WhatsApp Icon
Kapan Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah? Ini Penjelasannya

Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh umat Islam pada bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri. Ibadah ini memiliki tujuan untuk menyucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah agar ibadah tersebut sah dan memberikan manfaat maksimal.

 

Dalam ajaran Islam, waktu pembayaran zakat fitrah telah diatur dengan jelas. Zakat fitrah tidak hanya sekadar kewajiban tahunan, tetapi juga memiliki waktu pelaksanaan yang dianjurkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima zakat atau mustahik. Dengan menunaikan zakat fitrah pada waktu yang tepat, umat Islam dapat memastikan bahwa bantuan tersebut sampai kepada mereka yang membutuhkan sebelum Hari Raya Idulfitri tiba.

Hal ini juga dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar:
"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan salat Id."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa zakat fitrah sebaiknya ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Tujuannya agar para penerima zakat dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan mereka pada hari raya.

Agar lebih jelas, berikut beberapa waktu pelaksanaan zakat fitrah yang perlu diketahui oleh umat Islam:

Awal Waktu Pembayaran Zakat Fitrah
Zakat fitrah sebenarnya sudah dapat dibayarkan sejak awal bulan Ramadan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pengumpulan dan penyaluran zakat kepada para mustahik. Banyak lembaga zakat yang mulai membuka layanan pembayaran zakat fitrah sejak awal Ramadan agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menunaikan kewajiban tersebut.

Pembayaran zakat fitrah pada awal Ramadan juga membantu lembaga zakat dalam mengelola distribusi bantuan secara lebih terencana dan tepat sasaran.

Waktu yang Paling Utama
Meskipun zakat fitrah boleh dibayarkan sejak awal Ramadan, waktu yang paling utama untuk menunaikannya adalah pada malam takbiran hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Pada waktu inilah zakat fitrah sangat dianjurkan untuk ditunaikan karena manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh para penerima zakat menjelang hari raya.

Dengan menerima zakat fitrah pada waktu tersebut, masyarakat yang membutuhkan dapat mempersiapkan kebutuhan mereka untuk merayakan Idulfitri dengan lebih layak dan bahagia.

Waktu yang Makruh untuk Menunda
Menunda pembayaran zakat fitrah hingga mendekati waktu salat Idulfitri sebenarnya tidak dianjurkan apabila berpotensi membuat zakat tidak tersalurkan tepat waktu. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak menunda pembayaran zakat fitrah jika sudah memiliki kemampuan untuk menunaikannya.

Menunda zakat fitrah tanpa alasan yang jelas dapat menyebabkan keterlambatan penyaluran kepada mustahik, sehingga tujuan utama zakat fitrah untuk membantu masyarakat menjelang hari raya tidak tercapai secara maksimal.

Waktu yang Tidak Diperbolehkan
Jika zakat fitrah dibayarkan setelah pelaksanaan salat Idulfitri tanpa alasan yang dibenarkan, maka zakat tersebut tidak lagi dihitung sebagai zakat fitrah, melainkan hanya sebagai sedekah biasa. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW:
"Barang siapa yang menunaikannya sebelum salat Id, maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barang siapa yang menunaikannya setelah salat Id, maka itu hanya dianggap sebagai sedekah biasa."
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Hadis ini menunjukkan pentingnya memperhatikan waktu pembayaran zakat fitrah agar ibadah tersebut sah dan sesuai dengan ketentuan syariat.

Dengan memahami waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan penuh kesadaran. Zakat fitrah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas antar sesama.

Melalui zakat fitrah, umat Islam diajak untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan agar semua orang dapat merasakan keberkahan dan kebahagiaan pada Hari Raya Idulfitri.

Kini, menunaikan zakat fitrah juga semakin mudah dengan adanya layanan digital dari berbagai lembaga zakat terpercaya. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, muzakki dapat memastikan bahwa zakat yang diberikan akan sampai kepada mustahik secara tepat, aman, dan transparan.

 

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari salurkan fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.

Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini:
https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah

atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#BAZNASKotaYogyakarta
#PerbedaanInfakDanShodaqoh
#Infak
#Shodaqoh
#Sedekah
#AmalKebaikan
#BerbagiKebaikan
#YukInfakDanSedekah

editor: Banyu Bening

17/03/2026 | Kontributor: Adilah
Amalan Rasulullah SAW di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

Memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, suasana batin umat Islam biasanya mulai terbagi. Di satu sisi, ada kegembiraan menyambut hari kemenangan (Idul Fitri), namun di sisi lain, ada rasa sedih karena bulan suci akan segera berlalu. Bagi Rasulullah SAW, fase akhir Ramadan bukanlah waktu untuk bersantai, melainkan momentum untuk melakukan "akselerasi" ibadah yang lebih kencang dari hari-hari sebelumnya.

 

Rasulullah SAW memberikan contoh nyata tentang bagaimana seorang hamba seharusnya menghargai waktu-waktu emas ini. Beliau tidak hanya sekadar berpuasa, tetapi mengubah total ritme hidupnya demi mengejar rida Allah SWT. Berikut adalah amalan-amalan utama Rasulullah SAW yang patut kita teladani.

1. Menghidupkan Malam dengan Ibadah (Qiyamul Lail)
Dalam sebuah riwayat dari Sayyidah Aisyah RA, diceritakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah sesungguh-sungguh dalam beribadah di waktu lain melebihi kesungguhannya di sepuluh hari terakhir Ramadan. Beliau "menghidupkan malamnya", yang artinya beliau meminimalkan waktu tidur untuk diisi dengan shalat malam, zikir, dan doa.

Bagi kita, menghidupkan malam bisa dimulai dengan konsistensi shalat Tarawih, yang kemudian disambung dengan shalat Tahajud, Witir, dan membaca Al-Qur'an hingga waktu sahur tiba. Tujuannya adalah memastikan bahwa tidak ada satu detik pun di malam-malam mulia tersebut yang terlewat tanpa nilai ibadah.

2. Membangunkan Keluarga untuk Beribadah
Rasulullah SAW adalah sosok pemimpin keluarga yang sangat perhatian pada keselamatan spiritual anggota keluarganya. Beliau tidak ingin beribadah sendirian. Di sepuluh malam terakhir, beliau membangunkan istri-istri dan keluarga untuk ikut serta dalam kebaikan malam tersebut.

Hal ini memberikan pelajaran bahwa kesalehan tidak boleh bersifat individual. Sebagai kepala keluarga atau anggota keluarga, kita diajak untuk saling menyemangati, mengajak anak, istri, atau saudara untuk bangun di sepertiga malam terakhir guna memanjatkan doa bersama.

3. Ber-Itikaf di Masjid
Itikaf adalah amalan yang hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi SAW selama sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat. Beliau mengisolasi diri dari kesibukan duniawi dan menetap di masjid.

Itikaf merupakan cara terbaik untuk melakukan "detoksifikasi hati" dari pengaruh dunia. Dengan berdiam diri di rumah Allah, fokus kita hanya tertuju pada satu titik: hubungan antara hamba dengan Sang Pencipta. Di tengah hiruk-pikuk persiapan Lebaran yang sering menguras energi dan pikiran, itikaf menjadi pelindung agar hati tetap terjaga dalam kekhusyukan.

4. Memperbanyak Sedekah dan Kebaikan
Meskipun Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan, kedermawanan beliau di bulan Ramadan, terutama di penghujungnya, digambarkan seperti "angin yang berembus kencang"—sangat cepat dan sangat luas manfaatnya.

Sepuluh hari terakhir adalah waktu terbaik untuk menunaikan zakat mal, zakat fitrah, maupun sedekah sunnah. Menolong sesama, memberi makan orang miskin, atau membantu fasilitas masjid adalah amalan yang sangat disukai Nabi SAW di fase ini.

5. Mencari Lailatul Qadar dengan Doa Khusus
Motivasi terbesar di balik semua amalan tersebut adalah harapan untuk bertemu dengan Lailatul Qadar. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk "berburu" malam kemuliaan tersebut di malam-malam ganjil.

Beliau juga mengajarkan satu doa padat makna untuk dibaca berulang-ulang:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku).

Doa ini menitikberatkan pada permohonan maaf ('afwu), yang maknanya lebih dalam daripada sekadar ampunan (maghfirah), karena 'afwu berarti menghapus dosa hingga tak berbekas sedikit pun.

Mungkin sulit bagi sebagian kita untuk beritikaf penuh selama sepuluh hari karena tuntutan pekerjaan. Namun, kita bisa memodifikasinya dengan cara:

  • Itikaf Parsial: Berniat itikaf setiap kali memasuki masjid untuk shalat berjamaah atau menghadiri kajian malam.
  • Manajemen Tidur: Tidur lebih awal agar bisa bangun lebih segar di sepertiga malam terakhir.
  • Digital Detox: Mengurangi penggunaan media sosial yang tidak perlu agar waktu luang bisa digunakan untuk membaca Al-Qur'an.

Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah fase penentuan. Rasulullah SAW telah menunjukkan bahwa akhir Ramadan adalah puncak perjuangan spiritual, bukan titik jenuh. Dengan menghidupkan malam, mengajak keluarga beribadah, dan memperbanyak sedekah, kita sedang berupaya mengakhiri Ramadan sebagai pemenang yang mendapatkan ampunan total.

Semoga kita diberikan kekuatan untuk meneladani spirit ibadah Rasulullah SAW hingga fajar Idul Fitri menyingsing.

 

Mari bayar zakat, infak, dan sedekah online melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah dan dana sosial keagamaan lainnya secara online dengan penyaluran amanah dan tepat sasaran.
Mari perkuat kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta.
Mari bayar fidyah melalui link kantor digital di bawah ini: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekah atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta di 0821-4123-2770 untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut.
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id

#RamadanPenuhBerkah
#AmalanRasulullahRamadan
#PuasaRamadan2026
#BayarZakatJogja
#AmalanUtamaRamadan

editor: Banyu Bening

17/03/2026 | Kontributor: Kifti
BAZNAS Kota Yogyakarta Salurkan Bantuan pada Safari Shubuh Pemerintah Kota Yogyakarta di Masjid Baiturrahman

Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Safari Subuh yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta di Masjid Baiturrahman, Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Safari Ramadan Pemerintah Kota Yogyakarta yang bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, lembaga, dan masyarakat.

Safari Subuh tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Yogyakarta bersama para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan jamaah Masjid Baiturrahman yang mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat sejak pelaksanaan salat Subuh berjamaah hingga rangkaian acara selesai.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, hadir mewakili BAZNAS Kota Yogyakarta dan menyalurkan bantuan kepada Masjid Baiturrahman. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp2.000.000 serta satu kotak perlengkapan P3K. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kemasjidan serta pelayanan bagi jamaah yang beribadah di masjid.

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendukung kegiatan keagamaan, khususnya di masjid. Menurutnya, masjid memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengurus masjid untuk mendukung kegiatan ibadah serta pelayanan kepada jamaah, khususnya selama bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Sementara itu, Takmir Masjid Baiturrahman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta serta Pemerintah Kota Yogyakarta atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masjid. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam menunjang berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di lingkungan masjid.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta atas bantuan yang diberikan kepada Masjid Baiturrahman. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk mendukung kegiatan ibadah serta pelayanan kepada jamaah,” ungkap perwakilan takmir masjid.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga kegiatan keagamaan dan sosial di masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Kegiatan Safari Subuh ini tidak hanya menjadi sarana ibadah bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, berbagai program sosial dan keagamaan dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat sehingga terbangun komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Ramadan merupakan waktu yang penuh keberkahan dan menjadi kesempatan terbaik bagi umat Islam untuk berbagi kepada sesama.

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang amanah dan terpercaya. Dana yang dihimpun nantinya akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Melalui semangat berbagi di bulan suci Ramadan, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menunaikan zakat dan sedekah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat kesejahteraan umat di Kota Yogyakarta.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

16/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BAZNAS Kota Yogyakarta Hadiri Safari Subuh Terakhir Ramadhan 1447 H di Masjid Baitul Hamdi

Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Safari Subuh Pemerintah Kota Yogyakarta yang diselenggarakan di Masjid Baitul Hamdi, Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini menjadi Safari Subuh terakhir yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta selama bulan suci Ramadhan 1447 H.

Safari Subuh tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Yogyakarta bersama jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta jamaah Masjid Baitul Hamdi. Sejak pelaksanaan salat Subuh berjamaah hingga rangkaian acara selesai, kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan.

Kehadiran rombongan pemerintah dalam Safari Subuh ini merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah selama bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, turut hadir bersama rombongan Pemerintah Kota Yogyakarta. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyalurkan bantuan kepada takmir Masjid Baitul Hamdi berupa uang tunai sebesar Rp2.000.000 serta satu box perlengkapan P3K.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan BAZNAS Kota Yogyakarta terhadap kegiatan kemasjidan serta pelayanan bagi jamaah yang beribadah di masjid. Diharapkan bantuan tersebut dapat membantu pengurus masjid dalam menunjang berbagai kegiatan ibadah dan sosial di lingkungan Masjid Baitul Hamdi.

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari, menyampaikan bahwa masjid memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat. Oleh karena itu, BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kemasjidan di Kota Yogyakarta.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengurus masjid untuk mendukung kegiatan ibadah dan pelayanan kepada jamaah. Semoga Masjid Baitul Hamdi semakin aktif dalam menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Takmir Masjid Baitul Hamdi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta kepada masjid. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu pengurus masjid dalam mendukung berbagai kegiatan yang dilaksanakan di masjid.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta atas bantuan yang diberikan kepada Masjid Baitul Hamdi. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk menunjang kegiatan kemasjidan dan pelayanan kepada jamaah,” ungkap perwakilan takmir masjid.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai kegiatan sosial dan keagamaan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Yogyakarta juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan dengan meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Ramadan merupakan waktu yang penuh keberkahan dan menjadi kesempatan terbaik bagi umat Islam untuk berbagi kepada sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang amanah dan terpercaya. Dana zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi.

Melalui semangat berbagi di bulan Ramadhan, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menunaikan zakat dan sedekah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang serta turut meningkatkan kesejahteraan umat di Kota Yogyakarta.

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

#HartaBerkahJiwaSakinah
#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

16/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Yogyakarta
BAZNAS Kota Yogyakarta Rilis Laporan Pengelolaan ZIS DSKL Februari 2026

BAZNAS Kota Yogyakarta kembali merilis laporan pengelolaan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL) periode Februari 2026 sebagai bentuk transparansi dan amanah kepada masyarakat.

Pada bulan Februari 2026, total penghimpunan dana ZIS dan DSKL tercatat sebesar Rp524.092.115. Penghimpunan terbesar berasal dari zakat maal perorangan sebesar Rp345.306.948 atau 65,9 persen dari total dana yang terkumpul. Selain itu, terdapat infak dan sedekah tidak terikat sebesar Rp73.118.496 (14%), infak terikat Rp53.290.264 (10,2%), serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) sebesar Rp51.616.407 (9,8%).

Secara kumulatif hingga Februari 2026, total penghimpunan ZIS dan DSKL telah mencapai Rp1.510.286.838. Angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.

Pada periode yang sama, penyaluran dana ZIS per program mencapai Rp374.602.413. Penyaluran terbesar disalurkan melalui program Jogja Peduli sebesar Rp256.065.000 (68,4%) yang difokuskan pada bantuan sosial dan kemanusiaan. Selain itu, program Jogja Taqwa menerima Rp60.362.000 (16,1%), Jogja Cerdas sebesar Rp50.675.413 (13,5%), serta program Jogja Sejahtera dan Jogja Sehat untuk mendukung kesejahteraan dan layanan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, total penyaluran ZIS dan DSKL pada Februari mencapai Rp475.945.525, dengan penerima manfaat terbesar berasal dari kelompok fakir miskin sebesar 37,1 persen. Hingga akhir Februari 2026, total penyaluran ZIS dan DSKL telah mencapai Rp1.528.131.623.

BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzakki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya. InsyaAllah setiap amanah yang dititipkan telah disalurkan kepada para mustahik yang berhak menerima.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan para muzakki dengan pahala berlipat, melapangkan rezeki, dan menghadirkan keberkahan bagi kita semua.

Mari terus kuatkan kepedulian untuk menghadirkan lebih banyak manfaat bagi sesama.

2,5% Zakat, 100 Manfaat. Manfaatnya Dunia. Akhirat. 

Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

 

#HartaBerkahJiwaSakinah#PengelolaZakatTerbaikTerpercaya
#AmanahProfesionalTransparan
#TerimakasihMuzakiDanMustahiq

12/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Yogyakarta

Berita Terbaru

Digitalisasi Zakat di Era Ekonomi Digital
Digitalisasi Zakat di Era Ekonomi Digital
Di era digital saat ini, hampir semua aspek kehidupan telah terpengaruh oleh kemajuan teknologi, termasuk dalam pengelolaan zakat. Digitalisasi zakat menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas dalam penyaluran zakat. Dengan memanfaatkan teknologi, zakat dapat dikelola dengan lebih baik, sehingga memberikan dampak yang lebih signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satu keuntungan utama dari digitalisasi zakat adalah kemudahan akses bagi para muzakki (pembayar zakat). Dengan adanya platform digital, masyarakat dapat menyalurkan zakat mereka kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang ke lembaga zakat secara fisik. Aplikasi mobile dan situs web yang dirancang khusus untuk pengumpulan zakat memungkinkan muzakki untuk melakukan transaksi dengan cepat dan aman. Hal ini sangat penting, terutama di tengah kesibukan masyarakat modern yang sering kali tidak memiliki waktu untuk mengurus zakat secara manual. Selain itu, digitalisasi zakat juga meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana zakat. Lembaga zakat yang menggunakan teknologi dapat memberikan laporan yang lebih akurat dan real-time mengenai penggunaan dana zakat. Dengan adanya fitur pelacakan, muzakki dapat melihat secara langsung bagaimana dan di mana zakat mereka disalurkan. Ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat, tetapi juga mendorong lebih banyak orang untuk menyalurkan zakat mereka. Di sisi lain, digitalisasi zakat juga membuka peluang untuk inovasi dalam program-program pemberdayaan ekonomi. Lembaga zakat dapat memanfaatkan data analitik untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang lebih spesifik dan merancang program yang lebih tepat sasaran. Misalnya, dengan menganalisis data demografis dan ekonomi, lembaga zakat dapat mengembangkan program pelatihan keterampilan atau modal usaha yang sesuai dengan potensi lokal. Ini akan membantu penerima zakat untuk menjadi lebih mandiri dan meningkatkan taraf hidup mereka. Selain itu, digitalisasi zakat juga memungkinkan kolaborasi yang lebih baik antara lembaga zakat, pemerintah, dan sektor swasta. Dengan berbagi data dan informasi, semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan solusi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah kemiskinan dan ketidakadilan sosial. Misalnya, pemerintah dapat menggunakan data dari lembaga zakat untuk merancang kebijakan yang lebih baik dalam program-program sosial. Namun, meskipun digitalisasi zakat menawarkan banyak manfaat, tantangan tetap ada. Salah satu tantangan utama adalah memastikan keamanan data dan privasi pengguna. Lembaga zakat harus memastikan bahwa sistem yang mereka gunakan aman dari ancaman siber dan bahwa data pribadi muzakki dilindungi dengan baik. Selain itu, masih ada sebagian masyarakat yang belum familiar dengan teknologi, sehingga perlu ada upaya untuk meningkatkan literasi digital di kalangan mereka. Dalam kesimpulannya, digitalisasi zakat di era ekonomi digital merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas dalam penyaluran zakat. Dengan memanfaatkan teknologi, zakat dapat dikelola dengan lebih baik, memberikan dampak yang lebih signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk mendukung dan berpartisipasi dalam proses digitalisasi ini, sehingga zakat dapat menjadi alat yang lebih efektif dalam memberdayakan ekonomi masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Mari kita sambut era digital ini dengan semangat untuk beramal dan berbagi, demi terciptanya masyarakat yang lebih sejahtera. Tunaikan zakat/infaq melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Tunaikan zakat/infaq melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA02/03/2025 | Admin
Ramadhan dan Spirit Kemanusiaan untuk Membangun Palestina
Ramadhan dan Spirit Kemanusiaan untuk Membangun Palestina
Bulan Ramadhan merupakan momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia untuk menumbuhkan spiritualitas dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Ramadhan menumbuhkan nilai spiritualitas melalui ibadah puasa dan amalan lainnya. Ramadhan juga menjadi kesempatan emas untuk menumbuhkan solidaritas terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara kita di Palestina yang belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Ramadhan: Momentum Peningkatan Spiritualitas dan Kemanusiaan Puasa di bulan Ramadhan mendidik untuk menahan diri dari makan minum dan juga segala keinginan dunia. Umat Islam dididik untuk ikut merasakan hidup yang sederhana dan seimbang, semua serba secukupnya dan dibatasi koridor syariat. Dengan berpuasa, umat Islam diajak untuk merasakan penderitaan mereka yang kurang beruntung, sehingga menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Semangat berbagi di bulan Ramadhan terasa lebih bermakna. Ibadah ini menjadi sarana untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat tali persaudaraan antar sesama manusia. Solidaritas untuk Palestina di Bulan Ramadhan Situasi Palestina telah menjadi perhatian internasional. Palestina yang belum merdeka menjadi catatan hitam dalam sejarah peradaban dunia. Masyarakat Palestina menghadapi berbagai kesulitan akibat konflik yang berkepanjangan, termasuk keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar dan ancaman terhadap keselamatan mereka. Ramadhan menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam di seluruh dunia untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan nyata bagi saudara-saudara di Palestina. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyerukan kepada umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat solidaritas terhadap bangsa Palestina. Seruan ini mengajak umat Islam untuk mengintensifkan bantuan kemanusiaan dan memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Langkah Nyata dalam Membangun Solidaritas Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan solidaritas terhadap Palestina selama bulan Ramadhan: Donasi dan Bantuan Kemanusiaan Menyalurkan bantuan finansial melalui lembaga-lembaga terpercaya yang memiliki program khusus untuk Palestina seperti Baznas Kota Yogyakarta. Bantuan ini dapat digunakan untuk menyediakan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan pendidikan bagi masyarakat Palestina. Doa Bersama Mengadakan doa bersama untuk keselamatan dan kedamaian bagi rakyat Palestina. Doa merupakan senjata spiritual yang diyakini mampu membawa perubahan positif. Penyebaran Informasi Menyebarkan informasi yang akurat mengenai situasi di Palestina melalui media sosial atau platform lainnya. Langkah ini penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat luas. Aksi Solidaritas Mengikuti atau mengorganisir kegiatan seperti penggalangan dana, seminar, atau diskusi yang bertujuan mendukung Palestina. Kegiatan semacam ini dapat memperkuat rasa kebersamaan dan komitmen dalam membantu sesama. Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk merenungkan kembali peran kita sebagai individu dalam masyarakat global. Dengan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat spiritualitas dan semangat kemanusiaan, kita dapat memberikan kontribusi nyata bagi saudara-saudara kita di Palestina. Semoga upaya kolektif ini membawa kedamaian dan keadilan bagi seluruh umat manusia. *Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor : Ashifuddin Fikri Writer : Nur Isnaini Masyitoh
BERITA02/03/2025 | Nur Isnaini Masyithoh
Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki makna yang mendalam dan luas dalam konteks sosial dan ekonomi. Di Indonesia, zakat bukan hanya sekadar kewajiban agama, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan potensi zakat yang sangat besar, kita dapat melihat bagaimana penyalurannya dapat membantu menciptakan kemandirian ekonomi bagi mereka yang membutuhkan. Zakat adalah harta yang dikeluarkan oleh individu yang telah memenuhi syarat tertentu, dan penyalurannya ditujukan kepada golongan yang berhak, seperti fakir, miskin, dan anak yatim. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, pendekatan terhadap zakat mulai mengalami transformasi. Saat ini, banyak lembaga zakat yang tidak hanya menyalurkan dana dalam bentuk uang, tetapi juga mengimplementasikan program-program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Salah satu cara zakat berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi adalah melalui pelatihan keterampilan. Banyak lembaga zakat yang menyelenggarakan program pelatihan bagi masyarakat kurang mampu, seperti pelatihan menjahit, memasak, atau keterampilan teknis lainnya. Dengan memberikan keterampilan yang dibutuhkan, penerima zakat dapat memulai usaha kecil atau meningkatkan produktivitas mereka. Misalnya, seorang ibu rumah tangga yang mengikuti pelatihan menjahit dapat memproduksi pakaian dan menjualnya, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain pelatihan, zakat juga dapat digunakan sebagai modal usaha. Banyak lembaga zakat yang menyediakan dana hibah atau pinjaman tanpa bunga kepada para pengusaha kecil. Dengan modal yang cukup, mereka dapat mengembangkan usaha mereka, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi pada perekonomian lokal. Contohnya, seorang petani yang mendapatkan bantuan modal untuk membeli bibit dan pupuk dapat meningkatkan hasil panennya, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya. Pemberdayaan ekonomi melalui zakat juga dapat dilihat dari segi pendidikan. Banyak lembaga zakat yang memberikan beasiswa kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan pendidikan yang baik, anak-anak tersebut memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di masa depan. Pendidikan yang berkualitas adalah investasi jangka panjang yang dapat memutus rantai kemiskinan dan menciptakan generasi yang lebih mandiri. Namun, untuk memastikan bahwa zakat benar-benar memberikan dampak yang signifikan dalam pemberdayaan ekonomi, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat sangat penting. Lembaga zakat yang terpercaya harus dapat menunjukkan kepada masyarakat bagaimana dana zakat digunakan dan dampaknya terhadap penerima zakat. Dengan adanya laporan yang jelas dan transparan, masyarakat akan lebih percaya untuk menyalurkan zakat mereka melalui lembaga-lembaga tersebut. Kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, dan sektor swasta juga dapat memperkuat peran zakat dalam pemberdayaan ekonomi. Pemerintah dapat memberikan dukungan dalam bentuk regulasi yang memudahkan pengumpulan dan penyaluran zakat. Sementara itu, sektor swasta dapat berkontribusi melalui program corporate social responsibility (CSR) yang sejalan dengan tujuan zakat. Dengan sinergi ini, upaya pemberdayaan ekonomi dapat dilakukan secara lebih efektif. Dalam kesimpulannya, zakat memiliki potensi yang sangat besar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui program pelatihan, modal usaha, dan pendidikan, zakat dapat membantu menciptakan kemandirian ekonomi bagi mereka yang membutuhkan. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat dan memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak, kita dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Mari kita salurkan zakat kita dengan bijak dan berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tunaikan zakat/infaq melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Tunaikan zakat/infaq melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah
BERITA02/03/2025 | Admin
Zakat: Kunci untuk Mengentaskan Kemiskinan di Indonesia
Zakat: Kunci untuk Mengentaskan Kemiskinan di Indonesia
Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memegang peranan penting dalam kehidupan umat Muslim. Di Indonesia, yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai alat sosial yang dapat membantu mengurangi kemiskinan. Dalam konteks ini, zakat memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat yang kurang beruntung. Sebagai sumber pembiayaan sosial, zakat merupakan harta yang dikeluarkan oleh individu yang telah memenuhi syarat tertentu, dan penyalurannya ditujukan kepada golongan yang berhak, seperti fakir, miskin, dan anak yatim. Di Indonesia, potensi zakat mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya, menurut data dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Namun, realisasi pengumpulan zakat masih jauh dari potensi tersebut. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat, lebih banyak dana dapat dikumpulkan dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Salah satu cara zakat berkontribusi dalam mengurangi kemiskinan adalah melalui program pemberdayaan ekonomi. Banyak lembaga zakat di Indonesia yang tidak hanya menyalurkan zakat dalam bentuk uang, tetapi juga memberikan pelatihan keterampilan dan modal usaha kepada masyarakat kurang mampu. Program-program ini bertujuan untuk membantu mereka menjadi mandiri secara ekonomi. Misalnya, pelatihan menjahit, pertanian, atau usaha kecil lainnya dapat memberikan peluang bagi penerima zakat untuk meningkatkan pendapatan mereka. Zakat juga berperan dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Banyak lembaga zakat yang menyediakan beasiswa pendidikan bagi anak-anak yang tidak mampu. Dengan memberikan akses pendidikan yang lebih baik, zakat membantu memutus rantai kemiskinan. Pendidikan yang baik akan membuka peluang kerja yang lebih baik di masa depan, sehingga anak-anak tersebut dapat meningkatkan taraf hidup keluarga mereka. Untuk memastikan bahwa zakat benar-benar memberikan dampak yang signifikan dalam mengurangi kemiskinan, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat sangat penting. Lembaga zakat yang terpercaya harus dapat menunjukkan kepada masyarakat bagaimana dana zakat digunakan dan dampaknya terhadap penerima zakat. Dengan adanya laporan yang jelas dan transparan, masyarakat akan lebih percaya untuk menyalurkan zakat mereka melalui lembaga-lembaga tersebut. Kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, dan sektor swasta juga dapat memperkuat peran zakat dalam mengurangi kemiskinan. Pemerintah dapat memberikan dukungan dalam bentuk regulasi yang memudahkan pengumpulan dan penyaluran zakat. Sementara itu, sektor swasta dapat berkontribusi melalui program corporate social responsibility (CSR) yang sejalan dengan tujuan zakat. Dengan sinergi ini, upaya pengentasan kemiskinan dapat dilakukan secara lebih efektif. Zakat memiliki peran yang sangat penting dalam mengurangi kemiskinan di Indonesia. Melalui program pemberdayaan ekonomi, peningkatan akses pendidikan, dan pengelolaan yang transparan, zakat dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat yang kurang beruntung. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat dan memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak, kita dapat bersama-sama menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Oleh karena itu, mari kita salurkan zakat kita dengan bijak dan berkontribusi dalam mengurangi kemiskinan di Indonesia. Tunaikan zakat/infaq melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta. https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Tunaikan zakat/infaq melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor: Ummi Kiftiyah ?
BERITA02/03/2025 | Admin
Hikmah Jejak Sejarah Peradaban di Bulan Ramadhan
Hikmah Jejak Sejarah Peradaban di Bulan Ramadhan
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bukan hanya karena keutamaannya sebagai bulan ibadah, tetapi juga karena ia menyimpan jejak sejarah peradaban Islam. Ramadhan menjadi saksi bisu lahirnya berbagai peristiwa besar yang membawa perubahan bagi peradaban muslim. Momen bersejarah ini mengajarkan kepada kita bahwa Ramadhan tidak hanya menjadi bulan untuk menahan lapar dan dahaga, melainkan juga bulan pembuktian bahwa ketakwaan mampu melahirkan ketangguhan yang mengubah peradaban. Perang Badar: Kemenangan Spiritualitas dan Strategi Salah satu peristiwa bersejarah yang paling monumental di bulan Ramadhan adalah Perang Badar. Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan tahun kedua Hijriyah. Perang ini bukan sekadar kemenangan militer, melainkan simbol kemenangan spiritualitas di atas keangkuhan duniawi. Pasukan Muslim saat itu berjumlah sekitar 300 orang yang berhadapan dengan pasukan Quraisy yang jauh lebih besar sekitar 1.000 orang. Dengan keimanan, strategi yang cerdas, serta doa yang tak henti dipanjatkan, kaum Muslimin meraih kemenangan gemilang. Hikmah yang dapat kita petik adalah bahwa ketakwaan yang tulus mampu melahirkan keberanian dan ketangguhan, dan bahwa Allah menolong mereka yang berserah diri sepenuhnya. “Dan sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, agar kamu bersyukur.” (QS. Ali Imran: 123) Fathu Makkah: Kemenangan Tanpa Pertumpahan Darah Fathu Makkah (Pembebasan Kota Makkah) terjadi pada 20 Ramadhan tahun ke-8 Hijriyah. Ini adalah puncak kemenangan dakwah Rasulullah setelah bertahun-tahun mengalami penindasan dan pengusiran. Berbeda dari kebanyakan peristiwa penaklukan, Fathu Makkah terjadi dengan damai, tanpa pertumpahan darah. Hikmah dari Fathu Makkah mengajarkan bahwa kemenangan sejati dalam membangun peradaban bukanlah sekadar kekuasaan wilayah, tetapi bagaimana dakwah melembutkan hati manusia dengan akhlak mulia, kasih sayang, dan keadilan. Spirit Perjuangan Palestina dan Kemerdekaan Bangsa-bangsa Muslim Ramadhan juga menjadi sumber inspirasi perjuangan di era modern, seperti perjuangan rakyat Palestina dalam mempertahankan tanah air mereka dari penjajahan dan kedzaliman. Setiap Ramadhan, umat Islam Palestina memperlihatkan ketabahan luar biasa meski hidup di tengah keterbatasan. Puasa, shalat tarawih di Masjid Al-Aqsha yang penuh ancaman, serta doa yang terus dipanjatkan menjadi bukti bahwa Ramadhan melahirkan jiwa-jiwa yang kuat dan tak gentar menghadapi ketidakadilan. Tak hanya Palestina, Ramadhan juga menjadi saksi sejarah perjuangan kemerdekaan di berbagai negara Muslim, termasuk Indonesia. Para pejuang kemerdekaan memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperkuat spiritualitas, membangun solidaritas, dan menggelorakan semangat jihad melawan penjajah. Hikmah Besar: Ramadhan sebagai Pembangun Karakter Peradaban Dari rangkaian peristiwa sejarah tersebut, kita dapat memetik hikmah bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah individual, tetapi juga momentum membangun peradaban. Nilai-nilai yang dilatih selama Ramadhan—seperti disiplin, empati, kesabaran, persatuan, dan kepedulian sosial—adalah pondasi kokoh bagi sebuah peradaban yang beradab dan bermartabat. Sejarah membuktikan bahwa Ramadhan melahirkan generasi tangguh yang mampu mengubah jalannya sejarah. Ketakwaan yang terlatih selama Ramadhan menjelma menjadi kekuatan moral yang membimbing setiap langkah perjuangan, baik di masa lalu maupun hari ini. Peristiwa-peristiwa besar di bulan Ramadhan mengajarkan kita bahwa sejarah dan spiritualitas tidak bisa dipisahkan dalam membangun peradaban. Ramadhan bukan sekadar bulan ritual, melainkan bulan yang menyimpan energi perubahan besar bagi umat Islam. Kini, tugas kita adalah melanjutkan jejak sejarah tersebut, menjadikan Ramadhan sebagai bulan refleksi, perjuangan, dan membangkitkan spirit membangun peradaban yang penuh berkah. Mari menjadikan Ramadhan tahun ini bukan sekadar momentum pribadi, tapi juga momentum kebangkitan umat. Dari Badar hingga Palestina, dari Fathu Makkah hingga perjuangan membela kemanusiaan, semua mengajarkan bahwa Ramadhan adalah bulan lahirnya peradaban mulia. *Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor : Ashifuddin Fikri Writer : Nur Isnaini Masyitoh
BERITA02/03/2025 | Nur Isnaini Masyithoh
Sedekah dan Kesejahteraan Sosial: Mari Membangun Perubahan
Sedekah dan Kesejahteraan Sosial: Mari Membangun Perubahan
Sedekah bukan sekadar ritual ibadah, melainkan jembatan menuju kesejahteraan sosial yang lebih baik. Di tengah kesenjangan ekonomi yang semakin melebar, peran sedekah menjadi sangat vital dalam membangun masyarakat yang berkeadilan. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah SWT berfirman: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui."[2] Ayat ini menggarisbawahi besarnya keberkahan yang terkandung dalam sedekah, yang tidak hanya bermanfaat bagi penerima tetapi juga bagi pemberi. Baznas hadir sebagai fasilitator untuk menyalurkan sedekah Anda tepat sasaran. Program-program yang kami kembangkan tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga penguatan ekonomi produktif yang berkelanjutan. Setiap rupiah yang Anda sedekahkan berpotensi mengubah kehidupan sesama. Dari membantu pendidikan anak yatim hingga pemberdayaan UMKM, dampak sedekah sangatlah nyata dan terukur. Dampak Sedekah dalam Membangun Kesejahteraan Sosial Tidak hanya berdampak ekonomi, sedekah juga membangun kohesi sosial dan solidaritas antar warga. Sedekah sangat membantu membangun sarana umum di masyarakat. Dana sedekah yang dikumpulkan bersama-sama biasanya digunakan untuk membangun dan merawat tempat-tempat penting seperti masjid, sekolah agama, jalan, jembatan, dll di daerah yang belum mendapat bantuan dari pemerintah. Ini membuktikan bahwa sedekah bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik dan nyaman untuk semua orang dalam jangka panjang. Bagaimana Kita Dapat Berkontribusi Setiap orang, terlepas dari kondisi ekonomi, dapat berpartisipasi dalam gerakan sedekah untuk kesejahteraan sosial. BAZNAS Kota menyediakan berbagai kanal donasi yang mudah diakses, mulai dari transfer bank, hingga layanan jemput donasi Yang terpenting, konsistensi dalam bersedekah jauh lebih berharga daripada nominal besar yang hanya dilakukan sesekali. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim) Kesimpulan Sedekah bukan sekadar ritual ibadah, melainkan instrumen transformatif untuk membangun kesejahteraan sosial yang berkeadilan. Melalui pengelolaan profesional oleh lembaga seperti BAZNAS, dampak sedekah dapat dimaksimalkan untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Mari bergabung dalam gerakan perubahan ini. Sedekah Anda, sekecil apapun, adalah bagian dari solusi untuk menciptakan kesejahteraan sosial yang merata. Mulailah sekarang. Karena setiap langkah kebaikan adalah awal dari perubahan besar. Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekahKunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekahKunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Shifa Indri Hudannaya Editor: M. Sahal
BERITA02/03/2025 | AdminS
Berkah Tersembunyi di Balik Sahur: Energi dan Fokus Sepanjang Hari
Berkah Tersembunyi di Balik Sahur: Energi dan Fokus Sepanjang Hari
Sahur adalah waktu makan yang dilakukan oleh umat Islam sebelum memulai puasa di bulan Ramadhan. Meskipun sering kali dianggap sebagai rutinitas yang biasa, sahur memiliki banyak berkah dan manfaat yang tersembunyi, terutama dalam hal energi dan fokus sepanjang hari. Dalam artikel ini, kita akan membahas pentingnya sahur, manfaat kesehatan yang diperoleh, serta dalil yang mendasarinya. 1. Pentingnya Sahur dalam Puasa Sahur bukan hanya sekadar makan sebelum berpuasa, tetapi juga merupakan bagian integral dari ibadah puasa itu sendiri. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Makan sahurlah, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa sahur memiliki nilai spiritual dan kesehatan yang penting. Dengan sahur, kita tidak hanya mempersiapkan fisik untuk berpuasa, tetapi juga mendapatkan berkah dari Allah SWT. 2. Manfaat Kesehatan Sahur a. Menjaga Kadar Energi Sahur yang baik dapat membantu menjaga kadar energi sepanjang hari. Makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks, protein, dan serat dapat memberikan energi yang tahan lama. Contoh makanan yang baik untuk sahur antara lain: Oatmeal: Mengandung serat tinggi yang dapat memberikan energi secara bertahap. Telur: Sumber protein yang baik dan dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Buah-buahan: Seperti pisang dan kurma, yang kaya akan vitamin dan mineral. b. Mencegah Dehidrasi Salah satu tantangan saat berpuasa adalah dehidrasi. Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak air, seperti buah-buahan dan sayuran, kita dapat membantu menjaga hidrasi tubuh. Contoh makanan yang baik untuk sahur adalah: Semangka: Mengandung banyak air dan dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Mentimun: Juga kaya akan air dan rendah kalori. c. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus Makanan yang tepat saat sahur dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus sepanjang hari. Nutrisi yang baik membantu otak berfungsi dengan optimal. Beberapa makanan yang dapat meningkatkan fungsi otak antara lain: Kacang-kacangan: Mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan otak. Ikan: Seperti salmon, yang kaya akan omega-3 dan dapat meningkatkan daya ingat. d. Menjaga Kesehatan Pencernaan Sahur yang kaya serat dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Makanan berserat membantu mencegah sembelit dan menjaga sistem pencernaan tetap lancar. Beberapa pilihan makanan berserat tinggi untuk sahur adalah: Roti gandum utuh: Sumber serat yang baik dan dapat memberikan energi. Sayuran hijau: Seperti bayam dan brokoli, yang kaya serat dan nutrisi. 3. Tips Memilih Makanan Sahur yang Sehat Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari sahur, berikut adalah beberapa tips dalam memilih makanan: Pilih Karbohidrat Kompleks: Makanan seperti nasi merah, roti gandum, dan oatmeal memberikan energi yang lebih tahan lama dibandingkan karbohidrat sederhana. Kombinasikan dengan Protein: Menambahkan sumber protein seperti telur, yogurt, atau kacang-kacangan dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Hindari Makanan Berlemak Tinggi: Makanan yang tinggi lemak jenuh dapat membuat kita merasa lesu dan mengurangi energi. Minum Air yang Cukup: Pastikan untuk minum cukup air saat sahur untuk menjaga hidrasi tubuh. 4. Dampak Positif Sahur pada Kesehatan Mental Sahur tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga memiliki dampak positif pada kesehatan mental. Berikut adalah beberapa manfaatnya: a. Meningkatkan Mood Makanan yang sehat dapat mempengaruhi suasana hati kita. Nutrisi yang baik membantu tubuh memproduksi hormon yang berperan dalam meningkatkan mood, seperti serotonin. Dengan sahur yang baik, kita dapat merasa lebih bahagia dan bersemangat sepanjang hari. b. Mengurangi Stres Kesehatan fisik yang baik berkontribusi pada kesehatan mental. Dengan menjaga kadar energi dan hidrasi, kita dapat mengurangi stres dan kecemasan yang mungkin muncul selama berpuasa. c. Meningkatkan Kualitas Tidur Makanan yang tepat saat sahur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Dengan menghindari makanan berat dan berlemak, kita dapat tidur lebih nyenyak dan bangun dengan segar untuk menjalani puasa. Kesimpulan Sahur adalah waktu yang sangat penting dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan memilih makanan yang tepat, kita dapat memperoleh banyak berkah dan manfaat kesehatan, baik fisik maupun mental. Sahur bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi hari puasa dengan energi dan fokus yang optimal. *Tunaikan zakat, infaq, sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Editor : Ashifuddin Fikri Writer : Ashifuddin Fikri
BERITA02/03/2025 | Ashifuddin Fikri
Fidyah: Sebuah Tindakan Cinta yang Menghadirkan Harapan di Tengah Kesulitan Ekonomi
Fidyah: Sebuah Tindakan Cinta yang Menghadirkan Harapan di Tengah Kesulitan Ekonomi
Fidyah adalah salah satu bentuk amal yang sangat penting dalam Islam, terutama bagi mereka yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Dalam konteks kesulitan ekonomi yang sering dihadapi oleh banyak orang, fidyah menjadi sebuah tindakan cinta yang tidak hanya membantu individu yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di masyarakat. Fidyah dapat diartikan sebagai pengganti puasa yang tidak dapat dilaksanakan, biasanya berupa makanan atau uang yang diberikan kepada orang-orang yang kurang mampu. Dengan memberikan fidyah, seseorang tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga memberikan harapan dan dukungan kepada mereka yang sedang berjuang dalam kesulitan ekonomi. Tindakan ini mencerminkan nilai-nilai kasih sayang dan kepedulian dalam Islam. Di tengah tantangan ekonomi yang semakin meningkat, fidyah menjadi salah satu cara untuk berbagi rezeki. Melalui fidyah, kita dapat membantu meringankan beban orang lain dan menciptakan lingkungan yang lebih baik. Dengan demikian, fidyah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga sebuah tindakan cinta yang membawa harapan bagi banyak orang.
BERITA02/03/2025 | Putri Khodijah
Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan
Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Selama sebulan penuh, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa, yang tidak hanya bertujuan untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama. Salah satu bentuk kepedulian yang sangat dianjurkan dalam bulan suci ini adalah sedekah. Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan dengan sedekah di bulan-bulan lainnya, karena setiap amal kebaikan yang dilakukan di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya. Selain itu, sedekah juga menjadi sarana untuk membersihkan harta dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Banyak tempat yang dapat dijadikan wadah dalam menampung harta atau benda yang ingin disedekahkan, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas. Dalam konteks ini, Baznas berperan penting dalam mengelola dan mendistribusikan zakat, infaq, dan sedekah dari masyarakat, sehingga dapat menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan. Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan 1. Peningkatan Berkah Sedekah di bulan Ramadhan dapat meningkatkan berkah dalam hidup kita. Allah SWT menjanjikan bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya. Dengan bersedekah, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam hidup kita sendiri. 2. Ampunan Dosa Salah satu keutamaan sedekah adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah kita lakukan. Dalam bulan Ramadhan, kita diajak untuk lebih introspektif dan memperbaiki diri. Dengan bersedekah, kita berharap Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan kita kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. 3. Kepedulian Sosial Sedekah merupakan wujud kepedulian sosial terhadap sesama. Di bulan Ramadhan, banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Dengan bersedekah, kita dapat membantu meringankan beban mereka dan membuat mereka merasa bahagia. Ini adalah saat yang tepat untuk menunjukkan empati dan kasih sayang kepada sesama. 4. Menambah Rezeki Allah SWT telah menjanjikan bahwa orang-orang yang bersedekah akan dilipatgandakan rezekinya. Sedekah tidak akan membuat kita miskin, justru akan membuat kita semakin kaya. Banyak orang yang merasakan bahwa setelah mereka bersedekah, rezeki mereka justru semakin lancar dan melimpah. 5. Pahala yang Berlipat Ganda Setiap amal kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya, termasuk sedekah. Ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya. Dengan bersedekah, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan batin. Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekahKunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekahKunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Riza Fatmahira Editor: M. Sahal
BERITA02/03/2025 | AdminS
Kapan Waktu Membayar Fidyah?
Kapan Waktu Membayar Fidyah?
Fidyah dapat dibayarkan pada beberapa waktu, dan berikut adalah penjelasan mengenai kapan sebaiknya fidyah dibayarkan, sebagai berikut: 1. Sebelum Ramadan Fidyah dapat dibayarkan sebelum bulan Ramadan jika seseorang sudah mengetahui bahwa mereka tidak akan mampu berpuasa. Ini memberikan kesempatan untuk menyiapkan makanan bagi orang-orang yang membutuhkan. 2. Saat Ramadan Fidyah juga dapat dibayarkan selama bulan Ramadan, terutama jika seseorang tidak dapat berpuasa pada hari-hari tertentu. Dalam hal ini, fidyah dapat dibayarkan setiap kali puasa yang ditinggalkan. 3. Setelah Ramadan Jika fidyah belum dibayarkan selama bulan Ramadan, maka sebaiknya segera dibayarkan setelah bulan Ramadan berakhir. Ini penting untuk memastikan bahwa kewajiban tersebut dipenuhi. Sumber hukum mengenai fidyah dan waktu pembayarannya tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Quran, tetapi dapat ditemukan dalam beberapa hadits dan pendapat ulama, salah satu hadits yang relevan adalah: Hadits dari Ibn Abbas: “Fidyah adalah memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan." (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam konteks ini, para ulama sepakat bahwa fidyah sebaiknya dibayarkan secepat mungkin setelah mengetahui bahwa puasa tidak dapat dilaksanakan, baik sebelum, selama, atau setelah Ramadan, agar dapat membantu mereka yang membutuhkan dengan segera. Membayar fidyah sebaiknya dilakukan secepat mungkin, baik sebelum, selama, atau setelah Ramadan, sesuai dengan kemampuan dan situasi individu. Penulis: Aulia Anastasya Putri Permana Editor: M. Kausari Kaidani
BERITA02/03/2025 | Aulia Anastasya Putri Permana
Ketentun Fidyah bagi Orang Dewasa dan Anak-anak
Ketentun Fidyah bagi Orang Dewasa dan Anak-anak
Dalam konteks fidyah, tidak ada batasan usia yang secara eksplisit ditetapkan dalam hukum Islam. Namun, ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan terkait dengan usia dan kewajiban membayar fidyah: 1. Kewajiban Fidyah a. Orang Dewasa: Kewajiban membayar fidyah berlaku bagi setiap Muslim yang telah baligh (dewasa) dan tidak dapat menjalankan puasa karena alasan tertentu, seperti sakit, usia lanjut, atau kondisi lainnya. b. Anak-anak: Anak-anak yang belum baligh tidak diwajibkan untuk berpuasa, oleh karena itu, mereka juga tidak diwajibkan untuk membayar fidyah. Namun, jika mereka sudah mencapai usia baligh dan tidak dapat berpuasa, maka mereka harus membayar fidyah. 2. Pembayaran Fidyah a. Orang Dewasa: Jika seorang dewasa tidak dapat berpuasa, mereka harus membayar fidyah sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Fidyah dapat berupa memberi makan kepada orang miskin atau membayar sejumlah uang yang setara dengan nilai makanan pokok. b. Anak-anak: Karena anak-anak tidak diwajibkan untuk berpuasa, mereka tidak memiliki kewajiban untuk membayar fidyah. Namun, jika seorang anak sudah berpuasa dan tidak dapat menyelesaikannya karena alasan tertentu, maka orang tua atau wali mereka dapat membayar fidyah atas nama anak tersebut, tetapi ini bukanlah kewajiban. Penulis: Aulia Anastasya Putri Permana Editor: M. Kausari Kaidani
BERITA02/03/2025 | Aulia Anastasya Putri Permana
Lupa Jumlah Hari Tidak Berpuasa untuk Membayar Fidyah? Ini Jawabannya
Lupa Jumlah Hari Tidak Berpuasa untuk Membayar Fidyah? Ini Jawabannya
Jika seseorang lupa jumlah hari puasa yang tidak dilaksanakan dan perlu membayar fidyah, berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil: 1. Estimasi Jumlah Hari Cobalah untuk mengingat kembali hari-hari yang tidak dapat dipuasa. Pertimbangkan faktor-faktor, seperti sakit, hamil, menyusui, atau alasan lain yang membuat Anda tidak berpuasa. Jika tidak dapat mengingat dengan pasti, buatlah estimasi yang wajar berdasarkan ingatan Anda. Misalnya, jika Anda yakin tidak berpuasa selama dua minggu, Anda dapat memperkirakan sekitar 14 hari. 2. Berkonsultasi Dapat berkonsultasi kepada ahli dalam fidyah, misalnya melalui badan zakat. 3. Menggunakan Pendekatan Terbaik Jika Anda masih ragu, lebih baik untuk mengambil jumlah yang lebih banyak dari estimasi Anda. Misalnya, jika Anda memperkirakan tidak berpuasa selama 10 hari, Anda bisa membayar fidyah untuk 12 atau 15 hari sebagai langkah kehati-hatian. 4. Membayar Fidyah Setelah menentukan jumlah hari yang akan dibayarkan, Anda dapat melanjutkan untuk membayar fidyah sesuai dengan jumlah tersebut. Fidyah dapat berupa memberi makan kepada orang miskin atau membayar sejumlah uang yang setara dengan nilai makanan pokok. Dalam Islam, untuk hal demikian menggunakan prinsip kehati-hatian (ihtiyat) sangat dianjurkan. Jika ada keraguan, lebih baik untuk mengambil langkah yang lebih aman dalam memenuhi kewajiban. Penulis: Aulia Anastasya Putri Permana Editor: M. Kausari Kaidani
BERITA02/03/2025 | Aulia Anastasya Putri Permana
Fidyah: Makna dan Pentingnya dalam Islam
Fidyah: Makna dan Pentingnya dalam Islam
Fidyah: Makna dan Pentingnya dalam Islam Fidyah adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada kompensasi atau tebusan yang diberikan oleh seseorang yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Fidyah biasanya berupa makanan atau sedekah yang diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Dalam konteks ini, fidyah menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan sosial dan membantu mereka yang kurang beruntung. Pengertian Fidyah Secara etimologis, fidyah berasal dari kata "fada" yang berarti menebus atau mengganti. Dalam konteks ibadah puasa, fidyah adalah bentuk pengganti bagi mereka yang tidak mampu berpuasa karena alasan tertentu, seperti sakit yang berkepanjangan, hamil, menyusui, atau alasan lainnya yang sah menurut syariat Islam. Fidyah dapat diartikan sebagai bentuk tanggung jawab seorang Muslim untuk tetap memenuhi kewajiban ibadah meskipun tidak dapat melaksanakannya secara langsung. Dalam hal ini, fidyah menjadi solusi bagi mereka yang tidak dapat berpuasa untuk tetap berkontribusi dalam amal ibadah. Dasar Hukum Fidyah Fidyah diatur dalam Al-Qur'an dan Hadis. Salah satu ayat yang menjelaskan tentang fidyah terdapat dalam Surah Al-Baqarah (2:184): "Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya, ada kewajiban membayar fidyah, yaitu memberi makan kepada orang miskin. Barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya. Dan jika kamu berpuasa itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." Ayat ini menunjukkan bahwa fidyah adalah pilihan bagi mereka yang tidak mampu berpuasa, dan memberi makan kepada orang miskin adalah bentuk pelaksanaan fidyah yang dianjurkan. Pentingnya Fidyah dalam Islam 1. Menjaga Keseimbangan Sosial Fidyah berfungsi untuk membantu mereka yang kurang beruntung. Dengan memberikan fidyah, seorang Muslim tidak hanya memenuhi kewajiban ibadahnya, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan sosial. Ini menciptakan rasa solidaritas dan kepedulian antar sesama umat manusia. 2. Menunjukkan Rasa Syukur Memberikan fidyah juga merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan. Dengan berbagi kepada orang lain, seorang Muslim menunjukkan bahwa ia menghargai rezeki yang dimiliki dan berusaha untuk membantu sesama yang membutuhkan. 3. Memenuhi Kewajiban Ibadah Fidyah menjadi alternatif bagi mereka yang tidak dapat menjalankan puasa. Dengan membayar fidyah, seorang Muslim tetap dapat memenuhi kewajiban ibadahnya meskipun dalam keadaan tertentu tidak dapat berpuasa. Ini menunjukkan fleksibilitas dalam syariat Islam yang mengutamakan kemudahan bagi umatnya. 4. Mendorong Amal Kebajikan Fidyah juga mendorong umat Islam untuk lebih aktif dalam melakukan amal kebajikan. Dengan memberikan fidyah, seseorang tidak hanya menebus ketidakmampuannya untuk berpuasa, tetapi juga berkontribusi dalam membantu orang lain, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pahala dan keberkahan dalam hidupnya. Kesimpulan Fidyah merupakan salah satu aspek penting dalam ibadah puasa di bulan Ramadan. Selain sebagai bentuk kompensasi bagi mereka yang tidak dapat berpuasa, fidyah juga memiliki makna sosial yang mendalam. Dengan memberikan fidyah, seorang Muslim tidak hanya memenuhi kewajiban ibadah, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan kesejahteraan sosial dan menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami dan melaksanakan fidyah dengan baik, agar dapat meraih keberkahan dan pahala dari Allah. Penulis: Hubaib Ash shidqi Editor: Hubaib Ash shidqi
BERITA02/03/2025 | HUBAIB ASH SHIDQI
Bolehkah Membayar Fidyah Selain di Bulan Ramadhan?
Bolehkah Membayar Fidyah Selain di Bulan Ramadhan?
Bolehkah Membayar Fidyah Selain di Bulan Ramadhan? Fidyah adalah salah satu bentuk kompensasi yang diberikan oleh seseorang yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Dalam konteks ini, banyak yang bertanya-tanya, "Bolehkah membayar fidyah selain di bulan Ramadhan?" Mari kita bahas lebih dalam mengenai hal ini. Apa Itu Fidyah? Fidyah merupakan pembayaran yang dilakukan oleh seseorang yang tidak mampu berpuasa, baik karena sakit yang berkepanjangan, usia lanjut, atau alasan lainnya yang sah. Fidyah biasanya dibayarkan dalam bentuk makanan atau uang yang setara dengan nilai makanan yang dapat diberikan kepada orang yang membutuhkan. Ketentuan Pembayaran Fidyah Dalam syariat Islam, fidyah dibayarkan sebagai bentuk tanggung jawab bagi mereka yang tidak dapat menjalankan puasa. Namun, ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan: Waktu Pembayaran: Fidyah sebaiknya dibayarkan setelah bulan Ramadhan berakhir. Hal ini karena fidyah merupakan pengganti puasa yang tidak dilaksanakan selama bulan suci tersebut. Bentuk Pembayaran: Fidyah dapat dibayarkan dalam bentuk makanan atau uang. Namun, disarankan untuk memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, sesuai dengan ajaran Islam. Kepentingan Sosial: Pembayaran fidyah juga memiliki tujuan sosial, yaitu membantu mereka yang kurang mampu. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa fidyah yang dibayarkan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Bolehkah Membayar Fidyah Selain di Bulan Ramadhan? Mengenai pertanyaan apakah fidyah boleh dibayar selain di bulan Ramadhan, jawabannya adalah ya, tetapi dengan beberapa catatan. Fidyah seharusnya dibayarkan setelah bulan Ramadhan, namun jika seseorang memiliki alasan yang kuat dan tidak dapat menunggu hingga bulan Ramadhan berikutnya, maka pembayaran fidyah dapat dilakukan lebih awal. Misalnya, seseorang yang sudah lanjut usia dan tidak mampu berpuasa lagi. Ia dapat membayar fidyah sebelum bulan Ramadhan berikutnya, agar tidak menunggu hingga bulan suci tiba. Namun, sebaiknya ia berkonsultasi dengan ulama atau orang yang berkompeten dalam masalah ini untuk mendapatkan panduan yang tepat. Kesimpulan Fidyah adalah kewajiban bagi mereka yang tidak dapat menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Meskipun sebaiknya dibayarkan setelah bulan Ramadhan, ada kemungkinan untuk membayar fidyah lebih awal jika ada alasan yang kuat. Penting untuk selalu merujuk kepada ajaran Islam dan berkonsultasi dengan pihak yang berkompeten dalam hal ini. Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa fidyah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Mari kita tunaikan fidyah kita dengan sebaik-baiknya, baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan tersebut. Penulis: Hubaib Ash shidqi Editor: Hubaib Ash shidqi
BERITA02/03/2025 | HUBAIB ASH SHIDQI
Kenapa Pembayaran Fidyah Harus di Bulan Ramadhan?
Kenapa Pembayaran Fidyah Harus di Bulan Ramadhan?
Kenapa Pembayaran Fidyah Harus di Bulan Ramadhan? Fidyah adalah salah satu bentuk kompensasi yang diberikan oleh umat Islam bagi mereka yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Pembayaran fidyah ini memiliki makna dan tujuan yang mendalam dalam konteks ibadah dan sosial. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa pembayaran fidyah harus dilakukan di bulan Ramadhan. Pengertian Fidyah Fidyah berasal dari kata "fida" yang berarti tebusan. Dalam konteks puasa, fidyah adalah makanan atau uang yang diberikan sebagai pengganti bagi mereka yang tidak mampu berpuasa, baik karena sakit, usia lanjut, atau alasan lainnya. Fidyah bertujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan dan menjaga solidaritas sosial di antara umat Islam. Kewajiban Pembayaran Fidyah Menjaga Ketaatan: Pembayaran fidyah di bulan Ramadhan menunjukkan ketaatan seorang Muslim terhadap perintah Allah. Meskipun tidak dapat berpuasa, mereka tetap berusaha untuk memenuhi kewajiban agama dengan cara lain. Bulan Penuh Berkah: Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Dengan membayar fidyah di bulan ini, seorang Muslim dapat merasakan manfaat spiritual dan pahala yang lebih besar. Ini adalah waktu yang tepat untuk beramal dan berbagi dengan sesama. Membantu Sesama: Fidyah yang dibayarkan akan digunakan untuk membantu mereka yang kurang mampu. Dengan memberikan fidyah, seorang Muslim berkontribusi dalam mengurangi beban orang lain, terutama di bulan yang suci ini. Mengganti Kewajiban Puasa: Bagi mereka yang tidak dapat berpuasa, fidyah menjadi pengganti yang sah. Dengan membayar fidyah, mereka menunjukkan rasa tanggung jawab atas kewajiban yang tidak dapat dilaksanakan. Kesimpulan Pembayaran fidyah di bulan Ramadhan bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas sosial. Dengan memahami pentingnya fidyah, kita dapat lebih menghargai bulan suci ini dan berusaha untuk berbagi dengan sesama. Oleh karena itu, bagi mereka yang tidak dapat berpuasa, sangat dianjurkan untuk membayar fidyah di bulan Ramadhan agar dapat meraih berkah dan pahala yang berlipat ganda. Dengan demikian, fidyah bukan hanya sekadar tebusan, tetapi juga merupakan wujud kasih sayang dan kepedulian kita terhadap sesama umat Islam. Mari kita manfaatkan bulan Ramadhan ini untuk beramal dan berbagi, serta memenuhi kewajiban fidyah dengan sebaik-baiknya. Penulis: Hubaib Ash shidqi Editor: Hubaib Ash shidqi
BERITA02/03/2025 | HUBAIB ASH SHIDQI
Apa itu Sedekah Sampah? Memahami Konsep dan Manfaatnya
Apa itu Sedekah Sampah? Memahami Konsep dan Manfaatnya
Di tengah kesibukan dan tantangan lingkungan yang semakin kompleks, muncul sebuah gerakan sosial yang menarik perhatian banyak orang, yaitu sedekah sampah. Konsep ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu sedekah sampah, bagaimana cara kerjanya, serta manfaat yang dapat diperoleh dari praktik ini. Apa Itu Sedekah Sampah? Sedekah sampah adalah sebuah inisiatif yang mengajak individu atau kelompok untuk menyumbangkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis, seperti botol plastik, kertas, atau barang bekas lainnya. Konsep ini berakar dari prinsip sedekah dalam agama, di mana seseorang memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Dalam hal ini, sampah yang disumbangkan akan dikelola dan dijadikan sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Gerakan sedekah sampah bertujuan untuk mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Dengan menyumbangkan sampah, individu tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Cara Kerja Sedekah Sampah Praktik sedekah sampah dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana. Pertama, individu atau kelompok dapat mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai, seperti botol plastik, kertas, atau barang bekas lainnya. Setelah itu, sampah tersebut dapat diserahkan kepada lembaga atau komunitas yang mengelola sedekah sampah. Lembaga atau komunitas ini akan mengolah sampah yang diterima, baik dengan cara mendaur ulang atau menjualnya kepada pihak yang membutuhkan. Hasil dari penjualan sampah tersebut kemudian dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sosial, seperti membantu anak-anak kurang mampu, mendukung pendidikan, atau kegiatan kemanusiaan lainnya. Manfaat Sedekah Sampah Mengurangi Limbah Salah satu manfaat utama dari sedekah sampah adalah mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan. Dengan menyumbangkan sampah yang masih memiliki nilai, kita dapat membantu mengurangi beban TPA dan mencegah pencemaran lingkungan. Hal ini sangat penting mengingat semakin banyaknya sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Sedekah sampah juga berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memahami dampak negatif dari sampah yang tidak dikelola dengan baik. Memberdayakan Masyarakat Dengan adanya sedekah sampah, masyarakat dapat diberdayakan melalui berbagai program yang diadakan oleh lembaga atau komunitas. Misalnya, pelatihan tentang daur ulang, pengelolaan sampah, atau kewirausahaan. Hal ini dapat membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menciptakan Kegiatan Sosial Hasil dari sedekah sampah dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya, dana yang diperoleh dari penjualan sampah dapat digunakan untuk membantu anak-anak kurang mampu, memberikan beasiswa, atau mendukung kegiatan kemanusiaan lainnya. Membangun Rasa Kebersamaan Sedekah sampah juga dapat membangun rasa kebersamaan di antara anggota masyarakat. Dengan berpartisipasi dalam gerakan ini, individu dapat saling mendukung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Sedekah sampah adalah sebuah gerakan yang mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam pengelolaan limbah dengan cara yang positif. Melalui praktik ini, kita tidak hanya dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, tetapi juga meningkatkan kesadaran lingkungan, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan kegiatan sosial yang bermanfaat. Dengan memahami konsep dan manfaat sedekah sampah, diharapkan lebih banyak orang yang tergerak untuk berpartisipasi dalam gerakan ini demi masa depan yang lebih baik. Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekahKunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekahKunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Riza Fatmahira Editor: M. Sahal
BERITA02/03/2025 | AdminS
Apakah Fidyah Bisa Digantikan dengan Sedekah? Ini Jawabannya
Apakah Fidyah Bisa Digantikan dengan Sedekah? Ini Jawabannya
Fidyah adalah kompensasi yang wajib dibayarkan oleh seseorang yang tidak dapat menjalankan puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit atau perjalanan jauh. Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah fidyah bisa digantikan dengan sedekah. Untuk menjawabnya, penting untuk memahami perbedaan antara fidyah dan sedekah. Fidyah memiliki hukum dan ketentuan yang jelas dalam Islam, di mana pembayaran fidyah harus dilakukan dalam bentuk makanan pokok atau uang yang setara dengan nilai makanan tersebut. Sedekah, di sisi lain, adalah amal yang bersifat sukarela dan tidak terikat pada ketentuan tertentu. Meskipun sedekah adalah tindakan yang sangat dianjurkan dalam Islam, fidyah tidak dapat digantikan dengan sedekah. Fidyah adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh mereka yang tidak dapat berpuasa, sedangkan sedekah adalah bentuk ibadah yang dapat dilakukan kapan saja dan dalam berbagai bentuk. Oleh karena itu, bagi mereka yang tidak dapat berpuasa, penting untuk membayar fidyah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, fidyah dan sedekah memiliki peran masing-masing dalam kehidupan seorang Muslim, dan keduanya tidak dapat saling menggantikan.
BERITA01/03/2025 | Putri Khodijah
Fidyah untuk Ibu Hamil dan Menyusui: Wajib atau Tidak?
Fidyah untuk Ibu Hamil dan Menyusui: Wajib atau Tidak?
Fidyah adalah kompensasi yang dibayarkan oleh seseorang yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa. Dalam konteks ibu hamil dan menyusui, muncul pertanyaan apakah mereka wajib membayar fidyah jika tidak dapat berpuasa. Fidyah Ibu Hamil Ibu hamil yang khawatir akan kesehatan janin atau dirinya sendiri saat berpuasa diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Dalam hal ini, fidyah ibu hamil menjadi pilihan. Mereka dapat membayar fidyah sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan, terutama jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan untuk berpuasa di bulan Ramadan. Fidyah Ibu Menyusui Demikian pula, ibu menyusui yang merasa tidak mampu berpuasa karena khawatir akan produksi ASI atau kesehatan bayi juga dapat membayar fidyah. Fidyah ibu menyusui berfungsi sebagai bentuk tanggung jawab untuk mengganti puasa yang tidak dilaksanakan. Kesimpulan Baik ibu hamil maupun menyusui, jika tidak dapat berpuasa, dianjurkan untuk membayar fidyah. Hal ini sesuai dengan prinsip kemudahan dalam Islam. Pembayaran fidyah dapat dilakukan dalam bentuk makanan pokok atau uang yang setara. Dengan demikian, mereka tetap dapat memenuhi kewajiban agama sambil menjaga kesehatan diri dan anak.
BERITA01/03/2025 | Putri Khodijah
Manfaat Sedekah di Bulan Ramadhan: Lebih dari Sekadar Kebaikan
Manfaat Sedekah di Bulan Ramadhan: Lebih dari Sekadar Kebaikan
Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain sebagai bulan puasa, Ramadhan juga merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan amal ibadah, salah satunya melalui sedekah. Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga membawa banyak kebaikan bagi pemberi. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai manfaat sedekah di bulan Ramadhan yang lebih dari sekadar kebaikan. 1. Meningkatkan Kualitas Spiritual Sedekah di bulan Ramadhan dapat meningkatkan kualitas spiritual seseorang. Dengan memberikan sedekah, kita menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah. Hal ini juga membantu kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Dalam Al-Qur'an, Allah berjanji akan melipatgandakan pahala bagi mereka yang bersedekah, terutama di bulan suci ini. 2. Membantu Meringankan Beban Sesama Salah satu tujuan utama sedekah adalah untuk membantu meringankan beban orang lain. Di bulan Ramadhan, banyak orang yang membutuhkan bantuan, terutama mereka yang kurang mampu. Dengan memberikan sedekah, kita dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makanan dan pakaian. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang sangat penting dalam masyarakat. 3. Membangun Rasa Empati dan Kepedulian Sedekah juga dapat membangun rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Ketika kita melihat orang lain yang membutuhkan, kita akan lebih menghargai apa yang kita miliki. Rasa empati ini dapat mendorong kita untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Rasa empati dan kepedulian sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung. 4. Menjadi Sarana untuk Berbagi Kebahagiaan Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berbagi kebahagiaan. Dengan memberikan sedekah, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga menyebarkan kebahagiaan. Senyuman dan ucapan terima kasih dari penerima sedekah adalah bentuk kebahagiaan yang tidak ternilai. Ini juga dapat memberikan kepuasan batin bagi pemberi, yang merasa telah berkontribusi dalam membuat hidup orang lain lebih baik. 5. Meningkatkan Kesehatan Mental Beramal dan bersedekah dapat memberikan dampak positif pada kesehatan mental kita. Ketika kita melakukan kebaikan, otak kita melepaskan hormon endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Di bulan Ramadhan, saat kita berpuasa dan berfokus pada ibadah, sedekah dapat menjadi cara yang efektif untuk menjaga keseimbangan emosional dan mental kita. Kesimpulan Sedekah di bulan Ramadhan memiliki banyak manfaat yang lebih dari sekadar kebaikan. Dari meningkatkan kualitas spiritual hingga membantu meringankan beban sesama, sedekah adalah bentuk amal yang sangat berharga. Dengan berbagi kebahagiaan dan membangun rasa empati, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga memperbaiki diri kita sendiri. Mari kita manfaatkan bulan suci ini untuk beramal dan bersedekah, sehingga kita dapat meraih berkah dan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekahKunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Ayo bersedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta: https://kotayogya.baznas.go.id/sedekahKunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id Penulis: Shifa Idri Hudannaya Editor: M. Sahal
BERITA01/03/2025 | AdminS
Bagaimana Cara Menyalurkan Fidyah dengan Benar?
Bagaimana Cara Menyalurkan Fidyah dengan Benar?
Fidyah adalah bentuk kompensasi yang wajib dibayarkan oleh seseorang yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit atau perjalanan jauh. Menyalurkan fidyah dengan benar sangat penting agar ibadah ini diterima dan bermanfaat bagi yang membutuhkan. Berikut adalah langkah-langkah untuk menyalurkan fidyah dengan benar. 1. Menentukan Jumlah Fidyah Tentukan jumlah fidyah berdasarkan hari puasa yang ditinggalkan. Setiap hari puasa yang tidak dilaksanakan setara dengan satu fidyah. 2. Memilih Jenis Makanan Fidyah dapat disalurkan dalam bentuk makanan pokok, seperti beras atau kurma, atau dalam bentuk uang yang setara dengan nilai makanan tersebut. 3. Menyalurkan Fidyah Fidyah dapat disalurkan langsung kepada orang yang membutuhkan, seperti fakir miskin, atau melalui lembaga sosial yang terpercaya. Pastikan lembaga tersebut transparan dalam pengelolaan dana. 4. Niat dan Doa Saat menyalurkan fidyah, niatkan dalam hati sebagai ibadah kepada Allah SWT. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menyalurkan fidyah dengan benar dan mendapatkan keberkahan dari Allah. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menyalurkan fidyah dengan benar dan sesuai dengan syariat Islam. Menyalurkan fidyah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian sosial yang dapat membantu meringankan beban orang lain. Editor M. Kausari Kaidani
BERITA01/03/2025 | Putri Khodijah
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →