Program disalurkan secara tepat sasaran. Masyarakat diajak menjadi bagian dari perubahan.

ZIS-DSKL menjadi instrumen keberlanjutan. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan. BAZNAS Kota Yogyakarta membuka akses seluas-luasnya. Kemudahan layanan menjadi prioritas. Masyarakat dapat menyalurkan ZIS dengan nyaman. Rakorda ini memperkuat ajakan tersebut. Zakat menjadi solusi bersama. Infak dan sedekah memperkuat solidaritas. Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama. BAZNAS Kota Yogyakarta siap melayani. Mari bersama membangun kesejahteraan umat.

Fidyah Digital

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan fidyah secara mudah dan aman. Fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sesuai ketentuan. BAZNAS Kota Yogyakarta menyediakan layanan digital untuk kemudahan. Masyarakat dapat menunaikan fidyah melalui kantor digital resmi. Layanan ini dirancang untuk kenyamanan muzaki. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama. BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyediakan layanan informasi.

Nomor layanan muzaki siap melayani masyarakat. Fidyah yang ditunaikan akan disalurkan secara tepat. Program ini menjadi bagian dari ZIS-DSKL. BAZNAS Kota Yogyakarta memastikan pengelolaan sesuai syariat. Layanan digital memudahkan masyarakat. Fidyah dapat ditunaikan kapan saja. Rakorda ini memperkuat komitmen pelayanan. BAZNAS Kota Yogyakarta terus berinovasi. Masyarakat diajak memanfaatkan layanan resmi. Fidyah menjadi bagian dari kepedulian sosial. BAZNAS Kota Yogyakarta siap menjadi mitra umat. Mari tunaikan fidyah dengan amanah.

Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta untuk pemberdayaan umat.

Mari salurkan infak dan sedekah sebagai wujud kepedulian sosial.

Mari dukung program ZIS-DSKL demi kesejahteraan berkelanjutan.

Mari percayakan ZIS kepada BAZNAS Kota Yogyakarta yang amanah dan profesional.

Mari tunaikan fidyah melalui link kantor digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat atau hubungi layanan muzaki 0821-4123-2770

#BAZNASKotaYogyakarta #RakordaBAZNASDIY #ZISDSKL #ZakatUntukUmat #FidyahBAZNAS

04/02/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Berita Terbaru

Zakat untuk Pendidikan: Menanam Benih Kemandirian di Masa Depan
Zakat untuk Pendidikan: Menanam Benih Kemandirian di Masa Depan
Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki makna yang mendalam dan luas dalam konteks sosial. Selain sebagai kewajiban spiritual, zakat juga berfungsi sebagai investasi yang sangat berharga dalam bidang pendidikan. Dengan memanfaatkan zakat untuk mendukung pendidikan, kita tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, yang akan menjadi pilar kemajuan bangsa di masa depan. Pendidikan adalah kunci untuk membuka peluang dan meningkatkan kualitas hidup. Namun, masih banyak anak-anak di Indonesia yang terhambat untuk mendapatkan pendidikan yang layak karena keterbatasan ekonomi. Di sinilah peran zakat menjadi sangat penting. Dengan penyaluran zakat yang tepat, kita dapat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Banyak lembaga zakat di Indonesia yang telah mengembangkan program beasiswa untuk anak-anak yang berprestasi namun berasal dari keluarga kurang mampu. Program-program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga memberikan dukungan moral dan motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar dan berprestasi. Dengan adanya beasiswa, anak-anak tersebut memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yang sebelumnya mungkin tidak terjangkau. Selain beasiswa, zakat juga dapat digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan, seperti sekolah, perpustakaan, dan fasilitas belajar lainnya. Dengan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, kita menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar anak-anak, sehingga mereka dapat mencapai potensi maksimal mereka. Zakat juga dapat berperan dalam pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi para guru. Dengan memberikan pelatihan yang tepat, kita dapat meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah-sekolah, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada hasil belajar siswa. Guru yang berkualitas adalah salah satu faktor kunci dalam menciptakan pendidikan yang efektif dan berkualitas. Investasi dalam pendidikan melalui zakat tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga dampak jangka panjang. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan yang baik akan tumbuh menjadi individu yang mandiri dan produktif. Mereka akan mampu berkontribusi pada masyarakat dan perekonomian, sehingga menciptakan siklus positif yang berkelanjutan. Dengan demikian, zakat untuk pendidikan bukan hanya sekadar amal, tetapi juga investasi untuk masa depan yang lebih baik. Dalam konteks ini, penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa zakat memiliki potensi besar untuk mengubah kehidupan banyak orang. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya zakat untuk pendidikan, kita dapat bersama-sama menciptakan generasi yang lebih baik dan lebih berdaya saing. Mari kita salurkan zakat kita dengan bijak, dan jadikan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama dalam penyalurannya. Dengan demikian, kita tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan bangsa yang lebih sejahtera dan berkeadilan. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA06/03/2025 | admin
Beragam Jenis Zakat Mal dan Dampaknya
Beragam Jenis Zakat Mal dan Dampaknya
Zakat mal merupakan salah satu bentuk zakat yang dikeluarkan dari harta yang dimiliki oleh seorang Muslim. Terdapat berbagai jenis zakat mal yang dapat dikeluarkan, antara lain zakat harta, zakat penghasilan, zakat pertanian, dan zakat perdagangan. Setiap jenis zakat memiliki ketentuan dan nisab yang berbeda, namun semuanya bertujuan untuk membersihkan harta dan membantu mereka yang membutuhkan. Zakat harta, misalnya, adalah zakat yang dikeluarkan dari harta yang dimiliki, seperti uang, emas, dan perak. Nisab untuk zakat harta biasanya ditetapkan sebesar 2,5% dari total harta yang dimiliki selama satu tahun. Sementara itu, zakat penghasilan dikenakan pada pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau usaha, dan juga memiliki ketentuan nisab yang serupa. Zakat pertanian, di sisi lain, dikeluarkan dari hasil pertanian yang telah mencapai nisab tertentu, yaitu 5% hingga 10% tergantung pada cara pengairan. Zakat perdagangan dikenakan pada barang dagangan yang dimiliki, dengan ketentuan nisab yang sama dengan zakat harta. Pentingnya zakat mal tidak hanya terletak pada kewajiban agama, tetapi juga pada dampaknya terhadap masyarakat. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan sosial dan membantu mereka yang kurang beruntung. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka untuk membersihkan dan mensucikan mereka" (QS. At-Taubah: 103). Melalui zakat, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Saffanatussa'idiyah Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA06/03/2025 | admin
Zakat Sebagai Kewajiban atau Anjuran Penting
Zakat Sebagai Kewajiban atau Anjuran Penting
Zakat adalah salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Muslim. Namun, sering kali muncul pertanyaan mengenai status zakat, apakah ia merupakan kewajiban atau sekadar anjuran. Dalam pandangan Islam, zakat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Kewajiban zakat ditegaskan dalam Al-Qur'an, di mana Allah SWT berfirman, "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul" (QS. Al-Imran: 132). Ayat ini menunjukkan bahwa zakat adalah bagian integral dari praktik keagamaan yang harus dilaksanakan. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan kesejahteraan sosial. Zakat berfungsi sebagai instrumen untuk membersihkan harta dan jiwa, serta mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat. Dalam konteks ini, zakat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian sosial yang harus dimiliki oleh setiap individu. Dengan menunaikan zakat, kita dapat membantu mereka yang membutuhkan, seperti fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang yang terkena musibah. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami bahwa zakat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Dengan menunaikan zakat, kita tidak hanya mendapatkan pahala dari Allah SWT, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Saffanatussa'idiyah Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA06/03/2025 | admin
Hikmah Mendalam di Balik Praktik Zakat
Hikmah Mendalam di Balik Praktik Zakat
Zakat bukan hanya sekadar kewajiban agama, tetapi juga memiliki hikmah yang mendalam bagi individu dan masyarakat. Dalam praktiknya, zakat mengajarkan kita tentang pentingnya berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Melalui zakat, seorang Muslim dapat membersihkan harta dan jiwa, serta meningkatkan rasa empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung. Salah satu hikmah zakat adalah menciptakan solidaritas sosial. Dengan menunaikan zakat, kita berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan ekonomi dan membantu mereka yang membutuhkan. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Dan apa saja harta yang baik yang kamu belanjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui" (QS. Al-Baqarah: 273). Ayat ini menegaskan bahwa setiap amal baik, termasuk zakat, akan dicatat dan mendapatkan balasan dari Allah. Zakat juga berfungsi sebagai alat pemberdayaan masyarakat. Dana zakat yang terkumpul dapat digunakan untuk berbagai program sosial, seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan pangan. Dengan demikian, zakat tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan masyarakat secara keseluruhan. Melalui zakat, kita diajarkan untuk lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Dengan berbagi harta, kita menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah titipan dan harus digunakan untuk kebaikan. Oleh karena itu, mari kita tunaikan zakat dengan penuh keikhlasan dan kesadaran, agar dapat meraih keberkahan dan rahmat dari Allah SWT. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Saffanatussa'idiyah Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA06/03/2025 | admin
Apa Itu Zakat Penghasilan? Ketahui Berbagai Ketentuannya
Apa Itu Zakat Penghasilan? Ketahui Berbagai Ketentuannya
Zakat penghasilan adalah salah satu bentuk zakat yang dikeluarkan dari pendapatan atau penghasilan yang diperoleh seseorang. Sebagai salah satu rukun Islam, zakat penghasilan memiliki peran penting dalam membersihkan harta dan meningkatkan kepedulian sosia. Zakat penghasilan dikeluarkan dari harta yang dimiliki pada saat pendapatan/ penghasilan diterima oleh seseorang yang sudah dikatakan wajib zakat Pengertian Zakat Penghasilan Zakat penghasilan adalah kewajiban yang harus dikeluarkan oleh setiap Muslim yang memiliki penghasilan yang mencapai nisab. Nisab adalah batas minimum harta yang harus dimiliki sebelum seseorang diwajibkan untuk membayar zakat. Zakat penghasilan biasanya dihitung sebesar 2,5% dari total pendapatan bersih yang diperoleh dalam satu tahun. Ketentuan Zakat Penghasilan Nisab: Sebelum mengeluarkan zakat penghasilan, penting untuk memastikan bahwa total penghasilan Anda telah mencapai nisab. Nisab untuk zakat penghasilan biasanya setara dengan nilai 85 gram emas per tahun. Waktu Pengeluaran: Zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan dengan nilai nishab perbulannya adalah setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas, yaitu sebesar 2,5%. Jadi apabila penghasilan setiap bulan telah melebihi nilai nishab bulanan, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilannya tersebut. Penghitungan: Zakat penghasilan dihitung dari pendapatan bersih, yaitu total pendapatan dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pekerjaan, seperti biaya operasional, pajak, dan pengeluaran lainnya. Penerima Zakat: Zakat penghasilan harus disalurkan kepada mustahik, yaitu orang-orang yang berhak menerima zakat, seperti fakir, miskin, dan anak yatim. Pastikan zakat Anda disalurkan melalui lembaga zakat yang terpercaya untuk memastikan tepat sasaran. Zakat penghasilan adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan oleh setiap Muslim yang memiliki penghasilan. Dengan memahami pengertian dan ketentuan zakat penghasilan, kita dapat menunaikan kewajiban ini dengan benar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Mari kita tingkatkan kepedulian sosial kita dengan menunaikan zakat penghasilan secara tepat dan ikhlas, sehingga setiap amal kita dapat memberikan manfaat bagi diri kita dan orang lain. Zakat adalah wujud nyata dari rasa syukur kita atas nikmat yang diberikan Allah. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Azkia Salsabila Editor: Ummi Kiftiyah ?
BERITA06/03/2025 | admin
Memaknai Zakat di Bulan Suci Ramadhan
Memaknai Zakat di Bulan Suci Ramadhan
Bulan suci Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah dan kesempatan untuk meningkatkan ibadah, termasuk menunaikan zakat. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki makna yang mendalam, terutama di bulan yang mulia ini. Artikel ini akan mengupas cara memaknai zakat di bulan Ramadhan serta menyoroti pentingnya peran zakat dalam kehidupan umat Muslim. 1. Pembersihan Harta dan Jiwa Zakat di bulan Ramadhan bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan sarana untuk membersihkan harta dan jiwa. Dengan mengeluarkan zakat, kita menyucikan harta yang kita miliki dan menjadikannya berkah. Di bulan yang penuh ampunan ini, zakat menjadi cara untuk membersihkan diri dari sifat kikir dan egois, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. 2. Meningkatkan Rasa Syukur Ramadhan adalah waktu untuk merenungkan nikmat yang telah diberikan Allah. Dengan menunaikan zakat, kita menunjukkan rasa syukur atas segala karunia yang kita terima. Zakat menjadi pengingat bahwa harta yang kita miliki bukanlah milik kita sepenuhnya, melainkan ada hak orang lain di dalamnya. Dengan berbagi, kita dapat merasakan kebahagiaan dan kepuasan batin. 3. Membantu Mereka yang Membutuhkan Salah satu tujuan utama zakat adalah membantu mereka yang kurang mampu. Di bulan Ramadhan, banyak orang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti makanan dan tempat tinggal. Dengan menunaikan zakat, kita dapat memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan, sehingga mereka juga dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan. 4. Mendekatkan Diri kepada Allah Menunaikan zakat di bulan Ramadhan adalah bentuk ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah. Dengan melaksanakan kewajiban ini, kita menunjukkan komitmen kita untuk mengikuti ajaran-Nya dan meningkatkan keimanan. Zakat yang dikeluarkan dengan niat yang tulus akan mendatangkan pahala dan keberkahan dalam hidup kita. Memaknai zakat di bulan suci Ramadhan adalah langkah penting dalam meningkatkan kualitas ibadah kita. Dengan memahami makna zakat, kita dapat lebih menghargai setiap amal yang kita lakukan. Mari kita tunaikan zakat dengan penuh keikhlasan dan harapan, agar setiap amal kita diterima dan memberikan manfaat bagi diri kita dan masyarakat. Zakat adalah wujud nyata dari kepedulian kita terhadap sesama untuk masa depan yang lebih baik. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Azkia Salsabila Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA06/03/2025 | admin
Perbedaan Zakat, Infaq, dan Sedekah: Pengertian dan Ketentuannya
Perbedaan Zakat, Infaq, dan Sedekah: Pengertian dan Ketentuannya
Dalam Islam, zakat, infaq, dan sedekah adalah tiga istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan suatu tindakan yang berkaitan dengan berbagi harta. Meskipun ketiganya memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu sesama, ada perbedaan mendasar antara ketiganya yang perlu dipahami. Berikut adalah penjelasan mengenai pengertian dan ketentuan masing-masing. 1. Zakat Zakat adalah kewajiban yang harus dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu, sebagai bentuk pembersihan harta dan jiwa. Terdapat dua jenis zakat utama: zakat fitrah, yang dikeluarkan menjelang Idul Fitri, dan zakat mal, yang dikeluarkan dari harta yang dimiliki. Besaran zakat mal adalah 2,5% dari total harta yang mencapai nisab. Zakat memiliki ketentuan yang jelas, termasuk siapa yang berhak menerima (mustahik) dan waktu pengeluarannya. 2. Infaq Infaq adalah pengeluaran harta yang dilakukan secara sukarela untuk kepentingan umum atau amal. Berbeda dengan zakat, infaq tidak memiliki batasan jumlah dan waktu tertentu. Infaq bisa dilakukan kapan saja dan dalam jumlah berapapun, sesuai dengan kemampuan individu. Tujuan infaq adalah untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Infaq juga dapat dilakukan dalam bentuk barang, bukan hanya uang. 3. Sedekah Sedekah adalah bentuk amal yang lebih luas dan mencakup semua jenis pengeluaran harta untuk membantu orang lain. Sedekah bisa berupa uang, makanan, atau bahkan tenaga dan waktu. Tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah atau waktu dalam bersedekah, sehingga setiap amal yang dilakukan dengan niat baik dapat dianggap sebagai sedekah. Sedekah juga dapat diberikan kepada siapa saja, tanpa batasan tertentu. Meskipun zakat, infaq, dan sedekah memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu sesama, masing-masing memiliki pengertian dan ketentuan yang berbeda. Zakat adalah kewajiban yang harus dipenuhi, infaq adalah pengeluaran secara sukarela, dan sedekah adalah amal yang lebih luas. Memahami perbedaan ini penting agar kita dapat menunaikan kewajiban dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Mari kita tingkatkan kepedulian sosial kita dengan menunaikan zakat, infaq, dan sedekah sesuai dengan kemampuan dan niat kita. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Azkia Salsabila Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA06/03/2025 | admin
Kafarat Ramadhan : Sebuah Perspektif Unik dalam Menjaga Keharmonisan Spiritual dan Sosial
Kafarat Ramadhan : Sebuah Perspektif Unik dalam Menjaga Keharmonisan Spiritual dan Sosial
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, namun di balik keistimewaan dan kedamaian bulan ini, terdapat satu aspek penting yang sering kali terlewatkan oleh banyak orang: Kafarat Ramadhan. Tidak hanya sekadar kewajiban yang mengikuti pelanggaran puasa, kafarat dapat dipandang sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, menumbuhkan empati sosial, dan mempererat hubungan antarmanusia. Artikel ini mengajak pembaca untuk melihat kafarat dari sudut pandang yang tidak hanya berkaitan dengan syariat, tetapi juga dari perspektif psikologis dan sosial yang lebih luas. Kafarat: Lebih dari Sekadar Ganti Rugi Kafarat dalam konteks puasa Ramadhan seringkali dianggap sebagai "hukuman" atau "ganti rugi" yang harus dibayar jika seseorang membatalkan puasanya secara sengaja. Konvensionalnya, kafarat dipenuhi dengan memberi makan 60 orang miskin atau berpuasa dua bulan berturut-turut. Namun, apakah pernah terlintas bahwa kafarat bukan hanya sekadar kompensasi, tetapi juga sebuah bentuk penyembuhan spiritual? Dari sudut pandang spiritual, kafarat bukan sekadar membayar dosa atau kesalahan yang dilakukan, tetapi juga menjadi media pembersihan hati dan pikiran. Saat seseorang menjalani kafarat, mereka terlibat dalam kegiatan yang menghubungkan diri dengan orang lain, meningkatkan kesadaran sosial, dan memperkuat ikatan persaudaraan. Kafarat dengan memberi makan orang miskin, misalnya, bukan hanya bermanfaat bagi orang yang menerima, tetapi juga memberikan kebahagiaan dan kepuasan batin bagi pemberi. Ini adalah refleksi dari prinsip dasar puasa itu sendiri: menahan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah, sambil berusaha untuk membawa dampak positif pada sesama. Kafarat dalam Perspektif Sosial: Menumbuhkan Empati dan Kepedulian Banyak yang menganggap kafarat sebagai bentuk "penebusan dosa" pribadi, tetapi ada sisi sosial yang tak kalah penting. Memberi makan orang miskin adalah salah satu pilihan kafarat yang paling umum. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, tindakan ini bisa dilihat sebagai sebuah upaya untuk menumbuhkan rasa empati dalam masyarakat. Dalam masyarakat yang semakin individualistik, di mana setiap orang lebih fokus pada kepentingan pribadi, kafarat dapat menjadi pengingat bahwa kita hidup berdampingan dengan orang lain. Memberi makan 60 orang miskin berarti mengingatkan kita akan ketimpangan sosial yang ada di sekitar kita. Ini bukan hanya soal memenuhi kewajiban agama, tetapi juga soal membangun rasa tanggung jawab sosial yang lebih besar. Melalui kafarat, kita diajak untuk tidak hanya melihat kesalahan atau pelanggaran sebagai hal yang harus dihukum, tetapi juga untuk memaknai setiap tindakan kita sebagai kontribusi terhadap kesejahteraan sosial. Kafarat sebagai Pengingat akan Keseimbangan Kehidupan Dalam banyak tradisi agama, keseimbangan antara dunia dan akhirat selalu menjadi tema utama. Dalam konteks puasa Ramadhan, kita diajak untuk menyeimbangkan antara kebutuhan fisik dan spiritual. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan keimanan, dan memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama. Namun, jika seseorang melanggar aturan puasa, kafarat menjadi cara untuk kembali menyeimbangkan ketidaksempurnaan tersebut. Bagi banyak orang, menjalani kafarat bukanlah hal yang mudah. Berpuasa selama dua bulan berturut-turut atau memberi makan banyak orang mungkin memerlukan usaha yang besar. Namun, hal ini juga mengajarkan tentang pentingnya konsistensi dan komitmen dalam menjalani kehidupan yang seimbang. Kafarat, dengan cara yang unik, berfungsi sebagai alat untuk mengingatkan kita bahwa kehidupan ini adalah tentang keseimbangan—antara hak-hak Allah, hak-hak diri kita sendiri, dan hak-hak orang lain. Ini adalah pelajaran penting yang tidak hanya relevan selama bulan Ramadhan, tetapi sepanjang tahun. Aspek Psikologis: Mengubah Pelanggaran Menjadi Peluang Pertumbuhan Mungkin kita pernah mengalami momen di mana kita merasa bersalah setelah melanggar suatu aturan, terutama yang berhubungan dengan ibadah. Dalam konteks puasa, kafarat seringkali dirasakan sebagai bentuk hukuman yang membuat kita merasa semakin bersalah. Namun, jika kita mengubah perspektif kita terhadap kafarat, maka kita akan melihatnya sebagai kesempatan untuk tumbuh. Salah satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa kesalahan dan pelanggaran adalah bagian dari proses belajar dan bertumbuh. Ketika seseorang melakukan pelanggaran seperti membatalkan puasa secara sengaja, kafarat mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka. Namun, lebih dari itu, kafarat juga mengajarkan tentang penerimaan dan perbaikan diri. Ini adalah kesempatan untuk melihat kegagalan sebagai bagian dari proses hidup, bukan sebagai akhir dari segala sesuatu. Dalam psikologi, ini sering disebut sebagai mindset pertumbuhan—kemampuan untuk melihat tantangan sebagai peluang untuk berkembang. Kafarat Sebagai Bentuk Refleksi Diri Selain sebagai kewajiban agama dan sosial, kafarat juga berfungsi sebagai sarana refleksi diri. Setiap tindakan yang dilakukan dalam rangka memenuhi kafarat dapat dijadikan momen introspeksi. Apakah kita memberi makan orang miskin karena merasa terpaksa atau karena kita benar-benar ingin berbagi? Apakah kita berpuasa dua bulan berturut-turut dengan hati yang ikhlas, atau hanya sekadar memenuhi kewajiban? Refleksi semacam ini mendorong kita untuk tidak hanya fokus pada tindakan, tetapi juga niat di baliknya. Dalam konteks ini, kafarat mengingatkan kita bahwa niat adalah bagian terpenting dari setiap amal ibadah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, melalui kafarat, kita diberi kesempatan untuk memperbaiki niat dan memperbaiki diri dalam setiap tindakan. Kesimpulan: Kafarat sebagai Transformasi Spiritual dan Sosial Kafarat Ramadhan bukan hanya sebuah kewajiban agama, tetapi juga sebuah transformasi yang mendalam. Ia mengajarkan kita untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, mempererat hubungan dengan sesama, dan merenung tentang keseimbangan hidup. Melalui kafarat, kita belajar bahwa pelanggaran dan kesalahan adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus diterima dengan lapang dada dan dijadikan sebagai kesempatan untuk berkembang. Dengan memandang kafarat dari sudut pandang yang lebih luas, kita tidak hanya melihatnya sebagai bentuk hukuman, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, tumbuh lebih baik, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Kafarat bukan hanya tentang menebus kesalahan, tetapi tentang memperbaiki kualitas spiritual, sosial, dan pribadi kita. Oleh karena itu, setiap individu yang menjalani kafarat dalam bulan Ramadhan harus melihatnya sebagai kesempatan untuk melakukan perjalanan spiritual yang lebih dalam, sambil memberi dampak positif bagi masyarakat di sekitar mereka. Editor : Ibnu
BERITA06/03/2025 | Ibnu
Kunci Sukses Sedekah Sampah Mengatasi Stigma Negatif
Kunci Sukses Sedekah Sampah Mengatasi Stigma Negatif
Sedekah sampah adalah sebuah inisiatif yang mengajak masyarakat untuk mendonasikan sampah yang masih memiliki nilai guna, baik untuk tujuan sosial maupun lingkungan. Meskipun konsep ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif, masih ada stigma negatif yang melekat pada praktik sedekah sampah. Artikel ini akan membahas kunci sukses dalam mengatasi stigma negatif tersebut, serta bagaimana sedekah sampah dapat menjadi solusi untuk masalah lingkungan dan sosial. Memahami Stigma Negatif Stigma negatif terhadap sedekah sampah sering kali muncul dari pandangan bahwa sampah adalah barang yang tidak berharga dan kotor. Banyak orang yang merasa enggan untuk terlibat dalam kegiatan ini karena takut dianggap tidak bersih atau tidak berkelas. Selain itu, ada juga anggapan bahwa sedekah sampah tidak sebanding dengan sedekah dalam bentuk uang atau barang baru. Oleh karena itu, penting untuk mengedukasi masyarakat tentang nilai dan manfaat dari sedekah sampah. Kunci Sukses Mengatasi Stigma Negatif Edukasi dan Kesadaran Masyarakat Edukasi adalah langkah pertama yang krusial dalam mengatasi stigma negatif. Masyarakat perlu diberikan pemahaman yang jelas tentang apa itu sedekah sampah, manfaatnya, dan bagaimana cara melakukannya. Kampanye edukasi dapat dilakukan melalui seminar, workshop, atau media sosial. Misalnya, organisasi non-pemerintah (NGO) dapat mengadakan acara yang mengajak masyarakat untuk belajar tentang pengelolaan sampah dan dampak positif dari sedekah sampah. Menunjukkan Contoh Nyata Salah satu cara efektif untuk mengatasi stigma negatif adalah dengan menunjukkan contoh nyata dari keberhasilan sedekah sampah. Kisah sukses individu atau komunitas yang telah berhasil mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dapat menginspirasi orang lain untuk ikut serta. Misalnya, beberapa komunitas di Indonesia telah berhasil mengolah sampah plastik menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi. Kolaborasi dengan Pihak Terkait Kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, perusahaan, dan lembaga sosial, dapat membantu meningkatkan kredibilitas sedekah sampah. Dengan dukungan dari pihak-pihak ini, program sedekah sampah dapat lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat. Misalnya, pemerintah daerah dapat menyediakan tempat pengumpulan sampah yang jelas dan mudah dijangkau. Membangun Komunitas Membangun komunitas yang peduli terhadap sedekah sampah dapat menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Komunitas ini dapat menjadi wadah bagi individu untuk berbagi pengalaman, ide, dan praktik terbaik dalam sedekah sampah. Dengan adanya dukungan dari komunitas, stigma negatif dapat diatasi secara kolektif. Mengedepankan Nilai Sosial dan Lingkungan Menekankan nilai sosial dan lingkungan dari sedekah sampah dapat membantu mengubah pandangan masyarakat. Dengan menunjukkan bahwa sedekah sampah tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga untuk masyarakat dan lingkungan, orang akan lebih termotivasi untuk berpartisipasi. Misalnya, hasil dari sedekah sampah dapat digunakan untuk mendukung program-program sosial, seperti pendidikan atau kesehatan. Sedekah sampah memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Namun, stigma negatif yang melekat pada praktik ini perlu diatasi melalui edukasi, contoh nyata, kolaborasi, pembangunan komunitas, dan penekanan pada nilai sosial dan lingkungan. Dengan langkah-langkah ini, sedekah sampah dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi masalah sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekahKunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Riza Fatmahira Editor: M. Sahal
BERITA06/03/2025 | AdminS
Panduan Praktis Melakukan Sedekah Sampah di Rumah
Panduan Praktis Melakukan Sedekah Sampah di Rumah
Sedekah sampah telah menjadi gerakan yang semakin populer di Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus ibadah sosial. Bagi Anda yang tertarik untuk mulai melakukan sedekah sampah namun belum mengetahui langkah-langkahnya, artikel ini akan memberikan panduan praktis yang dapat diterapkan langsung di rumah. BAZNAS sebagai lembaga amil zakat nasional mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Pengertian Sedekah Sampah Sebelum memulai, penting untuk memahami konsep dasar sedekah sampah. Pada prinsipnya, sedekah sampah adalah kegiatan menyumbangkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi kepada program atau lembaga yang akan mengelolanya, untuk kemudian hasil penjualannya digunakan untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Konsep ini selaras dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya sedekah dan menjaga lingkungan. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap perbuatan baik adalah sedekah" (HR. Bukhari dan Muslim). Meskipun tampak sederhana, sedekah sampah memiliki dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat jika dilakukan secara konsisten dan meluas. Jenis Sampah yang Dapat Disedekahkan Tidak semua sampah dapat disedekahkan, karena program ini fokus pada sampah yang masih memiliki nilai ekonomi untuk didaur ulang. Berikut adalah jenis-jenis sampah yang umumnya diterima dalam program sedekah sampah: 1. Sampah Plastik Botol plastik PET (seperti botol air mineral) Gelas plastik Kantong plastik yang masih bersih Kemasan plastik produk rumah tangga Tutup botol plastik 2. Sampah Kertas Koran bekas Majalah dan buku bekas Kardus dan kertas karton Kertas HVS bekas Kertas pembungkus yang masih bersih 3. Sampah Logam Kaleng minuman Tutup botol dari logam Peralatan rumah tangga dari logam yang sudah tidak terpakai Besi dan aluminium bekas 4. Sampah Elektronik (E-waste) Ponsel dan aksesori yang tidak terpakai Perangkat komputer bekas Kabel dan charger yang rusak Baterai bekas (perlu penanganan khusus) 5. Sampah Kaca Botol kaca Gelas kaca yang pecah Wadah makanan dari kaca 6. Tekstil Pakaian bekas yang masih layak pakai Kain perca Tas dan sepatu bekas yang masih layak Perlu diingat bahwa setiap program sedekah sampah mungkin memiliki kriteria penerimaan yang berbeda-beda. Pastikan untuk mengecek informasi dari BAZNAS atau pengelola program sedekah sampah di area Anda. Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekahKunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Shifa Indri Hudannaya Editor: M. Sahal
BERITA06/03/2025 | AdminS
Kreativitas dalam Sedekah: Mengubah Sampah Menjadi Berkah
Kreativitas dalam Sedekah: Mengubah Sampah Menjadi Berkah
Dalam era di mana permasalahan sampah semakin mendesak, muncul sebuah gerakan inovatif yang menggabungkan kepedulian lingkungan dengan nilai-nilai spiritual: sedekah sampah. Konsep ini tidak hanya menawarkan solusi praktis untuk mengatasi timbunan sampah, tetapi juga membuka pintu bagi masyarakat untuk bersedekah dengan cara yang kreatif dan berkelanjutan. BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) sebagai lembaga pengelola zakat terpercaya di Indonesia, telah mempelopori program ini dengan hasil yang menginspirasi. Sedekah di Era Modern Sedekah dalam Islam tradisional sering diasosiasikan dengan pemberian uang atau makanan kepada yang membutuhkan. Namun, hakikat sedekah sebenarnya jauh lebih luas. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap perbuatan baik adalah sedekah." Hadits ini menjadi landasan bagi eksplorasi bentuk-bentuk sedekah kontemporer yang relevan dengan tantangan zaman. Sedekah sampah hadir sebagai manifestasi modern dari nilai-nilai kebaikan yang universal. Program ini mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma tentang sampah: dari sesuatu yang "dibuang" menjadi sesuatu yang "disedekahkan." Melalui pendekatan ini, barang yang tadinya dianggap tidak bernilai ternyata dapat ditransformasi menjadi sumber kebaikan yang bermanfaat bagi banyak orang. Mekanisme Sedekah Sampah yang Inovatif Bagaimana sebenarnya sampah bisa menjadi sedekah? Mekanismenya cukup sederhana namun brilian. Masyarakat mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi seperti botol plastik, kertas, kardus, kaleng, dan barang elektronik bekas. Sampah-sampah ini kemudian dipilah, dikelola, dan dijual kepada pengepul atau industri daur ulang. Hasil penjualan inilah yang kemudian disalurkan sebagai dana sedekah untuk berbagai program sosial dan kemanusiaan. Multiplier Effect Sedekah Sampah Keindahan sedekah sampah terletak pada efek ganda (multiplier effect) yang dihasilkannya. Satu tindakan sederhana menghasilkan berbagai manfaat simultan: 1. Manfaat Lingkungan Setiap kilogram sampah plastik yang disedekahkan berarti satu kilogram sampah yang tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) atau lebih buruk lagi, di lautan. Program sedekah sampah BAZNAS telah berhasil mengalihkan ribuan ton sampah dari TPA, mengurangi emisi gas metana yang dihasilkan dari pembusukan sampah, dan menyelamatkan ekosistem laut dari ancaman mikroplastik. 2. Manfaat Sosial-Ekonomi Dana yang dihasilkan dari penjualan sampah menjadi sumber pendanaan untuk berbagai program sosial BAZNAS, seperti beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, layanan kesehatan gratis, bantuan bencana, dan program pemberdayaan ekonomi untuk kelompok rentan. Program sedekah sampah juga menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengumpulan dan pengolahan sampah. 3. Manfaat Spiritual Bagi individu yang berpartisipasi, sedekah sampah menjadi sarana untuk menunaikan kewajiban spiritual dengan cara yang relevan dengan gaya hidup modern. Dalam perspektif Islam, sedekah tidak hanya membersihkan harta tetapi juga membersihkan jiwa. Sedekah sampah menambahkan dimensi baru: membersihkan lingkungan. Program ini juga menjadi wahana edukasi tentang prinsip-prinsip keberlanjutan yang ternyata sangat selaras dengan ajaran agama. Konsep "khalifah fil ardh" (pemelihara bumi) dalam Islam mendapatkan bentuk konkretnya melalui praktik sedekah sampah yang menggabungkan ibadah dengan tanggung jawab lingkungan. Tantangan dan Jalan ke Depan Meskipun telah menunjukkan hasil yang menjanjikan, program sedekah sampah masih menghadapi berbagai tantangan. Kesadaran masyarakat tentang pemilahan sampah masih perlu ditingkatkan. Infrastruktur pengumpulan dan pengolahan sampah juga belum tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Belum lagi tantangan untuk meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui teknologi daur ulang yang lebih efisien. BAZNAS terus berinovasi untuk mengatasi tantangan-tantangan ini. Kolaborasi dengan berbagai pihak—mulai dari pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, hingga komunitas-komunitas lokal—menjadi kunci untuk memperluas jangkauan dan dampak program. Pendekatan multi-stakeholder ini memastikan bahwa sedekah sampah bukan sekadar program sementara tetapi gerakan berkelanjutan yang terus berkembang. Kesimpulan Sedekah sampah mewakili perpaduan sempurna antara kepedulian lingkungan, tanggung jawab sosial, dan nilai-nilai spiritual. Inisiatif ini menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan inovasi, bahkan sampah pun dapat menjadi sarana untuk berbuat kebaikan dan beribadah. Bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, sedekah sampah menawarkan cara baru untuk mengamalkan ajaran agama sambil berkontribusi pada isu global. Ini adalah contoh nyata bagaimana nilai-nilai tradisional dapat beradaptasi dengan tantangan kontemporer tanpa kehilangan esensinya. BAZNAS mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergabung dalam gerakan sedekah sampah. Karena sesungguhnya, ketika kita mengubah sampah menjadi berkah, kita tidak hanya membersihkan lingkungan tetapi juga menyucikan hati dan jiwa. Mari jadikan sedekah sampah sebagai refleksi kreativitas dalam beribadah dan mencintai bumi—rumah bersama kita semua. Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekahKunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Shifa Indri Hudannaya Editor: M. Sahal
BERITA06/03/2025 | AdminS
Ramadhan dan Teknologi: Memanfaatkan Gadget untuk Kebaikan
Ramadhan dan Teknologi: Memanfaatkan Gadget untuk Kebaikan
Ramadhan adalah bulan suci yang sangat dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam, yang tidak hanya bertujuan untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat iman, dan memperbanyak amal kebaikan. Dalam konteks ini, teknologi modern, terutama gadget dan aplikasi, dapat berfungsi sebagai alat yang sangat berguna untuk mendukung dan meningkatkan pengalaman ibadah kita. Di era digital saat ini, hampir setiap orang memiliki akses ke smartphone, tablet, atau perangkat lainnya yang terhubung ke internet. Dengan kemudahan akses informasi dan berbagai aplikasi yang tersedia, kita dapat memanfaatkan teknologi untuk memperdalam pemahaman kita tentang agama, mengatur waktu ibadah, dan berinteraksi dengan komunitas. Namun, di sisi lain, penggunaan teknologi yang tidak bijak juga dapat mengalihkan perhatian kita dari tujuan utama Ramadhan, yaitu beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana cara memanfaatkan teknologi dengan bijak selama bulan suci ini. Namun, perlu diingat bahwa teknologi hanyalah alat. Penggunaan teknologi yang bijak dan terarah sangat penting untuk menghindari dampak negatif yang dapat menghambat tujuan utama Ramadhan. Kecanduan media sosial, misalnya, dapat mengalihkan fokus dari ibadah dan kegiatan-kegiatan positif lainnya yang seharusnya diprioritaskan selama bulan suci ini. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana memanfaatkan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab menjadi kunci untuk meraih manfaat maksimal dari kemajuan teknologi tanpa terjerat dalam dampak negatifnya. Artikel ini akan mengeksplorasi berbagai aspek penggunaan teknologi dalam konteks Ramadhan, mulai dari aplikasi yang mendukung ibadah hingga strategi untuk menghindari dampak negatifnya, dengan tujuan untuk membantu pembaca menjalani Ramadhan dengan lebih bermakna dan produktif. Kita akan membahas berbagai jenis teknologi, manfaatnya, potensi risikonya, dan bagaimana mengoptimalkan penggunaannya untuk mencapai tujuan spiritual selama bulan Ramadhan. Menggunakan Teknologi untuk Ibadah Mengatur Waktu Shalat Salah satu aspek penting dalam kehidupan seorang Muslim adalah menjalankan shalat tepat waktu. Namun, dengan kesibukan sehari-hari, sering kali kita kehilangan jejak waktu shalat. Di sinilah teknologi berperan penting. Aplikasi jadwal shalat yang tersedia di smartphone dapat membantu kita mengetahui waktu shalat dengan akurat berdasarkan lokasi kita. Aplikasi seperti PrayTimes, Salah Times, dan Muslim Pro tidak hanya memberikan informasi waktu shalat, tetapi juga mengingatkan kita dengan notifikasi. Beberapa aplikasi bahkan menawarkan fitur tambahan seperti arah kiblat, pengingat untuk shalat sunnah, dan informasi tentang masjid terdekat. Dengan memanfaatkan teknologi ini, kita dapat lebih disiplin dalam menjalankan ibadah shalat, yang merupakan tiang agama. Lebih dari sekadar pengingat, aplikasi ini juga sering kali dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan kita untuk belajar lebih banyak tentang makna dan tata cara shalat. Dengan demikian, kita tidak hanya menjalankan ibadah secara fisik, tetapi juga memahami esensi dari setiap gerakan dan bacaan dalam shalat. Selain aplikasi jadwal shalat, teknologi juga dapat membantu dalam mengatur waktu untuk ibadah-ibadah sunnah lainnya seperti membaca Al-Quran, dzikir, dan tadarus. Penggunaan fitur pengingat dan penjadwalan pada smartphone dapat membantu menciptakan rutinitas ibadah yang lebih terstruktur dan konsisten. Mendengarkan Al-Quran Mendengarkan Al-Quran adalah salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama selama bulan Ramadhan. Dengan adanya teknologi, kita kini dapat dengan mudah mengakses Al-Quran dalam bentuk audio melalui berbagai aplikasi. Aplikasi seperti Quran.com, Al-Quran, dan Quran Reader menyediakan audio Al-Quran yang dibacakan oleh para qari terkenal, sehingga kita dapat mendengarkan bacaan Al-Quran kapan saja dan di mana saja. Selain itu, aplikasi ini juga sering dilengkapi dengan terjemahan dan tafsir dalam berbagai bahasa, yang memungkinkan kita untuk memahami makna dari ayat-ayat yang kita dengarkan. Dengan cara ini, kita tidak hanya mendengarkan, tetapi juga belajar dan merenungkan isi Al-Quran, yang merupakan sumber petunjuk hidup bagi umat Islam. Mendengarkan Al-Quran juga dapat menjadi aktivitas yang sangat menenangkan dan membawa ketenangan jiwa. Selama bulan Ramadhan, kita dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan mendengarkan Al-Quran, dan teknologi memudahkan kita untuk melakukannya, bahkan saat kita sedang dalam perjalanan atau melakukan aktivitas lainnya. Selain mendengarkan, teknologi juga memudahkan pembelajaran Al-Quran. Aplikasi pembelajaran Al-Quran interaktif dapat membantu pengguna mempelajari tajwid, membaca Al-Quran dengan benar, dan memahami makna ayat-ayat Al-Quran. Aplikasi ini seringkali dilengkapi dengan fitur-fitur seperti kuis, latihan, dan umpan balik untuk membantu pengguna meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Quran. Menghitung Zakat Zakat adalah salah satu pilar penting dalam Islam yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Selama bulan Ramadhan, banyak orang yang berusaha untuk menunaikan zakat mereka sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Namun, menghitung zakat bisa menjadi tugas yang rumit, terutama bagi mereka yang memiliki berbagai sumber pendapatan. Di sinilah aplikasi seperti Zakat Calculator, Zakat, dan Zakat Pro berperan. Aplikasi ini membantu pengguna untuk menghitung jumlah zakat yang harus dibayarkan berdasarkan harta yang dimiliki. Dengan memasukkan informasi tentang aset dan pendapatan, aplikasi ini dapat memberikan estimasi yang akurat tentang jumlah zakat yang harus dikeluarkan. Selain itu, beberapa aplikasi juga memberikan informasi tentang jenis zakat yang harus dibayarkan, seperti zakat fitrah dan zakat mal. Dengan memanfaatkan teknologi ini, kita dapat memastikan bahwa kita memenuhi kewajiban zakat kita dengan benar dan tepat waktu. Ini juga membantu kita untuk lebih memahami pentingnya zakat dalam Islam dan bagaimana zakat dapat membantu meringankan beban orang-orang yang kurang mampu. Selain itu, teknologi juga dapat membantu dalam mendistribusikan zakat. Platform online dan aplikasi donasi memungkinkan pengguna untuk menyalurkan zakat mereka secara online kepada berbagai lembaga amil zakat atau individu yang membutuhkan. Hal ini mempermudah proses penyaluran zakat dan memastikan bahwa zakat tersebut sampai kepada yang berhak menerimanya. Mengikuti Kajian dan Ceramah Agama Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan kegiatan keagamaan, termasuk kajian dan ceramah agama. Teknologi memungkinkan kita untuk mengikuti kajian dan ceramah agama secara online, baik melalui live streaming maupun rekaman video. Platform seperti YouTube, Instagram Live, dan aplikasi streaming lainnya menyediakan akses ke berbagai kajian dan ceramah dari ulama dan pendakwah terkemuka. Manfaat mengikuti kajian dan ceramah online: Aksesibilitas: Kita dapat mengikuti kajian dan ceramah dari mana saja dan kapan saja, tanpa harus bepergian ke tempat acara. Pilihan yang Beragam: Tersedia berbagai macam kajian dan ceramah dengan tema dan pembicara yang berbeda-beda. Kemudahan Dokumentasi: Kita dapat merekam atau menyimpan kajian dan ceramah untuk dipelajari kembali di lain waktu. Interaksi: Beberapa platform memungkinkan interaksi dengan pembicara dan peserta lainnya melalui fitur komentar atau live chat. Dengan mengikuti kajian dan ceramah online, kita dapat memperluas wawasan keagamaan, memperdalam pemahaman tentang Islam, dan mendapatkan inspirasi untuk meningkatkan kualitas ibadah. Potensi Dampak Negatif dari Penggunaan Teknologi Meskipun teknologi dapat membantu meningkatkan ibadah kita, penggunaannya yang berlebihan dapat memiliki dampak negatif. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah kecanduan media sosial, yang dapat mengalihkan perhatian dari ibadah dan kegiatan keluarga. Kecanduan Media Sosial Media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter dapat menjadi distraksi yang besar selama Ramadhan. Banyak orang yang terjebak dalam scrolling tanpa henti, menghabiskan waktu berjam-jam untuk melihat konten yang tidak produktif. Hal ini dapat mengurangi waktu yang seharusnya digunakan untuk beribadah, membaca Al-Quran, atau berinteraksi dengan keluarga. Kecanduan media sosial juga dapat menyebabkan perasaan cemas dan tidak puas. Kita sering kali membandingkan diri kita dengan orang lain yang kita lihat di media sosial, yang dapat mengganggu kesehatan mental kita. Oleh karena itu, penting untuk menyadari waktu yang kita habiskan di media sosial dan berusaha untuk mengurangi penggunaannya, terutama selama bulan Ramadhan. Mengabaikan Keluarga Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat dan memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan teknologi yang berlebihan dapat mengurangi waktu yang bisa digunakan untuk berinteraksi dengan anggota keluarga. Selama bulan Ramadhan, kita dianjurkan untuk memperkuat ikatan keluarga, berbagi momen berbuka puasa, dan melakukan ibadah bersama. Namun, jika kita terlalu terfokus pada gadget, kita mungkin melewatkan kesempatan berharga untuk berinteraksi dengan orang-orang terkasih. Oleh karena itu, penting untuk menetapkan batasan dalam penggunaan teknologi dan memastikan bahwa kita menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga. Gangguan Tidur dan Kesehatan Fisik Penggunaan gadget sebelum tidur dapat mengganggu kualitas tidur. Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar gadget dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, dan gangguan kesehatan lainnya. Hal ini dapat berdampak negatif pada kemampuan kita untuk menjalankan ibadah puasa dan aktivitas lainnya selama Ramadhan. Isolasi Sosial dan Kurangnya Interaksi Langsung Terlalu fokus pada dunia digital dapat menyebabkan isolasi sosial dan mengurangi interaksi langsung dengan orang-orang di sekitar kita. Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat silaturahmi dan membangun hubungan yang lebih erat dengan keluarga dan teman. Namun, penggunaan teknologi yang berlebihan dapat menghambat hal tersebut. Perbandingan Diri dan Rasa Iri Media sosial seringkali menampilkan citra kehidupan yang sempurna dan ideal. Melihat postingan orang lain yang tampak bahagia dan sukses dapat memicu perbandingan diri dan rasa iri. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan mengurangi rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Mengatur Penggunaan Teknologi Selama Ramadhan Untuk memanfaatkan teknologi selama Ramadhan tanpa terjebak dalam penggunaannya yang berlebihan, ada beberapa langkah yang bisa diambil: Mengatur Waktu Penggunaan Salah satu cara terbaik untuk mengatur penggunaan teknologi adalah dengan menetapkan waktu khusus untuk menggunakan gadget dan media sosial. Misalnya, kita bisa memutuskan untuk tidak menggunakan gadget selama waktu shalat atau saat berbuka puasa. Dengan cara ini, kita dapat lebih fokus pada ibadah dan interaksi dengan keluarga. Menggunakan Fitur Pengaturan Banyak aplikasi memiliki fitur pengaturan yang dapat membantu mengurangi penggunaan teknologi. Misalnya, fitur "Do Not Disturb" dapat digunakan selama waktu ibadah. Selain itu, kita juga bisa menggunakan aplikasi yang membantu kita melacak waktu yang dihabiskan di media sosial dan menetapkan batasan untuk diri kita sendiri. Menghabiskan Waktu dengan Keluarga Buatlah kebiasaan untuk menghabiskan waktu dengan keluarga selama Ramadhan. Lakukan aktivitas bersama seperti membaca Al-Quran, bermain permainan, atau berolahraga. Dengan cara ini, kita tidak hanya memperkuat ikatan keluarga, tetapi juga menciptakan kenangan indah yang akan dikenang sepanjang hidup. Kesimpulan Teknologi dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk meningkatkan ibadah kita selama Ramadhan. Dengan menggunakan aplikasi yang tepat, kita dapat lebih mudah mengatur waktu shalat, mendengarkan Al-Quran, dan menghitung zakat. Namun, penting untuk mengatur penggunaan teknologi agar tidak mengalihkan perhatian dari ibadah dan kegiatan keluarga. Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, kita dapat memanfaatkan teknologi untuk kebaikan selama bulan suci Ramadhan. *Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor : Ashifuddin Fikri Writer : Ashifuddin Fikri
BERITA06/03/2025 | Ashifuddin Fikri
Doa untuk Meraih Pertolongan Allah
Doa untuk Meraih Pertolongan Allah
Ada sebuah kalimat yang jika kita baca, Allah akan selalu menolong, menjaga, dan menjauhkan diri kita dari ‘ain. Jika selama ini kita belum maksimal dalam beribadah Ramadhan, jika tahun ini dan tahun sebelumnya, ibadah Ramadhan belum juga meningkat dan jauh dari target, maka ada doa yang jika dirapalkan maka Allah akan memudahkan kita. Laa hawla wa la quwwata illa billah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala. Doa ini adalah doa yang kita butuhkan di hari-hari Ramadhan ini. Doa ini adalah doa yang akan menolong di saat kita berada di kondisi terhimpit, sulit, dan tertekan. Untuk harapan dan tujuan yang belum tercapai, untuk setiap kesulitan dalam hidup, kebingungan, kegelisahan, dan ketakutan yang tiada habisnya, melafalkan doa ini di sela-sela aktivitas harian akan memberikan energi kekuatan keimanan yang luar biasa. Laa hawla wa la quwwata illa billah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala. Ini bukan lafaz/ucapan biasa, melainkan doa yang mengandung nilai tauhid yang mendalam. Ia mengajarkan tentang keterbatasan manusia dan mutlaknya kekuasaan Allah SWT. Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Ucapkanlah la hawla wa la quwwata illa billah, karena ia adalah salah satu simpanan berharga dari harta karun surga.” (HR. Bukhari dan Muslim). Kalimat ini mengajarkan kesadaran bahwa segala bentuk kekuatan, kemampuan, dan daya upaya manusia bersumber dari Allah SWT. Manusia tidak memiliki kekuatan sejati kecuali atas izin dan kehendak-Nya. Ketika seseorang mengucapkannya, ia sedang menyatakan kepasrahan total kepada Allah, meyakini bahwa hanya Allah yang mampu mengubah keadaan, menghilangkan kesulitan, dan memberikan kemudahan. Tadabbur mendalam atas doa ini menumbuhkan sifat rendah hati dan mengikis kesombongan. Ketika sukses diraih, doa ini mengingatkan bahwa kesuksesan bukan semata hasil kerja keras, melainkan anugerah Allah. Ketika cobaan datang, kalimat ini menjadi penghibur hati bahwa manusia tidak berjuang sendiri. Ada kekuatan Ilahi yang mengatur dan mendampingi setiap hamba-Nya. Lebih dari itu, doa ini juga mengandung unsur tawakal. Setelah usaha maksimal dilakukan, hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah. Dengan tadabbur ini, seorang muslim belajar untuk tidak mudah putus asa, karena yakin bahwa kekuatan Allah melampaui segalanya. Mengamalkan doa ini secara rutin, baik dalam doa harian, dzikir, maupun dalam menghadapi masalah hidup, akan membentuk pribadi yang sabar, optimis, dan berjiwa besar. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya.” (QS. At-Talaq: 3). *Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor : Ashifuddin Fikri Writer : Nur Isnaini Masyithoh
BERITA06/03/2025 | Nur Isnaini Masyithoh
Keteladanan Abdullah bin Mas’ud dalam Menghidupkan Al-Quran
Keteladanan Abdullah bin Mas’ud dalam Menghidupkan Al-Quran
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang dikenal sangat mencintai Al-Qur’an. Ia termasuk sahabat yang pertama kali memeluk Islam dan mendapatkan bimbingan langsung dari Rasulullah SAW dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Kecintaan Abdullah bin Mas’ud terhadap Al-Qur’an semakin mendalam di bulan Al Quran, bulan Ramadhan. Kecintaan Abdullah bin Mas’ud kepada Al-Qur’an Sejak wahyu pertama turun, Abdullah bin Mas’ud menunjukkan ketekunan luar biasa dalam membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an. Suaranya yang indah saat membaca Al-Qur’an membuat Rasulullah SAW sendiri meminta beliau membacakan ayat-ayat suci. Rasulullah SAW bersabda: “Bacakanlah Al-Qur’an kepadaku.” Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Apakah aku membacakannya kepadamu, sedangkan ia diturunkan kepadamu?’ Rasulullah bersabda, ‘Aku senang mendengarnya dari orang lain.’ (HR. Bukhari, no. 5048) Abdullah pun membacakan Surat An-Nisa hingga ayat: “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu.” (QS. An-Nisa: 41) Ketika ayat ini dibacakan, Rasulullah SAW menangis haru. Abdullah bin Mas’ud pun turut menangis. Tangisan yang lahir dari hati yang terhubung kuat dengan Al-Qur’an. Ramadhan: Bulan Menghidupkan Al-Qur’an Bagi Abdullah bin Mas’ud, bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menikmati, mentadabburi, dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Malam-malam Ramadhan beliau hiasi dengan tilawah panjang, hingga tak jarang tangisan pecah di keheningan malam. Abdullah sering mengingat firman Allah: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185) Dalam riwayat disebutkan bahwa Abdullah bin Mas’ud mampu mengkhatamkan Al-Qur’an beberapa kali selama Ramadhan. Namun, baginya, membaca sambil merenungkan makna ayat jauh lebih utama daripada sekadar mengejar jumlah khataman. Mengajarkan Al-Qur’an kepada Umat Tak hanya membaca untuk dirinya sendiri, Abdullah bin Mas’ud juga mengajarkan Al-Qur’an kepada para sahabat dan generasi setelahnya. Di bulan Ramadhan, majlis beliau penuh dengan para penuntut ilmu yang ingin belajar cara membaca, tajwid, serta tafsir ayat-ayat Al-Qur’an. "Barangsiapa ingin membaca Al-Qur’an sebagaimana diturunkan, hendaklah ia membacanya sebagaimana bacaan Ibnu Ummi Abd (Abdullah bin Mas’ud).” (HR. Ahmad, no. 4100, Musnad Ahmad, Musnad Ali bin Abi Thalib) Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari, no. 5027) Kisah Abdullah bin Mas’ud di bulan Ramadhan mengajarkan kita bahwa: (1) Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, bulan yang mulia (2) Membaca Al-Qur’an dengan tadabbur dan penghayatan lebih utama daripada sekadar mengejar khatam (3) Menangis saat membaca Al-Qur’an adalah tanda kelembutan hati dan kedalaman iman (4) Mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan adalah amalan yang istimewa *Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor : Ashifuddin Fikri Writer : Nur Isnaini Masyithoh
BERITA06/03/2025 | Nur Isnaini Masyithoh
Zakat dan Keberlanjutan Lingkungan: Membangun Masa Depan yang Ramah Lingkungan
Zakat dan Keberlanjutan Lingkungan: Membangun Masa Depan yang Ramah Lingkungan
Di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, penting bagi kita untuk mencari solusi yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan zakat sebagai instrumen untuk mendukung inisiatif keberlanjutan lingkungan. Zakat, yang merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, dapat berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. Zakat tidak hanya terbatas pada penyaluran kepada individu yang membutuhkan, tetapi juga dapat diarahkan untuk proyek-proyek yang berfokus pada pelestarian lingkungan. Misalnya, dana zakat dapat digunakan untuk program penghijauan, pengelolaan sampah, dan konservasi sumber daya alam. Dengan menginvestasikan zakat dalam proyek-proyek ini, kita tidak hanya membantu masyarakat yang kurang beruntung, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan planet kita. Salah satu contoh konkret dari penggunaan zakat untuk keberlanjutan lingkungan adalah program penanaman pohon. Penanaman pohon tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti penyediaan oksigen, perlindungan terhadap erosi tanah, dan peningkatan kualitas tanah. Dengan menggunakan dana zakat untuk mendukung program-program ini, kita dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Selain itu, zakat juga dapat digunakan untuk mendukung pendidikan lingkungan. Masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan akan lebih mungkin untuk terlibat dalam praktik-praktik berkelanjutan. Dengan memberikan beasiswa atau dukungan pendidikan kepada individu yang berfokus pada studi lingkungan, zakat dapat membantu menciptakan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Zakat juga dapat diarahkan untuk mendukung inovasi dan teknologi ramah lingkungan. Dalam era digital ini, banyak solusi teknologi yang dapat membantu mengatasi masalah lingkungan, seperti pengelolaan limbah yang efisien dan penggunaan energi terbarukan. Dengan menginvestasikan zakat dalam penelitian dan pengembangan teknologi ini, kita dapat menciptakan solusi yang lebih efektif untuk tantangan lingkungan yang kita hadapi. Penting untuk diingat bahwa keberlanjutan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau organisasi non-pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab setiap individu. Dengan menyalurkan zakat untuk proyek-proyek yang mendukung keberlanjutan lingkungan, kita dapat berkontribusi pada perubahan positif yang lebih luas. Di Indonesia, lembaga zakat seperti Baznas memiliki peran penting dalam mengelola dan menyalurkan zakat untuk berbagai program sosial, termasuk yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan. Baznas Kota Yogyakarta, misalnya, telah meluncurkan berbagai inisiatif yang menggabungkan zakat dengan upaya pelestarian lingkungan. Dengan dukungan masyarakat, program-program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan memanfaatkan zakat sebagai instrumen untuk keberlanjutan lingkungan, kita tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi pada masa depan yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan. Mari kita bersama-sama menanam benih kebaikan untuk generasi mendatang melalui zakat yang berfokus pada keberlanjutan. Tunaikan zakat/infaq melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Tunaikan zakat/infaq melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Ummi Kiftiyah ?
BERITA05/03/2025 | admin
Balasan bagi yang Membayar Fidyah
Balasan bagi yang Membayar Fidyah
Balasan bagi yang Membayar Fidyah Pahala dari Allah SWTSetiap orang yang membayar fidyah dengan niat yang tulus akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Ini adalah bentuk pengakuan atas usaha mereka untuk tetap memenuhi kewajiban agama meskipun dalam keadaan yang sulit. Bersih dari DosaDengan membayar fidyah, seseorang dapat membersihkan diri dari dosa yang mungkin timbul akibat tidak menjalankan puasa. Ini memberikan ketenangan batin dan rasa lega, karena telah melakukan yang terbaik dalam situasi yang ada. Mendapatkan KeberkahanFidyah yang dibayarkan dengan ikhlas akan mendatangkan keberkahan dalam hidup. Allah SWT akan membalas setiap kebaikan yang dilakukan, termasuk dalam hal ini, dengan memberikan rezeki yang lebih dan kehidupan yang lebih baik. Menjalin Hubungan SosialMembayar fidyah juga dapat mempererat hubungan sosial dengan masyarakat. Dengan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, seseorang dapat membangun rasa solidaritas dan kepedulian di antara sesama. Menjadi TeladanDengan membayar fidyah, seseorang dapat menjadi teladan bagi orang lain. Tindakan ini dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih baik dan saling mendukung. Penulis: Hubaib Ash Shidqi Editor: Hubaib Ash Shidqi
BERITA05/03/2025 | HUBAIB ASH SHIDQI
Zakat sebagai Instrumen Investasi Sosial: Membangun Masa Depan yang Lebih Baik
Zakat sebagai Instrumen Investasi Sosial: Membangun Masa Depan yang Lebih Baik
Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat Muslim. Namun, lebih dari sekadar kewajiban agama, zakat juga dapat dipandang sebagai instrumen investasi sosial yang memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Dengan memanfaatkan zakat secara strategis, kita tidak hanya memenuhi kewajiban spiritual, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Zakat berfungsi sebagai sumber dana yang dapat digunakan untuk membantu mereka yang kurang beruntung, seperti fakir, miskin, dan anak yatim. Namun, jika dikelola dengan baik, zakat dapat menjadi alat untuk memberdayakan masyarakat dan menciptakan peluang ekonomi. Investasi sosial melalui zakat dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti pelatihan keterampilan, modal usaha, dan pendidikan. Salah satu cara zakat dapat berfungsi sebagai investasi sosial adalah melalui program pemberdayaan ekonomi. Banyak lembaga zakat yang tidak hanya menyalurkan zakat dalam bentuk uang, tetapi juga memberikan pelatihan keterampilan dan dukungan modal kepada masyarakat yang membutuhkan. Misalnya, program pelatihan menjahit, pertanian, atau kewirausahaan dapat membantu individu dan keluarga untuk meningkatkan pendapatan mereka. Dengan memberikan keterampilan dan modal, zakat membantu menciptakan lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial. Selain itu, zakat juga dapat digunakan untuk mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pendidikan adalah salah satu investasi terbaik untuk masa depan, dan dengan memberikan akses pendidikan yang lebih baik, zakat membantu memutus rantai kemiskinan. Beasiswa pendidikan yang didanai oleh zakat dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri dan produktif. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat sangat penting untuk memastikan bahwa dana zakat digunakan secara efektif. Lembaga zakat yang terpercaya harus dapat menunjukkan kepada masyarakat bagaimana dana zakat digunakan dan dampaknya terhadap penerima zakat. Dengan adanya laporan yang jelas dan transparan, masyarakat akan lebih percaya untuk menyalurkan zakat mereka melalui lembaga-lembaga tersebut. Hal ini juga akan mendorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam program zakat, sehingga potensi zakat dapat dimaksimalkan. Kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, dan sektor swasta juga dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen investasi sosial. Pemerintah dapat memberikan dukungan dalam bentuk regulasi yang memudahkan pengumpulan dan penyaluran zakat. Sementara itu, sektor swasta dapat berkontribusi melalui program corporate social responsibility (CSR) yang sejalan dengan tujuan zakat. Dengan sinergi ini, upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif. Dalam konteks global, zakat juga dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dengan menginvestasikan zakat dalam program-program yang mendukung pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan, kita dapat berkontribusi pada pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kesimpulannya, zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen investasi sosial yang dapat membantu membangun masa depan yang lebih baik. Dengan memanfaatkan zakat secara strategis, kita tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Mari kita salurkan zakat kita dengan bijak dan berinvestasi dalam masa depan masyarakat yang lebih sejahtera. Tunaikan zakat/infaq melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Tunaikan zakat/infaq melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA05/03/2025 | admin
Sedekah Sampah dan Urgensinya
Sedekah Sampah dan Urgensinya
Dewasa ini, sedekah sampah sedang gencar dilakukan oleh banyak lembaga. Baik itu dari lembaga sosial pemerintah sampai pada masyarakat umum tingkat karang taruna. Kegiatan sedekah sampah ini merupakan salah satu respon terhadap lingkungan. Konsep ini mengajak kita bagaimana memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang yang bermanfaat. Apa Itu Sedekah Sampah? Sampah merupakan suatu barang yang sudah tidak digunakan dan atau sudah dibuang oleh pemiliknya. Sedekah sampah bisa diartikan memberikan barang-barang yang sudah tidak digunakan namun masih memiliki nilai yang bisa dimanfaatkan. Sedekah sampah bisa juga diartikan sebagai tempat pengumpulan sampah yang nantinya akan didaur ulang melalui bank sampah dan nantinya akan dimanfaatkan oleh orang lain. Bagaimana Cara Melakukan Sedekah Sampah? Identifikasi Barang Yang Tidak Terpakai Anda dapat memilah dan memilih barang yang sudah tidak terpakai namun masih layak pakai dan juga masih dalam kondisi baik. Pilih Penerima Yang Tepat Setelah barang-barang terpilih, anda dapat mencari dan menentukan kemana barang-barang yang sudah anda pilih disalurkan. Salah satunya Baznas Kota Yogyakarta atau bank sampah dan lembaga terdekat yang ada di sekitar anda. Bersihkan Dan Siapkan Barang Sebelum anda menyalurkan barang yang sudah dipilih, anda perlu membersihkan dahulu sebagai tanda hormat kepada penerima. Sampaikan Dengan Baik Jika barang sudah siap, datanglah ke lokasi dengan baik dan sampaikan dengan penuh rasa syukur. Ajak Orang Lain Setelah anda melakukan sedekah sampah, anda dapat mengajak tetangga, saudara atau kerabat lain untuk juga melakukannya. Urgensi Sedekah Sampah Sedekah sampah menjadi salah satu kegiatan yang diperhitungkan, dilihat dari manfaatnya dan juga menyadarkan masyarakat terhadap sampah. Ada beberapa urgensinya, antara lain: Mengurangi Sampah Sedekah sampah dapat mengurangi sampah dengan dialokasikan kepada orang yang membutuhkan atau pun juga dengan pendaur ulangan. Sehingga menciptakan masyarakat yang lingkungannya bersih dari sampah dan dapat mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Konsep sedekah menyadarkan masyarakat terhadap lingkungan. Kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat terhadap sampah, mengetahui sampah yang dapat didaur ulang, serta melatih masyarakat dalam mengelola barang. Membantu Masyarakat Yang Membutuhkan Pada umumnya sedekah itu membantu kepada orang yang membutuhkan. Urgensi sedekah sampah terhadap masyarakat yakni dapat membantu sesama dengan pemberian barang bekas yang masih layak dan bernilai sehingga bisa dimanfaatkan. Membangun Rasa Kepedulian Sosial Dengan sedekah sampah, dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap sosial masyarakat dan lingkungan. Selain itu juga memicu sikap saling mendukung satu sama lain. Jadi, sedekah sampah merupakan kegiatan atau konsep yang sederhana namun memiliki dampak besar. Selain dapat mengurangi sampah, juga dapat dimanfaatkan oleh orang yang membutuhkan. Bagi anda yang memiliki barang bekas yang masih baik dan bernilai, bisa anda sedekahkan melalui Baznas Kota Yogyakarta. Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekahKunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis & Editor: M. Sahal
BERITA05/03/2025 | AdminS
Transformasi Digital Zakat Mal: Dari Tradisional ke Modern
Transformasi Digital Zakat Mal: Dari Tradisional ke Modern
Zakat mal, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, pengelolaan zakat mal selama ini sering kali dilakukan secara tradisional, yang dapat menghambat efisiensi dan transparansi. Dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi, zakat mal kini mengalami transformasi yang signifikan, menjadikannya lebih mudah diakses dan dikelola. Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan zakat mal secara tradisional adalah kurangnya transparansi dan akuntabilitas. Proses pengumpulan dan penyaluran zakat sering kali tidak terdokumentasi dengan baik, sehingga menimbulkan keraguan di kalangan masyarakat tentang kemana dana zakat mereka disalurkan. Namun, dengan adanya teknologi digital, lembaga zakat kini dapat menggunakan sistem manajemen yang lebih baik untuk mencatat setiap transaksi. Hal ini tidak hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga memberikan kepercayaan kepada para muzakki (pembayar zakat) bahwa zakat mereka digunakan dengan tepat. Digitalisasi zakat mal juga mempermudah proses pengumpulan dana. Dengan adanya platform online, masyarakat kini dapat menyalurkan zakat mereka hanya dengan beberapa klik. Berbagai aplikasi dan situs web telah dikembangkan untuk memfasilitasi pembayaran zakat secara digital. Ini sangat menguntungkan, terutama bagi generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi. Mereka dapat melakukan pembayaran zakat kapan saja dan di mana saja, tanpa harus datang ke kantor lembaga zakat secara fisik. Hal ini tentunya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat mereka. Selain itu, transformasi digital juga memungkinkan lembaga zakat untuk lebih efektif dalam menyalurkan dana kepada yang membutuhkan. Dengan menggunakan data analitik, lembaga zakat dapat mengidentifikasi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan dan merancang program yang lebih tepat sasaran. Misalnya, mereka dapat menggunakan data untuk menentukan daerah-daerah yang paling terdampak oleh kemiskinan dan mengalokasikan dana zakat mal ke sana. Ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan bahwa zakat mal benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat. Salah satu contoh sukses dari transformasi digital zakat mal di Indonesia adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). BAZNAS telah mengembangkan berbagai inisiatif digital untuk mempermudah masyarakat dalam menunaikan zakat. Melalui aplikasi dan situs web mereka, masyarakat dapat dengan mudah melakukan pembayaran zakat, melihat laporan penggunaan dana, dan mengikuti program-program pemberdayaan yang didanai oleh zakat. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pengumpulan zakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat. Namun, meskipun transformasi digital membawa banyak manfaat, tantangan tetap ada. Masih ada segmen masyarakat yang belum familiar dengan teknologi, sehingga penting bagi lembaga zakat untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi. Selain itu, keamanan data juga menjadi perhatian utama dalam pengelolaan zakat secara digital. Lembaga zakat harus memastikan bahwa data pribadi dan transaksi muzakki terlindungi dengan baik. Dengan demikian, transformasi digital zakat mal dari tradisional ke modern adalah langkah yang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan partisipasi masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi, zakat mal dapat dikelola dengan lebih baik, memberikan dampak yang lebih signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Mari kita dukung transformasi ini dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera melalui zakat. Untuk informasi lebih lanjut tentang zakat dan program-program yang ada, Anda dapat mengunjungi BAZNAS Kota Yogyakarta. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA05/03/2025 | admin
Zakat Mal dan E-Commerce: Kolaborasi untuk Kebaikan
Zakat Mal dan E-Commerce: Kolaborasi untuk Kebaikan
Di era digital saat ini, e-commerce telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Dengan kemudahan berbelanja online, masyarakat semakin terbiasa melakukan transaksi melalui platform digital. Namun, di balik kemudahan ini, terdapat potensi besar untuk memanfaatkan e-commerce sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran dan penyaluran zakat mal. Kolaborasi antara zakat mal dan e-commerce dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Zakat mal, sebagai kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, memiliki tujuan untuk membantu mereka yang kurang beruntung. Namun, pengumpulan dan penyaluran zakat mal sering kali menghadapi tantangan, seperti kurangnya transparansi, kesadaran masyarakat, dan aksesibilitas. Di sinilah peran e-commerce menjadi sangat penting. Dengan memanfaatkan platform e-commerce, zakat mal dapat dikelola dengan lebih efisien dan efektif. Salah satu cara kolaborasi ini dapat dilakukan adalah dengan menyediakan fitur donasi zakat mal di platform e-commerce. Misalnya, saat pelanggan melakukan pembelian, mereka dapat diberikan opsi untuk menyumbangkan sebagian dari total belanja mereka sebagai zakat. Dengan cara ini, masyarakat akan lebih mudah untuk menyalurkan zakat mal mereka tanpa harus melakukan proses yang rumit. Selain itu, e-commerce juga dapat memberikan informasi yang jelas tentang bagaimana zakat tersebut akan digunakan, sehingga meningkatkan transparansi dan kepercayaan. Selain itu, e-commerce dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat mal. Melalui kampanye digital dan promosi yang menarik, platform e-commerce dapat mengedukasi pengguna tentang manfaat zakat dan bagaimana zakat mal dapat membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan mengintegrasikan pesan-pesan sosial dalam strategi pemasaran mereka, e-commerce dapat menciptakan kesadaran yang lebih besar tentang tanggung jawab sosial. Kolaborasi antara zakat mal dan e-commerce juga dapat menciptakan peluang baru untuk pemberdayaan ekonomi. Misalnya, sebagian dari dana zakat yang terkumpul dapat digunakan untuk mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) yang terdaftar di platform e-commerce. Dengan memberikan modal atau pelatihan kepada UKM, zakat mal tidak hanya membantu individu yang membutuhkan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Di sisi lain, lembaga zakat juga dapat memanfaatkan data dan analisis yang diperoleh dari platform e-commerce untuk memahami pola donasi dan kebutuhan masyarakat. Dengan informasi ini, lembaga zakat dapat merancang program yang lebih tepat sasaran dan efektif dalam penyaluran zakat mal. Dalam konteks Indonesia, kolaborasi antara zakat mal dan e-commerce sangat relevan. Dengan populasi Muslim yang besar dan pertumbuhan e-commerce yang pesat, potensi untuk mengoptimalkan zakat mal melalui platform digital sangatlah besar. Lembaga zakat dan perusahaan e-commerce dapat bekerja sama untuk menciptakan solusi yang saling menguntungkan, yang tidak hanya meningkatkan pengumpulan zakat, tetapi juga memberikan dampak sosial yang positif. Dengan demikian, kolaborasi antara zakat mal dan e-commerce bukan hanya sekadar tren, tetapi merupakan langkah strategis untuk menciptakan kebaikan yang lebih besar. Melalui inovasi dan kerja sama, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat, di mana zakat mal dapat diakses dengan mudah dan memberikan manfaat yang maksimal. Sebagai contoh, Baznas Kota Yogyakarta telah berupaya untuk mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan zakat, termasuk menjalin kerja sama dengan platform e-commerce untuk mempermudah masyarakat dalam menyalurkan zakat mal mereka. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan zakat mal dapat menjadi instrumen yang lebih efektif dalam memberdayakan masyarakat dan menciptakan kesejahteraan bersama. ===================== *Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA05/03/2025 | admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat